Program Ajep Padangpariaman Jangkau Wilayah Tapal Batas
Petugas Ajep mendatangi Juni, pimpinan KB Az Zahra di Pasar Cangkeh, Nagari Pilubang, Sungai Limau, Selasa (20/2). Foto/Hendra
Aur Malintang ----- Program Antar Jemput Perizinan (Ajep) oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Padangpariaman menuai pujian dari berbagai lapisan masyarakat.

Program unggulan yang diprakarsai oleh Bupati Padangpariaman Ali Mukhni telah digulirkan sejak Januari lalu.

Program Ajep kali ini beroperasional di wilayah utara Padangpariaman, yakni di daerah perbatasan Kabupaten Agam tepatnya di  Kecamatan IV Kota Aur Malintang, Sungai Geringging dan Sungai Limau, Selasa (20/2)

Ungkapan positif terhadap program Ajep terungkap dari Pimpinan Kelompok Belajar (KB) Az Zahra Juni (43). Ia  mengaku riang didatangi petugas Ajep. Apalagi daerahnya berada di pelosok nagari yang butuh biaya besar jika harus datang menjemput berkas perizinanannya.

"Ambo manggaleh lado tiok ari (saya jualan cabai tiap hari). (warung) dak bisa ditinggaan (kedai tidak bisa ditinggalkan)," ucap Juni yang sehari-hari menjual rempah-rempah di rumahnya di Pilubang, Sungai Limau.

Wanita paruh baya itu senang sekali dengan pelayanan Ajep karena sangat membantu dirinya dan masyarakat lainnya. Ia tidak perlu repot-repot datang ke kantor. Biaya gratis cukup menunggu di rumah saja.

"Saya terharu juga tadi. Petugas jauh-jauh datang ke sini, untuk mengantar SK izin saya. Terima kasih Pak Bupati, kami sangat bersyukur dengan program Ajep ini," ujar Juni saat menerima SK izin yang dibungkus map cantik itu.

Perasaan yang sama juga diungkapkan Pengurus KB Nurul Ikhlas, Sandra. Ia berkata bahwa Ajep adalah suatu bentuk inovasi yang mendengarkan suara hati rakyat yang kemudian direalisasikan oleh Bupati Padangpariaman Ali Mukhni.

"Tadi saya kaget, didatangi petugas yang ramah-ramah dan cantik-cantik. Ternyata untuk mengantar izin saya yang sudah selesai. Ini artinya Pemkab Padangpariaman benar-benar memanjakan warganya," kata Sandra (23) di Sungai Limau.

Tim Ajep yang dipimpin oleh Arbetita, mengatakan bahwa program Ajep telah dimulai sejak awal 2018. Tujuannya memberikan pelayana yang cepat kepada masyarakat, langsung ke rumah masyarakat dan gratis tanpa imbalan apapun.

"Sesuai perintah Bapak Bupati dari dinas yang mengelola perizinan harus memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Sebelumnya juga ada pelayanan dengn paket pos,sekarang langsung diantar ke pintu rumah," kata Arbetita.

Usai memberikan pelayanan di Sungai Limau, kata Arbetita, Tim Ajep bergerak menuju KB Nurul Akhirah Ganting Jaya Korong Padang Laring Tangah, Nagari III koto Aur Malintang, Kecamatan IV Koto Aur Malintang.

"Besok, Rabu (21/2), kami ke wilayah selatan," kata Arbetita didampingi dua rekannya.

Dihubungi terpisah, Bupati Padangpariaman Ali Mukhni mengatakan Program Ajep saat ini dilengkapi dengan satu unit kendaraan roda empat yang digunakan setiap harinya oleh petugas. Program Ajep sudah dibiayai oleh APBD sehingga biayanya gratis untuk masyarakat.

"Saya sering mendapat sms, khususnya dari masyarakat perbatasan yang sangat bersyukur adanya Ajep. Jadi tidak keluar ongkos datang ke kantor, cukup tunggu dirumah saja," ucapnya.

Kepada masyarakat, Ali Mukhni mengimbau untuk memanfaatkan program Ajep jika mengurus perizinan. Bisa juga dihubungi melalui telepon atau sms ke 08116607788.

