Lensa Piaman: Labuhan Pulau Kasiak

Secara alami sebuah jalur disela-sela karang yang mengelilingi bibir pantai Pulau Kasiak untuk dilewati perahu kecil terbentuk. "Labuhan" adalah istilah yang diberikan oleh nelayan lokal yang acap menepikan biduknya di halaman pulau yang terdapat penangkaran penyu alami milik Pemko Pariaman tersebut. Foto diambil dari atas menara mercusuar setinggi 40 meter. Pulau Kasiak memiliki luas 0,5 Hektare, ditumbuhi kelapa, pohon sukun, pepaya, dll.

Lensa Piaman: Tidur Pulas

Saat narasumber memberikan makalah di podium, beberapa hadirin terlihat menahan kantuk dan akhirnya tertidur pulas di aula utama Balaikota Pariaman dalam acara sarasehan tentang "Sejarah Pariaman dan kepahlawanan H. Bgd. Dahlan Abdullah" Senin, (25/8).

Lensa Piaman: "Lomba Melepas Anak Penyu"

Rombongan Ibu Bhayangkari Polda Sumbar terlihat memberikan semangat pada tukik (bayi penyu) yang hendak mereka lepas ke laut di pantai Konservasi Penyu, Desa Ampalu, Pariaman Utara, Kota Pariaman, Jumat, 22/8/2014.

Lensa Piaman: Potensi Wisata di Pulau Kasiak

Panorama di atas menara mercusuar pulau Kasiak (Kaslik) Pariaman terumbu karang terlihat jelas di kejernihan air laut. Kawasan pulau Kasiak adalah kawasan konservasi penyu secara nature milik pemko Pariaman dibawah dinas DKP dan dikelola secara penuh oleh UPTD Konservasi Penyu. Pulau Kasiak banyak di kunjungi nelayan lokal untuk memancing ikan karang, gurita dan berbagai biota laut lainnya. Akibat perburuan swallow laut beberapa tahun lalu membuat kondisi karang rusak parah. Pemko beberapa waktu lalu bersama mahasiswa pencinta terumbu karang melakukan penanaman terumbu karang di halaman pulau ini.

Headline News :
Custom Search

Berita Terpopuler

Redaksi

Pedoman Media Siber

Powered by Blogger.
Showing posts with label pariaman. Show all posts
Showing posts with label pariaman. Show all posts

Sebar SMS Aduan Pelayanan Wisata, Mukhlis: "Jangan Main-Main dengan Saber Pungli!"

Written By oyong liza on Tuesday, 27 June 2017 | 20:42


Memasuki H+3 liburan hari raya Idul Fitri 1438 Hijriyah/2017, Pesta Pantai Pariaman berjalan dengan aman dan lancar. Pengunjung saat lebaran di pantai teramai di Sumbar itu menikmati berbagai wahana permainan, wisata ke pulau hingga menyantap aneka kuliner spesifik Pariaman yang banyak dijual pedagang.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman menyebut pihaknya telah meningkatkan pelayanan dari tahun sebelumnya. Berbagai regulasi yang dibuat pihaknya berdampak pada kelancaran berbagai pelayanan.

"Pengunjung yang datang sudah disediakan tempat parkir dengan tarif yang sudah ditentukan. Tak ada pungli dan kapal wisata berjalan sesuai dengan SOP serta kuliner dengan standar yang terjangkau oleh pengunjung," ungkap Mukhlis di Pantai Gandoriah saat start lomba perahu hias, Selasa (27/6/2017).

Pemerintah kata dia, selalu mengawasi oknum-oknum petugas yang memanfaatkan keramaian pengunjung untuk meraih keuntungan pribadi dengan cara ilegal. Wisatawan diimbau untuk menyampaikan keluhan dan ketidaknyamanan kepada petugas di posko keamanan di pantai Gandoriah.

Tertangkapnya petugas parkir pada H+2 lebaran di Lapangan Merdeka, imbuh Mukhlis, menandakan pengawasan berjalan dengan baik. Semua itu berkat laporan dari masyarakat.

Ia mengimbau para petugas jangan bermain-main dalam menjalankan tanggungjawab. "Kita sudah punya Satber Pungli yang akan menindak bila menjalankan tugas tidak sesuai aturan. Selain posko pengaduan pengunjung dapat melaporkan kejadian atau ketidaknyaman terhadap pelayanan wisata pada nomor SMS pengaduan masyarakat  082390595656," pungkas orang nomor satu di Kota Pariaman itu.

Juned/OLP

Dihempas Ombak Gandoriah, Bocah 8 Tahun Patah Tulang

Misel dirawat di RSUD Pariaman. Foto: Nanda
Gandoriah -- Satu orang pengunjung pantai Pariaman mengalami patah tulang saat berenang di Pantai Gondariah Pariaman, Selasa (27/6/2017) siang.

Misel, bocah berusia 8 tahun, wisatawan asal Kota Pekanbaru, Riau, mengalami patah tulang pada bagian lengan kiri setelah terhimpit kakaknya saat berenang di pantai.

Peristiwa itu berawal saat Misel dan kakaknya Refal, 12 tahun berenang bersama di Pantai Gondariah. Namun Refal yang saat itu kaget saat tiba-tiba ombak besar menghantamnya terhempas. Kuatnya gelombang membuat Refal tidak dapat mengendalikan diri hingga menghimpit lengan sang adik. Akibatnya, Misel yang mengalami patah tulang langsung dilarikan ke RSUD Pariaman.

Mendapati peristiwa tersebut Wakapolres Pariaman, Kompol Nofriadi Zen mengimbau pengunjung yang membawa anak-anak untuk berhati-hati saat bermain di Pantai Gondariah.

"Bagi pengunjung yang bawa anak-anak, harus ekstra hati-hati dan mengawasi anak-anak saat bermain di pantai. Dikuatirkan kejadian hal yang seperti ini bisa terjadi kepada siapa saja. Maka dari itu para orangtua wajib mengawasi," ujarnya.

Dikatakannya, melalui pusat informasi di Pos Pengamanan Pantai Gondariah, pihaknya terus menyampaikan imbauan kepada pengunjung untuk hati-hati saat bermain di pantai.

"Kita terus imbau pengunjung melalui pusat informasi setiap saat untuk berhati-hati. Sekarang yang menonjol adalah anak hilang," ujarnya.

Sebelumnya Wakil Walikota Pariaman Genius Umar telah mengimbau kepada seluruh pengunjung Pantai Pariaman untuk tidak mandi-mandi laut di tempat yang telah dilarang oleh pemerintah. Sepanjang pantai Pariaman menurutnya belum diperbolehkan oleh pemerintah untuk kawasan mandi, apalagi bagi anak-anak.

"Kita sudah pasang plang larangan mandi bagi pengunjung dan ini wajib dipatuhi," ujarnya.

Beberapa lokasi juga sudah dijaga oleh petugas dari BPBD Kota Pariaman. Lokasi rawan tersebut tersebar di beberapa titik di sepanjang pantai Pariaman.

Nanda/OLP

Saber Pungli Pariaman Sita 9 Blok Tiket ke Pulau Tanpa Retribusi

Genius Umar apresiasi kinerja Tim Saber Pungli
Gandoriah -- Pemko Pariaman respon temuan karcis penyeberangan ke Pulau Angso Duo tanpa porporasi, yang ditemukan oleh Satgas Saber Pungli Kota Pariaman hari Senin, 26 Juni 2017 kamarin.

