Lensa Piaman: Labuhan Pulau Kasiak

Secara alami sebuah jalur disela-sela karang yang mengelilingi bibir pantai Pulau Kasiak untuk dilewati perahu kecil terbentuk. "Labuhan" adalah istilah yang diberikan oleh nelayan lokal yang acap menepikan biduknya di halaman pulau yang terdapat penangkaran penyu alami milik Pemko Pariaman tersebut. Foto diambil dari atas menara mercusuar setinggi 40 meter. Pulau Kasiak memiliki luas 0,5 Hektare, ditumbuhi kelapa, pohon sukun, pepaya, dll.

Lensa Piaman: Tidur Pulas

Saat narasumber memberikan makalah di podium, beberapa hadirin terlihat menahan kantuk dan akhirnya tertidur pulas di aula utama Balaikota Pariaman dalam acara sarasehan tentang "Sejarah Pariaman dan kepahlawanan H. Bgd. Dahlan Abdullah" Senin, (25/8).

Lensa Piaman: "Lomba Melepas Anak Penyu"

Rombongan Ibu Bhayangkari Polda Sumbar terlihat memberikan semangat pada tukik (bayi penyu) yang hendak mereka lepas ke laut di pantai Konservasi Penyu, Desa Ampalu, Pariaman Utara, Kota Pariaman, Jumat, 22/8/2014.

Lensa Piaman: Potensi Wisata di Pulau Kasiak

Panorama di atas menara mercusuar pulau Kasiak (Kaslik) Pariaman terumbu karang terlihat jelas di kejernihan air laut. Kawasan pulau Kasiak adalah kawasan konservasi penyu secara nature milik pemko Pariaman dibawah dinas DKP dan dikelola secara penuh oleh UPTD Konservasi Penyu. Pulau Kasiak banyak di kunjungi nelayan lokal untuk memancing ikan karang, gurita dan berbagai biota laut lainnya. Akibat perburuan swallow laut beberapa tahun lalu membuat kondisi karang rusak parah. Pemko beberapa waktu lalu bersama mahasiswa pencinta terumbu karang melakukan penanaman terumbu karang di halaman pulau ini.

Headline News :
Custom Search

Berita Terpopuler

Redaksi

Pedoman Media Siber

Powered by Blogger.
Showing posts with label pilkada 2018. Show all posts
Showing posts with label pilkada 2018. Show all posts

Bidik Walikota, Mardison: "Momentum Saya Sekarang Bukan 5 Tahun Lagi"

Written By oyong liza on Tuesday, 25 April 2017 | 11:19


Ketua DPD Partai Golkar, Mardison Mahyuddin, menyebut Pilkada Pariaman 2018 adalah momentum baginya untuk mencalonkan diri sebagai calon walikota.

"Kalau tidak sekarang kapan lagi. Kesempatan itu ada. Jika menunggu lima tahun lagi, tentu kesempatannya tidak sebaik dan terbuka seperti sekarang," ujar Mardison, di Pariaman, Selasa (25/4/2017).

Ia mengatakan keputusannya tersebut sangat logis mengingat tingkat keterpilihan dan kepopulerannya di masyarakat cukup tinggi. Dirinya juga telah membentuk tim pemenangan tersendiri disamping dari mesin Partai Golkar.

"Hasil survey tingkat internal yang kami lakukan, elektabilitas saya terus naik," sambungnya.

Disamping melakukan survey, kata Mardison, Partai Golkar yang digawanginya juga solid dan terus bergerak di akar rumput meyakinkan masyarakat. Seluruh kader Golkar menginginkan kemenangan pada Pilkada Pariaman 2018.

Ketua DPRD Kota Pariaman itu menambahkan, sejauh ini dirinya belum ada menetapkan siapa wakil yang akan mendampinginya. Ia akan melihat tingkat penerimaan masyarakat terhadap bakal calon wakil yang akan mendampinginya nanti.

"Tawaran untuk menjadi wakil sudah banyak yang datang. Baik dari tim yang bersangkutan hingga calon tersebut," ucapnya.

Syarat untuk maju sebagai pasangan walikota/wakil walikota, kata dia, akan dipenuhi Golkar dengan koalisi dengan sejumlah partai.

"Pembicaraan itu sudah dalam tahap serius, bahkan hingga DPW dan DPP. Kita pasti akan koalisi karena Golkar butuh satu kursi lagi di DPRD sebagai syarat mutlak mengusung paslon," sebutnya.
 

Ia mengaku Golkar akan menjajaki koalisi dengan Partai Gerindra dan sejumlah partai besar lainnya.

Sementara itu Ketua KPU Boedi Satria, sebelumnya mengatakan bahwa Pilkada Kota Pariaman akan diselenggarakan pada tanggal 27 Juni tahun 2018.

"KPU Pusat telah menetapkan Pilkada serentak Indonesia 2018 diselenggarakan 27 Juni 2018 yang mana Kota Pariaman bagian dari itu," kata Boedi.

OLP

Genius Umar Resmi Daftar Sebagai Balon Walikota Partai NasDem

Written By oyong liza on Monday, 24 April 2017 | 17:58

Sekretaris DPW Nasdem Terima Pendaftaran Genius Umar
Genius Umar mendaftarkan diri sebagai bakal calon (balon) Walikota Pariaman ke DPD Partai Nasdem Kota Pariaman, Senin (24/4/2017) siang. Genius yang saat ini menjabat Wakil Walikota Pariaman itu merupakan balon kedua yang mendaftar ke DPD Nasdem setelah Ketua DPD Nasdem Kota Pariaman Dewi Fitri Deswati pada Jumat (21/4) silam.

Meski telah diusung oleh beberapa parpol, kata Genius, pemilihan mendaftar ke Partai Nasdem sudah ia pertimbangkan dengan matang bersama timnya.

Ia menyatakan, semangat restorasi atau perubahan yang menjadi dasar lahirnya Partai Nasdem, sejak awal selaras dengan perubahan positif yang ia lakukan di Kota Pariaman saat ini. Belum lagi tawaran politik tanpa mahar yang di- tagline-kan oleh parpol besutan Surya Paloh itu.

"Partai Nasdem memiliki ideologi restorasi atau perubahan ke arah yang lebih baik. Ideologi restorasi inilah yang menjadi salah satu spirit yang akan mengoptimalkan pembangunan Kota Pariaman lima tahun ke depan," kata dia.

Menurut dia, posisi Partai Nasdem sebagai partai yang berada dalam barisan pendukung pemerintah di tingkat pusat, juga telah diterapkan hingga di Kota Pariaman.

"Dengan berada di posisi pendukung pemerintah, tentu program Pemko Pariaman akan mendapatkan dukungan dari pusat dengan penyesuaian program dengan Kementrian yang ada kader Partai Nasdem di dalamnya," terangnya.

Jebolan STPDN bergelar doktor itu mengapresiasi penolakan political transactional yang diterapkan DPD Nasdem Kota Pariaman dalam pengusungan calon walikota Pariaman. Ia optimis, penolakan transaksi politik yang dilakukan oleh Partai Nasdem dapat melahirkan budaya politik sekaligus pendidikan politik kepada pemilih.

Sebagai langkah cepat, usai mendaftar secara resmi ke DPD Partai Nasdem Kota Pariaman, ia akan mengintensifkan lobi dan  komunikasi politik di tingkat DPW dan DPP Partai Nasdem.

Sementara itu, Ketua DPD Nasdem Kota Pariaman, Dewi Fitri Deswati, mengatakan Partai Nasdem punya prinsip politik tanpa mahar dalam rekruitmen balon walikota Pariaman 2018 mendatang. Hal itu membuktikan bahwa semangat partai Nasdem untuk menjaring balon walikota terbaik pilihan rakyat untuk memimpin Kota Pariaman lima tahun kedepan.

"Kita serius dengan politik tanpa mahar, bahkan saat pendaftaran makan siang telah disediakan oleh panitia untuk balon yang mendaftar bersama rombongan," ujarnya.

