Berita Terekomendasi

KALAPAS IIB ASMAN TANJUNG SH MH

KALAPAS IIB ASMAN TANJUNG SH MH
Oyong Liza Piliang, Citizen Journalism, Dilindungi UU NO.9 TH 1998 PERPU NO.2 TH 1998 . Diberdayakan oleh Blogger.

Pages Pariaman News

Tampilkan posting dengan label pilkada pariaman. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label pilkada pariaman. Tampilkan semua posting

Secara Tidak Sadar Kita Akan Melahirkan Koruptor Jika Memilih Pasangan Calon Karena Uang

Written By oyong liza on Senin, 02 September 2013 | 18.04





Armawi Koto, Wakil Ketua Dewan Pembina PKDP Pusat, sekembalinya menghadiri Pelantikan Ketua PKDP Siak, Riau, secara khusus, di RM Pauh Raya, mengatakan bahwa Para Calon atau Kandidat Walikota dan Wakil Walikota jangan melakukan Politik Uang.

"Melakukan Politik Uang yang dilakukan oleh para Kandidat adalah pembodohan pada Masyarakat Kota Pariaman." Ujar Armawi yang biasa disapa Suhu Dewa ini barusan.

Dewa menambahkan bahwa jika para Calon melakukan Politik Uang dalam meraup suara, berarti Para Calon tersebut jauh lebih bodoh daripada yang menerima.

"Calon yang memberikan uang agar dipilih masyarakat dalam Pilkada Kota Pariaman, jauh lebih Bodoh daripada masyarakat yang menerima uang tersebut, Karena Dia tidak percaya diri untuk dipilih masyarakat sehingga Dia melakukan hal hal yang bertentangan dengan UU Pemilu demi Niatnya untuk mendapatkan Jabatan." Lanjut mantan Ketua Paranormal se Asia Tenggara ini mengimbuhkan.




Sementara itu ditempat yang sama, Ir.Dewi Fitri Deswati, Ketua Ikatan Pengusaha Wanita Kota dan Kabupaten Padang Pariaman, menghimbau, agar masyarakat Kota Pariaman jadi pemilih Cerdas.

"Pilihlah Kandidat Walikota dan Wakil Walikota yang mampu memimpin Kota Pariaman baik secara Intelektual maupun secara Moral. Jangan jual Masa depan anak cucu kita hanya dengan Uang 50 atau 100 ribu."

"Logikanya Ketika seseorang telah menghabiskan Uang, pastilah Dia akan mencari Pengganti Uang yang telah habis tersebut. Sehingga Kita secara tidak sadar dan berdosa telah melahirkan Koruptor." Tandas Dewi Logika.

Catatan Oyong Liza Piliang

Kapolres : Jangan Sia Siakan Hak Pilih

Written By oyong liza on Selasa, 06 Agustus 2013 | 10.27

Kasat Lantas Dan Kapolres AKBP Gandung Drajad Wardoyo,S.IK




Menjelang Tanggal 16 Agustus 2013, dimana pada tanggal tersebut Kampanye terbuka Para Calon Walikota secara resmi dibuka oleh KPU Kota Pariaman, Kapolres Pariaman sebelumnya telah mengundang ke tujuh Pasang Tim Sukses pasangan Calon Untuk menyepakati bersama Kampanye Damai di Wilayah Hukum Polres Pariaman.

"Polres Pariaman telah mengundang Tim Sukses 7 Pasang Calon Walikota Pariaman. Mereka sepakat untuk melaksanakan Kampanye Damai. Kemaren juga sempat hadir beberapa Calon." Tutur Kapolres Pariaman, Akbp, Gandung Drajad Wardoyo, S.IK Kepada kami sore Kemaren di perempatan Kampung Pondok.

Kapolres dalam kesempatan itu juga menghimbau kepada Tim Sukses tersebut untuk melengkapi surat Izin saat Kampanye nanti di Kepolisian.

"Kami juga menghimbau pada Tim Sukses tersebut agar melengkapi Administrasi surat Izin saat Kampanye nanti di Polres Pariaman." Tegas Kapolres.

Kepada Masyarakat Kota Pariaman, Kapolres juga menghimbau agar tidak menyiakan Hak Demokrasinya pada Pilkada nanti.

"Saya menghimbau Kepada Masyarakat Pariaman agar menggunakan Hak Demokrasinya dengan baik. Jangan sia siakan Hak tersebut." Himbau Kapolres.

"Karena memilih Pemimpin juga Amanah Allah SWT." Lanjutnya lagi.

"Selain itu saya juga sering menyampaikan (langsung pada Masyarakat) di Mesjid ketika Tarawih dan Wirid bersama Warga, Siapapun Pemimpin terpilih nanti Harus Kita Hormati Bersama."

"Semoga Kota Pariaman Aman, Damai, Sejahtera." Harap Kapolres.

Catatan Oyong Liza Piliang

Bukti Mukhlis Dan Helmi Sasaran Kampanye Hitam

Written By oyong liza on Jumat, 02 Agustus 2013 | 15.07





Harapan kita sebagai masyarakat Kota Pariaman, tentu hendaknya Pilkada Kota Pariaman nanti berjalan damai. Para Tim, Calon, serta Pendukung hendaknya  tidak melakukan strategi Politik berbau tidak sehat. Apalagi hingga menghembuskan Isu yang tidak benar. Baik langsung maupun tidak langsung, semacam penyebaran SMS berbau Fitnah yang tentunya tertuju pada target salah satu Calon.

"SMS berbau fitnah terhadap Mukhlis sangat banyak beredar Pak Oyong. Kenapa bapak tidak pernah mempublikasikannya?." Demikian salah satu Kutipan kalimat Email yang kami terima di Email kami yang beralamat di pariaman.news@yahoo.co.id.

Pengirim Email Rudi_sikumbang81@ymail.com tersebut juga mencantumkan foto foto bukti kiriman SMS yang isinya memang sangat tendensius sekali menyudutkan Mukhlis Rahman, salah satu Calon Walikota Pariaman.

Menyikapi hal tersebut, HM Sa'ban, salah satu Tokoh Perantau Pariaman yang ada di Jakarta beberapa minggu lalu juga mengatakan pernah menerima SMS berbau sama.

"Saya juga sering menerima SMS tersebut. Ini sangat tidak baik tentunya. Saya menghimbau agar Para Pendukung Pasangan Calon, agar tidak melakukan Black Campaign terhadap Calon lainnya." Tulis Saban via SMS.

Senada dengan Mukhlis, Helmi Darlis juga salah satu Calon yang sering jadi sasaran Kampanye Hitam. Seperti Isu akan menghilangkan Tabuik jika ia terpilih nanti, hingga akan Meruntuhkan Tugu Tabuik.

"Saya adalah Seorang yang berfikiran Terbuka. Budaya Tabuik adalah aset leluhur kita yang musti dipelihara dan terus dikembangkan. Malah jika saya terpilih nanti Jadi Walikota, Pesta Budaya Tabuik akan kita buat lebih meriah lagi untuk menarik Minat Wisatawan, baik lokal maupun Mancanegara untuk berkunjung." 


