Pedagang Pakaian Pasar Pariaman Dapat Lawan Tak Sebanding
ilustrasi belanja online
Memasuki minggu pertama Ramadhan 1438 Hijriyah/2017, aktivitas jual-beli khususnya fashion, sepi pembeli di Pasar Pariaman. Puluhan pedagang, mulai dari pakaian dewasa/anak-anak, sepatu, sandal, dll, mengaku omset jual-beli mereka jauh merosot dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Kata orang ini disebabkan maraknya belanja online ya? Bisa jadi, dan sudah berdampak di Pasar Pariaman. Omset jauh menurun, biasanya seminggu sebelum puasa sudah ramai," ujar salah seorang penjaga toko yang malu namanya disebutkan, Selasa (30/5/2017).

Menurut dia, satu minggu jelang puasa, bosnya sudah mendrop berkodi-kodi berbagai jenis pakaian ke toko. Pakaian langsung diambil dari pusat grosir di Jakarta.

"Ini stok lama saja belum habis di toko," imbuhnya.

Ia mengatakan, karena lesunya jual-beli, biasanya dalam bulan puasa bos dia menambah jumlah karyawan, sekarang tidak lagi.

Ia berharap semoga keadaan sepinya jual-beli itu tidak berlangsung lama. Ia mengatakan puncak transaksi jual beli selama bulan puasa adalah sepekan jelang lebaran.

"Biasanya demikian, seminggu jelang lebaran sangat ramai, bahkan hingga malam hari," tandasnya.

Terpisah, Rini (32), warga Pariaman Tengah mengaku memang sudah jarang berbelanja pakaian di Pasar Pariaman sejak ia keranjingan belanja online.

"Kalau saya sih iya (belanja online). Tapi yang belanja pakaian ke Padang dan Bukittinggi juga banyak kok. Apalagi dengan kereta api bisa berangkat pagi pulang sore, biasanya teman-teman memburu diskon di mal-mal Kota Padang," ujar ibu dua anak itu.

Ia berkata, baru satu tahun mulai belanja online di beberapa e-commerce terpercaya Indonesia seperti Lazada, Lazora, Bli-Bli, Matahari-Mal, Bukalapak dan Tokopedia. Ia mengaku punya akun di beberapa ecommerce tersebut sehingga bisa membandingkan harga.

"Awalnya pesan (online) pakai akun teman. Sejak tahun lalu saya bikin akun sendiri," sambungnya.

Ia menyebutkan fenomena keranjingan belanja online menyebar begitu cepat dari pertemanan. Sistem belanja online yang menurut dia mudah dan dengan berbagai macam metode pembayaran. Dari segi harga dan model-lah, aku dia yang jadi perbandingan mereka beralih belanja online.

"Kalau uang di rekening saya habis, bisa bayar melalui Pos," ungkap dia.

Menyikapi fenomena tersebut, Pemko Pariaman melalui Dinas Koperindag belum menanggapi. Kepala Dinas Koperindag Gusniyetti Zaunit saat dihubungi via telepon selulernya, tidak menjawab.

OLP

Sepinya Pasar Pariaman Karena Konsumen Beralih Belanja Online?



Demam belanja online menjalar ke Pariaman, terutama dari kalangan melek teknologi, diduga berdampak pada menurunnya omset pedagang di Pasar Pariaman.

"Dalam sebulan terakhir, ada tiga kali saya meninjau Pasar Pariaman. Pedagang banyak mengeluhkan sepinya transaksi jual beli saat ini," ungkap Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman Syafinal Akbar, di Jati Hilir, Pariaman Tengah, Minggu (19/3/2017).

Kecenderungan belanja online di sejumlah e-commerce tanah air seperti Lazada, Mataharimall, tokopedia, bukalapak, olx hingga pedagang online di media sosial facebook, instagram hingga twitter, makin memudahkan masyarakat dalam bertransaksi.

"Kawan-kawan yang belanja online menyebutkan harga online jauh lebih murah, banyak pilihan, berkualitas, dan menghemat waktu mereka," sambung Syafinal.

Sebagai wakil rakyat yang menginginkan pertumbuhan ekonomi pedagang pasar Pariaman kembali berputar tinggi, saran Syafinal, selain penataan pasar, para pedagang mesti menyadari bahwa mereka sekarang sedang bertarung ekonomi dengan pasar online.

Dengan adanya kesadaran itu, sebut Syafinal, maka pedagang tentu mempersiapkan strategi tertentu seperti meningkatkan kualitas barang, kompetisi harga dan pelayanan.

"Kemajuan zaman tidak bisa ditarik ke belakang, oleh sebab itu pedagang mesti mensiasatinya, karena mereka berhadapan dengan pasar global online yang juga saling bersaing," jelasnya.

Agar pasar Pariaman kembali ramai, menurut Syafinal, dibutuhkan kerjasama seluruh pihak, baik pemerintah, pedagang dan masyarakat konsumen. Semua harus cemitri dalam satu hukum, yakni hukum pasar, di mana kualitas dan harga merupakan sebuah keniscayaan bagi hukum ekonomi.

Diana (42) warga Pariaman Tengah mengaku sangat jarang belanja pakaian dan kebutuhan elektronik di pasar tradisional sejak keranjingan belanja online. Ia menyebut dengan belanja online, harga dan kualitas jauh lebih baik ia dapat, serta menghemat waktu dan tenaga.

"Bayangkan harga alas kasur bahan katun ukuran 180 beli online dengan diskon 75 persen saya dapat dengan harga Rp250 ribu plus ongkos kirim. Sedangkan harga normalnya di pasar masih di atas Rp500 ribu," sebutnya.

Kemudian, masih menurutnya, harga ponsel baru dan bekas online juga murah. Harga iPhone 5 32gb baru, dia beli kurang dari Rp2 juta dan iPhone 4s bekas dengan harga Rp700 ribu.

