Ketahuan Mantan Majikan, Pencuri Kasur Babak Belur Dihakimi Warga.
Kapolres Pariaman saat jumpa pers di Mapolres Pariaman. Foto/Nanda
Pariaman ----- Setelah berhasil mencuri kasus springbed dagangan majikan, aksi JW, 40 tahun warga Koto Marapak Kecamatan Pariaman Timur Kota Pariaman, akhirnya terhenti.

Ia berhasil diamankan pemilik toko bersama warga saat hendak mencuri kasus springbed di toko perabot Kurnia di Jalan By Pass Desa Kampung Gadang Pariaman Timur, Kota Pariaman, Selasa (14/8) dinihari.

Berbekal kunci cadangan, mantan pegawai toko perabot itu membuka pintu gudang toko dan mengambil kasur dari toko Kurnia, tempat dulu ia bekerja.

Dalam menjalani aksinya, JW dibantu satu orang lainnya, yakni T, 30 tahun warga Koto Marapak, Kecamatan Pariaman Timur Kota Pariaman.

Penangkapan pelaku berawal kecurigaan pemilik toko Kurnia atas kehilangan sejumlah kasus springbed di toko itu.

Pelapor yang curiga lantas melakukan pengintaian. Apes bagi pelaku, aksinya kali ini diketahui pemilik toko dan warga setempat.

Tersangka JW berhasil diamankan. JW sempat menjadi bulan-bulan warga yang kesal dengan aksinya. Sedangkan rekan tersangka yakni, T berhasil kabur menggunakan mobil pick up ke rumahnya.

"Setelah tersangka JW ini kita amankan, tersangka lain yakni T kita amankan di rumahnya di Koto Marapak,"  jelas Kapolres Pariaman, AKBP Andry Kurniawan didampingi Kasat Resnarkoba Polres Pariaman, AKP Ilham Indarmawan.

Dari pemeriksaan kedua tersangka, diketahui aksi pencurian itu adalah kali ketiga. Pelaku masuk kedalam toko menggunakan kunci cadangan yang ia simpan saat masih bekerja di Toko Kurnia Perabot.

"Dulu salah satu dari pelaku ini bekerja di toko itu, kunci cadangan yang masih ia simpan itu digunakan untuk membuka gudang penyimpanan," kata dia.

Sedangkan kasur springbed dari dua aksi pencurian sebelumnya masih disimpan di rumah tersangka T dan belum dijual.

"Yang diakui baru 3 kali, barang hasil curiannya juga belum sempat dijual dan disimpan di rumah tersangka T. Kita akan sita juga nanti," ulasnya.

Selain tersangka, kepolisian juga mengamankan satu unit kasus springbed dan mobil pickup nopol BM 1335 TH yang digunakan pelaku menjalankan aksinya. (Nanda)
Kereta Sibinuang Tabrak Mobil di Perlintasan Sebidang Jambak
Foto/ilustrasi/internet
Pariaman ----- Kereta Api Sibiuang tabrak minibus di perlintasan sebidang tanpa portal di Simpang Jambak Lubuk Alung, Padangpariaman, Rabu (8/8).

Kecelakaan terjadi saat mobil minibus jenis Toyota Ávanza warna hitam nomor polisi BA 1541 BT yang dikemudikan Supra Yoga menyeberang sekitar 09.50 Wib. Di saat bersamaan kereta api Sibinuang melintas dari arah Padang menuju Pariaman.

Menurut salah seorang saksi, Jon Efendi, ia telah meneriaki supir minibus jika ada kereta yang melintas. Namun supir tetap melajukan kendaraannya hingga posisi bagian belakang mobil minibus melewati rel.

"Saat melintas mesin minibus mati. Bersamaan itu, tiba kereta api dari arah Padang menuju Pariaman. Kecelakaan tidak dapat dihindari. Miinibus terseret sekitar 5 meter," kata dia. 

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu. Namun dua penumpang minibus yakni, Kurnia Fadilla, 25 tahun, warga Sungai Antuan, Kabupaten Lima Puluh Kota dan Nurdaleli, 49 tahun, warga Sungai Antuan, Kabupaten Lima Puluh Kota, mengalami luka ringan. Kedua korban kini telah mendapatkan perawatan dari tim medis Puskesmas Lubuk Alung.

Kapolres Padangpariaman, AKBP Rizki Nugroho mengatakan, kendaraan minibus yang terlibat kecelakaan telah diamankan. Kini, pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap supir, saksi dan masinis kereta api.   

"Kendaraanya sudah kita amankan, pihak terkait sudah kita periksa," ujarnya.   

Kecelakaan kereta api di wilayah Padangpariaman masih sering terjadi. Banyaknya perlintasan sebidang tanpa dilengkapi portal dan petugas pada jalur, tentu membahayakan.

"Pihak KAI bisa menempatkan petugas mengatur perlintasan sebidang, ini rawan sekali," kata salah seorang warga setempat, Febrian Mirdani. (Nanda)
Dipolisikan Ali Mukhni, Begini Reaksi Ikhlas Darma Murya
Capture postingan di akun facebook milik Ikhlas Darma Murya yang dilaporkan Ali Mukhni. Foto/istimewa
Pariaman ----- Bupati Padangpariaman Ali Mukhni dimintai keterangannya sebagai pelapor atas dugaan pencemaraan nama baik yang diduga dilakukan oleh pemilik akun facebook Ikhlas Darma Murya di Mapolres Padangpariaman, Selasa (31/7).
       
