40 Nelayan Pariaman Terima Bantuan Mesin Longtail

Pariaman --- Sebanyak 40 orang nelayan Kota Pariaman menerima bantuan mesin long tail dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumatera Barat yang diserahkan oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abid, bertempat di aula Dinas Perikanan Kota Pariaman, Jumat sore (20/10).

Wakil Walikota Paraiaman Genius Umar saat mendampingi Nasrul Abit, berharap bantuan mesin longtail membawa manfaat besar bagi masyarakat nelayan.

"Jangan sampai ada yang menjual atau menelantarkannya, karena tidak akan memberi manfaat jangka panjang bagi nelayan tersebut," ujarnya.

Selama ini, kata Genius, nelayan telah memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat pesisir. Sektor perikanan merupakan penyangga penting perekonomian Pariaman.

"Peningkatan kesejahteraan nelayan akan mendorong peningkatan produksi secara berkelanjutan. Yang lebih penting lagi, tetap mempertahankan dan menjaga lingkungan laut dan terumbu karang di perairan Kota Pariaman," tutupnya.

Senada dengan hal tersebut Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abid mengatakan agar para nelayan dalam menangkap ikan tetap menjaga lingkungan dan laut, karena saat ini hampir 75 persen terumbu karang yang ada di Sumbar telah rusak.

"Berdasarkan laporan dari nelayan kita, yang masih menggunakan bom dan merusak terumbu karang adalah kapal penangkap ikan dari Sibolga. Karena itu bagi nelayan yang menemukan kapal ini saat menangkap ikan di perairan Sumbar, agar melaporkannya ke kapten penjaga laut," sebutnya.

Nasrul Abit juga mengimbau agar ekonomi para nelayan tidak hanya tertumpu pada tangkapan ikan. Dengan memberdayakan para istri di rumah dengan keterampilan, akan dapat menunjang dan memperkuat ekonomi keluarga.

Di samping bantuan alat tangkap nelayan, kata Nasrul Abit, pemerintah juga telah mengeluarkan program asuransi nelayan yang tidak lain gunanya untuk menjamin kesejahteraan keluarga nelayan.

"Apabila nelayan sudah mempunyai Kartu Asuransi Nelayan, premi mereka akan ditanggung oleh negara dan banyak manfaat lainnya sesuai dengan ketentuan yang  berlaku, baik meninggal, cacat atau kecelakaan dalam hal penangkapan ikan maupun di darat," ujarnya mengakhiri. (Juned/OLP)
Kades Ampalu: Masih Saja Ada Warga Buang Hajat di Pantai

Ampalu --- Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) harus terus ditumbuhkembangkan di lingkungan warga agar terbebas dari penyakit. Seringkali penyakit yang dialami warga akibat lingkungan yang tidak bersih.

Camat Pariaman Utara Ferry  Ferdian mengungkapkan hal itu pada pembukaan Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih & Sehat dan Reproduksi Sehat, Rabu (18/10/2017), di aula Kantor Desa Ampalu Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman.

Penyuluhan yang diselenggarakan Kantor Desa Ampalu menghadirkan narasumber dari Seksi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan  Kota Pariaman Azrilla Dewita, dan Sekretaris Forum Kabupaten Sehat (FKS) Kabupaten Padangpariaman Armaidi Tanjung. Penyuluhan diikuti 75 orang dari perangkat desa dan warga yang mayoritas kaum ibu-ibu.

Menurut Ferry, adanya 13 kasus DBD yang ditemukan di Desa Ampalu perlu menjadi perhatian masyarakat Ampalu untuk meningkatkan kebersihan lingkungan. Melalui penyuluhan diharapkan perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat lebih baik.

Dari 17 desa yang ada di Kecamatan Pariaman Utara, Desa Ampalu satu-satunya yang mengadakan kegiatan penyuluhan perilaku hidup sehat dan reproduksi sehat ini. “Ini patut menjadi perhatian masyarakat agar dapat mengikutinya dengan baik,” kata Ferry.

Kepala Desa Ampalu Masrutin menyebutkan, penyuluhan Perilaku Hidup Bersih & Sehat dan Reproduksi Sehat ini sengaja diadakan melalui anggaran desa. “Secara umum pembangunan fisik sudah baik di Desa Ampalu. Hanya saja yang perlu mendapat perhatian adalah masalah sumber daya manusia masyarakat. Melalui penyuluhan ini pengetahuan dan wawasan warga akan lebih baik. Setelah mengikuti penyuluhan, masyarakat diharapkan dapat menerapkannya dalam kehidupan di masing-masing keluarga,” kata Masrutin.

Menurut Masrutin, merubah perilaku hidup sehat masyarakat memang tidak mudah. Meski sudah dibangunkan tempat jamban (WC), namun masih ada ditemui warga di tepi pantai yang buang air besar. “Mengatasinya tidak bisa hanya seorang kepala desa, tapi warga lain pun diminta mengawasi warga yang ketahuan buang jamban di kawasan pantai tersebut,” kata Masrutin menegaskan.

Sementara itu, Armaidi Tanjung menyebutkan, reproduksi sehat harus dimulai dari keluarga. Reproduksi sehat  harus dimulai dan dilakukan dengan pasangan yang legal, resmi dan sah. Selain itu, reproduksi sehat diawali dengan ikatan pernikahan setelah ijab kabul.
 

“Perilaku berganti-ganti pasangan, bukanlah perilaku reproduksi sehat,” kata Armaidi yang juga wartawan ini.

Menurut Armaidi,  kalau dulu orang merantau ke negeri orang, ke kampung yang dikirimkannya adalah wesel, uang. Tapi sekarang orang merantau tidak hanya uang yang dikirimkan, tapi penyakit pun sudah dikirimkan pula ke kampungnya.

Ketika mencari menantu, kata dia, yang diharapkan adalah orang sukses dan kaya di rantau orang. Setelah proses pertunangan dan pernikahan selesai, kemudian pasangan tersebut mendapatkan anak. Suatu hari anaknya sakit. Setelah diperiksa, anaknya terjangkit HIV. 


"Selidik lebih lanjutnya, dari keterangan dokter, ternyata sang ayah (suami) terjangkit HIV. Ternyata sebelum menikah, sang suami sudah jajan kemana-mana. Tanpa sepengetahuan suami, dirinya sudah terjangkit HIV," kata Armaidi. (Tim)
Masih Banyak Sektor Layanan Publik Tak Tahu Klasifikasi Pungutan Liar

Pariaman --- Walikota Pariaman Mukhlis Rahman menyindir ASN yang masih tidak tahu pengertian pungli yang menyebabkan mereka secara tidak sadar tetap melakukannya. Ia mengatakan, sadar atau tidak sadar, segala bentuk pungli adalah perbuatan pidana yang masuk ranah korupsi.

Ia menjabarkan, siklus kehidupan membutuhkan pelayanan publik, mulai dari dokumen kependudukan, sekolah, pengurusan SIM, kerja, nikah, pensiun hingga kematian, semua berhadapan dengan sektor peayanan publik.

