Miris, Bocah SD Dicabuli Pelajar SMP Bergiliran di Kandang Kambing
Foto ilustrasi/istimewa/internet
Pariaman ---- Dunia pendidikan Kota Pariaman tercoreng. Empat orang pelajar, dua duduk di bangku SMP dan dua orang kelas 4 SD, diduga mencabuli bocah perempuan yang masih berusia di bawah umur.

Pelaku, sebut saja Buyung (bukan nama sebenarnya), 13 tahun, bersama tiga orang rekannya itu diduga cabuli Melati (bukan nama sebenarnya), 9 tahun, pelajar kelas 3 SD. Akibatnya Buyung, warga salah satu desa/kelurahan di kecamatan Pariaman Tengah, itu dilaporkan oleh orangtua Melati ke Polres Pariaman pada hari Kamis (15/2) silam.

“Benar, kami telah menerima laporan dari orantua korban sesuai dengan LP/32/B/ll/2018 /SPKT/Polres, untuk korban sudah diambil keterangan oleh penyidik,” kata Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto melalui Kasat Reskrim Polres Pariaman, AKP Ilham Indarmawan di Polres Pariaman, Rabu (21/2) siang.

Dilanjutkan AKP Ilham, dari keterangan korban, dugaan perbuatan cabul itu dilakukan oleh Buyung dan kawan-kawan pertama kali bulan Oktober 2017 silam. Kejadian berawal ketika Melati ikut bermain “Sepak Tekong” dengan keempat terlapor yang merupakan tetanggaan itu.

Korban yang ikut sembunyi dengan Buyung, lantas diajak bermain ke kandang kambing yang berada dekat lokasi bermain. Di sana, menurut pengakuan korban ia dicabuli. Tidak sendirian, usai Buyung, tiga orang rekan Buyung mengikuti perbuatan Buyung terhadap korban.

Sementara itu, lanjut Kasat, hasil pemeriksaan terhadap 2 orang terlapor yang dilaksanakan pada hari Senin (19/2) silam, keterangan menganggetkan didapatkan oleh penyidik. Tak tanggung-tanggung, perbuatan cabul itu dilakukan hampir tiga puluh kali, baik secara bergilir ataupun dilakukan oleh masing-masing terlapor.

Dari keterangan terlapor juga, lanjut Ilham, perbuatan cabul itu dilakukan Buyung Cs sejak bulan Oktober 2017 hingga Februari 2018, terakhir tanggal 5 Februari 2018 silam.

“Awalnya dibujuk dan lalu digilir,” jelasnya. Saat ini, kasus pencabulan anak dibawah umur itu telah ditangani unit PPA Polres Pariaman.

Sementara itu, Kadisdikpora Kota Pariaman, Kanderi, mengaku telah mendapatkan laporan terkait kasus pencabulan yang diduga dilakukan oleh 4 orang pelajar di Kota Pariaman. Pihaknya masih menunggu dan memantau proses hukum yang saat ini telah diproses di PPA Satreskrim Polres Pariaman.

“Laporannya sudah kami terima, tapi kita akan pantau proses hukumnya, untuk tindakan dari dinas ataupun pihak sekolah sifatnya menunggu proses hukum,” katanya. (Nanda)
Diduga Kram, Pelajar SMA 3 Bukittinggi Tewas di Pemandian Lubuak Nyarai
Jenazah korban saat berada di RSUD Paritmalintang. Foto/Nanda
Lubuak Nyarai ----- Seorang pelajar Sekolah Menangah Atas Negeri (SMAN) 3 Kota Bukittinggi tewas saat berenang di objek wisata pemandian Lubuk Nyarai, Padangpariaman, Selasa (20/2).

Muhammad Yoga Ananda (18 tahun) remaja asal warga Padang Gamuak Guguak Panjang Kota Bukittnggi itu, tewas diduga alami kram saat berenang.

Petugas Pusdalops BPBD Padangpariaman, Roger Kenedy dan Zulzaldi mengatakan, korban mengunjungi objek wisata Lubuk Nyarai bersama 21 orang pelajar SMAN 3 Bukitinggi lainnya.

Korban bersama rombongan tiba dan mulai berjalan menuju objek wisata Air Terjun Nyarai pukul 08.30 WIB. Setelah menempuh perjalanan selama tiga jam, akhirnya korban dan rombongan lainnya tiba di lokasi.

"Sekira pada pukul 13.30 WIB korban langsung melompat  ke air, namun korban tidak kunjung naik ke permukaan, diduga mengalami kram," jelasnya.

Karena tidak kunjung naik ke permukaan, rekan korban sesama pelajar bersama pemandu wisata langsung melakukan pencarian. Namun, upaya pencarian belum membuahkan hasil. Korban belum juga ditemukan.

