Tim Gabungan Terus Cari ABG yang Hanyut di Sungai Batang Anai
Tim gabungan sedang menyisir lokasi hilangnya Rahmad di aliran sungai Batang Anai. Foto/Nanda
Batanganai --- Basarnas Sumatera Barat, BPBD Padangpariaman dibantu masyarakat akan lanjutkan pencarian terhadap Rahmad, 16 tahun, warga yang dilaporkan hanyut di aliran sungai Batang Anai di Korong Talao Mundam, Nagari Kataping, Kecamatan Batang Anai pada esok hari Jumat (24/11).

"Tim gabungan sempat melakukan penyisiran sejak siang hingga sore menggunakan perahu dan jaring, namun karena kuatnya arus sungai dan menjelang malam, upaya pencaharian dihentikan," ujar Kepala BPBD Padangpariaman Amiruddin.

Dijelaskan Amiruddin, sebelumnya, Rahmad diketahui hilang pukul sekitar 12.00 WIB saat mandi di sungai. Salah seorang saksi yang sedang menangkap ikan di aliran sungai itu mengaku melihat korban sedang mandi-mandi,

"Menurut saksi, Rahmad ini sempat dilarang mandi di aliran sungai tetapi korban tidak mengindahkan larangannya. Kemudian saksi naik ke atas dan duduk di warung. Pada pukul 12.00 saksi yang hendak melanjutkan menangkap ikan, melihat korban tidak ada lagi dan saksi hanya melihat baju korban yang tinggal di pingir aliran Batang Anai di atas batu," jelasnya.

Dalam keterangannya, saksi tersebut sempat menanyakan kepada orang tua korban dan disebutkan bahwa korban tidak ada pulang ke rumah.

Rencana upaya petugas gabungan esok hari juga akan melakukan penyelaman pada titik yang diprediksi lokasi tenggelamnya korban. (Nanda)
Polisi Tangkap Bandar Shabu Lintas Negara di Sungai Geringging
Polisi perlihatkan barang bukti
Pariaman --- Jajaran Polres Pariaman lakukan koordinasi dengan Polda Sumatera Barat dan Polda Kepulauan Riau untuk mengungkap peredaran narkoba jaringan lintas negara Malaysia-Indonesia yang pelakunya ditangkap di Padangpariaman.

Polisi menangkap tersangka pengedar narkoba jaringan Malaysia-Indonesia S alias H (32), warga Korong Bukik Rimbang, Nagari Batu Gadang, Kecamatan Sungai Geringging, Padangpariaman, di rumahnya, Jumat (6/10) kemarin.

Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto, melalui Kasat Resnarkoba Polres Pariaman Iptu Suhardi menjelaskan, dari hasil pemeriksaan tersangka S alias H, narkoba tersebut dibeli di Malaysia dari salah seorang warga negara Malaysia keturunan India.

Untuk menyelundupkan shabu-shabu, tersangka S alias H menyimpannya di dalam sepasang sendal yang telah dimodifikasi alasnya.

Sementara itu, untuk menghindari pemeriksaan petugas keamanan dan bea cukai pelabuhan, 50 gram shabu-shabu ia titipkan kepada salah seorang ABK yang telah dia suap.
"Karena ABK tidak melewati x-ray di pelabuhan sementara mengamankan hingga sampai di Dumai, dan diserahkan kembali ke tersangka S dengan imbalan Rp5 juta setiap kali penyeberangan Malaysia-Dumai," jelasnya.

Menurut Suhardi, peredaran narkoba yang dilakukan S merupakan kelas kakap, pasalnya narkoba seberat 50 gram dibeli tersangka S alias H seharga Rp12 hingga Rp 14 juta. Sedangkan hasil penjualan di wilayah Padangpariaman mencapai Rp 60 juta.

"Marjin dia (tersangka S) ketika bawa barang dari Malaysia jauh lebih besar. Dengan modal yang kecil, dia dapat untung besar," ujarnya.

