Resmikan LPP, Bawaslu RI: LPP Mampu Minimalisir Gesekan Masyarakat di Pilwako Pariaman
Kordiv Hukum Bawaslu RI bersama Walikota Pariaman, Bawaslu Sumbar, Bawaslu Kota Pariaman, KPU Kota Pariaman disambut atraksi pencak silat. FOTO/Nanda
Pariaman ----- Lapau Pengawasan Partisipasif (LPP) dalam rangka pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman 2018 diresmikan, Rabu (21/2) siang. Peresmian dilakukan langsung oleh Koordinator Divisi Hukum Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Fritz Edwar Siregar, yang dipusatkan disalah satu LPP di Desa Kampung Apar Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman. 
Kordiv Bawaslu R Fritz Edwar Siregar beri sambutan pembukaan launching LPP. Foto/Nanda


Peresmian LPP ditandai dengan pembukaan selubung papan dan pelepasan balon launching LPP oleh Fritz Edwar Siregar, didampingi jajaran Bawaslu Provinsi Sumatera Barat dan Bawaslu kabupaten dan kota se provinsi Sumatera Barat.

Bawaslu RI membuka selubung tanda launching LPP Kota Pariaman. Foto/Nanda


Terobosan baru dengan menerapkan nilai kearifan lokal dipilih Panwaslu (kini disebut Bawaslu) Kota Pariaman, melakukan pengembangan pengawasan partisipatif. Tiga tempat yang menjadi pusat kegiatan masyarakat “Piaman” yakni Surau, Lapau dan Balai (pasar). Namun, lapau dinilai tempat yang tepat mengembangkan pengawasan partisipatif.

Walikota Mukhlis Rahman dampingi Bawaslu RI lepas balon tanda launching LPP. Foto/Nanda


Ketua Bawaslu Kota Pariaman, Elmahmudi dalam sambutannya mengatakan, keberadaan Lapau Pengawasan Partisipatif merupakan terobosan yang dilakukan Bawaslu Sumatera Barat mengembangkan pengawasan partisipatif pada pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman 2018.

Acara makin meriah dengan makan bersama dengan masyarakat usai launching LPP. Foto/Nanda


Ia menjelaskan, lahirnya program LPP sendiri, dilatarbelakangi perluasan tugas Bawaslu, untuk mengembangkan pengawasan partisipatif. Pengembangan tersebut oleh Bawaslu Kota Pariaman dijabarkan melalui program LPP. Dipilihnya "Lapau" sebagai titik sentral pengawasan partisipatif, dikarenakan tingginya interaksi aktivitas yang menyangkut segala aspek sosial masyarakat di Kota Tabuik ini.

“Aktivitas masyarakat sangat tinggi di lapau, tidak hanya membahas politik Pilkada, bahkan rembug arah pembangunan kota ataupun desa kadang berawal dari obrolan dilapau,” jelasnya.

Ia berharap, LPP tidak hanya fokus mendorong munculnya pengawasan yang masif saja. Namun berkembang menjadikan LPP sebagai sekolah pendidikan politik non formal dan mendorong kematangan masyarakat dalam politik.

“Kita berharap LPP desa dan kelurahan yang ada di kota Pariaman dan menjadikan lapau sebagai pusat informasi tentang pengawasan Pilkada Kota Pariaman 2018. Tentunya ini adalah upaya yang terstruktur, sistematis dan masif mewujudkan pengawasan partisipatif,” ulasnya.

Sementara itu memberikan informasi tentang pengawasan partisipatif dan sosialiasi pilkada, 71 LPP yang tersebar di desa dan keluarahan, akan dikunjungi oleh jajaran Panwaslu Kota Pariaman, KPU Kota Pariaman, Panwascam, PPL.

“Selain sosialisasi, LPP juga dapat dijadikan sebagai media pertemuan penyelenggara dengan masyarakat yang ingin melaporkan pelanggaran pemilu. Keberadaan LPP diharapkan dapat mencegah praktik politik uang, politisasi SARA dan kampanye hitam selama masa pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman,” kata dia.

Menurut dia, LPP juga mengadopsi “Koding atau Kopi Dinding” yang tengah populer di kalangan masyarakat perkotaan saat ini. Bagi masyarakat yang mungkin lupa bawa uang ke lapau, dapat membayar menggunakan pin yang telah dikonversikan dalam nilai segelas minuman kopi gratis yang disediakan oleh Bawaslu Kota Pariaman di masing-masing LPP.

