19 April 2017

Walikota Mukhlis Puji Kapolres Lama Berantas Narkoba
Mukhlis dan AKBP Ricko
Walikota Pariaman Mukhlis Rahman memuji kinerja mantan Kapolres Pariaman AKBP Ricko Junaldy dalam mengendalikan penyakit masyarakat selama bertugas di Pariaman. Tingginya penangkapan bandar dan pemakai narkoba dia sebut sebagai hasil upaya kerja keras kepolisian dalam pemberantasan.

"Tidak hanya memberantas penyakit masyarakat, Polres Pariaman juga mendukung pariwisata dengan ikut mempromosikannya," ungkap Mukhlis saat acara malam pisah sambut Kapolres Pariaman dari AKBP Ricko Junaldy kepada AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto di Balairung Walikota, Senin (17/4/2017).

Ia berharap hubungan harmonis antara Pemko dan Polres Pariaman makin erat di bawah komando AKBP Bagus. AKBP Bagus sendiri sebelumnya menjabat Kapolres Kabupaten 50 Kota.

AKBP Bagus mengapresiasi meriahnya penyambutan oleh Pemko Pariaman. Selaku baru bertugas, ia berharap saran dan masukan dari Pemko dan semua pihak dalam menjalankan tugas.

"Kami akan terus berkomitmen meneruskan apa yang sudah dilakukan oleh Kapolres yang lama Bapak AKBP Ricko Junaldy, untuk mendukung program dan kegiatan yang dilakukan oleh Pemko Pariaman,"kata dia.

AKBP Ricko Junaldy sendiri mendapatkan promosi jabatan ke Polda Kepulauan Riau. Ricko selama menjabat Kapolres Pariaman dikenal tegas memberantas narkoba. Ia juga mendukung kemajuan pariwisata Pariaman yang merupakan kampung halamannya sendiri.

TIM

15 July 2016

Kajari Pariaman Pisah Sambut, Josia Koni Gantikan Yulitaria



Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pariaman Dr. Josia Koni, SH mengaku akan amankan dan kawal proses pembangunan di Kota Pariaman. Hal itu dikatakan mantan Kajari Natuna Kepulauan Riau ini di Balairung Rumah Dinas Walikota Pariaman, Kamis malam (14/7) dalam acara pisah sambut Kajari Pariaman.

Josia Koni menggantikan Kajari Pariaman yang lama Yulitaria yang sekarang menjabat sebagai Kajari di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Yulitaria menjabat Kajari Pariaman selama empat tahun sejak tahun 2012.

Josia Koni sendiri blasteran Palembang dan Sulawesi Selatan. Pada acara pisah sambut tersebut dia ditemani istrinya Dewi. Kejaksaan Negeri Pariaman memiliki dua wilayah yakni Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman. Josia menyatakan ajak koordinasi intensif pihak Pemko Pariaman demi pembangunan.

"Sebagaimana pesan Presiden Jokowi agar tidak timbul kegaduhan dalam pembangunan," kata dia.

Sementara, Yulitaria yang akan melaksanakan tugas di Blora pada kesempatan itu mengatakan selama di Pariaman sangat banyak kesan-kesan. Awal bertugas di Pariaman dia disambut juga di Balairung dan dilepas di tempat yang sama.

"Kejari Pariaman sangat berterima kasih pada Pemko Pariaman. Kantor Kejari tidak akan sebagus sekarang tanpa bantuan Pemko. Meski pindah tugas, hati saya tetap di Pariaman," ungkap Yulitaria.

Yulitaria sempat menyanyikan dua lagu "Bapisah Bukannyo Bacarai" dan "Kemesraan" ditemani mantan anggotanya di Kejari Pariaman.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman secara resmi menyambut Kajari baru dan melepas Kajari lama dengan siriah carano yang bermakana disambut dan dilepas dengan hati yang tulus.

"Selamat datang buat Bapak Kajari Josia Koni di Forkopimda, selamat datang sebagai warga Pariaman," sebutnya.

Acara yang dihadiri oleh Wakil Walikota Genius Umar, Ketua DPRD Mardison Mahyuddin, Sekdako Armen, Dandim 0308/Pariaman, Kapolres Pariaman, Kepala Pengadilan dan unsur Forkopimda lainnya dibuka dengan acara jamuan makan, selanjutnya pesan dan kesan, menyanyikan lagu dan penyerahan cindera mata kepada Yulitaria sebagai kenang-kenangan.

