Selain Inovasi Berbasis Web dan Ajep, Perizinan Padangpariaman Sediakan Layanan bagi Disabilitas
Hendra Aswara mengekspos Standar Layanan dan inovasi saat menerima studi tiru dari DPMPTSP Lima Puluh Kota. Foto/Hendra
Pariaman ----- Inovasi yang diluncurkan oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Kabupaten Padangpariaman menjadi inspirasi bagi kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Terutama pelayanan Antar Jemput Perizinan (AJEP) dan Pelayanan Perizinan berbasis Android.

Kepala DPMPTP Hendra Aswara di Pariaman, Jumat (18/5) mengatakan, pelayanan yang cepat, mudah dan online akan menarik minat investor dan memuaskan masyarakat. Di samping itu diperlukan juga standar pelayanan yang jelas, transparan dan bisa diakses masyarakat di manapun baik melalui pamplet, website, media sosial, aplikasi android maupun di kantor pelayanan itu sendiri.

"Layanan perizinan harus cepat dalam hitungan menit atau jam. Sebagaimana arahan Pak Bupati, tidak ada lagi izin yang berminggu-minggu atau berbulan-bulan," kata Hendra. Pihaknya juga sempat menerima rombongan studi tiru dari DPMPTSP Kab. Lima Puluh Kota, Selasa (15/5) lalu. Masih banyak daerah lain melakukan hal yang sama ke Padangpariaman dalam inovasi perizinan.

Jebolan STPDN Angkatan XI itu menambahkan bahwa pelayanan perizinan memiliki tujuan mulia yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Artinya, pemerintah membuka seluas-luasnya kemudahan berusaha untuk pertumbuhan ekonomi yang tentunya akan menimbukan multiplier effect terhadap investasi.

"Misal adanya investor membangun hotel kita percepat proses izinnya yang kemudian membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan menumbuhkan ekonomi," ujarnya.

Pelayanan di Padangpariaman, kata Hendra, aplikasi perizinan elektronik diberi nama SIMPEL (Sistim Informasi Perizinan Elektronik) yang melayani 122 perizinan dan enam non perizinan sesuai Perbup 04 Tahun 2017.

Ditambahkannya bahwa pelayanan di Padangpariaman sudah lebih baik dengan memakai aplikasi perizinan SIMPEL. Sementara di Sijunjung juga telah mengoperasionalkan aplikasi berbasis elektronik.

"Jadi berkas dientry di front office dilanjutkan kepada Kepala Bidang Perizinan. Jika telah diverifikasi oleh kepala dinas maka sertifikat izin sudah bisa dicetak oleh back office," kata pria yang pernah menjabat Kabag Humas itu.

Sedangkan untuk menampung masukan masyarakat, Hendra mengatakan sudah memiliki layanan pengaduan masyarakat secara online melalui website www.perizinan.padangpariamankab.go.id, SMS dan Whatsapp 08116607788, email dpmptp.pdprm@gmail.com dan lainnya.

"Setiap pengaduan kita tindaklanjuti hingga tuntas karena juga terkoneksi langsung oleh inspektorat. Penyelesaian pengaduan maksimal lima hari sesuai SOP," kata Kadis termuda di Padangpariaman ini.

Baru-baru ini, telah diluncurkan juga aplikasi perizinan berbasis android di mana masyarakat dapat mengetik SIMPEL DPMPTP Padangpariaman di google playstore lalu mengunduhnya.

Dalam aplikasi, masyarakat dapat mendaftar perizinan, tracking dan pengaduan secara online. Jadi masyarakat tidak perlu repot-repot datang ke DPMPTP sehingga mengurangi biaya transportasi.

"Inovasi ini yang pertama di Sumbar. Kami siap berbagi jika ada daerah yang meniru inovasi kami," katanya.

Rombongan DPMPTSTP Kab. Lima Puluh Kota yang turut serta studi tiru ke DPMPTP Padangpariaman saat itu terdiri dari tiga orang yakni Kasubag Umum Riswanida, Kasubag Keuangan Ariffadillah dan Staf Yuli Deswita.

Kunjungan mereka untuk melihat langsung pelayanan perizinan sesuai amanat Undang-undang nomor 25 tentang Pelayanan Publik, baik Standar Pelayanan, Sarana prasarana, SDM dan Inovasinya.

"Kesan pertamanya, di sini ruang pelayanan sangat nyaman, full AC, ruang tunggu luas, petugas ramah dan kadisnya sangat muda enerjik," kata Riswanida.

Meja layanan, tambahnya, juga dilengkapi layanan bagi warga berkebutuhan khusus dan punya satu petugas pula. Uniknya adanya minibar dan kacamata baca untuk masyarakat. Pelayanan untuk berkebutuhan khusus juga tersedia loket dan peralatan seperti kursi roda.

