Propagare




Dalam dunia politik dikenal istilah propaganda. Propaganda (dari bahasa Latin modern: propagare yang berarti mengembangkan atau memekarkan) adalah rangkaian pesan yang bertujuan untuk memengaruhi pendapat dan kelakuan masyarakat atau sekelompok orang. Propaganda tidak menyampaikan informasi secara obyektif, tetapi memberikan informasi yang dirancang untuk memengaruhi pihak yang mendengar atau melihatnya.

Propaganda kadang menyampaikan pesan yang benar, namun seringkali menyesatkan dimana umumnya isi propaganda hanya menyampaikan fakta-fakta pilihan yang dapat menghasilkan pengaruh tertentu, atau lebih menghasilkan reaksi emosional daripada reaksi rasional. Tujuannya adalah untuk mengubah pikiran kognitif narasi subjek dalam kelompok sasaran untuk kepentingan tertentu. Propaganda dapat mengapung dan menenggelamkan subjeknya, tergantung kearah mana tebasan pedangnya.

Propaganda adalah sebuah upaya disengaja dan sistematis untuk membentuk persepsi, memanipulasi alam pikiran atau kognisi, dan memengaruhi langsung perilaku agar memberikan respon sesuai yang dikehendaki pelaku propaganda.

Jerman kala ditunggangi Hitler berjalan bagaikan mesin, baik bala tentaranya maupun kehidupan sosial-politiknya. Hitler boleh dikatakan pencuci otak paling ulung dimuka bumi hingga sekarang. Semua rakyat Jerman dan bala tentara tunduk-paku pada ajaran "firman" sang fuhrer. Ia bagaikan Dewa Mahadewa absolute tak terhingga. Ajaran Hitler sekarang dipupuskan. Dianggap berbahaya dan patut dilenyapkan. Dunia menganggap Haram jaddah. Dia adalah ahli pesohor ilmu propaganda. Dia seorang orator paling mencengangkan dalam sejarah pemimpin dunia.

Ada macam propaganda berjalan hingga kini semacam anti muslim dan anti yahudi. Keduanya saling senyap dalam perperangan propagandanya.

Propaganda tidak hanya berlaku dalam dunia politik, akan tetapi juga berlaku dalam lini sektor lainnya semacam teknologi, ekonomi dan perdagangan. Mereka menjalankan polanya masing-masing.

Dari dahulu hingga kini, media tak lepas dari corong utama propaganda, baik politik, ekonomi hingga-menghingga lainnya. Dari menonton siaran televisi dan membaca media cetak maupun elektronik hingga siaran suara, kita dapat melihat arah kecondongan media tersebut. Misi apa yang mereka bawa.

Kurenah media di Indonesia gampang dibaca kecondongannya. Mereka belum halus dalam mengemas konten bahan propagandanya. Namun demikian mereka berhasil keseringan bersebab sipenelaah (baca rakyat Indonesia) belum cukup cakap dalam menyaring informasi sehingga rangkaian pesan yang bertujuan untuk memengaruhi pendapat dan kelakuan masyarakat pula berhasil. Negara kita hiruk-pikuk berkeseringan seakan hendak runtuh besok saja dibuatnya.


Jozef Goebbels, Menteri Propaganda Nazi di zaman Hitler, mengatakan: "Sebarkan kebohongan berulang-ulang kepada publik. Kebohongan yang diulang-ulang, akan membuat publik menjadi percaya." Tentang kebohongan ini, Goebbels juga mengajarkan bahwa kebohongan yang paling besar ialah kebenaran yang diubah sedikit saja.

propaganda dapat digolongkan menurut sumbernya:
  • "propaganda putih" berasal dari sumber yang dapat diidentifikasi secara terbuka.
  • "propaganda hitam" berasal dari sumber yang dianggap ramah akan tetapi sebenar-benarnya bermusuhan.
  • "propaganda abu-abu" berasal dari sumber yang dianggap netral tapi sebenarnya bermusuhan.
Propaganda telah berkembang dalam perang psikologis di mana propaganda menemukan ekstensinya.
  • propaganda politik yaitu melibatkan usaha pemerintah, partai atau golongan untuk pencapaian tujuan strategis dan taktis.
  • propaganda sosiologi yaitu melakukan perembesan budaya kemudian masuk ke dalam lembaga-lembaga ekonomi, sosial dan politik.