Ketua Bawaslu Sumatera Barat, Surya Elfitrimen menyebutkan, Lapau Pengawasan Partisipatif (LPP) pertama kali dilaunching di Kota Pariaman. Latar belakang munculnya LPP merupakan ide dari Bawaslu Kota Pariaman untuk mengembangkan pengawasan partisipatif pada pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman 2018 di Kota Pariaman.

“Program LPP tersebut telah dikonsultasikan, langsung direkomendasikan oleh Bawaslu Sumatera Barat kepada Bawaslu RI, akhirnya program LPP disetujui,” sebut Surya.

Ia meminta seluruh pihak terkait mendukung program LPP sebagai pusat pengawasan partisipatif di desa dan kelurahan di Kota Pariaman.

“Ini perlu didukung penuh oleh seluruh pihak,” ujarnya singkat.

Dukungan keberadaan LPP sebagai upaya pengembangan pengawasan partisipatif disampaikan Walikota Pariaman Mukhlis Rahman. Ia mengapresiasi program LPP sebagai basis pengawasan partisipatif mengawasi Pilkada Kota Pariaman yang dilaksanakan oleh Bawaslu Kota Pariaman.

“Lapau yang memiliki peran strategis memanfaatkan tingginya aktivitas masyarakat. Sebagai pusat aktifitas, lapau menjadi pusat informasi dan keterangan, bahkan kebijakan pemerintah, besok orang akan dimutasi siapa yang akan menjadi pejabat daerahpun dibahas di lapau,” ujarnya.

Ia berharap keberadaan LPP, dapat mendorong terwujudnya pengawasan partisipatif pada pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman 2018, berkembang terus mengawasi program pembangunan pemerintah lainnya.

“Dengan adanya LPP ini, saya berharap partisipasi pemilih pada Pilkada Kota Pariaman meningkat. Pada pemilihan sebelumnya, pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat 2015 tingkat partisipasi pemilih tidak mencapai 70 persen, diharapkan pada pemilihan partisipasi dapat melebihi angka 75 persen,” sambung dia.

Sementara itu, Kordiv Hukum Bawaslu RI, Fritz Edwar Siregar mengatakan, memahami pengawasan partisipatif itu penting, untuk mendorong masyarakat memiliki kesadaran dan mengaplikasikannya dalam mengawasi pemilu, khususnya di Kota Pariaman.

“Masyarakat yang tidak paham dengan pengawasan partisipatif, akan mengaggap praktik kecurangan ataupun pelanggaran pemilu hanyalah hal biasa. Namun masyarakat yang paham dengan pengawasan partisipatif akan bersikap berbeda dan akan melakukan pengawasan partisipatif,” kata Fritz Edwar Siregar.

Di Pilkada serentak 2018 ini, lanjut Fritz, telah dianggarkan Rp22 triliun yang diporsikan untuk KPU, Bawaslu dan Kepolisian. Anggaran tersebut cukup besar dan dapat melakukan banyak pembangunan infrastruktur, namun pendidikan politik tidak kalah penting.

Menurut dia, pemilu menjadi perbincangan dan bahan diskusi oleh publik atau masyarakat akan memicu kerawanan atau memunculkan gesekan politik di tengah masyarakat.

Keberadaan Lapau Pengawasan Partisipatif yang juga membawas konten politik Pilkada, akan memecahkan dan menyelesaikan perbedaan pendapat dan pilihan politik. Dari indek kerawanan pemilu, digambarkan perbedaan tingkat kerawanannya dari sisi konsumsi masyarakat akan informasi kepemiluan.

Menurut dia, terdapat kecenderungan pemilu ataupun pilkada nyaris tidak ada kerawanan gesekan pemilih di daerah yang masyarakatnya melakukan diskusi politik kepemiluan.

“Perbedaan pendapat atau pilihan politik sudah dibahas dan tersalurkan, tentunya tidak akan terjadi perdebatan lagi. Namun jika tidak terselesaikan atau tidak pernah dibahas akan terjadi kebuntuan dan memicu konflik ataupun gesekan,” kata dia lagi.