"Hingga saat ini kedua barang itu masih sehat berfungsi. Menurut saya, sepinya pasar bukan disebabkan lesunya pembeli, tapi pembeli nya yang beralih belanja online.
Sekarang saya pesan lagi baju, hanya Rp32ribu perhelai, beli 8 helai, dengan banyak model, ongkos kirim semuanya hanya Rp21 ribu. " kata dia.


Ia memberi tips jika belanja online, pilihlah toko online terpercaya dan gunakan rekening milik toko online tersebut.

"Pilih pedagang yang miliki reputasi di toko online itu, kemudian transfer ke rekening milik toko online. Sudah ratusan juta saya belanja online, belum sekalipun tertipu karena pakai sistim rekening yang disediakan tersebut," pungkasnya.

Dari penelusuran wartawan, member e-commerce seperti bukalapak, tokopedia, lazada, olx, mataharimall, zalora, tercatat lebih dari 1000 warga kota Pariaman yang aktif belanja.
 

Dibuktikan pula dengan ratusan resi pengiriman e-commerse oleh kurir jasa pengiriman tiki, jne dan pos setiap hari. Jadi, terjadi ratusan transaksi warga Pariaman di toko online setiap hari. Jika dikalikan sebulan, jika rata-rata mereka semua belanja sekitar Rp10 hingga Rp20 juta sehari, total cash masuk ke e-commerce cukup mencengangkan, yakni Rp300 juta hingga Rp600 juta/bulan, setara Rp3,6 milyar hingga Rp7,2 miliar setahun.

Dampak e-commerce dominan terhadap omset pakaian, jam tangan, elektronik dibawah 2 kilogram dan barang unik lainnya. Kemudian dalam riset lanjutan wartawan, keberadaan moda kereta api Pariaman-Padang dengan tarif murah, juga berimbas pada aktivitas ekonomi pasar Pariaman. Sambil bawa raun anak naik kereta api berbiaya murah, sebagian besar masyarakat Pariaman juga belanja kebutuhan di mall di Padang.

Biasanya Sabtu dan Minggu. Faktor lain kenapa pasar Pariaman sepi aktivitas jual beli, juga tak bisa dipisahkan dari imbas pengalihan rute angkutan pedesaan (angdes). Kalau dulu rute angdes menjangkau pasar, bahkan pemberhentiannya tak jauh dari pasar. Dengan jalan kaki sedikit dari terminal penurunan penumpang, pengguna jasa angdes sudah bisa menjangkau pasar.

Sekarang angdes harus menurun dan menaikan penumpang masuk terminal Jati. Untuk menuju ke pasar Pariaman harus pindah ke angkutan perkotaan (angkot) atau ojek. Yang artinya, masyarakat dari luar kota yang akan belanja ke Pasar Pariaman mesti mengeluarkan biaya lebih. Kondisi ini bagi konsumen tak efektif, baik waktu maupun biaya.

Lagian barang kebutuhan yang akan dicari di pasar Pariaman rata-rata juga ada tersedia di pasar-pasar tradisional atau di kedai atau mini market sekitar tempat tinggal, sebagian ada yang diantar oleh penjaja pakai kendaraan gerondong, dengan harga tak jauh beda dengan harga di pasar Pariaman.

Tantangan lain bagi pasar Pariaman adalah menggeliatnya aktivitas ekonomi di pasar-pasar nagari di wilayah Padangpariaman, khususnya yang terakses langsung denga Kota Pariaman. Pasar Sungai Limau dan Pasar Sungai Limau arah Utara, Pasar Pauah Kamba, Pasar Lubuak Aluang arah Selatan dan Pasar Balai Baru dan Pasa Sungai Sariak arah Timur.

Pasar-pasar tradisional tersebut kini menjelma jadi pasar semi modern, yang ramai tiap hari bahkan sampai malam hari. Inilah beberapa faktor makro ekonomi yang patut dicermati menyikapi kondisi sepinya pasar Pariaman.

OLP/TIM
Pasar Pariaman Terima Plakat Tertib Ukur dari Kemendag RI




Bali - Walikota Pariaman Mukhlis Rahman terima penghargaan nasional Pasar Tertib Ukur (PTU) untuk Pasar Pariaman yang diserahkan oleh Menteri Perdagangan RI melalui Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Syahrul Mamma, di Badung, Provinsi Bali, Jum'at (24/2/2017).

Pemberian berupa piagam dan plakat dari kementerian tersebut, menilai hasil evaluasi para pedagang di Pasar Pariaman setelah melakukan Ukur, Takar, Timbangan dan Perlengkapannya (UTTP) dengan baik.

Mukhlis Rahman diwawancarai usai acara terima penghargaan, mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung keberadaan Pasar Pariaman sebagai pusat perbelanjaan tradisional wilayah kota dan sebagian kabupaten.

Dengan diraihnya penghargaan itu harap dia, bisa meningkatkan transaksi jual beli dan meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam melakukan transaksi di Pasar Pariaman.

"Dengan adanya pengakuan dari pemerintah pusat ini, masyarakat Pariaman dan sekitarnya dapat berbelanja dengan tenang dan nyaman. Masyarakat kini tidak perlu khawatir kalau timbangannya tidak pas atau kurang, sebab sudah lolos tahap pengujian," ucap Mukhlis.
 

Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita pada kesempatan itu menyerahkan piagam penghargaan kepada kabupaten/kota yang ditetapkan sebagai Daerah Tertib Ukur (DTU), serta meresmikan penetapan pasar rakyat yang tersebar di wilayah kerja BSML Regional I, II, III dan IV sebagai PTU tahun 2016 di seluruh Indonesia.

Enggartiasto menjelaskan pembentukan DTU dan PTU terwujud berkat koordinasi, sinkronisasi, harmonisasi, dan kerja sama antara Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tata Niaga Kemendag bersama pemerintah daerah kabupaten/kota.

“Kemendag terus mendorong pemerintah daerah meningkatkan pelayanan kemetrologian sebagai bentuk kehadiran negara dalam melindungi rakyatnya sebagai konsumen,” kata dia.