Jasad korban akhirnya berhasil ditemukan saat petugas gabungan Pusdalops BPBP Padangpariaman bersama warga setempat melakukan pencarian bersama. Berselang beberapa jam, jasad korban akhirnya berhasil ditemukan dan langsung dievakuasi.

Saat ini, kata dia, korban telah berhasil dievakuasi ke RSUD Padangpariman di Paritmalintang untuk dilakukan visum. Sementara keluarga korban yang telah mendapatkan informasi dari petugas, sedang perjalanan menuju rumah sakit.

"Petugas masuk pukul 15.00, setelah mendapatkan informasi dari masyarakat dan melakukan pencarian dibantu warga setempat. Setelah dilakukan pencarian, akhirnya sekitar pukul 16.45 tim gabungan melihat jasad korban mengambang ke permukaan," ulasnya.

Kram atau kejang otot kerap terjadi saat tubuh melakukan aktivitas yang berat. Berjalan dengan medan berat, dalam waktu tempuh yang lama memicu terjadinya otot kram. (Nanda)
Pasutri Pegawai Honorer Pariaman Ditangkap Polisi Edarkan Sabu
Tersangka perlihatkan barang bukti di Mapolres Pariaman. FOTO/Nanda
Pariaman ------ Pasangan suami istri dicocok tim 3CN Pegasus Polres Pariaman karena peredaran narkoba. FF (40) diamankan bersama sang istri, ES (36) di rumahnya di kelurahan Kampung Perak, Pariaman Tengah, Kamis (15/2) lalu, pukul 18.30 WIB.

Saat ditangkap, petugas nyaris berhasil dikibuli dan tidak menemukan barang bukti narkoba. Namun kecurigaan petugas dengan gerak-gerik istri pelaku pun akhirnya membuahkan hasil. ES pun digeledah, alhasil, beberapa paket narkoba jenis sabu-sabu ditemukan petugas yang disembunyikan di dubur ES.

"Tersangka diamankan berdasarkan informasi dari masyarakat, langsung menggrebek," terang Kasat Resnarkoba Polres Pariaman Iptu Suhardi di Mapolres Pariaman, Minggu (18/2) siang.

Dari hasil penggeledahan, pihaknya menemukan barang bukti berupa, 1 paket sedang narkoba jenis sabu, 2 paket kecil, 6 kantong sisa sabu, 1 unit timbangan digital, alat isap sabu dan uang Rp1.250.000.

Menurut Iptu Suhardi, dari pemeriksaan kedua tersangka, barang haram tersebut diperoleh tersangka dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas IIB Pariaman.

“Pengakuannya dari tersangka, paket tersebut berasal dari dalam Lapas,” pungkasnya.

Akibat perbuatannya itu, tersangka dikenakan pasal 112, 114 dan 132  Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara.

Terpisah, Kadis Pol PP dan Damkar Kota Pariaman, Handrizal Fitri membenarkan tertangkapnya oknum pegawai honorer Damkar Kota Pariaman. Penangkapan itu terjadi, berselang beberapa saat saja, usai ia memberikan amanat kepada personil untuk tidak terlibat penyalahgunaan narkoba.

Ia mengaku telah melaporkan penangkapan tersebut kepada Walikota Pariaman untuk petunjuk selanjutnya. Dengan perbuatannya yang dilakukan tersangka, ia memastikan, sanksi terberat pemecatanpun akan dikenakan kepada tersangka.

“Sanksi terberat adalah pemecatan, tidak ada kata lain,” ujarnya tegas.

Rentetan penangkapan oknum tenaga honorer ini, menurut dia memperpanjang daftar pegawai dalam pusaran jaringan narkoba di Kota Pariaman. Mengatasi hal itu, ia meminta agar BNK Kota Pariaman melakukan tes urine seluruh personil Damkar dan Satpol PP Kota Pariaman. (Nanda)
Pegawai Dinas PU Alami Kecelakaan Tunggal di Toboh Palabah
FOTO/Nanda/istimewa
Toboh Palabah ---- Mobil yang kemudikan ASN Dinas PU Kabupaten Padangpariaman alami kecelakaan tunggal di Jalan Soekarno-Hatta Desa Toboh Palabah, Kota Pariaman, Senin (5/2) pukul 07.45 Wib pagi.

Informasi yang dihimpun di lokasi, kecelakaan berawal saat minibus jenis Isuzu Panther dengan nopol BD 1453 BA yang dikemudikan Rahmat Firman melaju dari arah Pariaman menuju kantor Bupati Padangpariaman. Pengumudi buru-buru agar bisa mengikuti apel pagi di halaman kantor bupati Padangpariaman.

