Pariaman Expo 2018 Sedot Transaksi Rp3,5 Miliar
Genius Umar ditemani Lucy Genius dan Fitri Nora tinjau stand kerajinan Pariaman di Pariaman Expo 2018. Foto/Juned
Pariaman - Rp3,5 miliar diraih selama 9 hari pelaksaan Pariaman Expo 2018. Total transaksi itu dari penjualan produk stand pameran hingga transaksi pedagang kaki lima di sekitar acara - Pantai Gandoriah - tempat digelarnya Pariaman Expo 2018.

Wakil Walikota Pariaman Genius Umar yang menutup secara resmi Pariaman Expo 2018 menyambut baik hasil transaksi yang terjadi selama digelarnya Pariaman Expo yang berlangsung dari tanggal 11 hingga 19 Agustus 2018.

"Peningkatan perputaran ekonomi yang terjadi di Pantai Gandoriah selama Pariaman Expo, dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat dan pedagang yang ada di sini," tuturnya.

Penutupan Pariaman Expo 2018 berbarengan dengan malam Grand Final Cik Uniang dan Cik Ajo Kota Pariaman 2018.

Dengan membuat iven yang saling berkaitan dan mendukung program pemerintah dalam memajukan visi, kata Genius, tingkat kunjungan wisatawan ke Pariaman terus meningkat.

Dengan peningkatan tersebut, sektor UMKM secara tidak langsung turut terungkit. Genius berharap dinas-dinas lain memacu diri melakukan inovasi kegiatan guna menyedot kunjungan wisata ke Pariaman. (Juned/*)

Insiden Bendera Setengah Tiang Bukan Disengaja, Bawaslu Pariaman Tetap Sampaikan Permintaan Maaf
Bendera merah putih kembali berkibar di puncak tiang bendera kantor Bawaslu Pariaman. Foto/Nanda
Pariaman ----- Bendera merah putih setengah tiang yang terpasang di Kantor Bawaslu Kota Pariaman, Jl. Imam Bonjol Kelurahan Alai Gelombang Kota Pariaman, telah diperbaiki.
       
Tepat pada Minggu (19/8) pukul 12.47 WIB, bendera merah putih kebanggaan nasional itu telah kembali terpasang sempurna di puncak tiang.
       
Sekretaris Bawaslu Kota Pariaman, Riky Falantino menjelaskan, pihaknya langsung memperbaiki pemasangan bendera merah putih tersebut setelah mendapatkan informasi dari masyarakat.
        
"Kami mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang langsung menginformasikan kepada Bawaslu Kota Pariaman, kami langsung perbaiki bendera hingga terpasang sempurna. Namun, ini murni ketidaksengajaan karena simpul tali tidak terpasang dengan sempurna," jelasnya.

Klarifikasi bendera setengah tiang yang sempat terpasang di Kantor Bawaslu Kota Pariaman juga disampaikan melalui akun facebook dan instagram resmi Bawaslu Kota Pariaman.

Riky menyebut pihaknya tidak ada unsur kesengajaan sedikitpun dalam insiden tersebut, murni karena kesalahan teknis pada tali simpul penggerek. (Nanda)
Rahmadyah dan Yasril Terpilih Sebagai Cik Uniang Cik Ajo Pariaman 2018
Wakil Walikota Genius Umar dan istri foto bersama dengan Rahmadyah Trimurni dan M Yasril yang terpilih sebagai Cik Uniang dan Cik Ajo Kota Pariaman tahun 2018. Foto/Junaidi
Pariaman ----- Rahmadyah Trimurni dan Muhammad Yasril terpilih sebagai Cik Uniang dan Cik Ajo Pariaman 2018. Ia menyisihkan 10 finalis lainnya pada malam Grand Final Cik Uniang Cik Ajo di Panggung Utama Pantai Gandoriah, Sabtu malam (18/8/2018).

Wakil Walikota Pariaman Genius Umar mengatakan, duta wisata Pariaman atau Cik Uniang dan Cik Ajo yang terpilih, nantinya benar-benar menjadi duta wisata yang bisa memperkenalkan dan mempromosikan Kota Pariaman ke pentas-pentas nasional dan international.

