Berikut Jumlah Bencana Alam yang Terjadi di Wilayah Padangpariaman Akibat Cuaca Buruk
Bupati Ali Mukhni bersama masyarakat tinjau arus sungai pasca hujan di Batu Kalang, Padang Sago, Kamis (21/9).

Padangpariaman --- Tingginya curah hujan disertai angin kencang sejak dua bulan terakhir, tentunya akan berpotensi datangnya bencana banjir, tanah longsor, banjir bandang hingga puting beliung.

Hal tersebut berusaha diantisipasi oleh Bupati Padangpariaman Ali Mukhni yang segera menyerukan warganya untuk siaga menghadapi segala bencana yang akan terjadi.

Imbauan tersebut diserukan Ali Mukhni setelah menerima laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengenai curah hujan yang tinggi dan beresiko di berbagai kecamatan di Padangpariaman.

“Kami imbau masyarakat Padangpariaman siap siaga darurat bencana 1x24 jam karena curah hujan yang sangat tinggi,” ujar Ali Mukhni usai mengunjungi masyarakat di Batu Kalang, Padang Sago, Kamis (21/9).

Terkait siaga kebencanaan, Ali Mukhni menyebut dirinya telah lama memantau penuh. Semua laporan terkait bencana dari SOPD, Walinagari dan Camat mesti disampaikan tiap hari. Baik saat ada bencana maupun tidak.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Padangpariaman Amiruddin merilis peristiwa bencana seminggu terakhir akibat hujan lebat dengan durasi panjang. Curah hujan tinggi disertai angin kencang telah mengakibatkan bencana alam yang mengakibatkan kerugian materil bagi masyarakat.

Dalam rilis yang diterima redaksi, berikut data bencana selama satu minggu terakhir;

1. Pohon tumbang menimpa badan jalan di Korong Kampuang Durian Nagari Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung pada tanggal 20 September 2017.

2. Pohon tumbang menimpa badan jalan di Korong Talawo Mundam di Nagari Katapiang, Kecamatan Batang Anai, 20 september 2017        

3. Pohon tumbang menimpa badan jalan di Sigimba, Kecamatan Ulakan Tapakis 20 September 2017.

4. Tanah longsor menimbun badan jalan Sungai Limau - Sungai Geringging di Korong Lampajang Nagari Kuranji Hilir Sungai Limau. Kejadian jam 14.00 Wib, Rabu, 20 September 2017. Ketinggian longsor 2 meter, panjang longsor 7 meter.

5. Jalan terbal di Korong Batu Mangaum Nagari Kuranji Hulu Kecamatan Sungai Geringging. Kejadian hari Selasa, 19 September 2017. Jam 22.00 Wib. Jalan yang runtuh sekitar 1 meter, panjang 4 meter.

6. Longsor menimpa 2 rumah. Lokasi kejadian Korong Kubu Alahan Kuranji, Nagari Sungai Ssirah Kuranji Hulu Kecamatan Sungai Geringging.

1) Rumah milik Siar, petani umur 70 tahun dengan 3 anggota keluarga. 2 sepeda motor ikut tertimbun dengan kondisi rumah rusak berat.

2) Rumah milik Efendi, petani, umur 37 tahun dengan 5 anggota keluarga, seorang di antaranya ibu hami. Kondisi rumah rusak.

7. Tanah longsor juga menimbun jalan nagari antara Korong Lansano - Korong Patamuan. Akses jalan tidak bisa dilalui kendaraan bermotor/lumpuh total. Ketinggian material tanah longsor mencapai 4 mater panjang longsor 10 meter. Lokasi kejadian di Korong Lansano Nagari Sikucur Barat, Kecamatan VII Koto Kampung Dalam.

"Tidak ada korban jiwa, ada satu luka ringan dan kerugian yang ditimbulkan ketegori sedang setelah dihitung tim teknis," ujar Amiruddin. (TIM)
Gempa 6.2 SR Tidak Berpotensi Tsunami, Warga Berhamburan
Foto BMKG
Pariaman -- Gempa bumi dengan guncangan kuat bangunkan warga Pariaman yang sedang terlelap tidur, Jumat dinihari pukul 00.06 WIB, (1/9/2017). Bahkan ada di antara warga spontan meninggalkan kediamannya untuk mengungsi.

BMKG mencatat, gempa berkekuatan 6.2 SR itu berlokasi 80 km timur laut Kepulauan Mentawai atau 87 km barat daya Kota Pariaman, berada di posisi 1.30 lintang selatan dan 99.66 bujur timur, dengan kedalaman 10 km. BMKG dalam rilisnya menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami.

Dalam pantauan wartawan di lapangan, sebagian warga yang terjaga akibat gempa masih mengidupkan lampu ruang tengah rumahnya. Mereka tetap siaga dan belum kembali tidur. Pintu rumah dibiarkan tetap terbuka.

"Kita siaga, mudah-mudahan tidak terjadi gempa susulan," ucap Rida (43), warga Jati Hilir, Pariaman Tengah.

Ia menceritakan, saat terjadi gempa dirinya sedang tidur lelap dan tiba-tiba terbangun akibat guncangan gempa disertai bunyi bergemuruh. Seisi rumahnya terasa terguncang.

"Kami dan anak-anak segera ke luar rumah. Gempa terasa cukup lama dan bunyi gemuruhnya sangat menakutkan," ujar ibu dua anak itu. (OLP)
Korban Kebakaran Aur Malintang Terima Bantuan

Aur Malintang -- Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur serahkan bantuan kepada 11 orang korban kebakaran yang terjadi sehari sebelumnya di Nagari III Koto Aur Malintang Selatan, Kecamatan IV Koto Aur Malintang. Kedatangannya disambut hujan lebat, Selasa (29/8).

Dalam sambutannya sebelum menyerahkan bantuan, Suhatri Bur mengajak semua korban kebakaran untuk tetap bersyukur kepada Allah SWT apapun kondisi yang sedang dialami saat ini. Ia meminta para korban tetap tabah dalam menghadapi cobaan hidup.

"Dalam kondisi apapun, jangan lupa untuk tetap bersyukur kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya yang selalu dicurahkan kepada kita," kata dia.