Porporasi merupakan lobang kecil pada karcis yang membentuk kode dan huruf sebagai tanda berlakunya karcis yang dikeluarkan Pemko Pariaman. Tanda tersebut untuk membedakan tiket asli dan palsu.

Dalam pertemuan, Selasa (27/6/2017) siang di Pos Pengamanan Operasi Ramadniya 2017 di Pantai Gondariah dihadiri langsung Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, Sekdako Pariaman, Plt Badan Keuangan Daerah Kota Pariaman dan jajaran kepolisian Polres Pariaman, hal tersebut dibahas serius.

Ketua Satgas Saber Pungli Kota Pariaman, Kompol Nofriadi Zen didampingi Kasat Intelkam Polres Pariaman, Iptu Syafruddin, menjelaskan, dari hasil pertemuan dan keterangan dari pihak terkait, diketahui bahwa 2 blok tiket tersebut diedarkan petugas pengelola jasa penyeberangan dari 9 blok yang dicetak.

Tiket yang dicetak oleh salah satu perusahaan asuransi tersebut diedarkan oleh petugas tanpa dibubuhi porporasi dari Badan Keuangan Daerah. Akibatnya, retribusi dari karcis yang terjual tidak tercatat dalam keuangan daerah.

“Ada temuan dari tim, begitu kita sampaikan kepada Pemko langsung direspon cepat,” ujar Kompol Nofriadi.

Selain menemukan tiket tanpa porporasi, satgas saber pungli Kota Pariaman juga menemukan 69 blok karcis penyeberangan Pulau Angso Duo yang telah kadaluarsa cetakan 2016 diedarkan pada tahun 2017. Karcis sebanyak 121 blok yang dicetak dan diporporasi pada 2016.

“Peredaran karcis tanpa porporasi ini tentu tidak tercatat di Badan Keuangan Daerah,” sambungnya.

Sebagai solusi ke depan, Satgas Saber Pungli Pariaman menyarankan agar pencetakan karcis penyeberangan Pulau Angso Duo diambil alih oleh BKD Pariaman dan dilakukan pembaharuan karcis secara periodik untuk menghindari pemalsuan.

Sementara itu, karcis kadarluarsa dan dan tanpa porporasi yang terlanjur beredar menjadi tanggung jawab pengelola dan petugas yang mengedarkan untuk menyetorkan retribusi untuk keuangan daerah Kota Pariaman.

Wakil Walikota Pariaman, Genius Umar mengapresiasi langkah Satgas Saber Pungli atas temuan beredarnya tiket penyeberangan pulau tanpa porporasi.

Ia mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi cepat terhadap temuan itu untuk segera dilakukan beberapa perbaikan.

Terhadap temuan beredarnya tiket tanpa porporasi, pihaknya akan mendalami hal tersebut. “Jika ditemukan unsur pelanggaran, maka akan ada sanksi untuk setiap pelangaran tersebut,” pungkasnya.

Nanda

Lomba Kapal Hias, Pesta Pantai Pariaman Kian Semarak

Lomba kapal hias di halaman Pantai Gandoriah
Gandoriah -- Pilisi Resor Pariaman (Polres Pariaman) menggelar festival perahu hias di Pantai Gondariah, Pariaman, Selasa (27/6/2017). Kegiatan yang dimulai hari ini, masih akan berlangsung hingga H+7 lebaran Idul Fitri atau hingga akhir Pesta Pantai di Kota Pariaman. 
Kapolres dan Genius Umar perhatikan jalannya lomba kapal hias


Kapolres Pariaman, AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto, mengatakan, iven festival perahu hias merupakan upaya cipta kondisi Polres Pariaman mendorong agar nelayan dan pengusaha kapal wisata penyeberangan pulau lebih memperhatikan aspek keselamatan dan keamanan wisata saat melakukan penyeberangan.

Turut dihadiri oleh Asisten Deputi Kementerian Pariwisata (Asdep Kemenpar) RI, Raseno Arya


Ia juga mengatakan bahwa kegiatan tersebut sekaligus memotivasi dan merangsang nelayan dan pengusaha kapal wisata untuk sadar wisata dengan menerapkan SOP penyeberangan.

"Melalui kegiatan ini sebetulnya kita menggugah pihak terkait dengan pelayanan penyeberangan bahwa keselamatan dan keamanan itu adalah terpenting dalam pelayanan wisata. Salah satunya adalah mengikuti SOP yang ditetapkan," ujarnya usai melepas rangkaian pawai kapal nelayan.

Bagus dalam penyampaiannya berniat untuk menjadikan festival perahu hias tersebut diselenggarakan rutin tiap tahun. Bukan sebatas peringatan Hut Bhayangkari, namun menjadi kalender wisata di Kota Pariaman.

"Kita siap jadikan ini iven rutin tiap tahun. Jika memang Pemko Pariaman ada niat menjadikan kalender wisata, kita siap memfasilitasi dan insya Allah akan lebih meriah dengan peserta dari luar Pariaman juga," ulasnya.

Diungkapkannya, dari hasil pengecekan dan monitoring kapal wisata penyeberangan di Kota Pariaman, masih ditemukan beberapa unit kapal yang beroperasi tidak sesuai dengan SOP. Namun kapal tersebut telah dihentikan operasionalnya sementara, hingga dipenuhinya fasilitas penunjang keamanan dan keselamatan kapal.

"Penyeberangan pulau adalah soal jiwa, makanya setiap kapal harus dilengkapi fasilitas penunjang keamanan dan keselamatan penyeberangan. Dan aspek keamanan dan keselamatan merupakan bagian dari penemuhan sapta pesona pariwisata," pungkasnya.

Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman didampingi Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, mengapresiasi langkah Polres Pariaman mengadakan festival perahu hias di Pantai Gondariah Pariaman. Iven itu ia harapkan dapat membangun kesadaran dari pelaku usaha penyeberangan pulau dalam mengedepankan aspek keamanan dan keselamatan penyeberangan pulau.

"Kita sangat berterimakasih kepada jajaran Polres Pariaman yang menyelenggarakan festival perahu hias. Tentunya kita berharap iven ini dapat membangun paradigma masyarakat bahwa keselamatan dan keamanan hal utama yang diberlakukan dalam pelayanan penyeberangan pulau," ujarnya.

Menurutnya, iven ini bukan sebatas festival keselamatan dan keamanan penyeberangan saja namun memiliki daya tarik wisata di Kota Pariaman. Ia berniat mengangkat festival perahu hias menjadi iven rutin kalender wisata Kota Pariaman.

"Acara ini bukan hanya festival biasa, tapi bisa kita angkat menjadi iven rutin dalam kalender wisata Kota Pariaman, tentunya dikemas dengan lebih menarik dan peserta jauh lebih banyak. Sepertinya tahun depan bisa kita angkat iven ini," sebutnya.

Adapun kriteria yang dinilai pada lomba tersebut adalah kelengkapan alat keselamatan seperti pelampung dan kelayakan kapal, surat izin, serta keindahan penampilan dari kapal wisata itu sendiri.