Saat ditanya sikapnya jika hasil survey bakal calon menempatkan balon lain pada posisi teratas, Dewi akan legowo jika parpolnya menetapkan balon selain dirinya untuk diusung pada Pilkada Kota Pariaman 2018 mendatang.

Disebutkan Dewi, Partai Nasdem membuka pendaftaran balon walikota secara terbuka kepada pihak manapun. Namun, lanjut Dewi, parpol akan secara rasional menetapkan calon yang akan diusung oleh Partai Nasdem Kota Pariaman.

"Hingga bulan September mendatang kita masih akan lihat eletabilitas dari balon yang mendaftar. Yang memiliki eletabilitas tertinggi menjadi salah satu kriteria penting untuk diusung oleh Partai Nasdem," sebutnya.

Nasdem Pariaman sendiri akan menutup pendaftaran hingga 1 Mei 2017 mendatang. Setiap calon yang akan mendaftarkan diri diwajibkan membawa tim untuk melihat keseriusan balon tersebut.

"Pendaftaran tidak bisa diwakilkan," pungkasnya.

Saat mendaftar Genius Umar ditemani oleh sejumlah tokoh masyarakat Pariaman. Ia datang tanpa kendaraan atribut kedinasan. Genius saat didapuk panitia pendaftaran memberikan sambutan, ia memaparkan capaian yang telah dilakukan pihaknya selama empat tahun.

Disamping capaian, ia juga melugaskan sejumlah program yang sedang berjalan dan yang akan dikerjakan.

Sejumlah nama bakal calon walikota Pariaman juga dikabarkan akan mendaftar secara resmi ke Partai Nasdem Pariaman. Antara lain, mantan wakil walikota Pariaman, Hermi Darlis, Jonirinaldi, Azwin Amir.

Nanda

Analisa: Peluang Zalman Zaunit dan Injay Dampingi Genius

Written By oyong liza on Saturday, 22 April 2017 | 11:17


Genius Umar
Pilkada Pariaman kembali hangat diperbincangkan pasca usainya Pilgub DKI. Masyarakat kembali membahas topik Pilkada di berbagai palanta Pariaman yang memang dikenal macam mini aturnya Indonesia Lawyer Club itu.

Bicara politik kekinian Pariaman tidak terlepas dari beberapa nama kandidat yang disebut tiga kekuatan besar atau strong triagle. Genius Umar, Mahyuddin dan Mardison Mahyuddin, dianggap calon paling berpeluang memenangkan Pilkada Pariaman 2018.

Dalam tulisan kali ini kami akan memfokuskan pada satu nama saja dari tiga kekuatan besar itu. Nama lain akan kami ulas dalam tulisan selanjutnya. Kita mulai dari Genius Umar yang sudah mantap menyatakan diri maju sebagai walikota dan sudah diusung pula oleh parpol PAN. Kabarnya PAN akan berkoalisi dengan PBB. Dari koalisi 5 kursi di DPRD tersebut, jika terwujud, Genius Umar sudah memenuhi syarat administrasi dukungan parpol untuk didaftarkan ke KPU.

Yang jadi pertanyaan mendasar masyarakat saat ini siapakah calon wakil walikota yang akan mendampingi Genius Umar. Pertanyaan menarik itu akan kami jawab dalam fokus analisa kali ini.

Dari penelusuran yang gigih, sejumlah wawancara dan argumentasi rasional, kami menyimpulkan dua nama paling berpeluang mendampingi Genius Umar pada Pilkada nanti. Dua nama tersebut kami yakini akan disetujui oleh Mukhlis Rahman, walikota saat ini. Mukhlis adalah figur penentu dan bersifat final, jika kita bicara siapa calon wakil walikota Genius Umar.

Mereka adalah Zalman Zaunit dan Indra Jaya (Injay). Kita akan mengulasnya satu persatu.

Zalman Zaunit adalah anggota DPRD yang tidak terputus menjabat sejak reformasi. Dia telah menjadi anggota DPRD Kota Pariaman sejak tahun 1999 hingga 2014. Saat ini anggota DPRD Provinsi Sumbar dari fraksi Partai PPP periode 2014-2019.

Nilai plus Zalman Zaunit jika dipasangkan dengan Genius ada beberapa pertimbangan, pertama ia orang yang sudah cukup dikenal, seorang politisi matang. Kedua, Zalman Zaunit juga dikenal memiliki reputasi positif di mata masyarakat. Oleh nilai plus yang dia miliki tersebut, ia diyakini mampu mendongkrak perolehan suara Genius nantinya.

Kemudian Zalman Zaunit juga memiliki keluarga besar. Dia "aur serumpun, bukan pinang sebatang". Dari jaringan primordial tersebut lebih memudahkan dia menumbuhkan kantong-kantong suara baru.

Pentingnya lagi, Zalman Zaunit juga merupakan salah satu teman dekat Mukhlis Rahman. Ia berpeluang menemukan cara agar memperoleh dukungan Mukhlis-Reni beserta gerbong PNS dan jaringan keluarga mereka yang dikenal paling berpengaruh di Pariaman.

Zalman Zaunit, dari segi kekurangan, cukup minor. Ia hanya belum gencar melakukan sosialisasi saat panggung sudah dibuka. Jika ia mampu menaikan popularitas dan elektabilitas dalam rentang waktu yang tersisa jelang pilkada, kemungkinan besar pasangan Genius Umar-Zalman Zaunit akan terwujud.

Kemudian Indra Jaya. Siapa dia? Masih banyak warga Pariaman yang belum mengenalnya meski ia telah dua periode duduk sebagai komisioner di KPU Kota Pariaman. Ia bahkan pernah menjabat ketua di lembaga penyelenggara pemilu tersebut sebelum Boedi Satria.

Indra Jaya masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Reni Mukhlis, istri walikota saat ini. Pengalaman organisasinya cukup matang. Ia salah satu tokoh muda progressif yang dimilik Kota Pariaman.

Indra Jaya juga memiliki jaringan primordial memadai. Ia memiliki keluarga besar yang solid. Jika ia dipasangkan dengan Genius Umar juga akan membantu perolehan suara, namun tidak akan sebesar kontribusi yang diberikan jika Genius berpasangan dengan Zalman Zaunit. Indra Jaya juga punya cara agar Mukhlis-Reni memberi restu dan dukungan. Dia dianggap "anak baik" dalam keluarga besar itu.

Indra Jaya jika berpasangan dengan Genius, terbentuk pola pasangan muda. Mewakili kepemimpinan kaum muda oleh usia keduanya. Pasangan itu akan sedikit susah meyakinkan parpol pengusung.

Fokus tulisan di atas berdasar dinamika politik kekinian. Karena politik itu dinamis, bisa saja berubah sewaktu-waktu.

OLP

Koalisi dengan PBB, PAN Pariaman Tetapkan Genius Calon Walikota

Written By oyong liza on Thursday, 20 April 2017 | 12:09


Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Pariaman putuskan usung Genius Umar maju sebagai calon Walikota Pariaman pada Pilkada Pariaman 2018 mendatang.

Ketua DPD PAN Kota Pariaman, Priyaldi, Selasa (18/4/2017), di Pariaman, mengatakan bahwa PAN Kota Pariaman telah melakukan rapat pleno pembahasan dan penetapan bakal calon Walikota Pariaman di Kantor DPD PAN Pariaman, Senin (2/4) silam.

"Dalam rapat pleno tersebut, DPD PAN Kota Pariaman menetapkan Genius Umar sebagai bakal calon Walikota Pariaman yang akan diusung oleh PAN Kota Pariaman," terangnya.

Dikatakan Priyaldi, pengusungan Genius Umar yang saat ini merupakan Wakil Walikota Pariaman telah mendapatkan restu dari DPW PAN Provinsi Sumatera Barat dan DPP PAN.

"Bapak Genius Umar sudah melakukan koordinasi dengan kader dan simpatisan PAN Kota Pariaman untuk konsolidasi terkait pengusungannya sebagai calon walikota dalam beberapa kali pertemuan intensif," sebutnya.

