19 July 2017

Kemenpar RI Tetapkan Korong Lambeh Jadi Desa Wisata
Bukik Siriah. Foto: Istimewa
Paritmalintang -- Korong Lambeh, Kecamatan Sungai Geringging, akan ditetapkan sebagai Desa Wisata oleh Kementrian Pariwisata RI, Kamis 27 Juli 2017 mendatang.

Penetapan Korong Lambeh sebagai Desa Wisata bertepatan dengan Aksi Sapta Pesona yang digelar oleh Kementrian Pariwisata RI pada hari itu juga. Korong Lambeh merupakan salah satu Korong di Nagari Malai III Koto, Sungai Geringging, Padangpariaman, yang terkenal akan keindahan alamnya.

Kadisporabudpar Kabupaten Padangpariaman, Jon Kenedy didampingi Kabid Pengembangan Pariwisata Disporabudpar Padangpariaman, Wiewiek Herawati, Rabu (19/7/2017) di Paritmalintang, mengatakan, Korong Lambeh memiliki keindahan alam yang dilengkapi dengan keragaman seni dan budaya.

Kata dia, Korong Lambeh memiliki dua objek wisata alam yang indah. Air Terjun Batu Basurek dan Bukit Siriah Mountain View, menarik minat wisatawan berkunjung ke kawasan yang dapat ditempuh 1 jam perjalanan dari Bandara Internasional Minangkabau itu.
Menurutnya, selain keberagamaan kesenian dan budaya, objek wisata dilengkapi dengan sentra kerajinan sehingga menjadikan kawasan itu layak menjadi Desa Wisata.

“Di kawasan itu lengkap semuanya, ada objek wisatanya, ada seni budayanya, ada galeri karya dan kerajinan juga. Dengan adanya desa wisata ini, tentu wisatawan akan memiliki banyak alasan kenapa berkunjung ke daerah tersebut,” kata Wiwiek.

Lebih jauh dijelaskan Wiewiek, Disporabudpar Padangpariaman bersama masyarakat Korong Lambeh dan kelompok sadar wisata, akan melakukan pembenahan kawasan wisata tersebut. Tidak hanya infrastruktur, namun juga sumber daya manusianya.

“Kita akan terus dukung pembenahan infrastuktur di kawasan tersebut, termasuk pembinaan masyarakatnya juga terus kita lakukan,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat sekitar mendukung penuh ditetapkannya Korong Lambeh menjadi Desa Wisata. Melalui berbagai pertemuan dengan masyarakat setempat, Disporabudpar menyampaikan bahwa penetapan desa wisata dikawasan tersebut berdampak bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Kita ambil peluang ekonominya. Apapun yang berhubungan dengan wisata, pasti ada dampak ekonominya bagi masyarakat di lingkungan objek wisata tersebut, itu sudah pasti,” pungkasnya.

Nanda

18 July 2017

Disambut Positif, Padangpariaman Tambah Titik Layanan Ojek Wisata
Destinasi Lubuak Nyarai Padangpariaman. Foto: wistago.com
Paritmalintang -- Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Padangpariaman, akan tambah titik pelayanan ojek wisata yang akan melayani wisatawan mengunjungi berbagai objek wisata yang ada di Padangpariaman.

Saat ini, ojek pariwisata Padangpariaman baru ditempatkan di tiga titik, yaitu di objek wisata Pantai Tiram, Simpang BLKM menuju Lubuk Nyarai dan Simpang Tarok menuju pemandian Lubuk Bonta.

Kepala Disporabudpar Padangpariaman, Jon Kenedy
, Selasa (18/7/2017) di Paritmalintang, menuturkan, penambahan titik ojek wisata dilakukan karena respon positif yang ditunjukan wisatawan saat menggunakan layanan tersebut. Ojek pariwisiata telah mampu menjadi pemadu bagi wisatawan.

Dua titik ojek wisata yang akan dikembangkan menjadi pangkalan, ungkap Jon Kenedy adalah di Sungai Geringging menuju Air Terjun Basurek dan Bukit Siriah, kemudian ojek wisata di Kuliek Sarasah.