Musibah atau bencana, sebutnya, sudah ada dalam rencana-Nya. Tinggal sebagai manusia menarik hikmah dari kejadian yang melanda. Ia meminta para korban bersabar dan tidak putus asa.

"Anggap itu ujian dari Allah karena Allah sayang kepada kita," sambungnya.

Bantuan yang diserahkan Suhatri Bur berupa paket sembako dan kebutuhan sehari-hari. Untuk masing-masing rumah menerima beras 20 kg, gula pasir 1 kg, kopi 1/4 kg, mie instan 1 dus, teh celup 1 kotak, minyak goreng 1 kg, kain panjang dan kain sarung 2 helai .

Di samping paket sembako, juga diserahkan pakaian anak, lauk pauk, tenda gulung dan matras, rantang dua susun, sodet, centong nasi, panci serba guna dan kain selimut.

Selain bantuan dari Pemkab Padangpariaman, BAZNAS Padangpariaman juga ambil bagian. Bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 3.500.000 dibagi antara penghuni dengan pemilik rumah. Bagi pemilik rumah mendapat Rp 1.500.000 sementara penghuni Rp 2.500.000. Bagi pemilik rumah sekaligus penghuni mendapat seluruhnya.

Sebelumnya, perantau bernama Haji Sagi telah lebih dulu membantu uang tunai sebesar Rp 3 juta per korban. (ASM)
Keterlaluan! Oknum Satpol PP Curi Motor di Rumah Dinas Genius Umar
Foto Ilustrasi: istimewa
Pariaman -- Kepolisian Sektor (Polsek) Kota Pariaman mengamankan seorang pria berinisial R (26), salah seorang oknum Banpol Satpol PP Kota Pariaman, Selasa (29/8/2017) pagi.

R diamankan atas kasus dugaan pencurian sepeda motor milik Muhammad Iqbal Rivaldi (23)--juga rekan kerja sesama banpol di Satpol PP Kota Pariaman--yang saat itu bertugas jaga di rumah dinas wakil walikota Pariaman Genius Umar.

Kapolsek Kota Pariaman Komisaris Polisi Joni Darmawan ketika dikonfirmasi membenarkan perkara tersebut. Menurut Joni, R diamankan pihaknya saat sedang berada di rumahnya di Desa Cubadak Air, Kecamatan Pariaman Utara, tanpa perlawanan sekitar pukul 09.00 WIB. R saat itu juga langsung dibawa dan ditahan di Mapolsek Pariaman.

“R kita amankan sementara 1X24 jam untuk kepentingan penyelidikan. jika sudah memenuhi unsur nanti kita lanjutkan ke penyidikan,” terangnya.

Masih menurutnya, kehilangan sepeda motor tersebut dilaporkan oleh korban ke SPKT Polsek Kota Pariaman, Selasa (29/8) pukul 08.00. Usai menerima laporan dari korban, polisi langsung melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi dan rekaman CCTV di sekitar rumah dinas wakil walikota. Dari rekaman CCTV dan keterangan sejumlah saksi, mengarah kepada R.
 

Joni Darmawan berkata, hilangnya sepeda motor merek Honda Beat streat warna hitam tahun 2017 dengan nomor rangka MH1JFZ216HK075888, nomor mesin JFZ2E1080620, BA 3350 WR, diketahui saat korban bangun tidur usai melaksanakan piket jaga di rumah dinas wakil walikota sekitar pukul 05.00.

“Saat korban melihat ke arah parkir, sepeda motornya sudah tidak ada lagi di tempat. Akibat dari kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp16.000.000," ungkapnya.

Hingga saat ini, oknum banpol PP terduga pelaku curanmor tersebut masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Kota Pariaman. Jika terbukti, pelaku tidak hanya akan dijerat pasal pidana, tapi juga akan diberhentikan dari kesatuan Banpol PP. 


Saat berita ini diturunkan, pihak kepolisian sedang menyelidiki dan mengembangkan kasus tersebut. Polisi belum bisa memastikan apakah terduga melakukan curanmor seorang diri atau dengan komplotan terorganisir. (Nanda)
Polisi Ciduk 13 Pelaku Pencurian Suku Cadang Kendaraan Tilang Lantas Pariaman
Ilustrasi. Foto: istimewa
Pariaman -- Sebanyak 13 orang pelaku pencurian onderdil kendaraan barang bukti milik Satlatas Polres Pariaman, masih menunggu keputusan penyidik dan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Padang. Penelitian tersebut dilakukan untuk memberi kepastian pemberian tindakan diversi peradilan anak kepada ke 10 pelaku yang berstatus sebagai pelajar itu.

Hingga kini, 10 orang pelajar masing-masing, AA (16), ZA (16), RS (17), MN (19), S (16), DAJ (16), DRZ (16), MM (16), APA (16), TTA (18) yang masih berstatus pelajar, masih diamankan di Mapolres Pariaman.

Sementara 3 orang pelaku ES (20), warga Kampuang Apa Kecamatan Patamuan, MN (19), dan A (20) dipastikan akan menjalani proses hukum karena berusia lebih dari 18 tahun.

Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto melalui Kasat Reskrim Polres Pariaman AKP Andi Paningotan Lorena, Senin (28/8), menerangkan, sebelumnya pihak kepolisian telah melakukan pertemuan antara orang tua pelaku, penyidik dan pihak Bapas Padang dan pekerja sosial. 

“Nanti dari hasil penelitian kita tentukan apakah 10 orang ini dapat dilakukan tindakan diversi atau hukum konvensional, itu tergatung hasil kajian,” terangnya.

Dikatakannya, untuk mendapatkan tindakan diversi, pelaku harus memenuhi persyaratan antara lain, diancam penjara di bawah 7 tahun, berusia di bawah18 tahun dan tidak mengulangi perbuatan pidana.

“Dalam mengupayakan diversi, penyidik dan penuntut umum harus melihat syarat pemberian diversi itu. Tidak asal pemberian diversi,” ulasnya.

Sebelumnya tim gabungan 3 CN Pegasus Polres Pariaman mengamankan 13 orang yang diduga pelaku pencurian dengan pemberatan terhadap onderdil dan sparepart sepeda motor barang bukti tilang di Polres Pariaman, Minggu (26/8) silam sekira pukul 13.00 WIB. 10 orang di antara pelaku berasal dari kabupaten Padangpariaman.

Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan barang bukti yang diduga hasil curian, yakni 1 buah knalpot racing, 1 buah batok motor merk Vega, 1 karbu merk Mikuni, 1 pelek racing merk Rossi, 1 buah piringan cakram dan 6 unit sepeda motor yang digunakan pelaku.

Dari keterangan dari pelaku, kata dia, pencurian di kantor lantas telah dilakukan berulang 9 kali dengan kelompok pelaku yang berbeda-beda. Total kerugian yang dialami Satlantas Polres Pariaman Rp 12 juta. (Nanda)
11 Rumah Ludes Dilalap Si Jago Merah di Aur Malintang

Aurmalintang -- Sebanyak 11 unit bangunan rumah milik warga di Korong Lancang, Kecamatan IV Koto Aurmalintang, Padangpariaman, ludes dilalap si jago merah, Minggu (27/8/2017) sekitar pukul 13.30 WIB siang. Rumah yang posisinya berada dalam satu rangkai, membuat api cepat menjalar dari satu rumah asal api ke rumah yang lain.

Amrizal, warga setempat, mengatakan kebarakaran pertama kali diketahui saat ia melihat asap hitam di lantai 2 rumah milik korban bernama Ali Batar dari rumahnya.  Ia langsung memberitahukan pemilik rumah dan mencari sumber asap di rumah Ali Batar dan mendapati api telah membakar kabel listrik di loteng.

"Kami berteriak minta tolong kemudian berusaha mengeluarkan barangnya, akan tetapi api terus menjalar ke sampingnya dan menghanguskan 10 rumah lainnya," ujarnya.

Dalam musibah tersebut, tidak banyak harta benda yang berhasil diselamatkan. Korban dibantu warga bahu membahu melakukan evakuasi isi rumah ke tempat yang lebih aman.

Api berhasil dipadamkan setelah 5 unit mobil pemadam kebakaran: 2 unit dari Agam, 2 unit dari Kabupaten Padangpariaman dan 1 unit dari Kota Pariaman, tiba di lokasi dan menyemprotkan ribuan liter air.

Informasi yang dihimpun, ke 11 rumah yang terbakar masing-masing dengan pemilik, Erni, Kundur, Syam, M Rasyid, Andek, Juli, Zai, Mar, Batar, Soden, dan Simus.

"Ada 11 rumah yang terbakar, karena posisi gandengan, jadi api cepat merambat ke rumah lainnya," ujarnya.

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material dalam peristiwa itu ditaksir mencapai Rp 1,5 miliar. (Nanda)
DPRD Berang! Berikut Daftar 5 Korban Jembatan Ambruk di Sikabu

Sikabu -- 5 Orang korban jembatan ambruk di Korong Kayu Gadang, Nagari Sikabu, Kecamatan Lubuk Alung, harus mendapatkan perawatan intensif.

Korban tersebut merupakan pengendara sepeda motor yang saat kejadian menyeberang jembatan. Usai berhasil dievakuasi oleh tim gabungan BPBD Padangpariaman, Polres Pariaman dan Satpol PP Padangpariaman, korban dirujuk ke Puskesmas Lubuk Alung dan RS M Djamil Padang.

Kepala BPBD Padangpariaman, Amiruddin, merinci kelima korban, antara lain Tiara Putri Ningsih, 13 tahun, pelajar, warga Korong Kampung Tangah, Nagari Sikabu, Lubuk Alung mengalami patah pinggang. Kemudian Lara Putri Yulisman, 19 tahun, warga Sikabu Lubuk Alung, mengalami luka lecet pada dahi, hidung, kaki dan lutut.

Sedangkan korban ketiga, Nita Wulandari, 19 tahun, warga Korong Kampuang Tangah Nagari Sikabu Lubuk Alung mengalami patah tulang rahang, robek pada bagian kepada atas. Sedangkan korban lainnya, Winda Suspita, 33 tahun, PNS Bappeda Padangpariaman, mengalami lecet pada bibir bagian bawah. Korban lainnya, Misrizal, 45 tahun, warga Kampung Paneh, Sungai Sariak, patah tulang tangan sebelah kanan dan nyeri pada dada.

“Korban seluruhnya telah kita evakuasi, ada yang dirujuk ke Puskesmas Lubuk Alung, RSUD Padangpariaman dan RSUP M Djamil Padang. Kita belum tahu perkembangan kondisi korban usai kita evakuasi ke rumah sakit,” ujarnya.

Ia mengatakan, paska putusnya jembatan, masyarakat yang biasanya dari Nagari Sikabu menuju Lubuk Alung melintasi jembatan Sikabu, kini harus memutar menggunakan jembatan baru Koto Buruak, Lubuk Alung.

“Sekarang harus memutar ke jembatan Koto Buruk, tidak begitu jauh, namun aman untuk dilewati,” ulasnya.

Sebelumnya, jembatan Korong Kayu Gadang, Nagari Sikabu ambruk saat ramai dilalui oleh masyarakat. Saipul, 42 tahun, yang saat kejadian berada di lokasi ambruknya jembatan mengatakan, kejadian berawal saat dumtruk bermuatan sirtukil penuh menyeberangi jembatan dari arah Sikabu menuju BLKM.

Sedangkan 5 orang korban lainnya yang menggunakan sepeda motor datang berlawanan. Namun nahas, jembatan tersebut ambruk. Sebelumnya kata dia tanda-tanda jembatan ambruk telah terlihat.

“Sekitar pukul 15.30 WIB, dumtruk sarat muatan melintas, di depannya ada beberapa motor, saat truk bergerak mendekati ujung jembatan, saat itu jembatan ambruk. Pengendara sepeda motor juga ikut jatuh dengan sepeda motornya,” katanya.

Anggota Komisi III DPRD Padangpariaman fraksi PDI Perjuangan, Defriadi Dt Rangkayo Basa menyampaikan keprihatinannya atas kejadian ambruknya jembatan tersebut. Ia meminta agar pemkab Padangpariaman bertanggung jawab atas jatuhnya korban dalam kejadian itu.