Ia mengatakan, LPP di Kota Pariaman akan menjadi pilot project atau perbandingan bagi pengembangan pengawasan partisipatif bagi Bawaslu lainnya di Indonesia. (Nanda)
HUT Padangpariaman Ke-185 Berlangsung Meriah
Bupati Ali Mukhni disaksikan Wagub Sumbar Nasrul Abit potong kue ulangtahun Kabupaten Padangpariaman yang ke-185. Tu
Paritmalintang ---- Kabupaten Padangpariaman rayakan Hari Jadi ke-185, Kamis (11/1) di IKK Paritmalintang. Diawali dengan Sidang Paripurna DPRD di Aula Kantor Bupati Padangpariaman, perayaan kian meriah dengan digelarnya panggung hiburan rakyat dengan menampilkan artis nasional putri asli Padangpariaman, Cinta Penelope. 

Tidak ketinggalan menggelar makan bajamba yang merupakan tradisi masyarakat Padangpariaman menghelat suatu acara. Terlihat Bupati Ali Mukhni dan tokoh nasional Leonardy Harmainy turut bersila menikmati hidangan.


Dalam peringatan itu, juga dilakukan pemutaran video pembangunan Padangpariaman selama beberapa tahun terakhir.

Bupati Padangpariaman Ali Mukhni mengatakan, penetapan hari jadi kabupaten Padangpariaman ke-185 telah melalui proses yang panjang. Berbagai kajian dan diskusi mendalam dimulai sejak tahun 2009 silam, pada akhirnya menjadi rujukan untuk menetapkan hari jadi Padangpariaman ke-185 pada hari ini.

Hari Jadi Kabupaten Padangpariaman dimulai dengan Sidang Paripurna Anggota DPRD Padangpariaman yang dihadiri oleh Bupati Ali Mukhni, Wabup Suhatri Bur, tokoh masyarakat ranah dan rantau beserta segenap hadirin undangan


“Untuk proses kajiannya sudah sangat lama kita mulai, namun tahun ini baru pertama kalinya kita gelar. Meski dadakan, namun ini luar biasa meriahnya,” ujarnya.

Peringatan hari jadi Padangpariaman sendiri bukanlah momen untuk hura-hura, namun kesempatan untuk evaluasi diri terhadap target yang dicapai dalam pembangunan Padangpariaman.

Bupati Ali Mukhni, Wagub Nasrul Abit, beserta tokoh masyarakat Padangpariaman, tokoh pemuda foto bersama di halaman Kantor Bupati yang berhawa sejuk. IKK Paritmalintang yang berhawa sejuk itu berdiri megah di lingkung perbukitan yang asri.


Menurut Ali Mukhni, berbagai capaian berhasil diwujudkan oleh pemerintahan saat ini, salah satunya pembangunan kawasan terpadu Tarok. Di kawasan yang akan berdiri sejumlah kampus, fasilitas pelayanan kesehatan dan balai diklat itu, akan menjadi penopang perekonomian masyarakat dan ekonomi kabupaten Padangpariaman ke depan.

“Ini salah satu harapan kita. Jika ini selesai masyarakatlah yang akan memetik manfaatnya,” pungkasnya.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit memuji cepatnya perkembangan pembangunan di Padangpariaman. Pembangunan infrastruktur di Padangpariaman yang sangat baik, menurut dia, ditandai dengan luasya akses jalan aspal yang ada di daerah yang dikenal dengan wisata religi dan kuliner itu.

“Hampir tidak ada jalan yang tidak diaspal di daerah ini, sangat bagus akses jalannya di sini,” ujarnya.

Dikatakan Nasrul Abit, sejumlah proyek pembangunan strategis seperti kawasan terpadu Tarok, jalan tol yang ada di wilayah Padangpariamana akan memberikan dampak bagi peningkatan perekonomian masyarakat Padangpariaman ke depan. Apalagi, kawasan Tarok yang menjadi pusat kawasan kampus menjadi kawasan perekonomian yang baik di masa mendatang.

“Tarok itu strategis, coba saja kita bayangkan jika sudah selesai, sangat luas dampak ekonominya," jelasnya.

Ia memandang suksesnya pembangunan di Padangpariaman tidak terlepas dari kompaknya antara legislatif dan eksekutif. Bupati dan DPRD memiliki kesamaan visi dan misi untuk membangunan Padangpariaman, bukan untuk pribadi, namun untuk masyarakatnya.

