Berikut Jumlah Bencana Alam yang Terjadi di Wilayah Padangpariaman Akibat Cuaca Buruk
Bupati Ali Mukhni bersama masyarakat tinjau arus sungai pasca hujan di Batu Kalang, Padang Sago, Kamis (21/9).

Padangpariaman --- Tingginya curah hujan disertai angin kencang sejak dua bulan terakhir, tentunya akan berpotensi datangnya bencana banjir, tanah longsor, banjir bandang hingga puting beliung.

Hal tersebut berusaha diantisipasi oleh Bupati Padangpariaman Ali Mukhni yang segera menyerukan warganya untuk siaga menghadapi segala bencana yang akan terjadi.

Imbauan tersebut diserukan Ali Mukhni setelah menerima laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengenai curah hujan yang tinggi dan beresiko di berbagai kecamatan di Padangpariaman.

“Kami imbau masyarakat Padangpariaman siap siaga darurat bencana 1x24 jam karena curah hujan yang sangat tinggi,” ujar Ali Mukhni usai mengunjungi masyarakat di Batu Kalang, Padang Sago, Kamis (21/9).

Terkait siaga kebencanaan, Ali Mukhni menyebut dirinya telah lama memantau penuh. Semua laporan terkait bencana dari SOPD, Walinagari dan Camat mesti disampaikan tiap hari. Baik saat ada bencana maupun tidak.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Padangpariaman Amiruddin merilis peristiwa bencana seminggu terakhir akibat hujan lebat dengan durasi panjang. Curah hujan tinggi disertai angin kencang telah mengakibatkan bencana alam yang mengakibatkan kerugian materil bagi masyarakat.

Dalam rilis yang diterima redaksi, berikut data bencana selama satu minggu terakhir;

1. Pohon tumbang menimpa badan jalan di Korong Kampuang Durian Nagari Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung pada tanggal 20 September 2017.

2. Pohon tumbang menimpa badan jalan di Korong Talawo Mundam di Nagari Katapiang, Kecamatan Batang Anai, 20 september 2017        

3. Pohon tumbang menimpa badan jalan di Sigimba, Kecamatan Ulakan Tapakis 20 September 2017.

4. Tanah longsor menimbun badan jalan Sungai Limau - Sungai Geringging di Korong Lampajang Nagari Kuranji Hilir Sungai Limau. Kejadian jam 14.00 Wib, Rabu, 20 September 2017. Ketinggian longsor 2 meter, panjang longsor 7 meter.

5. Jalan terbal di Korong Batu Mangaum Nagari Kuranji Hulu Kecamatan Sungai Geringging. Kejadian hari Selasa, 19 September 2017. Jam 22.00 Wib. Jalan yang runtuh sekitar 1 meter, panjang 4 meter.

6. Longsor menimpa 2 rumah. Lokasi kejadian Korong Kubu Alahan Kuranji, Nagari Sungai Ssirah Kuranji Hulu Kecamatan Sungai Geringging.

1) Rumah milik Siar, petani umur 70 tahun dengan 3 anggota keluarga. 2 sepeda motor ikut tertimbun dengan kondisi rumah rusak berat.

2) Rumah milik Efendi, petani, umur 37 tahun dengan 5 anggota keluarga, seorang di antaranya ibu hami. Kondisi rumah rusak.

7. Tanah longsor juga menimbun jalan nagari antara Korong Lansano - Korong Patamuan. Akses jalan tidak bisa dilalui kendaraan bermotor/lumpuh total. Ketinggian material tanah longsor mencapai 4 mater panjang longsor 10 meter. Lokasi kejadian di Korong Lansano Nagari Sikucur Barat, Kecamatan VII Koto Kampung Dalam.

"Tidak ada korban jiwa, ada satu luka ringan dan kerugian yang ditimbulkan ketegori sedang setelah dihitung tim teknis," ujar Amiruddin. (TIM)
Gempa 6.2 SR Tidak Berpotensi Tsunami, Warga Berhamburan
Foto BMKG
Pariaman -- Gempa bumi dengan guncangan kuat bangunkan warga Pariaman yang sedang terlelap tidur, Jumat dinihari pukul 00.06 WIB, (1/9/2017). Bahkan ada di antara warga spontan meninggalkan kediamannya untuk mengungsi.

BMKG mencatat, gempa berkekuatan 6.2 SR itu berlokasi 80 km timur laut Kepulauan Mentawai atau 87 km barat daya Kota Pariaman, berada di posisi 1.30 lintang selatan dan 99.66 bujur timur, dengan kedalaman 10 km. BMKG dalam rilisnya menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami.

Dalam pantauan wartawan di lapangan, sebagian warga yang terjaga akibat gempa masih mengidupkan lampu ruang tengah rumahnya. Mereka tetap siaga dan belum kembali tidur. Pintu rumah dibiarkan tetap terbuka.

"Kita siaga, mudah-mudahan tidak terjadi gempa susulan," ucap Rida (43), warga Jati Hilir, Pariaman Tengah.

