Salat I'ed Hari Ini, Jamaah Syatariyah Minta Perluasan Halaman Makam Syekh Burhanuddin
Jamaah Syatariyah gelar salat Ied di Halaman Makam Syekh Burhaniddin. Foto/Nanda
Pariaman ----- Jamaah Tarekat Syatariyah Kabupaten Padangpariaman berlebaran Idul Fitri 1439 Hijriyah, Sabtu (16/6) pagi.

Pelaksanaan salat Idul Fitri dilaksanakan, setelah dilakukan sidang isbat penetapan tanggal 1 Syawal.
    
Sejumlah titik di Kabupaten Padangpariaman terpantau melaksanakan sholat Idul Fitri. Salah satunya di kawasan komplek makam Syeikh Burhanuddin, Ulakan Tapakis.

Di kawasan ini, 500 orang lebih jamaah terlihat melaksanakan salat Idul Fitri.
    
Tokoh Tarekat Syatariyah Ulakan Ali Amran Tuanku Kadi mengatakan, pelaksanaan salat Idul Fitri 1439 H, didasarkan keputusan sidang isbat yang diselenggarakan pada Jumat 15 Juni 2018.
   
"Dengan hasil rukyatul hilal atau maniliak bulan yang dilaksanakan pada 15 Juni 2018, hilal terlihat di 5 titik, sehingga sidang menetapkan 1 Syawal jatuh pada 16 Juni 2018," ujarnya.
     
Ia sekaligus juga meminta pemerintah daerah melakukan perluasan halaman makam Syeikh Burhanuddin supaya dapat menampung jamaah lebih banyak lagi.

"Saat ini, jemaah terpaksa salat di luar komplek dan dibalik pagar," kata dia. (Nanda)
Bom Ikan Suami Meledak, Febrianti Kehilangan Tangan di Hari Raya
Polisi tiba di lokasi kejadian
Kayutanam ----- Ledakan bom ikan atau bondet di Korong Pasa Usang Kecamatan 2X11 Kayutanam, Kabupaten Padangpariaman pada Jumat (15/6), memakan korban.
     
Febrianti, 45 tahun, warga Pasa Usang, Kecamatan Kayutaman, terpaksa harus kehilangan tangan kanannya setelah bom ikan yang ia pegang meledak secara tiba-tiba di tangannya.
      
Kapolres Padangpariaman AKBP Rizky Nugroho menerangkan, bom ikan tersebut merupakan milik suaminya, Gumasrul. Benda itu merupakan bom ikan sisa yang tidak dipakai lagi.
      
Menurutnya, bom tersebut disimpan di belakang rumah korban lalu dipindahkan untuk dijemur ke halaman depan rumah. Nahas, saat diangkut kedalam kamar untuk disimpan, bom tersebut meledak.
     
"Bom itu adalah milik suami korban untuk menangkap ikan. Dibeli beberapa tahun yang lalu dan memang sudah tidak digunakan lagi," terangnya.
     
Ia memastikan, ledakan bom tersebut tidak terkait dengan aktivitas terorisme. Hal itu murni ledakan ikan bom. Pihaknya telah mendalami ledakan tersebut dengan memintai keterangan dari banyak pihak.
    
"Kini korban telah dievakuasi ke RS M Djamil Padang dan informasi yang kami terima, harus diamputasi," pungkasnya. (Nanda)

Pemuda Nagari Gadur Gelar Pawai Obor Malam Takbiran

Gadur ----- Ratusan pemuda Korong Simpang, Nagari Gadur, Kabupaten Padangpariaman gelar malam takbiran sambil pawai obor, Kamis (14/6) malam.

Takbiran tersebut sebagai pertanda umat Islam di wilayah itu esoknya akan berhari raya Idul Fitri 1439 Hijriyah.
        
Puluhan kilometer ditempuh dengan berjalan kaki memutari seluruh jalan wilayah kampung. Anak-anak dan pelajar terlihat antusias mengikuti pawai itu.
       
