Wisatawan Asing: Pariaman Bagus, Sayang Kurang Informasi Dalam Bahasa Inggris
Wakil Ketua DPRD Pariaman Fitri Nora bersama Chris Strow di Pulau Angso Duo. Foto: Nanda
Pariaman - Deputy Controller Division Of Idaho United State Of America, Chris Strow mengatakan, informasi seputar Kota Pariaman dalam bahasa Inggris sangat minim.

Hal ini menjadi kendala bagi dirinya dan wisatawan asing lain jika  ingin berkunjung ke Kota Pariaman. Informasi tentang kota Pariaman lengkap dengan destinasi wisatanya ada, namun baru sebatas dalam bahasa Indonesia.

Hal itu disampaikan Chris ketika memenuhi ajakan Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman Fitri Nora mengunjungi Pulau Angso Duo, Pariaman, Senin (17/9) siang. 

"Informasi tentang kota Pariaman dalam bahasa Inggris sangat sedikit. Dari pencarian mesin pencari internet tidak banyak ditemukan informasinya sehingga referensi tentang Pariaman juga sedikit. Ini yang membuat potensi kota Pariaman belum banyak diketahui wisatawan asing," kata Chris.

Tidak hanya informasi, sedikitnya pelaku wisata Kota Pariaman yang bisa berbahasa asing, khususnya bahasa Inggris membuat dirinya sulit berkomunikasi selama berada di Kota Pariaman. Di objek wisatapun belum banyak ditemukan pemandu wisata yang mengusai bahasa Inggris.

Menurut Chris, keindahan alam, budaya yang unik serta keragaman kuliner khas Pariaman tidak diragukan lagi. Namun, minimnya promosi dan penyebaran informasi, membuat potensi wisata di kota Pariaman juga tidak banyak diketahui wisatawan asing.

"Kota Pariaman memiliki seluruh unsur yang menjadi alasan wisatawan berkunjung ke kota Pariaman. Kondisi alam, budaya, makanan sangat unik. Namun hal tersebut tidak didukung dengan ketersedian informasi tentang kota Pariaman dalam bahasa asing sehingga menyulitkan wisatawan asing mencari informasi tentang kota Pariaman," ujarnya.

Ia berharap pemerintah setempat memperbanyak informasi yang mengulas kota Pariaman tentang berbagai hal. Dengan banyak informasi tentang daerah tersebut, wisatawan akan memiliki banyak informasi tentang keindahan Kota Pariaman.

Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman meminta agar Pemerintah Kota Pariaman meningkatkan promosi wisata kota Pariaman, salah satunya dengan memperbanyak ulasan kota Pariaman dalam bahasa asing.

"Informasi tentang wisata kota Pariaman belum banyak diulas dalam bahasa Inggris, ini tentu sulit bagi wisatawan asing untuk mengetahui informasi seputar kota Pariaman. Kami berharap ke depan, pemerintah bisa lebih optimal lagi promosinya," katanya.

Ia juga meminta agar dinas membekali keterampilan bahasa asing kepada pelaku wisata di kota Pariaman. Tidak hanya itu, dinas bisa pula menempatkan pemandu wisata yang memiliki kemampuan bahasa Inggris. Informasi tentang objek wisata akan dijelaskan pemandu kepada wisatawan asing.

"Kita ingin agar objek wisata ada pemandunya. Bisa berbahasa asing, khususnya bahasa Inggris," pungkasnya. (Nanda).
Hadir di Lampung, Genius Ajak Perantau PKDP Berinvestasi di Pariaman
Genius Umar hadiri pengukuhan DPW PKDP Provinsi Lampung. Foto/Junaidi
Lampung --- PKDP bisa melakukan branding terhadap pariwisata kota Pariaman. Baik sebagai marketing hingga sebagai pelaku usahanya.

"Peran perantau tentu sebagai wujud kontribusi dan cintanya kepada kampung halamannya," kata Wakil Walikota Pariaman Genius Umar saat menghadiri pengukuhan pengurus DPW PKDP Provinsi Lampung di Lampung, Sabtu (4/8).

Genius mengatakan bahwa pariwisata merupakan visi-misi pemerintahannya saat ini. Pariwisata yang menunjang sektor ekonomi kreatif, berbudaya, berkearifan lokal dan bernuansa Islami. Berbagai capaian telah terwujud selama hampir lima tahun era kepemimpinan Mukhlis-Genius selaku pasangan kepala daerah periode 2013-2018.