"Hal tersebut tentu akan berimbas pada peningkatan Ekonomi Masyarakat Pariaman. Jadi semua Isu tersebut adalah Fitnah besar." Tegas Helmi Darlis ketika kami Komfirmasi.
ARMAWI KOTO


Sementara itu menyikapi Fenomena diatas, Armawi Koto, Wakil Ketua Dewan Pembina DPP PKDP menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar menciptakan Pilkada Badunsanak.

"Sebelumnya saya mengucapkan Selamat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriah kepada seluruh Masyarakat Piaman dimanapun berada. Saya menghimbau seluruh lapisan masyarakat Kota Pariaman untuk menciptakan Pilwako Badunsanak, Berpolitiklah dengan Baik agar Kota Pariaman nantinya memiliki Pemimpin berkualitas dan Harapan bagi kita semua Masyarakat Pariaman. Baik yang ada di Ranah maupun di Perantauan." Ujar Armawi yang lebih dikenal dengan sebutan Suhu Dewa ini menghimbau.

Catatan Oyong Liza Piliang

Dewi : Jangan Remehkan MARI. Zulbahri : IJP-JOSS Siapkan Langkah Strategis

Written By oyong liza on Minggu, 28 Juli 2013 | 10.31



 Zulbahri, SH Ketika Mendaftar cebagai Bakal Calon Walikota dalam Konvensi Golkar


Sebagian kalangan baik masyarakat yang aktif memantau Perkembangan Politik Kota Pariaman, maupun beberapa Nama beken hendaknya jangan sampai menganggap Remeh Eksistensi Beberapa Calon Walikota Pariaman yang telah ditetapkan 7 Pasang oleh KPU, sebagaimana yang dilaporkan beberapa kalangan kepada kami.
Ir, Dewi Fitri Deswati Ketika Menjamu Iwan Piliang di RM Pauh Raya penghujung Tahun 2012

Ir, Dewi Fitri Deswati, Ketua DPD NasDem Kota Pariaman, punya pandangan Politik berbeda dan sangat menyayangkan Pernyataan meremehkan seperti itu.

"Saya juga pernah mendengar hal seperti itu. MARI (Mawardi Samah-Bahari) pernah dianggap sebagai pasangan yang lemah. Sebagai Koordinator Tim Pemenangan MARI, Kita bersama TIM menyikapi dengan bijak, selain itu tentu kita akan koreksi diri serta akan menyiapkan strategi." Ungkap Dewi Lugas.

Dewi juga menambahkan bahwa ke 7 Pasang Calon yang akan berlaga memperebutkan kursi Pariaman 1 nanti, punya peluang sama untuk menang.

"Semua Calon punya peluang untuk menang. Ingat Bola itu bundar, siapapun Calonnya pasti punya strategi dan basis dukungan, baik itu BAHAS, ERA, MARI, maupun Calon lainnya (MG, HELM, IJP-Joss dan PIJAR). Jadi saya tidak sependapat dengan Argumen dangkal seperti itu. Foke saja yang sebelumnya di gadang-gadang memenangkan Pilgub DKI nyatanya dikalahkan oleh Jokowi." Tandas Caleg Provinsi Sumbar dari Partai NasDem No urut 2 ini mengkomparasi.

Sementara itu, Zulbahri, SH, Pengamat Politik dan juga Praktisi Hukum beken Pariaman, mengatakan sah-sah saja setiap orang memprediksi.

"Semua orang bebas mengeluarkan pendapat. Namun jika yang menganggap remeh tersebut adalah pasangan Calon yang merasa diatas angin, itu sama saja mereka menggali kuburannya sendiri." Tegas Pengacara vokal ini barusan kepada kami via sambungan Seluler.

"Semua Calon yang berlaga 7 pasang tersebut punya kans sama untuk menang. Jika Incumbent kuat, dalam teori Politik, tentu paling banyak penantang hanya 3 pasang, buktinya Empiris. Bukan berarti saya mengatakan Calon dari Incumbent tidak kuat, namun fakta mengatakan demikian, bahwa jika Incumbent dalam posisi lemah secara Politik maka penantang akan banyak, begitu juga sebaliknya. Ini Normatif, bukan tertuju pada dua Incumbent yang ikut berlaga." Tukas Wakil Ketua Tim Pemenangan IJP-Joss ini dengan kalimat tertata.



"Dalam kapasitas Sembagai Wakil Ketua Tim Pemenangan IJP-Joss, kita menganggap semua lawan berat. Namun kita sudah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk kemenangan IJP-JOSS, Kalau satu Putaran dirasa berat, kita siap masuk dua besar Untuk maju keputaran Kedua dan memenangkan Pilkada ini." Ujar Zulbahri yang juga Wakil Ketua Utama Tim Pemenangan IJP-JOSS ini Optimis.

Catatan Oyong Liza Piliang

Mukhlis, Helmi, Mardison, Paling Sering Tarawih Bersama Warga Jauh Hari Sebelum Pilkada

Written By oyong liza on Sabtu, 27 Juli 2013 | 09.54

                       7 Pasang Calon Wako-Wawako Pariaman



Di bulan Ramadhan ini, suka tidak suka, harus kita akui  hampir di setiap Mesjid dan Mushola yang ada di Kota Pariaman, acap dikunjungi oleh Politisi. Baik Calon Walikota maupun Caleg. 

Kita tidak boleh terlalu cepat berburuk sangka dengan Fenomena sekarang ini. Memang sebagian pelaku Politik memanfaatkan Bulan Suci ini sebagai ajang Kampanye terselubung, ada juga Politisi yang melakukan Safari Ramadhan Rutin, meskipun tidak jelang Pemilihan Umum, Baik Pilkada maupun Pemilu Legislatif.

"Banyak Politisi yang rutin melakukan Safari Ramadhan tiap Tahun meskipun tidak jelang Pemilihan." Ujar Fahmi (46) yang kami ajak bicara barusan.

Fahmi yang mengaku Rutin Tarawih tiap bulan Suci di seputaran Mesjid yang ada di Kota Pariaman ini menambahkan, bahwa Ia sering melihat Calon Walikota - Wakil Walikota dan beberapa Politisi asal Pariaman yang sekarang menjadi Caleg, sering solat Berjamaah dengannya jauh sebelum Tahun Politik ini.

"Saya sering ketemu Pak Helmi Darlis dan Tarawih bersama beliau jauh hari sebelum jelang Pilkada dan Pemilu ini, Begitu juga dengan Bapak Mukhlis Rahman dan Mardison, serta beberapa orang Politisi yang sekarang menjadi Caleg." Ujarnya meyakinkan.

Fahmi menambahkan, sekarang ini ia sering juga ketemu dengan beberapa Calon Walikota lainnya, ketika melakukan Ibadah Solat Tarawih yang rutin ia lakukan baik di Mesjid maupun Mushola yang ada di seputaran Kota Pariaman.

