Hoyak Tabuik Piaman Raih Juara III Nasional Anugerah API 2017
Wawako Pariaman Genius Umar menerima piala dari Kemenpar RI di Jakarta. Foto/istimewa
Jakarta --- Ritus-ritus kolosal Pesta Budaya Tabuik Piaman raih terbaik 3  dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017 II Kategori Atraksi Budaya Terpopuler.

Penghargaan itu diterima oleh Wakil Walikota Pariaman Genius Umar yang diserahkan langsung oleh Menteri Pariwisata RI Arief Yahya, Sabtu malam (25/11) bertempat di Grand Studio Metro TV.

Ajang tersebut digelar oleh Kementerian Pariwisata RI bekerjasama dengan laman portal www.ayojalanjalan.com yang kembali mengajak masyarakat untuk aktif memilih nominator destinasi terbaik Indonesia.

Sekretaris Kemenpar RI Uus Kuswara mengharapkan, kegiatan itu menjadi konfidensial sehingga dapat menciptakan pengakuan dari seluruh lapisan masyarakat terhadap sektor pariwisata.

Uus Kuswara juga berharap kepada seluruh daerah---dengan adanya anugerah API itu---dapat semakin giat dan bersemangat dalam mengembangkan pariwisata di daerahnya. Dalam penyelenggaraannya, API memberikan dampak yang positif bagi pariwisata Indonesia serta turut berperan dalam mempromosikan destinasi yang ada di Indonesia melalui media internet yang melibatkan masyarakat umum.

Wakil Walikota Pariaman Genius Umar setelah menerima piala penghargaan mengungkapkan, bahwa penghargaan itu merupakan momentum bagi Kota Pariaman untuk terus bersemangat mengembangkan pariwisata di Kota Pariaman dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, caranya dengan pengembangan wisata pantai, menggairahkan sport tourism, iven budaya yang lebih menarik bagi wisatawan sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Pariaman.

Dengan pembenahan tersebut, ia menargetkan di tahun mendatang akan terjadi peningkatan kunjungan sebesar 50 persen dari tahun sebelumnya hanya  2.907.822 kunjungan wisatawan.

“Penghargaan ini juga tidak lepas dari dukungan masyarakat Kota Pariaman baik di ranah maupun di rantau, dengan memberikan dukungan lewat vote sehingga Pesta Budaya Tabuik Piaman menjadi terbaik 3,” ujar Genius Umar.

Sementara itu, ketua panitia ajang penghargaan API 2017, Nanda, mengatakan pihak panitia berharap daerah bisa lebih peduli dengan pariwisata di daerahnya.

Sebanyak 90 objek wisata di penjuru nusantara berlomba berebut menjadi juara. Ajang API 2017 mendapat sambutan bagi setiap daerah yang ingin menawarkan, mempromosikan destinasi wisata yang dimilikinya.

"Terbukti hingga kini pejabat daerah sudah gembor-gembor kepada warganya bahkan wisatawan yang datang ke daerah itu agar memilih objek wisatanya dalam ajang API 2017," katanya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Elfis Candra, juga menjelaskan bahwa kegiatan API 2017 dimulai dengan pemungutan suara (voting) yang berlangsung dari bulan Juni 2017 hingga Oktober 2017 sampai pada akhir acara pemberian penghargaan pada malam penghargaan Anugerah Pesona Indonesia 2017 tersebut.

“Pemenang dalam ajang ini didapatkan dari hasil  voting dari seluruh masyarakat Indonesia. Dalam pelaksanaan pemungutan suara (vote) tahun ini dilakukan melalui web vote secara online juga dengan dibuka melalui cara SMS premium berbayar. Pilihannya ada 15 kategori," jelasnya.

Seluruh kategori yang disajikan, kata Elfis, adalah hasil seleksi ketat dari data wisata, kuliner, atraksi wisata maupun festival budaya yang selama ini sangat populer di Indonesia. Elfis berharap tahun depan Kota Pariaman bisa lebih baik lagi.

"Kota Pariaman punya potensi dalam bidang kepariwisataan contohnya untuk kategori makanan dan minuman favorit spesifik daerah kita yang belum masuk nominasi. Padahal kita punya spesifik makanan sala dan gulai kapalo lauak yang enak," pungkasnya

Dalam ajang ini panitia penyelenggara juga melibatkan berbagai pihak yang terlibat dalam Bidang Pariwisata seperti Asosiasi Pariwisata, Jurnalis Pariwisata, Blogger, Pengamat/Pelaku Pariwisata bahkan dari Kementerian Pariwisata sendiri untuk menjadi Tim Perumus, yang melakukan perumusan dan seleksi terhadap seluruh usulan nominasi yang masuk. Periode voting dibuka pada tanggal 1 Juni 2017 sampai dengan 31 Oktober 2017.

Untuk daerah yang masuk nominasi diberikan hadiah pembuatan web kepariwisataan secara gratis oleh Kementerian Kominfo.

Adapun pesta budaya Tabuik termasuk dalam kategori 7, yakni kategori Atraksi Budaya Terpopuler (Most Popular Cultural Attraction) yang mana nominasi terpilih sebanyak 10 nominasi yakni 1. Apen Beyeren – Kab. Biak Numfor, 2. Bakar Tongkang – Kab. Rokan Hilir, 3. Karaci – Kab. Sumbawa, 4. Perang Pandan – Kab. Karangasem., 5. Ronggeng Paser – Kab. Paser, 6.Tabuik – Kota Pariaman, 7. Ngagah Harimau – Kab. Kerinci, 8. Tari Peperimakka – Kota Makassar, 9. Tradisi Tumbilotohe – Kota Gorontalo dan 10.Wadian Bulat – Kab. Barito Timur.

Dan yang berhasil menjadi juara 1 yakni Bakar Tongkang dari kabupaten Rokan Hilir Prov Riau. Kemudian Juara 2 tari Ngagam Harimau dari Kabupaten Kerinci Prov Jambi. (TKIP Parbud)
Pariaman dan Padang Pariaman Akan Terima Dana Provinsi dan Pusat Untuk Kembangkan Pariwisata

Padang --- Sebanyak 7 kepala daerah kota/kabupaten di provinsi Sumatera Barat teken nota kesepahaman atau momerandum of understanding (MoU) dengan Gubernur Irwan Prayitno di Padang (18/9). MoU tersebut merupakan pernyataan sikap kepala daerah dalam mewujudkan daerahnya sebagai destinasi wisata yang dibuktikan dengan persiapan infrastruktur dan penganggaran.

Ketujuh kepala daerah tersebut adalah Walikota Pariaman, Walikota Sawahlunto, Bupati Pesisir Selatan, Wakil Walikota Bukittinggi, Wakil Bupati Padangpariaman dan Wakil Bupati Agam serta utusan dari Mentawai.

Setelah menandatangani MoU, setiap daerah akan mendapatkan dana pendampingan dari provinsi Sumatera Barat sebanyak 40 persen dari anggaran yang ditetapkan. Selain itu bantuan dari APBN yang akan diselaraskan dengan program Kementerian Pariwisata RI.

"MoU ini sebagai langkah bagi kami di provinsi Sumatera Barat---sebagai perpanjangan tangan dari pusat---untuk mensinergikan kegiatan di daerah dengan program yang ada di Kementerian. Dari 100 persen pagu dana, 60 persennya ditanggung daerah, dan 40 persen dari provinsi Sumatera Barat,” kata Gubernur Irwan Prayitno.

Pariwisata di Sumatera Barat, kata dia telah terbukti dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, sebagai dampak yang timbul dari ramainya orang yang berkunjung ke destinasi daerah tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, juga ditandatangani MoU dengan Perguruan Tinggi dan Kopertis Wilayah 10 tentang Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, serta MoU dengan Mercy Corps Indonesia Tentang Kebencanaan.

Dengan adanya MoU, pihak Perguruan Tinggi dan Mercy Corps Indonesia nantinya akan mendapatkan bantuan dana dari APBN dalam rangka mewujudkan seperti apa yang disepakati dalam nota MoU tersebut.

“Tiga hal utama di Sumatera Barat yang mendesak  saat ini, yaitu pariwisata, bela negara dan kebencanaan. Kita perlu mengambil langkah nyata untuk menyikapinya," sambung gubernur.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman mengungkapkan bahwa saat ini kota Pariaman sedang giat-giatnya meningkatkan sektor pariwisata dengan pembangunan infrastruktur dan SDM di lokasi wisata.