Sementara itu Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kota Pariaman Gusniyeti Zaunit, menjelaskan, di tahun 2015 Kota Pariaman telah mengusulkan Pasar Pariaman untuk mengikuti pembentukan PTU yang dicanangkan oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Kemudian, kata dia, tahun 2016 Pasar Pariaman dilakukan proses pembentukan PTU yang dinilai oleh Kementerian Perdagangan RI tersebut.

Pihaknya lalu melakukan pendataan valid tentang jumlah, jenis dan pemilik alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya. Pelayanan tera/tera ulang bekerjasama dengan UPTD Metrologi Legal Provinsi Sumatera Barat.

"Setelah dilakukan peresmian Pasar Tertib Ukur, kami akan melakukan pemasangan plakat PTU nantinya di Pasar Pariaman sebagai bukti pengakuan pemerintah pusat bahwa Pasar Pariaman salah satu pasar yang tertib ukur di Indonesia," kata Gusniyeti Zaunit.

TIM
Pasar Pariaman Berusia Lebih 100 Tahun
Pasar Pariaman beberapa tahun lalu (afa journey)



Pembangunan Pasar Pariaman rencananya akan mulai dianggarkan pada APBD Tahun 2017 untuk tahun 2018. Pembangunan akan dilakukan oleh pemerintah daerah atas kesepakatan dengan pedagang pasar Pariaman.

"Atas kesepakatan dengan pedagang opsinya dibangun oleh pemerintah. Sebelumnya ada tiga opsi yakni tidak dibangun, dibangun pihak swasta atau oleh pemerintah daerah," ungkap Kepala Dinas Koperindag Kota Pariaman Gusniyetti Zaunit, di Pariaman, Rabu (4/1/2017).

Dia menyatakan, dalam tahun 2017 seluruh rancangan dan anggaran pembangunan Pasar Pariaman akan disiapkan sebelum diajukan ke DPRD Kota Pariaman untuk pengesahan anggaran.

Luas kios yang akan dibangun nanti, sambung dia, seluas 3x4 meter dengan jumlah sebanyak yang ada saat ini.

"Sebanyak jumlah kios yang ada," ungkapnya.

Pasar Pariaman sendiri telah berusia lebih dari 100 tahun. Pasar Pariaman dibangun awalnya sejak zaman Belanda dengan nama "Los Berangin" karena merupakan los besar lepas tanpa ada sekat dinding. Pasar Berangin dibangun seiring ramainya Pariaman saat itu sebagai daerah perdagangan yang didukung dengan adanya pelabuhan dan kereta api. Pasar Pariaman lebih dulu dibangun beberapa tahun sebelum stasiun kereta api diresmikan pihak Belanda.

Kemudian, atas kesepakatan beberapa nagari, Pasar Pariaman dipugar dengan nama Pasar Serikat yang dikelola oleh seorang Marak sebagai kepala pasar di awal kemerdekaan-- saat Pariaman dipimpin oleh Bupati Padangpariaman pertama Sutan Hidayat Syah (1945-1946). 


Selanjutnya Pasar Pariaman kembali dipugar dalam beberapa kepemimpinan Bupati diantaranya Syamsu Anwar, JB Adam dan Muhammad Noer dalam rentang medio 1960 hingga 1975. Di awal pemerintahan Bupati Anas Malik, Pasar Pariaman terbakar yang menghanguskan hampir seluruh kios yang ada.

Kemudian Pasar Pariaman yang bertahan hingga sekarang, dibangun di masa kepemimpinan Anas Malik. Juga dikepalai oleh seorang marak. Pasar Pariaman itu telah melewati cobaan beberapa kali gempa bumi.

Di masa kepemimpinan Walikota Pariaman pertama Nasri Nazar, pengelolaan Pasar Pariaman diserah kelolakan kepada Pemko Pariaman tanpa menghilangkan sejarah pasar serikat milik beberapa nagari.

OLP
Hamdani Tuding Oknum LSM Lakukan Pemerasan Terkait Pembangunan Pasar Pariaman



Anggota komisi I DPRD Kota Pariaman, Hamdani, menyebut koordinator LSM Gempur, Ali Nurdin mencoba melakukan pemerasan kepada Kepala Dinas Koperindag Kota Pariaman Gusniyeti Zaunit terkait rencana pembangunan Pasar Pariaman oleh Pemko Pariaman.
 

Pernyataan Hamdani sontak membuat tensi suasana pertemuan antara pedagang pasar dengan DPRD bersama Dinas Koperindag meninggi pada Senin (7/11) di DPRD Kota Pariaman.

Di depan yang bersangkutan dia menyebut bahwa Ali Nurdin mengadvokasi pemilik kios tidak murni memperjuangkan tuntutan pemilik kios, melainkan mencoba mengambil keuntungan pribadi.

"Dia tidak murni memperjuangkan rekan-rekan pemilik kios ini, saya dapat laporan bahwa Ali Nurdin beberapa kali mengajukan permintaan uang kepada Buk Kadis Koperindag (Gusniyety Zaunit) untuk kelancaran pembangunan pasar," terang Hamdani kepada perwakilan pemilik kios.

Diakui Hamdani, informasi adanya permintaan uang dari koordinator LSM itu cenderung mengarah pada unsur pemerasan dan dilakukan melalui SMS. Bahkan, ia sendiri pernah dibacakan SMS yang dikirim Ali Nurdin kepada Gusniyeti Zaunit.

"Dua bulan setelah rapat dengan perwakilan pedagang bulan April 2016 yang lalu. Bunyinya ada permintaan uang biar urusan pembangunan pasar selesai," sebutnya lagi.

Sementara itu, Ketua LSM Gempur Pariaman, Ali Nurdin membantah bahwa  pernyataan yang disampaikan oleh Hamdani tersebut tidak benar. Ia bahkan menantang Hamdani untuk membuktikan tudingannya tersebut.

"Tidak pernah saya meminta sejumlah uang, apalagi memeras, silahkan saja buktikan," tegasnya.

Ali Nurdin masih mempertimbangkan keinginannya untuk melaporkan tuduhan yang disampaikan Hamdani atas dirinya kepada aparat kepolisan dengan pencemaran nama baik.

