Lensa Piaman: Labuhan Pulau Kasiak

Secara alami sebuah jalur disela-sela karang yang mengelilingi bibir pantai Pulau Kasiak untuk dilewati perahu kecil terbentuk. "Labuhan" adalah istilah yang diberikan oleh nelayan lokal yang acap menepikan biduknya di halaman pulau yang terdapat penangkaran penyu alami milik Pemko Pariaman tersebut. Foto diambil dari atas menara mercusuar setinggi 40 meter. Pulau Kasiak memiliki luas 0,5 Hektare, ditumbuhi kelapa, pohon sukun, pepaya, dll.

Lensa Piaman: Tidur Pulas

Saat narasumber memberikan makalah di podium, beberapa hadirin terlihat menahan kantuk dan akhirnya tertidur pulas di aula utama Balaikota Pariaman dalam acara sarasehan tentang "Sejarah Pariaman dan kepahlawanan H. Bgd. Dahlan Abdullah" Senin, (25/8).

Lensa Piaman: "Lomba Melepas Anak Penyu"

Rombongan Ibu Bhayangkari Polda Sumbar terlihat memberikan semangat pada tukik (bayi penyu) yang hendak mereka lepas ke laut di pantai Konservasi Penyu, Desa Ampalu, Pariaman Utara, Kota Pariaman, Jumat, 22/8/2014.

Lensa Piaman: Potensi Wisata di Pulau Kasiak

Panorama di atas menara mercusuar pulau Kasiak (Kaslik) Pariaman terumbu karang terlihat jelas di kejernihan air laut. Kawasan pulau Kasiak adalah kawasan konservasi penyu secara nature milik pemko Pariaman dibawah dinas DKP dan dikelola secara penuh oleh UPTD Konservasi Penyu. Pulau Kasiak banyak di kunjungi nelayan lokal untuk memancing ikan karang, gurita dan berbagai biota laut lainnya. Akibat perburuan swallow laut beberapa tahun lalu membuat kondisi karang rusak parah. Pemko beberapa waktu lalu bersama mahasiswa pencinta terumbu karang melakukan penanaman terumbu karang di halaman pulau ini.

Headline News :
Custom Search

Berita Terpopuler

Redaksi

Pedoman Media Siber

Powered by Blogger.
Showing posts with label pilkada kota pariaman. Show all posts
Showing posts with label pilkada kota pariaman. Show all posts

Kunjungi Kantor KPU, Kapolres Pariaman Petakan Kerawanan Pilkada

Written By oyong liza on Thursday, 22 June 2017 | 16:54


Air Santok -- Kapolres Pariaman, AKBP Bagus Suropratomo petakan keamanan objek vital KPU menjelang Pilkada Kota Pariaman 2018 mendatang. Jalan masuk kantor KPU menuju gerbang kantor KPU yang buntu, akan menyulitkan proses evakuasi personil KPU, jika seandainya terjadi situasi kekacauan pada tahapan Pilkada.

"Kita akan lakukan pemetaan dulu. Dengan kondisi letak kantor seperti ini, maka seperti apa pengamanan yang kita siapkan jika terjadi situasi cheos pada Pilkada mendatang. Akan kita buatkan strategi pengamanan dan evakuasi nantinya,” ujarnya saat mengunjungi Kantor KPU Kota Pariaman, Kamis (22/6/2017).

Menurut Bagus, kepolisian memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk melakukan pengamanan pelaksanaan tahapan Pilkada dengan sasaran meliputi pengamanan penyelenggaraan seperti komisioner dan staf KPU Kota Pariaman-Panwaslu Kota Pariaman, pasangan calon dan objek vital lainnya. Pengamanan akan dimulai saat dimulainya tahapan awal Pilkada pada bulan September 2017 mendatang.

“Pengamanan akan kita lakukan sejak tahapan awal Pilkada dimulai hingga tahapan akhir, yaitu pelantikan pasangan calon terpilih nantinya,” ungkapnya.

Khusus kepada pasangan calon walikota dan wakil walikota, sebut dia, Polres Pariaman akan melakukan pengamanan tertutup dan melekat kepada setiap pasangan calon sepanjang tahapan.

“Kita akan tempatkan 1 orang personil per satu orang pasangan calon yang melekat pada seluruh aktivitas pada tahapan pilkada. Khusus pengamanan ini kita lakukan setelah ditetapkannya pasangan calon,” sebut dia.

Sementara itu, komisioner KPU Kota Pariaman Indra Jaya mengatakan, KPU Kota Pariaman menyerahkan persoalan pengamanan kepada Polres Pariaman. Hal tersebut telah dilakukan koordinasi dengan menyampaikan prediksi tahapan kepada Polres Pariaman pada awal Juni 2017 yang lalu.

“Tentunya pengamanan kita serahkan kepada kepolisian dan bahkan kita telah sampaikan prediksi tahapan Pilkada Kota Pariaman kepada pak Kapolres,” jelasnya.

Nanda

Meski Dibebaskan Parpol Pengusung, Genius Belum Putuskan Balon Wakil

Written By oyong liza on Tuesday, 20 June 2017 | 20:50


DPD PAN Kota Pariaman memberikan kebebasan kepada bakal calon (balon) walikota yang diusungya pada Pilkada Pariaman 2018 mendatang. Genius Umar yang telah ditetapkan melalui rapat internal PAN Kota Pariaman itu diberikan kewengangan memilih sendiri bakal calon wakil walikota yang akan mendampinginya pada Pilkada 2018 mendatang.

Ketua PAN Pariaman, Priyaldi, mengatakan, meskipun pihaknya telah diinstruksikan DPP PAN agar secepatnya melakukan penjaringan bakal calon wakil walikota, namun penjaringan tidak harus dilaksanakan apabila Genius yang diplenokan sebagai balon walikota dari PAN itu telah memiliki balon wakil walikota sendiri.

“Kita di DPD PAN Sumatera Barat telah diinstruksikan agar melakukan penjaringan balon wakil. Namun instruksi itu tidak mutlak, karena DPP tetap memberikan peluang dan kebebasan. Apabila balon walikota yang telah diplenokan oleh DPD, maka balon boleh memilih sendiri pendampingnya, namun dengan kriteria yang disepakati,” jelas Priyaldi di Pariaman, Selasa (20/6/2017) siang.

Hak menentukan pasangan balon yang akan diusung pada Pilkada merupakan langkah awal untuk menciptakan kepala daerah yang solid dilakukan oleh PAN. Hal ini, imbuh dia, didasari fenomena di berbagai daerah, kepala daerah yang pecah kongsi setelah dilantik menjadi menjadi walikota dan wakil walikota yang diawali pengusungan dengan paksanaan atau pertimbangan politis lainnya.

“Di banyak daerah fenomenanya baru dilantik beberapa bulan saja walikota dan wakil walikotanya sudah ada yang pecah kongsi, rebutan pengaruh. Nah, inilah yang ingin kita cegah. Jika dari awal diberikan kebebasan memilih pasangan wakil yang memiliki kesamaan visi, cara pandang, tentu akan awet duet kepemimpinannya dan pemerintahan pun berjalan dengan baik,” ulasnya.

PAN yang memiliki perolehan dua kursi di DPRD Kota Pariaman itu dikabarkan telah melakukan komunikasi politik dengan sejumlah parpol, seperti Partai PBB. PAN yang memperoleh dua kursi diakumulasikan dengan perolehan 3 kursi PBB telah memenuhi syarat pengusungan satu pasangan calon.

Terpisah, Genius Umar mengatakan hingga saat ini dirinya belum memiliki nama balon wakil walikota yang akan pendampingnya pada Pilkada Kota Pariaman 2018. Meskipun sejumlah nama senter digadang-gadang akan mendampingi sebagai wakil, namun belum juga diputuskan. Menurut Genius, saat ini ia bersama PAN fokus membangun koalisi dengan sejumlah parpol di Kota Pariaman.

"Menjalin komunikasi politik sudah ada, baik langsung ataupun melalui partai politik. Namun saat ini saya belum putuskan dengan siapa akan maju nantinya, karena tentu butuh penjajakan,” ujarnya.

Bagi Genius, mencari pasangan calon walikota dan wakil walikota bukanlah permasalahan sederhana. Penjajakan karekter, gaya memimpin dan kesamaan visi menjadi pertimbangan dirinya memilih sosok balon wakil yang akan mendampinginya.

Ditegaskan Genius, meskipun telah diberikan kebebasan menentukan pasangan calon, sebagai balon yang diusung melalui jalur parpol, ia akan tetap diskusikan dengan pihak parpol pengusung.

Nanda

Buka Bareng, Nasdem Pariaman Umumkan Hasil Survey Tertinggi Para Calon

Written By oyong liza on Sunday, 18 June 2017 | 08:58


Bakal calon (balon) Walikota Pariaman Genius Umar, memiliki elektabilitas atau tingkat keterpilihan tertinggi dalam hasil survey internal yang dilakukan oleh Partai Nasdem. Survey tahap pertama yang dilakukan setelah pembukaan pendaftaran dan penjaringan balon oleh DPD Partai Nasdem Kota Pariaman itu, menunjukkan bahwa Genius Umar mengungguli elektabilitas balon lain yang ikut mendaftar ke Pantai Nasdem.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Komando Pemenangan Wilayah Sumatera Barat Partai Nasdem, Endre Saiful, Sabtu (17/6/2017) usai acara berbuka puasa bersama DPD Partai Nasdem Kota Pariaman dengan seluruh kader partai, anak yatim, anak asuh dan para lansia.




Meskipun memiliki elektabilis tertinggi, kata Endre, namun hal itu belum menjadi jaminan bahwa Partai Nasdem akan mengusung Genius Umar sebagai calon walikota Pariaman pada Pilkada 2018 mendatang. Menurutnya, kondisi politik yang dinamis dan cenderung berubah, bukan jaminan elektabilitas bagi seorang calon akan selalu di atas.

“Kita realistis dalam pengusungan calon, kita tentu mempertimbangkan banyak hal, salah satunya yaitu survey calon. Nah, untuk saat ini berdasarkan hasil survey internal paska pembukaan pendaftaran dan penjaringan calon Walikota Pariaman di Pantai Nasdem, bakal calon petahana menempati elektabilitas yang tertinggi dibanding bakal calon lainnya."
 

"Namun kita akan melakukan survey dua kali lagi dan survey yang terakhir pada September adalah penentunya. Jadi belum jaminan, kalo sekarang elektabilitasnya tinggi," sambungnya.

Terkait hasil penjaringan bakal calon yang dilakukan pada pertengahan April 2017 silam, kata dia telah dalam proses verifikasi berkas di tingkat DPW. Jika telah selesai pemberkasan di DPW, ia akan membawa berkas tersebut untuk diverifikasi di tingkat DPP.

"Proses berkas yang kemarin (balon yang mendaftar) sudah diproses di tingkat DPW, nanti kalo sudah selesai langsung saya bawa ke DPP untuk diverifikasi dan dilakukan fit and proper test oleh DPP," jelasnya.