"Banyak, lebih dari separo Calon Wako dan Wawako pernah saya lihat hadir di Mesjid saat Tarawih. Saya Tarawih berpindah-pindah tiap malamnya." Lanjut Fahmi tersenyum.

Namun Fahmi tidak mau mengatakan bahwa Calon yang ia temui di Mesjid tersebut punya maksud tertentu.

"Saya tidak berani mengatakan hal itu (berpolitik). Mungkin beliau tersebut selama ini tidak berdomisili di Kota Pariaman. Nah,,  karena Bulan Ramadhan ini Jelang Pilkada, Hal itu dimanfaatkan mereka untuk berkenalan dengan Masyarakat. Itu hanya dugaan saya saja." Tukuknya positif.

"Namun jika niat dihati mereka (para Calon) memanfaatkan bulan Suci ini buat ajang Politik semata, sedangkan sebelumnya mereka jarang ke Mesjid, tentu Hanya Allah yang tau. Ibadah mereka tidak murni karena Allah." Tandas Pria berkaca mata ini geleng kepala.

Catatan Oyong Liza Piliang

John Kenedy Azis Dukung HELM, Helmi Darlis Optimis Satu Putaran

Written By oyong liza on Kamis, 25 Juli 2013 | 16.50





Helmi Darlis menanggapi dengan bijak spekulasi yang menyebutkan bahwa Pasangan HELM (Helmi-Mardison) sebagai Calon terkuat pada Pilkada yang akan dihelat 4 September nanti.

"Kita mengharapkan dukungan masyarakat berlanjut hingga ke bilik suara. Kabar yang menyebutkan HELM sebagai kandidat terkuat musti kita sikapi dengan bijak, jangan sampai kita terlalu berbesar hati." Buka Helmi dalam percakapannya via seluler barusan pada kami.

Helmi juga berjanji akan Fair Play dalam Pilwako yang akan datang, bahkan HELM bersama Tim juga menyiasati tiap TPS dengan Second personal saksi.

"Kita, HELM, akan Fair Play, namun kita juga mewaspadai hal hal yang tidak di inginkan di tiap TPS." Lanjut Helmi yang sekarang masih menjabat Wakil Walikota Pariaman.

"Kita menyiapkan Backup saksi (saksi cadangan), diluar jumlah saksi yang telah ditentukan (KPU) nantinya." Tandas Helmi menerangkan.

Ketika ditanya apakah pasangan HELM sanggup memenangkan Pilkada satu Putaran, dengan 7 pasang Pasangan Calon yang akan berlaga ,? Helmi menjawab optimis.

"Insya Allah."

Sementara itu, H.John Kenedy Azis, SH, Lawyer papan atas Pusat, asal Pariaman, menyambut baik pesta Demokrasi yang akan dihelat di Kota Pariaman.

"Selaku Putra Daerah Pariaman, saya menyambut baik akan dilaksanakannya Pilwako dan Wawako Kota Pariaman." Tulis John dalam Press Realisenya kepada kami.

John juga mengingatkan agar para Kandidat yang berlaga, nanti memberikan pendidikan Politik Cerdas pada masyarakat, dan tidak berjanji muluk muluk.

"Kepada Cawako dan Cawawako, Saya menghimbau agar jangan terlalu mudah untuk mengumbar janji-janji yang sekiranya sulit untuk dilaksanakan. Bagaimanapun janji adalah hutang." Sambung Caleg No. urut 1 dari Partai Golkar, Dapil Sumbar II ini menambahkan.

"Kepada masyarakat Pariaman, saya juga menghimbau supaya memilih Pemimpin yang amanah, mau bekerja keras memajukan Kota Pariaman, jujur, tidak Korupsi dan Peduli pada Rakyatnya." Tukuk John yang dikenal Konsisten ini menghimbau.

Untuk ke 7 Pasang Calon, John mengucapkan selamat Berkompetisi dengan sehat. Untuk dukungan, John, sebagaimana sebelumnya, tetap mendukung Pasangan Helmi Darlis - Mardison dengan No urut 2.

"Dari keseluruhan Calon yang ada, saya mendukung pasangan dengan no urut 2 yaitu pasangan Helmi Darlis dan Mardison. Selamat berkompetisi.." Tutup John menandaskan.

Catatan Oyong Liza Piliang


Wow ! Benarkah 2 Pasang Calon Walikota Pariaman Tidak Lolos ?

Written By oyong liza on Senin, 15 Juli 2013 | 19.02






Beberapa hari lalu, beredar Isu bahwa Dua pasang Calon Walikota Pariaman tidak lolos tahapan verifikasi KPU, serta dinyatakan gagal karena tidak memenuhi beberapa persyaratan penting.

"KPU akan mengirimkan surat pemberitahuan kepada masing masing Calon dari tanggal 13 hingga 19 juli ini."Ujar Indra Jaya,Ketua KPU Kota Pariaman, barusan kepada kami di Kantor KPU,Kampung Baru, Pariaman.

Indra menuturkan bahwa hingga hari ini,KPU belum melakukan tahapan tersebut.

"Hingga hari ini kita belum memberikan surat tersebut ,(kepada pasangan calon),kan masih ada tersisa hari jelang tanggal 19.Kita akan Plenokan sebelum membuat keputusan,nanti kita juga akan publikasikan ." beber Indra.

Menanggapi isu adanya pasangan Calon yang dinyatakan gugur,Indra menghimbau agar masyarakat bersabar pada keputusan resmi KPU.

"Tunggu penguman dari kita,Nanti semua akan kita umumkan, juga pada masyarakat, kita juga kasih tau." Imbuh Indra lagi.

Dalam tahapan KPU, dari tanggal 13 hingga 19 juli adalah pemberitahuan penetapan lolos tidak lolosnya pasangan Calon Walikota periode 2013-2018, selanjutnya pencabutan No Urut oleh pasangan Calon yang dinyatakan lolos tersebut pada Tanggal 20 juli.

"Pengundian no urut kita laksanakan tanggal 20 juli." Tutup Indra menjelaskan.

Senada dengan Indra,IJP,salah satu kandidat pasangan calon walikota , juga mengatakan mendengar isu tidak lolosnya dua pasangan Calon di KPU.

"Sekarang KPU menyatakan lolos tidaknya pasangan pakai surat,saya juga mendapat isu yang sama,katanya dua pasang Calon tidak lolos,malah lengkap dengan Nama Nama Calon tersebut.Tapi kepastiannya tentu kita mengacu kepada keputusan KPU." Ujar IJP lewat pesan singkatnya kepada kami barusan.

Catatan Oyong Liza Piliang.

Pilih 1 Diantara 2

Written By oyong liza on Minggu, 14 Juli 2013 | 17.36





Banyak kalangan memprediksi Pilkada Kota Pariaman kali ini akan berjalan dengan persaingan ketat,hal itu disebabkan oleh banyaknya Calon yang akan Maju untuk menduduki kursi no 1 tersebut.

