26 July 2017

Jelang Pilkada, Mukhlis: Teliti Pilih Pemimpin, Jauhi Ujaran Kebencian

Marabau -- Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, menyebut Pemilihan Kepala Desa Serentak Kota Pariaman 2017 menjadi warming up atau pemanasan bagi masyarakat Kota Pariaman jelang pelaksanaan Pilkawako Pariaman 2018 mendatang.

Secara umum, menurutnya, pelaksanaan Pilkades serentak di 9 desa di kota Pariaman berjalan dengan lancar dan tanpa gejolak yang berarti.

"Gambaran apa yang terjadi pada Pilkades bulan lalu, adalah cerminan bagaimana kondisi politik pada Pilkada Pariaman mendatang," ujarnya usai menghadiri pelantikan Kepala Desa Marabau terpilih, Rabu (26/7/2017) siang.

Ia melihat perkembangan dan peningkatanan berdemokrasi masyarakat di desa setiap waktu. Meskipun sempat terbelah dalam beberapa kelompok pendukung calon kepala desa kala Pilkades, namun kembali bersatu usai pelaksanaan Pilkades digelar.

"Buktinya tidak ada masyarakat yang terbelah lagi usai pilkades, semuanya bersatu, mendukung yang terpilih," ulasnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga berpesan agar masyarakat kota Pariaman cerdas dalam menentukan pilihan politik dalam memilih calon walikota dan wakil walikota 2018 mendatang.

"Harus betul-betul teliti, jika tidak tepat tentulah pembangunan dan kemajuan kota Pariaman taruhannya," ulas dia.

Mukhlis juga mengimbau agar masyarakat menjauhkan diri dari praktik ujaran kebencian dan kampanye hitam pada Pilkada yang tahapannya dimulai awal September 2017 mendatang itu.

"Berpolitiklah yang baik, jangan ada melakukan pembusukan terhadap calon lain,'' pungkasnya.

Pilkada Walikota dan Wakil Walikota Pariaman direncanakan akan dimulai tahapan awalnya pada Septermber 2017. Tahapan awal meliputi pembentukan panitia adhock Pilkada.

Dalam waktu dekat, rencananya KPU Kota Pariaman dan Pemko Pariaman akan menandatangi NPHD anggaran Pilkada Pariaman. Sebelumnya, dalam rapat antara kedua instansi tersebut disetujui anggaran penyelenggaraan Pilkada Pariaman sebesar Rp11.4 miliar. (Nanda)
DPRD Kota Pariaman Sahkan 3 Ranperda

Manggung -- Dewan Paerwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pariaman sahkan 3 (tiga) dari 9 (sembilan) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kota Pariaman tahun 2017 usulan pemerintah daerah, dalam rapat paripurna, Rabu (26/7/2017) di Gedung DPRD Kota Pariaman, Manggung, Pariaman Utara.

Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Mardison Mahyuddin didampingi Wakil Ketua Syafinal Akbar dan dihadiri Walikota Pariaman Mukhlis Rahman.

Ketua DPRD Mardison Mahyuddin mengatakan ketiga ranperda tersebut yaitu Ranperda tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD, Ranperda tentang Perubahan Perda Nomor 1 tahun 2015 Tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga, dan Ranperda Tentang Pelayanan Kesehatan.

“Ketiganya disetujui setelah masing-masing fraksi memberikan pendapat akhir terhadap masing-masing ranperda. Lima fraksi yang ada seluruhnya menyetujui ketiga ranperda tersebut ditetapkan menjadi Peraturan Daerah Kota Pariaman tahun 2017,” ujar Mardison.

Sedangkan sisanya enam Ranperda, sambung Mardison, masih dalam pembahasan dan pendalaman di tingkat Pansus dengan tim asistensi Ranperda Pemerintah Daerah dan Organisasi Perangkat Daerah terkait.

Ia menyampaikan bahwa pihaknya di DPRD akan bekerja dengan maksimal menuntaskan segala agenda secepat dan secermat mungkin.