“Berkembangnya sebuah destinasi baru di suatu daerah secara tidak langsung akan membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar. Hal ini akan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat, yang nantinya akan berujung pada pengurangan angka kemiskinan dan pengangguran,” tuturnya.

Diharapkan dengan adanya MoU, imbuh Mukhlis, akan menambah semangat daerah untuk membuat kebijakan dalam pengembangan kawasan destinasi pariwisata di daerah masing-masing.

“Dengan keterbatasan dana yang ada di pemerintahan kota Pariaman, melalui MoU ini kita dapat dana pendampingan dari provinsi selain program yang ada di Kementerian Pariwisata dengan APBNnya, sehingga akan sangat membantu pemerintah Kota Pariaman,” tutupnya. (Juned/OLP)
Leonardy - Genius Bahas Peluang Investasi Hotel Berbintang di Pariaman

Gandoriah -- Sebagai daerah destinasi wisata, perlu jumlah hotel yang memadai. Wisatawan yang berkunjung, hendaknya tidak menginap ke kota lain karena ketidaktersediaan hotel berbintang di kota Pariaman.

"Paling urgensi. Investasi hotel berbintang menyangkut investor-investor yang harus dipinang dulu, di samping kemudahan perizinan. Investasi hotel berbintang, kita bicara jaringan hotel-hotel besar yang telah memiliki reputasi, standar pelayanan dan 'nama' yang jaringan hotelnya tersebar di seluruh Indonesia," kata Anggota DPD RI Leonardy Harmainy di Pantai Gandoriah, Pariaman, Sabtu (5/8/2017).

Menantu Alm Kol Anas Malik itu berinisiatif akan melakukan lobi kepada investor di tingkat pusat agar mau membangun hotel berbintang di Pariaman. Ia menilai, investasi hotel di Pariaman akan menguntungkan bagi pengusaha hotel karena Pariaman merupakan daerah prospektif.

"Iya, kunjungan wisatawan ke Pariaman yang terus meningkat dinamis di mata investor merupakan peluang menjanjikan," imbuh Leo.

Leonardy bahkan menyatakan, dengan presentasi yang baik oleh kepala daerah tentang potensi pariwisata Pariaman ke depan, akan menarik investor segera berinvestasi ke Pariaman.

Sementara itu Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, mengakui Pariaman kekurangan jumlah hotel, khususnya hotel berbintang. Menurutnya, hampir separuh pengunjung ke Pariaman di hari libur pergi menginap ke kota lain, meski kota fokus kunjungan mereka adalah kota Pariaman.

"Puluhan bus pariwisata parkir di Pariaman, namun malamnya pergi menginap ke kota lain. Hal ini sangat merugikan Pariaman sebagai daerah kunjungan wisata," ungkap Genius.

Untuk menggaet investor hotel berbintang dengan jumlah ratusan kamar di satu hotel, perlu perjuangan. Di samping itu, ruas jalan dari bandara menuju Pariaman perlu diperlebar agar bisa dilalui bus-bus pariwisata.

"Mengenai semua hal itu sudah kita bicarakan dengan Bang Leonardy dan di tingkat provinsi, bagaimana agar jalan di sepanjang bandara (BIM) menuju Pariaman diperlebar hingga 9 meter," tutur wakil walikota bergelar doktor itu. (OLP)
Gelar Sapta Pesona, Objek Wisata Korong Lambeh Kian Menggema
Rombongan menuju kawasan Lambeh
Sungaigeringging -- Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat dan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Padangpariaman gelar Aksi Sapta Pesona di kawasan wisata Korong Lambeh, Nagari Malai III Koto, Kecamatan Sungai Geringging, Padangpariaman, Kamis (27/7/2017) siang.

Wabup dan Ketua DPRD beserta pejabat dinas coba permainan tradisional Lambeh


Rangkaian aksi sapta pesona yang pertama kali digelar di Kabupaten Padangpariaman itu, untuk memperkenalkan lebih luas objek wisata baru yang berkembang di Provinsi Sumatera Barat. Dua objek wisata yanga ada di Korong Lambeh yaitu, Mountain View Bukit Siriah dan Air Terjun Basurek, makin dikenal.


Wabup tanam pohon di area wisata Korong Lambeh


Dalam rangkaian kegiatan itu, pengunjung dan undangan yang hadir disuguhi beragam kesenian khas Korong Lambeh Nagari Malai III Koto. Dimulai tari indang, atraksi silek kampuang, hingga tradisi bajamba ditampilkan menghibur tamu yang datang. 


Bantuan untuk masyarakat wisata Korong Lambeh


Dalam kegiatan itu juga, Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat dan Dinas Pariwsiata Pemuda dan Olahraga Padangpariaman menyerahkan bantuan tempat sampah dan alat kebersihan kepada kelompok sadar wisata di Korong Lambeh.

Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat Deviani, mengatakan, pemilihan Kabupaten Padangpariaman sebagai tempat gerakan sadar wisata dan aksi sapta pesona untuk mengorbitkan objek wisata baru di Kabupaten Padangpariaman.
Objek wisata Mountain View Bukit Siriah yang merupakan objek wisata tersembunyi harus diperkenalkan lebih luas melalui aksi sapta pesona itu.

“Melalui aksi ini, kita akan perkenalkan objek wisata Mountain View Bukit Siriah ini lebih luas lagi. Dengan aksi ini tentunya kita harapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke sini,” ujarnya.

Menurutnya, Padangpariaman memiliki peluang besar untuk menjadi kawasan destinasi wisata halal dan syariah yang saat ini gencar dipromosikan oleh Kemeterian Pariwisata RI. Peluang itu sebetulnya dapat dimanfaatkan dengan ikut melakukan promosi wisata halal yang dimiliki oleh Padangpariaman.

Meskipun dilakukan promosi yang intens, kata dia, Pemda setempat bersama kelompok sadar wisata diharapkan terus melakukan pembenahan-pembenahan dengan meningkatkan pelayanan kepada pengunjung ke lokasi objek wisata.

Belum adanya fasilitas umum, seperti toilet, musala, akan mengurangi kenyamanan pengunjung ketika berwisata di Mountain View Bukit Siriah.

“Beberapa fasilitas umum sepertinya memang harus dilengkapi oleh Pemda setempat, begitu juga dengan dukungan kelompok sadar wisatanya. Kita belum lihat adanya fasilitas musala dan toilet di sini,” kata dia.

Sementara itu, Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur didampingi Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Padangpariaman Jon Kenedi, mengatakan, objek wisata Mountain View Bukit Siriah merupakan salah satu fokus Pemkab Padangpariaman dalam mengembangkan pariwisata.

Dikatakannya, setidaknya 56 ribu orang wisatawan telah berkunjung ke Mountain View Bukit Sirih selama 10 hari libur Idul Fitri 2017 silam. Kunjungan tersebut adalah kunjungan tertinggi sejak Mountain View Bukit Sirih dibuka, menjadi pendorong pemerintah untuk terus mengembangkan objek wisata yang dapat dicapai dengan menaiki 1.000 anak tangga itu.

Ke depan kata dia, pengembangan Mountain View Bukit Sirih dapat dilengkapi dengan fasilitas penunjang lainnya. Melengkapi objek wisata dengan panggung atau pentas, penginapan, keragaman kuliner dengan harga yang murah akan dilakukan untuk membuat pengunjung betah datang berkali-kali ke lokasi wisata itu.

Selain Mountain View Bukit Siriah, Pemkab Padangpariaman juga mulai mengembangkan objek wisata Air Terjun Batu Basurek yang terletak tidak jauh dari Mountain View Bukit Siriah.

“Kita akan usulkan kepada pemerintah provinsi dan kementerian untuk dibantu pembangunan fisik. Saat ini jenjang ke puncak bukitnya belum cukup 1.000 tangga, sehingga bantuan ini memang diperlukan,” ulasnya.

Ia mengajak masyarakat dan pelaku wisata di Padangpariaman untuk mendukung langkah pemerintah mengembangkan pariwisata dengan menerapkan sapta pesona. Di beberapa objek wisata, kata dia, masih di terkendala prilaku oknum masyarakat yang melakukan main 'pakuak' harga kuliner dan parkir.

