21 July 2017

Polisi Temukan Mie Instan Diduga Mengandung Babi di Sejumlah Minimarket Pariaman
Mie instan yang ditarik dari peredaran oleh BPOM RI/Foto: Istimewa
Pariaman -- Polres Pariaman dan Dinas Koperindag Kota Pariaman serahkan sampel mie instan untuk diuji kandungannya ke BPOM Padang, Jumat (21/7/2017). Pengujian tersebut untuk memastikan ada atau tidaknya kandungan DNA babi pada mie instan yang merupakan  produk impor dari Korea Selatan itu.

Sebelumnya, satuan Intelkam Polres Pariaman melakukan pengecekan ke sejumlah mini market di Kota Pariaman, Kamis (20/7) silam. Dari hasil pengecekan, ditemukan 3 produk mie instan yang masuk daftar BPOM yang harus ditarik peredarannya karena tidak mencantumkan label khusus. Tiga produk itu ditemukan dijual di tiga mini market di Kota Pariaman.

Dalam peraturan Kepala BPOM Nomor 12 Tahun 2016, dinyatakan pangan olahan yang mengandung bahan tertentu yang berasal dari babi harus mencantumkan tanda khusus berupa tulisan "MENGANDUNG BABI" dan gambar babi berwarna merah dalam kotak berwarna merah di atas dasar warna putih.

“Dari 14 swalayan yang kita cek ditemukan tiga produk yang mereknya masuk daftar harus ditarik peredarannya. Itu kita temukan di tiga swalayan di Kota Pariaman,” ujar Kasat Intelkam Polres Pariaman, IPTU Syafruddin L.

Ia belum mau mengumumkan merek produk mie instan itu karena masih dalam pengujian di labor BPOM Padang.

“Kita masih menunggu hasil uji labor atas sampel mie yang kita temukan. Jika sudah ada kepastian hasil labor, maka langkah selanjutnya akan kita koordinasikan dengan pihak Koperindag Kota Pariaman,” ulasnya.

Dilanjutkan Syafruddin, meskipun ditemukan di Kota Pariaman, bukan tidak mungkin produk itu telah menyebar diseluruh Sumatera Barat.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperindag dan UMKM Kota Pariaman, Gusniyetti Zaunit mengatakan, pemerintah memang tidak melarang peredaran makanan ataupun produk dalam bentuk apapun yang mengandung bahan babi, namun sesuai aturan harus menerakan bahwa mengandung bahan babi pada kulit luar.

“Pemerintah memang tidak melarang beredar produk yang berbahan babi, asal legal dan sesuai aturan BPOM bahwa produsen harus menerakan produk tersebut mengandung unsur dan bahan dari babi, boleh-boleh saja. Jika sudah ada label kandungan babinya, tentu konsumen bisa memilih membeli atau tidak,” ujarnya.

Terkait hasil uji sampel oleh BPOM, jika memang mengandung DNA babi, Dinas Koperindag akan menarik produk mie instan tersebut.

“Jika hasil labornya benar, maka dipastikan akan ditarik dari tempat penjualan kemarin itu,” pungkasnya.

Nanda

20 July 2017

Laptop dan Surat Tanah Dibobol Maling Saat Makan di Pincalang
Petugas sedang melakukan olah TKP terhadap aksi pecah kaca mobil
Pauh -- Rapinis, 49 tahun, warga Sungai Sariak, Padangpariaman, menjadi korban pencurian dengan modus pecah kaca mobil, Kamis (20/7/2017) siang. Pencurian terjadi saat korban makan siang di RM Pincalang di Desa Pauh Barat, Pariaman Tengah, Kota Pariaman.

Kejadian itu berawal ketika korban sedang makan di RM Pincalang, sekitar pukul 14.00 WIB. Korban saat pergi makan, meninggalkan laptop dan beberapa lembar surat berharga di dalam mobilnya.

Betapa kagetnya korban usai makan. Korban yang tiba di parkiran mendapati kaca mobil pecah dan sejumlah barang barang yang hilang.

Menurut keterangan Rapinas, beberapa barang yang hilang antara lain satu unit laptop merek Toshiba dan satu lembar surat tanah.

"Ada laptop dan surat tanah yang hilang, total kerugian kira-kira Rp7.000.000," ujar Rapinis.

Hingga berita ini diturunkan, kasus pencurian dengan pecah kaca itu telah ditangani jajaran Polres Pariaman.

Kasus pencurian dengan pecah kaca yang menimpa Rapinis di Kota Pariaman bukanlah pertama kalinya. Pelaku memanfaatkan kelengahan dan kelalaian korban yang meninggalkan barang berharga didalam kendaraan sudah menjadi kejadian kesekian kalinya.

Diperlukan kewaspadaan dan mawas diri masyarakat agar tidak menjadi korban selanjutnya.

Nanda

14 July 2017

AF "Ayah Rutiang" Pindah Tahanan
AF saat diamankan di Mapolsek Sungailimau. Foto: Nanda
Alai Gelombang -- AF (42), tersangka kasus pencabulan anak kandung sendiri di nagari Kuranji Hilir, Kecamatan Sungailimau, Padangpariaman akhirnya dipindahkan dari Rutan Polsek Sungailimau ke Rutan Polres Pariaman, Jumat (14/7/2017) siang.

Kapolres Pariaman, AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto, mengatakan pemindahan tersangka AF ke rutan Polres Pariaman untuk lebih memudahkan penjagaan saja.

Ia membantah, jika pemindahan tersangka AF disebabkan oleh kekhawatiran luapan amarah keluarga korban kepada tersangka.

"Pemindahan tersangka agar lebih optimal saja penjagaannya. Karena di Polres ruang tahanannya luas dan petugasnya lebih banyak, maka lebih optimal," ujarnya.

Kata dia, hingga saat ini situasi masyarakat di lingkungan tempat tinggal korban masih kondusif, tidak ada gejolak yang menonjol.

"Keluarga korban kesal, marah itu jelas tapi kondisinya masih kondusif," sebutnya.