“Kita berikan layanan yang optimal kepada pengunjung yang ingin berkunjung ke tempat kita. Ojek wisata kita jamin akan memberikan pelayanan prima bagi wisatawan,” ujarnya.

Kata dia, dari hasil evaluasi yang dilakukan terhadap operasional ojek pariwisata di Padangpariaman, hingga saat ini belum ada komplain dari pengunjung yang menggunakan layanan tersebut. 

Meskipun demikian, pihaknya tetap melalukan pengawasan dan pembinaan terhadap para driver ojek pariwisata tersebut. Operasional sejak lebaran Idul Fitri 2017, ojek wisata disambut baik oleh pengunjung.

“Dari layanan pengunjung yang kita buka, sejauh ini belum ada komplain dari pengunjung ke kita, sejauh ini masih baik. Namun, selain melakukan penambangan personil ojek pariwisata, kita juga terus tingkatkan kecakapan personil ojek yang sudah ada,” ujar dia.

Menurutnya, Pemkab Padangpariaman terus akan melakukan inovasi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Padangpariaman. Bebagai kegiatan akan dihelat selama tahun 2017, di antaranya berburu babi, pacu kuda, dan pasie maelo.

Untuk buru babi sendiri akan diselengarakan pada tanggal 15 dan 16 Juli 2017 di Kawasan Tarok, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam.

Sedangkan untuk pacu kuda diselenggarakan pada tanggal 19 hingga 20 Agustus di Nagari Balah Aie, Kecamatan VII Koto.

"Lalu untuk pasie maelo akan kita selengarakan pada tanggal 4 dan 5 Oktober atau menyesuaikan dengan kegiatan Tour De Singkarak di Pantai Tiram, Kecamatan Ulakan Tapakis," pungkas Jon Kenedy.

Sementara itu Ramli (32), di Pariaman, Selasa (18/7), perantau Padangpariaman asal Sungai Geringging mengaku cukup banyak perubahan wajah pariwisata di Padangpariaman, terutama di Pantai Tiram yang sempat ia kunjungi lebaran kemarin.

"Saya kagum dengan penataan Pantai Tiram sebagai sentra kuliner Padangpariaman. Sangat teduh dan damai," ungkap Ramli.

Hanya saja di Pantai Tiram, sambung dia, jaringan internet sangat lelet dan terkadang no signal. Kondisi tersebut menurutnya sangat mengganggu para pengunjung yang terbiasa terhubung ke internet dan mobile.

"Kadang kita ingin berlama-lama, tapi karena jaringan internet lelet terpaksa pulang lebih cepat. Kita berharap Pemkab Padangpariaman menggandeng operator jaringan seluler agar memasang tower bersama di sana. Akan lebih baik lagi jika pemerintah menjadikan Pantai Tiram free wifi," ucapnya.

Nanda/OLP
Grand Final Duta Wisata Pariaman 2017 Berlangsung Meriah
Walikota dan istri foto bersama duta wisata Kota Pariaman 2017
Simpang Tabuik -- Pemilihan duta wisata Cik Uniang-Cik Ajo Kota Pariaman berlangsung meriah. Bertempat di Tugu Tabuik Pariaman, Senin (17/7/2017) malam, 20 orang grand finalis Cik Uniang dan Cik Ajo Kota Pariaman 2017, sukses memukau ribuan pasang mata pengunjung yang hadir. 

Wakil Walikota Genius Umar didampingi istri serahkan piagam juara


Usai memperagakan keterampilan dan kepiawaiannya, akhirnya dewan juri menetapkan 8 pemenang duta wisata Kota Pariaman dalam 4 kategori.


Finalis Cik Uniang-Cik Ajo 2017


Cik Uniang Kota Pariaman 2017 terpilih, Anila Mulyad Putrid dan Cik Ajo Kota Pariaman 2017, Sandra Prima Saputra. Sedangkan Wakil Cik Uniang I diraih Dilla Amelia dan Cik Ajo I Hendrizal. Cik Uniang II diraih oleh Rhaysya Admmy dan Cik Ajo II oleh Abdi Rahman. Kemudian Cik Uniang Favorit diraih oleh Sahana Rompas dan Cik Ajo Favorit oleh, Altonosa.


