Tingkatkan PAD, DPRD Pessel Kunker ke Perizinan Padangpariaman
Kadis PMPTP Hendra Aswara ekspos mengenai Inovasi AJEP di hadapan rombongan Komisi II DPRD Pessel. Foto: Hendra
Pariaman - Dinas PMPTP Kabupaten Padangpariaman menerima kunjungan kerja Komisi II DPRD Kabupaten Pesisir Selatan. Rombongan dipimpin oleh Yulianavia berserta sembilan anggota dan tim pendamping.

Kunker tersebut diterima langsung oleh Kepala DPMPTP Hendra Aswara didampingi Kabid Perizinan dan Non Perizinan Heri Sugianto.

“Kunjungan ini untuk sharing informasi mengenai tata kelola perizinan dalam peningkatan PAD. Karena kami tahu bahwa DPMPTP Padangpariaman adalah yang terbaik di Sumbar," kata Yulianavia di Ruang Layanan DPMPTP, Pariaman, Kamis (20/9).

Dikatakannya bahwa secara geografis wilayah Pesisir Selatan sama dengan Kabupaten Padangpariaman. Berada di sepanjang pantai barat Sumatera dan juga penyangga ibukota provinsi yang tentunya akan menjadi magnet investasi yang menjanjikan.

Sementara, kata Yulia, pertumbuhan infrastruktur di Pessel makin pesat namun PAD masih belum maksimal. Karena itu perlu inovasi-inovasi OPD teknis yang membidangi perizinan untuk mengejar target PAD, khususnya retribusi izin mendirikan bangunan.

"Kami amati di Padangpariaman ada inovasi yang berhasil dalam peningkatan PAD, yaitu AJEP. Kami ingin juga menerapkannya di Pessel," ujarnya.

Kadis PMPTP Hendra Aswara membenarkan bahwa inovasi Antar Jemput Perizinan (AJEP) layak ditiru dan diterapkan untuk percepatan layanan. Inovasi ini sukses dilakukan dan diapresiasi Pemprov Sumbar dan masyarakat Padangpariaman.

AJEP, kata Hendra, inovasi yang lahir di awal tahun 2018 karena rendahnya minat pelaku usaha dan masyarakat datang ke kantor untuk mengurus IMB. Hal ini kata dia, disebabkan jarak tempuh yang jauh, biaya transportasi dan lamnya pengurusan. Maka diambil kebijakan untuk mengantar dan menjemput berkas permohonan perizinan ke rumah dan ke perusahaan kemudian diproses hingga selesai.

"Jadi tinggal tunggu di rumah atau di perusahaan saja, petugas kami yang bergerak jemput dan antar kembali. Biaya gratis dan tanpa imbalan apapun karena sudah ada kami siapkan anggarannya," kata Kadis yang pernah menjabat Kabag Humas itu.

Untuk anggaran, lanjut Hendra, sudah disiapkan sebesar Rp25 juta per tahun untuk operasional AJEP. Namun hasilnya luar biasa, dari Rp1,5 miliar target Retribusi IMB tahun 2018 telah terealisasi 103% pada Agustus lalu. Artinya dalam delapan bulan target tercapai dan masih ada penambahan hingga akhir tahun nanti

"AJEP ini representasi bahwa kita adalah pelayan masyarakat. Sebagaimana sering disampaikan Bapak Bupati," kata Kadis termuda itu.

Sementara Kabid Perizinan dan Non Perizinan Heri Sugianto membenarkan bahwa masyarakat sangat semakin mudah dalam mengurus administrasi perizinan. Inovasi AJEP menegaskan pelayanan yang cepat, syarat mudah, transparan dan berbasis teknologi informasi.

Ke depan, kata Heri, Ajep akan dikembangkan dengan membangun aplikasi yang berbasis GPS (Global Positioning System) seperti Go-jek, Grab atau sejenisnya.

