Genius Umar: Pembangunan Harus Mengarah pada Pemenuhan Hak Anak

Pariaman --- Untuk mewujudkan Kota Layak Anak (KLA) di Kota Pariaman, pembangunan yang dilakukan harus mengarah kepada pemenuhan hak anak.

"Sehingga anak merasa aman dan terlindungi dalam segala hal," ujar Wakil Walikota Pariaman Genius Umar dalam acara persiapan evaluasi Kota Layak Anak tahun 2018 di Balairung Walikota Pariaman, Senin (11/12).

Kota Pariaman sejak tahun 2010, kata Genius, telah mengikuti evaluasi KLA, dan telah meraih penghargaan Kota Layak Anak Kategori Pratama sebanyak tiga kali, dan meraih Kategori Madya pada tahun 2017.

Ia berharap semua lintas sektor memiliki kontribusi terhadap pengembangan KLA, agar Pariaman mampu meraih Kategori Nindya pada tahun-tahun berikutnya.

Kegiatan evaluasi tersebut bertujuan untuk mewujudkan kota Pariaman menuju Kota Layak Anak dengan mengintegrasikan komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat serta dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam program dan kegiatan pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Acara itu berlangsung dari tanggal 11 hingga 12 November dan diikuti oleh 187 orang peserta. Peserta terdiri dari SOPD se kota Pariaman, Camat, Kepala Desa, Lurah, Penyuluh Lapangan KB, Kelompok Bina Keluarga Balita dan Kelompok Bina Keluarga Remaja.

Penghargaan Nasional Kota Layak Anak Kategori Pratama telah berhasil diraih 3 (tiga) kali oleh Kota Pariaman, mulai tahun 2012, 2013 dan 2015, sedangkan tahun 2017 berhasil meraih Kategori Madya.

Pemerintah Kota Pariaman telah melaksanakan program menunjang KLA seperti setiap desa/kelurahan telah memiliki lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), bahkan 1 (satu) desa/kelurahan ada yang memiliki lebih dari satu PAUD dengan jumlahnya pada saat ini hampir mencapai 100 lembaga PAUD pada 71 desa/kelurahan.

Sekolah ramah anak, puskesmas ramah anak, serta objek wisata yang ramah terhadap anak juga tengah berkembang. (*)
Sukses Sedot Animo Penonton, Tinju Nasional di Atas Pasir Akan Jadi Iven Tahunan
Walikota Pariaman Mukhlis Rahman kenakan sabuk kemenangan kepada Ramli Pasaribu usai menang atas Baido Simanjuntak di kelas ringan junior. Foto/istimewa/Junaidi
Pariaman --- Juara tinju nasional kelas ringan junior (58,9 kg) asal Sasana Satya Yuda BC Siantar Sumatera Utara, Ramli Pasaribu, menang angka atas peringkat I tinju nasional kelas ringan junior (58,9 kg), Baido Simanjuntak dari Sasana Harimau Kuranji BC Bogor pada kejuaraan tinju pantai profesional pertama di dunia, Sabtu (9/12) sore di Pantai Gandoriah Pariaman.
Bertinju di atas pasir ternyata menguras energi para petinju. Meski hujan lebat, penonton tetap bertahan menyaksikan tinju di atas pasir pertama di dunia itu. Foto/istimewa/Junaidi


Ramli berhasil menang angka atas Baido setelah menyelesaikan 8 ronde pada kelas Featherweigth (59,0) kejuaraan tinju memperingati hari Juang Kartika ke-73 tahun 2017.

Sebagai pengalaman pertama mengikuti kejuaraan tinju pantai, bertarung di atas pasir pantai Gondariah menjadi tantangan tersendiri bagi kedua petinju. Langkah yang berat bergerak diatas pasir pantai dan ditambah harus berhujan-hujan membuat stamina kedua petinju cepat terkuras.

Ramli Pasaribu foto bersama dengan Walikota Mukhlis Rahman, Wawako Genius Umar, Dandim Letkol Hermawansyah dan unsur Forkopimda lainnya usai kemenangannya. Foto/istimewa/Junaidi


"Ini tantangan tersendiri bagi saya sekaligus pengalaman pertama. Dibandingkan dengan bertanding bisa, kejuaraan tinju pantai ini lebih sulit dan lebih berat," ujar juara nasional kelas ringan junior Ramli Pasaribu.

Sebelum bertanding, para petinju lakukan timbang badan di pendopo Walikota Pariaman. Foto/istimewa/Junaidi


Kendati demikian, ia mengaku tetap bisa tampil prima pada ajang kali ini setelah melakukan latihan rutin. Sebelum bertanding pada kelas Featherweigth (59,0) tinju pantai hari Juang Kartika hari ini, Ramli berhasil mempertahankan gelar juara nasionalnya di kelas kelas ringan junior versi Komisi Tinju Indonesia (KTI) pada Oktober 2017 silam.

"Kejuaraan sebelumnya adalah salah satu persiapan kita juga untuk mengikuti kejuaraan tinju pantai di Pariaman ini," ujarnya.

Sementara itu, mantan juara tinju nasional dan peringkat I tinju nasional kelas ringan junior (58,9), Baido Simanjuntak, mengaku pertandingan tinju pantai memiliki tingkat kesulitan diluar dugaannya. Meskipun kalah, ia mengaku cukup senang mengikuti kejuaraan kali ini.

"Saya tetap senang, meskipun kalah namun kejuaraan ini adalah pengalaman pertama sama. Tapi saya lebih senang lagi karena bisa menghibur masyarakat Kota Pariaman," ujarnya.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, berkomitmen akan menjadikan kejuaraan tinju pantai profesional diangkat sebagai salah satu iven dalam kalender wisata tahunan di Kota Pariaman.

"Pertandingan tinju pantai ini yang pertama di dunia. Ide dari Dandim sebagai peringatan hari Juang Kartika. Ke depan kita jadikan iven tahunan, kalau bisa kita patenkan saja," ujarnya.

Sport tourism, kata Mukhlis, menjadi pilihan bagi wisatawan berkunjung ke Pariaman. Selain pilihan wisata kuliner, budaya dan alam.

"Untuk menarik wisatawan harus ada banyak iven wisata, untuk sport toursm sebetulnya sudah ada Triathlon, Tour de Singkarak. Namun ini bisa jadi ikon wisata sport toursm baru di Kota Pariaman," ulasnya.

Ia mengatakan, kejuaraan tinju kali ini akan selalu tercatat manis dalam sejarah kalender Komite Tinju Profesional Indonesia (KTPI), dimana untuk pertama kalinya digelar sebuah event Kejuaraan Tinju Profesional Pantai non title di dunia

Kedepan, kata dia, Pemko Pariaman bersama KTPI Provinsi Sumatera Barat nantinya akan mempatenkan Kejuaraan Tinju Profesional ini, sehingga, nama Kota Pariaman sebagai daerah pertama yang melaksanakan sebuah kejuaraan tinju profesional pantai, tercatat sepanjang sejarah tinju pantai nantinya.

"Kedepan, kita akan mempatenkan kegiatan ini, sehingga brand Tinju Pantai, adalah Kota Pariaman yang menjadi pelopor dan pertama kali dalam sejarah tinju, dilaksanakan di arena terbuka, yaitu di pantai," pungkasnya.

Dandim 0308 Pariaman Letkol Arh Hermawansyah berharap kejuaraan tinju pantai dapat diangkat menjadi iven sport tourism Kota Pariaman yang digelar rutin setiap tahunnya. Gabungan antara olahraga dan wisata, ia harapkan dapat mendorong peningkatan wisatawan datang ke Pariaman.

"Tahun depan kita harapkan dapat dilaksanakan kembali karena minat wisatawan sangat tinggi, meskipun hujan lebat mengguyur, namun penonton tetap bertahan," ujarnya.

Ia mengatakan, ide kejuaraan tinju pantai muncul karena kebiasaan dirinya yang suka ide baru dan aneh, namun tidak membahayakan dan mendatangkan orang ramai. Meskipun aneh dan baru, ia optimis kejuaraan tinju pantai pertama di dunia, akan sangat pendukung kunjungan wisata ke Pariaman.

"Ini salah satu bentuk dukungan Kodim 0308 Pariaman terhadap visi dan misi Kota Pariaman sebagai kota wisata. Aneh tapi orang ramai datang pastinya," ujarnya.

Sebelum kejuaraan tinju pantai, Kodim 0308/Pariaman pernah melaksanakan ajang sport tourism lainnya seperti Kodim 0308/Pariaman Off Road pada bulan Oktober 2017 silam.

Selain partai utama kelas kelas Featherweigth (59,0), kejuaraan tersebut juga dilakukan partai kader memperebutkan medali emas KTPI Sumatera Barat.

Dalam ajang itu, medali emas Kadisdikpora Kota Pariaman diraih petinju dari Sasana  BC Siantar, Jumadi setelah mengalahkan petinju dari Sasana ABG BC Padang, Indra Tanjung.

Sedangkan medali emas Kapolres Pariaman diraih Sasana Durian Tarung BC Padang, Rafi Suprianto setelah mengalahkan Zepril Sitio, petinjul asal Sasana Harimau BC.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, 14 orang petinju profesional dan amatir mengikuti kejuaraan tinju pantai profesional non gelar di Pantai Gondariah Pariaman, Sabtu (9/12) pukul 14.00-16.00 WIB.

Petinju lokal dan nasional akan dipertandingkan dalam 7 partai sekaligus, terdiri dari 4 partai kelas profesional dan 3 lainnya kelas amatir. Sedangkan khusus kelas amatir diikuti oleh petinju binaan Kota Pariaman.

