Headlines News :

Berita Terpopuler

Pages Pariaman News

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan posting dengan label pariaman. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label pariaman. Tampilkan semua posting

Minggu (22/6) Koalisi Bersatu Jokowi-JK Pariaman Gelar Gerak Jalan Santai Bertabur Hadiah

Written By oyong liza on Kamis, 19 Juni 2014 | 10.40

Hasno Welly dan Dewi Fitri Deswati terima pendaftar gerak jalan sehat




Gabungan koalisi parpol dan relawan pemenangan Jokowi-JK Kota Pariaman akan menggelar lomba jalan santai dan donor darah pada hari Minggu, 22/6/2014 yang Start dan Finishnya di bekas terminal Kampung Pondok Pariaman.

Menurut ketua pelaksana acara Hasno Welly (19/6), acara pada hari minggu tersebut untuk mensosialisasikan program kerakyatan Jokowi-JK kepada masyarakat Pariaman, ditambah sekaligus launching Koalisi tim pemenangan dan relawan Jokowi-JK di Pariaman.

"Start dan Finishnya di bekas terminal Kampung Pondok pada hari minggu jam 08.00 WIB dengan estimasi peserta 4000 an. Pendaftaran mulai dibuka hari ini untuk umum," ucap Anggota DPRD Kota Pariaman terpilih dari PDIP ini.

Menurut Wel, sapaannya, pendaftaran dibuka disemua kecamatan yang ada di Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman di masing-masing kantor cabang Partai Koalisi pengusung Jokowi-JK, yaitu PDIP, NasDem, PKB, Hanura dan PKPI serta posko-posko relawan.

"Hari ini serentak (pendaftaran). Masing-masing peserta akan mendapatkan kupon yang nantinya akan diundi. Total hadiah uang tunai sebesar Rp.5 Juta, kemudian ditambah dengan doorprice, seperti mesin cuci, kulkas, tv, kipas angin, pemasak nasi elektronik, dan banyak lagi hadiah menarik lainnya," imbuhnya.

Dalam pantauan kami, di kantor DPD Nasdem Kota Pariaman, warga sudah berbondong-bondong datang untuk mendaftar. Menurut salah seorang warga yang sempat kami wawancarai saat mendaftar, keikutsertaannya selain berharap dapat hadiah sekaligus bentuk simpati dan dukungannya kepada pasangan Jokowi-JK.

"Saya pilih Jokowi-JK sebagai Presiden dan Wakil Presiden. Mereka pemimpin merakyat yang sudah teruji," ucapnya.

Pendaftaran akan dibuka hingga hari minggu sebelum start dimulai. Ketua Partai Nasdem Kota Pariaman Dewi Fitri Deswati menerima langsung peserta yang mendaftar pada hari ini di kantor DPD Partai Nasdem Kota Pariaman.

"Masing-masing peserta diberikan kaos Jokowi-JK pada hari minggu. Bang Iwan Piliang putra Pariaman asli kirimkan 1000 kaos dari Jakarta untuk mendukung acara ini," kata Dewi.

Sementara itu, Ketua relawan pemenangan Jokowi-JK Tuah Sakato Sumatera Barat Marzul Very, menyambut baik acara ini.

"Salam dua jari!," tulis Marzul Very lewat akun twitter pribadinya.

Oyong Liza Piliang

Keluh Pedagang Pakaian Dan Senyum Penjual Aneka Pabukoan

Written By oyong liza on Jumat, 26 Juli 2013 | 18.53


                         Pasar Pabukoan Balai Kuraitaji


Seorang Pedagang Pakaian di Komplek Pertokoan Pariaman, lantai dasar, mengeluhkan Omset Penjualan jelang Lebaran kali ini.

"Luar Biasa merosotnya omset penjualan kami jelang Lebaran kali ini." Ujar Wanita usia awal 40 an ini ketika ditanya.

"Mungkin ada pengaruh besar akibat berpindahan kantor Bupati, atau memang Ekonomi Kota Pariaman sedang lesu." Ujarnya mencoba mereka-reka.

Hal senada juga dikatakan oleh pedagang Tas dan Sepatu yang berjualan di Komplek Pertokoan Plaza Pariaman.

"Sangat Jauh sekali bedanya dengan Ramadhan Tahun lalu. Sudah sepenggal puasa, jual beli kami belum ada lonjakan. Masih biasa-biasa saja, beda betul dengan jelang Lebaran tahun lalu." Imbuh Pria setengah baya yang di Tokonya tersebut juga menjual Dompet dan Ikat Pinggang ini dengan raut muka mengeluh.

Keluhan semacam demikian sangat lazim kita dengar dari Para Pedagang yang berjualan di Pasar Pariaman. Itu adalah Fakta tak terbantahkan sejak kami Telusuri dalam seminggu ini.

Namun tidak demikian dengan Penjual manca-ragam Penganan dan Makanan Untuk Buka Puasa. Dari pengamatan kami bersama Tim, sebagian besar Pedagang Pasar Pabukoan, baik Pasar Pariaman, maupun Balai Kuraitaji, mengaku cukup puas dengan pemasukan dari hasil transaksi jual-beli mereka.

"Lumayan dan Alhamdulillah, Dagangan kami laris." Ujar Pria Penjual aneka ragam Gulai dan Sambal, yang berjualan di Pasar Pabukoan Balai Kuraitaji.

Pria berpostur sedang tersebut, juga menambahkan bahwa sekarang masyarakat lebih senang membeli sambal yang sudah di masak, ketimbang dimasak sendiri di rumah.

"Masyarakat sekarang lebih suka membeli masakan sudah, ketimbang memasak di rumah sendiri. Biaya masak sendiri jauh lebih mahal jika yang dimasak bermacam ragam, belum lagi karena faktor kesibukan." Tandasnya yang di amini oleh penjual aneka Es buat Buka Puasa disampingnya.

Tidak beda dengan Balai Kuraitaji, Pedagang yang menggelar lapak di Pasar Pabukoan Kota Pariaman juga mengaku cukup puas dengan Omset Dagangan mereka.

"Paling Omset sedikit menurun jika hari hujan. Jika hari cerah, Insya Allah dagangan kami Habis." Ujar Penjual Es Teller, yang mengaku hingga hari ini selalu berpuasa meskipun terkadang lupa makan sahur kepada kami.

Catatan Oyong Liza Piliang

Inilah Jawaban Jose Rizal Tentang Keseriusannya Maju Dengan IJP Pada Pilkada Kota Pariaman

Written By oyong liza on Rabu, 27 Maret 2013 | 23.14





Banyak yang bertanya-tanya kepada kami siapakah Joserizal yang akan jadi Pasangan Indra J Piliang. Ada yang bertanya langsung pada kami, di Facebook bahkan via medium lainnya semacam email dan Twitter yang Ontime kami pantau tiap harinya.

Joserizal sekarang menjabat sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pariaman. Pria kelahiran April 1977 ini pada tahun 2009 pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Humas Pemko Pariaman dan Penulis sendiri sering berintegrasi kala itu dengannya di Posko Induk Tanggap darurat Gempa Kota Pariaman medio 2009 tersebut.

Berikut adalah hasil wawancara Penulis dengan Jose Rizal disebuah Palanta kedai Kopi di Kota Pariaman ini.

Banyak yang terkejut dan bertanya-tanya kepada kami tentang siapa anda dan seriuskah anda maju sebagai Calon Wakil Walikota Pariaman melalui Jalur Independent bersama IJP ?

" Jika banyak yang tak mengenal saya, itu betul. hal tersebut demikian adanya . namun hal itu saya rasa relatif, sebab Popularitas berbanding lurus dengan Intensitas. artinya begini.. dengan seriusnya saya maju sebagai salah satu Calon Wakil Walikota, tentu pada akhirnya tingkat pengenalan Publik juga meningkat, hal itu bisa dengan Sosialisasi Intensif ke masyarakat, juga bisa lewat Media."

" Benar, kami telah memantapkan diri maju lewat jalur Independent . Bukti keseriusan tentu dengan aksi nyata. Alhamdulillah saya juga sudah membentuk Tim tersendiri. Kerabat, Kolega dan Para Relawan sudah turun langsung untuk mengumpulkan KTP, bahkan saya sendiri, jika sudah diluar Jam Dinas."

Kami mendapat Kabar bahwa anda sudah mempersiapkan diri mundur dari Jabatan Kasat Pol PP ?

" Betul, itu adalah Etika. surat pengunduran diri sudah saya serahkan kepada Sekda hari ini ( Rabu 27-3-2013 ), dan keputusannya tentu ditangan Pak Wali . ini saya lakukan agar lebih Fokus dalam pencalonan ini walaupun sebenarnya dalam UU KPU Calon tidak boleh menjabat setelah ditetapkan KPU. "

Apa alasan anda Maju sebagai Calon Wakil Walikota dan apa Visi Misi Anda ?

" Pertama-tama saya alasan saya maju tentu didasari oleh sebuah Idealisme sebagai Putra daerah asli Pariaman, saya juga terinspirasi dengan Sosok Amran Nur ketika saya dinas di Sawahlunto,  Ia mengubah Kota tertinggal menjadi Kota Maju dalam berbagai Aspek, sebagai mantan anak buah Beliau saya melihat langsung gebrakan beliau ketika memimpin.. dia adalah Inspirasi saya. Kedua saya melihat Sosok IJP Sebagai Tokoh Intelektual Muda Idealis yang punya Visi Misi tepat untuk Kota Pariaman kekinian. Ia memiliki Integritas dan itu sangat diperlukan untuk Jadi Top Leader."

" Menyangkut Visi Misi pada garis besarnya kami melihat fakta Ril Kota Pariaman. garis besarnya kami sudah Punya dan tentu akan kami jabarkan dengan se Rasional mungkin kepada masyarakat. Intinya saya melihat IJP punya solusi Konkrit untuk Kota Pariaman kedepan."

Anda sering disebut Pamong Muda kaya pengalaman, apa Basic Pendidikan Anda ?

