Ali Mukhni Santuni Korban Longsor Paritmalintang yang 3 Anaknya Meninggal
Bupat Ali Mukhni saat menyerahkan bantuan kepada keluarga Wisnu. Foto: Andri
Paritmalintang - Bupati Padangpariaman Ali Mukhni kujungi rumah keluarga yang tertimpa musibah tanah longsor di Korong Padang Nagari Paritmalintang, Kecamatan Enam Lingkuang, Jumat (12/10).

Ali Mukhni juga memberikan santunan duka berupa uang tunai sebesar Rp7,5 juta kepada pasutri Wisnu (45) dan Ratnawati (35). Dalam musibah itu, tiga anak Wisnu dan Ratna meninggal dunia akibat tertimbun longsor.

Uang yang diserahkan bupati Rp5 juta dari Baznas Padangpariaman dan bantuan pribadi Bupati Ali Mukhni sebesar Rp2,5 juta.

Bantuan lainnya juga berasal dari BPBD Padangpariaman berupa seperangkat peralatan memasak dan alat rumah tangga.

Bupati Ali Mukhni meminta kedua pasangan suami isteri itu untuk sabar, tawakal dan ikhlas menerima cobaan kehilangan ketiga anaknya. Bupati mengatakan bahwa rizki dan umur sudah menjadi ketentuan dari Allah.

"Doakan ketiganya diterima di sisi Allah dan semoga ketiga anak ini menjadi jalan untuk orang tuanya ke surga," sebutnya.

Tanah longsor menimbun salah satu rumah warga di Korong Padang Toboh Nagari Paritmalintang, Kabupaten Padangpariaman, Rabu lalu (10/10).

Dalam kejadian itu, 6 orang satu keluarga penghuni rumah, tertimbun ribuan kubik material longsor.

Longsoran tanah membuat rumah kayu milik Wisnu rata dengan tanah. Tingginya curah hujan yang terjadi sejak hore hari membuat tanah terkikis dan longsor.

3 orang anak Wisnu di antaranya masih balita tewas tertimbun di peristiwa itu. Ketiganya Nando, 9 tahun, Restu Afandi, 5 tahun dan Raka Saputra, 5 bulan. Wisnu, Ratna, dan Rusman, berhasil selamat. (Tim)
Pamit Mandi Pagi, Herman Ditemukan Tewas Mengambang di Muaro Kamumuan
Jenazah Herman saat dibawa kerumah duka. Foto: Nanda
Sungailimau - Sesosok tubuh pria paruh baya ditemukan tewas mengambang di pinggir Pantai Pasir Simpang Kamumuan, Nagari Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau, Padangpariaman, Jumat (28/9) pagi.

Setelah diidentifikasi, diketahui jenazah tersebut adalah Herman, 60 tahun, warga Korong Pasar Ampalam, Nagari Koto Tinggi Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau, Padangpariaman.

Herman yang sehari-sehari berprofesi sebagai tukang becak di Sungai Limau itu, ditemukan tak bernyawa setelah sempat pamit kepada istrinya, Yesi Aryanti, untuk mandi pagi di sungai. Setelah ditunggu-tunggunya Herman tidak kunjung pulang. Istrinya yang curiga lantas meminta bantuan warga membantu pencarian.

"Setelah menunggu satu jam, istrinya kuatir karena yang bersangkutan tidak kembali ke rumah. Dimintalah bantuan warga melakukan pencarian. Benar saja, Herman ditemukan di muara dalam kondisi sudah tidak bernyawa," terang Kapolsek Sungai Limau, AKP Syafar.
  
Menurut AKP Syafar dari hasil visum luar badan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh Herman. Keluarga korban juga menolak untuk dilakukan outopsi. Rencananya jenazah korban akan dikebumikan hari ini.

Ia menambahkan bahwa selama ini kesehatan Herman mengalami penurunan karena pernah terserang stroke.

"Menurut keterangan istri korban bahwasanya Herman mengalami penyakit stroke sejak lama dan sering muntah muntah," pungkasnya. (Nanda)
Gemparkan Warga, Jasad Doni Hangus dengan Headset Menempel di Telinga
Nyaris sekujur tubuh korban hangus saat ditemukan warga. Foto: Nanda
Pariaman - Doni Mustika Efendi atau akrab disapa Dodon Sikumbang, 29 tahun, ditemukan tewas di rumah neneknya di RT 05 Kelurahan Jawi-Jawi II, Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Rabu (19/9) siang.

