Demi Penghijauan Masjid, Roy Martin Rangkul Ninik Mamak Sintuak Tanam 100 Pohon
Bhabinkantibmas Sintuak Toboh Baru Kecamatan Sintuak Toboh Gadang Aipda Roy Martin, SH, melakukan penanaman bibit pohon di  halaman Masjid Raya Nagari Sintuak, disaksikan Kapolsek Lubuk Alung AKP Eri, SH, Ketua Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) Sintuak Zeki Aliwardana, ulama, ninik mamak dan perangkat Nagari Sintuak usai salat Jumat (20/10/2017).
Sintoga --- Bhabinkantibmas Sintuak Toboh Baru Kecamatan Sintuak Toboh Gadang Kabupaten Padang Pariaman, lakukan penghijauan di kawasan Masjid Raya Nagari Sintuak dengan menanam 100 bibit pohon.

Penanaman disaksikan dan dilakukan bersama Kapolsek Lubuk Alung AKP Eri, alim ulama, ninik mamak, tokoh masyarakat dan perangkat nagari Sintuk, usai salat Jumat (20/10/2017).

Menurut Bhabinkantibmas Sintuak Toboh Baru Kecamatan Sintuak Toboh Gadang Aipda Roy Martin, penanaman bibit pohon di sekitar Masjid Raya Nagari Sintuak bertujuan untuk memperbanyak pohon pelindung agar tidak gersang di seputar kawasan masjid.

“Bibit yang ditanam adalah glodokan tiang, palam ekor tupai dan pucuk merah. Sebelum penanaman ini, ada tiga kali saya berbincang-bincang di warung di depan masjid ini,” kata Roy Martin.

Penanaman dan penghijauan, kata dia, juga salah satu bentuk meningkatkan silaturrahmi polisi dengan masyarakat. Sebagai Bhabinkantibmas, ia menjalankan door to door system (DDS) dan tiada hari tanpa silaturrahmi (THTS).

Selain itu, demi menjaga ketertiban dan keamanan, pihaknya juga melakukan berbagai imbuan kepada masyarakat. Imbauan tersebut dipajang di warung, masjid, sekolah dan tempat-tempat umum lainnya. Imbauan tersebut bekerjasama dengan pihak sekolah dan Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM). 

"Alhamdulillah, mampu mengurangi kriminalitas di tengah masyarakat,” kata Roy Martin.

Kapolsek Lubuk Alung AKP Eri mengakui, penanaman bibit oleh Bhabinkantibmas ini merupakan yang pertama di Polsek Lubuk Alung. Hal itu patut diberikan apresiasi karena mampu meningkatkan silaturrahmi dengan masyarakat. “Terbukti, beberapa minggu lalu kasus pencurian berhasil diungkap pelakunya dalam waktu singkat. Karena masyarakat merasa sudah terjalin baik silaturrahminya dengan Bhabinkantibmas, sehingga cepat memberikan informasi,” kata Eri.

Sebelum salat Jumat, Eri menyampaikan kepada jamaah, partisipasi masyarakat sangat penting dalam mencegah berbagai penyakit masyarakat. Seperti kecanduan narkoba yang bisa melakukan tindakan kejahatan berikutnya,  yakni pencurian.

"Mereka yang sudah kecanduan narkoba, apa pun dijual, termasuk anaknya pun dijual. Kalau tidak ada uang lagi, mencuri adalah jalan yang dilakukan untuk mendapatkan uang membeli narkoba. Untuk itu, masyarakat Sintuak harus menjauhkan diri dari narkoba,” kata Eri yang dilantik menjabat Kapolsek Lubuk Alung sebulan lalu.

Ketua Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) Sintuak Zeki Aliwardana menyebutkan, selama ini Bhabinkantibmas Sintuak terlihat sangat dekat dengan masyarakat. Tidak saja pada jam dinas di lapangan bersama masyarakat, bahkan di luar jam dinas pun Bhabinkantibmas Sintuak Roy Martin terlihat berdiskusi masalah hukum dan kemasyarakatan di Sintuak.