Terkait dengan persyaratan 20 persen perolehan suara pemilu kepala daerah, DPD PAN  Pariaman dalam mengusung pasangan calon harus menjalin koalisi sebagai syarat pengusungan pasangan calon. Menurutnya, pihaknya telah membangun komunikasi politik dengan DPC PBB Kota Pariaman terkait rencana pengusungan Genius Umar.

"Semoga koalisi dengan PBB bisa terjalin. Sejauh ini komitmen untuk itu sudah menguat," ujarnya lagi.

DPD PAN sendiri tidak mengikat calon Wakil Walikota Pariaman yang akan mendampingi Genius Umar pada Pilkada Pariaman 2018. PAN Kota Pariaman menurut dia menyerahkan keputusan tersebut kepada Genius Umar sepenuhnya.

"Sudah banyak nama dan bakal calon yang menyatakan berkeinginan berpasangan dengan Genius Umar, baik dari unsur parpol ataupun non parpol," imbuhnya.

Sementara itu, Genius Umar, Minggu (16/4), di Pulau Angsoduo, terkait pencalonan dari PAN dan PBB tersebut mengatakan bahwa dirinya telah melakukan lobi dan komunikasi politik dengan pimpinan pusat dari kedua parpol itu.

"Koordinasi terus jalan dengan kader kedua parpol dalam berbagai kesempatan," ujar Genius.

Saat ini dirinya mengatakan belum menentukan pasangan Wakil Walikota Pariaman yang akan mendampinginya di pilkada mendatang.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pariaman Boedi Satria, Rabu (19/4/2017) saat dihubungi via seluler mengatakan bahwa tahapan pendaftaran pasangan calon walikota dan wakil walikota Pariaman pada Pilwako Pariaman 2018 diperkirakan pada akhir Januari 2018 atau awal bulan Februari 2018 mendatang dengan estimasi tahapan pungut-hitung dilaksanakan pada Juni 2018.

Terkait dengan munculkan nama yang diusung oleh parpol, kata dia, belum bisa dikatakan sebagai calon, karena belum ditetapkan oleh KPU Kota Pariaman.

"Namun sosialisasi dengan mengatasnamakan sebagai bakal calon tidak merupakan persoalan. Memang sosialisasi yang dilakukan sejak lama tentu akan menentukan bakal calon," pungkasnya.

Nanda

Mahyuddin Tak Boleh Calon Wakil Walikota Jika Maju Pilkada Pariaman

Written By oyong liza on Monday, 17 April 2017 | 19:55

Mahyuddin
Nama mantan Walikota Pariaman Mahyuddin disebut-sebut kembali masuk bursa calon walikota Pariaman 2018. Mahyuddin pernah menjabat wakil walikota dan walikota Pariaman sebelum era pemilihan langsung. Pilkada langsung Kota Pariaman pertama kali digelar tahun 2008.

Jika Mahyuddin jadi maju pada Pilkada Pariaman 2018, ia tidak boleh mencalonkan diri sebagai wakil walikota. Hal tersebut diatur oleh Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 9 Tahun 2016 (perubahan PKPU Nomor 9 Tahun 2015) Tentang Pencalonan. PKPU tersebut menjabarkan Pasal 7 UU Nomor 10
tahun 2016 tentang Pilkada.
 
Dalam PKPU tersebut diuraikan kepala daerah yang sudah dua periode tidak boleh mencalonkan kembali sebagai kepala daerah yang sejajar. Contoh, mantan walikota/bupati yang sudah dua periode, tidak boleh lagi maju mencalon bupati atau walikota di daerah lain.

Selain itu, pencalonan dalam Pilkada tidak boleh turun tingkat. Misalnya, mantan gubernur atau mantan wakil gubernur, tidak boleh lagi maju mencalon sebagai bupati atau walikota. Begitu juga dengan mantan walikota tidak boleh mencalonkan diri sebagai wakil walikota.

Hal tersebut diamini oleh Ketua KPU Kota Pariaman Boedi Satria. Melalui sambungan telepon, Senin (17/4/2017), ia mengatakan Mahyuddin boleh mencalonkan diri kembali sebagai walikota karena belum pernah menjabat walikota selama dua periode.

"Benar, jika maju, beliau (Mahyuddin) hanya dibolehkan mencalonkan diri sebagai walikota karena pernah menjabat walikota meskipun tidak penuh lima tahun atau satu periode. Mantan walikota tidak boleh mencalonkan diri turun tingkat," terangnya.

Aturan tersebut, ungkap dia, hanya membolehkan pencalonan untuk naik tingkat. Seperti mantan bupati/walikota boleh mencalon sebagai calon gubernur/wakil gubernur. Atau wakil walikota mencalonkan diri sebagai walikota.

OLP

Golkar Pariaman Patahkan Argumentasi Memasangkan Genius-Mardison

Written By oyong liza on Sunday, 16 April 2017 | 14:04

Mardison diapit Amrizal dan Win
Ketua DPD Partai Golkar Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin, mengatakan pihaknya punya mekanisme tersendiri dalam menentukan pasangan calon (paslon) walikota/wakil walikota Pariaman yang akan diusung dalam Pilkada Pariaman 2018.

"Tentu berbeda partai berbeda pula mekanismenya. Ada partai yang membuka pendaftaran terbuka memilih bakal calon, ada yang tidak. DPD Golkar punya mekanisme tersendiri," ujarnya di Pantai Gandoriah, Minggu (16/4/2017).

Ia menyatakan partainya sebelum mentukan paslon, akan terlebih dahulu melakukan konsolidasi internal untuk merumuskan kemenangan pada kontestasi pilkada nanti. Konsolidasi sedang dilakukan dan akan berakhir hingga bulan Juli 2017.

"Sekitar sesudah lebaran mungkin kita fokus pada siapa paslon yang akan diusung. Usai lebaran akan ada kejutan dari Partai Golkar terkait pilkada," sambungnya. Ia mengatakan tidak tertutup kemungkinan Partai Golkar akan membuka pendaftaran bakal calon. Namun fokus utama dalam pengusungan bakal calon mengutamakan kader terbaik di partai itu.

Partai Golkar Pariaman, kata dia, juga akan melakukan survey internal dan melihat hasil survey sejumlah lembaga independen tentang tingkat keterpilihan masing-masing bakal calon saat ini.

Ia menambahkan, kemungkinan akhir Partai Golkar mungkin akan menyandingkan kader internal dengan eksternal sebagai bakal calon walikota/wakil walikota Pariaman dari Golkar yang nantinya akan didaftarkan ke KPU.

Ia menyebut dari internal Golkar sudah ada beberapa nama yang sedang dibahas. Tentunya kader yang sudah terbukti berbuat untuk partai yang akan diutamakan. Untuk kader luar partai, pihaknya masih menunggu hasil survey.

"Karena target Golkar menang, partai akan mengusung kader. Dengan siapa dia berpasangan, masih menunggu hasil survey elektabilitas," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa DPD Golkar Pariaman akan mengusung calon walikota dari kalangan kader, calon wakil walikota dari kalangan eksternal.

"Hasil konsolidasi partai tingkat DPD memutuskan Golkar mengusung kader sebagai calon walikota," pungkasnya.


Sementara itu warga Pariaman bernama Os (44), berkesimpulan dari pernyataan Mardison, argumen memasangkan Genius-Mardison pada Pilkada Pariaman telah pupus jika keputusan akhir Golkar demikian.

"Saya menduga Mardison akan diusung oleh Golkar sebagai calon walikota karena dia kader paling senior dan sekarang ketua DPRD pula. Tentu saja Genius Umar tidak mungkin mau menjadi wakilnya Mardison. Dia kan sekarang sudah wakil walikota, tak mungkinlah akan mencalon sebagai wakil lagi," kata dia.

Keputusan tersebut menurutnya akan memicu suhu politik di Pariaman. Pilkada Pariaman 2018 menurutnya akan memanas dan sulit diprediksi siapa pemenangnya sedari kini.

"Pandangan saya sebagai warga, jika Genius-Mardison berpasangan, hemat saya mereka dengan mudah menang dan lawan pun pikir-pikir untuk maju. Suhu politik akan adem. Jika berlawanan Genius dengan Mardison suhu politik akan memanas dan akan banyak lagi calon yang akan ikut kontestasi," menurut dia.