Sebelumnya, AF diamankan pada Selasa (11/7) setelah dilaporkan istrinya atas dugaan pencabulan kepada DPS (18) yang merupakan anak kandungnya sendiri sejak korban berumur 15 tahun.

AF yang berprofesi sebagai petani itu resmi ditahan setelah ditetapkan menjadi tersangka oleh penyidik unit reskrim Polsek Sungailimau pada Kamis (13/7) lalu.

Nanda
LK3 Padangpariaman, "Ayah Rutiang" Harus Dihukum Berat
Ilustrasi
Sungailimau -- Kasus pencabulan yang dilakukan ayah kandung terhadap anaknya sendiri secara berulang kali, memalukan masyarakat Padangpariaman. Hal ini patut menjadi perhatian semua pihak agar tidak terulang lagi di masa mendatang.

Ketua Lembaga Konsultasi Keluarga Kesejahteraan (LK3) Padangpariaman, Rahmat Tuanku Sulaiman mengungkapkan hal itu, Jumat (14/7/2017) menangkapi kasus pencabulan ayah kandung AF (42) terhadap anaknya  DPS (18) di Nagari Kuranji Hilir, Kecamatan Sungailimau Padangpariaman.

Kasus itu terungkap Selasa (11/7/2017) lalu oleh laporkan ibu korban ke Mapolsek Sungailimau. Hasil visum yang diperoleh kepolisian dari dokter menyatakan organ kewanitaan korban dinyatakan mengalami kerusakan. 

Menurut Rahmat, dari banyak kasus pencabulan atau kekerasan seksual, pelaku lebih dominan orang dekat sendiri dari korban. Pelakunya seharusnya merupakan orang yang melindungi korban sebagai orang dekat, termasuk anggota keluarga.

"Namun kenyataannya jadi sasaran tindakan tidak bermoral tersebut. Kasus ayah mencabuli anak ini bukan yang pertama di Padangpariaman. Akhir tahun 2016 lalu, kasus serupa terjadi di Nagari Sikucur,” kata Rahmat.

Dikatakan Rahmat, ke depan setiap keluarga jangan terlalu percaya meninggalkan anak perempuan di rumah sendiri bersama laki-laki. Sekalipun laki-laki tersebut masih kerabat sendiri.

“Jika anak perempuan tersebut menunjukkan kelainan atau perubahan yang mencurigakan dari kehidupan kesehariannya, ibunya sebagai orang yang paling dekat dan merasakan psikologis perempuan, harus menyelidikinya,” imbuh Rahmat.

Sementara itu, Pekerja Sosial LK3 Padangpariaman Armaidi Tanjung mengatakan, kasus pencabulan itu harus ada shockterapy bagi pelaku. Selain hukuman  yang lebih berat diputuskan pengadilan, hukuman sosial pun harus diberikan kepada pelaku.

“Sedangkan korban  yang sudah menderita secara fisik, psikis dan sosial, harus dipulihkan dengan pendekatan yang lebih manusiawi. Jangan sampai stigma korban pencabulan yang diberikan masyarakat menyebabkan korban semakin tertekan dan menambah penderitaannya,” kata Armaidi Tanjung penulis buku Potret dan Masalah Pekerja Anak itu.

Kasus pencabulan di lingkungan keluarga, kata Armaidi Tanjung, menunjukkan semakin lemahnya ketahanan keluarga. Ayah sebagai kepala keluarga seharusnya melindungi istri dan anak dalam berbagai aspek, termasuk tindakan amoral yang dapat menghancurkan masa depannya.

“Pencabulan ayah terhadap anak tersebut, berarti si ayah tidak lagi menjadi pelindung bagi anaknya. Tapi malah menghancurkan harga diri dan kesucian anak kandung sendiri,” pungkas Armaidi.

Kapolres Pariaman, AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto di Pariaman mengatakan, perbuatan itu telah dilakukan tersangka sejak korban berumur 15 tahun. AF yang merupakan petani dan urang sumando Kuranji Hilir itu tinggal satu atap dengan korban beserta istri.

"Perbuatan itu ia lakukan sejak awal tahun 2015 dan berulang-ulang hingga tahun 2016," jelasnya.

Akibat tidak tahan lagi oleh perlakuan ayahnya, korban sempat menghilang selama dua bulan dari rumah. Saat dicari oleh ibunya, korban menceritakan semua perlakuaan ayahnya kepada sang ibu saat ia diminta kembali ke rumah.

Akibat laku tak bermoral, AF "ayah rutiang" dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2012 Tentang Perlindungan Anak. Tersangka dikenai pasal 81 dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun.

TIM

13 July 2017

AF "Ayah Rutiang" Cabuli Anaknya Sejak Masih Usia Bawah Umur
AF usai diamankan polisi di Mapolsek Sungailimau. Foto: Nanda
Sungailimau -- Kasus pencabulan ayah kepada anak kandungnya yang terjadi di Kuranji Hilir, Sungailimau, Padangpariaman, kini memasuki babak baru.

AF, 42 tahun, warga nagari Kuranji Hilir, Kecamatan Sungailimau akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan resmi ditahan atas kasus pencabulan anak kandungnya sendiri, DPS (18) oleh penyidik Unit Reskrim Polsek Sungailimau.

Sebelumnya, AF diamankan, Selasa (11/7) setelah dilaporkan oleh istrinya atas dugaan pencabulan kepada DPS yang merupakan darah dagingnya sendiri.

Kapolres Pariaman, AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto di Pariaman, Kamis (13/7/2017), mengatakan, dari hasil pemeriksaan penyidiknya terhadap tersangka AF, diketahui perbuatan itu telah dilakukan tersangka sejak korban berumur 15 tahun.

"Dari pemeriksaan tersangka, diakui memang benar perbuatan yang dilaporkan tersebut benar ia lakukan sejak awal tahun 2015 dan berulang-ulang hingga tahun 2016," jelasnya.

Selain keterangan tersangka, korban dan sejumlah saksi, sangkaan kepada AF juga diperkuat dengan hasil visum korban yang mengalami kerusakan.

"Hasil visumnya sudah sama penyidik, dan keterangan dokter menyatakan ada kerusakan pada bagian organ kewanitaan korban," jelasnya.

