Percepat Pembangunan, Padangpariaman Hajat Bursa Inovasi Nagari
Salah satu bentuk pelayanan Pemkab Padangpariaman kerjasama dengan PT Pos untuk dokumen kependudukan. Foto/istimewa
Pariaman --- Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Padangpariaman gelar bursa inovasi Nagari Kabupaten Padangpariaman, Rabu (13/12) di Hall Saiyo Sakato Pariaman.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat DPMD Padangpariaman Syafrizal mengatakan, bursa inovasi merupakan wujud dari percepatan pembangunan nasional sesuai dengan visi dan misi Presiden RI Joko Widodo dalam nawacita ke tiga, yaitu membangun dari pinggir, dari desa, dari nagari dan visi misi dari Bupati Padangpariaman Ali Mukhni untuk menciptakan nagari yang mandiri dan sejahtera. Pembangunan saat ini telah diotonomikan kepada desa melalui dana desa.

Ia mengatakan, bursa inovasi adalah upaya untuk memberikan masukan dan inovasi dari Pemerintah daerah melalui DMPD agar Pemnag dan masyarakat memanfaatkan dana desa secara optimal meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

"Adapun inovasi yang dikembangkan tidak hanya dari daerah masing-masing, namun walinagari bersama mitra pemerintahananya, LPM melihat inovasi daerah lain yang cocok dikembangkan di wilayah kabupaten Padangpariaman dan nagari masing-masing," ujarnya.

Ia mengatakan, bursa inovasi menampilkan bidang kewirausahaan dengan mendorong tumbuhnya wirausaha di masing-masing nagari.

Inovasi lainnya adalah pengembangan SDM. Hal ini dapat dilakukan dengan pemberian pembekalan kepada masyarakat untuk meningkatkan skil personal ataupun kelompok. Kabupaten Padangpariaman memiliki potensi wisata, hal ini bisa dilakukan inovasi pengembangan SDM dengan meningkatkan skil masyarakat seperti pemandu wisata, dll untuk menunjang wisata menggunakan dana desa.

"Satu lagi adalah pembangunan infrastruktur. Bursa inovasi ini dilakukan agar pembangunan fisik desa lebih terarah sesuai dengan ketentuan yang mengatur penggunaan dana desa dan kebutuhan lokal masyarakatnya, sehingga pembangunan yang dilakukan dapat menunjang perekonomian desa itu sendiri," ulasnya.

Ia menyebut, seluruh SOPD harus melakukan pendampingan terhadap inovasi desa sesuai dengan program masing-masing nagari. Seperti halnya di bidang pertanian, OPD terkait dapat mendampingi masing-masing nagari meningkatkan perekonomian bidang pertanian.

Asisten I Bidang Pemerintahan Padangpariaman Iddarusalam mengatakan, salah satu trik pembangunan adalah melakukan inovasi. Jika nagari mampu berinovasi dengan mengembangkan potensi diyakini nagari di kabupaten Padangpariaman bisa lepas dari keterpurukan dan keterbatasannya.

Ia mempersilahkan pemerintah nagari meniru daerah atau nagari lain yang memiliki program pembangunan yang berhasil namun tetap sesuai dengan kebutuhan dan kesesuaian dengan wilayah nagari masing-masing.

"Pemkab Padangpariaman memungkinkan melakukan studi komparatif pemnag dan pihak terkait ke pemnag atau desa di Indonesia yang memiliki inovasi pembangunan melalui dana desanya," pungkasnya. (Nanda)
Padangpariaman Tingkatkan Nilai Ekonomis Hasil Tani Lewat Teknologi
Kadis PMPTP Hendra Aswara memberikan sosialisasi pemanfaatan teknologi dalam pengolahan pangan lokal di Pasar Kasang, Batang Anai, Jumat (8/12)
Batanganaai --- Pengolahan produk pangan lokal dari bahan baku menjadi bahan jadi memerlukan rekayasa teknologi yang modern. Diketahui banyak sekali hasil pangan lokal masyarakat yang belum diolah maksimal karena masih menggunakan cara konvensional.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Kabupaten Padangpariaman Hendra Aswara mengatakan bahwa butuh teknologi tepat guna untuk mengolah produk lokal unggulan. Seperti ubi kayu, jagung, pepaya memiliki peluang pasar yang menjanjikan apabila diolah menjadi produk layak konsumsi masyarakat.

"Misal pepaya menjadi saus, ubi menjadi mie dan jagung untuk pakan ternak. Semua butuh sentuhan teknologi," kata dia pada acara sosialisasi prototipe teknologi tepat guna di Pasar Kasang, Batang Anai, Jumat (8/12). Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumbar

Hendra mengatakan penggunaan produk ubi kayu untuk pembuatan mie, akan sangat membantu pemerintah dalam mengurangi komoditi impor gandum. Apalagi harga gandum dunia sedang melonjak tinggi yang juga akan mempengaruhi daya beli masyarakat.

"Kita optimis ubi jadi bahan baku pembuatan mie lebih diminati masyarakat. Harga terjangkau dan juga lebih sehat. Petani pun menikmati," ujar mantan Kabag Humas Itu.

Pada kesempatan itu diperagakan sebuah mesin pencetak mie tanpa gandum yang diproduksi oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Adapun produksi dalam satu jam sebanyak 30 kg. Sementara harga satu unit mesin pencetak mie itu seharga Rp60 juta.

Ia berharap nanti nantinya dapat dianggarakan pada APBD atau melalui dana pokok pikiran anggota DPRD. "Kita coba untuk anggarkan untuk kelompok IKM. Insya Allah didukung oleh Bapak Bupati dan DPRD," kata Alumni STPDN Angkatan XI itu. (HA)
Perizinan Pessel Kaget Lihat Kantor Layanan DPMPTP Padangpariaman Mirip Hotel
Kadis PMPTP Hendra Aswara berbagi informasi terkait perizinan online dengan DPMPTSP Pessel di Ruang Pelayanan di Pariaman, Kamis (7/12).
Pariaman --- Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Kabupaten Padangpariaman dengan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pesisir Selatan berbagi informasi terkait pelayanan perizinan.

Sekretaris DPMPSTP Pessel Darmadi mengaku datang ke Padangpariaman untuk melihat langsung pelayanan perizinan dan inovasi yang telah dilakukan. Ia pun merasa nyaman berada di ruang pelayanan yang disain seperti di hotel.

"Wah, ruang pelayanan seperti di hotel," kesan pertama Sekretaris DPMPTSP Pessel sewaktu melihat kantor DPMPTP Padangpariaman di Pariaman, Kamis (7/12)

Adapun maksud kedatangannya, kata Darmadi, untuk sharing informasi terhadap pelayanan perizinan dan non perizinan yang telah diterapkan secara online. Kemudian mengenai koordinasi dengan OPD teknis dalam pemberian rekomendasi izin.

Darmadi mengatakan bahwa pelayanan di Padangpariaman sudah lebih baik dengan memakai aplikasi perizinan elektronik. Sementara Pessel juga telah mengoperasionalkan aplikasi SiCantik dari Kominfo.