OLP

Zulkifli Hasan-- PAN Dukung Ali Mukhni Calon Gubernur, Genius Umar Walikota Pariaman

Written By oyong liza on Thursday, 13 April 2017 | 19:42





Ketua MPR RI yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, menyatakan akan mendukung Bupati Padangpariaman Ali Mukhni untuk menjadi Gubernur Sumatera Barat tahun 2020.

Hal itu dia katakan menjawab pertanyaan wartawan usai memberi sosialisasi empat pilar kebangsaan di Kampus Sekolah Tinggi Islam Tarbiyah (STIT) Syeikh Burhanuddin Pariaman, di Pariaman, Kamis (13/4/2017).

Dukungan tersebut karena Zulkifli Hasan menilai Ali Mukhni sudah memiliki trackrecord (rekam jejak) yang begitu baik.

Oleh sebab itu ia menyarankan Ali Mukhni mulai mengunjungi masyarakat seluruh kabupaten dan kota yang ada di Sumbar. Ali Mukhni, pujinya, telah terbukti bekerja untuk rakyat dan membawa kemajuan. Dia pekerja keras dan sungguh-sungguh demi rakyat.

Disamping Ali Mukhni, kata Zulkifli, Partai PAN Pusat juga telah menyiapkan langkah untuk menghadapi Pilkada Kota Pariaman 2018. Hanya yang terbukti telah bekerja untuk rakyat yang akan diusung oleh partai berlambang matahari terbit itu.

Ia menyatakan sejauh ini pihaknya sudah mengantongi satu nama kandidat kuat yang nantinya akan diusung PAN sebagai calon walikota. Nama tersebut mengarah pada sosok Genius Umar yang sekarang menjabat wakil walikota Pariaman.

"Pilkada Kota Pariaman masih 2018. Kita sudah punya alternatif (calon yakni) wakil walikota," ujarnya.

OLP

Nasdem Pariaman Buka Pendaftaran Calon Walikota di Hari Kartini

Ir. Dewi Fitri Deswati, MT
DPD Partai Nasdem Kota Pariaman akan buka pendaftaran bakal calon (balon) walikota/wakil walikota Pariaman periode 2018-2023 mulai tanggal 21 April hingga 1 Mei 2017. Pembukaan pendaftaran dipilih bertepatan dengan Hari Kartini itu karena Nasdem Pariaman dipimpin oleh seorang perempuan.

"Kita sudah bentuk Tim Bapillu Nasdem dan tim Pilkada Nasdem. Kenapa dipilih Hari Kartini? Karena saatnya perempuan bicara," ujar Ketua DPD Nasdem Kota Pariaman Dewi Fitri Deswati di Pariaman, Kamis (13/4/2017).

Prosedur pendaftaran, kata Dewi, setiap balon yang mendaftar wajib menyertakan profil pribadi lengkap yang diserahkan kepada sekretariat penerima di kantor DPD Nasdem Pariaman di Jl Imambonjol, Simp Sianik, Pariaman Tengah. Para balon juga harus membawa tim saat pendaftaran. Tidak boleh sendiri-sendiri.

"Bagaimana mau jadil walikota kalau tim saja tidak punya. Nasdem tentu akan melihat keseriusan dari calon tersebut," sambungnya.

Usai pendaftaran ditutup 1 Mei, Partai Nasdem pada tanggal 2 Mei akan mengadakan kegiatan jalan santai bersama bakal calon Nasdem itu dengan pemilih pemula di Pariaman. Jalan santai mulai dari kantornya tersebut akan melewati Pantai Gandoriah, Pasir Lohong, Pasar Pariaman dan kembali ke kantor Nasdem.

Jalan santai bertabur hadiah doorprice itu juga sekaligus disosialisasikan tata cara memilih pemimpin oleh DPD Partai Nasdem.

Selanjutnya, DPD Nasdem pada bulan Juli hingga November 2017 akan melakukan survey terhadap balon yang telah mendaftar. Hasil survey akan menentukan siapa balon resmi yang didaftarkan Nasdem ke KPU Kota Pariaman untuk menjadi calon walikota/wakil walikota Pariaman.

"Nasdem tidak memungut biaya terhadap balon. Survey tertinggi itulah yang akan kami usung meskipun balon tersebut sebelumnya mendaftar sebagai wakil walikota. Nasdem akan mendengarkan suara rakyat, yang paling diinginkan rakyat pasti akan diusung Nasdem. Yang tidak mendaftar ke Nasdem tidak akan diusung," sebutnya.

Disamping menjaring balon dengan membuka pendaftaran, tukuk Dewi, Nasdem Pariaman juga akan menggalang koalisi untuk menghadapi Pilkada Pariaman 2018. Koalisi akan terbentuk dengan partai yang memiliki kesamaan visi dengan Nasdem.

Nasdem Pariaman, lanjut Dewi, selain membidik kemenangan Pilkada, juga akan menelurkan program beasiswa pendidikan bekerja sama dengan STIESB dan AKBID Sumbar Pariaman. Nasdem ujar Dewi akan mengkuliahkan delapan orang anak keluarga kurang mampu di sekolah tinggi tersebut hingga sarjana dengan seluruh biaya ditanggung partai.

"Masing kecamatan kita ambil dua orang. Kita utamakan anak yang cerdas dari keluarga miskin. Silahkan hubungi HP saya 085211721634," pungkasnya.

OLP

KPU Pariaman Tetapkan Syarat Minimal Dukungan KTP bagi Calon Independen

Written By oyong liza on Tuesday, 14 March 2017 | 20:39




Genderang Pilkada Kota Pariaman mulai ditabuh. Sejumlah partai politik (parpol) mulai melakukan ancang-ancang. Pun begitu dengan bakal calon (balon), kian gencar melakukan sosialisasi di tengah masyarakat.

Aktifitas di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pariaman sebagai pihak penyelenggara Pilkada, juga terlihat mulai sibuk. Media centre sebagai tempat pelayanan informasi di kantor itu, berbenah pula.

Menurut Ketua KPU Kota Pariaman, Boedi Satria, Selasa (14/3/2017), di ruang kerjanya di Kantor KPU Pariaman, Desa Air Santok, Pariaman Timur, pihak KPU telah menyiapkan anggaran penyelenggaraan Pilkada
Pariaman untuk delapan (8) pasang calon walikota/wakil walikota  periode 2018-2023.

"Empat pasangan calon dari partai politik dan empat pasang calon dari perseorangan atau independen," ungkap Boedi. 


Pilkada Kota Pariaman rencananya akan digelar hari Rabu ketiga bulan Juni 2018-- masuk gelombang tiga Pilkada Serentak Indonesia. Di Sumbar, Pilkada Pariaman barengan dengan Kota Sawahlunto, Kota Padang dan Kota Padangpanjang.

Bagi pasangan calon dari kalangan perseorangan, Boedi melanjutkan, syarat minimal dukungan berupa KTP adalah jumlah DPT (daftar pemilih tetap) dikalikan 10 persen. DPT Kota Pariaman saat ini mengacu pada Pilgub Sumbar adalah sebanyak 59.054. Jika dikalikan 10% maka pasangan calon independen setidaknya wajib mengantongi sekitar 5.906 dukungan sah dari masyarakat tersebut.

"Dukungan berupa KTP itu harus per desa dan per kecamatan. Tidak boleh hanya dari satu kecamatan saja. Seminimal mungkin dari tiga kecamatan dari empat kecamatan yang ada di Kota Pariaman," sambung Boedi.

Tahapan penyerahan berkas dukungan bagi paslon independen, tutur Boedi, wajib diserahkan ke KPU bulan Desember 2017. Syarat dukungan KTP oleh calon independen yang diserahkan ke KPU akan dilakukan dalam dua tahap verifikasi, yakni verifikasi administrasi dan verifikasi faktual.
 

Verifikasi faktual dilakukan ke rumah-rumah penduduk dengan tatap muka: dengan pemilik KTP yang diberkaskan oleh paslon tersebut.