Akibat perbuatan "ayah rutiang" tersebut, ia dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2012 Tentang Perlindungan Anak. Tersangka dikenai pasal 81 dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun.

Nanda

12 July 2017

Diduga Cabuli Anak Kandung Sendiri, AF Dipolisikan Istri
AF saat diamankan polisi. Foto: Nanda
Sungai Limau -- Penyidik Unit Reskrim Polsek Sungailimau mengamankan AF, 42 tahun,  warga nagari Kuranji Hilir, Sungai Limau, Padangpariaman. AF diamankan, Selasa (11/7) karena diduga telah mencabuli, DPS, 18 tahun, yang merupakan anak kandungnya sendiri.

Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto, Rabu (12/7), ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan AF usai dilaporkan oleh istrinya atas dugaan pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri ke Polsek Sungai Limau.

“Kita amankan AF selama 1 X24 jam. Terlapor atas AF yang diduga melakukan perbuatan cabul terhadap anaknya sendiri,” ujarnya.

Ia mengatakan, jika penyidik Unit Reskrim Polsek Sungailimau telah melakukan pemeriksaan terhadap AF, pelapor, korban, dan dua orang saksi.

“Kita sudah ambil keterangan dari beberapa orang, termasuk korban dan yang diduga pelaku sendiri,” terangnya.

Dia menjelaskan, dalam pemeriksaan terhadap korban, diketahui perbuatan bejat itu pertama kali  dilakukan oleh AF kepada anaknya DPS pada hari Selasa, 10 Juni 2017 silam.
Kala itu, korban dan AF hanya berdua saja di rumah. Niat bejat AF pun timbul. AF memegang tanggan korban langsung mengajak korban untuk melakukan hubungan suami istri. AF sempat tertegun, saat korban berujar istigfar dan menolak paksaan AF. Namun apa daya, nafsu bejat telah merasuki AF hingga ke ubun-ubun.

“Dari pengakuan korban, perbuatan terlapor AF kepada dia terus terulang hingga beberapa kali,” imbuh dia.

Dilanjutkan AKB Bagus, perbuatan AF itu terungkap beberapa hari belakangan setelah korban enggan pulang ke rumah dan menginap dirumah temannya --karena trauma terpalor kembali mengulangi perbuatannya lagi.

Ibu korban akhirnya menemukan korban yang sempat tidak pulang ke rumah selama tiga hari. Ibu korban yang curiga lantas menanyakan alasan korban tidak mau pulang ke rumah.

“Setelah mendapatkan pengakuan dari korban, ibu korban akhirnya langsung melaporkan AF ke Polsek Sungai Limau, dan korban kita amankan untuk keperluan penyelidikan,”pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, terlapor AF masih dalam pemeriksaan polisi.

Nanda

8 July 2017

Kebakaran di Pasar Tandikek Hanguskan 5 Ruko dan Rumah
Foto: Nanda
Tandikek -- Lima (5) unit bangunan ruko dan rumah terbakar di Pasar Tandikek Kecamatan Patamuan, Padangpariaman, Sabtu (8/7/2017) malam.

Informasi yang dihimpun wartawan di lokasi kejadian, 5 bangunan tersebut terdiri dari 4 ruko milik Buzar, 70 tahun, Doni, 45 tahun, Masjon, 50 tahun dan Jun, 30 tahun.

Salah seorang warga setempat, Syamsul Bahri, mengatakan kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 19.00 WIB usai salat magrib. Api berasal dari salah satu ruko milik Jun tempat rental Playstation yang saat itu ditinggal pergi.

Ia juga tidak mengetahui pasti penyebab kebakaran karena saat itu api telah terlihat menjalar pada bagian atap ruko. Api yang cepat membesar lantas menjalar hingga menghanguskan 3 ruko dan 1 rumah yang berdampingan.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.30 WIB, setelah 3 unit pemadam kebakarana Dinas Pol PP/Damkar Padangpariaman tiba di lokasi.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian.

Nanda

2 July 2017

Kapal Patroli Tenggelam, Polres Pariaman Rugi Rp600 Juta
Pencarian dilakukan dengan bantuan menyelami lautan. Foto: Nanda
Pulau Ujuang -- Kapolisian Resor (Polres) Pariaman bersama BPBD Kota Pariaman dibantu nelayan sekitar, masih melakukan pencaharian terhadap kapal patroli C-4 Satuan Polisi Air Polres Pariaman yang tenggelam, Kamis (29/6) siang.

Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto dalam keterangan persnya di Mapolres setempat, Sabtu (1/7/2017) siang menerangkan, pencarian kapal dilakukan sejak hari Jumat (30/6), sehari setelah tenggelamnya kapal yang dikemudikan oleh Aipda Martias tersebut.

"Tenggelamnya kan sekitar pukul 15.00 WIB. Dengan alasan keamanan, pencaharian dilakukan esok harinya," ujar dia.

Sebelumnya, kapal patroli tipe C-4 Satpol Air Polres Pariaman yang dikapteni oleh Aipda Martias tenggelam setelah dihempas gelombang setinggi 1,5 meter ketika melakukan pemindahan bantuan logistik air bersih kepada kapal KLM Amanda Indah yang mengalami kerusakan mesin di perairan Pulau Ujuang, Kota Pariaman.

"Kapal patroli C-4 merapat untuk memindahkan air menggunakan wadah derigen, tiba-tiba kapal dihempas gelombang setinggi 1,5 meter dari buritan kapal dan memenuhi seluruh lambung kapal," jelasnya. Selanjutnya kapal yang sarat muatan tersebut langsung tenggelam ke dasar lautan.

Ia menambahkan, proses pencarian saat ini terkendala kuatnya arus bawah laut, sehingga posisi kapal yang tenggelam terseret arus dan berpindah-pindah.

Kapal patroli Satpol Air tipe C-4 merupakan satu dari dua kapal patroli yang dimiliki oleh Polres Pariaman. Kapal bertugas menjaga situasi kamtibmas di perairan, wilayah Polres Pariaman.