Ia juga meminta melakukan evaluasi menyeluruh dan melakukan pengecekan kelaikan jembatan yang ada di Padangpariaman. Tidak hanya itu, menurutnya, keberadaan tower pemancar jangan sampai luput dari pengawasan dan pengecekan pemerintah.

DPRD Padangpariaman, khususnya komisi III akan meminta Dinas Pekerjaan Umum Padangpariaman menyampaikan data daftar seluruh jembatan yang ada di Padangpariaman dan hasil pengawasan/pengecekan berkalanya selama ini.

Selama ini, kata dia, pemerintah hanya fokus pembangunan jembatan yang baru, namun tidak melakukan revitalisasi dan perawatan terhadap jembatan yang telah berumur tua.

“Pemerintah jangan hanya bisa bangun jembatan saja, tapi lupa melakukan pemeliharaan. Membangun tentu harus memilihara juga, sekarang sudah jatuh korban,” tegas dia.

Ia juga mengingatkan dinas terkait untuk lebih mengawasi pengerjaan proyek pembangunan fasilitas umum seperti jembatan agar sesuai dengan standar. Jika tidak mengacu pada spesifikasi dan standar, segala resiko akan mengamcam masyarakat yang menggunakan fasilitas tersebut. (Nanda)
Ambruknya Jembatan Sikabu Akibat Lapuk dan Kelebihan Beban

Sikabu -- Jembatan Korong Kampuang Sabalah, Nagari Sikabu, Kecamatan Lubuk Alung, putus, Senin (14/8/2017) sore, diduga tidak kuat menahan beban dan sudah uzur. Jembatan sepanjang 50 meter dengan lima rangkaian  tersebut, putus pada rangkaian kedua. 

Menurut masyarakat setempat Maineza Ade, jembatan tersebut putus sekitar pukul 15.30 WIB. Akibatnya, satu unit dumtruk bermuatan sirtukil dari arah Sikabu menuju Simpang BLKM Jambak, Lubuk Alung, jatuh ke pinggir sungai setinggi 7 meter.

Sedangkan satu unit minibus Toyota Rush yang berada persis di belakang dumtruk nyaris tergantung. Mobil tersebut saat berita ini diturunkan, sedang dalam proses evakuasi.

“Jembatannya sudah tidak kuat menahan beban. Kendaraan bermuatan sirtukil penuh melintas setiap hari di jembatan ini,” ujarnya.

Putusnya jembatan yang menghubungkan beberapa nagari dengan Lubuk Alung itu membuat kemacetan panjang hingga mencapai 1 kilometer.

Warga yang ingin menyeberang dari Sikabu menuju Lubuk Alung atau sebaliknya, harus memutar lebih jauh melewati jembatan Koto Buruak, Nagari Lubuk Alung.

“Masyarakat harus memutar jauh melewati jembatan baru Koto Buruak. Karena memang jembatan Sikabu ini yang paling dekat,” jelasnya.

Dalam peristiwa tersebut hingga berita ini diturunkan, tidak ada korban meninggal dunia. Namun lima orang korban luka berat akibat ambruknya jembatan, dilarikan warga ke rumah sakit terdekat, dua di antaranya di rujuk ke RS M Jamil Padang. (Nanda)
ASN Padangpariaman Meninggal Tertimpa Kelapa Tumbang

Paritmalintang -- Muji Antoro Suryo, 45 tahun, salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab Padangpariaman, akhirnya menghembuskan nafas terakhir setelah sempat dilarikan ke RSUD Paritmalintang akibat tertimpa pohon.

Informasi yang dihimpun wartawan di lapangan, Muji Antoro yang menjabat sebagai Bendahara Barang di DPKA Padangpariaman, menjadi korban tertimpa pohon kelapa tumbang di Simpang Apar, Nagari Pakandangan, Kecamatan Enamlingkung, Jumat (11/8) sekitar pukul 18.00 WIB

Menurut keterangan saksi bernama Zulkarnain, kerjadian berawal saat Mujiono mengendarai sepeda motor dengan momor polisi BA 5478 F dari arah Paritmalintang menuju Pauhkambar.

"Tiba-tiba pohon kelapa tumbang ke jalan dan seketika menimpa korban," ujar Zulkarnain.

Akibat dari kejadian tersebut, korban mengalami luka berat pada bagian kepala, tangan patah dan dilarikan ke rumah sakit. Namun malang, pada pukul 20.30 korban mengembuskan nafas terakhirnya.

Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, menjenguk korban ketika menerima informasi. Ia turut berduka atas peristiwa tersebut.

"Semoga amal ibadah almarhum diterima dan ditempatkan di sisi Allah SWT," ungkapnya. (Nanda)
Juwita Anas Malik Tutup Usia
Juwita selalu setia mendampingi suami (alm) Anas Malik saat menjabat Bupati Padangpariaman (dok. istimewa)
Jakarta -- Inalillahi wainalillahi rodjiun.. Masyarakat Piaman berduka. Baik yang di ranah maupun yang di perantauan.

Juwita Anas Malik binti Hasan Basri, dalam usia 84 tahun, telah kembali kepangkuan Sang Ilahi dengan tenang di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, sekitar pukul 21.30 Wib, Minggu.

Juwita merupakan istri dari Bupati Padangpariaman (alm) Kolonel Anas Malik yang menjabat periode 1980-1990. Bupati yang melegenda hingga saat ini. 


Juwita mendampingi Anas Malik dengan setianya hingga bupati sekaligus mamak Rang Piaman itu wafat di Jakarta pada tahun 1994 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Menantu dari almarhumah Juwita Anas Malik, Leonardy Harmainy, saat dihubungi via telepon sedang berada di RSPAD. Leonardy mengatakan bahwa almarhum mertuanya itu sempat dirawat selama 5 hari di RSAPD Gatot Subroto karena keluhan sakit di lambung.

"Selama ini gangguan di lambung itu tidak begitu menjadi perhatian beliau, dikira maag biasa," ujar Anggota DPD RI itu.

Menurut Leonardy, Juwita Anas Malik binti Hasan Basri, rencana akan dikebumikan esok hari, Senin (7/8) di TPU Pondok kelapa, Jakarta.