"Nanti narasumber akan menjelaskan klasifikasi pungutan liar atau pungli. Satgas Saber Pungli akan menjabarkan sanksi dan hukuman bagi penerima dan pemberi," kata Mukhlis pada acara Sosialisasi Satgas Saber Pungli Kota Pariaman, di Aula Balaikota Pariaman, Kamis (19/10).

"Saber Pungli Kota Pariaman telah kita bentuk di awal tahun 2017. Mereka berupaya mendeteksi aktifitas pungli oleh ASN bukan ASN dalam hal pelayanan terhadap masyarakat. Hingga Oktober ini, kita belum mendapat laporan tentang aktivitas pungli di Kota Pariaman," katanya.

Lebih lanjut ia juga mengimbau perilaku pungli di sektor pelayanan dan jasa kepariwisataan Pariaman. Pelaku wisata ia minta benar-benar memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan. Soal harga, jasa dan lainnya tidak boleh di atas standar kewajaran.

"Apalagi kita akan menggelar MTQ ke-37 Sumatera Barat. Jangan sampai nama Kota Pariaman tercorenag dengan perbuatan pungli," sebutnya.

Acara itu menghadirkan narasumber Ketua Tim Pokja II Satgas Saber Pungli Provinsi Sumatera Barat AKBP Alidison dan Idwasda Sumatera Barat Suyanto.

Sosialisasi pungli diikuti oleh pelaku wisata, LSM, kepolisian, perpakiran dan restribusi, kepala sekolah dan komite sekolah dari SD hingga SMA sederajat se Kota Pariaman. (Juned/OLP)
Baznas Pariaman Bina Mustahik Penerima Modal

Pariaman --- Walikota Pariaman Mukhlis Rahman puji kinerja Baznas Kota Pariaman dalam mendistribusikan zakat ASN dengan program tepat sasarannya. Berbagai program yang telah dikeluarkan, ia nilai telah berdampak positif bagi pengembangan sumberdaya masyarakat.

"Adalah program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat dan langsung diterima oleh para mustahik yang layak menerima bantuan tersebut," ujarnya saat pembinaan dan pengawasan program pendayagunaan Pariaman Makmur--Ekonomi Produktif Baznas di kantor Baznas Pariaman, Kamis (19/10).

Mukhlis berkata, dengan pembinaan dan pengawasan dari Baznas kepada mustahik penerima bantuan program Pariaman Makmur 2016 lalu, diharapkan mustahik lebih bisa mengembangkan diri dari sisi perekonomian.

Ia menjelaskan, walau hanya 6 persen dari total 543 penerima bantuan tahun 2016---yaitu sebanyak 37 orang---mereka tetap diberlakukan serius. Modal usaha akan disesuaikan dengan rancangan anggaran biaya guna pengembangan usaha yang mereka ajukan.

Para mustahik yang sudah mendapatkan pembinaan, harap Mukhlis, akan merubah mustahik menjadi muzakki atau pemberi zakat, bukan lagi stagnan di penerima zakat.

"Kalau mereka telah sukses, mereka tidak akan mau lagi menerima bantuan, dan malah akan menyalurkan zakat," sebutnya.

Wakil Ketua Baznas Kota Pariaman Asman Yahya, mengatakan di tahun 2016 lalu Baznas Kota Pariaman telah menyerahkan zakat kepada 543 orang mustahik dengan besar bantuan Rp1.500.000 per orang.

Kemudian dari jumlah mustahik keseluruhan dilaksanakan monitoring yang terdiri dari dua tahap. Tahap I pada tanggal 6 Desember 2016 hingga 10 Januari 2017, dan tahap II pada tanggal 25 April hingga 24 Mei 2017.

Dengan hasil penilaian, kategori A---usaha yang mungkin berkembang---sebanyak 37 mustahik (6%), kategori B---usaha belum berkembang---404 mustahik (75%), dan kategori C--usaha tidak jalan--sebanyak 102 mustahik (19%).

"jadi saat ini kita komit untuk mengembangkan 37 mustahik ini, agar usaha mereka dapat semakin berkembang dan maju, sehingga dapat mengangkat derajat kehidupan mereka nantinya," tuturnya.

Ke depan kata Asman, mereka yang mendapatkan pembinaan akan menerima tambahan bantuan modal usaha sesuai dengan usaha yang mereka jalankan. Kemudian akan menjadi percontohan untuk usaha kecil menengah binaan dari Baznas Kota Pariaman. (Juned)
LKAAM Pariaman Bahas Pemberian Gelar Sangsako bagi Forkopimda di Pariaman Batagak Gala
Mukhlis yang juga ketua LKAAM Kota Pariaman pimpin rapat LKAAM Kota Pariaman persiapan Pariaman Batagak Gala II
Pariaman --- Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Pariaman gelar rapat persiapan untuk penyelenggaraan Pariaman Batagak Gala II yang akan dilaksanakan tanggal 25 Desember 2017 mendatang, di Balaikota Pariaman, Rabu (18/10).

Rapat yang dipimpin ketua LKAAM Mukhlis Rahman itu membahas tentang evaluasi Pariaman Batagak Gala tahun 2016 yang tergolong sukses. Dan sebagai pioner mambangkik batang tarandam atas pengangkatan datuak yang ada di Kota Pariaman khususnya dan Sumatera Barat umumnya.

"Ke depan kita ingin iven Pariaman Batagak Gala II, orang yang akan dilewakan menjadi datuak, betul-betul sesuai dengan ketentuan adat dan kesepakatan kaum dan disetujui oleh KAN," kata Mukhlis yang juga walikota Pariaman.

Pariaman Batagak Gala merupakan iven yang digagas oleh Pemerintah Kota Pariaman dalam rangka melestarikan adat dan budaya Minangkabau dalam hal pengangkatan penghulu adat. Tingginya biaya untuk melewakan gelar datuak bagi seseorang membuat jumlah datuak di Pariaman semakin berkurang

"Dengan adanya Pariaman Batagak Gala akan menghidupkan kembali peran datuak yang ada di masyarakat Minangkabau, khususnya di Kota Pariaman, yang merupakan tampek batanyo bagi anak dan kamanakan kaumnya, dan orang yang dituakan untuk mewakili dan memimpin kaum/sukunya," sebutnya.

Dalam kesempatan itu juga dibahas tentang penganugerahan gelar sangsako bagi pimpinan forkopimda yang ada di Kota Pariaman, agar nantinya ikatan batin antara pimpinan forkopimda dengan masyarkat Pariaman lebih terjalin dengan erat.

Rapat ini juga sekaligus penguatan internal LKAAM Kota Pariaman, KAN dan Bundo Kanduang se Kota Pariaman. Menurut Mulhkis masih banyak KAN yang belum memiliki kantor. Bagi yang masih belum itu, ia meminta dicarikan tanah agar pemerintah Kota Pariaman dapat membangunnya. Sedangkan untuk Kantor LKAAM Kota Pariaman bersamaan dengan kantor Bundo Kanduang, akan dibangun di tahun 2018 mendatang. (Juned)
Mukhlis Hadiahi Dua Pelajar Pariaman Berprestasi Nasional

Cimparuah --- Walikota Pariaman Mukhlis Rahman berikan reward kepada dua pelajar Pariaman yang telah mengharumkan nama Kota Pariaman dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) di Kota Surabaya, dan Pekan Ketrampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pekan PAI) di Aceh.