Aksi takbiran dan pawai obor ini menjadi tontonan menarik bagi pengguna jalan dan warga. Tak pelak, banyak pengguna jalan menghentikan kendaraannya untuk melihat pawai itu.
        
Ketua Ikatan Pemuda Simpang Gadur (IPSG) Bripka Hamdi Aulia, menuturkan, takbiran menyambut hari raya Idul Fitri dengan pawai obor merupakan rutinitas kegiatan pemuda setempat.    
        
"Rutin kita lakukan. Hampir tiap tahun, selalu ramai," kata dia.
        
Menurutnya, takbiran sekaligus pawai obor lebih aman, jika dibandingkan berkeliling menggunakan kendaraan.
       
"Acara yang hari ini telah dipersiapkan sejak satu minggu terakhir. Semuanya dikerjakan dengan gotong royong. Alhamdulillah, acaranya lancar," pungkasnya. (Nanda)
Lebaran 2018, Piaman Banjir Pemudik
Suasana Pantai Gandoriah saat lebaran 2016 lalu. Foto/istimewa
Pariaman ----- Memasuki H-2 Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah, ratusan mobil perantau Pariaman dan Padangpariaman sudah lalu-lalang di jalanan. Dalam pantauan wartawan sejak tadi malam hingga siang ini, Rabu (13/6), mobil-mobil seperti plat BM dari Riau, D dari Bandung, B dari Jakarta, F dari Bogor, BK dari Sumut dan beberapa plat BD dan BG dari Bengkulu dan Palembang.

Kasatlantas Polres Pariaman Iptu Fitri Dewi Utami memperkirakan lonjakan kendaraan pemudik akan terus meningkat hingga Jumat (15/6) mendatang. Dari pantauan jajarannya di Simpang Kuraitaji Pariaman dan Gasan Ketek Batas Agam dan Padangpariaman, jumlah perantau yang pulang kampung menggunakan mobil pribadi mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

"Lonjakan pemudik menggunakan kendaraan pribadi tahun ini meningkat dari tahun lalu. Hingga Jumat depan akan terus meningkat," ujarnya.

Lonjakan mudik lebaran 2018 di Pariaman tidak terlepas dari panjangnya masa cuti bersama dan liburan kenaikan kelas anak sekolah. Libur sekolah malahan hingga 9 Juli mendatang dan cuti bersama hingga 21 Juni yang dimulai sejak 9 Juni lalu.

Randi (41) perantau asal Kota Pekanbaru, Riau, mengaku sudah pulang kampung ke Pariaman sejak 10 Juni lalu. Ia bersama teman-teman beserta kerabatnya konvoi hingga tujuh mobil pribadi.

"Akan ada lagi 10 mobil yang akan nyusul malam ini (13/6). Kita perantau Piaman (Pariaman-Padangpariaman) di Riau sangat banyak. Ratusan ribuan lah kira-kira dan mayoritas mereka pada pulang kampung," ujarnya di salah satu tempat pencucian mobil di Pariaman.

Menurut Randi, lebaran tahun ini ia akan lebih lama di Pariaman mengingat anak-anak mereka pada libur panjang sekolah. Pria yang berprofesi pedagang ini tak perlu buru-buru kembali ke Pekanbaru sebagaimana lebaran tahun sebelumnya.

"Lebaran tahun kemaren kepepet. Mau lama-lama gak mungkin karena anak-anak pada mulai sekolah, kan," jelasnya.

Lain Randi, lain pula Rini (37). Ibu tiga anak asal Padangpariaman ini sudah 11 tahun merantau di Jakarta. Ia dan suaminya pekerja profesional di perusahaan swasta asing dengan gaji puluhan juta per bulannya.

Rini lebih memilih liburan lebaran 2018 menggunakan transportasi pesawat terbang ketimbang menggunakan mobil pribadinya. Tiket bersama suami dan ketiga anaknya telah ia pesan jauh hari sebelumnya hingga ia tiba di Pariaman 12 Juni lalu.