Nanda

Lebaran Kedua, 1.100 Wisatawan Kunjungi Pulau Angsoduo

Written By oyong liza on Monday, 26 June 2017 | 22:04

Dermaga Pulau Angso Duo
Angso Duo -- Memasuki H+2 lebaran Idul Fitri 1438 Hijriyah mulai terjadi peningkatan kunjungan wisatawan yang berlibur ke Pulau Angso Duo Pariaman. Pulau Angso Duo yang terus dibenahi oleh Pemko Pariaman sejak beberapa tahun terakhir ini, mengundang penasaran wistawan yang dominan pemudik berkunjung ke sana.

Salah seorang wisatawan asal Pekanbaru, Riau, Ade Wiratana mengatakan kunjungan ke Pulau Angso Duo merupakan pertama kali dia sejak pulau itu dioptimalkan sebagai objek wisata oleh Pemko Pariaman. Menurutnya, banyak perubahan di lokasi tersebut dibanding saat ia berkunjung pada liburan lebaran tahun  2013.

"Sekarang jauh lebih bersih, apalagi sudah ada dermaga dan jasa permainan air. Wisata ke Pariaman jauh lebih nyaman," ujarnya, Senin (26/6/2017), di Pulau Angso Duo..

Ia juga membandingkan pengelolaan penyeberangan ke Pulau Angso Duo yang telah dikelola secara baik oleh Pemko Pariaman di banding masa lalu.

Kepala Seksi Pengawasan dan Perizinan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pariaman, Fatma, mengatakan, kunjungan wisatawan pada hari kedua lebaran mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan hari pertama lebaran.

Berdasarkan data manives penyeberangan yang direkapnya, sudah tercatat 1.100 wisatawan mengunjungi ke pulau Angso Duo pada hari ini.

"Ada dua titik penyeberangan yang dikelola oleh Pemko, dari 1.100 pengunjung, 600 wisatawan menyeberang melalui Dermaga Muaro, 500 orang menyeberang melalui Pantai Gondariah," ujarnya.

Menurut dia, kunjungan di hari kedua ke Pulau Angso Duo meningkat dibandingkan hari pertama lebaran yang tidak lebih dari 200 orang wisatawan.

"Dibandingkan hari kemarin jauh peningkatannya, mungkin karena sudah lebaran semua," ujarnya.

Puncak kunjungan wisatawan di Kota Pariaman menurutnya tetap akan bertahan hingga akhir lebaran yakni pada H-7, Minggu 2 Juli mendatang.

Nanda

Ubah Harga Tiket, Juru Parkir Lapangan Merdeka Diamankan Polisi

Wakapolres beri nasehati I agar tidak mengulangi perbuatannya. Foto: Nanda
Kapolisian Resor Pariaman amankan seorang pria inisial I, 30 tahun ke Pos Pelayanan Operasi Ramadniya di Pasar Ampek Nagari Pariaman, Senin (26/6/2017) pukul 12.00 WIB. I yang merupakan petugas juru parkir itu, diamankan polisi setelah kedapatan merubah tarif parkir yang tertera pada karcis kendaraan roda empat (4) dari Rp3000 menjadi Rp10.000 per unit.

Wakapolres Pariaman Kompol Nofriadi Zen didampingi Kasat Intelkam Polres Pariaman Iptu Syafruddin, mengatakan, pengamanan dilakukan setelah pihaknya mendapatkan informasi dari salah seorang masyarakat ke pos pelayanan. Setelah mengamankan dan membuat surat pernyataan, I akhirnya kembali dilepaskan petugas.

"Usai mendapatkan teguran dan membuat pernyataan yang bersangkutan kita lepaskan kembali," ujarnya.

Dikatakannya, dari hasil pemeriksaan, diketahui I sengaja melakukan perubahan terhadap harga karcis/tiket retribusi parkir untuk kendaraan roda empat yang semula senilai Rp3.000 menjadi Rp10.000 menggunakan pulpen, untuk mendapatkan untung besar.

"I dan juru parkir lainnya juga kepala parkirnya telah dipanggil ke Posyan Pasar Pariaman dan dimintai keterangannya," terangnya.

Ditambahkannya, dari keterangan I, karcis retribusi tersebut telah ia berlakukan kepada 2 (dua) orang pengguna parkir.

Dalam kesempatan itu, Kompol Nofriadi mengingatkan petugas parkir di Kota Pariaman untuk memungut tarif parkir secara legal. Jika masih terdapat praktik pungli termasuk di kawasan wisata, ia akan menindak tegas pelakunya.

"Jika masih melakukan praktik pungli, jangan menyesal jika tertangkap tim saber pungli," tegasnya.

Nanda

Teladani Syekh Burhanuddin, Jamaah Syatariah Salat Ied di Komplek Makam

Jamaah Syatariah gelar salat ied di halaman makam Syekh Burhanudin
Ulakan -- Jamaah Tarekat Syatariyah Padangpariaman gelar salat Idul Fitri di halaman luar Komplek Makam Syeikh Burhanuddin, Senin (26/6/2017), Ulakan.

Salat Idul Fitri digelar setelah sebelumnya sidang isbat ulama Tarekat Syatariyah menetapkan 1 Syawal jatuh pada hari ini.

Pantauan di lapangan, ribuan jamaah dari berbagai daerah di Padangpariaman mulai memadati komplek makam sejak pukul 07.00 WIB.

Selain di halaman komplek makam Syeikh Burhanuddin, salat Ied juga dilaksanakan serentak di surau dan masjid jamaah Tarekat Syatariyah di seluruh wilayah Padangpariaman.

Ulama Tarekat Syatariyah Padangpariaman, Ali Imran Tuanku Kadi mengatakan, pelaksanaan salat di komplek makam untuk meneladani sosok tokoh Islam Syeikh Burhanuddin.

"Setiap salat Ied kita selalu laksanakan di sini, namun jika hujan akan dipindah ke Masjid Agung. Pemilihan tempat di halaman luar makam agar kita ikut menghayati dan meneladani guru Syeikh Burhanuddin," ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga, ia menyoroti kondisi komplek makam yang kurang terawat, sehingga mempengaruhi kekhusu'an ibadah Idul Fitri.

"Kita harapkan kompleknya agar dijaga kebersihan, biar seluruh aktivitas ziarah dan ibadah lainnya lebih khusu'," pungkasnya.

Nanda

Hilal Belum Juga Tampak di Ulakan, Syatariah Tetap Lebaran Esok Hari

Written By oyong liza on Sunday, 25 June 2017 | 19:53


Ulakan -- Jamaah Tarekat Syatariyah di Padangpariaman melaksanakan salat Idul Fitri 1438 Hijriyah esok hari, Senin (26/6/2017) pagi. Kepastian tersebut setelah dilakukannya rukyatul hilal di berbagai daerah di Padangpariaman dan daerah lainnya.

Meskipun hilal tidak terlihat di beberapa titik pengamatan di Pariaman, namun ketetapan 1 Syawal pada esok hari setelah hilal terlihat di daerah luar Sumatera Barat seperti Rimbo Panjang Riau dan daerah lainnya.

Ulama Tarekat Syatariyah Padangpariaman, Suhaili Tuanku Mudo mengatakan, penetapan 1 Syawal bagi Jamaah Tarekat Syatariyah menggunakan dua metode, yaitu metode hisab taqwin dan rukyatul hilal. Dengan terlihatnya hilal, maka Ramadhan 2017 berumur 29 hari.

