Ali Mukhni Optimis 3 OPD Padangpariaman Terima Penghargaan Kemenpan RB
Bupati Padangpariaman Ali Mukhni didampingi Sekda Jonpriadi, Kadisdukcapil M. Fadhly dan Kadis PMPTP Hendra Aswara bersama Tim Penilai dari Kemenpan dan LAN RI di Pariaman
Pariaman ----- Bupati Padangpariaman Ali Mukhni optimis penyelenggaraan pelayanan publik di Kabupaten Padangpariaman mendapatkan penghargaan tingkat nasional. Penilaian tersebut dilaksanakan oleh Tim dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta Lembaga Administrasi Negara mulai tanggal 13 hingga 16 Agustus 2018.

Ada tiga OPD yang menjadi objek penilaian yaitu Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian dan Rumah Sakit Umum Daerah.

Ketiga OPD ini, kata Ali Mukhni telah mempersiapkan diri dan telah memenuhi ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan.

"Disdukcapil yang pimpin Pak Fadhly telah menjadi rujukan nasional dan sering raih penghargaan. Layanan DPMPTP juga alami perubahan yang sangat cepat. RSUD kita sudah jauh lebih baik," ujar Bupati Ali Mukhni di Pariaman, Rabu (15/8).

Orang nomor satu di Padangpariaman ini menyakini ketiga OPD tersebut telah berbuat yang terbaik untuk masyarakat. Adanya ruangan yang nyaman, petugas yang ramah, standar pelayanan yang jelas serta pemanfaatan teknologi informasi yang modern. Apalagi pada Disdukcapil dan DPMPTP dipimpin oleh generasi muda yang miliki semangat berinovasi.

"Dua Kadis kita, anak muda cerdas, sering bikin terobosan dan memimpin puluhan staf dengan sangat baik. Artinya, mereka ingin masyarakat merasakan hadirnya pemerintah dalam pelayanan," terangnya.

Sekretaris Daerah Jonpriadi membenarkan yang disampaikan oleh Bupati Ali Mukhni. Sejak awal pemerintahan Ali Mukhni - Suhatri Bur, ditekankan bahwa tidak ada istilah pejabat di Padangpariaman, yang ada adalah pelayan masyarakat.

"Pak Bupati punya jargon saatnya masyarakat menikmati, artinya utamakan kepentingan masyarakat dan layani dengan sepenuh hati," kata mantan Kepala Bappeda itu.

Sementara Tim Penilai, Martina dari Kemenpan RB mengatakan bahwa ada enam aspek penilaian dan bobot nilainya, yaitu  Kebijakan Pelayanan 30%, Profesionalisme SDM 18%, Sarana Prasarana 15%, Sistim Informasi 15%, Konsultasi dan Pengaduan 15% dan Inovasi 7%.

Tim penilai juga melakukan cek lapangan ketiga OPD tersebut dan mewawancarai masyarakat yang sedang mendapatkan layanan.

"Kita juga akan minta dokumen-dokumen terkait standar layanan dan juga mengevaluasi pelayanan yang ada pada saat ini," ujar Martina.

Kadis PMPTP Hendra Aswara apresiasi dukungan Bupati dan Sekretaris Daerah yang telah memberikan perhatian dan kebijakan terhadap penyelenggaraan pelayanan publik.

"Kami kepala OPD, dimotivasi oleh bapak Bupati agar terus berinovasi dalam pelayanan agar masyarakat senang dan berprestasi, sehingga menjadi rujukan tingkat nasional," kata Hendra.

Hal senada diungkapkan Kadisdukcapil M. Fadhly. Fadly berkata bahwa paradigma pelayanan publik saat ini harus modern, dekat dengan masyarakat serta berbasis teknologi.

"Alhamdulillah, melalui layanan yang prima, motto Pak Bupati yaitu saatnya masyarakat menikmati dapat diwujudkan," kata Peraih Citra Pelayanan Prima itu. (Tim)
Ali Mukhni Tahun Ini Targetkan Nilai 'A' Untuk LAKIP Padangpariaman
Bupati Ali Mukhni didampingi Sekda Jonpriadi bersama Kepala OPD melaksanakan Workshop penyusunan dan penyelarasan Cascading Pemda dengan OPD di Hotel Rocky, Padang
Padang ----- Bupati Ali Mukhni menargetkan nilai Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) dengan kategori A pada tahun ini. Sebelumnya pada tahun lalu, Pemkab Padangpariaman meraih nilai B.

Hal tersebut disampaikannya saat penutupan workshop penyusunan dan penyelarasan Cascading Pemda dengan OPD. Workshop dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 10 hingga 12 Agustus 2018 di Hotel Rocky, Padang. Narasumber dari Kemenpan dan RB Komaruddin dan Gita.

