Hingga Maret 2018, Dinsos Pariaman Sudah 4 Kali Salurkan Raskin
Ilustrasi beras Bulog. Foto/internet/istimewa
Pariaman ----- Memasuki bulan April 2018, penyaluran bantuan beras sejahtera (rasta) di tingkat Kota Pariaman telah mencapai tahap 4.

Plt Kasi Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kota Pariaman Riko Delfiano mengatakan, bantuan beras sejahtera (rastra) tahun 2018 telah disalurkan sebanyak empat kali hingga akhir Maret 2018 ini.

"Penyalurannya dilaksanakan setiap bulan oleh Bulog hingga ke kantor kecamatan dan dibantu penyalurannya langsung kepada masyarakat," terangnya di Pariaman, Kamis (22/3).

Kota Pariaman sendiri, menurut Riko, mendapatkan kouta bantuan rastra sebanyak 2.983 Kepala Keluarga (KK) miskin selama periode satu tahun 2018. Adapun rastra tersebut diberikan berupa beras Bulog dengan jumlah 10 kg per KK yang dibiayai oleh APBN.

Jumlah penerima rastra dari pemerintah pusat melalui Bulog sangat terbatas, sehingga 331 KK lainnya yang belum terakomokasi oleh bantuan rastra pemerintah pusat, diakomodir melalui pendanaan APBD Kota Pariaman.

"Karena kouta dari pemerintah pusat belum mengakomodir sasaran penerima, Pemko Pariaman mengakomodir melalui pembiayaan ABPD," ulasnya.

Ia mengatakan, program rastra di 2017 dikenal dengan program raskin itu. Program rastra akan berlangsung hingga akhir bulan Juli 2018.

"Agustus akan diganti dengan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bagi penerima raskin. Penerima bantuan ini, akan mendapatkan kartu dan bisa ditukarkan dalam bentuk beras dan telur di e-warung yang telah ditunjuk oleh pemerintah," sebut dia.

Sementara itu, terkait penyelewengan bantuan, pihaknya belum menerima laporan adanya penyalahgunaan penyaluran bantuan rasta.

"Belum ada laporan dari masyarakat tentang adanya penyelewengan bantuan rastra. Namun kami di dinas terus melakukan monitoring penyalurannya," pungkasnya. (Nanda)
Sekda Insak-- Angka Kemiskinan Turun 10%, Mardison Sebut Naik

Sekretaris Daerah Kota Pariaman Indra Sakti membuka Rapat Koordinasi Pendistribusian Beras Sejahtera (Rastra) bagi keluarga miskin Kota Pariaman, sekaligus launching pendistribusian Rastra tingkat Provinsi Sumatera Barat, di Aula Balaikota Pariaman, Rabu (19/4/2017).

Acara itu dihadiri oleh Kepala Divisi Regional Badan Urusan Logistik Provinsi Sumatera Barat, Benhur Ngkaimi, Tim Pengawas Independen Sumbar, John Parlis, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pariaman M. Hudaiyah dan SOPD di lingkungan Pemko Pariaman.

Tahun 2016 lalu, Indra Sakti mengatakan, jatah Rastra untuk Kota Pariaman sebanyak 3.314 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sedangkan untuk tahun 2017 terdata sebanyak 2.983 KPM yang berarti ada pengurangan angka kemiskinan sebanyak 331 KPM di Kota Pariaman.

"Hal ini, dari data yang valid, menunjukan Kota Pariaman dapat dikatakan sukses dalam mengurangi jumlah penduduk miskin 10% dari jumlah yang terdata di tahun 2016 lalu," kata Indra Sakti.

Ia juga menjelaskan KPM di tiap kecamatan, yakni Pariaman Utara jumlah KPM sebanyak 984, Pariaman Tengah 655 KPM, Kecamatan Pariaman Selatan 647 KPM dan Kecamatan Pariaman Timur 697 KPM.

"Melalui rakor ini diharapkan dapat membangun keterpaduan program penanggulangan kemiskinan yang nantinya akan berimbas dari keberhasilan kebijakan yang kita laksanakan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," tutur Insak, ia karib disapa.
 

Insak juga mengingatkan bagi para camat, kepala desa dan lurah agar dalam administrasi penyaluran bantuan, dapat memenuhi sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Sehingga di kemudian hari tidak menimbulkan masalah baru," tutupnya.

Terkait angka kemiskinan, sebelumnya Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin menyebut angka kemiskinan di Kota Pariaman merangkak naik dari tahun sebelumnya.

"Untuk itu DPRD meminta walikota melakukan evaluasi terhadap SOPD terkait," ujarnya.

Ia menyebut data kemiskinan Kota Pariaman ia ambil dari survey Bapedda Kota Pariaman, survey DPRD dan dari Badan Statistik. Namun ia tidak merinci prosentase dan parameter kenaikan angka kemiskinan dari data tersebut.

TIM