Ali Mukhni Optimis M Fadly Masuk Jajaran Top 10 ASN 'Panutan' Indonesia
Bupati Ali Mukhni bersama Kadisdukcapil Muhammad Fadly. Foto: dokumen pribadi
Paritmalintang - Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Padangpariaman Muhammad Fadly, masuk nominasi Top 50 ASN se Indonesia. Selanjutnya Fadly akan mengikuti penilaian Top 10, Kamis (18/10).

Lolos pada Top 50, nama Fadly disebut pada Anugerah ASN 2018 oleh pihak KemenPAN dan RB pada Agustus 2018 lalu.

Anugerah ASN guna mendapatkan sosok ASN panutan (role model) yang telah menjalankankan tugasnya selaku ASN dengan baik yang melampaui ekspektasi.

ASN terpilih, kelak selain akan menjadi role model sekaligus duta ASN yang akan memotivasi dan menginspirasi ASN lainnya meraih prestasi dalam mengemban tugas jabatannya selaku aparatur sipil.

Anugerah ASN 2018 dibagi dalam dua kategori. Kategori Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Teladan dan kategori Pegawai Negeri Sipil (PNS) Inspiratif. Fadly sendiri masuk dalam kategori Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Teladan.

Keberhasilan Fadhly, sebelumnya telah diprediksi banyak pihak oleh buah dedikasi dan kinerja Fadhly selama berkarir di ASN Padangpariaman.

Fadly yang lulusan STPDN itu, memulai tugasnya sebagai abdi negara sebagai Lurah Alai Gelombang di Kecamatan Pariaman Tengah, Kotif Pariaman. Selanjutnya ia menjabat Kasubid Analisis Kinerja pada BKD.

Fadly juga pernah menjadi Ajudan Bupati Muslim Kasim, Camat Ulakan Tapakis, Kabag Humas Padangpariaman, Kabag Pengolahan Data Elektronik Padangpariaman, dan terakhir Kadisdukcapil hingga kini. Pada dinas Dukcapil, Fadly menelurkan inovasi luarbiasa. Berbagai penghargaan telah diraihnya.

Bupati Padangpariaman Ali Mukhni mengatakan, dari awal mendaftar ia sudah yakin Fadhly akan mencapai tahap Top 50.

"Sejak saya Wakil Bupati mendampingi almarhum Bang Muslim Kasim, Fadhly memang lain dari yang lain. Dedikasi, inovasi dan etikanya dalam bekerja membuat saya berdecak kagum," ungkapnya.

Ali Mukhni berharap Fadhly bisa masuk TOP 10 dan meraih peringkat pertama atau PTT Teladan se Indonesia.

Ali Mukhni sekaligus mengajak masyarakat ikut mendukung Fadhly dengan memberikan pendapat tentang dedikasi, inovasi dan kelebihan Muhammad Fadhly melalui email anugerahasn2018@gmail.com.

"Dukungan masyarakat akan sangat berarti untuk menciptakan pengkaderan ASN Padangpariaman di masa yang akan datang," sebut orang nomor satu di Padangpariaman itu.

Senada dengan Bupati Ali Mukhni, Kabag Humas dan Protokol Andri Satria Masri punya kesan mendalam pada Fadhly.

Menurut dia, Fadly adalah role modelnya ASN dan Pimpinan OPD Padangpariaman, bahkan ia yakini bisa menjadi role model ASN tingkat nasional.

"Hal ini tidaklah berlebihan atau sengaja dilebih-lebihkan. Karena memang begitu faktanya," sebutnya.

Semua ASN baik staf maupun pejabat eselon di Pemerintahan Kabupaten Padangpariaman, sambungnya, mengakui prestasi dan kinerja Fadhly dalam membenahi pelayanan dokumen kependudukan.

Inovasi yang dilakukan Fadly diluar perkiraan dan prediksi. Bahkan, untuk ukuran organisasi atau perusahaan swasta dia melampuinya. Jika saja Fadhly seorang CEO sebuah perusahaan jasa atau barang, imbuhnya, maka perusahaannya akan menjadi leader yang sulit dilampui oleh perusahaan lain.