"Jadi masyarakat banyak pilihan, bisa hubungi Ajep di 08116607788 dan memakai aplikasi Go-Ajep," ujar jebolan Fakultas Hukum Unand itu.

Fasilitas AJEP di antaranya satu unit mobil dan dua kendaraan roda dua. Tim AJEP dibagi dalam empat wilayah yang dipimpin oleh masing-masing Kepala Bidang dan didampingi dua anggota. (Tim)
Terima Hadiah dari Gubernur, DPMPTP Padangpariaman Santuni Anak Yatim
Kadis PMPTP Hendra Aswara didampingi Kabid Perizinan dan non Perizinan Heri Sugianto serahkan bantuan uang kepada Pengurus Panti asuhan Mukarrahmah di Pauhkambar, Jumat (7/9).
Pauhkambar - Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Kabupaten Padangpariaman berbagi kebahagiaan dengan anak-anak panti asuhan.

"Bagi jajaran DPMPTP mencari pahala tidak hanya sebatas bekerja dan memberikan layanan kepada masyarakat saja, namun juga niat berbagi kepada sesama," kata Kepala Dinas PMPTP Hendra Aswara di Panti Asuhan Mukkarrahmah, Pauhkambar, Jumat (7/9).

Berbagi kebahagiaan, kata Hendra, karena DPMPTP Padangpariaman raih peringkat pertama lomba kompetisi pelayanan prima dan inovasi pelayanan publik tahun 2018.

"Alhamdulillah prestasi ini tidak terlepas dari doa adik-adik dari panti asuhan," kata jebolan STPDN angkatan XI itu.

Dijelaskannya sebelum lomba tersebut, pada bulan Juni yang lalu, DPMPTP juga mengundang anak-anak binaan Panti Mukkarrahmah untuk menggelar berbuka dan doa dalam rangka bulan suci Ramadhan serta mengikuti lomba kompetisi pelayanan prima dan inovasi pelayanan publik tahun 2018.

Diketahui DPMPTP Padangpariaman meraih peringkat pertama kompetisi tersebut dan berhak mendapatkan hadiah uang tunai Rp10 juta rupiah.

"Kami sepakat memberi sebagian hadiah uang yang diterima untuk diserahkan kepada adik-adik panti asuhan," kata Kadis termuda itu.

Kegiatan ini, kata Hendra juga untuk mempererat kekerabatan sesama jajaran DPMPTP Padangpariaman dan mewujudkan rasa cinta kasih dan saling menolong bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan.

Banyak manfaat positif yang menurut Hendra bisa didapat dari membantu orang yang berkekurangan. Misalnya, terbangun rasa kebersamaan dan kekeluargaan dengan para penghuni panti asuhan.

Sementara Pengurus Panti Almukarrahmah, Zahara, menjelaskan terdapat 35 anak asuh di panti tersebut yang saat ini sedang menempuh Sekolah Dasar. Mereka semua juga dibekali ilmu agama dan keterampilan seperti kerajinan tangan.

Ia mengaku senang dengan adanya bantuan dari DPMPTP Padangpariaman dan diharapkan bantuan ini bisa terus berkelanjutan.

"Alhamdulillah DPMPTP peduli anak-anak panti asuhan, semoga kebaikan bapak dan ibu semuanya dibalas oleh Allah SWT," katanya.

Terpisah, Bupati Padangpariaman Ali Mukhni apresiasi aksi sosial DPMPTP yang peduli dan membantu anak-anak panti asuhan.

"DPMPTP menunjukan pesan moral bahwa berbagi kebahagiaan itu indah. Di saat bahagia, jangan lupa kepada saudara yang membutuhkan," kata Ali Mukhni. (Tim)

Inovatif Layani Publik, Kemenpan RB Nilai Tiga SOPD Padangpariaman
DPMPTP Kabupaten Padangpariaman bersiap mengikuti penilaian Pelayanan Publik Kemenpan dan RB
Pariaman ----- Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Kabupaten Padangpariaman bersiap mengikuti penilaian Pelayanan Publik yang dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI.