"Jauh hari kita juga sudah rental mobil di sini. Takut bawa mobil dari Jakarta ke Pariaman, lagian juga belum pernah. Sejak cuti, kita belanja oleh-oleh dahulu buat ayah dan ibu, mandeh, sepupu, keponakan dan bingkisan buat teman-teman. Nyampai di kampung puas rasanya kita bisa bantu dunsanak," ujarnya.

Selama liburan di Pariaman ia mengaku akan mengunjungi sejumlah lokasi wisata. Tak lupa mengunjungi Pulau Angsoduo dan Pulau Tangah. Ia juga berencana akan mencoba snorkeling di pulau-pulau tersebut.

"Iya, ita akan puas-puasin lebaran kali ini. Wisata Pariaman itu kan keren sekarang. Kita berharap akomodasi ke pulaunya aman," pungkasnya. (OLP)
Mulai Besok Padangpariaman Gelar I'tikaf
Dokumentasi I'tikaf pada tahun sebelumnya. Foto/istimewa
Padangpariaman ----- Besok malam tepat jam 00.00 WIB, Pemerintah Kabupaten Padangpariaman kembali menggelar I'tikaf di Masjid Agung Syekh Burahnuddin.

Hal ini disampaikan Bupati Padangpariaman Ali Mukhni pada kesempatan berbuka bersama di rumah dinas Bupati Padangpariaman, Karan Aur, Pariaman, Selasa (5/6).

Menurut Bupati Ali Mukhni, I'tikaf 2018 merupakan pelaksanaan tahun ketiga setelah dimulai sejak 2016 yang lalu.

Hari pelaksanaan I'tikaf lima hari berturut-turut mulai hari Kamis 7 Juni hingga 11 Juni. Pelaksanaan tahun ini ditambah dua hari dari dua tahun sebelumnya yang hanya tiga hari. I'tikaf dimulai tepat pukul 00.00 dan berakhir pada pukul 05.00 WIB.

"Saat I'tikaf, yang dilakukan adalah memperbanyak ibadah zikir, membaca kitab suci Alquran, bermunajat kepada Allah," jelas Ali Mukhni didampingi Kadis Kominfo Zahirman, Kabag Humas dan Protokol Andri Satria Masri dan Kabag Kesra Irsyaf Bujang.

Setelah I'tikaf dan beribadah, akan dilanjutkan dengan sahur bersama dan ditutup salat subuh berjemaah. Bupati mengingatkan penyelenggara I'tikaf untuk memberitahukan kepada peserta agar tidak melakukan kegiatan lain selain kegiatan yang dibolehkan saat I'tikaf.

"Saat I'tikaf, kita lakukan komunikasi dengan Sang Pencipta. Jika ada kegiatan lain seperti berkomunikasi dengan peserta lainnya harap lakukan di luar masjid supaya peserta lain tidak terganggu," katanya.

Menurut Ali Mukhni, I'tikaf bertujuan untuk mengajak dan memotivasi PNS di Pemkab Padangpariaman untuk melipatgandakan pahala dan berkah Ramadhan.

"Kita manfaatkan waktu yang tinggal sembilan hari ini dengan memperbanyak ibadah, zikir dan bermunajat. Semoga kita mendapatkan malam Lailatul Qadar," katanya.

Bupati Ali Mukhni juga menghimbau camat se Kabupaten Padangpariaman melaksanakan hal serupa di kecamatan masing-masing. (ASM)
SE Mendagri Bebankan THR dan Gaji ke-13 ke Pemda Turbulensi bagi APBD
Oleh Asrul Khairi
Seperti dilansir banyak media, Presiden Joko Widodo baru-baru ini telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) No 19 Tahun 2018 Tentang Pembayaran Penuh Tunjangan Hari Raya (THR) Pegawai Negeri Sipil, Prajurit Tentara Nasional Indonesia, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pejabat Negara dan Pensiunan.

Jumlah kalkulasi anggaran yang harus dibayarkan sebesar Rp35,7 triliun, jauh melambung naik 68,9% dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah Rp17,9 triliun.

Selaras dengan itu, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan sigap menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 903/3387/SJ tertanggal 30 Mei 2018.