Ia menceritakan, saat terjadi gempa dirinya sedang tidur lelap dan tiba-tiba terbangun akibat guncangan gempa disertai bunyi bergemuruh. Seisi rumahnya terasa terguncang.

"Kami dan anak-anak segera ke luar rumah. Gempa terasa cukup lama dan bunyi gemuruhnya sangat menakutkan," ujar ibu dua anak itu. (OLP)
Korban Kebakaran Aur Malintang Terima Bantuan

Aur Malintang -- Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur serahkan bantuan kepada 11 orang korban kebakaran yang terjadi sehari sebelumnya di Nagari III Koto Aur Malintang Selatan, Kecamatan IV Koto Aur Malintang. Kedatangannya disambut hujan lebat, Selasa (29/8).

Dalam sambutannya sebelum menyerahkan bantuan, Suhatri Bur mengajak semua korban kebakaran untuk tetap bersyukur kepada Allah SWT apapun kondisi yang sedang dialami saat ini. Ia meminta para korban tetap tabah dalam menghadapi cobaan hidup.

"Dalam kondisi apapun, jangan lupa untuk tetap bersyukur kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya yang selalu dicurahkan kepada kita," kata dia.

Musibah atau bencana, sebutnya, sudah ada dalam rencana-Nya. Tinggal sebagai manusia menarik hikmah dari kejadian yang melanda. Ia meminta para korban bersabar dan tidak putus asa.

"Anggap itu ujian dari Allah karena Allah sayang kepada kita," sambungnya.

Bantuan yang diserahkan Suhatri Bur berupa paket sembako dan kebutuhan sehari-hari. Untuk masing-masing rumah menerima beras 20 kg, gula pasir 1 kg, kopi 1/4 kg, mie instan 1 dus, teh celup 1 kotak, minyak goreng 1 kg, kain panjang dan kain sarung 2 helai .

Di samping paket sembako, juga diserahkan pakaian anak, lauk pauk, tenda gulung dan matras, rantang dua susun, sodet, centong nasi, panci serba guna dan kain selimut.

Selain bantuan dari Pemkab Padangpariaman, BAZNAS Padangpariaman juga ambil bagian. Bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 3.500.000 dibagi antara penghuni dengan pemilik rumah. Bagi pemilik rumah mendapat Rp 1.500.000 sementara penghuni Rp 2.500.000. Bagi pemilik rumah sekaligus penghuni mendapat seluruhnya.

Sebelumnya, perantau bernama Haji Sagi telah lebih dulu membantu uang tunai sebesar Rp 3 juta per korban. (ASM)
Keterlaluan! Oknum Satpol PP Curi Motor di Rumah Dinas Genius Umar
Foto Ilustrasi: istimewa
Pariaman -- Kepolisian Sektor (Polsek) Kota Pariaman mengamankan seorang pria berinisial R (26), salah seorang oknum Banpol Satpol PP Kota Pariaman, Selasa (29/8/2017) pagi.

R diamankan atas kasus dugaan pencurian sepeda motor milik Muhammad Iqbal Rivaldi (23)--juga rekan kerja sesama banpol di Satpol PP Kota Pariaman--yang saat itu bertugas jaga di rumah dinas wakil walikota Pariaman Genius Umar.

Kapolsek Kota Pariaman Komisaris Polisi Joni Darmawan ketika dikonfirmasi membenarkan perkara tersebut. Menurut Joni, R diamankan pihaknya saat sedang berada di rumahnya di Desa Cubadak Air, Kecamatan Pariaman Utara, tanpa perlawanan sekitar pukul 09.00 WIB. R saat itu juga langsung dibawa dan ditahan di Mapolsek Pariaman.

“R kita amankan sementara 1X24 jam untuk kepentingan penyelidikan. jika sudah memenuhi unsur nanti kita lanjutkan ke penyidikan,” terangnya.

Masih menurutnya, kehilangan sepeda motor tersebut dilaporkan oleh korban ke SPKT Polsek Kota Pariaman, Selasa (29/8) pukul 08.00. Usai menerima laporan dari korban, polisi langsung melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi dan rekaman CCTV di sekitar rumah dinas wakil walikota. Dari rekaman CCTV dan keterangan sejumlah saksi, mengarah kepada R.
 

Joni Darmawan berkata, hilangnya sepeda motor merek Honda Beat streat warna hitam tahun 2017 dengan nomor rangka MH1JFZ216HK075888, nomor mesin JFZ2E1080620, BA 3350 WR, diketahui saat korban bangun tidur usai melaksanakan piket jaga di rumah dinas wakil walikota sekitar pukul 05.00.

“Saat korban melihat ke arah parkir, sepeda motornya sudah tidak ada lagi di tempat. Akibat dari kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp16.000.000," ungkapnya.

Hingga saat ini, oknum banpol PP terduga pelaku curanmor tersebut masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Kota Pariaman. Jika terbukti, pelaku tidak hanya akan dijerat pasal pidana, tapi juga akan diberhentikan dari kesatuan Banpol PP. 