" Saya Lulusan STPDN, disebut kaya pengalaman, itu terlalu berlebihan, hehehe.. lalu mengambil S2 Otoda ( Otonomi Daerah ) di Universitas Indonesia . saya juga suka menulis dan dalam waktu dekat Novel saya akan terbit, ini disein Covernya ( Jose memperlihatkan pada kami foto disein sampul Novel tersebut ). "

Demikianlah wawancara singkat kami dengan Jose Rizal yang kemunculannya di Bursa Cako-Cawako Pariaman sangat menghebohkan dalam seminggu terakhir ini.

catatan Oyong Liza Piliang

Helmi Darlis - Efendi Jamal Akhirnya Resmi Di Usung PKS

Written By oyong liza on Minggu, 24 Maret 2013 | 11.52


                                 Drs.Efendi Jamal.MM

Ferry Nugrah,SH, Kontributor Pariamantoday.com yang juga Pemimpin Umum Koran Infestigasi News, barusan mengatakan bahwa PKS Telah Resmi mengusung Pasangan Helmi Darlis sebagai Calon Walikota Pariaman periode 2013-2018 berpasangan dengan Efendi Jamal sebagai Calon Wakil Walikota, " PKS Telah menetapkan Efendi Jamal sebagai Calon Wakil Walikota mendampingi Helmi Darlis, dari Informasi yang saya himpun, ini sudah Final keputusan PKS." Jabar Ferry barusan kepada kami di Palanta samping BPD.

Menanggapi Informasi tersebut kami langsung menghubungi Helmi Darlis Via Ponselnya, HD membenarkan dan memberikan verifikasi terkait Informasi yang kami dapatkan, " Benar, ini sudah bisa dikatakan 100% final, saya dan Efendi Jamal telah diputuskan oleh PKS Sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota, kita hanya menunggu SK Saja. namun ini sudah final keputusan dari Partai PKS." tutur HD Menegaskan.

Sementara itu Efendi Jamal ketika kami hubungi senada mengatakan hal tersebut memang benar, " Betul, Insya Allah saya akan mendampingi Helmi Darlis sebagai Calon Wakil Walikota dari Partai PKS ." ujar EJ Membuka percakapan.

" Kita akan mulai persiapkan media Kampanye seperti Baliho Kami berdua, untuk itu saya mohon doa dan dukungan dari masyarakat ." Jelas EJ yang sudah masuk ke ranah Tekhnis Sosialisasi.

Mengenai Partai Koalisi untuk mencukupi kekurangan satu Kursi PKS untuk mengusung Sepasang Calon, jauh hari Efendi Jamal sudah mengatakan kepada kami, " Partai Koalisi akan diumumkan saat deklarasi saja jika saya jadi berpasangan dengan Helmi Darlis." Ungkap EJ beberapa hari yang lalu kepada kami.

Sementara itu Mardison Mahyuddin yang sebelumnya akan berpasangan dengan Helmi Darlis melalui Koalisi Golkar-PKS , ketika kami hubungi, ponselnya dalam keadaan tidak aktif.

Menurut A Latif, Tokoh masyarakat yang juga kader Partai Golkar yang tau Informasi PKS Mengusung Helmi Darlis - Efendi Jamal, menanggapi serius, " Jika hal tersebut keputusan Resmi PKS, Kami ( Golkar ) tentu sangat menghormati. mengenai siapa pasangan yang akan diusung Partai Golkar, sesuai mandat yang diterima Mardison, tentu Ia yang akan menentukan. Jika ia maju sebagai Calon Walikota maka Wakil yang dicari, begitu juga sebaliknya." Ujar Latif tersenyum.

catatan Oyong Liza Piliang

Dibalik Niat Calon Walikota Pariaman

Written By oyong liza on Jumat, 15 Maret 2013 | 13.13


Hidup adalah sebuah perjuangan dan Hidup musti berguna , itu kalimat yang acap kita dengar dari Orang Bijak . Jika kalimat itu kita cerna dengan Baik alangkah banyaknya Anasir yang kita dapatkan dari dua baris kalimat tersebut. semisal kita hendak Jadi Walikota berguna, camat berguna, lurah berguna, Kades berguna bagi masyarakat desanya dan jadi Kepala Rumah tangga yang berguna. untuk jadi berguna perlu sebuah perjuangan dan biasanya perjuangan selalu di iringi dengan berbagai cobaan dan pengorbanan.

Saya masih selalu ingat akan kisah Abe Lincoln, Presiden Amerika ke-16 yang membebaskan perbudakan di Amerika, dia berjuang dan mengorbankan nyawanya untuk tujuan mulia tersebut. 


Disini Juga ada Alm Kol Anas Malik, mantan Bupati legendaris di Pariaman ini. dia meninggalkan banyak sekali teladan serta dampak positif bagi masyarakat Pariaman sebagaimana yang pernah saya tulis sebelumnya. Semua itu karena niat beliau memimpin Pariaman dilandasi ketulusan murni untuk membangun sebuah peradaban serta mengenyampingkan Godaan materi yang tiap hari berhasil beliau lalui. dia Kokoh pada Iman dan keyakinan Mulia yang tertanam dalam dirinya. kini kita perlu sosok pemimpin ber-Integritas tinggi semacam Beliau, karena persoalan Pariaman kekinian tak terlepas dari diri Pemimpinya terlebih dahulu yang diragukan Integritas dan dedikasinya.

Kini jelang Pilkada Kota Pariaman. kita disuguhkan Calon pemimpin yang musti kita sendiri yang memilihnya. alangkah Naifnya jika kita pula yang menyesalinya dikelak hari nanti. untuk itu marilah kita sedikit lebih Peka dan Interes pada Nilai-nilai Kebaikan Budi dari para Calon yang tergambar dari Sikap dan tingkah lakunya sebagaimana pepatah Yang Lahir menunjukan Batin.

Kita belajar dan musti hilangkan kebutuhan sesaat semisal dikasih uang untuk memilih Calon tertentu pada hari pencoblosan padahal niat dihati sudah ada yang hendak kita pilih sesuai arahan Hati Nurani kita.

Kesalahan dalam memilih pemimpin lebih berbahaya daripada salah Obat. salah Obat hanya pada yang meminum merasakan dampak Negatifnya, sedangkan salah Pilih Pemimpin banyak Orang yang kena Imbasnya. kebijakan Tidak memihak rakyat kecil, KKN, Salah satu contoh biang Penyakit Peradaban sesungguhnya.

Jelang Pilkada ini marilah kita minum Obat yang benar untuk penyakit Pariaman ke kinian, Jika salah Obat maka kita semua akan bernasib sama menanggungkannya.

catatan Oyong Liza Piliang

Tim Sukses Cacat Moral

Written By oyong liza on Selasa, 12 Maret 2013 | 12.26


Ranah Sosial Politik Pariaman berbeda langgam dengan Kota-kota lain di Sumatera Barat ini bersebab karakter masyarakat yang unik ,. Individual dalam menentukan sikap Politik saya temukan sendiri pada kakak kandung saya sendiri. ketika itu Pemilu legislatif, kakak perempuan saya memilih Calon yang saya arahkan sedang suaminya ( Ipar ) memilih calon lain. itu dalam satu keluarga dan saya sendiri yang mengalaminya.

Namun dalam pemilihan Walikota tentu ada pergeseran egosentris dalam menyatukan hak Poltiknya mengingat kepentingan yang lebih besar.

Pada Pilkada lalu seorang sahabat mengakui, dalam 7 orang beradik kakak, terjadi Tiga faksi dalam mendukung Calon berbeda. ini fenomena yang mungkin akan susah ditemukan di Kota lain di Nusantara ini. Sikap Politik alam Demokrasi sangat tinggi Toleransi di Ranah Piaman ini sebagaimana kearifan Lokalnya yang dikenal Egaliter.

Saya berani memastikan sistem Feodal tidak ditemukan di Pariaman ini Ihwal Pilihan Politik. tak ada Garis Komando pilihan yang bisa mengarahkan pada satu Figur kecuali figur tersebut disenangi dalam sebuah Komunitas atau Kaum dan itupun biasanya di MUSYAWARAHKAN secara kecil-kecilan. tidak ada main perintah.

Keunikan ini sebenarnya adalah aset Budaya lokal kita sebagai masyarakat berkarakter kuat dan tak gampang di Intervensi. hal itu membuat para Calon yang bermain di Ranah Politik musti orang yang langgamnya serasi dengan Alam Pariaman. masyarakat tak peduli siapa anda, berapa kaya anda jika sentuhan anda me maloyorkan kalang mereka. Indikator inilah yang musti dipahami oleh Politisi Lokal untuk bermain di arena Politik Pariaman. ngeri-ngeri sedap bak kata Sutan Batugana.

Politisi yang Piawai dan paham betul dengan Karakter rang Piaman tentu akan sedikit longgar ruang geraknya, tentu akan merumuskan strategi jitu dalam tema kampanye nya dan musti licin membelut menyiasati para Politisi Batu akiak yang mengaku bermasa banyak, namun jika ditilik hasilnya dikalikan Nol.

Jelang Pilkada ini banyak pemain musiman ingin jadi Tim Sukses. mereka umumnya merepat dan merangsek kalau dapat jadi Ring 1 si Calon. mereka benar-benar ingin Sukses dalam artian yang Ril untuk diri mereka sendiri dengan memanfaatkan Fasilitas yang diberikan si Calon. dulu konon pernah ditemukan mobil Tim Sukses Indehoi digarasi Hotel , mobil lengkap dengan stembel gambar Reklame si Calon tersebut ternyata orangnya bermesraan disebuah kamar Hotel dengan wanita yang bukan muhrimnya. berita tersebut cepat beredar dari mulut kemulut sehingga si Oknum Timses tersebut dicoret dan dikeluarkan dari Tim.

Memilih Tim Sukses musti dilihat Track Record orangnya. jangan sampai kita memilih orang yang cacat Sosial--moral dimata masyarakat semacam mantan Orang Maling yang sama-sama kita tau masyarakat Piaman sangat anti dengan kosa-kata tersebut dan merupakan Aib besar sepanjang hayat.

Catatan Oyong Liza Piliang

IMAN = IJP-MArdisoN Calon Golkar ?

Written By oyong liza on Sabtu, 02 Maret 2013 | 21.56


Menurut Marwan Danil, mantan Anggota DPRD Kota Pariaman dari Golkar , Indra J Piliang cocok dipasangkan dengan Mardison Mahyuddin dari Partai Golkar, " Saya kira pasangan yang paling tepat adalah IJP-Mardison, peluangnya sangat besar ." kata Marwan tanpa menjelaskan secara terperinci.

