Kecoh Petugas, Begini Kronologis Penangkapan Napi Sialang Bungkuk oleh Jajaran Polres Padangpariaman

Zendi Ismael (20), narapidana/tahanan kabur Rutan Kelas IIB Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Riau, yang ditangkap tim gabungan Polres Padangpariaman dibantu Polsek Sungai Sariak, sempat diperiksa aparat di Kabupaten Bangkinang saat perjalanan kabur dari Pekanbaru menuju Padangpariaman.

Wakapolres Padangpariaman, Kompol Yuhendri didampingi Kasubag Humas Polres Padangpariaman, Iptu Irwan Sikumbang, Jumat (12/5/2017) menjelaskan bahwa Zendi sempat mengecoh petugas razia saat pemeriksaan di perbatasan Sumbar-Riau.

“Pengakuan ZI sendiri saat dilakukan pemeriksaan di atas travel Pekanbaru-Padangpariaman, semua penumpang di dalam travel dimintai KTP, termasuk dia. Namun yang bersangkutan saat diminta untuk menunjukkan KTP, mengecoh petugas mengatakan bahwa ia belum memiliki KTP karena masih berumur 16 tahun. Karena memang dilihat dari tampang napi ini masih remaja, petugas percaya,” terangnya.

Zendi yang akhirnya ditangkap tim gabungan Polres Padangpariaman di rumah orang tuanya di Korong Rukam Nagari Koto Dalam, Kecamatan Padang Sago, Padangpariaman, Kamis (11/5/2017) sore, usai menempuh beberapa titik lokasi saat perjalanan kabur.

Usai kabur dari Rutan Sialang Bungkuk bersama ratusan napi orang lainnya, ia sempat beberapa kali menumpang sepeda motor masyarakat secara estafet hingga tiba di rumah orang tuanya di Panam, Riau. Di rumah orang tuanya, ia bertemu dengan adiknya dan meminta sejumlah uang untuk ongkos pulang kampung ke Padangpariaman. Ia sendiri tiba di Padangpariaman, Sabtu (6/5/2017) dini-hari.

“Usai kabur dari Rutan, ZI ini langsung menumpang sepeda motor warga yang melintas beberapa kali hingga sampai di rumah orang tuanya dan melanjutkan perjalanan ke Padangpariaman menggunakan angkutan umum travel malam harinya,” jelasnya lagi.

Tidak hanya petugas pemeriksaan di Bangkinang yang terkecoh oleh tahanan kabur tersebut. Saat dilakukan penangkapan, petugas yang mendapatkan informasi dari masyarakat tentang keberadaannya, Kamis (11/5) sore langsung bergerak dan mengepung rumah keluarganya dan dua rumah lainnya.

"Nyaris saja petugas terkecoh, ZI kala penangkapan bersembunyi di dalam ember besar hampir tidak ditemukan petugas. Belum lagi informasi tante ZI yang mengatakan bahwa keponakannya tersebut telah pindah dan tidak berada di rumahnya lagi," tuturnya.

Dari penggeledahan di rumah tersebut, awalnya ia tidak ditemukan. Tantenya juga  bilang bahwa ia sudah keluar.

"Petugas yang tidak hilang akal terus mencari dan akhirnya menemukan ZI bersembunyi di dalam ember besar di kamar mandi rumah tantenya itu,” ungkap Yuhendri.

Hingga saat ini, kata Yuhendri, belum ada informasi tentang keberadaan napi Rutan Sialang Bungkuk lainnya yang kabur di wilayah hukum Polres Padangpariaman. Rencananya, sore ini napi tersebut akan dijemput oleh tim Polres Pekanbaru untuk dibawa kembali ke Rutan Kelas IIB Sialang Bungkuk.

Zendi merupakan narapida kasus curanmor yang diputus hukuman 2,6 tahun penjara dan telah menjalani masa tahanan selama 1 tahun.

Nanda
Polres Padangpariaman Tangkap Napi Kabur Rutan Sialang Bungkuk

Polres Padangpariaman mengamankan Zendi Ismael (20), seorang narapidana yang kabur dari Rutan Kelas II Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Riau, Kamis (11/5/2017) sore. Zendi Ismael diamankan di rumah orang tuanya di Korong Rukam Pauh Manih, Nagari Koto Dalam, Kecamatan Padang Sago, Padangpariaman.