OLP

3 November 2015

Pisah Sambut Bupati Padangpariaman, Rosnini: Mertua Saya Pengagum Anas Malik



Sekretariat Pemerintah Daerah Kabupaten Padangpariaman menggelar acara pisah sambut Pejabat (Pj) Bupati Padangpariaman Rosnini Savitri dengan Bupati dan Wakil Bupari definitif periode 2010-2015 Ali Mukhni-Damsuar di Hall Saiyo Sakato Pariaman, Selasa malam (3/11).

Acara yang berlangsung meriah penuh keakrababan tersebut dihadiri oleh Kajari Pariaman Yulitaria, Kapolres Pariaman AKBP Ricko Junaldi, Kapolres Padangpariaman AKBP Rudi Yulianto, Dandim 0308/Pariaman, Ketua PWI Pariaman Ikhlas Bakri, Kepala Pengadilan Pariaman, Pimpinan DPRD Padangpariaman, Sekda Jonpriadi, unsur SKPD, Camat, Walinagari serta unsur tokoh masyarakat dan bundo kanduang.

Ali Mukhni didampingi Istri Rena Ali Mukhni mengungkapkan kesannya selama lima tahun memimpin Padangpariaman bersama Damsuar. Kendala besar dia hadapi tahun masa jabatan pertama.

"Kami menanamkan sikap melayani masyarakat bukan pejabat masyarakat," kata dia menggambarkan upaya merangkul masyarakat agar ikut bersama membangun Padangpariaman.

Apa yang dicapai Padangpariaman sekarang ini, sebut dia tidak terlepas pula dari peran Damsuar selaku wakil bupati.

"Dengan banyaknya proyek nasional yang dilokasikan di Padangpariaman berimbas pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sekarang pertumbuhan ekonomi kita tertinggi di Sumbar yakni 7,3 persen melebihi Sumbar dan target nasional," ungkap Ali Mukhni.

Di saat yang sama, Damsuar juga menuturkan bahwa dirinya meski memasuki masa pensiun usai tidak lagi menjabat wakil bupati, namun tidak akan pernah berhenti mengabdi untuk Padangpariaman.

"Selama karier PNS saya di Padangpariaman, mulai dari ajudan, hingga wakil bupati, hanya untuk Padangpariaman sejak 16 Juli tahun 1981. Di sinilah pilihan kami mengabdi," kata Damsuar didampingi istrinya.

Sementara itu Pj Bupati Rosnini mengatakan bahwa Pariaman bukan daerah asing baginya. Suaminya asli orang Pariaman tepatnya di Jawi-Jawi.

"Bahkan mertua saya kaget ketika tahu saya dilantik sebagai Pejabat Bupati di Padangpariaman. Mertua saya pengagum Anas Malik," ucap Rosnini.

Rosnini menyebut, mohon suport dari masyarakat dan unsur muspida agar mendukung program-program yang akan diembannya hingga terpilihnya bupati dan wakil bupati definitif baru.

"Ini diluar dugaan saya dan beban cukup berat, tapi bersama kita bisa," pungkasnya yakin.


Sementara itu, pengamat kebijakan publik Ikhlas Bakri berpendapat, reputasi Rosnini selama mengabdi di pemerintahan hampir tanpa cela dan sudah terbiasa memimpin dan membuat terobosan besar, khususnya di bidang kesehatan.

"Beliau juga orang yang terbuka menerima masukan. Tipe pemimpin yang siap menerima masukan. Semoga amanah yang beliau emban beberapa bulan ke depan sesuai harapan kita bersama," kata Ikhlas yang juga Ketua PWI Pariaman itu.

Dia menambahkan, sejak menjabat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, Rosnini aktif ikut melibatkan diri pada setiap program kesehatan yang akan dilakukan oleh pemerintah kota dan kabupaten.

"Ibu Rosnini orangnya welcome," pungkas Ikhlas.