Isu IJP-MM Makin santer pasca beredarnya foto seorang anak muda memakai kaos berwarna kuning bergambar IJP-Mardison dengan singkatan IMAN di BBM (Blackberry Massenger ).

Sebelumnya sempat jadi topik hangat ihwal koalisi Golkar dengan PKS yang mengusung Helmi Darlis dengan Mardison dengan singkatan HELM.

IJP dengan tenang menanggapi Isu tersebut ketika dikonfirmasi," Saya berkeyakinan kuat bahwa Partai Golkar akan mengusung Calon Walikota bukan Wakil. jika isu tersebut dikatakan bahwa Mardison sebagai Wakil dan Helmi dari PKS sebagai Calon Walikota, kuat dugaan saya DPP Golkar tidak akan merestuinya,." kata IJP lewat ponselnya ketika kami hubungi barusan.

IJP dengan tegas mengatakan bahwa Partai Golkar Kota Pariaman berketetapan hati mengusung Calon Walikota dari Kadernya sendiri." Sebagaimana pada Pilkada lainnya di Indonesia, Partai Golkar selalu mengusung Kadernya jadi calon Kepala Daerah, kita bisa lihat Jabar, Dki, Sumut dll. dan Untuk Kota Pariaman hal tersebut juga . " imbuh IJP tenang menjabarkan.

Ketika ditanya siapa Calon yang akan diusung Partai Golkar untuk maju memperebutkan Kursi Pariaman 1, dengan diplomatis IJP Menjawab," Yang Musti dari Kader Internal untuk Calon Walikotanya, siapa dia, biarkan mekanisme yang Profesional itu berjalan. yang Pasti semua akan mengacu pada hasil survey yang dilakukan DPP kebawah ( Kota Pariaman )" tutup IJP.

Catatan Oyong Liza Piliang

Nilma Rawat Jalan Wajarkah Ditahan

Written By oyong liza on Selasa, 05 Februari 2013 | 10.37


Berdasarkan Surat perpanjangan penahanan No. B-219 /N.3.13/Fd.1/01/2013 terhadap Nilma Sari, Direktur AKPER Pemda Padang Pariaman selama 40 hari, membuat kondisi kesehatan Nilma yang sebelumnya dalam rawat jalan, kini semakin memprihatinkan, demikian ungkapan Keluarga dekat Nilma siang tadi kepada saya. ini mengingatkan saya akan kata Zulbahri,SH Kuasa Hukum Nilma, tempo hari, " Yulitaria, Kajari Pariaman, dengan Arogansi mengatakan , takan menangguhkan Penahanan terhadap Nilma, apakah bijak bila kita melihat Kondisi Kesehatan Nilma sekarang ? " ujar Zulbahri.

Sementara itu menurut David, suami Nilma," Hingga sekarang ini, Nilma belum pernah di BAP secara Materi sejak menyandang status tersangka tanggal 21 desember 2012 lalu." Ujar David disuatu tempat. 


David mengatakan bahwa Nilma musti berobat Jalan ke RSUP M Jamil seminggu sekali, dan penyakit yang terdiagnosa adalah Psikosomatik, yaitu gangguan pemikiran yang ber efek pada Fisik seperti Pingsan, kejang, mual dan hingga menyakiti diri sendiri

Sehingga dari rencana tingkat lanjut Dr.Hj.Arina.W.Mutni,Sp.PD.KPsi dari Rumah Sakit Siti Rahmah bahwa Nilma perlu pendekatan yang lebih baik untuk menghindari reaksi berlebihan akibat stress yang tak tertahankan, sebagaimana terlampir dalam Resume yang diberikan kepada saya.

David berharap pada pihak Kejari Pariaman agar dapat menyediakan Tabung Oksigen diruanagan Nilma  untuk pertolongan pertama jika sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena penyakitnya tersebut. menurut David, Nilma acap sesak nafas dikala malam hari, harapan David tersebut karena Lapas IIB Pariaman tidak menyediakan Tabung Oksigen.

Dari keterangan yang saya himpun, baik atas keterangan David dan melihat Surat Resume dari Rumah Sakit Siti Rahmah pada penyakit Nilma, sangat disayangkan jika pihak Kejari Pariaman tidak memberikan penangguhan penahanan, mengingat hal ini menyangkut Nyawa Manusia. 


Jika Hak Azazi Manusia terabaikan, saya rasa Hukum di Negeri ini tidak akan pernah memenuhi Rasa Keadilan itu sendiri.

catatan Oyong Liza Piliang

Zulbahri,SH : Nanti Akan Ketahuan Permaianan Dibalik Kasus Nilma Sari ( Kejari Perpanjang Penahanan Nilma 40 hari)

Written By oyong liza on Minggu, 03 Februari 2013 | 13.44


Kuasa Hukum Nilma Sari, Zulbahri,SH, Di Kantornya barusan berpendapat bahwa Ia sebagai Kuasa Hukum menghormati Kebijakan Penyidik Kejaksaan Negeri Pariaman memperpanjang Penahanan Kliennya selama 40 hari," Kita sebagai Kuasa Hukum menghormati kebijakan Penyidik Kejari memperpanjang penahanan klien kami selama 40 hari, karena Kejaksaan punya kewenangan untuk itu sebagaimana diatur KUHAP." Ujar Zulbahri tenang.

Mengenai Perpanjangan Penahanan Nilma ini tempo hari sedikit banyaknya membuat berbagai kalangan memberikan pendapat. salah seorang Narasumber yang minta namanya tidak disebutkan berujar," Dalam Kasus Nilma ini sebenarnya kuat unsur Politik didalamnya, Nilma hanya sebagai batu loncatan untuk menjerat Nama-nama beken di Pemerintahan Kabupaten Padang Pariaman terkait Kasus Korupsi di Akper Pemda Padang Pariaman." ujarnya sembari menerangkan sesuatu hal yang tidak untuk di Publikasikan. namun semua akan jelas jika Kasus ini nanti sampai ke Persidangan, tukuknya lagi.

Lanjut Zulbahri berujar, " Jika dalam masa perpanjangan penahanan selama 40 Hari kedepan kasus ini tidak dilimpahkan ke Pengadilan, maka Klien kami Wajib dibebaskan demi Hukum."

" Yang Kita ributkan selama ini bukan Penahanannya, namun Proses dari penahananya, Nilma itu dalam keadaan sakit, tapi tetap ditahan juga, Hingga kini Nilma masih berobat Jalan, hal itu dapat dibuktikan, Nilma rawat Jalan ke RS M Jamil , Padang, dan Pihak Lapas IIB Pariaman selalu Koordinasi dengan Kejari Pariaman untuk hal tersebut." Tukuk Zulbahri menjelaskan keadaan Nilma sekarang ini.

Sementara itu terkait Laporan Zulbahri atas tindakan Kejari Pariaman terhadap Kliennya yang dianggap mengabaikan Azas Kemanusiaan atau HAM, Zulbahri menanggapi serius," Hingga kini surat Kita pada Kejagung,Kejati dan Komnas HAM belum ditanggapi, atau Surat kita dianggap Sampah ? mustinya ini di Followup, diklarifikasi, diverifikasi secara Internal ditubuh Kejaksaan. mustinya hal itu disikapi, kita kan tidak mengada-ada ( Melaporkan Kejari Pariaman). faktanya cukup beserta lampirannya." Imbuh Zulbahri menerangkan.

Lanjut Zulbahri menerangjan, " Laporan kami itu sesuai data dan Fakta pendukung, bukan sekedar Surat Cinta. harusnya musti dijawab, surat cinta saja dijawab kok." ujar Zulbahri kesal.

" Meskipun Kajari ngomong Bahwa dia berketetapan hati tidak akan menangguhkan penahanan Nilma, saya juga Hormati, namun lewat dari masa Penahanan selama 20 hari tambah 40 hari tetap kasus ini tidak dilimpahkan, klien kami musti dibebaskan demi Hukum,nanti akan ketahuan ada apa sebenarnya Permainan dibalik ini." Tutup Zulbahri serius.

catatan Oyong Liza Piliang

Sosok : Denny Hanafi Dan Pecel Lele Joyo Makmur

Written By oyong liza on Kamis, 03 Januari 2013 | 22.20


Denny Hanafi (34th) Pimpinan Pondok Lesehan Joyo Makmur memang dikenal piawai meracik bumbu. Konsistensi setiap Menu Makananya hingga kini tetap terjaga. " Saya acap Pesan Pecel Lele disini, Ikannya besar, beda betul dengan tempat lain, selain harganya terjangkau Masakannya sangat Enak." Ujar Ferry Indria Nugrah ,SH, Pemimpin umum sekaligus Pimpred Koran Investigasi News Tempo hari. " Selain Pecel Lelenya Gurih, pelayanan mereka juga sangat Ramah." Imbuh Ferry.


Denny memulai usaha Pecel Lele pada tahun 2008 " Waktu itu saya buka Kaki Lima di Simpang Tabuik, Lalu pada tahun 2009 hingga sekarang buka di Simpang Empat Jati Kota Pariaman ini." Ujar Denny dengan Ramah. " Setiap pelanggan musti diberikan 3S ,Senyum,Sapa,Salam dalam setiap pelayanan kami. hal itu saya wantikan kepada tiap Karyawan di sini." Tukuk Denny yang juga seorang Guru SMU 1 Pariaman ini.





Denny memang dikenal Gigih dan Ulet dalam ber Wirausaha dan juga seorang Anak Muda Kreatif. dalam waktu dekat Denny akan membuka Pondok Lesehan Baru di Jalan BYPASS Jati,didepan Heler ( penggilingan Padi) Haji Gulo, 1km dari arah Simpang Apar Pariaman." Insya Allah bulan Maret akan dibuka, sekarang lagi dibangun diatas tanah seluas 700 meter Persegi Da.." Ujar Denny menerangkan.




Denny Berujar " Konsep Lesehan Ini bertema Alam, Selain Orang Makan juga dapat pemandangan Indah, bangunan ini menghadap Gunung." Imbuh Denny." Kami menyiapkan Lapangan Parkir Gratis Luas untuk Pengunjung, Lalu Musola, VIP Room ber AC kapasitas 20 orang, Toilet yang bersih dan Free WIFI." Ujar Denny bersemangat.