"Kita lihat di media, di sini banyak inovasi dan telah melaksanakan seluruh rekomendasi KPK. Apalagi pak Kadisnya masih muda dan menguasai teknologi informasi," ujarnya.

Kadis PMPTP Hendra Aswara mengatakan bahwa seluruh administrasi perizinan dilakukan secara online yang diberi nama SIMPEL atau Sistem Perizinan Elektronik.

Terdapat 122 perizinan dan 6 non perizinan yang dilayani oleh petugas front office. Setelah entry data, berkas dilanjutkan kepada Kepala Bidang Perizinan secara online. Jika telah diverifikasi oleh Kepala Dinas maka sertifikat izin sudah bisa dicetak oleh Back Office.

"Setiap sertifikat yang dicetak terdapat barcode, untuk menjamin keaslian dokumen," ujar Magister Manajemen itu.

Untuk menampung masukan masyarakat, tambah Hendra, dinasnya sudah memiliki layanan pengaduan masyarakat secara online melalui website, medsos, SMS, Whatsapp, email dan lainnya.

"Setiap pengaduan kita tindak lanjuti hingga tuntas karena juga terkoneksi langsung oleh inspektorat," kata Kadis termuda di Padangpariaman ini.

Begitu pula dengan keterbukaan informasi publik, DPMPTP telah memiliki website http://perizinan. padangpariamankab.go.id yang di dalamnya terdapat data, persyaratan dan informasi yang sewaktu-waktu dapat diunduholeh masyarakat.

Dikatakannya bahwa DPMPTP Padangpariaman sudah menjalankan seluruh program yang diperintahkan oleh KPK RI terhadap pelayanan perizinan. (Tim)
Padangpariaman Anggarkan Rp350 M Untuk Infrastruktur 2018
Bupati Ali Mukhni sedang diskusi di halaman kantor bupati di IKK Paritmalintang beberapa waktu lalu. Foto/istimewa
Paritmalintang --- Bupati Padangpariaman Ali Mukhni mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bersinergi dalam menjalankan program. Berkolaborasi antar program dan kegiatan, kata Ali Mukhni, tentunya akan lebih menyenangkan dan tujuan bisa tercapai dengan cepat dan tepat.

"Ayo berkolaborasi, bukan berkompetisi. Hilangkan ego sektoral, mari saling menguatkan," ujar Ali Mukhni, Senin (4/12).

Ia menilai kinerja sebagian OPD sudah baik dan juga masih ada yang belum maksimal. Namun imbuh dia, masih ada waktu untuk memperbaiki kinerja dan membuat inovasi yang lebih baik lagi oleh masing-masing OPD.

Orang nomor satu di Padangpariaman itu juga apresiasi kepada OPD yang telah berbuat dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Tanpa disuruh dan tanpa dipaksa namun mampu berinovasi memanfaatkan teknologi.

"Menyangkut pelayanan publik, kita sudah lebih baik. Contohnya disdukcapil, perizinan, kesehatan, infrastruktur jalan dan jembatan sudah diapresiasi masyarakat," ujarnya.

Sekaitan pembahasan RAPBD tahun 2018, Bupati Ali Mukhni tetap memprioritaskan dana infrastruktur. Bahkan porsi anggarannya meningkat dari tahun sebelumnnya. Adapun usulannya sebesar Rp350 miliar yang saat ini masih sedang dalam pembahasan.

"Peningkatan jalan dan jembatan masih menjadi prioritas. Begitu juga pembangunan masjid raya kita usul 20 miliar lagi," ujar peraih Satya Lencana Pembangunan ini. (HA)
Disdukcapil dan DPMPTP Padangpariaman Akan Luncurkan "Pedang Saber" Versi 3
Kadisdukcapil M. Fadhly didampingi Sekretaris Martoni saat berkunjung dan bersikaturahmi ke DPMPTP di Pariaman, baru-baru ini. Foto/istimewa
Pariaman --- Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil akan berkolaborasi dengan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Padangpariaman dalam program "Pedang Saber" versi tiga. Program ini akan diluncurkan pada awal tahun depan/2018.

"Alhamdulillah, Pedang Saber versi 3 kita akan dilengkapi mobil keliling yang sudah dianggarkan pada APBD 2018. Begitu kepedulian Bapak Bupati dan DPRD," kata Kadisdukcapil M Fadhly dan Kepala Dinas DPMPTP Hendra Aswara di Pariaman, Senin (4/12).

Program ini, ujar Fadhly, sudah lama direncanakan namun baru terealisasi pada tahun 2018. Tujuannya untuk mendekatkan pelayanan serta memudahkan masyarakat. Saat mengurus dokumen kependudukan, masyarakat juga bisa langsung mengurus terkait perizinan.

"Kita punya motto membahagiakan masyarakat, saatnya rakyat menikmati," kata Jebolan STPDN angkatan VI itu.

Sementara itu Kadis PMPTP Hendra Aswara menbenarkan bahwa keikutsertaanya pada program Pedang Saber versi 3 yang digagas oleh Disdukcapil. Setelah membenahi sistim aplikasi dan mempercantik ruang layanan, maka DPMPTP untuk tahun depan akan turun ke lapangan.

"Atas arahan Bapak Bupati, agar Disdukcapil dan DPMPTP untuk berkolaborasi dalam pelayanan. Tidak tertutup kemungkinan juga jika ada OPD yang lain yang ingin bergabung," kata Alumni STPDN Angkatan XI itu.

Sementara Neti, warga Aur Malintang, mengatakan program Pedang Saber sangat ditunggu-tunggu masyarakat. Ia senang sekali adanya pelayanan langsung jadi di tempat yang dilakukan Disdukcapil. Bahkan melayani masyarakat hingga pelosok nagari di perbatasan Kabupaten Agam.

"Saya lihat petugas melayani hingga larut malam. Artinya motto saatnya rakyat menikmati sudah sangat tepat sekali," ujar ibu rumah tangga itu. (HA)
Leonardy Hadiri Dialog Kerukunan Umat Beragama oleh MDI Padangpariaman
Dialog kerukunan umat beraga Padangpariaman berlangsung sukses, dihadiri oleh tokoh nasional dari Sumbar Leonardy Harmainy, Wabup Suhatri Bur dan Kakankesbangpol Yusmanda serta Rahmat. Foto/Nanda
Lubukalung --- Majelis Dakwah Indonesia (MDI) Kabupate Padangpariaman menggelar dialog kerukukan umat beragama untuk keutuhan negeri di Ponpes Bustanul Yaqin, Punggung Kasiak, Lubuk Alung, Padangpariaman, Sabtu (2/12) siang.

Sejumlah tokoh Sumatera Barat seperti anggota DPD RI Utusan Sumatera Barat, Leonardy Harmainy hingga Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur menghadiri kegiatan tersebut.

Ketua MDI Padangpariaman Rahmat mengatakan, ruh dari kegiatan itu adalah kerinduan untuk silaturahmi antar anak bangsa Indonesia, khususnya di kabupaten Padangpariaman. Silaturahmi yang lancar dan berjalan antar umat beragama merupakan modal bagi kerukunan antar umat beragama.

