Syafinal Akbar, DPRD Upayakan Agar Jaminan Wajib Belajar 12 Tahun BerlanjutW
Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman Syafinal Akbar serahkan bantuan Pemko kepada pengurus masjid. Foto/Nanda
Pariaman ----- Tim II Safari Ramadhan Kota Pariaman menjamin jika Pemerintah Kota Pariaman tetap memfasilitasi bantuan pendidikan kepada pelajar SMA di Kota Pariaman.
 

Seiring ditariknya pengelolaan dan manajemen pendidikan SMA dari Pemko oleh Pemprov, jaminan wajib belajar 12 tahun tidak dapat diwujudkan oleh Pemko Pariaman.    
    
Ketua Safari Ramadhan, Syafinal Akbar mengatakan, penarikan kewenangan yang didasari Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah. Dengan penerapan regulasi itu, Pemerintah Kota Pariaman hanya memenajemen pendidikan hingga di tingkat menenengah pertama atau SLTP.
    
"Dampaknya adalah Pemko hanya bisa menjamin wajib belajar itu hanya 9 tahun, hingga tingkat SLTP saja. Sedangkan SMA adalah kewenangan Provinsi," terangnya saat berkunjung ke Surau Taiso Desa Balaikuraitaji, Pariaman Selatan, Sabtu (26/5).
    
Namun demikian, pihak DPRD Kota Pariaman dan Pemko Pariaman akan mengupayakan program atau kebijakan yang dapat memfasilitasi pelajar SMA di Kota Pariaman.
    
"Seperti bus sekolah yang saat ini telah dioperasionalkan akan kita tingkatkan. Bus yang ada akan mengantarkan siswa ke SMA mereka masing-masing. Ini salah satu upaya kita. Minimal, cost transportasi yang dikeluarkan siswa dapat ditekan," sebut Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman itu.
     
Selain itu, pihaknya dan Pemko Pariaman masih merumuskan kemungkinan program yang dapat membantu pembiayaan bagi pelajar SMA di Kota Pariaman.
    
"Kita akan koordinasikan dan konsultasikan kemungkinan bantuan lain untuk pendidikan tingkat SMA ini. Kita akan lihat, apakah ada aturannya kita bisa membantu tingkat SMA ini," ulasnya.
    
Kunjungan tersebut, merupakan silaturahmi hari ketiga. Sebelumnya, tim II Safari Ramadhan Kota Pariaman berkunjung ke Mesjid Istiqomah Adam Sorin Kelurahan Jalan Baru dan Mesjid Mukhlisin Desa Kajai Kecamatan Pariaman Selatan. (Nanda)


Padangpariaman Gelar Lomba Bercerita bagi Siswa SD/MI
Dewan juri lomba bercerita anak foto bersama dengan para juara. Foto/Andri
Pariaman ----- Guna memupuk kecintaan siswa-siswi SD/Madrasah Ibtidaiyah (MI), Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Padangpariaman mengadakan Lomba Becerita bagi Siswa SD/MI. Lomba dihelat di Gedung UPT PAUD Dikmas Provinsi Sumatera Barat, Rawang, Pariaman, Selasa (8/5).

Lomba Bercerita ini dibuka secara resmi oleh Bupati Padangpariaman yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretaris Daerah Kabupaten Idarussalam Tuanku Sutan.

Ketika memberikan kata sambutan, Idarussalam mengemukakan, Bupati Padangpariaman sangat mengapresiasi kegiatan lomba bercerita karena sesuai dengan visi dan misi daerah.
“Pendidikan melalui membaca dan menceritakan kembali materi bacaan dapat mengasah intelelegensi dan kecerdasan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Arpus Hendri Satria menyebut, tujuan penyelenggaraan lomba antara lain menumbuh-kembangkan minat dan kegemaran membaca anak-anak serta kecintaan terhadap karya budaya bangsa melalui berbagai bacaan atau buku.

Di samping itu, mengangkat dan mempopulerkan buku-buku cerita budaya daerah (lokal) yang mengandung nilai-nilai kehidupan yang baik serta membangun karakter bangsa, baik buku bernuansa cerita kepahlawanan maupun legenda.

Selanjutnya, ulas Hendri, menumbuh-kembangkan kecintaan anak-anak terhadap karya  budaya bangsa serta mencari bibit generasi muda dari penjuru nusantara yang dapat menjadi panutan dalam memupuk kebiasaan gemar membaca.

Sasaran peserta lomba, lanjut dia, siswa-siswi yang pada saat pelaksanaan lomba masih duduk di Kelas V SD/MI, baik negeri maupun swasta, masing-masing dua peserta dari setiap kecamatan se-Kabupaten Padangpariaman.

