Miris, Bocah SD Dicabuli Pelajar SMP Bergiliran di Kandang Kambing
Foto ilustrasi/istimewa/internet
Pariaman ---- Dunia pendidikan Kota Pariaman tercoreng. Empat orang pelajar, dua duduk di bangku SMP dan dua orang kelas 4 SD, diduga mencabuli bocah perempuan yang masih berusia di bawah umur.

Pelaku, sebut saja Buyung (bukan nama sebenarnya), 13 tahun, bersama tiga orang rekannya itu diduga cabuli Melati (bukan nama sebenarnya), 9 tahun, pelajar kelas 3 SD. Akibatnya Buyung, warga salah satu desa/kelurahan di kecamatan Pariaman Tengah, itu dilaporkan oleh orangtua Melati ke Polres Pariaman pada hari Kamis (15/2) silam.

“Benar, kami telah menerima laporan dari orantua korban sesuai dengan LP/32/B/ll/2018 /SPKT/Polres, untuk korban sudah diambil keterangan oleh penyidik,” kata Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto melalui Kasat Reskrim Polres Pariaman, AKP Ilham Indarmawan di Polres Pariaman, Rabu (21/2) siang.

Dilanjutkan AKP Ilham, dari keterangan korban, dugaan perbuatan cabul itu dilakukan oleh Buyung dan kawan-kawan pertama kali bulan Oktober 2017 silam. Kejadian berawal ketika Melati ikut bermain “Sepak Tekong” dengan keempat terlapor yang merupakan tetanggaan itu.

Korban yang ikut sembunyi dengan Buyung, lantas diajak bermain ke kandang kambing yang berada dekat lokasi bermain. Di sana, menurut pengakuan korban ia dicabuli. Tidak sendirian, usai Buyung, tiga orang rekan Buyung mengikuti perbuatan Buyung terhadap korban.

Sementara itu, lanjut Kasat, hasil pemeriksaan terhadap 2 orang terlapor yang dilaksanakan pada hari Senin (19/2) silam, keterangan menganggetkan didapatkan oleh penyidik. Tak tanggung-tanggung, perbuatan cabul itu dilakukan hampir tiga puluh kali, baik secara bergilir ataupun dilakukan oleh masing-masing terlapor.

Dari keterangan terlapor juga, lanjut Ilham, perbuatan cabul itu dilakukan Buyung Cs sejak bulan Oktober 2017 hingga Februari 2018, terakhir tanggal 5 Februari 2018 silam.

“Awalnya dibujuk dan lalu digilir,” jelasnya. Saat ini, kasus pencabulan anak dibawah umur itu telah ditangani unit PPA Polres Pariaman.

Sementara itu, Kadisdikpora Kota Pariaman, Kanderi, mengaku telah mendapatkan laporan terkait kasus pencabulan yang diduga dilakukan oleh 4 orang pelajar di Kota Pariaman. Pihaknya masih menunggu dan memantau proses hukum yang saat ini telah diproses di PPA Satreskrim Polres Pariaman.

“Laporannya sudah kami terima, tapi kita akan pantau proses hukumnya, untuk tindakan dari dinas ataupun pihak sekolah sifatnya menunggu proses hukum,” katanya. (Nanda)
Diduga Kram, Pelajar SMA 3 Bukittinggi Tewas di Pemandian Lubuak Nyarai
Jenazah korban saat berada di RSUD Paritmalintang. Foto/Nanda
Lubuak Nyarai ----- Seorang pelajar Sekolah Menangah Atas Negeri (SMAN) 3 Kota Bukittinggi tewas saat berenang di objek wisata pemandian Lubuk Nyarai, Padangpariaman, Selasa (20/2).

Muhammad Yoga Ananda (18 tahun) remaja asal warga Padang Gamuak Guguak Panjang Kota Bukittnggi itu, tewas diduga alami kram saat berenang.

Petugas Pusdalops BPBD Padangpariaman, Roger Kenedy dan Zulzaldi mengatakan, korban mengunjungi objek wisata Lubuk Nyarai bersama 21 orang pelajar SMAN 3 Bukitinggi lainnya.

Korban bersama rombongan tiba dan mulai berjalan menuju objek wisata Air Terjun Nyarai pukul 08.30 WIB. Setelah menempuh perjalanan selama tiga jam, akhirnya korban dan rombongan lainnya tiba di lokasi.

"Sekira pada pukul 13.30 WIB korban langsung melompat  ke air, namun korban tidak kunjung naik ke permukaan, diduga mengalami kram," jelasnya.

Karena tidak kunjung naik ke permukaan, rekan korban sesama pelajar bersama pemandu wisata langsung melakukan pencarian. Namun, upaya pencarian belum membuahkan hasil. Korban belum juga ditemukan.

Jasad korban akhirnya berhasil ditemukan saat petugas gabungan Pusdalops BPBP Padangpariaman bersama warga setempat melakukan pencarian bersama. Berselang beberapa jam, jasad korban akhirnya berhasil ditemukan dan langsung dievakuasi.

Saat ini, kata dia, korban telah berhasil dievakuasi ke RSUD Padangpariman di Paritmalintang untuk dilakukan visum. Sementara keluarga korban yang telah mendapatkan informasi dari petugas, sedang perjalanan menuju rumah sakit.

"Petugas masuk pukul 15.00, setelah mendapatkan informasi dari masyarakat dan melakukan pencarian dibantu warga setempat. Setelah dilakukan pencarian, akhirnya sekitar pukul 16.45 tim gabungan melihat jasad korban mengambang ke permukaan," ulasnya.

Kram atau kejang otot kerap terjadi saat tubuh melakukan aktivitas yang berat. Berjalan dengan medan berat, dalam waktu tempuh yang lama memicu terjadinya otot kram. (Nanda)
Pasutri Pegawai Honorer Pariaman Ditangkap Polisi Edarkan Sabu
Tersangka perlihatkan barang bukti di Mapolres Pariaman. FOTO/Nanda
Pariaman ------ Pasangan suami istri dicocok tim 3CN Pegasus Polres Pariaman karena peredaran narkoba. FF (40) diamankan bersama sang istri, ES (36) di rumahnya di kelurahan Kampung Perak, Pariaman Tengah, Kamis (15/2) lalu, pukul 18.30 WIB.

Saat ditangkap, petugas nyaris berhasil dikibuli dan tidak menemukan barang bukti narkoba. Namun kecurigaan petugas dengan gerak-gerik istri pelaku pun akhirnya membuahkan hasil. ES pun digeledah, alhasil, beberapa paket narkoba jenis sabu-sabu ditemukan petugas yang disembunyikan di dubur ES.

"Tersangka diamankan berdasarkan informasi dari masyarakat, langsung menggrebek," terang Kasat Resnarkoba Polres Pariaman Iptu Suhardi di Mapolres Pariaman, Minggu (18/2) siang.

Dari hasil penggeledahan, pihaknya menemukan barang bukti berupa, 1 paket sedang narkoba jenis sabu, 2 paket kecil, 6 kantong sisa sabu, 1 unit timbangan digital, alat isap sabu dan uang Rp1.250.000.

Menurut Iptu Suhardi, dari pemeriksaan kedua tersangka, barang haram tersebut diperoleh tersangka dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas IIB Pariaman.

“Pengakuannya dari tersangka, paket tersebut berasal dari dalam Lapas,” pungkasnya.

Akibat perbuatannya itu, tersangka dikenakan pasal 112, 114 dan 132  Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara.