Terbitnya sepucuk surat sakti Kemendagri, dinilai banyak pihak berpotensi besar menimbulkan kegaduhan APBD. Penerbitan SE yang bersifat segera tersebut ditujukan kepada walikota/bupati di seluruh Indonesia dengan muatan perintah pembayaran THR dan gaji ke-13 dibebankan langsung pada APBD masing-masing daerah.

Kontan saja dengan beban tambahan yang menunggangi APBD di tengah jalan memberikan efek kejut yang sangat luar biasa bagi rasionalisasi anggaran daerah. Seperti memotong jalur, SE Kemendagri pelak saja membuat bertumbuh-tambahnya anggaran belanja pegawai.

Viralnya SE Kemendagri ini mendapat berbagai corak tanggapan dari masyarakat, maupun netizen di jejaringan sosial. Menurut mereka, rata-rat Pemerintah Daerah sudah sangat tinggi mengakomodir belanja pegawai, hal ini bisa diintip dari post APBD anggaran belanja Pegawai berada di kisaran 60 persen-an, ditambah lagi beban baru APBD untuk THR + Gaji 13. Wallahu’alam bisawab.

Sebut saja Kabupaten Padangpariaman, di tahun 2017 APBD Kabupaten Padangpariaman Rp1,4 triliun. Kalau kita intip BPS sumber data dari Badan Kepegawaian daerah (BKD) Padangpariaman, jumlah ASN dalam lingkungan Pemerintah Kabupaten Padangpariaman mencapai 7.858 ribu orang, belum termasuk tenaga honorer ditambah anggota DPRD beserta pimpimnannya. Dengan jumlah angka sebanyak itu kita yakin dan percaya pemerintah daerah harus putar otak untuk merealisasikan pembayaran dana tersebut (THR + Gaji 13).

Sekarang bagaimana nasip kabupaten/kota yang APBD-nya rentan devisit?
 

Sesuai dengan intruksi Mendagri Tjahjo Kumolo, untuk mengupayakan perealisasian pembayaran Pemerintah Daerah diperkenankan menggeser anggaran kegiatan yang sudah fix tanpa harus menyesuaikan nomenklatur. Hal ini diyakini memicu munculnya persoalan baru di daerah.

Tentu saja imbas dari pergeseran kegiatan tersebut tercoretnya anggran kegaiatn lain yang seyogyanya dari awal sudah masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
 

Sungguh disayangkan, ketika sebuah kegiatan sudah masuk pada tahap pra-realisai harus disurutkan kembali.

Sudah lazim di negara kita, terkadang proses kegaiatan untuk sampai mendapat mata anggaran menelan waktu yang sangat panjang. Mulai dari proses identifikasi, usulan yang berjenjang dari bawah berjuang masuk daftar tunggu-hingga menuju prioritas kegiatan-setelah itu baru sampai pada realisasi mata anggaran.

Bongkar muat kegiatan APBD di tengah jalan ini tentu tidak segampang yang kita bayangkan seperti bongkar muat barang di pelabuhan kargo. Ekspektasi publik tentu saja kepala daerah dituntut konsistensinya untuk mempertaruhkan visi pembangunan kabupaten/kota.

Sekarang, tentu kepala daerah berserta jajarannya sibuk mengotak atik ulang anggaran kegiatan. Perlu diingat, kalau tidak hati-hati dalam penggeseran mata anggaran, sang kepala daerah dan pimpinan bisa dianggap sebagai aktor penyalahgunaan anggaran. Tentu bisa berdampak tragis terhadap penerapan undang-undang Tipikor KPK nomor 31 tahun 2001, pasal 3 dan 8 tentang keuangan negara.

Pada dasarnya kita sepakat, bahkan sangat mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap peningkatan kesejahteraan pegawai melalui THR + Gaji ke-13. Namun perhatian yang berlebih ini kita harapkan tidak menjadi cinta buta.

Mesti harus mempertimbangkan dampak rasionalisasi yang tinggi. Dan terakhir tentu saja setiap rencana itu mesti ada kajian dari awal, tidak semerta-merta datang menyeruduk menjadi beban bagi yang ditumpanginya.