"Dalam hal ini sekolahnya sudah memiliki perpustakaan yang dikelola dan dikembangkan oleh petugas kompeten," kata dia.

Dewan juri antara lain Zafnirati dari Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Kota Padang & Presenter Padang TV, Zalmasri dosen Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang, Hendri Satria Kadis Arpus, Zakirman Tanjung dari jurnalis, dan Hartini Ma’ar Kabid Pengawasan dan Kearsiapan Dinas Arpus.

Hingga kegiatan berlangsung, peserta yang mendaftar berjumlah 24 siswa, masing-masing memperoleh kesempatan menunjukkan kebolehan bercerita selama 10 hingga 15 menit, menceritakan satu dari sepuluh judul yang ditentukan panitia.

Di antara judul cerita yang dipilih peserta adalah Lebai Malang, Malin Kundang, Syekh Burhanuddin, Anggun Nan Tongga, Sabai Nan Aluih, Pinokio, Asal-muasal Minangkabau, Asal Mula Nama Pantai Gandoriah dan Balasan untuk Sebuah Pertolongan. Peserta bercerita tanpa naskah dengan penampilan, intonasi dan boleh menggunakan alat peraga.

Komponen penilaian terdiri dari penampilan dengan bobot (2), cara / teknik bercerita (4), penguasaan materi (3) dan kemampuan/skill (1). Rentang penilaian berkisar antara 50 hingga 95 dengan skala kualifikasi 50 – 64 (kurang), 65 – 74 (cukup), 75 – 84 (baik) dan 85 – 95 (sangat baik).

Setelah seluruh peserta menunjukkan kebolehan, kelima dewan juri menyerahkan hasil penilaian masing-masing. Hasilnya, juara pertama diraih Airin Afrilia Jelita siswi Kelas III SDN 06 Batang Anai. Ia meraih hadiah berupa trofi, piagam dan tabanas Rp3,5 juta serta di utus mengikuti lomba yang sama tingkat Provinsi Sumbar pada 28 Juni 2018.

Selanjutnya, juara kedua diraih Mutia Rani siswi Kelas V SDN 14 Nan Sabaris dengan hadiah trofi, piagam dan tabanas Rp2 juta. Juara ketiga oleh Zahratul Hayati Arafah siswi Kelas V SDN 07 V Koto Timur dengan hadiah trofi, piagam dan tabanas Rp1 juta.

Berikutnya juara harapan pertama Salsabilla siswi Kelas V SDN 15 Ulakan Tapakis dengan hadiah trofi, piagam dan tabanas Rp750 ribu, juara harapan kedua Ahmad Wildan siswa Kelas III SDN 07 Ulakan Tapakis dengan hadiah trofi, piagam dan tabanas Rp500 ribu dan juara harapan ketiga Yelmi Fitria siswi Kelas V SDN 11 Batang Gasan dengan hadiah trofi, piagam dan tabanas Rp250 ribu. (ASM/OLP)
Padangpariaman Luncurkan Gerakan Membaca Buku di Seluruh Kecamatan
Acara dibuka oleh Bunda PAUD Padangpariaman Rena Ali Mukhni. Foto/istimewa
Paritmalintang ----- Seluruh Siswa TK dan Kelompok Bermain (KB) di Kecamatan Enam Lingkung mengikuti peluncuran Gerakan Nasional Membaca Buku (Gernas Baku) di TK Pembina Kabupaten, Parit Malintang, Sabtu (5/5) lalau.

Kegiatan utama Gernas Baku, para orang tua membacakan buku cerita untuk anaknya. "Germas Baku digelar serentak di seluruh TK dan PAUD se-Indonesia," kata Bunda PAUD Kabupaten Padangpariaman, Rena Sovia Ali Mukhni di sela peluncuran Gernas Baku.

Menurut dia, kegiatan itu bertujuan untuk membiasakan orang tua membacakan buku bersama anak-anak mereka guna mempererat hubungan sosial-emosional antara anak dan orang tua. Dengan adanya Gernas Buku, kata dia, para orang tua lebih sering meluangkan waktunya untuk membacakan buku bagi anak mereka.

Pelaksanaan Gernas Baku juga digelar di seluruh kecamatan di Kabupaten Padangpariaman yang dihadiri oleh masing-masing Camat dan Bunda PAUD Nagari setempat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rahmang, mengatakan selama ini orang tua hanya mengantar dan menjemput anak dari sekolah saja. Perhatian dan peran orang tua dinilainya amat minim.

"Semoga kegiatan ini bisa menginspirasi para orang tua agar lebih peduli terhadap anak," kata dia.

Rahmang berkata, seorang anak bisa terbentuk karakternya menjadi pribadi yang mandiri dan tangguh tidak terlepas dari peran orangtua dalam mendidik dengan penuh perhatian dan pengertian.

