Ratusan Wisatawan 'Terkurung' di Pulau Angso Duo
Wisatawan di Pulau Angso Duo Pariaman. Foto/Ayokepariaman
Pariaman ----- Sebanyak 250 orang wisatawan masih tertahan di Pulau Angso Duo, Kota Pariaman, Sabtu (23/6) malam.
      
Tertahannya pengunjung disebabkan kondisi cuaca angin dan gelombang yang terjadi sejak sore hari. Dalam pantauan wartawan, hingga pukul 20.40 WIB, pengunjung masih tertahan di Pulau Angso Duo menunggu kondisi cuaca membaik.
       
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Elfis Candra mengatakan, pengunjung tertahan di pulau Angso Duo sejak pukul 16.00. Kondisi gelombang yang  tinggi membuat penyeberangan dari pulau Angso Duo menuju dua darmaga di Pantai Gondariah belum bisa dilakukan.
      
Menurutnya, evakuasi seluruh pengunjung akan dilakukan setelah kondisi cuaca membaik.
     
"Kondisi cuaca mendadak berubah drastis. Kondisi gelombang tinggi, sehingga berbahaya jika tetap dilakukan penyeberangan. Nanti jika kondisi cuacanya membaik, kita akan lakukan evakuasi," ujarnya.
       
Dikatakan Elfis, pihaknya telah menempatkan petugas untuk melayani pengunjung yang masih berada di Pulau Angso Duo untuk menyediakan logistik makan dan petugas BPBD Kota Pariaman untuk melakukan evakuasi.
       
"Pengunjung yang tertahan telah kita berikan makanan. Alhamdulillah semuanya sabar menunggu kondisi cuaca," pungkasnya. (Nanda)
Polres Pariaman Jamin Pengamanan Kampanye Paslon
Foto/Nanda
Pariaman ----- 90 orang personil Polres Pariaman amankan kampanye rapat umum pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Pariaman nomor urut 2, Dewi Fitri Deswati dan Pabrisal. Kampanye digelar di GOR Rawang Pariaman, Jumat (22/6) siang. Kampanye tersebut ikut menghadirkan artis ibukota, Indah Dewi Pertiwi.
      
Kapolres Pariaman AKBP Andry Kurniawan mengatakan, pengamanan kegiatan kampanye rapat umum diberikan untuk ketiga pasangan calon walikota dan wakil walikota Pariaman. Dari jadwal yang ditetapkan KPU Kota Pariaman, hanya satu pasangan calon yang melaksanakan kampanye rapat umum.
      
Dikatakannya, personil yang dikerahkan, sesuai dengan estimasi peserta kampanye yang disampaikan oleh tim paslon kepada pihak kepolisian.
     
"Dari jadwal yang ditetapkan KPU untuk kampanye rapat umum ini, hanya satu pasangan calon yang menggunakan. Secara umum, pengamanan berlangsung baik," ujarnya.
     
Menurutnya, pengamanan kegiatan kampanye juga dilakukan untuk kegiatan tatap muka dan dialogis. Setiap kampanye tatap muka dan dialogis juga diberikan pengamanan.
     
"Kita juga amankan kegiatan kampanye dialogis dan tatap muka. Setiap kegiatan, paslon selalu menyampaikan pemberitahuan kepada kami," ulasnya.
       
Menurut dia, secara umum penyelenggaraan kegiatan kampanye berlangsung dengan aman. Tidak ada kampanye yang terganggu.  
       
"Secara umum berlangsung dengan lancar. Tidak ada hal yang mengganggu jalannya kampanye," pungkasnya. (Nanda)
Ini Dia Materi Debat Paslon Pilkada Pariaman Tahap II 23 Juni
Dokumentasi debat kandidat tahap pertama. Foto/Nanda
Pariaman ----- KPU Kota Pariaman kembali gelar debat publik pasangan calon walikota dan wakil walikota Pariaman 2018 tahap dua. Debat terakhir tersebut akan diselenggarakan pada hari terakhir masa kampanye, Sabtu (23/6) mendatang di Aula Kampus STIE Sumatera Barat, Pariaman.
    
Pada debat kandidat tahap dua akan dilakukan penggalian gagasan tentang kependudukan, permasalahan daerah dan nasionalis. Pertanyaan seputar ide atau gagasan masing-masing paslon untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memajukan daerah, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, penyelesaian persoalan daerah, menyerasikan pelaksanaan pembangunan daerah dan memperkokoh NKRI.
     
"Tim perumus sudah menyiapkan pertanyaan untuk menggali visi dan misi paslon sehubungan dengan tema yang diangkat," ujar Ketua KPU Kota Pariaman, Boedi Satria, Kamis (21/6) siang.
       
Sementara itu, undangan mengikuti debat publik tahap dibatasi. Undangan yang bisa masuk menyaksikan langsung debat publik, yakni paslon, pendukung masing-masing paslon sebanyak 30 orang, istri atau suami paslon, pers, pengamanan melekat paslon, LO paslon, fotografer paslon, dan 40 orang undangan lainnya.
       
Penyelenggaraan debat tahap dua mengantisipasi membludaknya masyarakat yang menyimak debat, KPU Kota Pariaman telah menyiapkan layar monitor besar di luar gedung lokasi debat. Masyarakat Kota Pariaman, juga dapat menyimak paslon adu gagasan di media sosial resmi KPU Kota Pariaman.
      
"Debat tersebut disiarkan langsung melalui Padang TV, Streaming Padang TV, siaran langsung media sosial resmi KPU Kota Pariaman," ulasnya.
      
KPU Kota Pariaman juga telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait seperti Polres Pariaman, Kodim 0308/Pariaman dan Pemko Pariaman.
      