Kedua siswa berprestasi tersebut adalah Maulana Muhammad Noer dari SMP Negeri 3 Pariaman dan Hanifal Huda dari SMP Negeri 1 Pariaman diterima walikota di ruang kerjanya, Rabu (18/10).

Maulana merupakan juara dua nasional Pekan PAI ke VIII tahun 2017 cabang Musabaqoh Hifzil Quran (MHQ) tingkat SMP kategori Putra di Aceh, sedangkan Hanifal Huda, peringkat tiga nasional cipta dan baca puisi FLS2N Surabaya.

"Kami bangga dengan prestasi yang ditorehkan oleh pelajar Kota Pariaman, dan jadilah generasi muda yang terus menorehkan prestasi dan membawa nama Kota Pariaman ke level nasional dan internasional," kata Mukhlis dengan bangganya.

Mukhlis apresiasi perjuangan dua siswa Pariaman tersebut hingga berprestasi nasional. Dari tingkat lokal Pariaman, provinsi dan akhirnya menggapai prestasi nasional dengan pesaing para pelajar dari 34 provinsi.

Lebih lanjut ia mengatakan agar mereka jangan pernah merasa berpuas diri, tetaplah selalu belajar dan tidak sombong. "Sehingga ilmu dan pengalaman yang didapatkan, menjadi bermanfaat dan menjadi pelecut untuk lebih baik lagi. Selamat kepada Maulana Muhammad Noer dan Hanifal Huda yang telah membawa harum nama Pariaman di kancah nasional," imbuhnya.

Ia mengimbau, prestasi yang telah diraih oleh mereka berdua agar dijadikan batu loncatan untuk menggapai prestasi yang lebih besar lagi.

Ikut mendampingi Mukhlis bersama Kepala Kantor Kemenag Kota Pariaman Muhammad Nur, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kanderi dan jajaran, Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Pariaman Nurheymi dan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Pariaman Rostina. (Juned)
DPRD Kota Pariaman Sahkan APBD Perubahan 2017
Ketua DPRD menyerahkan Pandangan Fraksi DPRD Kota Pariaman pada Walikota Pariaman
Mangguang --- Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD P) Kota Pariaman disahkan menjadi APBD P Kota Pariaman 2017. Pengesahan setelah pihak DPRD menggelar stemmotivoring RAPBD P di ruang Paripurna DPRD Kota Pariaman, Mangguang, Selasa sore (17/10).

Dari 5 Fraksi yang memberikan tanggapan, yaitu Fraksi Nurani Pembangunan oleh Nasril (PPP), Fraksi Bulan Bintang Amanat oleh Romi Novialdi (PBB), Fraksi Gerindra oleh Hamdani, Fraksi Nasdem oleh Jonasri dan Fraksi Golkar oleh Muhammad Yasin, menyatakan menerima RAPBD P Kota Pariaman yang diusulkan oleh Walikota Pariaman Mukhlis Rahman.

Adapun besaran APBD P Kota Pariaman tahun 2017 yang disahkan antara lain untuk pendapatan, semula Rp645.650.815.874,47, bertambah sebesar Rp10.749.405.510,00, jumlah pendapatan setelah perubahan menjadi Rp656.450.221.384,47.

Belanja yang semula sebesar Rp704.005.568.599,47, bertambah sebesar Rp. 18.451.646.461,00, jumlah belanja setelah perubahan menjadi Rp722.457.215.055,47. Untuk Pembiayaan.

Penerimaan yang semula Rp58.354.755.720,00 bertambah sebesar Rp18.835.240.451,00, jumlah penerimaan setelah perubahan menjadi Rp77.189.993.671,00. Sedangkan untuk pengeluaran semula Rp0, bertambah menjadi Rp11.183.000.000.,00.

Untuk jumlah pembiayaan netto setelah perubahan berjumlah sebesar Rp66.006.993.671,00 dan sisa lebih pembiayaan anggaran setelah perubahan Rp0.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman menyambut baik sinergitas antara eksekutif dan legislatif yang telah terjalin sehingga pengesahan RAPBD P Kota Pariaman tahun 2017 sesuai dengan waktu yang ditetapkan.

"Kami apresiasi kinerja DPRD Kota Pariaman bersama dengan TAPD dan SOPD yang ada dalam menyelesaikan rangkaian pembuatan RKA dan PPAS, sehingga jadwal pengesaan ini sesuai dengan waktu yang kita inginkan bersama," tuturnya.

Dengan telah disahkannya APBD P Kota Pariaman tahun 2017 yang menyisakan 2 bulan lagi, diharapkan SOPD betul-betul menjalankan program dan kegiatan, atau pekerjaan yang harus diselesaikan dengan waktu yang tersisa di akhir tahun 2017.

"Laksanakan semua anggaran yang telah disahkan oleh legislatif ini, sehingga dana yang dikucurkan untuk pembangunan, dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sehingga semua pembangunan dan program untuk rakyat,dapat kita wujudkan," tutupnya.

Sidang Paripurna Stemmotivoring RAPBD P Kota Pariaman 2017 dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyudin, dihadiri oleh Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman Syafinal Akbar, Anggota DPRD kota Pariaman, Assisten, Staf Ahli, Kepala SOPD, Kabag, Camat, Kepala Bank Nagari Pariaman, Kepala RSUD dr Sadikin Kota Pariaman, para kepala sekolah, serta kepala desa/lurah se Kota Pariaman. (Juned)
Kota Dumai Bahoyak Tabuik

Dumai --- Walikota Pariaman diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Lanefi dan Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, hadiri pelantikan pengurus Generasi Muda Pariaman (Gempar) Kota Dumai, Minggu (15/10). Gempar Dumai merupakan organisasi sayap PKDP Kota Dumai.

Pada kesempatan itu Lanefi menyampaikan apresiasi warga dan pemerintah kota Pariaman pada PKDP dan Gempar Dumai yang selalu kompak dan solid di rantau. PKDP dan sayapnya Gempar, kata Lanefi selalu saling bahu membahu dan bergotong royong dalam meningkatkan ekonomi antar sesama warga Pariaman di Dumai.

"Gempar harus mampu bekerja sama dengan pemerintah Kota Dumai dalam membangun daerah rantau dan kampung (ranah) tanpa meninggalkan adat dan budaya kita: ndak lakang dek paneh dan ndak lapauak dek hujan," tuturnya.

Ketua PKDP Kota Dumai Sidi Zulfa Indra, mengatakan bahwa sebagai organisasi sayap PKDP,  Gempar berada di bawah PKDP dan sebagai organisasi pemuda, Gempar berada di bawah Organisasi Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR).

