PAUD Azzahra Ma’arif Toboh Palabah Siapkan Anak Hadapi Perkembangan Zaman
Foto bersama para anak PAUD dengan guru, pendiri, pimpinan PAUD beserta Kepala Desa setempat. FOTO/AT
Pariaman ----- Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) penting bagi anak-anak pra sekolah dasar. Dengan memasukkan anak ke PAUD, berarti orangtuanya sudah mulai membekali pendidikan yang baik bagi pertumbuhan anaknya.

Demikian diungkapkan Pendiri PAUD Azzahra Ma’arif Desa Toboh Palabah, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman, Armaid Tanjung, dihadapan orangtua dan murid PAUD Azzahra Ma’arif, Rabu (21/2). Hadir Kepala Desa Toboh Palabah Sudirman Harun dan Pengelola PAUD Fathimah Azzahro Ibnu Abbas Miftahur Rohmah.

Armaidi berkata, paling tidak anak-anak yang belajar di PAUD sebagian waktunya yang selama ini dihabiskan di depan televisi sejak pagi hingga sore hari, sudah bisa dialihkan menjadi lebih bermanfaat dengan belajar di PAUD.

"Kalau mau jujur, sangat banyak tayangan di media televisi yang tidak cocok dengan perkembangan dan pertumbuhan anak," kata dia.

Kepala Desa Toboh Palabah Sudirman Harun menyambut baik kehadiran PAUD Azzahra Ma’arif Toboh Palabah.

”Hal ini diharapkan dapat mendidik anak-anak ke arah yang lebih baik,” katanya.

Sementara, Pimpinan Azzahra Ma’arif Toboh Palabah Elfa Rahmi, PAUD Azzahra Ma’arif sudah berdiri sejak 2007.

Namun kata dia, beberapa tahun belakangan sempat mengalami kevakuman. Kemudian akhir 2017 mulai diaktifkan kembali.

"Alhamdulillah mendapat sambutan dari masyarakat di sekitarnya. Saat ini jumlah  murid sudah mencapai 26 orang. Visi dari pendidikan PAUD di Azzahra Ma’arif adalah membetuk anak yang cerdas, kreatif, terampil, berakhlak mulia, dan sholeh," sebutnya.

Sedangkan misinya, lanjut dia, adalah menanamkan pendidikan agama Islam sejak dini, membiasakan membaca dan memahami Alquran dan melatih  sikap dan perilaku Islami anak sejak usia diani.

"Melatihan dan membiasakan anak untuk beribadah, menanamkan dan melatih kemampuan dasar, membantu peserta didik menyiapkan diri pada pendidik yang lebih tinggi,” sambungnya.

Ia berkata, program unggulan di sana meliputi praktek dan bacaan salat, hafalan ayat pendek, iqra dan  pengembangan potensi anak.

"Tujuan dari PAUD ini adalah menyiapkan generasi yang beriman dan bertakwa, siap menghadapi perkembangan zaman," tandasnya. (TIM)
Sekda Indra Sakti Serahkan Akreditasi 7 Sekolah
Sekda Indra Sakti foto bersama usai penyerahan sertifikat akreditasi sekolah. FOTO/Phaik
Pariaman --- Sekretaris Daerah Kota Pariaman Indra Sakti serahkan akreditasi SD, SMP dan SMA/sederajat se Kota Pariaman yang telah habis masa berlakunya penghujung 2017. Penyerahan sertifikat akreditasi usai upacara Senin pagi (5/2).

"Akreditasi merupakan suatu sarana untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Akreditasi merupakan agenda tahunan oleh tim dari Asesor Pengawas, Pengawas Sekolah, dan Perguruan Tinggi," ungkap Indra Sakti.

Ketua Unit Pelaksana Akreditasi (UPA) Aljufri  mengatakan, akreditasi sekolah dilaksanakan untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan formal maupun non formal. Selain itu, proses akreditasi sekolah oleh tim asesor melalui koordinator UPA.

Tim asesor merupakan tim penilai yang difasilitasi BAP Provinsi. Tim asesor tersebut, sambungnya, sesuai dengan diklat yang telah diikutinya.Tim asesor SMA berati melakukan penilaian di SMA, dan begitu juga dengan tim asesor SMK, SMP dan SD.

Ia menambahkan, selain tim asesor untuk penilaian akreditasi juga ada pengawas sekolah, perguruan tinggi seperti UNP dan UNAND serta Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP).