Penilaian ini adalah yang keempat yang diikuti DPMPTP sejak awal 2018. Sebelumnya DPMPTP juga telah ikuti lomba penilaian Pelayanan Publik dari Ombudsman Provinsi Sumatera Barat, BKPM RI dan Pemprov Sumbar.

"Ini penilaian pelayanan publik yang keempat sejak bulan Januari awal tahun ini. Insya Allah kita sudah lakukan perisiapan yang difasilitasi Bapak Sekda melalui Bagian Organisasi," kata Hendra Aswara di Pariaman, Kamis (9/8).

Jadwal penilaian dilaksanakan dari tanggal 13 hingga 16 Agustus 2018. Ada tiga OPD yang menjadi objek penilaian oleh Kemenpan dan RB yaitu DPMPTP, Disdukcapil dan RSUD Parit Malintang.

Ada enam aspek penilaian dan bobot nilainya yaitu Kebijakan Pelayanan 30%, Profesionalisme SDM 18%, Sarana Prasarana 15%, Sistim Informasi 15%, Komsultasi dan Pengaduan 15% dan Inovasi 7%.

Saat ini, kata Hendra, ketiga OPD tersebut kompak saling berbagi informasi dan saling memberi masukan. Tujuannya agar mendapat nilai tertinggi sehingga meraih prestasi yang membanggakan nama Kabupaten PadangPariaman.

Bupati Padangpariaman Ali Mukhni menargetkan OPD yang mengikuti lomba raih nilai tetinggi atau nilai 'A' dari Kemenpan dan RB.

"Kita optimis karena ketiganya ini adalah OPD yang terbaik. Sudah banyak lakukan inovasi untuk memudahkan dan medekatkan pelayanan berbasis teknologi informasi. Apalagi pada Disdukcapil yang setiap tahun raih penghargaan tingkat provinsi," kata peraih Satya Lencana Pembangunan itu.

Dikatakannya bahwa paradigma pelayanan sudah berubah. Tidak ada lagi istilah jika bisa diperlambat untuk apa dipercepat. Artinya, mindset pelayanan harus berubah juga, aparatur melayani masyarakat sepenuh hati tanpa imbalan apapun.

"Di Padangpariaman, kita telah sepakat tidak ada istilah pejabat, yang ada pelayan masyarakat," kata dia.

Bagi OPD yang berprestasi, kata Ali Mukhni, diberikan reward seperti sertifikat penghargaan yang diserahkan setiap tanggal 17 agustus dan diprioritaskan dalam penganggaran. (Tim)
Investor Korea Selatan Apresiasi Layanan Ajep Padangpariaman
Petugas Ajep mendatangi rumah Echo Vano (28), pimpinan CV. Al Fatih serahkan SIUP dan TDP di Ulakan, Rabu (8/8)
Padangpariaman ----- Kemudahan berusaha di Kabupaten Padangpariaman sangat dirasakan masyarakat. Pelayanan perizinan yang mudah, cepat dan tanpa pungutan yang didambakan, telah dinikmati oleh pelaku usaha di wilayah Padangpariaman. Terlebih lagi, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) juga menawarkan antar jemput perizinan dalam proses izin usaha.

Inovasi yang diberi nama AJEP, itu diluncurkan oleh Bupati Padangpariaman Ali Mukhni sejak awal tahun ini telah banyak dimanfaatkan masyarakat.

Echo Vano (28), pimpinan CV. Al Fatih, mengaku mengurus permohonan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) ke DPMPTP. Ketika itu, ia berkata, petugas Front Office menawarkan berkas perizinan dikirim lewat paket pos atau AJEP. Langsung saja pilihannya menggunakan Ajep karena pekerjaan yang tidak bisa dia tinggalkan.