"Jika ternyata berkas yang diserahkan paslon setelah diverifikasi Tim KPU kurang dari jumlah minimal yang ditentukan, maka harus diganti dua kali lipat. Misalnya dari 5.906 syarat minimal, setelah diverikisi ternyata hasilnya 5.006 yang sah, kekurangan berkas dukungan 900 lagi wajib diganti dua kali lipat, menjadi 1800, begitu bilangannya seterusnya," Boedi menjelaskan.

Surat dukungan tidak boleh ganda. Untuk itu sebaiknya kata Boedi, bagi paslon yang berniat maju secara independen hendaknya melakukan konsultasi ke KPU Kota Pariaman terlebih dahulu.

Sedangkan bagi mantan narapidana jika ingin maju Pilkada, sebut Boedi, sesuai Undang-Undang diwajibkan mengumumkan dirinya di media masa, baik cetak, online, televisi, radio dan sarana pers lainnya kepada masyarakat sebelum mendaftar dan ditetapkan sebagai calon oleh KPU.

"Yang bersangkutan waib mengumumkan di media masa, kasusnya apa dan berapa lama hukumannya," sebut Boedi.

Bagi paslon dari partai politik, pungkas Boedi, pendaftaran dimulai bulan Februari 2018. Paslon harus didukung minimal 20 persen dari jumlah kursi di DPRD Kota Pariaman (20 kursi), atau 25 persen dari jumlah suara sah pada Pemilu Legislatif Kota Pariaman 2014.

OLP

Mulyadi, PPP Kembali Siapkan Strategi Menang Pilkada Pariaman 2018

Written By oyong liza on Monday, 13 March 2017 | 15:03



Sekdako Pariaman Indra Sakti mengatakan keberadaan partai politik (parpol) sebagai salah satu elemen masyarakat, sangat signifikan mendorong kemajuan pembangunan di Kota Pariaman.

"PPP Kota Pariaman telah banyak memberikan kontribusi positif dalam membangun-- melalui wakilnya yang ada di DPRD yang selalu mendukung kebijakan daerah," ujar Indra Sakti saat menghadiri Musyawarah Anak Cabang (MAC) IV Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pariaman di BPKB Rawang, Sabtu (11/3/2017).

Di samping kiprah di dewan, menurut sekda, kader PPP Pariaman turut serta dalam memberi saran masukan ke pemerintah daerah, yang kemudian menjadi landasan kebijakan pembangunan oleh pihaknya.

"Kontribusi PPP Pariaman akan terus dibutuhkan pemerintah daerah dalam membangun Pariaman," ungkapnya.

Ketua DPC PPP Kota Pariaman Mulyadi pada kesempatan itu mengimbau semua kader partai berlambang Ka'bah itu selalu solid. Karena menurutnya dalam waktu dekat menghadang dua agenda besar pesta demokrasi, yakni Pilkada Pariaman 2018 dan Pemilu 2019.

Kepada seluruh kader, imbau Ketua Baleg DPRD Kota Pariaman itu, supaya meningkatkan loyalitas dan kontribusi kepada partai-- agar PPP kembali dapat memenangkan Pilkada Pariaman dan meningkatkan perolehan kursinya di DPRD.

"Semua harapan itu harus dimulai dari sekarang. Mari rapatkan barisan dan bekerja keras untuk menggapainya," kata Mulyadi.

Acara yang turut dihadiri oleh Sekretaris DPW PPP Sumbar Syafril Huda dan Anggota DPRD Sumbar dari Fraksi PPP Zalman Zaunit serta Ketua KPU Pariaman Boedi Satria itu, disebutkan Mulyadi bahwa peserta MAC diikuti oleh 142 kader dari 71 desa/kelurahan ditambah panitia dan pengurus kecamatan.

"Masing-masing ranting atau setingkat desa/kelurahan mengirim utusan dua orang. Panitia dan anak cabang PPP atau setingkat kecamatan juga mengikuti kegiatan ini dengan jumlah total 60 orang," terang Mulyadi.

Dalam acara tersebut, Ketua KPU Pariaman juga memaparkan tahap demi tahap yang mesti dipersiapkan parpol dalam proses verifikasi administrasi faktual partai terkait kontestasi pemilu dan pilkada.


TIM

Jelang Pilkada, PPP Pariaman Persolid Kader

Written By oyong liza on Saturday, 11 March 2017 | 19:37


Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terapkan mekanisme berbeda dalam pelaksanaan Musyawarah Dewan Pengurus Anak Cabang (Musrancab) pada tahun 2017 ini. Jika sebelumnya, Musrancab, kader utusan ranting setingkat desa di Kota Pariaman dapat memilih langsung ketua DPAC tingkat kecamatan. Namun mekanisme yang terbaru berbeda. Adapun perbedaannya terletak pada utusan ranting pada Musrancab tidak langsung memilih ketua ataupun sekretaris. Peserta memilih beberapa tim formatur yang nantinya akan bermusyawarah menyusun personilia kepengurusan di tingkat kecamatan, termasuk menentukan ketua ataupun sekretaris DPAC.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang PPP Pariaman, Mulyadi menerangkan, perubahan mekanisme pemilihan pengurus DPAC itu telah diterapkan pada musyawarah cabang PPP ke IV Kota Pariaman, Januari 2017 silam.

"Penerapan mekanisme seperti ini dilakukan untuk menimimalisir timbulnya potensi dikotomi kader partai paska digelarnya musyawarah. Ada kecenderungan kader yang terpilih tidak mengikutsertakan kader yang tidak terpilih dalam kepengurusan. Inilah yang kita cegah," jelasnya usai pembukaan Musrancab DPAC PPP se Kota Pariaman di Aula PAUD Dikmas Sumatera Barat, Rawang, Pariaman, Sabtu (11/3/2017).

Dikatakan Ketua Baleg DPRD Kota Pariaman itu, kesolidan PPP sangat diuji hingga tataran paling dasar setelah terjadinya dualisme di tubuh parpol berlambang Ka'bah tersebut. Ia optimis, melalui penerapan mekanisme Musrancab sistim formatur akan meningkatkan kesolidan kader PPP hingga akar rumput.

"Kita terus tingkatkan kesolidan antar kader, dua agenda besar yang dihadapi yaitu pilkada Kota Pariaman dan pemilu legislatif tahun 2017," ulasnya.

Pada musrancab DPAC PPP se Kota Pariaman, 142 peserta yang terdiri dari 2 orang perwakilan pengurus ranting atau desa bermusyawarah menentukan tim formatur.

"Semuanya dilibatkan, tidak ada yang tidak berperan, semua ada di dalam pengurus," imbuhnya.

Ia berharap seluruh kader dan kepengurusan DPAC yang nantinya terbentuk dapat segera menjalankan program dan fungsi partai di tengah masyarakat.

Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Sumatera Barat, Syafril Huda menegaskan bahwa saat ini tidak lagi terjadi dualisme kepengurusan PPP.

Penegasan tersebut menjawab kebimbangan kader akan isu dualisme ditubuh PPP yang saat ini masih berkembang.

"Penegasan saya kepada seluruh kader dan masyarakat, bahwa tidak ada lagi dualisme. Kepengurusan yang sah adalah versi Rohmurumzy dan itu berlaku hingga ke akar rumput atau tingkat ranting," tegasnya.

Dijabarkannya, kepengurusan PPP versi Rohmanrumzy memiliki legalitas sesuai dengan SK Menkumham RI yang telah inkrah.

Dilanjutkannya, jika ada pihak yang mengatakan ada kepengurusan PPP selain versi Rohmarumzy, hal tersebut adalah ilegal. Dualisme yang baru-baru ini kembali muncul pra Pilkada Gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

"Yang mengaku PPP versi lain kita sebut sebagai PPPP (Partai Persatuan Pembangunan Pilkada), karena muncul setelah pilkada DKI Jakarta. Kemunculan PPP versi Djan Faridz setelah digelarnya Mukhtarmar Islah, setelah PPP menolak mendukung Ahok atau Basuki Purnama Tjahaya (BTP)," ujarnya.

