Ali Mukhni: Siapa Menguasai Ilmu Pengetahuan Tidak Tergilas Roda Zaman

Padang - Bupati Padangpariaman Ali Mukhni lakukan kerjasama peningkatan pendidikan warga Padangpariaman dengan Politeknik Negeri Padang (PNP) melalui penandatangan momerandum of understanding (MoU), Rabu (12/9).

Bupati Ali Mukhni menuturkan bahwa kerjasama yang dijalin dengan PNP merupakan amanah dari visi Padangpariaman dalam mencerdaskan warganya. Berbagai upaya telah dilakukan Pemkab Padangpariaman untuk meningkatkan mutu pendidikan.

"Saya punya tekad, tak satupun warga Padangpariaman yang tidak bisa melanjutkan pendidikan tinggi," katanya.

Sebelumnya, kerjasama serupa oleh Padangpariaman pernah dilakukan dengan Universitas Negeri Padang dan Universitas Taman Siswa Padang.

Ali Mukhni meyakini bahwa pendidikan adalah solusi pengentasan kemiskinan dan keterbelakangan.

Dengan bekal pendidikan yang memadai, kata Ali Mukhni, membuat manusia bisa bertahan hidup di dunia yang penuh kompetisi seperti saat ini.

"Siapa yang menguasai ilmu pengetahuan, tidak akan tergilas oleh roda zaman," imbuhnya.

Pada penandatanganan MoU Ali Mukhni dengan Direktur PNP Surfa Yondri itu, tampak hadir 28 orang mahasiswa asal Padangpariaman yang diterima melalui jalur kerjasama Pemkab Padangpariaman dengan PNP.

Direktur PNP Surfa Yondri berkata, kesepakatan dengan Pemkab Padangpariaman menjadi pilot project kerjasama serupa dengan pemerintah kota dan kabupaten lainnya di Sumbar.

Sistem pendidikan di PNP, kata dia, fokus kepada sistem vokasi. PNP menjadi perguruan tinggi di Sumbar yang tidak bersaing dengan perguruan tinggi seperti Unand, UNP dan UIN Imam Bonjol.

Pada 2018, imbuh dia, peminat yang ingin masuk PNP berjumlah sebanyak 24.000 orang. Sementara yang diterima hanya 1.300 orang.

"Ini kami lakukan karena kami ingin mempertahankan mutu lulusan PNP. Kami menerapkan one man one tool," sebut dia.

Menurutnya, pendidikan vokasi harus menyediakan sarana prasarana pendidikan untuk satu mahasiswa satu alat bantu pendidikan.

"Sehingga target mutu lulusan PNP dapat dipertanggungjawabkan. Ini juga diikuti dengan aturan, etika dan disiplin kehadiran mahasiswa," lanjutnya.

Terkait dengan rencana pemindahan PNP ke Kawasan Pendidikan Terpadu Tarok City, Surfa menjelaskan bahwa saat ini proses pensertifatan sedang berlangsung.

"Insya Allah, tahun 2019 akan dianggarkan pembuatan master plan," pungkasnya. (Tim)
Tidak Lanjut 1 Rumah 1 Sarjana, Genius Teken MoU dengan Politeknik Padang
Genius Umar teken MoU dengan Direktur PNP Surfa Yondri. Foto/Fadli
Pariaman - Pemerintah Kota Pariaman lakukan Momerandum of Understanding (MoU) dengan Politeknik Negeri Padang di Aula Balaikota Pariaman, Kamis pagi (6/9).

Nota kesepahaman atau MoU tersebut ditandatangani oleh Wakil Walikota Pariaman Genius Umar dengan Direktur Politeknik Negeri Padang, Surfa Yondri.

Genius Umar mengatakan bahwa kerjasama dengan Politeknik Negeri Padang tindaklanjut dari program Satu Keluarga Satu Sarjana yang akan dicanangkan lima tahun ke depan yang dimulai sejak sekarang.

Dengan adanya MoU itu Genius berharap setiap keluarga di Pariaman akan melahirkan sarjana yang berkualitas dan produktifitas.