"Semua akan dilayani, jauh dan dekat tidak ada masalah. Yang penting masyarakat senang dan petugas ikhlas bekerja karena Allah," kata Ali Mukhni didampingi Kadis PMPTP Hendra Aswara. (HA/OLP)
Kakan Kemenag Padangpariaman Helmi Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude
Helmi dan istri Nazifah foto bersama dengan guru besar penguji. Foto/Junaidi
Padang ------ Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Padangpariaman, Helmi, raih gelar Doktor Pendidikan Islam (S3), di Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang Program Pasca Sarjana, Kamis (15/2/2018).

Helmi didampingi istri Nazifah yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pariaman dan keluarga, tampak bahagia dengan diraihnya gelar doktor yang mungkin satu-satunya di jajaran Kakan Kemenag di Sumatera Barat itu.

Helmi mengatakan, dengan raihan gelar doktor ilmu agama, diharapkan menambah pengetahuan dan wawasan yang lebih dalam membina dan menerapkan ilmu yang didapatnya untuk memimpin institusi yang dipimpinya.

"Alhamdulillah, akhirnya kerja keras belajar selama ini membuahkan hasil, ini menjadi ujian dan sebuah amanah," ujarnya.

Helmi menyelesaikan kuliahnya selama lebih kurang 4 tahun, tercepat di angkatannya. Ia masuk dalam Program Pasca Sarjana Doktor Pendidikan Islam yang tercatat di UIN Imam Bonjol Padang.

Dalam penyampaian disertasi ujian promosi doktornya, dihadapan para penguji, Helmi memaparkan tentang disertasinya yang berjudul "Pengembangan Model Pengelolaan Pendidikan Islam Berorientasi iLife Skill di Pondok Pesantren Darul Ikhlas Pakandangan Kabupaten Padangpariaman".

Dalam disertasinya, bahwa di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ikhlas Pakandangan, telah banyak melahirkan santri yang tidak hanya selesai belajar agama saja, tetapi juga memiliki kecakapan hidup (iLife Skill), yang dapat menjadi pemasukan ekonomi diri dan keluarganya.

"Para santri tersebut diajarkan berbagai jenis ketrerampilan yang paling dominan dan telah diakui oleh penduduk setempat. Santri Ponpes Darul Ikhlas Pekandangan banyak melahirkan para tukang bangunan yang handal, petani yang sukses, teknisi bengkel yang baik, dan ketrampilan lainya, yang bermanfaat bagi mereka selain pelajaran agama yang didapat di pondok," jelasnya.

Para penguji yang terdiri dari: Ketua, Dr. Eka Putra Wirman, Lc, M.A (Rektor UIN IB Padang), Sekretaris, Prof. Dr. Awis Karni, M.Ag, Penguji  1, Prof. Dr. Kasman Rukun, M.Pd, Penguji 2, Prof. Dr. Asnawir, Penguji 3, Prof. Dr. Zulmurqim, M.A, Penguji 4, Prof. Dr. Syafrudin Nurdin, M.Pd, dan Penguji 5, Prof. Dr. Duski Samad, M.Ag, memberikan nilai atas disertasi Helmi, dengan nilai 85, 43 (A-) dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,51, dengan predikat sangat memuaskan (Cumlaude). (Juned/OLP)
Pengusaha Sebut Kinerja Perizinan Padangpariaman yang Terbaik di Sumbar
 Kadis PMPTP Hendra Aswara didampingi Kabid Perizinan Heri Sugianto meninjau pabrik PT. Kunango Jantan di Kasang,Kec. Batang Anai, Rabu (14/2).
Kasang ---- Direktur Utama PT. Kunango Jantan Asril, apresiasi Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Kabupaten Padangpariaman dalam pelayanan perizinan. Terbukti seluruh perizinan yang dibutuhkan perusahaannya telah lengkap dan dilayani dengan cepat secara online.

"Saya akui, pelayanan perizinan terbaik di Sumbar adalah Kabupaten Padangpariaman. Urusan cepat, efisien dan transparan," ujar Asril saat menerima kunjungan rombongan BKPM RI dan DPMPTSP Sumbar di ruang pertemuan PT. Kunango Jantan di Kasang, Kec. Batang Anai, Rabu (14/2).

Asril mengungkapkan baru kali ini bersua dengan Kepala Dinas PMPTP Hendra Aswara. Bahkan ia tak tahu kalau Kadisnya seorang anak muda yang cerdas dan mampu merubah mindset pelayanan perizinan di Sumbar.

"Hari ini saya baru pertama kali jumpa dengan kadisnya, ternyata masih muda dan inovatif. Walau tak pernah jumpa, tapi pengurusan izin lancar tanpa kendala. Artinya ada komitmen kepala daerah untuk memanjakan investor yang sangat tinggi dan dijalankan sungguh-sungguh oleh kadisnya," kata Asril.