“Jika dewan dan bupati sudah selesai apapun bisa kita lakukan, mau bangun apapun bisa yang terpenting adalah kesamaan visi,” pungkasnya. (Adv/Nanda)
Diikuti Pelajar, Pariaman Internasional Triathlon 2017 Dikemas Lebih Menarik
Walikota Pariaman Mukhlis Rahman didampingi Wakil Walikota Genius Umar lepas start puluhan atlet triathlon sesi renang di Pantai Kata Pariaman. Foto/Nanda
Pariaman --- Pariaman Internasional Triathlon dan Duathlon tahun 2017 hari ini kembali digelar, Sabtu (2/12) di Pantai Kata Pariaman. Iven ini dilaksanakan selama dua hari---tanggal 2 dan 3 Desember 2017---berakhir pada Minggu besok (3/12). 
Dua orang peserta pelajar putra dan putri diwawancarai usai finish oleh MC panitia Pariaman Triathlon 2017. Foto/OLP


Pelaksanaan kegiatan Pariaman Triathlon-Duathlon 2017 merupakan yang keempat kalinya dilaksanakan di Pariaman. Sport tourism ini bertepatan dengan "long weekend" sejak Jumat---membuat pengunjung kian membludak. Pengunjung tidak hanya dari Sumatera Barat dan luar Sumatera Barat, tapi juga wisatawan asing terlihat ikut menyaksikan iven tahunan itu.

Jam istirahat lomba dipergunakan oleh Walikota Mukhlis dan istrinya Dafreni Afdal menghibur penonton dengan lagu wajibnya "Cogok Mancogok". Terlihat para awak media dan kepala OPD ikut menari dibuatnya. Foto/OLP


Sebanyak 144 peserta dari 7 negara yaitu dari Prancis, New Zealand, Hunggaria, Jepang, Spanyol, Portugal dan Indonesia mengikuti Triathlon dan Duathlon tahun ini. Selain pesertanya berasal dari atlit profesional, Triathlon 2017 juga diikuti oleh atlet lokal Pariaman.

Emily Princesty atlet Indonesia asal Padangpariaman, satu-satunya atlet putri triathlon yang menggunakan hijab. Ia banyak dipuji oleh para penonton. Foto/OLP


Berbeda dengan triathlon tahun lalu, triathlon tahun ini dipusatkan di Pantai Kata Pariaman. Sebelumnya, iven triathlon dipusatkan di pantai Cermin dan pantai Gandoriah Pariaman.

Triathlon sendiri merupakan olahraga adu cepat yang menggabungkan tiga cabang olahraga sekaligus, yaitu renang, lari dan bersepeda. Pada ajang tahun ini, triathlon memperlombakan dua kelas, yaitu Olympic Distance dengan tantangan renang di Pantai Kata sejauh 1500 meter, bersepeda 40 kilometer dan berlari 10 kilometer.

Sedangkan pada kelas Sprint Distance, peserta harus menaklukkan rintangan dengan berenang sejauh 750 meter dan dilanjutkan dengan bersepeda sejauh 20 kilometer dan berlari sejauh 5 kilometer.

Triathlon sendiri dibagi menjadi 9 kategori kelompok umur. Sedangkan duathlon diperlombakan dua kelas, yaitu khusus pelajar dan kelas terbuka/open.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman didampingi Wakil Walikota Pariaman Genius Umar mengatakan, jumlah peserta triathlon dan duathlon meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan itu, kata dia, menjadi tolak ukur tingginya minat atlet mengikuti ajang olahraga kategori sangat berat tersebut.

"Saya rasa pesertanya terus meningkat ya, tentunya dengan peningkatan ini adalah tolak ukur bahwa minat peserta cukup tinggi," ujarnya.

Menurut Mukhlis, dengan dijadikannya triathlon menjadi iven dalam kalender wisata, telah menjadikan Kota Pariaman sebagai destinasi wisata yang beragam. Tidak hanya cantik alam lautnya saja, enak kulinernya, konservasi, tapi menyediakan segala macam segmen wisata yang ingin dikunjungi wisatawan.

"Semuanya ada, jika mau menikmati kuliner silahkan ke Pariaman ada. Jika mau wisata olahraga kita ada TdS dan triathlan. Makanya kalender wisata kita tahun ini komplit menunjang wisata," imbuhnya.