"Dialog yang dilaksanakan untuk menyamakan persepsi atau konsep kerukunan dan keberagaman, sehingga dengan kesamaan persepsi akan terbentuk kerukunan antar umat beragama di kabupaten Padangpariaman," katanya.

Menurut Rahmat, sejauh ini kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Padangpariaman sangat kondusif. Namun hal ini perlu dipelihara agar toleransi dan kerukunan antar umat beragama terus tercipta.

Melalui momentum peringatan maulid nabi Muhammad SAW tahun 2017, ia juga mengajak umat Islam menauladani sikap kerukunan antar ummat beragama yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

"Bagi tokoh umat beragama lain diajak mengedepankan kepentingan bersama dan menghapuskan eksklusifitas kelompok," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur mengatakan, Pemkab Padangpariaman mendukung penuh kegiatan untuk menjaga kerukunan antar umat beragama di kabupaten Padangpariaman.

"Kondusifitas Padangpariaman yang memiliki keberagamaan ini terwujud berkat kerjasama seluruh pihak," sebutnya.

Anggota DPD RI Utusan Sumatera Barat Leonardy Harmainy Dt Bandaro Basa, menyebut, kerukunan antar umat beragama dapat dimulai dari internal keluarga. Penguatan toleransi dimulai sedini mungkin dari keluarga.

"Ditanamkan dari keluarga dulu, baru ditetapkan diluar," katanya.

Secara konkrit, Kakan Kesbangpol Kota Pariaman Yusmanda menyebut jika Pemda Padangpariaman telah membentuk forum pembauran kabupaten Padangpariaman.

"Pembentukan forum tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya intoleransi antar SARA di kabupaten Padangpariaman," sebutnya.

Kedepan, kata dia, Kantor Kesbangpol Kabupaten Padangpariaman akan melaksanakan kegiatan yang dikemas dengan melibatkan seluruh kelompok agama, suku dan ormas di Kabupaten Padangpariaman.

"Dengan adanya wadah forum tersebut, diharapkan tercipta pembauran elemen masyarakat dan menghindari terjadinya intoleransi di kabupaten Padangpariaman," harapnya.

Dialog kerukunan antar umat beragama tersebut juga dihadiri oleh perwakilan ormas dan perwakilan nagari di Padangpariaman. (Nanda)
Ali Mukhni Pimpin Siaga Bencana Padangpariaman Hadapi Siklus Dahlia
Bupati Ali Mukhni meninjau dampak siklus tropis dahlia di beberapa titik lokasi di wilayah Padangpariaman, Sabtu (2/12)
Padangpariaman --- Menghadapi cuaca ekskrim akibat dampak siklus tropis dahlia, Bupati Padangpariaman Ali Mukhni mengimbau semua aparatur pemerintah dan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) harus siaga bencana banjir, banjir bandang, abrasi, banjir rob, tanah longsor, dan angin puting beliung. Situasi ini menurutnya terjadi hingga Februari 2018 mendatang.

Orang nomor satu di Padangpariaman itu menuturkan, dalam rangka kesiapsiagaan penanggulangan bencana, perlu dilakukan upaya-upaya pelaksanaan kesiapsiagaan terkait dengan situasi musim penghujan.

“Kita apresiasi BPBD, PUPR bergerak cepat atasi bencana. Alat berat juga disiagakan apabila terjadi longsor," ujar Bupati Ali Mukhni ketika meninjau di beberapa lokasi yang terkena musibah, Sabtu (2/12).

Bagi masyarakat yang bertempat tinggal di daerah rawan longsor seperti di pinggir tebing atau bukit, tambah Ali Mukhni, agar segera evakuasi diri ke tempat yang aman apabila hujan lebat dalam durasi yang lama.

"Kalau hujan lebat dalam waktu lama, sebaiknya memilih nginap di tempat yang aman," ujar peraih penghargaan terbaik dalam Manajemen Bencana itu.

Peringatan dini juga disampaikan ke para camat agar selalu memonitor wilayahnya selama 1x24 jam.

"Laporkan kejadian dan berkoordinasi dengan stakeholders terkait lainnya," pungkasnya.

Hingga saat ini, jelas Ali Mukhni, telah terjadi musibah di antaranya longsor di kecamatan Sungai Limau dan 2x11 Kayu Tanam, abrasi di Ulakan.

"Namun tidak menimbulkan korban jiwa," ungkapnya. (HA)
Mulai 2018 Padangpariaman Terapkan e-Planning dan e-Budgeting Terintegrasi
Bupati Ali Mukhni didampingi Sekda Jonpriadi tegaskan akan terapkan e-planning dan e-budgeting pada tahun 2018 di ruang kerjanya, Parit Malintang, Kamis (30/11).
Paritmalintang --- Pemerintah Kabupaten Padangpariaman dipastikan akan menerapkan e-planning dan e- budgeting yang terintegrasi di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada tahun 2018 mendatang. Hal itu dilakukan untuk efisiensi dan penghematan anggaran daerah.

Bupati Padangpariaman Ali Mukhni mengatakan, penerapan e-planning dan e-budgeting merupakan amanat dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam setahun terakhir, kata Ali Mukhni, KPK sudah mendampingi penerapan e-planning dan e-budgeting di Provinsi Sumbar, termasuk Padangpariaman.

“E-planning dan e-budgeting bakal diterapkan pada 2018 mendatang. Kita sudah siapkan perangkat, aturan dan melatih SDMnya,” ujar Bupati didampingi Sekda Jon Priadi di ruang kerjanya, Parit Malintang, Kamis (30/11).

Orang nomor satu di Padangpariaman itu optomis bahwa selain efisiensi anggaran, penerapan e-budgeting mampu mengoptimalkan kinerja birokrasi pemerintahan.

“Saat ini, daerah berpacu menerapkan e-budgeting hingga tingkat desa dan mendapat apresiasi dari pemerintah pusat,” ungkapnya.

Sementara itu, Indra, seorang warga sungai geringging, mengapresiasi langkah Pemkab yang akan menerapkan e-budgeting pada 2018. Di era teknologi informasi, masyarakat harus proaktif mengawasi berbagai program kegiatan yang dibiayai APBD.

Menurutnya, penerapan e-budgeting bisa menopang jalannya roda pemerintahan dari sisi pengelolaan keuangan daerah.

“Kita dukung Pak Ali Mukhni dalam penerapan e-budgeting, sebagai bukti dalam transparansi anggaran," ujar Indra. (HA)
Saat Ali Mukhni Ditodong Swafoto oleh Penjaga dan Tamu Minimarket
Bupati Ali Mukhni bersama karyawan dan warga usai berbelanja di salah satu minimarket di Pauh Kambar, Kamis (30).

Pauhkambar --- Dengan motto menjadi pelayan masyarakat menjadikan Bupati Padangpariaman Ali Mukhni sebagai kepala daerah yang dekat dengan warganya. Bupati yang menjabat periode kedua itu memang terkenal rendah hati dan tanpa protokoler.

