Koalisi dengan PBB, PAN Pariaman Tetapkan Genius Calon Walikota

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Pariaman putuskan usung Genius Umar maju sebagai calon Walikota Pariaman pada Pilkada Pariaman 2018 mendatang.

Ketua DPD PAN Kota Pariaman, Priyaldi, Selasa (18/4/2017), di Pariaman, mengatakan bahwa PAN Kota Pariaman telah melakukan rapat pleno pembahasan dan penetapan bakal calon Walikota Pariaman di Kantor DPD PAN Pariaman, Senin (2/4) silam.

"Dalam rapat pleno tersebut, DPD PAN Kota Pariaman menetapkan Genius Umar sebagai bakal calon Walikota Pariaman yang akan diusung oleh PAN Kota Pariaman," terangnya.

Dikatakan Priyaldi, pengusungan Genius Umar yang saat ini merupakan Wakil Walikota Pariaman telah mendapatkan restu dari DPW PAN Provinsi Sumatera Barat dan DPP PAN.

"Bapak Genius Umar sudah melakukan koordinasi dengan kader dan simpatisan PAN Kota Pariaman untuk konsolidasi terkait pengusungannya sebagai calon walikota dalam beberapa kali pertemuan intensif," sebutnya.

Terkait dengan persyaratan 20 persen perolehan suara pemilu kepala daerah, DPD PAN  Pariaman dalam mengusung pasangan calon harus menjalin koalisi sebagai syarat pengusungan pasangan calon. Menurutnya, pihaknya telah membangun komunikasi politik dengan DPC PBB Kota Pariaman terkait rencana pengusungan Genius Umar.

"Semoga koalisi dengan PBB bisa terjalin. Sejauh ini komitmen untuk itu sudah menguat," ujarnya lagi.

DPD PAN sendiri tidak mengikat calon Wakil Walikota Pariaman yang akan mendampingi Genius Umar pada Pilkada Pariaman 2018. PAN Kota Pariaman menurut dia menyerahkan keputusan tersebut kepada Genius Umar sepenuhnya.

"Sudah banyak nama dan bakal calon yang menyatakan berkeinginan berpasangan dengan Genius Umar, baik dari unsur parpol ataupun non parpol," imbuhnya.

Sementara itu, Genius Umar, Minggu (16/4), di Pulau Angsoduo, terkait pencalonan dari PAN dan PBB tersebut mengatakan bahwa dirinya telah melakukan lobi dan komunikasi politik dengan pimpinan pusat dari kedua parpol itu.

"Koordinasi terus jalan dengan kader kedua parpol dalam berbagai kesempatan," ujar Genius.

Saat ini dirinya mengatakan belum menentukan pasangan Wakil Walikota Pariaman yang akan mendampinginya di pilkada mendatang.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pariaman Boedi Satria, Rabu (19/4/2017) saat dihubungi via seluler mengatakan bahwa tahapan pendaftaran pasangan calon walikota dan wakil walikota Pariaman pada Pilwako Pariaman 2018 diperkirakan pada akhir Januari 2018 atau awal bulan Februari 2018 mendatang dengan estimasi tahapan pungut-hitung dilaksanakan pada Juni 2018.

Terkait dengan munculkan nama yang diusung oleh parpol, kata dia, belum bisa dikatakan sebagai calon, karena belum ditetapkan oleh KPU Kota Pariaman.

"Namun sosialisasi dengan mengatasnamakan sebagai bakal calon tidak merupakan persoalan. Memang sosialisasi yang dilakukan sejak lama tentu akan menentukan bakal calon," pungkasnya.

Nanda
Untuk Tingkatkan PAD Sektor Pajak, Pemko Pariaman Bentuk SISMIOP Berbasis Online
 Mukhlis dan Genius bersama jajaran meninjau ruang pelayanan PBB dan BPHTB (atas) Mukhlis menggunting pita pertanda mulai dibukanya ruang pelayanan PBB dan BPHTB berbasis Komputerise online



Berdasarkan UU No. 28 Tahun 2009 tentang pajak dan retribusi daerah, telah dilimpahkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), menjadi pajak daerah Kota dan Kabupaten. Terhitung mulai bulan Januari 2014, melalui PERDA No. 6 Tahun 2013, Pajak Bumi dan Bangunan sektor Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) telah menjadi pajak daerah Kota Pariaman.

Pada Tahun 2013 total penerimaan PBB Kota Pariaman sebanyak RP. 932.121.359 dari jumlah sebanyak 25.257 objek pajak. Sedangkan pada Tahun 2014 jumlah potensi PBB P2 sebesar Rp. 1.042.798.575 dengan jumlah 25.266 objek pajak.

"Kita tentu berharap potensi pajak daerah dapat mencapai target. Dan di masa mendatang dapat naik signifikan menjadi primadona pendapatan asli daerah," kata Walikota Pariaman Mukhlis Rahman saat launching dan pekan panutan PBB P2 yang di hadiri oleh Ka Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Sumatera Barat Jambi (diwakili), Wakil Walikota Genius Umar, Kapolres Pariaman (diwakili), Dandim (diwakili), Kepala Pengadilan Negeri Pariaman, Setdako Armen, Kepala DPPKA Fadli, Kepala Bank Nagari Pariaman, Kepala SKPD, Camat, Kades dan Lurah sekota Pariaman di aula utama Balaikota Pariaman, Senin 7/4/2014.

Dalam upaya peningkatan penerimaan PAD dari sektor PBB, ke depannya, Mukhlis menghimbau agar jajaran Pemko Pariaman melakukan pendataan kembali terhadap objek pajak. Terutama bagi objek pajak perumahan serta objek pajak baru yang belum terdaftar di dalam Sistem Informasi Manajemen Objek Pajak (SISMIOP).

"Untuk itu perlu disiapkan banyak hal, baik regulasi, SDM, sarana prasarana, sosialisasi, sistem informasi dan pelayanan yang memadai serta transfer knowledge terkait PBB P2 tersebut," imbuh Mukhlis.

Namun demikian, meskipun PBB P2 telah menjadi pajak daerah, Mukhlis mengatakan masih berharap pada Kanwil DJP Sumbar dan Jambi melalui KPP Pratama Padang agar dapat melakukan pendampingan dalam pengelolaan PBB P2 di Kota Pariaman.

"Karena program SISMIOP ini masih merupakan sesuatu hal yang baru bagi pemerintah Kota Pariaman," terang Mukhlis.

Disamping itu, Mukhlis meminta kepada semua pihak, baik DPPKA, Camat, Kades dan Lurah beserta masyarakat agar bersama-sama mengoptimalkan pencapaian target PBB P2 di Kota Pariaman.

Catatan Oyong Liza Piliang