30 September, Pariaman Gelar Nonton Akbar Film G30S PKI
Poster Film G30S/PKI. Foto Istimewa
Pariaman --- Sekretaris Daerah Kota Pariaman Indra Sakti mengatakan film sejarah pemberontakan G30S/PKI perlu diputar kembali di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman agar ASN memahami sejarah G30S/PKI.

"Ada ASN kita yang masih muda atau kelahiran 90an yang mungkin belum mendapatkan pelajaran sejarah tentang G30S PKI atau menonton filmnya. Dengan kembali diputar film G30S PKI, mereka akan memahami sejarah tersebut,'' ujarnya usai nonton bareng film sejarah G30S PKI di Aula Balaikota Pariaman, Senin (25/9/2017) pagi.

Memahami fakta sejarah tentang peristiwa G30S PKI, kata dia, salah satunya dengan menonton film G30S PKI guna mencegah masuknya paham komunis yang saat ini dengan mudah disebarkan melalui media sosial.

"Nonton bareng ini medianya untuk memahami sejarah G30S PKI. Jika masyarakat sudah memahami PKI sebuah ancaman, maka inilah langkah penangkalnya," sebutnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0308/Pariaman Letkol ARH Hermawansyah menjelaskan pihaknya siap memfasilitasi nonton bareng dengan memberikan file sejarah film G30S PKI. Film yang ditonton terlebih dahulu dilakukan proses editing dengan menghilangkan adegan kekerasan dan penyiksaan yang dialami oleh Jenderal TNI kala itu.

Hermawansyah menegaskan film sejarah G30S PKI jelas fakta bukan rekayasa seperti yang diungkapkan pihak-pihak tertentu yang mengingingkan komunis hidup kembali.

"Terdapat indikasi pihak-pihak yang ingin memutar balikkan fakta sejarah tentang sejarah PKI seolah-olah PKI menjadi korban dalam peristiwa kelam yang berakhir pada 1 Oktober 1965 itu," tegasnya.

Ia mengatakan, TNI dan masyarakat yang menjadi korban G30S PKI memastikan tidak pernah dendam dengan pihak-pihak yang melakukan pemberontakan G30S ataupun keluarga saat ini. Namun pemutaran film sejarah G30S PKI, lebih tepat untuk merecall ingatan masyarakat bahwa di Indonesia pernah terjadi peristiwa kelam pemberontakan.

"Perintah pemutaran kembali film G30S PKI hanyalah untuk mengingatkan kembali sejarah bahwa Indonesia pernah mengalami peristiwa kelam. Tidak ada unsur dendam dan masyarakat sudah berbaur utuh," pungkasnya.

Untuk menyeberluaskan film tersebut, rencananya masyarakat kota Pariaman akan menggelar nonton akbar film sejarah G30S PKI yang akan diikuti oleh pelajar se kota Pariaman pada tanggal 30 September 2017 mendatang. (Nanda)
Jemaah Haji Pariaman Tiba di Tanah Air, Satu Orang Meninggal di Tanah Suci

Pariaman --- Jemaah haji kelompok terbang (kloter) 15 tiba di tanah air menggunakan pesawat Garuda. Kloter 15 tiba di Bandara Internasional Minangkabau, Sabtu siang (23/9), membawa pulang sebanyak 384 jemaah haji usai menunaikan ibadah haji di Makkah. Kloter 15 terdiri dari jemaah haji Pariaman, Padangpariaman dan Padang.

Dari 384 jemaah kloter 15, 116 di antaranya berasal dari kota Pariaman yang berangkat ke Tanah Suci sejak 12 Agustus 2017. Tercatat satu orang jemaah haji Pariaman meninggal dunia saat menunaikan haji, total kembali ke Tanah Air menjadi 115 orang.

Jemaah haji disambut oleh di BIM oleh Walikota Pariaman Mukhlis Rahman dan Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman saat menyambut jemaah haji yang baru turun dari pesawat memberikan uacapan selamat kepada seluruh para haji yang kembali ke tanah air usai menunaikan rukun islam kelima itu.

