Mencari Sosok Ketua Di Istana Bung Hatta : Muswil Pemuda Pancasila Ke VI
                                             Risman Sirangi vs Leonardy Harmainy

dalam reportase kali ini saya tak bisa memisahkan diri antara jurnalis dan kader Pemuda Pancasila pada Muswil ke VI di Istana Bung Hatta Kota Bukittinggi, acara ini dihelat dua hari 25-26 september 2012, dan dihadiri langsung oleh Ketum Pemuda Pancasila (PP)Majelis Pimpinan Nasional ( MPN ) H.Yapto Soeryo Soemarno SH dan Sekjend MPN Drs.Nuhril beserta rombongan.
ketum Yapto diarak dengan bendi dari lap.kantin Menuju Istana Bung Hatta

kami enam orang utusan dari kota Pariaman yg diundang resmi, serta disediakan 2 kamar hotel, tepatnya Hotel dymens, (berpelayanan buruk, lampunya acap mati, gensetnya ga beroperasional dg baik)berangkat dg 3 buah mobil, saya dan Ferry Nugrah SH (pimpinan koran InvestigasiNews) lebih duluan sampai dilapangan Kantin Bukittinggi (sesuai permintaan bang Lucky ketua MPC PP Bukittinggi kepada saya tempo hari), disusul Ir Syafinal Akbar dan Jonasri Tanjung, kemudian Suardi P dengan Da Win.



dilapangan kantin inilah Ketum Yapto disambut, lalu dikalungi bunga dan diarak konvoi dengan bendi (delman,dokar) menuju Istana Bung Hatta, bendi masih sangat eksis dikota berhawa sejuk ini sebagai transportasi alternatif, bendi acap digunakan wisatawan domestik dan mancanegara sebagai transportasi, mereka bahkan mencarter berhari-2, ini pernah saya dengar langsung dari kusir (pengemudi bendi).



dalam acara seremonial, ada satu hal yg membuat saya terharu setingkat hampir meneteskan airmata, disaat paduan suara Sapma PP sumbar menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya (dan rupanya Ketum dalam sambutannya juga memuji akan hal itu),yg diikuti oleh semua hadirin yg hadir, sangat pas.. membangkitkan semangat patriotis dalam dada, saya persis betul berdiri dibelakang Ketum dan Sekjend MPN PP, saya lihat Om Yapto Meneteskan Airmata saat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, matanya seketika memerah, saya bertanggungjawab dengan apa yg saya tulis ini.



dalam acara pada tgl 25 tersebut yg juga dihadiri Irwan Prayitno (Gubernur Sumbar),wako Bukittinggi, wako Payakumbuh dan seluruh unsur Muspida Kota Bukittinggi, mereka duduk dikursi bagian depan, menyimak ketika Ketum berorasi "PP dulunya dibentuk untuk mempertahankan , membela Pancasila dari ancaman Partai Komunis, seiring berlalunya waktu, saya mengakui stigma organisasi yg dicap Preman,kami instropeksi diri,back to zero, kembali pada khitahnya sebagai Ormas bela negara,menjadikan PP yg dicintai masyarakat, pembela kesatuan NKRI berlandaskan Pancasila ,ini tantangan bagi kita bersama-sama" ujar Ketum dalam satu kalimatnya yg saya kutip,orasi beliau sangat memukau, meskipun pidatonya panjang, semua hadirin menyimak dengan seksama, begitu juga saya.



RISMAN SIRANGI VS LEONARDY HARMAINY

Pada rabu tgl 26 september pukul 11.30wib, masuk keacara puncak,dalam pleno ke-6, diputuskan siapapun boleh maju mencalonkan diri jadi Ketum Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila, waktu pengambilan formulir dibatasi 5 menit, Risman Sirangi lebih duluan mengambil formulir pencalonan, kemudian disusul Leonardy Harmainy, hanya dua balon ini yg akan ditetapkan sebagai calon, kedua nama tersebut dibawa kepada Ketum Yapto, beliau berada dikamar tersendiri disebuah hotel yg dulunya bernama Novotel, letaknya tak lebih 30 meter dari Istana Bung Hatta yg dulunya bernama gedung TRI ARGA dan pernah jadi Pusat pemerintahan RI , semasa kota Bukittinggi MENJADI IBUKOTA RI SEMENTARA .



KSATRIANYA RISMAN SIRANGI DAN SENIORITAS LEONARDY HARMAINY

 

ada satu hal yg mengejutkan para hadirin , dua calon kandidat , sama-2 kuat, sama-2 senior, Risman Sirangi yg faktnya telah jadi pengurus Inti di MPW PP Sumbar selama 20 tahun lebih secara ksatria ,dalam penyampaian visi dan misi mengundurkan diri, dan mengatakan "Saya Lebih Mempercayai bang Leo untuk memimpin PP SUMBAR untuk 5 tahun kedepan,bukan berarti saya tidak mampu, beliau adalah senior saya dan bukan berarti saya tidak ikut andil nantinya, saya berjanji,akan bahu membahu dengan bang Leo mengemban mandat dari MPN PP untuk membesarkan Pemuda Pancasila untuk masa bakti kedepan" katanya dengan tegas, dan tanpa unsur paksaan dari siapapun apalagi tekanan.



dengan demikian H Leonardy Harmainy dt Bandaro Basa kembali terpilih secara aklamasi dalam Muswil PP di Istana Bung Hatta ini, bukan pekerjaan mudah menjalankan mandat sebagai Ketua MPW kata bang Leo dalam orasinya "semua MPC musti bekerja keras nantinya, membentuk struktur organisasi ini ketingkat anak ranting, sebagaimana mandat Ketum"ujar bang Leo.



PP kedepan sebagaimana arahan Ketum MPN PP H Yapto Soeryo Soemarno SH, adalah Ormas bukan lagi OKP, pengkaderan dengan militansi wajib dilaksanakan guna mengembalikan Marwah Pemuda Pancasila , back to zero bukan hanya slogan, namun Musti dilaksanakan..! Pancasila Abadi !




catatan Oyong Liza Piliang