Kamis sore (30/11), karyawan salah satu swalayan di wilayah Pauh Kambar, kaget dengan kedatangan orang nomor satu di Padangpariaman yang turun langsung untuk membeli air mineral tanpa kawalan ajudan.

"Terima kasih ya," kata Bupati Ali Mukhni usai berbelanja yang disambut antusias oleh segenap karyawan.

Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh karyawan dan warga setempat. Permintaan berfoto pun suatu hal yang menjadi keharusan.

"Pak, kami mau foto dengan Pak Bupati," ujar salah seorang karyawan dengan gembira.

Rini (24), warga pauh kambar, mengatakan Bupati Ali Mukhni telah berhasil memajukan nagarinya. Terutama bidang infrastruktur jalan.

"Lihatlah sekarang jalan Pauh Kambar - Pakandangan sudah lebar. Mobil tak perlu ngerem lagi jika berselisih. Katanya tahun depan dilanjutkan lagi dari Pakandangan ke Simpang Parit Malintang," ungkapnya.

Lain lagi dengan Wir (32), ia menilai mantan Wakil Bupati yang mendampingi Muslim Kasim pada periode 2005-2010 itu, berhasil dan komit melanjutkan kegiatan yang telah diprogramkan.

"Kalau Almarhum Bapak Muslim Kasim masih hidup, tentu ia juga bangga. Bahwa mantan Wakil Bupati  melanjutkan program-programnya," ujar Wir yang berprofesi sebagai pedagang itu. (HA)
Jurus DPMPTP Padangpariaman Lenyapkan Pungli dalam Proses Perizinan
Kadis PMPTP Hendra Aswara melayani masyarakat secara langsung di Ruang Pelayanan Perizinan, Pariaman, Rabu (29/11).
Pariaman --- Kabupaten Padangpariaman banyak dilirik oleh investor karena perizinan yang cepat, mudah dan transparan. Apalagi seluruh perizinan telah ditangani oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian dengan rincian 122 perizinan dan 6 non perizinan.

"Seluruh izin gratis, kecuali IMB karena ada perdanya," kata kepala dinas PMPTP Hendra Aswara saat ditemui di ruang layanan perizinan, Pariaman, Rabu (29/11).

Hendra menerangkan pada formulir perizinan juga telah distempel gratis atau tanpa dipungut biaya.

"Jadi si pemohon tahu dan tidak dimanftaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab," sebutnya.

Begitu pula dengan keaslian sertipikat izin, telah dipasang barcode untuk mengetahui keaslian dokumen izin.

"Kalau tidak ada barcode berarti sertifikatnya palsu atau dipalsukan," lanjut jebolan STPDN angkatan 11 itu.

Pengurusan administrasi perizinan, imbuh Hendra, agar dilakukan sendiri oleh si pemohon. Bisa datang langsung, mendaftar online atau meminta petugas kami yang datang sesuai jadwal yang ditetapkan.

"Dengan izin online, para calo otomatis lenyap di DPMPTP," kata Kadis yang pernah menjabat Kabag Humas itu. (*)
Endarmy Dukung Pembangunan KPT Tarok City
Bupati Ali Mukhni, Wakil Bupati Suhatri Bur dan Ketua DPRD Faisal Arifin dampingi anggota DPRD Sumbar Endarmy meninjau pembangunan KPT Tarok. Foto/ASM
Kayutanam --- Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Endarmy, memastikan akan turut berjuang menyukseskan pembangunan Kawasan Pendidikan Terpadu (KPT) di Korong Tarok, Nagari Kapalo Hilalang, Kecamatan 2 x 11 Kayu Taman.

Menurutnya, gagasan Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni mewujudkan KPT itu sangat cemerlang. Dia bahkan yakin Tarok akan menjadi kunci kesuksesan Ali Mukhni, dan kemajuan Padangpariaman ke depan.

Untuk mengetahui lebih jauh perkembangan pembangunan KPT itu, Endarmy langsung melakukan pemantauan ke Tarok, Sabtu (25/11). Dia didampingi langsung oleh Bupati Ali Mukhni, Wakil Bupati Suhatri Bur, Ketua DPRD Padangpariaman Faisal Arifin, Sekdakab Padangpariaman Jonpriadi, dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintah Kabupaten Padangpariaman.

“Jangankan 100 persen, 80 persen saja pembangunan Tarok terealisasi, saya yakin sudah bisa mengantarkan Bupati Padangpariaman menjadi orang nomor satu (gubernur) di Sumatera Barat periode mendatang,” ujar Endarmy saat melihat pembangunan Tarok yang sedang berlangsung.

Tidak hanya itu, Endarmy juga meyakini keberhasilan pembangunan di Tarok, turut berdampak besar untuk Padangpariaman ke depan. Khusus kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam, dipastikannya akan menjadi kota maju nantinya.

“Bisa saja kesuksesan pembangunan Tarok memperbesar peluang Padangpariaman menjadi pusat Provinsi Sumbar. Terlebih, Padangpariaman wilayahnya luas,” ujar kader Partai Nasional Demokrat (Nasdem) itu.

Endarmy juga memastikan bahwa dirinya akan berjuang penuh menyukseskan pembangunan Tarok. Sebab, amanah yang dipegangnya di DPRD Sumbar, memang untuk memperjuangkan kemajuan Kabupaten Padangpariaman.

“Selaku putra/putri Padangpariaman, sudah seharusnya kita mendukung program pemerintah. Apalagi program pembangunan yang mampu memajukan daerah, seperti di Tarok tersebut,” ujar Anggota DPRD Sumbar dari Dapil 2 (Padang Pariaman dan Kota Pariaman) itu.

Kendati demikian, Endarmy menyarankan agar tidak ada potensi di Nagari Kapalo Hilalang yang ditinggalkan dari pembangunan Tarok itu. Sebab menurutnya, segala potensi dapat menjadi pendorong dan pelengkap kesuksesan pembangunan Tarok.

“Semua akan kita rangkul. Ini kan program bagus. Sangat disayangkan kita selaku putra/putri daerah apabila tidak mendukung,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Ali Mukhni memuji Endarmy, karena terus memberikan perhatian untuk kemajuan Padangpariaman. Untuk itu, Ali Mukhni memastikan kepada Endarmy, bahwa suksesnya pembangunan Tarok turut memajukan Sumbar, terlebih lagi Padangpariaman ke depan.

“Alhamdulillah, kita selalu didukung seluruh lapisan masyarakat untuk memajukan Padangpariaman. Mudah-mudahan dengan sinergitas tujuan kita tercapai dengan baik dan lancar,” ujar Ali Mukhni.

Ali Mukhni meyakini bahwa Tarok akan menjadi jantung Sumbar. Sebab pembangunan Tarok tersebut terhubung dengan jalan dari daerah lain di Sumbar. Di antaranya jalan raya Padang-Bukittinggi, Pariaman-Agam-Pasaman, dan Sicincin-Malalak-Balingka.

“Jadi Tarok ini letaknya di sumbu Sumbar. Seluruh daerah mudah menuju ke sini. Makanya sudah pasti akan menjadi jantung pertumbuhan ekonomi Sumbar nantinya,” ujar Bupati peraih Satya Lencana Pembangunan dari Presiden RI itu.