"Alhamdulillah, tadi kami saling berbagi informasi untuk perbaikan layanan perizinan yang lebih baik," kata Riswanida mengakhiri. (Tim)
Padangpariaman Buka Layanan Perizinan di Hari Sabtu
Jajaran DPMPTP Padangpariaman siap layani masyarakat di hari Sabtu. Foto/Hendra
Pariaman ----- Pemerintah Kabupaten Padangpariaman menerapkan pelayanan di akhir pekan (weekend service) dan Sehari Jadi Gratis/one day service (Sejati) yang diadakan setiap hari Sabtu.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian Hendra Aswara mengatakan bahwa Weekend Service dan One Day Service bertujuan untuk mempermudah dan memberikan kesempatan kepada masyarakat dan pengusaha untuk mengurus administrasi perizinan di hari libur apabila tidak sempat dilakukan pada hari kerja.

"Sesuai arahan Bapak Bupati kita terapkan weekend service untuk pelayanan terbaik bagi masyarakat," kata Hendra Aswara didampingi Kabid Perizinan Heri Sugianto di Ruang Pelayanan, Sabtu (12/5).

Weekend Service, kata Hendra, merupakan penyelenggaraan pelayanan perizinan yang dilaksanakan setiap Sabtu yang melayani semua jenis perizinan,--yakni ada 122 jenis izin dan enam non perizinan. Sementara One Day Service berlaku untuk enam jenis izin di antaranya SIUP, TDP dan IUJK.

"Kita juga buka layanan pengaduan dan layanan informasi dan konsultasi untuk masyarakat," kata Jebolan STPDN Angkatan XI itu.

Hendra berharap dengan adanya program Weekend Service dapat meningkatkan pengurusan izin usaha dan bertambahnya Pendapatan Asli Daerah khususnya retribusi IMB.

Sebelumnya DPMPTP juga menerapkan Layanan Antar Jemput Perizinan (AJEP), Pendaftaran Online, Tracking dan pengaduan Online serta Layanan Perizinan berbasis Android.

"Tiada hari tanpa inovasi untuk percepatan pelayanan sesuai motto--Saatnya Rakyat Menikmati," kata Kadis termuda di Sumbar ini. (Tim)
Perizinan Padangpariaman Banjir Studi Tiru Daerah Lain
Kadis DPMPTP Hendra Aswara menerima kunjungan studi tiru Sekretaris DPMPTSP Kab. Sijunjung Yuni Elviza beserta rombongan di Ruang Pelayanan, Pariaman, Selasa (17/4)
Pariaman ----- Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Kabupaten Padangpariaman sering menerima kunjungan studi tiru daerah lain karena inovasinya. Kali ini dikunjungi Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sijunjung, Selasa (17/4).

Empat orang di antaranya Sekretaris DPMPTSP Sijunjung Yuni Elviza, Kabid Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Arif Meigayanto, Kasi Dalak Megawati dan staf Vicky anggara.

Kunjungan terkait berbagi informasi pelayanan perizinan. Sekretaris DPMPSTP Sijunjung Yuni Elviza mengaku datang ke Padangpariaman untuk melihat langsung pelayanan perizinan sesuai amanat Undang-undang nomor 25 tentang Pelayanan Publik.

"Begitu juga dengan inovasi yang telah dilakukan baik inovasi berbasis teknologi informasi maupun inovasi pelayanan langsung kepada masyarakat. Kesan pertama melihat ruang pelayanannya, sejuk, nyaman seperti di hotel dan kadisnya pun masih muda,” kata Elviza mengawali pertemuan.

Ditambahkannya bahwa pelayanan di Padangpariaman sudah lebih baik dengan memakai aplikasi perizinan elektronik yang diberi nama SIMPEL (Sistim Informasi Perizinan Elektronik). Sementara Sijunjung juga telah mengoperasionalkan aplikasi berbasis elektronik.

Terkait sarana sesuai standar pelayanan, ujar Elviza, ada hal yang menarik karena Padangpariaman menyediakan minibar dan kacamata baca untuk masyarakat. Pelayanan untuk berkebutuhan khusus juga tersedia loket dan peralatan seperti kursi roda. Artinya, pelayanan perizinan telah memenuhi harapan masyarakat untuk kenyamanan.

"Kita terima kasih kepada Pak Hendra, karena telah berbagi informasi terkait sarana sesuai saran dan inovasi. Hal menariknya, minibar dan tersedianya kacamata baca di ruang pelayanan," ujarnya.

