Hadir di Lampung, Genius Ajak Perantau PKDP Berinvestasi di Pariaman
Genius Umar hadiri pengukuhan DPW PKDP Provinsi Lampung. Foto/Junaidi
Lampung --- PKDP bisa melakukan branding terhadap pariwisata kota Pariaman. Baik sebagai marketing hingga sebagai pelaku usahanya.

"Peran perantau tentu sebagai wujud kontribusi dan cintanya kepada kampung halamannya," kata Wakil Walikota Pariaman Genius Umar saat menghadiri pengukuhan pengurus DPW PKDP Provinsi Lampung di Lampung, Sabtu (4/8).

Genius mengatakan bahwa pariwisata merupakan visi-misi pemerintahannya saat ini. Pariwisata yang menunjang sektor ekonomi kreatif, berbudaya, berkearifan lokal dan bernuansa Islami. Berbagai capaian telah terwujud selama hampir lima tahun era kepemimpinan Mukhlis-Genius selaku pasangan kepala daerah periode 2013-2018.

“Saat ini Pariaman telah menjadi destinasi favorit wisatawan. Hal ini dibuktikan dengan naiknya kunjungan ke Pariaman. Pada tahun 2013 hanya 791.624 wisatawan, di akhir tahun 2017 kemaren hingga mencapai 3 juta lebih,” ungkapnya.

Persoalan mendasar bagi Pariaman saat ini adalah minimnya hotel dan penginapan yang representatif bagi para wisatawan. Hingga tak jarang wisatawan yang datang menginap di Padang atau Bukittinggi.

“Untuk itu, kami mengharapkan peran dari PKDP. Selain sebagai marketing, tetapi juga pelaku, dalam hal ini agar dapat berinvestasi juga di kampung halaman dengan membangun hotel dan investasi lainnya yang bisa menyerap tenaga kerja,” ungkap walikota terpilih Kota Pariaman ini. 

Doktor Ilmu Kebijakan Publik IPB ini juga mengungkapkan bahwa tanggung jawab kemajuan pembangunan di Pariaman bukan semata pemerintah saja, tetapi juga tanggung jawab seluruh pihak, termasuk PKDP.

“Dengan aktifnya nanti PKDP yang ada di seluruh Indonesia, diharapkan dapat mendongkrak kunjungan wisatawan lebih banyak lagi. Bagi perantau yang sukses agar berinvestasi di Kota Pariaman,” ajaknya.

DPW PKDP Provinsi Lampung menetapkan Ramandung Piliang selaku ketua umum, Ramli Sikumbang sebagai sekretaris, Syafri Aung, bendahara. DPW PKDP Provinsi Lampung terdiri dari 26 orang Dewan Penasehat, 30 orang dewan penyantun, dan 94 pengurus yang dibagi ke dalam 10 bidang. (Juned/OLP)
66 Mahasiswa Ilmu Politik UNAND Tinjau Lapangan Kemajuan Wisata Pariaman
Sekdako Pariaman Indra Sakti ketika memberi sambutan kepada mahasiswa FISIP UNAND di Balirung Walikota Pariaman. Foto/Eri Elfadri
Pariaman --- Sebanyak 66 orang Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNAND Padang Jurusan Administrasi Publik, melaksanakan kuliah lapangan selama dua hari di Kota Pariaman.

Dosen Pembimbing Kuliah Lapangan FISIP UNAND Syamsurizaldi, mengatakan mahasiswa sebanyak 66 orang tersebut nantinya akan melakukan tinjau lapangan mengenai administrasi Pemerintahan Daerah dan pembangunan pariwisata yang ada di Kota Pariaman.

"Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari, dan besok kami ingin berkunjung ke Pantai Gandoriah dan setelah itu dilanjutkan ke Pulau Angsoduo untuk tinjau lapangan," terangnya di Balairung Walikota Pariaman, Senin (30/4).

Ia berharap kuliah lapangan mahasiswa di Pariaman berjalan lancar dan sekaligus minta dukungan kepada Pemerintah Kota Pariaman agar memfasilitasi selama kegiatan mahasiswa berlangsung.