"DPRD bekerja cepat dan cermat dalam rangka melayani masyarakat. Perda yang kita sahkan semuanya demi kepentingan masyarakat kota Pariaman," tandasnya. (Doni)

25 July 2017

Agar Murid Betah, Genius Imbau Guru Ciptakan Suasana Nyaman di Sekolah

Rawang -- Kwarcab 16 Gerakan Pramuka Kota Pariaman gelar Kursus Mahir Dasar (KMD) selama 6 hari, dari tanggal 24 hingga 30 Juli 2017, di BP Paud dan Dikmas Sumbar, Rawang, Selasa (25/7/2017).

Pelatihan itu bertujuan untuk membangkitkan semangat 'valounter' atau jiwa relawan seorang pramuka, baik bagi sekolah dan lingkungannya, maupun mengabdi untuk daerahnya.

Kemahiran dasar yang diikuti peserta meliputi pelatihan karakter pengembangan diri, teori kepramukaan dan praktek lapangan.

Ketua Kwarcab 16 Pramuka Kota Pariaman, Genius Umar, mengatakan semangat relawan pramuka mesti diperkuat. Baik melalui kegiatan ekstrakulikuler di sekolah, perkemahan, jelajah alam dan keterampilan.

"Sehingga anak-anak didik akan merasa enjoy dan senang dengan kegiatan pramuka," tuturnya.

Melalui KMD bagi para pembina kamabigus itu diharapkan setiap sekolah minimal mempunyai 1 orang guru yang paham dan mengerti tentang pramuka. Sehingga ilmu yang didapatkan mampu dibagikan kepada para pelajar.

Masih kata Genius, ke depan pihaknya akan buat perlombaan untuk sekolah tergiat melaksanakan ekstrakurikuler pramuka yang akan mendapat reward khusus dari pemerintah.

Ia juga mengimbau agar para guru dan kepala sekolah yang menjadi pembina dan kamabigus, agar membuat suasana menyenangkan di lingkungan sekolah.

"Sehingga siswa-siswi akan merasa senang, gembira dan nyaman yang membuat mereka akan merasa kerasan berlama lama di sekolah," tutupnya.

Juned/OLP
USIM Selangor Malaysia Puji Wisata Pariaman

Pariaman -- Sebanyak 18 mahasiswa dan 1 dosen dari Universitas Sains Islam Malaysia (USIM) Selangor, Malaysia, ikuti seminar pendidikan internasional yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pariaman di Aula STIT SB Pariaman, Selasa (25/7/2017).

Wakil Walikota Pariaman Genius Umar menyambut baik kedatangan USIM dalam seminar yang akan menghasilkan calon cendikiawan muslim tersebut. Selain berbagi informasi kata Genius, Pariaman akan diuntungkan, karena saat ini sedang giat-giatnya mempromosikan pariwisata.

"Kita berharap berlanjut ke hubungan yang dinamis antara USIM dan kota Pariaman. Kita bisa berbagi informasi pendidikan, budaya dan pariwisata," ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini Pariaman tengah berbenah diri menuju destinasi wisata terkemuka, baik di tingkat regional dan nasional maupun internasional.

Sejumlah destinasi memikat di Pariaman saat ini selain Pantai Gandoriah dan Pulau Angsoduo, juga terdapat konservasi penyu, floating wisata Talao Pauah, Pantai Kata, Cermin dan Taman Anas Malik, serta berbagai destinasi lainnya yang sedang dipersiapkan pembangunannya.

Para peserta lokal dalam seminar itu, sambung Genius agar melakukan kunjungan balasan ke negeri Jiran tersebut. Mahasiswa diharapkan mampu melanjutkan sekolah hingga ke luar negeri dengan mempersiapkan diri sedari kini.

Sementara itu dosen USIM, Siti Roihana mengatakan pihaknya selama di Pariaman akan mengunjungi pelbagai destinasi yang ada di Pariaman. Pariaman menurut dia adalah kota yang menyenangkan dengan keindahan alam memikat.

