Tingkatkan Pelayanan, Ali Mukhni Imbau ASN Harus Jemput Bola ke Masyarakat
Bupati Ali Mukhni tinjau pembangunan Masjid Raya Parit Malintang, Rabu malam (22/11). Foto/Hendra
Paritmalintang --- Bupati Padangpariaman Ali Mukhni mengimbau seluruh ASN agar lebih banyak turun ke lapangan untuk menjalankan dan mensosialisasikan program-program yang telah direncanakan kepada masyarakat. Keterlibatan masyarakat, kata bupati, sangat penting untuk kelancaran pembangunan.

"Kita ingin birokrat zaman sekarang merubah mindset. Dulu masyarakat datang ke kantor, sekarang kita yang menemui ke rumahnya. Kan bisa ajang silaturahim juga," kata Bupati Ali Mukhni saat tinjau pembangunan Masjid Raya Parit Malintang, Rabu malam (22/11).

Dicontohkan Ali Mukhni tentang jemput bola yang dilakukan Dinas Dukcapil dengan Program Pedang Saber, masyarakat dilayani hingga ke pelosok nagari. Petugas datang merekam data dan langsung dicetak.

"KTP dan KK siap di tempat hari itu juga dan gratis. Hebat kan," ujarnya.

Begitu juga program Layang Padu oleh Camat Enam Lingkung yang berkolaborasi dengan Puskesmas, KUA, Polsek dan Walinagari.

Selanjutnya, Bupati Ali Mukhni berharap ASN bekerja sungguh-sungguh dan bekerja tuntas. Rapat-rapat kedinasan harus efektif, artinya, rapat yang diselenggarakan satu kali hendaknya kerjanya sepuluh kali lipat dari rapat yang diselenggarakan.

"Bukan sebaliknya, kerjanya satu kali tapi rapatnya sepuluh kali sehingga membuang-buang waktu dan anggaran," kata peraih Satya Lencana Pembangunan itu. (HA)
Kemendikbud Janjikan Bantuan 2 Miliar untuk SKB Sungai Limau

Sungailimau --- Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur bersama Kasubdit Kelembagaan dan Kemitraan Direktorat Pembinaan Kesataraan Ditjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud RI Hasan Bisri meresmikan dan serah terimakan Unit Gedung Baru Sanggar Kegiatan Belajar (UGB SKB) Padangpariaman tahun 2017 di Kecamatan Sungai Limau, Rabu (15/11) lalu.

Suhtri Bur di Paritmalintang, Rabu (22/11) mengatakan, UGB PAUD dibangun untuk memberikan kegiatan pembelajaran bagi anak-anak usia dini, berkisar 2 sampai 6 tahun. "Gedungnya sudah kita resmikan. Semoga gedung ini dapat dikelola dengan sebaik-baiknya," ujar Suhatri.

Ditambahkan Suhatri, ada berbagai kebijakan Kemendikbud perihal program PAUD untuk jangka waktu ke depan. "Tentunya peran Bunda PAUD dan sejumlah elemen organisasi yang juga untuk meningkatkan mutu pelayanan PAUD," ungkapnya.

Ia mengungkapkan, pembahasan program sekaligus menjelaskan tantangan yang dihadapi oleh BPKB dan SKB dalam pembinaan program PAUD di wilayah setempat. Termasuk masalah tenaga kependidikan, pamong belajar, serta peran nyata BPKB dan SKB guna mendukung perluasan dan peningatan mutu program-program PAUD.

Ia menjelaskan, sebelum melatih para peserta, pihaknya terlebih dahulu mengadakan peninjauan ke lapangan. Selain itu, juga diadakan sosialisasi bagi yang mau ikut pelatihan, seperti pelatihan menjahit.

Sementara, Hasan Bisri dalam sambutannya pada hari itu meminta Pemkab Padangpariaman untuk memperhatikan pendidikan informal. "Kami akan memperhatikan terus SKB karena selama ini SKB seperti dianaktirikan dari pendidikan lainnya," sebutnya.

Hasan Bisri mengapresiasi Pemkab Padangpariaman yang merespon cepat alih fungsi SKB menjadi Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF).

"Saat ini di Indonesia tercatat 409 SKB, 288 telah menjadi SPNF. Jika sampai Februari 2018 tidak dijadikan SPNF maka selanjutnya dilarang beraktifitas," ingatnya.

Hasan Bisri juga menjanjikan kepada Padangpariaman, jika tersedia lahan yang memadai, maka pihaknya akan membantu anggaran pembangunan sampai Rp2 miliar. (Tim)
Kecamatan Enam Lingkung Terima Anugerah PAUD Tingkat Nasional Tahun 2017

Tangerang --- Kecamatan Enam Lingkung harumkan nama Kabupaten Padangpariaman sekaligus provinsi Sumbar dengan menerima anugerah PAUD tingkat nasional tahun 2017.