Kemeriahan malam grand final duta wisata Kota Pariaman 2017


Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pariaman, Efendi Jamal dalam sambutannya mengatakan, 20 peserta grand finalis yang lolos ke tahap Grand Final, merupakan peserta terbaik dari 38 orang peserta yang mengikuti seleksi dari awal.

Seleksi peserta meliputi banyak hal, mulai dari fisik, kepribadian, keterampilan seni, kemampuan bahasa asing dan pengetahuan budaya dan pariwisata.

“Seleksi yang dilakukan secara menyeluruh, sehingga terpilihlah 20 orang grand finalisnya yang mengikuti kegiatan pada malam ini,” ujarnya

Menurut dia, ajang ini sekaligus mempersiapkan duta wisata Kota Pariaman untuk mengikuti ajang pemilihan duta wisata tingkat Provinsi Sumatera Barat yang dilaksanakan dalam waktu dekat.

“Cik Uniang dan Cik Ajo terpilih nantinya akan kita ikut sertakan pada ajang yang lebih tinggi ditingkat Provinsi Sumatera Barat,” sebutnya.

Sementara itu, Walikota Pariaman Mukhlis Rahman mendorong agar duta wisatata Kota Pariaman dapat menunjang upaya pemerintah meningkatkan kunjugan wisata ke Kota Pariaman. 

Kata dia, penggunaan media sosial sebagai sarana promosi agar wisatawan datang ke Pariaman, menceritakan keindahan alam dan budaya Pariaman, menjadi langkah sedernaha untuk mengundang wisatawan berkunjung ke Kota Pariaman.

“Mendorong kunjungan wisatawan untuk datang dengan cara promosi. Bukan hanya pemerintah dan instansi terkait saja, duta wisata nantinya, punya peran penting untuk itu,” sebutnya.

Menurut Mukhlis, Kota Pariaman saat ini telah berkembang menjadi kota tujuan wisatawan di Provinsi Sumatera Barat. Kunjungan wisatawan yang meningkat terus diimbangi oleh Pemko Pariaman dengan peningkatan dan pembangunan fasilitas penunjang objek wisata.

Ia melihat ada pengaruh iven pariwisata yang dilaksanakan oleh pihaknya dengan naiknya tingkat kunjungan wisatawan ke Kota Pariaman.

“Perbaikan-perbaikan terus kita lakukan, baik sarana maun prasarana. Sekarang tinggal bagaimana promosi wisata juga terlibat masyarakat didalamnya,” kata dia.

Sebagai penutup, Mukhlis mengajak seluruh masyarakat mendukung upaya Pemko Pariaman memajukan pariwisata di Kota Pariaman. Dukungan dapat diwujudkan dengan memelihara fasilitas yang ada di objek wisata dan menerapkan sapta pesona. (ADV/Nanda)

17 July 2017

Pemko Pariaman Bangun Dua Dermaga Tahun Ini
Keramaian Libur Lebaran 2017 di Pantai Gandoriah. Foto: Junaidi
Pariaman -- Dalam tahun 2017 ini, dua dermaga akan dibangun di Kota Pariaman. Satu berlokasi di Pantai Gandoriah, satunya lagi di Pulau Tangah.

Untuk Dermaga Gandoriah, dibangun melalui APBD Tahun 2017 dengan pagu dana sekitar Rp5,8 miliar. Sedangkan Dermaga Pulau Tangah dibiayai oleh APBN.

"Kedua dermaga saat ini sedang dalam proses lelang. Dalam tahun ini akan dimulai pembangunannya," ungkap Wakil Walikota Pariaman Genius Umar di Pariaman, Senin (17/7/2017).

Dua dermaga tersebut, sambung Genius, dibuat dengan konsep terapung berpenyangga beton dan tiang pancang baja anti karat. Pembangunan dermaga telah melalui kajian dampak lingkungan.

