Tukang Bangunan Tewas Tersengat Listrik di Kampung Jao
Jasad korban di RSUD Pariaman. Foto/Nanda
Kampung Jao ----- Seorang tukang bangunan tewas tersengat listrik saat memasang atap kanopi di sebuah toko elektronik di Kelurahan Kampung Jao II, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Sabtu (7/4).

Tukang bangunan bernama Riko Rahmanto, 32 tahun, merupakan warga Batang Kabuang Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman.

Ia tewas seketika setelah tidak sengaja menyentuh kabel listrik saat memasang atap kanopi.

Menurut saksi, Fauzi, 25 tahun, usai tersengat listrik, korban terjatuh dari atap bangunan berlantai tiga itu.

Warga yang mengetahui peristiwa langsung berbondong-bondong mengerumuni dan mengevakuasi korban ke RSUD Pariaman.

Korban juga mengalami luka bakar hampir di sekujur tubuhnya.  "Korban sudah dievakuasi ke RSUD Pariaman," ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, keluarga dan kerabat korban ramai menjenguk korban di rumah sakit. Jasad kemudian dibawa ke rumah keluarga korban. (Nanda)
Seorang Pria Pengangguran Cabuli 34 Bocah di Sungai Limau
Tersangka saat diamankan di Mapolsek Sungai Limau. Foto/Nanda
Padangpariaman ----- 34 orang anak diduga menjadi korban pencabulan sesama jenis (sodomi) di Nagari Lohong, Kecamatan Sungai Limau, Padangpariaman.

Perbuatan bejat itu diduga dilakukan oleh tersangka R, 20 tahun. Tersangka yang berstatus pengangguran itu, tidak lain adalah tetangga anak-anak yang jadi korban kejahatan predator anak itu.

Kapolres Pariaman, AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto menjelaskan, tersangka pertama diamankan oleh orangtua korban bersama masyarakat pada Rabu (4/4) sore. Ia diamankan setelah menerima keterangan salah seorang saksi yang melihat korban diajak ke dalam rumah tersangka.

Usai diamankan di rumahnya, orang tua korban dan warga menyerahkan tersangka ke kantor Polsek Sungai Limau.

"Masyarakat mengantarkan pelaku ke Polsek Sungai Limau atas dugaan perbuatan itu. Selanjutnya kasus tersebut telah ditangani penyidik," jelasnya.

Menurut AKBP Bagus, pihaknya saat ini masih menjalani pemeriksaan terhadap tersangka, korban dan saksi-saksi. Dari intrograsi, tersangka mengakui jika perbuatan cabul sesama jenis ia lakukan sejak tahun 2012 silam.

"Pengakuannya sudah sejak tahun 2012 silam," ujarnya.

Ditambahkannya, selain memeriksa saksi, korban dan tersangka, penyidik juga akan meminta dilakukannya visum terhadap korban.

"Kita minta dilakukan visum. Dalam perkara seperti ini, visum sangat diperlukan," pungkasnya. (Nanda)
Diciduk Polisi FR Akui Cabuli Balita 4 Tahun
FR saat diamankan di Mapolres Pariaman. Foto/Nanda
Pariaman ------ Entah apa yang ada dibenak FR, 35 tahun, warga Desa Cubadak Mentawai Kota Pariaman. FR yang sehari-hari bekerja sebagai pegawai tidak tetap di salah satu perusahaan milik negara di Kota Pariaman itu, diduga tega mencabuli anak balita (bawah lima tahun) Z, 4 tahun, yang tidak lain kawan sepermainan anaknya sendiri.

Terungkapnya perbuatan cabul tersangka FR berawal ketika korban Z mengeluhkan rasa sakit pada bagian alat kelaminnya. Rasa sakit saat buang air kecil yang diderita, menimbulkan kecurigaan orang tua korban.

“Korban menceritakan perbuatan yang dilakukan tersangka, selanjutnya pada hari yang sama, orang tua korban melapor ke Polres Pariaman,”  terang Kasat Reskrim Polres Pariaman, AKP Ilham Indarmawan kepada media, Selasa (3/4) siang.

Tidak berselang beberapa jam setelah mendapatkan laporan orangtua korban, tim Opsional Reskrim bergerak cepat, tersangka FR pun akhirnya diamankan.