Selain berwisata, sambung dia, pihaknya juga menggelar aktifitas sosial dengan memberikan bantuan ke Panti Asuhan Aisyiyah di Kuraitaji dan melanjutkan agenda lain di berbagai daerah di Sumatera Barat.

Ia menambahkan, rombongan yang ia pimpin adalah rombongan pertama yang datang ke Pariaman. "Nanti akan ada lagi kunjungan kedua yang berjumlah sebanyak 24 mahasiswa dan 1 orang dosen USIM, untuk melakukan kegiatan yang sama," tutup dosen cantik dari USIM Selangor ini.

Juned/OLP
Mukhlis Imbau Desa Berlakukan Hukum Dibuang Sepanjang Adat
 



Kampung Tangah -- Kepala Desa Kampung Tangah, Pariaman Timur, Fahmi Rasyid resmi menjabat setelah dilakukan pengambilan sumpah dan pelantikan oleh Camat Pariaman Timur, Selasa (25/7/2017).

Fahmi Rasyid merupakan kepala desa Kampung Tangah terpilih dalam Pilkades serentak tahap I pada Juni 2017 silam.

Dalam pelantikan tersebut hadir sejumlah pimpinan dan anggota DPRD Kota Pariaman, seperti Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin, Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman Syafinal Akbar, Anggota DPRD Kota Pariaman, Riza Saputra, Fadli dan Fitri Nora.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman dalam sambutan dalam acara pelantikan itu meminta seluruh masyarakat kembali bersatu usai Pilkades yang saat itu terbagi 4 kelompok pendukung calon. Ia meminta masyarakat sepenuhnya mendukung kades terpilih untuk melanjutkan pembangunan.

Sebagai wujud komitmen bersatu usai Pilkades, kata dia, kepala desa terpilih harus melibatkan seluruh unsur yang ada di desa dalam menyusun program pembangunan desa kedepannya.

"Rangkul seluruh pihak dan kelompok yang dulunya terbelah pada pilkades, begitu juga kelompok lainnya harus mendukung kades terpilih," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan agar kepala desa yang baru dapat menjalankan pembangunan dan pengelolaan keuangan desa secara transparan.

"Dalam penyusunan pembangunan dan penggunaan anggaran APBDes, dengan transpransi dan pelibatan masyarakat dalam pembangunan, maka kepercayaan itu akan terbangun," ulasnya.

Menurut Mukhlis, kontrol dan pengawasan masyarakat terhadap pemerintah desa perlu dilakukan agar pemerintah dalam melakukan pembangunan tetap 'on the track'.

"Jika ada penyimpangan kecil yang bisa diberikan masukan dan diperbaiki, sebaiknya dilakukan langkah seperti itu terlebih dahulu, jangan terlalu cepat mengambil langkah hukum, tugas masyarakat mengawasi jalannya pemerintahan, tapi sebaiknya dengan tahapan-tahapan juga," kata dia.

Kepada kepala desa yang baru ia mengatakan agar pembangunan yang dilakukan tidak hanya menyentuh aspek fisik saja, namun juga pembangunan mental manusianya. Penyelesaian masalah penyakit masyarakat, menurut walikota dua periode ini, harus jadi program utama pemerintah desa.

"Bahaya penyakit masyarakat seperti judi, narkoba, pergaulan bebas harus diberantas oleh semua pihak, termasuk pemerintahan desa," sambungnya.

Ia juga mangajak kepala desa bersama seluruh elemen desa kembali membuat aturan penerapan nilai lokal setempat. Seperti penerapan hukum dibuang sepanjang adat bagi pelanggaran dan menghidupkan kesenian tradisional di masing-masing desa.

Sementara itu, kepala desa Kampung Tangah, Fahmi Rasyid, berkomitmen menjalankan pemerintahan desa secara transparan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat.

"Penyusunan program sesuai dengan kebutuhan masyarakat kita, nanti akan diselaraskan dengan program pemko Pariaman," ujarnya singkat.