Ia menuturkan, sebagai partai pemenang ketiga di Kota Pariaman, Nasdem tidak akan memaksakan kadernya untuk tetap diusung pada Pilkada mendatang. Realisme yang dikedepannya, memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh pendaftar yang memiliki kelayakan, pepatutan dan elektabilitas yang tinggi atau yang diterima oleh masyarakat.

"Kita tidak memaksankan kader kita harus menjadi calon walikotanya, namun jika hasilnya kader kita, tentu kader. Namun kita realistis saja, jika tidak sebagai calon walikota, tentu sebagai calon wakil walikota saja," dia menjelaskan.

Menanggapi hal itu, bakal calon yang telah mendaftar ke Partai Nasdem, Genius Umar, menyambut baik prinsip realisme yang menjadi dasar Partai Nasdem memutuskan mengusung balon walikota Pariaman pada Pilkada ke depan. Menurutnya, hal itu korelasi parpol memenangkan Pilkada Kota Pariaman dengan pemilu legislatif 2019 mendatang. Rasionalisasi pengusungan calon yang tepat akan menguntungkan parpol saat bertarung pada pemilu legislatif.

"Partai Nasdem akan sangat realisitis dalam mengusung calon kepala daerah yang berbasis survey. Tentu dengan korelasi antara kemenangan Pilkada 2018 dengan kemenangan Pileg 2019. Parpol pengusung tentu tidak akan sembarangan mengusung calon pada Pilkada. Saya pikir Partai Nasdem sangat tegas dengan hal itu," ujarnya.

Dikatakan Genius, komunikasi serius yang ia bangun dengan pengurus dan kader Partai Nasdem merupakan bentuk keseriusannya untuk diusung sebagai calon walikota Pariaman. Apalagi, Partai Nasdem merupakan salah satu partai pendukung saat ia mendampingi Walikota Pariaman Mukhlis Rahman pada Pilkada Kota Pariaman 2013 silam.

Dengan pengalaman sebagai Wakil Walikota Pariaman selama satu periode, ia yakin akan dapat melanjutkan kemajuan pembangunan.

"Saya komunikasi dengan semua pimpinan parpol, seperti yang telah lama saya lakukan sebelumnya. Nasdem sebagai Parpol yang memiliki basis masa yang jelas, tentu saja akan memiliki pertimbangan yang matang dalam menentukan calon yang akan diusung," katanya.

Sementara itu, Ketua DPD Nasdem Kota Pariaman Dewi Fitri Deswati mengatakan, paska dibukanya pendaftaran dan penjaringan bakal calon wali/wakil walikota Pariaman pada April 2017 silam, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan sejumlah partai politik lainnya. Beberapa parpol secara nasional yang tergabung di dalam koalisi pemerintah, seperti Partai Hanura dan Partai PDI Perjuangan telah mengarah kemungkinan terjadinya koalisi dalam Pilkada yang tahapannya akan dimulai September 2017 itu.

"Komunikasi politik dengan sejumlah tokoh parpol yang kebetulan secara nasional juga dibarisan pendukung pemerintah. Dengan pimpinan DPC Hanura Kota Pariaman dan DPC PDI Perjungan, kita juga sudah jajaki kemungkinan koalisi," ungkap Dewi.

Sebagai satu-satunya bakal calon perempuan di Partai Nasdem, Dewi mengaku siap jika parpol akhirnya menunjuk ia sebagai calon yang akan diusung partai. Jika hal itu terjadi, dirinya akan bertarung habis-habisan.

"Kita telah siapkan sejumlah strategi pemenangan. Jika partai mengamanahkan saya bertarung di Pilkada, tentu saja akan bertarung habis-habisan," tegasnya.

Meski dirinya merupakan ketua di partai besutan Surya Paloh itu, Dewi mempersilahkan jika ada balon lain memasang atribut partai pada baliho mereka. Hal itu menurutnya sangat baik mengingat Partai Nasdem partai yang terbuka dan nasionalis.

"Sudah ada baliho para balon yang menggunakan logo Nasdem. Kita Persilahkan," ucapnya.

Sekitar 500 orang hadiri acara buka bersama yang digelar oleh Partai Nasdem di kantor setempat Jl Jendral Sudirman Simpang Sianik, Jawi-Jawi, Pariaman Tengah.

Di samping bukber bersama kader partai dan masyarakat, Nasdem juga menyantuni puluhan anak yatim, lansia dan janda terlantar. Ratusan paket lebaran dibagi-bagikan kepada ratusan masyarakat yang hadir.

Untuk anak yatim, lansia dan janda, pihak Nasdem juga menyerahkan amplop berisi uang. Pada kesempatan itu, kepada penerima beasiswa Nasdem, dilakukan pelunasan uang masuk kuliah dan jaminan pembiayaan kuliah hingga meraih sarjana.

"Ini bentuk rasa terima kasih Partai Nasdem kepada masyarakat Pariaman. Ini rutin kita lakukan tiap tahunnya. Kepercayaan masyarakat kepada Nasdem telah dibuktikan dengan perolehan tiga kursi di DPRD, hal itu tidak boleh kita abaikan. Bersama masyarakat, kita yakin Nasdem akan lebih dipercayai ke depannya," kata Dewi.

Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman dari fraksi Nasdem Syafinal Akbar menambahkan bahwa setiap kader baik yang duduk di dewan dan pengurus lainnya akan mendukung penuh pemenangan paslon yang nantinya diusung oleh Nasdem.

Karena Nasdem sudah memiliki pakem dalam pengusungan calon melalui survey, ia menjamin tidak akan ada kecemburuan kader jika pada akhirnya calon yang diusung dari kalangan internal.

"Jika sudah diputuskan partai, semua kader sudah berkomitmen mendukung penuh. Baik pada calon internal maupun dari kalangan eksternal. Kita memiliki target yang jelas dan realistis pada Pilkada nanti," sebutnya.

Mekanismen survey yang dijalankan partai dalam berbagai tahapan, membuktikan keseriusan Nasdem dalam menentukan sikap dalam Pilkada. "Nasdem akan tetap bersama rakyat. Yang diinginkan rakyat, itu lah yang akan kami usung dan perjuangkan untuk menang," pungkasnya.

Nanda/OLP

KPU Kota Pariaman Pangkas Anggaran Pilkada

Written By oyong liza on Sunday, 11 June 2017 | 21:03

Konferensi pers KPU Kota Pariaman beberapa waktu lalu
KPU Kota Pariaman Pariaman akan usulkan anggaran Pilkada Kota Pariaman tahun 2018 ke Pemko Pariaman, Senin besok (12/6). Anggaran yang diusulkan merupakan hasil rasionalisasi dan penyusunan sesuai kesepakatan KPU Kota Pariaman dengan Walikota Pariaman saat audiensi awal Mei 2017 silam.

Ketua KPU Kota Pariaman, Boedi Satria melalui sambungan telpon selulernya, Minggu (11/6) siang mengatakan, anggaran Pilkada Kota Pariaman telah mengalami pengurangan, jika dibandingkan dengan usulan KPU sebelumnya. Anggaran yang semula diusulkan sebesar 14,3 miliar, akhirnya dirampingkan menjadi 12,9 miliarar.

Meskipun terjadinya pengurangan anggaran, Boedi memastikan hal itu tidak akan menganggungu ketersedian anggaran dan jalannya seluruh tahapan pilkada.

Ia merinci item yang pos anggaran yang diciutkan untuk merampingkan anggaran. Pos tersebut meliputi pos anggaran bahan kampanye seperti pengadaaan stiker, leflet, brosur pasangan calon, kegiatan sosialiasi, pos anggaran perjalanan dinas, dan perampingan pemadatan bimbingan teknis. 

“Kita padatkan kegiatan-kegiatan yang dapat kita padatkan, namun rasionalisasi anggaran pilkada kita pastikan tidak akan mengganggu ketersedian anggaran tahapan pilkada,” sebutnya.

Ia berharap usai disampaikannya usulan anggaran pilkada ke Pemko Pariaman, pihaknya segera melakukan koordinasi dengan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKA) Kota Pariaman untuk membahas Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) pencairan anggaran pilkada

Dikatakan Boedi, jika anggaran itu telah cair, KPU Kota Pariaman akan langsung tancap gas melaksanakan kegiatan non tahapan pilkada, seperti sosialisasi kepada stakeholder yang berkaitan dengan pelaksanaan pilkada.

“Usai penyampaian usulan anggaran tersebut kita berharap dalam waktu dekat sudah bisa dilakukan penandatanganan NPHD pencairan anggaran pilkada. Jika sudah dicairkan pada awal Juli 2017, maka KPU langsung melaksanakan kegiatan-kegiatan seperti launching pilkada pada bulan Agustus 2017 dan sosialisasi pilkada kepada stakeholder yang terlibat pada Pilkada Kota Pariaman,” pungkasnya.

Nanda

Bawaslu Sumbar Segera Umumkan Rekrutmen Panwaslu dan Panwaslih

Written By oyong liza on Tuesday, 6 June 2017 | 12:44

Ketua Bawaslu Sumbar Elli Yanti
Muaro -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumatera Barat akan segera umumkan rekrutmen Panitia Pengawasan Pemilihan (Panwaslih) Pilkada Serentak dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) legislatif 2019 pada akhir Juni 2018 mendatang.

Ketua Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Elli Yanti mengatakan, pembentukan Panwaslih dan Panwaslu di tingkat kabupaten/kota dilaksanakan setelah dibentuknya panitia seleksi (Pansel) oleh Bawaslu Sumatera Barat.

"Kita akan umumkan rekrutmen pada bulan ini, karena panselnya sudah terbentuk," terangnya saat menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif pada Pilkada Kota Pariaman di Nan Tongga Hotel, Pariaman, Senin (5/6/2017) siang.

Elli berkata, periode 2018-2019, beberapa Panwaslih Pilkada seperti Kota Padangpanjang, Kota Padang, Kota Pariaman, Kota Sawahlunto akan sangat sibuk. Tahapan puncak pilkada serentak tahap ketiga pungut-hitung dan rekapitulasi berjenjang pada Juni 2018, sementara tahapan pemilu legislatif juga sudah dimulai pada April 2018 tersebut. Panwaslih Pilkada dan Panwaslu Pemilu legislatif memiliki masa kerja yang dimulai pada 1 bulan sebelum dan 1 bulan setelah tahapan dilaksanakan.

"Di daerah yang melaksanakan pilkada serentak tahun 2018 bakal super sibuk, karena bersamaan dengan itu tahapan pemilu legislatif juga sudah dimulai," sebutnya.

Diakui keduanya, Bawaslu Sumatera Barat telah menyusun rancangan tahapan pengawasan pilkada serentak. Tahapan tersebut belum dapat dipastikan, karena masih menunggu pengesahan revisi Undang-Undang Pilkada yang masih pembahasan di DPR RI.

Sementara itu, anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Surya Efitrimen mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi pengawasan partisipatif kepada masyarakat. Sosialisasi itu, katanya untuk mendorong masyarakat di kabupaten/kota yang melaksanakan pilkada aktif melakukan pengawasan tahapan pilkada.

Di Kota Pariaman khususnya, kata dia hampir tidak ada laporan terkait pelanggaran Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat pada tahun 2015 silam. Hal ini menjadi parameter bahwa partisipasi pengawasan pilkada oleh masyarakat Pariaman masih rendah. Ia mendorong, agar stakeholder terkait dapat mengajak masyarakat untuk aktif melakukan pengawasan Pilkada hingga Pileg 2019 mendatang.