Kepala Bidang Pembinaan Paud dan Pendidikan Non Formal Suhatman, menimpali bahwa tanggung jawab orang tua sebagai guru yang terbaik bagi anak-anaknya tidak boleh dialihkan kepada guru di sekolah.

"Mengapa begitu? Karena anak-anak hanya beberapa jam saja di sekolah, sedangkan sebagian besar waktunya dihabiskan di rumah bersama orangtua. Namun demikian guru adalah mitra terbaik para orangtua dalam mendidik anak-anak. Kerjasama yang baik dan harmonis antara guru di sekolah dan orangtua di sumah sangat diperlukan," imbuhnya.

Sebagai seorang orang tua, kata dia, biarkan anak menjalani kesehariannya sesuai keinginannya, namun tetap pada pengawasan dan memeberikan nasehat yang baik agar anak tidak menyimpang dari norma yang ada.

"Biarkan anak belajar pada hal-hal yang sesuai bakat dan minatnya, jangan paksakan anak mengikuti segala kemauan orang tua. Hal ini membuat anak tertekan dan tidak baik bagi psikologis anak terutama pada pola pikir serta kecerdasannya. Jadi peran orang tua dalam meningkatkan kecerdasan anak sangat menentukan," pungkasnya.
Peringati HAN, 500 Anak Ikuti Berbagai Lomba di Pantai Kata
Walikota Mukhlis dan Bunda PAUD Ny.Reni Mukhlis saat memperingati HAN di Pantai Kata. Foto/Eri Elfadri
Pariaman -- Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN), Pemerintah Kota Pariaman melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga mengadakan berbagai macam lomba bagi anak PAUD, TK dan Kelompok Bermain di kawasan destinasi wisata Pantai Kata, Kamis (3/5).

Lima macam perlombaan digelar antara lain: perlombaan melukis dengan jari (finger printing), lomba mewarnai, lomba bercerita, lomba menggambar, dan hafalan ayat pendek, dengan jumlah peserta sebanyak 500 orang dari seluruh TK - PAUD yang ada di Kota Pariaman.

Dari 105 jumlah sekolah PAUD yang ada di Kota Pariaman terdiri dari 30 Taman Kanak-Kanak (TK) dan 85 Kelompok Bermain (KB).

Acara digelar guna meningkatkan kompetensi guru PAUD terhadap pencapaian pembelajaran dan implementasi terhadap anak PAUD serta meningkatkan kreatifitas anak dalam mengembangkan bakat dan minat belajar.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman dalam sambutannya mengatakan bahwa peringatan HAN harus dijadikan sebagai momentum untuk membangkitkan dan menggelorakan semangat untuk mewujudkan harapan anak yang ada di Kota Pariaman.

Ia mengimbau kepada seluruh orang tua untuk mengenalkan berbagai kebiasaan baik sejak dini serta mengajarkan nilai-nilai agama dengan baik atau membiasakan aktivitas hidup sehat.

Mukhlis juga berharap 10 tahun sampai 20 tahun kedepan anak Kota Pariaman menjadi anak yang bermoral, berakhlak serta mencintai seni dan budaya daerah masing-masing.

Reni Mukhlis selaku Bunda PAUD Kota Pariaman juga berharap dengan digelar  HAN ini, anak-anak dapat mengenal adat istiadat di Minangkabau.

"Juga dengan adanya lomba ini untuk memotivasi anak-anak dan meningkatkan nilai-nilai tradisional di Kota Pariaman. Sebagaimana yang sudah dicanangkan oleh walikota Pariaman bahwa kurikulum yang diterapkan adalah kurikulum muatan lokal untuk menyesuaikan adat kita yang ada di Kota Pariaman," kata dia. (Eri/OLP)
66 Mahasiswa Ilmu Politik UNAND Tinjau Lapangan Kemajuan Wisata Pariaman
Sekdako Pariaman Indra Sakti ketika memberi sambutan kepada mahasiswa FISIP UNAND di Balirung Walikota Pariaman. Foto/Eri Elfadri
Pariaman --- Sebanyak 66 orang Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNAND Padang Jurusan Administrasi Publik, melaksanakan kuliah lapangan selama dua hari di Kota Pariaman.

Dosen Pembimbing Kuliah Lapangan FISIP UNAND Syamsurizaldi, mengatakan mahasiswa sebanyak 66 orang tersebut nantinya akan melakukan tinjau lapangan mengenai administrasi Pemerintahan Daerah dan pembangunan pariwisata yang ada di Kota Pariaman.

"Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari, dan besok kami ingin berkunjung ke Pantai Gandoriah dan setelah itu dilanjutkan ke Pulau Angsoduo untuk tinjau lapangan," terangnya di Balairung Walikota Pariaman, Senin (30/4).