Terpisah, Kadis Pol PP dan Damkar Kota Pariaman, Handrizal Fitri membenarkan tertangkapnya oknum pegawai honorer Damkar Kota Pariaman. Penangkapan itu terjadi, berselang beberapa saat saja, usai ia memberikan amanat kepada personil untuk tidak terlibat penyalahgunaan narkoba.

Ia mengaku telah melaporkan penangkapan tersebut kepada Walikota Pariaman untuk petunjuk selanjutnya. Dengan perbuatannya yang dilakukan tersangka, ia memastikan, sanksi terberat pemecatanpun akan dikenakan kepada tersangka.

“Sanksi terberat adalah pemecatan, tidak ada kata lain,” ujarnya tegas.

Rentetan penangkapan oknum tenaga honorer ini, menurut dia memperpanjang daftar pegawai dalam pusaran jaringan narkoba di Kota Pariaman. Mengatasi hal itu, ia meminta agar BNK Kota Pariaman melakukan tes urine seluruh personil Damkar dan Satpol PP Kota Pariaman. (Nanda)
Pegawai Dinas PU Alami Kecelakaan Tunggal di Toboh Palabah
FOTO/Nanda/istimewa
Toboh Palabah ---- Mobil yang kemudikan ASN Dinas PU Kabupaten Padangpariaman alami kecelakaan tunggal di Jalan Soekarno-Hatta Desa Toboh Palabah, Kota Pariaman, Senin (5/2) pukul 07.45 Wib pagi.

Informasi yang dihimpun di lokasi, kecelakaan berawal saat minibus jenis Isuzu Panther dengan nopol BD 1453 BA yang dikemudikan Rahmat Firman melaju dari arah Pariaman menuju kantor Bupati Padangpariaman. Pengumudi buru-buru agar bisa mengikuti apel pagi di halaman kantor bupati Padangpariaman.

Kendaraan diduga melaju dalam kecepatan tinggi. Namun nahas, setiba di lokasi, diduga pengemudi lepas kontrol, sehingga minibus lepas kendali dan nyungsep ke selokan yang ada di sisi kiri jalan dua jalur tersebut.

Akibat kecelakaan itu, pengemudi mengalami luka pada bagian kepala dan memar pada dada karena mengalami benturan kuat dengan kaca depan minibus dan benturan dengan stir mobil.

Sedangkan minibus mengalami kerusakan pecah kaca depan, ringsek bodi bumper depan dan goresan pada sisi kiri bodi minibus.

Usai pengemudi dievakuasi ke RSUD Pariaman oleh warga, minibus langsung dievakuasi dengan mobil derek ke bengkel terdekat. (Nanda)
"Pamit Menjala Ikan, Warga Nagari Pasie Laweh Ditemukan Tewas Mengapung
Warga bersama polisi evakuasi jasad korban dari aliran sungai. FOTO/Nanda
Lubuk Aluang ----- Seorang kakek ditemukan warga mengapung di aliran Sungai Batang Anai Korong Balah Hilia, Nagari Balah Hilia, Kecamatan Lubuk Alung, Minggu (4/2) siang.

Mayat yang dikenali sebagai Buyuang Tuun (65) warga Ujuang Guguak Korong Padang Pulai, Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Lubuk Alung itu, ditemukan oleh warga saat akan menjaring ikan di aliran sungai.

"Kejadian tersebut diketahui oleh warga sekitar pukul 11.15 WIB yang melihat mayat mengapung di aliran sungai. Ternyata itu adalah korban, kami beritahukan kepada warga lain dan polisi," ujar Nazaruddin, salah seorang warga setempat.

Menurut dia, korban sebelum ditemukan tewas berkemungkinan juga sedang menjala ikan sungai, karena saat korban ditemukan dengan masih terjerat jala.

Usai ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi warga bersama polisi ke RUSD Padangpariaman untuk dilakukan visum oleh dokter setempat.

Sementara itu, anak korban di rumah sakit mengatakan, jika orang tuanya tersebut pamit menjala ikan di sungai dekat rumah pada Sabtu (3/2) pukul 17.00 WIB. Namun hingga malam hari, orangtuanya tak kunjung pulang ke rumah.

Hingga berita ini diturunkan, jasad korban masih dalam proses visum di RSUD Padangpariaman. Pihak keluarga dan kerabat korban juga terlihat berdatangan. (Nanda)
Konsumsi Shabu, Mc Orgen Tunggal Ditangkap Polisi di Balai Nareh
E (tengah) diapit dua anggota polisi saat tunjukan barang bukti. FOTO/istimewa
Pariaman ---- E alias B (37), warga Desa Balai Nareh, Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman, dibekuk tim Pegasus 3CN Polres Pariaman, Kamis (1/2) malam.

E yang sehari-hari berprofesi sebagai Master of Ceremony (MC) orgen tunggal, itu dibekuk di rumahnya tanpa perlawanan sekira pukul 20.00 Wib.

Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto Sutan Mudo Nan Sati didampingi Kasat Resnarkoba Polres Pariaman, Iptu Suhardi mengatakan, penangkapan tersangka berawal dari informasi dari masyarakat yang menyebutkan jika tersangka kerap menggelar pesta narkoba di rumahnya.

"Penyelidikan pun kami lakukan. Tersangka yang sudah menjadi target operasi, terus kita monitor pergerakannya dan berhasil kita amankan," terangnya.

Sejumlah informasi dikumpulkan pihak kepolisian. Tersangka E pun diintai pergerakannya. Penyelidikan yang telah dilakukan Polres Pariaman akhirnya membuahkan hasil, tersangka E pun akhirnya berhasil dibekuk. Alhasil, sejumlah barang bukti narkoba jenis shabu-shabu sisa pakai diamankan.

Barang bukti berupa, 1,8 buah plastik klip bening bekas bungkus sabu, 2 buah plastik bening bekas bungkus sabu, 3 buah mencis modifikasi, 9 buah pipet modifikasi diruncingkan, 9 buah pipet modifikasi dibengkokkan, 3 buah tutup botol minuman dilubangi, 1 buah tutup botol minuman yang terpasang pipet dibengkokkan, 1 buah kaca pirek berisi sisa shabu, 2 buah timah rokok dimodifikasi dijadikan sumbu,1 buah pipet sedotan dibulatkan, 1 telpon genggam merek evercross warna hitam. 

Dilanjutkan Iptu Suhardi, pihaknya masih menggali keterangan dari tersangka E untuk mengetahui asal barang ia dapatkan.

"Sementara barang dia peroleh dari seseorang untuk keperluan sendiri," ulasnya.
Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, E harus mendekam di balik jeruji besi menjalani proses hukum. (Nanda)
Akibat Lepas Kontrol, Mini Travel Hantam Rumah Warga Parikmalintang
Usai menabrak pondok kayu, mobil jenis Suzuki Ertiga nyungsep di teras rumah penduduk. FOTO/istimewa/Nanda
Parikmalintang ---- Diduga mengalami lepas kontrol, mobil travel alami kecelakaan tunggal di Korong Pasa Dama, Nagari Parikmalitang, Padangpariaman, Jumat (26/1) pagi.

Menurut salah seorang warga di lokasi kecelakaan, Redno Afriadi mengatakan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 04.00 WIB dinihari. Minibus jenis Suzuki Ertiga dengan nopol BA 1961 QE tersebut melaju dari arah Bukittinggi menuju Kota Padang.

Nahas setiba di lokasi, mobil mengalami lepas kontrol dan turun dari badan jalan hingga menabrak pondok kayu dan menghantam teras rumah warga hingga mobil menjadi berputar arah.

"Mungkin supirnya mengantuk dan mobil "out of control" dan turun dari badan jalan," tuturnya.