“Masih banyak laporan dari masyarakat adanya praktek main pakuak atau harga yang tidak menentu di objek wisata Padangpariaman. Hal ini dapat menghambat upaya pengembangan pariwisata di Padangpariaman," bebernya.

Selain objek wisata di Korong Lambeh, pemerintah setempat juga sedang mengembangkan beberapa objek wisata Rumah Putiah di Lubuk Bonta dan Kawasan Marina Bay di Batang Anai.

Komitmen mengembangkan pariwisata Padangpariaman juga disampaikan ketua DPRD Padangpariaman Faisal Arifin. Ia menegaskan bahwa DPRD Padangpariaman akan mendukung langkah Pemkab mengembangkan pariwisata.

Dimulai dari pembuatan perangkat aturan Perda hingga dukungan anggaran pengembangan wisata akan dilakukan DPRD Padangpariaman.

"Kita dukung langkah untuk pengembangan pariwisata, kita dukung dari sisi aturannya hingga anggaran," komitnya. (Adv/Nanda)
Kemenpar RI Tetapkan Korong Lambeh Jadi Desa Wisata
Bukik Siriah. Foto: Istimewa
Paritmalintang -- Korong Lambeh, Kecamatan Sungai Geringging, akan ditetapkan sebagai Desa Wisata oleh Kementrian Pariwisata RI, Kamis 27 Juli 2017 mendatang.

Penetapan Korong Lambeh sebagai Desa Wisata bertepatan dengan Aksi Sapta Pesona yang digelar oleh Kementrian Pariwisata RI pada hari itu juga. Korong Lambeh merupakan salah satu Korong di Nagari Malai III Koto, Sungai Geringging, Padangpariaman, yang terkenal akan keindahan alamnya.

Kadisporabudpar Kabupaten Padangpariaman, Jon Kenedy didampingi Kabid Pengembangan Pariwisata Disporabudpar Padangpariaman, Wiewiek Herawati, Rabu (19/7/2017) di Paritmalintang, mengatakan, Korong Lambeh memiliki keindahan alam yang dilengkapi dengan keragaman seni dan budaya.

Kata dia, Korong Lambeh memiliki dua objek wisata alam yang indah. Air Terjun Batu Basurek dan Bukit Siriah Mountain View, menarik minat wisatawan berkunjung ke kawasan yang dapat ditempuh 1 jam perjalanan dari Bandara Internasional Minangkabau itu.
Menurutnya, selain keberagamaan kesenian dan budaya, objek wisata dilengkapi dengan sentra kerajinan sehingga menjadikan kawasan itu layak menjadi Desa Wisata.

“Di kawasan itu lengkap semuanya, ada objek wisatanya, ada seni budayanya, ada galeri karya dan kerajinan juga. Dengan adanya desa wisata ini, tentu wisatawan akan memiliki banyak alasan kenapa berkunjung ke daerah tersebut,” kata Wiwiek.

Lebih jauh dijelaskan Wiewiek, Disporabudpar Padangpariaman bersama masyarakat Korong Lambeh dan kelompok sadar wisata, akan melakukan pembenahan kawasan wisata tersebut. Tidak hanya infrastruktur, namun juga sumber daya manusianya.

“Kita akan terus dukung pembenahan infrastuktur di kawasan tersebut, termasuk pembinaan masyarakatnya juga terus kita lakukan,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat sekitar mendukung penuh ditetapkannya Korong Lambeh menjadi Desa Wisata. Melalui berbagai pertemuan dengan masyarakat setempat, Disporabudpar menyampaikan bahwa penetapan desa wisata dikawasan tersebut berdampak bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Kita ambil peluang ekonominya. Apapun yang berhubungan dengan wisata, pasti ada dampak ekonominya bagi masyarakat di lingkungan objek wisata tersebut, itu sudah pasti,” pungkasnya.

Nanda
Disambut Positif, Padangpariaman Tambah Titik Layanan Ojek Wisata
Destinasi Lubuak Nyarai Padangpariaman. Foto: wistago.com
Paritmalintang -- Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Padangpariaman, akan tambah titik pelayanan ojek wisata yang akan melayani wisatawan mengunjungi berbagai objek wisata yang ada di Padangpariaman.

Saat ini, ojek pariwisata Padangpariaman baru ditempatkan di tiga titik, yaitu di objek wisata Pantai Tiram, Simpang BLKM menuju Lubuk Nyarai dan Simpang Tarok menuju pemandian Lubuk Bonta.

Kepala Disporabudpar Padangpariaman, Jon Kenedy
, Selasa (18/7/2017) di Paritmalintang, menuturkan, penambahan titik ojek wisata dilakukan karena respon positif yang ditunjukan wisatawan saat menggunakan layanan tersebut. Ojek pariwisiata telah mampu menjadi pemadu bagi wisatawan.

Dua titik ojek wisata yang akan dikembangkan menjadi pangkalan, ungkap Jon Kenedy adalah di Sungai Geringging menuju Air Terjun Basurek dan Bukit Siriah, kemudian ojek wisata di Kuliek Sarasah.

“Kita berikan layanan yang optimal kepada pengunjung yang ingin berkunjung ke tempat kita. Ojek wisata kita jamin akan memberikan pelayanan prima bagi wisatawan,” ujarnya.

Kata dia, dari hasil evaluasi yang dilakukan terhadap operasional ojek pariwisata di Padangpariaman, hingga saat ini belum ada komplain dari pengunjung yang menggunakan layanan tersebut. 

Meskipun demikian, pihaknya tetap melalukan pengawasan dan pembinaan terhadap para driver ojek pariwisata tersebut. Operasional sejak lebaran Idul Fitri 2017, ojek wisata disambut baik oleh pengunjung.

“Dari layanan pengunjung yang kita buka, sejauh ini belum ada komplain dari pengunjung ke kita, sejauh ini masih baik. Namun, selain melakukan penambangan personil ojek pariwisata, kita juga terus tingkatkan kecakapan personil ojek yang sudah ada,” ujar dia.

Menurutnya, Pemkab Padangpariaman terus akan melakukan inovasi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Padangpariaman. Bebagai kegiatan akan dihelat selama tahun 2017, di antaranya berburu babi, pacu kuda, dan pasie maelo.

Untuk buru babi sendiri akan diselengarakan pada tanggal 15 dan 16 Juli 2017 di Kawasan Tarok, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam.

Sedangkan untuk pacu kuda diselenggarakan pada tanggal 19 hingga 20 Agustus di Nagari Balah Aie, Kecamatan VII Koto.

"Lalu untuk pasie maelo akan kita selengarakan pada tanggal 4 dan 5 Oktober atau menyesuaikan dengan kegiatan Tour De Singkarak di Pantai Tiram, Kecamatan Ulakan Tapakis," pungkas Jon Kenedy.

Sementara itu Ramli (32), di Pariaman, Selasa (18/7), perantau Padangpariaman asal Sungai Geringging mengaku cukup banyak perubahan wajah pariwisata di Padangpariaman, terutama di Pantai Tiram yang sempat ia kunjungi lebaran kemarin.

"Saya kagum dengan penataan Pantai Tiram sebagai sentra kuliner Padangpariaman. Sangat teduh dan damai," ungkap Ramli.

Hanya saja di Pantai Tiram, sambung dia, jaringan internet sangat lelet dan terkadang no signal. Kondisi tersebut menurutnya sangat mengganggu para pengunjung yang terbiasa terhubung ke internet dan mobile.

"Kadang kita ingin berlama-lama, tapi karena jaringan internet lelet terpaksa pulang lebih cepat. Kita berharap Pemkab Padangpariaman menggandeng operator jaringan seluler agar memasang tower bersama di sana. Akan lebih baik lagi jika pemerintah menjadikan Pantai Tiram free wifi," ucapnya.

Nanda/OLP
Grand Final Duta Wisata Pariaman 2017 Berlangsung Meriah
Walikota dan istri foto bersama duta wisata Kota Pariaman 2017
Simpang Tabuik -- Pemilihan duta wisata Cik Uniang-Cik Ajo Kota Pariaman berlangsung meriah. Bertempat di Tugu Tabuik Pariaman, Senin (17/7/2017) malam, 20 orang grand finalis Cik Uniang dan Cik Ajo Kota Pariaman 2017, sukses memukau ribuan pasang mata pengunjung yang hadir. 