Kapolres Padangpariaman, AKBP Eri Dwi Harianto mengatakan, penangkapan berawal saat tim menerima informasi dari masyarakat tentang keberadaan Zendi Ismael sekitar pukul 15.45 WIB di rumah orang tuanya.

Tidak berselang lama usai menerima informasi dari warga tersebut, tim gabungan Opsional Satreskrim Polres Padangpariaman dibantu anggota Polsek VII Koto Sungai Sariak, bergerak cepat. Akhirnya sekitar pukul 16.30 WIB, Zendi Ismael berhasil diamanan polisi tanpa perlawanan berarti.

"Memang benar, tim telah mengamankan satu orang napi Rutan Sialang Bungkuk yang kabur," ujarnya Jumat (12/5/2017), kepada wartawan.

Hingga saat ini, napi yang kabur itu masih diamakan di ruangan tahanan Polres Padangpariaman hingga proses pengembalian ke Rutan tersebut.

Zendi Ismael merupakan salah seorang tahanan yang kabur dari Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru pada Jumaat (5/5/2017) bersama ratusan orang napi lainnya. Hingga saat ini tim gabungan Polda Riau, Rutan Sialang Bungkuk dan jajaran kepolisian lainnya, terus melakukan pengejaran mencari napi lainnya ke sejumlah provinsi.

Seperti diketahui, dilansir dari detik.com, tahanan/napi Rutan Pekanbaru kabur bermula dari kericuhan yang terjadi sebelum salat Jumat. Saat pintu sel dibuka, para tahanan merangsek ke bagian depan rutan.

Para tahanan kabur setelah sebelumnya menyampaikan tuntutan terutama soal fasilitas di rutan. Seperti tuntutan masalah air, kamar, pungutan liar dan fasilitas lainnya.

Masalah tersebut dinilai terjadi karena masalah over kapasitas. Rutan tersebut seharusnya hanya bisa menampung sebanyak 561 penghuni namun tahanan/napi yang tinggal di Rutan itu diketahui sebanyak 1.870 orang.

Sementara itu total pegawai di Rutan Pekanbaru hanya 54 orang. Untuk petugas keamanan hanya 30 orang yang dibagi 6 orang setiap regunya.

Nanda/OLP
Pendaftar Calon Anggota Polri di Polres Padangpariaman Membludak
Pemeriksaan kesehatan calon anggota Polri. Foto: Tribratasumbar.com



Pendaftar calon taruna, bintara dan tamtama Polri di Polres Padangpariaman diprediksi meningkat di tahun 2017 ini. Penerimaan personil Polri dibuka serentak sejak 14 Maret 2017 hingga 15 April 2017 mendatang.

Panitia Bantuan Penerimaan Pendaftaran penerimaan Polri ditingkat Polres Padangpariaman, Iptu Dwi Yulitianto didampingi Paur Humas Polres Padangpariaman, Bripka Redno Afriadi menuturkan, hingga Kamis (6/4/2017) siang, tercatat 229 orang pendaftar penerimaan personil Polri tahun 2017 di Polres Padangpariaman.

Jumlah pendaftar itu ia yakini akan terus bertambah, mengingkat pendaftarkan masih akan dibuka hingga 15 April 2017 mendatang. Panitia memprediksi pendaftar penerimaan Polri di Polres Padangpariaman mencapai lebih dari 600 orang pendaftar.

"Diperkirakan melebihi jumlah pendaftar tahun yang lalu, di tahun sebelumnya hanya ada 500 pendaftar, di tahun ini kemungkinan lebih dari 600 orang pendaftar. Ini karena memang Senin hingga Rabu adalah jadwal Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Usai UNBK, nanti sepertinya ramai yang ngantri," sebutnya.

Dwi merinci, dari 229 pendaftar, 12 orang mendaftar untuk mengikuti seleksi jalur Taruna Akademi Kepolisian (AKPOL), 185 Bintara dan 32 orang jalur Tamtama khusus Brimob.

"Dari ketiga jalur pemerinaan, jalur Bintara Polri banyak mendaftar. Mungkin bisa jadi kouta penerimaan banyak dan bersifat lokal daerah," ulasnya.

Dijelaskannya, 229 pendaftar tersebut dinyatakan lengkap administrasi dan pemeriksaan awal meliputi pemeriksaan tinggi badan, berat badan dan kelengkapan administrasi lainnya termasuk ijazah, rapor. Peserta yang dinyatakan persyaratan lengkap dan memenuhi, selanjutnya akan mengikuti seleksi di Mapolda Sumatera Barat.