Di samping itu bagi mahasiswa yang akan magang akan dibina serius agar setelah mereka tamat memiliki keahlian 70 persen dan teori 30 persen.

"Guna melahirkan sarjana yang siap kerja," ujarnya.

Direktur PNP Padang Surfa Yondri mengatakan bahwa PNP Padang adalah lembaga pendidikan vokasional yang dalam penyelenggaraan pendidikan menitikberatkan pada pencapaian kompetensi sesuai kebutuhan dunia industri.

Sebagai lembaga pendidikan, kata dia, Politeknik Negeri Padang mengemban misi untuk melaksanakan kegiatan pendidikan sesuai potensi sumber daya manusia yang dimiliki. Jurusan dan program studi yang dikelola semakin bertambah seiring kebutuhan dunia industri.

"Semenjak berdiri pada tahun 1987 Politeknik Negeri Padang telah menghasilkan lulusan yang tersebar di berbagai instansi pemerintah, swasta, baik dalam maupun di luar negeri," katanya. (Phaik/OLP)
Cegah Kenakalan Remaja Pol PP Pariaman Bentuk Satpoljar
Foto/Nanda
Pariaman ----- Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kota Pariaman membentuk Satuan Polisi Pamong Pelajar (Satpoljar) Kota Pariaman.

Pelajar yang dibentuk merupakan agen sosialisator pencegahan kenakalan remaja dan Satpoljar. Selain itu, pihaknya juga memberikan penyuluhan tentang hukum dan Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2010 Tentang Penyakit Masyarakat.

Kepala Dinas Pol PP dan Damkar Kota Pariaman, Handrizal Fitri mengatakan, pembentukan Satuan Polisi Pamong Praja Pelajar Pariaman dengan harapan kenakalan remaja di Kota Pariaman seperti balap liar, tawuran, berkeluyuran saat proses belajar mengajar, dapat dicegah.

Selain mensosialisasikan tentang Peraturan Daerah dan pencegahan kenalakan pelajar, ratusan pelajar SMP dan SMA se Kota Pariaman ini, juga dapat memberikan informasi kepada Satpol PP Kota Pariaman kenakalan pelajar.

"Pelajar ini nanti juga dapat menginformasikan kepada petugas tentang adanya pelajar yang hendak tawuran ataupun yang keluyuran pada jam belajar," kata Handrizal Fitri usai menyampaikan materi kepada Satpoljar di Pariaman, Senin (6/8). 

Menurutnya, Satpoljar tidak hanya sebagai agen perubahan lingkungan sekolah, namun juga di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

"Pelajar terlebih dahulu dibekali dua hal pengetahuan yakni tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan keselamatan ketertiban berlalulintas," pungkasnya.

Kapolres Pariaman, AKBP Andry Kurniawan mengatakan, Satpoljar yang dibentuk adalah langkah stragetis mencegah kenakalan pelajar di Kota Pariaman.

Tindakan menyimpang dan melawan hukum tidak hanya dilakukan oleh pelaku usia dewasa saja. Pelanggaran seperti penyalahgunaan narkoba, juga telah dilakukan kalangan pelajar.

"Pembekalan dan dibentuknya Satpoljar harus didorong sebagai upaya pencegahan penggunaan narkotika di kalangan pelajar," katanya.

Ia menyebut, pelanggaran lalulintas kerap juga dilakukan oleh usia pelajar seperti berkendara tanpa memiliki SIM dan helm.

"Dengan adanya Satpoljar diharapkan berkembang menjadi pelapor keselamatan berlalulintas," pungkasnya. (Nanda)
Cara Genius Siasati Lulusan SLTA Pariaman Lanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi
Genius Umar foto bersama dengan KIP dan siswa penerima bantuan buku tulis. Foto/Eri
Pariaman ----- Keluarga Intelektual Piaman (KIP) menyoroti sedikitnya jumlah lulusan SMA/SMK/MA asal Pariaman yang melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. 

Dibandingkan daerah lain di Sumatera Barat, mahasiswa asal Pariaman terbilang masih sedikit.
        
