Tingkatkan Keterwakilan di DPRD, Perempuan Pariaman Terima Pelatihan Politik
Wawako Genius Umar foto bersama dengan peserta pelatihan dan panitia
Pariaman --- Wakil Walikota Pariaman Genius Umar membuka secara langsung pelatihan peningkatan kapasitas perempuan dalam berpolitik yang diadakan di Aula BPKB Rawang Kota Pariaman.

Acara dihadiri Asisten Deputi Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak Nyimas Aulia, Kepala DP3AKB Kota Pariaman Alfian Harun, dengan narasumber Ruslan Ismail Mage dari Direktur Eksekutif Sipil Institut Jakarta yang merupakan mentor nasional motivator politik Indonesia.

Peserta merupakan para kader wanita dari organisasi perempuan, organisasi politik sebanyak 80 orang dengan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab yang akan berlangsung selama dua hari pada 21 hingga 22 November 2017, Senin (21/11) lalu.

Genius Umar mengharapkan dengan diadakan acara itu akan melahirkan pemikiran-pemikiran baru untuk kemajuan perempuan, sehingga tercapai dua aspek yakni perempuan sebagai pencegah konflik dan perempuan sebagai penggiat perdamaian, dan mampu aktif ke tingkat perwakilan rakyat dimana saat ini hanya satu orang perempuan yang menjadi anggota DPRD di Kota Pariaman dengan persentase 5 persen.

"Jumlah perempuan di dalam pengambilan kebijakan masih sangat rendah bila dilihat dari kuota 30 persen yang telah diamanahkan undang-undang, DPRD Kota Pariaman memiliki angka keterwakilan perempuan sangat kecil," terangnya.

Namun, sebut Genius, melihat respon, baik laki-laki maupun perempuan pada pemilu 2014 lalu, pihaknya yakin kuota 30 persen perempuan dalam legislatif dapat diwujudkan, minimal ada keterwakilan lebih besar kaum perempuan dari sebelumnya.

Kegiatan itu bertujuan untuk memberikan motivasi kepada perempuan calon legislatif pada pemilu tahun 2019 mendatang serta pentingnya pendidikan politik bagi perempuan.  (TKIP DP3AKB)
Gelar Bakhti Sosial, TNI AL Layani Kesehatan Ribuan Warga Pariaman
Wawako Genius Umar didampingi Ketua DPRD Mardison Mahyuddin dan Kadis Kesehatan KSAL Drg.Nora Lelyana berdialog dengan pasien bhakti sosial di SD N 09 Pauh Barat. Foto/Eri Elfadri
Pariaman --- TNI Angkatan Laut melaksanakan kegiatan Bhakti Sosial Surya Bhaskara Jaya ke-66 tahun 2017 di Kota Pariaman yang dilaksanakan selama dua hari, 23-24 November 2017.

Kepala Dinas Kesehatan KSAL Nora Lelyana mengatakan bahwa kegiatan itu merupakan rangkaian dari Sail Sabang 2017 yang akan digelar tanggal 2 Desember nanti di Sabang, Aceh.

“KSAL TNI AL Bapak Ade Supandi memerintahkan kami untuk melaksanakan bhakti sosial di Kota Pariaman sebelum menuju Pulau Simelue dan Lhokseumawe. Ini merupakan tanggung jawab sosial Bapak KSAL kepada masyarakat Kota Pariaman karena telah dianugerahi gelar Sutan Panglimo Panguaso Lauik Nan Sati oleh masyarakat adat Kota Pariaman pada bulan Maret lalu,” ungkap Laksamana Pertama tersebut.

Ia berkata, pihaknya menurunkan 120 orang tenaga kesehatan untuk melayani 1.595 orang pasien di Kota Pariaman. Untuk operasi katarak dan bedah pihaknya laksanakan di KRI Dr. Suharso yang bersandar di Teluk Bayur, Padang, karena di Pariaman tidak memungkinkan kapal tersebut untuk bersandar.

“Sejak pagi tadi telah kita kirim pasien yag akan mendapatkan penanganan di kapal perang tersebut. Di kapal itu memiliki kamar bedah dan ruang rawat inap, sehingga setelah pasien dioperasi akan diinapkan di kapal sebelum menjalani rawat jalan,” lanjutnya.