"Persaingan ketat terutama terjadi antara pro status Quo melawan Pro perubahan.Meskipun kalangan pemilih tradisional lebih cenderung memilih duo Incumbent,namun saya tidak yakin duo Incumbent yang akan berlaga diputaran ke-2, jika terjadi dua putaran."Ujar Esril,salah seorang Pedagang Mobil bekas, memprediksi.

Esril yang biasa dipanggil sehari-hari dengan nama broken 'Tobing' ini menuturkan bahwa sekarang ini masyarakat calon pemilih setidaknya dalam keraguan dalam menentukan kemana suara mereka akan di amanatkan.

"Saya yakin sekarang masyarakat sudah punya pilihan, meskipun masih bisa berubah.Saya yakin setidaknya calon pemilih sudah punya dua nama Calon yang nantinya akan mereka pilih,seiring berjalannya tahapan,akan mengerucut jadi satu Calon dihati mereka." Ujar Tobing yang dikenal melek Politik ini mengujarkan kepada kami barusan di Simpang Jagung Kuraitaji.

Pendapat Tobing dikuatkan oleh hasil survey yang dilakukan oleh salah satu Calon Walikota yang menyewa Konsultan untuk melakukan survey.

"Hasil survey kami menunjukan keraguan calon pemilih pada dua calon, serta banyaknya Calon yang mengatakan, baru akan menentukan pilihan dihari pencoblosan." Ujar Narasumber yang sengaja kami rahasiakan Namanya ini santai.

"Kecendrungan hasil survey beberapa kandidat, ada yang naik dan ada yang turun.Angka penurunan drastis terjadi pada salah satu Calon dari Incumbent.Biasanya setelah turun tak naik-naik lagi." tutupnya enteng.

Catatan Oyong Liza Piliang

Strategi Paling Jitu Menuju Pariaman 1

Written By oyong liza on Kamis, 04 Juli 2013 | 11.52





Tim Pemenang Pasangan Calon Wako-Wawako Pariaman periode sekarang ini musti mengemas Pola Kampanye serta Sosialisasi paling tepat, Musti jelas dan tepat sasaran agar Dana yang dikeluarkan tidak menjadi sia-sia . Kampanye paling efektif menurut pendapat saya Pribadi adalah berkomunikasi dua arah langsung dengan masyarakat, jika ini dilakukan, sangat jarang masyarakat tidak bersimpati , asal tidak si Calon itu sendiri yang serba berkekurangan dari segi Performence.

Dahulu kita lihat kampanye dan sosialisasi berbiaya mahal seperti yang dilakukan oleh salah satu Calon Walikota dengan membagikan kacamata gratis ditiap mana sosialisasi, kemudian sunat massal, jika ditotal jumlah kacamata gratis yang dibagikan dan ribuan anak yang disunat, sudah pasti ia menang mudah kala itu. namun fakta bicara lain, ia kalah telak karena masyarakat Pariaman kala itu lebih percaya pada pasangan MUDA ( Mukhlis-Helmi Darlis ) yang lebih piawai dalam mengambil hati masyarakat.

Pola Kampanye tidak tepat sasaran semacam membagikan kacamata ( materi ) dianggap masyarakat berderma, sehingga sicalon tidak menemukan capaian Politik dalam kegiatan yang ia lakukan tersebut.

Lalu bagaimana kampanye paling efektif yang musti dilakukan ? Dalam sebuah artikel, saya membaca kunci kemenangan Jokowi terletak di Sosialisasi langsung kepada masyarakat DKI dengan berkomunikasi langsung, ia mengunjungi hampir seluruh pemukiman padat penduduk di Ibu Kota Jakarta. Jokowi sangat cerdas memanfaatkan momen tersebut dengan melakukan dialog dua arah dengan warga dengan bahasa yang mudah dicerna.

Kenapa sistem tersebut yang sudah terbukti mumpuni tidak dilakukan oleh Calon Walikota sekarang dengan maksimal ? tanya kenapa ? semua orang bisa menerapkan sistem yang dilakukan Gubernur Rocker tersebut meskipun tidak bisa meniru tabiat asli mantan pengusaha kerajinan kayu yang rendah hati itu. Sederhana sekali bukan ? Hanya membuka kran Komunikasi dua arah. Jika simpati warga sudah didapat, maka secara otomatis Media pasti dengan sendirinya akan berbondong-bondong menyorot dan mempublikasikan karena berita yang diliput dinilai memiliki rating tinggi dan ditunggu publik.

Catatan Oyong Liza Piliang

Tidak Masuk Akal ! Sekali Duduk Di Warung Calon DPR-Wako Disodori Tagihan 3 Juta Lebih

Written By oyong liza on Rabu, 03 Juli 2013 | 14.24





Banyak Tim Calon Walikota dan Anggota DPR RI melapor kepada kami tentang tidak masuk akalnya tagihan yang diminta oleh pemilik lapau ( Kedai Kopi ) ketika Sosialisasi Calon Walikota dan DPR RI di Palanta.

Barusan Bang Sol atau Solfihardi mengatakan bahwa salah satu Calon membayar sebanyak lebih dari 3.ooo.ooo Rupiah disalah satu Palanta di Kota Pariaman bagian Utara.

" Masa hanya minum Kopi dan rokok sekitar 30 orang lebih bisa kena 3 juta lebih, sampai - sampai Calon Walikota tersebut berhutang karena hanya bawa Uang cash 2 juta." Jelas Bang Sol barusan kepada kami.

Bang Sol lalu menukuk ketika besoknya Calon tersebut hendak membayar, tagihannya jadi naik .

" Semula hutang sebesar 1 juta  karena sudah dibayar 2 juta, anehnya ketika hendak bayar hutang , tagihan naik 500 ribu lagi, jadi ditotal jumlahnya 3,5 juta." Ujar Bang Sol keheranan.

" Setelah kami selidiki ternyata sang pemilik warung memasukan tagihan utang warga yang telah lama tak dibayar, dan diacara tersebut pemilik warung juga memasukan tagihan beras yang diminta warga." Imbuh Bang Sol keheranan.

Sebelumnya salah seorang Tim Calon Anggota Legislatif DPR RI juga melaporkan kepada kami bahwa Calonnya tersebut sempat terkaget ketika disodori tagihan sebesar 4 juta rupiah disebuah Desa di Kota Pariaman.

" Jika ditotal semua Isi Warung dan Perabotannya tidak sampai sebanyak itu ( rp.4.000.000.), benar-benar kami malu membawa Calon tersebut kesana." Ujar Narasumber yang tidak mau disebutkan namanya ini karena segan dengan Calon yang didukungnya.

Menyikapi Fenomena ini, Yulius Danil, Politisi senior berpendapat bahwa hal ini karena Rakyat sudah bosan dengan Janji-janji Politisi.