Ali Mukhni menjelaskan, dampak sektor pariwisata dan usaha rakyat akan sangat terlihat setelah pembangunan Tarok. Sebab Tarok akan terhubung dengan sejumlah kawasan wisata.

“Bayangkan saja, perputaran uang sehari diperkirakan bisa mencapai Rp2 miliar. Ini kan sangat fantastis. Tentunya banyak sektor yang akan berkembang di Padangpariaman. Pastinya, Tarok akan menjadi kota maju,” ujarnya.

Ali Mukhni juga menjelaskan, bahwa seluruh perguruan tinggi yang akan dibangun di Tarok, sudah melakukan peninjauan. Bahkan, beberapa perguruan tinggi sudah optimis memulai pembangunannya tahun 2018 mendatang.

“Terakhir yang meninjau lokasi di Tarok yaitu Rektor Universitas Negeri Padang. Beliau sangat kagum melihat lahan Tarok yang asri. Bahkan beliau menyatakan sudah tidak sabar memulai pembangunan di Tarok,” ujarnya.

Untuk itu, Ali Mukhni terus mengajak putra/putri Padangpariaman di ranah dan rantau, terus mendukung suksesnya pembangunan di Tarok itu. Sehingga generasi Padangpariaman selanjutnya bisa menikmati ke majuan daerahnya.

“Kita selalu bekerja ikhlas untuk kemajuan Padangpariaman. Sebab apabila Padangpariaman semakin maju, sudah tentu banyak peluang kerja bagi generasinya ke depan,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Padangpariaman Faisal Arifin telah mengatakan bahwa setelah melihat perkembangan pembukaan jalan guna pembangunan KPT di Korong Tarok, Nagari Kapalo Hilalang, pihaknya sangat mendukung perjuangan Bupati Padangpariaman dalam mempergunakan tanah milik negara itu.

“Masalah fasilitas seperti jalan memang tanggung jawab kita di Pemkab Padangpariaman. Namun untuk pembangunan jalannya nanti tentu kami menunggu pengajuannya dari  bupati melalui dinas terkait,” kata Faisal yang didampingi Wakil Ketua DPRD Padang Pariaman, Mothia Azis, saat itu. (Andri)
Jembatan Darurat Sintuak Putus Akibat Luapan Sungai
Jembatan putus diterjang luapan sungai memaksa warga memutar ke daerah lain menuju Pasar Pakandangan. Foto/Nanda
Sintuak ---- Warga Nagari Sintuak Kecamatan Sintoga harus memutar jalan akibat hanyutnya jembatan darurat yang menghubungkan Simpang Sintuak-Pasar Sintuak, Sabtu (25/11) malam.

Akibatnya, mobilisasi masyarakat dari Simpang Sintuak ke sejumlah daerah seperti Pasar Sintuak dan Pakandangan terpaksa memutar melalui daerah Palambaian.

Jembatan darurat yang hanya bisa dilewati oleh sepeda motor dan jalan kaki, hanyut akibat meluapnya Sungai Batang Sintuak karena hujan deras.

Jembatan darurat Sintuak dibangun oleh kontraktor, karena dilakukannya perbaikan jembatan yang sebelumnyan rusak oleh luapan sungai.

Kepala BPBD Padangpariaman Amiruddin mengatakan, jembatan darurat Sintuak yang hanyut oleh luapan sungai akan secepatnya dibangun kembali oleh kontraktor.

"Jembatan utama kan sedang dibangun kembali, jadi jembatan darurat menjadi tanggung jawab kontraktor, dalam waktu dekat akan segera dibangun kembali oleh kontraktor," ujarnya.

Menurut Amir, curah hujan yang tinggi bekalangan ini di Padangpariaman, membuat beberapa daerah di Padangpariaman terendam air dan beberapa aliran sungai meluap.

"Curah hujan cukup tinggi, tapi masih belum perlu dilakukan evakuasi pada beberapa daerah," ulasnya.

Untuk memantau beberapa titik daerah yang menjadi langganan banjir, BPBD Padangpariaman terus berkoordinasi dengan kelompok siaga bencana yang ada di tiap-tiap nagari. (Nanda)
[Etape 8] 73 Pembalap TdS Start di Kawasan Anai Resort Padangpariaman
Bupati Padangpariaman Ali Mukhni, wakil bupati Suhatri Bur dan Ketua DPRD Padangpariaman Faisal Arifin, foto bersama dengan pembalap TdS sebelum start di Anai Resort. Foto/Nanda
Anairesort ---- 73 pebalap dari 19 tim peserta Tour de Singkarak ikuti etape ke-8 dengan rute kabupaten Padangpariaman - Agam. Pembalap yang memulai start di Puncak Anai Kawasan Anai Resort Padangpariaman itu, akan memacu sepedanya melewati sejumlah daerah di Padangpariaman dan finish di objek wisata Ambun Pagi Kabupaten Agam.

Meskipun bukan menjadi lokasi grand start, namun pelaksanaan start etape ke-8 di salah satu objek wisata unggulan Padangpariaman itu tidak kalah meriah dengan daerah lain yang menjadi lokasi start pada etape sebelumnya.

Rombongan pebalap dan official akan melintasi sejumlah daerah di Padangpariaman seperti Sicincin, Sungai Sariak, Sungai Limau dan Batang Gasan dan disambut masyarakat di sepanjang jalan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Padangpariaman Ali Mukhni menegaskan bahwa Padangpariaman siap menjadi lokasi Grand Start Tour De Singkarak di tahun 2018 mendatang.

"Kita siap, jika ada daerah lain yang tidak siap, kita bersedia untuk menjadi lokasi Grand Start dan Grand Opening," ujarnya.

Ia mengatakan, pelaksanaan TdS di Padangpariaman berdampak meningkatnya kunjungan wisatawan ke Padangpariaman. Meskipun belum signifikan, namun melalui promosi pada ajang TdS, perlahan kunjungan wisatawan akan terus meningkat.

"Peningkatan tentu ada. Meskipun belum maksimal, namun dalam waktu ke waktu peningkatan terus terlihat," ujarnya.

Ali Mukhni mengaku saat ini fasilitas pariwisata di Padangpariaman belum memadai. Belum adanya akomondasi bagi wisatawan seperti hotel berbintang dan restoran modern, menjadi salah satu faktor yang belum mendukung peningkatan wisatawan.

"Namun di tahun 2018 mendatang, akan berdiri hotel berbintang lima yang siap menerima wisatawan dan peserta TdS. Jika memang Padangpariaman menjadi grand start di tahun esok, peserta  TdS dipastikan sudah menginap di Padangpariaman dengan beroperasinya hotel dikawasan Grand City bandara BIM," ujarnya.

Menurut dia, iven TdS bukan untuk mendatangkan wistawan dalam waktu dekat, namun jangka panjang. Pihaknya memanfaatkan peluang promosi keindahan alam dan serba serbi Padangpariaman melalui media internasional partner TdS.