Doni tewas dengan kondisi luka bakar di sekujur tubuhnya. Wajahnya nyaris tidak bisa dikenali. Kondisi jasad korban yang mulai membusuk, diperkirakan tewas beberapa hari sebelum ditemukan.

Doni ditemukan tewas pertama kali oleh Eli, saudara perempuan ibu korban. Eli curiga lantaran Doni tidak kunjung keluar rumah. Mobil angkot milik korban terparkir di luar rumah sejak tiga hari yang lalu. Namun alangkah kagetnya ia saat menemukan keponakannya itu tewas dalam kondisi mengenaskan.
        
Informasi penemuan tewasnya korban menyebar cepat dan membuat TKP sesak dikerumuni warga. Proses olah TKP yang dilakukan kepolisian pun menjadi tontonan warga.

Kapolsek Kota Pariaman Kompol Adang Saputra mengatakan, dari hasil visum luar tubuh korban ditemukan luka bakar di sekujur tubuh - hampir 100 persen. Pihaknya tidak menemukan tanda atau bekas kekerasan di tubuh korban.

"Belum bisa mengetahui sebab pasti kematian. Untuk mengetahui penyebab pasti tentu melalui proses otopsi, namun pihak keluarga menolak diotopsi," jelas Adang.

Lebih jauh menurut Adang, dari hasil visum dan pemeriksaan yang dilakukan tim dokter dan keterangan sejumlah saksi, korban diperkirakan tewas tiga hari yang lalu.

Dari olah TKP ditemukan satu unit telepon genggam yang sedang terpasang terhubung dengan sambungan listrik. Namun telpon telah dalam kondisi rusak.

Menurut saksi lain, saat ditemukan warga di telinga korban dalam kondisi masih terpasang headseat. Mereka berspekulasi radiasi petir mengalir ke tubuh korban saat headset masih terpasang. Spekulasi tersebut cepat menyebar di tengah masyarakat. 


Ada juga yang mengira-ngira korban tersengat arus listrik karena terjadinya korsleting karena saat headset menempel di telinga, bersamaan dengan ponsel yang tercolok ke listrik.

"Kebiasaan korban memang seperti itu. Kadang saat nyupiri angkot tetap menggunakan headset," kata saksi yang tidak mau namanya ditulis wartawan. (Nanda)
Ketahuan Mantan Majikan, Pencuri Kasur Babak Belur Dihakimi Warga.
Kapolres Pariaman saat jumpa pers di Mapolres Pariaman. Foto/Nanda
Pariaman ----- Setelah berhasil mencuri kasus springbed dagangan majikan, aksi JW, 40 tahun warga Koto Marapak Kecamatan Pariaman Timur Kota Pariaman, akhirnya terhenti.

Ia berhasil diamankan pemilik toko bersama warga saat hendak mencuri kasus springbed di toko perabot Kurnia di Jalan By Pass Desa Kampung Gadang Pariaman Timur, Kota Pariaman, Selasa (14/8) dinihari.

Berbekal kunci cadangan, mantan pegawai toko perabot itu membuka pintu gudang toko dan mengambil kasur dari toko Kurnia, tempat dulu ia bekerja.

Dalam menjalani aksinya, JW dibantu satu orang lainnya, yakni T, 30 tahun warga Koto Marapak, Kecamatan Pariaman Timur Kota Pariaman.

Penangkapan pelaku berawal kecurigaan pemilik toko Kurnia atas kehilangan sejumlah kasus springbed di toko itu.

Pelapor yang curiga lantas melakukan pengintaian. Apes bagi pelaku, aksinya kali ini diketahui pemilik toko dan warga setempat.

Tersangka JW berhasil diamankan. JW sempat menjadi bulan-bulan warga yang kesal dengan aksinya. Sedangkan rekan tersangka yakni, T berhasil kabur menggunakan mobil pick up ke rumahnya.

"Setelah tersangka JW ini kita amankan, tersangka lain yakni T kita amankan di rumahnya di Koto Marapak,"  jelas Kapolres Pariaman, AKBP Andry Kurniawan didampingi Kasat Resnarkoba Polres Pariaman, AKP Ilham Indarmawan.