“Apalagi dengan penanaman bibit pohon pelindung di kawasan masjid Raya Sintuak ini, akan sangat berarti bagi jamaah yang datang ke masjid tersebut nantinya. Masyarakat Sintuak berharap kehadiran Bhabinkantibmas dapat menekan angka kriminalitas serendah-rendahnya. Jika ada permasalahan terkait dengan hukum dan persengketaan tanah, dapat diselesaikan melalui musyawarah mufakat yang dipandu oleh Bhabinkantibmas. Jangan sampai permasalahan dan persengketaan tersebut langsung ke pengadilan atau ke Polsek/Polres,” kata Zeki Aliwardana yang juga Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Padang Pariaman ini.

Selama Bhabinkantibmas Roy Martin bertugas di Sintuak, kata Zeki, sudah banyak masalah kemasyarakatan yang diselesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan. (Tim)
Padangpariaman Buka Peluang Investasi ke 25 Negara
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno didampingi Bupati Ali Mukhni, Kadis DPMPTSP Sumbar Maswar Dedi dan Kadis DPMPTP Hendra Aswara tinjau Stan Pemprov Sumbar pada acara RIF di Padang, Senin (16/10).
Padang ---- Bupati Padangpariaman Ali Mukhni menjadi keynote speaker pada pertemuan Regional Investment Forum (RIF) yang diselenggarakan pada 15 hingga 17 Oktober 2017 lalu di Hotel Inna, Padang.

Pada kesempatan itu, Ali Mukhni mengatakan bahwa cara untuk mempercepat pembangunan adalah investasi. Keuntungannya dapat dirasakan yaitu tinggi serapan tenaga kerja, berkurangnya pengangguran, membangkitkan ekonomi kreatif dan tentunya memacu penambahan pendapatan daerah melalui pajak dan retribusi sesuai peraturan yang  berlaku.

Ali Mukhni juga memaparkan empat sektor peluang investasi di Padangpariaman yakni bidang energi, pariwisata, industri dan Kawasan Pendidikan Terpadu Tarok City.

"Keempat peluang investasi hanya ada di Padangpariaman. Pemda siap membantu perizinan melaui one day service serta pembebasan lahan," kata Ali Mukhni meyakinkan investor di Aula Tarusan, Hotel Inna, Padang, Senin (16/10).

Pada sektor energi, lanjut Ali Mukhni, terdapat peluang mendirikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), Bio Massa, Tenaga Air dan Tenaga Surya. Khusus PLTMH, banyak aliran sungai yang berpotensi untuk dijadikan pembangkit listrik sebagaimana yang dilakukan PLTA Singkarak di Asam Pulau, Lubuk Alung.

Untuk Pariwisata, Ali Mukhni menyebut terdapat 70 destinasi pariwisata yang terdiri dari wisata kuliner, religius, pantai, pemandian hingga tracking.

"Kita juga punya Lubuak Nyarai yang sudah berprestasi tingkat dunia. Alam seperti surga, yang membuat wisatawan tak mau pulang lagi," ujar peraih Satya Lencana Pembangunan itu.

Sektor Industri pun sedang menggeliat dikarenakan adanya pembuatan masterplan oleh Kementerian Perindustrian terhadap dua kegiatan: sentra IKM cokelat di Malibou Anai dan kawasan industri di Kasang, Batang Anai.

"Dua kawasan itu statusnya tanah negara clear and clean. Tidak ada masalah dalam pembebasan lahan," kata bupati yang digadang-gadang menjadi gubernur mendatang.

Dan tak lupa Ali Mukhni menyampaikan mega proyek Tarok City. Lokasi seluas 697 hektare---yang merupakan tanah negara itu---akan dibangun 5 unit perguruan tinggi, 1 unit rumah aakit dan gedung Diklat.

"Tarok City sangat fenomenal, daerah ini akan merubah wajah Sumatera Barat," kata Ketua DPW PAN Sumbar ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian, Hendra Aswara mengatakan, sejumlah kebijakan terkait kemudahan perizinan telah dilakukan pihaknya untuk menarik investor ke Padangpariaman.

Bahkan, pelayanan saat ini diberikan secara daring hingga lebih efektif. Layanan pengaduan pun disediakan melalui website www.perizinan.padangpariamankab.go.id.