Bukan hanya pemenang saja, kepada para finalis dan ikatan mantan Cik Uniang dan Cik Ajo tahun-tahun sebelumnya, ia berharap, tetap terus melaksanakan sisi menjual wisata Pariaman di manapun berada.

"Terus mengemban tugasnya mempromosikan destinasi wisata yang ada di Kota Pariaman, di mana pun berada saat ini," ungkapnya.

Genius Umar berharap kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat agar menjadi single entre marketing untuk pariwisata Sumatera Barat.

Kota Pariaman, imbuh dia, menjadikan pariwisata sebagai visi dan misi utama pemerintahanya, mungkin satu-satunya di Sumbar. Untuk itu ia meminta agar Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar lebih memperhatikan Pariaman," imbuhnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Elvis Candra mengatakan, pemilihan Cik Uniang dan Cik Ajo dilaksanakan sejak 14 Agustus hingga malam grand final 18 Agustus.

"Dari 102 yang mendaftar dan mengikuti sesi wawancara, terpilih 10 finalis putra dan putri mengikuti malam grand final," ulasnya.

Kepada para pemenang, ia berharap mampu bertugas dan mengemban amanah dalam mempromosikan Kota Pariaman satu tahun ke depan. (Junaidi)
Peserta Pawai Alegoris HUT RI Akan Diganjar Hadiah
Wakil Walikota Genius Umar bersama wakil ketua DPRD Fitrinora dan Pimpinan Bank Nagari Dedi menaiki mobil offroad bak terbuka ikuti pawai alegoris di kota Pariaman. Foto/Junaidi
Pariaman ----- Pemerintah Kota Pariaman menggelar Pawai Alegoris memperingati HUT RI ke-73, Sabtu (18/8). Pawai tersebut diikuti sebanyak 163 peserta, baik yang berjalan kaki, maupun menggunakan kendaraan: mulai dari sepeda, roda dua dan roda empat.

Peserta Pawai terdiri dari instansi pemerintah, BUMN/BUMD, sekolah mulai dari Paud, TK, SD, SMP/MTS dan SMA/SMK/MA se Kota Pariaman. Pawai juga diikuti oleh pasukan TNI dan Polri yang menggunakan kendaraan taktisnya.

Wakil Walikota Pariaman Genius Umar apresiasi seluruh peserta pawai dan masyarakat yang memenuhi halaman Balaikota Pariaman hingga sepanjang  jalan.

"Rasa antusias yang kita perlihatkan hari ini menunjukan kecintaan dan rasa syukur kita terhadap para pahlawan yang telah merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Walaupun cuaca panas terik, tidak menyurutkan semangat anak-anak dan para peserta pawai yang ikut," tuturnya.

Pawai Alegoris merupakan agenda rutin tahunan satu hari setelah upacara besar memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada hari Jumat kemarin.

"Untuk tahun ini ada yang istimewa karena di pawai alegoris tahun-tahun sebelumnya para peserta pawai tidak dinilai. Di tahun 2018 ini, pihak panitia membuat penilaian kepada para peserta pawai terbaik, dan nantinya akan diberi hadiah," ujar Genius Umar.

Setelah melepas arak-arakan Pawai Alegoris, Wakil Walikota Pariaman, bersama Wakil Ketua DPRD Fitri Nora, Kapolres Pariaman AKBP Andry Kurniawan, Dandim 0308 Pariaman Letkol Arm Heri Pudjianto, Sekretaris Daerah Indra Sakti, menaiki mobil bak terbuka untuk turut serta dalam pawai. (Juned)
229 Napi di Lapas IIB Pariaman Terima Remisi HUT RI, 1 Napi Langsung Bebas
Suasana peringatan HUT RI di Lapas IIB Pariaman. Foto/Junaidi
Pariaman ----- Sebanyak 229 narapidana di Lapas Klas IIB Pariaman terima remisi HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73, di Lapas Klas IIB Pariaman, Jumat (17/8).

Wakil Walikota Pariaman Genius Umar mengungkapkan, pemberian remisi tidak diukur dari latar belakang pelanggaran hukumnya, tetapi berdasarkan perilaku mereka selama menjalani hukuman.