Dalam kecelakaan itu, supir yang belum diketahui namanya dan empat penumpang travel mengalami luka, kini sedang menjalami perawatan di RSUD Padangpariaman dan RS Semen Padang.

"Penumpang yang patah tulang dilarikan ke RS Semen Padang oleh keluarga," imbuhnya.

Hingga berita ini diturunkan, kasus kecelakaan tunggal sedang dalam penyelidikan Unit Lakalantas Satlantas Polres Padangpariaman.

"Kita masih mengumpulkan pendataan dan mengumpulkan keterangan dari saksi dan penumpang. Penyebab kecelakaan sementara ini kita duga pengemudi lepas kendali," kata Kanit Lakalantas Polres Pariaman, Ipda Afdal singkat.

Jalan Padang-Bukitinggi yang lurus membuat pengemudi acap memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Tak ayal, sejumlah kecelakaan pun terjadi akibat out of controlnya para pengemudi. (Nanda)
EB Nekat Cabuli Anak di Bawah Umur Dekat Kantor Bupati
Korban terlihat histeris saat diamankan oleh warga yang ronda. Ia terlihat sangat ketakutan dan tak menyangka pacarnya berniat merengut kesuciannya. FOTO/Nanda
Padangpariaman ---- Entah apa yang ada dibenak EB (25) berniat merenggut kesucian Mawar, bukan nama sebenarnya, 16 tahun, yang tak lain diakuinya adalah kekasihnya sendiri. Akibat perbuatannya itu, kini EB harus mendekam di balik jeruji besi Mapolres Padangpariaman.

Kejadian itu berawal ketika korban meminta untuk diantarkan ke rumah orangtuanya di salah satu daerah di Kecamatan Sintoga, Kamis (18/1) dinihari. Usai menjemput sang kekasih di Kayutanam---dalam perjalanan menuju rumah korban---tersangka mengajak sang kekasih mampir di kawasan komplek kantor Bupati Padangpariaman.

"Pemuda yang ronda melihat ada sepasang muda-mudi menggunakan sepeda motor menuju arah kantor bupati. Mereka curiga akhirnya membuntuti namun kehilangan jejak. Namun setelah berkeliling, akhirnya pemuda mendengar teriakan minta tolong, hingga keduanya pun berhasil diamankan oleh warga," jelas Babinsa Nagari Parikmalintang, Serka Azwir, Kamis (18/1).

Selain mengamankan sepasang muda-mudi itu, satu unit sepeda motor dan senjata tajam ikut diamankan warga. Usai diamankan, keduanya diserahkan ke Mapolres Padangpariaman.

"Orangtua dari korban ini tidak terima dengan perbuatan pelaku, hingga akhirnya melapor ke Polres Padangpariaman," jelas Azwir.

Kasat Reskrim Polres Padangpariaman melalui Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Padangpariaman Iptu Ardi Lubis, membenarkan jika pihaknya telah mengamankan EB atas kasus pencabulan dengan anak di bawah umur.

"Keduanya diamankan warga saat sedang berniat berhubungan badan di kawasan IKK, selanjutnya keduanya diserahkan kepada pihak kepolisian," jelasnya.

Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan pemeriksaan kepada pelapor, pelaku, korban dan saksi. Sedangkan korban, telah menjalani visum untuk keperluan penyidikan.

Kronologis kejadian bermula saat korban dibujuk tersangka melalui aplikasi pesan. Korban dijemput tersangka di Kayu Tanam pada Rabu malam sekitar pukul 20.30 WIB, berlanjut boncengan berdua hingga ke Kota Pariaman.

Saat malam sudah larut, tepatnya Kamis dinihari pukul 01.30, korban dibujuk tersangka nongkrong berduaan di jalan lingkar dekat IKK Padangpariaman.

Beberapa saat kemudian, pemuda setempat yang sebelumnya mengintai, dikejutkan dengan jeritan minta tolong hingga akhirnya meringkus tersangka dan mengamankan korban. (Nanda)
Dugaan Penipuan Toko Era Jaya: Dari Minta Konsumen Jual Emas Hingga Tak Mau Tandatangan di Atas Materai
Sales bernama Arman mengakali dengan menandatangani kuitansi di luar materai 6000. Foto/istimewa
Pariaman --- Korban dugaan penipuan toko elektronik Era Jaya terus bertambah. Dari sekian banyak konsumen yang merasa dirugikan, salah satunya Meri (24), warga Pariaman Timur yang terlanjur menyerahkan uang senilai Rp3.890.000 pada tanggal 2 Januari 2018.

Saat wartawan menanyakan jaminan perlihatkan barang yang akan dipamerkan, sales Era Jaya terdiam dan sejumlah karyawan lainnya berusaha kabur. Foto/OLP


Meri mengatakan dirinya ditelpon berkali-kali oleh sales Era Jaya yang mengaku bernama Dian. Dian mengatakan kepadanya bahwa Era Jaya mengadakan promo besar dan akan memberikan bingkisan kepadanya.

Sesampai di Era Jaya, kata Meri, ia disuruh mencabut undian. Dalam undian itu ada kategori silver, gold dan platinum. Kebetulan Meri mencabut platinum. Dari situ sales menyebut ia mendapatkan hadiah promo senilai pembelian Rp10 juta, namun akan diserahkan bulan April 2018 saat Era Jaya melakukan pameran di Pariaman.

"Kemudian saya dibujuk bayar tiga unit perangkat di antaranya, kompor induksi merk Cyprus kata dia seharga Rp2,9 juta, mini teathre seharga Rp5 juta dan manual water seharga Rp2,1 juta," terang Meri.

Meri kemudian disuruh memberikan tanda jadi sebesar Rp150 ribu dan sisanya dibayar saat barang diantar sales ke rumahnya oleh dua orang karyawan Era Jaya yang mengaku bernama Arman dan Ucok.

Sesampai di rumah Meri merasa curiga, namun berkat pandai membujuk dan setengah memaksa oleh Arman dan Ucok, Meri menyerah dan membayar sisa uang sebesar Rp3,7 juta lagi.

"Kecurigaan saya bertambah saat mereka menyodorkan nota pembelian biasa dan tidak maunya mereka menandatangani kuitansi mengenai materai. Saat saya ingatkan, ia ganti kuitansi tapi tetap tandatangan di luar materai," kisah Meri.

Selepas Arman dan Ucok pergi dari rumah, Meri mulai curiga akan harga yang disebutkan sales Era Jaya. Setelah ia cek, ternyata harga home teathre dengan merk yang mereka sebut Rp5 juta, hanya dijual Rp1 juta di salah satu lapak ecommerce, Lazada. Bahkan di ecommerce lainnya, dengan merk yang sama dibandrol 899.000 saja. Sedangkan harga kompor induksi yang disebut sales Rp2,9 juta, banyak dijual di ecommerce Rp350 ribu. Sedangkan harga manual water tak lebih dari Rp150 ribu.

Menyadari ia sudah kena kibuli, Meri menghubungi sales Era Jaya. Berkali-kali ia telepon sales bernama Dian itu tak pernah menjawabnya. Tiga item tersebut setelah ia komplain, ternyata tidak bisa dikembalikan dengan dalih akan diganti saat pameran mereka.

Meri mengisahkan, saat sebelum proses ia menyerahkan uang, Era Jaya sempat menjual nama Pemko Pariaman dengan menyodorkan SIUP, SITU, TDP yang mereka urus bersampul gambar pasangan kepala daerah.

"Ini buktinya buk, kami mendapat izin dari pemko. Kita punya izin buk, kata dia saat itu," sebut Meri menirukan.