Pada kelas profesional, juara nasional kelas Featherweigth 59.0 Kg, Ramli Pasaribu dari Sasana Yudha Putra BC Sintar Sumut akan berhadapan dengan Baido Simanjuntak Sasana Harimau BC Bogor.

Keduanya akan bertanding dalam 8 ronde memperebutkan sabuk emas Walikota Pariaman dan Dandim 0308/Pariaman. Pertandingan itu sekaligus menjadi partai pemungkas pada tinju pantai 2017 di Kota Pariaman

Berbagai rangkaian persiapan jelang pertandingan telah dilaksanakan panitia. Paginya,14 orang petinju telah melakukan pengecekan kesehatan dan penimbangan berat badan. menjelang pertandingan, seluruh petinju diarak keliling Kota Pariaman.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman saat keterangan persnya mengatakan, digelarnya kejuaran tinju pantai pertama di dunia berawal dari ide unik Dandim 0308 Pariaman untuk memperingati hari Juang Kartika ke-73 tahun 2017.

Gayung bersambut. Ide unik tinju pantai itu langsung diterima Pemko Pariaman dan diusulkan pembiayaan kegiatannya pada APBD Perubahan Kota Pariaman tahun 2017. Diterimanya ide tinju pantai didasarkan dapat menunjang visi Kota Pariaman sebagai kota wisata.

"Hal itu disambut baik oleh Pemko Pariaman karena iven bisa jadi ajang sport tourism baru di Kota Pariaman," ujarnya.

Selain penunjang kepariwisataan di Kota Pariaman, kejuaraan tinju pantai diharapkan menjadi wadah atau ajang bagi atlit tinju muda Kota Pariaman. Olahraga yang digemari seluruh kalangan, itu telah mulai berkembangan dengan terbentuknya beberapa tempat latihan atau sasana di Kota Pariaman.

"Kita minta Disdikpora Kota Pariaman dan KONI Kota Pariaman mempersiapkan atlet agar bisa diikutkan pada iven tinju pantai kembali dilaksanakan di tahun berikutnya," sambunganya.

Awal idenya pertandingan tinju digelar indoor, namun karena Kota Pariaman adalah kota wisata dan pusat wisata di pantai sehingga terlaksanalah tinju pasir.

Dandim 0308 Letkol Arh Hermawansyah mengatakan pihaknya juga mulai melakukan pembinaan atlet tinju di sasana binaan Kodim 0308/Pariaman. (Nanda/*)
Penjelasan Mukhlis Terkait Promosi UMKM ke Luarnegeri yang Diplesetkan Raun-raun di Medsos
Walikota Mukhlis Rahma. Foto/Junaidi
Walikota Pariaman Mukhlis Rahman sesalkan beredarnya isu batalnya APBD 2018 karena dicoretnya anggaran perjalanan ke luarnegeri oleh DPRD Kota Pariaman. Ia merasa difitnah tidak mau menandatangani naskah pengesahan Perda APBD karena urusan tersebut.

"Ketika kita tidak memahami suatu persoalan dengan jelas, jangan hanya bisa berkomentar tanpa adanya dasar. Apalagi sampai menyebarkan fitnah yang tidak benar," ujar Mukhlis di masjid Nurul Islam Jalan Kereta Api, Jumat (8/12).

Ia mengatakan, terus memantau perkembangan yang terjadi di media sosial, online dan media cetak, yang menceritakan polemik tidak ditandatanganinya APBD Kota Pariaman tahun 2018 oleh dirinya hingga banyak spekulasi dan fitnah yang mengarah kepada dirinya.

"Selama ini saya pantau di medsos semakin berseliweran postingan tentang tidak ditandatanganinya APBD Kota Pariaman tahun 2018 oleh pihak eksekutif, sehingga menjadi bahan perdebatan dan fitnah tentang hal tersebut," katanya.

Salah satu fitnah yang ia garis bawahi betul adalah ihwal tidak ia tandatangani APBD 2018 karena jalan-jalan keluar negeri ditunda oleh DPRD Kota Pariaman.

"Hal itu adalah salah dan tidak benar. Begini, program promosi UKM daerah di Dinas Koperindag Kota Pariaman---yang disebut sebagai jalan-jalan keluar negeri---merupakan sebuah promosi dan pengakuan dari provinsi dan kementerian yang menunjuk Pariaman untuk ikut dalam kegiatan tersebut," jelasnya.

Menurutnya ada 3 negara yang dituju dalam program promosi UKM Pariaman ke luarnegeri. Kata dia, semuanya atas undangan dari pihak penyelenggara. Atas undangan itu, kemudian pihak Kementerian Perdagangan menunjuk kota Pariaman satu-satunya di provinsi Sumbar, mengikuti pameran UKM di luarnegeri tersebut.

"Tiga negara itu adalah Arab Saudi, merupakan kegiatan Kementerian Perdagangan bertajuk Indonesia Expo di Jedah. Sedangkan untuk kunjungan ke Brunei Darussalam dan Amerika Serikat merupakan kegiatan provinsi Sumatera Barat, dimana diharapkan 19 kabupaten dan kota di Sumbar mengikutinya," tuturnya.

Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kota Pariaman Gusniyeti Zaunit juga mengungkapkan bahwa pengajuan anggaran tersebut tidak hanya untuk pameran luarnegeri saja.

"Tetapi termasuk dana pendampingan kerjasama antara Pemko Pariaman dengan BI Kantor Wilayah Provinsi Sumbar untuk local economi development yang merupakan fokus pembinaan kepada kelompok pengrajin sulaman selama 3 tahun yang telah ditandatangani 1 November 2017. MoU tersebut ditandatangani oleh Walikota Pariaman dan Kepala BI Perwakilan Provinsi Sumbar," sebutnya.

Dalam dana tersebut, imbuh dia, juga termasuk untuk pameran dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) di Padang, Minangkabau Event Heritage di Kota Surabaya serta Minangkabau Fashion Festival di Jakarta," ungkapnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, APBD Kota Pariaman 2018 tidak ditandatangani oleh Walikota Pariaman Mukhlis Rahman meski dua pimpinan DPRD membubuhkannya.

Ketua DPRD Mardison Mahyuddin saat itu mengatakan ada empat kegiatan yang diajukan oleh eksekutif yang ditunda oleh DPRD karena berbagai sebab. Di antaranya belum adanya Amdal untuk masjid terapung, belum diubahnya RTRW untuk kawasan pembangunan gedung olahraga bertaraf internasional di bilangan Bypass, pembangunan Pujasera di Pantai Gandoriah dan promosi UMKM Pariaman ke luarnegeri.

"Untuk promosi UMKM ke luar negeri kami rasa tidak membawa manfaat besar dan malah menimbulkan kecemburuan masyarakat karena setiap ke luar negeri, justru mereka malah selalu memajang foto-foto di media sosial. Sasarannya tidak jelas, lebih baik intensifkan membuka gerai-gerai promosi di daerah-daerah yang potensial," sebut Mardison kala itu. (Juned/OLP)
Jelang Pilwako, Seluruh Dubalang Pariaman Terima Pelatihan
Genius Umar foto bersama dengan seluruh Dubalang Pariaman dan para narasumber. Foto/Phaik
Pariaman --- Wakil Walikota Pariaman Genius Umar didampingi Kepala Dinas Satpol-PP dan Damkar Handrizal Fitri, membuka pelatihan peningkatan kapasitas Linmas/Dubalang Desa di Aula Safari Inn Hotel, Pariaman Selatan, Kamis (7/12) pagi.

Genius Umar pada kesempatan itu mengatakan pentingnya pelatihan untuk peningkatan kapasitas serta pembekalan keterampilan dasar bagi dubalang desa. Dubalang akan lebih memahami tupoksi sebagai anggota perlindungan masyarakat demi terwujudnya pemeliharaan keamanan, ketertiban dengan koordinasi dengan tiga pilar yakni pemerintah, koramil dan polsek.

"Terlebih lagi jelang Pilkada 2018 nanti. Kami imbau kepada seluruh pihak yang terlibat langsung untuk tetap menjaga situasi kondusif, aman dan tentram dalam tujuan kelancaran pesta demokrasi," imbau Genius.

Genius mengingatkan agar seluruh komponen masyarakat jangan mudah terpancing oleh berbagai isu-isu negatif yang dapat merusak jalannya proses pilwako tersebut. Tetap saling menghargai dan menghormati pendapat orang lain.

Ia mengharapkan kepada para dubalang untuk mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh. Dengan pelatihan, para dubalang akan mampu menyelesaikan berbagai permasalahan yang mungkin ada dalam konteks pengendalian keamanan dan kenyamanan lingkungan dengan koordinasi dengan tiga bidang yakni Bhabinkantibmas Polres, Babinsa TNI dan Satpol-PP Kota Pariaman.

Pelatihan diikuti oleh sebanyak 150 orang dubalang desa yang ada di Kota Pariaman dengan Narasumber Kapolres Pariaman AKBP Bagus S. Oktobrianto, Kapolsek Pariaman dan dari Jajaran Dinas Satpol-PP dan Damkar Kota Pariaman. (*)
Pemko Pariaman Terapkan Transaksi Nontunai Mulai 2018

Pariaman --- Dalam rangka penguatan implementasi transaksi non tunai di Pemko Pariaman, Dinas Keuangan Daerah Kota Pariaman gelar Sosialisasi Implementasi Transaksi Non Tunai serta Penggunaan CMS sebagai sarana pembayaran non tunai yang dilaksanakan di Aula Balaikota Pariaman, Kamis (7/12) pagi.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Pariaman Indra Sakti, didampingi oleh Kepala Dinas Keuangan Daerah Kota Pariaman Yalviendri dan dihadiri oleh Asisten III Lanefi, Kepala OPD Pemko Pariaman, dengan peserta 150 orang yang merupakan pejabat pengelola keuangan di instansi dan sekolah-sekolah yang ada di Kota Pariaman.