Pondok Lesehan Pecel Lele Denny sudah sangat terkenal di Pariaman ini. Pelanggannya juga terdiri dari semua Lapisan, Baik itu Warga Pariaman, pendatang,kalangan Pejabat semua dilayani Denny dengan Istimewa. " Walikota, Kapolres Pariaman berserta Ibu juga makan disini, Ibu Kapolda juga diajak oleh Istri Kapolres ke Lesehan kami ini, begitu juga dengan Pejabat lainnya. Alhamdulillah Rasa Masakan Kami dapat diterima semua Kalangan." Ujar Denny sembari memperlihatkan daftar Menu Pondok Lesehan Pecel Lele Joyo Makmur.




Denny Punya Motto dalam berdagang Yaitu " Siap ! Selalu Anda Puas " Ujar Denny ketika ditanya.




Dalam Master Planing, Jika Pondok Lesehan di Jalan By Pass selesai dan dibuka Bulan Maret nanti, Denny akan menambah daftar Menu nya, " Selain Fast Food nanti kami juga akan menyediakan Sea Food Seperti Kepiting Saos Tiram, Cumi Saus Tiram, Cumi Bakar, Udang Bakar dll." Ujar Denny bersemangat.

Berbicara dengan Denny tentang Progres Usaha Kulinernya tak terasa Hari menjelang Sore. saya meminta Denny menemani untuk melihat Bangunan yang akan dijadikan  Pondok Lesehan Semi Modern itu. Bangunan tersebut menghadap Pada sebuah Gunung yang sore itu diselimuti Awan, Saya menduga Itu Gunung Singgalang atau Merapi yang terlihat dari kejauhan, pemandangannya begitu Indah dipandang mata Sore itu. 


Denny memang bercita-cita jadi seorang Pengusaha Sukses yang Jujur dan berguna bagi Orang Banyak. dengan Usaha yang dirintisnya dari Nol sudah banyak Liku dan cobaan yang Ia rasakan selama ini, semuanya Ia anggap pembelajaran dalam Hidup. Kini Denny mencoba peruntungan Baru dengan Progres yang telah Ia Matangkan. dengan Percaya diri, Denny melangkahkan Kaki untuk menapak lebih jauh dalam Dunia Usaha.. Semoga apa yang dicita-citakan Denny Tergapai, semoga menjadi Pengusaha yang Amanah dan di Rihoi Allah.. Amien.

Daftar Menu Pondok Lesehan Joyo Makmur



-Pecel Lele
-Pecel Ayam
-Ayam Penyet
-Bebek Goreng
-Iga Penyet
-Nila Goreng
-Soto Betawi
-Soto Ayam
-Nasi Uduk
-Ampela/Ati Ayam
-Cah Kangkung
-Burger
-Pete Goreng


Menu Baru Dan Sea Food

-Nasi Goreng Pete
-Mie Goreng
-Mie Rebus
-Ayam Kampung Bakar & Goreng
-Mie Kwitiaw

-Kepiting Saos Tiram
-Cumi Saos Tiram
-Cumi Bakar
-Udang Bakar

Aneka Minuman Dan Juice



-Juice Melon
-Juice Mangga
-Juice Jeruk
-Juice Alpukat
-Juice Tomat
-Juice Apel
-Juice Wortel
-Juice Timun
-Juice Buah Naga
-Juice Sirsak
-Juice Jambu Biji
-Juice Terong Pirus
-Dll



-Teh Botol
-Teh Manis Panas/Dingin
-Kopi
-Kopi Susu
-Jeruk Panas/Dingin
-Es Susu
-Extra Joss Susu
-Kuku Bima Energi
-Dll 


Cp : Denny Hanafi 081381704852


Catatan Oyong Liza Piliang

Batanyo Kampuang Dari Australi

Written By oyong liza on Rabu, 26 Desember 2012 | 13.26


Dizaman sekarang, era kekinian, Degradasi Ketimuran,merosot tajam. budaya santun dan malu di Indonesia sudah Terkikis, Bahkan sampai ke Ranah Minang ini pun hal itu dirasa sangat signifikan. sebut saja merosotnya Moral yang dicontohkan perilaku Elit Politik kita, Budaya Korupsi, Hedonis, Matrealistis, dan Rusaknya Moral Pejabat jadi hiasan tayangan Televisi kita sehari-hari. Mulai dari Menteri, Jenderal Aktif, Gubernur, Bupati dan Walikota banyak terindikasi Korupsi hingga ditetapkan tersangka, Baik oleh KPK maupun Kejaksaan. belum lagi skandal moral yang merusak citra kepemimpinan sebagaimana kasus Bupati Garut nan doyan Nikah siri dengan gadis dibawah Umur.Kepercayaan Publik seakan punah pada pemimpin mereka. semua tak lepas dari pantauan oleh warga negara kita yang berdomisili di Negara lain.

Hal demikian sungguh sangat memalukan kita semua. barusan saya ditelpon Orang awak yang telah berdomisili puluhan tahun di Sidney Australia,pukul 13.30 wib dalam perjalan dari Pariaman menuju Lubuk Basung Agam menggunakan mobil Avanza milik Ferry Nugrah ,SH Pimpinan koran Investigasi News. ia seorang Ibu asal Gasan Padang Pariaman berumur 62 tahun,punya beberapa orang anak dan cucu yang juga menetap disana. Ia menelpon menanyakan kelanjutan Kasus sengketa Tanah antara Tiku - Manggopoh. " Saya sangat Prihatin sekali ya ALLAH.. jangan sampai ada pertumpahan darah dikampung. kenapa pemerintah kita tidak arif dalam hal ini.hukum memang musti ditegakan namun nyawa Manusia jangan dipertaruhkan." ujarnya dibalik gagang telpon dengan kode wilayah Negara Australia. Si Uni mengaku acap membaca Pariamantoday guna mengikuti perkembangan Berita Kampung Halaman.

Saya menerangkan kronologis . ia menjawab dalam hal ini Pemerintah musti lebih Pro Aktif sembari mencontohkan kasus Mesuji berdarah akibat tidak seriusnya pemerintah melakukan langkah presentatif dan persuasif. sang Ibu ini juga menyentil perilaku penegak Hukum di Negara kita. " Malu.. saya sedih melihat negara kita, media disini sangat paham betul dengan Penegakan Hukum dinegara kita yang penegak Hukumnya gampang disuap.Citra negara kita sebagai Surga Koruptor dan Negara Suap sudah terlabel disini. mau gimana lagi. perbedaan waktu 5 jam Indonesia dengan Sidney membuat Uni menonton Tv Indonesia sampai Subuh untuk memantau berita Kampung." ujarnya dengan nada prihatin tanpa di buat-buat.

Mobil tetap melaju, saya sampai ditujuan dan tetap bicara lewat telpon genggam. banyak hal ditanyakan Uni ini, beberapa nama yang Ia sebutkan seakan pernah saya dengar di Pasar Gasan." Mereka Dunsanak Uni, Namun kami lebih sering bertemu di Jakarta. InsyaALLAH bulan April uni Pulang Kampung dan sempatkan ke Pariaman dan semoga kita bisa bertemu." Tutupnya sambil mengucapkan salam termasuk kepada Wakil Bupati Damsuar.

Di era Internet sekarang ini kabar dari kampung sangat ditunggu-tunggu updatenya oleh perantau kita nun jauh disana. telpon dari Uni tadi semakin menyemangati saya untuk menulis dan berkabar se aktual mungkin. Uni tadi meskipun puluhan tahun ( sejak 1971 ) di Negara orang sangat pasih berbahasa Minang. hanya kata "tidak" yang tak pernah diucapkannya berganti dengan kata "No" dan "Not realy".

catatan Oyong Liza Piliang

Iwan Piliang : Sepatu Yoesani Kebanggaan Rang Piaman

Written By oyong liza on Senin, 17 Desember 2012 | 12.29

                                                  Iwan Piliang dan Yusmael

TOKONYA tidak begitu mencolok tampak dari jalan. Namun siang medio Desember 2012 di seberang Kantor Kepala Desa Toboh Baru, Sintuk Barat, Lubuk Alung, Padang Pariman, Sumatera Barat, beberapa mobil tampak parkir dan jalan. Terkesan tak pernah sepi. Pengendara umumnya menenteng kresek kuning bertuliskan: Yoesani Shoes. Dari jalan terlihat mancaragam model sepatu di etalase toko. Dominan sepatu pria. Juga ada sepatu wanita.

Adalah Oyong Liza Piliang, pengelola Pariamantoday.com, mengajak saya mampir ke toko milik Yusmael, pria kelahiran Pariaman, Sumatera Barat, 13 Juni 1965. Yusmael, Mantan guru Bahasa Inggris. Ia lebih senang mengulik kulit, menjadi pengusaha sepatu. Sejak kecil ia banyak menghabiskan waktu membuat sol sepatu di rumah tetangganya. Rupanya pengamalaman silam itu, membekas mengantarkannya kini sebagai pengusaha sepatu. 

Ia melabel produksi Honesty, selain Yoesani tadi.
Mengenakan pantolan, sandal kulit, dan polo-shirt, Yus mengajak ke bagian dalam workshop sepatunya. Di ruangan dengan dinding bergelayutan lembaran kulit menggantung, di meja-meja berserak sepatu menunggu finishing. Beberapa tukang tampak duduk di lantai, mengerjakan penuntasan sepatu buatan tangan. Ada yang sedang menempelkan lem ke telapak sepatu, ada pula yang tampak menjahit kulit.
“Saya mampu membuat sepatu model apa saja dengan kualitas apa saja, “ ujar Yusmael.

“Saya juga siap membuatkan partai besar maupun volume kecil untuk merk orang lain.”

“Kalau Abang mau merk Iwan Piliang, saya siap buatkan,” tutur Yusmael 

Menilik kualitas pekerjaan dan pilihan bahan kulit dipakai, tantangan Yus tadi bukanlah basa-basi. Untuk sebuah sepatu dengan telapak sekaliber produk Florsheim, yang dibandrol di mal besar di Jakarta bisa di kisaran Rp 4,5 juta sepasang, Yusmael menjualnya di rentang harga Rp 350 ribu saja. Sebuah selisih untung bisa dimanfaatkan banyak para pedagang. Apalagi Yus menggaransi mutu sepatunya hingga setahun.

Dalam konteks garansi inilah tampaknya kelebihan Yus lainnya. Selain pengetahuannya tentang kulit, dan menemukan sendiri formula lem kuat tak lekang oleh waktu bila sudah melekat di sepatu produksinya. 