Selain itu, pihak Era Jaya juga menyebut bahwa tokonya adalah milik Cina Singapura yang takut berjualan di Pariaman.

"Kata mereka ia merupakan kaki tangan perusahaan orang Cina di Singapura. Dia juga bilang jika tak ada uang cash, bisa bayar pakai emas dan transfer," tuturnya.

Dari penelusuran wartawan ke Era Jaya yang berjarak 100 meter dari Terminal Jati Pariaman, Jumat lalu, seorang karyawan bernama Juni tidak mampu menunjukan barang yang mereka janjikan ke konsumen, seperti mesin cuci otomatis yang bisa melipat dan menyetrika sendiri yang ia sebut seharga Rp10 juta pada calon pembeli sebagai pengganti saat promo. Begitupun dengan AC dan alat elektronik yang mereka janjikan ke konsumen.

Ia juga tidak bisa memberikan jaminan barang mana yang akan ia pamerankan sesuai janji mereka pada konsumen. Ketika disebutkan modus mereka sudah sering dilakukan di kota-kota lain, mereka kecemasan. Satu persatu karyawannya kabur keluar dan tidak kembali lagi.
 

Toko Era Jaya saat diserbu beberapa konsumen yang merasa dirugikan sejak Jumat (5/1) sempat menjanjikan akan mengembalikan uang konsumen pada Sabtu (6/1). Namun setelah beberapa konsumen mendatangi tokonya, toko tersebut sudah digembok hingga hari ini.

Dari pendalaman tim wartawan, selain dugaan penipuan, Toko Era Jaya diduga telah melanggar sejumlah pasal yakni pasal 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16 dan 17 dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.

Dalam pasal (61) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen disebutkan Penuntutan pidana dapat dilakukan terhadap pelaku usaha dan/atau pengurusnya. Yang kemudian ditegaskan dalam pasal (62) yang berbunyi Pelaku Usaha yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, Pasal 9, Pasal 10, Pasal 13 ayat 2, Pasal 15, Pasal 1 ayat 1 huruf a, huruf b, huruf c, huruf c, ayat 2, dan Pasal 18 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).

Dalam pasal 63 berbunyi, terhadap sanksi pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62, dapat dijatuhkan hukuman tambahan, berupa:


a) perampasan barang tertentu;
b) pengumuman keputusan hakim;
c) pembayaran ganti rugi;
d) perintah penghentian kegiatan tertentu yang menyebabkan timbulnya kerugian      konsumen;
e) kewajiban penarikan barang dari peredaran; atau
f) pencabutan izin usaha.

Semoga undang-undang tersebut dapat digunakan oleh aparat hukum guna melindungi konsumen agar tidak terjadi transaksi yang kelak akan merugikan konsumen. (OLP)
Toko Elektronik Era Jaya Diduga Menipu Konsumen, Begini Modusnya
Ketua PWI Pariaman Ikhlas Bakri (kanan) melihat dokumen usaha yang diperlihatkan penjaga toko Era Jaya bernama Juni. Di belakang Juni terlihat kompor induksi merk Cyprus yang ia katakan seharaga Rp2,9 juta kepada pembeli padahal harganya kurang dari Rp500 ribu
Jati --- Polres Pariaman menutup sementara toko elektronik Era Jaya karena bersengketa dengan sejumlah konsumennya. Toko yang berjarak sekitar 100 meter dari Terminal Jati Pariaman itu, Jumat (5/1) disambangi oleh beberapa konsumen yang merasa tertipu.

Dua orang karyawan wanita yang mengaku dari Medan mengaku baru bekerja di Era Jaya dan saat ditanya wartawan jawabannya selalu berubah-rubah.


Modus yang dijalankan oleh Toko Era Jaya berupa memberikan bingkisan kepada calon konsumen yang mereka hubungi via telepon. Konsumen diminta datang ke tokonya dengan alasan ingin silaturahmi dengan warga Pariaman untuk launching toko mereka bulan Februari 2018 di Pantai Cermin Pariaman.



Harga kompor merk yang sama dijual Rp345 ribu di sejumlah ecommerce terpercaya Indonesia. Investigasi terhadap dugaan penipuan Era Jaya sudah dilakukan wartawan ketika menerima informasi dari masyarakat dua bulan yang lalu.


"Tidak hanya silaturahmi, tapi mereka menjajikan akan memberikan bingkisan," ujar Wiwik (26) warga Pariaman Utara yang telah menyetorkan uang sebesar Rp1,6 juta kepada salah seorang penjaga toko bernama Juni (27) yang mengaku berasal dari Banjar Negara, Jawa Tengah.


Karyawan ini langsung kabur setelah mengetahui wartawan melakukan verifikasi ke tokonya. Mulanya ia serius dan terlihat beribawa menyambut kedatangan tim wartawan dari PWI Pariaman.


Menurut Wiwik, sebelumnya dirinya ditelpon berulang-ulang dengan berbagai janji oleh seorang wanita yang mengaku costumer service di toko itu. Setelah ia tiba di toko Era Jaya, dirinya dihadapkan kepada sales bernama Juni. Dari Juni, ia disuruh mencabut undian. Dalam undian tersebut ada kategori silver, gold dan platinum.

Wiwik yang kebetulan mencabut undian platinum diberi ucapan selamat, karena mendapatkan hadiah sebesar Rp5 juta yang tidak bisa diuangkan saat itu, tapi hanya bisa dicairkan pada launching Era Jaya. Uang senilai itu bisa digantikan dengan barang elektronik dengan total berkali lipat dari jumlah nilai undian. Jika Wiwik setor Rp5 juta, ia akan menerima barang elektronik seharga belasan juta dalam masa promo.

Merasa tertarik dengan promo gila-gilaan itu, kepada Juni Wiwik mengaku punya uang hanya sebesar Rp1,6 juta, kurang dari jumlah total yang dicantumkan. Anehnya Juni yang dinilainya agresif itu mengatakan dengan uang Rp1,6 juta ia akan mendapatkan satu unit kompor induksi dan Ac.

"Kata Juni kepada Wiwik harga kompor induksi merk Cyprus seharga Rp2,9 juta. Saya percaya saja dan serahkan uang Rp1,6 juta itu. Juni berjanji pada bulan Februari nanti saat launching Era Jaya, ia akan menerima AC," ungkapnya.

Dari penelusuran wartawan, harga kompor induksi merk Cyprus yang diberikan kepada Wiwik hanya dijual di bawah Rp500 ribu. Bahkan di salah satu lapak di ecommerce Bukalapak.com ada yang menjual Rp345.000. Dari fakta itu saja sangat jauh berbeda dengan harga 2,9 juta yang disebutkan Juni si penjaga toko. Kebohongan pertama itu terungkap setelah wartawan melakukan investigasi di toko mereka.

Saat sejumlah wartawan dari PWI Pariaman melakukan verifikasi ke toko itu, di dalam toko tidak ditemukan banyak barang layaknya sebuah toko elektronik besar. Yang tersedia hanya beberapa unit kompor induksi merk Cyprus dan blender elektronik. Para awak media tidak menemukan AC, TV, dan peralatan elektronik berkelas di toko itu.

Tidak hanya Wiwik yang menyambangi toko itu karena merasa tertipu denga Era Jaya. Firdaus, juga datang ke sana ingin meminta kembali uangnya jutaan rupiah yang terlanjur dibayarkan untuk menebus alat elektronik yang harganya ratusan ribu. Era Jaya memanfaatkan ketidaktahuan warga akan barang--karena barang yang ia sediakan memang jarang dijual di toko konvensional Pariaman---untuk mengelabui konsumen.