"Fadhly adalah "Bungo Galeh" Pemkab Padangpariaman," pungkas Andri. (Tim)
Padangpariaman Genjot Pertumbuhan Ekonomi Kreatif dengan Lembaga Keuangan
Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur saat memberi sambutan pada acara Bekraf di Padang.
Padang - Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur memastikan pengurusan perizinan di Padangpariaman cepat dan gratis. Perizinan usaha dengan inovasi pelayanan sejati (Sehari Jadi Gratis) - bagi izin usaha kreatif, pangan industri rumah tangga dan industri kecil menengah.

SIUP dan TDP juga bisa diselesaikan dalam 15 menit. Di samping itu, masyarakat dimanjakan dengan inovasi Ajep Papa atau antar jemput perizinan Padangpariaman.

"Pelaku usaha cukup berada di rumah atau kantor. Dengan menghubungi petugas Ajep, petugas segera tiba mengambil berkas perizinan. Jika sudah selesai, maka izin juga segera diantarkan ke pemohon," kata Suhatri Bur di Padang, pada acara Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) Financial Club Sektor Kuliner, Selasa (16/10).

Ia menyebut, saat ini pihaknya juga tengah gencar mengembangkan usaha pelaku Ekraf dengan pengikutsertakannya pada pameran-pameran industri.

"Di sini hadir tiga orang pelaku usaha Ekraf dari Padangpariaman yang menjadi narasumber. Dengan kehadiran ketiga pelaku usaha yang kebetulan semuanya wanita ini, kami harap memperoleh perhatian lebih untuk pengembangan usaha mereka di masa mendatang," sebutnya.

Ketiga pelaku usaha tersebut adalah Adnan, pengusaha VCO dari Batang Anai, Lili Suryani, pengusaha Lele Asap Leriska Kayu Tanam, dan Usniati pelaku usaha Cokelat Malibo dari 2x11 Kayu Tanam.

Direktur Akses Permodalan Bekraf Yuke Sri Rahayu menuturkan, Bekraf Financial Club Sektor Kuliner merupakan ajang pelaku ekonomi kreatif mempresentasikan karakteristik bisnis usahanya kepada lembaga keuangan, agar lembaga tersebut memahmi dan menyalurkan pembiayaan bagi usaha mereka.

Bagi pelaku usaha kreatif, permodalan menjadi salah satu kendala dalam mengembangkan usaha. Baik dari sisi administrasi maupun sisi teknis di lapangan.

"Sedangkan dari sisi perbankan masih belum mengenal nature bisnis dari sub sektor ekonomi kreatif, sehingga perlu jembatan untuk mempertemukan keperluan pelaku ekonomi kreatif dan perbankan," kata dia.

Selain dihadiri pengusaha kreatif lokal, Bekraf juga mengundang insan perbankan konvensional, perbankan syariah, dan OJK Sumatera Barat. Perwakilan perbankan yang hadir hampir 50 orang jumlahnya. Perbankan dari Kediri adalah undangan paling jauh yang hadir. (Tim)
28 KK Mengungsi Akibat Abrasi di Ulakan dan Pasir Baru, Ini Tindakan Gubernur
Gubernur dan wakil bupati Padangpariaman tinjau lokasi abrasi. Foto: Andri
Ulakan - Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur dampingi Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno tinjau dua lokasi terdampak abrasi di Kabupaten Padangpariaman, Selasa (16/10).

Daerah yang terdampak abrasi tersebut adalah pesisir pantai Nagari Manggopoh Palak Gadang, Ulakan, dan Pasir Baru Nagari Pilubang, Sungai Limau.

Abrasi di Pasir Baru Sungai Limau juga telah menyebabkan kerusakan pada 4 rumah warga dan 15 pondok nelayan.