Kepergian Juwita yang meninggalkan 9 orang anak, 24 cucu dan 17 cicit itu, menyebar cepat di media sosial seperti facebook dan twitter. Ucapan belangsukawa membanjiri lini masa media sosial. (OLP)
Kapal Karam Milik Polres Pariaman Ditemukan

Pariaman -- Setelah dilakukan penyelaman oleh tim gabungan BPBD, Polres Pariaman dan nelayan, akhirnya bongkahan besar di dasar laut Pulau Ujuang, Pariaman, dipastikan merupakan kapal C4 milik Satpol Air Polres Pariaman yang karam Kamis (29/6) silam.

Operasi pencarian kapal karam tersebut dipimpin langsung Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo, Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, pada Minggu (6/8/2017) pagi.

AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto didampingi Kabag Ops Polres Pariaman Kompol Abdus Syukur dan Kasat Intelkam Polres Pariaman Iptu Syafruddin L, menjelaskan, temuan kapal C4 milik Polres Pariaman itu berawal dari informasi seorang bernama Refidom, nelayan di Desa Taluak yang penasaran dengan karang besar merusak jaring nelayan di Pulau Ujuang.

"Menurut keterangan nelayan, sudah bertahun lamanya ia melaut namun tidak pernah terjadi di peraian Pulau Ujuang memiliki karang maupun benda besar. Karena dia penasaran, kemudian nelayan tersebut mengetes benda itu dengan menggunakan seutas tali diberi batu dan besi dan akhirnya diketahui benda tersebut adalah Kapal Pol Air C4," jelasnya.

Dilanjutkan Bagus, usai teridentifikasi tepat pukul 09.00 Wib, penyisiran dan penyeleman untuk memastikan badan kapal C4 pun dilakukan tim gabungan. Benda besar yang diduga badan kapal C4 yang telah ditandai dengan tali pun diselami.

Betul saja, tidak berselang 2 jam, pukul 11.30 Kapal C4 Sat Pol Air tersebut ditemukan. Namun kuatnya arus dan gelombang yang tinggi, evakuasi baru akan dilakukan esok hari, Senin (7/8) pagi.

"Kita akan mulai evakuasi besok hari. Posisinya telah kita beri tanda pelampung agar jika kapalnya bergeser, mudah menemukan," pungkasnya. (Nanda)
Polres Pariaman Gagalkan 60 Kg Ganja Siap Edar Dalam Kardus Ikan Asin
Barang bukti yang diamankan polisi (foto: nanda/istimewa)
Pariaman -- Tim Gabungan Polres Pariaman bersama Polsek Sungai Limau gagalkan pengiriman narkoba jenis ganja asal Aceh di Korong Lohong, Nagari Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau, Padangpariaman, Rabu (2/8/2017) malam lalu.

Untuk mengelabui petugas, narkoba ganja sebanyak 60 paket besar itu dikemas dalam tiga kardus besar rokok bersama kiloan ikan asin kering.

Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto melalui Kasatresnarkoba Polres Pariaman Iptu Suhardi dan Kapolsek Sungai Limau AKP Syafar, Jumat (4/8/2017) di Mapolres Pariaman, menjelaskan narkoba jenis ganja tersebut ditemukan di salah satu rumah makan di Lohong, Nagari Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau yang digunakan untuk operasional sub agen salah satu PO Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) pada pukul 21.30 WIB.

“Ada 3 buah dus besar yang berisi narkoba ganja yang dilapisi dengan ikan kering. Di dus tersebut tertera nama pengirim dan penerima. Namun kedua identitas dan alamat tersebut fiktif,” ungkapnya.

Dijelaskannya, penemuan ganja dalam jumlah besar itu berawal dari informasi masyarakat kepada kepolisian tentang adanya seorang pemuda, KH, 37 tahun, warga Nagari Gasan yang membawa kardus yang diduga berisi ganja kering dengan menggunakan becak motor tanpa plat nomor dari arah Batang Gasan menuju Sungai Limau.

Usai mendapatkan informasi, personil Polsek Sungai limau menelusuri informasi tersebut. Setelah bertemu KH, informasi yang didapatkan dari KH yang ternyata mengalami gangguan jiwa, diketahui bahwa becaknya telah disewa Rp100 ribu oleh B alias CC, 40 tahun. Pengakuannya, B alias CC membawa becak motor itu sendiri ke pool PO Bus.

"B alias CC diketahui merupakan warga Sungai Limau, namun telah menetap lama di provinsi Aceh," ungkapnya.

Usai mendapatkan keterangan dari KH, polisi yang bergerak cepat langsung menemui dan meminta keterangan dari agen di pool Bus AKAP bernama Zaidas Samad, 47 tahun. Dari keterangannya, 3 paket kardus besar yang berisi ganja tersebut diantar oleh dua orang yang tidak ia kenal.

“Katanya mau dikirim ke Jakarta. Karena bau ikan asin, maka agen bus bernama Zaidas Samad pun tidak curiga,” terang Suhardi.

Polisi yang telah mengantongi identitas B alias CC sebagai pemilik ganja langsung melakukan penyisiran di sejumlah penginapan dan hotel di daerah Kota Pariaman dan Padangpariaman.

“Begitu kita sisir sudah tidak ditemukan lagi, namun identitasnya telah kita kantongi,” sambungnya.

Terkait pelaku B alias CC ini lanjut Suhardi, pihaknya juga telah mendapatkan keterangan dari keluarga B, bahwa B alias CC dua tahun yang lalu juga pernah membawa ganja dalam tas. Karena diketahui pihak keluarga, B alias CC akhirnya diusir.

Terpisah, Ketua BNK Kabupaten Padangpariaman Suhatri Bur mengapresiasi temuan narkoba jenis ganja seberat 60 Kg oleh Polres Pariaman. Temuan di wilayah Kecamatan Sungai Limau tersebut, menurutnya merupakan temuan terbesar.

Menurutnya, letak Padangpariaman pada titik perlintasan sangat rawan dijadikan oleh pelaku dan bandar narkoba menjadikan Padangpariaman sebagai tempat transit menyelundupkan narkoba.