Dilanjutkannya, PPP partai berazaskan Islam tidak mungkin mengkhianati ulama dengan mendukung BTP pada pilkada. Tidak mungkin PPP sebagai partai berazaskan Islam dan berlambang Ka'bah mendukung dan mengangkat pemimpin orang selain Islam.

"PPP adalah partai berazaskan Islam, berlambang Ka'bah, mendukung Ahok sama saja dengan menghianati ulama dan Islam," tegasnya.

Ia meminta agar kader dan simpatisan PPP di Kota Pariaman menyampaikan kepada masyarakat bahwa tidak ada dualisme di tubuh PPP.

"Kader harus tegaskan bahwa PPP solid dan tidak pecah. Bahwa ada yang mengaku dualisme dan pengurus versi diluar Rohmarumzy adalah ilegal, karena secara legal adalah versi Romi. Kita harus sampaikan kepada masyarakat," pungkasnya.

Nanda

PKS Pariaman Jaring 18 Nama Balon Untuk Pilkada 2018

Written By oyong liza on Tuesday, 7 March 2017 | 16:09

Surat Suara (Dokumen Pilkada Pariaman 2013)



DPD PKS Kota Pariaman bergerak cepat mempersiapkan strategi pemenangan pada pilkada walikota dan wakil walikota Pariaman yang akan dihelat pertengahan tahun 2018 mendatang.

Ketua DPD PKS Kota Pariaman Yendri Mukhlis dalam keterangan persnya, Selasa (7/3/2017), di Pariaman, menuturkan, pihaknya telah melakukan penjaringan bakal calon (balon) walikota Pariaman, baik dari eksternal ataupun internal PKS.

Sejumlah nama balon yang muncul hasil penjaringan kata dia, antara lain (sesuai abjad) Ali Bakri, Azwin Amir, Bahrul Anif, Edison TRD, Hasno Welly, Indra Jaya Piliang, Is Prima Nanda,  Genius Umar, Mardison Mahyuddin, Mahyuddin, M. Sya'ban, Syafinal Akbar, Syukri Arif dan Syuryadi Sabirin.

Dari internal mencul sejumlah nama lama seperti anggota DPR RI fraksi PKS dapil Sumatera Barat 1, Refrizal, Ketua DPD PKS Kota Pariaman Yendri Mukhlis, anggota DPRD Kota Pariaman,  M. Yasin, mantan ketua DPD PKS Kota Pariaman, M Ridwan dan anggota DPR RI PKS dapil Sumatera Barat II, Hermanto.

"Menghadapi Pilkada Walikota dan Wakil Walikota Pariaman, DPD PKS Kota Pariaman telah melakukan penjaringan balon walikota dan wakil walikota Pariaman yang dihadiri oleh 60 orang kader PKS. Adapun nama-nama balon yang muncul dari penjaringan merupakan aspirasi kader," sebutnya.

Selanjutnya, kata Yendri, nama hasil penjaringan tersebut akan dilakukan dengan bedah visi dan misi menghadirkan balon bersangkutan.

"Nama balon hasil penjarinan akan mengerucut menjadi dua nama yang berasal dari kader dan non kader," kata dia lagi.

Imbuh Yendri, dalam penjaringan tersebut, kader dipersilahkan melakukan penilaian dan merekomendasikan nama yang akan diusung oleh PKS pada pilkada Kota Pariaman. Hasil penjaringan itu, akan dikirimkan kepada DPW PKS Sumatera Barat. Ditagetkan pada bulan Juli 2017 sudah ada kepastian balon yang akan diusung oleh PKS Kota Pariaman.

"Setelah ditetapkan sebagai balon walikota dan wakil walikota dari DPD PKS Kota Pariaman, balon atau kandidat akan mendapatkan dukungan penuh struktur kader PKS semua jenjang desa/kelurahan hingga DPP dan dukungan 3.800 suara hasil pileg dan 250 kader PKS akan diarahkan untuk pemenangan balon dari PKS," komitnya.

Ia optimis, gerakan masif kader PKS Kota Pariaman dan perolehan suara PKS Kota Pariaman pada pileg 2014 silam menjadi modal awal upaya pemenangan Pilkada Pariaman yang akan dihelat pertengahan tahun 2018 mendatang.

Sementara itu, Sekretaris DPD PKS Kota Pariaman, Zulhamidi menjelaskan, dalam penetapan penjaringan melalui indikantor/parameter penilaian elektabilitas dan ketokohan bakal calon.

Terkait dengan pengusungan calon, ungkap dia, DPD PKS Kota Pariaman telah membangun komunikasi politik dengan parpol lain untuk menjalin kemungkinan koalisasi pengusungan balon-- karena DPD PKS Kota Pariaman tidak mencukupi persentasi 20 persen perolehan kursi di DPRD Kota Pariaman.

"Kita telah jalin komunikasi politik dengan sejumlah parpol di Kota Pariaman, karena memang perolehan kursi di DPRD Kota Pariaman tidak memungkinkan mengusung sendiri pasangan calon," jelasnya.

DPD PKS Kota Pariaman, pungkas dia, akan terus meningkatkan konsolidasi internal untuk memperkuat kesolidan kader dalam pemenangan pilkada.

Nanda/OLP

Anggaran Pilkada Kota Pariaman Diciutkan Rp2 Milyar

Written By oyong liza on Friday, 30 December 2016 | 13:46




Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pariaman menyatakan pihaknya telah melakukan penciutan anggaran dalam menghelat Pilkada serentak Kota Pariaman yang rencananya akan digelar pada bulan Juni tahun 2018.

Penciutan tersebut karena lahirnya Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada-- yang mengatur Alat Peraga Kampanye (APK) bisa diadakan oleh masing-masing pasangan calon (paslon), tidak lagi disediakan oleh KPU.

"Atas dasar itu ada penghematan anggaran pengeluaran," ujar Ketua KPU Kota Pariaman Boedi Satria, di ruang Layanan Pers Kantor KPU setempat di Desa Air Santok Pariaman Timur, Jumat (29/12).

Penciutan anggaran Pilkada lebih kurang sekitar Rp2 milyar, dari Rp16.170.244.550 menjadi Rp14.337.604.550. Dana diturunkan dalam dua tahap yakni pada APBD Kota Pariaman tahun 2017 untuk menyelenggarakan tahapan dari September 2017 hingga Maret 2018 sebesar Rp6,5 milyar, dan sisanya pada APBD Kota Pariaman tahun anggaran 2018.

"Rp6,5 milyar mencukupi membiayai kegiatan dari September 2017 hingga Maret 2018," sebutnya.

Pengeluaran terbesar KPU, menurut Boedi adalah pembayaran honor bagi petugas adhoc yang akan direkrut pada bulan Oktober mendatang. Honor/gaji wajib dibayar tunai pada sebanyak 155 petugas pemutakhiran data, 20 anggota PPK, kemudian kepada sebanyak 213 petugas PPS.

Sementara itu Ketua Divisi Perencanaan Data KPU Kota Pariaman Alfiandri Zaharmi menambahkan, di samping pembayaran honor/gaji pada petugas adhoc, pengeluaran terbesar KPU lainnya berbentuk penyediaan baliho dan sosialisasi.

"Kita akan lakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, ke partai politik, PKK dan lembaga lainnya," ungkapnya.

KPU Kota Pariaman menargetkan partisipasi pemilih pada Pilkada Kota Pariaman tahun 2018 sebanyak 75 persen-- lebih besar dari hasil Pilkada Kota Pariaman sebelumnya tahun 2013, 67 persen.

OLP

Muncul Wacana Memasangkan Genius dan Mardison di Pilkada 2018

Written By oyong liza on Saturday, 12 November 2016 | 12:49




Momen keakraban antara Genius Umar dan Mardison Mahyuddin terlihat saat sama-sama menghadiri undangan seremoni HUT Partai Nadem ke-5 yang diselenggarakan di Kantor DPD Nasdem Kota Pariaman di Jl Jenderal Sudirman, Simp Sianik, Jawi-Jawi Pariaman Tengah, Jumat malam (11/11).