"Titik pembangunan dermaga sudah melalui kajian, sehingga tidak akan mengganggu keseimbangan alam (lautan)," jelas Genius.

Di samping itu, imbuh Genius, lokasi wisata Talao Pauah di Desa Pauh Barat juga menjadi prioritas pengembangan oleh pihaknya. Saat ini sebagian jalan sudah diaspal dan sudah masuk jaringan listrik baru.

"Sebagaian jalan lagi akan diaspal dalam waktu dekat. Kita juga sedang mempertimbangkan untuk mengeruk sendimen dalam telaga. Sendimen itu nantinya bisa dijadikan bukit mini buatan untuk memperindah Talao Pauh," jelas Genius.

Ia berharap, masyarakat terus mendukung pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah. Segala bentuk pembangunan bertujuan untuk kesejahteraan warga melalui peningkatan sektor ekonomi kerakyatan.

"Setiap pembangunan yang kita laksanakan, aspek utama yang kita sasar adalah keuntungannya bagi masyarakat," pungkas doktor ilmu kebijakan publik itu.

Tokoh pemuda Desa Pauh Barat, Kardinal Feri, menyambut baik rencana pengembangan wisata di Talao Pauh Pariaman.

Saat ini, kata mantan Kepala Desa Pauh Barat itu, Talao Pauh sudah menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan. Selama libur lebaran kemarin, ribuan wisatawan telah berkunjung ke Talao Pauh yang memiliki sejumlah keunikan. Di samping pantainya yang indah, di tepinya membentang telaga yang dilingkari pepohonan.

"Sekarang sudah banyak berdiri kedai-kedai untuk wisata keluarga. Masyarakat mulai menikmati dampak dari pembangunan," ujar Ketua PSSI Kota Pariaman itu.

OLP

15 July 2017

Lebaran Usai, Pantai Pariaman Tetap Ramai
Foto: Junaidi
Gandoriah -- Meski Pesta Pantai Pariaman dan libur lebaran 2017 telah usai, kunjungan wisatawan ke Pariaman tetap ramai. Jalur kendaraan bermotor di sepanjang Pantai Gandoriah hingga Pantai Kata, selalu padat. Dalam pantauan wartawan, area parkir, baik untuk kendaraan roda dua dan roda empat, selalu penuh di sepanjang pantai itu.

Rina (43) wisatawan asal Jambi, Sabtu (15/7/2017), saat santai keluarga di Pantai Gandoriah, menyebutkan, di daerahnya saat ini sedang libur semester sekolah akhir tahun hingga tanggal 15 juli 2017 --yang dimulai dari tanggal 3 Juli kemaren-- sehingga masih ada waktu di Pariaman.

"Hari ini batas akhir libur semester di Jambi. Besok, Minggu pagi kita sudah berangkat ke Jambi. Anak-anak masuk sekolah mulai Senin besok (17/7)," ungkap ibu dua anak itu.

Perempuan asal Pariaman yang sejak umur 5 tahun sudah dibawa orangtuanya merantau ke Jambi itu menambahkan, momentum libur lebaran dan libur semester ia manfaatkan untuk berlibur panjang di tanah kelahirannya Pariaman bersama suami dan anak-anak.

"Libur panjang ini kami puas-puaskan di Pariaman. Saking enaknya di Pariaman, kami tidak kemana-mana. Biasanya kalau hari raya, paling tidak kita singgah ke Bukittinggi dan Padang. Namun lebaran kali ini keenakan di Pariaman sih," sebut Rina yang selalu pulang kampung paling tidak setahun sekali itu.

Ibu rumah tangga bersuamikan pengusaha swasta itu merasa kerasan di Pariaman karena banyak area bermain untuk anak. Taman Anas Malik dan Pantai Kata merupakan tempat favoritnya. Ia juga telah mengunjungi Pulau Angsoduo, Talao Pasir Pauh dan Konservasi Penyu.

"Karena sebelum ke Pariaman semua informasi wisata Pariaman saya catat dan gali melalui internet. Dari media online, postingan teman di instagram dan facebook juga kami jadikan rujukan. Pariaman berubah pesat," sambung wanita yang masih terlihat cantik di usia matang itu.

