Mandi Laut Bersama Ponakan, Kepsek SD Terseret Arus
ilustrasi
Pariaman ----- Seorang Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Pariaman, nyaris tewas terseret ombak saat mandi laut di Pantai Pasie Lohong, Senin (18/6) sore.
      
Korban Wel Novia, 53 tahun, merupakan warga Pasie Lohong, Kecamatan Pariaman Tengah. Kejadian nahas tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Saat kejadian, korban bersama dua orang keponakannya, M. Nabil, 11 tahun dan Sadam, 12 tahun, sedang mandi laut yang tidak jauh dari rumahnya.

Kondisi cuaca yang kurang bagus dan gelombang laut yang tinggi, diduga menjadi penyebab terseretnya korban ke tengah laut.
      
Salah seorang saksi mata warga Pasie Lohong di lokasi kejadian, Afrianto, 40 tahun, mengatakan, saat kejadian dirinya sedang bersantai di pantai. Tiba-tiba, kata dia terdengar teriakan minta tolong dari salah seorang remaja.

"Bersama warga lain, kita bergegas menyebur ke laut untuk memberikan pertolongan," kata dia.
      
Tidak berselang lama, korban akhirnya berhasil diselamatkan warga. Usai diberikan pertolongan pertama di pinggir pantai, korban langsung dievakuasi ke UGD RSUD Pariaman.
       
"Dua orang keponakannya berhasil ke tepi pantai. Korban terseret ombak. Tadi itu gelombang cukup tinggi," terang Afrianto.
        
Hingga berita ini diturunkan, korban masih mendapatkan perawatan medis di RSUD Pariaman. (Nanda)
Bom Ikan Suami Meledak, Febrianti Kehilangan Tangan di Hari Raya
Polisi tiba di lokasi kejadian
Kayutanam ----- Ledakan bom ikan atau bondet di Korong Pasa Usang Kecamatan 2X11 Kayutanam, Kabupaten Padangpariaman pada Jumat (15/6), memakan korban.
     
Febrianti, 45 tahun, warga Pasa Usang, Kecamatan Kayutaman, terpaksa harus kehilangan tangan kanannya setelah bom ikan yang ia pegang meledak secara tiba-tiba di tangannya.
      
Kapolres Padangpariaman AKBP Rizky Nugroho menerangkan, bom ikan tersebut merupakan milik suaminya, Gumasrul. Benda itu merupakan bom ikan sisa yang tidak dipakai lagi.
      
Menurutnya, bom tersebut disimpan di belakang rumah korban lalu dipindahkan untuk dijemur ke halaman depan rumah. Nahas, saat diangkut kedalam kamar untuk disimpan, bom tersebut meledak.
     
"Bom itu adalah milik suami korban untuk menangkap ikan. Dibeli beberapa tahun yang lalu dan memang sudah tidak digunakan lagi," terangnya.
     
Ia memastikan, ledakan bom tersebut tidak terkait dengan aktivitas terorisme. Hal itu murni ledakan ikan bom. Pihaknya telah mendalami ledakan tersebut dengan memintai keterangan dari banyak pihak.
    
"Kini korban telah dievakuasi ke RS M Djamil Padang dan informasi yang kami terima, harus diamputasi," pungkasnya. (Nanda)

Ngamuk di BIM, Pemuda Asal Nias Diamankan Polisi
Yadesman Telaumbanua diamankan polisi. Foto/Nanda
Ketaping ---- Salah seorang penumpang pesawat yang tengah transit di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padangpariaman, bikin geger, Jumat (8/6) pukul 10.30 WIB.
        
Penumpang tersebut bernama Yadesman Telaumbanua, 23 tahun, warga Nias, Sumatera Utara. Ia diamakan oleh petugas keamanan BIM setelah mengamuk di ruang tunggu bandara.

Ia merupakan salah seorang penumpang pesawat Lion Air JT 252 dan akan melanjutkan penerbangan dari Padang ke Gunung Sitoli, Sumatera Utara menggunakan pesawat Wings Air pukul 13.15 WIB.
      
Kapolres Padangpariaman, AKBP Rizky Nugroho menerangkan, Yadesman telah diamamkan dan dievakuasi ke Polsek kawasan bandara.
     
"Pesawatnya mendarat di BIM dan berganti ke pesawat untuk penerbangan lanjutan. Pada saat menunggu penerbangan berikutnya dari Padang ke Gunung Sitoli, yang bersangkutan ini mengamuk, berteriak-teriak dan mendorong penumpang lain. Kini, telah kita amankan" jelasnya.
      
Dikatakannya, Yadesman yang mengamuk menumpang pesawat bersama dua orang keluarganya. Dari keterangan keluarga, Yadesman yang juga salah seorang mahasiswa di Kota Bandung itu, diduga mengalami ganguan kejiwaan.
      
Hingga berita ini diturunkan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. (Nanda)
Truk Pompa Cor Terbakar Saat Mengecor Rumah Warga
Truk terbakar akibat sengatan arus listrik tegangan tinggi. Foto/Nanda
Pariaman ----- Satu unit truk concrete pump atau truk pompa coran beton terbakar saat akan melakukan pengecoran lantai dua salah satu rumah warga di Desa Kampung Paneh, Kota Pariaman, Selasa (22/5).
   