"Kita sudah koordinasikan dengan pihak terkait dan dari paslon juga," pungkasnya. (Nanda)

Hari Pertama Masuk Kantor, Mukhlis Pamitan ke ASN Pergi Haji
Foto/Eri Elfadri
Pariaman ---- Memasuki hari pertama kerja setelah cuti lebaran, Pemerintah Kota Pariaman menggelar apel bersama seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Halaman Balaikota Pariaman, Kamis 21/6. Apel dipimpin langsung oleh Walikota Pariaman Mukhlis Rahman.

Mukhlis memerintahkan kepada seluruh pejabat masing-masing SOPD untuk melaporkan kehadiran ASN-nya masing-masing, karena pemerintah sudah memberikan libur lebaran cukup panjang.

"Ini merupakan komando dari pusat bahwa seluruh pimpinan daerah dan lembaga agar mengecek kehadiran semua pegawainya, tidak ada lagi pegawai yang menambah liburnya karena cuti lebaran cukup panjang," kata dia.

Mukhlis juga menyampaikan kepada peserta apel untuk kembali bekerja dengan semangat yang baru, semangat yang fitri setelah berpuasa sebulan penuh.

"Tujuan dari berpuasa sebulan penuh adalah mendapatkan ketakwaan. Sehingga pada bulan Syawal ini benar-benar merupakan bulan peningkatan bagi kita semua," terangnya.

Ia berkata, peningkatan nilai-nilai keimanan, aktivitas dan pekerjaan, sehingga berpuasa sebulan penuh tidak jadi sia-sia. Dan bila ASN memiliki niat untuk meningkatkan hal tersebut, tentu akan menjadi orang yang beruntung.

Ia menyampaikan bahwa apel kali ini merupakan apel terakhir baginya, karena Oktober mendatang akan menghakhiri masa jabatannya sebagai Walikota Pariaman.

"Pada Bulan Oktober nanti saya akan mengakhiri masa jabatan sebagai walikota dan apel hari ini adalah apel terakhir bagi saya. Untuk itu, momen yang tepat bagi saya untuk meminta maaf kepada seluruh ASN Kota Pariaman karena selama memimpin masih ada kekurangan-kekurangan. Dan Insya Allah bulan Juli nanti saya dan keluarga akan menunaikan ibadah haji," ungkapnya. (Eri)
Ustad Somad di Pariaman Beri 3 Tips Sebelum Memilih Pemimpin di Pilkada
Ustad Abdul Somad
Pariaman ----- Mubaliq kondang Ustad Abdul Somad beri 3 tips sebelum menentukan pilihan politik pada pilkada, termasuk pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman 2018.
      
"Ada tiga hal yang perlu dilakukan sebelum menentukan pilihan pada 27 Juni 2018 mendatang. Memilih bukan soal mencoblos saja, namun menjadi pertanggungjawaban kelak. Pilihan politik kita akan ditanyai kelak," ujarnya saat memberikan tausiyah dalam tabliq akbar di Masjid Raya Kampung Baru Pariaman, Rabu (20/6) malam.
       
"Tiga tips memilih pemimpin antara lain: mempelajari track record calon, pandang orangnya baik atau tidak dan terakhir lakukan istiqorah politik. Salat sunat dua rakaat, meminta petunjuk sebelum menentukan pilihan," ulasnya merinci.
      
Menurutnya, warga Kota Pariaman diberikan kuasa memilih pemimpin. Lalu pemilih berikan kuasa pilihan kepada pemimpin yang tepat, dengan menggunakan hak pilih dengan baik.
       
"Pilihan politik pada 27 Juni 2018, akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah," sebut dia.
        
Ia juga menyingggung kerawanan politik uang pada Pilkada. Politik uang yang dilakukan, merusak demokrasi yang sedang terbangun di Indonesia.
        
Dalam tausiyahnya itu, ia menekankan agar masyarakat tetap menjaga ukhwah di tahun politik. Perbedaan pilihan politik dukung-mendukung, jangan membuat masyarakat terbelah. Ukhwah tidak hanya kepada ukhwah Islamiyah, sesama muslim saja, tapi ukhwah wataniyah sesama warga Indonesia meski berbeda agama-suku, dan ukhwah insaniyah sesama manusia.
      
"Informasi hoaks dan ujaran kebencian, bisa memecah belah umat," pungkasya. (Nanda)
Mukhlis Imbau Pedagang di Pulau Angsoduo Jaga Kebersihan
Foto/Phaik
Pariaman ----- Walikota Pariaman Mukhlis Rahman tinjau sejumlah lokasi wisata Pariaman, termasuk Pulau Angsoduo dan posko pengamanan Idul Fitri 2018, Selasa (19/6).

Mukhlis pada kesempatan itu juga menyidak kesiapan para petugas yang disiagakan pada sejumlah lokasi wisata dan pelayanan selama libur hari raya.

Kepada petugas gabungan selama lebaran ia berpesan agar melayani pengunjung sebaik-baiknya. Di kawasan wisata sejumlah petugas terlibat dalam mengamankan dan melayani pengunjung selama lebaran.

Di antaranya petugas medis Dinas Kesehatan, petugas Dinas Perhubungan dan Satpol PP, serta personil TNI dan Polri dari Polres dan Kodim 0308/Pariaman.

Dalam peninjauan tersebut, Mukhlis didampingi Kapolres Pariaman AKBP Andry Kurniawan, Pimpinan DPRD Syafinal Akbar, Kadishub Kota Pariaman Yota Balad, jajaran Kodim 0308 Pariaman, Kadis Kesehatan Bachtiar, Kadis Satpol-PP dan Damkar Handrizal Fitri dan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Elvis Candra.

Adapun tiga posko yang ditinjau tersebut terletak di Kawasan Pasar Pariaman, Pantai Gandoriah dan Pulau Angso Duo.