“Saya sudah tahu AJEP dari media. Makanya saya pilih (Ajep), sekaligus ingin melihat langsung petugas yang datang. Alhamdulillah, biar rumah saya jauh dan cuaca hujan, tapi petugas tetap datang. Terima kasih Pak Bupati dan jajarannya,” kata Echo yang beralamat di Jalan Syekh Burhanuddin Nomor 10 Nagari Tapakis, Kecamatan Ulakan Tapakis, Rabu (8/8).

Hal yang sama, juga dirasakan Edriadi (42). Warga Korong Duku, Batang Anai itu mengatakan layanan Ajep merupakan layanan yang menjawab keinginan masyarakat dalam pengurusan perizinan. Izin dijemput kemudian diproses dan diantar kembali ke rumah apabila sudah selesai.

“Ini luar biasa. Kami masyarakat dilayani dari awal hingga tuntas. Petugasnya ramah, layanan cepat dan tanpa dipungut biaya,” kata Edi.

Petugas Ajep dipimpin oleh Kasi Pembinaan dan Advokasi Nurtini mengatakan antusias masyarakat menggunakan layanan Ajep karena ada beberapa keuntungan. Di antaranya menghemat waktu, tanpa biaya dan bisa beraktifitas seperti biasa.

“Sesuai perintah pak Kadis, tim ajep turun ke kec. 2x11 Kayu Tanam, Enam Lingkung, Lubuk Alung dan Ulakan Tapakis hari ini. Kita bisa lihat betapa masyarakat merindukan program yang pro rakyat yang memudahkannya,” kata Nurtini.

Kepala Dinas PMPTP Hendra Aswara mengatakan, layanan Ajep sudah dikenal hingga ke pelosok nagari. Ada dua tujuan utama yang diperoleh yaitu mendukung progran pemerintah untuk pengentasan kemiskinan dan untuk peningkatan PAD khususmya retribusi IMB.

“Kita ingin masyarakat tak perlu susah datang ke kantor kami. Cukup petugas kami yang datang jemput dan antar kembali ke rumah masyarakat," kata jebolan STPDN angkatan XI.

Terpisah, Bupati Ali Mukhni mengatakan inovasi diapresiasi investor dalam dan luar negeri. Baru-baru ini, kata Ali Mukhni, investor asal Korea Selatan yang datang ke Padangpariaman juga dijelaskan mengenai Ajep.

"Investor dari Korsel kaget adanya program Ajep. Di negaranya tidak ada seperti itu," kata dia.

Orang nomor satu di Padangpariaman itu juga mendorong DPMPTP membuat kebijakan pelayanan berinvestasi. Artinya, semakin banyak inventasi maka kesejahteraan meningkat, lapangan pekerjaan terbuka dan menumbukan ekonomi kreatif.

"Tahun ini kita targetkan investasi Rp200 miliar, semoga terealisasi dengan adanya dukungan seluruh pihak," kata bupati yang dikenal jago lobi itu. (Tim)

Baru Pertengahan Tahun, Perizinan Padangpariaman Sudah Lampaui Target PAD
Petugas Ajep serahkan berkas perizinan kepada Nasrul, warga Pasie Laweh Lubuk Alung, Kamis (26/7). Foto/Hendra
Batang Anai ----- Layanan Antar Jemput Perizinan (AJEP) semakin diminati masyarakat. Inovasi yang diluncurkan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Kabupaten Padangpariaman itu, juga mendapat tempat di hati pelaku usaha. Hari ini, Kamis (26/7), petugas Ajep akan mengantar berkas perizinan ke Kecamatan VII Koto, Lubuk Alung dan Batang Anai.

Lily Ocmelia (25), warga Nagari Buluah Kasok, VII Koto, mengatakan adanya layanan AJEP maka dirinya bisa berdagang seperti biasa, tanpa harus menutup toko untuk mengurus berkas perizinan di DPMPTP.

"Alhamdulillah, kemaren diserahkan berkas, hari ini sudah diantar ke rumah. Cepat, mudah dan gratis," ujar Lily, pemilik toko elektronik di Buluah Kasok, Kamis (26/7).