Diceritakannya bahwa PT. Kunango Jantan merupakan bisnis yang memproduksi baja, beton, pipa, ready mix dan lainnya. Hasil produksi didistribusikan di seluruh Sumatera. Di area seluas 25 hektar itu mampu membuka/menampung tenaga kerja sebanyak 1000 orang. PT. Kunango Jantan juga memiliki cabang di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

"Pada momen ini saya juga mengajak investor untuk berinvestasi di Kabupaten Padangpariaman. Daerah strategis berada di posisi silang Sumatera Barat. Apalagi proses perizinannya gampang, ini yang dibutuhnya investor sebenarnya," ujar pria yang telah 25 tahun berkecimpung di bidang industri ini.

Kepala Dinas PMPTP Hendra Aswara mengatakan bahwa pujian dari salah satu investor terbesar di Sumbar, sebagai cambuk bagi jajarannya untuk terus memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada investor. Tujuannya agar investor nyaman, terbukanya lapangan pekerjaan dan masyarakat sejahtera.

Alumni STPDN Angkatan XI itu mengatakan bahwa saat ini Bupati Padangpariaman sedang mengusulkan dukungan terhadap dua kawasan industri kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk masuk dalam program KLIK (Kemudahan Investasi Langsung Kontruksi).  Yaitu, Kawasan Industri Padang dan Kawasan Industri Padangpariaman yang keduanya terletak di Kasang, Batang Anai.

"KLIK ini yang di Sumbar. Jadi, jika suatu lokasi sudah ditetapkan menjadi Kawasan Industri maka investor bisa langsung membangun tanpa urus IMB terlebih dahulu," kata Hendra yang pernah menjabat Kabag Humas itu. (HA/OLP)
Majukan Wilayah Perbatasan, Mukhlis-Suhatri Bur Teken 9 Butir MoU
Mukhlis dan Suhatri Bur teken MoU percepatan pembangunan wilayah peratasan dua daerah. FOTO/Phaik
Pariaman ----- Walikota Pariaman Mukhlis Rahman danWakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur teken momerandum of understanding (MoU) atau kesepakatan bersama tentang sinkronisasi pembangunan dua daerah di Aula Balaikota Pariaman, Kamis (15/2).

Dengan adanya MoU itu, dua daerah tersebut akan saling dukung mendukung membangun daerah masing-masing demi kemajuan bersama, khususnya di daerah perbatasan.

"Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman tak dapat dipisahkan, punya kesamaan budaya. Tetapi karena sekarang pemerintahannya sudah dua, maka segala sesuatu yang harus kita bangun saling membutuhkan," kata Mukhlis Rahman.

Dengan adanya kesepakatan bersama terkait kebijakan dan program pembangunan di wilayah perbatasan antar kedua daerah tersebut, diharapkan kedua pihak akan tercipta percepatan pembangunan.

Sementara itu, Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur menyambut baik jalinan kerjasama itu. Sehingga kata dia, semua komponen pemerintahan ringkat nagari dan kecamatan wilayah perbatasan dengan kota Pariaman ikut mendukungnya dan telah mulai melakukan sesualisasi sebelum MoU diteken kedua belah pihak.

"Dengan terjalinnya kerjasama ini, baik itu Pemko Pariaman atau Pemkab Padangpariaman bisa saling mempromosikan sektor andalan di daerah yang bertetangga ini, terutama promosi bidang kepariwisataan," ungkapnya.

Acara tersebut turut dihadiri Kepala OPD Pemko Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman, Camat dan Kepala Desa se kota Pariaman serta walinagari perbatasan dua daerah.

Berikut sembilan item pembangunan dan pengembangan infrastruktur skala regional dan pembangunan di wilayah perbatasan yang telah ditandatangani kedua pemerintah daerah tersebut:

1. Penegasan batas administrasi di wilayah perbatasan,
2. Pembangunan dan pengelolaan Tempat Pemprosesan Akhir Sampah (TPAS) regional,
3. Pembangunan dan pengelolaan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) regional,
4. Penyediaan sumber air baku/minum dan pengelolaan intalasi air minum regional,
5. Pembangunan infrastruktur di wilayah DAS berbatasan,
6. Pengelolaan sumber daya di wilayah DAS berbatasan,
7. Pengelolaan modal transportasi darat dan laut di wilayah berbatasan,
8. Pembangunan pengembangan dan pengelolaan sektor pariwisata,
9. Pembangunan dibidang ekonomi dan penanganan inflasi daerah. (Rika/OLP)

Produk IKM Padangpariaman Bisa Dibeli di Kantor Perizinan (DPMPTP)
Galeri IKM dan produk sulaman timbul dipajang di ruang promosi DPMPTP, Pariaman, Selasa (13/2)
Pariaman ---- Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Kabupaten Padangpariaman menyediakan ruang promosi bagi Industri Kecil Menengah (IKM) untuk dipamerkan di kantornya.