Kepada saya ia perlihatkan bahan kulit tebal untuk telapak sepatu sekelas merek Florsheim. Selembar kecil kulit untuk bahan itu dia beli Rp 5 juta. 

“Kunci mutu sepatu selain kualitas proses pembuatannya, juga terletak pada pilihan kulit. Kulit sapi umur-umur dua tahun halus dan lembut. Dan itu banyak dipakai sepatu ber-merk,” ujarnya.
Ketekunan dan konsistensi Yus sebagai pengrajin sepatu kini sudah dipercaya, telah membuatnya mendapatkan plafon kredit bank Rp 2,5 miliar. Angka ini tentulah relatif besar bagi pengusaha kecil, apalagi dibandingkan dengan situasi sejak Kebijakan Oktober 1988 (Pakto 1988) deregulasi perbankan; bank pemerintah tidak adalagi yang menjadi agent of development, kredit perbankan dominan ke consumer. Sulit mendapatkan modal kerja. Walaupun Anda punya produk andalan. Dan walaupun skala puluhan atau ratusan miliar, bagi Yus, keadaannya sekarang sudah hikmah yang dia syukuri. Dan itu semua telah dimulai dari perjalanan panjang.

Syahdan pada 1993, bersama 14 orang dari kampungnya Yus dikirim ke Cibaduyut belajar membuat sepatu. Kesempatan itu ia gunakan sebaik-baiknya untuk belajar semua proses pembuatan sepatu mulai dari pencarian bahan baku, pengukuran, penjahitan, pengeleman, proses penyelesaian akhir, hingga pemasaran sepatu. Dan sepulang dari pelatihan, mulailah ia mengembangkan industri sepatu, dengan modal yang diberikan sebesar Rp 1,5 Juta dari pelatihan tersebut.

Saat memulai usaha di tahun 1994, terkenal di seantero Sumatera, dan juga seluruh Indonesia sepatu Cibaduyut. Karena itu, tidak mudah meyakinkan toko-toko di Sumatera Barat sebagai daerah pemasaran awal. Para penjual di toko yang disuplai Yus tidak mau menerima, karena takut kalau pembeli mengetahui bahwa sepatu itu bukan dari Cibaduyut, melainkan dari Padang Pariaman.

Kenyataan ini memang pahit, tetapi tidak menyurutkan langkah Yusmael terus berusaha meyakinkan orang-orang Minang sendiri bahwa produknya tidak kalah kualitasnya dibanding produk sepatu bikinan Cibaduyut. Bahkan ia lebih canggih lagi, memadankan produknya yang branded. Bahkan kepada saya ia memperlihatkan sebuah moccasin, berwarna oranye, mirip abis dengan sepatu di took Hermes di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat.

Kini sepatunya sudah merambah Malaysia dan Brunei. Di dalam negeri, selain tokoh masyarakat, pemerintah daerah, HM Jusuf Kalla, mantan Wapres, memakai sepatu produksi Yus. “Saya mau orang tak hanya mengenal Pariaman karena Bengkuang-nya, tetapi beralih ke sepatu,” ujarnya tertawa. Bengkuang dimaksud tanaman umbi-umbian, berwarna putih susu, berasa manis, sebagaimana banyak dijual di Bogor, Jawa Barat.

Di saat optimisme Yus terucap, saya bangga. Bangga karena di ranah di mana masyarakat terkenal menjadi pedagang, ia dapat dijadikan contoh pengusaha seutuhnya; memiliki produk dan atau jasa masuk ke pasar. Tinggal kini Yusmael memperkuat basis usahanya. Dukungan publik membeli segala sesuatu lokal tak kalah mutu dan trendy dari segala impor.

Iwan Piliang

WaterBoom Gate Warisan Muslim Kasim

Written By oyong liza on Jumat, 14 Desember 2012 | 11.24




Bedah Headline Koran Investigasi News :

Milyaran Rupiah Terbuang Sia-Sia
 
PD. PARIAMAN, Investigasi News—Sungguh menggenaskan kondisi waterboom proyek prestisius mantan Bupati Kab. Padang Pariaman Muslim Kasim yang saat ini menjabat sebagai Wak
il Gubernur Sumbar, Salah satu bentuk kegagalan perencanaan dalam prinsip penggunaan uang Negara yang luput dari pantauan BPK – RI.

Terbukti setelah diresmikan 10 Oktober 2010, hingga kini akhir tahun 2012 proyek objek wisata waterbom kebanggaan Padang Pariaman ini tak pernah dioperasionalkan, justru kondisinya sangat mengiriskan hati kita sebagai Masyarakat.

anggaran telah dihabiskan sangatlah banyak, dari data yang diperoleh Investigasi News, total dana Negara telah terpakai untuk proyek gagal ini mencapai Rp.13.196. 733. 000,- (tiga belas milyar seratus sembilan puluh enam juta tujuh ratus tujuh puluh tiga ribu rupiah), dari jumlah total perencanaan keseluruhannya sebesar Rp.42 Milyar. " Sebuah angka yang sangat fantastis jika digunakan untuk pengembangkan sektor ekonomi kerakyatan ." Kata Oyong Liza Piliang Admin www. pariamantoday.com sekaligus kontributor Investigasi News.

Drs. H. Ali Mukhni, Bupati Kab. Padang Pariaman waktu pelaksanaan mega proyek ini masih menjabat sebagai Wakil Bupati, ketika hendak diverifikasi soal nasib waterboom di Malibou Anai terkesan mengelak. Padahal saat itu sang bupati hadir di kedai Anih (8/12) samping BPD Pariaman untuk menjelaskan polemik seputar proyek pembangunan Dermaga Tiram dan PP2KD.

Pada Investigasi News, Ali Mukhni berujar, “Ma’af mbo ado acara di Rawang, ba’a kalau adinda ikuti ambo hadir di acara Rawang itu.” Kesan mengelak terlihat jelas dari sikap mimik raut wajah Bupati Padang Pariaman ini. “Sepertinya Pemkab Padang Pariaman masih kehilangan akal cara agar proyek miliaran rupiah gagal tersebut bisa dimamfaatkan, “ujar Hermanto salah seorang tokoh masyarakat Piaman yang hadir mendengarkan penjelasan Ali Mukhni waktu itu.

Kondisi terkini waterboom Malibou Anai, saat Investigasi News bersama Oyong Liza Piliang meninjau ke lokasi, ketika hendak memasuki pagar  besi-besinya sudah patah-patah pintu sudah tidak terkunci lagi. Begitupun dengan kondisi menara  landasan seluncur fiber glass, mulai dari tingkat pertama hingga tertinggi kentara terlihat pagar besinya sudah karatan bahkan sebahagiannya sudah  patah, karena mengalami karatan akut.

kondisi atap menara juga mengalami pelapukan , lampu-lampu sudah pada pecah.  koran ini datang ke lokasi waterboom  ada 2 orang petugas dari Dinas Pariwisata Kab. Padang Pariaman sedang berusaha memasang seng untuk atap guna memagari jalan naik ke menara seluncur itu.

Kondisi bangunan instalasi air juga sangat memprihatinkan, selain pitu dan jendela  tidak  terkunci, kaca-kaca jendela dan pintu seluruhnya sudah hancur. Lantai bangunan instalasi air ini pun dipenuhi kotoran ternak.  diperkirakan beberapa alat-alat instalasi air berharga ratusan juta diperkirakan sudah berkirap.

Pasalnya, lokasi waterbom dari cerita masyarakat sekitar sangat sering dijadikan tempat ajang maksiat pemuda-pemudi, terbukti di kolam pemandian anak-anak dan orang dewasa ,airnya tidak lebih dari 1 meter dalamnya, di lumpur berlunau banyak ditemukan kondom-kondom bekas berserakan. Ini membuktikan betapa kotornya lokasi pemandian waterbom kebanggaan Muslim Kasim tersebut.

Turun ke bawah beberapa meter,  bangunan pintunya juga sudah hancur, dan ternyata di dalamnya adalah bangunan untuk ganti baju pria dan wanita dilengkapi toiletnya. Masuk ke dalamnya terlihat gelap dikarenakan lampu-lampu  terpasang di langit-langit ruangan lotengnya sudah pada jebol itu, lampunya juga ikut hancur.

Merinding,!! Itulah suasana yang dirasakan koran ini ketika memberanikan diri masuk seorang diri ke dalam ruangan toilet dan ruang ganti dalam bangunan itu. Karena waktu itu 2 orang petugas dari Dinas Diksora dan Pariwisata Padang Pariaman  hendak memasangi plang pintu ke dalam ruangan tesebut tidak berani masuk. Pasalnya, memang secara mata batin terlihat ruangan itu sudah menjadi tempat bersemayam roh-roh halus dan hantu-hantu penghuni rimba Malibou Anai  memang dikenal angker.

Data-data konkret proyek waterbom

Pembangunan objek wisata waterbom Kab. Padang Pariaman semasa Bupati Muslim Kasim tersebut secara keseluruhan membutuhkan dana sebanyak Rp.42 Milyar. Namun dari tahapan-tahapan  baru mencapai III (tiga tahap), menghabiskan dana sebanyak Rp. 13.196. 733.000,- (tiga belas milyar seratus sembilan puluh enam juta tujuh ratus tujuh puluh tiga ribu rupiah) dikerjakan oleh 3 perusahaan yang berbeda.

Adapun tahap I tahun anggaran 2008 dan 2009 (Multi Year) dibiayai dengan APBD Kab. Padang Pariaman sebesar Rp.11.752. 833.000,- (Sebelas milyar tujuh ratus lima puluh dua juta delapan ratus tiga puluh tiga ribu rupiah)  dikerjakan oleh PT. Hutama Karya, dengan pekerjaan gedung utama lantai I, ruang bilas, menara, slinder, kolam landing, rumah pompa, bangunan ME, dinding penahan dan pagar.

Tahap II Tahun Anggaran 2009 juga dibiayai dana APBD Kab. Padang Pariaman sebesar Rp.433. 300.000,- (Empat ratus tiga puluh tiga juta tiga ratus ribu rupiah) dikerjakan oleh CV. Sarana Karya dengan pekerjaan kolam anak.