Ali Mukhni mulai diambil keterangannya oleh penyidik usai melaksanakan sholat dzuhur di Mapolres Pariaman sekitar pukul 13.00 WIB.
     
Tepat satu jam kemudian, Ali Mukhni keluar dari ruangan Satreskrim Polres Padangpariaman. Ia sempat bercerita dengan sejumlah wartawan sebelum kembali meninggalkan Mapolres Padangpariaman.
     
Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Padangpariaman, Rifki Monrizal menerangkan, pelaporan pemilik akun facebook Ikhlas Darma Murya didasari unggahanya yang dinilai mencemarkan nama baik Ali Mukhni secara pribadi, sekaligus sebagai kepala daerah Kabupaten Padangpariaman.

Ditegaskan Monrizal, akun facebook Ikhlas Darma Murya mengunggah status pada 25 Juli 2018 pukul 12.31Wib. Dalam unggahannya itu, akun Ikhlas Darma Murya menuliskan kalimat "Hei Ali Mukhni!! Kebijakan binatang apo nan babuek? Pelayanan RS Paritmalintang terhenti akibat SK angku manyuruah 6 orang dokter spesialis BKD dima latak sisi kemanusian angku? Samantaro angok urang banyak terancam butuh pelayanan medis. Lai bautak angku pak bupati".
      
"Ada penggalan kata dengan penyebutan kebijakan binatang, secara tidak langsung yang bersangkutan menyebut yang membuat kebijakan adalah binatang. Ini adalah pencemaran atau penghinaan terhadap Bupati, sesuai dengan yang diatur pada pasal 27 ayat 3 Undang-Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 jo Pasal 45 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik," jelasnya.

Dikatakannya, pelaporan pemilik akun facebook Ikhlas Darma Murya tidak dilakukan setika unggahan tersebut muncul. Namun didahului proses pengkajian dan dukungan dari sejumlah pihak. Unggahan akun tersebut kata dia, juga sempat menjadi perbincaannya di kalangan tokoh perantau. Tak ayal, sebut dia, sokongan dan dorongan agar Ali Mukni menempuh jalur hukum terus muncul.
       
Menurutnya saat membuat laporan polisi di Mapolres Padangpariaman, Ali Mukhni belum didampingi kuasa hukum. Direncanakan kuasa hukum baru akan ditunjuk pada saat sidang di pengadilan.
       
Kapolres Padangpariaman AKBP Rizki Nugroho mengatakan, usai pengambilan keterangan Ali Mukhni sebagai pelapor, pihaknya akan memanggil beberapa orang saksi dan terlapor untuk dimintai keterangan.
       
Dalam laporan itu, menurutnya sejumlah bukti awal yakni hasil screenshoot unggahan terlapor, telah diserahkan pelapor ke penyidik.
       
"Kita akan panggil saksi dan terlapor untuk dimintai keterangannya," ujarnya singkat.  
       
Terpisah, pemilik akun facebook Ikhlas Darma Murya yang dihubungi melalui sambungan telepon mengaku telah mengetahui perihal pelaporan dirinya oleh Bupati Padangpariaman terkait dugaan pencemaran nama baik ke Polres Padangpariaman.
       
"Barusan saya sudah lihat beritanya di Pariamantoday.com. Namun belum lihat isinya," jelasnya.
        
Terkait pelaporan itu, Ikhlas Darma Murya menyebut hal itu adalah hak Ali Mukhni sebagai warga negara. Ia mengaku menghormati upaya hukum yang ditempuh dan akan bersikap kooperatif.
         
Menurutnya, unggahan pada 25 Juli 2018 diakun facebook, bukanlah menyerang apalagi menghina Ali Mukhni atau Bupati Padangpariaman. Unggahan tersebut murni kritikan sosial kebijakan Bupati Padangpariaman yang memindahkan 6 orang dokter RSUD Padangpariaman ke BKPSDM Padangpariaman.
        
"Ini sebagai kritikan bahwa kebijakan tersebut tidak tepat dan membuat pelayanan kepada masyarakat di RSUD Padangpariaman terganggu. Tidak ada penghinaan dan pencemaran nama baik," jelasnya.
         
Ikhlas Darma Murya menyebut dirinya akan melakukan upaya hukum dengan melaporkan balik Ali Mukhni, apabila laporan terhadap dirinya tidak terbukti.
         
"Saya akan laporkan balik, apabila tidak terbukti," pungkasnya.
         
Pelaporan akun facebook Ikhlas Darma Murya ke pihak kepolisian sebagai buntut unggahannya di media sosial, bukanlah pertama kalinya.

Sebelumnya pemilik akun facebook ini, pernah dilaporkan ke Polres Pariaman oleh Suardi Chaniago dalam kasus pencemaran nama baik di media sosial pada 3 April 2018 silam. (Nanda)
Ali Mukhni Polisikan Akun Facebook Ikhlas Darma Murya
Ali Mukhni terlihat di ruangan Kapolres Padangpariaman sebelum menuju ruangan SPK. Foto/Nanda
Paritmalintang ----- Bupati Padangpariaman Ali Mukhni melaporkan pemilik akun facebook Ikhlas Darma Murya atas dugaan pencemaran nama baik dan UU ITE ke Mapolres Padangpariaman, Selasa (31/7).
      