Sementara itu Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, sangat mengapresiasi terhadap apa yang telah dilakukan oleh TNI AL terhadap masyarakat Kota Pariaman.

“Pada hari ini dapat kita saksikan bahwa TNI AL sangat dekat dengan masyarakat terutama dengan masyarakat Kota Pariaman. Bahwa TNI tidak hanya berhubungan dengan perang, tapi juga ada bhakti sosial seperti di Kota Pariaman saat ini,” jelasnya.

Dalam kunjungannya Wakil Walikota didampingi ketua DPRD Mardison Mahyuddin, Sekdako Pariaman Indra Sakti serta kepala SOPD, meninjau langsung pelayanan kesehatan yang diberikan oleh TNI AL kepada masyarakat di SD negeri 09 Pauh Barat dan RS. Dr. Sadikin Padusunan.

Di SD Negeri 09 Pauh Barat dilaksanakan pelayanan kesehatan umum serta pembagian sembako kepada pasien setelah berobat. Sementara itu untuk khitanan dilaksanakan di RS. Dr.Sadikin, Padusunan, Pariaman. Semua pelayanan kesehatan akan ditangani langsung oleh tim kesehatan TNI AL.

Kegiatan bhakti sosial yang digelar di Kota Tabuik ini akan melayani 1.595 orang yang terdiri dari pelayanan kesehatan umum sebanyak 1.000 orang, gigi 250 orang, bedah minor 80 orang, bedah mayor 15 orang, khitan 150 orang, bibir sumbing 30 orang, katarak 20 orang dan mow/mop 20 orang. (Eri)
Etape VI TdS 2017 Start di Pantai Gandoriah Pariaman
MC memanggil pembalap TdS jelang pemulaian start etape VI di Pantai Gandoriah Pariaman. Foto/Nanda
Gondariah --- 74 pebalap Tour de Singkarak (TdS) dari 19 klub nasional dan internasional lepas start di Pantai Gondariah Pariaman menuju titik finish di Kantor Bupati Pasaman Barat, Kamis (23/11) pagi.



Pembalap TdS memacu sepedanya di area wisata Pantai Gandoriah yang dikunjungi ribuan warga. Foto/Nanda


Sebelum mencapai titik finish, pebalap dari berbagai negara itu terlebih daluhu memacu sepedanya mengelilingi beberapa titik objek wisata dan jalan utama di Kota Pariaman. Jumlah pebalap yang masih bertahan melanjutkan etape VI berkurang dibandingkan pada etape sebelumnya yang disebabkan kelelahan pada etape V.


Kadiskes TNI AL dan Wakil Walikota Pariaman sedang diskusi tentang pengembangan wisata bahari kota Pariaman. Foto/Nanda


Wakil walikota Pariaman Genius Umar mengatakan, Kota Pariaman hari ini menjadi tuan rumah untuk pelaksanaan start etape ke VI Tour de Singkarak tahun 2017. Ia meyakini kualitas pelaksanaan TdS dari tahun ke tahun makin baik, akan memberikan pengaruh kepada peningkatan grafik kunjungan wisata ke kota Pariaman.


Para pembalap TdS foto bersama dengan unsur Forkopimda Kota Pariaman. Foto/Nanda


“Kunjungan wisatawan tidak terlalu maksimal pada pelaksanaan atau pada hari H TdS. Namun target dari Pemko Pariaman adalah peningkatakan kunjungan wisatawan meningkat setelah pelaksanaan TdS dan hal yang ingin disasar oleh Pemko Pariaman menjadikan ajang TdS sebagai sarana promosi pariwisata kota Pariaman kepada dunia,” ujarnya.


Wakil Walikota Pariaman Genius Umar beri cinderamata kepada salah satu pembalap TdS. Foto/Nanda


Kata Genius, banyak media nasional dan internasional yang melakukan pengambilan gambar objek wisata, budaya dan kesenian pada serba-serbi iven TdS khususnya pada start etape ke VI, secara tidak langsung langkah promosi gratis yang didapatkan dengan menyediakan anggaran pelaksanaannya.

“Efeknya domino saya kira. Kita menjadi titik start, tentu serba-serta tentang kota Pariaman diliput oleh media luar, tentu menjadi daya tarik bagi wisatawan,” ulasnya.