"Lakip tahun lalu kita dapat nilai B. Kondisi sekarang sebenarnya kita bisa naik satu tingkat yaitu nilai BB. Namun seluruh OPD sepakat berjuang naik nilai dua tingkat yaitu nilai A dari Kemenpan RB," kata Bupati Ali Mukhni didampingi Sekda Jonpriadi, Senin (12/8).

Penyelarasan Cascading OPD, kata Ali Mukhni bisa menyusun program prioritas dan efesiensi anggaran. Artinya, tidak ada kegiatan yang tidak sinkron dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) lima tahun.

"Tahun ini komposisi belanja pegawai dengan belanja barang yaitu 42% dan 58%. Artinya anggaran telah direncanakan untuk kegiatan pro rakyat," ujar Peraih Opini WTP dari BPK RI itu.

Perencanaan tersebut, lanjut Ali Mukhni, sesuai dengan arahan Presiden RI yang menyampaikan prioritaskan APBD untuk pembangunan infrastruktur telah diwujudkan.

"Infrastruktur urat nadi pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat. Selama saya menjabat, infrastruktur jadi skala prioritas," sebut kandidat kuat gubernur Sumbar mendatang itu.

Sekda Jonpriadi mengatakan Workshop diselenggrakan dengan asistensi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Tujuannya agar masing RPJMD Pemkab selaras dengan Renstra OPD guna mewujukan visi misi Bupati selama lima tahun.

"Setelah workshop, masing-masing Kepala OPD untuk perumusan kembali atau perbaikan Renstra, tujuan, sasaran dan indikator kinerja agar tidak keluar dari visi misi bupati," kata Jonpriadi mengingatkan.

Ia juga meminta penyusunan cascading OPD adanya pelibatan staf internal. Artinya meminta masukan dari Kabid, Kasi dan Kasubag. Hal ini penting agar seluruh kegiatan berorientasi terhadap outcome, jika tidak dihapus saja.

"Jangan sampai perumusan renstra OPD dibuat Kasubag Perencanaan saja," kata Sekda yang pernah menjabat Kepala Bappeda itu.

Sementara Komaruddin dari Kemenpan dan RB apresiasi OPD Padangpariaman yang bersemangat menyusun dan menyelaraskan cascading Pemda dengan OPD.

"Pembahasan cascading hingga jam 1 malam. Artinya, Semangat OPD sangat luar biasa untuk mencapai target," kata Komaruddin.

Dengan cascading, kata Komaruddin diharapkan adanya sinergi antar OPD dalam mencapai tujuan.

"Contoh pembangunan pasar, Dinas Perdagangann dibantu Dinas PU buat drainase, Dinas LH untuk pengelolaan sampah," ujarnya.

Kemenpan, kata Komaruddin siap memfasilitasi penyusunan cascading daerah agar perencanaan bisa berjalan dengan benar dan diaplikasikan. (Tim)
Tuan Rumah Porprov Sumbar, Padangpariaman Kebut Rampungkan Venue
Ketua KONI Padangpariaman Aprinaldi, M.Pd
Pariaman ----- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Padangpariaman gelar rapat koordinasi kesiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Proprov) ke XV tahun 2018 di Kantor KONI Padangpariaman di Pariaman, Sabtu (11/8).
          
Ketua KONI Kabupaten Padangpariaman, Aprinaldi mengatakan, rapat tersebut untuk mengecek kesiapan masing-masing pengurus cabang olahraga Padangpariaman dalam menyelenggarakan Porprov. Pengecekan juga untuk melihat sejauhmana kesiapan atlit kontingen tuan rumah Padangpariaman.
         
Dari sisi penyelenggaraan, KONI Padangpariaman dan PB Porprov Sumatera Barat telah memastikan kesiapan 29 venue dari 35 cabang olahraga yang akan diperlombakan pada Porprov ke XV ini. Sedangkan 5 venue lainnya yakni, cabang olahraga sepak takraw, tenis meja, kriket, panjat tebing, sepatu roda, bola voli. Sedangkan satu venue lainnya sedang dilakukan renovasi.
        
"Yang sudah siap ada 29 venue, ada venue milik Padangpariaman dan beberapa ada yang kita sewa. Sedangkan 6 venue baru sedang dikebut pengerjaannya oleh pihak ketiga," terangnya.
         
Aprilnaldi memastikan jika pihaknya akan mengirimkan atlit mengikuti seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan. Sebagai persiapan, masing-masing pengcab olahraga telah memulai melakukan seleksi atau pembentukan atlit dan pemusatan latihan.
       
"Atlit sudah kita persiapkan. Ada yang sedang seleksi ada juga yang telah mengikuti pemusatan latihan dan ada pula yang sedang ikut Asian Games," ulasnya.
       