Tersangka diamankan di rumahnya. Dalam penangkapan itu, awalnya tersangka sempat mengelak laporan yang dialamatkan kepadanya. Tersangka tidak dapat mengelak lagi setelah dikonfontir.

"Kita sudah lakukan konfrontir tersangka dan korban. Dalam konfrontir tersebut, korban akhirnya mengakui perbuatan yang ia lakukan kepada korban," ulasnya.

Selain hasil pemeriksaan korban dan tersangka, dugaan perbuatan cabul juga diperkuat beberapa alat bukti. Menurut AKP Ilham, dari kesimpulan hasil visum, ditemukan adanya kerusakan pada selaput dara korban.

"Ada beberapa keterangan yang kita jadikan alat bukti, keterangan hasil visum dari dokter dan pakaian dalam korban," pungkasnya.

Kini, FR terancam kurungan maksimal 15 tahun penjara Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (Nanda)
Ibu Kandung Temukan Anaknya Gantung Diri di Gubuk Tua
Jasad korban ditemukan oleh ibunya dalam posisi tergantung. Foto/Nanda
Sungai Geringging ----- Warga Padang Tarok Nagari Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging, Padangpariaman, digemparkan dengan temuan sesosok mayat tergantung, Sabtu (3/3) pagi.

Abdul Hadi (30), warga Durian Bukur Nagari Batu Gadang Kuranji Hulu, Sungai Geringging ditemukan tewas tergantung di sebuah pondok di kebun warga.

Jasad Abdul Hadi pertama kali ditemukan oleh ibunya, Jasni (60), saat mencari korban ke mana-mana. Tak kunjung ditemukan, orangtuanya melanjutkan pencarian di beberapa tempat lain. Betapa kagetnya Jasni mendapati sang anak tewas tergantung dengan seutas tali plastik di gubuk tersebut.

"Korban setelah minum obat meninggalkan rumah, namun tidak kunjung pulang. Esok hari dicari ibunya, tapi tidak ditemukan. Tepat 3 Maret 2018 pukul 08.00 WIB korban ditemukan telah meninggal dunia dengan posisi tergantung dengan seutas tali," jelas Paur Humas Polres Pariaman, AKP Sumiarti.

Setelah ditemukan, jasad korban dievakuasi ke Puskesmas Sungai Geringging untuk dilakukan visum bagian luar tubuh korban.

"Hasil visum luar oleh tim medis Puskesmas dikatakan, jika korban meninggal murni gantung diri. Kemudian korban dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan," pungkasnya. 


Hingga berita ini diturunkan belum diketahui motif korban mengakhiri hidupnya. (Nanda)
Miris, Bocah SD Dicabuli Pelajar SMP Bergiliran di Kandang Kambing
Foto ilustrasi/istimewa/internet
Pariaman ---- Dunia pendidikan Kota Pariaman tercoreng. Empat orang pelajar, dua duduk di bangku SMP dan dua orang kelas 4 SD, diduga mencabuli bocah perempuan yang masih berusia di bawah umur.

Pelaku, sebut saja Buyung (bukan nama sebenarnya), 13 tahun, bersama tiga orang rekannya itu diduga cabuli Melati (bukan nama sebenarnya), 9 tahun, pelajar kelas 3 SD. Akibatnya Buyung, warga salah satu desa/kelurahan di kecamatan Pariaman Tengah, itu dilaporkan oleh orangtua Melati ke Polres Pariaman pada hari Kamis (15/2) silam.

“Benar, kami telah menerima laporan dari orantua korban sesuai dengan LP/32/B/ll/2018 /SPKT/Polres, untuk korban sudah diambil keterangan oleh penyidik,” kata Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto melalui Kasat Reskrim Polres Pariaman, AKP Ilham Indarmawan di Polres Pariaman, Rabu (21/2) siang.

Dilanjutkan AKP Ilham, dari keterangan korban, dugaan perbuatan cabul itu dilakukan oleh Buyung dan kawan-kawan pertama kali bulan Oktober 2017 silam. Kejadian berawal ketika Melati ikut bermain “Sepak Tekong” dengan keempat terlapor yang merupakan tetanggaan itu.