Sekretaris Daerah Kota Pariaman Indra Sakti mengatakan warga Pariaman menyambut gembira mahasiswa FISIP UNAND yang akan kuliah lapangan di Kota Pariaman.

Indra Sakti mengatakan, lokasi dan tempat yang dipilih oleh Mahasiswa FISIP UNAND sangat tepat, memilih Kota Pariaman.

"Mengingat pesatnya perkembangan pariwisata Kota Pariaman dewasa ini. Kota Pariaman pada saat ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan, apalagi ketika hari libur," ungkapnya.

Kemudahan bagi Pariaman, sebut Indra Sakti, adalah akses transportasi bagi wisatawan yang akan berkunjung dengan adanya transportasi kereta api wisata setiap harinya.

"Ada banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi di Pariaman seperti Pantai Gandoriah, Pantai Cermin, Pantai Kata, Pulau Angso Duo, Pantai Pauh, Manggung dan banyak lagi," pungkasnya. (Tim/OLP)
Komisi III DPRD Desak Dinas Pariwisata Segera Ajukan Rippda ke Baleg
Anggota Komisi III DPRD Kota Pariaman Hamdani desak Disbudpar Pariaman segera ajukan Rippda/Foto/Istimewa
Pariaman ---- Komisi III DPRD Kota Pariaman mendesak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pariaman segera menyelesaikan Rencana Strategis (Renstra) Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (Rippda) ke Badan Legislatif DPRD agar segera dibahas dan dijadikan Peraturan Daerah.

"Ini sudah molor dua tahun. Renstra Rippda sangat dibutuhkan bagi suatu daerah yang fokus membangun pariwisata, baik secera perencanaan maupun penganggaran," ungkap Anggota Komisi III DPRD Kota Pariaman Hamdani, di Pariaman, Jumat (26/1).

Ia menyebut, Rippda merupakan payung hukum dalam membangun kepariwisataan daerah. Dengan adanya Rippda sebagai acuan, tidak ada lagi bongkar pasang pembangunan di kawasan yang sudah ditentukan dalam Renstra Rippda.

"Secara lisan ke DPRD memang sudah disampaikan oleh Dinas Budpar tentang poin penting dalam Rippda, namun kita perlu dokumen agar dikaji bersama eksekutif dan legislatif kemudian dirumuskan menjadi Ranperda. Hal ini sifatnya mendesak karena pembangunan pariwisata terus jalan, namun belum dikuatkan dengan Rippda," tutur Hamdani.

Dengan adanya Rippda, Hamdani menilai pemerintah daerah akan terlihat keseriusannya. Konsep-konsep tersebut sangat penting bagi Pariaman ke depan mengingat persaingan antar daerah yang saling berlomba-lomba menggarap potensi wisata daerahnya masing-masing.

"Rippda Renstra wajib bagi daerah pariwisata untuk keleluasaan pembangunan bidang kepariwisataan. Ia tidak sama dengan tata ruang daerah karena Rippda Renstra lebih fokus," pungkasnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Pariaman Elfis Candra, mengatakan draft dokumen Rippda sudah rampung diselesaikan oleh pihaknya.

"Tinggal finishing (penyelesaian akhir) dan jika selesai akan segera kita ajukan ke Baleg DPRD," ujarnya.

Elfis menyebut tidak ada kelalaian disengaja oleh pihaknya untuk segera menyerahkan dokumen Rippda ke DPRD untuk segera dibahas dan dijadikan Perda.

"Kita juga ingin cepat. Namun Kepala Bidang yang mengepalai perumusan Rippda saat ini sedang dirawat karena sakit," ungkap Elfis.

Ia meyakinkan DPRD bahwa penyusunan dokumen Rippda Renstra menjadi prioritas utama pihaknya saat ini.

"Sejauh ini kita sudah petakan potensi-potensi dan destinasi pariwisata yang akan kita masukan dalam dokumen Rippda. Kita upayakan selekas mungkin dokumen tersebut segera masuk ke Baleg. Artinya, harapan kami sama dengan DPRD bagaimana pembangunan pariwisata berjalan lancar, fokus dan terarah sesuai dengan potensi yang kita miliki," pungkasnya. (OLP)
Tanggapan DPRD Tentang Proyeksi Anggaran Rp30 M Untuk Pulau Tangah
Anggota Komisi III DPRD Kota Pariaman yang membidangi pariwisata, Hamdani. FOTO/istimewa
Pariaman ---- Anggota Komisi III DPRD Kota Pariaman Hamdani, memastikan segala bentuk penganggaran di DPRD di tahun politik 2018 akan berjalan sebagaimana biasanya. Pilkada dan kinerja dewan, kata Hamdani, merupakan dua hal yang mesti terpisah.