Tahap III dilaksanakan tahun anggaran 2010  tetap  dibiayai oleh dana APBD Kab. Padang Pariaman sebesar Rp.1.010.640.000,- (Satu milyar sepuluh juta enam ratus empat puluh ribu rupiah) dikerjakan oleh PT. Pagar Alam Perkasa. Adapun pekerjaan yang dilaksanakan:  menara dan slinder pacu, taman (landscaping), pengadaan payung/ tenda.

Dari estimasi total biaya dianggarkan Pemkab Padang Pariaman untuk pembangunan waterboom  tak terpakai ini progresnya baru mencapai 30% dari total biaya Rp.42 Milyar, sehingga untuk penyelesaian pembangunan waterboom ini masih membutuhkan dana sebesar lebih kurang Rp.29 Milyar lagi.

Padahal pada proyek  sama dengan  waterboom di Kota Padang Panjang estimasi biaya pembangunannya tidaklah mencapai anggaran sebanyak perencanaan dan anggaran  Pemkab Padang Pariaman melalui Dinas PU nya. Bengitupun dengan proyek pembangunan waterboom di Kota Sawahlunto estimasi biayanya tidaklah sebanyak DPU Kab. Padang Pariaman. Untuk, lebih jelasnya akan diuraikan oleh Investigasi News pada edisi berkutnya.

pertanyaan banyak kalangan, maksud dan tujuan apa sehingga Bupati Padang Pariaman waktu itu Muslim Kasim meresmikan pengoperasian waterboom di Malibou Anai jika pembangunannya baru mencapai 30 persen dari prodres? Ataukah hanya untuk mengelabui pemerintah pusat bahwa proyek ini memang sudah selesai dan sudah dioperasionalkan? belum lagi proyek IKK yang acap disebut hambalangnya Padang Pariaman.

Muslim Kasim dulu pernah berujar ",alun lahia urang nan bisa manduduak an aden dimeja hijau lai doh."

faktanya memang Muslim Kasim hingga kini tidak pernah tersentuh hukum.


Reportase Ferry Nuggrah SH Dan Oyong Liza Piliang


Pasa Piaman 01 ( Pukua Bara Pagi e? )

Written By oyong liza on Minggu, 09 Desember 2012 | 19.55

 
 " Dima boy? "
 
" Sadang di Tiram teh "
 
" Kalau uteh sato manulis di Pariaman News, bara nomor e?"

Demikian sepenggal komunikasi saya lewat sms dengan Admin Pariaman News, yang sering saya sapa dengan nama udaranya "Boy" ( Saat aktif jadi fans Damai, beberapa tahun lalu). Sebenarnya "Boy" sudah beberapa kali mengajak saya untuk ikut mengirim opini atau yang sejenisnya ke pariaman news, tapi sering saya jawab dengan candaan " uteh penyiar Boy, bukan penulis".

Tapi hari ini (Minggu, 09 Desember 2012 ), keinginan untuk menyampaikan apa yang saya lihat, dengar dan rasakan lewat tulisan tidak dapat dibendung lagi. meskipun lewat penyiaran saya dengan teman saya "Ajo Manih" lewat acara Carito Pagiko sering memperbincangkannya, tapi kali ini saya mesti menyampaikannya lewat tulisan dan media online "Pariaman News" menjadi pilihan saya.

Pagi tadi (Minggu pagi), seperti biasa saya ke "Pasa Piaman" yang terletak di pusat kota Pariaman dan berdekatan dengan pantai gandoriah, sebenarnya tidak terlalu pagi sudah pukul 09.50 WIB. Sampai di pasar saya langsung mengeluarkan catatan belanjaan (sudah menjadi kebiasaan saya mencatat apa yang akan dibeli biar efisien waktu), dan menuju tempat langganan berjualan, saya lihat wajah-wajah mereka suram dan tidak bersemangat.

Sambil memilih "lado" saya coba mencairkan suasana. "Baa ni? sepi pasa?"
 
Seperti mendapat tempat untuk menumpahkan beban hatinya, dengan sedikit emosi, si Uni bercerita dengan lancarnya. 
Dari apa yang diceritakannya saya bisa menyampaikan kepada  kita semua kalau mereka yang berjualan dengan menyewa kedai, sampai puluhan juta rupiah setiap tahun ( terutama yang berjualan keperluan dapur "Cabe Cs"), mereka merasa terzalimi oleh kebijakan pengelola "Pasa Piaman" yang membiarkan pedagang yang biasa berjualan pagi hari masih menggelar dagangannya sampai pukul 10.00 WIB bahkan sampai pukul 11.00 siang.

Masih menurut "Si Uni" biasanya pedagang yang berjualan pagi hari, yang menempati sepanjang jalan "Pasa Piaman" (Di depan Pasar) hanya berjualan sampai pukul 07.00 pagi atau paling lama pukul 08.00 pagi, tapi sekarang sudah tidak jelas lagi batas waktunya. 
"Si Uni" tidak bohong, karena saya lihat sendiri situasi itu. Kalau berbicara tentang "Pasa Piaman" akan banyak hal yang pantas untuk disoroti atau dikritisi, tapi lewat tulisan perdanan saya ini, dengan judul " Pukua Bara Pagi e?", saya hanya ingin menyampaikan keluhan "Si Uni" dengan kawan-kawannya. 
 
Bahkan saya dengar, kalau pengelola "Pasa Piaman" masih pura-pura tidak tahu dengan kondisi ini, pedagang di pasar lama yang ada di atas pun, berniat turun. Menurut mereka, dengan membiarkan pedagang pagi tidak ada batas waktu, sama aja artinya, mereka berdagang hanya menunggu "Langau". Sebab pembeli tentulah lebih senang berbelanja di bawah di depan pasar, di samping murah, juga tidak perlu repot-repot masuk pasar yang jelas-jelas kondisinya tidak nyaman (Becek, sempit, Sumpek, dan Sudah pasti berbau).

Untuk itu saya kira bijaksana sekali kalau pengelola "Pasa Piaman" memperjelas batas waktu pedagang pagi, agar tidak terjadi kecemburuan sosial dan rasa terzalimi sesama pedagang. 
Bukankah dalam hidup ini ada aturan yang harus ditegakkna agar kehidupan berjalan seimbang ??!!
Kita tunggulah aksi tanggap cepat pengelola "Pasa Piaman" 
 
( CATATAN UTEH - DAMAI FM" )




Anas Malik Dan Pedati Pembawa Tempurung

Written By oyong liza on Jumat, 07 Desember 2012 | 11.15

siapakah anak yang bersama Almarhum Anas Malik ini ? jika ada yang tau mohon hubungi saya di no 082169909098

Akhir-akhir ini sering saya dihadapkan pada sebuah pertanyaan. dengan semakin dekatnya Pilkada Kota Pariaman siapa yang paling pantas dipilih ? demi Tuhan pertanyaan tersebut sudah berpuluh kali dialamatkan kepada saya pribadi.baik kalangan Pemuda, Politisi, ibu-ibu bahkan sampai tokoh masyarakat yang sudah punya nama. jawaban saya cuma satu. Pilihlah pemimpin yang merakyat dan punya Integritas tinggi. saya selalu menganalogiskan dengan Kiprah Alm Anas Malik yang saya teliti sejarah hidupnya.dan demi Tuhan pula saya tak pernah mempromosikan satu Nama Balonpun. netralitas dan independensi saya hingga kini masih terjaga.

Anas Malik dimasa kepemimpinannya sangat berdedikasi dan merakyat. hubungannya dengan masyarakat tak disekati birokrasi. 


"diruangannya masyarakat boleh masuk dan tak ada seorang pegawaipun yang boleh menghalangi.karena itu perintah Anas Malik." 
ujar Efendi Jamal yang kala itu Pegawai baru golongan dua. 

" masyarakat menemui bupati dari jam 8 pagi hingga pukul 11 siang. lalu Bupati sendiri yang langsung kelapangan menjemput aspirasi." ujar Efendi Jamal lagi.

"kalau kejujuran dan kepekaan hati Anas Malik sangat luarbiasa. dulu ada sebuah pedati yang membawa tempurung di Sungai Limau. Anas Malik lalu berhenti dan bercakap-cakap dengan pengendara dan pemiliknya. mau dibawa kemana dan harganya berapa. karena kasihan Anas Malik menyuruh pemilik pedati tersebut mengantar Kependopo Rumah Dinas Bupati diKaran Aur Pariaman." 

ujar A Latif kepada saya tempo hari dipalanta Anih samping BPD Pariaman.

" sesampai dirumah dinas, Ibu Juwita Istri Anas Malik tentu tercengang, buat apa tempurung kelapa sebanyak itu. namun karena sang Istri sangat paham dengan watak Suami dibayarlah uang untuk membeli tempurung tersebut." lanjut Latif.

" Tujuan Anas Malik sebenarnya adalah bentuk pembinaan kepada Pedati, dulu pedati  rodanya tanpa karet sangat merusak aspal.kepada sang pemilik pedati setelah tempurungnya diborong, Anas Malik meminta agar roda pedati yang semula dari kayu agar dilapisi dengan potongan ban bekas. sejak itulah roda pedati dilapisi karet dari ban bekas.semenjak itulah roda pedati diPariaman ini dilapisi ." ujar Latih dengan tersenyum.

Ketauladanan Anas Malik yang demikian harusnya menjadi contoh kepada pemimpin yang akan datang. yang musti ditiru adalah Integritas dan Merakyat serta kecintaan akan Kampung halamannya. lalu lanjutkan dengan seni memimpin yang jadi karakter Asli Anda masing-masing, karena setiap Pribadi tentu punya Mantagi dan Gezah masing-masing.

Catatan Oyong Liza Piliang

Ketika Piaman Tak Laweh Lagi

Written By oyong liza on Rabu, 28 November 2012 | 10.42


Menggali sejarah Piaman untuk dipublikasikan kepada generasi yang akan datang wajib hukumnya bagi saya. Kenapa ada Pameo Piaman Laweh terjawab sudah barusan di Palanta Anih samping BPD.saya yang dibesarkan di Rantau memang cupu dalam hal ini. bertanya adalah kata yang tepat untuk memperoleh Informasi,dan Informasi yang mengacu kepada fakta dan kebenaran sangat penting di Publikasikan . Kecamatan Lubuk Begalung, Koto Tangah,dan Pauh dibawah pemerintahan Kabupaten Padang Pariaman sebelumnya.