"Mereka adalah warga kota Dumai  yang berasal dari Pariaman. Gempar tidak ada kaitannya dengan politik, murni Ormas dan diharapkan bersama organisasi yang lain bekerjasama dalam membangun kota Dumai dengan falsafah: barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang," ungkapnya.

Di saat yang sama, Walikota Dumai Zulkifli AS mengatakan Gempar suatu khazanah kesinambungan organisasi sebelumnya. Ia berkata pengurus suatu organisasi perlu memahami AD/ART Organisasi, agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam menjalankan organisasi.

"Buat program yang sederhana tapi fokus agar tepat sasaran, tak usah muluk-muluk, tingkatkan  semangat dan spirit organisasi  agar tujuan dapat tercapai," kata dia.

Ia menjelaskan bahwa Kota Dumai memiliki 18 suku. Ia berharap antar suku supaya saling berinteraksi satu sama lain agar tidak timbul gesekan. Banyak suku bisa jadi kelemahan dan bisa juga jadi kekuatan.

"Saya sangat mendukung berdirinya organisasi sosial ini, karena akan mempertajam rasa sosial masyarakat terhadap orang lain. Makin banyak, kepedulian sosial akan tinggi, nilai sosial dan kepedulian tinggi sangat luar biasa untuk membangun daerah," imbuhnya.

Acara tersebut juga dimeriahi Hoyak Tabuik Ala Piaman. Tabuik yang merupakan ikon Pariaman, juga kebanggaan bagi perantau Piaman di Dumai. Kabarnya, hoyak Tabuik Piaman akan dijadikan oleh PKDP iven tahunan bertajuk Parade Nusantara memeriahkan HUT Kota Dumai.

Tabuik dengan tinggi 6 meter itu diserahkan oleh Ketua PKDP Kota Dumai kepada Kepala Dinas Pariwisata Kota Dumai untuk dijadikan salah satu seni dan budaya Kota Dumai, dan akan ditampilkan dalam Hari Ulang Tahun Kota Dumai pada bulan April mendatang.

Gempar Kota Dumai periode 2017-2022 diketua oleh Andes Fahmi Chan, Sekretaris Don Putra dan Bendahara Bobi Herlanda. (Andi Sikumbang)
LPSE Kota Pariaman Komit Capai Standar 17

Pariaman --- Ketua Tim Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) Ichwan Nasution didampingi oleh Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Sumbar lakukan penilaian terhadap 17 standar LPSE Kota Pariaman, Kamis (12/10).

Proses penilaian dari pukul 09.30 hingga 20.00 WIB. Tim penilai betul-betul memverifikasi semua dokumen serta mencek kelengkapan sarana dan prasana dan semua layanan LPSE Kota Pariaman.

Ichwan Nasution mengatakan bahwa komitmen LPSE Kota Pariaman untuk mencapai 17 standar sangat tinggi. Tampak dari usaha untuk melengkapi seluruh persyaratan seperti sarana dan prasarana serta sumber daya manusia untuk pelayanan.

"Semoga ini dapat terus ditingkatkan,” ujar Ichwan Nasution.

Sebelumnya LPSE Kota Pariaman telah memenuhi 8 standar, yaitu standar kebijakan layanan, pengorganisasi layanan, pengelolaan aset, pengelolaan layanan helpdesk, pengelolaan perubahan, pengelolaan kapasitas, pengelolaan sumber daya manusia dan pengelolaan anggaran.

Ichwan menyebutkan pihaknya telah menilai sebanyak 9 standar, di antaranya pengelolaan risiko, standar pengelolaan keamanan operasional layanan, standar pengelolaan keamanan server dan jaringan, pengelolaan kelangsungan layanan, pengelolaan pendukung layanan, pengelolaan hubungan dengan pengguna layanan, pengelolaan kepatuhan dan standar penilaian internal

Kedatangan tim penilai disambut oleh Asisten I Lanefi, Kadis Kominfo Kota Pariaman Yalviendri dan Ketua LPSE Kota Pariaman Nofrizal Nur di Balaikota Pariaman.

“Semoga penilaian berjalan lancar sebab saya rasa kesiapan tim LPSE Kota Pariaman cukup matang dan dapat menyusul 9 kabupaten/kota yang sudah memperoleh 17 standar di Sumatera Barat,” ungkap Lanefi. (Juned)
Pemko Pariaman Akan Tindak Warnet Buka di Atas Pukul 12 Malam
Kepala Dinas Kominfo Yalviendri saat memberi materi
Pariaman --- Kepala Dinas Pol PP dan Damkar Kota Pariaman Handrizal Fitri mengungkapkan bahwa Pemko Pariaman akan menertibkan warnet yang ada di kota Pariaman dan berharap pengusaha warnet mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh Pemko Pariaman.

Ia mengatakan, berkembangnya teknologi informasi telah mengakibatkan pergeseran tata kehidupan sosial masyarakat. Pergeseran tampak dengan mudahnya masuk budaya asing melalui teknologi informasi (internet) yang tak terbendung dan berdampak pada perilaku dan akhirnya berujung pada meningkatnya penyakit masyarakat.

Ia menyebut dalam Perda nomor 10 tahun 2013, posisi layar monitor warnet tidak boleh menghadap dinding, dilarang bersekat dan operasional tidak boleh melewati jam 24.00 WIB.

"Sebagaimana amanat dari Perda Nomor 10 tahun 2013, tentang pencegahan, penindakan, pemberantasan penyakit masyarakat dan maksiat, bagi pengusaha warnet yang melanggar akan diberi sanksi," ujarnya dalam sosialisasi Perda di Pariaman, Jumat (13/10).

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kota Pariaman Yalviendri mengatakan warnet merupakan kebutuhan masyarakat untuk mencari data dan informasi. Namun bila tidak ditertibkan dan diawasi bisa menjadi sarana untuk menonton pornografi dan tempat maksiat, terutama bagi warnet yang tidak sesuai Perda.

Ia berkata, berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan oleh Dinas Kominfo Kota Pariaman, sebagian besar warnet masih mengabaikan Perda Nomor 10 tahun 2013, di antaranya adalah belum memiliki izin, masih bersekat, tidak mengamankan komputer dari situs pornografi dan operasionalnya masih ada yang lewat jam 24.00.

Sosialisasi Perda diikuti oleh  42 pengusaha warnet se kota Pariaman. Narasumber terdiri dari Kasat Pol PP dan Damkar Handrizal fitri, Kadis Kominfo Yalviendri dan Dinas DPM dan Naker Alfian.

Seluruh pengusaha warnet, pada kesempatan itu sepakat mematuhi Peraturan Daerah yang telah ditetapkan dan akan mengurus izin warnet bagi yang belum memiliki. (TKIP Pariaman)
Mukhlis Ingatkan Iuran Masyarakat per Bulan Untuk BPJS, Dibarengi Kinerja Profesional

~Dari 91.115 orang penduduk kota Pariaman, sebanyak 60.831 sudah terdaftar JKN per 1 Oktober 2017.