Dari pemeriksaan kedua tersangka, diketahui aksi pencurian itu adalah kali ketiga. Pelaku masuk kedalam toko menggunakan kunci cadangan yang ia simpan saat masih bekerja di Toko Kurnia Perabot.

"Dulu salah satu dari pelaku ini bekerja di toko itu, kunci cadangan yang masih ia simpan itu digunakan untuk membuka gudang penyimpanan," kata dia.

Sedangkan kasur springbed dari dua aksi pencurian sebelumnya masih disimpan di rumah tersangka T dan belum dijual.

"Yang diakui baru 3 kali, barang hasil curiannya juga belum sempat dijual dan disimpan di rumah tersangka T. Kita akan sita juga nanti," ulasnya.

Selain tersangka, kepolisian juga mengamankan satu unit kasus springbed dan mobil pickup nopol BM 1335 TH yang digunakan pelaku menjalankan aksinya. (Nanda)
Kereta Sibinuang Tabrak Mobil di Perlintasan Sebidang Jambak
Foto/ilustrasi/internet
Pariaman ----- Kereta Api Sibiuang tabrak minibus di perlintasan sebidang tanpa portal di Simpang Jambak Lubuk Alung, Padangpariaman, Rabu (8/8).

Kecelakaan terjadi saat mobil minibus jenis Toyota Ávanza warna hitam nomor polisi BA 1541 BT yang dikemudikan Supra Yoga menyeberang sekitar 09.50 Wib. Di saat bersamaan kereta api Sibinuang melintas dari arah Padang menuju Pariaman.

Menurut salah seorang saksi, Jon Efendi, ia telah meneriaki supir minibus jika ada kereta yang melintas. Namun supir tetap melajukan kendaraannya hingga posisi bagian belakang mobil minibus melewati rel.

"Saat melintas mesin minibus mati. Bersamaan itu, tiba kereta api dari arah Padang menuju Pariaman. Kecelakaan tidak dapat dihindari. Miinibus terseret sekitar 5 meter," kata dia. 

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu. Namun dua penumpang minibus yakni, Kurnia Fadilla, 25 tahun, warga Sungai Antuan, Kabupaten Lima Puluh Kota dan Nurdaleli, 49 tahun, warga Sungai Antuan, Kabupaten Lima Puluh Kota, mengalami luka ringan. Kedua korban kini telah mendapatkan perawatan dari tim medis Puskesmas Lubuk Alung.

Kapolres Padangpariaman, AKBP Rizki Nugroho mengatakan, kendaraan minibus yang terlibat kecelakaan telah diamankan. Kini, pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap supir, saksi dan masinis kereta api.   

"Kendaraanya sudah kita amankan, pihak terkait sudah kita periksa," ujarnya.   

Kecelakaan kereta api di wilayah Padangpariaman masih sering terjadi. Banyaknya perlintasan sebidang tanpa dilengkapi portal dan petugas pada jalur, tentu membahayakan.

"Pihak KAI bisa menempatkan petugas mengatur perlintasan sebidang, ini rawan sekali," kata salah seorang warga setempat, Febrian Mirdani. (Nanda)
Dipolisikan Ali Mukhni, Begini Reaksi Ikhlas Darma Murya
Capture postingan di akun facebook milik Ikhlas Darma Murya yang dilaporkan Ali Mukhni. Foto/istimewa
Pariaman ----- Bupati Padangpariaman Ali Mukhni dimintai keterangannya sebagai pelapor atas dugaan pencemaraan nama baik yang diduga dilakukan oleh pemilik akun facebook Ikhlas Darma Murya di Mapolres Padangpariaman, Selasa (31/7).
       
Ali Mukhni mulai diambil keterangannya oleh penyidik usai melaksanakan sholat dzuhur di Mapolres Pariaman sekitar pukul 13.00 WIB.
     
Tepat satu jam kemudian, Ali Mukhni keluar dari ruangan Satreskrim Polres Padangpariaman. Ia sempat bercerita dengan sejumlah wartawan sebelum kembali meninggalkan Mapolres Padangpariaman.
     
Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Padangpariaman, Rifki Monrizal menerangkan, pelaporan pemilik akun facebook Ikhlas Darma Murya didasari unggahanya yang dinilai mencemarkan nama baik Ali Mukhni secara pribadi, sekaligus sebagai kepala daerah Kabupaten Padangpariaman.

Ditegaskan Monrizal, akun facebook Ikhlas Darma Murya mengunggah status pada 25 Juli 2018 pukul 12.31Wib. Dalam unggahannya itu, akun Ikhlas Darma Murya menuliskan kalimat "Hei Ali Mukhni!! Kebijakan binatang apo nan babuek? Pelayanan RS Paritmalintang terhenti akibat SK angku manyuruah 6 orang dokter spesialis BKD dima latak sisi kemanusian angku? Samantaro angok urang banyak terancam butuh pelayanan medis. Lai bautak angku pak bupati".
      
"Ada penggalan kata dengan penyebutan kebijakan binatang, secara tidak langsung yang bersangkutan menyebut yang membuat kebijakan adalah binatang. Ini adalah pencemaran atau penghinaan terhadap Bupati, sesuai dengan yang diatur pada pasal 27 ayat 3 Undang-Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 jo Pasal 45 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik," jelasnya.

Dikatakannya, pelaporan pemilik akun facebook Ikhlas Darma Murya tidak dilakukan setika unggahan tersebut muncul. Namun didahului proses pengkajian dan dukungan dari sejumlah pihak. Unggahan akun tersebut kata dia, juga sempat menjadi perbincaannya di kalangan tokoh perantau. Tak ayal, sebut dia, sokongan dan dorongan agar Ali Mukni menempuh jalur hukum terus muncul.
       
Menurutnya saat membuat laporan polisi di Mapolres Padangpariaman, Ali Mukhni belum didampingi kuasa hukum. Direncanakan kuasa hukum baru akan ditunjuk pada saat sidang di pengadilan.
       
Kapolres Padangpariaman AKBP Rizki Nugroho mengatakan, usai pengambilan keterangan Ali Mukhni sebagai pelapor, pihaknya akan memanggil beberapa orang saksi dan terlapor untuk dimintai keterangan.
       
Dalam laporan itu, menurutnya sejumlah bukti awal yakni hasil screenshoot unggahan terlapor, telah diserahkan pelapor ke penyidik.
       
"Kita akan panggil saksi dan terlapor untuk dimintai keterangannya," ujarnya singkat.  
       
Terpisah, pemilik akun facebook Ikhlas Darma Murya yang dihubungi melalui sambungan telepon mengaku telah mengetahui perihal pelaporan dirinya oleh Bupati Padangpariaman terkait dugaan pencemaran nama baik ke Polres Padangpariaman.
       
"Barusan saya sudah lihat beritanya di Pariamantoday.com. Namun belum lihat isinya," jelasnya.
        
Terkait pelaporan itu, Ikhlas Darma Murya menyebut hal itu adalah hak Ali Mukhni sebagai warga negara. Ia mengaku menghormati upaya hukum yang ditempuh dan akan bersikap kooperatif.
         
Menurutnya, unggahan pada 25 Juli 2018 diakun facebook, bukanlah menyerang apalagi menghina Ali Mukhni atau Bupati Padangpariaman. Unggahan tersebut murni kritikan sosial kebijakan Bupati Padangpariaman yang memindahkan 6 orang dokter RSUD Padangpariaman ke BKPSDM Padangpariaman.
        
"Ini sebagai kritikan bahwa kebijakan tersebut tidak tepat dan membuat pelayanan kepada masyarakat di RSUD Padangpariaman terganggu. Tidak ada penghinaan dan pencemaran nama baik," jelasnya.
         
Ikhlas Darma Murya menyebut dirinya akan melakukan upaya hukum dengan melaporkan balik Ali Mukhni, apabila laporan terhadap dirinya tidak terbukti.
         
"Saya akan laporkan balik, apabila tidak terbukti," pungkasnya.
         
Pelaporan akun facebook Ikhlas Darma Murya ke pihak kepolisian sebagai buntut unggahannya di media sosial, bukanlah pertama kalinya.

Sebelumnya pemilik akun facebook ini, pernah dilaporkan ke Polres Pariaman oleh Suardi Chaniago dalam kasus pencemaran nama baik di media sosial pada 3 April 2018 silam. (Nanda)