Mukhlis mengimbau kepada para pedagang yang berjualan di sejumlah objek wisata, termasuk Pulau Angsoduo, agar menjaga kebersihan. Para pedagang makanan dan minuman diminta membersihkan lokasi dagangannya dari sampah yang berserakan.

"Khusus bagi pedagang di Pulau Angsoduo agar mengumpulkan kembali sisa sampah untuk dibawa ke daratan oleh Petugas DLH Kota Pariaman," kata dia.

Ia mengancam akan menindak pedagang yang mengindahkan aturan tersebut. Para pedagang di pulau yang tidak memperhatikan kebersihan, tidak diperbolehkan lagi berjualan di pulau itu.

"Apabila besok masih kami lihat sampah seperti ini, kami akan lakukan penindakan. Pedagang tidak boleh lagi berjualan di Pulau Angsoduo ini, " katanya. (Tim)
Lelah Bawa Kendaraan? Polres Pariaman Persilahkan Tidur di Polsek dan Pos Lebaran
Foto/Nanda
Pariaman ----- Kasat Lantas Polres Pariaman, Iptu Fitri Dewi Utami, mengimbau pemudik dan pengendara untuk tidak memaksaan diri mengemudi atau berkendara jika dalam kondisi lelah atau kurang sehat.

Dia berkata mengemudi dalam kondisi mengantuk dan kelelahan sangat membahayakan. Mengemudi dalam waktu yang lama dan jarak tempuh yang jauh, menghilangkan konsentrasi mengemudi.

Selain itu, kondisi badan yang lelah dan mata mengantuk, kerap menjadi penyebab kecelakan lalulintas karena lepas kontrol.

"Kami sampaikan informasi kepada pemudik dan pengguna jalan lainnya untuk tidak mengemudi dalam kondisi mengantuk. Jika lelah dan mengantuk, istirahatlah," ujarnya di Pariaman, Senin (18/6) siang.

Selama operasi Ketupat Singgalang 2018 ini, sebut dia, pengemudi bisa memanfaatkan pos dan kantor polisi untuk beristirahat.

"Bisa gunakan pos pengamanan ataupun kantor Polsek yang ada," ulasnya.

Dikatakannya, Satlantas Polres Pariaman juga telah menambah pemasangan spanduk imbauan agar pengemudi tidak berkendara dalam kondisi tidak sehat. Spanduk dipasang pada titik rawan terjadinya lakalantas yang tersebar di wilayah Polres Pariaman.

Selain itu, pihaknya juga memasang spanduk cipta kondisi tersebut, memberikan warning atau peringatan kepada pengguna jalan sebelum melewati ruas jalan rawan terjadinya lakalantas. Beberapa titik rawan lakalantas tersebut, dengan kondisi tikungan tajam, ruas jalan yang lurus.

"Kondisi tikungan tajam dan rawan terjadinya kecelakaan seperti tikungan di dekat jembatan Batang Kamumuan, Sungai Limau. Sepanjang jalan Siti Manggopoh dengan jalan yang lurus rawan terjadi kecelakaan, karena pengemudi memacu kecepatan tinggi," ulasnya.

Sebelumnya, kasus kecelakaan yang disebabkan out control dan terjun ke jurang di Kabupaten Pesisir Selatan, Minggu (17/6) memakan korban jiwa. 2 orang korban tewas dan 9 orang lainnya luka dalam kecelakaan yang terjadi Jalan Padang-Pessel, tepatnya di Kelok Patai. (Nanda)
Mandi Laut Bersama Ponakan, Kepsek SD Terseret Arus
ilustrasi
Pariaman ----- Seorang Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Pariaman, nyaris tewas terseret ombak saat mandi laut di Pantai Pasie Lohong, Senin (18/6) sore.
      
Korban Wel Novia, 53 tahun, merupakan warga Pasie Lohong, Kecamatan Pariaman Tengah. Kejadian nahas tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Saat kejadian, korban bersama dua orang keponakannya, M. Nabil, 11 tahun dan Sadam, 12 tahun, sedang mandi laut yang tidak jauh dari rumahnya.

Kondisi cuaca yang kurang bagus dan gelombang laut yang tinggi, diduga menjadi penyebab terseretnya korban ke tengah laut.
      
Salah seorang saksi mata warga Pasie Lohong di lokasi kejadian, Afrianto, 40 tahun, mengatakan, saat kejadian dirinya sedang bersantai di pantai. Tiba-tiba, kata dia terdengar teriakan minta tolong dari salah seorang remaja.

"Bersama warga lain, kita bergegas menyebur ke laut untuk memberikan pertolongan," kata dia.
      
Tidak berselang lama, korban akhirnya berhasil diselamatkan warga. Usai diberikan pertolongan pertama di pinggir pantai, korban langsung dievakuasi ke UGD RSUD Pariaman.
       
"Dua orang keponakannya berhasil ke tepi pantai. Korban terseret ombak. Tadi itu gelombang cukup tinggi," terang Afrianto.
        
Hingga berita ini diturunkan, korban masih mendapatkan perawatan medis di RSUD Pariaman. (Nanda)
KPU Pariaman Plenokan Penambahan DPS
Ketua KPU Pariaman Boedi Satria serahkan pleno penetapan DPS kepada Dukcapil Pariaman
Pariaman ----- Pemilih pemula Kota Pariaman sumbang penambahan Daftar Pemilih Sementara (DPS) pemilihan umum tahun 2019. Sebanyak 1.384 orang pemilih pemula, masuk dalam DPS yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pariaman dalam rapat pleno terbuka di Aula Hotel Nan Tongga, Minggu (17/6) pagi.
       