"Kita perkirakan seleksi di tingkat Mapolda Sumatera Barat tanggal 16 April 2017 setelah penutupan pendaftaran di tingkat Polres. Jika peserta lolos seleksi nanti akan mengikuti pendidikan sesuai dengan jalur yang didaftar. Untuk Tamtama mulai mengikuti pendidikan paa 3 Juli 2017 di Pusdik Brimod, Bintara pendidikannya 9 Agustus 2017 di SPN Padang Besi Padang dan Akpol pendidikannya pada 7 Agustus 2017 di AKPOL Semarang," jelasnya.

Disela-sela pemeriksaan, panitia terus mengingatkan pendaftar bahwa penerimaan Polri dilakukan secara bersih dan transparan. Ia juga meminta peserta yang mendaftar melaporkan kepada panitia ditingkat Polres ataupun Polda Sumatera Barat, jika ada pihak-pihak tertentu atau oknum Polri yang menawarkan menjadi calon dan menjanjikan membantu kelulusan pada penerimaan Polri 2017.

"Kita tegaskan kepada pendaftar kemarin, bahwa penerimaan Polri bersih dan dilakukan secara transparan. Namun jika ada menemukan pihak tertentu ataupun oknum Polri yang menawarkan mampu membantu meloloskan menjadi anggota Polri, laporkan kepada kami atau Mapolda Sumbar," pungkasnya.

Nanda
Ansor Padangpariaman Siap Hadang Paham Islam Radikal



Hal itu diungkapkan oleh Kasat Intelkam Polres Padangpariaman AKP Nasirwan, Jumat (7/4/2017) siang, di ruang kerjanya ketika menerima kunjungan silaturrahmi Ketua Gerakan Pemuda Ansor Padangpariaman Zeki Aliwardana. Pertemuan itu juga membahas seputar kondisi keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Padangpariaman.

Menurut Nasirwan, Ansor sebagai bagian dari masyarakat diharapkan dapat menjaga stabilitas daerah. Dengan demikian juga akan turut menjaga stabilitas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini.

“Organisasi masyarakat kepemudaan (ormas OKP) yang bernuansa Islam di Kabupaten Padangpariaman diharapkan jangan sampai terkontaminasi oleh paham dan gerakan radikal. Karena paham radikal tersebut dapat mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Gerakan Pemuda Ansor Padangpariaman Zeki Aliwardana menyebutkan, Ansor sudah memiliki komitmen yang tegas untuk selalu konsisten menjaga keutuhan NKRI. Setiap paham dan gerakan radikal yang ingin merongrong NKRI, Ansor siap membendungnya. Hal ini juga sudah ditegaskan saat beraudensi dengan Kapolda Sumatera Barat sekitar Januari 2017 lalu.

“Ansor Padangpariaman siap membantu aparat keamanan jika dibutuhkan untuk menjaga keutuhan NKRI. Karena sejatinya Ansor juga turut berjuang mendirikan NKRI ini dari bangsa penjajah pada perang kemerdekaan. Ansor sendiri sudah lahir sebelum kemerdekaan RI, sehingga kader-kader Ansor juga turut  berjuang mempertahankan NKRI dengan darah dan nyawa dulunya,“ kata Zeki yang didampingi Sekretaris PAC Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Sintuak Toboh Gadang Radelkha Adki.

AT
Ibu Rumah Tangga Pemasok Narkoba Ditangkap di Pauh Kambar

Satresnarkoba Polres Padangpariaman menangkap seorang ibu rumah tangga inisial E (48)yang diduga merupakan pemasok narkoba kepada salah seorang pengedar di Nagari Pauhkambar, Kecamatan Nan Sabaris, Selasa (4/4/2017) malam.

E diciduk di kediamannya di Korong Ringan-Ringan, Nagari Pakandangan, Kecamatan Enam Lingkung, Padangpariaman. Tersangka tidak dapat mengelak lagi setelah polisi mendapatkan beberapa barang bukti.

Penangkapan tersangka E sendiri berawal dari tertangkapnya tersangka RP (34), warga Korong Rimbo Dulang-Dulang, Nagari Pauh Kambar, Kecamatan Nan Sabaris, Padangpariaman, Selasa (4/4/2017) pukul 22.00 WIB. RP ditangkap di salah satu warung di Simpang Empat Pauh Kambar.