"Kita masih mempertimbangkan apakah kita akan melaporkan kepada pihak yang berwajib atau seperti apa," sebutnya.
 

Kepala Dinas Koperindag Gusniyeti Zaunit saat dikonfirmasi langsung dalam pertemuan tersebut membenarkan bahwa ada permintaan sejumlah uang yang disampaikan oleh Ali Nurdin selaku ketua LSM Gempur kepada dirinya agar rencana pembangunan Pasar Ampek Nagari lancar.

"Benar, ada beberapa kali disampaikan kepada saya melalui pesan singkat dan via telfon, intinya agar pembangunan pasar lancar," terangnya.

Namun Gusniyetti enggan membacakan secara lengkap bunyi pesan singkat yang disebut-sebut bentuk pemerasan yang dilakukan oknum LSM kepadanya.

Ia mengaku bahwa Walikota Pariaman telah mengetahui perihal pesan singkat yang ia terima dari Ali Nurdin.

"Kita sudah sampaikan ke pak walikota dan agar permintaan tersebut diabaikan saja," ujarnya.

Perwakilan pemilik kios Pasar Ampek Nagari Pariaman pemegang kartu kuning, Suci, meminta DPRD Kota Pariaman meninjau ulang pembangunan Pasar Pariaman. Dikatakannya pembagunan ulang pasar yang dilakukan oleh Pemko Pariaman akan mengapus hak kepemilikan pemegang kartu kuning atas kios yang telah mereka tempati sejak lama.

Ia berharap agar Pemko Pariaman dan DPRD Kota Pariaman menyusun formulasi alternatif dalam pembangunan Pasar Pariaman.

"Tentu masih ada alternatif lain yang dapat ditempuh walikota dalam perbaikan pasar tanpa menghilangkan hak kepemilikan pemilik kios," katanya.

Ketua DPRD Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin menegaskan bahwa DPRD Kota Pariaman belum mengesahkan rencana pembangunan Pasar Ampek Nagari Pariaman. Saat ini katanya, belum ada usulan dari Pemko Pariaman.

"Pembangunan pasar Ampek Nagari masih dalam tahapan rencana, bahkan usulan pun belum sampai ke DPRD, ranperda pengelolaan pasar pun masih dalam pembahasan," ujar Mardison.

Dikatakan, DPRD Kota Pariaman akan menampung aspirasi pemilik kios untuk ditindak lanjuti. Sebagai langkah awal, DPRD Kota Pariaman dalam waktu dekat akan turun langsung meninjau Pasar Ampek Nagari sekaligus pengecekan pemegang kartu kuning.

Nanda/OLP
Mukhlis: Jika Pemilik Kios Menolak, Pasar Pariaman Tidak Jadi Dibangun



Walikota Pariaman Mukhlis Rahman menegaskan bahwa sudah tugas pemerintah memberitahukan kepada masyarakat atas setiap kebijakan dan keputusan yang akan diambil sebelum melaksanakan suatu pembangunan, termasuk rencana pembangunan Pasar Pariaman.

"Ada 3 (tiga) keputusan yang dapat diambil, pertama para pedagang dan pemilik toko berhak untuk tidak menyetujui pembangunan Pasar Pariaman, kedua pasar akan dibangun oleh investor dan pedagang serta pemilik toko akan mencicil membeli kios kepada pihak investor, dan yang ketiga pasar dibangun oleh pemerintah, pedagang dan pemilik toko menyewa kepada pemerintah," kata dia saat sosialisasi dengan pedagang dan pemilik kios Pasar Pariaman di Aula Balaikota Pariaman, Rabu (18/5).

Dia menambahkan pihaknya tidak akan merampas hak para pemilik kios dan pedagang. Jika para pemilik kios memang tidak bersedia untuk dilakukan pembangunan, maka Pemko Pariaman tidak akan melanjutkan proses pembangunan Pasar Pariaman.

Mukhlis meminta agar para pedagang menyampaikan langsung keluhan terkait pembangunan dimaksud baik berupa pendapat maupun unek-unek selama ini agar tidak terjadi kesalahpahaman dan provokasi pihak lain.

"Dari pertemuan ini kita dapat saling silaturahmi dan bertukar pikiran untuk meluruskan apa yang saat ini terjadi,” ungkapnya.

Pedagang pasar dan pemilik kios sendiri sebagian kecil yang penuhi undangan. Oleh karena itu Mukhlis meminta agar usulan pertemuan kembali pihak pemilik kios dan pedagang yang membuat jadwal pertemuan.

"Mari bermusyawarah secara mufakat untuk menentukan apa langkah yang akan diambil oleh kaum pedagang," tutupnya.



Terpisah, Ida (43), salah seorang pemilik kios di Pasar Pariaman berharap rencana pembangunan Pasar Pariaman ditunda dulu karena dia melihat banyak bentrok kepentingan antar pemilik kios dan pedagang yang tidak memiliki kios.


"Saya tidak bisa hadir karena suatu keperluan. Saya tidak menolak tapi minta ditunda dulu beberapa tahun ke depan. Kalau saat ini ditanya akan dibangun, jawaban saya menolak. Kalau ditanya pada pedagang yang tidak memiliki kios tentu jawabannya berbeda karena mereka hanya penyewa," tegasnya.

Acara itu turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman John Edwar, Ketua Komisi II DPRD Kota Pariaman Gusferi Akmal dan Anggota Komisi II Devaria, Asisten I Khaidir, Kadis Koperindag Kota Pariaman Gusniyeti Zaunit, serta sebagian pemilik toko dan pedagang Pasar Pariaman yang hadir.
 

Juned/OLP
Pedagang Pasar Pariaman Sampaikan Aspirasi ke DPRD, Rencana Pembangunan Pasar Tak Diketahui Dewan


Puluhan pedagang Pasar Pariaman menyampaikan aspirasi ke DPRD Kota Pariaman, Selasa (19/4). Mereka disambut oleh Ketua DPRD Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin didampingi Wakil Ketua DPRD John Edwar dan Syafinal Akbar.