Wakil Walikota Genius Umar didampingi istri serahkan piagam juara


Usai memperagakan keterampilan dan kepiawaiannya, akhirnya dewan juri menetapkan 8 pemenang duta wisata Kota Pariaman dalam 4 kategori.


Finalis Cik Uniang-Cik Ajo 2017


Cik Uniang Kota Pariaman 2017 terpilih, Anila Mulyad Putrid dan Cik Ajo Kota Pariaman 2017, Sandra Prima Saputra. Sedangkan Wakil Cik Uniang I diraih Dilla Amelia dan Cik Ajo I Hendrizal. Cik Uniang II diraih oleh Rhaysya Admmy dan Cik Ajo II oleh Abdi Rahman. Kemudian Cik Uniang Favorit diraih oleh Sahana Rompas dan Cik Ajo Favorit oleh, Altonosa.


Kemeriahan malam grand final duta wisata Kota Pariaman 2017


Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pariaman, Efendi Jamal dalam sambutannya mengatakan, 20 peserta grand finalis yang lolos ke tahap Grand Final, merupakan peserta terbaik dari 38 orang peserta yang mengikuti seleksi dari awal.

Seleksi peserta meliputi banyak hal, mulai dari fisik, kepribadian, keterampilan seni, kemampuan bahasa asing dan pengetahuan budaya dan pariwisata.

“Seleksi yang dilakukan secara menyeluruh, sehingga terpilihlah 20 orang grand finalisnya yang mengikuti kegiatan pada malam ini,” ujarnya

Menurut dia, ajang ini sekaligus mempersiapkan duta wisata Kota Pariaman untuk mengikuti ajang pemilihan duta wisata tingkat Provinsi Sumatera Barat yang dilaksanakan dalam waktu dekat.

“Cik Uniang dan Cik Ajo terpilih nantinya akan kita ikut sertakan pada ajang yang lebih tinggi ditingkat Provinsi Sumatera Barat,” sebutnya.

Sementara itu, Walikota Pariaman Mukhlis Rahman mendorong agar duta wisatata Kota Pariaman dapat menunjang upaya pemerintah meningkatkan kunjugan wisata ke Kota Pariaman. 

Kata dia, penggunaan media sosial sebagai sarana promosi agar wisatawan datang ke Pariaman, menceritakan keindahan alam dan budaya Pariaman, menjadi langkah sedernaha untuk mengundang wisatawan berkunjung ke Kota Pariaman.

“Mendorong kunjungan wisatawan untuk datang dengan cara promosi. Bukan hanya pemerintah dan instansi terkait saja, duta wisata nantinya, punya peran penting untuk itu,” sebutnya.

Menurut Mukhlis, Kota Pariaman saat ini telah berkembang menjadi kota tujuan wisatawan di Provinsi Sumatera Barat. Kunjungan wisatawan yang meningkat terus diimbangi oleh Pemko Pariaman dengan peningkatan dan pembangunan fasilitas penunjang objek wisata.

Ia melihat ada pengaruh iven pariwisata yang dilaksanakan oleh pihaknya dengan naiknya tingkat kunjungan wisatawan ke Kota Pariaman.

“Perbaikan-perbaikan terus kita lakukan, baik sarana maun prasarana. Sekarang tinggal bagaimana promosi wisata juga terlibat masyarakat didalamnya,” kata dia.

Sebagai penutup, Mukhlis mengajak seluruh masyarakat mendukung upaya Pemko Pariaman memajukan pariwisata di Kota Pariaman. Dukungan dapat diwujudkan dengan memelihara fasilitas yang ada di objek wisata dan menerapkan sapta pesona. (ADV/Nanda)
Pemko Pariaman Bangun Dua Dermaga Tahun Ini
Keramaian Libur Lebaran 2017 di Pantai Gandoriah. Foto: Junaidi
Pariaman -- Dalam tahun 2017 ini, dua dermaga akan dibangun di Kota Pariaman. Satu berlokasi di Pantai Gandoriah, satunya lagi di Pulau Tangah.

Untuk Dermaga Gandoriah, dibangun melalui APBD Tahun 2017 dengan pagu dana sekitar Rp5,8 miliar. Sedangkan Dermaga Pulau Tangah dibiayai oleh APBN.

"Kedua dermaga saat ini sedang dalam proses lelang. Dalam tahun ini akan dimulai pembangunannya," ungkap Wakil Walikota Pariaman Genius Umar di Pariaman, Senin (17/7/2017).

Dua dermaga tersebut, sambung Genius, dibuat dengan konsep terapung berpenyangga beton dan tiang pancang baja anti karat. Pembangunan dermaga telah melalui kajian dampak lingkungan.

"Titik pembangunan dermaga sudah melalui kajian, sehingga tidak akan mengganggu keseimbangan alam (lautan)," jelas Genius.

Di samping itu, imbuh Genius, lokasi wisata Talao Pauah di Desa Pauh Barat juga menjadi prioritas pengembangan oleh pihaknya. Saat ini sebagian jalan sudah diaspal dan sudah masuk jaringan listrik baru.

"Sebagaian jalan lagi akan diaspal dalam waktu dekat. Kita juga sedang mempertimbangkan untuk mengeruk sendimen dalam telaga. Sendimen itu nantinya bisa dijadikan bukit mini buatan untuk memperindah Talao Pauh," jelas Genius.

Ia berharap, masyarakat terus mendukung pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah. Segala bentuk pembangunan bertujuan untuk kesejahteraan warga melalui peningkatan sektor ekonomi kerakyatan.

"Setiap pembangunan yang kita laksanakan, aspek utama yang kita sasar adalah keuntungannya bagi masyarakat," pungkas doktor ilmu kebijakan publik itu.

Tokoh pemuda Desa Pauh Barat, Kardinal Feri, menyambut baik rencana pengembangan wisata di Talao Pauh Pariaman.

Saat ini, kata mantan Kepala Desa Pauh Barat itu, Talao Pauh sudah menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan. Selama libur lebaran kemarin, ribuan wisatawan telah berkunjung ke Talao Pauh yang memiliki sejumlah keunikan. Di samping pantainya yang indah, di tepinya membentang telaga yang dilingkari pepohonan.

"Sekarang sudah banyak berdiri kedai-kedai untuk wisata keluarga. Masyarakat mulai menikmati dampak dari pembangunan," ujar Ketua PSSI Kota Pariaman itu.

OLP
Lebaran Usai, Pantai Pariaman Tetap Ramai
Foto: Junaidi
Gandoriah -- Meski Pesta Pantai Pariaman dan libur lebaran 2017 telah usai, kunjungan wisatawan ke Pariaman tetap ramai. Jalur kendaraan bermotor di sepanjang Pantai Gandoriah hingga Pantai Kata, selalu padat. Dalam pantauan wartawan, area parkir, baik untuk kendaraan roda dua dan roda empat, selalu penuh di sepanjang pantai itu.

Rina (43) wisatawan asal Jambi, Sabtu (15/7/2017), saat santai keluarga di Pantai Gandoriah, menyebutkan, di daerahnya saat ini sedang libur semester sekolah akhir tahun hingga tanggal 15 juli 2017 --yang dimulai dari tanggal 3 Juli kemaren-- sehingga masih ada waktu di Pariaman.

"Hari ini batas akhir libur semester di Jambi. Besok, Minggu pagi kita sudah berangkat ke Jambi. Anak-anak masuk sekolah mulai Senin besok (17/7)," ungkap ibu dua anak itu.

Perempuan asal Pariaman yang sejak umur 5 tahun sudah dibawa orangtuanya merantau ke Jambi itu menambahkan, momentum libur lebaran dan libur semester ia manfaatkan untuk berlibur panjang di tanah kelahirannya Pariaman bersama suami dan anak-anak.

"Libur panjang ini kami puas-puaskan di Pariaman. Saking enaknya di Pariaman, kami tidak kemana-mana. Biasanya kalau hari raya, paling tidak kita singgah ke Bukittinggi dan Padang. Namun lebaran kali ini keenakan di Pariaman sih," sebut Rina yang selalu pulang kampung paling tidak setahun sekali itu.

Ibu rumah tangga bersuamikan pengusaha swasta itu merasa kerasan di Pariaman karena banyak area bermain untuk anak. Taman Anas Malik dan Pantai Kata merupakan tempat favoritnya. Ia juga telah mengunjungi Pulau Angsoduo, Talao Pasir Pauh dan Konservasi Penyu.