Hal yang sama dikatakan warga lainnya bernama Nasrul. Warga Pasie Laweh Lubuk Alung tersebut mengaku kaget dengan kedatangan petugas Ajep. Dikatakannya bahwa saat mengurus perizinan, dirinya ditawarkan untuk menggunakan Ajep sehingga cukup menunggu di rumah saja.

"Saya berterima kasih sekali dan tak menyangka petugas datang mengantar ke tempat bisa dibilang cukup jauh ini. Tanpa minta imbalan lagi," kata Nasrul yang kontraktor itu.

Selanjutnya petugas Ajep bergerak ke Nagari Kasang, Batang Anai. Adapun alamat yang dituju adalah Ermayanti, seorang pelaku usaha, tepatnya di depan SPBU Palapa. Erma mengetahui Ajep dari media cetak dan media online/sosial. Karena itu ia pun mencoba untuk menggunakan layanan Ajep.

"Dari Palapa ke Pariaman bisa 40 menit. Trus ongkos dan makan bisa habis Rp50 ribu. Dengan Ajep, semuanya tak perlu saya pikirkan. Petugasnya yang datang, biaya tak ada. Berarti Ajep program pro rakyat lah," ujar Erma.

Kepala Dinas PMPTP Hendra Aswara mengatakan permintaan layanan AJEP per Juni 2018 sudah mencapai 102 layanan.

Adapun berkas perizinan didominasi untuk pengurusan SIUP, TDP, IMB, Izin PAUD, Reklame dan PIRT. Operasional AJEP terdiri dari satu kendaraan roda empat dan satu kendaraan roda dua.

Inovasi AJEP kata dia, sangat berdampak terhadap kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan. Pada 2015, target PAD retribusi IMB hanya Rp400 juta. Kemudian tahun 2016 target Rp450 juta dan pada 2017 ditargetkan sebesar Rp500 juta. Saat AJEP PAPA diluncurkan pada awal 2018, target PAD sebesar Rp1,5 miliar telah tercapai.

“Alhamdulillah, dalam enam bulan target Retribusi IMB telah tercapai 100,3 persen yaitu 1,5 miliar lebih. Artinya, program AJEP PAPA layak ditiru untuk peningkatan PAD di kabupaten dan kota lainnya di Sumbar,” ujar Jebolan STPDN Angkatan XI itu.

Saat ini, tambah Hendra, Layanan Ajep pada DPMPTP sedang mengikuti lomba inovasi Layanan Publik Tingkat Propinsi Sumbar. Ada dua yang menjadi unggulan program Ajep, yaitu pertama mendukung progran pemerintah untuk pengentasan kemiskinan dan kedua untuk peningkatan PAD.

"Mohon doa dari masyarakat, supaya Ajep bisa menjadi terbaik di Sumbar," kata Kadis yang  meraih peringkat pertama Keterbukaan Informasi Publik sewaktu menjadi kabag Humas itu. (Tim)
DPMPTP Padangpariaman Layak Raih Penghargaan Inovasi Pelayanan Publik Terbaik
Kadis DPMPTP Hendra Aswara ekspos peluang investasi dan inovasi layanan di Padangpariaman
Pariaman ----- Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Kabupaten Padangpariaman masuk lima besar dalam Kompetisi Pelayanan Prima dan Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Provinsi 2018.

Adapun lima besar layanan publik tersebut yaitu RSAM Bukittinggi, Disdukcapil Kota Padang Panjang, DPMPTSP Agam, Puskesmas Padang Pasir Kota Padang dan DPMPTP Padangpariaman.

Ketua Tim Penilai Dahnil Aswad mengatakan, penilaian kompetisi terdiri dari kriteria penilaian, antara lain:

Pertama, profil unit kerja pelayanan publik yang meliputi visi dan misi, motto, maklumat/ janji layanan, standar operasional prosedur (SOP), sistem pengelolaan pengaduan masyarakat, pelaksanaan survei kepuasan masyarakat (SKM) dan standar pelayanan.

