Kemendikbud Janjikan Bantuan 2 Miliar untuk SKB Sungai Limau

Sungailimau --- Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur bersama Kasubdit Kelembagaan dan Kemitraan Direktorat Pembinaan Kesataraan Ditjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud RI Hasan Bisri meresmikan dan serah terimakan Unit Gedung Baru Sanggar Kegiatan Belajar (UGB SKB) Padangpariaman tahun 2017 di Kecamatan Sungai Limau, Rabu (15/11) lalu.

Suhtri Bur di Paritmalintang, Rabu (22/11) mengatakan, UGB PAUD dibangun untuk memberikan kegiatan pembelajaran bagi anak-anak usia dini, berkisar 2 sampai 6 tahun. "Gedungnya sudah kita resmikan. Semoga gedung ini dapat dikelola dengan sebaik-baiknya," ujar Suhatri.

Ditambahkan Suhatri, ada berbagai kebijakan Kemendikbud perihal program PAUD untuk jangka waktu ke depan. "Tentunya peran Bunda PAUD dan sejumlah elemen organisasi yang juga untuk meningkatkan mutu pelayanan PAUD," ungkapnya.

Ia mengungkapkan, pembahasan program sekaligus menjelaskan tantangan yang dihadapi oleh BPKB dan SKB dalam pembinaan program PAUD di wilayah setempat. Termasuk masalah tenaga kependidikan, pamong belajar, serta peran nyata BPKB dan SKB guna mendukung perluasan dan peningatan mutu program-program PAUD.

Ia menjelaskan, sebelum melatih para peserta, pihaknya terlebih dahulu mengadakan peninjauan ke lapangan. Selain itu, juga diadakan sosialisasi bagi yang mau ikut pelatihan, seperti pelatihan menjahit.

Sementara, Hasan Bisri dalam sambutannya pada hari itu meminta Pemkab Padangpariaman untuk memperhatikan pendidikan informal. "Kami akan memperhatikan terus SKB karena selama ini SKB seperti dianaktirikan dari pendidikan lainnya," sebutnya.

Hasan Bisri mengapresiasi Pemkab Padangpariaman yang merespon cepat alih fungsi SKB menjadi Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF).

"Saat ini di Indonesia tercatat 409 SKB, 288 telah menjadi SPNF. Jika sampai Februari 2018 tidak dijadikan SPNF maka selanjutnya dilarang beraktifitas," ingatnya.

Hasan Bisri juga menjanjikan kepada Padangpariaman, jika tersedia lahan yang memadai, maka pihaknya akan membantu anggaran pembangunan sampai Rp2 miliar. (Tim)
Dukung Pendidikan Inklusi, Mukhlis Segera Terbitkan Perwako
Mukhlis beri sambutan sosialisasi pendidikan inklusi bagi kepala sekolah dan pengawas SD, SMP se kota Pariaman.
Pariaman --- Pemerintah Kota Pariaman telah menerapkan sistem layanan pendidikan inklusi di seluruh sekolah di wilayah Kota Pariaman. Pendidikan inklusi merupakan pengejewantahan terhadap kemajuan pendidikan yang dapat dirasakan oleh segenap masyarakat.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman menyebut, setiap satuan penyelenggara pendidikan wajib menerima peserta didik tanpa terkecuali.

“Pendidikan inklusi secara resmi didefinisikan sebagai suatu sistem layanan pendidikan yang mengikut sertakan anak berkebutuhan khusus untuk belajar bersama dengan anak sebayanya di sekolah reguler yang terdekat dengan tempat tinggalnya,” sebut Mukhlis di Pariaman, Selasa (14/11).

Penyelenggaraan pendidikan inklusi, kata Mukhlis, menuntut pihak sekolah melakukan penyesuaian kurikulum, sarana dan prasarana pendidikan, maupun sistem pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan individu peserta didik.

“Dengan adanya pendidikan inklusi, setiap anak dapat memperoleh pendidikan tanpa perlu dibeda-bedakan,” imbuh Mukhlis.

Pendidikan inklusi di Pariaman mengacu pada grand desain pendidikan inklusi yang telah disusun oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman dengan SOPD terkait pada tanggal 31 Oktober hingga tanggal 2 November 2017 lalu.