"Sebetulnya kita menggunakan peluang promosinya. Bisa banyangkan mahalnya biaya promosi internasional. Nah, dengan digelarnya TdS dengan level internasional, kita bisa dapat promosi," pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang komisioner UCI asal Belanda, Martin, mengapresiasi tingginya antusias masyarakat Sumatera Barat menyaksikan gelaran TdS pada etape 8.

Ia mengungkapkan banyak hal yang berkesan selama berada di Padangpariaman. Aneka ragam makan, budaya dan keramahan masyarakat Sumatera Barat membuat ia bersama komisioner UCI lainnya betah berada di Sumatera Barat

"Makanannya enak, orang Padangpariaman baik, nasi gorengnya enak," ungkapnya terbata-bata. (Nanda)
Pencarian Hari Kedua ABG Hanyut di Sungai Batang Anai Tak Membuahkan Hasil
Petugas gabungan masih terus mencari korban hingga hari kedua. Foto/Nanda/istimewa
Batanganai --- Memasuki hari kedua upaya pencarian Rahmad, 16 tahun, warga dilaporkan hanyut di aliran sungai Batang Anai di Korong Talao Mundam, Nagari Ketaping, Kecamatan Batang Anai,  Kamis lalu (23/11) belum membuahkan hasil.

Kepala Bidang KL BPBD Padangpariaman Apet N menjelaskan, pencaharian pada hari kedua, BPBD Padangpariaman bersama Basarnas Padang dan masyarakat juga penyelaman ke dasar sungai, namun belum juga berhasil.

"Selain itu kita juga sisir aliran sungai menggunakan boat dan jaring hingga ke muara juga telah dilakukan," jelas Apet, Jumat (24/11) malam.

Upaya pencaharian Rahmad, kata dia, akan dilanjutkan esok hari, Sabtu (25/11) pagi. Sebelumnya, Rahmad diketahui hilang pukul 12.00 WIB saat mandi disungai. Ia dilihat seorang saksi warga yang saat itu sedang menangkap ikan di aliran sungai Batang Anai sedang mandi-mandi,

"Menurut saksi tersebut, korban Rahmad sempat dilarang mandi di aliran sungai tetapi korban tidak mengindahkan larangannya. Kemudian saksi naik ke atas dan duduk di warung. Pada pada pukul 12.00 saksi hendak melanjutkan menangkap ikan, ia melihat korban tidak ada lagi dan hanya melihat baju korban yang tinggal di pingir aliran sungai di atas batu," jelasnya.

Dalam keterangannya, saksi sempat menanyakan kepada orang tua korban keberadaan Rahmad, dan ternyata korban tidak ada pulang ke rumah. (Nanda)
Siap-siap Dicopot! Ali Mukhni Geram Dikecewakan Para Camat

Ulakan --- Bupati Padangpariaman Ali Mukhni kecewa melihat kerja camat di wilayahnya. Menurutnya, dari 17 camat di Padangpariaman, hanya satu camat yang bekerja. Itu pun kinerjanya belum maksimal. Karena itu, Ali Mukhni memastikan bakal mengevaluasi seluruh camat di Padangpariaman.

“Siap-siap saja besok tidak jadi camat,” ujar Ali Mukhni, di lokasi pembangunan Masjid Raya Padangpariaman di Parit Malintang, Senin lalu (20/11).

Ali Mukhni menyampaikan kekecewaannya itu lantaran mendapat laporan bahwa camat tidak bekerja dengan baik. Mulai dari pelayanan masyarakat, hingga pengawasan dan dukungan terhadap pembangunan. Bahkan dia kerap mendapat kabar camat jarang masuk kantor.

“Contohnya saja di Ulakan Tapakis, Masjid Agung Syekh Burhanuddin sudah kita bangun sebegitu indahnya, tetap dibiarkan banyak bangunan berupa pondok atau lapak dagangan di sana. Sehingga merusak keindahan masjid itu,” ujarnya.

Tidak hanya itu, dirinya merasa geram karena camat tidak merespon ketika di telepon. Padahal, dia menghubungi camat karena menemukan adanya permasalahan di lapangan.

“Kita sudah bekerja keras membangun, tapi mereka tidak mendukung. Makanya saya langsung koordinasi ke nagari, tokoh masyarakat, dan pemuda,” ujarnya.

Ali Mukhni mengatakan, dia menyampaikan teguran di hadapan publik sebagai bukti keseriusannya menginginkan kinerja pemerintahan yang baik. Terlebih, katanya, camat  telah difasilitasi dalam bekerja.

“Terserah bapak camat marah sama saya. Saya tidak menyinggung bapak, tetapi saya sayang kepada warga yang mengidamkan pelayanan maksimal,” ujarnya.

Terpisah, Kabag Organisasi dan Reformasi Birokrasi Padangpariaman, Teguh Widodo menjelaskan tugas camat, yaitu merumuskan, memimpin penyelenggaraan tugas umum pemerintahan. Selain itu, melakukan koordinasi dan kerja sama dengan unit kerja terkait.

“Camat harus memberikan laporan berkala kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah dalam rangka melindungi, melayani, memberdayakan dan mensejahterakan masyarakat.  Sehingga tugas dan fungsi camat berjalan efektif dan efisien,” jelasnya.

Teguh mengatakan, terkait pelayanan camat memang dituntut berinovasi. Tujuannya untuk mencapai hasil kerja yang lebih baik. Sehingga, harapan masyarakat terhadap pelayanan Aparatur Sipil Negara (ASN) terus memuaskan.

“Kalau camat izin tidak masuk kantor, seharusnya dikabarkan ke sekretaris camat dan sekretaris daerah. Jadi ada kejelasan. Itu wajib dilakukan,” katanya.

Menyikapi kekecewaan Bupati Ali Mukhni, salah seorang camat yang tidak bersedia disebutkan namanya sangat memahaminya. Menurutnya, wajar bupati kecewa dan geram karena camat adalah perpanjangan tangan bupati di kecamatan.

"Wilayah kabupaten yang luas ini tidak akan sanggup dilayani sendiri oleh bapak bupati, camatlah yang akan membantunya," tutupnya. (Andri)
Ali Mukhni Tabik Rabo di Masjid Agung Syekh Burhanuddin

Ulakan ---- Mendapat laporan pelataran Masjid Agung Syekh Burhanuddin dijejali lapak pedagang---sehingga membuat kotor dan bau masjid terkenal di Padangpariaman itu---Bupati Ali Mukhni geram.

Usai menghadiri acara ground breaking pembangunan lanjutan Irigasi Anai, Bupati yang getol mengawasi proyek pembangunan itu meluncur ke Ulakan bersama Kepala Kantor Kesbangpol Yusmanda dan Kabag Humas dan Protokol Andri Satria Masri, Senin lalu (20/11)

Di masjid masih ditemukan lapak lapak milik pedagang yang belum dibongkar padahal sehari sebelumnya sudah disuruh bongkar oleh Camat Ulakan Tapakis Al Azhar Adek.
Mendapatkan pemandangan itu, bupati dua periode itu memuntahkan amarahnya dengan meminta lapak lapak tersebut secepatnya dibongkar. Bekas sampah dan ceceran air bekas cucian yang menempel di keramik masjid diminta untuk segera dipel dan dicuci.