Aljufri menjelaskan dalam proses akreditasi sekolah, ada beberapa dukumen atau administrasi yang harus disiapkan. Dokumen tersebut meliputi delapan standar pendidikan nasional yaitu standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar penilaian, standar pendidik dan kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan dan standar pembiayaan.

Dari 8 standar tersebut terdapat poin-poin yang nantinya dijadikan penilaian terhadap sejauhmana kesiapan sekolah dalam melaksanakan akreditasi untuk peningkatan mutu sekolah dan mutu pendidikan.

"Akreditasi dilaksanakan tiap 5 tahun sekali. Pada 2017 ada tujuh sekolah yang mendapat sertifikat akreditasi terdiri dari 6 SD dan 1 SMK yaitu SMK Negeri 2 Pariaman jurusan tata boga," ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Asesor Dasril mengatakan, di 2018 sekolah yang akan diakreditasi kembali yakni tujuh SD, tiga SMP terdiri dari SMP 7, SMP 8, serta SMP 9. Lima SMK terdiri dari SMK 2, SMK 3, SMK 4, SMK BNM Plus. Sedangkan yang baru akan diakreditasi pada tahun 2018 adalah SDIT Ibnu Abas dan SMK Global.

"Penilaian akreditasi untuk 2018 bulan Juni nanti. Mekanisme penilaian akreditasi sekolah yaitu Dispora atau UPA, terlebih dahulu mendata sekolah-sekolah yang akreditasinya akan habis. Lalu direkap dan dilaporakan ke Badan Akreditasi Provinsi (BAP) dengan sumber pembiayaan akreditasi dari APBN dan APBD Provinsi," tutupnya. (Phaik/OLP)
Siswa SMA 2 Pariaman Wakili Sumbar Ikuti Forum Pelajar ASEAN di Malaysia
Genius Umar foto bersama Tedy Pratama Putra dan jajaran SMA N 2 Pariaman
Pariaman --- Tedy Pratama Putra, pelajar kelas X IPA 1, SMA Negeri 2 Pariaman, ikuti Forum Pelajar ASEAN yang akan dilaksanakan selama 5 hari di Kuala Lumpur, Malaysia.

Ia satu-satunya pelajar asal Sumbar di antara 20 pelajar Indonesia lainnya. Forum yang diadakan oleh Studec Internasional itu diselenggarakan dari tanggal 4 hingga 8 Februari mendatang.

Putra sulung dari 3 bersaudara pasangan Harianto dan Asniati itu, memang dikenal sebagai pemuda yang pintar, tekun dan rajin belajar.

Wakil Walikota Pariaman Genius Umar mengatakan sudah selayaknya, para pelajar berpikir global, jangan hanya di lingkup lokal dan regional saja.

Dengan mengikuti forum-forum internasional, kata dia, para pelajar akan membina relasi jangka panjang.

"Ketika dewasa hubungan itu akan terus berlanjut menjadi relasi," ujarnya saat menerima Tedy Pratama Putra beserta Wakil Kesiswaan SMA Negeri 2 Pariaman Elkhiyani, guru sekolah Fitra Jaya, Citra Maya serta Abdi Rahman Wakil II Cik Ajo Pariaman, Jumat (2/2).

Dosen di berbagai kampus terkemuka Indonesia dan Malaysia ini, kembali mengingatkan era pasar bebas ASEAN sejak 2017. Pasar bebas, sambung Genius, memerlukan sumber daya manusia berdaya saing global, berkarakter, bekerja keras untuk menang dalam persaingan tersebut.

Ia berkeinginan ke depannya para pemuda Pariaman lebih banyak diikutkan dalam kegiatan antar negara. Untuk menciptakan SDM pemuda Pariaman yang berdaya saing, hal tersebut mutlak dilakukan mengingat Pariaman juga sebagai daerah wisata yang membutuhkan SDM berwawasan global.

"Keadaan keluarga tidak boleh menghalangi niat untuk terus mengejar prestasi dan pendidikan ke arah yang lebih baik lagi. Selama di sana, berinteraksi yang baik dengan pemuda-pemuda dari negara lainnya sehingga akan menambah wawasan pergaulan," ucap Genius memotivasi Tedy.

Tedy Pratama Putra mengatakan motivasinya mengikuti Forum Pemuda ASEAN adalah untuk membanggakan kedua orangtua sekaligus nama Kota Pariaman.