Saat berita ini diturunkan, pihak kepolisian sedang menyelidiki dan mengembangkan kasus tersebut. Polisi belum bisa memastikan apakah terduga melakukan curanmor seorang diri atau dengan komplotan terorganisir. (Nanda)
Polisi Ciduk 13 Pelaku Pencurian Suku Cadang Kendaraan Tilang Lantas Pariaman
Ilustrasi. Foto: istimewa
Pariaman -- Sebanyak 13 orang pelaku pencurian onderdil kendaraan barang bukti milik Satlatas Polres Pariaman, masih menunggu keputusan penyidik dan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Padang. Penelitian tersebut dilakukan untuk memberi kepastian pemberian tindakan diversi peradilan anak kepada ke 10 pelaku yang berstatus sebagai pelajar itu.

Hingga kini, 10 orang pelajar masing-masing, AA (16), ZA (16), RS (17), MN (19), S (16), DAJ (16), DRZ (16), MM (16), APA (16), TTA (18) yang masih berstatus pelajar, masih diamankan di Mapolres Pariaman.

Sementara 3 orang pelaku ES (20), warga Kampuang Apa Kecamatan Patamuan, MN (19), dan A (20) dipastikan akan menjalani proses hukum karena berusia lebih dari 18 tahun.

Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto melalui Kasat Reskrim Polres Pariaman AKP Andi Paningotan Lorena, Senin (28/8), menerangkan, sebelumnya pihak kepolisian telah melakukan pertemuan antara orang tua pelaku, penyidik dan pihak Bapas Padang dan pekerja sosial. 

“Nanti dari hasil penelitian kita tentukan apakah 10 orang ini dapat dilakukan tindakan diversi atau hukum konvensional, itu tergatung hasil kajian,” terangnya.

Dikatakannya, untuk mendapatkan tindakan diversi, pelaku harus memenuhi persyaratan antara lain, diancam penjara di bawah 7 tahun, berusia di bawah18 tahun dan tidak mengulangi perbuatan pidana.

“Dalam mengupayakan diversi, penyidik dan penuntut umum harus melihat syarat pemberian diversi itu. Tidak asal pemberian diversi,” ulasnya.

Sebelumnya tim gabungan 3 CN Pegasus Polres Pariaman mengamankan 13 orang yang diduga pelaku pencurian dengan pemberatan terhadap onderdil dan sparepart sepeda motor barang bukti tilang di Polres Pariaman, Minggu (26/8) silam sekira pukul 13.00 WIB. 10 orang di antara pelaku berasal dari kabupaten Padangpariaman.

Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan barang bukti yang diduga hasil curian, yakni 1 buah knalpot racing, 1 buah batok motor merk Vega, 1 karbu merk Mikuni, 1 pelek racing merk Rossi, 1 buah piringan cakram dan 6 unit sepeda motor yang digunakan pelaku.

Dari keterangan dari pelaku, kata dia, pencurian di kantor lantas telah dilakukan berulang 9 kali dengan kelompok pelaku yang berbeda-beda. Total kerugian yang dialami Satlantas Polres Pariaman Rp 12 juta. (Nanda)
11 Rumah Ludes Dilalap Si Jago Merah di Aur Malintang

Aurmalintang -- Sebanyak 11 unit bangunan rumah milik warga di Korong Lancang, Kecamatan IV Koto Aurmalintang, Padangpariaman, ludes dilalap si jago merah, Minggu (27/8/2017) sekitar pukul 13.30 WIB siang. Rumah yang posisinya berada dalam satu rangkai, membuat api cepat menjalar dari satu rumah asal api ke rumah yang lain.

Amrizal, warga setempat, mengatakan kebarakaran pertama kali diketahui saat ia melihat asap hitam di lantai 2 rumah milik korban bernama Ali Batar dari rumahnya.  Ia langsung memberitahukan pemilik rumah dan mencari sumber asap di rumah Ali Batar dan mendapati api telah membakar kabel listrik di loteng.

"Kami berteriak minta tolong kemudian berusaha mengeluarkan barangnya, akan tetapi api terus menjalar ke sampingnya dan menghanguskan 10 rumah lainnya," ujarnya.

Dalam musibah tersebut, tidak banyak harta benda yang berhasil diselamatkan. Korban dibantu warga bahu membahu melakukan evakuasi isi rumah ke tempat yang lebih aman.

Api berhasil dipadamkan setelah 5 unit mobil pemadam kebakaran: 2 unit dari Agam, 2 unit dari Kabupaten Padangpariaman dan 1 unit dari Kota Pariaman, tiba di lokasi dan menyemprotkan ribuan liter air.

Informasi yang dihimpun, ke 11 rumah yang terbakar masing-masing dengan pemilik, Erni, Kundur, Syam, M Rasyid, Andek, Juli, Zai, Mar, Batar, Soden, dan Simus.

"Ada 11 rumah yang terbakar, karena posisi gandengan, jadi api cepat merambat ke rumah lainnya," ujarnya.

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material dalam peristiwa itu ditaksir mencapai Rp 1,5 miliar. (Nanda)