Tenggelamnya salah satu kapal patroli Polres Pariaman, kata Bagus, tidak akan mengurangi penjagaan kamtibmas di wilayah perairan Polres Pariaman. Meski berkurangnya jumlah kapal patroli, patroli dapat dioptimalkan dengan melibatkan Pemko Pariaman.

Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diprediksi mencapai Rp600 juta.

Nanda

28 June 2017

Bocah 7 Tahun Tenggelam di Muaro Pasir Baru
Nyawa korban tidak terselamatkan pasca tenggelam. Foto: Nanda
Pasir Baru -- Satu orang anak di bawah umur terpeleset dan tenggelam ke dasar sungai dekat Muaro Baru, Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Rabu (28/6/2017) sore.

Sakila Anjani, 7 tahun, warga Pasir Baru, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai limau itu ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa setelah ditemukan di dasar muara.

Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto melalui Kasubag Humas Polres Pariaman, AKP Sumiarti, mengatakan sebelum tenggelam Sakila sedang bermain di pinggir sungai di Muaro Pasir Baru bersama temannya.

Namun naas, saat korban berjalan di atas batu grid di pinggir sungai, korban terpeleset. Korban yang tidak bisa berenang, akhirnya tenggelam. Teman korban, Afizah yang hisiteris melihat temannya terpeleset lantas berteriak minta tolong, dan warga menyelami melakukan pencarian.

"Tidak lama berselang sekitar setengah jam kemudian, tubuh korban baru ditemukan dan dibawa ke Puskesmas Sungai Limau untuk mendapat pertolongan. Namun korban tidak dapat diselamatkan dan meninggal," ujarnya.

Kepala BPBP Kabupaten Padangpariaman, Amiruddin, mengimbau masyarakat dan wisatawan yang berlibur ke pantai di Padangpariaman untuk mengawasi dan menjaga anak-anaknya. Ia juga meminta agar pengunjung objek wisata pantai mematuhi jika ada larangan mandi dan berenang di pantai.

"Kita sudah pasang spanduk dan rambu larangan berenang, namun masih saja yang melanggar. Padahal untuk keselamatan," sebutnya.

Nanda

27 June 2017

Dihempas Ombak Gandoriah, Bocah 8 Tahun Patah Tulang
Misel dirawat di RSUD Pariaman. Foto: Nanda
Gandoriah -- Satu orang pengunjung pantai Pariaman mengalami patah tulang saat berenang di Pantai Gondariah Pariaman, Selasa (27/6/2017) siang.

Misel, bocah berusia 8 tahun, wisatawan asal Kota Pekanbaru, Riau, mengalami patah tulang pada bagian lengan kiri setelah terhimpit kakaknya saat berenang di pantai.

Peristiwa itu berawal saat Misel dan kakaknya Refal, 12 tahun berenang bersama di Pantai Gondariah. Namun Refal yang saat itu kaget saat tiba-tiba ombak besar menghantamnya terhempas. Kuatnya gelombang membuat Refal tidak dapat mengendalikan diri hingga menghimpit lengan sang adik. Akibatnya, Misel yang mengalami patah tulang langsung dilarikan ke RSUD Pariaman.

Mendapati peristiwa tersebut Wakapolres Pariaman, Kompol Nofriadi Zen mengimbau pengunjung yang membawa anak-anak untuk berhati-hati saat bermain di Pantai Gondariah.

"Bagi pengunjung yang bawa anak-anak, harus ekstra hati-hati dan mengawasi anak-anak saat bermain di pantai. Dikuatirkan kejadian hal yang seperti ini bisa terjadi kepada siapa saja. Maka dari itu para orangtua wajib mengawasi," ujarnya.

Dikatakannya, melalui pusat informasi di Pos Pengamanan Pantai Gondariah, pihaknya terus menyampaikan imbauan kepada pengunjung untuk hati-hati saat bermain di pantai.

"Kita terus imbau pengunjung melalui pusat informasi setiap saat untuk berhati-hati. Sekarang yang menonjol adalah anak hilang," ujarnya.

Sebelumnya Wakil Walikota Pariaman Genius Umar telah mengimbau kepada seluruh pengunjung Pantai Pariaman untuk tidak mandi-mandi laut di tempat yang telah dilarang oleh pemerintah. Sepanjang pantai Pariaman menurutnya belum diperbolehkan oleh pemerintah untuk kawasan mandi, apalagi bagi anak-anak.

"Kita sudah pasang plang larangan mandi bagi pengunjung dan ini wajib dipatuhi," ujarnya.

Beberapa lokasi juga sudah dijaga oleh petugas dari BPBD Kota Pariaman. Lokasi rawan tersebut tersebar di beberapa titik di sepanjang pantai Pariaman.

Nanda/OLP

22 June 2017

Diduga Dibunuh, ABG Ditemukan Tak Bernyawa di Fly Over Katapiang
Korban ditemukan dalam sudah dalam kondisi tak bernyawa. Foto: Nanda
Batang Anai -- Penemuan sesosok mayat remaja ABG di kawasan Fly Over Bandara Katapiang, Kecamatan Batang Anai, gemparkan warga setempat, Kamis (22/6/2017) dinihari.

Jenazah yang diketahui identitasnya bernama, Dayat Agustin, 15 tahun, merupakan warga Asam Jawa, Nagari Lubuak Aluang, Padangpariaman, ditemukan sekitar pukul 03.15 WIB.

Informasi dari Putra (bukan nama sebenarnya) salah satu rekan dari korban mengatakan, sebelum ditemukannya menjadi mayat, korban bersama rombongan sebanyak 5 sepeda motor pergi ke jembatan Fly Over untuk berfoto-foto. 

Sesampai di jembatan sekira pukul 02.30 WIB, korban dan temannya didatangi salah seorang pemuda yang tidak mereka kenal dan bertanya kepada rekan korban perihal asal korban dan kawannya.

"Dia orang yang datang itu nanyain kita anak mana, saya bilang kita anak Lubuak Aluang, setelah itu dia pergi dan beberapa saat kembali dengan kawan-kawannya dan mengejar kami. Kami, berpencar. Beberapa saat kemudian baru diketahui bahwa korban menghilang, setelah dicari, ditelpon malah aktif tapi tak diangkat," kisah salah seorang rekan korban yang engan disebut namanya.