~Dengan iuran rutin bulanan masyarakat Pariaman, BPJS diminta bekerja profesional dalam melayani kesehatan masyarakat, termasuk ke rumah sakit rujukan.


Pariaman --- Pemko Pariaman teken nota kesepahaman (MoU) dengan BPJS Kesehatan Padang dalam rangka optimalisasi peran pemda dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di wilayah kota Pariaman.

MoU diteken oleh walikota Pariaman Mukhlis Rahman dengan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Padang Sistri Sembodo di aulau utama Balaikota Pariaman, Senin (9/10/2017).

Saling teken MoU tersebut menindaklanjuti Undang-Undang Nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional dan Undang-undang Nomor 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang mensyaratkan hanya satu penyelenggara jaminan kesehatan secara nasional: yakni BPJS Kesehatan.

Dengan MoU tersebut, Mukhlis berjanji akan memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat sesuai SOP yang ada. Ia tidak ingin mendengar pelbagai keluhan masyarakat terkait pelayanan BPJS di kota Pariaman.

"Bekerja sesuai prosedur dan peraturan-peraturan yang ada, termasuk peraturan yang berkaitan dengan pelaksanaan BPJS kesehatan," kata Mukhlis yang akan mengakhiri masa jabatan dua periodenya akhir 2018 mendatang.

Kepada seluruh subjek layanan kesehatan mitra BPJS kesehatan, termasuk RSUD dr Sadikin dan puskesmas se-kota pariaman serta dokter keluarga, ia mengimbau agar  memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat tanpa pandang bulu.

Dengan adanya regulasi tersebut, kata Mukhlis, setiap penyelenggara kesehatan pemerintah daerah, harus berintegrasi ke BPJS Kesehatan, sesuai dengan peta jalan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

Lebih lanjut Mukhlis Rahman juga mengharapkan kepada pihak BPJS, agar bekerja profesional, karena yang dikelola adalah uang rakyat--yang telah menyisihkan sebagian penghasilannya---membayar iuran tiap bulan.

"Bekerjalah secara profesional, jangan sampai peserta BPJS Kesehatan yang telah membayar iuran tersebut tidak dilayani dengan baik karena mereka mempunyai hak yang sama dengan pasien lainnya dalam penanganan medis, baik di rumah sakit daerah atau rumah sakit rujukan lainya," tutupnya.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Padang Sistri Sembodo mengatakan, tahun 2017 jumlah penduduk kota Pariaman sebanyak 91.115 orang. Terdaftar sebagai peserta JKN adalah sebanyak 60.831 per 1 Oktober 2017. Berarti masih ada potensi peserta JKN sebanyak 30.284 orang lagi.

"Berarti 66,76% penduduk kota Pariaman telah terdaftar menjadi peserta JKN, kini tinggal 33,24% lagi yang dapat kita maksimalkan untuk bersedia ikut menjadi peserta BPJS Kesehatan," kata dia.

Dari jumlah tersebut sebanyak 23.813 orang adalah peserta penerima bantuan iuran (PBI) ditanggung oleh APBN, dan 9.155 orang adalah kepesertaan Jamkesda yang ditanggung dari sharing oleh APBD Provinsi 80% dan APBD Kota Pariaman 20%.

"Dahulu peserta PBI yang tidak aktif atau menunggak, tiba-tiba mendapat musibah sakit dan dirawat di layanan kesehatan. Dengan melunasi iurannya, bisa memperoleh pelayanan kesehatan yang diselenggarakan BPJS Kesehatan," ujarnya.

Ia menambahkan sejak keluarnya PP Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan PP Nomor 12 tahun 2013, cara seperti itu tidak dimungkinkan lagi. Peserta PBI tersebut harus melunasi seluruh tunggakan iurannya dan harus membayar denda sebanyak 2,5% terlebih dahulu.
 

"Setelah itu baru dinyatakan sebagai PBI aktif setelah 45 hari menyelesaikan kewajibannya itu," terangnya mengakhiri.

Acara itu hingga berlanjut dengan sosialisasi JKN/KIS menuju Universal Health Coverage yang dihadari oleh Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman Syafinal Akbar, Sekdako Pariaman Indra Sakti, Kepala Perwakilan BPJS Kesehatan Kota Pariaman Sari Puspa, kepala SOPD, Kabag, Camat se-kota Pariaman, Kepala RSUD dr Sadikin beserta pimpinan puskesmas se-kota Pariaman. Kepala Desa serta Lurah juga terlihat. (Juned/OLP)
Rancangan APBDP Pariaman Tahun 2017 Diperkirakan Naik 10 Miliar

Pariaman --- Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kota Pariaman tahun 2017 mengalami penambahan Rp10.799.405.510 atau (1,67%) dari APBD awal tahun 2017---Rp645.650.815.874,47---setelah perubahan menjadi Rp656.450.221.384,47.

Hal itu tertuang dalam nota keuangan walikota Pariaman tentang rancangan APBD Perubahan tahun 2017 yang disampaikan langsung oleh Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, Senin (9/10/2017) di Gedung DPRD Kota Pariaman dalam rapat Paripurna DPRD setempat.

Rapat paripurna dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman Syafinal Akbar, hadir segenap anggota dewan, forkopimda, sekdako Indra Sakti, kepala OPD, camat dan undangan lainnya.

Menurut Mukhlis Rahman dalam rancangan yang diajukan tersebut, diperkirakan pendapatan asli daerah (PAD) bertambah sebesar Rp2.566.895.014 dari APBD awal tahun 2017 sebesar Rp32.035.079.870,47 menjadi Rp34.601.974.884,47.

Penambahan PAD kata Mukhlis, terdiri dari pajak daerah sebesar Rp224.600.000, retribusi daerah Rp125.677.162, hasil pengelolaan kekayaan daerah sebesar Rp1.766.987.852 dan lain-lain pendapatan asli daerah sebesar Rp15.240.007.683.

“Sedangkan untuk belanja daerah diperkirakan bertambah sebesar Rp18.451.646.461 dari APBD awal tahun 2017 sebesar Rp704.005.568.594,47 menjadi Rp722.4457.215.055,47,” ujar Mukhlis.

Belanja daerah terdiri dari Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung. Dimana belanja tidak langsung mengalami pengurangan sebesar Rp512.270.120 dari APBD awal tahun 2017 sebesar Rp333.092.175.492,47 menjadi Rp332.579.905.372,47.

Sedangkan belanja langsung mengalami penambahan sebesar Rp18.963.916.581 dari ABPD awal tahun 2017 sebesar Rp370.913.393.102 menjadi Rp389.877.309.683.

Wakil Ketua DPRD Syafinal Akbar mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti dengan membahas Rancangan APBD Perubahan tahun 2017 dengan rapat-rapat berikutnya sesuai dengan ketuan dan aturan yang berlaku. (Doni)
Wirabraja Offroad Adventure Banjir Peserta

Pariaman --- 115 orang offroader dari berbagai daerah di Sumatera Barat ikuti gelaran Wirabraja Offroad Adventure dalam rangkat HUT TNI ke-72 di wilayah Kodim 0308/Pariaman, Sabtu (7/10) pagi.