Dalam kejadian itu, truk concrete pump dengan nomor polisi BA 8256 BE, milik PT. Jaya Sentrikon Indonesia Padangpariaman, mengalami kerusakan berat.
   
Informasi yang dihimpun, kebakaran berawal saat operator truk pompa coran beton menaikkan pipa besi penyalur coran. Namun nahas, pipa tersebut mengenai kabel tegangan tinggi. Hal tersebut, menimbulkan arus listrik dan menimbulkan percikan api.
    
Akibat arus listrik dari kabel bertegangan tinggi mengaliri ke truk, membuat operator truk contrate pump, Yapriadi tersengat listrik dan terpental.
    
"Percipakan api membesar dan membakar truk. Namun operatornya selamat, ia mengalami luka robek di bagian kepala," terang salah seorang saksi.
     
Api dapat dipadamkan setelah beberapa waktu berselang. Tidak butuh waktu lama, kurang dari satu jam, bangkai truk dan areal jalan didinginkan Unit Damkar Kota Pariaman.
    
Kerugian belum dapat dipastikan. Kebakaran yang terjadi di Jalan Padang-Pariaman itu menyita perhatian warga. Arus kendaraan sempat terganggu saat dilakukannya proses pemadaman. (Nanda)

Ratusan Warga Pariaman Gelar Salat Gaib Atas Gugurnya Anggota Polri di Mako Brimob
Peristiwa kerusuhan di Rutan Mako Brimob. Foto Merdeka.com/istimewa
Pariaman ----- Ratusan umat muslim Kota Pariaman gelar salat gaib di Masjid Mujahiddin, Kelurahan Kampung Jao, Kota Pariaman, Jumat (11/5). Salat gaib itu dilaksanakan atas wafatnya 5 orang anggota Polri yang gugur dalam kurusuhan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Selasa (8/5) silam.
        
Mubaliq Pariaman, Ilyas Tuanku Mudo mengutuk peristiwa kerusuhan yang terjadi di Mako Brimob Kepala Dua Depok tersebut. Ia menyayangkan peristiwa tersebut-di antara-sesama muslim tega saling membunuh.
         
"Kita mengutuk kerusuhan tersebut. Ini tidak boleh terjadi lagi," kecamnya.
          
Sebagai mubaliq, ia berkomitmen menjadi mitra Polri menangkal paham radikalisme dan aksi terorisme di Indonesia.
          
Wakapolres Pariaman, Kompol Noviardi Zen mengatakan, keluarga besar Polres Pariaman masih berduka dengan gugurnya 5 anggota Polri dalam kerusuhan tersebut.

Hingga saat ini, bendera setengah tiang masih terpasang diseluruh Mapolres Pariaman, dan seluruh Mapolsek.

Ia mengucapkan terimakasih atas dukungan yang ditunjukkan masyarakat Indonesia terhadap Polri. "Dukungan itu, sangat berarti bagi Polri dalam melaksanakan tugas kepolisian," katanya. (Nanda)
Kapolres Pariaman: Warga Malai III Koto Tolak Pemakaman Jenazah Teroris
foto merdeka.com/istimewa
Pariaman ---- Kapolres Pariaman, AKBP Andry Kurniawan menyampaikan, jenazah Beni Samsu Trisno alias Abu Ibrahim, narapidana teroris yang tewas dalam kerusuhan di rutan Mako Brimob, Selasa (8/5), berkemungkinan tidak dimakamkan dikediaman orangtuanya di Kabupaten Padangpariaman.
    
"Hasil koordinasi dengan pihak keluarga dan tokoh masyarakat setempat, berkemungkinan jenazahnya tidak dimakamkan di Malai III Koto," katanya di Pariaman, Kamis (10/5).
    
Namun pihaknya belum bisa memastikan dimana jenazah narapidana kasus terorisme tersebut dimakamkan.
    
Katanya, awalnya pihak keluarga berkeinginan agar jenazah Beni dimakamkan di kampung. Namun warga keberatan jika jenazah dimakamankan di daerah itu. Setelah disepakati antara pihak keluarga dengan ninik mamak dan pihak nagari setempat, jenazah akan dimakamkam di tempat lain.
      
"Berbagai pertimbangan masyarakat, akhirnya jenazah tidak dimakamkan di kampung. Ada kekuatiran warga, jika dimakamkan di kampung, makam akan diziarahi oleh kelompok penganut paham radikal lain. Dikuatirkan, dapat mempengaruhi warga di sana. Alasan lain, karena terpinda ini tidak tinggal di sini, KTP dan KK nya di daerah Pekanbaru. Jadi warga meminta agar dimakamkan sesuai domisili KTP dan KK nya," ulasnya.
     
Menurut AKBP Andry,  juga menyampaikan bahwa narapidana yang tewas tersebut memang pernah menetap di Kabupaten Padanpariaman. Namun merantau pada 1990 dan menetap di Pekanbaru, Provinsi Riau.
      
Beni alias Abu Ibrahim sebelumnya ditangkap di Jalan Kopkar Raya, Perumahan Gading Permai, Pekanbaru, Riau, Selasa (24/10/2017). Ia ditangkap karena akan melakukan penyerangan sejumlah kantor kepolisian di daerah Riau. Beni merupakan anggota jaringan Jamaah Ansor Daulah (JAD). (Nanda)