19 March 2017

Lomba Senam Tiap Minggu, Pantai Kata Selalu Meriah



Walikota Pariaman Mukhlis Rahman - Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, didampingi Sekdako Pariaman Indra Sakti bersama anggota Gandoriah Sepeda Klub (GSK), hadiri Lomba Senam Sehat Kreasi Anti Narkoba antar pelajar di Pantai Kata Pariaman, Minggu (19/3/2017).

Lomba yang digelar dari tanggal 3 Maret hingga 31 Desember 2017 setiap hari Minggu itu, bertujuan agar siswa gemar berolahraga, untuk menjaga kesehatan dan kebugaran badan, serta sekaligus mensosialisasikan bahaya narkoba pada pelajar dari dini.

Pada kesempatan itu Mukhlis kembali mengingatkan pentingnya warga menjaga kebersihan pantai bersama-sama. Sarana publik yang ada menurut dia harus dijaga dengan baik.

"Pantai sudah kita buat indah-- mulai dari pantai Gandoriah sampai pantai Kata, terbuka untuk umum. Untuk itu jagalah kebersihan, keindahan dan kenyamanan di kawasan tersebut," kata Mukhlis.

Lomba senam yang digelar oleh dinas pendidikan di pantai Kata itu, sambung Mukhlis, karena di kawasan baru dibangun tersebut sudah dibuatkan lokasi senam untuk umum.

"Untuk menjaga kesehatan warga kita membangun dua lokasi senam, satu di pantai Gandoriah, satunya lagi di sini (Kata)," imbuh Mukhlis.

Ia menambahkan, dua sarana senam yang berlokasi di pantai tersebut dikelola oleh dinas pendidikan dan olahraga, sedangkan pantai sendiri dikelola oleh dinas pariwisata.

Masyarakat dan wisatawan dipersilahkan bergabung senam bersama setiap hari Minggu mulai pukul 7.00 WIB di lokasi kawasan MTQ tingkat Sumbar itu.

TIM

7 February 2017

Wow! Pantai Gandoriah Siap-Siap Disalip Pantai Kata


Sejumlah sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan MTQ Ke-37 di Pantai Kata segera dilengkapi. MTQ tingkat Sumbar itu akan digelar akhir tahun 2017 di Pariaman dengan konsep wisata bahari, lengkap dengan pulau buatannya. MTQ akan diikuti oleh 19 kabupaten/kota yang ada di Sumbar.

“Saat ini kita telah memulai proses persiapan lelang untuk melengkapi sarana yang ada di taman Pantai Kata, sebagai tempat utama diselenggarakannya MTQ,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Tata Ruang Kota Pariaman Asrizal di Pariaman, Selasa (7/2/2017).

Ia menambahkan, rencana awal pembangunan taman di Pantai Kata memang untuk ajang MTQ. Mengingat Pariaman sebagai kota wisata terbuka berbasis islami, pihaknya akan terus mengembangkan sejumlah sarana di pantai tersebut.

"Agar selama dan sesudah MTQ Pantai Kata tetap punya ikon wisata bernuansa religius," imbuhnya.

Ia meneruskan, di taman pantai tersebut akan dibangun pustaka agama, sedangkan bangunan baru diperuntukan bagi para juri MTQ.

"Kita meminta dukungan masyarakat untuk kelancaran pembangunan agar kita sukses sebagai penyelenggara sekaligus prestasi selaku peserta dalam MTQ ke-37 nanti," pungkasnya.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin mengimbau seluruh unsur lapisan masyarakat agar saling mengingatkan dan meningkatkan budaya tegur demi sterilnya kawasan pantai dari pasangan yang berniat mesum.

"Jangan dibiarkan, begitu kedapatan ditindak. Yang kita harapkan adalah budaya tegur dan saling mengingatkan, jika ada yang janggal silahkan tegur secara sopan dan katakan bahwa kawasan pantai Pariaman dilarang berbuat demikian," kata dia.

TIM

7 October 2014

Pantai Kata Resort Tak Lagi Sekedar Mimpi



Keinginan Pemko Pariaman untuk menggarap sebuah kawasan wisata terpadu di wilayah Pantai Kata Pariaman tampaknya akan segera terwujud. James Nazmi, putra asli Kuraitaji Pariaman yang 37 tahun bermukim di Australia siap berinvestasi demi mengangkat nama kampung halamannya. Dibawah bendera PT Safari miliknya, dia akan membangun resort dan cotage terapung di area tanah hibah masyarakat dikawasan Pantai Kata seluas 6,9 Hektare.

Menurut Walikota Pariaman Mukhlis Rahman yang hadir dalam acara adat batagak batu dan makan singgang ayam bersama tokoh masyarakat Taluak dan Karan Aur tanda mulai dibangunnya komplek pusat perkantoran PT Safari, selama dia menjabat Walikota Pariaman memang telah banyak infrastruktur yang telah dibangun di Kota Pariaman. Namun kata Mukhlis, hal itu dirasa belum begitu besar manfaatnya untuk kesejahteraan masyarakat. Karena itu menurutnya, Kota Pariaman perlu digenjot potensi wisatanya dengan menggaet para investor agar mau menanamkan modalnya ke Pariaman supaya memiliki daya ungkit besar untuk memajukan sektor ekonomi kreatif.

"Doa saya akhirnya didengar Allah. Lima tahun masa kepemimpinan periode lalu saya bawa berkarung-karung proposal kepada calon investor agar mau menanamkan modalnya untuk menggarap pariwisata Pariaman, namun belum terwujud," kata Mukhlis terharu.