Bahkan pengakuan Firdaus, pihak Era Jaya berjanji akan mengembalikan uangnya hari ini. Tapi setelah ia tunggu berjam-jam, karyawan Era Jaya menyebut boss mereka yang bernama Ryan sedang berada di Medan sedang liburan Natal. Ia kembali dengan tangan kosong setelah jauh-jauh datang dari Kampung Dalam, Padangpariaman.

Lebih jauh wartawan menelusuri puluhan pengaduan dari masyarakat yang merasa tertipu dengan Era Jaya, satu per satu mulai menampakan diri.

Karyawan Era Jaya lari

Saat wartawan melakukan konfirmasi, beberapa orang karyawan langsung melarikan diri keluar toko. Bahkan di antaranya mengendap-endap keluar seterusnya kabur naik ojek.

Penjaga toko bernama Juni dan seorang karyawan perempuan yang mengaku berasal dari Medan mengaku dirinya karyawan baru di perusahaan itu. Ia berkilah mendapatkan nomor warga yang ia hubungi melalui operator di kantor cabang Era Jaya di daerah lain yang memiliki tugas mengacak nomor ponsel. Parahnya, ia mengaku tidak pernah menghubungi pelanggan dan hanya sebatas berperan melakukan penjualan.

Bahkan saat Wiwik mengatakan Juni telah meneleponnya dengan dua nomor, Juni masih sempat berkilah. Namun saat Wiwik bersama suaminya Dayat menyebutkan nomor ponselnya dan akan menelponnya saat itu juga di depan wartawan, barulah Juni mengaku.

Selain Juni dan tiga orang wanita, masih ada tiga orang lagi karyawan laki-laki yang didatangkan dari Sibolga. Pengakuan karyawan baru, Ucok (nama samaran) kepada wartawan, menyebut dirinya juga merasa ditipu bekerja di Era Jaya karena kerja yang dijanjikan tidak sesuai dengan fakta yang ia jalani.

"Kerjanya ga jelas. Kami ingin balek ke Sibolga, namun tak punya duit bang," ungkapnya.

Saat diiming-imingi bekerja di Era Jaya, ketiga bujang tanggung itu dijanjikan gaji bulanan Rp3 juta dan jenjang karir hingga manejer.

"Kita ga tahu kerjanya seperti ini bang. Kita mau kabur, cari kerja bangunan di sini buat ongkos pulang kampung ke Sibolga," keluh Ucok.

Saat dihubungi via telepon, bos Era Jaya bernama Ryan mengaku sedang dalam perjalanan menuju Pariaman dari Medan. Kepada wartawan ia berkilah tidak ada mengimingimingi konsumen ke Era Jaya melalui bingkisan. Ia bahkan membantah cara berjualannya dilakukan secara tidak fair.

"Kita tidak ada mengiming-imingi. Kita punya stok barang," kilahnya saat ditanya kenapa di tokonya tidak menjual barang yang dijanjikan ke konsumen.

Kasat Reskrim Polres Pariaman Ilham Indarmawan mempersilahkan masyarakat yang merasa tertipu oleh toko Era Jaya agar melapor ke polisi. Ia menegaskan akan menutup toko itu sebelum permasalahan Era Jaya dengan sejumlah konsumen diselesaikan dengan baik.

"Kita data jumlah pelanggan yang ingin pengembalian uang, sebab tadi pemilik Era Jaya, Ryan, berjanji bersedia mengganti. Kita akan fasilitasi, sebab ditelpon ia berjanji akan mengembalikan," kata AKP Ilham.

Ketua PWI Pariaman Ikhlas Bakri menegaskan pihaknya akan terus mengawal praktek dugaan penipuan konsumen yang dilakukan oleh toko Era Jaya.

"Tadi saya sudah cek surat izinnya dan akan melaporkannya ke Dinas Perizinan Kota Pariaman agar mencabut izin mereka. Hal hal seperti ini diduga kuat penipuan, saya meragukan mereka akan launching bulan Februari itu. Itu cuma modus mereka untuk menggaet lebih banyak pelanggan," ungkapnya.

Ikhlas menyebutkan bahwa Kantor PWI Pariaman yang beralamat di Jl SB Alamsyah Pariaman membuka posko aduan bagi masyarakat Pariaman yang merasa dirugikan oleh toko Era Jaya. (OLP)
Anak Temukan Ayah Gantung Diri Gemparkan Warga Campago Selatan
Jasad Ali saat dievakuasi oleh warga. FOTO/Nanda/istimewa
Padangpariaman ---- Ali Amran (50-an) ditemukan tewas gantung diri di dalam rumahnya di Nagari Campago Selatan Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Padangpariaman. Ali ditemukan tewas tergantung pada seutas tali di jendela rumah, Selasa (2/1) pukul 18.10 WIB. Hingga saat ini, belum diketahui persis motif korban nekat mengakhiri hidupnya itu.

Ali pertama kali ditemukan putrinya sendiri, Amelia Putri (13). Saksi yang kala itu hendak mengantarkan nasi makan malam untuk korban dikagetkan dengan sesosok tubuh pria yang tergantung di jendala rumah. Namun betapa sedih dirasakan Amelia, saat menemukan sesosok pria tewas tergantung di jendala, tak lain adalah ayahnya sendiri.

Usai menemukan ayahnya, saksi langsung melaporkan ke keluarga yang saat itu juga berada di rumah. Akhirnya keluarga dengan dibantu tetangga, berhasil mengevakuasi korban dengan memotong tali yang mengantung leher korban.

Kasat Reskrim Polres Pariaman AKP Ilham Indarmawan, Rabu (3/11) di Pariaman mengatakan, setelah melihat kejadian tersebut saksi memberitahukan kepada saksi lainnya bernama Anto. Dengan dibantu warga, jenazah akhirnya diturunkan dengan cara memotong tali yang mengikat leher korban dan dievakuasi.

Informasi tentang adanya warga gantung diri seketika menggemparkan warga sekitar rumah. Warga yang belum percaya berusaha memastikan akan kebenaran informasi itu dengan mengunjungi rumah korban. Letak TKP dekat persimpangan akses jalan ke SUPM Pariaman itu pun sesak oleh warga.

Lebih jauh disampaikan Ilham, dari hasil pemeriksaan visum luar yang dilakukan oleh dokter Puskesmas Kampung Dalam, tidak ditemukan adanya unsur atau tanda-tanda kekerasan fisik di sekujur tubuh jenazah.

Sementara itu, kondisi keluarga korban yang sedang berduka, masih sulit dimintai keterangan seputar penyebab korban gantung diri.

“Sementara itu kita masih berusaha mencari informasi apa yang memotivasi almarhum gantung diri, sampai sekarang keluarga masih berduka, kita masih menunggu,” jelas Ilham.

Penulis: Ikhlas Bakri
Editor: Ikhlas Bakri
Nyambi Edarkan Shabu, Oknum Damkar Pariaman Diciduk Polisi
Tersangka saat diamankan polisi bersama sejumlah barang bukti ganja dan sabu. Foto/Nanda
Pariaman --- Kepolisian kembali menciduk salah seorang oknum tenaga honorer di lingkungan Pemko Pariaman yang diduga menjadi pengedar narkoba. D, 36 tahun, merupakan salah seorang honorer di Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kota Pariaman.

Ia ditangkap di rumahnya di Desa Pauh Barat pada Minggu (31/12) pukul 20.30 WIB oleh tim 3CN Pegasus Polres Pariaman. Kala ditangkap, tersangka masih menggunakan baju kaos Dinas Pemadam Kebakaran.