Ali Mukhni tiba di Mapolres Padangpariaman sekitar pukul 10.40 WIB. Ia tampak didampingi Kabag Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Padangpariaman Rifki Monrizal dan Kabag Humas Sekretariat Daerah Padangpariaman Andri Satria Masri.
     
Setiba di Polres Padangpariaman, Ali Mukhni langsung menuju ruangan Sentra Pelayanan Masyarakat (SPK) untuk membuat Laporan Polisi (LP).
     
"Benar, pak Bupati sedang membuat laporan polisi atas dugaan pencemaran nama baik dan penghinaan. Bapak Bupati masih dalam ruangan," ujarnya Kabag Humas Sekretariat Daerah Padangpariaman Andri Satria Masri.
      
Pantuaun wartawan di mapolres, sejumlah wartawan media cetak dan elektronik menunggu bupati Padangpariaman memberikan keterangan kepada awak media. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui materi atau konten yang dilaporkan oleh bupati. (Nanda)
Truk Muatan Pasir Tejebak Luapan Sungai Batang Ulakan
Nyaris seluruh permukaan truk terendam luapan sungai. Foto/Nanda
Pariaman ----- Satu unit dump truk pengangkut pasir, terjebak di aliran sungai Batang Ulakan di Jembatan Jariang Korong Pulau Aie Nagari Pauhkambar Nan Sabaris, Senin (9/7) sore.
     
Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, truk itu terjebak saat tengah sedang mengisi muatan pasir. Kondisi cuaca hujan deras di hulu sungai, membuat air cepat meluap sekitar pukul 17.20 WIB.
      
Supir truk bernama Wan warga Kampung Galapuang, Ulakan Tapakis, menyadari kondisi air sungai yang kian meninggi lantas melakukan evakuasi truk ke daratan. Namun, saat itu mesin truk yang mulai direndam air, mogok.

"Saat dihidupkan agak susah karena mesin terkena cipratan air sungai. Saat supir berupaya menghidupkan truk, air terus meluap hingga merendam dua pertiga truk," terang salah seorang saksi Bujang, warga setempat.  

Dengan dibantu warga setempat, truk sarat muatan pasir itu diikatkan dengan rantai besi.

Hingga pukul 18.30 WIB, debit air alian Sungai Batang Ulakan di Korong Pulau Aie terus meningkat. Penambahan debit air diprediksi terus meluap hingga mencapai daratan warung kopi yang ada di pinggir sungai.

"Malam nanti mungkin airnya terus bertambah, truk akan terendam semuanya. Tapi karena sudah diikat dengan rantai besi dan bermuatan, truk tidak akan terbawa arus," sebutnya.

Aliran sungai tempat kejadian yang terletak di jalan Padang-Pariaman ini, ikut menjadi tontonan bagi pengguna jalan lain. Pengguna jalan sengaja memberhentikan kendaraannya dan melihat truk dari atas jembatan Jariang.  (Nanda)
Mandi Laut Bersama Ponakan, Kepsek SD Terseret Arus
ilustrasi
Pariaman ----- Seorang Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Pariaman, nyaris tewas terseret ombak saat mandi laut di Pantai Pasie Lohong, Senin (18/6) sore.
      
Korban Wel Novia, 53 tahun, merupakan warga Pasie Lohong, Kecamatan Pariaman Tengah. Kejadian nahas tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Saat kejadian, korban bersama dua orang keponakannya, M. Nabil, 11 tahun dan Sadam, 12 tahun, sedang mandi laut yang tidak jauh dari rumahnya.

Kondisi cuaca yang kurang bagus dan gelombang laut yang tinggi, diduga menjadi penyebab terseretnya korban ke tengah laut.
      
Salah seorang saksi mata warga Pasie Lohong di lokasi kejadian, Afrianto, 40 tahun, mengatakan, saat kejadian dirinya sedang bersantai di pantai. Tiba-tiba, kata dia terdengar teriakan minta tolong dari salah seorang remaja.

"Bersama warga lain, kita bergegas menyebur ke laut untuk memberikan pertolongan," kata dia.
      
Tidak berselang lama, korban akhirnya berhasil diselamatkan warga. Usai diberikan pertolongan pertama di pinggir pantai, korban langsung dievakuasi ke UGD RSUD Pariaman.
       
"Dua orang keponakannya berhasil ke tepi pantai. Korban terseret ombak. Tadi itu gelombang cukup tinggi," terang Afrianto.
        
Hingga berita ini diturunkan, korban masih mendapatkan perawatan medis di RSUD Pariaman. (Nanda)
Bom Ikan Suami Meledak, Febrianti Kehilangan Tangan di Hari Raya
Polisi tiba di lokasi kejadian
Kayutanam ----- Ledakan bom ikan atau bondet di Korong Pasa Usang Kecamatan 2X11 Kayutanam, Kabupaten Padangpariaman pada Jumat (15/6), memakan korban.
     
Febrianti, 45 tahun, warga Pasa Usang, Kecamatan Kayutaman, terpaksa harus kehilangan tangan kanannya setelah bom ikan yang ia pegang meledak secara tiba-tiba di tangannya.
      
Kapolres Padangpariaman AKBP Rizky Nugroho menerangkan, bom ikan tersebut merupakan milik suaminya, Gumasrul. Benda itu merupakan bom ikan sisa yang tidak dipakai lagi.
      