Remisi, kata Genius, dipandang sebagai hal penting karena dapat sebagai stimulus kepada  narapidana agar selalu berkelakuan baik, karena jika mereka tidak berperilaku baik, maka hak remisi tidak akan diberikan.

Pemberian remisi telah diatur secara legal formal dalam pasal 14 ayat 1 UU nomor 12 tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan.

“Kepada para narapidana agar terus memperbaiki diri. Hal ini bukan akhir dari segalanya, tetapi hendaknya menjadi pelajaran agar kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik dari yang saat ini ke depannya,” kata Genius.

Kepala Lapas Klas IIB Pariaman Pudjiono Gunawan memaparkan, dari 229 orang narapidana yang menerima remisi, untuk pengurangan masa tahanan selama 6 bulan diterima sebanyak 5 napi, remisi 5 bulan 25 napi, remisi 4 bulan 26 napi, remisi 3 bulan 82 napi.

“Dari 229 orang yang menerima remisi hari ini, yang mendapatkan remisi bebas 1 orang,” ujarnya.

Pudjiono juga menjelaskan bahwa Lapas Klas IIB Pariaman mempunyai daya tampung sebanyak 170 orang, tetapi yang terjadi saat ini penghuni lapas mencapai 520 orang, sehingga terjadi over capacity. (Juned/OLP)
Cegah Masuknya Paham Radikalisme, Pariaman Perkuat Ideologi Pancasila
Wakil Walikota Pariaman saat memimpin malam renungan suci di TMP Pariaman. Foto/Nanda
Pariaman ----- Pemerintah Kota Pariaman akan maksimalkan kegiatan bela negara dan penguatan ideologi Pancasila guna mencegah masuknya paham radikalisme di wilayah Kota Pariaman.

Upaya ini dilakukan seiring berkembanganya paham radikalisme di Sumatera Barat yang ditandai dengan penangkapan 5 orang terduga teroris oleh Densus 88 Mabes Polri pada Senin, 13 Agustus 2018 silam.

"Kantor Kesbangpol Kota Pariaman punya kegiatan bela negara dan sosialisasi tentang empat pilar kebangsaan. Ini, saya rasa efektif untuk melindungi generasi muda kita dari penyebaran paham radikalisme ini. Tinggal, ke depan kegiatannya kita tingkatkan, baik dari sisi pelaksanaan maupun materi yang lebih dalam," ujar Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, usai memimpin upacara peringatan detik-detik Proklamasi HUT RI ke-73 tahun 2018 tingkat Kota Pariaman, Jumat (17/8).

Menurut Genius, paham radikalisme merupakan paham sempit. Menganggap pemahaman satu kelompok yang benar. Kelompok atau orang lain yang memiliki pamahaman yang berbeda, dipandang sebagai musuh.

"Paham eksklusif ini yang kita buang dalam kegiatan bela negara, kita harus sampaikan itu. Paham kebangsaan dan ideoligi Pancasila lah yang kita tanamkan kepada masyaramat. Saya rasa ini efektif," ulasnya.

Sedangkan, untuk mendeteksi dini aktivitas radikalisme ataupun terorisme di Kota Pariaman, ia meminta agar Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) mendeteksi awal terhadap aktivitas gangguan keamanan yang disebabkan kelompok terorisme.

Meskipun belum menemukan indikasi keberadaan kelompok teroris di Pariaman, pihak terkait tetap melakukan pemantauan. Apalagi, letak Kota Pariaman di perlintasan sejumlah daerah, rawan dijadikan pelaku teror sebagai lokasi transit ataupun menetap.

Ia mengatakan, momentum peringatan HUT RI ke-73, dapat dimaknai oleh seluruh masyarakat Pariaman sebagai penyatuan perbedaan anak bangsa. Menghormati perbedaan, dapat meminimalisir kemungkinan tumbuhnya paham radikalisme.

"Kita fokus mengisi kemerdekaan, meningkatkan pembangunan yang ada. Jangan melakukan tindakan yang justru memecah belah," pungkasnya. (Nanda)