Koordinator Divisi Perencanaan Program dan Data KPU Kota Pariaman Alfiandri Zaharmi, menuturkan DPS pemilu legislatif dan presiden 2019, meningkat. Jika DPT terakhir, yakni pada pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman 2018 sebanyak 59.245 orang pemilih, kini bertambah menjadi 60.629.

Pemilih pada DPS terdiri dari 29.758 orang pemilih laki-laki dan 30.871 pemilih perempuan. Penambahan tersebut disebabkan dimasukkannya pemilih pemula.
       
"Hasil pemutakhiran DPT Pilwako Pariaman 2018 ditemukan 1.384 orang pemilih pemula. Sehingga DPS pemilu jadi meningkat dibandingkan DPT pemilihan terakhir," tutur Alfiandri.
        
Menurut Andi, kecamatan Pariaman Tengah menjadi daerah yang memiliki penambahan pemilih pemula signifikan dibandingkan kecamatan lain. Tercatat sebanyak 457 orang pemilih pemula menyumbang penambahan DPS Kota Pariaman untuk pemilu 2019.
       
Dikatakannya, DPS yang telah ditetapkan melalui rapat pleno ini, selanjutnya diumumkan kepada publik. DPS akan diumumkan di tempat umum seperti warung, kantor desa atau kelurahan.
       
"Tujuannya adalah agar publik bisa menanggapi apabila ada masyarakat yang belum masuk namanya dalam DPS dapat melaporkan ke petugas PPS untuk diakomodir dalam Daftar Pemilih Hasil Perbaikan (DPHP)," kata dia.
       
Sementara itu, masih adanya wajib KTP yang belum melakukan perekaman data KTP Elektronik, pihaknya terus mengupayakan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat untuk melakukan perekamaan data KTP Elektronik.
       
"Kami terus sampaikan. Apalagi musim mudik warga kita pada pulang kampung, kita imbau untuk memanfaatkan waktu untuk melakukan perekaman data," pungkasnya. (Nanda)
Hari Raya Ketiga: Pantai Pariaman Membludak, Parkiran Melimpah
Macet total di sepanjang pantai Gandoriah, Lohong hingga Pantai Cermin. Foto/Nanda
Pariaman ----- Kawasan Pantai Pariaman menjadi lokasi favorit bagi wisatawan selama berlibur lebaran. Sejumlah objek wisata yang terletak di sepanjang pesisir Pariaman, diserbu pengunjung. Tidak hanya lokal, pengunjung juga berasal dari sejumlah daerah luar Sumatera Barat, bahkan dari pulai Jawa.
        
Hasil pemantauan wartawan sejak pagi hingga sore hari, Minggu (17/6), tidak kurang sekitar 50.000 orang wisatawan tumpah ruah di sepanjang pantai Pariaman. Begitu juga dengan arus kendaraan yang mengarah ke kawasan pantai, juga terus meningkat.
      
Volume kendaraan yang membludak, membuat arus lalulintas di sepanjang pinggir pantai yang mengarah dari arah Pantai Cermin menuju Pantai Gondariah, sedikit tersendat.
     
Tidak hanya itu, kantong-kantong parkir yang disediakan Pemko Pariaman tidak mampu lagi menampung tingginya volume kendaraan.
     
Kepala Dinas Perhubungan Kota Pariaman Yota Balad mengatakan, pihaknya telah menyediakan banyak kantong parkir di kawasan wisata Pariaman. Jumlah kantong parkir pada lebaran Idul Fitri 1439 Hijriyah, juga mengalami penambahan jika dibandingkan tahun sebelumnya.
    
"Hasil pemantauan kami, pengunjung tahun ini membludak dan meningkat dari tahun sebelumnya. Kantong parkir yang telah kita tambah pun, penuh," kata Yota.
    
Ia mengatakan, wisatawan juga dapat memarkir kendaraan pada lahan parkir yang disediakan secara mandiri oleh masyarakat. Tidak perlu takut, soal tarif juga sama dengan yang ditetapkan pemerintah.
    
"Tarif parkirnya sama dengan yang ditetapkan oleh pemerintah. Kami sebelumnya sudah mamanggil masyarakat tersebut dan mengeluarkan edaran soal tarif parkir. Tidak boleh lebih dan sejauh ini belum ada keluhan dan laporan soal tarif parkir di kawasan wisata," ulasnya.
     
Ia menyarankan agar tidak terjebak kemacetan, pemilik kendaraan memarkir kendaraan diluar kawasan wisata pantai. Untuk mengurangi kemacetan di Pantai Gondariah, pihaknya menutup jalan pinggir pantai Gondariah untuk kendaraan.
    
"Parkirnya di kantong parkir luar, nanti bisa jalan kaki ke pantai. Minimal mengurangi kemacetan. Sedangkan mendekati pantai Gandoriah, jalan kita tutup untuk kendaraan. Hanya untuk pejalan kaki saja" pungkasnya. (Nanda)
Bom Ikan Suami Meledak, Febrianti Kehilangan Tangan di Hari Raya
Polisi tiba di lokasi kejadian
Kayutanam ----- Ledakan bom ikan atau bondet di Korong Pasa Usang Kecamatan 2X11 Kayutanam, Kabupaten Padangpariaman pada Jumat (15/6), memakan korban.
     
Febrianti, 45 tahun, warga Pasa Usang, Kecamatan Kayutaman, terpaksa harus kehilangan tangan kanannya setelah bom ikan yang ia pegang meledak secara tiba-tiba di tangannya.
      
Kapolres Padangpariaman AKBP Rizky Nugroho menerangkan, bom ikan tersebut merupakan milik suaminya, Gumasrul. Benda itu merupakan bom ikan sisa yang tidak dipakai lagi.
      