Menurutnya, bom tersebut disimpan di belakang rumah korban lalu dipindahkan untuk dijemur ke halaman depan rumah. Nahas, saat diangkut kedalam kamar untuk disimpan, bom tersebut meledak.
     
"Bom itu adalah milik suami korban untuk menangkap ikan. Dibeli beberapa tahun yang lalu dan memang sudah tidak digunakan lagi," terangnya.
     
Ia memastikan, ledakan bom tersebut tidak terkait dengan aktivitas terorisme. Hal itu murni ledakan ikan bom. Pihaknya telah mendalami ledakan tersebut dengan memintai keterangan dari banyak pihak.
    
"Kini korban telah dievakuasi ke RS M Djamil Padang dan informasi yang kami terima, harus diamputasi," pungkasnya. (Nanda)

Ngamuk di BIM, Pemuda Asal Nias Diamankan Polisi
Yadesman Telaumbanua diamankan polisi. Foto/Nanda
Ketaping ---- Salah seorang penumpang pesawat yang tengah transit di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padangpariaman, bikin geger, Jumat (8/6) pukul 10.30 WIB.
        
Penumpang tersebut bernama Yadesman Telaumbanua, 23 tahun, warga Nias, Sumatera Utara. Ia diamakan oleh petugas keamanan BIM setelah mengamuk di ruang tunggu bandara.

Ia merupakan salah seorang penumpang pesawat Lion Air JT 252 dan akan melanjutkan penerbangan dari Padang ke Gunung Sitoli, Sumatera Utara menggunakan pesawat Wings Air pukul 13.15 WIB.
      
Kapolres Padangpariaman, AKBP Rizky Nugroho menerangkan, Yadesman telah diamamkan dan dievakuasi ke Polsek kawasan bandara.
     
"Pesawatnya mendarat di BIM dan berganti ke pesawat untuk penerbangan lanjutan. Pada saat menunggu penerbangan berikutnya dari Padang ke Gunung Sitoli, yang bersangkutan ini mengamuk, berteriak-teriak dan mendorong penumpang lain. Kini, telah kita amankan" jelasnya.
      
Dikatakannya, Yadesman yang mengamuk menumpang pesawat bersama dua orang keluarganya. Dari keterangan keluarga, Yadesman yang juga salah seorang mahasiswa di Kota Bandung itu, diduga mengalami ganguan kejiwaan.
      
Hingga berita ini diturunkan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. (Nanda)
Truk Pompa Cor Terbakar Saat Mengecor Rumah Warga
Truk terbakar akibat sengatan arus listrik tegangan tinggi. Foto/Nanda
Pariaman ----- Satu unit truk concrete pump atau truk pompa coran beton terbakar saat akan melakukan pengecoran lantai dua salah satu rumah warga di Desa Kampung Paneh, Kota Pariaman, Selasa (22/5).
   
Dalam kejadian itu, truk concrete pump dengan nomor polisi BA 8256 BE, milik PT. Jaya Sentrikon Indonesia Padangpariaman, mengalami kerusakan berat.
   
Informasi yang dihimpun, kebakaran berawal saat operator truk pompa coran beton menaikkan pipa besi penyalur coran. Namun nahas, pipa tersebut mengenai kabel tegangan tinggi. Hal tersebut, menimbulkan arus listrik dan menimbulkan percikan api.
    
Akibat arus listrik dari kabel bertegangan tinggi mengaliri ke truk, membuat operator truk contrate pump, Yapriadi tersengat listrik dan terpental.
    
"Percipakan api membesar dan membakar truk. Namun operatornya selamat, ia mengalami luka robek di bagian kepala," terang salah seorang saksi.
     
Api dapat dipadamkan setelah beberapa waktu berselang. Tidak butuh waktu lama, kurang dari satu jam, bangkai truk dan areal jalan didinginkan Unit Damkar Kota Pariaman.
    
Kerugian belum dapat dipastikan. Kebakaran yang terjadi di Jalan Padang-Pariaman itu menyita perhatian warga. Arus kendaraan sempat terganggu saat dilakukannya proses pemadaman. (Nanda)

Ratusan Warga Pariaman Gelar Salat Gaib Atas Gugurnya Anggota Polri di Mako Brimob
Peristiwa kerusuhan di Rutan Mako Brimob. Foto Merdeka.com/istimewa
Pariaman ----- Ratusan umat muslim Kota Pariaman gelar salat gaib di Masjid Mujahiddin, Kelurahan Kampung Jao, Kota Pariaman, Jumat (11/5). Salat gaib itu dilaksanakan atas wafatnya 5 orang anggota Polri yang gugur dalam kurusuhan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Selasa (8/5) silam.
        
Mubaliq Pariaman, Ilyas Tuanku Mudo mengutuk peristiwa kerusuhan yang terjadi di Mako Brimob Kepala Dua Depok tersebut. Ia menyayangkan peristiwa tersebut-di antara-sesama muslim tega saling membunuh.
         
"Kita mengutuk kerusuhan tersebut. Ini tidak boleh terjadi lagi," kecamnya.
          
Sebagai mubaliq, ia berkomitmen menjadi mitra Polri menangkal paham radikalisme dan aksi terorisme di Indonesia.
          
Wakapolres Pariaman, Kompol Noviardi Zen mengatakan, keluarga besar Polres Pariaman masih berduka dengan gugurnya 5 anggota Polri dalam kerusuhan tersebut.