Mewujudkan pilkada yang sukses, pungkas dia harus diawali dengan kesuksesan tahapan pilkada, salah satunya pengawasan yang optimal.

Nanda

Refrizal Upayakan Koalisi PKS-Gerindra di Pilkada Pariaman

Written By oyong liza on Sunday, 4 June 2017 | 10:32

H. Refrizal saat memberikan keterangan pers kepada wartawan. Foto: Nanda
Anggota DPR RI dan pengurus DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) asal Pariaman, Refrizal menegaskan bahwa ia memberikan peluang seluas-luasnya bagi politisi muda di PKS Kota Pariaman untuk maju pada Pilkada Pariaman tahun 2018.

Pernyataan yang ia sampaikan, seolah mengisyaratkan bahwa politisi senior PKS yang telah tiga periode menjadi anggota DPR RI itu tidak bakal maju mencalon pada ajang kompetisi pilkada tahun mendatang.

"PKS banyak memiliki politisi dan kader muda yang layak memimpin Kota Pariaman. Saya lebih mendorong yang muda untuk mengikuti pilkada," ujarnya usai menjadi salah satu narasumber acara di Pariaman, Sabtu (3/6/2017).

Penegasan tidak majunya Refrizal pada pilkada, kata dia merupakan bentuk langkah kaderisasi yang ia terapkan untuk melakukan estafet pemimpin muda PKS di Kota Pariaman.

Dikatakannya, PKS saat ini masih melakukan penggodokan bakal calon, baik untuk walikota maupun wakil walikota. Sejumlah nama beken yang berasal dari luar PKS, seperti mantan Walikota Pariaman, Mahyuddin, Wakil Walikota Pariaman, Genius Umar dan sejumlah nama lain, ia sebut layak untuk diusung menjadi calon walikota.

Sementara itu, dari internal PKS Kota Pariaman, juga beberapa nama-nama hasil penjaringan internal PKS seperti Tenaga Ahli DPR RI, Muhammad Ridwan, Anggota DPRD Kota Pariaman asal PKS, Muhammad Yasin.

"Sudah ada beberapa nama yang dari luar PKS melakukan komunikasi intensif dengan kita, bahkan sudah ada yang berkomunikasi dengan saya, dan ada juga mulai komunikasi dengan partai Gerindra," sebutnya.

Terkait dengan pengusungan pasangan calon, PKS telah mulai menjalin komunikasi politik dengan sejumlah partai, khususnya Partai Gerindra. Koalisi yang sejak lama terjadi sejak dari pusat, diharapkan kedua parpol itu dapat kembali terulang pada Pilkada Kota Pariaman mendatang. PKS, ulasnya, terus menjalin komunikasi politik dengan sejumlah parpol untuk menjajaki kemungkinan melakukan koalisi pengusungan pasangan calon.

"Kita sudah ada komunikasi dengan parpol, dengan Partai Gerindra juga sudah. Koalisi yang sudah terjadi di pusat, kita harapkan juga terjadi pada Pilkada Kota Pariaman ke depan. PKS juga tetap membuka diri jika ada kemungkinan parpol lain," ujarnya.     

Menurut Refrizal, PKS Kota Pariaman tidak mematok target muluk-muluk. Menempatkan kader terbaik sebagai Wakil Walikota Pariaman, ia anggap sebagai target yang realistis, mengingat 1 kursi yang dimiliki PKS di DPRD Kota Pariaman.

Nanda

Jelang Masuki Tahapan Pilkada, Ini Hasil Audiensi KPU dengan Polres Pariaman

Written By oyong liza on Friday, 2 June 2017 | 12:48

KPU Kota Pariaman gelar audiensi dengan Polres Pariaman. Foto: Nanda
Alai Gelombang -- KPU Kota Pariaman sampaikan rancangan tahapan Pilkada Pariaman tahun 2018 ke pihak Polres Pariaman, Jumat (2/6/2017) pagi di Mapolres Pariaman. Audiensi tersebut dilaksanakan untuk mengkoordinasikan persiapan tahapan pilkada yang diprediksi akan dimulai pada bulan September 2017 mendatang.

Ketua KPU Kota Pariaman, Boedi Satria mengatakan bahwa tahapan Pilkada Pariaman yang ia disampaikan barulah sebatas rancangan atau prediksi, karena belum selesainya pembahasan dan pengesahan revisi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menjadi Undang-Undang oleh DPR.

“Penyampaikan rancangan ini agar seluruh pihak terkait penyelenggaraan pilkada, baik pengamanan dan instansi sektoral lainnya mulai mempersiapkan program masing-masing terkait Pilkada besok (2018),” ujarnya didampingi Kordiv Data Pemilih KPU Alfiandri Zaharmi, Kordiv Hukum Aisyah dan Sekretaris KPU Hendri Jalal.

Diakuinya, Pilkada Pariaman merupakan agenda super sibuk yang akan dijalankan oleh KPU Kota Pariaman. Tahapan puncak pungut-hitung berdekatan dengan jadwal verifikasi calon Pemilu Legislative 2019 mendatang.

“Tahapan verifikasi dan pendaftaran calon legislatif 2019 sudah dimulai pada bulan Mei 2018, berdekatan dengan tahapan puncak pilkada yang dilaksanakan pada Juni 2018 mendatang, ini akan menjadi pekerjaan berat bagi KPU Kota Pariaman,” jelasnya.

Di saat yang sama, Kordiv Data Pemilih KPU Kota Pariaman Alfriandi Zaharmi, mengungkap permasalahan klasik yang biasa terjadi pada bidang yang ia tangani. Pemutakhiran data pemilih di Kota Pariaman selalu terkendala dengan masalah keberadaan warga yang memiliki KTP Kota Pariaman tapi tidak menetap di Kota Pariaman atau merantau.

Dari Pilkada Gubernur Sumatera Barat pada tahun 2015 silam kata dia misalnya, surat panggilan pemilih hanya dapat dibagikan oleh petugas KPPS sebanyak 75 persen. Sedangkan 25 persen lainnya tidak dapat diserahkan karena pemilih tidak menetap dan berada di Kota Pariaman.

Persoalan tersebut juga menyumbang atas rendahnya partisipasi pemilih pada Pilkada di Kota Pariaman di tahun sebelumnya.

“Kebanyakan dari perantau kita masih ber-KTP Kota Pariaman, alhasil pada sinkronisasi data pemilih masih terdaftar sebagai pemilih. Jika warga tersebut tidak di rumah, tentu tidak datang ke TPS. Nah ini salah satu penyumbang kenapa partisipasi pemilih menurun,” sebutnya.

Sementara itu, Kapolres Pariaman, AKBP Bagus Suropratomo Oktoberianto, memastikan bahwa ia dan jajaran menjaga netralitas pada penyelanggaran Pilkada 2018 mendatang.
Tugas polisi, jelasnya, hanya memastikan segala tahapan berjalan aman yang meliputi keamanan penyelanggara, peserta, masyarakat, objek vital dan tahapan.

“Polri bertugas memastikan bahwa Pilkada berjalan dengan aman yang meliputi orang, proses dan objek vital,” jelasnya.

Sebagai persiapan awal, ia bersama jajaran akan berkunjung ke KPU Kota Pariaman untuk melakukan pemetaan kantor KPU Kota Pariaman. Hal tersebut sekaligus memetakan ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan terkait pelaksanaan pilkada.

“Kita akan petakan terkait keamanan termasuk kantor KPU. Kantor KPU adalah salah satu objek vital pada pilkada yang sangat penting untuk diamankan,” pungkas mantan penyidik komisi anti rasuah itu.

Nanda

Akan Masuki Tahapan Pilkada Pariaman, KPU Gelar Audiensi dengan DPRD

Written By oyong liza on Monday, 22 May 2017 | 15:53


Mangguang -- Pimpinan bersama segenap anggota DPRD​ Kota Pariaman menerima audiensi KPU Kota Pariaman, Senin (22/5/2017) di ruang kerja Ketua DPRD Kota Pariaman. Rombongan dari KPU dipimpin oleh Ketua Boedi Satria bersama seluruh anggota dan beberapa staf dari sekretariat KPU. Audiensi terkait dengan pimilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di Kota Pariaman.

Ketua DPRD Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin, mengatakan pihaknya sangat mendukung dan mendorong KPU dalam mensukseskan pesta demokrasi Pilkada serentak tahun 2018 di Kota Pariaman. Bentuk dukungan itu pihaknya melalui badan anggaran bersama pemerintah, sudah menyetujui anggaran yang diajukan oleh KPU.

"Kita ingin pemilihan kepala daerah di Kota Pariaman ini berjalan dengan lancar dan sukses. Makanya kita sepakat menyetujui seluruh anggaran yang diusulkan oleh KPU sesuai kebutuhannya sebesar Rp14,3 miliar," ujar Mardison.

Selain itu pihaknya juga mengapresiasi langkah KPU melakukan audiensi ke legislatif. Menurut politisi Golkar itu dengan adanya audiensi ini, dewan mengetahui apa saja tahapan yang dilakukan KPU dan dewan juga akan bisa menjelaskan ketika ada masyarakat yang bertanya.

Sementara itu Ketua KPU Kota Pariaman Boedi Satria, menyampaikan pihaknya masih menunggu draf rancangan undang-undang​ pemilu yang sedang dibahas dan disahkan oleh DPR --baru tahapan dimulai. Namun walaupun demikian dia bersama devisi, sudah mempersiapkan segala sesuatunya terkait dengan tahapan Pilkada yang akan dilalui. Agar ketika peraturan perundang-undangan itu disahkan, KPU bisa langsung bekerja.

"Pilkada serentak akan dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2018 dan Pileg (pemilihan legislatif) dilaksanakan serentak dengan pilpres (pemilihan presiden) pada tanggal 14 Juni 2019. Tahapan ini baru draf rancangan undang-undang yang sedang dibahas oleh pansus DPR, belum disahkan," ujar Boedi.

Sesuai draf itu Pilkada serentak se-Indonesia akan dilaunching pada tanggal 14 Juni 2017. Kalau undang-undang nya sudah disahkan dan diparipurnakan, imbuh Boedi, KPU Kota Pariaman sudah bisa langsung bekerja melakukan tahapan Pilkada.

Disebutkan, sesuai ketentuan bahwa untuk calon walikota dan wakil walikota Pariaman yang maju melalui jalur Partai Politik, membutuhkan 4 kursi di legislatif dan untuk calon perseorangan membutuhkan dukungan sebanyak 5.905 KTP.

Doni

Inilah Program Kerja Balon Walikota Perempuan Pertama Kota Pariaman

Written By oyong liza on Sunday, 21 May 2017 | 20:23

Ir. Dewi Fitri Deswati Akbar
Dari sekian banyak bakal calon (balon) walikota/wakil walikota Pariaman, hanya satu dari gender perempuan yang telah menyatakan sikap siap bertarung di Pilkada Pariaman 2018. Ia adalah Ir. Dewi Fitri Deswati. Seorang pengusaha sukses yang telah banyak berkontribusi bagi pembangunan Kota Pariaman. Dewi yang saat ini merupakan Ketua DPD Partai Nasdem Kota Pariaman itu, dikenal sebagai developer perumahan Jati Raya Indah, Mal Pariaman dan komplek ruko di By-pass Jati.