Dalam adventure selama dua hari menggunakan mobil penggerak ganda itu, offroader akan disuguhi spot atau keindahan alam saat melintasi banyak daerah di kabupaten Padangpariaman dan kota Pariaman.

Peserta dilepas di Makodim 0308/Pariaman terlebih dahulu menyisiri pantai Pariaman dan menyusuri beberapa daerah di Padangpariaman hingga istirahat di daerah Koto Dalam Padang Sago. Pada titik perhentian itu, peserta akan istirahat di tenda yang disediakan panitia. Peserta juga akan berhibur dengan dendang KIM.

Esok hari, offroader melanjutkan petualan menyusuri lintasan yang didominasi oleh lumpur dan sungai hingga berakhir di titik finish di Pantai Kata Pariaman.

Dandim 0308/Pariaman, Letkol ARH Hermawansyah mengatakan, kegiatan itu adalah bertualang dan menjelajah daerah, bukan balapan. Meskipun offroad identik dengan olahraga balap, namun peserta diminta untuk tetap menaati aturan dan keselamatan selama berpetualang.

 “Kita berpetualang menjelajahi dan menikmati keindahan alam yang ada, bukan balapan. Nanti di titik istirahat hari ini, kita juga berhibur dengan dendang KIM," ujarnya.

Ia bahkan mengapresiasi tingginya minat offroader mengikuti kegiatan itu. Banyaknya jumlah peserta yang mengikuti kegiatan di luar perkiraan panitia yang hanya menargetkan diikuti oleh 50an peserta. Namun, kata dia, membludaknya jumlah peserta dapat diakomodasi.

Melihat tingginya minat peserta, ia berkeinginan menjadikan ajang Wirabraja Offroad Adventure diselenggarakan setiap tahunnya.

“Jika kita tidak batasi hanya dari Sumatera Barat, bisa tiga kali lipat pesertanya, sebab rekan-rekan offroader lainnya dari provinsi tetangga juga mau bergabung. Mudah-mudahan tahun depan bisa kita selenggarakan lagi, tentu dengan jumlah dan persiapan kita tingkatkan,” ulasnya.

Dalam kesempatan itu, Hermawansyah mengungkapkan apresiasinya terhadap masyarakat, pemerintah daerah, stakeholder di Padangpariaman dan kota Pariaman yang mendukung tugas TNI, khususnya Kodim 0308/Pariaman.

“TNI komitmen hidup bersama-sama rakyat, karena TNI lahir dari rakyat dan untuk rakyat, dan rakyat harus merasa memiliki TNI,” pungkasnya.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman mendukung rencana Dandim 0308/Pariaman menjadikan Wirabraja Offroad Adventure sebagai agenda tahunan Kodim 0308/Pariaman.

Ia menyatakan siap bekerjasama menyelenggarakan kegiatan itu, sekaligus promosi pariwisata yang ada di Kota Pariaman.

“Kalau bisa lebih dari satu kali dalam setahun, kita tingkatkan juga pesertanya,” ujarnya. (Nanda)
Pemko Pariaman Serahkan Lahan Bersertifikat Untuk Kejari Pariaman

~Hibah barang milik daerah dan penganggaran diperbolehkan selama demi pembangunan.

~Luas tanah kantor Kejari Pariaman hampir separuh dulunya milik Pemko Pariaman.

Pariaman --- Pemko Pariaman serahkan barang milik daerah (BMD) ke Kejaksaan Negeri Pariaman, Jumat (6/10). BMD berupa aset dua kapling tanah dalam tiga sertifikat. Total aset tanah yang diserahkan seluas 883 meter persegi.

Rinciannya 471 meter persegi pembelian tahun 2006 dan 412 meter persegi pembelian tahun 2014 yang berada di komplek Kejaksaan Negeri Pariaman.

"Peruntukannya berupa lahan parkir, taman dan halaman kantor Kejaksaan Negeri Pariaman," ungkap Walikota Pariaman Mukhlis Rahman didampingi Ketua DPRD Mardison Mahyuddin yang ikut menandatangani dokumen penyerahan BMD tersebut. 

Mukhlis berkata, penggunaan anggaran negara untuk kemajuan pemerintahan, baik dari jajaran eksekutif, legislatif dan organisasi pemerintahan vertikal, selagi tidak melanggar aturan dan undang-undang yang berlaku, hal itu bisa dilakukan.

"Pemindahtanganan BMD berupa tanah dan atau bangunan yang dilakukan saat ini, sudah melalui proses yang dipersyaratkan oleh undang-undang dan aturan yang berlaku," tuturnya.

Dengan semakin banyaknya pembangunan untuk kantor dinas dan instansi yang ada, sebut Mukhlis, mesti dibarengi dengan pembangunan instansi pemerintahan vertikal untuk menambah daya tarik dan tata bangunan yang elok untuk dilihat dan ditempati.

Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin mengatakan, banyak bangunan yang berdiri megah dan indah saat ini dibangun di Pariaman. Seperti Balaikota Pariaman, Kantor DPRD, kantor instansi.

"Apalagi sekarang Pengadilan Negeri Pariaman dan Pengadilan Agama Pariaman juga sedang dalam tahap pembangunan yang nantinya akan menambah wajah kota Pariaman, ditambah dengan bangunan megah milik Kejaksaan Negeri Pariaman ini," katanya.

Ia membenarkan dana negara apabila untuk kemaslahatan umat dan sesama instani pemerintahan--selagi tidak menyalahi aturan--dapat untuk dilakukan.

Kepala Kejaksaan Negeri Pariaman Josia Komi mengatakan, bahwa dengan diserahkannya hibah dari Pemerintah Kota Pariaman telah mempercantik wajah kantornya.

"Telah banyak pujian dari para tamu dan relasi yang datang, kesemuanya merasakan betah dan nyaman untuk berlama-lama di kantor ini. Berimplikasi bagi pelayanan maksimal," sebutnya.

Ia menyebut, dari segi institusi pihaknya selama berada di Kota Pariaman, tidak menemukan hal dan temuan yang signifikan terhadap kinerja eksekutif maupun legislatif dalam mengelola keuangan daerah. (Juned/OLP)
Jemaah Masih Puber di Makodim Membludak


Pariaman --- Kodim 0308/Pariaman gelar Manunggal Subuh Indah Penuh Berkah (Masih-Puber) dalam rangka memperingati HUT TNI ke-72. Masih-Puber itu digelar bersama Pemko Pariaman dan Pemkab Padangpariaman, Jumat subuh (6/10) di Makodim Pariaman, Kuraitaji, Pariaman Selatan.

Usai salat subuh berjamaah---acara yang turut dihadiri Walikota Pariaman Mukhlis Rahman dan Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur---dilanjutkan dengan zikir dan doa bersama yang dipimpin oleh Ustad Boy Lestari Datuak Palindiah dari Padang.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman dalam sambutannya mengatakan program Masih-Puber yang digagas oleh Kodim Pariaman sesuai dengan program Pemko Pariaman. Bahkan Masih-Puber telah disepakati bersama dengan Forkopimda.