Genius dan Mardison sama-sama didampingi istrinya. Mereka sesekali terlihat serius berbincang. Tidak ada kecanggungan dan persaingan terlihat pada dua sosok yang santer dikabarkan sama-sama akan maju pada pilkada Pariaman 2018. Genius saat ini menjabat wakil walikota dan Mardison ketua DPRD.

Salah seorang anggota DPRD Kota Pariaman yang hadir saat itu, tapi enggan disebutkan namanya, menilai, Genius dan Mardison lebih cocok dipasangkan menjadi walikota dan wakil walikota periode 2018-2023 dari pada saling bersaing.

"Mereka sama-sama dibutuhkan warga Pariaman dan memiliki sisi kelebihan masing-masing yang saling menutupi kekurangan. Masyarakat Pariaman sangat diuntungkan jika mereka dipasangkan," pendapat dia.

Dia memperjelas, wacana memasangkan Genius dan Mardison sudah ada aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat.

"Tinggal bagaimana elit politik menjembataninya, memberikan pemahaman, karena hal ini bukan kehendak para elite, tapi murni aspirasi yang berkembang di masyarakat," sebutnya.

Sementara itu, warga Pariaman, Tomi (37), menyebut, wacana memasangkan Genius dan Mardison sudah lama berkembang di masyarakat dan merupakan aspirasi yang jelas, bukan kehendak para elite politik.

"Yang rumit itu kan, siapa yang akan jadi calon walikota dan siapa yang menjadi wakil walikota. Jika ada salah satu yang mau mengalah, saya kira keputusan itulah yang paling ditunggu masyarakat," ungkap Tomi yang juga seorang jurnalis itu.

Dia berpendapat, saat Pariaman gencar membangun berbagai aspek terutama bidang pariwisata, dibutuhkan pemimpin yang solid.

"Kuat melobi ke pusat dan kuat dukungan politik di parlemen daerah, sehingga eskalasi pembangunan berjalan tanpa rintangan," pungkasnya.

OLP

KPU ke DPRD Bahas Rencana Anggaran Pilkada Kota Pariaman

Written By oyong liza on Monday, 17 October 2016 | 19:10




DPRD Kota Pariaman terima audiensi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pariaman terkait persiapan anggaran Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwako) Pariaman tahun 2018. Audiensi tersebut diterima oleh Wakil Ketua DPRD John Edwar dan Syafinal Akbar serta beberapa anggota dewan lainnya.

John Edwar mengatakan, pihaknya akan mengakomodir kebutuhan yang diajukan untuk tahapan Pilwako tersebut. Anggaran yang diajukan KPU menurutnya akan ditindaklanjuti dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) pada pembahasan APBD tahun anggaran 2017 nantinya.

"Nanti akan kita perioritaskan, kita kaji bersama TAPD Kota Pariaman secara mendalam kebutuhan yang diperlukan KPU untuk pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Pariaman pada Pilkada serentak tahun 2018 nanti," ujar John Edwar.

Ditambahkan Syafinal Akbar, dewan mendukung semua tahapan proses pemilihan Walikota dan Wakil Walikota yang akan dilakukan KPU tersebut. Namun prinsip efesien dan efektif perlu dilakukan, mengingat kondisi kemampuan keuangan daerah saat ini kurang baik, dengan adanya pemotongan anggaran dari pemerintah pusat.

"Prinsip efesien dan efektif tentu perlu lakukan, tanpa mengurangi kualitas pesta demokrasi yang akan kita laksanakan," kata Syafinal Akbar.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Pariaman Boedi Satria menyatakan pihaknya mengajukan anggaran untuk pemilihan Walikota dan Wakil Walikota 2018 lebih kurang sebesar Rp14 Milyar.

Anggaran tersebut akan digunakan dari awal tahapan sampai akhir tahapan pemilihan yang direncanakan dimulai sejak September 2017 sampai bulan September 2018.

"Kota Pariaman masuk gelombang III dalam Pilkada serentak, diperkirakan bulan Juni tahun 2018. Sesuai aturan tahapan yang ada di KPU, dimulai 9 bulan sebelum hari H, maka sekitar oktober 2017 kita sudah masuk pada tahapan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota", ujar Boedi.

Kata Boedi, tahapan calon perseorangan sudah dimulai bulan Desember 2017 dan untuk tahapan calon dari partai politik (Parpol), bulan Januari 2018. Anggaran yang diajukan KPU mengasumsikan pasangan calon direncanakan sebanyak 8 (delapan) pasang, yang teridiri dari 4 (empat) dari calon perseorangan dan 4 (empat) dari pasangan parpol.

"Jumlah DPT lebih kurang sekitar 60.000. Untuk calon perseorangan sesuai aturan membutuhkan foto copy KTP 10 persen dari DPT. Sedangkan untuk calon Parpol 20 persen dari jumlah kursi DPRD Kota Pariaman," tandas Boedi.

TIM

Genius Vs Mardison

Written By oyong liza on Saturday, 10 September 2016 | 11:38




Pilkada Kota Pariaman meski dihelat pertengahan tahun 2018, sejumlah bakal calon sudah mempersiapkan diri secara serius. Genius Umar, sang petahana, sudah mulai melakukan gerakan akar bawah dengan rajin turun pada kegiatan yang bersifat sosial. Dalam hal ini Genius diuntungkan oleh posisinya sebagai wakil walikota yang mendapat dukungan penuh dari Mukhlis Rahman, walikota dua periode yang pengaruhnya dinilai paling besar di tengah masyarakat sebagai pendulang suara.

Genius turun bukan tanpa modal. Meski Genius diposisi wakil walikota, dirinya dianggap tokoh utama perubahan dalam pembangunan pariwisata Pariaman. Sejumlah media menyimbolkan pariwisata Pariaman identik dengan Genius Umar. Irwan Prayitno pernah menyebut berbanggalah orang Pariaman punya pemimpin genius yang bernama Genius Umar.

Lepas dari semua pujian tersebut, latar belakang Genius yang lulusan STPDN, dikenal memiliki etos kerja tinggi dan disiplin, tahu akan posisi struktural. Selama dia menjabat wakil walikota, dia tunduk kepada atasannya yakni walikota itu sendiri. Tak heran Mukhlis-Genius lepas dari isu pecah kongsi. Isu yang selama ini selalu membelenggu pasangan kepala daerah. Genius diberi kepercayaan penuh oleh Mukhlis pada sejumlah tugas yang dia kerjakan penuh tanggung-jawab.

Genius Umar, dari berbagai poling sementara, punya saingan terdekat. Mardison Mahyuddin yang sekarang menjabat Ketua DPRD, rival terberat Genius dalam memperebutkan karcis Pariaman satu. Kelebihan Mardison adalah kematangannya sebagai seorang politisi dengan pengalaman belasan tahun di legislatif. Mardison yang di pilkada lalu ikut mewarnai dan di posisi runer-up, sedikit banyak tentu sudah memiliki jaringan massa. Dia tinggal merekat setiap simpul-simpul yang telah dibangunnya dahulu bersama Helmi Darlis.

Di setiap rumah ada Mardison menjadi pameo. Kalender Mardison ada di mana-mana, di hampir 50 persen hunian warga kota. Mardison muncul di radio, tv kabel, media dan turun langsung ke akar rumput. Tiap hari dia aktif lakukan konsolidasi dalam menghadapi Pilkada 2018. Gerakan yang dia lakukan wajib diwaspadai oleh Genius Umar. Mardison sedang melakukan gerakan raya menuju kemenangan. Seluruh medium yang ada akan digunakannya untuk menggapai kursi empuk Pariaman satu.

Hanya satu yang belum didapat Mardison, yakni dukungan dari Mukhlis Rahman "sang penguasa" suara PNS. Selain dukungan ASN, suara Mukhlis juga datang dari keluarga besarnya yang sudah punya reputasi, terutama keluarga besar Dafreni Afdal atau yang dikenal Reni Mukhlis, istri Walikota Mukhlis. Ada pula pameo, pemimpin Pariaman tak jauh beranjak dari klan tersebut. Sebut saja Bupati Padangpariaman yang kemudian menjadi Gubernur Sumbar, (alm) Zainal Bakar, lahir dari klan tersebut. Uncu Afdal, ayah Reni Mukhlis, merupakan legenda pemersatu dari keluarga besar tersebut.