“Saat ini Pariaman telah menjadi destinasi favorit wisatawan. Hal ini dibuktikan dengan naiknya kunjungan ke Pariaman. Pada tahun 2013 hanya 791.624 wisatawan, di akhir tahun 2017 kemaren hingga mencapai 3 juta lebih,” ungkapnya.

Persoalan mendasar bagi Pariaman saat ini adalah minimnya hotel dan penginapan yang representatif bagi para wisatawan. Hingga tak jarang wisatawan yang datang menginap di Padang atau Bukittinggi.

“Untuk itu, kami mengharapkan peran dari PKDP. Selain sebagai marketing, tetapi juga pelaku, dalam hal ini agar dapat berinvestasi juga di kampung halaman dengan membangun hotel dan investasi lainnya yang bisa menyerap tenaga kerja,” ungkap walikota terpilih Kota Pariaman ini. 

Doktor Ilmu Kebijakan Publik IPB ini juga mengungkapkan bahwa tanggung jawab kemajuan pembangunan di Pariaman bukan semata pemerintah saja, tetapi juga tanggung jawab seluruh pihak, termasuk PKDP.

“Dengan aktifnya nanti PKDP yang ada di seluruh Indonesia, diharapkan dapat mendongkrak kunjungan wisatawan lebih banyak lagi. Bagi perantau yang sukses agar berinvestasi di Kota Pariaman,” ajaknya.

DPW PKDP Provinsi Lampung menetapkan Ramandung Piliang selaku ketua umum, Ramli Sikumbang sebagai sekretaris, Syafri Aung, bendahara. DPW PKDP Provinsi Lampung terdiri dari 26 orang Dewan Penasehat, 30 orang dewan penyantun, dan 94 pengurus yang dibagi ke dalam 10 bidang. (Juned/OLP)
66 Mahasiswa Ilmu Politik UNAND Tinjau Lapangan Kemajuan Wisata Pariaman
Sekdako Pariaman Indra Sakti ketika memberi sambutan kepada mahasiswa FISIP UNAND di Balirung Walikota Pariaman. Foto/Eri Elfadri
Pariaman --- Sebanyak 66 orang Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNAND Padang Jurusan Administrasi Publik, melaksanakan kuliah lapangan selama dua hari di Kota Pariaman.

Dosen Pembimbing Kuliah Lapangan FISIP UNAND Syamsurizaldi, mengatakan mahasiswa sebanyak 66 orang tersebut nantinya akan melakukan tinjau lapangan mengenai administrasi Pemerintahan Daerah dan pembangunan pariwisata yang ada di Kota Pariaman.

"Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari, dan besok kami ingin berkunjung ke Pantai Gandoriah dan setelah itu dilanjutkan ke Pulau Angsoduo untuk tinjau lapangan," terangnya di Balairung Walikota Pariaman, Senin (30/4).

Ia berharap kuliah lapangan mahasiswa di Pariaman berjalan lancar dan sekaligus minta dukungan kepada Pemerintah Kota Pariaman agar memfasilitasi selama kegiatan mahasiswa berlangsung.

Sekretaris Daerah Kota Pariaman Indra Sakti mengatakan warga Pariaman menyambut gembira mahasiswa FISIP UNAND yang akan kuliah lapangan di Kota Pariaman.

Indra Sakti mengatakan, lokasi dan tempat yang dipilih oleh Mahasiswa FISIP UNAND sangat tepat, memilih Kota Pariaman.

"Mengingat pesatnya perkembangan pariwisata Kota Pariaman dewasa ini. Kota Pariaman pada saat ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan, apalagi ketika hari libur," ungkapnya.

Kemudahan bagi Pariaman, sebut Indra Sakti, adalah akses transportasi bagi wisatawan yang akan berkunjung dengan adanya transportasi kereta api wisata setiap harinya.

"Ada banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi di Pariaman seperti Pantai Gandoriah, Pantai Cermin, Pantai Kata, Pulau Angso Duo, Pantai Pauh, Manggung dan banyak lagi," pungkasnya. (Tim/OLP)
Komisi III DPRD Desak Dinas Pariwisata Segera Ajukan Rippda ke Baleg
Anggota Komisi III DPRD Kota Pariaman Hamdani desak Disbudpar Pariaman segera ajukan Rippda/Foto/Istimewa
Pariaman ---- Komisi III DPRD Kota Pariaman mendesak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pariaman segera menyelesaikan Rencana Strategis (Renstra) Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (Rippda) ke Badan Legislatif DPRD agar segera dibahas dan dijadikan Peraturan Daerah.

"Ini sudah molor dua tahun. Renstra Rippda sangat dibutuhkan bagi suatu daerah yang fokus membangun pariwisata, baik secera perencanaan maupun penganggaran," ungkap Anggota Komisi III DPRD Kota Pariaman Hamdani, di Pariaman, Jumat (26/1).