Pertemuan selama dua jam tersebut juga dihadiri oleh beberapa anggota dewan dari Komisi I, II dan III diantaranya, Jonasri, Hasno Welly, Muhammad Yasin, Devaria dan Nasril.

Perwakilan perdagang didampingi oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gempur menyampaikan aspirasi terkait dengan rencana pembangunan Pasar Pariaman.

Ketua LSM Gempur Ali Nurdin menyatakan, pedagang menolak rencana pembangunan Pasar Pariaman. Sebab katanya, rencana pembangunan itu merugikan pedagang yang sudah memiliki bangunan.

"Hak milik bangunan hangus. Pedagang yang sudah memiliki, harus mengontrak nantinya. Padahal mereka sudah membeli bangunan tersebut," ujar Ali Nurdin, Ketua LSM Gempur.

Mereka meminta DPRD Kota Pariaman menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah untuk menyikapi hal itu agar pembangunan yang dilakukan tidak merugikan para pedagang yang memiliki bangunan.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Pariaman mengatakan DPRD akan menindak lanjuti aspirasi para pedagang. Meminta penjelasan Pemerintah Kota Pariaman melalui SKPD terkait rencana pembangunan tersebut.

"Sampai saat ini, pemerintah belum menyampaikan rencana pembangunan Pasar Pariaman. Kita akan tindak lanjuti dengan SKPD terkait," ujar Mardison.

Menurut Mardison, DPRD yang dijamin dalam Undang-Undang juga merupakan salah satu unsur pemerintahan daerah. Tentu setiap kebijakan yang dibuat untuk kebaikan masyarakat harus diketahui pihaknya.

"Kita tidak ingin ada yang dirugikan. Kalau seluruh permasalahan sudah selesai, baik masalah tanah dan pemilik toko baru DPRD akan menyetujui," kata dia.

Diketahui ada beberapa pemilik yang baru membeli toko dari pemilik lainnya dan menggadaikan kartu kuningnya di bank. 



Terpisah, tokoh masyarakat Pariaman, Nasrun Jon meminta pihak Pemko lakukan kajian ulang terkait pembangunan pasar agar tidak terjadi sejumlah persoalan kemudian hari.

"Pasar Pariaman adalah milik empat nagari yang disebut pasar serikat. Pasar itu dulunya dinamakan los barangin sejak zaman Belanda sebelum dibangun di era tahun 80an," kata mantan Ketua PWI Pariaman itu.

Ungkap dia, pasar yang dikelola oleh Pemko saat ini hanya bersifat pengelolaan yang diberikan oleh serikat.

"Itu dilakukan zaman Walikota sebelumnya dengan konsep pengelolaan, bukan ambil alih. Hati-hati, sangat banyak kejanggalan kami lihat," tuturnya. 

TIM
Harga Ikan di Pasar Pariaman Menjujut



Ujang (48) warga Desa Pauh Barat mengaku sudah lebih seminggu tidak melaut akibat cuca buruk. Nelayan dua anak itu mengaku pasrah saja.

"Mau apa lagi? Kalau kita melaut resikonya terlalu tinggi, bisa tenggelam," ujarnya, di Pariaman, Kamis (11/2).

Kata dia, dengan tidak melautnya nelayan menyebabkan minimnya pasokan ikan di pasar hingga membuat harga ikan melambung tinggi.

"Bisa naik 100 persen. Itu pun sebentar habisnya," ungkapnya.

Sementara itu, Depi (40) salah seorang pedagang ikan di pasar Pariaman mengaku tetap berdagang meski minim pasokan oleh nelayan lokal.

"Saya ambil dagangan dari Sibolga yang dibawa Ogek (sebutan toke asal Sibolga). Ikan nya memang tidak se segar tangkapan nelayan kita," ujarnya.

Kata pria berambut panjang itu, harga yang dipatok toke asal Sibolga naik hingga 50 persen dari biasanya untuk ikan jenis tongkol dan ikan karang.

"Mereka pasok ikan ukuran besar saja. Untuk ikan jenis gambolo dan sarai yang kecil-kecil biasanya tidak ada yang segar datang dari sana dan juga tidak kita ambil," jelasnya.

OLP
Pedagang Sebut PNS Enggan Beli Pakaian Lebaran di Pasar Pariaman



Pedagang pakaian di pasar Pariaman keluhkan sepinya omset mereka jelang lebaran tahun ini dibanding tahun lalu. Hal ini disebabkan, kata salah seorang pedagang pakaian eceran di lantai dasar Pasar Pariaman lama, salah satunya adalah oleh sebab perpindahan Ibukota Kabupaten Padangpariaman ke Parit Malintang.

"Mungkin ini disebabkan karena sudah pindahnya kantor bupati yang juga di ikuti pindahnya para pegawainya, sehingga mereka memilih belanja di pasar terdekat atau bahkan ke Padang atau Bukittinggi," ucapnya mewanti namanya tidak di publikasikan.

Lebih lanjut pria 40 tahunan ini mengatakan bahwa hal itu dirasakan hampir oleh seluruh pedagang pakaian yang ada di pasar Pariaman, baik penjual pakaian dewasa, anak-anak, sepatu, hingga pedagang yang menjual aneka kebutuhan jelang lebaran lainnya.

"Sekarang persaingan antar sesama pedagang semakin tinggi. Yang kita harapkan belanja disini hanya masyarakat kalangan menengah bawah, sedangkan para pejabat dan PNS serta orang kaya, mereka lebih suka belanja ke mol-mol di Padang," serayanya menambahkan.

Menyikapi hal tersebut, Kabag Humas Pemko Pariaman Hendri, S.Sos, mengatakan tidak semua pejabat dan PNS yang ada di pemerintahan Kota Pariaman berdomisili di Kota Pariaman.

"Sebagian PNS banyak domisili di Padang dan daerah lainnya. Masalah berbelanja adalah transaksi jualbeli yang di dasari suka sama suka dan perlu pertimbangan seperti harga, kualitas barang, dan hal-hal lainnya," ucap Hendri.