Kadis DPMPTP Hendra Aswara mengatakan bahwa seluruh administrasi perizinan dilakukan secara online yang diberi nama SIMPEL atau Sistem Perizinan Elektronik. Terdapat 122 perizinan dan 6 non perizinan yang dilayani oleh petugas front office.

Setelah entry data, kata Hendra, berkas dilanjutkan kepada Kepala Bidang Perizinan secara online. Jika telah diverifikasi oleh kepala dinas maka sertifikat izin sudah bisa dicetak oleh back office.

"Setiap sertifikat yang dicetak terdapat barcode, untuk menjamin keaslian dokumen. Tidak ada barcode berarti palsu," katanya.

Sedangkan untuk menampung masukan masyarakat, tambah Hendra, dinasnya sudah memiliki layanan pengaduan masyarakat secara online melalui website www.perizinan.padangpariamankab.go.id, SMS dan Whatsapp 08116607788, email dpmptp.pdprm@gmail.com dan lainnya.

"Setiap pengaduan kita tindaklanjuti hingga tuntas karena juga terkoneksi langsung oleh inspektorat. Penyelesaian pengaduan maksimal 5 lima hari sesuai SOP," kata Kadis termuda di Padangpariaman ini.

Baru-baru ini, tambah Hendra, telah diluncurkan juga aplikasi perizinan berbasis android di mana masyarakat dapat mengetik SIMPEL DPMPTP Padangpariaman di google playstore lalu mengunduhnya.

Dalam aplikasi, masyarakat dapat mendaftar perizinan, tracking dan pengaduan secara online. Jadi masyarakat tidak perlu repot-repot datang ke DPMPTP sehingga dapat mengurangi biaya transportasi.

Saat ini, tambah Hendra, DPMPTP sedang mengikuti lima kompetisi pelayanan prima dan inovasi pelayanan publik dari lima lembaga yaitu BKPM RI, Kemenpan dan RB, Ombudsman, Pemprov Sumbar dan Pusat Studi Kebijakan Publik. (Tim)
Perizinan Padangpariaman Jemput Bola dengan Mobil Keliling
Petugas pelayanan perizinan bersiap melayani masyarakat dengan mobil keliling. FOTO/istimewa
Pariaman ----- Masyarakat Padangpariaman semakin dimanjakan dalam pelayanan perizinan. Awal tahun ini, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) membuat terobosan antar jemput perizinan dengan menggunakan mobil keliling.

Beroperasinya mobil tersebut sebagai langkah untuk mendekatkan diri kepada masyarakat yang hendak mengajukan perizinan tanpa harus datang ke kantor dinas dan sertifikat selesai di tempat khususnya SIUP dan TDP.

Kepala DPMPTP Hendra Aswara mengatakan, antar jemput layanan perizinan sebagai wujud visi misi Kepala Daerah terkait inovasi pelayanan publik. Inovasi ini diberi nama Antar Jemput Perizinan Padang Pariaman (Ajep Papa).

"Sesuai arahan Bapak Bupati, awal tahun ini kita lanching. Tujuannya lebih mendekatkan pelayanan perizinan dan memudahkan masyarakat. Semoga bisa dinikmati untuk kemudahan berinvenstasi di Padangpariaman," kata Hendra di Pariaman, Kamis (1/2).

Adapun Layanan Mobil keliling ini, kata Hendra, sebagai sarana konsultasi, pengaduan, pemeriksaan berkas serta untuk memberikan pemahaman bahwa mengurus izin itu mudah, ada kepastian waktu dan kepastian biaya untuk retribusi perizinan. Ada 122 perizinan yang bisa diproses dan verifikasi berkas. Jika memerlukan tinjauan lapangan maka dijalankan sesuai SOP.

"Mobil keliling berada di pusat keramaian dan kantor pemerintahan. Masyarakat bisa langsung mendaftar, diverifikasi. Jika syarat lengkap, izin diterbitkan dan gratis. Jika dibutuhkan survey maka tim teknis segera ke lokasi," ujar Jebolan STPDN Angkatan XI itu.

Bupati Padangpariaman Ali Mukhni apresiasi inovasi DPMPTP dalam melakukan tupoksi terkait pelayanan perizinan. Ia berharap mobil kelililing memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Kita ingin investor dan masyarakat semakin terlayani dengan mudah dan cepat. Manfaatkanlah mobil keililing DPMPTP," imbau Ali Mukhni. (HA/OLP)
Nlai Investasi Padangpariaman Tahun 2017 Naik Hampir 500 persen
Hendra Aswara saat ekspose investasi Padangpariaman kepada sejumlah wartawan di kantornya. Foto/OLP
Pariaman --- Nilai investasi tahun 2017 kabupaten Padangpariaman sudah mencapai Rp183 miliar per September 2017. Jumlah tersebut melebihi target sebesar Rp46 miliar.