RP ditangkap berawal dari informasi dan penyelidikan Satresnarkoba Polres Padangpariaman yang mengetahui rencana transaksi narkoba yang akan dilakukan tersangka RP. Dari pengeledahan tersangka RP, polisi mengamankan barang bukti 1 (satu) paket kecil diduga narkotika jenis shabu yang dibungkus dengan plastik warna bening dan 1(satu) paket kecil diduga narkotika jenis ganja yang ia simpan dalam laci meja kasir.

Polisi yang bergerak cepat lantas melakukan pengembangan. Tersangka yang awalnya bungkam, mulai membuka informasi tentang pemasok narkoba kepada tersangka RP.

"Dari penangkapan tersangka pertama (RP) kita dalami lagi, dan diketahui bahwa barangnya sesuai pengakuan dipasok oleh tersangka E. Berdasarkan keterangan itu, kita langsung amankan tersangka dirumahnya," terang Kapolres Padangpariaman AKBP Eri Dwi Herianto, S.IK didampingi Kasatresnarkoba Iptu Gusnedi dan Paur Humas Polres Padangpariaman, Brigadir Redno Afriadi.

Kini keduanya terjerat pasal 114 ayat (1), pasal 112 ayat (1), pasal 111 ayat (1) Jo Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

"Keduanya terancam hukuman maksimal 20 tahun kurungan penjara," tutupnya.

Nanda
Transaksi Ganja di Kedai Nasi Goreng, Dua Pemuda Buayan Ditangkap Polisi


 

Dua orang pemuda ditangkap tim buru sergap (Buser) Satresnarkoba Polres Padangpariaman saat melakukan transaksi narkoba di salah satu kedai nasi goreng di Korong Padang Kunik, Nagari Buayan, Kecamatan Batang Anai, Padangpariaman, Kamis (30/3) pukul 00.30 WIB dinihari.

Kedua tersangka, masing-masing, DA (24)  dan ZW (20) warga Korong Padang Kunik, Nagari Buayan Kecamatan Batang Anai tersebut tidak dapat berkilah setelah polisi menemukan barang bukti narkoba jenis ganja yang dibungkus plastik warna bening dari dalam saku celana salah seorang tersangka.

Kapolres Padangpariaman AKBP Eri Dwi Herianto, didampingi Kasat Resnarkoba Polres Padangpariaman Iptu Kusnedi dan Paur Humas Polres Padangpariaman, Brigadir Redno Afriadi menuturkan, penangkapan kedua tersangka berawal dari informasi masyarakat tentang aktifitas peredaran narkoba di kawasan itu.

Dengan penyelidikan yang matang dan pengumpulan bahan keterangan, akhirnya kedua tersangka berhasil dibekuk saat melakukan transaksi disalah satu kedai nasi goreng tersebut.

"Menindaklanjuti informasi dari masyarakat dan penyelidikan yang dilakukan oleh personil kami di Satresnarkoba Polres Padangpariaman, dua orang tersangka yang diduga menyimpan dan memiliki narkoba telah kita amankan sekaligus dengan barang buktinya," ujarnya di Mapolres Padangpariaman, Kamis (30/3/2017) siang.

Dijelaskan Eri Dwi Herianto, saat ini pihaknya telah mengamankan barang bukti berupa 1(satu) paket sedang narkoba jenis ganja. Tidak berhenti disitu, hasil interogasi kedua tersangka, akhirnya polisi melanjutkan penggeledahan di rumah tersangk ZW dan menemukan barang bukti berupa satu unit telepon seluler,  2 (dua) paket sedang narkoba jenis ganja yang dibungkus dengan kertas buku tulis, serta uang yang diduga hasil penjualan narkoba sebanyak Rp50.000.

"Pengakuan tersangka narkoba yang ada di tangan dia saat penangkapan didapat dari tersangka ZW. Berdasarkan keterangan tersebut, kita langsung lakukan penggeledehan dirumahnya ZW. Alhasil kita temukan beberapa paket sedang dan kecil narkoba jenis ganja, uang hasil yang diduga hasil penjualan narkoba dan satu unit telepon seluler," ia menuturkan.

Kini, akibat perbuatan tersebut, kedua tersangka terancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara karena melanggar pasal 114 ayat (1), Pasal 111 ayat (1) Jo Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Nanda