Hingga saat ini, bendera setengah tiang masih terpasang diseluruh Mapolres Pariaman, dan seluruh Mapolsek.

Ia mengucapkan terimakasih atas dukungan yang ditunjukkan masyarakat Indonesia terhadap Polri. "Dukungan itu, sangat berarti bagi Polri dalam melaksanakan tugas kepolisian," katanya. (Nanda)
Kapolres Pariaman: Warga Malai III Koto Tolak Pemakaman Jenazah Teroris
foto merdeka.com/istimewa
Pariaman ---- Kapolres Pariaman, AKBP Andry Kurniawan menyampaikan, jenazah Beni Samsu Trisno alias Abu Ibrahim, narapidana teroris yang tewas dalam kerusuhan di rutan Mako Brimob, Selasa (8/5), berkemungkinan tidak dimakamkan dikediaman orangtuanya di Kabupaten Padangpariaman.
    
"Hasil koordinasi dengan pihak keluarga dan tokoh masyarakat setempat, berkemungkinan jenazahnya tidak dimakamkan di Malai III Koto," katanya di Pariaman, Kamis (10/5).
    
Namun pihaknya belum bisa memastikan dimana jenazah narapidana kasus terorisme tersebut dimakamkan.
    
Katanya, awalnya pihak keluarga berkeinginan agar jenazah Beni dimakamkan di kampung. Namun warga keberatan jika jenazah dimakamankan di daerah itu. Setelah disepakati antara pihak keluarga dengan ninik mamak dan pihak nagari setempat, jenazah akan dimakamkam di tempat lain.
      
"Berbagai pertimbangan masyarakat, akhirnya jenazah tidak dimakamkan di kampung. Ada kekuatiran warga, jika dimakamkan di kampung, makam akan diziarahi oleh kelompok penganut paham radikal lain. Dikuatirkan, dapat mempengaruhi warga di sana. Alasan lain, karena terpinda ini tidak tinggal di sini, KTP dan KK nya di daerah Pekanbaru. Jadi warga meminta agar dimakamkan sesuai domisili KTP dan KK nya," ulasnya.
     
Menurut AKBP Andry,  juga menyampaikan bahwa narapidana yang tewas tersebut memang pernah menetap di Kabupaten Padanpariaman. Namun merantau pada 1990 dan menetap di Pekanbaru, Provinsi Riau.
      
Beni alias Abu Ibrahim sebelumnya ditangkap di Jalan Kopkar Raya, Perumahan Gading Permai, Pekanbaru, Riau, Selasa (24/10/2017). Ia ditangkap karena akan melakukan penyerangan sejumlah kantor kepolisian di daerah Riau. Beni merupakan anggota jaringan Jamaah Ansor Daulah (JAD). (Nanda)
Tukang Bangunan Tewas Tersengat Listrik di Kampung Jao
Jasad korban di RSUD Pariaman. Foto/Nanda
Kampung Jao ----- Seorang tukang bangunan tewas tersengat listrik saat memasang atap kanopi di sebuah toko elektronik di Kelurahan Kampung Jao II, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Sabtu (7/4).

Tukang bangunan bernama Riko Rahmanto, 32 tahun, merupakan warga Batang Kabuang Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman.

Ia tewas seketika setelah tidak sengaja menyentuh kabel listrik saat memasang atap kanopi.

Menurut saksi, Fauzi, 25 tahun, usai tersengat listrik, korban terjatuh dari atap bangunan berlantai tiga itu.

Warga yang mengetahui peristiwa langsung berbondong-bondong mengerumuni dan mengevakuasi korban ke RSUD Pariaman.

Korban juga mengalami luka bakar hampir di sekujur tubuhnya.  "Korban sudah dievakuasi ke RSUD Pariaman," ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, keluarga dan kerabat korban ramai menjenguk korban di rumah sakit. Jasad kemudian dibawa ke rumah keluarga korban. (Nanda)
Seorang Pria Pengangguran Cabuli 34 Bocah di Sungai Limau
Tersangka saat diamankan di Mapolsek Sungai Limau. Foto/Nanda
Padangpariaman ----- 34 orang anak diduga menjadi korban pencabulan sesama jenis (sodomi) di Nagari Lohong, Kecamatan Sungai Limau, Padangpariaman.

Perbuatan bejat itu diduga dilakukan oleh tersangka R, 20 tahun. Tersangka yang berstatus pengangguran itu, tidak lain adalah tetangga anak-anak yang jadi korban kejahatan predator anak itu.

Kapolres Pariaman, AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto menjelaskan, tersangka pertama diamankan oleh orangtua korban bersama masyarakat pada Rabu (4/4) sore. Ia diamankan setelah menerima keterangan salah seorang saksi yang melihat korban diajak ke dalam rumah tersangka.

Usai diamankan di rumahnya, orang tua korban dan warga menyerahkan tersangka ke kantor Polsek Sungai Limau.

"Masyarakat mengantarkan pelaku ke Polsek Sungai Limau atas dugaan perbuatan itu. Selanjutnya kasus tersebut telah ditangani penyidik," jelasnya.

Menurut AKBP Bagus, pihaknya saat ini masih menjalani pemeriksaan terhadap tersangka, korban dan saksi-saksi. Dari intrograsi, tersangka mengakui jika perbuatan cabul sesama jenis ia lakukan sejak tahun 2012 silam.