Diakuinya, kota Pariaman dalam ajang TdS dari awal hingg saat ini masih sebatas menjadi tuan rumah atau menjadi daerah yang dilalui oleh pebalap. Namun diharapkan pada TdS selanjutnya, kota Pariaman bisa mengirimkan pebalap asal Pariaman pada ajang internasional itu.

Dikatakanya, pihaknya bersama pihak terkait akan mendiskusikan kemungkinan adanya tim kota Pariaman mengikuti TdS.

Di samping Tour De Singkarak, kata dia, Pemko Pariaman akan ada iven lain seperti Pariaman Internasional Triatlon dan iven lainnya untuk mendukung promosi wisata kota Pariaman.

Menurut Genius, sebagai kota wisata, Pariaman masih belum ditunjang fasilitas kepariwisataan lainnya. Belum adanya hotel yang memenuhi standar peserta TdS dan official, membuat peserta masih menginap di Hotel di daerah Kota Padang, belum di Pariaman. Hal itu dikarenakan belum adanya hotel yang sesuai dengan standar TdS dan diharapkan ada pihak yang berinvestasi di kota Pariaman, karena kota Pariaman pantas untuk berinvestasi.

“Makanya kita imbau para pemilik modal investasi di kota Pariaman. Bangun hotel, bangun cottage, peningkatan kunjungan wisatawan ke Pariaman adalah peluang investasi yang benefit kedepannya dan kita akan beri kemudahan untuk itu. Jika nanti kita telah memiliki hotel yang baik, tentu peserta TdS ataupun wisatawan akan nyaman di Pariaman,” sebutnya.

Sementara itu, Kadiskes TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama Nora Lelyana, menyebut bahwa kota Pariaman memiliki potensi pariwisata khususnya bahari yang telah on the track.
 

TNI AL kata dia, mendukung upaya menjadikan Pariaman sebagai daerah destinasi wisata untuk mengerakkan perekonomian masyarakat sebagai pelaku usaha. Modal potensi alam yang dimiliki oleh kota Pariaman harus didukung dengan sumber daya manusia yang ada.

“Iven seperti ini bagus ya, apalagi kelasnya internasional. Dengan iven seperti ini, saya rasa kunjungan wisatawannya akan meningkat,” tutupnya.

Selain penampilan kesenian tradisional khas Pariaman, pelepasan peserta TdS juga dimeriahkan oleh artis ibukota, Cinta Penelope dan komedian Pariaman, Ajo Buset. Selain menjadi lokasi start pada etape VI. (ADV)
Pemko Pariaman Pastikan Jalur TdS Steril dari Orang Gila dan Ternak
Start TdS 2017. Foto akurat.co/istimewa
Pariaman --- Wakil Walikota Pariaman Genius Umar pastikan jalur yang dilalui pebalap pada Tour de Singkarak (TdS) tahun 2017 etape ke VI, Kamis 23 November, steril dari hewan ternak dan orang gila. Langkah sterilisasi itu dilakukan untuk memasitikan tidak ada hambatan dan gangguan dan yang akan menyebabkan pebalap terjatuh ataupun tabrakan.

“Kita lakukan sterilisasi jalan hewan ternak dan orang gila, sehingga tidak ada ganguan saat pebalap dan official melintas,” ujarnya usai apel gabungan pengamanan TdS di Pariaman, Selasa (21/11) pagi.

Pemko Pariaman, kata dia, telah mengimbau masyarakat untuk tidak melepaskan ternaknya selama digelarnya Etape VI Tour de Singkarak melalui pemerintah desa dan kecamatan. Sedangkan orang gila juga dilakukan penertiban oleh dinas terkait.

Selain itu, kata dia, personil gabungan TNI-Polri dan Pemko Pariaman juga ditempatkan pada titik persimpangan untuk memastikan tidak ada kendaraan yang melintas saat balapan berlangsung.

“Kita sudah sampaikan imbauan kepada masyarakat, baik melalui mobil penerangan ataupun imbauan yang disampaikan oleh pemerintah desa,” ulasnya.

Menurut Genius, mendekati H-1, Pemko Pariaman juga akan menyelesaikan perbaikan jalur yang saat ini masih dalam pengerjaan, termasuk beberapa titik jembatan.

“Perbaikan beberapa jalur masih kita lakukan, namun akan selesai paling lambat H-1 sebelum start,” ujarnya.