Ia menyebut, Rippda merupakan payung hukum dalam membangun kepariwisataan daerah. Dengan adanya Rippda sebagai acuan, tidak ada lagi bongkar pasang pembangunan di kawasan yang sudah ditentukan dalam Renstra Rippda.

"Secara lisan ke DPRD memang sudah disampaikan oleh Dinas Budpar tentang poin penting dalam Rippda, namun kita perlu dokumen agar dikaji bersama eksekutif dan legislatif kemudian dirumuskan menjadi Ranperda. Hal ini sifatnya mendesak karena pembangunan pariwisata terus jalan, namun belum dikuatkan dengan Rippda," tutur Hamdani.

Dengan adanya Rippda, Hamdani menilai pemerintah daerah akan terlihat keseriusannya. Konsep-konsep tersebut sangat penting bagi Pariaman ke depan mengingat persaingan antar daerah yang saling berlomba-lomba menggarap potensi wisata daerahnya masing-masing.

"Rippda Renstra wajib bagi daerah pariwisata untuk keleluasaan pembangunan bidang kepariwisataan. Ia tidak sama dengan tata ruang daerah karena Rippda Renstra lebih fokus," pungkasnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Pariaman Elfis Candra, mengatakan draft dokumen Rippda sudah rampung diselesaikan oleh pihaknya.

"Tinggal finishing (penyelesaian akhir) dan jika selesai akan segera kita ajukan ke Baleg DPRD," ujarnya.

Elfis menyebut tidak ada kelalaian disengaja oleh pihaknya untuk segera menyerahkan dokumen Rippda ke DPRD untuk segera dibahas dan dijadikan Perda.

"Kita juga ingin cepat. Namun Kepala Bidang yang mengepalai perumusan Rippda saat ini sedang dirawat karena sakit," ungkap Elfis.

Ia meyakinkan DPRD bahwa penyusunan dokumen Rippda Renstra menjadi prioritas utama pihaknya saat ini.

"Sejauh ini kita sudah petakan potensi-potensi dan destinasi pariwisata yang akan kita masukan dalam dokumen Rippda. Kita upayakan selekas mungkin dokumen tersebut segera masuk ke Baleg. Artinya, harapan kami sama dengan DPRD bagaimana pembangunan pariwisata berjalan lancar, fokus dan terarah sesuai dengan potensi yang kita miliki," pungkasnya. (OLP)
Tanggapan DPRD Tentang Proyeksi Anggaran Rp30 M Untuk Pulau Tangah
Anggota Komisi III DPRD Kota Pariaman yang membidangi pariwisata, Hamdani. FOTO/istimewa
Pariaman ---- Anggota Komisi III DPRD Kota Pariaman Hamdani, memastikan segala bentuk penganggaran di DPRD di tahun politik 2018 akan berjalan sebagaimana biasanya. Pilkada dan kinerja dewan, kata Hamdani, merupakan dua hal yang mesti terpisah.

"Kita bekerja di dewan mewakili seluruh masyarakat Kota Pariaman. Bukan kepentingan politik, apalagi jika ada pihak-pihak tertentu mengait-ngaitkannya dengan kontestasi Pilwako Pariaman 2018," tegas Hamdani saat dihubungi via ponselnya, Jumat (19/1).

Ia mengatakan, sejauh ini pihaknya di DPRD selalu bekerja maksimal demi pembangunan di Kota Pariaman. Bahkan menurutnya, pihak dewan selalu mendukung visi misi Pemko Pariaman dalam membangun kepariwisataan.

"Kami menyadari potensi kita ada di pariwisata. Untuk itu semua pihak harus mempersiapkan diri, baik eksekutif dan legislatif maupun stake holder dan komponen masyarakat lainnya. Untuk membangun pariwisata tidak boleh setengah-setengah. Infrastruktur dan sumberdaya manusia saling kuat menguatkan," tuturnya.

Pihaknya telah mendengar saat ini Pemko Pariaman berniat membangun sejumlah infrastruktur penunjang wisata bahari di Pulau Tangah dengan proyeksi dana Rp30 miliar. Hamdani berkata, sebelum pengajuan anggaran di DPRD, pihaknya mengimbau agar TAPD Pemko Pariaman menyiapkan konsepnya dengan baik.

"Perlu kami garis bawahi, apapun bentuk pembangunan, asal membawa manfaat bagi masyarakat dan sesuai aturan yang berlaku, kami di dewan akan mendukungnya," sebut Hamdani.