"Pengakuannya sudah sejak tahun 2012 silam," ujarnya.

Ditambahkannya, selain memeriksa saksi, korban dan tersangka, penyidik juga akan meminta dilakukannya visum terhadap korban.

"Kita minta dilakukan visum. Dalam perkara seperti ini, visum sangat diperlukan," pungkasnya. (Nanda)
Diciduk Polisi FR Akui Cabuli Balita 4 Tahun
FR saat diamankan di Mapolres Pariaman. Foto/Nanda
Pariaman ------ Entah apa yang ada dibenak FR, 35 tahun, warga Desa Cubadak Mentawai Kota Pariaman. FR yang sehari-hari bekerja sebagai pegawai tidak tetap di salah satu perusahaan milik negara di Kota Pariaman itu, diduga tega mencabuli anak balita (bawah lima tahun) Z, 4 tahun, yang tidak lain kawan sepermainan anaknya sendiri.

Terungkapnya perbuatan cabul tersangka FR berawal ketika korban Z mengeluhkan rasa sakit pada bagian alat kelaminnya. Rasa sakit saat buang air kecil yang diderita, menimbulkan kecurigaan orang tua korban.

“Korban menceritakan perbuatan yang dilakukan tersangka, selanjutnya pada hari yang sama, orang tua korban melapor ke Polres Pariaman,”  terang Kasat Reskrim Polres Pariaman, AKP Ilham Indarmawan kepada media, Selasa (3/4) siang.

Tidak berselang beberapa jam setelah mendapatkan laporan orangtua korban, tim Opsional Reskrim bergerak cepat, tersangka FR pun akhirnya diamankan.

Tersangka diamankan di rumahnya. Dalam penangkapan itu, awalnya tersangka sempat mengelak laporan yang dialamatkan kepadanya. Tersangka tidak dapat mengelak lagi setelah dikonfontir.

"Kita sudah lakukan konfrontir tersangka dan korban. Dalam konfrontir tersebut, korban akhirnya mengakui perbuatan yang ia lakukan kepada korban," ulasnya.

Selain hasil pemeriksaan korban dan tersangka, dugaan perbuatan cabul juga diperkuat beberapa alat bukti. Menurut AKP Ilham, dari kesimpulan hasil visum, ditemukan adanya kerusakan pada selaput dara korban.

"Ada beberapa keterangan yang kita jadikan alat bukti, keterangan hasil visum dari dokter dan pakaian dalam korban," pungkasnya.

Kini, FR terancam kurungan maksimal 15 tahun penjara Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (Nanda)
Ibu Kandung Temukan Anaknya Gantung Diri di Gubuk Tua
Jasad korban ditemukan oleh ibunya dalam posisi tergantung. Foto/Nanda
Sungai Geringging ----- Warga Padang Tarok Nagari Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging, Padangpariaman, digemparkan dengan temuan sesosok mayat tergantung, Sabtu (3/3) pagi.

Abdul Hadi (30), warga Durian Bukur Nagari Batu Gadang Kuranji Hulu, Sungai Geringging ditemukan tewas tergantung di sebuah pondok di kebun warga.

Jasad Abdul Hadi pertama kali ditemukan oleh ibunya, Jasni (60), saat mencari korban ke mana-mana. Tak kunjung ditemukan, orangtuanya melanjutkan pencarian di beberapa tempat lain. Betapa kagetnya Jasni mendapati sang anak tewas tergantung dengan seutas tali plastik di gubuk tersebut.

"Korban setelah minum obat meninggalkan rumah, namun tidak kunjung pulang. Esok hari dicari ibunya, tapi tidak ditemukan. Tepat 3 Maret 2018 pukul 08.00 WIB korban ditemukan telah meninggal dunia dengan posisi tergantung dengan seutas tali," jelas Paur Humas Polres Pariaman, AKP Sumiarti.

Setelah ditemukan, jasad korban dievakuasi ke Puskesmas Sungai Geringging untuk dilakukan visum bagian luar tubuh korban.

"Hasil visum luar oleh tim medis Puskesmas dikatakan, jika korban meninggal murni gantung diri. Kemudian korban dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan," pungkasnya. 


Hingga berita ini diturunkan belum diketahui motif korban mengakhiri hidupnya. (Nanda)
Miris, Bocah SD Dicabuli Pelajar SMP Bergiliran di Kandang Kambing
Foto ilustrasi/istimewa/internet
Pariaman ---- Dunia pendidikan Kota Pariaman tercoreng. Empat orang pelajar, dua duduk di bangku SMP dan dua orang kelas 4 SD, diduga mencabuli bocah perempuan yang masih berusia di bawah umur.

Pelaku, sebut saja Buyung (bukan nama sebenarnya), 13 tahun, bersama tiga orang rekannya itu diduga cabuli Melati (bukan nama sebenarnya), 9 tahun, pelajar kelas 3 SD. Akibatnya Buyung, warga salah satu desa/kelurahan di kecamatan Pariaman Tengah, itu dilaporkan oleh orangtua Melati ke Polres Pariaman pada hari Kamis (15/2) silam.

“Benar, kami telah menerima laporan dari orantua korban sesuai dengan LP/32/B/ll/2018 /SPKT/Polres, untuk korban sudah diambil keterangan oleh penyidik,” kata Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto melalui Kasat Reskrim Polres Pariaman, AKP Ilham Indarmawan di Polres Pariaman, Rabu (21/2) siang.