Dewi mengatakan, keinginanan dia untuk maju sebagai calon walikota, karena ia melihat masih banyak yang perlu dibenahi dalam sistem pemerintahan dan pembangunan di Kota Pariaman. Ia menyebut, meski pembangunan berjalan lancar, masih ada pemborosan uang negara, terutama dalam pembangunan fisik yang tidak tepat sasaran dan sering bongkar pasang.

Dewi menyatakan, siapa saja bisa melibatkan diri dalam membangun Kota Pariaman, namun dengan menjabat sebagai kepala daerah, berbagai kewenangan melekat pada diri orang tersebut. Di saat itulah ia bisa berbuat lebih, karena memiliki kewenangan eksekutif yang dijamin oleh undang-undang.

"Oleh sebab itu saya mencalonkan diri sebagai calon walikota dari kalangan perempuan pertama di Pilkada Pariaman 2018 nanti, karena ingin mengabdi untuk masyarakat Pariaman dengan kebijakan yang pro kepada masyarakat. Bukan sekedar retorika," ujar Dewi di Desa Jati Hilir, Pariaman Tengah, Minggu (21/5/2017).

Ia mengatakan, jika terpilih menjadi kepala daerah, hal pertama yang akan dia tinjau adalah peraturan walikota (Perwako) tentang gaji kepala desa dan tenaga honorer Kota Pariaman yang menurutnya sangat tidak sebanding dengan kebutuhan. Ia tidak menyalahkan Perwako sekarang, namun menurut dia, kebutuhanlah yang mesti mengalahkan Perwako.

Gaji kepala desa sebesar Rp2 juta dan gaji tenaga honorer yang hanya Rp900 ribu itu dinilainya tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan ekonomi bagi kepala desa dan pegawai honor. Tanggungjawab tidak berbanding lurus dengan apa yang didapat.

Seorang kepala desa yang mengelola dana desa miliaran rupiah menurut Dewi, dengan gaji kecil bisa saja tergoda menyelewengkan dana tersebut ke kantong pribadinya karena kebutuhan hidup sehari-hari. Gaji yang tidak cukup akan menjadi motivasi paling potensial bagi seseorang berperilaku menyimpang.

Dewi berasumsi, dengan tanggungjawab yang besar kepala desa terhadap warga yang ia pimpin, ia kalkulasikan minimal kepala desa memiliki gaji pokok minimal Rp3,5 juta perbulan.

"Kepala desa itu kan tokoh sentral di masyarakat. Setiap pesta pernikahan selalu duduk di tikar dan ikut badoncek. Membantu masyarakat, baik dari segi ekonomi maupun segi lainnya, perlu dana taktis. Dengan gaji Rp2 juta sebulan, gaji tersebut akan habis untuk memenuhi undangan baralek saja, kebutuhan rumah tangga terpaksa dicari-cari. Ini sebuah problem," sebutnya.

Begitu juga dengan gaji tenaga honor sekarang yang berada di bawah UMR daerah dan nasional. Ia berpendapat hal tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Ketenaga Kerjaan. Idealnya gaji pegawai honor di atas Rp1,5 juta per bulan.

Kata dia, alasan ketidak sediaan anggaran belanja daerah tidak bisa dijadikan alasan untuk menekan gaji pegawai honor.

"Kalau anggaran tidak mencukupi kenapa ada pengangkatan tenaga honor? Kebutuhan daerah harus disiasati. Akan selalu ada anggaran untuk menggaji pegawai honor sesuai UMR, jika kita memikirkan kesejahteraan mereka," tegas Dewi.

Disamping akan meninjau gaji pegawai honor dan kepala desa, Dewi juga mengatakan akan memberikan solusi percepatan pembangunan Pariaman dalam berbagai segi. Baik pendidikan, pariwisata, perdagangan dan jasa serta ekonomi kreatif.

"Pembangunan mesti memiliki perencanaan yang diperhitungkan secara matang. Harus ada planing dua tahun, lima tahun dan lima belas tahun ke depan. Blue-print pembanguanan itu harus ada goal dan capaiannya, tidak asal membangun. Membangun mesti bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat. Peningkatan ekonomi masyarakat. Menata kehidupan masyarakat," tuturnya.

Seorang kepala daerah menurutnya mesti memiliki visi yang mampu menembus tapal waktu. Berpikir sekarang, namun sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan hasilnya secara matematis.

"Pondasi ekonomi harus dibangun. Perusahaan Daerah (Perusda) mesti dibuat sebagai payung bagi UMKM yang tersebar hampir di setiap desa dan kelurahan. Perusda sejatinya dibangun dan dibesarkan untuk membina UMKM dan sektor ekonomi kreatif, bukan untuk membiayai hal-hal di luar dari itu sehingga Pariaman bisa menjadi kota yang mandiri secara ekonomi," kata dia panjang lebar.

Wanita kelahiran 1969 itu juga menyampaikan pentingnya membina pedagang kaki lima pasar. Pedagang kaki lima menurutnya yang identik dengan penertiban akan menimbulkan beban psikologis bagi pedagang tersebut. Beban ekonomi yang berat ditambah tekanan psikologis, menjadikan pedagang kaki lima termarjinalkan akhir-akhir ini.

"Pedagang kaki lima akan menjadi perhatian khusus jika saya terpilih nanti karena mereka sektor ril sejati. Ekonomi itu kan ibarat mesin, ada komponen kecil yang berputar untuk menggerakan komponen besar. Ekonomi Pariaman tentu komponen ekonomi terpentingnya adalah pedagang kaki lima, kita berdayakan, kita modali, kita bangun SDM-nya," imbuhnya.

Dari sektor pariwisata dan pendidikan, sambung Dewi, tentu saja menjadi fokus pembangunannya. Pariwisata Pariaman yang ia nilai saat ini berkembang perlu pengelolaan lebih maksimal dan profesional.

"Itu sudah baik meski masih ada yang perlu pembenahan. Tujuan pembangunan tentu saja untuk kesejahteraan bagi masyarakat yang adil dan merata," pungkasnya.

OLP

Maju Pilkada, Mardison Siapkan PAW dan Ketua DPRD Pengganti dari Golkar

Written By oyong liza on Saturday, 20 May 2017 | 20:48


Ketua DPD Golkar Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin telah resmi mendaftar sebagai bakal calon Walikota Pariaman melalui Partai Nasdem Kota Pariaman, Sabtu (20/5/2017) siang. Ia mendaftar di hari terakhir di partai yang memiliki tiga kursi di DPRD Kota Pariaman itu.

Selain didampingi kader DPD Partai Golkar Kota Pariaman, Mardison juga didampingi keluarga dan organisasi sayap partai berlambang pohon beringin itu.

Ia mengaku, pendaftaran melalui partai Nasdem pada "last time" tahapan pendaftaran, dikarenakan pihaknya harus melakukan kajian dan berkoordinasi dengan DPP, DPW, keluarga dan masyarakat sebelum memutuskan maju sebagai balon kepala daerah.

"Kita maju sebagai calon kepala daerah, tentu tahapan awalnya adalah menerima dukungan dari masyarakat dan harus dilakukan kajian terlebih dahulu. Alhamdulillah, setelah menempuh itu semua, akhirnya dengan dukungan masyarakat, hari ini secara resmi mendaftar ke Partai Nasdem," jelasnya.

Terkait visi dan misi sebagai balon, Mardison mengaku tidak memiliki visi dan misi yang sederhana. Kebijakan pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis pariwisata akan ia terapkan jika terpilih. Segala kebijakan pemerintah sekarang yang dirasakan baik oleh masyarakat, akan terus dilaksanakan.

Menjadi kepala daerah di Kota Pariaman, imbuhnya, bukanlah sebatas menjadi walikota ataupun wakil walikota. Menurutnya, menjadi keduanya sama saja memberikan kewenangan untuk berbuat lebih banyak untuk masyarakat.

"Menjadi kepada daerah itu, tidak sebatas menjadi walikota atau wakil walikota saja, penempatan saya menjadi calon walikota ataupun calon wakil walikota tergantung keinginan masyarakat, karena kedua-duanya sama untuk berbuat kepada masyarkat," ungkapnya.

Partai Golkar sendiri, sebut Mardison juga akan membuka pendaftaran bakal calon walikota dan wakil walikota Pariaman periode 2018-2023. Pendaftaran baru akan dibuka setelah Golkar Pariaman rampungkan pemilihan ketua DPD Golkar yang baru.

"Musda Golkar Pariaman direncanakan digelar dalam bulan puasa. Setelah periode kepengurusan baru terpilih, kita buka pendaftaran calon," ujar Mardison.

Mardison menyebut akan ada pergantian antar waktu di DPRD Kota Pariaman saat ia telah ditetapkan oleh KPU Pariaman sebagai calon kepala daerah.

"Keputusan maju sebagai calon kepala daerah harus ada yang dikorbankan. Jabatan sebagai ketua DPRD dan anggota DPRD sesuai amanat undang-undang harus ditinggalkan," ucapnya.

Karena ada kekosongan di DPRD tersebut, pihaknya telah menyiapkan kader pengganti antar waktu yakni Life Iswar, hingga nama Ketua DPRD Kota Pariaman yang baru.

"Ali Bakri Insya Allah akan menjabat ketua DPRD," ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Nasdem Kota Pariaman, Dewi Fitri Deswati mengatakan partai Nasdem Kota Pariaman telah menjalin koalisi dengan PDI Perjuangan, Partai Hanura Kota Pariaman. Koalisi yang terbangun pada tiga partai tersebut, kata dia memiliki kesamaan komitmen menjalankan politik tanpa mahar dalam pengusungan balon pada Pilkada Kota Pariaman.
   
Meskipun telah membentuk koalisi dan telah memenuhi kuota perolehan kursi di DPRD sebagai syarat pengusungan satu pasangan calon walikota, namun kata Dewi, koalisi yang ia bangun masih membuka koalisi dengan parpol lainnya yang memiliki komitmen politik tanpa mahar.

"Koalisi Nasdem Nurani Perjuangan telah memiliki 6 kursi di DPRD Kota Pariaman telah memenuhi persyaratan pengusungan bakal calon, namun jika Partai Golkar dengan 3 kursi di DPRD ikut bergabung dalam koalisi tersebut akan merubah persentase menjadi 45 persen. Dengan 9 orang anggota DPRD Kota Pariaman yang akan bergerak merupakan potensi besar dalam pemenangan," rincinya.

Menghadapi Pilkada terutama pungut hitung, kata Dewi, DPD Partai Nasdem telah menyiapkan mesin partai untuk memenangkan pasangan calon. Sebanyak 618 saksi pada Pilkada 2018 mendatang akan dikerahkan Nasdem untuk pemenangan dan pengamanan perolehan suara paslon yang diusung.

"Belum lagi kontribusi dari koalisi," pungkasnya.