OLP

21 April 2015

Pisah Sambut di Pendopo: Dari Sejarah Pernikahan Kapolres Pertama, Hingga Pribumi Perdana



Suasana kekeluargaan dan keakraban tampak pada acara pisah sambut dan malam pengantar tugas Kapolres Pariaman dari AKBP Gandung D Wardoyo kepada AKBP Riko Junaldy di Balairung Pendopo Rumah Dinas Walikota Pariaman, Senin Malam (20/04/2015).

Acara yang dihadiri langsung oleh Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyudin, Sekdako Armen, Forkopimda Pariaman, para pimpinan BUMD, para Kepala SKPD, para Camat, serta para Kepala Sekolah se Kota Pariaman.

Pada kesempatan itu, tidak lupa Mukhlis mengucapkan terima kasih kepada Kapolres  Pariaman lama yang telah mengabdi dan membantu tugas Pemko Pariaman di segala bidang yang bahkan membuat Gubernur Sumbar memuji kinerjanya yang telah sukses menggelar Pemilihan Kepada Daerah, dan Pemilihan Legeslatif  teraman di Sumatera Barat.

Mukhlis juga menyebutkan bahwa dia tidak melupakan kesuksesan Polres Pariaman yang mengantarkannya menjadi walikota untuk kedua kalinya dalam suasana aman dan kondusif, serta mengantarkan Mardison Mahyudin selaku Ketua DPRD Kota Pariaman juga dengan sukses.

“Dengan aktifnya bapak Gandung  yang terkenal dengan pembinaan mental terhadap anggotanya serta menginisiatif anggotanya agar melaksanakan sholat berjamaah di mesjid, juga telah membantu program magrib mengaji yang diprogramkan oleh pemerintah ,“ kata dia.

Sementara itu, disaat yang sama, Gandung juga mengucapkan permintaan maaf apabila dalam masa kepemimpinannya dari tanggal 1 Februari 2013 ada berbuat kesalahan baik yang sengaja maupun tidak sengaja.

"Banyak hal yang tidak dapat dilupakan di Kota Pariaman salah satunya adalah dengan menemukan jodoh yang merupakan satu-satunya (polisi berjabatan) Kapolres yang melaksanakan pernikahan di Indonesia," kata Gandung yang di promosikan ke Polda Sumsel ini.

Sedangkan Kapolres Pariaman baru, Riko Junaldy, yang asli putra pariaman ini merupakan satu-satunya Kapolres Pariaman yang berasal dari urang Piaman asli. Hal ini, sebutnya merupakan tantangan tersendiri bagi dirinya, yang selama ini merantau di daerah lain. Riko juga menyampaikan kekagumanya akan keindahan Kota Pariaman dan juga kebudayaan yang masih dijaga oleh masyarakatnya.

Diakhir acara AKBP. Gandung D Wardoyo diberikan kado perpisahan dimulai dari Walikota Pariaman berupa pin emas logo Kota Pariaman dan Ny Reni Mukhlis diikuti para pejabat lainnya.


J/OLP

18 April 2015

Gantikan Gandung, Kapolres Pariaman Dijabat Putra Kampung Dalam



Usai serah terima jabatan Kapolres Pariaman dari AKBP Gandung D Wardoyo kepada AKBP Riko Junaldy di Mapolda Sumbar, Padang, pada Kamis (16/4) yang dipimpin oleh Kapolda Sumbar Brigjenpol Bambang Sri Herwanto, Polres Pariaman menggelar acara 'Kenal Pamit' dengan tema "Pergi Meninggalkan Kenangan, Datang Membawa Harapan" di Gedung Saiyo Sakato, Pariaman, Sabtu (18/4).

Acara yang dihadiri oleh segenap jajaran Polres Pariaman, Purnawirawan, Unsur Muspida, Tokoh Masyarakat dan para undangan tersebut berlangsung penuh haru campur bahagia.

 

Kapolres Pariaman yang baru AKBP Riko Junaldy, sebelumnya menjabat Kasubdid Regiden Polda Banten. Sedangkan AKBP Gandung D Wardoyo dipromosikan ke jabatan baru Irbidbin Itwasda Polda Sumsel.

Pada acara tersebut, Gandung menyebutkan, bahwa tugas Polri itu sangat mudah. Yang susah
sebut dia adalah, bagaimana mengubah perilaku dan mindset anggota kepolisian menjadi pribadi pengayom masyarakat yang bekerja tulus dan ikhlas.