"Sungguh sangat menyesakkan dada melihat kondisi ini," kata Ali Mukhni tidak dapat menahan geramnya. "Di mana letak rasa dan pikiran orang yang berjualan dan membiarkan ini terjadi?," tanyanya marah kepada yang ikut meninjau ke masjid.

Bupati peraih Satya Lencana Pembangunan itu menyayangkan kejadian tersebut karena menurutnya, masjid adalah rumah Allah tempat umat beribadah dan berdoa. Menjadi kewajiban umat menjaga kebersihan, kenyamanan dan ketertibannya.

Dia kemudian memerintahkan camat Ulakan Tapakis untuk menertibkan dan menjaga masjid supaya terjaga kebersihan dan ketertibannya agar umat yang beribadah merasa nyaman dan kegiatan ziarah ke makam Syekh Burhanuddin tidak terganggu.

Selanjutnya, Ali Mukhni memeriksa kegiatan renovasi masjid yang sedang berlangsung. Pada bagian toilet dan berwudhu terlihat hampir mendekati toilet hotel. Bupati Ali Mukhni memang sangat antusias dan perhatiannya sangat tinggi pada pembangunan rumah ibadah.
 

Dia terlihat senang dengan hasil yang dilihatnya. Dia pun berpesan kepada pekerja renovasi untuk bekerja dengan baik sesuai dengan aturan yang berlaku. (Andri)
Tingkatkan Pelayanan, Ali Mukhni Imbau ASN Harus Jemput Bola ke Masyarakat
Bupati Ali Mukhni tinjau pembangunan Masjid Raya Parit Malintang, Rabu malam (22/11). Foto/Hendra
Paritmalintang --- Bupati Padangpariaman Ali Mukhni mengimbau seluruh ASN agar lebih banyak turun ke lapangan untuk menjalankan dan mensosialisasikan program-program yang telah direncanakan kepada masyarakat. Keterlibatan masyarakat, kata bupati, sangat penting untuk kelancaran pembangunan.

"Kita ingin birokrat zaman sekarang merubah mindset. Dulu masyarakat datang ke kantor, sekarang kita yang menemui ke rumahnya. Kan bisa ajang silaturahim juga," kata Bupati Ali Mukhni saat tinjau pembangunan Masjid Raya Parit Malintang, Rabu malam (22/11).

Dicontohkan Ali Mukhni tentang jemput bola yang dilakukan Dinas Dukcapil dengan Program Pedang Saber, masyarakat dilayani hingga ke pelosok nagari. Petugas datang merekam data dan langsung dicetak.

"KTP dan KK siap di tempat hari itu juga dan gratis. Hebat kan," ujarnya.

Begitu juga program Layang Padu oleh Camat Enam Lingkung yang berkolaborasi dengan Puskesmas, KUA, Polsek dan Walinagari.

Selanjutnya, Bupati Ali Mukhni berharap ASN bekerja sungguh-sungguh dan bekerja tuntas. Rapat-rapat kedinasan harus efektif, artinya, rapat yang diselenggarakan satu kali hendaknya kerjanya sepuluh kali lipat dari rapat yang diselenggarakan.

"Bukan sebaliknya, kerjanya satu kali tapi rapatnya sepuluh kali sehingga membuang-buang waktu dan anggaran," kata peraih Satya Lencana Pembangunan itu. (HA)
Kemendikbud Janjikan Bantuan 2 Miliar untuk SKB Sungai Limau

Sungailimau --- Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur bersama Kasubdit Kelembagaan dan Kemitraan Direktorat Pembinaan Kesataraan Ditjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud RI Hasan Bisri meresmikan dan serah terimakan Unit Gedung Baru Sanggar Kegiatan Belajar (UGB SKB) Padangpariaman tahun 2017 di Kecamatan Sungai Limau, Rabu (15/11) lalu.

Suhtri Bur di Paritmalintang, Rabu (22/11) mengatakan, UGB PAUD dibangun untuk memberikan kegiatan pembelajaran bagi anak-anak usia dini, berkisar 2 sampai 6 tahun. "Gedungnya sudah kita resmikan. Semoga gedung ini dapat dikelola dengan sebaik-baiknya," ujar Suhatri.

Ditambahkan Suhatri, ada berbagai kebijakan Kemendikbud perihal program PAUD untuk jangka waktu ke depan. "Tentunya peran Bunda PAUD dan sejumlah elemen organisasi yang juga untuk meningkatkan mutu pelayanan PAUD," ungkapnya.

Ia mengungkapkan, pembahasan program sekaligus menjelaskan tantangan yang dihadapi oleh BPKB dan SKB dalam pembinaan program PAUD di wilayah setempat. Termasuk masalah tenaga kependidikan, pamong belajar, serta peran nyata BPKB dan SKB guna mendukung perluasan dan peningatan mutu program-program PAUD.

Ia menjelaskan, sebelum melatih para peserta, pihaknya terlebih dahulu mengadakan peninjauan ke lapangan. Selain itu, juga diadakan sosialisasi bagi yang mau ikut pelatihan, seperti pelatihan menjahit.

Sementara, Hasan Bisri dalam sambutannya pada hari itu meminta Pemkab Padangpariaman untuk memperhatikan pendidikan informal. "Kami akan memperhatikan terus SKB karena selama ini SKB seperti dianaktirikan dari pendidikan lainnya," sebutnya.

Hasan Bisri mengapresiasi Pemkab Padangpariaman yang merespon cepat alih fungsi SKB menjadi Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF).

"Saat ini di Indonesia tercatat 409 SKB, 288 telah menjadi SPNF. Jika sampai Februari 2018 tidak dijadikan SPNF maka selanjutnya dilarang beraktifitas," ingatnya.

Hasan Bisri juga menjanjikan kepada Padangpariaman, jika tersedia lahan yang memadai, maka pihaknya akan membantu anggaran pembangunan sampai Rp2 miliar. (Tim)
Kecamatan Enam Lingkung Terima Anugerah PAUD Tingkat Nasional Tahun 2017

Tangerang --- Kecamatan Enam Lingkung harumkan nama Kabupaten Padangpariaman sekaligus provinsi Sumbar dengan menerima anugerah PAUD tingkat nasional tahun 2017.

Penyerahan anugerah PAUD tersebut dilakukan langsung oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo kepada pihak-pihak yang berperan bagi peningkatan akses dan layanan pendidikan usia dini (PAUD) di Indonesia, bertempat di Allium Hotel Kota Tanggerang, Provinsi Banten (20/11).

Iriana yang juga merupakan Bunda PAUD Indonesia menyerahkan Anugerah PAUD secara simbolis kepada delapan orang penerima: dari unsur Bunda PAUD, Sosok Peduli dan Organisasi Mitra PAUD.

Jumlah penerima anugerah PAUD 2017 sebanyak 164 orang yang terdiri atas 5 orang bupati, 5 kepala dinas pendidikan, dan 25 orang kepala desa se Indonesia.