Kapolres Pariaman, AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto didampingi Ketua Tim 3CN Pegasus Polres Pariaman AKP Ilham Indarmawan dan Kasat Resnarkoba Polres Pariaman menjelaskan, penangkapan tersangka D berawal informasi dari masyarakat tentang kepemilikan narkoba oleh tersangka. Usai dapat informasi, pengintaian melekatpun dilakukan.

Tidak berselang lama, pengintaianpun membuahkan hasil, tersangka berhasil dibekuk. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan paket narkoba. Dari tersangka, aparat mengamakan 6 paket kecil shabu harga Rp200 ribu/paket, 6 paket kecil shabu harga Rp150 ribu/paket, 2 paket kecil shabu harga Rp100 ribu/paket, 4 paket shabu harga Rp400 ribu/paket, 1 paket kecil lenting ganja, 1 unit timbangan digital, 1 unit smartphone, 1 buah pipet modifikasi alat hisap, uang tunai Rp935.000 dan 1 unit sepeda motor matic.

"Benar saat kita lakukan penangkapan di rumahnya di daerah Pauh Barat dan penggeledahan kepada tersangka, ditemukan beberapa barang bukti," ungkapnya.

Dijelaskannya, hingga saat ini pihaknya masih mendalami dan melakukan pengembangan asal shabu-shabu dari tersangka D. Selain itu, pihaknya juga akan menyelidiki tersangka telah mengedarkan sebahagian shabu-shabu kepada pembelinya.

"Dia ini pengedar, nah kita dalami dan kembangkan dia dapat barangnya dari mana dan apakah telah sempat ia edarkan sebelum kita tangkap. Kita akan dalami juga kemungkinan dengan kerawanan peredaran narkoba pada perayaan tahun baru ini," ulasnya.

Tertangkapnya D, menambah deretan panjang oknum tenaga honorer Kota Pariaman yang terlibat dalam bisnis haram narkoba.

Sebelumnya, pada 2 Mei 2017 silam Satresnarkoba Polres Pariaman juga mengamankan YPC (19), oknum tenaga honorer pada Dinas Perhubungan Kota Pariaman. YPC sendiri diamankan karena tertangkap tangan memiliki 1,25 kilogram narkoba jenis ganja.

YPC diamankan bersama satu orang temannya. Selain D dan YPC. Pada 17 Februari 2017, LR (45) yang merupakan tenaga honorer cleaning service di salah satu kantor Kecamatan di Kota Pariaman juga diciduk.

Dari beberapa kasus keterlibatan pegawai di lingkungan Pemko Pariaman dalam kasus penyalahgunaan narkoba, diperlukan perhatian serius melalui langkah pencegahan dan tindakan tegas bagi oknum yang terlibat. (Nanda)
Penipu Toko Emas Modus Gendong Bayi Mengaku Terima Upah dari Komplotan
Anak yang digendong tersangka saat ini dirawat oleh dinas terkait dan akan dikembalikan ke orangtuanya. Foto/Nanda
Pariaman ---- Diperiksa intensif, tersangka Y si penjual emas sepuhan mengaku dibayar segini setiap beraksi.

Demi mendapatkan imbalan ratusan ribu, Y nekat menjual emas sepuhan alias palsu ke salah satu toko emas di Kota Pariaman. Sepak terjang Y akhirnya terhenti setelah tertangkap tangan menjual emas sepuhan di salah satu toko emas di Balai Kuraitaji pada Minggu (23/12).

Upah yang tidak sebanding dengan resiko pekerjaan yang ia lakoni, nyatanya menyilaukan mata tersangka Y. Mengaku karena alasan himpitan ekonomi, namun jalan yang salah yang ia tempuh.

Dalam pemeriksaan intensif, akhirnya tersangka Y, si penjual emas sepuhan beberkan peran masing-masing komplotannya penjual emas sepuhan. Dalam setiap aksinya menjual emas palsu, Y akan mendapatkan upah sebesar Rp800 ribu dari kompolotan.

“Tersangka mengaku dibayar Rp800 ribu dalam setiap aksinya,” terang Kasat Reskrim Polres Pariaman AKP Ilham Indarmawan, Rabu (27/12) di Pariaman.

Sedangkan emas sepuhan alias palsu diakui tersangka Y diperoleh dari dua orang anggota kompolotan lainnya, berinisial B dan A. Hingga kini, kedua anggota komplotan yang diketahui berdomisili di daerah Palembang, Sumatera Selatan, itu sedang dalam pengejaran tim 3CN Pegasus Polres Pariaman.

Sebelumnya, Y diamankan oleh tim 3 CN Pegasus Polres Pariaman, setelah tertangkap tangan menjual emas celup seberat 7,5 gram atau 3 emas di salah satu toko emas, Minggu (24/12) siang.

Tertangkapnya Y berawal dari kecurigaan Burhanuddin, 45, pemilik toko emas Rani Permata Kuraitaji tempat tersangka menjual emas sepuhan. Burhanuddin curiga tersangka yang datang sambil menggendong anak balita, mirip modus pelaku penipuan yang beraksi di Pasar Pariaman, Juli 2017 silam.

Akibat perbuatannya, tersangka terancam 5 tahun kurungan penjara sesuai pasal 378 KUHP tentang penipuan. AKP Ilham menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dengan trend meningkatknya tindak kejahatan mendekati akhir tahun.

Beragam kejahatan dengan modus penipuan mengincar masyarakat yang mungkin bisa terjadi kapan saja. Modus penipuan dengan menjual emas sepuhan atau palsu bisa jadi terjadi dalam bentuk lain, menjual perhiasan lain atau komiditas lain palsu bisa saja terjadi. (Nanda)
Diduga Judi Terselubung, Polisi Bubarkan Kontes Ayam Jago di Sungai Limau
Polisi amankan barang bukti berupa ayam dan sejumlah uang tunai usai penggerebekan. Foto/istimewa/Nanda
Pilubang --- Aparat Polres Pariaman bubarkan kontes ayam jago tanpa izin di Korong Sungai Sirah, Nagari Pilubang, Sungai Limau, Kabupaten Padangpariaman, Minggu (24/12) pukul 14.00 WIB.

Puluhan orang peserta yang mengikuti kontes tersebut tampak lari berhamburan saat polisi lengkap dengan senjata mengepung arena kontes ayam itu.

Selain tanpa izin, pihak kepolisian juga mendalami kemungkinan adanya praktik judi terselubung berkedok kontes ayam jago di tempat itu.

Kasat Reskrim Polres Pariaman AKP Ilham Indarmawan didampingi Katim 3CN Polres Pariaman Aiptu Darmawan mengatakan, selain mengamankan 4 orang panitia untuk pemeriksaan lebih lanjut, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti antara lain, 6 unit eriter atau hitung poin, uang tunai Rp7.300.000, 5 pasang tutup jalu, 7 lembar resi transfer uang peserta, 3 arena, 15 lembar piagam dan 12 tropy.

"Kita amankan beberapa orang panitia untuk diperiksa lebih lanjut, barang buktinya juga kita amankan dan kita coba dalami dulu," ujarnya.

Dikatakannya, kontes itu diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Untuk mengikuti kontes, peserta membayar uang pendaftaran yang dibayar tunai dan transfer rekening bank.

Salah seorang panitia pelaksana kontes ayam, Rio Pratama, membantah kontes tersebut menyelipkan praktik judi sabung ayam.

Dalam keterangannya ditegaskan jika kontes itu hanyalah ajang silaturahmi sesama pencinta hobi ayam jago di Sumatera Barat yang tergabung dalam organisasi Pecinta Ayam Aduan Sumatera Barat (PAASBAR).