Tidak berselang lama, pukul 03.15 WIB baru korban di temukan di ujung jembatan Fly Over di dalam semak-semak dalam kondisi tidak bernyawa. Usai ditemukan, rekan korban melapor ke pos polisi Fly Over.

"Pas ketemu, dia sudah sudah tidak bernyawa," jelasnya.

Kapolres Padangpariaman, AKBP Eri Dwi Heriyanto, mengatakan, pihaknya telah melakukan penyelidikan atas kematian korban yang diduga merupakan korban tindakan penganiayaan yang menyebabkan kematian.

Untuk keperluan penyelidikan, jenazah korban saat ini dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumatera Barat untuk dilakukan outopsi. Sedangkan pelakunya, ungkap dia, masih dalam penyelidikan kepolisian.

"Kita sudah lakukan outopsi untuk keperluan penyelidikan, namun hasilnya belum didapatkan. Pelakunya juga masih dalam lidik kami," ujarnya.

Nanda

10 June 2017

Polres Pariaman Periksa Kejiwaan Saksi Kunci Kasus Pembunuhan Zulbaidah
Jenazah Zulbaidah ditemukan terkapar di rumahnya. Foto: Nanda
Bungo Tanjuang -- Adrianto, 30 tahun, warga Desa Bungo Tanjuang, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, jalani proses observasi di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) RB Sa'anin, Padang, Sabtu (10/6/2017).

Adrianto merupakan saksi kunci kasus kematian Zulbaidah, 55 tahun, warga Desa Bungo Tanjuang yang diduga dibunuh oleh orang tidak dikenal.

Jenazah Zulbaidah ditemukan Rabu (7/6) dinihari oleh saksi kunci tersebut. Observasi itu dilakukan untuk memastikan kondisi kejiwaan Andrianto sebelum diambil keterangannya atas penyelidikan peristiwa nahas itu. Dalam peristiwa itu, ia merupakan orang yang pertama kali menemukan jenazah korban dalam kondisi tidak bernyawa dan bersimbah darah.

Kepala Kepolisian Resor Pariaman, AKBP Bagus Suropratomo Oktoberianto, Sabtu (10/6/2017) di Mapolres Pariaman mengatakan, observasi yang dilakukan kepada Adrianto sangat diperlukan untuk memastikan kejiwaannya sebelum diambil keterangan. Diketahui, Andrianto sebelumnya juga pernah menjalani perawatan di RSJ atas penyakit yang ia derita.

"Keterangan saksi itu ada nilainya, kalo yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa, maka nilai keterangannya nol sehingga observasi ini begitu penting untuk langkah penyelidikan ke depannya. Apalagi saksi memiliki latar pernah menjalani perawatan akibat gangguan jiwa," ujarnya.

Selain Adrianto, penyidik juga telah mengambil keterangan dari beberapa saksi lainnya. Setidaknya lebih dari 5 orang telah diperiksa penyidik atas peristiwa tersebut.

"Tidak hanya saksi kunci ya, beberapa saksi lainnya juga sudah dimintai keterangannya," ulasnya.

Dikatakan Bagus, kejelian penyidik mengungkap kasus pembunuhan tersebut membuahkan fakta-fakta baru peristiwa pembunuhan korban.

"Hasil labfor ternyata pelakunya menghabisi nyawa korban bukan menggunakan parang yang kita temukan di TKP, namun menggunakan cangkul yang kita temukan di dekat TKP," rincinya.

Bagus sendiri menarget, penungkapan kasus pembunuhan Zulbaidah akan segera ditingkatkan pada tahapan penyelidjkan untuk menentukan atau menetapkan tersangka.

"Penyidik tentu sudah punya gambaran tentang pelakunya karena sudah mulai terarah penyelidikannya dan bukti-bukti juga sudah mengarahkan kepada pelaku peristiwa pidana ini. Namun sejumlah pembuktian tentu harus kita perkuat untuk dasar penetapan tersangka. Kita targetkan penyelesaian kasus dengan cepat," pungkasnya.

Nanda

8 June 2017

Polisi Padangpariaman Tangkap Pengguna Sabu dan Ganja di Bulan Puasa
Polisi perlihatkan barang bukti yang disita dari tersangka. Foto: Nanda
BH (27), warga Korong Padang Toboh, Kecamatan Ulakan Tapakis, Padangpariaman, terancam berlebaran dibalik jeruji besi Polres Padangpariaman, setelah ia tertangkap tangan menyimpan narkoba jenis sabu, Rabu (7/6/2017) pukul 00.15 WIB.

Kasat Resnarkoba Polres Padangpariaman, Iptu Gusnedi didampingi Kasubag Humas Polres Padangpariaman, Iptu Irwan Sikumbang menuturkan, tersangka BH ditangkap di pinggir jalan Pasar Kampung Galapung-Ulakan Tapakis saat hendak melakukan transaksi narkoba dengan pengguna lainnya.

Petugas yang mendapatkan informasi terlebih dahulu dari masyarakat tentang adanya transaksi narkoba, kata dia langsung melakukan pengintaian gerak-gerik tersangka.

“Begitu mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya aktivitas transaksi narkoba, kita lakukan pengintaian gerak-gerik tersangka, hingga saat tersangka dalam perjalanan untuk melakukan transaksi, langsung kita hentikan dan geledah. Betul adanya informasi yang kita dapatkan dan ditemukan barang bukti narkoba dari tersangka,” tuturnya.

Dari tersangka BH, polisi mengamankan barang bukti 1 (satu) paket kecil diduga narkotika jenis sabu yang dibungkus dengan plastik bening dan 1 (satu) unit telepon genggam.

Kini, tersangka BH, terancam hukuman maksimal 12 tahun kurungan penjara karena melanggar pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang no.35 tahun 2009 tentang narkotika.

Dipaparkan Iptu Gusnedi, sehari sebelumnya Satresnarkoba Polres Padangpariaman juga menangkap AA (35), warga Sungai Pinang, Nagari Kasang, Batang Anai, Padangpariaman. AA ditangkap di rumahnya saat akan melakukan transaksi narkoba jenis ganja.