Indra Sakti, menjelaskan sistem pengelolaan dengan transaksi non tunai harus menjadi perhatian seluruh OPD untuk menciptakan tata kelola keuangan dan pemerintahan yang bersih.

"Serta komitmen sebelumnya MoU oleh kepala daerah se-Sumbar yang disaksikan langsung Gubernur Sumbar beberapa waktu yang lalu," kata sekda.

Indra Sakti menambahkan, transaksi non tunai harus diikuti dan akan dilakukan secara bertahap mulai Januari 2018. Seiring dengan perkembangan teknologi tata kelola keuangan secara online dimana Kota Pariaman telah mulai dari bulan November 2017.

"Sistem ini menggambarkan keuangan pemerintah itu terbuka agar masyarakat mengetahui penggunaan anggaran dengan sebaik-baiknya," ungkapnya.

Kepala Dinas Keuangan Daerah Yalviendri mengatakan, meskipun di Kota Pariaman telah mulai sistem pembayaran transaksi non tunai dari bulan lalu, namun hanya baru sebatas pembayaran belanja barang dan jasa, pembayaran honor dan pembayaran bonus/reward kepada putra daerah yang berprestasi.

Penggunaan transaksi non tunai, harap Yalviendri, mampu sebagai upaya menjamin keamanan dan keselamatan para bendahara ataupun terhadap uang tunai yang dibawa oleh bendahara.

Yalviendri mengatakan pihaknya akan membuat MoU dengan Bank Nagari untuk bekerjasama dalam penerapan aplikasi internet keuangan daerah. (Phaik)
Parpol di Pariaman Diharapkan Beri Masyarakat Pendidikan Politik

Pariaman --- Wakil Walikota Pariaman Genius Umar dorong partai politik mengoptimalkan bantuan dana partai politik yang dialokasikan melalui APBD Kota Pariaman untuk kegiatan pendidikan politik kepada kader dan masyarakat. Menurutnya, bantuan dana partai politik diperuntukkan, salah satunya untuk menunjang kegiatan pendidikan politik.

 “Salah satunya bantuan dana partai dapat digunakan untuk pendidikan politik yang diselenggarakan masing-masing partai,” ujarnya saat menjadi pemateri bimbingan teknis peraturan perundang-undangan mengenai bantuan keuangan partai politik di Pariaman, Kamis (7/12).

Menurutnya, pendidikan politik menjadi salah satu fungsi penting yang harus dijalankan oleh partai politik di Indonesia. Terkadang banyak pihak beranggapan pendidikan politik menjadi tanggung jawab pemerintah, namun sesungguhnya partai politik dan organisasi lainnya, seperti ormas, OKP, juga bertanggung jawab atas hal itu.

“Bukan hanya partai politik saja, tapi seluruh ormas, OKP juga memiliki tanggung jawab terhadap hal itu. Namun saat ini masih banyak masyarakat yang beranggapan pendidikan politik hanya tanggung jawab pemerintah,” ulasnya.

Meskipun partai politik mendapatkan bantuan dana parpol dari pemerintah, namun ia yakin bantuan yang diberikan tidak mencukupi. Dengan kemandirian partai politik, pelaksanaan fungsi dan peran sebagai partai politik bisa optimal.

“Besarnya sumbangan dapat mengganggu eksistensi partai politik sebagai pemegang mandat rakyat, makanya kemandirian parpol seperti yang berlangsung di Kota Pariaman, patut diapresiasi sehingga pelaksanaan fungsinya berjalan optimal,” ungkapnya.

Dikatakanya, perkembangan pembiayaan partai politik mengalami dinamika. Jika pada orde baru yang dikenal sebagai era totalitarian, pembiayaan partai politik dan pembiayaan pemerintah nyaris bercampur. Namun, pasca reformasi pembiayaan partai politik terpisah yang diatur oleh undang-undang khusus.

Genius Umar juga mengingatkan agar pengurus partai politik di Kota Pariaman menggunakan bantuan dana parpol sesuai dengan peruntukan yang diatur oleh undang-undang.

“Penggunaannya harus sesuai dengan peruntukannya, jika tidak sesuai dengan peruntukan, nanti akan jadi permasalahan saat pelaporannya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasubag Tata Usaha Kantor Kesbangpol Kota Pariaman Iryon menjelaskan, di Kota Pariaman penerima dana bantuan partai politik telah menyelesaikan laporan pertanggungjawab keuangan.

Meskipun terdapat temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumatera Barat terhadap laporan pertanggungjawaban bantuan dana parpol, namun temuan tersebut tidaklah besar, hanya terkait kelengkapan administrasi saja.

“Temuan terkait kelengkapakan administrasi saja seperti tanda tangan belum lengkap atau tanggal pelaksanaan. Namun secara keseluruhan laporannya cukup baik,” sebutnya.

Ia mengatakan, bimbingan teknis mengenai bantuan keuangan partai politik dilaksanakan untuk mensosialisasikan tata penyusunan laporan bantuan dana partai politik kepada pengurus partai hingga tingkat kecamatan.

“Kita ikutkan hingga di tingkat kecamatan, supaya pengurus partai kecamatan juga memahami pelaporan keuangan ini,” pungkasnya.

Selain melibatkan perwakilan partai politik, bimtek tersebut turut dihadiri oleh pengurus komunikasi lintas partai politik se Kota Pariaman. (Nanda)
Telusuri Peredaran Mie Instan Daur Ulang, Tim Perindagkop Pariaman Datangi Distributor
Ilustrasi mie instan. Foto/istimewa/internet
Pariaman --- Jajaran Dinas Perindagkop UMKM Kota Pariaman melakukan pengecekan ke distributor mie instan yang ada di kota Pariaman. Penelusuran dilakukan menyusul ditemukannya praktek daur ulang mie instan kadaluarsa di salah satu tempat di kota Padang.

"Kita lakukan pengecekan pada distributor, dari hasil pengecekan belum ada kia temukan," ujar Kadis Perindagkop UMKM Kota Pariaman, Gusniyetti Zaunit di Pariaman, Selasa (5/12).

Selain melakukan pada distributor dan agen, pihaknya berencana akan coba lakukan pengecekan lagi kemungkinan peredaran distribusi dilakukan oleh pabrik---yang mengolah mie kadaluarsa tersebut---langsung ke toko atau konsumen seperti warkop dan pedagang bakso.

"Bersama BPOM, Disperindag Provinsi akan kita cek juga, makanya kita kumpulkan informasi dulu," ulasnya.

Meskipun belum ditemukan peredaran "mie daur ulang" di Pariaman, namun pihaknya mengimbau masyarakat dan pedagang kelontong untuk tetap berhati-hati dalam membeli mie instan. Ia juga meminta agar masyarakat melaporkan jika menemukan indikasi atau peredaran mie instan kadaluarsa daur ulang.

"Masyarakat jika menemukan peredaran mie tersebut, silahkan lapor kita akan langsung lakukan pengecekan," ulasnya.

Sebelumnya, praktik daur ulang mie kadarluarsa ditemukan di sebuah pabrik di kawasan By Pass Padang beredar luas di media sosial. Dalam rekaman yang didugan diambil dengan kamera tersebunyi itu, memperlihatkan para pekerja pabrik mendaur ulang mie instan kadarluarsa dikemas dalam bungkus baru. 


Yosi (40) warga Pariaman Tengah, mengaku terkejut mendengar informasi beredarnya mie kadaluarsa. Ia mengatakan jarang memperhatikan kode kadaluarsa saat membeli mie instan di warung-warung.

"Karena kita selalu percaya dan tidak menyangka," ujarnya.

Mendapati kabar tersebut ia menyebut akan lebih berhati-hati membeli mie instan. Ia khawatir mie yang ia beli hasil daur ulang yang membahayakan kesehatan ia dan keluarganya.

"Kalau kadaluarsa berarti udah ga sehat dan berbahaya. Kita berharap hal ini disikapi serius oleh pihak berwajib," tukuknya.(Nanda)
Pariaman Triathlon 2017, Atlet Pelajar Pariaman Dulang Prestasi
Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, Wawako Genius Umar, Kapolres Pariaman, Kepala OPD dan para juara duathlon kelas pelajar Pariaman Triathlon 2017 foto bersama usai penyerahan hadiah. Foto/Juned
Pariaman --- Rangkaian perhelatan Pariaman Triathlon 2017 yang dilaksanakan dari Sabtu (2/12) resmi ditutup oleh Walikota Pariaman Mukhlis Rahman setelah menyelesaikan kelas Duathlon Pelajar di Pantai Kata, Talauk, Minggu (3/12).
52 atlet pelajar duathlon dari berbagai daerah di Indonesia saling mendahului saat lepas start di Pantai Kata Pariaman. Foto/Juned


Walikota Pariaman Mukhlis Rahman mengungkapkan bahwa Pariaman Triathlon sebuah iven untuk memobilisasi massa, baik peserta yang datang dari berbagai provinsi dan mancanegara, maupun pengunjung yang khusus untuk datang menyaksikan Pariaman Triathlon.

"Selain Pariaman Triathlon, di bulan Desember ini kita juga akan menggelar sebuah pertandingan nasional Tinju Pasir, yang mungkin pertama dilaksanakan di Sumbar di minggu kedua nanti. Di minggu terakhir Desember kembali digelar Pariaman Batagak Gala II," ujarnya.

Kesemua acara tersebut, kata Mukhlis, bertujuan supaya orang datang ke Pariaman. Dengan ramainya orang yang datang nantinya, akan berimbas pada perputaran ekonomi masyarakat Pariaman, mulai dari tingkat hunian hotel, usaha kuliner dan makanan ringan, serta cendramata.