Korban yang ikut sembunyi dengan Buyung, lantas diajak bermain ke kandang kambing yang berada dekat lokasi bermain. Di sana, menurut pengakuan korban ia dicabuli. Tidak sendirian, usai Buyung, tiga orang rekan Buyung mengikuti perbuatan Buyung terhadap korban.

Sementara itu, lanjut Kasat, hasil pemeriksaan terhadap 2 orang terlapor yang dilaksanakan pada hari Senin (19/2) silam, keterangan menganggetkan didapatkan oleh penyidik. Tak tanggung-tanggung, perbuatan cabul itu dilakukan hampir tiga puluh kali, baik secara bergilir ataupun dilakukan oleh masing-masing terlapor.

Dari keterangan terlapor juga, lanjut Ilham, perbuatan cabul itu dilakukan Buyung Cs sejak bulan Oktober 2017 hingga Februari 2018, terakhir tanggal 5 Februari 2018 silam.

“Awalnya dibujuk dan lalu digilir,” jelasnya. Saat ini, kasus pencabulan anak dibawah umur itu telah ditangani unit PPA Polres Pariaman.

Sementara itu, Kadisdikpora Kota Pariaman, Kanderi, mengaku telah mendapatkan laporan terkait kasus pencabulan yang diduga dilakukan oleh 4 orang pelajar di Kota Pariaman. Pihaknya masih menunggu dan memantau proses hukum yang saat ini telah diproses di PPA Satreskrim Polres Pariaman.

“Laporannya sudah kami terima, tapi kita akan pantau proses hukumnya, untuk tindakan dari dinas ataupun pihak sekolah sifatnya menunggu proses hukum,” katanya. (Nanda)
Diduga Kram, Pelajar SMA 3 Bukittinggi Tewas di Pemandian Lubuak Nyarai
Jenazah korban saat berada di RSUD Paritmalintang. Foto/Nanda
Lubuak Nyarai ----- Seorang pelajar Sekolah Menangah Atas Negeri (SMAN) 3 Kota Bukittinggi tewas saat berenang di objek wisata pemandian Lubuk Nyarai, Padangpariaman, Selasa (20/2).

Muhammad Yoga Ananda (18 tahun) remaja asal warga Padang Gamuak Guguak Panjang Kota Bukittnggi itu, tewas diduga alami kram saat berenang.

Petugas Pusdalops BPBD Padangpariaman, Roger Kenedy dan Zulzaldi mengatakan, korban mengunjungi objek wisata Lubuk Nyarai bersama 21 orang pelajar SMAN 3 Bukitinggi lainnya.

Korban bersama rombongan tiba dan mulai berjalan menuju objek wisata Air Terjun Nyarai pukul 08.30 WIB. Setelah menempuh perjalanan selama tiga jam, akhirnya korban dan rombongan lainnya tiba di lokasi.

"Sekira pada pukul 13.30 WIB korban langsung melompat  ke air, namun korban tidak kunjung naik ke permukaan, diduga mengalami kram," jelasnya.

Karena tidak kunjung naik ke permukaan, rekan korban sesama pelajar bersama pemandu wisata langsung melakukan pencarian. Namun, upaya pencarian belum membuahkan hasil. Korban belum juga ditemukan.

Jasad korban akhirnya berhasil ditemukan saat petugas gabungan Pusdalops BPBP Padangpariaman bersama warga setempat melakukan pencarian bersama. Berselang beberapa jam, jasad korban akhirnya berhasil ditemukan dan langsung dievakuasi.

Saat ini, kata dia, korban telah berhasil dievakuasi ke RSUD Padangpariman di Paritmalintang untuk dilakukan visum. Sementara keluarga korban yang telah mendapatkan informasi dari petugas, sedang perjalanan menuju rumah sakit.

"Petugas masuk pukul 15.00, setelah mendapatkan informasi dari masyarakat dan melakukan pencarian dibantu warga setempat. Setelah dilakukan pencarian, akhirnya sekitar pukul 16.45 tim gabungan melihat jasad korban mengambang ke permukaan," ulasnya.

Kram atau kejang otot kerap terjadi saat tubuh melakukan aktivitas yang berat. Berjalan dengan medan berat, dalam waktu tempuh yang lama memicu terjadinya otot kram. (Nanda)