"Umur Ramadhan tahun ini adalah 29 hari," ujarnya.

Dikatakannya, esok hari, salat Idul Fitri akan dilaksanakan di seluruh masjid dan surau jamaah Tarekat Syatariyah di Kabupaten Padangpariaman.

"Besok serentak salat hari raya Idul Fitri di seluruh masjid dan surau kita. Tidak hanya di Pariaman, tapi juga di wilayah lain di dalam dan di luar Sumatera Barat.

Khusus daerah Ulakan, jamaah dapat melaksanakan salat Idul Fitri di halaman makam Syeikh Burhanuddi.

"Jika cuacanya cerah, salat di halaman makam, namun jika kondisi hujan akan dialihkan ke dalam Masjid Agung," pungkasnya.

Nanda

Jamaah Syatariah Padangpariaman Hari Ini Masih Puasa



 1 Syawal Ditetapkan Setelah Maniliak Bulan

Pakandangan -- Ribuan jamaah Tarekat Syatariyah Kabupaten Padangpariaman akan amati hilal hari ini, Minggu (25/6/2017) sore. Pengamatan hilal dengan mata telanjang atau yang dikenal dengan "maniliak bulan", bagi Jemaah Syatariyah merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menetapkan 1 Syawal sebagai pertanda masuknya lebaran Idul Fitri.

Selain itu, untuk menentukan 1 Syawal, juga dilakukan menggunakan metode hisab atau perhitungan. Tokoh Tarekat Syatariyah Kabupaten Padangpariaman, Suhaili Tuanku Mudo di Pakandangan mengatakan, jamaah Tarekat Syatariyah hari ini akan mengamati hilal secara bersama-sama di pinggir pantai dan daerah ketinggian. Beberapa titik yang banyak dikunjungi oleh jamaah untuk melihat adalah pantai Ulakan dan Koto Tuo, Kabupaten Agam.

Menurut dia, dalam menetapkan 1 Syawal, pihaknya menggunakan metode rukyat dan metode hibsa taqwin.

“Metode hisab taqwin adalah metode yang kita gunakan dengan menghitung umur bulan Ramadhan selama 29 hari terhitung dimulainya puasa dan juga kita lakukan rukyatul hilal dengan melihat bulan, apakah sudah tampak atau belum. Jika pada malam 29 hilal terlihat, maka umuar ramadhan 29 hari, namun jika tidak terlihat, puasa digenapkan menjadi 30 hari,” jelasnya.

Dikatakanyan, jika hilal pada saat pengamatan terlihat, dipastikan Jemaah Tarekat Syatariyah akan berlebaran pada hari Senin, 26 Juni 2017. Namun, jika hilal tidak terlihat atau tertutup pada diseluruh titik pengamatan, maka 1 Syawal atau hari raya Idul Fitri ditetapkan pada hari Selasa, 27 Juni 2017.

“Jika hilalnya terlihat nanti, maka besok dipastikan kita Tarekat Syatariyah berlebaran. Namun jika tidak terlihat dari seluruh titik pemantauan baik di Pesisir Selatan, Sijunjung, Agam, Bengkulu, maka bulan Ramadhan kita genapkan 30 hari, sehinggu lebarannya hari Selasa esok,” ulasnya.

Diprediksi, ribuan jemaah Tarekat Syatariyah asal berbagai daerah di Kabupaten Padangpariaman akan memadati Pantai Ulakan untuk menyaksikan secara langsung hilal. Maniliak akan dimulai sejak pukul 17.00 hingga pukul 20.00 WIB.

Sementara itu, untuk pengamanan kegiatan maniliak hilal, Kapolres Nan Sabaris, Iptu Pamudji, didampingi Wakapolsek Nan Sabaris, Iptu Kamarul Fajar mengatakan, pihaknya telah menyiapkan pengamanan di Pantai Ulakan yang menjadi salah satu titik pengamatan hilal. Pengamanan yang meliputi pengamanan orang dan barang, sekaligus melakukan pengaturan arus lintas jalur jalan yang digunakan oleh jemaah.

Ia mengimbau agar jemaah untuk tetap memperhatikan keselamatan dan keamanan diri. “Sore menjelang magrib itu, gelombang cukup tinggi, masih ada anak-anak dari jamaah yang main air laut. Nah, kita imbau agar jamaah yang membawa serta anak-anak agar mengawasi dan jangan main air laut untuk keamanan kita juga,” pungkasnya.

Nanda

Satpol PP Pariaman Bagi Dua Shif Pengamanan Selama Liburan Hari Raya


Satpol PP Kota Pariaman bagi dua shif pengamanan selama liburan hari raya Idul Fitri 1438 Hijriyah/2017. Shif siang untuk pengamanan sejumlah objek vital atau pusat keramaian, sedang shif malam operasi penyakit masyarakat.

Liburan hari raya sendiri di Pariaman berlangsung selama delapan hari dan disemarakan dengan Pesta Pantai di Pantai Gandoriah dari tanggal 25 Juni hingga 2 Juli 2017. Pengamanan oleh Satpol PP juga tergabung dengan pihak Polres Pariaman dan Kodim 0308/Pariaman.

"Siang hari pengamanan sejumlah objek wisata, pasar dan lokasi parkir. Malamnya kita operasi pekat," ujar Kepala Dinas Satpol PP/Damkar Kota Pariaman Handrizal Fitri di Pendopo Walikota, Minggu (25/6/2017).

Selama lebaran pihaknya turun dengan kekuatan penuh. Semua ASN dan Banpol PP bekerja secara aplusan. Objek wisata seperti Pantai Gandoriah, Pantai Kata, Pantai Cermin, Pulau Angsoduo hingga Pantai Pauh menjadi prioritas oleh pihaknya di samping pasar Pariaman.

"Kita Pol PP tidak ada libur, semua demi menjaga citra Pariaman sebagai kota wisata yang aman, nyaman dan damai," tegasnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Pariaman Bagindo Jamohor, mengimbau masyarakat saling menjaga selama liburan lebaran. Keamanan akan terwujud jika masing-masing individu mampu menjaga dirinya sendiri.

"Perhatikan anak jangan sampai dilepas atau tanpa pengawasan di pusat keramaian. Jangan pakai perhiasan yang berlebihan yang dapat mengundang niat jahat," ujar Ketua KADIN Kota Pariaman itu.

Ia menambahkan, bagi Satpol PP yang sedang bertugas agar bersikap ramah kepada wisatawan di samping melakukan fungsi pengamanan. Hal itu menurutnya sangat penting demi menjaga image Pariaman.

"Karena sikap mereka adalah cerminan Kota Pariaman. Jika mereka ramah, citra wisata akan terangkat. Kita berharap semua pihak saling mendukung dalam rangka terciptanya kedamaian dan kenyamanan selama berlibur hari raya di Pariaman," imbuhnya.

Terpisah, cadiak pandai Pariaman Uncu Latif, berharap para wisatawan betah selama liburan hari raya di Pariaman. Ia berharap destinasi wisata yang telah dibangun oleh pemerintah, dijaga dan dinikmati bersama-sama. Baik oleh pengunjung maupun oleh masyarakat yang tinggal di sekitaran objek wisata.