Kapolres Pariaman, AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto mengatakan, 655 personil gabungan akan dilibatkan melakukan pengamanan TdS kali ini, baik pada etape ke VI dengan titik start di Kota Pariaman, ataupun pada etape lain yang melalui wilayah Kota Pariaman.

Saat ini, kata dia, jumlah personil gabungan tidak sebanding dengan jumlah persimpangan jalan pada jalur lintasan TdS. Mengatisipasi itu, akan ada personil yang bertugas pada dua persimpangan yang berdekatan.

Titik persimpangan salah satu kerawanan pada penyelenggaran TdS. Terkadang masyarakat yang mengarah dari dalam, kerap menerobos lintasan TdS karena alasan tergesa-gesa.

“Kita hentikan sementara kendaraan yang melintas, hanya sebentar saja sampai seluruh bepalap melintas,” ujarnya.

Kota Pariaman menjadi titik start Etape ke VI dan finish di Pasaman Barat. Pada etape VI, pebalap akan menempuh jalur sejauh 145,7 kilometer yang terlebih dahulu melintasi beberapa daerah dan titik objek wisata di Kota Pariaman dan melanjutkan perjalanan ke Agam dan berakhir di kabupaten Pasaman Barat. (Nanda)
Atlet Sepatu Roda Kota Pariaman Kembali Ukir Prestasi

Pariaman --- Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, anggota DPR RI John Kenedy Azis dan ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyudin, dukung pengembangan olahraga sepatu roda di kota Pariaman.

Sepatu roda saat ini menjadi cabang olahraga yang digemari di kota Pariaman, terutama kalangan muda, menjadi ruang positif menjauhkan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja lainnya.

"Ini sangat positif, dengan adanya kesibukan anak-anak dan generasi muda di sini tentu agaknya akan jauh dari ancaman bahaya narkoba dan persoalan kenakalan remaja lainnya," ujar Genius Umar didampingi Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin saat menemui kontingen atlet sepatu roda Pariaman, Selasa (21/11) siang.

Sebagai bentuk dukungan terhadap olahraga itu, kata Genius, Pemko Pariaman yang mulanya membuat "skate park", juga akan membuatkan lintasan untuk latihan sepatu roda. Tempat latihan yang repsentatif tersebut nantinya bukan hanya digunakan oleh atlet, namun seluruh pecinta olahraga sepatu roda dari dan luar Pariaman.

"Kita sedang akan buatkan lintasannya. Bukan sebatas bagi atlet, wisatawan bisa juga berkumpul di sana. Mungkin mencoba bersepatu roda atau bagaimana," sambungnya.

Sependapat dengan Genius Umar, anggota Komisi VIII DPR RI John Kenedy Aziz mengatakan, kehadiran olahraga sepatu roda dapat menjauhkan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Selain itu, kata dia, prestasi juara umum cabang olahraga sepatu roda pada Porprov lalu adalah kebangaan tersendiri bagi Pariaman. Dan sebagai olahraga yang baru berkembang di Pariaman, prestasi itu menjadi tanda bahwa kota Pariaman memiliki bibit atlet pada cabang sepatu roda.

Pihaknya juga akan mengupayakan dukungan untuk perkembangan olahraga sepatu roda itu. Keterbatasan belum adanya lintasan untuk latihan yang repsentatif, ia akan mengupayapakan bantuan dari pemerintah pusat.

"Kita akan upayakan dukungan dari pemerintahan pusat," katanya.

Sebelumnya, kontingen Kota Pariaman terdiri dari 30 orang atlet, berhasil menjadi juara umum dua kelas perlombaan yang diikuti pada Kejurda Sepatu Roda Piala Bupati Solok 2017 yang digelar pada 18 hingga 19 November 2017 lalu.

Dari total 18 raihan medali, Pariaman meraih 6 emas, 7 medali perak dan 5 medali perunggu. Sebelumnya pada ajang Porprov tahun lalu di kota Padang, kota Pariaman juga meraih juara umum pada cabang olahraga sepatu roda dengan meraih 10 medali.

Dewan Penasehat didampingi Ketua Pengcab Persatuan Olahraga Sepatu Roda Indonesia (Persorosi) Kota Pariaman Muhammad Taufik dan Azral Malfinas mengatakan jika pihaknya telah mempersiapkan atletnya dua bulan sebelum digelarnya perlombaan.