“Terkhusus bagi jemaah yang keluarganya wafat di tanah suci. Saya atas nama pribadi, keluarga dan atas nama Pemerintah Kota Pariaman menghaturkan duka yang mendalam dan bagi keluarga semoga tabah dalam menghadapi cobaan. Semoga para jemaah haji yang menunaikan haji menjadi haji yang mabrur,” singkat Mukhlis Rahman.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kemenag Kota Pariaman Muhammad Nur mengatakan, untuk penjemputan jamaah haji dari kota Pariaman oleh para keluarga dipusatkan di Balaikota Pariaman.

Pertimbangan itu diambil karena kondisi jemaah agar tidak terlalu lelah setelah tiba di tanah air dan menuju asrama haji Padang.

Rombongan jemaah haji kota Pariaman berangkat menuju Pariaman dari asrama haji Padang dikawal langsung oleh Patwal dari Satlantas Polres Pariaman dan Dinas Perhubungan Kota Pariaman. Rombongan sampai di Pariaman pada pukul 18.00 WIB. (Phaik)
Festival Gandang Tasa Tingkat SD Semarakan Gandoriah Jelang Tabuik

Gandoriah --- Masuki bulan Muharam dan masih dalam rangkaian pesta budaya Tabuik 2017, Pantai Gandoriah disemarakan oleh festival gandang tasa tingkat sekolah dasar/sederajat, diikuti oleh 50 pelajar di Pentas Seni Gandoriah, Sabtu (23/9).

"Kesenian khas daerah harus dapat kita jaga, pelihara dan lestarikan selalu. Karena kalau bukan kita yang melestarikannya, maka kesenian kita akan kalah dari kesenian luar yang masuk, sehingga kearifan lokal yang kita punya tidak dapat kita pertahankan," ungkap Walikota Pariaman Mukhlis Rahman saat membuka acara.

Ia mengatakan festival gandang tasa juga bertujuan untuk melestarikan gandang dan tambuanya, sehingga kesenian itu tetap terjaga dan terpelihara, selalu ada sepanjang masa.

Gandang tasa kreasi, kata dia, memberikan wahana kreatifitas bagi anak-anak, sehingga mereka mampu berkreasi dan melakukan improvisasi sesuai bakat dan kemampuannya masing-masing.

“Digelarnya acara ini secara tidak langsung akan menimbulkan kecintaan terhadap budaya, sekaligus merupakan salah satu bagian dari upaya kita untuk menggali dan menggalakkan kembali kesenian tradisional yang ada di daerah kita, sekaligus memberikan ruang positif bagi anak-anak,” tutupnya.

Gandang tasa kreasi menambilkan berbagai macam atraksi dan penambahan gubahan yang kian menarik penampilan masing-masing mereka. (Juned)
Lomba Lari 5K Tingkat Pelajar Diulang Karena Salah Rute
Dandim 0308 Pariaman Letkol ARH Hermawansyah berfoto bersama dengan para pemenang lomba lari 5K untuk putra antar pelajar se kota Pariaman
Pantai Kata --- Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Pariaman menggelar ulang lomba lari 5K tingkat pelajar se kota Pariaman di Pantai Kata, Minggu (24/9/2017).

Acara yang seharusnya bersamaan dengan lomba lari 10K tingkat umum---yang dilaksanakan minggu lalu (17/9)---terpaksa diundur dan dilaksanakan ulang hari ini karena banyak peserta yang tidak memahami rute yang ditetapkan panitia. Akibat peserta salah rute, perlombaan dihentikan saat itu.

Lomba lari marathon tingkat pelajar tersebut mengambil start dan finish di Pantai Kata. Ratusan peserta memeras keringat dengan jarak tempuh yang telah ditentukan oleh panitia.

Al Ali Riando dari SMK Negeri 3 Pariaman berhasil meraih podium utama dengan catatan waktu 16,40 menit, disusul tempat kedua dengan catatan waktu 16,57 oleh Fahrizal Fajar dari SMA Negeri 2 Pariaman. Sedangkan juara ketuga diraih oleh Hamiko dari SMA Negeri 1 Pariaman, catatan waktunya 17,04 menit.