" Kita tidak bisa salahkan mereka. ini Fenomena dimana Rakyat sudah tidak percaya janji Politisi dan mereka menyadari bahwa hanya jelang waktu Pemilihan mereka turun kebawah." Ujar Yulius menanggapi Fenomena ini serius.

Catatan Oyong Liza Piliang

Hasil Survey Bocor, Helmi - Mardison Menang Satu Putaran ?

Written By oyong liza on Sabtu, 29 Juni 2013 | 12.16





Popularitas duo Incumbent memang tak terbantahkan paling tinggi dari  kandidat lainnya. sedangkan menurut hasil survey dua bulan lalu Helmi Darlis dan Mukhlis masih tertinggi dengan Prosentase meyakinkan ( survey PKS dan Golkar ).

Bagaimana dengan Hasil survey bulan ini ?

Barometer hasil survey Independent memang tidak ada dilakukan oleh sebuah lembaga untuk Pilkada Kota Pariaman yang Netral tanpa memihak atau jika ada kami yang belum mendapat kabar tentang hal itu.

Seorang Sahabat mengatakan Survey elektabilitas dll memang dilakukan oleh lembaga survey tertentu dan dibiayai oleh Partai Pengusung maupun perseorangan. dan iapun mengaku "melihat" bocoran hasil survey tersebut.

" Survey Pilkada Pariaman ada, namun kita tidak bisa jadikan acuan karena yang bayar Partai dan si Calon. malah saya lihat hasil survey bulan ini Salah satu pasang Calon menang satu Putaran dengan prosentase meyakinkan untuk pasangan tersebut." Ujar seorang Narasumber yang enggan namanya dipublikasikan.

Ia juga menukuk bahwa hasil survey tersebut tidak bisa jadi acuan Normatif karena disinyalir ada keberpihakan.

" Saya sangat yakin metode survey sudah benar. hasilnya walau bagaimanapun tentu sedikit banyaknya memihak karena mereka dibayar." tuturnya lagi.

Sementara itu Calon Walikota dari Jalur perseorangan Indra Jaya Piliang mengakui bahwa selama ini sebelum memutuskan untuk maju, ia sudah melihat hasil survey yang dilakukan Tim profesional yang ia danai.

" Saya tidak gegabah untuk maju . saya menyewa Konsultan Untuk melakukan survey baik tingkat Popularitas maupun elektabilitas saya. mereka bekerja Independent dan hasilnya diberikan kepada saya secara berkala, disana memang duo incumbent masih tertinggi." Ujar IJP Beberapa saat lalu di Nangkodo Baha Institute, Pariaman.

Begitu juga dengan Survey yang dilakukan oleh Partai Golkar, Mardison, Ketua DPD Golkar Kota Pariaman menepis tudingan berbagai pihak bahwa hasil survey tersebut tidak profesional dan memihak.

" Hasilnya seperti itu, sama dengan hasil yang dilakukan lembaga survey yang digunakan PKS . tidak ada rekayasa dan diarahkan." terang Mardison menjawab pertanyaan kami mengenai kecurigaan beberapa pihak terhadap hasil survey Partai Golkar kala itu.




Sementara itu, Helmi Darlis, Calon Walikota Koalisi PKS-Golkar mengakui bahwa hingga kini masih melakukan Survey yang dilakukan lembaga terpercaya.



" Benar, namun tentu ada margin error nya, Survey tetap kita lakukan namun yang lebih penting lagi kita tetap  berusaha dengan Maksimal ." Tutur HD Ramah barusan ketika kami komfirmasi tentang hasil survey tersebut.



HD menambahkan walau bagaimanapun yang terpenting adalah meyakinkan masyarakat Kota Pariaman dengan sosialisi cerdas dan Solutif untuk Kota Pariaman kedepan.


" Meskipun hasil survey menempatkan kami diposisi tertinggi dengan Prosentase meyakinkan, hal tersebut tidak membuat kami berhenti bekerja keras meyakinkan masyarakat Kota Pariaman disemua lapisan pada Helm ( Helmi - Mardison). " Pungkas HD Dengan nada bahasa tertata.

Catatan Oyong Liza Piliang

Belum Jadi Walikota Sudah Merusak Warga

Written By oyong liza on Kamis, 27 Juni 2013 | 11.59





Para Calon Walikota maupun Wakil Walikota Pariaman periode 2013-2018 yang jika tidak ada halangan di KPU nanti berjumlah 7 pasang, kian hari semakin intens melakukan Sosialisasi ke Masyarakat Kota Pariaman dimanapun pelosok.

Ada yang melakukan Sosialisasi dari Palanta ke Palanta, dimana para Tokoh Masyarakat dan Pemuda beserta Warga berkumpul di Kedai Kopi sambil berbincang ringan melakukan Komunakasi dua arah. tentu mereka para Calon dalam hal ini musti piawai memanfaatkan momen tersebut guna menarik simpati Warga calon Pemilih di 4 september nanti. mereka musti lihai memanfaatkan isu strategis yang dilontarkan masyarakat serta menjawab dengan Solusi Konkrit tanpa muluk-muluk.

Sebagian Calon ada juga melakukan Sosialisasi di Rumah Warga. dalam hal ini biasanya tuan rumah sebelum kedatangan Calon sudah menyiapkan beragam menu yang akan dihidangkan untuk dikudap jika sang Calon datang, Tuan Rumah juga mengundang beberapa Tokoh Masyarakat,Pemuda, juga warga sekitar untuk meramaikan Momen tersebut. kelebihan Sosialisasi begini juga tergantung kepiawaian si Bakal Calon mengambil simpati warga dalam suasana yang lebih Intim bersebab setingan Acara tersebut sudah Pas untuk menjalin silaturahmi hubungan berkerabat.

Saya juga mengamati Sosialisasi yang entah kenapa bersebab masih dilakukan oleh beberapa Calon semacam mengadakan acara Orgen Tunggal malam hari hingga dini. acara ini sangat tidak mendidik dan tidak ada Kolerasinya dengan Politik dan Alam Demokrasi. apalagi komunikasi dua arah antara Calon dan Warga untuk Solusi Kota Pariaman kedepan, yang ada hanyalah diatas jam 10 malam para pemuda Tenggen akibat Miras dan mangalese berjoged dengan artis Dangdutan berpakaian Minim.

Sosialisasi memang sangat diperlukan untuk menjalin jembatan hati antara Calon dan Warga atau antara Calon Pemimpin dengan Rakyat. Sosialisasi yang dikemas secara matang tentu punya Output positif pada si calon tersebut, sedangkan sosialisasi serampangan apalagi dengan tema tak mengena justru akan merugikan sicalon yang mendanai acara semacam acara Orgen tunggal tersebut. saya pernah mendengar seorang Pemuka masyarakat berkata, " Alun jadi Walikota alah Marusak Generasi Muda." Curhatnya menyikapi acara PARTY ala Piaman itu.