Nanda/OLP

Maju Calon Kepala Daerah, Ratusan Pendukung Iringi Mardison Mendaftar ke Nasdem


Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin diiringi ratusan pendukungnya, resmi mendaftarkan diri ke Kantor DPD Partai Nasdem Kota Pariaman, di Jl Jenderal Sudirman, Simp. Sianik, Jawi-Jawi Pariaman Tengah, Sabtu (20/5/2017). Ia juga didampingi oleh Istri Indriati Mardison, sejumlah tokoh politik, tokoh pemuda dan kader AMPG Golkar Kota Pariaman.

Ia mendaftarkan/menyerahkan berkas sebagai bakal calon kepala daerah di partai yang telah membentuk koalisi Nasdem Nurani Perjuangan Rakyat itu.

"Saya datang dengan niat yang tulus untuk mendaftar, tentu saja sebagai calon kepala daerah," ujarnya. Mardison mengatakan pemilihan frasa "kepala daerah" yang ia kemukan karena walikota dan wakil walikota bermakna satu paket dalam kepala pemerintahan di daerah.

Ia mengapresiasi sistem penjaringan yang dibuat oleh Partai Nasdem yang ia nilai salah satu partai besar di Pariaman itu. Sistem meniadakan mahar di partai tersebut, kata dia wajib ditiru oleh partai lain jika ingin Pariaman dipimpin oleh pemimpin yang benar-benar diinginkan oleh masyarakat. Peniadaan mahar dalam partai merupakan langkah besar dalam pendidikan politik di masyarakat.

Ketua DPD Partai Golkar Pariaman itu menyebut bahwa hasil Kongres Nasional Partai Golkar di Batam, Kepulauan Riau, 18 Mei 2017 lalu, telah memutuskan bahwa DPD Golkar yang masuk Pilkada serentak Indonesia 2018 agar menjalin koalisi partai di daerah. Partai Golkar mengintrusikan kader di daerah untuk menjalin koalisi dan merangkul partai sebanyak-banyaknya untuk memenangkan Pilkada serentak 2018.

"Parpol di Pariaman harus bersatu mencari sosok pemimpin untuk kepala daerah ke depan. Pada kesempatan ini saya nyatakan siap maju di Pilkada Pariaman 2018. Alhamdulillah kita sudah mendapat rekomendasi partai tingkat DPP dan DPW Golkar," sambungnya.

Ia menyebut bahwa keputusannya untuk maju sebagai calon kepala daerah sudah mendapatkan restu dari keluarga, istri, para sahabat dan dari kader-kader Partai Golkar, baik di tingkat desa dan kecamatan, hingga tingkat DPW dan DPP.

"Untuk itu tentu saja saya siap berkorban dan akan mundur sebagai anggota DPRD Kota Pariaman saat mendaftar ke KPU nanti," sebutnya.

Dirinya mengapresiasi Partai Nasdem Pariaman yang telah membangun koalisi tiga partai untuk Pilkada. Ia menyebut, kondisi politik di Pariaman saat ini mulai memanas dengan berbagai isu jelang Pilkada. Namun ia meyakini Pilkada Pariaman tidak akan memecah belah sebagaimana Pilkada di sejumlah daerah yang masyarakatnya bisa dihasut.

"Suhu politik Pariaman hampir sama dengan DKI, tapi tidak sampai terkotak sebagaimana di DKI. Kita mengedepankan Pilkada badunsanak," imbuhnya.

Dari penelusuran wartawan, diyakini Partai Golkar tingkat pusat akan mengambil ancang-ancang "koalisi nasional" dalam Pilkada menghadapi Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019. "Koalisi nasional" itu mulai dibentuk dalam Pilkada Serentak Indonesia 2018. Golkar diyakini akan membentuk koalisi atas-bawah (button-up).

Partai Golkar sebagai partai sarat pengalaman, dari saat ini telah memantau sejumlah perubahan peta politik di Indonesia pasca Pilkada DKI hingga ke daerah-daerah. Mereka diperkirakan akan memulai kemenangan dari sejumlah Pilkada untuk kemenangan selanjutnya di Pileg dan Pilpres 2019.

"Di Sumatera Barat ada empat daerah masuk Pilkada serentak 2018. DPP Partai Golkar sudah merumuskan strategi untuk mencapai kemenangan," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Nasdem Kota Pariaman, Dewi Fitri Deswati, mengatakan sudah lima balon walikota/wakil walikota mendaftar di Nasdem sejak 20 April hingga 1 Mei 2017 lalu. Pendaftarann yang sedianya berakhir 1 Mei itu, atas usul DPW Nasdem Sumbar, diperpanjang hingga 21 Mei.

"Hari ini adalah pendaftaran terakhir di Nasdem. Besok kami tidak menerima lagi pendaftaran dari para calon," ungkap Dewi.

Lima balon yang sudah menyerahkan berkas pencalonan walikota, kata Dewi, adalah Genius Umar, Dewi Fitri Deswati, Azwin Amir dan Mardison Mahyuddin. Hingga saat ini hanya Bahrul Anif yang khusus mendaftarkan diri sebagai balon wakil walikota.

OLP

Nasdem Hanura dan PDIP Bentuk Koalisi Pilkada Pariaman Tanpa Mahar

Written By oyong liza on Thursday, 18 May 2017 | 19:47

(Dari kiri ke kanan) Ketua PDIP Yusrizal SE, MM, Ketua DPD Nasdem Ir. Dewi Fitri Deswati dan Wakil Sekretaris DPW Nasdem Sumbar Ligurnawati, SE, M.Si
Tiga partai politik (parpol) yakni Nasdem, Hanura dan PDIP --yang memiliki enam (6) kursi di DPRD Kota Pariaman-- sepakat koalisi untuk mengusung pasangan calon (paslon) walikota dan wakil walikota Pariaman periode 2018-2023 di Pilkada Pariaman 2018 mendatang.

Koalisi yang dinamai "Nasdem Nurani Perjuangan Rakyat" itu, dideklarasikan oleh ketua partai masing-masing di Cafe Espresso, Pantai Gandoriah Pariaman, Kamis (18/5/2017).

Menurut Ketua DPD Partai Nasdem Kota Pariaman, Dewi Fitri Deswati didampingi Ketua DPC PDIP Pariaman, Yusrizal, pengusungan balon walikota didasarkan pada hasil survey yang akan dilaksanakan dari Juni hingga Agustus 2017 oleh lembaga survey independen yang dilibatkan oleh koalisi tersebut.

"Dari jajak pendapat awal, hasilnya ada empat nama balon walikota yang memiliki elektabilitas tertinggi yakni Genius Umar, Mardison Mahyuddin, Mahyuddin dan disusul Azwin Amir. Koalisi akan mengusung balon yang memiliki hasil survey elektabilitas tertinggi yang hasilnya akan keluar pada bulan Agustus mendatang," ungkap Dewi diamini Yusrizal.

Sedangkan untuk balon wakil walikota, menurut Dewi, koalisi telah menyiapkan tiga nama yakni Edison TRD, Dewi Fitri Deswati dan Yusrizal. Nama-nama tersebut merupakan ketua partai dalam koalisi tersebut.

"Tiga balon wakil yang akan diusung koalisi juga berdasarkan hasil survey. Keputusan koalisi akan menetapkan balon wakil walikota hasil survey tertinggi adalah mekanisme dalam koalisi yang telah kita sepakati," sambungnya.

Koalisi tersebut, imbuh Dewi, tidak akan memungut mahar sepeserpun dari masing-masing calon, baik balon walikota maupun wakil walikota, karena sudah merupakan instruksi dari DPP partai masing-masing.

Dewi menambahkan bahwa pembentukan koalisi parpol itu sudah sesuai dengan arahan pihak DPP partai masing-masing karena ketiga partai tersebut memiliki kesamaan ideologi.

"Usai deklarasi, kita bawa ke DPP masing-masing nama balon walikota dan wakil walikota. Keputusan penetapan paslon oleh DPP setelah hasil survey keluar," sebutnya.

Senada dengan Dewi, Yusrizal juga mengungkap, usai pengukuhan koalisi pihaknya akan langsung membentuk tim pemenangan, program koalisi dan menyiapkan saksi sebanyak 860 orang untuk mengawal proses pungut hitung di hari pencoblosan Pilkada Pariaman.

"Kita juga akan menjaring aspirasi masyarakat Pariaman melalui FGD (Focus Group Discusion) yang akan kita gelar di empat kecamatan. Masukan dari lapisan masyarakat merupakan landasan bagi program kerja paslon yang kita usung," ucap Yusrizal.

Pembentukan koalisi, imbuh Yusrizal sekaligus untuk meringankan keuangan calon atas instruksi dari DPP partai masing-masing. Ketiadaan mahar dalam pencalonan di partai koalisi juga merupakan pendidikan politik di Kota Pariaman bahwa siapapun bisa diusung menjadi walikota dan wakil walikota asal dikehendaki oleh masyarakat.

"Kita akan dipecat jika ketahuan memungut mahar dari bakal calon. Itu ditegaskan oleh partai di tingkat pusat dan wilayah," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, dalam Pemilihan Legislatif tahun 2014 Pariaman, Partai Nasdem berhasil meraih tiga kursi di DPRD Kota Pariaman, Partai Hanura dua kursi dan PDIP satu kursi. Gabungan tiga partai tersebut secara administrasi telah melebihi syarat administrasi untuk mengusung pasangan calon ke KPU.

OLP

Mardison, Pendaftaran Balon Wako/Wawako di Golkar Tunggu Arahan DPP

Written By oyong liza on Tuesday, 16 May 2017 | 18:53


Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Pariaman akan membuka pendaftaran Bakal Calon Walikota Pariaman usai pelaksanaan rapat konsolidasi DPD Golkar se-Indonesia di Batam, Kepulauan Riau. Konsolidasi tersebut diikuti oleh pimpinan DPD Golkar yang mengikuti Pilkada serentak periode ke-3 pada Juni 2018 mendatang.

“Besok (17/5) diselenggarakan konsolidasi DPD Golkar yang akan mengikuti Pilkada serentak di Batam, setelah ada petunjuk, kita baru akan buka pendaftaran balon Walikota Pariaman melalui Partai Golkar,” ungkap Mardison di Pariaman, Selasa (16/5/2017).

Hingga saat ini, sebut Mardison, belum ada tanggal pasti kapan pembukaan pendaftaran balon Walikota Pariaman melalui partai berlambang pohon beringin itu. Menurutnya, meskipun beberapa partai besar telah lebih awal melakukan penjarigan dan membuka pendaftaran balon, proses penjaringan bukanlah suatu keterlambatan bagi partai Golkar. Sistem rekruitmen balon walikota/wakil walikota yang dilakukan Golkar, imbuhnya, sangat ketat dengan berbagai pertimbangan.

“Rekrutmen parpol terhadap pasangan bakal calonlon walikota/wakil walikota ini sangat penting. Jika parpol salah mengusung pasangan calon, tentu calon yang akan memimpin juga dapat menjalankan amanat sesuai dengan mestinya,” ucapnya.

Ia mengatakan pihaknya masih menunggu petunjuk dari pusat, yang jelas Golkar Kota Pariaman akan mengusung calon pada Pilwako Pariaman 2018 mendatang.