Hal tersebut dijadikan pedoman pelaksanaan pendidikan agar menentukan arah dan tujuan pendidikan inklusi 5 tahun ke depan. Mulai tahun 2018-2022, secara holistik menyentuh seluruh masyarakat Pariaman.

Ia berkata, pihaknya telah menyusun draft Peraturan Walikota Tentang Pendidikan Inklusi pada tanggal 8-10 November 2017.

"Sebagai pedoman dalam penyelenggaran pendidikan inklusi sehingga satuan pendidikan dan stakeholder mempedomani, melaksanakan dan memahaminya," ulasnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, bahwa tugas guru bukan hanya sekedar mengajar saja, tetapi juga mesti sebagai pendidik bagi murid-muridnya.

“Selagi itu masih dalam garis kewajaran hal itu diperkenankan untuk mendidik anak-anak kita yang mulai terdegradasi moral akibat pengaruh kemajuan zaman,” tutupnya. (Juned)
Genius Umar, Anak Inklusi Punya Hak Sama Belajar di Sekolah Reguler

Pariaman --- Setiap Anak mempunyai hak yang sama dalam menempuh pendidikan dan hak untuk belajar. Dengan memasukan anak inklusi di sekolah normal, hal tersebut akan meningkatkan percaya diri anak inklusi dan ia akan merasa menjadi anak yang normal sama dengan yang lainnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Walikota Pariaman Genius Umar ketika memberikan sambutan pada sosialisasi pembudayaan pendidikan inklusi bersama dengan stakeholder Kota Pariaman, bertempat di ruang pertemuan RM Joyo Makmur, Kamis (26/10).
Anak inklusi atau inklusif adalah anak berkebutuhan khusus, anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukan pada ketidakmampuan mental, emosi atau fisik.
 
“Anak inklusi terkadang memiliki IQ yang cukup tinggi dari anak biasa. Dengan kemampuannya tersebut ia terkadang sibuk dengan dunianya sendiri. Apabila dibiarkan ia sendiri dan dipisahkan dengan anak-anak yang lain, maka ia akan merasa berbeda dan minder dengan apa yang dimilikinya,” tuturnya.

Semua pihak, sambung Genius, perlu merespon pembudayaan pendidikan inklusi, sehingga eksistensi pengembangan pendidikan inklusi yang lebih mengkhususkan pada perkembangan anak didik inklusi yang berintegrasi ke dalam anak normal.

“Diharapkan peserta didik inklusi benar-benar tidak merasa rendah diri dalam proses belajar  dan menjadikan mereka insan yang cerdas serta memiliki motivasi hidup yang tinggi dalam pendidikan secara utuh, bermoral, berbudaya yang mengarah kepada moralitas yang baik,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengimbau kepada para peserta didik agar dalam mengajar, jangan hanya mengikuti kurikulum dan ilmu saja, tetapi lebih kepada pendidikan watak dan karakter dari anak didik.

Pendidikan ilmu, kata Genius, harus sejalan dengan pendidikan karakter, sehingga anak didik tidak hanya pintar saja. Juga memiliki attitude dan karakter yang baik, yang nantinya akan membentuk generasi muda yang mempunyai pribadi mandiri, kreatif, produktif dan berdaya saing.

Kata dia, anak didik mesti diajarkan untuk berani mengemukakan pendapat. Tenaga didik selayaknya menghargai setiap pendapat dari peserta didik.

“Kalau sejak kecil anak diajarkan menghargai pendapat orang lain dan berani mengemukakan pendapat, maka mereka akan tumbuh menjadi anak yang berjiwa bijaksana ketika mereka dewasa, tidak tertutup untuk anak inklusi sekalipun,” tutupnya.

Sementara itu Kepala Bidang Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, Pria Sapta Mulia mengatakan, sosialisasi bertujuan untuk menyatukan persepsi terhadap pendidikan inklusi di Kota Pariaman.

“Sosialisasi ini juga bertujuan untuk mewujudkan pendidikan inklusi agar dapat terlaksana pada tingakt TK, SD dan SMP dengan baik. Saat ini masih banyak anak yang berkebutuhan khusus tersebut masih dibedakan sekolahnya, dan kebanyakan bersekolah di sekolah swasta,” sebutnya.