Catatan Oyong Liza Piliang

Inilah Kelompok Yang Paling Ditakuti Calon Walikota

Written By oyong liza on Senin, 24 Juni 2013 | 11.51





Ketatnya persaingan menuju Kursi Pariaman 1 membuat Tim Pemenangan dan Calon musti mengatur strategi jitu dan strategis untuk meraup massa sebanyak-banyaknya. Disaat-saat sekarang ini tidak asing lagi telinga mendengar perdebatan antar sesama pendukung yang selalu mengatakan Kecap merekalah No.1.

Disamping Tim Pemenangan ada sebagian kalangan bermain tunggal. mereka biasanya adalah orang yang sangat terkenal dan mudah bergaul ditiap lini lapisan masyarakat. Kalangan ini juga terbagi dua, ada yang Pemain Konsisiten dan adapula menjadikan Pilkada sebagai Proyek.

Kalangan Ini biasanya sangat ditakuti oleh Calon bersebab kepiawaiannya berbicara dalam membentuk Opini Publik . biasanya kalangan ini cepat dirangkul oleh sicalon langsung karena jika tidak mereka bisa merusak kantong-kantong suara Para Calon. keahlian mereka sesungguhnya adalah mengurangi Suara, bukan menambah. Politisi Lokal biasanya lebih bijak menyikapi Fenomena Ganjil ini.

Kalangan ini biasanya punya kecerdasan Emosional yang bagus dan Intuisi tajam. mereka selalu memantau kekuatan Para Calon, dimana mendekat hari pemilihan barulah mereka merapat pada Calon yang diprediksinya akan menang.

Lalu bagaimana Para Calon dan Tim menyikapi Parewa seperti ini ? Jalannya jelas tentu dengan menyiapkan Strategi Parewa pula. Cara paling ampuh dengan membawa serta mereka berkawan dan Diskusi, anggap mereka sangat Penting dan yang harus melakukan tersebut musti langsung oleh Calon bersangkutan.

Jika mereka dipandang sebelah mata mereka lebih gila lagi,, Anda akan jadi Calon Prioritas utama yang akan diganjalnya dengan berbagai Cara Parewa. tidak percaya ? silahkan Cek hasil Pilkada Kota Pariaman periode lalu dimana saya mulai mengamati Fenomena Ganjil tersebut.

Catatan Oyong Liza Piliang

Zulbahri : Kita Juga Akan Gugat Anggota KPU Sebagai Perseorangan

Written By oyong liza on Minggu, 23 Juni 2013 | 12.45





Yulius Danil , Bakal Calon Wakil Walikota yang berpasangan dengan Afandi Haryanto yang dinyatakan tidak lolos Verfikasi Faktual Parpol pengusung 15% / 3 Kursi DPRD oleh KPU, bersama Kuasa Hukum Afdal ( Afandi Haryanto - Yulius Danil ) akan menggugat KPU Kota Pariaman sebagai Penyelenggara Pemilukada .

Zulbahri,SH, Dalam jumpa persnya sabtu 22/06/2013 pada pukul 11.00 wib bertempat di Posko Pemenangan Afdal di Desa Ujuang Batuang , bersama Yulius Danil dan pendukung mengatakan bahwa tidak akan ada Pemilukada Jujur dan adil di Kota Pariaman.

" Kita menemukan bukti-bukti yang nantinya akan kita uji di pengadilan bahwa Klien kami Afdal telah dizalimi dan di Kriminalisasi sehingga dinyatakan gagal sepihak oleh KPU. Jika caranya seperti ini, KPU Sebagai wasit Pilkada, tidak akan pernah ada Pemilu adil dan Jujur untuk Kota Pariaman." Ujar Zulbahri didepan puluhan awak Media.

Zulbahri juga menambahkan bahwa verifikasi yang dilakukan KPU Pada dua Partai pengusung ( PKPIB/Nasrep ) adalah keliru karena mengabaikan AD/ART Partai tersebut.

" Ini adalah kekeliruan, yang lolos itu seharusnya klien kami karena direkomendasikan oleh Partai Nasrep dan PKPIB ditingkat pusat, Sedangkan KPU Mengabaikan hal tersebut. AD/ART Partai adalah acuan utama setiap Parpol." Tegas Zulbahri sembari memperlihatkan AD/ART ( Anggaran Dasar /Anggaran Rumah Tangga ) Partai Nasrep dan PKPIB .

Dalam Press realise tersebut Zulbahri sebagai Kuasa Hukum Afdal akan melakukan berbagai Upaya Hukum dalam menyikapi hal tersebut.

" Yang jelas kita akan Pidanakan setelah kita menerima hasil dari laporan kita oleh Panwaslu Kota Pariaman, langkah kedua kita gugat KPU Sebagai Lembaga dan Anggotanya sebagai Perorangan, kemudian kita PTUN Kan keputusan KPU Tersebut." Tegas Zulbahri dengan mimik serius.

Disaat yang sama Yulius Danil juga menyampaikan bahwa Langkah Hukum adalah paling tepat dalam menyikapi hal tersebut karena ia tidak menginginkan pendukung Afdal melakukan hal - hal yang tidak di inginkan.

" Lebih baik kita menempuh jalur Hukum daripada ribut-ribut dengan KPU .Kita niat baik maju sebagai Pemimpin dan tulus membangun kampung. saya tidak menginginkan terjadi keributan antara pendukung kami dengan KPU Yang tentunya mengganggu ketertiban Umum dan keamanan Kota kita. saya bilang pada pendukung Tolong redam emosi namun kita tetap berjuang lewat Jalur Yuridis." Pungkas YD Singkat.


Seperti yang kita ketahui bersama bahwa pasangan Afdal, dari 8 Pasang Balon yang mendaftar Ke KPU Telah dinyatakan tidak lolos verifikasi Faktual Terkait Parpol pengusung. Afdal diusung oleh Koalisi Partai Nasrep, PKPIB dan Barnas.

" Kami telah melakukan verifikasi Faktual ketingkat DPP Dan juga konfirmasi ke Menkumham, pasangan Afdal tidak memenuhi syarat dukungan 15% Partai pengusung karena ditemukan dukungan Ganda oleh Partai yang bersangkutan. itu bersifat Final dan tidak dapat diperbaiki." Ujar Indra Jaya , Ketua KPU Kota Pariaman beberapa hari lalu ketika menerima delegasi pendukung Afdal yang mendemo Kantor KPU di ruangannya.

Catatan Oyong Liza Piliang

Zulbahri Akan Pidana Perdata Dan PTUN Kan KPU Kota Pariaman

Written By oyong liza on Jumat, 21 Juni 2013 | 12.17





Barusan kami mendapat Kabar dari A Latif bahwa pada hari ini pasangan Afandi Haryanto - Yulius Danil atau disingkat Afdal melalui Kuasa Hukumnya Zulbahri,SH, Akan melaporkan KPU Kota Pariaman Ke Polisi.

Mendapat Kabar tersebut kami langsung menghubungi Zulbahri via telpon untuk melakukan verifikasi benar tidaknya Informasi tersebut.