Nanda

24 July 2017

Mukhlis Ingatkan Kepala Desa Jangan Kilaf Kelola Dana Miliaran


Rambai -- Walikota Pariaman Mukhlis Rahman instruksikan kepala desa untuk meningkatkan transparansi penggunaan anggaran dana desa dan pembangunan desa kepada masyarakat. Transpransi penggunaan dana desa dan rencana pembangunan, kata dia menjadi indikator dari pengelolaan pemerintahan yang baik termasuk di tingkat pemerintahan desa.

"Pemerintah desa harus transparan kepada masyarakat dalam proses pengelolaan keuangan desa dan rencana pembangunan, jangan ada yang ditutup-tutupi," ujarnya saat menghadiri pelantikan kepala desa Rambai, Senin (24/7/2017) sore.

Selain itu, sebut dia, besarnya dana desa yang dikelola oleh masing-masing desa di Kota Pariaman yang mencapai Rp1,5 miliar, mesti digunakan dan dikelola dengan bijak.

Besarnya dana desa yang dikelola oleh pemerintah desa di beberapa daerah banyak membuat pejabat desanya kilaf, hingga melakukan tindakan korupsi seperti yang terjadi di daerah Lampung Selatan, Provinsi Lampung beberapa waktu yang lalu.

Mengecegah hal itu dan menata sistim keuangan desa, Pemko Pariaman telah  menerapkan sistim keuangan desa yang terkomputerisasi dengan keuangan daerah Kota Pariaman.

"Dana desa tahunan yang dikelola sangat besar, jangan sampai ada yang salah menggunakan hingga berujung pada tindakan pidana. Pemko Pariaman sudah menyediakan sistem keuangan di seluruh desa, agar keuangan desa dikelola dengan baik," ulasnya.

Ia berpesan, kepala desa terpilih harus menyusun Rencana Pembangunan Desa selama 3 tahun kedepan dalam kurun waktu paling lambat 3 bulan terhitung sejak dilantikan. Penyusunan Rencana Pembangunan Desa harus dilakukan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat.

Selain itu, kata Mukhlis, Rencana Pembangunan Desa harus dilanjutkan dengan menyusun Rencana Kerja Pembangunan Tahunan Desa (RKPDes) sebagai penjabaran dari Rencana Pembangunan Desa yang diselaraskan dengan rencana dan program pembangunan yang dirumuskan oleh Pemko Pariaman.

"Penyusunan rencana kerja harus mampu menjawab permasalahan di tengah masyarakat. Tidak hanya pembangunan fisik, namun penyelesaian permasalahan sosial seperti kemiskinan, kenakalan remaja dan pekat. Artinya rencana pembangunan adalah sesuai dengan kebutuhan masyarakat," beber Mukhlis.

Paska pelaksanaan Pilkades Desa Rambai, Mukhlis berharap agar seluruh masyarakat desa Rambai yang terbagi dalam tiga kelompok pendukung, bersatu mendukung kepala desa terpilih menjalankan program pemerintah desa selama 6 tahun ke depan.

"Mengingatkan masyarakat dan tokoh masyarakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan dan pendekatan persuasif menghindari perpecahan," ujarnya.

Kepala Desa Rambai terpilih, Arif Fuadi berkomitmen akan langsung bekerja usai resmi menjabat sebagai kepala desa. Penyusunan rencana pembangunan desa akan digelar secepatnya dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat di desa Rambai.    

"Kita akan segera jalankan pemerintahan, langkah awal adalah penyusunan rencana pembangunan desa dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat," ujar dia singkat.

Pelantikan Kepala Desa Rambai didasari Keputusan Walikota Pariaman Nomor 342/412/2017 tanggal 19 Juni 2017 tentang pemberhentian Adi Nugraha sebagai pejabat Kepala Desa Rambai dan pengangkatan Arif Fuadi sebagai Kepala Desa Rambai. Pergantian Kepala Desa Rambai dikarenakan Kepala Desa yang lama, Yohanes meninggal dunia.

Nanda