Mukhlis menargetkan setidaknya 7.000 pengunjung lokal dan mancanegara datang ke Kota Pariaman menyaksikan iven wisata olahraga itu. Target kunjungan tersebut realistis, jika dilihat dari iven sebelumnya.

Dikatakannya, iven triathlon tahun 2017 juga diikuti oleh peserta pelajar dan atlit lokal Pariaman. Diakui Mukhlis, pihaknya tidak menetapkan target capaian prestasi pada triathlon atau duathlon tahun ini. Keikutsertaan pelajar dan atlit lokal Pariaman pada tahap awal, sebut dia, lebih didorong menjadi ajang pembinaan pelajar dan atlit lokal Pariaman.

"Yang penting pembinaan dulu, kita ingin nanti setelah pembinaan yang intens atlet kita mampu meraih juara," ulasnya.

Sementara itu, Vica salah seorang wisatawan asal Kota Padang mengaku memilih menyaksikan triathlon untuk mengisi liburan panjangnya. Selain menyaksikan triathlon, pengunjung yang mengaku menginap di Pariaman hingga akhir libur panjang itu, mengaku akan mengunjungi beberapa objek wisata lain di Kota Pariaman.

"Kebetulan ada iven, kita milih stay di Pariaman saja," ujarnya singkat.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pariaman Nesa Prima Dewi mengatakan, Pariaman Triathlon 2017 juga menjadi perhatian khusus bagi panitia dalam hal busana atlet putri. Hal itu kata dia mengingat Pariaman juga dikenal sebagai destinasi wisata keluarga yang islami.

Panitia dalam hal ini membatasi pemakaian busana terlalu minim bagi setiap atlet putri. Dan hal tersebut tampaknya berhasil dilakukan karena tidak terlihat atlet putri yang hanya mengenakan dua lembar penutup aurat yang mengundang.

"Bahkan salah seorang peserta ada yang berhijab," kata Nesa. (Nanda/OLP)
Etape VI TdS 2017 Start di Pantai Gandoriah Pariaman
MC memanggil pembalap TdS jelang pemulaian start etape VI di Pantai Gandoriah Pariaman. Foto/Nanda
Gondariah --- 74 pebalap Tour de Singkarak (TdS) dari 19 klub nasional dan internasional lepas start di Pantai Gondariah Pariaman menuju titik finish di Kantor Bupati Pasaman Barat, Kamis (23/11) pagi.



Pembalap TdS memacu sepedanya di area wisata Pantai Gandoriah yang dikunjungi ribuan warga. Foto/Nanda


Sebelum mencapai titik finish, pebalap dari berbagai negara itu terlebih daluhu memacu sepedanya mengelilingi beberapa titik objek wisata dan jalan utama di Kota Pariaman. Jumlah pebalap yang masih bertahan melanjutkan etape VI berkurang dibandingkan pada etape sebelumnya yang disebabkan kelelahan pada etape V.


Kadiskes TNI AL dan Wakil Walikota Pariaman sedang diskusi tentang pengembangan wisata bahari kota Pariaman. Foto/Nanda


Wakil walikota Pariaman Genius Umar mengatakan, Kota Pariaman hari ini menjadi tuan rumah untuk pelaksanaan start etape ke VI Tour de Singkarak tahun 2017. Ia meyakini kualitas pelaksanaan TdS dari tahun ke tahun makin baik, akan memberikan pengaruh kepada peningkatan grafik kunjungan wisata ke kota Pariaman.


Para pembalap TdS foto bersama dengan unsur Forkopimda Kota Pariaman. Foto/Nanda


“Kunjungan wisatawan tidak terlalu maksimal pada pelaksanaan atau pada hari H TdS. Namun target dari Pemko Pariaman adalah peningkatakan kunjungan wisatawan meningkat setelah pelaksanaan TdS dan hal yang ingin disasar oleh Pemko Pariaman menjadikan ajang TdS sebagai sarana promosi pariwisata kota Pariaman kepada dunia,” ujarnya.


Wakil Walikota Pariaman Genius Umar beri cinderamata kepada salah satu pembalap TdS. Foto/Nanda


Kata Genius, banyak media nasional dan internasional yang melakukan pengambilan gambar objek wisata, budaya dan kesenian pada serba-serbi iven TdS khususnya pada start etape ke VI, secara tidak langsung langkah promosi gratis yang didapatkan dengan menyediakan anggaran pelaksanaannya.