Dengan lantang Pengacara Kondang ini membenarkan Informasi tersebut serta menambahkan bahwa Afdal telah memberikan Kuasa padanya untuk melakukan berbagai langkah Hukum termasuk Pidana.

" Benar, sehabis Jumat Kita akan jumpa pers dikantor. Pasangan Afdal merasa dirugikan oleh KPU Kota Pariaman, kita akan melakukan berbagai langkah Hukum melawan KPU." Tandas Zulbahri meyakinkan.

" Disini kita melihat ada unsur Pelanggaran Pidana setelah kita pelajari, jalurnya tentu pada Kepolisian. kita akan laporkan temuan tersebut."

" Langkah Hukum selanjutnya Perdata dan PTUN, Kami akan siapkan materi gugatan untuk melawan Keputusan KPU Kota Pariaman yang merugikan Afdal sebagai klien kami." Tukas Zulbahri menegaskan.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa pasangan Afdal, dari 8 Pasang Balon yang mendaftar Ke KPU Telah dinyatakan tidak lolos verifikasi Faktual Terkait Parpol pengusung. Afdal diusung oleh Koalisi Partai Nasrep, PKPIB dan Barnas.

" Kami telah melakukan verifikasi Faktual ketingkat DPP Dan juga konfirmasi ke Menkumham, pasangan Afdal tidak memenuhi syarat dukungan 15% Partai pengusung karena ditemukan dukungan Ganda oleh Partai yang bersangkutan. itu bersifat Final dan tidak dapat diperbaiki." Ujar Indra Jaya , Ketua KPU Kota Pariaman beberapa hari lalu ketika menerima delegasi pendukung Afdal yang mendemo Kantor KPU di ruangannya.

Catatan Oyong Liza Piliang

Jelang Pilkada Angek Tadah Pado Cawan







Angek tadah daripado cawan. Sebuah ungkapan atau pepatah Minang, yang cocok untuk menggambarkan situasi yang ditulis Oyong Liza Piliang dalam artikelnya yang berjudul “Gara-gara Baliho Jilid II. Apakabar perangkat desa?” terkait  mulai meningkatnya suhu atau tensi politik menjelang Pilkada Kota Pariaman. Ungkapan tersebut langsung terlintas dalam pikiran saya ketika membaca postingan yang dimuat pada Super Koran Pariaman News ini.

Si calon kepala daerah itu sendiri mungkin biasa-biasa saja, bahkan bisa saling bertegur sapa atau bahkan berdiskusi. Tapi justru pengikutnya yang dibawah yang lebih ”panas”. Urang nan ka duduak, awak nan bacakak. Setelah terpilih, lun tantu awak ka disaponyo. Bahkan kenal saja tidak. Lalu, manga pulo awak nan basitegang.

Itulah salah satu ekses negatif Pemilihan Kepala Daerah secara Langsung yaitu timbulnya konflik horizontal ditengah-tengah masyarakat, akibat belum siapnya masyarakat menjalankan proses demokrasi dengan baik serta kurangya  kedewasaan dalam menyikapi situasi politik yang berkembang dan menghormati pilihan orang lain.

Dikarenakan perbedaan dukungan serta akibat mengedepankan emosional timbulah gesekan-gesekan diantara masyarakat. Bahkan ekstrimnya adik-kakak, mamak-kemenakan, kalau tidak bepandai-pandai, bisa tidak bertegur sapa akibat dukung-mendukung calon kepala daerah ini. 

Maka dari itu masyarakat harus cerdas menilai dan menyikapi situasi politik yang berkembang. Jangan terpancing dan terpecah belah oleh kepentingan sesa’at. Jauhkan diri dari fanatisme sempit dan  harus tetap mengedepankan akal sehat. 

Begitupun aparatur/perangkat desa, selain harus menjaga netralitasnya, seharusnya dapat memberikan pencerahan dan menyelesaikan perselisihan yang terjadi di kalangan anggota masyarakatnya, bukannya justru tungkek nan mambaok rabah.

Pariaman Freedom Writers

Gara-Gara Baliho Jilid II . Apakabar Perangkat Desa ?

Written By oyong liza on Kamis, 20 Juni 2013 | 11.21






Masyarakat Kota Pariaman semakin cerdas dalam menyikapi pemimpin yang akan mereka pilih sebentar lagi meskipun suhu Politik tak terbantah kian meninggi.

Kita acap mendengar dalam beberapa minggu terakhir ini  dibeberapa desa terjadi ketegangan yang dipicu permasalahan sepele semacam Baliho. Pemuda desa bersitegang urat hanya gara gara pemasangan Baliho saling bersisian, kadang hal tersebut bisa jadi pemicu "konflik" antar sesama pendukung sicalon yang mereka dukung.

Barusan saya mendapat Kabar di Pariaman Utara, Desa Pauh dan Kp, Pondok serta sebelumnya juga di beberapa Desa lainnya di Kota Pariaman ini terjadi percekcokan Mulut antara sesama Warga Desa yang mendukung Calon Walikota berbeda, setelah saya cek Informasi tersebut, Dominan Pendukung Duo Incumbent .

Hal ini perlu disikapi dengan Cerdas. apalah artinya sebuah Baliho jika pendukung ditingkat Bawah tidak simpatik, sedikit-sedikit bersitegang urat kening jika melihat Baliho Calon lainnya dalam pandangan mereka terlalu berdekat Posisi dengan Baliho Calon yang ia dukung. justru sikap mereka malah merugikan Calon yang mereka dukung karena sikap tidak simpatik tersebut berbuah Opini Negatif publik.

Padahal jika dikaji dengan Seksama dan bijak seharusnya hal tersebut tidak boleh terjadi jika perangkat Desa memberikan Pencerahan pada warga. seharusnya. namun tidak demikian Fakta yang saya lihat.. Perangkat Desa ( Oknum ) sekarang malah justru sebagian begitu Gencar Pula mensosialisakin Calon tertentu baik secara terang terangan maupun berselubung muka dan yang lebih ekstreem lagi mereka pula yang "mengipas" situasi. Sangat Disayangkan.

Hal ini tentu jadi keprihatinan kita bersama bersebab "Sitawa sidingin" oknum perangkat  kampuang tersebut kontradiksi dengan Amanah yang mereka pegang sebagai Suluah Bendang dalam Nagari. Hanya Gara-Gara Baliho ? Itu tak boleh terjadi.. walau bagaimanapun ketertiban dan keamanan Kampung atau Desa lebih berharga daripada mengurus hal remeh temeh semacam Baliho Calon Walikota yang jika mereka menangpun belum tentu akan seramah dan bersenyum muka seperti yang mereka pampangkan sekarang ini kepada Anda !

Catatan Oyong Liza Piliang

Sa'ban : IJP Dan Prima Figur Perubahan Untuk Kota Pariaman

Written By oyong liza on Rabu, 19 Juni 2013 | 10.34





HM Sa'ban dalam pesan singkatnya kepada kami menuliskan bahwa jika Pilkada Pariaman terjadi dua Putaran maka yang akan masuk Putaran ke-2 adalah sepasang Calon Dari Incumben atau Status Quo. antara Mukhlis-Genius atau Helmi-Mardison melawan Pro perubahan atau salah satu dari wajah baru.