"Beberapa lokasi tematik di sepanjang Pantai Pariaman akan membludak selama lebaran. Mari sama-sama kita jaga kebersihan dan keamanannya bersama-sama. Jangan merusak fasilitas publik, pohon dan taman-taman yang dapat merubah keindahan tempat itu," sebut Latif.

Penjagaan keamanan oleh personil gabungan selama hari raya dia nilai sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam menjamin kenyamanan dan keamanan wisatawan selama di Pariaman.

"Itu tugas mulia jika dijalankan dengan amanah penuh. Bayangkan semua orang pada libur, petugas keamanan masih bekerja, ini perlu kita apresiasi," sambungnya.

OLP

Jelang Lebaran, Pantai Legenda Padangpariaman Berbenah Seadanya

Written By oyong liza on Friday, 23 June 2017 | 21:49

Foto: http://www.promo-jitu.com
Sungai Limau -- Pantai Arta berbenah diri menyambut liburan besar Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah/2017. Sejumlah lapak pedagang dan pelbagai wahana mulai berdiri sejak H-2, Jumat (23/6/2017). Terlihat sejumlah tenda mulai dipasang di berbagai tempat strategis di pantai wilayah Sungai Limau itu.

Ketua Panitia Pesta Pantai Arta 2017, Syafruddin, menyatakan bahwa penyelenggaaraan pesta pantai di daerah itu adalah ageda rutin tahunan semenjak tahun 1981.

"Pesta Pantai Arta mulai dilaksanakan sehari setelah shalat Id dan berlangsung selama satu minggu, dari tanggal 26 Juni hingga 2 Juli 2017," kata dia.

Ke depan ia meminta dukungan dari pemda terutama perbaikan sarana dan prasarana seperti jalan, gerbang, jalan pendestrian, pemasangn baronjong di muara sungai dan penataan lainnya.

"Sehingga pengunjung yang datang akan betah berlama-lama di tempat ini, karena pantai Arta ini adalah pantai yang melegenda dan bisa menjadi ikon pariwisata Padangpariaman," sambungnya.

Kepopuleran Pantai Arta, kata dia juga tertuang dalam tembang lagu minang. Oleh sebab itu ia berharap pemerintah memberikan sentuhan/polesan agar pantai tersebut lebih bersinar sebagai destinasi bahari.

"Tinggal sedikit memberikan sentuhan maka jadilah pantai ini. Jika mau melihat ramainya pantai Arta, silahkan lihat dua hari setelah shalai id,” imbuhnya semangat.

Sementara itu, Zainal Effendi, putra asli Sungai Limau, mengatakan Pantai Arta bisa menjadi penggerak perekonomian anak nagari setempat sehingga perlu dipercantik.

Sementara itu Sekretaris Kecamatan Sungai Limau Anton Wira Tanjung, menyatakan bahwa pantai itu memang perlu pembenahan dari pemerintahan. Ia mengaku telah mengirim surat permohonan pembuatan masterplan Pantai Arta dan surat penyerahan tanah oleh masyarakat kepada pemerintah agar lokasi itu diperbaiki sarana dan prasarananya.

"Sudah kita tindaklanjuti kepada Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Padangpariaman, bahkan dalam usulan musrenbang kecamatan juga telah kita masukan," kata dia.

Pola pengelolaan Pantai Arta menurut dia ada dua metode yang dapat diterapkan: pertama dikelola oleh pemerintah nagari melalui BUMNAG dengan mekanisme memperhatikan masyarakat setempat. Atau kedua dengan metode pengelolaan secara profesional oleh pemerintah dan ditata dengan sebaik-baiknya menjadi ikon daerah serta diterbitkan retribusinya.

“Sangat sayang kita dengan modal dan potensi yang ada kita buang percuma. Kita khawatir nanti segmen pasar Pantai Artha diambil alih oleh pantai Tiku yang cukup intens diperhatikan Pemkab Agam saat ini,” pungkasnya.

TIM

Kunjungi Kantor KPU, Kapolres Pariaman Petakan Kerawanan Pilkada

Written By oyong liza on Thursday, 22 June 2017 | 16:54


Air Santok -- Kapolres Pariaman, AKBP Bagus Suropratomo petakan keamanan objek vital KPU menjelang Pilkada Kota Pariaman 2018 mendatang. Jalan masuk kantor KPU menuju gerbang kantor KPU yang buntu, akan menyulitkan proses evakuasi personil KPU, jika seandainya terjadi situasi kekacauan pada tahapan Pilkada.

"Kita akan lakukan pemetaan dulu. Dengan kondisi letak kantor seperti ini, maka seperti apa pengamanan yang kita siapkan jika terjadi situasi cheos pada Pilkada mendatang. Akan kita buatkan strategi pengamanan dan evakuasi nantinya,” ujarnya saat mengunjungi Kantor KPU Kota Pariaman, Kamis (22/6/2017).

Menurut Bagus, kepolisian memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk melakukan pengamanan pelaksanaan tahapan Pilkada dengan sasaran meliputi pengamanan penyelenggaraan seperti komisioner dan staf KPU Kota Pariaman-Panwaslu Kota Pariaman, pasangan calon dan objek vital lainnya. Pengamanan akan dimulai saat dimulainya tahapan awal Pilkada pada bulan September 2017 mendatang.

“Pengamanan akan kita lakukan sejak tahapan awal Pilkada dimulai hingga tahapan akhir, yaitu pelantikan pasangan calon terpilih nantinya,” ungkapnya.

Khusus kepada pasangan calon walikota dan wakil walikota, sebut dia, Polres Pariaman akan melakukan pengamanan tertutup dan melekat kepada setiap pasangan calon sepanjang tahapan.

“Kita akan tempatkan 1 orang personil per satu orang pasangan calon yang melekat pada seluruh aktivitas pada tahapan pilkada. Khusus pengamanan ini kita lakukan setelah ditetapkannya pasangan calon,” sebut dia.

Sementara itu, komisioner KPU Kota Pariaman Indra Jaya mengatakan, KPU Kota Pariaman menyerahkan persoalan pengamanan kepada Polres Pariaman. Hal tersebut telah dilakukan koordinasi dengan menyampaikan prediksi tahapan kepada Polres Pariaman pada awal Juni 2017 yang lalu.

“Tentunya pengamanan kita serahkan kepada kepolisian dan bahkan kita telah sampaikan prediksi tahapan Pilkada Kota Pariaman kepada pak Kapolres,” jelasnya.

Nanda

Diduga Dibunuh, ABG Ditemukan Tak Bernyawa di Fly Over Katapiang

Korban ditemukan dalam sudah dalam kondisi tak bernyawa. Foto: Nanda
Batang Anai -- Penemuan sesosok mayat remaja ABG di kawasan Fly Over Bandara Katapiang, Kecamatan Batang Anai, gemparkan warga setempat, Kamis (22/6/2017) dinihari.

Jenazah yang diketahui identitasnya bernama, Dayat Agustin, 15 tahun, merupakan warga Asam Jawa, Nagari Lubuak Aluang, Padangpariaman, ditemukan sekitar pukul 03.15 WIB.

