Ketahuan Mantan Majikan, Pencuri Kasur Babak Belur Dihakimi Warga.
Kapolres Pariaman saat jumpa pers di Mapolres Pariaman. Foto/Nanda
Pariaman ----- Setelah berhasil mencuri kasus springbed dagangan majikan, aksi JW, 40 tahun warga Koto Marapak Kecamatan Pariaman Timur Kota Pariaman, akhirnya terhenti.

Ia berhasil diamankan pemilik toko bersama warga saat hendak mencuri kasus springbed di toko perabot Kurnia di Jalan By Pass Desa Kampung Gadang Pariaman Timur, Kota Pariaman, Selasa (14/8) dinihari.

Berbekal kunci cadangan, mantan pegawai toko perabot itu membuka pintu gudang toko dan mengambil kasur dari toko Kurnia, tempat dulu ia bekerja.

Dalam menjalani aksinya, JW dibantu satu orang lainnya, yakni T, 30 tahun warga Koto Marapak, Kecamatan Pariaman Timur Kota Pariaman.

Penangkapan pelaku berawal kecurigaan pemilik toko Kurnia atas kehilangan sejumlah kasus springbed di toko itu.

Pelapor yang curiga lantas melakukan pengintaian. Apes bagi pelaku, aksinya kali ini diketahui pemilik toko dan warga setempat.

Tersangka JW berhasil diamankan. JW sempat menjadi bulan-bulan warga yang kesal dengan aksinya. Sedangkan rekan tersangka yakni, T berhasil kabur menggunakan mobil pick up ke rumahnya.

"Setelah tersangka JW ini kita amankan, tersangka lain yakni T kita amankan di rumahnya di Koto Marapak,"  jelas Kapolres Pariaman, AKBP Andry Kurniawan didampingi Kasat Resnarkoba Polres Pariaman, AKP Ilham Indarmawan.

Dari pemeriksaan kedua tersangka, diketahui aksi pencurian itu adalah kali ketiga. Pelaku masuk kedalam toko menggunakan kunci cadangan yang ia simpan saat masih bekerja di Toko Kurnia Perabot.

"Dulu salah satu dari pelaku ini bekerja di toko itu, kunci cadangan yang masih ia simpan itu digunakan untuk membuka gudang penyimpanan," kata dia.

Sedangkan kasur springbed dari dua aksi pencurian sebelumnya masih disimpan di rumah tersangka T dan belum dijual.

"Yang diakui baru 3 kali, barang hasil curiannya juga belum sempat dijual dan disimpan di rumah tersangka T. Kita akan sita juga nanti," ulasnya.

Selain tersangka, kepolisian juga mengamankan satu unit kasus springbed dan mobil pickup nopol BM 1335 TH yang digunakan pelaku menjalankan aksinya. (Nanda)
Kereta Sibinuang Tabrak Mobil di Perlintasan Sebidang Jambak
Foto/ilustrasi/internet
Pariaman ----- Kereta Api Sibiuang tabrak minibus di perlintasan sebidang tanpa portal di Simpang Jambak Lubuk Alung, Padangpariaman, Rabu (8/8).

Kecelakaan terjadi saat mobil minibus jenis Toyota Ávanza warna hitam nomor polisi BA 1541 BT yang dikemudikan Supra Yoga menyeberang sekitar 09.50 Wib. Di saat bersamaan kereta api Sibinuang melintas dari arah Padang menuju Pariaman.

Menurut salah seorang saksi, Jon Efendi, ia telah meneriaki supir minibus jika ada kereta yang melintas. Namun supir tetap melajukan kendaraannya hingga posisi bagian belakang mobil minibus melewati rel.

"Saat melintas mesin minibus mati. Bersamaan itu, tiba kereta api dari arah Padang menuju Pariaman. Kecelakaan tidak dapat dihindari. Miinibus terseret sekitar 5 meter," kata dia. 

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu. Namun dua penumpang minibus yakni, Kurnia Fadilla, 25 tahun, warga Sungai Antuan, Kabupaten Lima Puluh Kota dan Nurdaleli, 49 tahun, warga Sungai Antuan, Kabupaten Lima Puluh Kota, mengalami luka ringan. Kedua korban kini telah mendapatkan perawatan dari tim medis Puskesmas Lubuk Alung.

Kapolres Padangpariaman, AKBP Rizki Nugroho mengatakan, kendaraan minibus yang terlibat kecelakaan telah diamankan. Kini, pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap supir, saksi dan masinis kereta api.   

"Kendaraanya sudah kita amankan, pihak terkait sudah kita periksa," ujarnya.   

Kecelakaan kereta api di wilayah Padangpariaman masih sering terjadi. Banyaknya perlintasan sebidang tanpa dilengkapi portal dan petugas pada jalur, tentu membahayakan.