Walinagari setempat menyebutkan jika abrasi tidak segera ditangani, kurang lebih 200 bangunan yang berada 20 meter dari bibir pantai, terancam rusak oleh abrasi.

Ia berkata saat ini 4 KK yang rumahnya rusak akibat abrasi, telah diungsikan ke kediaman keluarganya masing-masing yang lebih aman.

Sedangkan di pesisir Ulakan sendiri, abrasi telah mengikis 24 rumah warga dan memaksa 90 orang penghuninya mengungsi ke kediaman keluarga, atau mencari kontrakan sementara.

“Kejadiannya (abrasi) Kamis (11/10) lalu. Ini dipengaruhi juga oleh cuaca dan hujan lebat belakangan. Ada 24 KK di Ulakan yang kena,” ungkap wakil bupati Suhatri Bur.

Gubernur Irwan Prayitno memastikan pihaknya selaku pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah Padangpariaman akan segera memberikan bantuan pada korban abrasi.

Ia juga menyinggung sejumlah bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa daerah di Sumbar yang telah ditangani dengan baik.

Ia terus berkoordinasi dan meninjau langsung lokasi bencana. Gubernur mengaku juga telah meminta kepala daerah bersangkutan untuk melakukan semua usaha yang dianggap perlu untuk keselamatan warga.

“Saya perintahkan SOPD melaporkan secara rinci kondisi terakhir di masing-masing daerah agar nantinya pemprov bisa memberikan bantuan sesegera mungkin. Mulai dari jumlah korban tewas dan hilang, luka berat, rumah rusak, lahan pertanian, dan lain-lain,” pungkasnya.

Menurut Balai Wilayah Sungai Sumatera V, dibutuhkan penanganan yang komperehensif untuk mengatasi abrasi pantai. Namun sebagai langkah antisipasi awal, pihaknya akan menurunkan 50 geobag di Pasir Baru dan 200 geobag di Ulakan. (Tim)
Padangpariaman Bertekad Jadikan Porprov XV bak Asian Games Mini
Bupati Ali Mukhni gelar rapat mendadak di Pos Ronda di Sungai Sariak. Foto: Zahirman
Sungai Sariak - Bupati Padangpariaman Ali Mukhni gerakkan lansung percepatan penyelesaian pengerjaan lokasi pembukaan Pekan Olahraga Provinsi XV 2018 Sumatera Barat di Stadion Sungai Sariak, Minggu (14/10).

Ali Mukhni juga telah memonitoring venue-veneu dan stadion tempat pembukaan Porprov XV. Suksesnya penyelenggaraan Porprov, kata Ali Mukhni, merupakan harga diri dan marwah masyarakat Padangpariaman yang sudah diberi diamanah insan olahraga Sumatera Barat.

"Untuk itu Pemerintah Daerah bersama Panitia dan KONI sangat serius menyiapkan penyelenggaraan dan cepat tanggap dalam menangani semua persoalan terkait pelaksanaan Porprov XV," ungkap Ali Mukhni.

Mengevaluasi persiapan Porprov tersebut, mendadak Ali Mukhni menggelar rapat di Pos Ronda Durga di lokasi Stadion Sungai Sariak. Rapat itu dihadiri oleh Sekretaris Daerah Jonpriadi, seluruh Kepala OPD dan Camat VII Koto.

Pada kesempatan itu, Ali Mukhni mewanti-wanti Kepala OPD agar total dan fokus melaksanakan tugas dan fungsi OPD selaku Panitia dalam penyelenggaraan Porprov XV.

"Jika perlu, Kepala OPD berkantor di lapangan agar dapat memonitor lansung perkembangan program kegiatan yang dilaksanakan. Rapat yang dilakukan pada hari ini, menunjukan bahwa kita perlu di lapangan untuk melihat dan menyikapi dengan cepat, apa yang diperlukan dan tindakan apa yang harus dilakukan," sambungnya.

Ali Mukhni juga menyatakan bahwa rapat yang bersifat situasional, dapat dilakukan di mana saja, kapan saja dan tidak perlu menunggu waktu dan mencari tempat yang bagus," imbuhnya.