Informasi dari Putra (bukan nama sebenarnya) salah satu rekan dari korban mengatakan, sebelum ditemukannya menjadi mayat, korban bersama rombongan sebanyak 5 sepeda motor pergi ke jembatan Fly Over untuk berfoto-foto. 

Sesampai di jembatan sekira pukul 02.30 WIB, korban dan temannya didatangi salah seorang pemuda yang tidak mereka kenal dan bertanya kepada rekan korban perihal asal korban dan kawannya.

"Dia orang yang datang itu nanyain kita anak mana, saya bilang kita anak Lubuak Aluang, setelah itu dia pergi dan beberapa saat kembali dengan kawan-kawannya dan mengejar kami. Kami, berpencar. Beberapa saat kemudian baru diketahui bahwa korban menghilang, setelah dicari, ditelpon malah aktif tapi tak diangkat," kisah salah seorang rekan korban yang engan disebut namanya.

Tidak berselang lama, pukul 03.15 WIB baru korban di temukan di ujung jembatan Fly Over di dalam semak-semak dalam kondisi tidak bernyawa. Usai ditemukan, rekan korban melapor ke pos polisi Fly Over.

"Pas ketemu, dia sudah sudah tidak bernyawa," jelasnya.

Kapolres Padangpariaman, AKBP Eri Dwi Heriyanto, mengatakan, pihaknya telah melakukan penyelidikan atas kematian korban yang diduga merupakan korban tindakan penganiayaan yang menyebabkan kematian.

Untuk keperluan penyelidikan, jenazah korban saat ini dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumatera Barat untuk dilakukan outopsi. Sedangkan pelakunya, ungkap dia, masih dalam penyelidikan kepolisian.

"Kita sudah lakukan outopsi untuk keperluan penyelidikan, namun hasilnya belum didapatkan. Pelakunya juga masih dalam lidik kami," ujarnya.

Nanda

Bazzar Murah di Pasar Grosir Kasang Berlangsung Sepi

Written By oyong liza on Tuesday, 20 June 2017 | 21:58

Suasana Bazzar di Pasar Grosir Kasang, Batang Anai
Pemerintah Kabupaten Padangpariaman berupaya melakukan optimalisasi Pasar Grosir Kasang, Kecamatan Batang Anai. Upaya ini terus dilakukan mengingat Pasar Kasang dinilai dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat di Batang Anai khususnya.

Kepala Dinas Perdagangan Padangpariaman, Nurhelmi, mengatakan pihaknya terus melakukan upaya agar pasar tersebut dapat kembali berfungsi sebagaimana layaknya pasar pada umumnya.

Terkait dengan upaya mengoptimalkan Pasar Grosir Kasang, Nurhelmi menggandeng beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk saling bersinergi. OPD yang dilibatkan di antaranya Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup dan Satuan Polisi Pamong Praja.

Mendekati hari raya Idul Fitri 1438 H pihaknya juga mengadakan bazzar kebutuhan bahan pokok guna memudahkan masyarakat mencari kebutuhannya.

"Saat ini tengah kita adakan bazzar berbagai kebutuhan masyarakat. Di antaranya beras, minyak goreng, tepung, gula dan aneka kue lebaran," kata dia.

Pemasok barang pada acara bazzar itu kata dia berasal dari UMKM internal di wilayah Kabupaten Padangpariaman. Dari pantauan, kondisi bazzar terlihat sedikit lengang. Kurang antusiasnya masyarakat dengan keberadaan bazzar tersebut perlu menjadi kajian.

Namun menurut pengakuan Nurhelmi pihaknya sudah melakukan sosialisasi sebelum bazzar dilakukan dengan cara berkeliling dengan mobil yang dilengkapi dengan pengeras suara.

TIM

Dishub Padangpariaman Uji Kelaikan Angkutan Lebaran


Dinas Perhubungan Kabupaten Padangpariaman mengadakan uji ulang kelaikan kendaraan angkutan lebaran 2017. Pengecekan terhadap angkutan desa (angdes) dari berbagai jurusan seperti Sicincin-Lubuak Aluang, Lubuak Aluang-Batas Kota Padang, berlangsung di terminal Sicincin dan terminal Lubuk Aluang, Senin (19/6/2017).

Sejumlah petugas Dishub memeriksa satu per satu kelengkapan serta kelaikan kendaraan yang akan mengangkut penumpang pada arus lebaran 2017.

Yon Hendri, Plt. Kepala UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kabupaten Padangpariaman mewakili Kadis Budi Utama, mengatakan terdapat puluhan unit kendaraan lebaran yang laik jalan ditandai dengan stiker bertuliskan angkutan lebaran tahun 2017/1438 H.

Pada pengecekan tahap awal yang dilakukan oleh Yon Hendri selaku penguji bersama dengan Pembantu Penguji Kendaraan Bermotor (PPKB) Yehardiman dan Darmadi, ia mengatakan hanya empat kendaraan yang tidak laik jalan sedangkan yang lainnya telah memenuhi standar kelaikan.

Angdes tersebut belum laik jalan antara lain karena menggunakan ban vulkanisir dan surat-surat kendaraan tidak lengkap. Ada juga lampu remnya mati, klakson mati, buku kir masa berlaku habis, dan sopir tidak membawa perlengkapan administrasi lainnya.

Yon Hendri melanjutkan, untuk angdes yang laik jalan pada angkutan lebaran haruslah memenuhi persyaratan diantaranya, perlengkapan lampu-lampu, kaca-kaca depan, ‎rem, ban, sarana pendukung lain. Klakson, pemecah kaca, kunci roda, segi tiga pengaman, kotak P3K, juga kelengkapan administrasi dan surat kendaraan bermotor tersebut.

Pengecekan kendaraan tersebut berdasarkan surat dari Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat Nomor: 551.2/640/Dishub-SB/V/2017 perihal Imbauan Melakukan Pengawasan dan Pemeriksaaan di jalan terhadap kendaraan yang tidak laik jalan, tidak sesuai peruntukan --mobil barang membawa orang-- serta kendaraan yang tidak dilengkapi dokumen perjalanan sebagai angkutan umum.

Serta adanya surat tugas dari Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Padangpariaman Nomor: 094.4/ 153/SPT/DISHUB/LLAP-2017, yakni dengan menerjunkan 6 anggota Dishub ditambah dari UPT Pengijan Kendaraan Bermotor (PKB) Dishub Padang Pariman guna melaksanakan tugas Pengawasan dan Uji Ulang Kendaraan Penumpang Umum angkutan lebaran dan pemasangan stiker angkutan lebaran 2017 yang dimulai 14 Juni 2017 hingga selesai.

Jika kendaraan itu memenuhi persyaratan laik jalan maka dipasang stiker angkutan lebaran‎ 2017. "Tetapi jika tidak memenuhi persyaratan disarankan melakukan perbaikan fisik maupun adminstrasi. Sebab nantinya jika tidak ada stiker itu maka mobil angkutan tidak boleh masuk terminal," kata Yon Hendri.

TIM

Mukhlis-Genius Serahkan Zakat Kepada 2000 Mustahik


Walikota Pariaman Mukhlis Rahman didampingi Wakil Walikota Genius Umar serahkan zakat kepada 2000 mustahik. Zakat dari Baznas tersebut merupakan program Pariaman Makmur itu diserahkan di Musala Balaikota Pariaman, Selasa (20/6/2017) pagi.