Kata Hendri, lebaran masih beberapa hari lagi, dan para PNS Kota Pariaman baru hari ini dan esoknya menerima tunjangan.

"Lebaran kan masih lama, saya harap para pedagang bersabar. Kami para PNS baru hari ini sebagian terima uang, seperti tunjangan daerah. Saya yakin dalam beberapa hari ke depan pasar Pariaman akan ramai," pungkasnya.

Oyong Liza Piliang
Ini Tanggapan PKL dan Tokoh Masyarakat Terkait Aksi Genius Di Pasar Pariaman
Pasar Pariaman




Dalam beberapa hari belakangan ini, Pemkot Pariaman mulai melakukan pendekatan Persuasif kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Pariaman, tepatnya PKL yang berdagang di Pinggir Jalan Masuk Pasar yang tentunya menghambat Arus Transportasi dan Kebersihan Pasar. "Blusukan" tersebut langsung di pimpin oleh Genius Umar, Wawako Pariaman, melibatkan Dinas terkait, Seperti Pol PP dan Dinas Perhubungan.

Langkah yang dilakukan Genius tersebut cukup mendapat Apresiasif dari kalangan Tokoh Masyarakat.

Bakrizal Koto, Tokoh Masyarakat Pariaman Utara yang biasanya selalu Mengkritik Kebijakan Pemko Pariaman, kali ini memberikan Aplaus terhadap Kinerja duet Mukhlis-Genius tersebut.

"Pasar Pariaman memang perlu pembenahan, diantaranya Kebersihan Pasar, Penertiban PKL yang berjualan di Badan Jalan. Saya lihat Wawako Genius Umar menyiagakan Pol PP dan Perhubungan di sana," Kata Bakrizal yang juga Wakil Ketua Salah satu LSM di Pariaman ini.

Menurut Zal, meskipun demikian, Pemko musti melakukan Upaya Persuasif dalam melakukan penertiban, sebab Masyarakat Pariaman tidak suka cara cara kekerasan.

"Sejauh ini Pemko melakukannya dengan Persuasif baik di Pasar Pariaman maupun di Naras. Saya lihat Genius serius. Namun demikian saya berharap Genius juga menggandeng Tokoh Masyarakat, sebab Tanpa dukungan mereka kita kawatirkan sebagian Masyarakat susah diberi Pengertian," Harapnya.

Senada dengan Bakrizal, Syamwir Ali, Tokoh Masyarakat Pariaman lainnya berkomentar senada. Syamwir berharap "blusukan" yang dilakukan Genius berkelanjutan dan Solutif.

"Saya Apresiasif apa yang dilakukan Pemko Pariaman. Saya berharap blusukan Genius tersebut berkelanjutan dan bisa menjalin sinergi antara Pedagang dan Pemko, sehingga Solusi untuk Pasar Pariaman yang lebih baik saling menguntungkan, baik oleh PKL maupun Pemko Pariaman," Harap Syamwir.




Upik, PKL yang berjualan disekitar Lokasi penertiban mengatakan tidak masalah dengan Penertiban tersebut, asalkan berlaku adil.


"Asal adil tidak masalah, namun saya lihat masih ada Pedagang yang memakai badan Jalan dibiarkan oleh Petugas," Katanya.

Catatan Oyong Liza Piliang
Genius Umar: "Pasar Pariaman Harus Nyaman Untuk Masyarakat Dan Pedagang"




Guna memberikan kenyamanan kepada masyarakat, Pemko Pariaman melakukan penertipan Simpatik terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Pariaman. Selain itu, Pemko Pariaman akan melengkapi dan memperbaiki fasilitas pasar yang sudah rusak serta kebersihan pasar juga akan ditingkatkan.

Demikian diungkapkan Wakil Walikota Pariaman, Genius Umar, usai meninjau Pasar Pariaman, Jum’at (18/10/2013). 


Dalam peninjauan tersebut, Wakil Walikota didampingi beberapa Kepala SKPD terkait.

“Pasar selayaknya harus memberikan kenyamanan. Masyarakat yang berbelanja harus nyaman datang kesini. Kita memberikan pendekatan kepada pedagang, pasar adalah milik bersama. Kalau pedagang menutup jalan, masyarakat yang datang akan terganggu,” ujar Genius, yang terjun langsung ke lapangan.

Untuk itu, Wawako Pariaman meminta kepada PKL agar tidak berjualan lagi dibadan jalan, Karena ini sangat mengganggu, selain arus lalu lintas yang tersendat, masyarakat yang berbelanja juga tidak nyaman dengan kondisi pasar jika tetap seperti sekarang ini. 


Pemko Pariaman akan mencarikan solusi terbaik terhadap segala permasalahan yang ada di pasar Milik Kita bersama tersebut, Jelas Genius.

“Sambil jalan kita akan carikan solusinya, yang jelas kita ingin masyarakat nyaman belanja disini, arus lalu lintas, arus barang, dan arus masyarakat yang berkunjung harus lancar,” Katanya.

Terkait dengan kebersihan, Genius Umar mengaku sudah memperintahkan Kepala Badan Lingkungan Hidup untuk menambah tenaga kebersihan. Agar pasar selalu bersih baik untuk pedagang maupun masyarakat.

Selain meninjau Pasar Pariaman, Genius Umar juga meninjau kawasan wisata Pantai Gandoriah dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Karan Aur Pariaman. Kedua kawasan tersebut secepatnya akan dibenahi demi kepentingan Masyarakat.


Doni Sonipa (Editor Oyong Liza Piliang)
Pasar Pariaman Mulai Ramai Dan Cerita Saat Hujan Badai
 Area Parkiran Lapangan Merdeka Pariaman saat Jelang Buka Puasa.



Sejak H-7 Pasar Pariaman mulai ramai dikunjungi, Khususnya pada malam hari. Pedagang Pakaian, Sepatu dan berbagai mancaragam dagangan yang berhubungan dengan kebutuhan Lebaran, mengalami peningkatan aktifitas jual-beli.