"Karena sebelum ke Pariaman semua informasi wisata Pariaman saya catat dan gali melalui internet. Dari media online, postingan teman di instagram dan facebook juga kami jadikan rujukan. Pariaman berubah pesat," sambung wanita yang masih terlihat cantik di usia matang itu.

Ia menyebutkan ada beberapa saran darinya agar dilakukan pemerintah dalam mengelola pariwisata. Di antaranya pengaturan lalu lintas di sepanjang pantai, penambahan area parkir di sejumlah area wisata dan akses jalan menuju wisata Talao Pasir Pauh.

"Lebaran kemaren macetnya minta ampun. Itu perlu ditata lagi menurut saya. Saya perhatikan, kok dalam kondisi semacet itu belum diberlakukan jalur jalan satu arah," ucapnya.

Terpisah, Kepala Seksi Pengelolaan Komunikasi Publik Kominfo Kota Pariaman, Elfadri, mengatakan saat ini wisata Pariaman tidak lagi bersifat insidentil. Tidak hanya ramai saat Pesta Budaya Tabuik. Pariaman telah mengembangkan konsep wisata keluarga di sepanjang Pantai Gandoriah hingga Pantai Kata, sehingga membuat nyaman wisatawan berkunjung setiap saat.

Ke depan, tambah Elfadri, konsep itu akan diteruskan. Garis pantai Pariaman sepanjang 12 km, seluruhnya akan djadikan kawasan wisata strategis sesuai temanya masing-masing dan mempertahankan ciri khas yang dimiliki.

Rencana pembukaan kawasan wisata di Pulau Tangah yang pembangunan dermaganya dimulai tahun ini, sambung Elfadri, juga merupakan upaya serius Pemko Pariaman dalam menggarap sektor pariwisata.

"Tidak heran setiap hari selalu ramai. Apalagi saat musim libur lebaran, semester dan libur nasional. Sesuai rencana pembangunan, ke depan tentu akan lebih banyak lagi lokasi-lokasi yang akan dijadikan sebagai objek wisata," imbuhnya.

Ia mengajak seluruh komponen masyarakat sama-sama mendukung program wisata Pariaman. "Jika Pariaman selalu ramai, ekonomi akan tumbuh. Yang menikmati juga masyarakat," pungkasnya.

OLP
Batasi Pengunjung ke Pulau Angsoduo, Pulau Tangah Segera Digarap
Pulau Tangah/Foto: Istimewa
Pariaman -- Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pariaman, Dasril, di Pariaman, Kamis (13/7/2017), mengatakan proyek pembangunan dermaga apung di Pulau Tangah, akan dimulai paling lambat tahun ini. Dermaga apung nantinya juga dilengkapi dengan tambatan.

Ia memprediksi pengerjaan proyek pembangunan dermaga apung tersebut akan dimulai pada Agustus atau September 2017 mendatang. Dalam proyek yang dibiayai oleh APBN itu Pemko Pariaman hanya sebagai penerima proyek bukan yang mengerjakan.

“Jika tidak ada aral melintang, Agustus atau September, insya Allah akan dimulai,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi pulau Angsoduo yang mengalami over kapasitas penggunjung --dengan jumlah rata-rata lebih dari 100 orang setiap harinya-- dikhawatirkan dapat mengganggu keseimbangan ekosistim di pulau tersebut. Sehingganya pengembangan Pulau Tangah sebagai destinasi wisata baru, harus dilakukan.

“Jika kita kembangkan Pulau Tangah maka wisatawan tidak lagi terfokus datang ke Pulau Angsoduo. Untuk keindahan alamnya juga tidak kalah dengan Angsoduo,” sebutnya.

Selain pembangunan dermaga apung, ungkap dia, Pemko Pariaman juga mendapatkan proyek dari Kementrian ESDM untuk pembangunan listrik tenaga surya untuk Pulau Tangah.
 
Ia menegaskan Pemko Pariaman segera akan membuat aturan yang membatasi jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Angsoduo untuk menghindari kerusakan ekosistem akibat over kapasitas.

“Kita sedang ancang-ancang aturaan tentang pembatasan volume kunjungan wisatawan ke Pulau Angsoduo, saat ini masih ditingkat DKP,” pungkasnya.

Nanda
Jalan Terbal Menuju Lubuak Nyarai Dibangun Kembali Tahun Ini
Suhatri Bur tiba di lokasi pentas seni tradisional di Salibutan
Salibutan -- Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur apresiasi pagelaran seni tradisional di Nagari Salibutan Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, yang diprakarsai pemuda nagari dengan epiknya, Selasa (11/7/2017) malam.

Ditemani sejumlah OPD, meski hujan disertai angin kencang ditambah pula usai menyaksikan final dan menutup open tournament PSAS Ambuang Kapur --PS Putra Pauh Kambar vs PS Sasko, Kota Fajar, Aceh, ia terlihat bersemangat setiba di sana.

Ia berkata, seni tradisional daerah merupakan kekayaan daerah yang mesti dilestarikan. Peningkatan seni budaya merupakan bagian dari visi misi daerah dalam mewujudkan Padangpariaman baru yang religius, cerdas dan sejahtera.

Bahkan menurut dia, Pemkab Padangpariaman dalam pengutan seni budaya telah menerapkan Peraturan Bupati Nomor 13 Tahun 2016 Tentang Seni Tradisional menjadi hidup dan muncul kembali.

"Seni tradisional adalah kekayaan kita dan bisa mendatangkan keuntungan bagi daerah jika disuguhkan kepada wisatawan. Kami berharap setiap nagari menghelat pentas seni daerah sebagaimana amanat Perbup 13," ungkap dia.

Ia berharap seni daerah mampu menggantikan pertunjukan orgen tunggal. Pertunjukan orgen tunggal, kata dia bukanlah budaya Padangpariaman --apalagi dengan maraknya LGBT dan peredaran narkoba-- menjadikan pertunjukan orgen sebagai ajang sosieti.

Pada kesempatan itu, mantan Ketua KPU Padangpariaman itu mengabarkan rencana perbaikan jalan terbal yang memutus transportasi menuju objek wisata Lubuak Nyarai.

"Tahun ini bantaran sungai yang terbal akan kita bangun kembali. Dengan pembangunan itu kita berharap akses dari-menuju Lubuak Nyarai akan lancar dan memudah wisatawan," terangnya.

Ia berharap kerjasama warga demi kelancaran pembangunan tersebut. Dengan kerjasama, kata dia, pihaknya lebih cepat menuntaskan pembanunan.

Acara seni yang ditampilkan malam itu antara lain silek kampuang oleh pesilat cilik, pentas tari oleh Sanggar Carano Lubuk Alung dan pelbagai atraksi menarik lainnya.

TIM/OLP
Diambil Alih Pemprov, Pemko Tegaskan Konservasi Penyu Tetap Kawasan Wisata
Pemko tegaskan Konservasi Penyu kawasan wisata berbasis edukasi. Foto: Nanda
Pariaman -- Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumatera Barat jadikan Kota Pariaman sebagai salah satu pusat Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) di wilayah Sumatera Barat.

Pusat konservasi nantinya akan memiliki penangkaran dan pengawasan KKPD di tiga wilayah, yaitu Kabupaten Padangpariaman, Kota Pariaman dan Pasaman.

Pengelolaan dan konservasi penyu di Kota Pariaman beralih menjadi kewenangan Provinsi Sumatera Barat sejak 1 Januari 2017 sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah.

Kepala Seksi Konservasi dan Keragaman Sumber Daya Laut DKP Sumatera Barat, Donny Rahma Saputra, mengatakan, rencana dijadikannya bekas UPTD Penangkaran Penyu sebagai pusat KKPD, karena ditunjang lengkapnya sarana dan prasarana yang dulunya telah menjadi lokasi konservasi penyu.

“Karena memang lokasi penangkaran penyu ini sangat cocok dijadikan pusat KKPD untuk tiga wilayah itu. Selain  lokasinya yang strategis, fasilitas sarana dan prasarananya sangat memadai,” ujarnya di Pariaman, Rabu (12/7/2017) siang.

Kata dia, DKP Provinsi Sumatera Barat yang saat ini berkomitmen akan mengembangkan dan meningkatkan pengelolaan KKPD penangkaran penyu yang ada di Kota Pariaman, dibandingkan saat masih dikelola oleh Pemko Pariaman.