Catatan Oyong Liza Piliang
politik BATU AKIAK

dalam ilmu komunikasi dan propaganda mungkin ini adalah istilah baru, namun hal ini sangat lumrah dan terjadi dinegara kita , bahkan juga dikota pariaman ini dimana saya berdomisili.apa pula itu? ini adalah istilah baru yang saya sendiri yang mengarangnya.. ini adalah cara2 dimana seseorang memanfaatkan momen politik dan pilkada dengan melakukan trik trik untuk mengangkat pamor palsu yang nanti ujung2nya dan selalu berkonotasi duit. gerakan ini adalah pola klise untuk mencari perhatian publik seolah2 mereka mempunyai masa pendukung yang banyak, dan terkadang juga memasang baliho mereka sebagai calon walikota. darimana saya tau? ya tau dong.. saya ini murni orang lapangan dan punya banyak sahabat baik dikalangan intelektual bahkan dari kalangan underground..



trik semacam ini nantinya akan menguntungkan sipemain pola politik batu akiak tersebut.karena tidak semua balon yang murni maju menyadari akan hal ini. dari sinilah "games begining". para calon yang lengah akan termakan umpan dan tentunya akan merangkul sipemain2 tersebut. tentu saja dengan deal2 politik yang sudah direncanakan dengan matang oleh politisi batu akiak tersebut. dari sinilah awal mula permainan ini menghasilkan sesuatu bagi calon pemain politik batu akiak tersebut. mereka jual mahal, dan calon yang lengah akan membeli suara palsu dengan harga yang fantastis.. its not cool ! but very intriguing..



cara2 "cap tungkek" begini seharusnya tidak boleh terjadi, namun demikianlah dunia politik.. segala sesuatu bisa lewat jika seseorang punya pola2 baru yang tanpa disadari oleh target. syukur2 sitarget menang,, jika kalah tentu antara target dan calon yang menyadari hal ini pada akhirnya akan sangat menyesal sekali, dan berujung pada ketidak senangan dan bahkan kebencian pada sipolitisi batu akiak tersebut. namun jangan harap anda akan mereka pikirkan,, jika sesuatu sudah menguntungkan mereka sesuai target yang mereka rancang dengan matang masa bodoh bagi mereka they will not think about it..jika kebetulan menang ,mereka pula yang jadi orang yang paling amat berjasa dalam argumen komunikasi politiknya kepada target yang menang.. luarbiasa! ini sebuah permainan politik yang sangat tidak terpuji namun dirancang dengan sangat halus dan apapun hasil akhir pilkadanya sibatu akiak tetap jadi pemenangnya.. dia takkan pernah dirugikan secara materi, namun dalam satu sisi orang2 tipe beginilah orang yang paling merugi dalam pentas politik.. kredibilitas, serta integritas moral mereka akan terungkap setelah pilkada berakhir.. tricks they destroy the good name of their own..


catatan oyong liza piliang
elektabilitas vs popularitas dalam teori propaganda politik

setiap balon yang akan berlaga nanti mesti memiliki keduNYA, dikenal dan layak untuk dipilih. tak boleh timpang.. terkenalpun jika kita sudah tak mendapat simpati rakyat sama juga bohong.. begitu juga dengan orang yang sangat layak dipilih tapi tidak seberapa yang mengenalnya sama juga dengan diatas kesimpulannya. jadi memang kalau dilihat dari dua kesimpulan diatas para balon harus memiliki strategi yang tepat .. tahap pertahap, tak bisa terlalu dipaksakan dan tak bisa pula terlalu berdiam diri.
bagi yang sudah punya popularitas