Masih Puber, kata Mukhlis, adalah istilah yang diberikan Dandim 0308 Pariaman Letkol Arh Hermawansyah saat peluncuran program itu oleh Pemko Pariaman beberapa bulan lalu.

"Kami menyambut baik istilah ini, dengan begitu kemanunggalan untuk melaksanakan solat subuh secara berjamaah, betul-betul dapat diikuti oleh semua pihak," katanya.

Ia juga mengimbau agar seluruh pihak bersama dengan TNI secara bersama-sama berpartisipasi dalam membangun Bangsa Indonesia yang berdasar kepada Pancasila dan UUD 1945 dalam kebhineka tunggal ika.

"Semoga TNI semakin jaya dan makin dekat dengan rakyat," tutupnya.

Dandim 0308 Pariaman Letkol Arh Hermawansyah mengatakan bahwa Masih-Puber merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh Kodim 0308/Pariaman selain kegiatan lainnya memperingati hari jadi TNI.

"Kita juga akan menggelar offroad di hari Sabtu dan Minggu besok, kesemuanya itu adalah dalam rangka mendekatkan TNI dengan masyarakat dan membangun jembatan hati," ucapnya.

Boy Lestari Datuak Palindiah dalam tausiahnya mengungkapkan resep awet muda. Untuk awet muda dan hidup bahagia di dunia adalah senyum dan ikhlas. Menerima segala sesuatu dalam hidup dengan senyum keikhlasan.

"Mari kita dekatkan diri dengan Yang Maha Pencipta, selain perbanyak ibadah yang kita punya, kita juga harus mensyukuri atas nikmat yang kita terima di dunia ini, dengan begitu kita akan menjadi orang-orang yang beruntung," katanya. (Juned)
Pemko Pariaman Mantapkan Persiapan MTQ Sumbar ke-37 di Pantai Kata

Pariaman --- Pemko Pariaman gelar rapat pemantapan panitia persiapan MTQ tingkat Sumatera Barat ke-37 sebagai tuan rumah. MTQ akan dilaksanakan dari tanggal 4 hingga 11 Novenber 2017 di Pantai Kata Pariaman.

"Dari sekarang kita harus tahu di mana posisi kita, baik tugas dan pelaksanaanya, maupun tanggung jawab setiap OPD terhadap daerah yang disambutnya, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," ungkap Sekdako Pariaman Indra Sakti saat memimpin rapat di Balaikota Pariaman, Kamis (5/10).

Rapat membahas tentang persiapan dan segala sesuatu yang bersangkutan tentang penangung jawab, setiap kegiatan berikut anggotanya, sekaligus pembagian tugas masing-masing OPD dan jajarannya. Panitia lainnya, mulai dari penerimaan tropy bergilir MTQ tingkat Sumbar dari kota Padang ke kota Pariaman, penerimaan khafilah dan rombongannya, serta homestay di mana mereka menginap.

Indra Sakti berharap, dari saat ini setiap OPD dan panitia yang telah dibentuk---baik panitia provinsi Sumatera Barat maupun panitia dari kota Pariaman---agar memahami tugas dan tanggung jawabnya, sehingga segala sesuatu yang bersangkutan pelaksanaan MTQ beserta seluruh khafilah, nantinya tidak menimbulkan masalah.

Segala hal tekhnis yang dirancang dalam persiapan MTQ ke-37 nanti, kata dia hendaknya terkoordinasi dengan baik, agar Pariaman sebagai tuan rumah menerima kesan yang baik.

"Mari kita siapkan sesuatunya dari sekarang, sehingga gelaran MTQ ke-37 yang merupakan agenda 2 tahunan Provinsi Sumbar, sukses bukan hanya sebagai penyelanggara, tetapi juga sukses dalam hal prestasi," sebutnya.

Hadir juga dalam kesempatan itu Kepala Kantor Kemenag Kota Pariaman Muhammad Nur dan jajaran, utusan Forkopimda, Kepala OPD, Kabag, Camat dan para panitia. (Juned/OLP)
Buka LPI 2017, Indra Sakti Imbau Pelajar Sempatkan Diri Tonton Film G30S/PKI

Pariaman --- Sekretaris Daerah Kota Pariaman Indra Sakti mengimbau para pelajar menumbuhkan jiwa sportifitas dalam setiap pertandingan olahraga dan kehidupan sehari-hari.

"Olahraga mampu memupuk jiwa sportifitas dan mengarahkan pelajar menyibukan diri dengan hal positif selain menjaga kebugaran dan kesehatan para pelajar itu sendiri," ujar Indra Sakti saat membuka Liga Pelajar Indonesia tingkat Pariaman di Lapangan Bola Pauah Kuraitaji, Pariaman Selatan, Selasa (3/10).

Ia menyebut, selama ini pihaknya seringkali menggelar berbagai kejuaraan olahraga dalam rangka mencari bibit-bibit pesepakbola asal Pariaman yang dijaring sedari dini. Kejuaraan itu, juga ajang seleksi pesepakbola Pariaman untuk Porprov 2018 mendatang.

"Untuk kita persiapkan di Porprov ke-15 di Kabupaten Padangpariaman tahun 2018 nanti," sebutnya.

Menariknya lagi dalam kesempatan itu, Indra Sakti mengingatkan para pelajar agar jangan lupa menonton film Pemberontakan G30S/PKI, agar generasi muda memahami sejarah.

"Dan menimbulkan jiwa nasionalisme dengan berpegang teguh pada ideologi Pancasila," ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman Kanderi, menyampaikan kejuaraan itu diikuti oleh 26 tim/sekolah. 12 tim dari SLTA sederajat dan 14 tim SLTP sederajat.

"LPI ini digelar dengan sistem setengah kompetisi yang dibagi 4 grup, yang nantinya akan dipilih para pemuncak grup untuk masuk ke perdelapan final, dan dilaksanakan dari tanggal 3 hingga 13 Oktober 2017," ucapnya.

LPI tingkat Kota Pariaman tahun 2017 ini merupakan kali keempat dilaksanakan kota Pariaman sejak tahun 2012 dan sempat terhenti di tahun 2015.

Perlombaan itu turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman Syafinal Akbar dan Ketua Askot Kota Pariaman Kardinal Feri. (Juned/OLP)
ASN Pemko Pariaman Wajib Lapor Seluruh Harta Kekayaan

Pariaman --- Sekdako Pariaman Indra Sakti mengimbau seluruh ASN di lingkungan Pemko Pariaman melaporkan seluruh harta kekayaan. Baik diri sendiri, maupun sebagai suami dan istri dari ASN.

"Agar seluruh harta kekayaan yang mereka miliki terdata dan terlaporkan dengan baik," ujar Indra Sakti di Pariaman, Selasa (3/10).