“Ini menandakan bahwa daerah kita ini rawan, karena menjadi daerah transit peredaran narkoba, tidak tertutup kemungkinan menjadi daerah pemasaran,” kata dia. (Nanda/OLP)
Polisi Ciduk Suami Istri Pengedar Sabu di Pauh Timur
Polisi ekspose barang bukti yang diamankan dari tangan pasangan suami istri bandar narkoba jenis sabu
Pariaman -- Pasangan suami istri diciduk tim Pegasus 3 CN Polres Pariaman saat hendak edarkan narkoba jenis sabu kepada pelanggan di Dusun Kampung Sato, Desa Pauh Timur, Pariaman Tengah, Senin (31/7/2017) pukul 13.30 WIB.

Pasangan suami istri tersebut, RR, 34 tahun dan AF, 34 tahun, saat ditangkap sempat melarikan diri dan membuang barang bukti narkoba yang hendak dijual. Namun aparat yang telah mengepung akhirnya berhasil meringkus keduanya dengan barang bukti 5 kecil paket sabu, 1 buah sendok sabu, 1 set bong alat penghisap sabu dan 3 unit telepon genggam.

Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto melalui Kasatresnaroba Polres Pariaman IPTU Suhardi di Pariaman, Selasa (1/8/2017), dalam keterangan persnya mengatakan, diamankannya kedua pekaku berawal saat tim pegasus 3CN Polres Pariaman mendapatkan laporan masyarakat tentang adanya aktifitas transaksi narkoba di rumah pelaku.

“Mendapatkan informasi tersebut, tim bergerak ke lokasi dan mengamankan pelaku berikut barang bukti. Selanjutnya pelaku dan barang bukti diamankan di Mapolres Pariaman untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut,” ujar Suhardi.

Dari hasil pemeriksaan terhadap kedua tersangka, lanjut Suhardi, diketahui sabu tersebut diedarkan kepada pengguna yang ada di beberapa wilayah di Kota Pariaman.

“Kita masih dalami wilayah edar dan dari mana asal narkoba yang dipasok untuk kedua tersangka,” ulasnya.

Dia mengungkapkan, dari pemeriksaan penyidik juga mengungkap peran kedua tersangka. Dirinci, tersangka RR mengedarkan sabu kepada pembeli, sedangkan tersangka AF berperan sebagai penguhubung komunikasi pembeli dengan tersangka RR.

“Keduanya memiliki peran dan peredaran sabu, tersangka AF berperan sebagai penghubung tersangka RR dengan pembeli,” kata dia.

Untuk melengkapi alat bukti, penyidik juga telah melakukan cek urin terhadap kedua tersangka di labor RS Bhyangkara Polda Sumatera Barat. Dari hasil uji tersebut, kedua tersangka dinyatakan positif mengkonsumsi narkoba jenis sabu dan inex.

“Dari pengakuan tersangka, inex bukan dijual, melainkan untuk konsumsi berdua saja. Namun kita akan telusuri asalnya dari siapa,” pungkasnya.

Akibat perbuatannya, pasangan suami istri asal Pariaman itu keduanya terancaman 14 kurungan penjaran sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 Tentang Narkotika.

Sebelumnya, Pegasus 3CN Polres Pariaman juga telah mengamankan IB, 40 tahun, bandar besar narkoba jaringan Pekanbaru Riau di Pariaman.

Ketua Badan Narkotika Kota (BNK) Pariaman Genius Umar, mengapresiasi langkah penindakan dan pengungkapan aktivitas peredaran gelap narkoba di Kota Pariaman. Banyaknya pengungkapan kasus peredaran gelap narkoba merupakan indikator keaktifan Polres Pariaman memberantas peredaran narkoba melalui langkah penindakan.

“Kita sangat apresiasi upaya yang dilakukan jajaran Polres Pariaman melakukan penindakan peredaran narkoba. Kita sangat komitmen mendukung langkah tersebut,” kata Genius. (Nanda)
Lagi Mobil Celaka di Jembatan Mangguang

Manggung -- Diduga akibat supir mengantuk, sebuah mobil pick up tabrak pembatas jembatan Muaro Mangguang Pariaman, Selasa (1/8/2017) pagi. Bahkan, pick up itu nyaris terjun ke sungai bawah jembatan.

Akibatnya, supir dan penumpang pick up mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan di RSUD Pariaman. Pick up baru berhasil dievakuasi ke Unit Lakalantas Polres Pariaman pukul 08.00 WIB setelah satu unit truk Derek Gajah Polres Pariaman dikerahkan.

Kasat Lantas Polres Pariaman IPTU Fitri Dewi Utami melalui Kanit Lakalantas Bripka Afrizal Zahar, di lokasi menjelaskan, kecelakaan tunggal diperkirakan terjadi pada pukul 04.45 saat pick up merk Mitsubishi Colt L 300 BA 8060 AJ yang dikemudikan oleh Joni, 34, warga Pasar Sungai Geringging bersama penumpang lainnya Agus Salim yang datang dari arah Pariaman hendak menuju arah Sungai Limau dengan kecepatan sedang.

Sesampai di jembatan Muaro Mangguang, Desa Manggung, Pariaman Utara, diduga pengemudi kurang istirahat dan kurang konsentrasi --sehingga mobil pick up itu menabrak beton jembatan sebelah kiri-- kemudian mobil nyaris masuk ke dalam sungai.
   
“Dari hasil pemeriksaan sementara diketahui memang supir kurang konsentrasi dan kurang tidur, setiba di TKP terjadi kecelakaan tersebut,” ujarnya.

Menurut dia, kecelakaan tunggal di jembatan itu hanya berselang empat hari setelah terjadinya kecelakaan yang sama pada hari Jumat (28/7) silam.

“Cuma berselang empat hari dari laka sebelumnya di TKP yang sama,” ulasnya.

Muhammad Zulfikar, 25, salah seorang warga setempat mengatakan, kecelakaan kendaraan akibat penyempitan jalan di jembatan Muara Manggung sudah kesekian kalinya.
Menurutnya, penyempitan jalan secara tiba-tiba membuat pengendara atau pengguna jalan kaget hingga memicu terjadinya kecelakaan.

“Kebanyakan pengemudi yang dari luar, yang tidak tahu ada penyempitan jalan,” ujarnya.