“Dari tersangka polisi menyita barang bukti, berupa 1 (satu) paket kecil diduga narkotika jenis ganja berbungkus kertas buku dan 1 (satu) unit telpon genggam," ungkapnya.

Kini, AA terancam mendekam 12 tahun kurungan penjara atas perbuatannya melanggar pasal 111 ayat (1) Jo Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-undang no.35 tahun 2009 tentang narkotika.

Dikatakannya, perang terhadap narkoba tidak berhenti meskipun pada bulan Ramadhan. Meski menjalankan rutinitas puasa, tim opsional akan terus melakukan tugas penindakan terhadap penyalahgunaan narkoba secara optimal.

“Kita akan ungkap dan tindak terus pelaku penyalahgunaan narkoba, puasa-puasa tetap semangat,” tutupnya.

Nanda
Kasus Pembunuhan Zulbaidah, Polisi Susun Kronologis Guna Mencari Pelaku
Jasad Zulbaidah ditemukan bersimbah darah di kamar rumahnya. Foto: Nanda
Alai Galombang -- Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pariaman, AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto, mengatakan bahwa ia dan penyelidik kasus akan melakukan analisa dan evaluasi (anev) tertutup atas dugaan pembunuhan terhadap Zulbaidah, 55 tahun, di Desa Bungo Tanjuang, Kecamatan Pariaman Timur, Pariaman.

Anev tersebut, ujar Bagus, merupakan rangkaian penyilidikan yang dilakukan penyelidik untuk memperjelas fakta-fakta terkait kematian korban, menyusun kronologis dan mengarahkan pada kemungkinan pelaku.

"Kita baru akan gelar anev tertutup penyelidik yang menangani perkara ini untuk menyusun kronologis dan mempertegas fakta-fakta kematian korban," sebutnya di Mapolres Pariaman, Kamis (8/6/2017).

Bagus berkata pihaknya hingga saat ini masih menunggu hasil autopsi yang telah dilakukan oleh dokter forensik RS Bhayangkara Polda Sumatera Barat untuk memastikan penyebab kematian korban.

"Kita masih menunggu hasil autopsi korban, sementara hasil visum bagian luar memperlihatkan ada luka robek bekas senjata tajam dan luka pada bagian sikutnya," ungkap Bagus.

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, warga Desa Bungo Tanjung digemparkan dengan penemuan tubuh bersimbah darah Zulbaidah dalam kondisi tidak bernyawa di kamar rumahnya, Rabu (7/6) pukul 05.30 WIB.

Zulbaidah diduga menjadi korban pembunuhan setelah beberapa barang bukti berupa parang diamakankan di lokasi oleh pihak kepolisian.

Nanda

7 June 2017

Temukan Parang di TKP Bungo Tanjuang Berdarah, Polisi Turunkan Anjing Pelacak
Zulbaidah ditemukan bersimbah darah di rumahnya. Foto: Nanda
Bungo Tanjuang -- Polisi Resor (Polres) Pariaman masih melakukan penyelidikan penyebab kematian Zulbaidah (55), warga Dusun Mudiak, Desa Bungo Tanjuang, Kecamatan Pariaman Timur.

Sebelumnya, warga Dusun Mudiak, Desa Bungo Tanjuang, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, digemparkan dengan penemuan jenazah Zulbaidah, alias Ijun bersimbah darah di dalam kamar tidurnya, Rabu (7/6/2017) pukul 05.30 WIB.

Korban pertama kali ditemukan oleh keponakannya, Adrianto (29), sebelum azan subuh. Usai mendapati korban, saksi langsung melaporkan kepada ibunya yang merupakan adik kandung korban.

Kapolres Pariaman, AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto, di TKP menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengambilan keterangan dan olah TKP di rumah korban dan beberapa rumah sekitar rumah korban, usai mendapatkan laporan penemuan jenazah dari masyarakat di SKPT Polres Pariaman pukul 07.00 WIB.

Dari hasil visum bagian luar tubuh korban diketahui terdapat luka-luka pada bagian pipi kanan, sikut kanan pada jasad korban yang diduga akibat benda tajam. Untuk memperjelas fakta tentang kematin jezanah, Polres Pariaman dibantu Unit K-9 Direktorat Shabara Polda Sumatera Barat menggunakan dua ekor anjing pelacak.

Dari TKP, polisi telah mengamankan beberapa barang bukti yang mungkin terkait dengan fakta kematian korban. Beberapa barang bukti, berupa sebilah parang, kain, ikut diamankan polisi dari TKP dan mengambil keterangan saksi-saksi.

“Usai mendapatkan informasi melalui SPKT, kita langsung mendatangi TKP dan melakukan pengambilan keterangan dan olah TKP,” sebutnya.

Dari pantauan wartawan, kepolisian terlihat membawa adik kandung korban, bersama anaknya Adrianto ke kantor Polres Pariaman untuk diambil keterangan lengkap terkait peristiwa tersebut.

Usai dilakukan oleh TKP, jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumatera Barat untuk dilakukan autopsi.

Sementara itu, Devi (26), salah seorang tetangga korban mengatakan, korban mengalami gangguan jiwa, namun tidak menganggu orang lain. Korban yang memiliki seorang putera itu diketahui bekerja serabutan sebagai tukang pembersih cabai di Pasar Pariaman.

“Orangnya tidak ada mengganggu orang lain, dia sibuk sendiri,” kenangnya.

Nanda
Penemuan Mayat Wanita Bersimbah Darah Gemparkan Warga Bungo Tanjuang
Korban ditemukan bersimbah darah di rumah sendiri. Foto: Nanda
Bungo Tanjuang -- Penemuan mayat bersimbah darah di Dusun Mudiak, Desa Bungo Tanjuang, Kecamatan Pariaman Timur gegerkan warga setempat.

Zulbaidah, 55 Tahun, seorang ibu rumah tangga warga Dusun Mudiak, Bungo Tanjuang ditemukan bersimbah darah di kamar rumahnya sendiri, Rabu (7/6/2017) pukul 07.00 WIB.