Khusus untuk Pariaman Triathlon tahun ini, sambung Mukhlis, kota Pariaman telah mempunyai 8 atlet yang berlaga di ajang triathlon maupun duathlon.

"Alhamdulillah mereka telah menunjukan prestasi. Ke depan kita akan bina mereka lebih intensif lagi, dan akan kita kirim mengikuti iven Triathlon di daerah lainnya yang ada di Indonesia," tuturnya.

Dalam kategori duathlon kelas pelajar, para peserta mendaftar sebanyak 52 orang. Lomba tingkatan junior itu akan berlari sepanjang 2.500 meter, dilanjutkan bersepeda 10 kilometer dan kembali lari sejauh 2.500 meter lagi memasuki garis finish.

Dalam duathlon pelajar putra, Fauzi Fannyla dari SMA Pembangunan Bukittinggi menjadi yang tercepat dengan mencatatkan waktu 38 menit 29 detik, disusul oleh Al Ali Riando Putra, atlet Pariaman Triathlon Team dari SMKN 3 Pariaman dengan catatan waktu 39 menit 59 detik.

Untuk peringkat ketiga diraih Jeklin Wilson dari SMA swasta Katolik Sibolga yang mencatat waktu 40 menit 49 detik.

Untuk kelas duathlon putri yang menjadi tercepat Lutfillah Reindra Madjid dari SMAN 1 Jepara dengan catatan waktu 51 menit 40 detik, peringkat kedua Shilsy Rinki Ramadhani dari SMPN 3 Pariaman yang mencatat waktu 54 menit 42 detik dan peringkat ketiga oleh Intan Yulianti Putri dari SMKN 3 Pariaman dengan waktu 59 menit 49 detik.

Penutupan Pariaman Triathlon juga dihadiri utusan Kementerian Pariwisata RI, Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, Kepala Divre II PT KAI, Lantamal II Padang, Dikpora Sumbar, Kapolres Pariaman AKBP Bagus Oktobrianto. (*)
Tingginya Animo Pelajar, Panitia Pariaman Triathlon Buka Pendaftaran Hingga Malam Ini
Pelajar putra dan putri yang ikut Pariaman Triathlon untuk kelas duathlon saat diwawancarai MC kepanitiaan. Foto/OLP
Pantaikata --- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pariaman masih membuka pendaftaran peserta duathlon khusus pelajar hingga Sabtu (2/12) malam ini.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pariaman Elfis Candra mengatakan, diperpanjangnya pendaftaran peserta dikarenakan pihaknya tetap ingin menampung tingginya animo pelajar Pariaman mengikuti duathlon tahun ini.

"Namun demikian, panitia membatasi maksimal peserta tidak lebih dari 150 orang dan kita hanya buka pendaftaran sampai malam ini," ujarnya.

Menurut Elfis, pada duathlon pelajar yang diselenggarakan esok hari Minggu (3/12), pelajar yang menjadi peserta harus mampu bersepeda dengan jarak 10 kilometer dan berlari sejauh 5 kilometer.

"Khusus pelajar beda lagi jarak tempuhnya, lebih pendek dibandingkan kelas lainnya," katanya.

Dilombakannya kelas khusus pelajar pada iven duathloan tahun 2017 ini, menjadi upaya Pemko Pariaman untuk menjaring atlet muda dan membentuk tim duathlon Pariaman.

"Sekalian seleksi juga pembinaan bagi calon atlet kita," pungkasnya. (Nanda)
Atlet Pelajar Pariaman Berjaya di Pariaman Triathlon 2017
Walikota Pariaman Mukhlis Rahman dan Wakil Walikota Genius Umar lepas start puluhat atlet triathlon sesi renang di Pantai Kata, Sabtu (2/12). Foto/Nanda
Pariaman --- Dua orang pelajar SMA asal kota Pariaman berhasil finish pada posisi tujuh dan delapan pada kelas Open Junior Age 15 -18 Duathlon dalam Pariaman Triathlon 2017 di Pantai Kata Pariaman, Sabtu (2/12) siang.

Dua orang pelajar tersebut, Hamiko Putra tercatat merupakan siwa SMAN 1 Pariaman, sedangkan Febri Herdiansyah merupakan pelajar SMKN 3 Pariaman.

Keduanya tergabung dalam Pariaman Triathlon Tim berhasil mencapai garis finish dengan jarak tidak begitu jauh. Hamiko Putra dan Febri Herdiansyah akhirnya mencapai finish, setelah menyelesaikan bersepeda dengan jarak 20 kilometer dan berlari sejauh 10 kilometer.  
 

Menurut Febri dan Hamiko, iven ini menjadi pengalaman pertama mereka berpacu langsung di kelas internasional. Sebelumnya, kedua pelajar tersebut merupakan juara pada ajang lomba duathlon antar pelajar se kota Pariaman yang dilaksanakan pada Agustus 2017 silam.

Sementara itu, prestasi lainnya juga berhasil ditorehkan, Rully Wilefy. Rully pelajar SMPN 1 Pariaman berhasil finish diposisi ketiga pada Junior Sprint Distance Pariaman Internasional Triatlon. Pada kelas Relay Open, tim Pariaman Triathloan juga berhasil finish diposisi ke 4.

Pelatih Tim Pariaman Triathloant Indra Gunawan mengatakan, keberhasilan atletnya mencapai finish merupakan capaian yang baik untuk tahapan awal. Hal itu dikatakannya, mengingat singkatnya waktu latihan yang dilakukan.

“Persiapan untuk iven ini baru 3 bulan ini, namun melihat capaian prestasi kali itu, menurut saya, ini sudah hasil yang optimal,” ujar Indra Gunawan.

Faktor cuaca ekstrim yang berlangsung di Kota Pariaman beberapa waktu terakhir menjadi kendala bagi tim. Tingginya air laut dan kondisi hujan yang berkepanjangan membuat atlet sulit untuk berlatih sesuai dengan jadwal.

Usai iven ini, tim Pariaman Triathloan di bawah naungan dinas pendidikan Kota Pariaman kembali mempersiapkan atletnya guna mengikuti ajang Triathlon yang diselenggarakan di Kabupaten Sibolga Provinsi Sumatera Utara pada bulan Maret 2018 mendatang. (Nanda)
Diikuti Pelajar, Pariaman Internasional Triathlon 2017 Dikemas Lebih Menarik
Walikota Pariaman Mukhlis Rahman didampingi Wakil Walikota Genius Umar lepas start puluhan atlet triathlon sesi renang di Pantai Kata Pariaman. Foto/Nanda
Pariaman --- Pariaman Internasional Triathlon dan Duathlon tahun 2017 hari ini kembali digelar, Sabtu (2/12) di Pantai Kata Pariaman. Iven ini dilaksanakan selama dua hari---tanggal 2 dan 3 Desember 2017---berakhir pada Minggu besok (3/12). 
Dua orang peserta pelajar putra dan putri diwawancarai usai finish oleh MC panitia Pariaman Triathlon 2017. Foto/OLP


Pelaksanaan kegiatan Pariaman Triathlon-Duathlon 2017 merupakan yang keempat kalinya dilaksanakan di Pariaman. Sport tourism ini bertepatan dengan "long weekend" sejak Jumat---membuat pengunjung kian membludak. Pengunjung tidak hanya dari Sumatera Barat dan luar Sumatera Barat, tapi juga wisatawan asing terlihat ikut menyaksikan iven tahunan itu.

Jam istirahat lomba dipergunakan oleh Walikota Mukhlis dan istrinya Dafreni Afdal menghibur penonton dengan lagu wajibnya "Cogok Mancogok". Terlihat para awak media dan kepala OPD ikut menari dibuatnya. Foto/OLP


Sebanyak 144 peserta dari 7 negara yaitu dari Prancis, New Zealand, Hunggaria, Jepang, Spanyol, Portugal dan Indonesia mengikuti Triathlon dan Duathlon tahun ini. Selain pesertanya berasal dari atlit profesional, Triathlon 2017 juga diikuti oleh atlet lokal Pariaman.

Emily Princesty atlet Indonesia asal Padangpariaman, satu-satunya atlet putri triathlon yang menggunakan hijab. Ia banyak dipuji oleh para penonton. Foto/OLP


Berbeda dengan triathlon tahun lalu, triathlon tahun ini dipusatkan di Pantai Kata Pariaman. Sebelumnya, iven triathlon dipusatkan di pantai Cermin dan pantai Gandoriah Pariaman.

Triathlon sendiri merupakan olahraga adu cepat yang menggabungkan tiga cabang olahraga sekaligus, yaitu renang, lari dan bersepeda. Pada ajang tahun ini, triathlon memperlombakan dua kelas, yaitu Olympic Distance dengan tantangan renang di Pantai Kata sejauh 1500 meter, bersepeda 40 kilometer dan berlari 10 kilometer.

Sedangkan pada kelas Sprint Distance, peserta harus menaklukkan rintangan dengan berenang sejauh 750 meter dan dilanjutkan dengan bersepeda sejauh 20 kilometer dan berlari sejauh 5 kilometer.

Triathlon sendiri dibagi menjadi 9 kategori kelompok umur. Sedangkan duathlon diperlombakan dua kelas, yaitu khusus pelajar dan kelas terbuka/open.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman didampingi Wakil Walikota Pariaman Genius Umar mengatakan, jumlah peserta triathlon dan duathlon meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan itu, kata dia, menjadi tolak ukur tingginya minat atlet mengikuti ajang olahraga kategori sangat berat tersebut.

"Saya rasa pesertanya terus meningkat ya, tentunya dengan peningkatan ini adalah tolak ukur bahwa minat peserta cukup tinggi," ujarnya.