Berdasarkan data pada semester I 2017, nilai investasi yang masuk ke Padangpariaman mencapai Rp24 miliar, sebagian besar untuk sektor perumahan, pariwisata dan infrastruktur lainnya.

Jumlah itu meningkat tajam dari 2016 yang berada di bawah angka Rp10 miliar.

"Ini menunjukkan Padangpariaman mulai dilirik investor dalam dan luar negeri untuk tempat berinvestasi, karena didukung dengan keberadaan Bandara Internasional Minangkabau," kata dia.

Tahun ini, kata Hendra, pemerintah daerah memberikan insentif atau keringanan dalam berinvestasi di Padangpariaman, terutama mengenai retribusi daerah. Investor diberikan potongan retribusi Izin mendirikan bangunan (IMB) sepanjang memenuhi kriteria seperti nilai investasi di atas 1 miliar, serapan tenaga kerja mencapai 200 orang serta mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Perbup insentifnya sudah ada, jadi kita berikan diskon retribusi IMB jika memberikan multiplier effect kepada masyarakat. Contoh bangun stadion berskala internasional dan hotel berbintang lima," ujar alumni STPDN angkatan XI itu.

Peretemuan RIF tersebut dihadiri sekitar 400 investor dari 25 negara peserta, diantaranya Australia, Singapura, Korea Selatan, Jepang, Jerman, Jordania, India, Persatuan Emirat Arab (PEA), Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Yaman, Spanyol, Luxembourg, Tiongkok, Taiwan dan Rusia. (HA)
Tol Padang-Pekanbaru, Rini Soemarno Minta Padangpariaman Tuntaskan Pembebasan Lahan

Padangpariaman --- Menteri BUMN Rini Soemarno meminta agar Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten Padangpariaman segera selesaikan land clearing lahan atau pembebasan lahan yang akan dibangun ruas jalan tol Padang-Pekanbaru.

Menurut Rini, lahan lahan tol pada ruas Padang-Sicincin yang melintasi daerah Padangpariaman yang saat ini telah tersedia sepanjang 23 kilometer dengan lebar 36 meter.
Namun lebar lahan itu, kata dia, belum memenuhi syarat pembangunan jalan tol yang minimal memiliki lebar 60 meter. Selain itu, untuk ruas jalan tol yang melewati berbagai daerah sepanjang 71 kilometer sejak dari Padang hingga Bukittingi harus dipastikan clear.

“Pemda harus segera menyelesaikan land clearingnya, minimal pada ruas Padang-Sicincin agar pengerjaan dapat dilaksanakan secepatnya,” ujarnya saat meninjau persiapan pembangunan jalan tol Padang-Sicincin, di Paritmalintang, Sabtu (14/10) sore.

Dilanjutkan Rini, pemerintah pusat menargetkan pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru akan diselesaikan minimal pada semester I tahun 2019 mendatang. Namun untuk tahap awal, pengerjaan akan menfokuskan pada pembangunan jalan tol dari Padang ke Bukittinggi. Untuk mempercepat penyelesaian pembangunan jalan tol, pembangunan akan dilakukan tiga titik secara paralel.

“Kota Bukittinggi, Padangpariaman dan daerah lain yang dilewati tol Sumatera Barat adalah daerah tujuan wisata, percepatan ini kita harapkan dapat mempengaruhi kunjugan wisata juga,” ulasnya.

Dalam kunjungan pertamanya itu, Rini mengapresiasi dukungan masyarakat Padangpariaman yang memberikan lahan untuk pembangunan jalan tol pertama di Sumatera Barat. Ia menyebut bahwa rakyat Padangpariaman harus memiliki jalan tol, untuk meningkatkan perekonomian.

“Dengan adanya jalan tol, mobilitas orang dan barang akan lebih singkat, sehingga biaya akan dapat ditekan dan banyak dampak ekonomi lainnya yang akan dirasakan,” sebut dia.

Sementara itu, Hutama Karya yang menjadi perusahaan BUMN yang melakukan pembagunan telah mulai melakukan pengerjaan tol antara lain pembebasan lahan, penyelidikan lahan dan desain jalan tol.