“Efeknya domino saya kira. Kita menjadi titik start, tentu serba-serta tentang kota Pariaman diliput oleh media luar, tentu menjadi daya tarik bagi wisatawan,” ulasnya.

Diakuinya, kota Pariaman dalam ajang TdS dari awal hingg saat ini masih sebatas menjadi tuan rumah atau menjadi daerah yang dilalui oleh pebalap. Namun diharapkan pada TdS selanjutnya, kota Pariaman bisa mengirimkan pebalap asal Pariaman pada ajang internasional itu.

Dikatakanya, pihaknya bersama pihak terkait akan mendiskusikan kemungkinan adanya tim kota Pariaman mengikuti TdS.

Di samping Tour De Singkarak, kata dia, Pemko Pariaman akan ada iven lain seperti Pariaman Internasional Triatlon dan iven lainnya untuk mendukung promosi wisata kota Pariaman.

Menurut Genius, sebagai kota wisata, Pariaman masih belum ditunjang fasilitas kepariwisataan lainnya. Belum adanya hotel yang memenuhi standar peserta TdS dan official, membuat peserta masih menginap di Hotel di daerah Kota Padang, belum di Pariaman. Hal itu dikarenakan belum adanya hotel yang sesuai dengan standar TdS dan diharapkan ada pihak yang berinvestasi di kota Pariaman, karena kota Pariaman pantas untuk berinvestasi.

“Makanya kita imbau para pemilik modal investasi di kota Pariaman. Bangun hotel, bangun cottage, peningkatan kunjungan wisatawan ke Pariaman adalah peluang investasi yang benefit kedepannya dan kita akan beri kemudahan untuk itu. Jika nanti kita telah memiliki hotel yang baik, tentu peserta TdS ataupun wisatawan akan nyaman di Pariaman,” sebutnya.

Sementara itu, Kadiskes TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama Nora Lelyana, menyebut bahwa kota Pariaman memiliki potensi pariwisata khususnya bahari yang telah on the track.
 

TNI AL kata dia, mendukung upaya menjadikan Pariaman sebagai daerah destinasi wisata untuk mengerakkan perekonomian masyarakat sebagai pelaku usaha. Modal potensi alam yang dimiliki oleh kota Pariaman harus didukung dengan sumber daya manusia yang ada.

“Iven seperti ini bagus ya, apalagi kelasnya internasional. Dengan iven seperti ini, saya rasa kunjungan wisatawannya akan meningkat,” tutupnya.

Selain penampilan kesenian tradisional khas Pariaman, pelepasan peserta TdS juga dimeriahkan oleh artis ibukota, Cinta Penelope dan komedian Pariaman, Ajo Buset. Selain menjadi lokasi start pada etape VI. (ADV)
Pariaman Fashion Parade 2017-- Fashion Lokal Telah Merambah Sejumlah Negara
Model peragakan rancangan busana disainer



Sejumlah desainer nasional dan lokal tampilkan rancangan desain hijab syar'i terbaru di Panggung Pantai Gondariah, Pariaman, Minggu (9/4/2017) sore. Penampilan tersebut merupakan rangkaian launching atau promosi jelang Pariaman Fashion Parade ketiga tahun 2017 yang akan digelar tanggal 6 dan 7 Mei 2017 mendatang.

Konferensi pers dipandu oleh Kepala Dinas Koperindag Gusniyeti Zaunit di Pentas Utama Gandoriah


Walikota Pariaman Mukhlis Rahman saat konferensi pers dengan sejumlah wartawan mengatakan, launching Pariaman Fashion Parade digelar untuk memberitahukan kepada masyarakat dan pemerhati fashion bahwa Kota Pariaman akan menggelar iven fashion parade sebagai langkah promosi awal kegiatan mendatang. Agar dengan promosi yang luas, saat pelaksaan acara, masyarakat banyak yang datang.


Walikota Mukhlis didampingi Wawako Genius Umar menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers


Mukhlis mengatakan sulaman benang emas khas Pariaman, ia prediksi akan berkembang dan diminati. Dengan adanya kolaborasi disainer lokal dengan disainer nasional pada fashion parade, masyarakat akan melihat aplikasi sulam emas pada pakaian.