Sedangkan posisi empat besar diraih oleh Rolly Wilepi dari SMP Negeri 1 Pariaman, peringkat 5 Febry Ardiansyah, peringkat 6 Ahmad Fadli dan peringkat 7 Ilham Kamedi dari SMK Negeri 3 Pariaman. Posisi 8 besar diraih oleh Farid Sahni Adli dari SMP Negeri 3 Pariaman.

Untuk tingkat putri, juara pertama diraih oleh Silsy Rintri Ramadhani dari SMP Negeri 3 Pariaman dengan catatan waktu 21,20 menit, disusul oleh Nadia Rahmi dari SMA Negeri 5 Pariaman terpaut 1,2 menit, yaitu 22,22 menit. Sedangkan peringkat ketiga diraih oleh Intan Yulianti Putri dari SMK Negeri 3 Pariaman dengan perolehan waktu 22,26 menit.

Sementara peringkat 4 besar oleh Monica Silvana dari SMA Negeri 4 Pariaman, peringkat 5 oleh Lidia Kumala Dewi dari SMA Negeri 3 Pariaman, peringkat 6 oleh Nanda Hanjelina dari SMP Negeri 6 Pariaman, peringkat 7 oleh Nela Amanda dari SMP Negeri 3 Pariaman dan peringkat 8 oleh Mutiara Putri Ramadhani dari SMA Negeri 3 Pariaman.

Kepala Dinas Dikpora Kanderi mengungkapkan lomba marathon 5K tingkat pelajar dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tingkat Kota Pariaman, sekaligus HUT TNI ke-72.

"Karena itu kita bersinergi dengan Kodim 0308 Pariaman. Sebelumnya kita juga menggelar lomba futsal antar instansi dan BUMN/BUMD, dan nanti kita akan menggelar sepakbola Liga Pelajar Indonesia (LPI) tingkat Kota Pariaman di pertengahan bulan Oktober mendatang,” katanya. (Juned)
Putar Film G30S/PKI, Kodim Pariaman Hilangkan Adegan Penyiksaan
Pemutaran film G30S/PKI di Makodim 0308/Pariaman
Pariaman --- Walikota Pariaman Mukhlis Rahman mendukung pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo agar film sejarah pemberontakan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) diputar serentak di wilayah Indonesia.

Menurutnya, pemutaran ulang kembali film tersebut dapat merecall atau mengingatkan kembali masyarakat Indonesia akan bahaya laten komunis. Sedangkan bagi generasi muda yang belum mengetahui sejarah kekejaman pemberontakan PKI menjadi tahu sejarah.

“Pemutaran film ini penting agar generasi muda angkatan 90an yang tidak megetahui peristiwa sejarah ini dapat memahami bahaya laten komunis, salah satunya melalui nonton bareng ini,” ujarnya usai nonton bareng (nobar) pemutaran film sejarah pemberontakan G30S/PKI di lapangan Makodim 0308/Pariaman, Jumat (22/9/2017) malam.

Tidak lagi diputarnya film sejarah G30S PKI dan berkurangnya jam mata pelajaran pendidikan pancasila atau P4 paska jatuhnya orde baru P4, imbuh Mukhlis, membuat banyak generasi muda yang hidup setelah era 90 an nyaris tidak mengetahui sejarah G30S/PKI.

Kedepan, kata dia, perlu disampaikan materi sejarah pemberontakan G30S/PKI kepada generasi muda dan pelajar sejak dini.

Sementara itu, Komandan Kodim 0308/Pariaman Letkol ARH Hermawansyah, mengatakan pihaknya siap membagikan file film sejarah G30S PKI kepada masyarakat dan ormas yang ingin memutar kembali film tersebut. Sejauh ini, kata dia, sudah banyak elemen masyarakat, ormas dan tokoh masyakat yang mengingingkan film sejarah tersebut diputar di tempatnya masing-masing.