Penyerahan anugerah PAUD tersebut dilakukan langsung oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo kepada pihak-pihak yang berperan bagi peningkatan akses dan layanan pendidikan usia dini (PAUD) di Indonesia, bertempat di Allium Hotel Kota Tanggerang, Provinsi Banten (20/11).

Iriana yang juga merupakan Bunda PAUD Indonesia menyerahkan Anugerah PAUD secara simbolis kepada delapan orang penerima: dari unsur Bunda PAUD, Sosok Peduli dan Organisasi Mitra PAUD.

Jumlah penerima anugerah PAUD 2017 sebanyak 164 orang yang terdiri atas 5 orang bupati, 5 kepala dinas pendidikan, dan 25 orang kepala desa se Indonesia.

Selanjutnya Bunda PAUD sebanyak 55 orang, Tokoh atau Sosok Peduli PAUD sebanyak 6 orang, Lembaga atau Organisasi Mitra PAUD sebanyak 8 orang, pemenang Festival dan Kreativitas PAUD 15 orang dan pemenang Lomba E-Book PAUD, Edy Game PAUD, dan Lomba Cerita PAUD sebanyak 45 orang.

Dalam sambutannya Iriana Joko Widodo memberikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berjasa dalam menumbuhkembangkan PAUD sebagai salah satu pendidikan kemasyarakatan di Indonesia.

Direktur Pembinaan PAUD Kemendikbud RI Ella Yulaelawati menyebutkan, pemberian penghargaan anugerah PAUD tingkat nasional 2017 mengambil tema PAUD Berkualitas Universal Kunci Keberhasilan Masa Depan.

"Pemberian anugerah PAUD ini berdasarkan kriteria yang telah disepakati sehingga terpilihlah sebanyak 164 orang peserta yang akan menerima penghargaan," jelas Ella.

Rangkaian kegiatan penganugerahan PAUD tingkat nasional ini juga dilaksanakan semiloka/ lokakarya yang dilaksanakan sehari sebelumnya dengan narasumber berbagai pihak yang telah berhasil dalam mengembangkan PAUD di wilayahnya.

Meteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendi dalam eksposnya mengatakan, PAUD merupakan investasi berharga untuk masa yang akan datang, karena itu butuh sentuhan negara dan penanganan secara uneversal dimana keluarga miskin tentunya menjadi prioritas utama.

"Bunda PAUD merupakan pelukis dan pemahat generasi yang akan datang. Bunda PAUD telah membuka akses pendidikan PAUD dan Bunda PAUD sebagai pekerja sosial telah banyak berbuat untuk itu perlu sentuhan Bapak PAUD dalam mendukung ini dalam bentuk dukungan anggaran yang diberikan," paparnya.

Sementara Camat Enam Lingkung Rudy Repenaldi Rilis---ebagai salah satu dari lima camat yang memperoleh anugerah PAUD tingkat nasional tahun 2017---menyampaikan rasa syukur dan ucapan terimakasih kepada Bupati Padangpariaman, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan seluruh pihak atas dukungan dan kerjasamanya dalam mengembangkan pendidikan PAUD di kecamatan Enam Lingkung.

"Peran kepala UPT Pendidikan, nagari, guru PAUD dan seluruh komponen masyarakat sangat besar sehingga bisa mencapai prestasi ini," terang Rudy

Camat berprestasi kabupaten Padangpariaman tersebut juga menyampaikan sebanyak 28 orang guru PAUD yang tersebar dalam 11 PAUD di Kecamatan Enam Lingkung telah dianggarkan honornya melalui dana nagari setempat dan merupakan kebijakan bersama yang telah disepakati dengan para walinagari se kecamatan Enam Lingkung.

"Tentunya pekerjaan rumah dalam mengembangkan PAUD ini sangatlah besar dan kita akan berupaya bagaimana ada pihak ketiga yang mau sebagai donatur pembina PAUD yang nantinya akan dituangkan dalam MoU," imbuhnya.

PAUD sebagai lembaga pendidikan masyarakat, kata dia, lebih terlihat besar perannya dalam bentuk partisipasi, baik dalam penyediaan lahan sampai dengan partisipasi dalam operasional PAUD itu sendiri.

Selain dihadiri penerima anugerah PAUD 2017, acara itu juga dihadiri oleh istri Wakil Presiden Mufidah Jusuf Kalla. (Tim)
Ground Breaking Penuntasan Irigasi Anai Tahap II Dimulai

Lubuk Alung --- Bupati Padangpariaman Ali Mukhni lakukan ground breaking dengan mengucurkan coran semen ke cetakan sebagai tanda dimulainya pembangunan lanjutan Irigasi Anai di Bendungan Anai, Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Lubuk Alung (20/11).