Meskipun tidak memiliki lintasan permanen sepatu roda, hal itu tidak mengurangi semangat berlatih para atlet yang didominasi oleh pelajar SMP dan SD ini.

Saat ini, kata dia, Pengcab Persorosi mengalami kendala minimnya anggaran dana pembinaan atlet sepatu roda, seperti halnya Porprov lalu.

"Pengcab kendala keterbatasan anggaran dana yang dimiliki pengucap membuat pengurus harus melakukan penggalangan dana agar dapat mengikuti kejuaraan tersebut" jelasnya.

Meskipun terbilang baru di kota Pariaman, namun animo masyarakat, khususnya anak dan remaja terhadap olahraga sangat tinggi. Saat inipun tercatat 40 orang atlet sepatu roda berlatih dan dibina oleh Pengcab Porserosi Kota Pariaman.

"Baru ada satu club sepatu roda, yaitu Pariaman Inline Skate, di bawah pembinaan kita (Porserosi Pariaman), namun bagi club baru juga kita lakukan pembinaan," pungkasnya.

Dalam kesempatan itu anggota DPR RI John Kennedy Aziz juga menyerahkan uang pembinaan sebesar Rp5.000.000 kepada atlet sepatu roda. (Nanda)
FKH Kota Pariaman Sosialisasikan Budaya Jalan Sehat

Pariaman --- Dalam rangka meningkatkan kesadaran para pelajar tentang kesehatan---salah satunya budaya jalan sehat---Forum Komunitas Hijau (FKH) Kota Pariaman gelar jalan sehat bersama FKH dengan menggandeng Duta Kota Hijau FKH Kota Pariaman tahun 2016.

Jalan sehat mengambil start dari Asean Youth Park Pantai Gandoriah menuju Pantai Kata. kegiatan itu diikuti pelajar SD, SMP dan SMA se Kota Pariaman, dan dilepas oleh Ketua Tim P2KH Kota Pariaman, Feriandri, Minggu (19/11).

Walaupun diguyur hujan, tidak menyurutkan semangat para pelajar mengikuti jalan sehat yang banyaknya menyediakan doorprize itu.

Ketua Tim Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) Kota Pariaman yang juga Kabid Tata Ruang dan Penataan Bangunan Dinas PUPR Kota Pariaman Feriandri mengatakan, bahwa FKH adalah wadah bagi para generasi muda yang ingin berbuat untuk menyelamatkan lingkungan, cinta kebersihan serta pelopor untuk tidak membuang sampah sembarangan.

"Dengan dilibatkannya Duta Kota Hijau FKH Kota Pariaman 2016 dalam acara yang digagas FKH ini, diharapkan dapat menjadi motivasi untuk para pelajar untuk dapat berkarya dan menjadi contoh bagi rekan-rekannya di sekolah," tuturnya.

Kepada seluruh peserta jalan sehat ia juga berharap untuk bisa menjaga lingkungan, salah satunya dengan selalu membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan.

Ketua FKH Kota Pariaman Junaidi mengatakan, untuk tahun 2017, mereka memberdayakan pemenang dan peserta Duta Kota Hijau FKH Kota Pariaman tahun 2016 dengan membuat berbagai kegiatan yang bisa mereka lakukan.

"Duta Kota Hijau FKH Kota Pariaman diharapkan betul-betul menjadi duta untuk penghijauan, cinta lingkungan dan membuat kegiatan yang bisa merangkul seluruh pelajar, sambil mensosialisasikan hidup bersih dan sehat," katanya.

Selain Jalan Sehat Bersama FKH yang dilaksanakan pihaknya juga akan menggelar Green Festival, yaitu pemilihan Duta Kota Hijau FKH Kota Pariaman untuk tahun 2017 tingkat SMP dan SMA se Kota Pariaman.

"Dan lomba daur ulang sampah tingkat SD dan SMP se Kota Pariaman, yang akan dilaksanakan tanggal 26 November mendatang," imbuhnya.

Green Festival adalah puncak kegiatan FKH Kota Pariaman. Kegiatan itu sudah lima kali digelar. Green Festival  merupakan aksi FKH dalam upaya mewujudkan Kota Pariaman sebagai kota hijau," ungkapnya. (Juned)