"Bangga menjadi satu-satunya wakil dari Sumatera Barat, semoga mampu membawa harum nama Pariaman," ujarnya.

Ia berharap pemerintah memperhatikan siswa berprestasi yang kekurangan untuk dapat mengikuti ajang-ajang di level nasional dan internasional.

"Karena dengan aturan yang ada saat ini, membatasi pemerintah daerah untuk memberikan bantuan kepada pelajar yang berprestasi tersebut," tutupnya.

Genius Umar yang juga alumni SMA Negeri 2 Pariaman itu, turut memberikan bantuan, mulai dari pengurusan passport hingga uang saku untuk keberangkatan Tedy ke Kuala Lumpur. (Juned/OLP)
Genius Motivasi Peserta Pariaman Campus Expo 2018
Genius buka Pariaman Campus Expo 2018. FOTO/Phaik
Pariaman ---- Wakil Walikota Pariaman Genius Umar didampingi Staf Ahli Bidang Pemerintahan/Hukum dan Politik, Sumiramis, membuka Pariaman Campus Expo 2018.

Seminar bertajuk "Setitik Niat Secercah Harapan Berjuta Impian" itu digelar di Hall Pemda Padangpariaman di Pariaman, Minggu (28/1) pagi.


Ratusan siswa siswi yang akan menamatkan sekolah menyimak serius  motivasi yang diberikan Genius Umar. Foto/pHAIK
Pada kesempatan itu, Genius Umar memberi motivasi kepada seluruh peserta yang merupakan para calon mahasiswa.

Ia menilai akan banyak keuntungan bagi calon mahasiswa dalam seminar Campus Expo 2018, khususnya bagi yang tengah mencari informasi pendaftaran kampus.

Genius menyatakan saat ini para pemuda dihadapkan pada sejumlah tantangan global. Oleh sebab itu ia mengimbau agar mereka menyiapkan diri dengan pendidikan yang mumpuni untuk bersaing di era saat ini.

"Tantangan kedepan cukup berat karena kita akan masuk dalam era perdagangan bebas tertama di tingkat ASEAN. Hal ini menjadi sebuah pertanyaan apakah kita mampu menghadapi era kemajuan seperti itu untuk bersaing dengan mereka?" ujar Genius.

Jawabannya, sambung Genius, ada pada skill dan kemampuan siswa sendiri, juga komunikasi. Era perdagangan bebas menuntut daya saing tinggi.

"Lanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yakni universitas agar mampu bersaing dalam menyambut era perdagangan bebas tersebut," imbuhnya.

Seminar juga menghadirkan narasumber. Di antaranya Ketua Panitia Lokal SBMPTN 17 Padang, Amril Amir dan Kepala Sekolah SMA/SMK se Kota Pariaman. Peserta umumnya berlatar siswa yang akan menamatkan studi belajar di SMA/SMK se Kota Pariaman. (Phaik/OLP)
Mukhlis: Tantangan Dunia Pendidikan di Era Globalisasi Makin berat
Walikota Mukhlis beri sambutan ketika membuka Rakor Pendidikan di lingkup Pemerintahan Kota Pariaman. FOTO/Junaidi
Pariaman --- Arus globalisasi yang terjadi saat ini, tantangan dunia pendidikan akan semakin berat. Untuk itu penguatan tempat anak-anak menimba ilmu pendidikan dimulai dari keluarga dan terutama di sekolah.

"Ini penting dilakukan untuk membentengi murid dari berbagai pengaruh negatif akibat kemajuan teknologi informasi," ujar Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, Kamis (18/1), ketika membuka Rapat Koordinasi Pendidikan tentang Sinkronisasi Pelaksanaan Program kegiatan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga dengan Satuan Pendidikan di Lingkungan Pemerintah Kota Pariaman di BP Paud dan Dikmas Sumbar.

Adapun tujuan Rakor Pendidikan adalah, adanya penyesuaian program kegiatan antara dinas pendidikan pemuda dan olah raga dengan satuan pendidikan dalam memaknai nilai manfaat dalam peningkatan kualitas pendidikan.

Rakor juga mesti memiliki nilai tepat guna bagi perkembangan dan kebutuhan pendidikan dalam konteks memanusiakan manusia melalui pendidikan yang seutuhnya.

"Sehingga program kegiatan yang dilaksanakan hendaknya dinikmati oleh masyarakat untuk kemajuan pendidikan," ucapnya.