"Kita bekerja di dewan mewakili seluruh masyarakat Kota Pariaman. Bukan kepentingan politik, apalagi jika ada pihak-pihak tertentu mengait-ngaitkannya dengan kontestasi Pilwako Pariaman 2018," tegas Hamdani saat dihubungi via ponselnya, Jumat (19/1).

Ia mengatakan, sejauh ini pihaknya di DPRD selalu bekerja maksimal demi pembangunan di Kota Pariaman. Bahkan menurutnya, pihak dewan selalu mendukung visi misi Pemko Pariaman dalam membangun kepariwisataan.

"Kami menyadari potensi kita ada di pariwisata. Untuk itu semua pihak harus mempersiapkan diri, baik eksekutif dan legislatif maupun stake holder dan komponen masyarakat lainnya. Untuk membangun pariwisata tidak boleh setengah-setengah. Infrastruktur dan sumberdaya manusia saling kuat menguatkan," tuturnya.

Pihaknya telah mendengar saat ini Pemko Pariaman berniat membangun sejumlah infrastruktur penunjang wisata bahari di Pulau Tangah dengan proyeksi dana Rp30 miliar. Hamdani berkata, sebelum pengajuan anggaran di DPRD, pihaknya mengimbau agar TAPD Pemko Pariaman menyiapkan konsepnya dengan baik.

"Perlu kami garis bawahi, apapun bentuk pembangunan, asal membawa manfaat bagi masyarakat dan sesuai aturan yang berlaku, kami di dewan akan mendukungnya," sebut Hamdani.

Untuk anggaran sebesar Rp30 miliar, jelas Hamdani, penganggarannya harus secara bertahap. Tidak bisa langsung mengingat keterbatasan keuangan daerah. Di samping itu, jelas Hamdani, juga diperlukan dokumen penunjang mengingat sejumlah aturan tentang tata kelola pulau-pulau kecil yang tentunya memiliki ekosistem yang mesti dijaga.

"Itu pasti bertahap ya. Kita rasa TAPD menyadari hal tersebut. Kita harus lihat masterplannya. Konsepnya seperti apa, taman burungnya seperti apa, juga kolam pemandian, apakah air asin atau air tawar. Ini semua perlu konsep yang jelas dan terukur agar pembangunannya berjalan lancar dan membawa manfaat," imbuhnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, salah satu desitinasi baru yang akan dibenahi oleh Pemko Pariaman adalah Pulau Tangah. Dalam perencanaan, di pulau itu akan dibangun taman burung, pemandian air tawar, tempat bermain anak, yang dilengkapi dengan gazebo sebanyak 15 unit dan jalur pendestrian.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman mengungkapkan anggaran yang akan dihabiskan untuk Pulau Tangah---sesuai dengan masterplan yang telah dibuat---sekitar Rp30 miliar.

Di tahun anggaran 2017, kata Mukhlis, pihaknya telah membangun 15 unit gazebo dan pendestrian sepanjang 800 meter dengan menelan anggaran sekitar Rp1,1 miliar, ditambah bangunan dermaga apung bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI sebesar Rp1,7 miliar.

"Masih banyak pembangunan yang akan kita kerjakan untuk tahun-tahun berikutnya. Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) agar memprioritaskan pembangunan Pulau Tangah dengan dukungan dana yang maksimal," sebutnya, Rabu (17/1). (OLP)
DPRD Puji Tumbuhnya Wisata Ikonik di Pariaman yang Berdampak Positif bagi Masyarakat
Walikota Mukhlis sedang meninjau pembangunan infrastruktur Pulau Tangah bersama beberapa pimpinan SOPD. FOTO/Junaidi
Pariaman ---- Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman Syafinal Akbar mengatakan dewan akan mendukung penuh pengembangan wisata bahari dalam hal penganggaran asalkan direncanakan secara matang dan tidak merusak ekosistem.