Pada rapat tersebut juga dibahas agenda Pemerintah Daerah, seperti persiapan lomba inovasi daerah, evaluasi SAKIP oleh Menpan RB serta percepatan pelaksanaan program dan kegiatan pemerintah daerah lainnya.

Selesai rapat, Bupati bersama Sekda dan Kepala OPD langsung gotong royong bersama di sekitar Stadion Sungai Sariak, dan memonitor beberapa venue pertandingan.

Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Barat XV tahun 2018 akan dilaksanakaan di Kabupaten Padangpariaman. Panitia akan mempertandingan 36 cabang olahraga untuk memperebutkan lebih dari 2.500 medali. Pembukaan akan digelar pada 19 November mendatang.

Menurut Ketua Pelaksana Porprov XV Sumbar, Jonpriadi, pertandingan akan dilaksanakan pada 33 venue yang tersebar di Kabupaten Padangpariaman dan beberapa venue di Kota Pariaman. Sedangkan penginapan atlet akan ditempatkan di sekolah-sekolah dalam wilayah Kabupaten Padangpariaman.

"Kondisi venue-venue pertandingan dan penginapan atlet sudah hampir selesai seluruhnya. Hanya beberapa venue yang menyelesaikan finishing sesuai dengan standar yang ditentukan oleh cabang olahraganya. Insya Allah, pada akhir bulan Oktober ini semua persiapan sudah mencapai 100 %," sebutnya.

Pada Porprov XV pihaknya berjanji akan memberikan nuansa berbeda bagi insan olahraga, baik itu dalam acara pembukaan maupun pelayanan dan fasilitas venue serta penginapan bagi atlet.

"Kita akan jadikan Pekan Olahraga Provinsi ini seperti Asian Games mini," tandasnya. (Tim)
Ali Mukhni Santuni Korban Longsor Paritmalintang yang 3 Anaknya Meninggal
Bupat Ali Mukhni saat menyerahkan bantuan kepada keluarga Wisnu. Foto: Andri
Paritmalintang - Bupati Padangpariaman Ali Mukhni kujungi rumah keluarga yang tertimpa musibah tanah longsor di Korong Padang Nagari Paritmalintang, Kecamatan Enam Lingkuang, Jumat (12/10).

Ali Mukhni juga memberikan santunan duka berupa uang tunai sebesar Rp7,5 juta kepada pasutri Wisnu (45) dan Ratnawati (35). Dalam musibah itu, tiga anak Wisnu dan Ratna meninggal dunia akibat tertimbun longsor.

Uang yang diserahkan bupati Rp5 juta dari Baznas Padangpariaman dan bantuan pribadi Bupati Ali Mukhni sebesar Rp2,5 juta.

Bantuan lainnya juga berasal dari BPBD Padangpariaman berupa seperangkat peralatan memasak dan alat rumah tangga.

Bupati Ali Mukhni meminta kedua pasangan suami isteri itu untuk sabar, tawakal dan ikhlas menerima cobaan kehilangan ketiga anaknya. Bupati mengatakan bahwa rizki dan umur sudah menjadi ketentuan dari Allah.

"Doakan ketiganya diterima di sisi Allah dan semoga ketiga anak ini menjadi jalan untuk orang tuanya ke surga," sebutnya.

Tanah longsor menimbun salah satu rumah warga di Korong Padang Toboh Nagari Paritmalintang, Kabupaten Padangpariaman, Rabu lalu (10/10).

Dalam kejadian itu, 6 orang satu keluarga penghuni rumah, tertimbun ribuan kubik material longsor.

Longsoran tanah membuat rumah kayu milik Wisnu rata dengan tanah. Tingginya curah hujan yang terjadi sejak hore hari membuat tanah terkikis dan longsor.