Zakat yang dihimpun dari seluruh ASN tersebut telah dikelola sejak tahun 2009 melalui Baznas Pariaman. Pembagian zakat rutin dilaksanakan setiap tahunnya.

Saat penyerahan Mukhlis berpesan kepada penerima agar mensyukuri nikmat Allah dengan memperbanyak ibadah dan taqwa.

Ia berkata, salah satu langkah penanggulangan kemiskinan adalah dengan memaksimalkan penyelenggaraan zakat dan penyalurannya.  Zakat tidak hanya memberikan kemakmuran, tetapi dengan berzakat juga dapat menambah keberkahan rizki bagi pemberi zakat.

"Sekaligus menciptakan negeri yang baldatun toyyibatul warabbul ghofur,” ungkap Mukhlis.

Mukhlis kembali mengajak masyarakat agar menjadikan momentum Ramadhan mendapatkan rahmat dan hidayah Allah SWT. Sehingga setelah sebulan penuh berpuasa dan beribadah sampailah menuju kemenangan yang dimaknai dengan kesederhanaan.

Penyerahan tersebut disaksikan Ketua Baznas Kota Pariaman Humahyun Akbar dan Wakil Ketua II Bgd Jamohor serta pengurus Baznas lainnya. Turut hadir juga Kakenmenag Kota Pariaman Muhammad Nur.

Phaik/OLP

Pemkab Padangpariaman Gelar Itikaf Mulai Malam Ini

Ilustrasi Itikaf
Dini hari Rabu (21/6/2017) jam 00.00 WIB, Bupati Padangpariaman Ali Mukhni dan Wakil Bupati Suhatri Bur beserta seluruh pejabat di lingkungan Pemkab Padangpariaman melaksanakan Itikaf di Masjid Agung Syekh Burhanuddin, Ulakan Tapakih.

Penyelenggaraan Itikaf tahun ini merupakan kegiatan kedua oleh Pemkab Padangpariaman di tempat yang sama.

Pelaksanaannya selama tiga hari berturut-turut pada minggu terakhir Ramadhan. Itikaf dimulai tepat jam 00.00 WIB dan berakhir pukul 05.00 WIB.

"Saat Itikaf, yang dilakukan adalah memperbanyak ibadah zikir, membaca kitab suci Alquran dan bermunajat kepada Allah SWT," Kata Ali Mukhni di Parikmalintang, Selasa (20/6)

Ia mengingatkan kepada penyelenggara Itikaf --Bagian Kesra-- untuk memberitahukan kepada peserta agar tidak melakukan kegiatan lain selain kegiatan yang dibolehkan saat Itikaf.

"Saat Itikaf, kita lakukan komunikasi dengan Sang Pencipta. Jika ada kegiatan lain seperti berkomunikasi dengan peserta lainnya harap lakukan di luar masjid supaya peserta lain tidak terganggu," sebutnya.

Menurut Ali Mukhni, kegiatan itu dilaksanakan bertujuan untuk mengajak dan memotivasi Aparatur Sipil Negara di Pemkab Padangpariaman untuk melipat gandakan pahala dan berkah Ramadhan.

"Mari kita manfaatkan waktu yang tinggal tiga hari ini dengan memperbanyak ibadah, zikir dan bermunajat. Semoga kita mendapatkan malam Lailatul Qadar," pungkasnya.

TIM

Padangpariaman Launching Ojek Pariwisata di Tiga Lokasi


Parikmalintang -- Pemerintah Kabupaten Padangpariman melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga terus berinovasi meningkatkan kunjugan wisatawan ke daerah itu. Tidak hanya melakukan pembangunan fisik fasilitas penunjang di objek wisata dan kegiatan promosi pariwisata, namun pemerintah setempat juga berkomitmen memberdayakan masyarakat sebagai pelaku wisata.

Salah satu pemberdayaan itu diwujudkan dengan program Ojek Pariwisata (OJP) Kabupaten Padangpariaman. Program yang baru diluncurkan pada Senin (19/6/2017) itu, merupakan program pemberdayaan masyarakat agar aktif mengembangkan geliat pariwisata di Kabupaten Padangpariaman.

“Kita meluncurkan untuk objek wisata di Padangpariaman yang tidak dilewati oleh kendaraan umum. OJP ini nantinya akan melayani beberapa titik objek wisata yang terletak di pelosok, sehingga wisatawan dapat menjangkau semua objek wisata yang dimiliki Padangpariaman,” ujar Wakil Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur usai acara peluncuran OJP di Parikmalintang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Padangpariaman, Jon Kenedy didampingi Kabid Pariwisata, Wiwiek Herawati menuturkan, OJP saat ini baru dipusatkan di tiga titik jalan saja yang tersebar di Simpang Lubuak Bonta, Kecamatan 2X11 Kayutanam yang melayani pengunjung menuju objek wisata Lubuak Bonta dan Rumah Putiah.
Sedangkan dua pangkalan lainnya dipusatkan di Simpang BLKM, Lubuak Aluang yang menjemput dan mengantarkan pengunjung menuju objek wisata Lubuak Nyarai. Lalu pangkalan OJP di Simpang Kuliek, Batang Anai yang melayani pengunjung menuju objek wisata Sarasah.

Karena permulaan, anggota OJP baru berjumlah 27 orang. Namun jumlah tersebut akan terus bertambah seiring dibukanya penampahan anggota OJP baru.

“Untuk awal baru ada titik pos OJP dengan 27 orang ojekersnya. Namun jumlah ojekers akan terus bertambah. Ke depan kita juga rencanakan akan membentuk OJP pada titik objek wisata lainnya,” ujarnya.

Sebelum dilucurkan, pihaknya terlebih dahulu membekali anggota OJP --yang merupakan warga setempat objek wisata-- dengan berbagai keterampilan. Pembekalan tentang sapta pesona, pelayanan prima dan yang tidak kalah penting tentang ketertiban dan keselamatan berlalu lintas.

Meningkatkan kapalisitas para ojeker, Disparpora Padangpariaman secara periodik melakukan pelatihan kepada OJP. Tidak hanya itu, dinas juga melakukan pengawasan dan evaluasi ojekers: dinas melakukan pengawasan dengan membukan layanan pengaduan pada nomor telpon pusat informasi.

“Orang OJP nya itu tidak sembarangan ada kualifikasi dan syaratnya. Syarat pertama itu kendaraannya laik dan lengkap surat-surat, pengendaranya ramah dan menguasai objek wisata,” sebutnya.

Saat ini, kata dia, operasi OJP di Padangpariaman masih dilakukan secara manual. Namun hal itu tidak tertutup kemungkinan akan dikembangkan menjadi layanan berbasis aplikasi.

Meski baru diluncurkan secara resmi oleh dinas, namun aktivitas pelayanan wisatawan dengan pelayanan ojekers wisata telah dimulai oleh masyarakat. Asep misalnya, anggota kelompok sadar wisata LA Nyarai Adventure telah menekuni pekerjaan tersebut sejak dibukanya objek wisata tracking Lubuak Nyarai. Menjemput, memandu dan mengantarkan kembali pengunjung telah ia lakoni sejak dua tahun terakhir.