Menurut Mukhlis, dengan dijadikannya triathlon menjadi iven dalam kalender wisata, telah menjadikan Kota Pariaman sebagai destinasi wisata yang beragam. Tidak hanya cantik alam lautnya saja, enak kulinernya, konservasi, tapi menyediakan segala macam segmen wisata yang ingin dikunjungi wisatawan.

"Semuanya ada, jika mau menikmati kuliner silahkan ke Pariaman ada. Jika mau wisata olahraga kita ada TdS dan triathlan. Makanya kalender wisata kita tahun ini komplit menunjang wisata," imbuhnya.

Mukhlis menargetkan setidaknya 7.000 pengunjung lokal dan mancanegara datang ke Kota Pariaman menyaksikan iven wisata olahraga itu. Target kunjungan tersebut realistis, jika dilihat dari iven sebelumnya.

Dikatakannya, iven triathlon tahun 2017 juga diikuti oleh peserta pelajar dan atlit lokal Pariaman. Diakui Mukhlis, pihaknya tidak menetapkan target capaian prestasi pada triathlon atau duathlon tahun ini. Keikutsertaan pelajar dan atlit lokal Pariaman pada tahap awal, sebut dia, lebih didorong menjadi ajang pembinaan pelajar dan atlit lokal Pariaman.

"Yang penting pembinaan dulu, kita ingin nanti setelah pembinaan yang intens atlet kita mampu meraih juara," ulasnya.

Sementara itu, Vica salah seorang wisatawan asal Kota Padang mengaku memilih menyaksikan triathlon untuk mengisi liburan panjangnya. Selain menyaksikan triathlon, pengunjung yang mengaku menginap di Pariaman hingga akhir libur panjang itu, mengaku akan mengunjungi beberapa objek wisata lain di Kota Pariaman.

"Kebetulan ada iven, kita milih stay di Pariaman saja," ujarnya singkat.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pariaman Nesa Prima Dewi mengatakan, Pariaman Triathlon 2017 juga menjadi perhatian khusus bagi panitia dalam hal busana atlet putri. Hal itu kata dia mengingat Pariaman juga dikenal sebagai destinasi wisata keluarga yang islami.

Panitia dalam hal ini membatasi pemakaian busana terlalu minim bagi setiap atlet putri. Dan hal tersebut tampaknya berhasil dilakukan karena tidak terlihat atlet putri yang hanya mengenakan dua lembar penutup aurat yang mengundang.

"Bahkan salah seorang peserta ada yang berhijab," kata Nesa. (Nanda/OLP)
Harga Cabai Kembali Merangkak Naik
Cabai. Foto/istimewa/minnpost.com
Pariaman --- Seiring masuknya musim penghujan dan penghujung tahun, harga cabai kembali merangkak naik dari yang sebelumnya Rp30 ribu/kg.

"Naiknya sudah sampai Rp50 ribu. Kita cemas jika harganya melonjak seperti kemarin yang hingga mencapai Rp100 ribu/kg," ungkap Eti (53) warga Pariaman Tengah, yang juga pedagang kuliner, Sabtu (2/12).

Ia menduga kenaikan harga cabai tersebut disebabkan menjelang natal dan tahun baru di mana banyaknya kebutuhan masyarakat sehingga membuat stok pedagang di pasar menipis.

"Biasanya begitu jelang tahun baru, harga pada naik," sambungnya.

Ditanyai terpisah, kepala dinas Koperindagkop Kota Pariaman Gusniyetti Zaunit mengatakan mulainya naik harga cabai disebabkan musim penghujan. Musim penghujan mempengaruhi panen cabai petani. Cabai yang dihasilkan pada musim penghujan akan mengalami pembusukan sehingga panen cabai menjadi tidak maksimal.

"Ini murni karena cuaca, tidak ada hubungannya dengan natal dan tahun baru karena warga Pariaman mayoritas Muslim. Dari tahun ke tahun, harga pangan tetap stabil jelang tahun baru, kecuali jelang puasa dan lebaran," ungkap Gusniyetti.

Ia menambahkan, dengan pembagian bibit cabai oleh pemerintah kepada masyarakat beberapa bulan lalu dinilainya juga berhasil menekan harga cabai di pasaran.

"Saat itu harga cabai hingga Rp100 ribu. Setelah pembagian bibit cabai kepada masyarakat, harga cabai kembali berangsur normal," ungkapnya.

Ia menilai harga cabai tidak akan naik terlalu tinggi jika cabai yang diberikan kepada masyarakat tersebut ditanam dan dirawat dengan baik.

"Nanti bersama dinas pertanian akan kita cek perkembangan pemberian bibit cabai sejauh mana perkembangannya," pungkasnya. (OLP)
[Fokus Berita] Mukhlis Tolak Tandatangani APBD Kota Pariaman 2018
Walikota Pariaman Mukhlis Rahman dalam suatu kesempatan. Foto/istimewa
Pariaman ---- APBD Kota Pariaman tahun 2018 tidak disetujui oleh Walikota Pariaman Mukhlis Rahman. Mukhlis menolak menandatangani Rancanangan APBD menjadi peraturan daerah meskipun dua pimpinan dewan telah membubuhkan tandatangannya di nota kesepakatan antara eksekutif dan legislatif.
Pembahasan APBD Kota Pariaman sudah dilakukan dengan serius hingga larut malam oleh TAPD yang dipimpin Sekdako Indra Sakti dengan Banggar DPRD Kota Pariaman. Foto/istimewa


Dalam paripurna DPRD tentang pengesahan APBD Kota Pariaman tahun 2018 itu, Kamis malam (30/11/2017) di gedung DPRD Kota Pariaman, Mangguang, Pariaman Utara, Mukhlis memutuskan keluar meninggalkan ruangan sidang jelang penandatanganan nota kesepahaman APBD 2018.

Sehari sebelum paripurna APBD 2018, saat HUT KORPRI, tidak terlihat tanda tanda ketegangan antara eksekutif dan legislatif. Mukhlis berdampingan dengan Mardison seperti biasanya. Foto/istimewa


Mukhlis Rahman saat wawancara cegat oleh wartawan, mengutarakan alasan kenapa ia  menolak RAPBD 2018 menjadi APBD. Mukhlis menyebut anggota dewan tidak konsisten dengan apa yang telah mereka setujui sebelumnya saat pengesahan KUAPPAS sebagai landasan pembahasan RAPBD.

"Pembahasan APBD melanjutkan KUAPPAS yang telah disepakati. Pihak dewan menghilangkan apa yang sudah disepakati bersama yang prosesnya cukup panjang," ujar Mukhlis.

Mukhlis menyebut ada empat kesepakatan kegiatan yang sebelumnya sudah disahkan dalam KUAPPAS yang hilang saat paripurna pengesahan. Keempat kegiatan tersebut adalah pembangunan masjid terapung di Pantai Gandoriah, pembangunan gedung olahraga bertaraf internasional di kawasan Bypass Pariaman, pembangunan pujasera di Pantai Gandoriah dan promosi UMKM Kota Pariaman ke luar negeri.

Di antara empat kegiatan tersebut yang menjadi isu terbesar adalah pembangunan masjid terapung yang belum memiliki Amdal. Mukhlis tidak setuju dengan anggapan dewan pihaknya tidak menyiapkan Amdal untuk pembangunan masjid terapung.

"Kita sedang siapkan dalam tahun anggaran 2017. Kan tahun anggaran belum berakhir (hingga 31 Desember). Amdal kita siapkan, namun masih sedang berjalan," kata Mukhlis.

Di wawancarai terpisah, Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin mengatakan pihaknya di dewan secara keseluruhan bukan menolak, namun menunda empat kegiatan yang diajukan eksekutif hingga tahun anggaran berikutnya.

"Kita tidak menolak, namun menunda hingga pihak eksekutif menyiapkan dokumen legalitas atau landasan hukum kegiatan agar tidak menjadi persoalan hukum di kemudian hari. Kesepakatan tersebut keluar dari keseluruhan fraksi," kata Mardison saat dihubungi via telepon, Jumat pagi (1/12/2017).

Ia membantah terkait Amdal pembangunan masjid terapung sepenuhnya disetujui dewan dalam pembahasan KUAPPAS. Ia menjelaskan terkait Amdal, dalam KUAPPAS, pihaknya telah menggarisbawahi akan mengesahkan anggarannya jika pihak eksekutif memperlihatkan Amdal sebelum pengesahan APBD 2018.

"Janji tersebut (Amdal) tidak dipenuhi hingga batas akhir paripurna. Jika dewan menerima, sama saja menjerumuskan kita semua jika hal tersebut nantinya menjadi persoalan hukum. Ini tanda sayang kami pada walikota," sebutnya.

Kemudian terkait penolakan lainnya seperti pembangunan stadion olahraga bertaraf internasional di kawasan Bypass, ia beralasan pihak eksekutif belum merevisi RTRW kawasan tersebut dari kawasan hijau perkotaan. Pihaknya di dewan sepakat menunda hal tersebut hingga pihak eksekutif selesai merevisi RTRW kawasan pembangunan tersebut dari kawasan hijau.

Sedangkan dua kegiatan lainnya, pembangunan pujasera di Pantai Gandoriah dan promosi UMKM ke luar negeri, Mardison mengatakan dewan sepakat menolak pujasera karena sudah pernah dibangun sebelumnya dan dinilainya tidak bermanfaat dan juga masih ada bangunan milik masyarakat di kawasan pembangunan yang belum ada penyelesaian.

"Untuk promosi UMKM ke luar negeri kami rasa tidak membawa manfaat besar dan malah menimbulkan kecemburuan masyarakat karena setiap ke luar negeri, justru mereka malah selalu memajang foto-foto di media sosial. Sasarannya tidak jelas, lebih baik intensifkan membuka gerai-gerai promosi di daerah-daerah yang potensial," sebutnya.