Karya disainer diperagakan model


"Jika sebelumnya kita hanya melihat sulam benang emas pada pakaian pengantin dan pelaminan, ditangan disainer dalam kegiatan ini, sulaman benang emas disulap menjadi fashion yang bernilai tinggi dan casual serta dapat digunakan sehari-hari," ucap Mukhlis sambil memperlihatkan sulam benang emas di kemeja yang ia kenakan saat itu dengan bangganya. 

Model pria peragakan karya disainer


Ia menuturkan, sulaman benang emas, bordiran dan sulam emas kapalo samek dari Pariaman, telah diperkenalkan oleh disainer peserta Pariaman Fashion Parade pada iven fashion parade tingkat nasional. Ia berharap desainer lokal dapat mengadopsi ilmu disainer profesional untuk pengembangan karya fashion lokal ke depannya.


Sederhana tapi anggun, karya disainer yang diperagakan model


"Sebelum adanya Pariaman Fashion Parade, tidak ada yang kenal disainer Pariaman. Rancangan mereka hanya diminati kalangan sangat terbatas. Kini disainer Pariaman sudah punya nama dan rancangan mereka sangat diminati masyarakat luas, terutama di Sumatera Barat. Kita berharap disainer lokal mampu berbicara di tingkat nasional bahkan internasional," harap Mukhlis.


Pengunjungan abadikan peragaan busana


Desainer Sisesaclothing dari Jakarta Mery Pramono yang ikut ambil bagian dalam menampilkan rancanganya, meyakini, trend fashion hijab syar'i memiliki perkembangan trend yang cukup baik dari waktu ke waktu.


Busana muslim yang elegan dan modis


"Trend fashion dominasi mengarah pada trend hijab syar'i, ini yang banyak dikembangkan," sebutnya. Ia juga memuji sulam benang emas hasil karya tangan yang menjadi ciri khas Kota Pariaman. Selama ini Kota Pariaman dikenal sebatas dengan karya bordirannya.


Perancang busana Hikmat Ahmed dari Syria diwawancarai wartawan tentang prospek busana etnik Pariaman


Sedikit bocoran, Mery Pramono yang telah membuka 3 cabang dan ratusan reseller produk fashion syar'inya di seluruh Indonesia itu, berniat untuk mengkombinasikan sulaman benang emas khas Pariaman dalam rancangannya pada Fashion Parade di Inggris.


Busana pria dengan aplikasi sulaman


"Tiga hari lagi, karya kita akan ditampilkan dalam acara Fashion Parade di Inggris, mungkin kalau saya kombinasikan dengan sulaman tenun benang emas khas Pariaman hasilnya akan keren," pungkasnya.

Di saat yang sama Jenny Cahyati dari Indonesian Model Designer Jakarta menyebut rancangan kolaborasi ia dengan disainer lokal Pariaman sudah dipajang di UMKM SMESCO Indonesia. Bahkan beberapa rancangan etnik Pariaman juga sudah ia bawa dalam ajang fashion show di Kuala Lumpur Malaysia dan Los Angeles USA.

"Sulam emas kapalo samek Pariaman sudah saya aplikasikan dengan etnik daerah lain di nusantara. Sulam benang emas Pariaman satu-satunya di Indonesia, ini perlu dilestarikan," ujar Jenny.

Sementara itu Kepala Dinas Koperindag Kota Pariaman Gusniyeti Zaunit menyebut Pariaman Fashion Parade 2017 mengambil tema Beauty of Pariaman. Tema tersebut mengacu pada kreatifitas lokal warisan tradisional yang menghasilkan karya indah dan menawan.

"Pariaman Fashion Parade untuk melestarikan kreatifitas warisan lokal," ujarnya.

Pihaknya juga telah menjalin Momerandum of Understanding dengan Indonesian Model Designer dalam memasarkan produk fashion Pariaman ke kancah nasional dan internasional.

Dengan digelarnya kegiatan itu ia berharap perancang busana lokal dapat belajar dari disainer ternama untuk memacu semangat dan kreatifitas mereka.

Sejumlah disainer pada Launching Pariaman Fashion Parade 2017 itu memperagakan masing-masing dua karya terbaru mereka. Sejumlah nama perancang busana dari Jakarta yang sudah punya nama seperti Hikmat Ahmet, Jeni Cahyati dan Meri Pramono, kemudian perancang busana lokal Ade Listiani, Novia Hartini, Yedil Syahzumar dari Kota Padang dan Riko BJ Rebonte dari Pekanbaru, Riau.