Ia menyebutkan ada beberapa saran darinya agar dilakukan pemerintah dalam mengelola pariwisata. Di antaranya pengaturan lalu lintas di sepanjang pantai, penambahan area parkir di sejumlah area wisata dan akses jalan menuju wisata Talao Pasir Pauh.

"Lebaran kemaren macetnya minta ampun. Itu perlu ditata lagi menurut saya. Saya perhatikan, kok dalam kondisi semacet itu belum diberlakukan jalur jalan satu arah," ucapnya.

Terpisah, Kepala Seksi Pengelolaan Komunikasi Publik Kominfo Kota Pariaman, Elfadri, mengatakan saat ini wisata Pariaman tidak lagi bersifat insidentil. Tidak hanya ramai saat Pesta Budaya Tabuik. Pariaman telah mengembangkan konsep wisata keluarga di sepanjang Pantai Gandoriah hingga Pantai Kata, sehingga membuat nyaman wisatawan berkunjung setiap saat.

Ke depan, tambah Elfadri, konsep itu akan diteruskan. Garis pantai Pariaman sepanjang 12 km, seluruhnya akan djadikan kawasan wisata strategis sesuai temanya masing-masing dan mempertahankan ciri khas yang dimiliki.

Rencana pembukaan kawasan wisata di Pulau Tangah yang pembangunan dermaganya dimulai tahun ini, sambung Elfadri, juga merupakan upaya serius Pemko Pariaman dalam menggarap sektor pariwisata.

"Tidak heran setiap hari selalu ramai. Apalagi saat musim libur lebaran, semester dan libur nasional. Sesuai rencana pembangunan, ke depan tentu akan lebih banyak lagi lokasi-lokasi yang akan dijadikan sebagai objek wisata," imbuhnya.

Ia mengajak seluruh komponen masyarakat sama-sama mendukung program wisata Pariaman. "Jika Pariaman selalu ramai, ekonomi akan tumbuh. Yang menikmati juga masyarakat," pungkasnya.

OLP

13 July 2017

Batasi Pengunjung ke Pulau Angsoduo, Pulau Tangah Segera Digarap
Pulau Tangah/Foto: Istimewa
Pariaman -- Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pariaman, Dasril, di Pariaman, Kamis (13/7/2017), mengatakan proyek pembangunan dermaga apung di Pulau Tangah, akan dimulai paling lambat tahun ini. Dermaga apung nantinya juga dilengkapi dengan tambatan.

Ia memprediksi pengerjaan proyek pembangunan dermaga apung tersebut akan dimulai pada Agustus atau September 2017 mendatang. Dalam proyek yang dibiayai oleh APBN itu Pemko Pariaman hanya sebagai penerima proyek bukan yang mengerjakan.

“Jika tidak ada aral melintang, Agustus atau September, insya Allah akan dimulai,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi pulau Angsoduo yang mengalami over kapasitas penggunjung --dengan jumlah rata-rata lebih dari 100 orang setiap harinya-- dikhawatirkan dapat mengganggu keseimbangan ekosistim di pulau tersebut. Sehingganya pengembangan Pulau Tangah sebagai destinasi wisata baru, harus dilakukan.

“Jika kita kembangkan Pulau Tangah maka wisatawan tidak lagi terfokus datang ke Pulau Angsoduo. Untuk keindahan alamnya juga tidak kalah dengan Angsoduo,” sebutnya.

Selain pembangunan dermaga apung, ungkap dia, Pemko Pariaman juga mendapatkan proyek dari Kementrian ESDM untuk pembangunan listrik tenaga surya untuk Pulau Tangah.
 
Ia menegaskan Pemko Pariaman segera akan membuat aturan yang membatasi jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Angsoduo untuk menghindari kerusakan ekosistem akibat over kapasitas.

“Kita sedang ancang-ancang aturaan tentang pembatasan volume kunjungan wisatawan ke Pulau Angsoduo, saat ini masih ditingkat DKP,” pungkasnya.

Nanda