Saat ini, tercatat anak inklusi di Kota Pariaman sebanyak 988 orang dengan rincian di tingkat TK sebanyak 32 orang, SD sebanyak 900 orang dan SMP sebanyak 56 orang.

“Dengan pemahaman tentang pendidikan inklusi yang sama, kami harapkan anak-anak inklusi tersebut dapat bersekolah dengan anak-anak yang normal, sehingga mereka tidak merasa berbeda dengan anak yang lainnya,” ulasnya.

Sosialisasi ini menghadirkan Narasumber dari Tenaga Pendamping yang ditunjuk Direktorat Pembinaan PK-PLK Dirjen Dikdasmen Kemendikbud RI, Asep Ahmad Sopandi, dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Burhaman Boer, dengan jumlah Peserta sebanyak 48 orang. (Juned)
Upaya Membinasakan Indonesia Lewat Narkoba

Pariaman -- Ketua Badan Narkotika Kota (BNK) Pariaman Genius Umar, mengajak generasi muda menjauh dari segala bentuk penyalahgunaan narkoba.

"Jangan pernah mau mencoba karena dampak narkoba bukan saja pada kesehatan pemakainya, tapi juga berdampak buruk bagi masa depan bangsa kita," ujar wakil walikota Pariaman itu di SMA Negeri 4 Pariaman, Senin (7/8/2017).

Ia mengatakan, saat ini penjajahan bangsa asing tidak lagi melalui perperangan. Tidak lagi invasi militer, namun dengan merusak sendi sendi bangsa.

"Jika Indonesia diperangi, seluruh rakyat Indonesia angkat senjata. Narkoba dan segala jenisnya sebagai bentuk perang dalam upaya menghancurkan bangsa kita. Dengan sasaran generasi muda untuk menghancurkan masa depan bangsa," sambungnya.

Atas kesadaran itu, ia meminta generasi muda membentengi diri. Pemuda mesti sadar bahwa dia merupakan tumpuan bangsa di masa akan datang.

"Terus belajar dan menuntut ilmu setinggi tingginya, disiplin, rajin berolahraga dan menerapkan pola hidup sehat. Generasi muda kita harus mampu bersaing dengan bangsa lain," kata dia semangat.

Dalam kesempatan itu ia juga memuji Kepala Sekolah Ali Zarman yang terus berbenah. Sekolah itu menurutnya telah berubah dari yang dulunya gersang menjadi rindang.

"Kepada para guru pendidik yang bertugas, teruslah mendidik dengan baik. Jadikan sekolah tempat yang menyenangkan bagi anak, sehingga para murid akan betah dan senang belajar," tutupnya. (Juned/OLP)
Padangpariaman Terima 1.400 Mahasiswa KKN
Suhatri Bur secara resmi terima penyerahan mahasiswa KKN di Padangpariaman
Paritmalintang -- Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur menerima mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari beberapa perguruan tinggi yang ada di Sumatera Barat yang nantinya akan menyebar di sejumlah nagari, Selasa (11/7/2017) di IKK Paritmalintang. 
    
Ia meminta mahasiswa sekaligus mensosialisasikan kepada masyarakat wilayah KKN untuk mempercepat membentuk Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag).
    
"Salah satu program unggulan pemerintah saat ini yaitu Badan Usaha Milik Desa atau di sini bernama BUMNag," ungkapnya.
    
Ia mengatakan, kehadiran BUMNag di setiap nagari adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat: seperti dengan menampung hasil produksi usaha mikro kecil menengah di daerah dan menjualnya ke daerah lain.
  
Pada tahun ini pihaknya berupaya agar 103 nagari yang ada di daerah itu memiliki BUMNag sehingga dapat mempercepat pertumbuhan perekonomian masyarakat.
    
"Saat ini baru tiga BUMNag yang sudah berbadan hukum, padahal untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat kita harus memiliki sepuluh badan usaha," ujarnya.
    
Oleh karena itu, kehadiran mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk melaksanakan KKN dapat berkontribusi agar salah satu program unggulan pemerintah tersebut berjalan.
    