Dalam sambutannya Bupati Ali Mukhni mengatakan, dengan adanya lanjutan pembangunan Irigasi Anai tahap dua, tentunya semakin membantu para petani di daerahnya.

"Sebelum ada Irigasi Anai, petani kami hanya menggunakan air tadah hujan untuk sawah," katanya.

Ia menuturkan, pengairan sawah menggunakan tadah hujan membuat petani hanya dapat panen sawah sekali setahun. Namun setelah adanya irigasi itu, petani di daerahnya sudah dapat panen dua kali setahun. Bahkan pihaknya mendorong petani agar mampu panen lima kali dua tahun.

“Surplus beras kita sekarang lebih dari 5 persen sehingga kita mendapat penghargaan ketahanan pangan,” ujarnya.

Ali Mukhni memastikan, bahwa pihaknya terus membantu pembangunan dan menjaga irigasi tersebut. Sebab dia meyakini pembangunan dan aset irigasi itu sangat bermanfaat mendorong ekonomi masyarakat.

Bupati Ali Mukhni pada kesempatan itu juga menyerahkan plakat ucapan terima kasih kepada BWSS V didampingi Komisaris PT Semen Padang Wiztian Yoetri dan Camat Lubuk Alung Imran.

Kepala Balai Wilayah Sumatera (BWS V) Maryadi Utama mengatakan bahwa pembangunan lanjutan Irigasi Anai tersebut merupakan tahap akhir pembangunan irigasi Anai. Pembangunan lanjutan Irigasi Anai memang dilaksanakan oleh BWSS V Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Ini tahap terakhir pembangunan irigasi Anai. Jika sudah selesai, sekitar 13.604 hektare sawah yang teraliri irigasi ini," kata Maryadi Utama usai peletakan batu pertama penyelesaian pembangunan Irigasi Anai Tahap Dua.

Pengerjaan Irigasi Anai tahap dua itu ditargetkan rampung tahun 2019 mendatang. Untuk itu pihak BWSS V berharap Pemerintah Kabupaten Padangpariaman dapat memberikan dukungan penuh selama pembangunan itu berlangsung.

Kata Maryadi, pembangun Irigasi Anai tersebut sumber airnya dari Batang Anai. Katanya, untuk pembangunan irigasi tahap pertama, sawah yang sudah teraliri seluas 10.315 hektare. Jadi untuk pembangunan irigasi tahap kedua, tercatat 3.289 hektare sawah lagi yang akan dialiri air.

"Total anggaran yang digunakan untuk penyelesaian Irigasi Anai tahap dua ini sekitar Rp143 miliar," jelasnya.

Maryadi menambahkan bahwa pembangunan irigasi bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dari berbagai sektor. Di antaranya sektor pertanian dan pariwisata. Untuk itu, dia sangat berharap dukungan warga dan instasi terkait untuk mewujudkan tujuan itu.

“Kami berharap partisipasi Pemkab Padangpariaman dalam menjaga aset, seperti objek wisata yang dibuat di sini. Bagitupun masyarakat sekitarnya. Jadi tidak cepat rusak,” pungkas Maryadi. (Tim)
Idarussalam: Pungli, Sudah Tak Zaman Lagi
Asisten Administrasi Pemerintahan Idarussalam, Ustadz Drs. Rasman MAg Labai Nan Basa, Kepala DPMPTP Hendra Aswara dan Kabag Kesra Irsyaf Bujang usia wirid di  di Hall Saiyo Sakato, Parit Malintang, Jumat, (18/11).
Paritmalintang --- Asisten Administrasi Pemerintahan Idarussalam, mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk berinovasi. Ciptakan suatu perubahan dan mampu mendekatkan pelayanan dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Dalam hal ini, Kata Idarussalam, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian telah melakukan berbagai terobosan selama tahun 2017 ini.

"Pimpinan sering meminta kita melakukan inovasi. Kita tidak bisa melaksanakan tugas secara rutin saja. Masing-masing OPD harus berinovasi. Seperti DPMPTP layak diapresiasi komitmenya," kata Idarussalam saat memberikan sambutan pada wirid mingguan di Hall Saiyo Sakato, Parit Malintang, Jumat, (18/11) lalu.

Ia mencatat beberapa poin penting yang telah dilakukan DPMPTP dalam 10 bulan terakhir antara lain, adanya Peraturan Bupati nomor 4 Tahun 2017 tentang pelimpahan kewenangan perizinan dan non perizinan dari Bupati kepada Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

"Jadi tak ada lagi izin yang ditandatangani oleh bupati dan wakil bupati. Jadi pelayanan lebih cepat dan ramah investasi," kata pria yang pernah menjabat Kepala BKD itu.

Selanjutnya, kata dia, komitmen melaksanakan pelayanan tanpa pungutan liar. Artinya pelayanan yang diberikan secara gratis, jika membayar harus ada dasar hukumnya.