Ia melanjutkan, konsekwensi dari tidak ada kesepakatan antara walikota dan DPRD terkait pengesahan APBD tahun 2018, biarlah masyarakat dan gubernur yang menilainya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Pariaman Indra Sakti---dengan tidak adanya kesepahaman APBD 2018---akan melanjutkan membuat peraturan kepala daerah atau perkada/perwako untuk landasan hukum pembangunan daerah di tahun 2018 sesuai dengan Undang-Undang No 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Ia menyebut pihaknya dalam merumuskan segala kegiatan sebelum pembahasan APBD, sudah bersepakat dengan DPRD item per item kegiatan dalam KUAPPAS yang menjadi pedoman rencana kerja. Semua item yang ditunda oleh DPRD kata Indra Sakti, sepenuhnya telah disahkan dalam KUAPPAS itu.

Namun demikian, selaku sekdako---karena sudah terjadi dan tidak ingin mengomentari---ia tidak mempersoalkan hal tersebut, tapi apa yang akan dilakukan ke depan fokus untuk kelanjutan pembangunan di kota Pariaman sesuai aturan perundang-undangan. Pembangunan kota Pariaman menurutnya tidak terganggu oleh hal tersebut karena ada opsi lain dalam hal penganggaran.

"Karena hal ini baru pertama kali terjadi pasca lahirnya UU Nomor 23 tahun 2014, sesuai ketentuan pasal 313, kita akan membuat perkada atau perwako dan konsultasi dengan provinsi dan pihak terkait demi merumuskan perkada tersebut," kata Insak, karib ia disapa.

Untuk besarnya anggaran tahun 2018 dalam perkada/perwako yang akan dibuat, jelas Insak, nominalnya tidak boleh melebihi APBD tahun sebelumnya (2017) yang bernominal sekitar Rp700 miliar. Perkada/perwako akan disahkan sebelum mulainya masuk tahun anggaran 2018 per 1 Januari 2018.

Ia menjelaskan, dalam UU No 23/2014 juga memberikan sanksi administratif jika kepala daerah dan DPRD tidak menyepakati APBD satu bulan jelang tengat waktu tahun anggaran sebelumnya.

"Sanksinya adalah kepala daerah (walikota dan wakil walikota) dan seluruh anggota DPRD tidak dibayarkan hak-hak keuangannya (gaji) selama enam bulan," ungkapnya.

Lebih lanjut Insak menuturkan, sanksi tersebut hanya berlaku pada kepala daerah dan DPRD, tidak bagi ASN. Karena perihal gaji ASN ada undang-undang lain yang mengaturnya.

Ia menyebut, tidak adanya kesepakatan bersama antara kepala daerah dan DPRD nantinya akan dinilai oleh gubernur sebelum berlakunya sanksi administratif tersebut. (OLP)
Digembleng 3 Bulan, 8 Pelajar Pariaman Ikuti Pariaman Triathlon 2017
Wako Mukhlis Rahman foto bersama dengan para atlet triathlon pelajar asal kota Pariaman dan pelatihnya
Pariaman --- Walikota Pariaman Mukhlis Rahman terima atlet Triathlon Pelajar Kota Pariaman yang telah mempersiapkan diri selama 3 bulan masa pelatihan untuk mengikuti ajang Pariaman Triathlon 2017 yang akan digelar 2 hingga 3 Desember mendatang, Rabu (29/11).

8 atlet Triathlon Pelajar Kota Pariaman tersebut adalah M Fadli (SMKN 2), Fakhrizal Fajar (SMAN 2), Rully Walefi (SMPN 1), Tomi Manyudi P (SMAN 2), Hamiko Putra (SMAN 1), Febri Ardiansyah (SMKN 3), M Ardiansyah (SMAN 1) dan AL Ali Riando (SMKN 3).

Mukhlis mengaku bangga dengan adanya atlet triathlon yang berasal dari kota Pariaman, apalagi masih pelajar, yang akan mempunyai kesempatan lebih banyak untuk mengikuti ajang triathlon-triathlon lain yang ada di seluruh Indonesia nantinya.

"Selama 4 kali penyelenggaraan Pariaman Triathlon baru kali ini kita memiliki atlet sendiri. Ini merupakan kemajuan," ujarnya.

Ia berharap agar para pelajar yang telah ditempa selama 3 bulan lamanya dalam mengikuti pelatihan untuk kesiapan mereka mengikuti Pariaman Triathlon, mampu menuai prestasi nantinya.

"Ke depan kita harap para atlit triathlon asal kota Pariaman lebih banyak lagi sehingga mereka lebih bisa mengasah diri, dan menunjukan prestasinya di ajang triathlon di rumah mereka sendiri," tutur Mukhlis.

8 Pelajar asal kota pariaman yang mengikuti Pariaman Triathlon akan mengikuti 3 kelas lomba yang diperebutkan, yaitu, kelas umum Sprint Distance, kelas Yunior 15-18 tahun, dan kelas Duathlon Open Nasional.

M Fadli salah satu atlet triathlon pelajar kota Pariaman yang akan turun di kelas umum sprint distance merasa cukup percaya diri untuk mengikuti Pariaman Triathlon 2017.

"Dengan latihan 3 bulan yang ketat yang diberikan oleh para pelatih, saya pribadi telah siap untuk mengikuti Pariaman Triathlon 2017, dan mudah-mudahan dapat menuai prestasi," ungkapnya. (Juned/*)
Syahrizal Pimpin KONI Kota Pariaman
Syahrizal foto bersama pengurus KONI Sumbar dan panitia serta pengcab yang hadir di musorkot KONI Kota Pariaman
Pariaman --- KONI Kota Pariaman menggelar musyawarah olahraga kota (musorkot) untuk memilih ketua/pengurus periode 2017 - 2021.

Dalam musorkot yang dilaksanakan di aula balikota Pariaman, Rabu (29/11), itu ada 3 calon ketua umum yang mendaftarkan diri, yaitu, Syahrizal, Eka Raimon dan Adek Oswandi, yang diikuti oleh 34 cabang olahraga (cabor) yang ada, dibuktikan dengan surat mandat dan SK kepengurusan.

KONI Kota Pariaman sempat vakum selama 3 tahun, dan berakhir dengan penunjukan carateker untuk menyelenggarakan musorkot KON.

Terpilih sebagai ketua umum Syahrizal dengan mengumpukan 20 suara, di bawahnya Eka Raimon 15 suara, sedangkan Adek Oswandi mengundurkan diri sebelum pemilihan berlangsung.

Pada kesempatan itu juga ditunjuk dua orang anggota formatur yang akan mendampingi ketua terpilih dalam membentuk kepengurusan KONI yang baru paling lama 15 hari sejak terpilihnya. Kardinal Feri dan Nazril adalah dua orang yang dipilih sebagai dewan formatur tersebut.

Ketua KONI Kota Pariaman terpilih Syahrizal mengatakan, ia dengan segenap kemampuan akan berupaya menjalankan tugas dengan baik, apalagi tugas berat telah menanti yaitu Porprov Sumbar ke XV di kabupaten Padangpariaman tahun 2018 mendatang.

"Tidak ada kalah dan menang dalam pemilihan ini, yang menang adalah KONI Kota Pariaman, dan mari kita kerja bersama untuk mewujudkan peningkatan prestasi dan kualitas olahraga kita di masa yang akan datang," katanya.

Sekretaris Daerah Kota Pariaman Indra Sakti mengatakan, bahwa ada 3 hal yang perlu diperhatikan dalam sebuah musyawarah organisasi KONI, antara lain, pertama tentang evaluasi kegiatan di masa sebelumnya, kedua tentang program kerja untuk 4 tahun kedepan, dan ketiga tentang pemilihan kepengerusan.

"Dengan memperhatikan 3 hal tersebut, peserta musorkot dapat memberikan hak suaranya dalam memilih siapa kandidat yang layak dan mengayomi seluruh cabor yang ada," tuturnya.

Lebih lanjut mantan Sekretaris KONI Kota Pariaman di tahun 2006, itu juga mengungkapkan agar KONI Kota Pariaman mampu menjalankan program dan agenda dengan skala prioritas, dan mengelola anggaran dengan baik sesuai ketentuan.

"Kepada para pimpinan cabor, dengan pengurus KONI yang baru nanti, hendaknya dapat saling mengingatkan, saling mengisi untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi, sehingga keputusan yang dibuat dapat mengakomodir semua cabor," sebutnya.

Sementara itu Ketua KONI Provinsi Sumatera Barat Syaiful mengungkapkan perlunya kerjasama yang baik antara para atlet, sasana atau klub, cabang olahraga dengan pengurus KONI, agar tercipta saling kebersamaan. (Juned/*)
Mukhlis Sebut Balon yang Suka Menjelekan Balon Lain Tanda tak Percaya Diri
Mukhlis Rahman dalam suatu kesempatan. Foto/istimewa
Pariaman --- Walikota Pariaman Mukhlis Rahman mengimbau agar para calon dan tim tidak saling jelek-menjelekan antar sesama calon. Jangan ada calon lain yang sengaja mengkerdilkan calon lainnya guna mendapatkan dukungan.

"Itu pertanda calon yang tidak percaya diri. Kalau kita maju, kita harus percaya diri bahwa kita didukung, calon yang saling menjelekan calon lainnya tanda ia tidak percaya diri dengan dukungan yang ia punya," kata Mukhlis di Pariaman, Selasa (28/11).

Setiap bakal calon yang akan maju dalam Pilwako Pariaman 2018 nanti, imbau Mukhlis, harus mampu menjaga situasi masyarakat Pariaman yang kondusif, bukan malah jadi pemecah belah.