Ketua KIP Sofyan mengungkapkan beberapa sebab kenapa sedikitnya siswa asal Pariaman melanjutkan kuliah. Mayoritas, ekonomi menjadi alasan anak muda Pariaman tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. Padahal banyak kemudahan dan beasiswa yang dapat membantu biaya pendidikan bagi mereka yang mau.
         
"Hal ini menjadi salah satu poin yang kami sosialisasikan. Ada yang menilai kuliah itu mahal, sementara kondisi ekonomi mereka lemah. Padahal saat ini banyak beasiswa, tidak hanya kuliah gratis, bahkan biaya setiap bulan juga ditanggung," kata Sofyan yang juga dosen Fakultas Farmasi Universitas Andalas, Padang, saat membagikan 2.800 buku tulis bagi pelajar SD, Rabu (1/8) di Pariaman.

Komunitas ini beranggotakan dosen berbagai perguruan tinggi Sumatera Barat yang berasal dari Padangpariaman dan Kota Pariaman. Selain dibina langsung oleh Bupati Padangpariaman dan Walikota Pariaman, KIP didukung oleh dua tokoh nasional yakni Menpan RB, Asman Abnur dan Wamen ESDM, Archandra Tahar sebagai Dewan Penyantun KIP.
         
Wakil Walikota Pariaman Genius Umar mengatakan apa yang dilakukan KIP selaras dengan visi dan misinya untuk memajukan pendidikan di Kota Pariaman. Walikota Pariaman terpilih tersebut menempatkan sektor pendidikan dalam program unggulannya semasa kampanye.
         
"Dukungan dan kontribusi kemajuan pendidikan seperti yang dilakukan KIP saat ini, sangat diperlukan bagi dunia pendidikan di Pariaman," sebut doktor ilmu kebijakan publik IPB itu.
        
Pembangunan dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia Pariaman melalui peningkatan pendidikan, kata Genius, tidak bisa dilakukan oleh pemerintah Kota Pariaman saja. Gerakan sosial masyarakat melalui komunitas juga sangat diperlukan.
         
"Kita punya rencana program satu keluarga satu sarjana dan beberapa program untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia Kota Pariaman. Salah satunya dengan pendidikan. Kita dorong anak muda Pariaman melanjutkan pendidikan lebih tinggi. Tugas pemerintah mendorong itu," pungkasnya singkat.

Suami dokter Lucy itu bahkan segera akan merealisasikan program satu keluarga satu sarjana saat ia sudah resmi dilantik menjadi walikota Pariaman periode 2018-2023 bersama wakilnya Mardison. Saat ini pihaknya sedang memformulasikan aplikasi penerapan program tersebut bersama tim ahlinya.

Program Genius-Mardison di bidang pendidikan cukup revolusioner. Di antaranya menggratiskan kembali pendidikan 12 tahun di Pariaman dengan Kartu Pariaman Pintar dan program satu keluarga satu sarjana melalui Kartu Pariaman Pintar Plus.

Sebagaimana diketahui, saat ini pendidikan SLTA sederajat telah diambil alih kewenangannya oleh pemerintah provinsi. Pemko Pariaman yang selama ini menggratiskan sekolah hingga 12 tahun, terpaksa hanya bisa menggratiskan hingga 9 tahun, atau hingga SMP. (Nanda/*)
Komunitas Intelektual Piaman Salurkan 2.800 Buku Tulis bagi Siswa SD
Genius Umar foto bersama dengan tim KIP dan para siswa penerima buku tulis. Foto/Eri
Pariaman ----- Keluarga Intelektual Piaman (KIP) salurkan sebanyak 2.800 buku tulis kepada siswa SD Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman. Penyerahan buku tersebut dilakukan di Aula Balaikota Pariaman, Rabu (1/8).

Wakil Walikota Pariaman Genius Umar memuji langkah KIP yang dikenal konsen di bidang pendidikan.

“Kelompok masyarakat seperti ini yang kita harapkan terus berkontribusi kepada daerah, apalagi bergerak di bidang pendidikan. Karena kita tahu, dengan pendidikanlah kita dapat meningkatkan derajat dan ekonomi keluarga kita nantinya,” ucapnya.