Mukhlis di suatu kesempatan, yakni pada penutupan Festival Pesisir 2016 menyatakan dukungan penuh kepada Genius sebagai suksesinya. Pernyataan itu sekaligus tantangan terbesar bagi penantang untuk menguatkan strategi. Para pesaing seperti Mardison terpaksa harus memodifikasi langkahnya agar mampu mengimbangi lari Genius. Dari sinilah awal gerakan Mardison mulai terbaca oleh publik.

Berbagai analisa mengemuka, Genius Umar yang dianggap representasi Mukhlis, dinilai para chalenger belum punya jaringan kuat sebagaimana Mukhlis saat bertarung dulu.

Sebagaimana diketahui, Mukhlis yang hanya di posisi sekdako nonjob saja mampu mengalahkan Mahyuddin sang walikota sedang menjabat di Pilkada 2008, setelah itu menang kembali dengan selisih suara ribuan dari rival terdekatnya di tahun 2013 saat berpasangan dengan Genius Umar.

Akibat analisa tersebut, sejumlah nama bakal calon walikota mulai bermunculan seperti Mahyuddin, Syuryadi Syabirin, Syahril Amiruddin, Edison TRD, M. Sa'ban, Dewi Fitri Deswati. Nama Indra Jaya Piliang bisa saja jadi bom waktu yang akan merubah peta politik jika dia menyatakan diri akan maju. 


Untuk sementara, Syuryadi Sabirin dianggap menonjol karena balihonya muncul hampir di semua lokasi strategis, Syahril Amiruddin dengan kampanye di media sosial, Edison TRD kian menggeliat, serta Dewi Fitri Deswati yang sudah menyiapkan kendaraan politik. Sedangkan Mahyuddin dianggap harimau yang sedang tidur dan jika terjaga merupakan ancaman terbesar bagi semua lawan.

Sedangkan sejumlah nama seperti Aprinaldi, Devika Yufiandra, Indra Jaya Injay dan Jamohor, lebih memasang target wakil walikota. Mereka jangan dianggap diam, salah satu dari nama tersebut dinilai mampu mendongkrak suara pasangan calonnya.

OLP

Resep Sukses di Pilkada Pariaman

Written By oyong liza on Monday, 4 July 2016 | 12:37



Sebentar lagi bulan suci Ramadhan berlalu berganti lebaran Idul Fitri. Tiga puluh hari berpuasa sebentar saja rasanya.

Selama bulan suci dengan segala keagungannya dimanfaatkan umat muslim menimba ibadah. Siang hari berpuasa, malam hari bertarawih, tadarus dan iktiqah di rumah-rumah ibadah meski ada juga yang menghabiskan malamnya di lapau-lapau dan cafe-cafe. Tiap malam selalu ramai, bahkan hingga larut sekalipun.

Di bulan penuh berkah yang masuki tahun politik jelang tahapan Pilkada Pariaman, suhu politik sedikit naik tempraturnya. Momentum demi momentum dimanfaatkan oleh kandidat menjalin silaturahmi lebih erat dengan calon pemilih. Semua itu sah-sah saja. Persaingan mulai terlihat. Politik mulai memetakan diri.

Politik adalah seni memastikan segala kemungkinan. Semua yang mungkin-mungkin diupayakan menjadi pasti. Di muka bumi tidak ada yang mustahil atau tidak mungkin. Maka dari itu pemimpin Pariaman ke depan mungkin bagi siapa saja.

Menjadi pemimpin bukanlah perkara/pekerjaan mudah--, dipilih, terpilih lalu selesai. Pemimpin selain dipilih juga harus penuhi beberapa kriteria dan pertanggungjawaban besar. Tanggungjawab paling mengerikan tentu saja kepada masyarakat yang dipimpinnya dan Allah SWT. Di tangan seorang pemimpin nasib suatu daerah ditentukan. Jangan pernah main-main memilih pemimpin.

Perkara memilih pemimpin oleh masyarakat di era demokrasi terbuka ada positif ada negatif. Kedaulatan di tangan mereka. Tidak ada suara kualitas, semuanya ditentukan oleh kuantitas. One poeple one vote. Suara profesor dengan kuli panggul sama nilainya.

Sumber daya manusia (SDM) di suatu daerah sangat menentukan kualitas pemimpin mereka. Dari rahim mereka pemimpin itu dibidani. Jika ada suatu daerah pemimpinnya yang terlibat narkoba, korupsi dan berkelakuan tercela, dapat kita representasikan bagaimana SDM masyarakat pemilihnya.

Orang Pariaman, setahu saya, adalah masyarakat berperadaban tinggi. Dari sononya mereka egaliter, spesifik, ekslusive dibanding daerah lain di Indonesia. Mereka adalah orang yang menempatkan person dirinya sebagai orang istimewa dan penting. "Kok maha indak tabali, kok murah ndak sambarang jua."

Menjaring massa di Pariaman tidak sama dengan daerah manapun, termasuk kembarannya sendiri Padangpariaman. Politik Pariaman oleh beberapa calon dikatakan sama dengan kehidupan di Texas awal abad 20 yang dipenuhi para Koboi bersenjata di pinggang. Mereka bukanlah calon pemilih yang jinak. Mereka bisa beralih dukungan kapan saja.

Melihat fakta pemilih, beragam strategi dilakukan oleh calon agar menang. Mulai dari menyewa jasa konsultan profesional yang sudah sukses menghantar calon ke kursi pemenang  di daerah lain hingga dengan menghimpun dukungan partai politik sebanyak-banyaknya dengan harapan suara mereka paling tidak sebanyak suara perolehan partai pengusung itu pula. Fakta demikian acap terbalik. Di Pariaman segala strategi modern tidak berlaku sepenuhnya. Cara konvensional juga kurang efektif.

Rumitnya jalan untuk bertengger di kursi Pariaman 1 tentu ada pula trik suksesnya. Trik atau resep ini tentu tidak sembarang orang yang memiliki. Pilkada langsung Pariaman pernah berlangsung dua kali. Bijaknya, tanyakan langsung kepada pemenang di dua Pilkada tersebut. Resep itu mungkin masih terbungkus rapi di "lemarinya".

Catatan Oyong Liza Piliang

Tahapan Pilkada di 2017, KPU Kota Pariaman Ajukan Anggaran

Written By oyong liza on Sunday, 10 April 2016 | 10:49



Jelang Pilkada 2018 Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pariaman gelar audiensi dengan Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman terkait anggaran persiapan tahapan Pilkada. Pemilihan kepala daerah, gubernur, bupati dan walikota diatur Undang-Undang nomor 8 tahun 2015 sebagai landasan hukum. Audiensi dilakukan di ruang kerja walikota, Kamis (7/8).

Walikota Mukhlis pada kesempatan itu meminta KPU agar segera menyelesaikan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) agar selanjutnya dibahas oleh DPPKA untuk dianggarkan pada APBD Kota Pariaman tahun 2017. Tahapan Pilkada Kota Pariaman sebagaimana diatur dilakukan pada tahun tersebut.

"Agar segera dibahas dengan tim anggaran supaya menjadi prioritas di APBD 2017," ungkap Mukhlis.

Ketua KPU Boedi Satria menuturkan bahwa Kota Pariaman masuk gelombang kedua Pilkada serentak 2018 di bulan Juni 2018.

"Sesuai aturan KPU, tahapan Pilkada dimulai 9 bulan sebelum hari H. Maka akan jatuh di bulan Oktober 2017. Pada bulan Desember 2017 tahapan calon perseorangan sudah dimulai dan di bulan Januari 2018 untuk tahapan calon dari Partai Politik (Parpol)," terangnya.

Kata dia, pengajuan anggaran dilakukan pada tahun 2016 agar tidak terlambat untuk anggaran persiapan Pilkada.

TIM

Topik Terhangat

postingan terdahulu