Pembangunan jalan tol Padang-Sicincin, ditaksir akan menelan biaya Rp100 miliar/kilometernya. Namun pada titik ruas yang bertebing dan terowongan, pihaknya akan membandingkan dengan metode pembangunan yang dilakukan di negara lain untuk menaksir anggaran biaya.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit didampingi Bupati Padangpariaman Ali Mukhni mengatakan, bahwa pemerintah daerah yang wilayahnya dilalui oleh proyek pembangunan tol akan melakukan rapat dalam waktu dekat untuk mempercepat proses land clearing lahan yang akan dibangun tol.

“Dalam waktu dekat, insya Allah pembebasan lahan ini akan selesai,” ujarnya.

Dalam kunjungan di Padangpariaman, Mentri BUMN Rini Soemarno juga mengunjungi Bendungan Anai di Kecamatan Lubuk Alung dan PLTA Singkarak di nagari Anduriang Kecamatan 2X11 Kayutanam. (Nanda)
November 2017 Jembatan Ambruk Kayu Gadang Sikabu Dibangun Permanen

Jakarta --- Berselang tiga minggu pasca Sekretaris Utama BNPB Dody Ruswandi menyerahkan Dana Siap Pakai (DSP) untuk membangun tanggap darurat Jembatan Kayu Gadang Sikabu yang ambruk karena bencana, Bupati Padangpariaman Ali Mukhni menemui orang nomor dua di BNPB itu di kantornya untuk meminta dipercepat pembangunan jembatan secara permanen.

Permintaan itu dilakukan karena vitalnya keberadaan jembatan tersebut bagi masyarakat. Semenjak jembatan tersebut ambruk, lalu lintas orang dan barang menjadi terganggu terutama siswa dan pelajar yang bersekolah antara kedua wilayah seberang jembatan.

Didampingi Plt Kepala Dinas PUPR Budi Mulya, bupati membahas masalah tindaklanjut permohonan bantuan dana rehabilitasi/rekonstruksi pembangunan jembatan Kayu Gadang Sikabu sebesar lebih kurang Rp26 miliar.

Selain membahas kebutuhan dana untuk pembangunan jembatan yang rusak akibat bencana, bupati juga membahas kemajuan pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Padangpariaman, terutama yang terkena dan berpotensi terancam bencana seperti abrasi pantai dan kawasan longsor.

Dody Ruswandi yang juga mantan Kepala Dinas PU Sumbar itu, memberikan apresiasi kepada Ali Mukhni atas semangat dalam memperjuangkan permintaan dana ke pemerintah pusat untuk pembangunan infrastruktur.

Seperti yang didiskusikan dalam pertemuan tersebut, hal itu ditempuh mengingat keterbatasan kemampuan keuangan daerah Pemkab Padangpariaman dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur khusus infrstruktur yang terkena bencana alam, apalagi wilayah Padangpariaman merupakan daerah rawan dan menjadi langganan seluruh jenis bencana.

Khusus bantuan dana dari BNPB untuk rehabilitasi/rekonstruksi pembangunan jembatan Kayu Gadang, Dody Ruswandi menyampaikan bahwasanya proposal permohonan bantuan dana tersebut sedang dalam proses, dan ia berjanji akan diupayakan akhir tahun 2017 baru akan direalisasikan.

Bupati Ali Mukhni berusaha meyakinkan Sestama BNPB itu akan pentingnya keberadaan jembatan Kayu Gadang mengingat di kawasan Sikabu sedang berlangsung pembangunan Main Stadium Sumbar sementara jembatan Kayu Gadang merupakan akses utama menuju lokasi pembangunan Main Stadium.

Sebelumya, Ali Mukhni melaporkan kepada Dody Ruswandi mengenai penggunaan Dana Siap Pakai (DSP) untuk pembangunan darurat jembatan yang langsung diserahkan Dody beberapa waktu lalu.