Dilanjutkan AKP Ilham, dari keterangan korban, dugaan perbuatan cabul itu dilakukan oleh Buyung dan kawan-kawan pertama kali bulan Oktober 2017 silam. Kejadian berawal ketika Melati ikut bermain “Sepak Tekong” dengan keempat terlapor yang merupakan tetanggaan itu.

Korban yang ikut sembunyi dengan Buyung, lantas diajak bermain ke kandang kambing yang berada dekat lokasi bermain. Di sana, menurut pengakuan korban ia dicabuli. Tidak sendirian, usai Buyung, tiga orang rekan Buyung mengikuti perbuatan Buyung terhadap korban.

Sementara itu, lanjut Kasat, hasil pemeriksaan terhadap 2 orang terlapor yang dilaksanakan pada hari Senin (19/2) silam, keterangan menganggetkan didapatkan oleh penyidik. Tak tanggung-tanggung, perbuatan cabul itu dilakukan hampir tiga puluh kali, baik secara bergilir ataupun dilakukan oleh masing-masing terlapor.

Dari keterangan terlapor juga, lanjut Ilham, perbuatan cabul itu dilakukan Buyung Cs sejak bulan Oktober 2017 hingga Februari 2018, terakhir tanggal 5 Februari 2018 silam.

“Awalnya dibujuk dan lalu digilir,” jelasnya. Saat ini, kasus pencabulan anak dibawah umur itu telah ditangani unit PPA Polres Pariaman.

Sementara itu, Kadisdikpora Kota Pariaman, Kanderi, mengaku telah mendapatkan laporan terkait kasus pencabulan yang diduga dilakukan oleh 4 orang pelajar di Kota Pariaman. Pihaknya masih menunggu dan memantau proses hukum yang saat ini telah diproses di PPA Satreskrim Polres Pariaman.

“Laporannya sudah kami terima, tapi kita akan pantau proses hukumnya, untuk tindakan dari dinas ataupun pihak sekolah sifatnya menunggu proses hukum,” katanya. (Nanda)
Diduga Kram, Pelajar SMA 3 Bukittinggi Tewas di Pemandian Lubuak Nyarai
Jenazah korban saat berada di RSUD Paritmalintang. Foto/Nanda
Lubuak Nyarai ----- Seorang pelajar Sekolah Menangah Atas Negeri (SMAN) 3 Kota Bukittinggi tewas saat berenang di objek wisata pemandian Lubuk Nyarai, Padangpariaman, Selasa (20/2).

Muhammad Yoga Ananda (18 tahun) remaja asal warga Padang Gamuak Guguak Panjang Kota Bukittnggi itu, tewas diduga alami kram saat berenang.

Petugas Pusdalops BPBD Padangpariaman, Roger Kenedy dan Zulzaldi mengatakan, korban mengunjungi objek wisata Lubuk Nyarai bersama 21 orang pelajar SMAN 3 Bukitinggi lainnya.

Korban bersama rombongan tiba dan mulai berjalan menuju objek wisata Air Terjun Nyarai pukul 08.30 WIB. Setelah menempuh perjalanan selama tiga jam, akhirnya korban dan rombongan lainnya tiba di lokasi.

"Sekira pada pukul 13.30 WIB korban langsung melompat  ke air, namun korban tidak kunjung naik ke permukaan, diduga mengalami kram," jelasnya.

Karena tidak kunjung naik ke permukaan, rekan korban sesama pelajar bersama pemandu wisata langsung melakukan pencarian. Namun, upaya pencarian belum membuahkan hasil. Korban belum juga ditemukan.

Jasad korban akhirnya berhasil ditemukan saat petugas gabungan Pusdalops BPBP Padangpariaman bersama warga setempat melakukan pencarian bersama. Berselang beberapa jam, jasad korban akhirnya berhasil ditemukan dan langsung dievakuasi.

Saat ini, kata dia, korban telah berhasil dievakuasi ke RSUD Padangpariman di Paritmalintang untuk dilakukan visum. Sementara keluarga korban yang telah mendapatkan informasi dari petugas, sedang perjalanan menuju rumah sakit.

"Petugas masuk pukul 15.00, setelah mendapatkan informasi dari masyarakat dan melakukan pencarian dibantu warga setempat. Setelah dilakukan pencarian, akhirnya sekitar pukul 16.45 tim gabungan melihat jasad korban mengambang ke permukaan," ulasnya.

Kram atau kejang otot kerap terjadi saat tubuh melakukan aktivitas yang berat. Berjalan dengan medan berat, dalam waktu tempuh yang lama memicu terjadinya otot kram. (Nanda)
Pasutri Pegawai Honorer Pariaman Ditangkap Polisi Edarkan Sabu
Tersangka perlihatkan barang bukti di Mapolres Pariaman. FOTO/Nanda
Pariaman ------ Pasangan suami istri dicocok tim 3CN Pegasus Polres Pariaman karena peredaran narkoba. FF (40) diamankan bersama sang istri, ES (36) di rumahnya di kelurahan Kampung Perak, Pariaman Tengah, Kamis (15/2) lalu, pukul 18.30 WIB.

Saat ditangkap, petugas nyaris berhasil dikibuli dan tidak menemukan barang bukti narkoba. Namun kecurigaan petugas dengan gerak-gerik istri pelaku pun akhirnya membuahkan hasil. ES pun digeledah, alhasil, beberapa paket narkoba jenis sabu-sabu ditemukan petugas yang disembunyikan di dubur ES.