"Dalam hal ini mahasiswa dapat memberikan pencerahan tentang BUMNag kepada masyarakat sambil memberikan ilmu yang didapat selama kuliah," tambahnya.
    
Ia menyampaikan cara agar apa yang disampaikan mahasiswa diterima oleh masyarakat yaitu dengan berbaur dengan mereka. Seperti rutin ke surau dan sesekali duduk di kedai tempat mahasiswa itu ditugaskan oleh perguruan tinggi masing-masing.
   
"Ini merupakan permintaan kami dan menjadi ibadah bagi mahasiswa. Namun mahasiswa diharapkan membaca berbagai sumber tentang BUMNag," terangnya.
    
Sementara itu, Prof. Dr. Isril Berd dosen Universitas Andalas yang mewakili pihak perguruan tinggi, menyebutkan, ada sekitar 1.400 mahasiswa melaksanakan KKN  selama 40 hari yang tersebar di berbagai nagari di kabupaten itu.
   
Adapun lima perguruan tinggi tersebut yakni Universitas Andalas, Taman Siswa, Institut Seni Indonesia Padang Panjang, Universitas Bung Hatta, dan Universitas Ekasakti.
    
"Ada beberapa bentuk yang diselenggarakan dalam KKN ini yaitu seperti pengelolaan kakao, kelapa, dan mitigasi bencana," ujarnya.
    
Ia mengatakan selama KKN, mahasiswa harus mencari permasalahan di suatu daerah dan menemukan solusinya serta memberikan motivasi kepada masyarakat.

TIM
Terima Hibah dari Yayasan LP3ESIDA, Genius Berencana Bangun Universitas

Ampalu -- Yayasan Lembaga Pengembangan Pendidikan Penelitian Ekonomi, Sosial dan Budaya (LP3ESIDA) Sumatera Barat, serahkan tanah yayasan kepada Pemko Pariaman seluas 3,1 hektar yang berlokasi di Desa Ampalu, Pariaman Utara, dan bangunan beserta lahan Gedung Nasional yang berlokasi di Kelurahan Guguak, Pariaman Tengah yang sekarang merupakan Kampus STIE lama, Senin (22/5/2017).

Penyerahan oleh Ketua LP3ESIDA Baharudin didampingi dengan Ketua STIE SB Pariaman Nurtati dan Jajaran Pembina di STIE SB di Desa Ampalu, Pariaman Utara.

Awalnya tanah yang dihibahkan tersebut direncanakan untuk pembangunan kampus STIE SB Pariaman. Karena telah adanya lahan dan bangunan baru di By-pass, Jati yang lebih representatif dan megah, agar lahan hibahan itu lebih produktif, diserahkan ke Pemerintah Kota Pariaman.

"Agar dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Harapan kami agar tanah yang kami hibahkan bermanfaat bagi Pemerintah Kota Pariaman dengan menjadikannya sebagai tempat yang bermanfaat bagi masyarakat," kata Baharudin.

STIE Sumbar adalah salah satu sekolah tinggi yang dinaungi oleh LP3ESIDA Sumbar, selain Aperta, Akop dan sekolah tinggi lainya. SMA/SMK swasta, termasuk SMA Manunggal yang ada di Pariaman juga di bawah naungan yayasan yang berdiri di zaman pemerintahan Bupati Anas Malik itu.

Pemerintah Kota Pariaman menyambut baik penyerahan hibah tersebut. Wakil Walikota Pariaman Genius Umar mengatakan lahan dan gedung yang telah diserahkan itu akan dimanfaatkan pihaknya untuk pembangunan.

"Kita sangat mengapresiasi sekali apa yang telah orangtua kita lakukan, Bapak Baharudin yang dengan sukarela memberikan tanah yang telah mempunyai sertifikat ini kepada Pemko Pariaman," kata dia terharu.

Ke depan, ia mengatakan akan meneruskan apa yang menjadi cita-cita dari Baharudin, untuk membuat sebuah universitas di Kota Pariaman.

"Hal ini sejalan dengan apa yang kami inginkan. Walaupun saat ini pihak Kemenristekdikti RI masih belum membuka kesempatan di daerah untuk mengajukan sebuah universitas baru, kami akan terus berupaya dengan dibantu semua pihak mewujudkan hal itu," tandasnya.

Juned/OLP