"Semen Padang, Bandara Udara Tabiang dan Teluk Bayur masuk wilayah pemerintahan Kab Padang Pariaman." Ujar A Latih tokoh masyarakat Pariaman." Piaman dimasa kepemimpinan Bupati M Zen (sebelum Anas Malik) sangat disayangkan melepas sebagian dari wilayah kita , dan Anas Malik telah berupaya mencoba mengembalikannya diawal Kepemimpinannya, Anas Malik mengamuk ketika diawal ia memerintah PP nya sudah turun, dan celakanya Anas Malik Pula yang Menandatangani. apa daya nasi sudah jadi bubur. terlontarlah kalimat dari Anas Malik 'Mulai sekarang Harus orang Piaman yang memimpin daerah ini'." kata A Latif.

Latif Menukuk " bukan bermaksud Rasis, M Zen dalah orang Pasaman. dulu Pajak dan Setoran masuk ke Kas Kab Pd Pariaman semacam Bandara Tabiang, Pelabuhan teluk Bayur, Semen Padang dan banyak lagi" tukuk Latif.

"Pariaman dulunya meliputi Kepulauan Mentawai, sebagian Wilayah Kota Padang dan berbatasan langsung dengan Kab Solok serta Pesisir Selatan. Wilayah Indaruang, Bunguih, Tabiang hingga Hotel Basko sekarang adalah Wilayah Kab Pd Pariaman, batasnya jembatan disamping Hotel tersebut." ujar Latif.

"Anas Malik dulu mengamuk diawal kepemimpinannya,' Kalian Jua Kampuang den' ujarnya dimasa itu. sudah berbagai upaya dilakukan Anas Malik untuk merebut kembali, namun karena kalah dalam berbagai aturan baku terpaksa ia tandatangani. itu terjadi diawal Kepemimpinannya." ujar Latif.

Seandainya wilayah tersebut masih milik kita sekarang ini dimasa Otonomi daerah tentu sangat menguntungkan sekali. Semen Padang tentu serapan PAD nya untuk Pemkab Pd Pariaman, belum lagi pelabuhan Teluk Bayur dan Bunguih tempat bongkar muat hasil tangkapan Ikan terbesar di Sumbar.

Acap kita dengar Bandara BIM sekarang ini disalah persepsikan terletak diwilayah Kota Padang, ini musti diluruskan." Setiap Pesawat Landing di BIM , Pilot berujar pada penumpang bahwa kita telah sampai dibandara BIM Padang. ini kekeliruan terbesar ! BIM Terletak di Kab Pd Pariaman bukan kota Padang." ujar Latif yang disepakati tokoh masyarakat lainnya semacam Sudirman Palo dan Artagnan. BIM terletak di Kanagarian Katapiang Kab Padang Pariaman.pasti.

Apapaun keadaannya sekarang ini memang tidak perlu kita sesali, namun sejarah mustilah diakui dan punya Arsip yang jelas. orang acap mendengar Piaman Laweh namun tak tau selaweh apa kabupatennya. "Pariaman dizaman belanda bernama Kabupaten Samudera, wilayahnya sangat luas, kota Padang itu dulu sangat kecil sekali sebab bagian Kota Padang sekarang sebagian besar adalah Piaman, Tiku juga demikian. Kabupaten Samudera adalah cikal bakal Kab Padang Pariaman ." ujar Artagnan, mantan PNS yang juga sejarawan.

Kini Pariaman sudah terpecah-pecah secara Administrasi. Kota Pariaman telah ber Otonom dengan 4 Kecamatan begitu pula Kepulauan Mentawai. Wilayah Pariaman Utara saya dengar juga ingin Ber Otonomi sendiri menjadi Kabupaten baru. wilayah tersebut meliputi S.Limau,S.Geringging,Aur Malintang,KP.Dalam,Gasan dll. hal tersebut dikarenakan terlalu sulit dan jauhnya Kantor Bupati yang terletak di Rimbo Baliak Parit Malintang dari daerah mereka.Jika Hal itu terealisasi, julukan Piaman laweh tinggal pameo dan dendang Rabab jua pada Akhirnya, namun Jika Pemekaran adalah Jalan terbaik dikarenakan berbagai alasan dan atas aspirasi Masyarakat , didukung pula oleh tokoh perantauan sangat sah-sah saja, namun meskipun terpisah pada akhirnya secara administrasi,semuanya akan tetap terpaut dalam satu budaya, yaitu Budaya Piaman..

Catatan Oyong Liza Piliang

Ketika Tabuik Dihoyak Jenderal Tak Dikawal

Written By oyong liza on Minggu, 25 November 2012 | 23.07


Jam berapa Tabuik Naik Pangkat diak? " Jam 7 pagi bang ." jawab seorang pemuda . saya memperkirakan ia kurang tidur bersebab matanya memancarkan sinar keletihan sehabis begadang, reka hati.


saya mengambil beberapa Foto untuk diabadikan. hari menunjukan pukuk 09.00 wib. saya sarapan ditempat biasanya disamping BPD. mobil kali ini terparkir jauh didepan Surau Tarandam karena beberapa ruas jalan diampang Polisi demi ketertiban.

saya bersama Ferry Nugrah dan Hermanto sehabis makan siang tidak ada agenda apa-apa sebelum sebuah pesan Blackberry dari Iwan Piliang. Iwan mengabarkan ihwal Uncu Khairul Akbar lagi di Pariaman melihat tabuik. Khairul seorang Jenderal TNI AU Bintang Dua aktif yang menjabat sebagai SESTAMA (Sekretaris Pertama) Badan Penanggulangan Anti Teroris Indonesia.berapa pula pengawalnya pikir saya dalam hati."uncu kemana-mana ga pernah bawa pengawal" ujar Iwan Piliang, " dan sekarang lagi bersama Efendi Jamal." tutupnya dari seberang sana.

Hermanto, Mayjend Khairul Akhbar, saya dan Efendi Jamal

Tak beberapa lama saya tiba di Gubuk Salero, palanta barangin ditepi pantai Gandoriah Pariaman. selain bersama Efendi Jamal ,tak ada siapapun dimeja tersebut bersama Uncu Khairul. apa yang dikatakan Iwan Piliang benar adanya. beliau tak dikawal.. Ini sangat berbahaya jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan terhadap dirinya. Indonesia bisa gempar kalau Ia sampai kenapa-kenapa,gumam saya dalam hati.

Saya, Hermanto dan Ferry menyalami Sang Jenderal Paman Kandung Iwan Piliang. Uncu Khairul ternyata Paman pula oleh Istri Efendi Jamal. sempit betul dunia ini.

Kelapa muda segar dihidangkan dengan gelas bubung dihadapan saya dkk. cerita mengalir akrab. sang Jenderal begitu rendah hati Ujar Ferry beberapa saat kemudian kepada saya.


"saya acap pulang kampung.paling tidak sekali setahun, selalu begini, ga mau merepotkan."ujar Uncu Khairul ketika saya tanya kenapa tak bawa pengawal. disela-sela obrolan yang mengasikan terlihat jelas sosok santun yang pantas jadi panutan dari Uncu Khairul, rendah hati dan murah senyum ada dalam diri tanpa polesan. " Celok, istri Da Anas (celok adalah panggilan uncu khairul pada istri Alm Kol Anas Malik) adalah perempuan yang tegar, penyabar dan sangat rendah hati. waktu masih Perwira muda saya acap bertemu Da Anas, dia kerabat dekat kami." kenang Uncu, beliau menggambarkan bahwa sosok Anas Malik wajib ditiru,"sederhana,tegas,disiplin dan sangat punya Integritas tinggi" tukuknya.

entah kenapa bersebab sosok Anas Malik mulai sering jadi perbincangan. ia dikenang bila Pariaman mencari sosok pemimpin baru.namun yang keluar dari Mulut uncu Khairul tidaklah demikian penyebabnya," saya tahu banyak tentang sosok Da Anas juga dari tulisan oyong di Internet, saya suka bacanya. kemaren ada komentar Ilya anak Da Anas , saya juga baca." ujar Uncu.

Efendi Jamal juga menimpali,"Dimasa Sidang Tinja, saya masih Pns golongan 2, saya tukang tilang."

ujarnya cekikikan.

"pernah suatu hari, didepan mata kepala saya sendiri, sehabis menerima Amplop tebal berisi uang dari Bank BPD, datanglah seorang perempuan menemuinya diruangan Dinas. ia paling marah jika pegawai menghalangi masyarakat menemuinya.perempuan itu masuk, menangis dan menjelasakan tentang uang SPP anaknya yang belum dibayar, kesulitan rumahtangga dan segalanya.. Almarhum orang yang sangat tak tega melihat yang demikian,amplop  tersebut ia berikan utuh kepada ibu tersebut,tak selembarpun dikeluarkan.. Anas Malik memang Luar Biasa.." ujar Efendi Jamal mengenang.



jika tak hendak melihat Tabuik mungkin lama kami bercerita, belum lagi efendi jamal sebagai PNS musti kesana, Ia bersama Uncu Khairul. sebelum tabuik dihoyak ia didepak dari kursi Kadis Pariwisata Kota Pariaman, Pesta Tabuik yang barusan meriah kita tonton tersebut tak lepas dari Kreatornya.



Z,A Mande Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Padang ke Pariaman bersama Istri melihat pesta budaya ini, saya bersama ferry dan Hermanto sudah siap menunggunya, kami bawa ia keatas panggung besar dimana Mukhlis R Wako Pariaman Berpidato garing, apalagi Pidato Muslim Kasim. kami turun panggung menuju Pantai menunggu Tabuik tabuang diambang senja. disana kami bercengkrama  riang gembira hingga senja merebah seiring Tabuik menuju lautan  dibuang, dilangit, pelangi mengcurva dengan eloknya melukis pemandangan senja .

catatan Oyong Liza Piliang

Inilah Kalimat Alm Anas Malik Tentang Pariaman Menjelang Ajal

Written By oyong liza on Jumat, 23 November 2012 | 12.46


Kekhawatiran kita kepada apa yang kita bayangkan acap membuat urung. ketakutan terhadap hasil buruk, ketakutan dicemooh, gagal dsb nya, berakhir dengan tidak jadinya kita memulai sesuatu. hal tersebut mustinya tidak perlu terjadi bila kita menanamkan prinsip gigih dan punya filosofi hidup yang kita pegang teguh dan bermuara kebada kebenaran.