Menurutnya, bom tersebut disimpan di belakang rumah korban lalu dipindahkan untuk dijemur ke halaman depan rumah. Nahas, saat diangkut kedalam kamar untuk disimpan, bom tersebut meledak.
     
"Bom itu adalah milik suami korban untuk menangkap ikan. Dibeli beberapa tahun yang lalu dan memang sudah tidak digunakan lagi," terangnya.
     
Ia memastikan, ledakan bom tersebut tidak terkait dengan aktivitas terorisme. Hal itu murni ledakan ikan bom. Pihaknya telah mendalami ledakan tersebut dengan memintai keterangan dari banyak pihak.
    
"Kini korban telah dievakuasi ke RS M Djamil Padang dan informasi yang kami terima, harus diamputasi," pungkasnya. (Nanda)

Pemko Pariaman Gelar Takbiran di Simpang Tabuik
Foto/Fadli
Pariaman ----- Pemko Pariaman gelar Takbir Akbar sambut Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah yang jatuh pada tanggal 15 juni 2018. Takbir akbar tersebut dipusatkan di Tugu Simpang Tabuik Pariaman, Kamis (14/6) malam.

Malam takbiran bersamaan dengan pemukulan bedug sembari mengumandangkan kalimah takbir.

Dalam pantauan wartawan, arus lalulintas di perempatan Simpang Tabuik dialihkan selama penyelenggaraan kegiatan tersebut. Di samping dihadiri walikota Mukhlis Rahman, Dandim, Kapolres dan Pimpinan DPRD Pariaman Syafinal Akbar, terlihat pula kerumunan warga.

Dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut, Mukhlis Rahman atas nama Pemko Pariaman mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah kepada segenap warga Pariaman.

"Mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh umat muslim khususnya yang ada di Kota Pariaman," kata dia. Takbir Akbar diakhiri dengan penyampaian tausiah oleh Ustaz Dedi Kurniadi. (Tim)
Ribuan Kaum Suku Mandahiliang Gelar Silaturahmi Akbar
Genius Umar, Mardison Mahyuddin hadiri silaturahmi akbar yang digagas oleh saudagar Asrizal Azis
Pariaman ------ Ribuan warga suku Mandahiliang, baik perantau dan warga Pariaman, gelar silaturahmi akbar dan berbuka bersama terakhir Ramadhan, Kamis (14/6), di Aula Kampus STIT SB Pariaman.
      
Acara yang digagas saudagar Pariaman Asrizal Azis ini, juga dihadiri sejumlah tokoh Pariaman Genius Umar dan Mardison Mahyuddin.
      
Asrizal Azis mengatakan, warga Pariaman Mandahiliang banyak tersebar di ranah dan di rantau. Belum lama ini, kata dia, sebuah organisasi yang dinamai Persaudaraan Minang Mandahiliang Serumpun---merupakan perkumpulan masyarakat bersuku Mandahiliang--didirikan. Hampir di seluruh provinsi di Indonesia telah terbentuk cabang organisasi tersebut.

"Untuk Kota Pariaman telah terbentuk satu tahun yang lalu," ujarnya.

Ia mengatakan, selain menjadi komunitas persatuan berdasarkan semangat kesukuan, organisasi ini akan fokus di bidang sosial. 

"Insya Allah ikut membantu "baban barek, singguluang batu" bagi masyarakat suku Mandahiliang yang membutuhkan. Jika ada data dan usulan, kami akan upayakan membantu," ulasnya.

Kedepan, pihaknya juga akan fokus memberikan dukungan bidang pendidikan. Generasi muda anak dan kemenakan suku Mandahiliang akan dibantu pembiayaan pendidikannya.

"Jangka panjang kita memang ke sana. Lebih-lebih karena sudah ada yayasannya, kemungkinan ada rencanan pendirian sekolah umum juga," kata dia.

Ketua Persatuan Minang Mandahiliang Serumpun Kota Pariaman, Genius Umar mengatakan, pertemuan tersebut membuktikan bahwa masyarakat suku Mandahiliang di kampung dan di perantauan kompak.   

"Ibarat lidi, jika dia banyak, maka akan kuat. Sulit untuk dipatahkan. Begitu juga dengan kita, jika bersatu tentu akan kuat," sebutnya.

Ia berharap ke depannya persatuan suku Mandahiliang terus berbuat yang terbaik. Baik sesama suku Mandahiliang maupun dengan dunsanak suku lainnya.

"Jika warga Pariaman kompak, baik di ranah dan perantauan, pembangunan akan berhasil. Pembangunan mesti melibatkan semua komponen masyarakat," ujarnya.
Nevi Prayitno Bagi Sembako pada 229 KPM di Pariaman
Foto/Fadli
Pariaman ----- Sebanyak 229 orang keluarga kurang mampu terima bantuan sembako dari LKKS Provinsi Sumatera Barat di Balairuang Walikota Pariaman, Selasa pagi (12/6).

Bantuan sembako ini diserahkan langsung oleh Ketua LKKS Provinsi Sumbar Nevi Irwan Prayitno didampingi Walikota Pariaman Mukhlis Rahman dan Reni Mukhlis selaku Ketua LKKS Kota Pariaman kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Nevi mengatakan untuk daerah lain pihaknya memberi paket bantuan sembako hanya sekitar 100 paket saja, tetapi khusus untuk Kota Pariaman pihaknya menyalurkan bantuan sembako sebanyak 229 orang KPM.

"Bantuan ini tidak terlepas dari kerjasama dengan para donator yang terdiri dari yayasan maupun perusahaan besar seperti Wardah Cosmetic, PT Semen Padang, Bank Nagari, Universitas Baiturrahmah Padang dan berbagai donator lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu," terangnya. Nevi berpesan agar di bulan suci bisa saling berbagi kepada warga kurang mampu.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman mengatakan bantuan yang diberikan, bukan dilihat dari nilainya, tapi keikhlasan. Bagi penerima mesti mensyukuri dalam menerima apapun yang diberi," ujarnya.