Informasi yang dihimpun di tempat kejadian perkara (TKP), Zulbaidah ditemukan pertama kali oleh kemenakan korban, Adrianto, 29 tahun sebelum waktu salat subuh. Usai menemukan, saksi memberitahukan ibunya, Ramaini alias Piak Jebong. Informasi pun menyebar kepada masyarakat dan dalam waktu singkat, TKP dipadati warga.

Devi, 23 tahun, warga setempat yang sempat melihat di TKP mengatakan, jenazah korban mengalami beberapa luka pada bagian kepala dan sikut.

"Pagi-pagi pas lagi ramai-ramainya sempat melihat korban. Kondisinya sangat parah, ada luka bekas tersayat di pipi, sikut," ujarnya.

Devi mengatakan korban Zulbaidah menurutnya mengalami gangguan jiwa sejak lama, namun tidak mengganggu orang lain.

Tidak berselang lama, usai mendapatkan laporan pukul 07.30 WIB, personil Polres Pariaman dipimpin oleh Kapolres Pariaman, AKBP Bagus Suropratomo melakukan olah TKP. Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih melakukan olah TKP.

Nanda

6 June 2017

Lagi Kereta Sibinuang Tabrak Mobil, Sekeluarga Dilarikan ke RSUD
Kendaraan korban rusak berat akibat ditabrak kereta api. Foto: Nanda
Nan Sabaris -- Jalur perlintasan sebidang kereta api tanpa plang pintu kembali memicu terjadinya kecelakaan. Doni Prana Wahyu (39), warga Perumnas Kampung Ladang, Lubuk Alung, Padangpariaman, terpaksa melewati berbuka puasa di rumah sakit, setelah ia bersama istri dan dua orang puteranya terlibat kecelakaan dengan Kereta Api Sibinuang, Selasa (6/6/2017) pukul 15.10 WIB.

Kapolsek Nan Sabaris Iptu Pamudji melalui Kanit Intelkam Aiptu F. Wendi, menuturkan kecelakaan berawal saat Doni Prana Wahyu bersama istrinya, Tutri Sari Nengsih (26) dan dua orang anaknya Halif (3), Khairan (1,5) hendak ngabuburit sembari membeli takjil untuk berbuka puasa di daerah Ulakan. Polisi mengatakan hingga kini korban belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam perawatan tim medis

"Keterangan dari pihak keluarga korban, bahwa korban ini ngabuburit sambil nyari takjil untuk buka puasa, namun nahas, menuju lokasi terlibat kecelakaan," ujar Wendi di RSUD Pariaman.

Mobil sedan Honda Civic dengan Nomor Polisi BA 1025 QY berkelir putih yang dikemudikan Wahyu, lanjut Wendi, melaju dari Simpang Vanili menuju Jirat Kampung Tangah, Ulakan.
Saat bersamaan di perlintasan Kereta Api Korong Jiraik Baruah, Nagari Kapalo Koto, datang rangkaian kereta api Sibinuang dari arah Lubuk Alung menuju Kota Pariaman.

Kecelakaan pun tidak terelakkan lagi. Akibat benturan itu, sedan yang berpenumpang 4 orang itu terseret sejauh 20 meter ke sawah pinggir bantaran rel.

Dikatakan Wendi, usai kejadian keempat korban langsung dievakuasi ke IGD RSUD Pariaman dan sedan korban dievakuasi ke Mapolsek Nan Sabaris.

"Kami masih sedang lidik, ini korbannya semua masih di rumah sakit dan belum bisa dimintai keterangan. Untuk ranmornya (mobil) sudah kita evakuasi dan amankan," katanya.

Informasi yang dihimpun di RSUD Pariaman, keempat korban, Doni Prana Wahyu, mengalami gigi patah, Halif mengalami memar dan bengkak pada bagian kepala, Khairan mengalami luka pada sikut kanan dan Tutri Sari Nengsih mengalami trauma akibat benturan.

Salah seorang saksi mata, Rahmad Mulyadi di lokasi menuturkan, sebelum terjadinya kecelakaan, warga setempat telah berupaya meneriaki pengemudi sedan untuk berhenti karena ada kereta melintas. Namun mobil terus saja melaju hingga terjadinya kecelakaan.

"Sudah diteriaki kalo ada kereta lewat, tapi mungkin karena kaca mobil yang tertutup sehingga teriakan warga tidak terdengar hingga terjadinya tabrakan," jelasnya.

Kecelakaan kereta api versus kendaraan mobil menurutnya bukanlah pertama kali terjadi di lokasi itu. Di tahun sebelumnya kasus serupa pernah juga terjadi. Ia berhadap kepada pihak PT KAI dapat memasang portal perlintasan ataupun petugas penjaga perlintasan.

"Kalo bisa setiap perlintasan ini diberi portal atau petugas agar ke depan tidak ada lagi kecelakaan seperti ini," pungkasnya.

Nanda

29 May 2017

Penemuan Bayi Oleh Warga Gemparkan Sungai Geringging
Bayi saat ini dirawat di Puskesmas Sungai Geringging
Sungai Geringging -- Penemuan bayi di Korong Tanjung Alai, Nagari Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging, Kabupaten Padangpariaman gegerkan warga, Senin (29/5/2017) pagi.

Bayi berjenis kelamin perempuan berselimutkan kain itu, ditemukan di rumah Nasrul (65), di Korong Tajung Alai, Nagari Kuranji Hulu sekitar pukul 07.00 WIB. Bayi tersebut ditemukan tergeletak sedang menangis di pondok bambu di depan rumahnya.

Kini, bayi tersebut telah dievakuasi ke Puskesmas Sungai Geringging untuk mendapatkan perawatan dan makanan beserta tindakan medis.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sungai Geringging Polres Pariaman, AKP Rahmat, menjelaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap orang yang membuang bayi yang diperkirakan berumur 1 minggu tersebut. Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu saksi pemilik rumah bayi ditemukan untuk membuat laporan.

"Kita masih menunggu laporan dari saksi dan melakukan pengumpulan keterangan-keterangan. Untuk sementara belum bisa dipastikan motif pembuangan bayi tersebut," jelasnya.

