Pariaman Utara Masih Tertinggi Penerima Bantuan Beras Miskin (Rastra)
Pemko Pariaman launching bantuan beras bagi keluarga miskin 2018. Foto/Phaik
Pariaman ---- Pemko Pariaman serahkan bantuan sosial beras sejahtera (bansos-ranstra) 2018 kepada para penerima yang berhak secara simolis di aula Balaikota Pariaman, Rabu (7/2).

Perwakilan Divre Bulog Sumbar Muhammad Yusuf mengatakan, bansos rastra 2018 berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Beras yang disalurkan berkualitas medium 10 kg bagi penerima per bulan tanpa dikenakan biaya.

Untuk 2017, kata dia, penerima rastra dikenakan biaya Rp24 ribu per 15 kg. Artinya ada pemasukan Rp1.600 per kg.

Jatah rastra bagi Pariaman 2016 tutur dia, sebanyak 3.314 RTS/KK. 2017 berkurang jadi 2.983 RTS/KK

"Berarti ada pengurangan angka kemiskinan sebanyak 331 RTS/KK," ujarnya.

Penerima rastra 2017 tertinggi di kecamatan Pariaman Utara yakni 984 RTS/KK, Pariaman Timur 697 RTS/KK, Pariaman Selatan 647 RTS/KK dan terakhir Pariaman Tengah 655 RTS/KK.

Sekdako Pariaman Indra Sakti mengatakan pengelolaan bansos rastra dikelola oleh Dinas Sosial secara profesional dan tepat sasaran.

"Penanggulangan kemiskinan harus kita laksanakan dengan sungguh-sungguh. Agar berhasil, program penanggulangan kemiskinan, seperti halnya program-program pembangunan lainnya, harus kita laksanakan secara sistematis," katanya.

Kepala Dinas Sosial Afnil mengatakan, bansos rastra 2018 disalurkan dari Januari hingga Juli. Bulan Agustus sampai bulan Desember bansos rastra berubah nama menjadi E-Warung. Metodenya penukaran sembako baik beras, minyak atau gula, yang disediakan di setiap kecamatan.

"Pariaman Utara akan ada e-Warung Tigo Sapilin di desa Sikapak Barat, Pariaman Tengah dengan nama e-Warung Harapan Saiyo di kelurahan jalan Baru, Pariaman Timur dengan nama e-Warung Sabiduak Sadayuang di desa Kampuang Baru Padusunan dan kecamatan Pariaman Selatan dengan nama e-Warung Balerang di desa Sikabu," katanya. (Rika/OLP)
Sekda Insak-- Angka Kemiskinan Turun 10%, Mardison Sebut Naik

Sekretaris Daerah Kota Pariaman Indra Sakti membuka Rapat Koordinasi Pendistribusian Beras Sejahtera (Rastra) bagi keluarga miskin Kota Pariaman, sekaligus launching pendistribusian Rastra tingkat Provinsi Sumatera Barat, di Aula Balaikota Pariaman, Rabu (19/4/2017).

Acara itu dihadiri oleh Kepala Divisi Regional Badan Urusan Logistik Provinsi Sumatera Barat, Benhur Ngkaimi, Tim Pengawas Independen Sumbar, John Parlis, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pariaman M. Hudaiyah dan SOPD di lingkungan Pemko Pariaman.

Tahun 2016 lalu, Indra Sakti mengatakan, jatah Rastra untuk Kota Pariaman sebanyak 3.314 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sedangkan untuk tahun 2017 terdata sebanyak 2.983 KPM yang berarti ada pengurangan angka kemiskinan sebanyak 331 KPM di Kota Pariaman.

"Hal ini, dari data yang valid, menunjukan Kota Pariaman dapat dikatakan sukses dalam mengurangi jumlah penduduk miskin 10% dari jumlah yang terdata di tahun 2016 lalu," kata Indra Sakti.

Ia juga menjelaskan KPM di tiap kecamatan, yakni Pariaman Utara jumlah KPM sebanyak 984, Pariaman Tengah 655 KPM, Kecamatan Pariaman Selatan 647 KPM dan Kecamatan Pariaman Timur 697 KPM.

"Melalui rakor ini diharapkan dapat membangun keterpaduan program penanggulangan kemiskinan yang nantinya akan berimbas dari keberhasilan kebijakan yang kita laksanakan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," tutur Insak, ia karib disapa.
 

Insak juga mengingatkan bagi para camat, kepala desa dan lurah agar dalam administrasi penyaluran bantuan, dapat memenuhi sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Sehingga di kemudian hari tidak menimbulkan masalah baru," tutupnya.

Terkait angka kemiskinan, sebelumnya Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin menyebut angka kemiskinan di Kota Pariaman merangkak naik dari tahun sebelumnya.

"Untuk itu DPRD meminta walikota melakukan evaluasi terhadap SOPD terkait," ujarnya.

Ia menyebut data kemiskinan Kota Pariaman ia ambil dari survey Bapedda Kota Pariaman, survey DPRD dan dari Badan Statistik. Namun ia tidak merinci prosentase dan parameter kenaikan angka kemiskinan dari data tersebut.

TIM