Sekretaris LKKS Provinsi Sumbar Indarefis mengatakan, penyerahan bantuan sembako untuk keluarga kurang mampu di Kota Pariaman dibagikan untuk 229 orang, terdiri dari 225 penerima manfaat dan 4 orang untuk Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK).

"Penyaluran berbasiskan data fakir miskin LKKS Kota Pariaman sendiri. Provinsi mendapatkan paket bantuan dari berbagai sumber dana yang berbentuk dana CSR dari berbagai perusahan dan yayasan yang di Sumatera Barat," pungkasnya. (Tim)
TSR Sumbar Beri Bantuan 20 Juta di Masjid Raya Ketaping Nareh Hilir
Foto/Fadli
Pariaman ----- Tim Safari Ramadhan (TSR) Provinsi Sumbar kunjungi Masjid Raya Ketaping Desa Nareh Hilir, Pariaman Utara, Selasa malam (12/6).

Kepala Dinas Dukcapil Provinsi Sumbar Nofrial yang memimpin rombongan itu menyerahkan bantuan provinsi kepada pengurus masjid uang senilai Rp20 juta dan tiga gulung tikar salat.

Dalam sambutannya Nofrial mengatakan bahwa Pariaman merupakan pusat pengembangan agama Islam di Indonesia. Sejarah pengembangan agama Islam di Pariaman sering dijadikan pusat kajian oleh peneliti sejarah Islam di nusantara.

Di samping itu ia juga memuji pesatnya pertumbuhan pariwisata Pariaman. Kepada warga Pariaman, ia berharap agar selalu melayani wisatawan dengan penuh keramahan.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman menyebut TSR Sumbar saat ini mengunjungi masjid juara pertama di Kecamatan Pariaman Utara melalui program magrib mengaji.

"Semoga juga bantuan yang diberikan oleh TSR Provinsi Sumbar ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pengurus masjid dalam rangka mendongkrak dan melanjutkan pembangunan mesjid kedepannya," pungkasnya. (Phaik/OLP)
Lebaran 2018, Piaman Banjir Pemudik
Suasana Pantai Gandoriah saat lebaran 2016 lalu. Foto/istimewa
Pariaman ----- Memasuki H-2 Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah, ratusan mobil perantau Pariaman dan Padangpariaman sudah lalu-lalang di jalanan. Dalam pantauan wartawan sejak tadi malam hingga siang ini, Rabu (13/6), mobil-mobil seperti plat BM dari Riau, D dari Bandung, B dari Jakarta, F dari Bogor, BK dari Sumut dan beberapa plat BD dan BG dari Bengkulu dan Palembang.

Kasatlantas Polres Pariaman Iptu Fitri Dewi Utami memperkirakan lonjakan kendaraan pemudik akan terus meningkat hingga Jumat (15/6) mendatang. Dari pantauan jajarannya di Simpang Kuraitaji Pariaman dan Gasan Ketek Batas Agam dan Padangpariaman, jumlah perantau yang pulang kampung menggunakan mobil pribadi mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

"Lonjakan pemudik menggunakan kendaraan pribadi tahun ini meningkat dari tahun lalu. Hingga Jumat depan akan terus meningkat," ujarnya.

Lonjakan mudik lebaran 2018 di Pariaman tidak terlepas dari panjangnya masa cuti bersama dan liburan kenaikan kelas anak sekolah. Libur sekolah malahan hingga 9 Juli mendatang dan cuti bersama hingga 21 Juni yang dimulai sejak 9 Juni lalu.

Randi (41) perantau asal Kota Pekanbaru, Riau, mengaku sudah pulang kampung ke Pariaman sejak 10 Juni lalu. Ia bersama teman-teman beserta kerabatnya konvoi hingga tujuh mobil pribadi.

"Akan ada lagi 10 mobil yang akan nyusul malam ini (13/6). Kita perantau Piaman (Pariaman-Padangpariaman) di Riau sangat banyak. Ratusan ribuan lah kira-kira dan mayoritas mereka pada pulang kampung," ujarnya di salah satu tempat pencucian mobil di Pariaman.

Menurut Randi, lebaran tahun ini ia akan lebih lama di Pariaman mengingat anak-anak mereka pada libur panjang sekolah. Pria yang berprofesi pedagang ini tak perlu buru-buru kembali ke Pekanbaru sebagaimana lebaran tahun sebelumnya.

"Lebaran tahun kemaren kepepet. Mau lama-lama gak mungkin karena anak-anak pada mulai sekolah, kan," jelasnya.

Lain Randi, lain pula Rini (37). Ibu tiga anak asal Padangpariaman ini sudah 11 tahun merantau di Jakarta. Ia dan suaminya pekerja profesional di perusahaan swasta asing dengan gaji puluhan juta per bulannya.

Rini lebih memilih liburan lebaran 2018 menggunakan transportasi pesawat terbang ketimbang menggunakan mobil pribadinya. Tiket bersama suami dan ketiga anaknya telah ia pesan jauh hari sebelumnya hingga ia tiba di Pariaman 12 Juni lalu.

"Jauh hari kita juga sudah rental mobil di sini. Takut bawa mobil dari Jakarta ke Pariaman, lagian juga belum pernah. Sejak cuti, kita belanja oleh-oleh dahulu buat ayah dan ibu, mandeh, sepupu, keponakan dan bingkisan buat teman-teman. Nyampai di kampung puas rasanya kita bisa bantu dunsanak," ujarnya.

Selama liburan di Pariaman ia mengaku akan mengunjungi sejumlah lokasi wisata. Tak lupa mengunjungi Pulau Angsoduo dan Pulau Tangah. Ia juga berencana akan mencoba snorkeling di pulau-pulau tersebut.