Selain Pedagang tetap yang berjualan di Toko, kami juga memantau pedagang yang menggelar Lapak kaki lima di area Parkiran Lapangan Merdeka. Penerangan Lampu bak Sinar Matahari Milik Pemko mencukupi Anda menyigi setiap dagangan dengan teliti tanpa kendala.

"Kendalanya hanya cuaca. Jika hujan kami langsung menutup lapak. Penerangan silahkan lihat sendiri bang." Ujar salah seorang Pedagang Pakaian di area Parkiran Lapangan Merdeka dekat Pasar Pariaman, sambil menunjuk Lampu Sorot ber kekuatan tinggi.

Perempuan yang mengaku berusia 40 Tahun tersebut menyebutkan bahwa saat Ramadhan kali ini, cuaca tidak menentu.

"Cuaca tidak menentu, Hujan dan Badai kadang datangnya mendadak. Saat Badai Datang, Angin Kencang bersamaan dengan Hujan Deras, kami Pontang Panting menyelamatkan dagangan." Jelasnya.



"Pernah Dagangan Saya Basah dan beterbangan bersama Boneka Pajangan. Pedagang lain bernasib sama."


"Biasanya setelah menyelamatkan Barang Dagangan, kami langsung menutup lapak dan Pulang. Bulan Puasa ini sering seperti itu." Urainya menceritakan.

Perempuan yang tidak mau menyebutkan Namanya ini menambahkan jika cuaca bagus aktifitas Jualbeli mereka bisa diandalkan.

"Jika cuaca bagus Jual-beli bisa diandalkan. Disini kami menjual lebih murah daripada di Toko dengan jenis barang yang sama." Promosinya.

"Dagangan saya dari Pusat Grosir Pakaian Aur Kuning Bukittinggi, Dari Tanah Abang Jakarta juga ada. Sama dengan yang dijual di Toko-Toko." Aku Wanita yang berkeinginan suatu saat memiliki Toko di Tempat Strategis ini tersenyum.

Faktor Cuaca memang mempengaruhi aktifitas Para Pedagang Pasar Pariaman. Baik yang berjualan di Toko maupun Kaki Lima.

"Jika Badai basosoh, kami bermenung saja hingga tutup Toko. Sangat sepi Pembeli. Jika Cuaca bagus Insya Allah ramai, Apalagi malam Hari." Ujar seorang Gadis penjaga Toko yang berharap dapat THR dari Majikannya ini 3 hari sebelum Lebaran, di Area Pertokoan Plaza Pariaman.

Catatan Oyong Liza Piliang
Keluh Pedagang Jelang Lebaran Dan Harapan Pada Walikota Ke Depan
pasar pariaman (foto by  http://gusrinamayanti-lovingpariaman.blogspot.com)




Harapan masyarakat Pariaman untuk Kota Pariaman yang lebih baik dan sejahtera bergantung dipundak ke-7 pasang Calon yang telah ditetapkan oleh KPU Kota Pariaman periode 2013-2018.

"Saya berharap nantinya Walikota terpilih dapat membenahi Pasar Pariaman agar ramai, supaya dagangan kami laku. Sejak Kantor Bupati pindah, omset kami jauh merosot tajam." Ujar Upik, Pedagang buah-buahan semalam kepada kami.

Upik (45) menambahkan, bahwa harapan pedagang seperti dirinya tidak muluk-muluk.

"Anak saya 5 orang, semuanya bersekolah dan butuh biaya banyak, belum lagi kebutuhan jelang Lebaran, buat beli baju lebaran ke 5 anak saya, hingga kini belum kelihatan darimana uangnya.Dulu waktu Kantor Bupati masih disini kami sudah punya simpanan buat menyambut lebaran." Keluh upik sendu.

Tidak hanya pedagang pasar Pariaman yang merasakan dampak kepindahan IKK (Ibu Kota Kabupaten) Padang Pariaman. Amor (57), penjual Ban Bekas sekaligus tambal ban yang buka usaha didepan Kantor Kejari Pariaman juga merasakan dampak dari kepindahan IKK tersebut pada omsetnya.

"Sangat jauh berkurang omset kami sejak kepindahan Ibukota Kabupaten. Pegawai Kabupaten langganan kami sekarang tidak lewat sini. Omset jauh merosot tajam, bayangkan sedari pagi hingga jam 2 siang ini kami hanya menempel 2 ban. Tak satupun ban bekas laku padahal jelang Lebaran."Keluhnya.

Menyikapi hal tersebut, Ir.Syafinal Akbar,MT,Pengusaha Perumahan yang juga pengamat sosial, menyatakan bahwa harapan untuk meramaikan Kota Pariaman nanti, tergantung dari Visi Misi Calon Walikota kedepan yang tentunya langsung mereka aplikasikan.

"Tergantung Pemimpin kedepan. Kantor Bupati  sekarang yang tidak berfungsi musti di optimalkan oleh Walikota kedepan. Menurut hemat saya disana cocok didirikan sebuah perguruan Tinggi, selain meramaikan Pasar Pariaman juga akan berdampak Positif pada sektor lain." Kata Pengusaha Muda Sukses ini kepada kami lewat sambungan telepon seluler.

Catatan Oyong Liza Piliang
Mulai Dari Sepinya Pasar Pariaman Dan Tanggapan Happy Neldy Tentang Isu Helmi-Sa'ban

Makin sepinya Pasar Pariaman Pasca Pindahnya IKK ( Ibu Kota Kabupaten ) Pariaman yang dulunya terletak dijantung Kota Pariaman ini dan di Ikuti kantor lainnya musti jadi bahan kajian Pemerintah daerah Kota Pariaman beserta seluruh Stake Holder yang ada. carikan sebuah solusi konkrit untuk meramaikannya kembali semacam menghuni Kantor Bupati yang ditinggalkan tersebut dengan Fakultas Misalnya atau Museum dan Pusat Taman Budaya, itu menurut hemat saya Pribadi.