Penangkapan S alias H berawal ditangkapnya tiga orang warga di Korong Kantarok Nagari Malai V Suku Kecamatan Batang Gasan, Padangpariaman, beberapa jam sebelum penangkapan tersangka S alias H.

Tiga orang tersebut, SJ alias A (41), B (39), A (39) diamankan saat menggelar pesta shabu di rumah salah seorang tersangka. Hasil pengembangan dari ketiganya, kepolisian akhirnya menangkap tersangka S alias H.

"Awalnya kita menangkap tiga orang warga yang sedang pesta shabu. Dari ketiganya kita dapat informasi bahwa barang berasal dari tersangka S alias H yang merupakan jaringan internasional itu," ulasnya.

Sementara itu, sambungnya, jajaran Polres Pariaman telah berkomunikasi dengan Polda Sumatera Barat dan Polda Kepulauan Riau untuk mengungkap keterlibatan oknum ABK kapal penyeberangan Malaysia-Dumai.

"Untuk informasi keterlibatan salah seorang ABK kapal penyeberangan Malaysia-Dumai, kita koordinasikan dengan Polda Kepulauan Riau dan Polda Sumatera Barat," ungkapnya.

Wilayah Kecamatan Sungai Geringging, Kecamatan Sungai Limau dan Kecamatan Batang Gasan merupakan beberapa wilayah Padangpariaman yang rawan peredaran narkoba. Selain terletak di daerah perlintasan, narkoba yang beredar juga dipasok dari luar negeri. (Nanda)
Kereta Sibinuang "Hondoh-Mati" Warga Sintoga yang Bisu Tuli

Sintoga ---- Kereta Api Sibinuang jurusan Padang – Pariaman kembali menelan korban. Kali ini korbannya Asroni (55) suku Jambak warga Korong Palembayan Nagari Sintuak Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, Kabupaten Padangpariaman. Korban ditabrak kereta api usai buang air besar di aliran sungai Korong Palembayan, Minggu (22/10/2017) sekitar pukul 09.00 WIB.

Bhabinkamtibmas Nagari Sintuk Toboh Baru Aipda Roy Martin di kediaman korban Asroni menyebutkan, sebelum tertabrak kereta api, korban sempat buang air besar di sungai dan menuju pulang melewati rel kereta api.

"Ternyata korban mengalami gangguan  pendengaran. Selain itu, juga tidak mampu bicara  alias bisu. Selesai buang air korban mau pulang menuju rumahnya sekitar 100 meter dari lokasi tertabrak kereta api," kata Roy Martin.

Ia menyebut, saat tertabrak, posisi korban membelakangi kereta api yang melaju dari arah Padang menuju Pariaman.

Sementara itu, menurut masyarakat setempat, Syahrial (60) dan Dt. Rajo Indah (67), korban Asroni sebelumnya memang sering buang air ke sungai.

"Posisinya membelakangi kereta, tak menyadari kereta lewat," ujarnya.

Karena pendengarannya kurang berfungsi, langsung dihantam kereta api. Korban mengalami luka bagian tangan dan kepala bagian atas bocor. Korban langsung meninggal dunia di tempat kejadian.

“Kita berharap  pihak keluarga tabah menerima peristiwa yang tidak diinginkan ini,” kembali Roy Martin menimpali. (Tim)
Kejar-Kejaran bak Film, Polres Pariaman Tembak Residivis Bandar Narkoba

Pariaman --- Petualangan sang pengedar narkoba RH,  34 tahun, warga Desa Rawang Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, akhirnya terhenti setelah dihadiahi timah panas oleh tim Pegasus 3CN Polres Pariaman, Rabu (11/10) pukul 00.30 WIB dinihari.

RH yang diketahui baru bebas dari penjara sekitar empat bulan yang lalu itu, terpaksa ditembak ketika mencoba kabur saat ditangkap di salah satu hotel melati di daerah jalan Sudirman Kelurahan Jawi-Jawi I, Kota Pariaman.

Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto melalui ketua tim 3CN Polres Pariaman AKP Ilham Indarmawan menjelaskan, penangkapan RH berawal dari adanya informasi dari informan yang mengatakan bahwa RH mengunjungi hotel tempat ia ditangkap dan memiliki narkoba jenis shabu.

Polisi yang langsung melakukan pengintaian, akhirnya menggerebek tersangka yang berada di salah satu kamar hotel di lantai dua.

Mirip adegan film aksi Hollywood, RH yang saat penggerebekan berada dalam kamar hotel, melompat dari lantai dua dengan menggunakan tiang antena. Aksi kejar-kejaran terus berlanjut hingga ke arah Kelurahan Taratak Pariaman.

Sebelum dihentikan dengan timah panas, polisi berulang kali melepaskan tembakan peringatan ke udara dan meminta tersangka menyerahkan diri.

Tersangka RH diamakan bersama tiga orang lainnya yang saat itu ikut berada di dalam kamar hotel. Ketiga orang lainnya yang hingga saat ini masih diamankan di Mapolres Pariaman, akan menjalani pemeriksaan oleh penyidik terkait kasus tersebut.

“Untuk tersangkanya baru RH, sedangkan tiga orang lainnya masih kita amankan sebagai saksi,” terang AKP Ilham.

Dari TKP di kamar hotel, polisi mengamankan 1 paket sedang shabu-shabu, 8 paket kecil shabu-shabu dan seperangkat alat hisab shabu.

Dijelaskan AKP Ilham Indarmawan, tersangka RH merupakan target operasi yang sejak lama diincar kepolisian. Sebelum ditangkap tim Pegasus 3CN Polres Pariaman, tersangka RH juga pernah mendekam di penjara atas kasus yang sama.

“Dia ini residivis, baru beberapa bulan keluar dari penjara kembali kita tangkap atas kasus yang sama,” ulasnya.

Sebelumnya kata AKP Ilham, pada hari Selasa (10/10) sekira pukul 23.30, jajaran Polda Sumatera Barat yang dibantu jajaran tim Pegasus 3 CN Polres Pariaman juga mengamankan narkoba jenis ganja yang diperkirakan seberat 11 kilogram di Desa Punggung Lading Kecamatan Pariaman Selatan. Dua orang tersangka juga diamankan.

Sementara itu, salah seorang warga kelurahan Taratak, Risa Novia Candra mengaku mendengar suara tembakan. Awalnya ia mengira suara tembakan merupakan suara anak-anak bermain petasan dan tidak mengetahui adanya penangkapan pengedar narkoba tersebut.

"Ada beberapa kali tembakan, saya kira hanya letusan petasan dari anak-anak yang bermain," ujarnya. (Nanda).
Berikut Jumlah Bencana Alam yang Terjadi di Wilayah Padangpariaman Akibat Cuaca Buruk
Bupati Ali Mukhni bersama masyarakat tinjau arus sungai pasca hujan di Batu Kalang, Padang Sago, Kamis (21/9).

Padangpariaman --- Tingginya curah hujan disertai angin kencang sejak dua bulan terakhir, tentunya akan berpotensi datangnya bencana banjir, tanah longsor, banjir bandang hingga puting beliung.

Hal tersebut berusaha diantisipasi oleh Bupati Padangpariaman Ali Mukhni yang segera menyerukan warganya untuk siaga menghadapi segala bencana yang akan terjadi.

Imbauan tersebut diserukan Ali Mukhni setelah menerima laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengenai curah hujan yang tinggi dan beresiko di berbagai kecamatan di Padangpariaman.

“Kami imbau masyarakat Padangpariaman siap siaga darurat bencana 1x24 jam karena curah hujan yang sangat tinggi,” ujar Ali Mukhni usai mengunjungi masyarakat di Batu Kalang, Padang Sago, Kamis (21/9).

Terkait siaga kebencanaan, Ali Mukhni menyebut dirinya telah lama memantau penuh. Semua laporan terkait bencana dari SOPD, Walinagari dan Camat mesti disampaikan tiap hari. Baik saat ada bencana maupun tidak.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Padangpariaman Amiruddin merilis peristiwa bencana seminggu terakhir akibat hujan lebat dengan durasi panjang. Curah hujan tinggi disertai angin kencang telah mengakibatkan bencana alam yang mengakibatkan kerugian materil bagi masyarakat.