Alm Kol Anas Malik, diawal kepemimpinannya sangat dibenci dan dihujat. masyarakat Pariaman yang tidak terbiasa dengan pola hidup bersih dan disiplin tinggi, tamparan, tergagau. disiplinnya Anas Malik untuk semua orang, baik Anak, Keponakan, sanak dan warga tanpa pandang bulu. Ilya Rosa Anas Malik, berujar,"dulu kami dapat giliran, ada yang tugasnya ngepel,menyiram bunga,menyapu halaman dsb, semua,, baik kakak dan adik, di Pendopo rumah dinas Bupati.. kami memperlakukan pembantu seperti keluarga,ia hanya melakukan tugas-tugas pokoknya, begitulah Papa mendidik kami.". 




salah tetap disalahkan dan tidak pernah bertoleransi. banyak cerita tentang Anas Malik dengan keponakannya yang mustinya saya tulis namun belum saya verifikasi kepada yang bersangkutan.

H,Zainir berujar, " dikala pagi alm bersepeda, lalu melihat orangtua menyapu halaman rumah dikala pagi, beliau berhenti, dikasih duit,lalu masuk kerumah tersebut dan melihat kenyataan ternyata anak muda masih tidur, Anas Malik langsung marah sambil berkata 'orangtua saja mau membersihkan pekarangan,kalian yang masih kuat dan muda masih enaknya tidur tidak kah kalian sholat Subuh?'  membangunkan seisi rumah." terapan demikian membuat masyarakat akhirnya berdisiplin kata Zainir (60th).



"Dulu betapa malunya ketika yang kedapatan buang hajat dipantai dibawa kepengadilan hanya menggunakan sarung, disidang dan didenda rp.5000" lanjut Zainir. terapan disiplin itu membuat masyarakat Pariaman dengan cepat berubah dalam berperilaku.

Alm Anas Malik selain dikenal tegas dan jujur juga berhati lembut,jernih . beliau tidak tega melihat orangtua renta yang bekerja , pedagang tua yang menjujung dagangannya semacam sayur, lompong sagu, goreng dll. " Mobil dinas, jenis Jip Hardtop , akan berhenti dimana hatinya tergerak, dulu ada seorang yang sudah sangat tua membangun pagar rumah, Anas malik langsung menemuinya,lama bercakap-cakap lalu memberikan uang rp.10.000, nilai itu dulunya sangat besar, dana taktisnya sebagai Bupati selalu ia habiskan untuk masyarakat." kata Artagnan dalam kesempatan yang sama dilapau Samping BPD Pariaman.

Puntung rokok yang berserakan, buang hajat dipasir pantai,sampah, jemuran dipekarangan rumah, hewan ternak yang tak dikandangkan semua adalah pantangan beliau, sehingga dikenal istilah sidang jemuran, sidang kambing, sidang tinja . " tidak peduli itu Kutang sekalipun , jika dijemur dihalaman pekarangan yang membuat buruk pemandangan, alm akan angkat dengan tangannya sendiri dan membawa yang menjemurnya kepengadilan,di denda, dan itu terjadi didepan mata kepala saya sendiri" ujar H Zainir kepada saya.

Ketika Alm Anas malik tak menjabat lagi, diawal th 90an, beliau pindah kerumah dinas TNI di Jatiwaringin, beliau dalam keadaan sakit. Faisal Arifin, keponakan kandung bertanya,menyesalkah Mak Tuan memimpin Pariaman? lalu dijawab " Maktuan sangat bahagia sekali, tidak akan ada pernah kata menyesal bila kita berbuat kebaikan, sangat bahagia sekali, bukan materi yang mak tuan cari . tak takut dihujat, serta tak mengharap pujian, semua maktuan lakukan dengan ikhlas karena Allah." ujar Faisal Arifin disela percakapan kami bersama tokoh masyarakat dan Indra J Piliang di Palanta Anih samping BPD tempo hari.

Saya berkesimpulan, melihat kekinian, masyarakat sangat bersyukur pernah dipimpin selama 2 periode oleh alm Anas Malik medio 1980-1990, mendoakan beliau. lalu bertanya ,apa yang diberikan oleh Kepala daerah kekinian? adakah mereka mendoakan Anas Malik diacara 10 november? adakah mereka meniru Integritasnya ?

saya mengutuk calon kepala daerah yang menyandingkan fotonya semasa kampanye dulu untuk menggaet simpati masyarakat, setelah menang tidak mencontoh Integritas Moral Alm Kol Anas Malik, yang tak menghargai jasa Pendahulunya, yang tak pernah menyempatkan diri sekedar berdoa dan menaburkan bunga dimakamnya, yang berkelakuan bertolak belakang dengan Almarhum. Anas Malik sangat Anti KKN, Bersih, jujur dan tidak pendendam, berhati halus dan punya sisi Humanis yang tinggi.

Seorang yang pernah kena Tampar Anas Malik dulu, berujar, "kalau tidak pernah ditampar Anas Malik dulu, saya tidak mungkin pernah jadi seperti sekarang ini, saya dinasehati dan nasehat itu hingga kini jadi prinsip hidup saya." ujar salah seorang Petinggi SKPD di Pariaman yang tidak mau disebutkan namanya sembari menceritakan betapa bobroknya Birokrasi sekarang di Kota dan Kab Pd Pariaman. apa yang ia ceritakan? nanti akan saya bongkar.

catatan Oyong Liza Piliang . foto-foto by Elvis Betrizon

Inilah Alasan Kenapa Kita Musti Bangga Jadi Rang Piaman (GPN Dialog Palanta Piaman)

Written By oyong liza on Rabu, 21 November 2012 | 11.40





Senin 19/11/2012 tempo hari dipalanta samping BPD Pariaman,Palanta Anih, kami menghelat Dialog Palanta dengan tema Gerakan Pertaubatan Nasional (GPN) dan mencari kepemimpinan Merakyat. hal tersebut sebelumnya dari ide sederhana saya yang menyampaikan ke Iwan Piliang bahwa dikampung kita ini segala macam persoalan, baik itu sosial,politik,transaksi bahkan sampai ke mandat Partai dll hampir 90 persen di selesaikan diPalanta (kedai kopi). 


Iwan Piliang yang gadang diRantau langsung berujar "Ayuk kita followup Dialetika keminangan kita, saya akan pulang." katanya waktu itu. hal itu saya sambut dengan langsung menghubungi Ferry Nugrah,SH ,Ir,Syafinal Akbar,MT dan terbentuklah Panitia,lalu menghubungi adik-adik di Sapma PP Sumbar yang komandani oleh Mahdial Hasan,SH untuk menghubungi Padang TV dan peralatan elektronik serta Musisi Taman Budaya. Ima Syarif Abidin selaku Pimpinan Damai FM pun menyambut hal ini, Ima langsung membuat scedule acara dan menjadi moderator. dan perlu dicatat dan digaris bahwa acara ini tidak menggunakan uang sumbangan proposal,tak selimper dibelah tujuhpun.



Acara yang dinilai sukses ini tak terlepas dari kehadiran tokoh masyarakat kita yang hadir,juga bundo kanduang. debat sengit dalam bahasa Piaman mengalir ketika acara baru dimulai,tak kalah seru dari Indonesia Lawyer Club kata Sudirman Palo.

Menurut Tokoh masyarakat ,dalam sesion mencari kepemimpinan merakyat,kita tak perlu mencontoh jauh-jauh semacam Jokowi bersebab Genius Local kita alm Kol Anas Malik jauh lebih hebat kata mereka sepakat, jika pembaca tidak percaya silahkan tonton kamis tgl 22/11/2012 pukul 21.00 wib diPadangTV dalam program acara "Mangalasau" selama 1jam.jika pembaca belum membaca tulisan tentang Anas Malik silahkan baca berita terkait diweb ini.



Dalam tulisan ini saya ingin menerangkan, kedatangan Iwan Piliang kepariaman bukan dalam kapasitas dan punya orientasi politik,apalagi ingin jadi walikota,bupati atau gubernur, namun ingin menggugah tanah kelahirannya ini agar memulai Tobat dari diri sendiri "Perubahan Besar Musti Dimulai Dari diri Sendiri, jernihkan hati,karena kekuatan Hati dapat menembus tujuh lapis baja sekalipun,Genius Lokal Kita Alm Anas Malik musti jadi cerminan, Jokowi itu sahabat saya, dia belum ada apa-apanya dibandingkan Anas Malik".

peserta yang hadir semacam Yulius Danil, Mardison, A Yani, Zulbahri, A latif, Dewi Fitri Deswati, Mimi Elvita ,Teta sabar dll, semua serentak meninggalkan atribut partai mereka dan orientasi politiknya, semua serius berdiskusi dengan dialetika tentang apa itu yang disebut Gerakan Pertobatan Nasional dan apa itu kepemimpinan merakyat dalam artian yang Ril. Komarudin Watubun yang berhalangan hadir, dari Pulau Kei live by Phone berujar ,"Kepemimpinan merakyat, dimana sang pemimpin masih mau mencium keringat rakyatnya, ini minjam istilah Iwan Piliang, dan Harus direstui Alam, punya integritas tinggi,marilah kita bertobat,bangkitkan semangat Nasionalisme dan mari kita mulai dari kita masing-masing." ujarnya dari Pulai kei dengan logat timurnya, suaranya lembut dan ber Intonasi.

saya sebagai ketua Panitia sangat yakin orang palanta tak perlu diajari berdialog.terbukti dalam sesi pengambilan gambar untuk Padang TV,tanpa skenario semua kemas oleh mereka. "orang awak memang hebat, sudah seperti Theatrical profesional, Luar Biasa!" kata Iwan Piliang ketika saya tanya pendapatnya tentang dialog tanpa arahan tersebut."Sangat seruuu" kata Bunda Sandra Istri Iwan Piliang."kita musti sering pulang kampung nih ayah" kata Bunda pada Suaminya.

Kekayaan mancaragam Piaman mustilah kita lestarikan, dialog palanta salah satunya, aset yang tak bisa ditakar dengan Materi , Rang Piaman Memang Luar Biasa dalam dialetika! musti dan harus kita pertahankan. kita sangat berbangga jadi Orang Piaman !!.

catatan Oyong Liza Piliang

Topik Terhangat

Paling Banyak Dibaca

postingan terdahulu