Menurutnya, pengelolaan OJP yang dilakukan oleh Pemkab Padangpariaman merupakan bentuk intervesi pemerintah agar pelayanan wisata di daerah itu berjalan dengan baik.

Nanda

Meski Dibebaskan Parpol Pengusung, Genius Belum Putuskan Balon Wakil


DPD PAN Kota Pariaman memberikan kebebasan kepada bakal calon (balon) walikota yang diusungya pada Pilkada Pariaman 2018 mendatang. Genius Umar yang telah ditetapkan melalui rapat internal PAN Kota Pariaman itu diberikan kewengangan memilih sendiri bakal calon wakil walikota yang akan mendampinginya pada Pilkada 2018 mendatang.

Ketua PAN Pariaman, Priyaldi, mengatakan, meskipun pihaknya telah diinstruksikan DPP PAN agar secepatnya melakukan penjaringan bakal calon wakil walikota, namun penjaringan tidak harus dilaksanakan apabila Genius yang diplenokan sebagai balon walikota dari PAN itu telah memiliki balon wakil walikota sendiri.

“Kita di DPD PAN Sumatera Barat telah diinstruksikan agar melakukan penjaringan balon wakil. Namun instruksi itu tidak mutlak, karena DPP tetap memberikan peluang dan kebebasan. Apabila balon walikota yang telah diplenokan oleh DPD, maka balon boleh memilih sendiri pendampingnya, namun dengan kriteria yang disepakati,” jelas Priyaldi di Pariaman, Selasa (20/6/2017) siang.

Hak menentukan pasangan balon yang akan diusung pada Pilkada merupakan langkah awal untuk menciptakan kepala daerah yang solid dilakukan oleh PAN. Hal ini, imbuh dia, didasari fenomena di berbagai daerah, kepala daerah yang pecah kongsi setelah dilantik menjadi menjadi walikota dan wakil walikota yang diawali pengusungan dengan paksanaan atau pertimbangan politis lainnya.

“Di banyak daerah fenomenanya baru dilantik beberapa bulan saja walikota dan wakil walikotanya sudah ada yang pecah kongsi, rebutan pengaruh. Nah, inilah yang ingin kita cegah. Jika dari awal diberikan kebebasan memilih pasangan wakil yang memiliki kesamaan visi, cara pandang, tentu akan awet duet kepemimpinannya dan pemerintahan pun berjalan dengan baik,” ulasnya.

PAN yang memiliki perolehan dua kursi di DPRD Kota Pariaman itu dikabarkan telah melakukan komunikasi politik dengan sejumlah parpol, seperti Partai PBB. PAN yang memperoleh dua kursi diakumulasikan dengan perolehan 3 kursi PBB telah memenuhi syarat pengusungan satu pasangan calon.

Terpisah, Genius Umar mengatakan hingga saat ini dirinya belum memiliki nama balon wakil walikota yang akan pendampingnya pada Pilkada Kota Pariaman 2018. Meskipun sejumlah nama senter digadang-gadang akan mendampingi sebagai wakil, namun belum juga diputuskan. Menurut Genius, saat ini ia bersama PAN fokus membangun koalisi dengan sejumlah parpol di Kota Pariaman.

"Menjalin komunikasi politik sudah ada, baik langsung ataupun melalui partai politik. Namun saat ini saya belum putuskan dengan siapa akan maju nantinya, karena tentu butuh penjajakan,” ujarnya.

Bagi Genius, mencari pasangan calon walikota dan wakil walikota bukanlah permasalahan sederhana. Penjajakan karekter, gaya memimpin dan kesamaan visi menjadi pertimbangan dirinya memilih sosok balon wakil yang akan mendampinginya.

Ditegaskan Genius, meskipun telah diberikan kebebasan menentukan pasangan calon, sebagai balon yang diusung melalui jalur parpol, ia akan tetap diskusikan dengan pihak parpol pengusung.

Nanda

LAN RI Akan Bangun 3 Gedung di Tarok City

Berfoto bersama setelah presentasi
Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI), Adi Suryanto, sampaikan keinginannya untuk dirikan tiga lembaga pendidikan di Kawasan Tarok City kepada Bupati Padangpariaman Ali Mukhni di ruang pertemuan LAN RI, Jalan Veteran, Jakarta, Jumat (16/6/2017).

"Setelah mendengarkan pemaparan dan tayangan video presentasi Bapak Bupati, kami tertarik untuk mendirikan tiga lembaga pendidikan milik LAN di Tarok City," kata dia.

Tiga lembaga yang hendak didirikan LAN RI tersebut adalah Diklat ASN, Diklat Assesment dan Politeknik Administrasi Negara.

Menurut Adi, LAN RI mengemban misi memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan kapasitas aparatur negara dan sistem administrasi negara guna mewujudkan tata pemerintahan yang baik, melalui pengembangan inovasi administrasi negara. LAN juga melakukan pengkajian kebijakan, pembinaan dan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan aparatur negara, pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi administrasi.

"Untuk mewujudkan misi tersebut, LAN butuh banyak lembaga pendidikan peningkatan kompetensi dan kualitas ASN seluruh Indonesia," jelas Adi.

Saat ini, ujar dia, pihaknya memiliki tujuh lembaga pendidikan yang tersebar di lima daerah di Indonesia. Empat Pusat Kajian dan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur (PKP2A) di Bandung, Makassar, Samarinda dan Aceh. Tiga Sekolah Tingi Ilmu Administrasi (STIA) di Bandung, Jakarta dan Makassar.

Rencana pembangunan di Tarok City jika terealisir, lanjut dia, maka akan menjadi lembaga pendidikan LAN kedua di Sumatera dan menjadi pertama di Indonesia di mana ada tiga lembaga pendidikan milik LAN di satu kawasan.

Adi meminta waktu kepada bupati untuk mengkaji dan menyusun kelembagaan lembaga pendidikan yang akan dibangun di Tarok City --karena dua lembaga yang akan didirikan merupakan lembaga baru dan terobosan dari LAN RI.

Bupati Ali Mukhni yang didampingi Kepala BKPSDM Provinsi Sumbar Kepala Bapelitbangda, Ali Amran, Kabag Humas Andri Satria Masri sengaja datang ke LAN RI atas undangan resmi Kepala LAN RI terkait rencana hibah tanah di kawasan Tarok City untuk LAN RI.

Menurut Ali Mukhni, dia diundang untuk menindaklajuti pembicaraan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, dengan Menteri PAN RI Asman Abnur bersama dirinya terkait dengan rencana hibah tanah untuk pendirian Politeknik oleh Pemerintah Kabupaten Padangpariaman kepada LAN RI.

"Kami sudah siapkan 100 hektar untuk LAN RI dengan sertifikat gratis dari Pemerintah Kabupaten Padangpariaman dan BPN Padangpariaman," sebutnya.

Kembali kepada Kepala LAN. Tawaran hibah tanah seluas itu dinilainya terlalu besar. Pihaknya menyatakan cukup 45 hektar saja. Kepala LAN RI berjanji akan secepatnya menindaklanjuti rencana itu.

"Kalau semuanya mendukung, tahun 2017 ini juga kita realisasikan. Tanggal 4 Juli nanti akan kami kirim staf untuk meninjau ke Tarok City," pungkasnya.

ASM

Topik Terhangat

postingan terdahulu