Kendaraan diduga melaju dalam kecepatan tinggi. Namun nahas, setiba di lokasi, diduga pengemudi lepas kontrol, sehingga minibus lepas kendali dan nyungsep ke selokan yang ada di sisi kiri jalan dua jalur tersebut.

Akibat kecelakaan itu, pengemudi mengalami luka pada bagian kepala dan memar pada dada karena mengalami benturan kuat dengan kaca depan minibus dan benturan dengan stir mobil.

Sedangkan minibus mengalami kerusakan pecah kaca depan, ringsek bodi bumper depan dan goresan pada sisi kiri bodi minibus.

Usai pengemudi dievakuasi ke RSUD Pariaman oleh warga, minibus langsung dievakuasi dengan mobil derek ke bengkel terdekat. (Nanda)
"Pamit Menjala Ikan, Warga Nagari Pasie Laweh Ditemukan Tewas Mengapung
Warga bersama polisi evakuasi jasad korban dari aliran sungai. FOTO/Nanda
Lubuk Aluang ----- Seorang kakek ditemukan warga mengapung di aliran Sungai Batang Anai Korong Balah Hilia, Nagari Balah Hilia, Kecamatan Lubuk Alung, Minggu (4/2) siang.

Mayat yang dikenali sebagai Buyuang Tuun (65) warga Ujuang Guguak Korong Padang Pulai, Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Lubuk Alung itu, ditemukan oleh warga saat akan menjaring ikan di aliran sungai.

"Kejadian tersebut diketahui oleh warga sekitar pukul 11.15 WIB yang melihat mayat mengapung di aliran sungai. Ternyata itu adalah korban, kami beritahukan kepada warga lain dan polisi," ujar Nazaruddin, salah seorang warga setempat.

Menurut dia, korban sebelum ditemukan tewas berkemungkinan juga sedang menjala ikan sungai, karena saat korban ditemukan dengan masih terjerat jala.

Usai ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi warga bersama polisi ke RUSD Padangpariaman untuk dilakukan visum oleh dokter setempat.

Sementara itu, anak korban di rumah sakit mengatakan, jika orang tuanya tersebut pamit menjala ikan di sungai dekat rumah pada Sabtu (3/2) pukul 17.00 WIB. Namun hingga malam hari, orangtuanya tak kunjung pulang ke rumah.

Hingga berita ini diturunkan, jasad korban masih dalam proses visum di RSUD Padangpariaman. Pihak keluarga dan kerabat korban juga terlihat berdatangan. (Nanda)
Konsumsi Shabu, Mc Orgen Tunggal Ditangkap Polisi di Balai Nareh
E (tengah) diapit dua anggota polisi saat tunjukan barang bukti. FOTO/istimewa
Pariaman ---- E alias B (37), warga Desa Balai Nareh, Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman, dibekuk tim Pegasus 3CN Polres Pariaman, Kamis (1/2) malam.

E yang sehari-hari berprofesi sebagai Master of Ceremony (MC) orgen tunggal, itu dibekuk di rumahnya tanpa perlawanan sekira pukul 20.00 Wib.

Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto Sutan Mudo Nan Sati didampingi Kasat Resnarkoba Polres Pariaman, Iptu Suhardi mengatakan, penangkapan tersangka berawal dari informasi dari masyarakat yang menyebutkan jika tersangka kerap menggelar pesta narkoba di rumahnya.

"Penyelidikan pun kami lakukan. Tersangka yang sudah menjadi target operasi, terus kita monitor pergerakannya dan berhasil kita amankan," terangnya.

Sejumlah informasi dikumpulkan pihak kepolisian. Tersangka E pun diintai pergerakannya. Penyelidikan yang telah dilakukan Polres Pariaman akhirnya membuahkan hasil, tersangka E pun akhirnya berhasil dibekuk. Alhasil, sejumlah barang bukti narkoba jenis shabu-shabu sisa pakai diamankan.

Barang bukti berupa, 1,8 buah plastik klip bening bekas bungkus sabu, 2 buah plastik bening bekas bungkus sabu, 3 buah mencis modifikasi, 9 buah pipet modifikasi diruncingkan, 9 buah pipet modifikasi dibengkokkan, 3 buah tutup botol minuman dilubangi, 1 buah tutup botol minuman yang terpasang pipet dibengkokkan, 1 buah kaca pirek berisi sisa shabu, 2 buah timah rokok dimodifikasi dijadikan sumbu,1 buah pipet sedotan dibulatkan, 1 telpon genggam merek evercross warna hitam. 

Dilanjutkan Iptu Suhardi, pihaknya masih menggali keterangan dari tersangka E untuk mengetahui asal barang ia dapatkan.

"Sementara barang dia peroleh dari seseorang untuk keperluan sendiri," ulasnya.
Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, E harus mendekam di balik jeruji besi menjalani proses hukum. (Nanda)