"Pihak KAI bisa menempatkan petugas mengatur perlintasan sebidang, ini rawan sekali," kata salah seorang warga setempat, Febrian Mirdani. (Nanda)
Dipolisikan Ali Mukhni, Begini Reaksi Ikhlas Darma Murya
Capture postingan di akun facebook milik Ikhlas Darma Murya yang dilaporkan Ali Mukhni. Foto/istimewa
Pariaman ----- Bupati Padangpariaman Ali Mukhni dimintai keterangannya sebagai pelapor atas dugaan pencemaraan nama baik yang diduga dilakukan oleh pemilik akun facebook Ikhlas Darma Murya di Mapolres Padangpariaman, Selasa (31/7).
       
Ali Mukhni mulai diambil keterangannya oleh penyidik usai melaksanakan sholat dzuhur di Mapolres Pariaman sekitar pukul 13.00 WIB.
     
Tepat satu jam kemudian, Ali Mukhni keluar dari ruangan Satreskrim Polres Padangpariaman. Ia sempat bercerita dengan sejumlah wartawan sebelum kembali meninggalkan Mapolres Padangpariaman.
     
Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Padangpariaman, Rifki Monrizal menerangkan, pelaporan pemilik akun facebook Ikhlas Darma Murya didasari unggahanya yang dinilai mencemarkan nama baik Ali Mukhni secara pribadi, sekaligus sebagai kepala daerah Kabupaten Padangpariaman.

Ditegaskan Monrizal, akun facebook Ikhlas Darma Murya mengunggah status pada 25 Juli 2018 pukul 12.31Wib. Dalam unggahannya itu, akun Ikhlas Darma Murya menuliskan kalimat "Hei Ali Mukhni!! Kebijakan binatang apo nan babuek? Pelayanan RS Paritmalintang terhenti akibat SK angku manyuruah 6 orang dokter spesialis BKD dima latak sisi kemanusian angku? Samantaro angok urang banyak terancam butuh pelayanan medis. Lai bautak angku pak bupati".
      
"Ada penggalan kata dengan penyebutan kebijakan binatang, secara tidak langsung yang bersangkutan menyebut yang membuat kebijakan adalah binatang. Ini adalah pencemaran atau penghinaan terhadap Bupati, sesuai dengan yang diatur pada pasal 27 ayat 3 Undang-Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 jo Pasal 45 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik," jelasnya.

Dikatakannya, pelaporan pemilik akun facebook Ikhlas Darma Murya tidak dilakukan setika unggahan tersebut muncul. Namun didahului proses pengkajian dan dukungan dari sejumlah pihak. Unggahan akun tersebut kata dia, juga sempat menjadi perbincaannya di kalangan tokoh perantau. Tak ayal, sebut dia, sokongan dan dorongan agar Ali Mukni menempuh jalur hukum terus muncul.
       
Menurutnya saat membuat laporan polisi di Mapolres Padangpariaman, Ali Mukhni belum didampingi kuasa hukum. Direncanakan kuasa hukum baru akan ditunjuk pada saat sidang di pengadilan.
       
Kapolres Padangpariaman AKBP Rizki Nugroho mengatakan, usai pengambilan keterangan Ali Mukhni sebagai pelapor, pihaknya akan memanggil beberapa orang saksi dan terlapor untuk dimintai keterangan.
       
Dalam laporan itu, menurutnya sejumlah bukti awal yakni hasil screenshoot unggahan terlapor, telah diserahkan pelapor ke penyidik.
       
"Kita akan panggil saksi dan terlapor untuk dimintai keterangannya," ujarnya singkat.  
       
Terpisah, pemilik akun facebook Ikhlas Darma Murya yang dihubungi melalui sambungan telepon mengaku telah mengetahui perihal pelaporan dirinya oleh Bupati Padangpariaman terkait dugaan pencemaran nama baik ke Polres Padangpariaman.
       
"Barusan saya sudah lihat beritanya di Pariamantoday.com. Namun belum lihat isinya," jelasnya.
        
Terkait pelaporan itu, Ikhlas Darma Murya menyebut hal itu adalah hak Ali Mukhni sebagai warga negara. Ia mengaku menghormati upaya hukum yang ditempuh dan akan bersikap kooperatif.
         
Menurutnya, unggahan pada 25 Juli 2018 diakun facebook, bukanlah menyerang apalagi menghina Ali Mukhni atau Bupati Padangpariaman. Unggahan tersebut murni kritikan sosial kebijakan Bupati Padangpariaman yang memindahkan 6 orang dokter RSUD Padangpariaman ke BKPSDM Padangpariaman.
        
"Ini sebagai kritikan bahwa kebijakan tersebut tidak tepat dan membuat pelayanan kepada masyarakat di RSUD Padangpariaman terganggu. Tidak ada penghinaan dan pencemaran nama baik," jelasnya.
         
Ikhlas Darma Murya menyebut dirinya akan melakukan upaya hukum dengan melaporkan balik Ali Mukhni, apabila laporan terhadap dirinya tidak terbukti.
         
"Saya akan laporkan balik, apabila tidak terbukti," pungkasnya.
         
Pelaporan akun facebook Ikhlas Darma Murya ke pihak kepolisian sebagai buntut unggahannya di media sosial, bukanlah pertama kalinya.