“Waktu pengelolaan oleh Pemko Pariaman sangat baik, setelah dialihkan ke pihak provinsi, kita akan usahakan minimal menyamai baiknya pengelolan KKPD Penangkaran Penyu ini,” komitnya.

Dia mengatakan, sempat terjadi ketidak-optimalan pengelolaan KKPD penangkatan penyu Kota Pariaman pada awal masa peralihan.

“Pada awal peralihan tentu ada beberapa hal yang belum optimal. Misalnya saja pegawainya hanya 5 orang yang merupakan tenaga kontrak, belum ada PNS. Untuk mengoptimalkan pengelolaan penangkaran penyu di sini, kita akan bentuk UPTD,” pungkasnya.

Bagian dari Pariwisata

Terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pariaman, Dasril, mengatakan, peralihan kewenangan pengelolaan konservasi penyu di Desa Apar dan Desa Ampalu akan tetap didukung oleh Pemko Pariaman.

“Penangkaran penyu telah menjadi ikon pariwisata Pariaman. Kita akan tetap manfaatkan keberadaan penangkaran penyu untuk meningkatan PAD kita di bidang pariwisata,” ujarnya.

Kata dia, Pemko Pariaman dan Pemprov Sumatera Barat akan mendudukan pembagian kewenganan pengeloaan KKPD penangkaran penyu.

“Kita akan coba duduk bersama, bagian mana yang bisa dimanfaatkan oleh Pemko Pariaman, misalnya soal pengelolan parkir atau yang lainnya,” pungkasya.

Nanda
Anak Nagari Lambeh Lombakan Permainan Tradisional di Bukik Siriah

Lambeh -- Pemuda Korong Lambeh, Kecamatan Sungai Geringging gelar iven permainan anak nagari di area wisata Bukik Siriah, Sabtu (1/7/2017)

Kegiatan yang baru pertama dihelat tersebut merupakan rangkaian kegiatan alek nagari yang dilaksanakan oleh masyarakat setempat.





Bentuk kegiatan yang dilaksanakan antara lain seni pencak silat, tari galombang, festival lagu minang, panjek pinang, lomba lari galuak dan lomba oto katarok. Acara dilaksanakan mulai hari Rabu hingga Minggu 2 juli 2017.

Menurut ketua panitia acara, Asril, kegiatan yang dilaksanakan di nagarinya itu untuk mengembalikan eksistensi permainan anak nagari yang telah mulai ditinggalkan oleh generasi muda.

"Ini sebagai bentuk kepedulian anak nagari terhadap pelestarian permainan dan budaya asli yang kita miliki," ujar dia.

Gino, 12 tahun, salah satu peserta lomba oto katorok mengaku senang dapat mengikuti perlombaan oto katorok dan galuak. Selain merasakan keseruan berlomba ia juga merasakan kebersamaan dengan teman-teman sebayanya.

Iven tersebut sebagai bentuk dukungan nagari menjadikan Dusun Lambeh sebagai desa wisata di Padangpariaman. Acara tersebut juga mendapat dukungan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Padangpariaman.

Jupriman
Padangpariaman Launching Ojek Pariwisata di Tiga Lokasi

Parikmalintang -- Pemerintah Kabupaten Padangpariman melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga terus berinovasi meningkatkan kunjugan wisatawan ke daerah itu. Tidak hanya melakukan pembangunan fisik fasilitas penunjang di objek wisata dan kegiatan promosi pariwisata, namun pemerintah setempat juga berkomitmen memberdayakan masyarakat sebagai pelaku wisata.

Salah satu pemberdayaan itu diwujudkan dengan program Ojek Pariwisata (OJP) Kabupaten Padangpariaman. Program yang baru diluncurkan pada Senin (19/6/2017) itu, merupakan program pemberdayaan masyarakat agar aktif mengembangkan geliat pariwisata di Kabupaten Padangpariaman.

“Kita meluncurkan untuk objek wisata di Padangpariaman yang tidak dilewati oleh kendaraan umum. OJP ini nantinya akan melayani beberapa titik objek wisata yang terletak di pelosok, sehingga wisatawan dapat menjangkau semua objek wisata yang dimiliki Padangpariaman,” ujar Wakil Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur usai acara peluncuran OJP di Parikmalintang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Padangpariaman, Jon Kenedy didampingi Kabid Pariwisata, Wiwiek Herawati menuturkan, OJP saat ini baru dipusatkan di tiga titik jalan saja yang tersebar di Simpang Lubuak Bonta, Kecamatan 2X11 Kayutanam yang melayani pengunjung menuju objek wisata Lubuak Bonta dan Rumah Putiah.
Sedangkan dua pangkalan lainnya dipusatkan di Simpang BLKM, Lubuak Aluang yang menjemput dan mengantarkan pengunjung menuju objek wisata Lubuak Nyarai. Lalu pangkalan OJP di Simpang Kuliek, Batang Anai yang melayani pengunjung menuju objek wisata Sarasah.

Karena permulaan, anggota OJP baru berjumlah 27 orang. Namun jumlah tersebut akan terus bertambah seiring dibukanya penampahan anggota OJP baru.

“Untuk awal baru ada titik pos OJP dengan 27 orang ojekersnya. Namun jumlah ojekers akan terus bertambah. Ke depan kita juga rencanakan akan membentuk OJP pada titik objek wisata lainnya,” ujarnya.

Sebelum dilucurkan, pihaknya terlebih dahulu membekali anggota OJP --yang merupakan warga setempat objek wisata-- dengan berbagai keterampilan. Pembekalan tentang sapta pesona, pelayanan prima dan yang tidak kalah penting tentang ketertiban dan keselamatan berlalu lintas.

Meningkatkan kapalisitas para ojeker, Disparpora Padangpariaman secara periodik melakukan pelatihan kepada OJP. Tidak hanya itu, dinas juga melakukan pengawasan dan evaluasi ojekers: dinas melakukan pengawasan dengan membukan layanan pengaduan pada nomor telpon pusat informasi.

“Orang OJP nya itu tidak sembarangan ada kualifikasi dan syaratnya. Syarat pertama itu kendaraannya laik dan lengkap surat-surat, pengendaranya ramah dan menguasai objek wisata,” sebutnya.

Saat ini, kata dia, operasi OJP di Padangpariaman masih dilakukan secara manual. Namun hal itu tidak tertutup kemungkinan akan dikembangkan menjadi layanan berbasis aplikasi.

Meski baru diluncurkan secara resmi oleh dinas, namun aktivitas pelayanan wisatawan dengan pelayanan ojekers wisata telah dimulai oleh masyarakat. Asep misalnya, anggota kelompok sadar wisata LA Nyarai Adventure telah menekuni pekerjaan tersebut sejak dibukanya objek wisata tracking Lubuak Nyarai. Menjemput, memandu dan mengantarkan kembali pengunjung telah ia lakoni sejak dua tahun terakhir.

Menurutnya, pengelolaan OJP yang dilakukan oleh Pemkab Padangpariaman merupakan bentuk intervesi pemerintah agar pelayanan wisata di daerah itu berjalan dengan baik.

Nanda
Begini Skenario BPBD Pariaman Amankan Zona Wisata Selama Lebaran

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pariaman akan turun dengan kekuatan penuh mengamankan aktivitas liburan selama hari raya Idul Fitri 1438 Hijriyah di sepanjang zona wisata Kota Pariaman.

Kepala BPBD Kota Pariaman Yaminurizal, Selasa (13/6/2017), di Pariaman, mengatakan pihaknya telah membuat skenario pengamanan statis dan preventif guna mengantisipasi berbagai kemungkinan.

Untuk pengamanan statis, sebut Yaminurizal pihaknya akan menyiagakan sebanyak 35 personel di zona pariwisata yang berada di wilayah Pariaman Tengah meliputi sepanjang Pantai Kata, Pantai Gandoriah hingga ke Pantai Pauh dan Pulau Angsoduo.

"Khusus Pulau Angsoduo kita siagakan kapal beserta personil. Setiap dua jam kita lakukan patroli laut. Pengamanan di mulai dari Pantai Sunur hingga Pantai Naras atau perbatasan kota dengan kabupaten," ungkap Yaminurizal.

Pengamanan tersebut yakni dengan menyiagakan personel dalam setiap jarak 200 meter di sepanjang 12 kilometer garis pantai Pariaman. Hal itu menurutnya agar tidak ada blankspot penjagaan dan kealpaan petugas jika sewaktu-waktu terjadi peristiwa kebencanaan.