"DSP itu sekarang sudah terealisasi dan masyarakat sudah menikmati jembatan darurat Kayu Gadang walaupun hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, sehingga dapat mengurangi beban penderitaan masyarakat pasca ambruknya jembatan tersebut," kata Ali Mukhni.
APBD Perubahan 2017 Padangpariaman Ditambah 75 M

Pariaman --- Setelah melalui pembahasan yang panjang, alot dan beberapa kali tertunda dari jadwal yang telah ditetapkan Badan Musyawarah DPRD Kabupaten Padangpariaman, APBD Perubahan Kabupaten Padang Pariaman Tahun Anggaran 2017 disahkan Jumat malam (13/10) di ruang rapat paripurna DPRD.

APBD Padangpariaman mengalami penambahan dari APBD awal sebesar Rp75 miliar, sehingga total APBD Padangpariaman menjadi Rp1,52 triliun dari Rp1,45 triliun.

Penambahan APBD diikuti dengan penambahan pendapatan sebesar Rp54 miliar yang diperoleh dari PAD Rp158 miliar, Dana Perimbangan Rp1,09 miliar dan Lain-lain Pendapatan Daerah sebesar Rp217 miliar.

Namun, penambahan PAD tidak sanggup menutupi penambangan belanja yang juga naik secara signifikan sehingga ikut menaikkan defisit dari Rp32 miliar di awal menjadi Rp53 miliar.

Defisit sebesar Rp53 miliar inilah membuat Banggar DPRD dan TAPD berulang kali bersidang tanpa henti dan tanpa menghiraukan waktu mencari titik temu untuk menihilkan atau menyeimbangkan antara belanja dan pendapatan.

"Menurut aturan perundang-undangan mengenai penyusunan APBD menyebutkan bahwa angka defisit pada APBD Perubahan harus seimbang alias nol defisit. Berbeda dengan APBD awal yang mentolerir angka defisit pada kisaran 0,3% dari total APBD," kata Ketua DPRD Padangpariaman Faisal Arifin.

Melalui persidangan yang alot akhirnya disepakati titik temu menutupi defisit dengan menaikkan Penerimaan Pembiayaan Daerah sebesar Rp16 miliar yang berasal dari SILPA tahun 2016 dikurangi Pengeluaran Pembiayaan sebesar Rp12,9 miliar.

Sementara pengeluaran pembiayaan sendiri berasal dari Penyertaan Modal Daerah kepada Bank Nagari sebesar Rp53 miliar, BPR Padangpariaman Rp1 miliar dan Penyertaan Modal Daerah kepada PDAM Padangpariaman sebesar Rp6,945 miliar.

Dalam sambutan tertulis Bupati Padangpariaman yang dibacakan Wakil Bupati Suhatri Bur, mengapresiasi semua pihak yang terlibat langsung ataupun tidak sehingga rumusan Rancangan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2017 dapat dituntaskan pertengahan Oktober 2017.

"Saya yakin, dalam setiap tahapan pembahasan RAPBD Perubahan tahun 2017 ini telah terjadi gesekan-gesekan dan saling adu argumentasi terutama menyangkut akurasi program-program prioritas, baik dalam hal efektifitas maupun efisiensinya," ucap Suhatri Bur.

Menurutnya kondisi itu sangat wajar dalam sebuah pembahasan APBD. Justru hal itu mencerminkan keseriusan dan kesungguhan dalam melahirkan Perubahan APBD Kabupaten Padangpariaman Tahun 2017 yang kredibel dan berkualitas.

"Berkaitan dengan kemampuan keuangan daerah yang terbatas, mungkin banyak usul, saran dan pertimbangan maupun imbauan yang telah disampaikan oleh anggota dewan yang terhormat yang belum dapat diakomodir. Untuk itu kami mohon kesediaan dari kita bersama untuk memakluminya. Ke depan, catatan-catatan pembahasan itu akan menjadi perhatian dan prioritas kita bersama," kata Suhatri Bur.

Namun demikian, sela Suhatri, Pemerintah Kabupaten Padangpariaman setiap tahunnya berupaya mengurangi Belanja Pegawai yang selalu menjadi hambatan karena melewati ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Alhamdulillah, pada Perubahan ABPD tahun 2017 ini Belanja Pegawai Pemerintah Kabupaten Padangpariaman hanya 41,97% dari keseluruhan APBD atau sebesar Rp638,4 miliar," tandasnya. (ASM)
Hotel Syariah Milik Haji Lambau di Lubuk Alung Diresmikan

Lubukalung --- Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur bersama seluruh jajaran OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Padangpariaman hadiri prosesi grand opening Hotel Minang Jaya Syariah milik pengusaha Haji Buyuang Lambau di Sungai Abang, Lubuk Alung, Jumat (13/10).