"Namun tentu harus sesuai dengan petunjuk pusat,” sebutnya lagi.

Dalam kesempatan itu juga, Mardison yang juga menjabat sebagai ketua DPRD Kota Pariaman itu menegaskan bahwa dirinya siap untuk maju sebagai calon Walikota Pariaman pada 2018 mendatang --sesuai dengan dukungan dan keinginan masyarakat kepada dirinya.

“Jika masyarakat mendukung dan menginginkan saya maju pada Pilwako, tentu saya siap menjalankan amanah dan dukungan itu. Sebagai wakil rakyat dan kader partai, sudah menjadi keharusan menerima amanah,” pungkasnya.

Nanda

Perkiraan Tahapan Pilkada Pariaman Hingga Pungut-Hitung

Walikota Mukhlis beserta jajaran terima KPU Pariaman di ruang kerjanya
Pemerintah Kota Pariaman dan KPU Kota Pariaman sepakat akan melakukan rasionaliasi anggaran pelaksanaan Pilkada Walikota dan Wakil Walikota Pariaman yang akan dimulai bulan September 2017 mendatang.

Anggaran penyelenggaraan Pilkada oleh KPU sebesar Rp14, 3 miliar akan dirasionalkan untuk efesiensi anggaran dengan tetap memperhatian kebutuhan anggaran.

"KPU bersama Bappeda bisa koordinasi terkait rasionalisasi anggaran Pilkada Pariaman secara tahapan baru mulai pada September 2017 mendatang. Rasionalisasi tetap harus memperhatian kebutuhan anggaran penyelenggaraan efektif dan efesien," sebut Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman usai gelaran audiensi dengan KPU Kota Pariaman di ruangan Walikota Pariaman, Selasa (16/5/2017) pagi.

Terkait rasionalisasi anggaran penyelenggaran Pilkada Pariaman, Ketua KPU Kota Pariaman, Boedi Satria menjelaskan bahwa rasionalisasi anggaran tidak akan berpengaruh pada maksimalnya penyelenggaran Pilkada Pariaman tahun 2018.

Menurutnya, rasionalisasi dilaksanakan agar anggaran penyelenggaraan Pilkada dari Pemko Pariaman lebih efesien dan efektif. Menyikapi kesepakatan rasionaliasi anggaran Pilkada tersebut, KPU Kota Pariaman akan langsung melakukan koordinasi dan melakukan pembahasan tersebut dengan Bappeda.

"Kita akan langsung koordinasi dengan Bappeda nanti agar alokasi anggaran penyelenggaran Pilkada dapat lebih efektif dan efesien," jelasnya.

Dalam audiensi tersebut, Boedi Satria juga menyampaikan tahapan Pilkada Kota Pariaman. Meskipun KPU pusat belum menyusun dan mengumumkan jadwal tahapan Pilkada serentak tahap III, KPU Kota Pariaman memprediksi tahapan dan jadwal Pilkada serentak. Perkiraan jadwal dan tahapan tersebut dilakukan untuk menyusun program kerja dan rencana kegiatan KPU Kota Pariaman dalam penyengaraan Pilkada mendatang.

Boedi merinci perkiraan tahapan Pilkada Pariaman 2018. Dimulai dengan penandatangan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara Pemko Pariaman dengan KPU Kota Pariaman.
 

Tahapan tersebut bentuk penyerahan dana hibah APBD Kota Pariaman kepada KPU Kota Pariaman untuk penyelenggaraan Pilwako Pariaman pada 27 September 2017, tahapan pembentukan petugas penyelenggara adhoc (PPK, PPS, KPPS) oleh KPU Kota Pariaman pada 4 Oktober 2017 hingga 2 November 2017, tahapan sinkronisasi DPT Pilwako Pariaman.

Adapun tahapan tersebut, mensinkornisasikan DPT Pilgub Sumbar di Kota Pariaman pada tahun 2015 dengan agregat data Disdukcapil Kota Pariaman pada bulan November 2017,  pendaftaran paslon jalur perseorangan/non parpol pada 17 Desember 2017.

Sementara itu, di tahun 2018 dimulai tahapan pendaftaran pasangan balon Walikota dan Wakil Walikota peserta Pilwako Pairaman melalui jalur parpol pada 30 Januari 2018 s/d 1 Februari 2018. 

Pada tahapan ini, Boedi memprediksi akan ada 4 balon yang mendaftar yang dihitung melalui jumlah kursi dan perolehan suara di DPRD Kota Pariaman. Tahapan selanjutnya adalah, penetapan paslon Walikota dan Wawako Pariaman peserta Pilkada 2018 pada 4 Maret 2018, tahapan kampanye pasangan calon dilaksanakan pada 8 Maret 2017 s/d 14 Juni 2018, tahapan minggu tenang pada 15 s/d 26 Juni 2018. 

"Tahapan pungut hitung suara dan rekap ditingkat PPS dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2017 dan Pada tanggal 28 s/d 29 Juni 2017 dilaksanakan tahapan rekapitulasi tingkat PPK dan KPU Kota Pariaman," ringkasnya.


Terkait bakal calon walikota Pariaman, terang Boedi, hingga kini KPU Kota Pariaman belum menerima bakal calon atau kelompok yang melakukan konsultasi terkait teknis pengusungan calon walikota melalui jalur parpol ataupun perseorangan.

"Belum ada yang konsultasi dengan kami (KPU Kota Pariaman), namun jika ada yang konsultasi terkait teknis pengusungan balon baik melalui jalur perseorangan ataupun parpol, dapat dikoordinasikan," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri oleh, Sekdako Pariaman, Indra Sakti, Asisten I Bidang Tata Praja Setko Pariaman, Khaidir, Kakan Kesbangpol Kota Pariaman, Yusrizal, Kadisdukcapil Kota Pariaman, Sumiramis dan Sekretaris KPU Kota Pariaman, Hendri Jalal.

Nanda

Didukung Banyak Pihak di Bursa Pilkada Pariaman, Inilah Sosok Asmi "Pejuang Infrastruktur Pariaman"

Written By oyong liza on Friday, 12 May 2017 | 20:05


Publik Pariaman dikejutkan dengan wacana akan majunya H. Asmi B, Dipl. ATP, MM dalam bursa Pilkada Pariaman 2018. Asmi, singkat ia disapa, kelahiran Lubuk Basung 28 Agustus 1957 itu, merupakan sumando Rang Kampuang Pondok Pariaman yang sudah mengakar di Pariaman selama 40 tahun.

Nama Asmi yang cukup dikenal luas oleh masyarakat itu merupakan Kepala Dinas PU Kota Pariaman pertama sejak Pariaman menjadi kota otonom penuh, hingga tahun 2010. Semasa ia menjabat Kadis PU, sejumlah pembangunan monumental terlaksana dengan baik dan gemilang di Kota Pariaman, seperti Balaikota Pariaman, Kantor DPRD Kota Pariaman, Pendopo Rumah Dinas Walikota.

Kemudian infrastruktur lainnya seperti pembangunan jalan bypass Pariaman di Jati, pembangunan jalan jalur dua pertama Pariaman di sepanjang jalan Imambonjol hingga jembatan pariwisata di Pantai Kata.

Pamong senior yang telah puluhan tahun dinas di Dinas Pekerjaan Umum di Sumatera Barat itu mengawali karier kepegawaian pada tahun 1977 di Dinas PU Seksi Pariaman berbekal ijazah STM. Karena kepiawaian Asmi yang dalam bekerja memiliki motto: berkreasi, berinovasi dan memberikan solusi itu, ia mendapatkan beasiswa pendidikan beberapa kali.

Asmi dalam bekerja selalu menjadi tumpuan dan harapan atasannya. Ia pekerja keras yang sangat mencintai pekerjaannya. Pada tahun 1981 hingga tahun 1984 ia mendapatkan beasiswa khusus untuk menempuh pendidikan Akademi Pekerjaan Umum di Surabaya Jawa Timur, kemudian dilanjutkan dengan beasiswa pendikan di Universitas Diponegoro dan UNP di Padang.

Pada tahun 1996 hingga tahun 1998, Asmi diminta oleh Bupati Pesisir Selatan untuk menjabat di Dinas PU Pengairan Solok Selatan. Dua tahun di sana, ia dipromosikan ke Dinas PU Provinsi Sumbar. Dua bulan pasca terpilihnya Walikota Pariaman pertama Nasri Nazar, ia diminta pulang kampung untuk mengepalai Dinas PU Pariaman. Di masa jabatannya di Pariaman itu, ia membuat terobosan besar dalam membangun infrastruktur sebagaimana yang kita lihat sekarang ini.

"Satu rencana saya yang belum terealisasi yakni membangun jalan bypass dari Pariaman hingga Bandara Internasional Minangkabau yang tembus dari Simpang Lapai Pariaman terus ke Marabau hingga ke Sunur. Padahal dananya sudah tersedia dari pemerintah pusat. Kendala yang kita hadapi saat itu terkait belum adanya penyerahan kajian kepada pemerintah pusat," ujar Asmi tenang saat kami wawancarai secara khusus di Pariaman, Jumat (12/5/2017) di sebuah cafe di bilangan bypass Pariaman.

Lepas dari Dinas PU Kota Pariaman, Asmi diminta oleh Bupati Padangpariaman untuk mengomandoi Dinas PU Padangpariaman. Kemudian pada tahun 2013 hingga pensiun tahun 2016 ia diminta oleh Bupati Solok Selatan untuk memimpin Dinas PU di kabupaten pemekaran tersebut.

Semua tugas yang diberikan kepadanya, ia kerjakan dengan teliti. Bapak tiga anak yang dikenal pekerja keras ini bahkan mengaku pekerjaan paling mengesankan selama ia dinas di PU di berbagai wilayah, adalah pekerjaan kecil yang dianggap fenomenal karena dinilai dari azas dan manfaatnya.

"Selama puluhan tahun tidak pernah terpikirkan oleh orang lain bagaimana menuntaskan jalanan sempit berliku dari Padang Aru menuju Pulau Punjung yang sangat berbahaya di Solok Selatan. Tahun 2014, saya cuma kasih solusi bangun jalan pintas dekat sungai tepat di bawah jalanan terjal dan sempit itu, persoalan terselesaikan. Benar, dengan solusi yang tepat, jalan yang hanya panjang 300 meter itu menyelesaikan seluruh persoalan hingga kini," ungkapnya tersenyum mengingat saat ia membuat keputusan tersebut.

Ia mengatakan, seorang pemimpin tidak boleh mentok. Semua persoalan pasti ada solusinya. Berbekal pengalaman dan kinerja yang sudah terukur, banyak pihak yang menginginkan ia mengabdi di Pariaman baik sebagai walikota atau wakil walikota. Asmi yang sadar akan posisinya sudah menimbang-nimbang diri dalam berbagai aspek sebelum memutuskan untuk maju.

"Saya orang yang rasional. Banyak orang ingin maju sebagai walikota, tapi saya sudah memantapkan diri mencalonkan diri sebagai wakil walikota bukan walikota. Itu keputusan yang sangat ideal dan paling rasional bagi saya," kata Asmi meyakinkan.