3 orang anak Wisnu di antaranya masih balita tewas tertimbun di peristiwa itu. Ketiganya Nando, 9 tahun, Restu Afandi, 5 tahun dan Raka Saputra, 5 bulan. Wisnu, Ratna, dan Rusman, berhasil selamat. (Tim)
Ali Mukhni Hadirkan BPK Sosialisasikan Pengawasan Dana Nagari di Padangpariaman
Foto: Andri
Paritmalintang - Bupati Padangpariaman hadirkan anggota BPK RI dan anggota Komisi XI DPR RI, sosialisasikan peran, tugas serta fungsi BPK dan DPR dalam pengawasan Pengelolaan Dana Desa, di IKK Paritmalintang, Kamis (11/10).

Pengelolaan Dana Desa - kalau di Padangpariaman disebut Dana Nagari - kata Bupati Padangpariaman Ali Mukhni, harus dipahami dengan cermat oleh seluruh perangkat nagari. Tepat dalam penganggarannya, tepat pada sararan pembangunan dan tepat penggunaannya, sehingga dana desa bisa dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan.

Pengakuan Otonomi Desa dari Pemerintah Pusat diikuti dengan adanya sumber pendapatan baru bagi desa yaitu Dana Desa berasal dari APBN. Kemudian dari APBD kabupaten sebesar minimal 10% dari DAU yang diterima oleh kabupaten setelah dikurangi DAK.

"Tidak tanggung-tanggung, saat ini rata-rata desa di Indonesia memiliki pedapatan rata-rata Rp1,5 hingga Rp2 miliar per tahun," kata Ali Mukhni.

Seiring dengan itu, desa telah berubah menjadi subjek pembangunan. Penentuan kebutuhan dan pembangunan kemasyarakatan direncanakan bersama dengan masyarakat.

Akhir 2016 lalu, nagari di Kabupaten Padangpariaman bertambah sebanyak 43 pemerintahan nagari. Total nagari di Padangpariaman menjadi 103.

Pada tahun 2017, 43 nagari pemekaran belum mendapat kucuran dana desa. Pada 2018, barulah 43 nagari tersebut mendapat kucuran dana desa. Sehingga, dana desa yang pada 2017 berjumlah Rp50,5 miliar untuk 60 nagari, pada 2018 naik menjadi Rp81,9 miliar untuk 103 nagari dengan alokasi rata-rata per nagari sebesar Rp795 juta.

Tidak hanya itu. Alokasi Dana Desa juga dari Pemerintah Kabupaten dengan angka rata-rata sebanyak Rp785 juta per nagari.

"Sehingga rata-rata nagari di Kabupaten Padangpariaman memiliki pendapatan Rp1,5 miliar per tahun," imbuhnya.

Menurut Ali Mukhni, jumlah tersebut bukan angka yang sedikit. Bahkan pendapatan nagari telah hampir menyamai dengan jumlah anggaran pada OPD yang ada.

"Meskipun begitu, hal tersebut memiliki konsekuensi," ingatnya.

Kepada seluruh pihak terkait, terutama walinagari dan sekretaris nagari, Ali Mukhni mengimbau agar mengikuti sosialisasi tersebut agar memahami konsep ideal pengelolaan nagari.

Anggota V BPK RI, Isma Yatun, menyebutkan bahwa Kemendagri telah menerbitkan Permendagri Nomor 20 tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa. Permendagri itu lahir untuk memastikan besaran dana yang terdapat di nagari nantinya benar-benar diperuntukkan bagi kepentingan pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat nagari.

"Jangan sampai dana yang ada di nagari diselewengkan. Kemendagri melalui BPKP telah menciptakan dan mengembangkan sistim tata kelola keuangan nagari berbasis aplikasi SISKEUDES (Sistim Keuangan Desa)," ujar dia.

Kepala BPKD Padangpariaman, Hanibal, menyebut sejak 2017 hingga kini, 103 nagari telah menggunakan aplikasi SISKEUDES dalam pengelolaan keuangan nagari. Sehingga, kata dia, kekuatiran terhadap penyalahgunaan atau salah kelola dana nagari dapat diminimalisir. (Asm/OLP)