Hingga berita ini diturunkan, 4 orang panitia masih menjalami pemeriksaan di Mapolres Pariaman. (Nanda)

TNI dan Warga Goro Perbaiki Tanggul Irigasi Jebol di Anduriang
Warga bersama TNI bahu membahu perbaiki tanggul yang jebol akibat derasnya arus air di Anduriang. Foto/istimewa/Nanda
Anduriang ---- Kodim 0308/Pariaman bersama masyarakat perbaiki Irigasi Petikayu Nagari Guguk, Kecamatan 2X11 Kayutanam, Padangpariaman, Sabtu (23/12).

Gotong royong yang dipimpin oleh Danramil 04 Sicincin Kapten Inf Maslur dan Babinsa itu, dengan cara membuat tanggul pada irigasi yang jebol akibat curah hujan yang tinggi, sehingga tergerus aliran sungai.

"Kita perbaiki bersama-sama masyarakat, karena memang air sangat dibutuhkan untuk pertanian warga," ujarnya.

Irigasi di wilayah itu seyogyanya mengairi lebih dari 171 hektare sawah milik warga di wilayah Anduring. Jika tidak diperbaiki, jebolnya tanggul akan menghambat percepatan tanam serentak.

"Jika tidak diperbaiki tentunya akan mengganggu target tanam serentak," ulasnya.

Untuk memperbaiki tanggul, personil Kodim 0308/Pariaman dan masyarakat memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar aliran irigasi dengan mengumpulkan batu yang ada di sekitar aliran sungai dengan alat ban bekas.

Usai mengumpulkan bahan di sekitar aliran irigasi, masyarakat memasang batu beronjong secara swadaya tiga tingkat pada aliran sungai. Kegiatan goro akhirnya dapat mengatasi jebolnya tanggul dan meninggikan pembatas aliran sungai terpasang dengan baik sehingga aliran irigasi ke sawah berjalan normal seperti biasa.

Ia mengatakan, kondisi curah hujan yang cukup tinggi di wilayah Padangpariaman mengakibatkan debit air tinggi, sementara tanggul yang ada saat ini pada umumnya tidak permanen. Hal tersebut menurutnya perlu mendapat perhatian pemerintah guna meningkatkan hasil pertanian masyarakat sekitar.

"Ini perlu butuh perhatian penuh dari pemerintah, kita kuatir jaringan irigasi yang belum permamen bisa jebol," pungkasnya. (Nanda)
Polisi Padangpariaman Tangkap Bandar Pembawa 600 gram Shabu di BIM
Polisi ekspose barang bukti yang diamankan dari tangan para tersangka di BIM. Foto/Nanda
BIM ---- Jajaran Satresnarkoba gagalkan penyelundupan 600 gram narkoba jenis shabu senilai lebih dari Rp500 juta di Bandara Internasional Minangkabau, Padangpariaman, Selasa (19/12) silam.

Dua orang tersangka penyelundup shabu, MSP, 25 dan WBI, 22 merupakan warga Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan. Keduanya diamankan dalam waktu yang berbeda.
Hingga berita ini diturunkan, keduanya masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satresnarkoba Polres Padangpariaman.

Dari kedua tersangka petugas mengamankan barang bukti 600 gram shabu, 3 handphone, dua tas ransel serta 4 lembar boarding pass.

Kasat reserse narkoba Polres Padangpariaman Iptu Edi Suharto didampingi Paur Humas Polres Padangpariaman Brigadir Redno Afriadi mengatakan pengungkapan upaya penyelundupan shabu, berawal dari informasi dari masyarakat tentang adanya penyelundupan narkoba melalui bandara BIM.

Informasi itu, kata dia, langsung ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan yang pada akhirnya menangkap tersangka MSP pada Selasa (19/12) pukul 22.30 WIB. Ia diamankan di kawasan Bandara BIM saat tengah menunggu penerbangan ke Jakarta.

“Untuk mengelabui petugas, tersangka MPS ini menyimpan paket kecil di sekalangannya dan ditutupi dengan lapisan celana dalam dan celana renang. Tersangka kita amankan saat sedang menunggu penerbangan, setelah digeledah dan kita dapati barang bukti kita amankan tersangka di pos security AVSEC bandara,” ujarnya, Jumat (22/12) di Mapolres Padangpariaman.

Usai membekuk tersangka MPS, tim bergerak cepat. Dari pengembangan dan interogasi dilakukan kepada MPS, diketahui dia tidak bermain sendiri. Diakui MPS, dia bersama dua orang rekannya, WBI dan S juga akan melakukan penerbangan ke Jakarta dengan membawa narkoba jenis shabu.

Berbekal informasi itu, tim kembali bergerak, dibantu rekaman CCTV bandara, akhirnya WBI dibekuk. Sementara satu orang lainnya, S telah berhasil terbang ke Jakarta.

“Dari WBI kita mengamankan paket besar shabu dari tas ransel yang gunakan untuk membawa shabu, sedangkan satu orang lain, yaitu S telah berhasil terbang menggunakan pesawat ke Jakarta. Untuk S ini, kita koordinasi dengan Polda Sumbar dan Polda Metro Jaya untuk meringkus S ini,” ulasnya.

Dari pemeriksaaan yang dilakukan, jelas Iptu Edi Suharto, diketahui ketiganya tiba di Padang, Sumatera Barat pada hari Senin, 18 Desember 2018 dan menginap di salah satu hotel di Kota Padang.

Di hotel tersebut, ketiganya menerima paket shabu dari salah seorang yang berinisial H untuk dibawa ke Jakarta. Di hotel, ketiganya selalu konsumsi shabu tersebut dan kerap berpindah-pindah hotel untuk menghindari deteksi petugas.

Pengakuan salah seorang tersangka WBI kepada petugas mengaku baru sekali ini melakukan penyeludupan tersebut.

“Ketiganya dijanjikan imbalan Rp10-15 juta untuk sekali pengantaran,” imbuhnya.

Akibat perbuatan keduanya, kedua tersangka terancam hukuman mati dan denda maksimal Rp1 miliar sesuai dengan pasal 114 ayat 2, pasal 112 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. (Nanda)
Pencarian Hari Kedua ABG Hanyut di Sungai Batang Anai Tak Membuahkan Hasil
Petugas gabungan masih terus mencari korban hingga hari kedua. Foto/Nanda/istimewa
Batanganai --- Memasuki hari kedua upaya pencarian Rahmad, 16 tahun, warga dilaporkan hanyut di aliran sungai Batang Anai di Korong Talao Mundam, Nagari Ketaping, Kecamatan Batang Anai,  Kamis lalu (23/11) belum membuahkan hasil.

Kepala Bidang KL BPBD Padangpariaman Apet N menjelaskan, pencaharian pada hari kedua, BPBD Padangpariaman bersama Basarnas Padang dan masyarakat juga penyelaman ke dasar sungai, namun belum juga berhasil.

"Selain itu kita juga sisir aliran sungai menggunakan boat dan jaring hingga ke muara juga telah dilakukan," jelas Apet, Jumat (24/11) malam.

Upaya pencaharian Rahmad, kata dia, akan dilanjutkan esok hari, Sabtu (25/11) pagi. Sebelumnya, Rahmad diketahui hilang pukul 12.00 WIB saat mandi disungai. Ia dilihat seorang saksi warga yang saat itu sedang menangkap ikan di aliran sungai Batang Anai sedang mandi-mandi,

"Menurut saksi tersebut, korban Rahmad sempat dilarang mandi di aliran sungai tetapi korban tidak mengindahkan larangannya. Kemudian saksi naik ke atas dan duduk di warung. Pada pada pukul 12.00 saksi hendak melanjutkan menangkap ikan, ia melihat korban tidak ada lagi dan hanya melihat baju korban yang tinggal di pingir aliran sungai di atas batu," jelasnya.