Ia menyebut, dampak dari pembangunan infrastruktur kepariwisataan dalam beberapa tahun terakhir, telah bisa dinikmati masyarakat. Menurutnya, dari tingginya jumlah wisata berkunjung ke Pariaman telah menumbuhkan sektor ekonomi kerakyatan berupa berdirinya kedai kuliner, kerajinan dan sektor kreatif lainnya.

"Beberapa destinasi bahkan menjadi ikonik. Seperti Pulau Angsoduo, Konservasi Penyu, Gandoriah dan yang terbaru trekking di Hutan Bakau (mangrove)," ujar Syafinal Akbar di Pariaman, Minggu (14/1).

Pariaman yang di depannya membentang empat pulau terdekat, imbuh Syafinal, juga sedang diproyeksikan sebagai objek wisata sesuai dengan potensinya masing-masing.

"Pulau Kasiak untuk wisata edukasi, sedangkan Pulau Angsodua menjelma sebagai wisata keluarga yang sangat ramai dikunjungi. Sekarang kita bersama Pemko Pariaman sedang mempercantik Pulau Tangah," jelas Syafinal.

Ia menyebut, untuk pembangunan Pulau Tangah, pihaknya di dewan akan mendukung penuh penganggarannya. Jika dermaga apung dibangun oleh KKP RI, pedestrian sepanjang 800 meter dan gazebo atau pondok peristirahatan sebanyak 15 unit, telah dianggarkan dan hampir rampung.

"Ke depan tentu akan kita bahas bersama TAPD Pemko Pariaman dan tentu saja setiap pembangunan di pulau-pulau kecil tidak boleh merusak ekosistem yang ada," pungkasnya.

Sebelumnya, Kamis lalu, Walikota Pariaman Mukhlis Rahman telah meninjau Pulau Tangah. Ia menyatakan dermaga apung sudah tuntas 100 persen, sedangkan pedestrian dan gazebo tinggal beberapa item lagi.

Selain itu, kata Mukhlis, pihaknya juga berencana melakukan pembangunan taman burung, kolam air tawar dan sejumlah sarana prasarana pendukung lainnya.

"Jika pembangunan sudah selesai semuanya, akan dibuka untuk umum untuk dinikmati masyarakat dan wisatawan," sebutnya. (OLP)
Hoyak Tabuik Piaman Raih Juara III Nasional Anugerah API 2017
Wawako Pariaman Genius Umar menerima piala dari Kemenpar RI di Jakarta. Foto/istimewa
Jakarta --- Ritus-ritus kolosal Pesta Budaya Tabuik Piaman raih terbaik 3  dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017 II Kategori Atraksi Budaya Terpopuler.

Penghargaan itu diterima oleh Wakil Walikota Pariaman Genius Umar yang diserahkan langsung oleh Menteri Pariwisata RI Arief Yahya, Sabtu malam (25/11) bertempat di Grand Studio Metro TV.

Ajang tersebut digelar oleh Kementerian Pariwisata RI bekerjasama dengan laman portal www.ayojalanjalan.com yang kembali mengajak masyarakat untuk aktif memilih nominator destinasi terbaik Indonesia.

Sekretaris Kemenpar RI Uus Kuswara mengharapkan, kegiatan itu menjadi konfidensial sehingga dapat menciptakan pengakuan dari seluruh lapisan masyarakat terhadap sektor pariwisata.

Uus Kuswara juga berharap kepada seluruh daerah---dengan adanya anugerah API itu---dapat semakin giat dan bersemangat dalam mengembangkan pariwisata di daerahnya. Dalam penyelenggaraannya, API memberikan dampak yang positif bagi pariwisata Indonesia serta turut berperan dalam mempromosikan destinasi yang ada di Indonesia melalui media internet yang melibatkan masyarakat umum.

Wakil Walikota Pariaman Genius Umar setelah menerima piala penghargaan mengungkapkan, bahwa penghargaan itu merupakan momentum bagi Kota Pariaman untuk terus bersemangat mengembangkan pariwisata di Kota Pariaman dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, caranya dengan pengembangan wisata pantai, menggairahkan sport tourism, iven budaya yang lebih menarik bagi wisatawan sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Pariaman.