"Saya memang belum bisa berikan yang terbaik pada anggota, apalagi harta, tapi saya sudah memberikan yang lebih besar dari sekedar itu, yaitu bekal untuk kehidupan yang akan datang, yakni kehidupan sesudah mati yang kekal abadi di akhirat nanti kepada anggota," kata Gandung yang dikenal masyarakat sebagai "Kapolres Urang Surau" ini.

Sementara itu, Kapolres Pariaman Riko Junaldy menuturkan bahwa saat ini dia bagaikan disuruh pulang kampung. Kata Riko mensejarahkan, ayahnya adalah Putra Asli Kampung Dalam Pariaman dan Ibu asli Sungai Limau. Dia dibesarkan di Provinsi Jambi dengan 7 kakak beradik oleh Ayahnya yang hanya seorang guru SD.

"Karena hidup susah makanya kami jarang pulang kampung waktu itu. Ibu saya hanya ibu rumah tangga biasa dan ayah bergaji pas-pasan," kenang tamatan Akpol 1995 ini.

Suami dari AKP Erlina Yeni, Putri Maninjau ini pun mengucapkan terimakasih kepada Kapolres yang lama karena telah menjaga kampung halamannya.

Disamping itu dia juga mengatakan bahwa tugas kepolisian tidak akan pernah berhasil jika tidak mendapat dukungan dari masyarakat dan tokoh adat.

"Untuk itu, kepada inyiak-inyiak, angku-angku, bantulah kami, semangati kami demi menjaga kampung halaman yang kita cintai ini," tandasnya.

OLP

15 June 2013

Pisah Sambut Bondan Dan Isak Tangis Waka






Acara pisah sambut (13/6/2013) Kapolres Pariaman lama dengan yang baru di Aula Polres Pariaman diwarnai suasana Haru ketika Waka Polres pariaman, Kompol Ponimin memberikan kata sambutan. Ponimin dengan terbata berurai airmata mengatakan bahwa selama dipimpin Akbp Bondan Witjaksono, ia merasa perubahan besar dalam Tubuh Polres Pariaman. Ponimin mengaku sangat kehilangan sekali dan berat melepas kepergian Bondan ke Damasraya.

" Saya sudah kemana-mana berdinas dikepolisian , belum ada pemimpin yang seperti Bapak, pengayom, mendidik kami jadi Polisi yang baik agar bernasib baik seperti yang bapak ucapkan. saya sadar dan sangat bersedih melepaskan bapak. saya sudah dinas kemana-mana pak..baru kali ini seperti ini.." Ujar Ponimin terisak Tangis dalam Pidato sambutannya.

Hadirin yang hadir selain dari jajaran Polres Pariaman / Ibu-Ibu Bhayangkari juga dari kalangan Masyarakat, Tokoh Adat, Pemuda, Tokoh Agama dan Lembaga Swadaya Masyarakat, ikut terharu dan larut dalam suasana tersebut.

Akbp, Bondan Witjaksono,Sh,Sik,MM , Kapolres Damasraya ( mantan Kapolres Pariaman ) dalam acara pisah sambut tersebut menuturkan,

" Saya dianggap sukses memimpin Polres Pariaman adalah karena seluruh anggota yang saya banggakan. Amanah yang diberikan ketika saya menjabat Kapolres Pariaman saya jalankan dengan sepenuh hati dan juga bekerja dengan hati. kita sebagai Penegak Hukum musti menegakan Hukum yang memenuhi rasa keadilan dan rasa kemanusiaan tanpa mengabaikan kearifan dan Budaya Lokal sebagaimana Daerah Pariaman." Ujar Bondan yang Pada hari itu ikut diantar oleh Tokoh Masyarakat ke Damasraya sebagai Kapolres Baru.

Kapolres Pariaman Baru, Akbp, Gandung Drajat Wardoyo,Sik dalam sambutannya mengatakan bahwa sangat terkesima dengan apa yang ia lihat dan ia dengar tentang Pak Bondan.

" Saya sebelumnya hanya mendengar tentang kepemimpinan Pak Bondan, kali ini saya menyaksikan, saya bangga sekali. saya akan berusaha pertahankan Program yang telah dilakukan Kapolres sebelumnya." Ujar Gandung Tersenyum.


Catatan Oyong Liza Piliang