"Sedang capaian tahun 2016 sebesar Rp40 miliar," ujar Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Kabupaten Padangpariaman, Hendra Aswara di Pariaman, Selasa (12/12).

Hendra yang baru menjabat sejak Januari 2017 lalu itu mengatakan, peningkatan investasi berasal dari sejumlah perusahaan di kecamatan Batang Anai yang memang merupakan kawasan industri di Padangpariaman.

Peningkatan investasi perusahaan dilakukan pihaknya dengan mendatangi perusahaan satu per satu untuk melihat sekaligus mendata peralatan industri.

"Kita menemukan penambahan sejumlah alat penunjang produksi baru dan kita catat harga dan jumlahnya," ujarnya.

Dengan semakin mudahnya sistim perizinan yang dibuat oleh pihaknya, Hendra berharap investasi ke depan akan lebih besar lagi dan membawa dampak kepada peningkatan sektor ekonomi Padangpariaman.

Selain investasi besar, pihaknya juga berusaha mengenjot industri kecil dan menengah. Seluruh perizinan saat ini dijalankan secara online dan bisa siap dalam waktu lima menit jika pejabat terkait tidak dinas luar.

Untuk mempermudah perizinan oleh pelaku usaha, kata Hendra pihaknya saat ini sedang melakukan kerjasama dengan PT Pos Indonesia dan BPJS.

Selain target investasi dan pelayanan berbasis daring, DPMPTP juga telah merenovasi kantornya untuk memudahkan pengizinan. (*)
Perizinan Pessel Kaget Lihat Kantor Layanan DPMPTP Padangpariaman Mirip Hotel
Kadis PMPTP Hendra Aswara berbagi informasi terkait perizinan online dengan DPMPTSP Pessel di Ruang Pelayanan di Pariaman, Kamis (7/12).
Pariaman --- Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Kabupaten Padangpariaman dengan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pesisir Selatan berbagi informasi terkait pelayanan perizinan.

Sekretaris DPMPSTP Pessel Darmadi mengaku datang ke Padangpariaman untuk melihat langsung pelayanan perizinan dan inovasi yang telah dilakukan. Ia pun merasa nyaman berada di ruang pelayanan yang disain seperti di hotel.

"Wah, ruang pelayanan seperti di hotel," kesan pertama Sekretaris DPMPTSP Pessel sewaktu melihat kantor DPMPTP Padangpariaman di Pariaman, Kamis (7/12)

Adapun maksud kedatangannya, kata Darmadi, untuk sharing informasi terhadap pelayanan perizinan dan non perizinan yang telah diterapkan secara online. Kemudian mengenai koordinasi dengan OPD teknis dalam pemberian rekomendasi izin.

Darmadi mengatakan bahwa pelayanan di Padangpariaman sudah lebih baik dengan memakai aplikasi perizinan elektronik. Sementara Pessel juga telah mengoperasionalkan aplikasi SiCantik dari Kominfo.

"Kita lihat di media, di sini banyak inovasi dan telah melaksanakan seluruh rekomendasi KPK. Apalagi pak Kadisnya masih muda dan menguasai teknologi informasi," ujarnya.

Kadis PMPTP Hendra Aswara mengatakan bahwa seluruh administrasi perizinan dilakukan secara online yang diberi nama SIMPEL atau Sistem Perizinan Elektronik.

Terdapat 122 perizinan dan 6 non perizinan yang dilayani oleh petugas front office. Setelah entry data, berkas dilanjutkan kepada Kepala Bidang Perizinan secara online. Jika telah diverifikasi oleh Kepala Dinas maka sertifikat izin sudah bisa dicetak oleh Back Office.

"Setiap sertifikat yang dicetak terdapat barcode, untuk menjamin keaslian dokumen," ujar Magister Manajemen itu.

Untuk menampung masukan masyarakat, tambah Hendra, dinasnya sudah memiliki layanan pengaduan masyarakat secara online melalui website, medsos, SMS, Whatsapp, email dan lainnya.

"Setiap pengaduan kita tindak lanjuti hingga tuntas karena juga terkoneksi langsung oleh inspektorat," kata Kadis termuda di Padangpariaman ini.

Begitu pula dengan keterbukaan informasi publik, DPMPTP telah memiliki website http://perizinan. padangpariamankab.go.id yang di dalamnya terdapat data, persyaratan dan informasi yang sewaktu-waktu dapat diunduholeh masyarakat.

Dikatakannya bahwa DPMPTP Padangpariaman sudah menjalankan seluruh program yang diperintahkan oleh KPK RI terhadap pelayanan perizinan. (Tim)