Kewajiban untuk melaporkan harta kekayaan dan pemahaman tentang konsekuensinya dalam hukum pidana, imbuh Indra Sakti, akan mengurangi sekaligus langkah pencegahan tindakan korupsi bagi ASN.

Ia berkata, dengan melaporkan harta kekayaan oleh ASN, pemerintah bisa memantau dan mengawasi harta kekayaan sesuai ketentuan agar tidak terjadi ketimpangan dan kecurigaan di kemudian hari.

Ia menyebut, langkah sosialisasi laporan harta kekayaan yang dilaksanakan pihaknya hari itu, berguna bagi ASN agar melakukan pengisian dengan benar dan jujur.

"Ikuti dan pahami sosialisasi ini dengan baik, dan tanyakan apa yang belum dimengerti. Agar laporan harta kekayaan yang kita miliki, dapat terindetifikasi dengan wajar, agar tidak terjadi temuan di kemudian hari," ujarnya.

Sekretaris Deputi Bidang Reformasi Birokrasi dan Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Herlyn Sukmawati mengatakan, bahwa sekecil apapun kekayaan ASN harus dilaporkan meskipun dari segi administrasi kekayaan tersebut bukan atas nama dia.

"Kita memiliki kendaraan atau apa pun bentuknya yang kita pakai tetapi belum balik nama, itu juga mesti kita laporkan, sehingga nantinya pendataan harta kekayaan yang dimiliki tidak mengalami kenaikan secara signifikan di tahun-tahun berikutnya," ungkapnya.

Herlyn juga mengatakan bagi pasangan suami dan istri yang ASN, harus sama pelaporan harta kekayaannya. Karena kekayaan suami adalah kekayaan istri, begitupun sebaliknya.

"Laporan ASN yang suami dan istri harus balance, kalau laporan kekayaannya berbeda, maka akan menjadi sebuah temuan dan pertanyaan dari pemeriksa nantinya," tutupnya.

Sosialisasi itu diikuti oleh 98 peserta. 38 Kepala OPD, 16 Lurah, dan 46 orang Kepala UPT. Herlyn juga membuka sesi tanya jawab kepada ASN supaya mereka paham apa yang mesti dilaporkan dan cara pengisian formulir laporan harta kekayaan yang benar. (Juned/OLP)
Hanifal Huda Siswa SMP 1 Pariaman Ukir Prestasi Tingkat Nasional

Pariaman --- Hanifal Huda siswa kelas IX SMP Negeri 1 Pariaman bikin harum nama daerah. Ia berhasi meraih juara tiga nasional dalam ajang cipta dan baca puisi yang diselnggarakan di Surabaya, Jawa Timur. Iven bergengsi Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat siswa itu diselenggarakan selama enam hari, 24 hingga 30 September.

Anak ke-6 dari 10 bersaudara pasangan Erizal dan Asmurni, itu sejak kecil langganan prestasi. Ia pernah juara tiga lomba lomba Musabaqah Syahril Qur'an (MSQ) tingkat provinsi Sumatera Barat. Di bidang puisi jangan ditanya. Ia selalu juara pertama dalam lomba tingkat kota Pariaman hingga provinsi.

Selama 6 hari pelaksanaan FLS2N di Surabaya, kepada wartawan, Senin (2/10), Hanifal berkata ia banyak pengalaman yang ia dapat. Di samping menambah ilmu pengetahuan, ia juga bertemu dengan para pembaca puisi terbaik nusantara saat latih bersama.

"Bayak pelajaran yang dapat saya petik, menambah wawasan dan pengetahuan baru, sekaligus menambah teman dari daerah-daerah lain di seluruh Tanah Air," ujarnya.

Walaupun tidak terlahir dari keluarga berkecukupan, Hanifal mengaku selalu percaya diri. Ia terus belajar dan mengukir prestasi. Selain membanggakan keluarga, ia membawa harum Ranah Minang dan Pariaman.

Belajar dan berusaha keras prinsip baginya. Ia juga mengimbau kepada pelajar lainnya agar terus memotivasi diri dan tak boleh minder dengan keadaan.

Hanif sendiri berharap mampu meraih prestasi lebih tinggi. Hanif  tercatat menjadi penerima beasiswa dari alumni SMP Negeri 1 Pariaman sejak kelas VIII hingga sekarang, penerima beasiswa BSM di kelas VII, dan juga menjadi salah satu siswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Saat wawancara, ia ditemani Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Pariaman Rostina dan Emri Joni dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, serta Kabid IKP Diskominfo Kota Pariaman Evi Irma. (Juned/OLP)
Nasrul Abit Ingin Tabuik Piaman Mendunia

Pariaman --- Rangkaian Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman tahun 2017 usai sudah dengan dibuangnya Tabuik ke laut. Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang kembali mengembang layar tahun depan.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit cukup jeli melihat perkembangan pariwisata di Pariaman. Sejumlah kritik dan saran, ia katakan blak-blakan.

Nasrul Abit menilai visi kota Pariaman dalam menggarap sektor wisata, terlihat fokus dengan dibangunnya berbagai infrastruktur dan perencanaan strategis.

"Ini dapat kita lihat dari perencanaan, pembangunan infrastuktur serta pengganggaran yang dilakukan oleh Kota Pariaman untuk menunjang pariwisata sebagai andalan daerahnya," ujar Nasrul Abit, Minggu (1/10), di Pantai Gandoriah.

Ia menyebut saat ini potensi wisata di Sumatera Barat mulai diminati wisatawan mancanegara, khususnya dari Jiran Malaysia. Peluang itu menurutnya mesti dilirik oleh setiap kota dan kabupaten yang ada. Konsep wisata tiap daerah harus jelas, karena pihak provinsi akan memberikan dana pendamping.

Di samping itu, ia berharap Pemko Pariaman lebih memanfaatkan kunjungan wisata sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Wisatawan yang berkunjung, ia harap bisa menginap di Pariaman dan membeli souvenir.

"Pagi sore melihat Tabuik, nginap dan beli souvenir di luar Pariaman," kata Nasrul Abit.

Tabuik Piaman, imbuh Nasrul Abit, merupakan sebuah warisan budaya yang telah sejak lama ada di Piaman, kota dan kabupaten. Dengan terus diselenggarakannya tiap tahun, diharapkan menjadi magnet bagi wisatawan lokal dan mancanegara.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman senada mengatakan Tabuik Piaman adalah warisan budaya yang harus dipertahankan demi kelangsungan budaya untuk generasi selanjutnya.

"Pariaman terkenal dengan Tabuik-nya. Setiap tahun kita laksanakan agar menjadi sebuah warisan yang dapat diteruskan," tuturnya.

Kota Pariaman, seringkali disebutkan Mukhlis, tidak mempunyai sumber daya alam memadai sebagai sumber PAD. Menggarap pariwisata karena potensinya, merupakan peluang terbesar bagi daerah.

"Banyak multiplier effect yang didapat dengan kita selenggarakan pesta budaya Tabuik tiap tahunnya. Dengan ramainya orang berkunjung akan meningkatkan putaran ekonomi masyarakat," sebutnya. (Juned/OLP)