"Tersangka diamankan berdasarkan informasi dari masyarakat, langsung menggrebek," terang Kasat Resnarkoba Polres Pariaman Iptu Suhardi di Mapolres Pariaman, Minggu (18/2) siang.

Dari hasil penggeledahan, pihaknya menemukan barang bukti berupa, 1 paket sedang narkoba jenis sabu, 2 paket kecil, 6 kantong sisa sabu, 1 unit timbangan digital, alat isap sabu dan uang Rp1.250.000.

Menurut Iptu Suhardi, dari pemeriksaan kedua tersangka, barang haram tersebut diperoleh tersangka dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas IIB Pariaman.

“Pengakuannya dari tersangka, paket tersebut berasal dari dalam Lapas,” pungkasnya.

Akibat perbuatannya itu, tersangka dikenakan pasal 112, 114 dan 132  Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara.

Terpisah, Kadis Pol PP dan Damkar Kota Pariaman, Handrizal Fitri membenarkan tertangkapnya oknum pegawai honorer Damkar Kota Pariaman. Penangkapan itu terjadi, berselang beberapa saat saja, usai ia memberikan amanat kepada personil untuk tidak terlibat penyalahgunaan narkoba.

Ia mengaku telah melaporkan penangkapan tersebut kepada Walikota Pariaman untuk petunjuk selanjutnya. Dengan perbuatannya yang dilakukan tersangka, ia memastikan, sanksi terberat pemecatanpun akan dikenakan kepada tersangka.

“Sanksi terberat adalah pemecatan, tidak ada kata lain,” ujarnya tegas.

Rentetan penangkapan oknum tenaga honorer ini, menurut dia memperpanjang daftar pegawai dalam pusaran jaringan narkoba di Kota Pariaman. Mengatasi hal itu, ia meminta agar BNK Kota Pariaman melakukan tes urine seluruh personil Damkar dan Satpol PP Kota Pariaman. (Nanda)
Pegawai Dinas PU Alami Kecelakaan Tunggal di Toboh Palabah
FOTO/Nanda/istimewa
Toboh Palabah ---- Mobil yang kemudikan ASN Dinas PU Kabupaten Padangpariaman alami kecelakaan tunggal di Jalan Soekarno-Hatta Desa Toboh Palabah, Kota Pariaman, Senin (5/2) pukul 07.45 Wib pagi.

Informasi yang dihimpun di lokasi, kecelakaan berawal saat minibus jenis Isuzu Panther dengan nopol BD 1453 BA yang dikemudikan Rahmat Firman melaju dari arah Pariaman menuju kantor Bupati Padangpariaman. Pengumudi buru-buru agar bisa mengikuti apel pagi di halaman kantor bupati Padangpariaman.

Kendaraan diduga melaju dalam kecepatan tinggi. Namun nahas, setiba di lokasi, diduga pengemudi lepas kontrol, sehingga minibus lepas kendali dan nyungsep ke selokan yang ada di sisi kiri jalan dua jalur tersebut.

Akibat kecelakaan itu, pengemudi mengalami luka pada bagian kepala dan memar pada dada karena mengalami benturan kuat dengan kaca depan minibus dan benturan dengan stir mobil.

Sedangkan minibus mengalami kerusakan pecah kaca depan, ringsek bodi bumper depan dan goresan pada sisi kiri bodi minibus.

Usai pengemudi dievakuasi ke RSUD Pariaman oleh warga, minibus langsung dievakuasi dengan mobil derek ke bengkel terdekat. (Nanda)
"Pamit Menjala Ikan, Warga Nagari Pasie Laweh Ditemukan Tewas Mengapung
Warga bersama polisi evakuasi jasad korban dari aliran sungai. FOTO/Nanda
Lubuk Aluang ----- Seorang kakek ditemukan warga mengapung di aliran Sungai Batang Anai Korong Balah Hilia, Nagari Balah Hilia, Kecamatan Lubuk Alung, Minggu (4/2) siang.

Mayat yang dikenali sebagai Buyuang Tuun (65) warga Ujuang Guguak Korong Padang Pulai, Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Lubuk Alung itu, ditemukan oleh warga saat akan menjaring ikan di aliran sungai.

"Kejadian tersebut diketahui oleh warga sekitar pukul 11.15 WIB yang melihat mayat mengapung di aliran sungai. Ternyata itu adalah korban, kami beritahukan kepada warga lain dan polisi," ujar Nazaruddin, salah seorang warga setempat.

Menurut dia, korban sebelum ditemukan tewas berkemungkinan juga sedang menjala ikan sungai, karena saat korban ditemukan dengan masih terjerat jala.

Usai ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi warga bersama polisi ke RUSD Padangpariaman untuk dilakukan visum oleh dokter setempat.

Sementara itu, anak korban di rumah sakit mengatakan, jika orang tuanya tersebut pamit menjala ikan di sungai dekat rumah pada Sabtu (3/2) pukul 17.00 WIB. Namun hingga malam hari, orangtuanya tak kunjung pulang ke rumah.

Hingga berita ini diturunkan, jasad korban masih dalam proses visum di RSUD Padangpariaman. Pihak keluarga dan kerabat korban juga terlihat berdatangan. (Nanda)