"Iya, ita akan puas-puasin lebaran kali ini. Wisata Pariaman itu kan keren sekarang. Kita berharap akomodasi ke pulaunya aman," pungkasnya. (OLP)
Polisi Temukan Jaringan Sabu Dikendalikan Napi dari Lapas Pariaman
Kapolres dan Kalapas gelar barang bukti di Mapolres Pariaman. Foto/Nanda
Pariaman ----- Polres Pariaman lakukan pengecekan identitas penerima paket sabu yang coba diselundupkan salah seorang warga ke Lapas Klas IIB Pariaman.
      
Sebelumnya, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Pariaman menggagalkan upaya penyeludupan sabu seberat 25 gram yang dilakukan tersangka ME, 24 tahun, warga Sicincin, Kabupaten Padangpariaman ke dalam Lapas Klas IIB Pariaman pada Sabtu (9/8) sore.
       
"Penyidik telah berkoordinasi dengan pihak Lapas mengecek daftar narapidana. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa W yang disebut tersangka ME sebagai tujuan pengantaran paket sabu, adalah napi di Lapas ini," terang Kapolres Pariaman AKBP Andry Kurniawan didampingi Kalapas Klas IIB Pariaman Pudjiono Gunawan dalam keterangan resminya di Mapolres Pariaman, Selasa (12/6).
     
Dipaparkan Andry dari hasil pemeriksaan tersangka ME, paket sabu itu tersangka dapatkan dari pihak lain yang juga berinisial W. Paket ia ambil dari W di salah satu tempat di daerah Sicincin, Padangpariaman. Paket tersebut dijemput atas pesanan napi W melalui telepon.
       
Ditambahkan Andry dalam pemeriksaan tersangka, upaya pengelundupan paket sabu ke dalam Lapas Klas IIB Pariaman, merupakan pertama kalinya. Namun, pihaknya menduga sebaliknya. Penyelundupan tersebut, kemungkinan adalah kesekian kalinya.
       
"Tersangka mengaku ditelepon oleh narapidana Lapas Klas IIB Pariaman dan meminta tersangka mengantarkan paket ke dalam Lapas. Paket diambil dari pihak lain yang juga berinisial W di daerah Sicincin, Padangpariaman. Patut diduga juga jika upaya penyelundupan ini bukanlah pertama kali. Karena kejahatan narkoba ini adalah sistim jaringan," kata dia.
     
Upaya penyelundupan narkoba di Lapas Klas IIB Pariaman sudah tercatat dilakukan beberapa kali. Banyaknya napi dengan kasus narkoba terkadang menjadi pasar tersendiri bagi jaringan pengedar narkoba.
      
Terpisah, anggota DPRD Kota Pariaman Muhammad Yasin melalui sambungan telepon pribadinya, Selasa (12/6) menilai, banyaknya narapida dengan kasus penyalahgunaan narkoba di Lapas Klas IIB Pariaman, menjadi pasar tersendiri bagi jaringan peredaran narkoba.
      
"Tentu saja menjadi pasar tersendiri bagi peredaran narkoba," kata dia.
       
Menurutnya, Lapas Klas IIB Pariaman merupakan Lapas umum. Napi yang menjalani hukuman tidak hanya kasus narkoba. Namun kasus pidana lain, seperti pencurian, pembunuhan, judi. Percampuran napi kasus umum dengan narkoba, bisa membuat napi kasus lain yang bukan pengguna narkoba, menjadi pengguna.
      
"Perlu dilakukan pemisahan napi kasus narkoba dengan napi lain. Kami meminta agar napi kasus narkoba ditempatkan di Lapas khusus narkoba, sehingga tidak menular ke napi lain dan dari sisi pengawasannya, juga lebih efektif," sebutnya.
     
Sementara itu, terkait over kapasitas penghuni Lapas Klas IIB Pariaman, pihaknya mendorong agar Kementerian Hukum HAM RI (Kemenkum HAM RI) melakukan renovasi atau penambahan bangunan Lapas Klas IIB Pariaman.

Tidak hanya itu, penyebaran napi ke sejumlah Lapas lain di Sumatera Barat yang belun terlalu padat penghuni, dapat dilakukan pihak Kemenkum HAM RI mengurai permasalah over kapasitas penghuni Lapas.
       
"Pemko harus ikut mendorong pihak Kemenkum HAM RI agar dilakukan penambahan bangunan Lapas. Kita bisa usulkan ke kementerian," ulas politisi Partai Keadilan Sejahtera ini.
       
Selain itu, lanjut Yasin, pencegahan penyalahgunaan narkoba perlu diperkuat. Tidak hanya dilakukan pihak kepolisian saja, upaya ini harus dilakukan oleh semua pihak, termasuk pemerintah Kota Pariaman.
       
"Kota Pariaman baru ada lembaga BNK. Kewenangannya hanya sebatas pencegahan saja. Langkah penindakan terhadap pelaku penyalahgunaan narkoba, hanya dilakukan oleh kepolisian. Kami kira Kota Pariaman perlu punya lembaga BNNK yang vertikal dengan BNN pusat. Selain punya kewenangan pencegahan, BNNK punya kewenangan menindak. Tentunya hal ini membuat pemberantasan narkoba di Pariaman, jadi maksimal," pungkasnya. (Nanda)
Kapolres Pariaman Sosialisasikan Anti Paham Radikalisme ke Kampus
Kapolres Pariaman di STIE Sumbar Pariaman. Foto/Nanda
Pariaman ----- Polres Pariaman intensifkan sosialisasi untuk menangkal paham radikalisme ke sekolah dan kampus. Sosialisasi itu, sebagai upaya pihak kepolisian menangkal masuknya paham radikalisme di dunia pendidikan.