Ia berharap agar pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyelesaikan pembangunan jembatan Muaro Mangguang mencegah tidak terulangnya kecelakaan yang sama di tempat tersebut. (Nanda)


“Jalan ini kan jalan provinsi, kita harapnya segera mungkin untuk dikerjakan pelebarannya,” pungkasnya
Juru Sita PN Pariaman Eksekusi Lahan 1,1 Hektar di Rawang

Rawang -- Juru Sita Pengadilan Negeri (PN) Pariaman lakukan eksekusi objek perkara lahan seluas 1,1 hektar di Desa Rawang, Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Senin (31/7) pagi. Eksekusi objek perkara perdata Nomor 31/Pdt.G/2013/PN.PRM dipimpin oleh Panitera PN Pariaman Erdayanti dan Juru Sita PN Pariaman Syahril.

Meskipun tidak dihadiri oleh pemohon eksekusi dan termohon eksekusi, eksekusi tetap dilanjutkan.

“Kita sudah panggil termohon dan pemohon secara sah untuk menghadiri eksekusi. Meskipun pada hari ini tidak ada yang hadir, eksekusi tetap dilakukan,” ujar juru sita PN Pariaman, Syahril.

Eksekusi menurut dia dilakukan setelah mendapatkan ketetapan hukum di tingkat Kasasi Mahkamah Agung RI dengan memenangkan pemohon eksekusi, Rosmalenda atas termohon eksekusi Syaifullah.

Dilanjutkan Syahril, eksekusi objek perkara sesuai dengan Perintah Eksekusi Ketua Pengadilan Nageri Pariaman Nomor 1/Pdt/2017/PN.Prm tanggal 14 Juli 2017 dilakukan setelah mendapatkan ketetapan hukum.

“Sudah selesai tingkat kasasi di Mahkamah Agung, makanya eksekusi dapat dilakukan sesuai dengan permintaan termohon kepada Pengadilan Negeri Pariaman,” ujarnya.

Sementara itu, kuasa hukum pemohon eksekusi, Alwis Ilyas mengatakan, eksekusi lahan yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri Pariaman merupakan penyerahan secara legal formal objek perkara kepada pemohon eksekusi, Rosmalenda yang merupakan kliennya.

“Kepemilikan lahan oleh klien kami diakui oleh masyarakat, buktinya pemberian sewa lahan dan permintaan izin sebahagian lahan untuk fasilitas lapangan sepakbola oleh masyarakat desa pun diajukan ke klien kami,” jelas Alwis.

Dengan dilakukannya eksekusi, imbuh dia, memberikan kebebasan kapada kliennya untuk memanfaatkan seluas-luasnya atas lahan tersebut. (Nanda)
Air Laut Naik, Puluhan Rumah Terendam di Pasir Baru
BPBD Padangpariaman sedang melakukan evakuasi
Pilubang -- 20 rumah warga, 1 rumah ibadah dan 1 bangunan sekolah SD di Korong Pasir Baru, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Padangpariaman, terendam air laut pasang, Jumat (28/7/2017). 

Akibat peristiwa itu, warga pun harus dievakuasi ke rumah sanak famili yang jauh dari lokasi rendaman air laut pasang tersebut.

Menurut Kepala BPBD Padangpariaman Amiruddin, terendamnya area perumahan warga disebabkan tingginya gelombang laut yang mencapai 3 meter. Air menggenangi area perumahan warga hingga kedalaman 40 cm.

Ia mengatakan, usai mendapatkan informasi dari masyarakat tentang air laut pasang, regu TRC BPBD Padangpariaman langsung dia kerahkan untuk melakukan evakuasi kepada warga.

"Dimulai sekitar pukul 07.00 WIB, gelombang memang sedang tinggi," ujarnya.

Menurut Amiruddin, peristiwa pasang air laut yang merendam rumah warga di Korong Pasir Baru, Nagari Pilubang, sudah hal yang lumrah terjadi kala air laut pasang.

Ia mengingatkan warga untuk selalu waspada terhadap gelombang pasang yang acap kali terjadi. "Kita sampaikan kepada masyarakat untuk tetap waspada," ujarnya. (Nanda)
Polres Pariaman Tangkap Bandar Sabu Jaringan Pekanbaru
Polisi ekspose barang bukti saat IB diamankan
Pariaman -- Satresnarkoba Polres Pariaman berjanji akan terus kembangkan pengungkapan jaringan peredaran narkoba oleh tersangka IB yang mengedarkan narkoba jenis sabu di wilayah hukum Polres Pariaman.

Tersangka IB, 40 tahun, warga Pariaman Tengah, Kota Pariaman, yang ditangkap Selasa (25/7) sekitar pukul 21.30 WIB itu, merupakan tersangka yang memiliki banyak jaringan peredaran narkoba di Kota Pariaman.

Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto didampingi Kasat Resnarkoba Polres Pariaman Iptu Suhardi mengatakan, dari hasil penyelidikan diketahui tersangka IB merupakan pemain kelas besar yang memiliki banyak jaringan dan kaki yang mengedarkan narkoba kepada pembeli.

Dari hasil penyelidikan juga diketahui narkoba tersebut didapatkan dari daerah lain, yakni kota Pekanbaru, Riau. 


"Dia banyak kakinya untuk mengedarkan sabu kepada pembeli. Jaringannya banyak," ujarnya di Pariaman, Jumat (28/7/2017) kepada wartawan.

Tersangka IB kata dia, diketahui kerap menjual sabu kepada pembeli di rumahnya sendiri. Ia ditangkap tanpa perlawanan di rumah kontrakannya di Desa Ampalu.
 

Dari tangan tersangka IB saat dilakukan penangkapan, polisi mengamankan barang bukti 1(satu) bungkus sabu seberat 2,5 gram, dompet yang berisikan plastik bekas sabu, tiga unit telepon genggam, satu buah timbangan dan uang tunai sebanyak Rp5.500.000. (Nanda)
Bawa Keluarga Berobat, Avanza Putih Terjun ke Muaro Manggung
Petugas sedang melakukan persiapan evakuasi
Manggung -- Penyempitan jalan di Jembatan Muaro Mangguang, Desa Manggung, Pariaman Utara, kembali memakan korban. Satu unit minibus jenis Toyota Avanza yang ditumpangi satu keluarga terjun ke muara, Jumat (28/7/2017) subuh sekitar pukul 05.30 WIB.