Ia berharap kuliah lapangan mahasiswa di Pariaman berjalan lancar dan sekaligus minta dukungan kepada Pemerintah Kota Pariaman agar memfasilitasi selama kegiatan mahasiswa berlangsung.

Sekretaris Daerah Kota Pariaman Indra Sakti mengatakan warga Pariaman menyambut gembira mahasiswa FISIP UNAND yang akan kuliah lapangan di Kota Pariaman.

Indra Sakti mengatakan, lokasi dan tempat yang dipilih oleh Mahasiswa FISIP UNAND sangat tepat, memilih Kota Pariaman.

"Mengingat pesatnya perkembangan pariwisata Kota Pariaman dewasa ini. Kota Pariaman pada saat ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan, apalagi ketika hari libur," ungkapnya.

Kemudahan bagi Pariaman, sebut Indra Sakti, adalah akses transportasi bagi wisatawan yang akan berkunjung dengan adanya transportasi kereta api wisata setiap harinya.

"Ada banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi di Pariaman seperti Pantai Gandoriah, Pantai Cermin, Pantai Kata, Pulau Angso Duo, Pantai Pauh, Manggung dan banyak lagi," pungkasnya. (Tim/OLP)
Ratusan Pelajar SMP di Pariaman Ikuti Outbound Wawasan Kebangsaan
Ratusan pelajar SMP se kota Pariaman ikuti outbound wawasan kebangsaan di Pantai Cermin Pariaman. Foto/Nanda
Pariaman ----- Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pariaman dan Komando Distrik Militer (Kodim) 0308/Pariaman gelar outbound sosialisasi wawasan kebangsaan dan bela negara kepada pelajar SMP di Kota Pariaman, Sabtu (28/4).

Outbound merupakan rangkaian penutup sosialisasi wawasan kebangsaan dan belanegara di sekolah SMP di Kota Pariaman sejak 23 April 2018 silam. 400 orang pelajar menjadi peserta kegiatan ini

Kadisdikpora Kota Pariaman, Kanderi dan Kakan Kesbangpol Kota Pariaman, Efirizal mengatakan, sosialisasi dengan materi wawasan kebangsaan dan bela negara penting dilakukan semenjak dini. Sosialisasi menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air pelajar di Kota Pariaman.

Kanderi mengatakan, pergeseran kewenangan manajemen pendidikan SMA dari pemerintah kabupaten dan kota ke pemerintah provinsi, tidak menjadi penghalang menjadikan peserta sosialisasi wasbang dan bela negara kepada pelajar SMA. Secara bergilir, pelajar dari berbagai pendidikan juga akan disosialisasikan.

"Saat ini peserta baru diikuti oleh terbatas. Dalam kegiatan lain, akan kita gilir peserta agar sosialisasi ini bisa tersampaikan menyeluruh kepada siswa," ujarnya.

Menurut Kakan Kesbangpol Kota Pariaman Efirizal, ancaman terhadap negara tidak bersifat konvensional. Semuanya telah berubah. Dari perang menggunakan senjata dan kekuatan militer, kini, perang dan ancaman dilakukan secara proxy. Tidak terlihat, namun melumpuhkan.

"Kita dijajah dengan pengrusakan generasi mudanya dengan narkoba, merecoki dengan paham yang bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang. Perang tidak lagi dengan kekuatan militer atau persenjataan," katanya.

Kepala Staf Komando Distrik Militer (Kasdim) 0308/Pariaman, Mayor Inf Marjoni Mansyur mengatakan, sosialisasi wasbang dan belanegara memupuk komitmen bela negara RI. Pergeseran zaman dan kemajuan teknologi, juga menggerus sikap nasionalisme dan komitmen bela negara generasi muda Indonesia.

"Sikap nasionalisme generasi muda meluntur. Seiring kemajuan yang ada, komitmen cinta tanah dan bela negara tidak begitu kuat seperti dulu. Dengan kondisi yang seperti ini, kami perlu membangkitkan kembali dengan merutinkan sosialisasi ini," terang Marjoni.

Ditegaskannya, tanggung jawab bela negara bukan hanya tanggungjawab TNI. Namun semua pihak, termasuk pelajar memiliki tanggung jawab yang sama. Bela negara tidak sebatas ikut perang membela negara, bagi pelajar, sikap bela negara dapat diwujudkan dalam bentuk belajar dengan sungguh-sungguh, menjauh praktik penyalahgunaan narkoba.

"Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk kegiatan belanegara ini. Masing-masing bisa mewujudkannya melalui peran dan fungsinya masing-masing. Saya berharap, materi ini dapat membentuk pelajar Kota Pariaman yang berwawasan kebangsaan dan punya komitmen yang tinggi bela negara," pungkasnya. (Nanda)