Ivana Juarai Lomba Cerita Anak Tingkat Kota Pariaman
Staf Ahli Definal rfoto bersama dengan peserta lomba bercerita anak. Foto/Eri Elfadri
Pariaman ----- Ivana Flora Harumi, raih juara satu lomba bercerita anak tingkat SD/MI se-Kota Pariaman.

Murid kelas lima SDN 05 Air Santok, Kecamatan Pariaman Timur ini, berhasil menyingkirkan sepuluh peserta lomba lainnya. Sedangkan juara kedua diraih oleh Aril Rahma Adinda murid SDN 12 Naras I dan juara ketiga jatuh kepada siswa SDN 07 Kampung Jawa II, Arnes Syaputra.

Lomba tersebut rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei mendatang. Lomba bercerita anak adalah upaya menumbuhkembangkan minat dan budaya gemar membaca di kalangan anak-anak. Lomba tersebut diprakarsai oleh Bagian Kearsipan dan Perpustakaan Pemko Pariaman di Pentas Seni Pantai Gandoriah, Rabu (18/4).

Staf Ahli Setdako Pariaman Definal mengatakan bahwa upaya penanaman nilai moralitas pada anak melalui dongeng atau bercerita. 

"Dengan mendongeng diharapkan anak-anak kita memiliki kesempatan untuk bersosialisasi, sekaligus mengalihkan perhatian mereka terhadap televisi dan game. Karena menurut penelitian Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA), hampir 70 persen tayangan yang disuguhkan televisi-televisi Indonesia merupakan kategori tidak aman untuk dikonsumsi anak-anak," tuturnya.

Ia juga berharap dengan adanya Lomba Bercerita Anak, bisa mencegah mereka dari perilaku negatif dan kenakalan remaja.

Kepala Bagian Kearsipan dan Perpustakaan Nen Marni, menjelaskan bahwa pemenang lomba akan diikutkan dalam perlombaan tingkat provinsi dan nasional di Jakarta. Peserta Lomba Bercerita Anak tingkat SD/MI se-Kota Pariaman terdiri dari siswa-siswi kelas 5 SD. Baik negeri maupun swasta dan MI di wilayah Kota Pariaman.

Materi lomba yang ditetapkan adalah cerita rakyat yang berasal dari daerah Pariaman sendiri yakni Anggun Nan Tongga.

Kepala Sekolah SDN 05 Air Santok, Mis ELis, menyampaikan bahwa sekolah yang dipimpinnya dalam tiga tahun terakhir selalu mendapatkan juara lomba bercerita anak se-Kota Pariaman.

"Kami akan mempersiapkan anak untuk lomba tingkat Provinsi Sumbar yang akan digelar pada bulan Juli mendatang, mudah-mudahan bisa mewakili Kota Pariaman pada tingkat nasional nanti," harapnya. (Tim)
Pariaman Tingkatkan Kompetensi Pendidik PAUD
-Walikota Pariaman Mukhlis Rahman didampingi oleh Kadis Dikpora Kanderi beserta peserta pendidik PAUD se-Kota Pariaman di Aula BP-PAUD dan Dikmas Rawang. Foto/Eri Elfadri
Pariaman ---- Walikota Pariaman Mukhlis Rahman mengatakan masa depan anak perlu dipersiapkan sejak dini melalui berbagai pemenuhan hak-haknya sebagaimana diamanatkan Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Penjaminan pemenuhan hak-hak anak menjadi tanggung jawab orang tua, keluarga dan masyarakat. Hal ini diungkapkannya ketika membuka acara pengembangan karakter bagi pendidik PAUD se-Kota Pariaman tahun 2018 di Aula BP-PAUD dan Dikmas Sumbar, Rawang Kota Pariaman, Senin (16/4).

Tingkat kesadaran masyarakat terhadap pemberian layanan pendidikan bagi anak usia dini, kata Mukhlis, untuk saat ini terbilang masih relatif rendah. Dari data yang ada jumlah layanan pendidikan usia dini di Kota Pariaman tercatat sebanyak 103 satuan pendidikan (TK/KB/SPS), namun jumlahnya tidak merata.

"Bahkan ada satu desa yang memiliki lima lembaga PAUD dan ada juga desa lain yang tidak memilikinya sama sekali," katanya.

Ia meminta kepada OPD terkait untuk mengevaluasi dan mendata kembali keberadaan lembaga pendidik di Kota Pariaman, baik yang telah dibantu oleh pemerintah maupun swadaya masyarakat.

Ia juga berharap kepada para pengajar atau pendidik PAUD yang mengikuti kegiatan itu agar mengikutinya dengan sebaik-baiknya.

Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF), Pria Sapta Mulia, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) guru dan pendidik PAUD di bidang penguatan pendidikan karakter.

"Serta untuk mewujudkan bangsa yang berbudaya melalui penguatan nilai-nilai religius jujur toleran dan disiplin. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 16 hingga 18 April 2018," kata dia.

Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman Kanderi, dengan narasumber Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sumbar Yenita Irawati. (Tim)
Pesan Genius bagi Pelajar Jelang Kelulusan
Genius Umar beri motivasi pelajar akhir agar selalu dalam kegiatan positif. Foto/Junaidi/istimewa
Pariaman ---- Calon Walikota Pariaman Genius Umar, imbau pelajar SMA kelas XII di Kota Pariaman agar tidak melakukan aksi coret-coret baju seragam sekolah saat merayakan kelulusan ujian nasional.

Coret-coret seragam sekolah menjadi fenomena hampir di semua SMP dan SMA, saat perayaan kelulusan ujian nasional setiap tahunnya.

"Aksi coret-coret seragam sekolah yang identik hura-hura, mubazir, harus diganti dengan kegiatan positif. Banyak cara untuk merayakan atau bersyukur atas kelulusan tersebut secara positif," kata Genius Umar saat menjadi motivator kegiatan Pemuda Pariaman Action (Pection) 2018, Minggu (15/4) lalu.

Menurut Genius, ada hal positif yang dilakukan dibandingkan coret-coret seragam. Seragam yang masih layak pakai, dapat disumbangkan atau diberikan kepada adik kelas ataupun pelajar lain yang membutuhkan.

"Pakaian yang masih layak pakai dapat kita sumbangkan kepada pelajar lain. Ini tentu lebih bermanfaat dan sangat membantu," kata dia.

Ia mengapresiasi gerakan pengumpulan baju seragam sekolah untuk amal yang dilakukan Pection Pariaman. Menurut dia, kegiatan yang digagas anak muda Pariaman ini, menandakan generasi muda Kota Pariaman peduli sesama.

Sementara, Ketua Panitia Pection Pariaman 2018, Andika, mengatakan kegiatan pengumpulan dan penyerahan seragam hanyalah titik awal Pection Pariaman.

Pihaknya berencana kembali melakukan kegiatan amal dan pengumpulan donasi pada bulan Ramadhan 2018 mendatang. (Nanda)
Bripka Afdal Bustami Sosialisasikan Bahaya Rokok dan Narkoba ke Anak SD
Bripka Afdal sosialisasikan bahaya rokok dan narkoba kepada anak SD untuk membentengi diri mereka dari pergaulan negatif. Foto/Phaik
Pariaman --- Guna menanamkan disiplin sejak dini kepada anak, anggota Bhabinkamtibmas Polres Pariaman Bripka Afdal Bustami bersedia menjadi pembina upacara di sekolah dasar desa binaannya.

Contohnya Senin pagi (2/4), Bripka Afdal Bustami pimpin upacara di SD Negeri 04 Kajai. Afdal Bustami mengatakan, kedatangan polisi ke sekolah-sekolah menemui anak-anak, agar mereka mengerti profesi polisi di samping menjalin sinergitas dengan pengurus sekolah lainnya.

Afdal Bustami juga mengajak siswa siswi belajar disiplin sejak dini di samping belajar dengan tekun dan patuh kepada orang tua dan guru.

"Kita juga mengenalkan pentingnya taat peraturan tata tertib yang ada di sekolah kepada siswa," ungkapnya.

Di samping itu, ujar dia, pihaknya juga mensosialisasikan akan bahaya rokok dan narkoba bagi siswa. Dengan penanaman sejak dini akan bahaya rokok dan narkoba, ia berharap para siswa tidak berupaya mencoba-coba.

"Anak-anak harus tahu bahaya narkoba yang bisa merenggut nyawa si pemakai. Bisa berakibat sangat fatal seperti rambut rontok, katarak, penyakit jantung, kanker, osteoporosis, dan lainnya," sambungnya.

Kepala SDN 04 Kajai Afdhal Fuady menyambut positif kunjungan Bhabinkamtibmas di sekolahnya. Polisi kata dia, telah membantu majelis guru dalam upaya memberikan pendidikan kepada para siswa khususnya mengenai pengetahuan di bidang hukum, bahaya narkoba, bahaya merokok dan upaya menjaga ketertiban.

"Ini sangat kami harapkan sekali, karena mampu mengurangi kenakalan anak dan tindak kekerasan terhadap anak," tutur Afdhal Fuady.

Kepsek tersebut berharap kunjungan tersebut terus dilakukan ke depannya sebagai langkah pembinaan kepada generasi muda sedari dini. (Phaik/OLP)
PAUD Azzahra Ma’arif Toboh Palabah Siapkan Anak Hadapi Perkembangan Zaman
Foto bersama para anak PAUD dengan guru, pendiri, pimpinan PAUD beserta Kepala Desa setempat. FOTO/AT
Pariaman ----- Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) penting bagi anak-anak pra sekolah dasar. Dengan memasukkan anak ke PAUD, berarti orangtuanya sudah mulai membekali pendidikan yang baik bagi pertumbuhan anaknya.

Demikian diungkapkan Pendiri PAUD Azzahra Ma’arif Desa Toboh Palabah, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman, Armaid Tanjung, dihadapan orangtua dan murid PAUD Azzahra Ma’arif, Rabu (21/2). Hadir Kepala Desa Toboh Palabah Sudirman Harun dan Pengelola PAUD Fathimah Azzahro Ibnu Abbas Miftahur Rohmah.