Dijelaskan Rahmat, dari pengumpulan keterangan sementara di TKP, dimungkinkan pelaku meletakkan bayi pada dinihari saat kondisi pemukiman sepi.

Ia mengaku telah berkoordinasi dengan bidan, puskesmas dan dukun beranak yang ada di Kecamatan Sungai Geringging untuk mengetahui data ibu yang melahirkan yang ditangani bidan dan puskesmas. Namun pendataan yang dilakukan, belum ada ditemukan ibu melahirkan dengan waktu berdekatan waktu pembuangan bayi malang itu.

"Dari pendataan dan koordinasi kita dengan bidang dan puskesmas, belum mengarah pada peristiwa tersebut," jelasnya.

Dikatakan Rahmat, ia akan berkoodinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Padangpariaman untuk perawatan dan pengasuhan bayi malang tersebut.

"Kita koordinasikan dengan pihak Dinas Sosial untuk perawatan dan pengasuhannya," tutupnya.

Nanda

24 May 2017

Polisi Sita Benda Mirip Granat Nanas Milik Pensiunan TNI di BIM
Foto: Nanda
Katapiang -- Polsek Kawasan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sita alat peraga berbentuk granat nanas dari salah seorang calon penumpang pesawat di BIM, Rabu (24/5/2017), pukul 04.10 WIB.

Polisi amankan benda mirip granat


Alat peraga berbentuk granat nanas tersebut ditemukan dari dalam tas milik pria bernama Muslimin. Ia merupakan seorang purnawirawan TNI AD yang tinggal di Blok Kebon Asem RT/RW 012/003 Kelurahan Trusmi Kulon, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat.

Rencananya Muslimin akan melakulan penerbangan menuju Jakarta menggunakan pesawat Lion Air pukul 05.30 WIB.

"Usai dilakukan pemeriksaan isi tas penumpang tersebut, petugas bandara melaporkan temuan tersebut kepada Polsek Bandara BIM," ujar Kapolres Padangpariaman, AKBP Dwi Eri Yulianto melalui Kapolsek Kawasan Bandara BIM, IPTU Yuliadi..

Lebih jauh dijelaskan oleh Yuliadi, penumpang yang membawa alat peraga berbentuk granat nanas tersebut telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Dari pemeriksaan yang dilakukan, diketahui alat peraga berbentuk granat nanas untuk koleksi dan kenang-kenangan setelah pensiun sebagai anggota TNI.

Untuk memastikan keamanan, tim gegana Sat Brimob Polda Sumatera Barat telah melakukan pengecekan dan pemeriksaan. Meskipun bukan granat asli, kepolisian tetap menyita benda tersebut untuk alasan keamanan.

Penemuan alat peraga berbentuk granat itu dipastikan tidak mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara BIM. Namun, Muslimin terpaksa melanjutkan keberangkatannya pada penerbangan berikutnya setelah dimintai keterangan oleh polisi.

"Kuatirnya masyarakat yang awam ketika melihat benda tersebut takut. Untuk keamanan agar tidak salah guna oleh orang lain," pungkas Yuliadi.

Nanda

21 May 2017

Nelayan Bagan Karam Bernama Kutar Selamatkan Diri Gunakan Fiber Ikan
ilustrasi
Katapiang -- Penuh perjuangan menepi ke tepi pulau, akhirnya Tarmizi alias Kutar (45), berhasil selamat. Kutar yang merupakan satu dari tujuh (7) nelayan yang menjadi korban KM Revo yang karam sekitar 3 mil dari Pantai Ketaping, Padangpariaman. Ia selamat setelah berjuang berenang menggunakan tutup fish box (fiber ikan) menuju Pulau Sawo, Kota Padang pukul 18.00 WIB.

"Setelah sampai di Pulau Sawo, yang akhirnya bersangkutan ditemukan oleh nelayan Purus Padang dan dievakuasi ke Pantai Muaro Lasak, Puruih," ujar Kanit Gakkum Satpol Air Polres Padangpariaman, Aiptu Marjan Gayo, Minggu (21/5/2017) sore.

Nelayan bersama anggota Satpol Air Polres Padangpariaman sempat melakukan pencarian Kutar alias Tarmizi dengan memutari Pulau Sawo. Pencarian yang sejak siang hingga sore dilakukan, setelah tim pencari sempat kontak dengan Kutar melalui telpon seluler, namun belum menemukan Kutar.

"Kita sudah mengelilingi pulau, karena memang ada telpon dari pak Kutar bahwa ia menepi di pulau. Setelah kita lakukan pencarian, belum ditemukan. Namun saat kita sudah menepi ke pos, yang bersangkutan sudah dievakuasi ke tepi pantai oleh nelayan Purus," ungkapnya.

Kutar yang saat ini sudah dievakuasi ke Polsek Padang Barat rencananya segera dijemput oleh keluarga dan pemilik kapal Bagan KM Revo.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tujuh dari delapan awak Kapal Bagan dengan merk lambung Revo --yang karam di diterjang gelombang badai Minggu dinihari-- akhirnya ditemukan, Minggu (21/5/2017) siang.

7 orang nelayan yang telah ditemukan tersebut bernama Leba (50), warga Desa Taluak Pariaman, Arisman (33), warga Karan Aur Pariaman, Dedi (30), warga Pesisir Selatan, Eng Suandi (40), warga Pesisir Selatan, Edo (23), warga Pesisir Selatan, Andi (23), warga Pesisir Selatan, Muklis (38), warga Pesisir Selatan. 7 orang nelayan tersebut telah dievakuasi ke Karan Aur Kota Pariaman.

7 orang nelayan tersebut diselamatkan atas kerjasama BPBD Padangpariaman, Pol Air Padangpariaman, BPBD Sumbar dan nelayan setempat.

Hilangnya nelayan diketahui pada hari Minggu (21/5) pukul 02.30 WIB. Kapal yang digunakan melaut itu pecah setelah dihamtam gelombang tinggi dan diterpa angin kencang di sekitar 1 mil dari bibir Pantai Ketaping.


Nanda