KONI Padangpariaman menargetkan menjadi juara umum pada gelaran Porprov yang dimulai pada November 2018 mendatang. Target ini, sesuai dengan target yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Padangpariaman.
        
"Target kita ada dua, sukses penyelenggaraan dengan pelaksanaan Porprov sukses. Sedangkan sukses hasil, Padangpariaman bisa menjadi juara umum perolehan medali terbanyak," pungkasnya. (Nanda)
Inovatif Layani Publik, Kemenpan RB Nilai Tiga SOPD Padangpariaman
DPMPTP Kabupaten Padangpariaman bersiap mengikuti penilaian Pelayanan Publik Kemenpan dan RB
Pariaman ----- Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Kabupaten Padangpariaman bersiap mengikuti penilaian Pelayanan Publik yang dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI.

Penilaian ini adalah yang keempat yang diikuti DPMPTP sejak awal 2018. Sebelumnya DPMPTP juga telah ikuti lomba penilaian Pelayanan Publik dari Ombudsman Provinsi Sumatera Barat, BKPM RI dan Pemprov Sumbar.

"Ini penilaian pelayanan publik yang keempat sejak bulan Januari awal tahun ini. Insya Allah kita sudah lakukan perisiapan yang difasilitasi Bapak Sekda melalui Bagian Organisasi," kata Hendra Aswara di Pariaman, Kamis (9/8).

Jadwal penilaian dilaksanakan dari tanggal 13 hingga 16 Agustus 2018. Ada tiga OPD yang menjadi objek penilaian oleh Kemenpan dan RB yaitu DPMPTP, Disdukcapil dan RSUD Parit Malintang.

Ada enam aspek penilaian dan bobot nilainya yaitu Kebijakan Pelayanan 30%, Profesionalisme SDM 18%, Sarana Prasarana 15%, Sistim Informasi 15%, Komsultasi dan Pengaduan 15% dan Inovasi 7%.

Saat ini, kata Hendra, ketiga OPD tersebut kompak saling berbagi informasi dan saling memberi masukan. Tujuannya agar mendapat nilai tertinggi sehingga meraih prestasi yang membanggakan nama Kabupaten PadangPariaman.

Bupati Padangpariaman Ali Mukhni menargetkan OPD yang mengikuti lomba raih nilai tetinggi atau nilai 'A' dari Kemenpan dan RB.

"Kita optimis karena ketiganya ini adalah OPD yang terbaik. Sudah banyak lakukan inovasi untuk memudahkan dan medekatkan pelayanan berbasis teknologi informasi. Apalagi pada Disdukcapil yang setiap tahun raih penghargaan tingkat provinsi," kata peraih Satya Lencana Pembangunan itu.

Dikatakannya bahwa paradigma pelayanan sudah berubah. Tidak ada lagi istilah jika bisa diperlambat untuk apa dipercepat. Artinya, mindset pelayanan harus berubah juga, aparatur melayani masyarakat sepenuh hati tanpa imbalan apapun.

"Di Padangpariaman, kita telah sepakat tidak ada istilah pejabat, yang ada pelayan masyarakat," kata dia.

Bagi OPD yang berprestasi, kata Ali Mukhni, diberikan reward seperti sertifikat penghargaan yang diserahkan setiap tanggal 17 agustus dan diprioritaskan dalam penganggaran. (Tim)
Investor Korea Selatan Apresiasi Layanan Ajep Padangpariaman
Petugas Ajep mendatangi rumah Echo Vano (28), pimpinan CV. Al Fatih serahkan SIUP dan TDP di Ulakan, Rabu (8/8)
Padangpariaman ----- Kemudahan berusaha di Kabupaten Padangpariaman sangat dirasakan masyarakat. Pelayanan perizinan yang mudah, cepat dan tanpa pungutan yang didambakan, telah dinikmati oleh pelaku usaha di wilayah Padangpariaman. Terlebih lagi, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) juga menawarkan antar jemput perizinan dalam proses izin usaha.

Inovasi yang diberi nama AJEP, itu diluncurkan oleh Bupati Padangpariaman Ali Mukhni sejak awal tahun ini telah banyak dimanfaatkan masyarakat.

Echo Vano (28), pimpinan CV. Al Fatih, mengaku mengurus permohonan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) ke DPMPTP. Ketika itu, ia berkata, petugas Front Office menawarkan berkas perizinan dikirim lewat paket pos atau AJEP. Langsung saja pilihannya menggunakan Ajep karena pekerjaan yang tidak bisa dia tinggalkan.

“Saya sudah tahu AJEP dari media. Makanya saya pilih (Ajep), sekaligus ingin melihat langsung petugas yang datang. Alhamdulillah, biar rumah saya jauh dan cuaca hujan, tapi petugas tetap datang. Terima kasih Pak Bupati dan jajarannya,” kata Echo yang beralamat di Jalan Syekh Burhanuddin Nomor 10 Nagari Tapakis, Kecamatan Ulakan Tapakis, Rabu (8/8).