Armaidi berkata, paling tidak anak-anak yang belajar di PAUD sebagian waktunya yang selama ini dihabiskan di depan televisi sejak pagi hingga sore hari, sudah bisa dialihkan menjadi lebih bermanfaat dengan belajar di PAUD.

"Kalau mau jujur, sangat banyak tayangan di media televisi yang tidak cocok dengan perkembangan dan pertumbuhan anak," kata dia.

Kepala Desa Toboh Palabah Sudirman Harun menyambut baik kehadiran PAUD Azzahra Ma’arif Toboh Palabah.

”Hal ini diharapkan dapat mendidik anak-anak ke arah yang lebih baik,” katanya.

Sementara, Pimpinan Azzahra Ma’arif Toboh Palabah Elfa Rahmi, PAUD Azzahra Ma’arif sudah berdiri sejak 2007.

Namun kata dia, beberapa tahun belakangan sempat mengalami kevakuman. Kemudian akhir 2017 mulai diaktifkan kembali.

"Alhamdulillah mendapat sambutan dari masyarakat di sekitarnya. Saat ini jumlah  murid sudah mencapai 26 orang. Visi dari pendidikan PAUD di Azzahra Ma’arif adalah membetuk anak yang cerdas, kreatif, terampil, berakhlak mulia, dan sholeh," sebutnya.

Sedangkan misinya, lanjut dia, adalah menanamkan pendidikan agama Islam sejak dini, membiasakan membaca dan memahami Alquran dan melatih  sikap dan perilaku Islami anak sejak usia diani.

"Melatihan dan membiasakan anak untuk beribadah, menanamkan dan melatih kemampuan dasar, membantu peserta didik menyiapkan diri pada pendidik yang lebih tinggi,” sambungnya.

Ia berkata, program unggulan di sana meliputi praktek dan bacaan salat, hafalan ayat pendek, iqra dan  pengembangan potensi anak.

"Tujuan dari PAUD ini adalah menyiapkan generasi yang beriman dan bertakwa, siap menghadapi perkembangan zaman," tandasnya. (TIM)
Sekda Indra Sakti Serahkan Akreditasi 7 Sekolah
Sekda Indra Sakti foto bersama usai penyerahan sertifikat akreditasi sekolah. FOTO/Phaik
Pariaman --- Sekretaris Daerah Kota Pariaman Indra Sakti serahkan akreditasi SD, SMP dan SMA/sederajat se Kota Pariaman yang telah habis masa berlakunya penghujung 2017. Penyerahan sertifikat akreditasi usai upacara Senin pagi (5/2).

"Akreditasi merupakan suatu sarana untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Akreditasi merupakan agenda tahunan oleh tim dari Asesor Pengawas, Pengawas Sekolah, dan Perguruan Tinggi," ungkap Indra Sakti.

Ketua Unit Pelaksana Akreditasi (UPA) Aljufri  mengatakan, akreditasi sekolah dilaksanakan untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan formal maupun non formal. Selain itu, proses akreditasi sekolah oleh tim asesor melalui koordinator UPA.

Tim asesor merupakan tim penilai yang difasilitasi BAP Provinsi. Tim asesor tersebut, sambungnya, sesuai dengan diklat yang telah diikutinya.Tim asesor SMA berati melakukan penilaian di SMA, dan begitu juga dengan tim asesor SMK, SMP dan SD.

Ia menambahkan, selain tim asesor untuk penilaian akreditasi juga ada pengawas sekolah, perguruan tinggi seperti UNP dan UNAND serta Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP).

Aljufri menjelaskan dalam proses akreditasi sekolah, ada beberapa dukumen atau administrasi yang harus disiapkan. Dokumen tersebut meliputi delapan standar pendidikan nasional yaitu standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar penilaian, standar pendidik dan kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan dan standar pembiayaan.

Dari 8 standar tersebut terdapat poin-poin yang nantinya dijadikan penilaian terhadap sejauhmana kesiapan sekolah dalam melaksanakan akreditasi untuk peningkatan mutu sekolah dan mutu pendidikan.

"Akreditasi dilaksanakan tiap 5 tahun sekali. Pada 2017 ada tujuh sekolah yang mendapat sertifikat akreditasi terdiri dari 6 SD dan 1 SMK yaitu SMK Negeri 2 Pariaman jurusan tata boga," ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Asesor Dasril mengatakan, di 2018 sekolah yang akan diakreditasi kembali yakni tujuh SD, tiga SMP terdiri dari SMP 7, SMP 8, serta SMP 9. Lima SMK terdiri dari SMK 2, SMK 3, SMK 4, SMK BNM Plus. Sedangkan yang baru akan diakreditasi pada tahun 2018 adalah SDIT Ibnu Abas dan SMK Global.

"Penilaian akreditasi untuk 2018 bulan Juni nanti. Mekanisme penilaian akreditasi sekolah yaitu Dispora atau UPA, terlebih dahulu mendata sekolah-sekolah yang akreditasinya akan habis. Lalu direkap dan dilaporakan ke Badan Akreditasi Provinsi (BAP) dengan sumber pembiayaan akreditasi dari APBN dan APBD Provinsi," tutupnya. (Phaik/OLP)