"Untuk wilayah Pariaman Utara dan Pariaman Selatan kita siagakan masing-masing tiga petugas," sambung Yaminurizal.

Sedangkan skenario preventif, imbuh Yaminurizal, petugasnya juga disiagakan di beberapa zona larangan mandi di sepanjang Pantai Pariaman. Petugas akan berjaga dan memantau aktivitas wisatawan di zona tersebut agar tidak terjadi peristiwa yang tidak diinginkan.

"Petugas akan melakukan pendekatan dengan memberikan pemahaman kepada orangtua yang membawa anak agar melarangnya mandi di lokasi larangan. Tindakan ini diperlukan mengingat acap kali para orangtua membiarkan saja anaknya mandi dan menghiraukan potensi ancaman," tuturnya.

Di samping itu, BPBD juga terus melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait potensi cuaca selama lebaran nanti. Kata Yaminurizal, dari haril koordinasinya, cuaca selama lebaran diperkirakan cukup baik.

"Insya Allah selama lebaran cuaca bersahabat," pungkasnya.

OLP
Finalis Cik Uniang 2017 Adeihza: "Promosi Wisata Padangpariaman Perlu Gerakan Masif"

Bicara soal keindahan alam dan pariwisata di Kabupaten Padangpariaman memang tidak pernah ada habisnya dari cilotehan perempuan muda satu ini. Ya, Adeihza Maharani, begitulah nama lengkap perempuan kelahiran Pauhkambar, 23 tahun silam itu.

Adeihza saat ini tercatat sebagai salah seorang finalis ajang pemilihan duta wisata Cik Ajo dan Cik Uniang Kabupaten Padangpariaman tahun 2017 ini memiliki hobi traveling. Baginya, traveling dan wisata tidak mesti ke luar daerah, apalagi keluar negeri. Kabupaten Padangpariaman yang memiliki keindahan alam yang luar biasa harus, wajib dikunjungi oleh wisatawan.

“Keindahan alam di Padangpariaman ini tidak kalah dengan daerah lain. Kita punya segala macam pariwisata, kita ada wisata petualangan, wisata kuliner dan ada juga wisata religi,” kata Ihza di Pariaman, Kamis (4/5/2017).

Sebetulnya, pariwisata bukanlah hal yang baru bagi perempuan yang menyukai kuliner tradisional Sala Lauk ini.  Memiliki hobi traveling dan mengunjungi objek wisata pada saat liburan, membuat dirinya menumbuhkan jiwa peduli dengan pariwisata. Memang belum besar upayanya dalam mempromosikan pariwisata di Padangpariaman. Namun upaya kecil seperti memposting objek wisata yang ada di Padangpariaman melalui akun media sosialnya adalah bentuk upaya kecil yang ia lakukan untuk mempromosikan pariwisata.

Sebagai salah perempuan muda yang mendukung kemajuan pariwisata di Padangpariaman, ia optimis bahwa pariwisata Padangpariaman akan maju dan berkembang. Sikap optimis tersebut dikarenakan ia telah melihat buah kerja keras yang dilakukan oleh Bupati Ali Mukhi dan jajaran Dinas Pariwisata Padangpariaman dalam meningkatkan infrastruktur penunjang objek pariwisata dan promosi pariwisata Padangpariaman melalui iven nasional dan internasional.

“Dalam waktu singkat saja, kabupaten Padangpariaman telah menjadi salah satu kawasan destinasi wisata yang ramai dikunjungi di Sumatera Barat. Ini tentu tidak terlepas dari buah kerja keras dari Bapak Bupati dan Dinas Pariwisata yang terus melakukan upaya peningkatan infrastruktur pendukung objek wisata, pembinaan kelompok sadar wisata dan promosi wisata melalui iven internasional,” ujarnya yakin.

Menurutnya, untuk mempercepat perkembangan pariwisata harus didukung secara masif oleh seluruh elemen masyarakat. Banyak hal yang sebetulnya dapat dilakukan oleh masyarakat Padangpariaman. Melalui promosi pariwisata secara masif melalui media sosial ajakan beriwisata ke Padangpariaman, hingga meningkatkan sadar wisata masyarakat.

“Masyarakat harus mendukung penuh upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk memajukan pariwisata, bisa ikut promosi pariwisata melalui media sosial, menerapkan sapta pesona wisata di kabupaten Padangpariaman,” sebutnya.

Menjadi bagian dari finalis Cik Uniang duta wisata adalah salah satu upaya yang dilakukan oleh Adeihza Maharani untuk ikut berkontribusi dalam memajukan pariwisata di Padangpariaman, khususnya melalui kegiatan promosi.

“Melalui wadah Cik Uniang duta wisata ini gerakan promosi wisata tentu akan lebih terarah dan optimal. Inilah salah satu motivasi saat mendaftar dalam kontes pemilihan Cik Ajo dan Cik Uniang Padangpariaman tahun 2017 ini,” sebutnya mengakhiri.

Nanda
Andrinof Chaniago Ajak Ali Mukhni Bangun Kawasan Marina di Muaro Anai
Bupati Ali Mukhni didampingi Wabup Suhatri Bur bersama Mantan Menteri PPN/Bappenas Andrinof Chaniago meninjau Muaro Anai yang akan diproyeksika sebagai kawasan marina di Ketaping, Batang Anai,  Minggu (16/4)
Tokoh nasional asal Sumatera Barat Andrinof Chaniago mengatakan bahwa Kawasan Muaro Anai yang berada pada akses jalan menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) berpontensi menjadi kawasan wisata Marina di Kabupaten Padangpariaman. Hal itu ia katakan saat meninjau lokasi tersebut, Minggu (16/4/2017).

Pada kawasan itu nantinya disediakan dermaga mini tempat berlabuhnya kapal-kapal pesiar sebagai transpotasi menuju pulau-pulau yang ada di wilayah pesisir-- seperti Pulau Mandeh, Pasumpahan, Pieh bahkan hingga ke Kepulauan Mentawai.

“Muaro Anai layak dijadikan kawasan Marina, sebagai pintu gerbang transportasi laut dan destinasi wisata baru Sumatera Barat,” kata mantan Menteri PPN/Bappenas itu.

Ide itu dia sampaikan menindaklanjuti masukan para wisatawan dalam dan luar negeri sewaktu berlibur ke Sumbar. Para wisatawan kata dia mengalami kesulitan untuk mencari transportasi menuju dermaga yang berada di Bungus Kota Padang. Jarak tempuh pun cukup jauh yang memakan waktu hingga satu jam. Sangat logis apabila kawasan Muaro Anai dioptimalkan menjadi dermaga mini untuk transportasi laut yang baru.

“Kedalaman Muaro Anai sudah memenuhi standar kedalaman mencapai 6 meter. Kapal-kapal bisa berlabuh di sini dan tak perlu jauh-jauh lagi ke Bungus. Jadi bisa hemat satu jam perjalanan, semuanya untuk kepuasan wisatawan,” ungkapnya.

Ide tersebut disambut baik oleh Bupati Padangpariaman Ali Mukhni. Ia mengakui memang telah lama berkeinginan untuk menjadikan kawasan Muaro Anai sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru karena hanya berjarak 3,5 kilometer dari bandara internasional. Dengan dibukanya akses transportasi laut di Muaro Anai maka akan menghemat waktu wisawatan satu hingga dua jam, dibandingkan apabila wisatawan berangkat melalui dermaga di Bungus, Kota Padang.

“Jarak Muaro Anai dari BIM, tak sampai lima menit. Wisatawan turun dari pesawat bisa langsung ke Mandeh, Pesisir Selatan atau ke Mentawai tanpa harus melewati Kota Padang,” kata dia.

Tahun ini, sebut Ali Mukhni pihaknya sedang dalam penyusunan masterplan kawasan pariwisata yang dimotori oleh dinas pariwisata pemuda dan olahraga. Kawasan pantai dari Muaro Anai hingga Tiram diproyeksikan sebagai kawasan wisata yang telah memiliki perencanaan pembangunan sesuai tata ruang daerah.

“Padangpariaman ingin punya ikon tersendiri dalam pariwisata. Kita tidak mau ikut-ikutan, tapi berupaya bagaimana wisatawan menghabiskan uangnya di Padangpariaman,” pungkasnya.