Sebelumnya pemilik akun facebook ini, pernah dilaporkan ke Polres Pariaman oleh Suardi Chaniago dalam kasus pencemaran nama baik di media sosial pada 3 April 2018 silam. (Nanda)
Ali Mukhni Polisikan Akun Facebook Ikhlas Darma Murya
Ali Mukhni terlihat di ruangan Kapolres Padangpariaman sebelum menuju ruangan SPK. Foto/Nanda
Paritmalintang ----- Bupati Padangpariaman Ali Mukhni melaporkan pemilik akun facebook Ikhlas Darma Murya atas dugaan pencemaran nama baik dan UU ITE ke Mapolres Padangpariaman, Selasa (31/7).
      
Ali Mukhni tiba di Mapolres Padangpariaman sekitar pukul 10.40 WIB. Ia tampak didampingi Kabag Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Padangpariaman Rifki Monrizal dan Kabag Humas Sekretariat Daerah Padangpariaman Andri Satria Masri.
     
Setiba di Polres Padangpariaman, Ali Mukhni langsung menuju ruangan Sentra Pelayanan Masyarakat (SPK) untuk membuat Laporan Polisi (LP).
     
"Benar, pak Bupati sedang membuat laporan polisi atas dugaan pencemaran nama baik dan penghinaan. Bapak Bupati masih dalam ruangan," ujarnya Kabag Humas Sekretariat Daerah Padangpariaman Andri Satria Masri.
      
Pantuaun wartawan di mapolres, sejumlah wartawan media cetak dan elektronik menunggu bupati Padangpariaman memberikan keterangan kepada awak media. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui materi atau konten yang dilaporkan oleh bupati. (Nanda)
Truk Muatan Pasir Tejebak Luapan Sungai Batang Ulakan
Nyaris seluruh permukaan truk terendam luapan sungai. Foto/Nanda
Pariaman ----- Satu unit dump truk pengangkut pasir, terjebak di aliran sungai Batang Ulakan di Jembatan Jariang Korong Pulau Aie Nagari Pauhkambar Nan Sabaris, Senin (9/7) sore.
     
Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, truk itu terjebak saat tengah sedang mengisi muatan pasir. Kondisi cuaca hujan deras di hulu sungai, membuat air cepat meluap sekitar pukul 17.20 WIB.
      
Supir truk bernama Wan warga Kampung Galapuang, Ulakan Tapakis, menyadari kondisi air sungai yang kian meninggi lantas melakukan evakuasi truk ke daratan. Namun, saat itu mesin truk yang mulai direndam air, mogok.

"Saat dihidupkan agak susah karena mesin terkena cipratan air sungai. Saat supir berupaya menghidupkan truk, air terus meluap hingga merendam dua pertiga truk," terang salah seorang saksi Bujang, warga setempat.  

Dengan dibantu warga setempat, truk sarat muatan pasir itu diikatkan dengan rantai besi.

Hingga pukul 18.30 WIB, debit air alian Sungai Batang Ulakan di Korong Pulau Aie terus meningkat. Penambahan debit air diprediksi terus meluap hingga mencapai daratan warung kopi yang ada di pinggir sungai.

"Malam nanti mungkin airnya terus bertambah, truk akan terendam semuanya. Tapi karena sudah diikat dengan rantai besi dan bermuatan, truk tidak akan terbawa arus," sebutnya.

Aliran sungai tempat kejadian yang terletak di jalan Padang-Pariaman ini, ikut menjadi tontonan bagi pengguna jalan lain. Pengguna jalan sengaja memberhentikan kendaraannya dan melihat truk dari atas jembatan Jariang.  (Nanda)
Mandi Laut Bersama Ponakan, Kepsek SD Terseret Arus
ilustrasi
Pariaman ----- Seorang Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Pariaman, nyaris tewas terseret ombak saat mandi laut di Pantai Pasie Lohong, Senin (18/6) sore.
      
Korban Wel Novia, 53 tahun, merupakan warga Pasie Lohong, Kecamatan Pariaman Tengah. Kejadian nahas tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Saat kejadian, korban bersama dua orang keponakannya, M. Nabil, 11 tahun dan Sadam, 12 tahun, sedang mandi laut yang tidak jauh dari rumahnya.

Kondisi cuaca yang kurang bagus dan gelombang laut yang tinggi, diduga menjadi penyebab terseretnya korban ke tengah laut.
      
Salah seorang saksi mata warga Pasie Lohong di lokasi kejadian, Afrianto, 40 tahun, mengatakan, saat kejadian dirinya sedang bersantai di pantai. Tiba-tiba, kata dia terdengar teriakan minta tolong dari salah seorang remaja.

"Bersama warga lain, kita bergegas menyebur ke laut untuk memberikan pertolongan," kata dia.
      
Tidak berselang lama, korban akhirnya berhasil diselamatkan warga. Usai diberikan pertolongan pertama di pinggir pantai, korban langsung dievakuasi ke UGD RSUD Pariaman.
       
"Dua orang keponakannya berhasil ke tepi pantai. Korban terseret ombak. Tadi itu gelombang cukup tinggi," terang Afrianto.
        
Hingga berita ini diturunkan, korban masih mendapatkan perawatan medis di RSUD Pariaman. (Nanda)