Saat ini, kata Mukhlis, etika dan moral menjadi pekerjaan rumah bagi para kalangan pendidik.

"Pelajar sedikit sekali yang mempunyai etika dan moral merekapun semakin rapuh tergerus dengan perkembangan zaman saat ini," tuturnya.

Untuk itu, agar satuan pendidikan, pengawas, komite dan dewan pendidikan, hendaknya memberikan ide, gagasan dan kontribusi, sehingga kedepannya kemajuan pendidikan di kota Pariaman akan lebih meningkat lagi.

"Tugas pendidik itu bukan hanya mengajar dan memberikan PR saja, tetapi lebih kepada mendidik, baik mendidik dalam hal pelajaran dan juga mendidik etika dan moral anak didiknya," ungkapnya.

Ia berharap para peserta rakor dapat melakukan penyesuaian program agar kegiatan yang akan dilakukan lebih sinkron dan sairiang sajalan, se ayun salangkah dan sabiduak sadayuang, dalam peningkatan kualitas pendidikan yang lebih progresif.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, Kanderi mengatakan bahwa kegiatan itu diikuti oleh 150 orang peserta dengan rincian; Kepala Sekolah tingkat SMP 9 orang, Kepala Sekolah tingkat SD 72 orang, Kepala Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) 1 orang, Pengawas Sekolah 4 orang, Kepala TK 30 orang, Kepala Paud/Kelompok Bermain (KB) 20 orang dan dari Dinas Dikpora 14 orang.

Narasumber dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Kepala Dinas dan Sekretaris Dikpora Kota Pariaman.

"Yang akan berlangsung selama 2 hari, dari tanggal 18-19 Januari 2018," jelasnya. (Juned)
Kemendikbud Janjikan Bantuan 2 Miliar untuk SKB Sungai Limau

Sungailimau --- Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur bersama Kasubdit Kelembagaan dan Kemitraan Direktorat Pembinaan Kesataraan Ditjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud RI Hasan Bisri meresmikan dan serah terimakan Unit Gedung Baru Sanggar Kegiatan Belajar (UGB SKB) Padangpariaman tahun 2017 di Kecamatan Sungai Limau, Rabu (15/11) lalu.

Suhtri Bur di Paritmalintang, Rabu (22/11) mengatakan, UGB PAUD dibangun untuk memberikan kegiatan pembelajaran bagi anak-anak usia dini, berkisar 2 sampai 6 tahun. "Gedungnya sudah kita resmikan. Semoga gedung ini dapat dikelola dengan sebaik-baiknya," ujar Suhatri.

Ditambahkan Suhatri, ada berbagai kebijakan Kemendikbud perihal program PAUD untuk jangka waktu ke depan. "Tentunya peran Bunda PAUD dan sejumlah elemen organisasi yang juga untuk meningkatkan mutu pelayanan PAUD," ungkapnya.

Ia mengungkapkan, pembahasan program sekaligus menjelaskan tantangan yang dihadapi oleh BPKB dan SKB dalam pembinaan program PAUD di wilayah setempat. Termasuk masalah tenaga kependidikan, pamong belajar, serta peran nyata BPKB dan SKB guna mendukung perluasan dan peningatan mutu program-program PAUD.

Ia menjelaskan, sebelum melatih para peserta, pihaknya terlebih dahulu mengadakan peninjauan ke lapangan. Selain itu, juga diadakan sosialisasi bagi yang mau ikut pelatihan, seperti pelatihan menjahit.

Sementara, Hasan Bisri dalam sambutannya pada hari itu meminta Pemkab Padangpariaman untuk memperhatikan pendidikan informal. "Kami akan memperhatikan terus SKB karena selama ini SKB seperti dianaktirikan dari pendidikan lainnya," sebutnya.

Hasan Bisri mengapresiasi Pemkab Padangpariaman yang merespon cepat alih fungsi SKB menjadi Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF).

"Saat ini di Indonesia tercatat 409 SKB, 288 telah menjadi SPNF. Jika sampai Februari 2018 tidak dijadikan SPNF maka selanjutnya dilarang beraktifitas," ingatnya.

Hasan Bisri juga menjanjikan kepada Padangpariaman, jika tersedia lahan yang memadai, maka pihaknya akan membantu anggaran pembangunan sampai Rp2 miliar. (Tim)