Kejadian berawal ketika minibus warna putih dengan nomor polisi BK 1173 UU yang dikemudikan oleh Dharma Husni Nasution, 40 tahun, warga Mandailing, Desa Sikara Kara, Sumatera Utara, dengan empat penumpang menuju kota Padang untuk membawa salah satu keluarga berobat.

Namun sewaktu melewati Jl Prof Hamka, Desa Manggung, pengemudi mobil tidak mengetahui adanya penyempitan jalan. Karena kaget, mobil yang dikendarai hilang kendali lalu terjun ke sungai.

Akibat kejadian tersebut sopir dan penumpang mengalami luka luka ringan dan dibawa ke puskesmas terdekat.

Kasat Lantas Polres Pariaman Iptu Dwi Fitri Utami didampingi Kanit Lakalantas Polres Pariaman Bripka Afrizal, mengatakan, dari hasil pemeriksaan terhadap supir diketahui kecelakaan disebabkan karena supir tidak melihat adanya rambu-rambu penyempitan badan jalan.

"Sementara keterangan supir bahwa tidak memperhatikan rambu-rambu penyempitan badan jalan," ujarnya singkat.

Hingga berita ini diturunkan, minibus tersebut masih dalam proses evakuasi. Warga terlihat pula ramai di lokasi kejadian menyaksikan peristiwa tersebut. (Nanda)
Mampu Telan Seekor Babi, Ular Sepanjang 5 Meter Ditangkap Warga

Sungaigeringging -- Warga Korong Lambeh, Nagari Malai III Koto, Kecamatan Sungai Geringging digegerkan dengan penemuan ular jenis piton sepanjang 5 meter, Kamis (27/7) siang. Ular itu berhasil ditangkap saat beristirahat di kebun milik salah seorang warga.

Pantauan wartawan di lapangan, ular piton dengan perut besar usai menelan babi hutan itu, menjadi tontonan warga masyarakat yang kala itu menghadiri kegiatan aksi sapta pesona yang tidak jauh dari lokasi penemuan ular itu.

Buyung Enek, 46 tahun, pencari madu hutan yang berhasil menangkap ular piton tersebut mengatakan, ular yang berbobot puluhan kilogram itu dalam kondisi kekenyangan usai menelan seekor babi ukuran sedang di salah satu kebun warga.

“Yang punya kebun bilang ada ular di kebunnya, saya kesana ternyata memang ada, sepertinya kekenyangan,” jelas Buyung Enek.

Menurut Buyung, tidak sulit dan tidak butuh waktu lama menangkap ular piton itu. Ular yang kekenyangan usai makan besar dan malas bergerak dengan mudah ia angkat sendiri dari kebun ke pinggir jalan.

“Ularnya sudah kekenyangan, makanya bisa diangkat sendiri,” ulasnya.

Dikatakannya, penemuan ular hari ini merupakan penemuan kali keduanya. Sebelumnya satu bulan yang lalu, Buyung Enek juga menemukan ular piton dengan panjang yang nyaris sama.

Saat ini, kedua ekor ular piton itu menjadi tontanan oleh warga sekitar yang ingin mengabadikan potret ular tersebut. (Nanda)
Polisi Temukan Mie Instan Diduga Mengandung Babi di Sejumlah Minimarket Pariaman
Mie instan yang ditarik dari peredaran oleh BPOM RI/Foto: Istimewa
Pariaman -- Polres Pariaman dan Dinas Koperindag Kota Pariaman serahkan sampel mie instan untuk diuji kandungannya ke BPOM Padang, Jumat (21/7/2017). Pengujian tersebut untuk memastikan ada atau tidaknya kandungan DNA babi pada mie instan yang merupakan  produk impor dari Korea Selatan itu.

Sebelumnya, satuan Intelkam Polres Pariaman melakukan pengecekan ke sejumlah mini market di Kota Pariaman, Kamis (20/7) silam. Dari hasil pengecekan, ditemukan 3 produk mie instan yang masuk daftar BPOM yang harus ditarik peredarannya karena tidak mencantumkan label khusus. Tiga produk itu ditemukan dijual di tiga mini market di Kota Pariaman.

Dalam peraturan Kepala BPOM Nomor 12 Tahun 2016, dinyatakan pangan olahan yang mengandung bahan tertentu yang berasal dari babi harus mencantumkan tanda khusus berupa tulisan "MENGANDUNG BABI" dan gambar babi berwarna merah dalam kotak berwarna merah di atas dasar warna putih.

“Dari 14 swalayan yang kita cek ditemukan tiga produk yang mereknya masuk daftar harus ditarik peredarannya. Itu kita temukan di tiga swalayan di Kota Pariaman,” ujar Kasat Intelkam Polres Pariaman, IPTU Syafruddin L.

Ia belum mau mengumumkan merek produk mie instan itu karena masih dalam pengujian di labor BPOM Padang.

“Kita masih menunggu hasil uji labor atas sampel mie yang kita temukan. Jika sudah ada kepastian hasil labor, maka langkah selanjutnya akan kita koordinasikan dengan pihak Koperindag Kota Pariaman,” ulasnya.

Dilanjutkan Syafruddin, meskipun ditemukan di Kota Pariaman, bukan tidak mungkin produk itu telah menyebar diseluruh Sumatera Barat.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperindag dan UMKM Kota Pariaman, Gusniyetti Zaunit mengatakan, pemerintah memang tidak melarang peredaran makanan ataupun produk dalam bentuk apapun yang mengandung bahan babi, namun sesuai aturan harus menerakan bahwa mengandung bahan babi pada kulit luar.

“Pemerintah memang tidak melarang beredar produk yang berbahan babi, asal legal dan sesuai aturan BPOM bahwa produsen harus menerakan produk tersebut mengandung unsur dan bahan dari babi, boleh-boleh saja. Jika sudah ada label kandungan babinya, tentu konsumen bisa memilih membeli atau tidak,” ujarnya.

Terkait hasil uji sampel oleh BPOM, jika memang mengandung DNA babi, Dinas Koperindag akan menarik produk mie instan tersebut.

“Jika hasil labornya benar, maka dipastikan akan ditarik dari tempat penjualan kemarin itu,” pungkasnya.

Nanda