Untuk anggaran sebesar Rp30 miliar, jelas Hamdani, penganggarannya harus secara bertahap. Tidak bisa langsung mengingat keterbatasan keuangan daerah. Di samping itu, jelas Hamdani, juga diperlukan dokumen penunjang mengingat sejumlah aturan tentang tata kelola pulau-pulau kecil yang tentunya memiliki ekosistem yang mesti dijaga.

"Itu pasti bertahap ya. Kita rasa TAPD menyadari hal tersebut. Kita harus lihat masterplannya. Konsepnya seperti apa, taman burungnya seperti apa, juga kolam pemandian, apakah air asin atau air tawar. Ini semua perlu konsep yang jelas dan terukur agar pembangunannya berjalan lancar dan membawa manfaat," imbuhnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, salah satu desitinasi baru yang akan dibenahi oleh Pemko Pariaman adalah Pulau Tangah. Dalam perencanaan, di pulau itu akan dibangun taman burung, pemandian air tawar, tempat bermain anak, yang dilengkapi dengan gazebo sebanyak 15 unit dan jalur pendestrian.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman mengungkapkan anggaran yang akan dihabiskan untuk Pulau Tangah---sesuai dengan masterplan yang telah dibuat---sekitar Rp30 miliar.

Di tahun anggaran 2017, kata Mukhlis, pihaknya telah membangun 15 unit gazebo dan pendestrian sepanjang 800 meter dengan menelan anggaran sekitar Rp1,1 miliar, ditambah bangunan dermaga apung bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI sebesar Rp1,7 miliar.

"Masih banyak pembangunan yang akan kita kerjakan untuk tahun-tahun berikutnya. Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) agar memprioritaskan pembangunan Pulau Tangah dengan dukungan dana yang maksimal," sebutnya, Rabu (17/1). (OLP)
DPRD Puji Tumbuhnya Wisata Ikonik di Pariaman yang Berdampak Positif bagi Masyarakat
Walikota Mukhlis sedang meninjau pembangunan infrastruktur Pulau Tangah bersama beberapa pimpinan SOPD. FOTO/Junaidi
Pariaman ---- Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman Syafinal Akbar mengatakan dewan akan mendukung penuh pengembangan wisata bahari dalam hal penganggaran asalkan direncanakan secara matang dan tidak merusak ekosistem.

Ia menyebut, dampak dari pembangunan infrastruktur kepariwisataan dalam beberapa tahun terakhir, telah bisa dinikmati masyarakat. Menurutnya, dari tingginya jumlah wisata berkunjung ke Pariaman telah menumbuhkan sektor ekonomi kerakyatan berupa berdirinya kedai kuliner, kerajinan dan sektor kreatif lainnya.

"Beberapa destinasi bahkan menjadi ikonik. Seperti Pulau Angsoduo, Konservasi Penyu, Gandoriah dan yang terbaru trekking di Hutan Bakau (mangrove)," ujar Syafinal Akbar di Pariaman, Minggu (14/1).

Pariaman yang di depannya membentang empat pulau terdekat, imbuh Syafinal, juga sedang diproyeksikan sebagai objek wisata sesuai dengan potensinya masing-masing.

"Pulau Kasiak untuk wisata edukasi, sedangkan Pulau Angsodua menjelma sebagai wisata keluarga yang sangat ramai dikunjungi. Sekarang kita bersama Pemko Pariaman sedang mempercantik Pulau Tangah," jelas Syafinal.

Ia menyebut, untuk pembangunan Pulau Tangah, pihaknya di dewan akan mendukung penuh penganggarannya. Jika dermaga apung dibangun oleh KKP RI, pedestrian sepanjang 800 meter dan gazebo atau pondok peristirahatan sebanyak 15 unit, telah dianggarkan dan hampir rampung.

"Ke depan tentu akan kita bahas bersama TAPD Pemko Pariaman dan tentu saja setiap pembangunan di pulau-pulau kecil tidak boleh merusak ekosistem yang ada," pungkasnya.

Sebelumnya, Kamis lalu, Walikota Pariaman Mukhlis Rahman telah meninjau Pulau Tangah. Ia menyatakan dermaga apung sudah tuntas 100 persen, sedangkan pedestrian dan gazebo tinggal beberapa item lagi.

Selain itu, kata Mukhlis, pihaknya juga berencana melakukan pembangunan taman burung, kolam air tawar dan sejumlah sarana prasarana pendukung lainnya.

"Jika pembangunan sudah selesai semuanya, akan dibuka untuk umum untuk dinikmati masyarakat dan wisatawan," sebutnya. (OLP)