Kapolres Pariaman AKBP Andry Kurniawan mengatakan, lembaga pendidikan seperti sekolah dan kampus rawan disusupi kelompok teroris guna menyebarkan paham radikalisme.

"Penangkapan tiga orang pelaku di kampus Universitas Riau di Pekanbaru awal bulan kemaren, menjadi warning bahwa radikalisme sudah mulai merasuki mahasiswa," ujarnya saat melakukan sosialisasi anti inteloleransi, radikalisme dan terorisme di kampus STIE Sumatera Barat, Senin (11/6) pagi.

Ke depan selepas libur Idul Fitri 2018, pihaknya akan langsung mengunjungi berbagai sekolah yang tersebar di wilayah hukum Polres Pariaman. Masa Orientasi Siswa baru di SMA dan SMP di Kota Pariaman dan Padangpariaman, akan menjadi momen pihaknya mensosialisasikan anti radikalisme.

Selain itu, sosialisasi menangkal paham radikalisme dan terorisme, juga dilakukan hingga ke desa dan nagari. Bhabikamtibmas bersama Kepala Desa dan Babinsa TNI akan terlibat mensosialisasikan hal itu.

"Kita akan sosialisasikan ke sekolah. Ini harus dilakukan untuk mengantisipasi agar tidak ada mahasiswa ataupun pelajar kita yang terpapar dengan paham radikal ini," ulasnya.

Menurut Andry, kejahatan terorisme adalah bentuk kejahatan "criminoly motivatied" atau kejahatan yang termotivasi. Kejahatan dengan motif tersebut, sulit dicegah, karena apapun yang dianggap menghambat tujuan pelaku, akan ditabrak atau dimatikan.

"Bahkan, membunuh orang lain dan bunuh diri, mereka lakukan. Karena tindakan mereka dipicu motivasi yang kuat," kata dia.

Ia menyebut, kepolisian dan pihak lain dapat melakukan upaya deteksi dini terhadap adanya bibit paham radikalisme. Selain itu, langkah tersebut harus mendapatkan dukungan dari masyarakat.

"Kepekaan terhadap lingkungan, terutama dengan orang baru yang memiliki perilaku tertutup. Kedepan, Polres Pariaman akan memperkuat langkah pencegahan dengan pencerahan pemahaman keagamaan oleh ulama kharismatik di wilayah Polres Pariaman," pungkasnya.

Terpisah, anggota DPRD Kota Pariaman Kota Pariaman Mulyadi menyebut, lembaga pendidikan rentan disusupi paham radikalisme. Status akademik, tidak menjadi jaminan terhadap seseorang untuk tidak terpapar oleh pemahaman radikalisme.

"Status akademik, tidak jaminan bebas dari paparan paham radikalisme ini. Otak pelaku bom Bali, Azhari adalah seorang doktor. Namun, nyatanya malah menjadi kelompok teror," sebutnya.

Upaya pencegahan terhadap paham radikalisme penting. Mulyadi menilai, jika selama ini, pencegahan tersebut dilakukan terlambat. Setelah terjadi serangan teror, baru ada sosialisasi.

"Kepolisian sebetulnya sudah sangat maksimal melakukan sosialisasi, namun perlu didukung oleh skate holder lainnya. Pemerintah daerah melalui pihak terkait perlu mendukung upaya yang dilakukan pihak kepolisian," ulasnya.

DPRD Kota Pariaman, imbuh Mulyadi, akan menyetujui program sosialisasi menangkal paham radikalisme jika Pemko Pariaman mengusulkan. Bahkan, dalam kegiatan reses di daerah pemilihan, DPRD Kota Pariaman juga mensosialisasikan anti radikalisme dan terorisme. (Nanda)
SPBU Jati Pariaman: Stok BBM Aman Jelang Lebaran
Ilustrasi/istimewa
Pariaman ----- Pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pastikan stok BBM di Kota Pariaman, aman. Tiga SBPU yang tersebar di tiga titik, di Desa Toboh Palabah Kecamatan Pariaman Selatan, SPBU di Desa Jati Hilir Kecamatan Pariaman Tengah dan SBPU Kelurahan Kampung Pondok Kecamatan Pariaman Tengah.
   
Aris, salah seorang pengelola SPBU memastikan stok BBM berbagai jenis menjelang libur lebaran Idul Fitri 1439 Hijriah atau tahun 2018 mencukupi. Pasokan BBM dari Pertamina masih seperti biasaya.

“Stok hingga saat ini masih mencukupi. Pasokan masih normal seperti hari biasa,” ujarnya.

Menurut Aris, hingga saat ini pembelian BBM oleh masyarakat untuk semua jenis, masih relatif normal. Belum terlihat adanya peningkatan atau lonjakan pembelian BBM oleh masyarakat. Ia memprediksi, lonjakan konsumsi BBM akan terjadi pada H+1 lebaran Idul Fitri, bertepatan dengan masuknya kendaraan perantau yang pulang ke kampung halaman.

Di SPBU 14.255.592 Desa Jati Hilir Kota Pariaman, tidak menstok BBM jenis premium. Sedangkan jeni solar tersedia 22.157 liter, jenis Pertamax sebanyak 17.118 liter dan Jenis Pertalite sebanyak 36.093 liter.

“Sampai saat ini masih normal, paling meningkat sedikit saja. Prediksi kami, lonjakan terjadi pada satu hari setelah salat Idul Fitri, seiring dengan mulai banyaknya kendaraan dari rantau yang tiba di Pariaman. Pasokan dari Pertamina masih normal, namun jika konsumsi meningkat, kita langsung pesan sehari sebelum BBM nya habis,” pungkasnya. (Nanda)