"Akan berkolaborasi dengan disainer Pariaman Sesfitria, Amarullah dan Syahril. Disainer kita ini juga sudah menyiapkan rancangan terbaru mereka untuk diperagakan," imbuhnya.

Ia mengatakan peragaan busana tersebut tidak sekedar ajang pamer disain saja, namun ada target dan capaian. Dalam dua kali ajang serupa sebelumnya, telah mampu menciptakan tren berbusana muslim di Pariaman. Sulam dan bordiran telah menjadi corak dalam gaya berpakaian/fashion warga Pariaman. Etnik tersebut tidak lagi menghiasi pakaian pengantin dan pelaminan yang kerlap-kerlip.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kota Pariaman, Reni Mukhlis, menyebut Pariaman Fashion Parade merupakan wadah kreatifitas disainer fashion Pariaman untuk menampilkan ide kreatif.

"Untuk memacu kreatifitas disainer lokal agar mampu bersaing secara nasional dan internasional," ujar Reni.

Pariaman Fashion Parade kata Reni, sudah menjadi agenda rutin pemerintah daerah untuk mengembangkan ekonomi dan industri kreatif di Kota Pariaman.

Nanda/OLP
Tokoh Masyarakat Kapalo Hilalang Desak Pembangunan Tarok City Dikebut
Ali Mukhni beserta jajaran ASN di kawasan Tarok Kapalo Hilalang
Tokoh masyarakat Tarok, Nagari Kapalo Hilalang, Kecamatan 2x11 Kayutanam mendesak pemerintah segera membangun Tarok City. Ia mengatakan saat ini hampir seluruh warga Tarok mendukung pembangunan tersebut karena mereka sadar akan dampak ekonomi yang akan mereka nikmati.

"Kita berharap pembangunan dilaksanakan secepatnya karena 99 persen warga sudah menyepakatinya," ungkap Asrizal Datuak Panghulu Basa, Senin (5/6/2017), di Tarok, Kapalo Hilalang.

Ia berkata, dengan disegerakannya pembangunan di kawasan tersebut akan mampu menyerap tenaga kerja, khususnya warga sekitar.

"Tentu kita berharap warga kita diutamakan bekerja. Dengan dibangunnya universitas, perkantoran dan rumah sakit beserta sarana lainnya, tidak akan ada warga kita yang menganggur," sambungnya.

Ia menyatakan jika masih ada kendala di lapangan saat pembangunan, pihaknya siap membantu dengan memberikan pemahaman kepada warga lain. Seiring berjalannya waktu, kata dia seluruh masyarakat akan mendukung pembangunan tersebut karena mereka juga yang akan diuntungkan.

"Tentu saja, masyarakat bisa bikin kos-kosan, mini market dan sebagainya. Dampak itu akan segera terasa jika pembangunan gedung-gedung itu mulai berjalan," sambungnya.

Khairul Amri Sutan Malaut yang juga panutan warga Tarok, meyakini Tarok City merupakan jawaban dari doa masyarakat setempat. Tarok City ia yakini pada akhirnya akan mensejahterakan masyarakat lewat berbagai peluang usaha yang terbuka lebar.

"Ya, kita mendukung, ini demi kesejahteraan masa depan anak cucu kita," ungkapnya.

Bupati Padangpariaman Ali Mukhni mengusung seluruh pimpinan OPD di lingkungan pemerintah daerah untuk melihat langsung lokasi Kawasan Tarok City yang sudah dibuka akses jalan masuk selebar 75 meter dengan panjang 3 kilometer.

Di lahan seluas 697 hektar itu, bupati ingin seluruh OPD memiliki andil sesuai tupoksinya masing-masing. Ali Mukhni yang didampingi Wabup Suhatri Bur, menjalankan salat berjamaah dengan ASN di Aula IKK sebelum menuju ke kawasan Tarok.

"Dengan dibawanya seluruh OPD ke Tarok City, Bapak Bupati Ali Mukhni telah menularkan energinya kepada OPD. Bupati ingin mengatakan kepada OPD-nya bahwa Tarok City merupakan masa depan Padangpariaman yang harus diperjuangkan," ungkap Kabag Humas dan Protokoler Padangpariaman Andi Satria Masri.

OLP