HA
Genjot Promosi Wisata, Padangpariaman Akan Beriklan di Google Adsense
Zahirman



Pemerintah Kabupaten Padangpariaman berencana akan menjalin kerjasama dengan situs terbesar dunia Google, dalam hal promosi daerah. Kerjasama dalam bentuk iklan itu dalam rangka mempromosikan potensi wisata yang ada di Padangpariaman.

"Kita berencana memasang ikan di Google Adsense, untuk mempromosikan wisata Padangpariaman seluas-luasnya," ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Padangpariaman Zahirman, Minggu (12/3/2017).

Dari laman Google Adsense disebutkan, Adesense adalah program kerjasama periklanan melalui media internet yang diselenggarakan oleh Google. Melalui program periklanan Adsense, pemilik situs web atau blog yang telah mendaftar dan disetujui keanggotaannya, diperbolehkan memasang unit iklan yang bentuk dan materinya telah ditentukan oleh Google di halaman web mereka.

Selain menyediakan iklan-iklan dengan sistem bayar per klik, Google Adsense juga menyediakan Adsense untuk pencarian dan iklan arahan.

Zahirman menjelaskan, pihaknya di Dinas Komunikasi dan Informatika pada pemasangan iklan Google Adsense itu, hanya selaku pihak penjembatan antara Dinas Pariwisata setempat dengan pihak penyedia iklan Google.

"Setelah pemasangan iklan tersebut terwujud, pembayaran tagihan dibayarkan oleh pihak Dinas Pariwisata," ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Padangpariaman Jon Kenedi sumringah dengan rencana tersebut. Pihaknya merasa terbantu dengan andilnya sejumlah dinas dalam upaya bersama memajukan pariwisata Padangpariaman.

"Pariwisata Padangpariaman butuh dukungan semua pihak, bahkan dari Dinas Komunikasi dan Informatika untuk menyiapkan teknologi informasi untuk promosi wisata Padangpariaman, berikut dukungan dari media," ujarnya.

OLP
Tingkatkan Kualitas SDM, 50 Pelaku Jasa Pariwisata Mendapat Pelatihan



Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pariamaman memiliki komitmen dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) kepariwisataan di Kota Pariaman. Para pengelola dan pelaku wisata mendapat pelatihan berkelanjutan dalam rangka menuju Pariaman sebagai destinasi wisata halal di Sumatera Barat.

Pelatihan diikuti oleh 50 orang dari kalangan pengusaha rumah makan dan pemilik hotel/penginapan bertempat di Hotel Safari In di Pantai Kata Pariaman, Rabu (22/2/2017).

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman dalam arahannya menyampaikan, masyarakat sebagai pelaku usaha jasa pariwisata harus menyadari bahwa Pariaman tidak memiliki tambang yang besar dan lahan pertanian yang luas sebagai kekayaan daerah. Pariaman hanya dianugerahi alam yang indah-- jika dikembangkan dengan baik akan dikunjungi oleh banyak orang sebagai destinasi wisata.

Pihaknya selaku penyelenggara pemerintahan melalui berbagai iven berusaha terus mendatangkan sebanyak mungkin wisatawan berkunjung ke Pariaman. Usaha tersebut mesti melibatkan masyarakat sebagai pelaku wisata di daerahnya.

"Pelaku jasa pariwisata mesti melayani tamu dengan baik. Bersikap ramah dan murah senyum. Bagi pedagang, tata serapi mungkin dan jaga kebersihan dagangan sehigienis mungkin," ujar Mukhlis.

Pariwisata Pariaman saat ini, sambung Mukhlis mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Transportasi umum kereta api dari Padang menuju Pariaman, empat kali sehari, selalu penuh, apalagi di hari Sabtu Minggu dan hari libur nasional. Sejumlah destinasi wisata di Pariaman selalu ramai, apalagi lokasi favorit seperti Pantai Gandoriah, Pantai Kata dan Pulau Angsoduo.

Lebih lanjut, ia mengharapkan kepada pelaku jasa pariwisata, untuk tidak memahalkan nilai standar harga dan tetap menjaga mutu dagangan/jasa yang mereka tawarkan bagi setiap wisatawan.

“Karena setiap orang yang datang akan kembali lagi berkunjung apabila mereka merasakan sebuah kenyamanan, ketenangan,” singkat Mukhlis.

Kepala Bidang Destinasi Disparbud Kota Pariaman, Saldin, mengungkap sosialisasi dan pelatihan tersebut diadakan selama dua hari dari tanggal 22 hingga 23 Februari 2017.

"Acara ini menghadirkan narasumber dari Disparbud Provinsi Sumbar, asosiasi pariwisata seperti APB, PHRI, ASITA dan Disparbud Kota Pariaman," ujarnya.

TIM
Ternyata Masih Banyak Warga Pariaman Tak Berwisata ke Pantai
                                         Image by Putri Junaidi Loving Pariaman

Tingginya tingkat kunjungan wisatawan ke Pariaman membakar semangat pemerintah daerah. Wakil Walikota Pariaman Genius Umar beberapa waktu lalu mengatakan pihaknya akan terus membangun dan membenahi sejumlah infrastruktur wisata di tahun 2017.

"Yang sudah dibangun di tahun 2016 seperti Tugu Perjuangan ALRI, Jembatan Pedestrian, sejumlah taman dan anjungan, akan kita percantik di tahun 2017 ini di samping membangun destinasi baru," kata dia.

Dia menuturkan, mempercantik dimaksud adalah menambah fitur dari apa yang telah dibangun agar terlihat lebih menarik untuk menambah kenyamanan wisatawan. 


Lebih jauh dia mengatakan, dalam cetak biru pariwisata Pariaman ke depan, pihaknya menargetkan sepanjang pantai Pariaman adalah destinasi pariwisata. Untuk itu pihaknya perlu membuat sebuah dermaga di halaman Pantai Gandoriah dan Mesjid Terapung-- selaras visi misi menjadikan Pariaman sebagai kota wisata yang Islami.

"Kita ingin menjadikan Pariaman sebagai pusatnya wisata pantai di Sumatera Barat," tekadnya.

Sedangkan permasalahan yang dihadapi saat ini terhadap pengelolaan wisata yang juga dipengaruhi oleh alam ialah ancaman abrasi pantai dan pulau. Diperlukan penanganan segera agar tidak merusak apa yang telah dibangun.

"Ini karena fenomena alam, namun manusia diberi kemampuan melakukan rekayasa alam seperti penambahan batu grip untuk mengatasi abrasi pantai," ucapnya.

Sementara itu Rini (28) wisatawan asal Pekanbaru Riau, di Pantai Gandoriah, Sabtu (14/1/2017) mengatakan pantai Pariaman sekarang sangat jauh berbeda dibanding lima tahun yang lalu. Dia sebelumnya sempat meragukan keindahan pantai Pariaman yang massif dikampanyekan di media sosial.

"Saya pikir hanya euforia masyarakat saja, namun setelah datang dan lihat sendiri sungguh luarbiasa perubahannya. Ini langkah maju, Pariaman ibarat disulap," kata dia memuji.

Bahkan menurutnya, gadis asal Pariaman itu tidak menduga keluarganya di Pariaman Tengah sendiri juga kaget melihat perubahan tersebut.

"Dia sangat jarang ke pantai. Saya pikir dengan tinggal di Pariaman dia sering, ternyata tidak. Dia kaget, hingga menelpon beberapa keluarga lainnya ke pantai," akunya.

Dia bahkan berani memprediksi dari ribuan wisatawan hari ini yang lalu lalang di sepanjang Gandoriah-Cermin-Kata, tidak sampai 10 persennya orang asli Pariaman.

"Ini analisa saya saja ya," seloroh dia tertawa.

Dari apa yang dia katakan, penasaran kami mencoba menanyakan hal tersebut kepada beberapa warga Pariaman yang kami pilih secara acak. Erna (50) pemilik toko serba  ada yang rutin buka setiap hari mengaku tidak ke pantai lebih dari lima tahun.

"Kata orang saja saya dengar, tapi belum sempat ke sana," kata dia.

Dengan sedikit bujukan untuk melihat kesannya jika hari ini berkunjung ke Gandoriah, kami lakukan dengan janji akan menuliskan testimoninya.

"Ramai sekali, luarbiasa. Saya akan lebih sering lagi  berkunjung," kata dia sepulangnya.

OLP