Dalam keterangannya, saksi sempat menanyakan kepada orang tua korban keberadaan Rahmad, dan ternyata korban tidak ada pulang ke rumah. (Nanda)
Tim Gabungan Terus Cari ABG yang Hanyut di Sungai Batang Anai
Tim gabungan sedang menyisir lokasi hilangnya Rahmad di aliran sungai Batang Anai. Foto/Nanda
Batanganai --- Basarnas Sumatera Barat, BPBD Padangpariaman dibantu masyarakat akan lanjutkan pencarian terhadap Rahmad, 16 tahun, warga yang dilaporkan hanyut di aliran sungai Batang Anai di Korong Talao Mundam, Nagari Kataping, Kecamatan Batang Anai pada esok hari Jumat (24/11).

"Tim gabungan sempat melakukan penyisiran sejak siang hingga sore menggunakan perahu dan jaring, namun karena kuatnya arus sungai dan menjelang malam, upaya pencaharian dihentikan," ujar Kepala BPBD Padangpariaman Amiruddin.

Dijelaskan Amiruddin, sebelumnya, Rahmad diketahui hilang pukul sekitar 12.00 WIB saat mandi di sungai. Salah seorang saksi yang sedang menangkap ikan di aliran sungai itu mengaku melihat korban sedang mandi-mandi,

"Menurut saksi, Rahmad ini sempat dilarang mandi di aliran sungai tetapi korban tidak mengindahkan larangannya. Kemudian saksi naik ke atas dan duduk di warung. Pada pukul 12.00 saksi yang hendak melanjutkan menangkap ikan, melihat korban tidak ada lagi dan saksi hanya melihat baju korban yang tinggal di pingir aliran Batang Anai di atas batu," jelasnya.

Dalam keterangannya, saksi tersebut sempat menanyakan kepada orang tua korban dan disebutkan bahwa korban tidak ada pulang ke rumah.

Rencana upaya petugas gabungan esok hari juga akan melakukan penyelaman pada titik yang diprediksi lokasi tenggelamnya korban. (Nanda)
Polisi Tangkap Bandar Shabu Lintas Negara di Sungai Geringging
Polisi perlihatkan barang bukti
Pariaman --- Jajaran Polres Pariaman lakukan koordinasi dengan Polda Sumatera Barat dan Polda Kepulauan Riau untuk mengungkap peredaran narkoba jaringan lintas negara Malaysia-Indonesia yang pelakunya ditangkap di Padangpariaman.

Polisi menangkap tersangka pengedar narkoba jaringan Malaysia-Indonesia S alias H (32), warga Korong Bukik Rimbang, Nagari Batu Gadang, Kecamatan Sungai Geringging, Padangpariaman, di rumahnya, Jumat (6/10) kemarin.

Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto, melalui Kasat Resnarkoba Polres Pariaman Iptu Suhardi menjelaskan, dari hasil pemeriksaan tersangka S alias H, narkoba tersebut dibeli di Malaysia dari salah seorang warga negara Malaysia keturunan India.

Untuk menyelundupkan shabu-shabu, tersangka S alias H menyimpannya di dalam sepasang sendal yang telah dimodifikasi alasnya.

Sementara itu, untuk menghindari pemeriksaan petugas keamanan dan bea cukai pelabuhan, 50 gram shabu-shabu ia titipkan kepada salah seorang ABK yang telah dia suap.
"Karena ABK tidak melewati x-ray di pelabuhan sementara mengamankan hingga sampai di Dumai, dan diserahkan kembali ke tersangka S dengan imbalan Rp5 juta setiap kali penyeberangan Malaysia-Dumai," jelasnya.

Menurut Suhardi, peredaran narkoba yang dilakukan S merupakan kelas kakap, pasalnya narkoba seberat 50 gram dibeli tersangka S alias H seharga Rp12 hingga Rp 14 juta. Sedangkan hasil penjualan di wilayah Padangpariaman mencapai Rp 60 juta.

"Marjin dia (tersangka S) ketika bawa barang dari Malaysia jauh lebih besar. Dengan modal yang kecil, dia dapat untung besar," ujarnya.

Penangkapan S alias H berawal ditangkapnya tiga orang warga di Korong Kantarok Nagari Malai V Suku Kecamatan Batang Gasan, Padangpariaman, beberapa jam sebelum penangkapan tersangka S alias H.

Tiga orang tersebut, SJ alias A (41), B (39), A (39) diamankan saat menggelar pesta shabu di rumah salah seorang tersangka. Hasil pengembangan dari ketiganya, kepolisian akhirnya menangkap tersangka S alias H.

"Awalnya kita menangkap tiga orang warga yang sedang pesta shabu. Dari ketiganya kita dapat informasi bahwa barang berasal dari tersangka S alias H yang merupakan jaringan internasional itu," ulasnya.

Sementara itu, sambungnya, jajaran Polres Pariaman telah berkomunikasi dengan Polda Sumatera Barat dan Polda Kepulauan Riau untuk mengungkap keterlibatan oknum ABK kapal penyeberangan Malaysia-Dumai.

"Untuk informasi keterlibatan salah seorang ABK kapal penyeberangan Malaysia-Dumai, kita koordinasikan dengan Polda Kepulauan Riau dan Polda Sumatera Barat," ungkapnya.

Wilayah Kecamatan Sungai Geringging, Kecamatan Sungai Limau dan Kecamatan Batang Gasan merupakan beberapa wilayah Padangpariaman yang rawan peredaran narkoba. Selain terletak di daerah perlintasan, narkoba yang beredar juga dipasok dari luar negeri. (Nanda)
Kereta Sibinuang "Hondoh-Mati" Warga Sintoga yang Bisu Tuli

Sintoga ---- Kereta Api Sibinuang jurusan Padang – Pariaman kembali menelan korban. Kali ini korbannya Asroni (55) suku Jambak warga Korong Palembayan Nagari Sintuak Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, Kabupaten Padangpariaman. Korban ditabrak kereta api usai buang air besar di aliran sungai Korong Palembayan, Minggu (22/10/2017) sekitar pukul 09.00 WIB.

Bhabinkamtibmas Nagari Sintuk Toboh Baru Aipda Roy Martin di kediaman korban Asroni menyebutkan, sebelum tertabrak kereta api, korban sempat buang air besar di sungai dan menuju pulang melewati rel kereta api.

"Ternyata korban mengalami gangguan  pendengaran. Selain itu, juga tidak mampu bicara  alias bisu. Selesai buang air korban mau pulang menuju rumahnya sekitar 100 meter dari lokasi tertabrak kereta api," kata Roy Martin.

Ia menyebut, saat tertabrak, posisi korban membelakangi kereta api yang melaju dari arah Padang menuju Pariaman.

Sementara itu, menurut masyarakat setempat, Syahrial (60) dan Dt. Rajo Indah (67), korban Asroni sebelumnya memang sering buang air ke sungai.

"Posisinya membelakangi kereta, tak menyadari kereta lewat," ujarnya.

Karena pendengarannya kurang berfungsi, langsung dihantam kereta api. Korban mengalami luka bagian tangan dan kepala bagian atas bocor. Korban langsung meninggal dunia di tempat kejadian.

“Kita berharap  pihak keluarga tabah menerima peristiwa yang tidak diinginkan ini,” kembali Roy Martin menimpali. (Tim)