“Saat ini banyak tuntutan masyarakat agar film sejarah G30S/PKI untuk diputar kembali. Kita akan fasilitasi dengan membagikan file film tersebut,” ujarnya.

Menurut Hermawansyah, film yang akan dibagikan aslinya memiliki durasi hingga lebih dari dua jam. Namun telah diedit dan dipersingkat sehingga berdurasi 1 jam 20 menit. Ada beberapa adegan, khususnya adegan penyiksaaan pahlawan revolusi oleh pemberontak PKI yang kita hapus, karena ada anak-anak juga yang akan menonton. "Namun tidak menghilangkan sejarah pemberontakan yang dilakukan oleh PKI," sebutnya.

Meskipun PKI secara organisasi telah bubar dan terlarang, namun gerakan untuk menghidupkan paham komunis yang dicetuskan oleh Karl Mark, di Indonesia mesti diwaspadai. Di wilayah toritorial Kodim 0308/Pariaman hingga saat ini, kata dia belum ditemukan indikasi adanya aktivitas masyarakat yang mengarah pada gerakan komunis atau paham PKI.

“Jika mereka bergerak terang-terangan, kita juga akan lawan secara terang-terangan juga,” tegasnya. (Nanda)
Kementerian Kominfo RI: Humas dan Dinas Kominfo di Daerah Mesti Digabung
Kasubdit Teknologi dan Infrastruktur e-Goverment, Kementerian Komunikasi dan Informatika Bambang Dwi Anggono berfoto bersama kadis Kominfo Kota Pariaman Yalviendri
Jambi --- Kasubdit Teknologi dan Infrastruktur e-Goverment Kementerian Komunikasi dan Informatika Bambang Dwi Anggono, mengatakan bahwa masih banyak Pemda yang memisahkan Dinas Komunikasi dan Informatika dengan Bagian humas Sekretariat Daerah. Padahal menurut dia, Kominfo dan Humas satu rumpun.

"Jikalau ada dua OPD yang berbeda melaksanakan urusan yang sama, adalah suatu kesalahan," kata Bambang Dwi Anggono dalam acara bimbingan tekhnis tentang Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kominfo di Gubernuran Jambi, Rabu (20/9) lalu.

Ia mengatakan, telah terjadi suatu keanehan bagi daerah yang memisahkan Dinas Kominfo dengan Bidang Kehumasan. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 2016 Tentang Perangkat Daerah, pembentukan perangkat daerah melalui suatu proses asessment score variabel yang dipenuhi. penghitungan score Dinas Kominfo salah satunya menggunakan variabel indikator kehumasan.

"Setelah score terpenuhi menjadi dinas, Humasnya dipisah dari Dinas Kominfo, itu sudah kesalahan, perlu dievaluasi kembali," imbuhnya.

Di Kementerian Komunikasi dan Informatika sebut dia, kehumasan masuk dalam tupoksi Kementeriannya. Bila kepala daerah ingin kehumasan tetap berada dekatnya, cukup ruangan bidang kehumasan berada dekat kepala daerah dan kelembagaannya tetap berada pada Dinas Kominfo agar informasi daerah tetap satu pintu.

Terpisah, Kepala Dinas Kominfo Kota Pariaman Yalviendri, menjelaskan bahwa SOPD Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pariaman sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 2016 dan Peraturan Menteri Komunikasi dan informatika No 14 tahun 2016.

"Dinas Kominfo Kota Pariaman mencapai score di atas 600 dengan level sedang--tipe B. Namun untuk efisiensi diturunkan menjadi tipe C dengan dua bidang yaitu bidang Pengelolaan E-Goverment dan Bidang Informasi dan Komunikasi Publik atau Bidang Kehumasan," ujarnya.

Berdasarkan diskusi dengan Dinas Kominfo daerah lain, kata Yalviendri, masih ada yang memisahkan Bidang Kehumasan dengan Dinas Kominfo. "Padahal urusan sama yaitu urusan komunikasi dan informasi," pungkasnya. (ASKB)