Selanjutnya Bunda PAUD sebanyak 55 orang, Tokoh atau Sosok Peduli PAUD sebanyak 6 orang, Lembaga atau Organisasi Mitra PAUD sebanyak 8 orang, pemenang Festival dan Kreativitas PAUD 15 orang dan pemenang Lomba E-Book PAUD, Edy Game PAUD, dan Lomba Cerita PAUD sebanyak 45 orang.

Dalam sambutannya Iriana Joko Widodo memberikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berjasa dalam menumbuhkembangkan PAUD sebagai salah satu pendidikan kemasyarakatan di Indonesia.

Direktur Pembinaan PAUD Kemendikbud RI Ella Yulaelawati menyebutkan, pemberian penghargaan anugerah PAUD tingkat nasional 2017 mengambil tema PAUD Berkualitas Universal Kunci Keberhasilan Masa Depan.

"Pemberian anugerah PAUD ini berdasarkan kriteria yang telah disepakati sehingga terpilihlah sebanyak 164 orang peserta yang akan menerima penghargaan," jelas Ella.

Rangkaian kegiatan penganugerahan PAUD tingkat nasional ini juga dilaksanakan semiloka/ lokakarya yang dilaksanakan sehari sebelumnya dengan narasumber berbagai pihak yang telah berhasil dalam mengembangkan PAUD di wilayahnya.

Meteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendi dalam eksposnya mengatakan, PAUD merupakan investasi berharga untuk masa yang akan datang, karena itu butuh sentuhan negara dan penanganan secara uneversal dimana keluarga miskin tentunya menjadi prioritas utama.

"Bunda PAUD merupakan pelukis dan pemahat generasi yang akan datang. Bunda PAUD telah membuka akses pendidikan PAUD dan Bunda PAUD sebagai pekerja sosial telah banyak berbuat untuk itu perlu sentuhan Bapak PAUD dalam mendukung ini dalam bentuk dukungan anggaran yang diberikan," paparnya.

Sementara Camat Enam Lingkung Rudy Repenaldi Rilis---ebagai salah satu dari lima camat yang memperoleh anugerah PAUD tingkat nasional tahun 2017---menyampaikan rasa syukur dan ucapan terimakasih kepada Bupati Padangpariaman, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan seluruh pihak atas dukungan dan kerjasamanya dalam mengembangkan pendidikan PAUD di kecamatan Enam Lingkung.

"Peran kepala UPT Pendidikan, nagari, guru PAUD dan seluruh komponen masyarakat sangat besar sehingga bisa mencapai prestasi ini," terang Rudy

Camat berprestasi kabupaten Padangpariaman tersebut juga menyampaikan sebanyak 28 orang guru PAUD yang tersebar dalam 11 PAUD di Kecamatan Enam Lingkung telah dianggarkan honornya melalui dana nagari setempat dan merupakan kebijakan bersama yang telah disepakati dengan para walinagari se kecamatan Enam Lingkung.

"Tentunya pekerjaan rumah dalam mengembangkan PAUD ini sangatlah besar dan kita akan berupaya bagaimana ada pihak ketiga yang mau sebagai donatur pembina PAUD yang nantinya akan dituangkan dalam MoU," imbuhnya.

PAUD sebagai lembaga pendidikan masyarakat, kata dia, lebih terlihat besar perannya dalam bentuk partisipasi, baik dalam penyediaan lahan sampai dengan partisipasi dalam operasional PAUD itu sendiri.

Selain dihadiri penerima anugerah PAUD 2017, acara itu juga dihadiri oleh istri Wakil Presiden Mufidah Jusuf Kalla. (Tim)
Ground Breaking Penuntasan Irigasi Anai Tahap II Dimulai

Lubuk Alung --- Bupati Padangpariaman Ali Mukhni lakukan ground breaking dengan mengucurkan coran semen ke cetakan sebagai tanda dimulainya pembangunan lanjutan Irigasi Anai di Bendungan Anai, Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Lubuk Alung (20/11).

Dalam sambutannya Bupati Ali Mukhni mengatakan, dengan adanya lanjutan pembangunan Irigasi Anai tahap dua, tentunya semakin membantu para petani di daerahnya.

"Sebelum ada Irigasi Anai, petani kami hanya menggunakan air tadah hujan untuk sawah," katanya.

Ia menuturkan, pengairan sawah menggunakan tadah hujan membuat petani hanya dapat panen sawah sekali setahun. Namun setelah adanya irigasi itu, petani di daerahnya sudah dapat panen dua kali setahun. Bahkan pihaknya mendorong petani agar mampu panen lima kali dua tahun.

“Surplus beras kita sekarang lebih dari 5 persen sehingga kita mendapat penghargaan ketahanan pangan,” ujarnya.

Ali Mukhni memastikan, bahwa pihaknya terus membantu pembangunan dan menjaga irigasi tersebut. Sebab dia meyakini pembangunan dan aset irigasi itu sangat bermanfaat mendorong ekonomi masyarakat.

Bupati Ali Mukhni pada kesempatan itu juga menyerahkan plakat ucapan terima kasih kepada BWSS V didampingi Komisaris PT Semen Padang Wiztian Yoetri dan Camat Lubuk Alung Imran.

Kepala Balai Wilayah Sumatera (BWS V) Maryadi Utama mengatakan bahwa pembangunan lanjutan Irigasi Anai tersebut merupakan tahap akhir pembangunan irigasi Anai. Pembangunan lanjutan Irigasi Anai memang dilaksanakan oleh BWSS V Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Ini tahap terakhir pembangunan irigasi Anai. Jika sudah selesai, sekitar 13.604 hektare sawah yang teraliri irigasi ini," kata Maryadi Utama usai peletakan batu pertama penyelesaian pembangunan Irigasi Anai Tahap Dua.

Pengerjaan Irigasi Anai tahap dua itu ditargetkan rampung tahun 2019 mendatang. Untuk itu pihak BWSS V berharap Pemerintah Kabupaten Padangpariaman dapat memberikan dukungan penuh selama pembangunan itu berlangsung.

Kata Maryadi, pembangun Irigasi Anai tersebut sumber airnya dari Batang Anai. Katanya, untuk pembangunan irigasi tahap pertama, sawah yang sudah teraliri seluas 10.315 hektare. Jadi untuk pembangunan irigasi tahap kedua, tercatat 3.289 hektare sawah lagi yang akan dialiri air.

"Total anggaran yang digunakan untuk penyelesaian Irigasi Anai tahap dua ini sekitar Rp143 miliar," jelasnya.

Maryadi menambahkan bahwa pembangunan irigasi bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dari berbagai sektor. Di antaranya sektor pertanian dan pariwisata. Untuk itu, dia sangat berharap dukungan warga dan instasi terkait untuk mewujudkan tujuan itu.

“Kami berharap partisipasi Pemkab Padangpariaman dalam menjaga aset, seperti objek wisata yang dibuat di sini. Bagitupun masyarakat sekitarnya. Jadi tidak cepat rusak,” pungkas Maryadi. (Tim)