Banyak Bahan sebetulnya yang hendak saya tulis terkait ihwal yang saya tulis diatas , namun jelang Pilkada Kota Pariaman kedepan, sangat relevan jika kita followup Isu tersebut supaya bisa dicarikan solusinya untuk Pemimpin Kota ini kedepan.

Beberapa Nama Pasang Balon sudah mulai acap disebut di Palanta-palanta, dan itu belum tentu Mutlak dan Final bersebab keputusan akhir tentu setelah mereka mendaftar ke KPUD Kota Pariaman.

Dari Data yang kami kumpulkan dilapangan, Singkatan IMAN, MUGEN, PIJAR, adalah singkatan Tiga Pasang Calon IJP-Mardison, Mukhlis-Genius dan Prima-Ibnu Hajar sudah mulai acap disebut-sebut , dan Kepastian bahwa mereka akan berpasangan belum ada jawaban Pastinya.

Kini yang lagi hangat dibicarakan adalah siapa Pasangan Helmi Darlis dari PKS. Seperti kita ketahui Pks hanya memiliki Dua kursi di DPRD dan tentu butuh satu Kursi lagi untuk bisa mengusung sepasang Calon sesuai UU KPU.

Isu Helmi akan dipasangkan dengan HM Sa'ban memang sangat santer berhembus, bahkan hal tersebut disambut baik oleh Ketua Gerindra Kabupaten Padang Pariaman Happy Neldy,SE,MM, " Meskipun Kota Pariaman Bukanlah Domain saya, namun sesama Kader Partai Gerindra saya sangat mendukung Jika Pak Saban berpasangan denga Helmi Darlis." ujar Happy membuka pembicaraan.

Saban adalah Ketua Dewan Penasehat Partai Gerindra Kota Pariaman dan Happy berprinsip bahwa Kota dan Kabupaten Pariaman tidak bisa dipisah secara Historis," Kota Pariaman dan Kabupaten hanya beda secara administrasi pemerintahan, Historis dan Budaya sama. kembali Pada Pilkada kedepan, sesuai arahan Pak Prabowo, jika kader (Saban) maju dalam Pilkada nanti, setiap Kader Gerindra Musti merapatkan barisan untuk mendukung beliau. tidak boleh ada yang berlawanan arah, ini berlaku untuk Pilkada mana saja diseluruh Indonesia. " Tukuk Happy menanggapi pertanyaan kami terkait Militansi Kader Gerindra di Kota Pariaman yang akhir-akhir ini beredar Isu ada Oknum Pengurusnya mendukung Calon lain.

" Jika Partai sudah memutuskan Kadernya maju pada Pilkada nanti, dan ada Oknum pengurus yang membelot, sesuai ADRT Partai, sangsi keras akan diberlakukan pada Oknum tersebut. namun saya yakin hal itu tak akan terjadi di Kota Pariaman nantinya, karena saya yakin semua Kader Gerindra paham dengan peraturan Organisasi Partai dan ADRT." Tutup Happy Positive Thinking.

catatan Oyong Liza Piliang
Pasa Piaman 02 (Sia yang Berhak?)

 " Ado yang bacakak tadi teh, tukang parkir dan pedagang kaki limo (PKL)."
   " Pasalnyo mereka merasa kalau tapi jalan tu milik mereka, padahal itu kan sarana
   umum milik publik, iyo kan teh?"

Demikian "sms" yang dikrimkan oleh pendengar lewat No. hp "Damai" khusus untuk menerima pesan pendengar " 0853 6523 5910" yang biasanya  tidak pernah sepi pengaduan, kritikan, atau saran saat kami menghadirkan acara " Carito Pagiko " Senin - Sabtu mulai pukul 07.00 - 09.00 WIB.

Saya dan teman Saya "Ajo manih"  tersenyum kecut membaca sms tersebut. Hal ini sudah kita duga, kondisi seperti ini akan terjadi selama tidak ada aturan yang jelas menyangkut siapa yang boleh memakai pinggiran jalan termasuk trotoar juga pagar pembatas yang dibuat di Pasar Pariaman tersebut.

Hari ini aturan itu tidak jelas kalau merujuk kepada aturan yang sebenarnya, apa yang di sms kan itu ada benarnya, itu hak pejalan kaki dalam hal ini, pengunjung "Pasa Piaman"  yang didominasi oleh ibu-ibu rumah tangga yang berbelanja keperluan sehari-hari.

Kalau mau jujur, ibu-ibu tersebut sebenarnya sangat mengeluh dengan kondisi Pasar Pariaman yang tidak jelas pengaturannya.
" Kalau ndak terlalu penting, awak balanjo di lapau sajo", 
Demikian komentar ibu-ibu yang sering kita dengar, termasuk saya pribadi.

Jadi, wajar kalau "Pasa Piaman" kelihatan tidak bergairah dan pedagang merasakan akibatnya, lalu sampai kapan hal ini akan dibiarkan?

Ada yang mengatakan sampai Pemilukada 2013 mendatang, karena para kandidat Balon Walikota dan Wakil Walikota Pariaman yang akan bertarung di Pemilukada 2013 pasti akan menjadikan "Pasa Piaman" sebagai salah  satu janji kampanye nya.

Tapi saya tidak yakin, karena pemimpin yang terdahulu menurut " Dunsanak pedagang yang ada di Pasa Piaman" juga berjanji akan memberikan kenyamanan pada pedagang dan pengunjung pasar. Bahkan menurut mereka lagi, ketika itu Bapak dan Ibu yang jadi pemimpin saat ini hampir tiap hari datang meminta dukungan.

Namun setelah yang mereka inginkan diperoleh, kita tidak tau lagi Bapak dan Ibu "itu" belanja dimana. Jangan-jangan mereka tidak belanja di Pasa Piaman melainkan di mall, atau swalayan di kota lain. Hal itu dimungkinkan karena mereka punya fasilitas lebih dari negara. Entahlah......

(CATATAN"UTEH-DAMAI FM" 21 Desember 2012)