James Nazmi adalah pria sederhana yang rendah hati. Penampilannya yang apa adanya mungkin menipu kita semua. Dia jauh dari kesan gaya kebanyakan orang berduit yang berpenampilan wah. Nazmi menceritakan, dulu neneknya berjualan ketupat gulai paku yang terkenal enak di balai Kuraitaji.

Pria yang memiliki tiga orang anak ini menuturkan airmatanya seakan mau keluar melihat rasa kebersamaan masyarakat Pariaman begitu tinggi yang selama 37 tahun tidak dia temui di luarnegeri.

"Selain rasa kebersamaan kita masih terpelihara saya juga terharu dengan antusiasme warga terhadap pembangunan ini," ucap suami Rosmaini ini.

Acara yang juga dihadiri oleh Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, Kanwil Bank BNI Sumbar, Kacab BNI Padang, Ketua himpunan pariwisata Indonesia (HPI), Ketua T-PKK Kota Pariaman, Ketua GOW Kota Pariaman, sejumlah kepala SKPD, niniak mamak Desa Taluak dan Karan Aur, dimulai dengan ritual mandabiah ayam kemudian dilanjutkan dengan prosesi batagak batu secara tradisional diatas tanah seluas 7000 meter persegi yang dibeli Nazmi untuk area perkantoran PT Safari.



OLP


 

16 December 2013

Inilah Yang Akan Dibangun Investor di Kawasan Pantai Kata Pariaman Awal 2014 Ini




Walikota Pariaman Mukhlis Rahman bersama jajaran melakukan sarasehan dengan Tokoh Masyarakat Taluak dan Karan aur di ruang pertemuan kantor Walikota Pariaman 16/12/2013 siang tadi. Acara ramah-tamah yang dihadiri oleh niniak mamak, alim ulama, KAN, LPM, Kepala Desa/Lurah, serta unsur lapisan masyarakat Taluak dan Karan aur adalah sebagai bentuk dukungan masyarakat atas akan dibangunnya kawasan Wisata Pantai di daerah tersebut.

"Penyerahan tanah seluas 5,9 hektare dikawasan pantai Kata oleh masyarakat kepada Pemko untuk diteruskan HPL (Hak Pengelolaan Lahan) nya kepada Investor, adalah sebagai bentuk dukungan masyarakat terhadap pembangunan sektor pariwisata Pariaman. Dan Walikota sangat mengapresiasif hal tersebut, Beliau sangat menyambut baik," ujar Gusniyetti Zaunit, Kabag Humas Pemko Pariaman.

Gusniyetti mengatakan dikawasan seluas 5,9 hektare tersebut nantinya akan dikelola oleh sebuah perusahaan milik putra daerah Pariaman asal Kuraitaji yang sudah punya nama di tingkat Nasional. Dalam konsep kelolanya nanti, juga diterapkan sistem bagi hasil antara Investor, Desa/Kelurahan dan Pemko yang nantinya akan dituangkan dalam sebuah MOU.

Kata dia lagi, dikawasan itu nantinya akan dibangun villa-villa kecil, Cotage, Resort, Cafe, yang tidak boleh bertentangan dengan kearifan lokal budaya Pariaman. Sehingga nantinya kawasan Pantai Kata tersebut bisa jadi Destinasi Wisata Keluarga yang nyaman dan jauh dari kesan Mesum.

Lebih lanjut Gusniyetti menambahkan selain Resort dan cotage serta Cafe, dikawasan itu juga akan dibangun berbagai wahana bermain dan atraksi unik untuk memikat wisatawan berkunjung.

"Juga akan dibangun Kolam renang dan area permainan dikawasan itu. Investor nantinya juga menyiapkan kios-kios untuk masyarakat pedagang setempat. Sistemnya tentu sewa kelola. Nantinya kita juga siapkan strategi agar harga makanan punya standar. Kita musti membangun masyarakat sadar wisata sebelum menjadikan kawasan Destinasi Wisata, Kita tidak bicara PAD tapi peningkatan ekonomi sektoril masyarakat setempat terlebih dahulu," imbuhnya meyakinkan.

Kemudian Kabag Humas juga mengatakan dengan sudah sepakatnya masyarakat akan pentingnya pembangunan sektor Pariwisata untuk meningkatkan Ekonomi kreatif pada sektor ril, sekarang tugas Pemko Pariaman bersama masyarakat untuk menjamin kenyamanan Investor yang menanamkan modalnya dengan ikut berpartisipasi menjaga ketertiban, kebersihan, kenyamanan untuk menjaga iklim Investasi yang kondusif menuju masyarakat Pariaman sadar wisata sesungguhnya.

"Ya, dengan menjaga kebersihan, ketertiban, kenyamanan, kita menuju budaya sadar wisata sesungguhnya yang mana sangat penting untuk iklim Investasi. Itu tugas kita bersama, baik Pemko maupun segenap unsur lapisan masyarakat," tandas Gusniyetti.

Jika tidak ada aral melintang, pada awal 2014 dikawasan seluas 5,9 hektare tersebut akan dimulai pembangunan tahap 1. Paul Nazmi, dengan bendera PT. Safari Persada, putra daerah Kuraitaji, yang sudah berpengalaman dalam membangun zona wisata di tingkat Nasional, akan dengan senang hati menanamkan modal dikampungnya sendiri.

Catatan Oyong Liza Piliang