Suhatri Bur mengaku bangga atas berdiri dan beroperasinya sebuah sarana penginapan sekelas hotel bintang 2 di wilayah Kabupaten Padangpariaman melengkapi sarana penginapan yang sudah ada.

Suhatri Bur memuji Haji Lambau yang selalu memikirkan pembangunan dan kemajuan kampung halaman walau sejak tahun 1970 sudah merantau ke Batam.

"Semenjak 1970 pak Haji Lambau merantau ke Batam, waktu itu saya baru lahir. Hingga saat ini beliau tidak berhenti memikirkan kampung halamannya terutama Lubuk Alung," puji Suhatri Bur.

Ia berkata bahwa Bupati Ali Mukhni lama menginginkan tumbuhnya sarana penginapan yang bercirikan syariah di Padangpariaman. Ia bahkan menyebut banyak keluhan ke bupati akan minimnya penginapan yang memadai di Padangpariaman apalagi bercirikan syariah.

Suhatri Bur juga mengimbau kepada seluruh OPD untuk memanfaatkan keberadaan hotel di Lubuk Alung itu untuk kegiatan Pemerintah Kabupaten Padangpariaman. Ia beralasan selama ini kegiatan di hotel lebih banyak dilakukan di luar daerah Padangpariaman.

Sementara itu, Haji Lambau menyebut bahwa hotel itu adalah hotel kedua miliknya setelah di Batam. Ia menjadikan hotel tersebut sebagai amal ibadah dan bukti pengabdiannya dan keluarga besarnya kepada kampung halaman.

Haji Lambau yang sudah lama menderita stroke dan sehari-harinya beraktifitas di atas kursi roda, itu meminta kepada bupati melalui wabup agar mempercepat pembangunan jalan lingkar Lubuk Alung-Sicincin, jembatan Kayu Gadang Sikabu dan Main Stadium.

"Saya sangat apresiasi kinerja bupati yang sangat giat membangun, namun saya sangat mengharapkan bupati lebih memperhatikan Lubuk Alung. Masih banyak sarana prasarana umum yang belum maksimal diperhatikan," sebutnya.

Tarok City juga menjadi perhatian Haji Lambau. Selaku perantau ia meminta masalah di Tarok City diselesaikan dengan baik. Ia berharap Tarok City dapat terealisir secepatnya agar Padangpariaman bisa menyaingi Malaysia yang sudah membuat hal yang sama.

Di samping itu, ia menyarakan rumah sakit stroke juga didirikan di Tarok City guna menyelamatkan banyak warga Padangpariaman yang terkena stroke. Ia mengaku ketika dirinya terserang stroke dan kesulitan mencari rumah sakit khusus stroke, hingga ia harus ke Singapore berobat.

Terkhusus bagi Ali Mukhni, ia berharap ke depannya terpilih menjadi gubernur Sumatera Barat. "Jadikanlah Ali Mukhni jadi orang nomor satu di Sumbar. Mari kita tolong sama sama agar Sumbar menjadi maju. Diharapkan Prof. Duski Samad bisa mendampinginya," katanya melirik tokoh masyarakat Lubuk Alung Duski Samad disambut tepuk tangan undangan.

Di saat yang sama Duski Samad selaku tokoh masyarakat menyebut Haji Lambau memiliki perhatian yang tinggi untuk kampung halamannya Padangpariaman.

Duski menganggap penggunaan nama syariah sebagai antisipasi untuk perbuatan yang tidak baik bagi penghuni hotel. Menurut Duski, dengan bernama syariah, otomatis semua kegiatan hotel harus mencerminkan syariah.

"Kalau bisa dilengkapi dengan arah kiblat, ada Alquran dan sekali-sekali ada pengajian," katanya menyarankan.

Di samping itu, Duski juga mengajak masyarakat Padangpariaman memberi dukungan kepada Ali Mukhni-Suhatri Bur dalam membangun daerah. (Handre)