" Akan terjadi 2 putaran , 1 pasang dari pro status quo ( salah satu dari dua pasang Incumben ) melawan Pro Perubahan, salah satu pasang dari wajah baru. ini pengamatan pribadi saya." Tulis Sa'ban yang dikirimkan kepada kami via SMS.

Jauh sebelumnya Sa'ban sering berujar bahwa Kota Pariaman perlu sosok Muda Cerdas untuk memimpin Kota Pariaman kedepan.

" Meskipun saya tidak jadi Maju bukan berarti saya tidak peduli lagi pada Kota Pariaman, malah sebaliknya saya acap berdiskusi dengan beberapa Calon Walikota membahas Kota Pariaman kedepan, saya tetap berprinsip bahwa perubahan ada Pada sosok Muda." Tegas Sa'ban kepada kami beberapa minggu lalu via telpon.

Ketika ditanya siapakah Calon Muda yang dimaksud, dengan tegas Saban mengatakan bahwa sosok itu ada Pada sosok IJP dan Primananda.

" Ini pendapat Pribadi saya, figur perubahan ada di IJP dan Primananda." Tukas Saban dengan nada meyakinkan.

Lain lagi dengan Jamohor . Jamohor berpendapat bahwa seorang pemimpin musti teruji di Birokrasi pemerintahan dan musti paham dengan Kearifan lokal.


Catatan Oyong Liza Piliang

Hasil Survey Ala Palanta Paling Tinggi Sepasang Calon Raup 27 % Suara

Written By oyong liza on Senin, 17 Juni 2013 | 12.06






Diskusi Palanta barusan disamping BPD Mengupas pasangan Calon yang akan masuk pada putaran ke-2 Pilkada Kota Pariaman karena mereka menganggap bahwa tidak akan ada sepasang Calonpun yang mampu meraup suara 30 persen plus 1 jika merunut 7 pasang Calon yang akan berlaga Nanti.

" Paling tinggi sepasang Calon hanya akan mendapatkan 27 persen suara." Ujar Salah seorang Ketua LSM Sambil menyodorkan secarik kertas lengkap dengan jumlah prosentase per tiap Calon.

" Wah, saya sependapat dengan ini, sesuai dengan hasil Survey yang saya lakukan . saya berkeliling dibanyak desa dan Palanta sekalian Survey dan mendengar Aspirasi Masyarakat Kota Pariaman." Ujar salah seorang Tokoh Masyarakat Beken yang memang diakui terkenal dihampir setiap sudut Kota Pariaman.

Tulisan diatas bukanlah analogis. nama sengaja tidak saya sebutkan demi menjaga nama baik Narasumber tersebut bersebab mereka punya hubungan baik hampir dengan semua Calon yang berlaga nanti.

Metode Survey yang dilakukan Profesional sebenarnya bisa kita lakukan jika kita rajin bertanya. semisal apakah anda ingin perubahan dikota Pariaman ? Jika iya siapakah Calon yang akan anda Pilih ? menurut anda siapakah diantara Calon ini yang mampu membawa perubahan untuk Kota Pariaman ? dll.

Jika kita rajin bertanya apalagi menyentuh tiap lapisan warga dari Tingkatan strata sosial tentu kita bisa mengamati kekuatan Calon, namun jangan melakukan kesalahan dengan bertanya bersifat menggiring, masyarakat akan dengan mudah menakap kecondongan Politik anda. bisa-bisa kita pula nanti yang kena Galomok masyarakat Piaman yang terkenal Lakon.

Catatan Oyong Liza Piliang

Status Quo Vs Pro Perubahan Untuk Kota Pariaman

Written By oyong liza on Minggu, 16 Juni 2013 | 22.02





Saat ini, menjelang ke TPS 4 September mendatang untuk memilih pemimpin baru Kota Pariaman, saya rasa beberapa kalangan sudah mulai melirik 7 pasang Calon yang sudah Lolos Verifikasi faktual. bahkan diantaranya sudah menentukan pilihan dan menjadi Tim Pemenang, Relawan, hingga simpatisan Militan.

Dalam Kacamata besar Peta Politik untuk sekarang ini ada semacam dua Kubu dalam pandangan saya. Pertama Pro Status Quo Kedua Pro perubahan.

Pro Status Quo masyarakat dihadapkan pada dua pilihan duo Incumbent yaitu Mukhlis Rahman-Genius dan Helmi Darlis-Mardison sedangkan Pro Perubahan punya Lima Pasang Pilihan semacam Primananda-Ibnu Hajar, Indra J Piliang-Joserizal, Mawardi Samah-Bahari, Bahrul Anih-Hasno Welly dan Edison Trd-Yulinesra.

Dikubu Pro Perubahan Juga beragam Indikator yang melekat pada nama Calon diatas, ada yang disebut Tokoh Intelektual Muda, Akademisi, Pamong Senior dan Politisi Mapan.

Dari Indikator tersebut selayaknya Tim Pemenang Yang bersangkutan musti menonjolkan sisi tertentu sesuai Isu yang berkembang ditengah masyarakat. Kita acap mendengar bahwa kalangan PNS Lebih cenderung pada status Quo dengan alasan Logis tertentu yang pastinya tidak sama dengan warga masyarakat non PNS Semacam Pengusaha, Pedagang, Nelayan dan Petani yang jumlah pemilihnya tentu lebih banyak.

Suara Pemilih PNS Menurut hemat saya juga akan terkabung dengan pembagian tidak rata. disini kita bisa melihat beberapa Calon dari kalangan Birokrat selain duo Incumbent diatas semacam Mawardi Samah yang dikenal Pamong senior mantan Kepala Bappeda Kota Pariaman, lalu ada Joserizal Pamong Muda Cerdas Lulusan STPDN yang juga bertampang Gagah dan sangat diminati kalangan Remaja Gadis dan Ibu-Ibu, Juga ada Yulinesra, mantan Camat Pariaman Selatan yang Konon kabarnya didukung Tokoh Masyarakat Pariaman Selatan yang dikenal Solid. dengan demikian saya menilai suara dari Pemilih Pegawai Negeri akan terpecah dan terkabung dengan Porsi bagadang baketek.

Dari hal diatas saya menarik kesimpulan bahwa sangat Sulit bagi sepasang Calon untuk memenangkan Pilkada kali ini satu Putaran. saya meyakini meskipun baru lebih tepatnya semacam ramalan bahwa yang masuk Pada Putaran Kedua nanti adalah Pasangan Calon yang tidak disangka-sangka sebelumnya. Politik 2013 adalah Multi kepentingan karena juga jelang Pemilu Legislatif 2014, terlalu banyak kepentingan yang bermain disini.

Catatan Oyong Liza Piliang

Trending Topik Bulan Ini

Super Trending Topik

postingan terdahulu