Ruang promosi tersebut satu ruangan dengan ruang pelayanan perizinan dan non perizinan. Produk IKM terlihat ditampilkan dalam lemari kaca yang juga mencamtumkan harga dan alamat produksi.

"Sesuai arahan Bapak Bupati, kita rangkul IKM untuk berpromosi di sini. Jadi sudah ada yang pajang baju kurung peniti emas, bordir, sulaman timbul, anyaman dan kerajinan lainnya," kata Kepala DPMPTP Hendra Aswara di ruang kerjanya, Pariaman, Selasa (13/2).

Dikatakannya bahwa terdapat 1.702 IKM yang sedang berkembang di Padangpariaman. Pelaku IKM tentunya membutuhkan promosi untuk pemasaran. Ia berharap dipajangnya produk IKM dapat menarik minat pengusaha besar atau pelaku bisnis untuk dijadikan mitra bisnis.

"Tamu di sini kebanyakan pengusaha, jadi sambil menunggu izin keluar mereka bisa melihat atau berbelanja produk IKM kita," kata Kepala Dinas termuda di Sumbar itu.

Saat ini, tambah Hendra, Padangpariaman sudah memiliki pusat oleh-oleh yang dipusatkan di Sekretariat HP3 Kec. Nan Sabaris, tepatnya di sebelah BRI Pauh Kambar. Sedangkan untuk IKM Cokelat dipusatkan di Malibou Anai, Kec  2x11 Kayu Tanam.

"Untuk cokelat malibou, masyarakat juga bisa mendapatkan di Hotel Grand Inna Padang  yang sudah kita launching baru-baru ini," kata Hendra yang pernah menjadi Ajudan Bupati ini.

Hendra juga berharap pelaku IKM juga diimbau segera mengurus izin pangan rumah tangga dan izin BPOM untuk produk tertentu. "Hal ini penting untuk keamanan suatu produk," pungkasnya. (HA/OLP)
Warga Padangpariaman Serahkan 8 Pucuk Senjata Api Rakitan ke Kodim
Tokoh masyarakat Padangpariaman atas kesadaran sendiri serahkan 8 pucuk senjata api jenis badia balansa ke Kodim 0308/Pariaman. FOTO/Nanda
Pariaman ----- Kodim 0308/Pariaman terima 8 pucuk senjata api rakitan tradisional "badia balansa" dari masyarakat di Aula Kodim Pariaman, Jumat (9/2) lalu. Senpi itu diserahkan oleh perwakilan tokoh masyarakat dari dua kecamatan, yakni kecamatan 2X11 Kayutanam dan Kecamatan 2X11 Enamlingkung Sicincin.

Kasdim 0308/Pariaman Mayor Inf Marjoni M didampingi Pasi Intel Kodim 0308/Pariaman Kapten Inf Johansyah mengatakan, penyerahan senjata api dilakukan oleh warga atas dasar kesadaran sendiri.

"Sebelumnya Kodim 0308 Pariaman bersama LSM Bhineka Tunggal Ika melakukan penggalangan kepada masyarakat agar bersedia menyerahkan senjata api tersebut untuk dilakukan pemusnahan," jelas Mayor Inf. Marjoni M.

Pemusnahan senjata yang telah terkumpul dilakukan untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan, seperti penggunaan dalam tawuran warga atau hal lainnya.

Rencananya beberapa tokoh masyarakat di wilayah Padangpariaman dan Kota Pariaman dijadwalkan akan menyerahkan badia balansa yang masih disimpan. Agar lebih masif, babinsa Kodim 0308/Pariaman terus mengimbau masyarakat yang menyimpan badia balansa untuk diserahkan ke Kodim Pariaman.

"Saya rasa masih banyak yang akan menyerahkan senpinya kepada kita, mungkin belum bertemu saja. Dalam waktu dekat akan ada lagi tokoh masyarakat yang akan menyerahkan badia balansanya," pungkasnya. (Nanda)