Dengan pembenahan tersebut, ia menargetkan di tahun mendatang akan terjadi peningkatan kunjungan sebesar 50 persen dari tahun sebelumnya hanya  2.907.822 kunjungan wisatawan.

“Penghargaan ini juga tidak lepas dari dukungan masyarakat Kota Pariaman baik di ranah maupun di rantau, dengan memberikan dukungan lewat vote sehingga Pesta Budaya Tabuik Piaman menjadi terbaik 3,” ujar Genius Umar.

Sementara itu, ketua panitia ajang penghargaan API 2017, Nanda, mengatakan pihak panitia berharap daerah bisa lebih peduli dengan pariwisata di daerahnya.

Sebanyak 90 objek wisata di penjuru nusantara berlomba berebut menjadi juara. Ajang API 2017 mendapat sambutan bagi setiap daerah yang ingin menawarkan, mempromosikan destinasi wisata yang dimilikinya.

"Terbukti hingga kini pejabat daerah sudah gembor-gembor kepada warganya bahkan wisatawan yang datang ke daerah itu agar memilih objek wisatanya dalam ajang API 2017," katanya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Elfis Candra, juga menjelaskan bahwa kegiatan API 2017 dimulai dengan pemungutan suara (voting) yang berlangsung dari bulan Juni 2017 hingga Oktober 2017 sampai pada akhir acara pemberian penghargaan pada malam penghargaan Anugerah Pesona Indonesia 2017 tersebut.

“Pemenang dalam ajang ini didapatkan dari hasil  voting dari seluruh masyarakat Indonesia. Dalam pelaksanaan pemungutan suara (vote) tahun ini dilakukan melalui web vote secara online juga dengan dibuka melalui cara SMS premium berbayar. Pilihannya ada 15 kategori," jelasnya.

Seluruh kategori yang disajikan, kata Elfis, adalah hasil seleksi ketat dari data wisata, kuliner, atraksi wisata maupun festival budaya yang selama ini sangat populer di Indonesia. Elfis berharap tahun depan Kota Pariaman bisa lebih baik lagi.

"Kota Pariaman punya potensi dalam bidang kepariwisataan contohnya untuk kategori makanan dan minuman favorit spesifik daerah kita yang belum masuk nominasi. Padahal kita punya spesifik makanan sala dan gulai kapalo lauak yang enak," pungkasnya

Dalam ajang ini panitia penyelenggara juga melibatkan berbagai pihak yang terlibat dalam Bidang Pariwisata seperti Asosiasi Pariwisata, Jurnalis Pariwisata, Blogger, Pengamat/Pelaku Pariwisata bahkan dari Kementerian Pariwisata sendiri untuk menjadi Tim Perumus, yang melakukan perumusan dan seleksi terhadap seluruh usulan nominasi yang masuk. Periode voting dibuka pada tanggal 1 Juni 2017 sampai dengan 31 Oktober 2017.

Untuk daerah yang masuk nominasi diberikan hadiah pembuatan web kepariwisataan secara gratis oleh Kementerian Kominfo.

Adapun pesta budaya Tabuik termasuk dalam kategori 7, yakni kategori Atraksi Budaya Terpopuler (Most Popular Cultural Attraction) yang mana nominasi terpilih sebanyak 10 nominasi yakni 1. Apen Beyeren – Kab. Biak Numfor, 2. Bakar Tongkang – Kab. Rokan Hilir, 3. Karaci – Kab. Sumbawa, 4. Perang Pandan – Kab. Karangasem., 5. Ronggeng Paser – Kab. Paser, 6.Tabuik – Kota Pariaman, 7. Ngagah Harimau – Kab. Kerinci, 8. Tari Peperimakka – Kota Makassar, 9. Tradisi Tumbilotohe – Kota Gorontalo dan 10.Wadian Bulat – Kab. Barito Timur.

Dan yang berhasil menjadi juara 1 yakni Bakar Tongkang dari kabupaten Rokan Hilir Prov Riau. Kemudian Juara 2 tari Ngagam Harimau dari Kabupaten Kerinci Prov Jambi. (TKIP Parbud)