Kedua, sumber daya manusia (SDM) UKPP yang terdiri dari data personil UKPP, pedoman sikap dan perilaku pegawai, upaya peningkatan disiplin pegawai dan upaya peningkatan kompetensi serta keterampilan pegawai.

Ketiga, sarana dan prasarana terdiri dari sarana dan prasarana yang dimiliki saat ini dan sarana dan prasarana yang belum dimiliki. Keempat, inovasi pelayanan publik terdiri sekilas inovasi terkait tata kelola pelayanan. Inovasi terkait teknologi dan komunikasi, inovasi terkait perbaikan kesejahteraan sosial dan inovasi terkait pelayanan langsung kepada masyarakat.

“Kelimanya punya peluang yang sama untuk menjadi yang terbaik, tim akan mengevaluasi untuk menentukan yang juaranya,” kata Dahnil usai melakukan penilaian di DPMPTP Padangpariaman, Kamis (12/7).

Ditambahkannya bahwa kepala dinas hingga staf di DPMPTP mengetahui tugas pokok dan fungsinya. Inovasi yang ada juga diketahui oleh seluruh staf. Artinya, setiap program dan kegiatan tersosialisasi dengan baik oleh atasan.

“Tadi saya interview dengan staf di front office, seolah menjadi masyarakat yang sedang mengurus izin. Mereka bisa menjelaskan dengan baik dan bisa dipahami,” ujar Ketua YLKI Sumbar itu.

Kepala DPMPTP Hendra Aswara mengatakan bahwa inovasi diinstansinya berbeda dengan kabupaten dan kota lainnya di Sumatera Barat. Bahkan inovasi yang pertama ada diteraplan dalam pengurusan perizinan.

"Ada tiga inovasi yang menjadi unggulan yaitu AJEP PAPA (Antar Jemput Perizinan Padang Pariaman), Perizinan berbasis Android, SEJATI (Sehari jadi Gratis), Weekend Service dan Data perizinan berbasis NIK (Nomor Induk Kependudukan)," ujarnya.

Inovasi AJEP kata Hendra, sangat berdampak terhadap kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan. Pada 2015, target PAD retribusi IMB hanya Rp400 juta. Kemudian di 2016 target Rp450 juta dan 2017 ditargetkan sebesar Rp500 juta. Saat AJEP PAPA diluncurkan pada awal 2018, target PAD sebesar Rp1,5 miliar telah tercapai.

“Alhamdulillah, dalam enam bulan target Retribusi IMB telah tercapai hamper 100 persen. Artinya, program AJEP PAPA layak ditiru untuk peningkatan PAD di kabupaten dan kota lainnya di Sumbar,” ujar Jebolan STPDN Angkatan XI itu.

Layanan DPMPTP banyak mendapat apresiasi oleh masyarakat, pengusaha dan Pemerintah Daerah sehingga layak menjadi salah satu yang terbaik di Sumbar.

Dalam dua tahun terakhir terjadi perubahan pesat terhadap layanan. Mulai dari gedung kantor yang nyaman layaknya hotel, sumber daya manusia yang ramah dan terampil dan penerapan teknologi informasi dalam pelayanan.

Dalam penilaian kompetisi pelayanan prima dan inovasi pelayanan publik tingkat Provinsi 2018, DPMPTP punya peluang besar menjadi yang terbaik di Sumbar.

“Kita punya kebiasaan, memulai kegiatan di pagi hari dengan salat dhuha. Karena Allah adalah pemberi solusi, kalah atau menang bukanlah soal. Yang penting masyarakat menikmati layanan kami, pengusaha nyaman berusaha dan PAD meningkat setiap tahunnya. Yang menang berarti diridhoi Allah SWT,” ujar peraih penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2015 yang lalu itu. (Tim)