Dalam rilis yang diterima redaksi, berikut data bencana selama satu minggu terakhir;

1. Pohon tumbang menimpa badan jalan di Korong Kampuang Durian Nagari Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung pada tanggal 20 September 2017.

2. Pohon tumbang menimpa badan jalan di Korong Talawo Mundam di Nagari Katapiang, Kecamatan Batang Anai, 20 september 2017        

3. Pohon tumbang menimpa badan jalan di Sigimba, Kecamatan Ulakan Tapakis 20 September 2017.

4. Tanah longsor menimbun badan jalan Sungai Limau - Sungai Geringging di Korong Lampajang Nagari Kuranji Hilir Sungai Limau. Kejadian jam 14.00 Wib, Rabu, 20 September 2017. Ketinggian longsor 2 meter, panjang longsor 7 meter.

5. Jalan terbal di Korong Batu Mangaum Nagari Kuranji Hulu Kecamatan Sungai Geringging. Kejadian hari Selasa, 19 September 2017. Jam 22.00 Wib. Jalan yang runtuh sekitar 1 meter, panjang 4 meter.

6. Longsor menimpa 2 rumah. Lokasi kejadian Korong Kubu Alahan Kuranji, Nagari Sungai Ssirah Kuranji Hulu Kecamatan Sungai Geringging.

1) Rumah milik Siar, petani umur 70 tahun dengan 3 anggota keluarga. 2 sepeda motor ikut tertimbun dengan kondisi rumah rusak berat.

2) Rumah milik Efendi, petani, umur 37 tahun dengan 5 anggota keluarga, seorang di antaranya ibu hami. Kondisi rumah rusak.

7. Tanah longsor juga menimbun jalan nagari antara Korong Lansano - Korong Patamuan. Akses jalan tidak bisa dilalui kendaraan bermotor/lumpuh total. Ketinggian material tanah longsor mencapai 4 mater panjang longsor 10 meter. Lokasi kejadian di Korong Lansano Nagari Sikucur Barat, Kecamatan VII Koto Kampung Dalam.

"Tidak ada korban jiwa, ada satu luka ringan dan kerugian yang ditimbulkan ketegori sedang setelah dihitung tim teknis," ujar Amiruddin. (TIM)
Gempa 6.2 SR Tidak Berpotensi Tsunami, Warga Berhamburan
Foto BMKG
Pariaman -- Gempa bumi dengan guncangan kuat bangunkan warga Pariaman yang sedang terlelap tidur, Jumat dinihari pukul 00.06 WIB, (1/9/2017). Bahkan ada di antara warga spontan meninggalkan kediamannya untuk mengungsi.

BMKG mencatat, gempa berkekuatan 6.2 SR itu berlokasi 80 km timur laut Kepulauan Mentawai atau 87 km barat daya Kota Pariaman, berada di posisi 1.30 lintang selatan dan 99.66 bujur timur, dengan kedalaman 10 km. BMKG dalam rilisnya menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami.

Dalam pantauan wartawan di lapangan, sebagian warga yang terjaga akibat gempa masih mengidupkan lampu ruang tengah rumahnya. Mereka tetap siaga dan belum kembali tidur. Pintu rumah dibiarkan tetap terbuka.

"Kita siaga, mudah-mudahan tidak terjadi gempa susulan," ucap Rida (43), warga Jati Hilir, Pariaman Tengah.

Ia menceritakan, saat terjadi gempa dirinya sedang tidur lelap dan tiba-tiba terbangun akibat guncangan gempa disertai bunyi bergemuruh. Seisi rumahnya terasa terguncang.

"Kami dan anak-anak segera ke luar rumah. Gempa terasa cukup lama dan bunyi gemuruhnya sangat menakutkan," ujar ibu dua anak itu. (OLP)