"Zaman sudah berubah, tak zamannya lagi main pungli yang menyakiti masyarakat," imbuh pimpinan Pondok Pesantren Ringan-Ringan Pakandangan itu.

Idarusallam---akrab disapa Buya---juga apresiasi prestasi Padangpariaman pada MTQ tingkatProp. Sumbar di Kota Pariaman dengan meraih peringkat 3. Lonjakan peringkat yang sangat tajam dari tahun sebelumnya.

"Tahun 2013, kita peringkat 16, tahun 2015 naik peringkat 8 dan tahun ini kita peringkat 3. Ke depan kita raih juara umum, dengan melakukan manajemen LPTQ dan pembinaan kafilah yang konsisten," ujar Buya optimis.

Prestasi yang membanggakan terhadap Qori bernama Khairul Rizki, seorang tuna netra yang meraih Qori terbaik di ajang MTQ tersebut. Rizki nantinya akan menjadi kontingen kKafilah Sumbar untuk MTQ tingkat nasional di Medan tahun depan.

Wirid Jumat dihadiri oleh ratusan ASN di lingkungan pemerintah Kabupaten Padangpariaman. Adapun tausyiah disampaikan oleh Al Ustadz Rasman Labai Nan Basa. (Tim)
Dihadiri Genius dan Suhatri Bur, Menpora Beri Kuliah Umum di Pariaman

Pariaman --- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Imam Nahrawi, berikan kuliah umum dalam bentuk seminar nasional di kampus STIE Sumbar Pariaman, di Jalan Bypass Pariaman, Jumat (17/11).

Seminar bertajuk meningkatkan nasionalisme terhadap pengaruh paham radikalisme tersebut, juga dihadiri oleh Wakil Walikota Pariaman Genius Umar dan Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur.

Menpora Imam Nahrawi di hadapan mahasiswa dalam seminarnya menyampaikan, bahwa generasi muda harus terus menyalakan api semangat sumpah pemuda untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

"Kemaren saya membuka Jambore Pemuda Indonesia (JPI) di Kota Sawahlunto yang diikuti oleh 1.000 pemuda dari Sabang sampai Merauke. Di sana juga (Sawahlunto) terdapat makam seorang pahlawan nasional Muhammad Yamin yang merupakan salah satu pencetus lahirnya Sumpah Pemuda di tahun 1928, jauh sebelum kemerdekaan," kata Nahrawi.

Mendapati hal itu, ia bahkan berharap akan lahir Muhammad Yamin-Muhammad Yamin baru dari Sumatera Barat yang berjiwa besar dan mengedepankan kesatuan bangsa dan negara di atas keegoannya sebagai orang daerah.

Untuk menangkal paham radikalisme yang kian gencar, mantan anggota DPR RI dua periode itu mengajak segenap anak bangsa mempertahankan dan menjaga ideologi bangsa---Pancasila dan UUD 1945.

"Indonesia memiliki beribu-ribu pulau, suku, bahasa daerah dan budaya yang berbeda satu dengan lainnya. Tetapi kita memahami bahwa kita adalah bangsa yang besar yang harus bersatu agar memperoleh tujuan sebagai bangsa yang merdeka, berdaulat, adil dan makmur dalam kebhineka-tunggal-ikaan," sambungnya.

Nahrawi berpesan agar generasi muda tidak mudah tergoda dengan iming-iming sebuah idealisme baru yang merupakan suatu cara untuk menangkal radikalisme.

Sementara itu, Wakil Walikota Pariaman Genius Umar mengapresiasi kehadiran Menpora di Pariaman. Menpora di sela kesibukannya masih meluangkan waktu untuk memberikan kuliah umum di Pariaman, sangat berarti baginya dan segenap warga Pariaman.

"Mungkin baru pertama kalinya di kota Pariaman kedatangan seorang Menpora RI, dan ini menjadi motivasi tersendiri bagi kami," ujarnya.

Dengan kedatangan Menpora ke kota Pariaman, kata Genius, menjadi momentum bagi semua pihak untuk memberikan kesempatan lebih dan keleluasaan bagi generasi muda untuk mengeksplorasi diri dengan berbagai kegiatan yang kreatif dan inovatif.

"Saat ini telah banyak kelompok pemuda Pariaman yang berhasil di bidangnya masing-masing. Mulai dari yang aktif di kesenian dan penanggulangan kenakalan remaja, peduli lingkungan dan kebersihan, pelaku pariwisata, peduli terumbu karang dan penyu serta hutan mangrovenya, dan lainya," sebut Genius.

Ke depan ia berharap akan semakin banyak lagi generasi muda yang melakukan aktivitas positif dalam rangka memajukan kota Pariaman, untuk lebih baik dari segala hal. (Juned)