Menurut Asmi, kemajuan pembangunan di Pariaman empat tahun belakangan tidak terlepas dari harmonisnya hubungan antara walikota dan wakil walikota. Pariaman yang memiliki potensi dijadikan kawasan pusat wisata bahari di Sumbar itu, harus tetap fokus dalam membangun.

Ke depan, sambung Asmi, pemimpin mendatang dituntut fokus menjadikan Kota Pariaman menjadi kota mandiri dalam berbagai aspek. Langkah menuju hal tersebut membutuhkan pasangan pemimpin yang harmonis dan satu pemikiran.

"PR pemimpin ke depan meneruskan pembangunan jalan wisata sepanjang Pantai Pariaman yang tertinggal dari Muaro Pariaman hingga batas kota di Nareh Pariaman Utara. Kemudian optimalisasi lahan terlantar dan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah provinsi," kata Asmi.

Bicara Pariwisata Pariaman, Asmi mengatakan Pariaman diuntungkan dengan pantainya yang landai dihiasi pulau dan berlokasi strategis dekat dari bandar udara. Pariaman juga perlu ingat bahwa secara geografis terletak di jalur mitigasi gempa Mentawai. Oleh karena kelebihan dan ancaman bencana alam tersebut, pemerintah perlu membangun selter-selter di sepanjang garis pantai Pariaman untuk menaikan trust wisatawan.

Pengembangan wisata, kata Asmi juga mesti menyeluruh hingga ke setiap desa yang ada. Setiap desa mesti ditonjolkan kelebihannya masing-masing. Tiap desa yang ada mesti bercirikan kota dengan memiliki taman, lampu penerangan jalan dan trotoar.

"Dalam menjalankan pembangunan mesti ada blueprintnya sebagai acuan, setelah itu baru menetapkan skala prioritas sembari melakukan pekerjaan yang bersifat rutinitas. Pembangunan juga tidak boleh ada yang terbengkalai," tutur Asmi.

Pria yang semasa menjabat Kepala Dinas PU Pariaman yang berhasil mengatasi persoalan banjir di Desa Marunggi dengan menormalisasi Batang Mangau itu, berharap mendapatkan dukungan dari berbagai lapisan masyarakat untuk bersama-sama membangun Kota Pariaman yang ia cintai itu.

"Seorang pemimpin tidak ada artinya jika tidak mendapat dukungan dari masyarakat," pungkas Asmi berfilosofi.

Dari sejumlah tokoh masyarakat yang mengapresiasi keinginan maju Asmi dalam Pilkada Pariaman, salah satunya Zulbahri, SH, mantan pimpinan DPRD periode 1999-2004, masa Pariaman dan Kabupaten masih satu administrasi.

Zulbahri mengatakan sosok Asmi sangat dibutuhkan Pariaman di era sekarang ini. Pariaman butuh sosok pemimpin pekerja keras sebagaimana yang telah diperlihatkan Asmi selama ia mengemban amanah pekerjaan.

"Saya tidak mengenal dekat Pak Asmi, namun semasa di DPRD, kawan-kawan menyebut tidak ada pekerjaan yang tidak diselesaikan Asmi sesulit apapun dengan baik. Ia bak pepatah 'mambunuah indak badarah' --ia sosok pekerja, bukan peretorika," ungkap Zulbahri.

Bahkan menurut Zulbahri, Asmi sangat cocok disandingkan dengan Genius Umar, wakil walikota saat ini yang telah menyatakan diri maju sebagai calon walikota.

"Jika Asmi mendampingi Genius Umar, pasangan itu yang paling ideal. Pariaman akan dipimpin oleh dua orang pekerja, satu dari kalangan muda, satunya lagi kalangan tua yang pamong. Asmi dikenal dekat dengan ASN, bahkan banyak yang memanggil Asmi dengan sebutan ayah," ujar Zulbahri.

Ia menilai Genius Umar dan Asmi akan mampu membawa Pariaman jauh ke arah yang lebih baik di masa yang akan datang jika mereka dipercaya masyarakat memimpin Kota Pariaman periode 2018-2023.

OLP

PKS Pariaman Setor Nama Balon Walikota Hasil Penjaringan ke DPP

Written By oyong liza on Saturday, 6 May 2017 | 18:54

Dokumentasi Pilkada Pariaman 2013
DPD Partai Keadilan Sejahtera Kota Pariaman telah kirimkan nama bakal calon (balon)Walikota Pariaman hasil penjaringan ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Provinsi Sumatera Barat dan DPP PKS.

"Kita telah mengirimkan nama-nama balon dari internal PKS ke DPP PKS di Jakarta. Sedangkan balon hasil penjaringan yang bersumber dari non kader atau eksternal PKS, dikirimkan ke DPW PKS Sumatera Barat," ungkap Sekretaris DPD PKS Kota Pariaman Zulhamidi Filzan, di Pariaman, Sabtu (6/5/2017).  

Ia merinci, sejumlah nama hasil penjaringan balon Walikota Pariaman dari internal PKS seperti Refrizal, M Ridwan, Hermanto, M. Yasin dan Hermi Darlis. Sementara itu, sejumlah nama lain non kader antara lain, Genius Umar, Mardison Mahyuddin, M. Sya'ban, Mahyuddin, Indra Jaya Piliang, Azwin Amir, Syafinal Akbar, Edison Trd dan Syuryadi Sabirin, telah dikirimkan untuk dilakukan seleksi lanjutan di tingkat DPW dan DPP.

"Sudah kita kirimkan usulannya, namun tentu akan dilakukan seleksi lanjutan baik di tingkat DPW maupun DPP nantinya," imbuhnya.

Menurut Zulhamidi, nama-nama balon Walikota Pariaman hasil penjaringan merupakan balon yang memiliki keseriusan maju, bukan sekadar meramaikan perhelatan pilkada saja.

"Nama-nama yang kita kirim adalah yang inten melakukan komunikasi yang kita nilai benar-benar serius ingin maju pada pilkada, bukan sekadar meramaikan," kata dia.

Disebutkan Zulhamidi, persiapan menghadapi Pilkada Walikota dan Wakil Walikota Pariaman yang akan dilaksanakan tahun 2018, DPD PKS Kota Pariaman telah memulai kegiatan menggalang dukungan dari masyarakat sejak awal. Melalui anggota dewan yang dimilikinya, pihaknya intens melakukan kunjungan ke daerah pemilihan.

"Salah satunya dengan kegiatan gerak jalan santai yang diselenggaran di rumah aspirasi Pak Refrizal Minggu ini," pungkasnya.

Nanda

Bidik Walikota, Mardison: "Momentum Saya Sekarang Bukan 5 Tahun Lagi"

Written By oyong liza on Tuesday, 25 April 2017 | 11:19


Ketua DPD Partai Golkar, Mardison Mahyuddin, menyebut Pilkada Pariaman 2018 adalah momentum baginya untuk mencalonkan diri sebagai calon walikota.

"Kalau tidak sekarang kapan lagi. Kesempatan itu ada. Jika menunggu lima tahun lagi, tentu kesempatannya tidak sebaik dan terbuka seperti sekarang," ujar Mardison, di Pariaman, Selasa (25/4/2017).

Ia mengatakan keputusannya tersebut sangat logis mengingat tingkat keterpilihan dan kepopulerannya di masyarakat cukup tinggi. Dirinya juga telah membentuk tim pemenangan tersendiri disamping dari mesin Partai Golkar.

"Hasil survey tingkat internal yang kami lakukan, elektabilitas saya terus naik," sambungnya.

Disamping melakukan survey, kata Mardison, Partai Golkar yang digawanginya juga solid dan terus bergerak di akar rumput meyakinkan masyarakat. Seluruh kader Golkar menginginkan kemenangan pada Pilkada Pariaman 2018.

Ketua DPRD Kota Pariaman itu menambahkan, sejauh ini dirinya belum ada menetapkan siapa wakil yang akan mendampinginya. Ia akan melihat tingkat penerimaan masyarakat terhadap bakal calon wakil yang akan mendampinginya nanti.

"Tawaran untuk menjadi wakil sudah banyak yang datang. Baik dari tim yang bersangkutan hingga calon tersebut," ucapnya.

Syarat untuk maju sebagai pasangan walikota/wakil walikota, kata dia, akan dipenuhi Golkar dengan koalisi dengan sejumlah partai.

"Pembicaraan itu sudah dalam tahap serius, bahkan hingga DPW dan DPP. Kita pasti akan koalisi karena Golkar butuh satu kursi lagi di DPRD sebagai syarat mutlak mengusung paslon," sebutnya.
 

Ia mengaku Golkar akan menjajaki koalisi dengan Partai Gerindra dan sejumlah partai besar lainnya.

Sementara itu Ketua KPU Boedi Satria, sebelumnya mengatakan bahwa Pilkada Kota Pariaman akan diselenggarakan pada tanggal 27 Juni tahun 2018.

"KPU Pusat telah menetapkan Pilkada serentak Indonesia 2018 diselenggarakan 27 Juni 2018 yang mana Kota Pariaman bagian dari itu," kata Boedi.

OLP

Genius Umar Resmi Daftar Sebagai Balon Walikota Partai NasDem

Written By oyong liza on Monday, 24 April 2017 | 17:58

Sekretaris DPW Nasdem Terima Pendaftaran Genius Umar
Genius Umar mendaftarkan diri sebagai bakal calon (balon) Walikota Pariaman ke DPD Partai Nasdem Kota Pariaman, Senin (24/4/2017) siang. Genius yang saat ini menjabat Wakil Walikota Pariaman itu merupakan balon kedua yang mendaftar ke DPD Nasdem setelah Ketua DPD Nasdem Kota Pariaman Dewi Fitri Deswati pada Jumat (21/4) silam.

Meski telah diusung oleh beberapa parpol, kata Genius, pemilihan mendaftar ke Partai Nasdem sudah ia pertimbangkan dengan matang bersama timnya.

Ia menyatakan, semangat restorasi atau perubahan yang menjadi dasar lahirnya Partai Nasdem, sejak awal selaras dengan perubahan positif yang ia lakukan di Kota Pariaman saat ini. Belum lagi tawaran politik tanpa mahar yang di- tagline-kan oleh parpol besutan Surya Paloh itu.

"Partai Nasdem memiliki ideologi restorasi atau perubahan ke arah yang lebih baik. Ideologi restorasi inilah yang menjadi salah satu spirit yang akan mengoptimalkan pembangunan Kota Pariaman lima tahun ke depan," kata dia.

Menurut dia, posisi Partai Nasdem sebagai partai yang berada dalam barisan pendukung pemerintah di tingkat pusat, juga telah diterapkan hingga di Kota Pariaman.

"Dengan berada di posisi pendukung pemerintah, tentu program Pemko Pariaman akan mendapatkan dukungan dari pusat dengan penyesuaian program dengan Kementrian yang ada kader Partai Nasdem di dalamnya," terangnya.

Jebolan STPDN bergelar doktor itu mengapresiasi penolakan political transactional yang diterapkan DPD Nasdem Kota Pariaman dalam pengusungan calon walikota Pariaman. Ia optimis, penolakan transaksi politik yang dilakukan oleh Partai Nasdem dapat melahirkan budaya politik sekaligus pendidikan politik kepada pemilih.