Kepada siswa SD yang menerima buku saat itu, Genius memotivasi agar rajin membaca dan terus belajar demi mencapai prestasi. Pada kesempatan tersebut ia juga menyampaikan program kerja yang akan ia laksanakan ke depan, pasca terpilih menjadi walikota Pariaman lima tahun ke depan.

“Setelah dilantik kami akan mulai melakukan mekanisme untuk bisa menjadikan program satu keluarga satu sarjana,” ungkapnya.

Ketua KIP Syofyan mengatakan bahwa KIP merupakan komunitas yang terdiri dari para dosen asal Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman yang mengajar di berbagai Perguruan Tinggi di Padang.

“KIP mulai terbentuk sejak 2013 lalu dilandasi rasa kepedulian atas kampung halaman kami Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman. Kita bergerak dalam bidang pendidikan terutama untuk anak-anak yang akan melanjutkan ke jenjang Perguruan Tinggi,” ujar Dosen Fakultas Farmasi UNAND ini.

KIP kata dia, kerapkali mangadakan sosialisasi dan roadshow di sekolah-sekolah baik di Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman.

“Sebanyak 2.800 buku tulis kami bagikan untuk 280 anak, terdiri 1.400 buku untuk anak-anak di Kota Pariaman dan 1.400 untuk Kabupaten Padangpariaman. Satu anak akan menerima 10 buah buku tulis,” ungkapnya. (Juned/Eri/*)
Syafinal Akbar, DPRD Upayakan Agar Jaminan Wajib Belajar 12 Tahun BerlanjutW
Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman Syafinal Akbar serahkan bantuan Pemko kepada pengurus masjid. Foto/Nanda
Pariaman ----- Tim II Safari Ramadhan Kota Pariaman menjamin jika Pemerintah Kota Pariaman tetap memfasilitasi bantuan pendidikan kepada pelajar SMA di Kota Pariaman.
 

Seiring ditariknya pengelolaan dan manajemen pendidikan SMA dari Pemko oleh Pemprov, jaminan wajib belajar 12 tahun tidak dapat diwujudkan oleh Pemko Pariaman.    
    
Ketua Safari Ramadhan, Syafinal Akbar mengatakan, penarikan kewenangan yang didasari Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah. Dengan penerapan regulasi itu, Pemerintah Kota Pariaman hanya memenajemen pendidikan hingga di tingkat menenengah pertama atau SLTP.
    
"Dampaknya adalah Pemko hanya bisa menjamin wajib belajar itu hanya 9 tahun, hingga tingkat SLTP saja. Sedangkan SMA adalah kewenangan Provinsi," terangnya saat berkunjung ke Surau Taiso Desa Balaikuraitaji, Pariaman Selatan, Sabtu (26/5).
    
Namun demikian, pihak DPRD Kota Pariaman dan Pemko Pariaman akan mengupayakan program atau kebijakan yang dapat memfasilitasi pelajar SMA di Kota Pariaman.
    
"Seperti bus sekolah yang saat ini telah dioperasionalkan akan kita tingkatkan. Bus yang ada akan mengantarkan siswa ke SMA mereka masing-masing. Ini salah satu upaya kita. Minimal, cost transportasi yang dikeluarkan siswa dapat ditekan," sebut Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman itu.
     
Selain itu, pihaknya dan Pemko Pariaman masih merumuskan kemungkinan program yang dapat membantu pembiayaan bagi pelajar SMA di Kota Pariaman.
    
"Kita akan koordinasikan dan konsultasikan kemungkinan bantuan lain untuk pendidikan tingkat SMA ini. Kita akan lihat, apakah ada aturannya kita bisa membantu tingkat SMA ini," ulasnya.
    
Kunjungan tersebut, merupakan silaturahmi hari ketiga. Sebelumnya, tim II Safari Ramadhan Kota Pariaman berkunjung ke Mesjid Istiqomah Adam Sorin Kelurahan Jalan Baru dan Mesjid Mukhlisin Desa Kajai Kecamatan Pariaman Selatan. (Nanda)