"Ini saya yang sudah tidak maju lagi (calon walikota) juga menjadi sasaran. Bagaimana ini, kan aneh," sebut Mukhlis.

Mukhlis berkata, meski ia menjabat walikota, namun sebagai bagian dari rakyat Pariaman ia juga punya hak pilih dalam Pilwako Pariaman 2018. Pilihan pribadi kata dia, tidak ada hubungannya dengan jabatan yang ia emban, itu merupakan dua hal yang saling terpisah.

"Saya juga punya hak pilih dan merupakan pilihan saya yang tidak bisa dipaksakan," sambungnya.

Meskipun demikian, selaku kepala daerah dan ASN ia memastikan tidak akan mengumbar pilihannya tersebut dalam bentuk aksi dukung mendukung, apalagi hingga memobilisasi keuatan politik.

"Selaku kepala daerah saya memastikan sikap ASN adalah netral dan tidak memihak kepada salah satu balon. Jika ada calon yang mendukung hingga mengkampanyekan calon lain, saya tegaskan dan persilahkan ambil cuti diluar tanggunan negara," sebutnya.

Ia menyebut dirinya siap menjadi contoh sikap netralitas ASN dalam kontektasi Pilwako Pariaman 2018. Hal tersebut juga telah ia sampaikan kepada seluruh ASN di lingkungan Pemko Pariaman.

"Kami berkewajiban memastikan Pilwako berjalan aman dan lancar sesuai amanat undang-undang yang mengaturnya," pungkas walikota dua periode itu.

Sementara itu Ketua KPU Kota Pariaman Boedi Satria menyatakan hingga hari ini, Selasa 28 November 2017, pihaknya telah memasuki tahapan penyerahan berkas dukungan bagi pasangan calon yang maju lewat jalur perseorangan.

Sejak dibuka tanggal 25 November lalu dan akan berakhir besok 29 November, beber Boedi, belum ada satu pasang balon pun yang mendaftar dari jalur perseorangan.

"Besok hingga pukul 24.00 WIB pendaftaran dari jalur perseorangan akan ditutup dan KPU akan lanjut ke tahapan Pilwako Pariaman selanjutnya," ungkap Boedi. (OLP)
Boby dan Angelina Terpilih Jadi Duta Kota Hijau Pariaman 2017
Dewan juri dan panitia serta pemenang Duta Kota Hijau berfoto bersama. Foto/Juned
Pariaman --- Forum Komunitas Hijau (FKH) Kota Pariaman gelar Green Festival 2017 ke-5. Rangkaian kegiatan Green festival terdiri dari lomba daur ulang untuk tingkat SD-SMP sederajat dan lomba duta kota hijau untuk pelajar SMP-SMA sederajat.

Awalnya Green Festival dilaksanakan di Asean Youth Park untuk mengenalkan taman baru yang ada di Kota Pariaman. Berhubung hujan deras dan angin kencang ketika memasuki siang harinya, lokasi lomba dipindahkan di lantai 3 gedung serbaguna kantor bersama Pemko Pariaman, Karan Aur, Minggu (26/11).

Untuk Duta Kota Hijau tahun 2017, diikuti sebanyak 83 pelajar, yang setelah melewati proses wawancara pada hari Jumat, terpilih sebanyak 42 orang. Pelajar yang lolos ke babak semi final tampil mengenakan pakaian daur ulang yang telah mereka buat sebelumnya.

"Dari 42 pelajar yang lolos nanti akan dipilih 10 putra dan 10 putri untuk masuk grand final, dan akan dinobatkan siapa yang berhak menyandang predikat Duta Kota Hijau 2017," ujar Ketua FKH Kota Pariaman, Junaidi.

Menurut Junaidi, acara itu dilakukan untuk menanamkan rasa cinta lingkungan dan pemanfaatan barang tidak terpakai, sampah, atau limbah UKM, untuk dijadikan barang yang bisa dipakai dan mempunyai nilai jual, serta bermanfaat.

"Dengan membiasakan mereka dari sajak dini untuk mengolah sampah dan membuang sampah pada tempatnya, diharapkan ketika mereka dewasa, akan menjadi sebuah kebiasaan yang akan ditularkannya juga untuk yang lainya," katanya.

Terpilih untuk Duta Kota Hijau Kota Pariaman tahun 2017 Putra, Boby Setiadi dari SMAN 4 Pariaman, Duta Kota Hijau Putri, Angelina Ajeng Masayu dari SMPN 1 Pariaman.

Sedangkan Wakil I Putra, terpilih Aldivo Zikra dari MTSN 1 Pariaman, Wakil I Putri oleh Chairunnisa dari SMAN 1 Pariaman.

Untuk Wakil II Putra direbut Vadilla Zikra Rahma dari MTSN 1 Pariaman dan Wakil II Putri oleh Azizah Hawari dari SMAN 2 Pariaman. Sedangkan Duta Kota Hijau Favorit Putra diraih Fadly Nesa Putra dari SMKN 2 Pariaman dan untuk Favorit Putri Meysifa Syamra dari SMAN 2 Pariaman.

The Best Kostum yang biasanya hanya untuk 1 putra dan 1 putri, kali ini menjadi 3 putra dan 3 putri, yang masing-masing dimenangkan oleh Muhammad Fajri (SMAN 4), Farhan Mahanur (MTSN 1) dan Dedek Isnu Wardana (SMPN 2).

Sedangkan The Best Kostum Putri dimenangkan oleh Nadia Khalisa (SMPN 1), Salsabila Rahmadani (SMKN 2) dan Siti Lutfia Herman (SMPN 2). (Tim)
Pemko Pariaman Sukses Raih Juara III Nasional Siaran Pers Pemerintahan Daerah
Wako Pariaman Mukhlis Rahman perlihatkan penghargaan AMH 2017 yang dibawa oleh Kadis Kominfo Kota Pariaman Nazifah dan Kabid IKP Evi Irma, Senin (27/11). Foto/Junaidi
Pariaman --- Pemerintah Kota Pariaman merupakan satu-satunya utusan kota/kabupaten di Pulau Sumatera yang mengukir prestasi di malam puncak Anugerah Media Humas (AMH) tahun 2017.

Pemko Pariaman berhasil meraih juara nasional ketiga AMH 2017 kategori Siaran Pers/Pemberitaan untuk pemerintahan daerah, baik provinsi maupun kabupaten dan kota.

AMH tahunan tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dan Bakohumas RI di hotel Novotel Palembang, Kamis malam (23/11).

Pemko Pariaman berada di bawah provinsi Jawa Barat dan Kota Bandung yang meraih juara dua dan juara umum. Dalam kategori yang sama untuk Kementerian/LPNK/BUMN/PTN, juara satu diraih oleh Kemenristek Dikti, juara dua Kemenhub dan juara ketiga oleh Kemenpan/RB.

Untuk tahun 2017, AMH hanya melombakan empat kategori, yaitu Kategori Siaran Pers/Pemberitaan, Kategori Penerbitan Media Internal, Kategori Media Sosial dan Kategori Media Pelayanan Informasi Internet. Kemudian dibagi dalam dua kelompok, yakni kelompok satu untuk Kementerian/LPNK/BUMN/PT dan kelompok dua untuk Provinsi/Kabupaten/Kota.

Penghargaan AMH 2017 diterima oleh Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (Kabid IKP) Dinas Kominfo Kota Pariaman, Evi Irma dari salah satu dewan juri Kemenkominfo RI yang memberikan penilaian dalam AMH 2017 tahun tersebut.

Sebanyak 167 provinsi/kabupaten/kota yang bersaing dalam ajang itu, Kota Pariaman menjadi satu-satunya kabupaten/kota luar Pulau Jawa yang berhasil menyabet juara/terbaik III menyisihkan kota/kabupaten lainnya di Indonesia.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman mengaku bangga dengan prestasi tersebut. Ia memuji jajaran Dinas Kominfo Kota Pariaman yang telah bekerja dengan maksimal, sehingga memperoleh predikat terbaik di Indonesia.

"Semoga masyarakat mendapatkan feedback atau umpan balik dari kebijakan yang kita keluarkan sehingga pemberitaan dan program serta kegiatan yang kita laksanakan, betul-betul bersentuhan langsung dengan mereka, dan bersifat informatif," ujarnya ketika menerima penghargaan tersebut dari Kepala Dinas Kominfo Kota Pariaman Nazifah dan Kabid IKP Diskominfo Kota Pariaman Evi Irma di ruang kerjanya, Senin (27/11).

Mukhlis Rahman menyebut, dengan pemberitaan, akan mewujudkan kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat kota Pariaman terkait berbagai informasi yang bersifat membangun.

"Diharapkan melalui pemberitaan yang kita publikasikan masyarakat pro aktif untuk memberikan kritikan yang konstruktif, sehingga tingkat kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam menjalankan pembangunan yang pemerintah lakukan, dapat kita kawal bersama," jelasnya.

Saat ini, kata Mukhlis, Pemko Pariaman juga tengah berbenah untuk mewujudkan e-goverment dengan smart citynya. Sebut saja e-budgetting, e-planning, UPIAK, LPSE, e-warung dan yang terbaru adalah transaksi non tunai yang telah diterapkan di awal November yang lalu.

"Hal ini sesuai dengan apa yang dilaksanakan oleh Pemerintahan Pusat. Berdasarkan instruksi Presiden, dalam pelayanan dan birokrasi mesti mengutamakan transparansi dan pemangkasan birokrasi," sambungnya.

AMH ke-7 yang dilaksanakan di Palembang agak berbeda dari AMH-AMH sebelumnya. AMH biasanya melombakan 6 kategori, sekarang dipangkas menjadi 4 kategori. Siaran Pers/Pemberitaan dan Media Sosial, juga pertama kalinya dimasukan dalam kategori AMH.