Sebagai langkah cepat, usai mendaftar secara resmi ke DPD Partai Nasdem Kota Pariaman, ia akan mengintensifkan lobi dan  komunikasi politik di tingkat DPW dan DPP Partai Nasdem.

Sementara itu, Ketua DPD Nasdem Kota Pariaman, Dewi Fitri Deswati, mengatakan Partai Nasdem punya prinsip politik tanpa mahar dalam rekruitmen balon walikota Pariaman 2018 mendatang. Hal itu membuktikan bahwa semangat partai Nasdem untuk menjaring balon walikota terbaik pilihan rakyat untuk memimpin Kota Pariaman lima tahun kedepan.

"Kita serius dengan politik tanpa mahar, bahkan saat pendaftaran makan siang telah disediakan oleh panitia untuk balon yang mendaftar bersama rombongan," ujarnya.

Saat ditanya sikapnya jika hasil survey bakal calon menempatkan balon lain pada posisi teratas, Dewi akan legowo jika parpolnya menetapkan balon selain dirinya untuk diusung pada Pilkada Kota Pariaman 2018 mendatang.

Disebutkan Dewi, Partai Nasdem membuka pendaftaran balon walikota secara terbuka kepada pihak manapun. Namun, lanjut Dewi, parpol akan secara rasional menetapkan calon yang akan diusung oleh Partai Nasdem Kota Pariaman.

"Hingga bulan September mendatang kita masih akan lihat eletabilitas dari balon yang mendaftar. Yang memiliki eletabilitas tertinggi menjadi salah satu kriteria penting untuk diusung oleh Partai Nasdem," sebutnya.

Nasdem Pariaman sendiri akan menutup pendaftaran hingga 1 Mei 2017 mendatang. Setiap calon yang akan mendaftarkan diri diwajibkan membawa tim untuk melihat keseriusan balon tersebut.

"Pendaftaran tidak bisa diwakilkan," pungkasnya.

Saat mendaftar Genius Umar ditemani oleh sejumlah tokoh masyarakat Pariaman. Ia datang tanpa kendaraan atribut kedinasan. Genius saat didapuk panitia pendaftaran memberikan sambutan, ia memaparkan capaian yang telah dilakukan pihaknya selama empat tahun.

Disamping capaian, ia juga melugaskan sejumlah program yang sedang berjalan dan yang akan dikerjakan.

Sejumlah nama bakal calon walikota Pariaman juga dikabarkan akan mendaftar secara resmi ke Partai Nasdem Pariaman. Antara lain, mantan wakil walikota Pariaman, Hermi Darlis, Jonirinaldi, Azwin Amir.

Nanda

Analisa: Peluang Zalman Zaunit dan Injay Dampingi Genius

Written By oyong liza on Saturday, 22 April 2017 | 11:17


Genius Umar
Pilkada Pariaman kembali hangat diperbincangkan pasca usainya Pilgub DKI. Masyarakat kembali membahas topik Pilkada di berbagai palanta Pariaman yang memang dikenal macam mini aturnya Indonesia Lawyer Club itu.

Bicara politik kekinian Pariaman tidak terlepas dari beberapa nama kandidat yang disebut tiga kekuatan besar atau strong triagle. Genius Umar, Mahyuddin dan Mardison Mahyuddin, dianggap calon paling berpeluang memenangkan Pilkada Pariaman 2018.

Dalam tulisan kali ini kami akan memfokuskan pada satu nama saja dari tiga kekuatan besar itu. Nama lain akan kami ulas dalam tulisan selanjutnya. Kita mulai dari Genius Umar yang sudah mantap menyatakan diri maju sebagai walikota dan sudah diusung pula oleh parpol PAN. Kabarnya PAN akan berkoalisi dengan PBB. Dari koalisi 5 kursi di DPRD tersebut, jika terwujud, Genius Umar sudah memenuhi syarat administrasi dukungan parpol untuk didaftarkan ke KPU.

Yang jadi pertanyaan mendasar masyarakat saat ini siapakah calon wakil walikota yang akan mendampingi Genius Umar. Pertanyaan menarik itu akan kami jawab dalam fokus analisa kali ini.

Dari penelusuran yang gigih, sejumlah wawancara dan argumentasi rasional, kami menyimpulkan dua nama paling berpeluang mendampingi Genius Umar pada Pilkada nanti. Dua nama tersebut kami yakini akan disetujui oleh Mukhlis Rahman, walikota saat ini. Mukhlis adalah figur penentu dan bersifat final, jika kita bicara siapa calon wakil walikota Genius Umar.

Mereka adalah Zalman Zaunit dan Indra Jaya (Injay). Kita akan mengulasnya satu persatu.

Zalman Zaunit adalah anggota DPRD yang tidak terputus menjabat sejak reformasi. Dia telah menjadi anggota DPRD Kota Pariaman sejak tahun 1999 hingga 2014. Saat ini anggota DPRD Provinsi Sumbar dari fraksi Partai PPP periode 2014-2019.

Nilai plus Zalman Zaunit jika dipasangkan dengan Genius ada beberapa pertimbangan, pertama ia orang yang sudah cukup dikenal, seorang politisi matang. Kedua, Zalman Zaunit juga dikenal memiliki reputasi positif di mata masyarakat. Oleh nilai plus yang dia miliki tersebut, ia diyakini mampu mendongkrak perolehan suara Genius nantinya.

Kemudian Zalman Zaunit juga memiliki keluarga besar. Dia "aur serumpun, bukan pinang sebatang". Dari jaringan primordial tersebut lebih memudahkan dia menumbuhkan kantong-kantong suara baru.

Pentingnya lagi, Zalman Zaunit juga merupakan salah satu teman dekat Mukhlis Rahman. Ia berpeluang menemukan cara agar memperoleh dukungan Mukhlis-Reni beserta gerbong PNS dan jaringan keluarga mereka yang dikenal paling berpengaruh di Pariaman.

Zalman Zaunit, dari segi kekurangan, cukup minor. Ia hanya belum gencar melakukan sosialisasi saat panggung sudah dibuka. Jika ia mampu menaikan popularitas dan elektabilitas dalam rentang waktu yang tersisa jelang pilkada, kemungkinan besar pasangan Genius Umar-Zalman Zaunit akan terwujud.

Kemudian Indra Jaya. Siapa dia? Masih banyak warga Pariaman yang belum mengenalnya meski ia telah dua periode duduk sebagai komisioner di KPU Kota Pariaman. Ia bahkan pernah menjabat ketua di lembaga penyelenggara pemilu tersebut sebelum Boedi Satria.

Indra Jaya masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Reni Mukhlis, istri walikota saat ini. Pengalaman organisasinya cukup matang. Ia salah satu tokoh muda progressif yang dimilik Kota Pariaman.

Indra Jaya juga memiliki jaringan primordial memadai. Ia memiliki keluarga besar yang solid. Jika ia dipasangkan dengan Genius Umar juga akan membantu perolehan suara, namun tidak akan sebesar kontribusi yang diberikan jika Genius berpasangan dengan Zalman Zaunit. Indra Jaya juga punya cara agar Mukhlis-Reni memberi restu dan dukungan. Dia dianggap "anak baik" dalam keluarga besar itu.

Indra Jaya jika berpasangan dengan Genius, terbentuk pola pasangan muda. Mewakili kepemimpinan kaum muda oleh usia keduanya. Pasangan itu akan sedikit susah meyakinkan parpol pengusung.

Fokus tulisan di atas berdasar dinamika politik kekinian. Karena politik itu dinamis, bisa saja berubah sewaktu-waktu.

OLP

Koalisi dengan PBB, PAN Pariaman Tetapkan Genius Calon Walikota

Written By oyong liza on Thursday, 20 April 2017 | 12:09


Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Pariaman putuskan usung Genius Umar maju sebagai calon Walikota Pariaman pada Pilkada Pariaman 2018 mendatang.

Ketua DPD PAN Kota Pariaman, Priyaldi, Selasa (18/4/2017), di Pariaman, mengatakan bahwa PAN Kota Pariaman telah melakukan rapat pleno pembahasan dan penetapan bakal calon Walikota Pariaman di Kantor DPD PAN Pariaman, Senin (2/4) silam.

"Dalam rapat pleno tersebut, DPD PAN Kota Pariaman menetapkan Genius Umar sebagai bakal calon Walikota Pariaman yang akan diusung oleh PAN Kota Pariaman," terangnya.

Dikatakan Priyaldi, pengusungan Genius Umar yang saat ini merupakan Wakil Walikota Pariaman telah mendapatkan restu dari DPW PAN Provinsi Sumatera Barat dan DPP PAN.

"Bapak Genius Umar sudah melakukan koordinasi dengan kader dan simpatisan PAN Kota Pariaman untuk konsolidasi terkait pengusungannya sebagai calon walikota dalam beberapa kali pertemuan intensif," sebutnya.

Terkait dengan persyaratan 20 persen perolehan suara pemilu kepala daerah, DPD PAN  Pariaman dalam mengusung pasangan calon harus menjalin koalisi sebagai syarat pengusungan pasangan calon. Menurutnya, pihaknya telah membangun komunikasi politik dengan DPC PBB Kota Pariaman terkait rencana pengusungan Genius Umar.

"Semoga koalisi dengan PBB bisa terjalin. Sejauh ini komitmen untuk itu sudah menguat," ujarnya lagi.

DPD PAN sendiri tidak mengikat calon Wakil Walikota Pariaman yang akan mendampingi Genius Umar pada Pilkada Pariaman 2018. PAN Kota Pariaman menurut dia menyerahkan keputusan tersebut kepada Genius Umar sepenuhnya.

"Sudah banyak nama dan bakal calon yang menyatakan berkeinginan berpasangan dengan Genius Umar, baik dari unsur parpol ataupun non parpol," imbuhnya.

Sementara itu, Genius Umar, Minggu (16/4), di Pulau Angsoduo, terkait pencalonan dari PAN dan PBB tersebut mengatakan bahwa dirinya telah melakukan lobi dan komunikasi politik dengan pimpinan pusat dari kedua parpol itu.

"Koordinasi terus jalan dengan kader kedua parpol dalam berbagai kesempatan," ujar Genius.

Saat ini dirinya mengatakan belum menentukan pasangan Wakil Walikota Pariaman yang akan mendampinginya di pilkada mendatang.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pariaman Boedi Satria, Rabu (19/4/2017) saat dihubungi via seluler mengatakan bahwa tahapan pendaftaran pasangan calon walikota dan wakil walikota Pariaman pada Pilwako Pariaman 2018 diperkirakan pada akhir Januari 2018 atau awal bulan Februari 2018 mendatang dengan estimasi tahapan pungut-hitung dilaksanakan pada Juni 2018.

Terkait dengan munculkan nama yang diusung oleh parpol, kata dia, belum bisa dikatakan sebagai calon, karena belum ditetapkan oleh KPU Kota Pariaman.

"Namun sosialisasi dengan mengatasnamakan sebagai bakal calon tidak merupakan persoalan. Memang sosialisasi yang dilakukan sejak lama tentu akan menentukan bakal calon," pungkasnya.

Nanda

Topik Terhangat

postingan terdahulu