Hal yang sama, juga dirasakan Edriadi (42). Warga Korong Duku, Batang Anai itu mengatakan layanan Ajep merupakan layanan yang menjawab keinginan masyarakat dalam pengurusan perizinan. Izin dijemput kemudian diproses dan diantar kembali ke rumah apabila sudah selesai.

“Ini luar biasa. Kami masyarakat dilayani dari awal hingga tuntas. Petugasnya ramah, layanan cepat dan tanpa dipungut biaya,” kata Edi.

Petugas Ajep dipimpin oleh Kasi Pembinaan dan Advokasi Nurtini mengatakan antusias masyarakat menggunakan layanan Ajep karena ada beberapa keuntungan. Di antaranya menghemat waktu, tanpa biaya dan bisa beraktifitas seperti biasa.

“Sesuai perintah pak Kadis, tim ajep turun ke kec. 2x11 Kayu Tanam, Enam Lingkung, Lubuk Alung dan Ulakan Tapakis hari ini. Kita bisa lihat betapa masyarakat merindukan program yang pro rakyat yang memudahkannya,” kata Nurtini.

Kepala Dinas PMPTP Hendra Aswara mengatakan, layanan Ajep sudah dikenal hingga ke pelosok nagari. Ada dua tujuan utama yang diperoleh yaitu mendukung progran pemerintah untuk pengentasan kemiskinan dan untuk peningkatan PAD khususmya retribusi IMB.

“Kita ingin masyarakat tak perlu susah datang ke kantor kami. Cukup petugas kami yang datang jemput dan antar kembali ke rumah masyarakat," kata jebolan STPDN angkatan XI.

Terpisah, Bupati Ali Mukhni mengatakan inovasi diapresiasi investor dalam dan luar negeri. Baru-baru ini, kata Ali Mukhni, investor asal Korea Selatan yang datang ke Padangpariaman juga dijelaskan mengenai Ajep.

"Investor dari Korsel kaget adanya program Ajep. Di negaranya tidak ada seperti itu," kata dia.

Orang nomor satu di Padangpariaman itu juga mendorong DPMPTP membuat kebijakan pelayanan berinvestasi. Artinya, semakin banyak inventasi maka kesejahteraan meningkat, lapangan pekerjaan terbuka dan menumbukan ekonomi kreatif.

"Tahun ini kita targetkan investasi Rp200 miliar, semoga terealisasi dengan adanya dukungan seluruh pihak," kata bupati yang dikenal jago lobi itu. (Tim)

Kereta Sibinuang Tabrak Mobil di Perlintasan Sebidang Jambak
Foto/ilustrasi/internet
Pariaman ----- Kereta Api Sibiuang tabrak minibus di perlintasan sebidang tanpa portal di Simpang Jambak Lubuk Alung, Padangpariaman, Rabu (8/8).

Kecelakaan terjadi saat mobil minibus jenis Toyota Ávanza warna hitam nomor polisi BA 1541 BT yang dikemudikan Supra Yoga menyeberang sekitar 09.50 Wib. Di saat bersamaan kereta api Sibinuang melintas dari arah Padang menuju Pariaman.

Menurut salah seorang saksi, Jon Efendi, ia telah meneriaki supir minibus jika ada kereta yang melintas. Namun supir tetap melajukan kendaraannya hingga posisi bagian belakang mobil minibus melewati rel.

"Saat melintas mesin minibus mati. Bersamaan itu, tiba kereta api dari arah Padang menuju Pariaman. Kecelakaan tidak dapat dihindari. Miinibus terseret sekitar 5 meter," kata dia. 

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu. Namun dua penumpang minibus yakni, Kurnia Fadilla, 25 tahun, warga Sungai Antuan, Kabupaten Lima Puluh Kota dan Nurdaleli, 49 tahun, warga Sungai Antuan, Kabupaten Lima Puluh Kota, mengalami luka ringan. Kedua korban kini telah mendapatkan perawatan dari tim medis Puskesmas Lubuk Alung.

Kapolres Padangpariaman, AKBP Rizki Nugroho mengatakan, kendaraan minibus yang terlibat kecelakaan telah diamankan. Kini, pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap supir, saksi dan masinis kereta api.   

"Kendaraanya sudah kita amankan, pihak terkait sudah kita periksa," ujarnya.   

Kecelakaan kereta api di wilayah Padangpariaman masih sering terjadi. Banyaknya perlintasan sebidang tanpa dilengkapi portal dan petugas pada jalur, tentu membahayakan.

"Pihak KAI bisa menempatkan petugas mengatur perlintasan sebidang, ini rawan sekali," kata salah seorang warga setempat, Febrian Mirdani. (Nanda)