Selain itu, juga dilombakan stand terbaik, lomba KIM tingkat nasional serta penampilan kesenian pertunjukan tradisional tingkat nasional, dimana Provinsi Sumatera Barat meraih terbaik I untuk kategori itu.

AMH 2017 juga merupakan rangkaian dari Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi Publik (SAIK) 2017 yang dilaksanakan dari tanggal 20 hingga 23 November 2017 di Provinsi Sumatera Selatan.

AMH 2017 dibuka oleh MenPAN RB Asman Abnur dan ditutup oleh Dirjen IKP Kemenkominfo RI, Rosarita Niken Wisiastuti yang juga Ketua Umum Bakohumas RI. (Juned/OLP)
Penghargaan Nasional Hoyak Tabuik Untuk Seluruh Warga Pariaman
Genius Umar diapit Lucy Genius dan Kadis Pariwisata Elfis Candra yang sedang mengangkat trophy API 2017 di studio Metro TV, Jakarta. Foto/istimewa
Pariaman --- Pesta Budaya Tabuik Piaman meraih juara ketiga kategori atraksi budaya populer di Indonesia pada ajang Anugerah Pesona Indonesia 2017 dari Kementrian Pariwisa dan Ekonomi Kreatif di Jakarta, Sabtu (25/11) malam kemarin.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, kepada Wakil Walikota Pariaman, Genius Umar.

"Banyaknya wisatawan yang datang ke Pariaman ketika digelarnya pesta budaya Tabuik menjadi salah satu indikasi pesta budaya Tabuik sangat populer di Indonesia. Sebagai peringkat ketiga atraksi budaya populer di Indonesia, membuktikan bahwa Tabuik tepat menjadi ikon wisata di Kota Pariaman," ujar Genius.

Ia mengatakan, terpilihnya pesta budaya Tabuik menjadi salah satu atraksi budaya populer itu, tidak terlepas dari dukungan seluruh pihak dan masyarakat Kota Pariaman.

"Ini sebetulnya penghargaan bagi seluruh masyarakat Kota Pariaman, karena pesta budaya Tabuik adalah milik masyarakat Pariaman," kata dia.

Menurut dia, pesta budaya Tabuik merupakan salah satu dari banyak iven pariwisata di Kota Pariaman untuk menarik wisatawan datang ke Pariaman. Tidak hanya mengangkat iven pariwisata budaya seperti halnya pesta budaya Tabuik, Pemko Pariaman juga menyelenggarakan iven sport tourism dan iven lainnya.

"Di Kota Pariaman itu lengkap iven pariwisatanya, kita punya semua. Wisata alam, kita punya pantai dan pulau, wisata budaya ada tabuik, wisata kuliner, kita punya makanan khas, semua ada di Pariaman," ulasnya.

Menurut Genius, Pemko Pariaman berkomitmen melakukan pembenahan wisata di Kota Pariaman agar wisata lain turut berkembang menjadi destinasi wisata populer tingkat nasional.

Sebagai komitmen tersebut, Pemko Pariaman, kata dia, terus melakukan pembangunan fisik dan melakukan pemberdayaan masyarakat untuk menunjang kepariwisataan.

Ditahun 2018, sebut dia, Pemko Pariaman menargetkan 28 persen peningkatan kunjungan wisatawan lokal dan wisatawan asing ke Kota Pariaman. Target itu optimis dicapai, tentunya sejalan dengan pembenahan di bidang pariwisata.

"Angka kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun ke Kota Pariaman terus meningkat, makanya kita akan bangun fasilitas penunjang dan melakukan pemberdayaan kepada warga kita untuk menjadi masyarakat pariwisata. Kita juga akan ajak para investor untuk bangun hotel yang repsentatif dan pengembangan lainnya," pungkasnya. (Nanda)
Hoyak Tabuik Piaman Raih Juara III Nasional Anugerah API 2017
Wawako Pariaman Genius Umar menerima piala dari Kemenpar RI di Jakarta. Foto/istimewa
Jakarta --- Ritus-ritus kolosal Pesta Budaya Tabuik Piaman raih terbaik 3  dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017 II Kategori Atraksi Budaya Terpopuler.

Penghargaan itu diterima oleh Wakil Walikota Pariaman Genius Umar yang diserahkan langsung oleh Menteri Pariwisata RI Arief Yahya, Sabtu malam (25/11) bertempat di Grand Studio Metro TV.

Ajang tersebut digelar oleh Kementerian Pariwisata RI bekerjasama dengan laman portal www.ayojalanjalan.com yang kembali mengajak masyarakat untuk aktif memilih nominator destinasi terbaik Indonesia.

Sekretaris Kemenpar RI Uus Kuswara mengharapkan, kegiatan itu menjadi konfidensial sehingga dapat menciptakan pengakuan dari seluruh lapisan masyarakat terhadap sektor pariwisata.

Uus Kuswara juga berharap kepada seluruh daerah---dengan adanya anugerah API itu---dapat semakin giat dan bersemangat dalam mengembangkan pariwisata di daerahnya. Dalam penyelenggaraannya, API memberikan dampak yang positif bagi pariwisata Indonesia serta turut berperan dalam mempromosikan destinasi yang ada di Indonesia melalui media internet yang melibatkan masyarakat umum.

Wakil Walikota Pariaman Genius Umar setelah menerima piala penghargaan mengungkapkan, bahwa penghargaan itu merupakan momentum bagi Kota Pariaman untuk terus bersemangat mengembangkan pariwisata di Kota Pariaman dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, caranya dengan pengembangan wisata pantai, menggairahkan sport tourism, iven budaya yang lebih menarik bagi wisatawan sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Pariaman.

Dengan pembenahan tersebut, ia menargetkan di tahun mendatang akan terjadi peningkatan kunjungan sebesar 50 persen dari tahun sebelumnya hanya  2.907.822 kunjungan wisatawan.

“Penghargaan ini juga tidak lepas dari dukungan masyarakat Kota Pariaman baik di ranah maupun di rantau, dengan memberikan dukungan lewat vote sehingga Pesta Budaya Tabuik Piaman menjadi terbaik 3,” ujar Genius Umar.

Sementara itu, ketua panitia ajang penghargaan API 2017, Nanda, mengatakan pihak panitia berharap daerah bisa lebih peduli dengan pariwisata di daerahnya.

Sebanyak 90 objek wisata di penjuru nusantara berlomba berebut menjadi juara. Ajang API 2017 mendapat sambutan bagi setiap daerah yang ingin menawarkan, mempromosikan destinasi wisata yang dimilikinya.

"Terbukti hingga kini pejabat daerah sudah gembor-gembor kepada warganya bahkan wisatawan yang datang ke daerah itu agar memilih objek wisatanya dalam ajang API 2017," katanya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Elfis Candra, juga menjelaskan bahwa kegiatan API 2017 dimulai dengan pemungutan suara (voting) yang berlangsung dari bulan Juni 2017 hingga Oktober 2017 sampai pada akhir acara pemberian penghargaan pada malam penghargaan Anugerah Pesona Indonesia 2017 tersebut.

“Pemenang dalam ajang ini didapatkan dari hasil  voting dari seluruh masyarakat Indonesia. Dalam pelaksanaan pemungutan suara (vote) tahun ini dilakukan melalui web vote secara online juga dengan dibuka melalui cara SMS premium berbayar. Pilihannya ada 15 kategori," jelasnya.

Seluruh kategori yang disajikan, kata Elfis, adalah hasil seleksi ketat dari data wisata, kuliner, atraksi wisata maupun festival budaya yang selama ini sangat populer di Indonesia. Elfis berharap tahun depan Kota Pariaman bisa lebih baik lagi.

"Kota Pariaman punya potensi dalam bidang kepariwisataan contohnya untuk kategori makanan dan minuman favorit spesifik daerah kita yang belum masuk nominasi. Padahal kita punya spesifik makanan sala dan gulai kapalo lauak yang enak," pungkasnya

Dalam ajang ini panitia penyelenggara juga melibatkan berbagai pihak yang terlibat dalam Bidang Pariwisata seperti Asosiasi Pariwisata, Jurnalis Pariwisata, Blogger, Pengamat/Pelaku Pariwisata bahkan dari Kementerian Pariwisata sendiri untuk menjadi Tim Perumus, yang melakukan perumusan dan seleksi terhadap seluruh usulan nominasi yang masuk. Periode voting dibuka pada tanggal 1 Juni 2017 sampai dengan 31 Oktober 2017.

Untuk daerah yang masuk nominasi diberikan hadiah pembuatan web kepariwisataan secara gratis oleh Kementerian Kominfo.

Adapun pesta budaya Tabuik termasuk dalam kategori 7, yakni kategori Atraksi Budaya Terpopuler (Most Popular Cultural Attraction) yang mana nominasi terpilih sebanyak 10 nominasi yakni 1. Apen Beyeren – Kab. Biak Numfor, 2. Bakar Tongkang – Kab. Rokan Hilir, 3. Karaci – Kab. Sumbawa, 4. Perang Pandan – Kab. Karangasem., 5. Ronggeng Paser – Kab. Paser, 6.Tabuik – Kota Pariaman, 7. Ngagah Harimau – Kab. Kerinci, 8. Tari Peperimakka – Kota Makassar, 9. Tradisi Tumbilotohe – Kota Gorontalo dan 10.Wadian Bulat – Kab. Barito Timur.

Dan yang berhasil menjadi juara 1 yakni Bakar Tongkang dari kabupaten Rokan Hilir Prov Riau. Kemudian Juara 2 tari Ngagam Harimau dari Kabupaten Kerinci Prov Jambi. (TKIP Parbud)