Ali Mukhni Optimis M Fadly Masuk Jajaran Top 10 ASN 'Panutan' Indonesia
Bupati Ali Mukhni bersama Kadisdukcapil Muhammad Fadly. Foto: dokumen pribadi
Paritmalintang - Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Padangpariaman Muhammad Fadly, masuk nominasi Top 50 ASN se Indonesia. Selanjutnya Fadly akan mengikuti penilaian Top 10, Kamis (18/10).

Lolos pada Top 50, nama Fadly disebut pada Anugerah ASN 2018 oleh pihak KemenPAN dan RB pada Agustus 2018 lalu.

Anugerah ASN guna mendapatkan sosok ASN panutan (role model) yang telah menjalankankan tugasnya selaku ASN dengan baik yang melampaui ekspektasi.

ASN terpilih, kelak selain akan menjadi role model sekaligus duta ASN yang akan memotivasi dan menginspirasi ASN lainnya meraih prestasi dalam mengemban tugas jabatannya selaku aparatur sipil.

Anugerah ASN 2018 dibagi dalam dua kategori. Kategori Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Teladan dan kategori Pegawai Negeri Sipil (PNS) Inspiratif. Fadly sendiri masuk dalam kategori Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Teladan.

Keberhasilan Fadhly, sebelumnya telah diprediksi banyak pihak oleh buah dedikasi dan kinerja Fadhly selama berkarir di ASN Padangpariaman.

Fadly yang lulusan STPDN itu, memulai tugasnya sebagai abdi negara sebagai Lurah Alai Gelombang di Kecamatan Pariaman Tengah, Kotif Pariaman. Selanjutnya ia menjabat Kasubid Analisis Kinerja pada BKD.

Fadly juga pernah menjadi Ajudan Bupati Muslim Kasim, Camat Ulakan Tapakis, Kabag Humas Padangpariaman, Kabag Pengolahan Data Elektronik Padangpariaman, dan terakhir Kadisdukcapil hingga kini. Pada dinas Dukcapil, Fadly menelurkan inovasi luarbiasa. Berbagai penghargaan telah diraihnya.

Bupati Padangpariaman Ali Mukhni mengatakan, dari awal mendaftar ia sudah yakin Fadhly akan mencapai tahap Top 50.

"Sejak saya Wakil Bupati mendampingi almarhum Bang Muslim Kasim, Fadhly memang lain dari yang lain. Dedikasi, inovasi dan etikanya dalam bekerja membuat saya berdecak kagum," ungkapnya.

Ali Mukhni berharap Fadhly bisa masuk TOP 10 dan meraih peringkat pertama atau PTT Teladan se Indonesia.

Ali Mukhni sekaligus mengajak masyarakat ikut mendukung Fadhly dengan memberikan pendapat tentang dedikasi, inovasi dan kelebihan Muhammad Fadhly melalui email anugerahasn2018@gmail.com.

"Dukungan masyarakat akan sangat berarti untuk menciptakan pengkaderan ASN Padangpariaman di masa yang akan datang," sebut orang nomor satu di Padangpariaman itu.

Senada dengan Bupati Ali Mukhni, Kabag Humas dan Protokol Andri Satria Masri punya kesan mendalam pada Fadhly.

Menurut dia, Fadly adalah role modelnya ASN dan Pimpinan OPD Padangpariaman, bahkan ia yakini bisa menjadi role model ASN tingkat nasional.

"Hal ini tidaklah berlebihan atau sengaja dilebih-lebihkan. Karena memang begitu faktanya," sebutnya.

Semua ASN baik staf maupun pejabat eselon di Pemerintahan Kabupaten Padangpariaman, sambungnya, mengakui prestasi dan kinerja Fadhly dalam membenahi pelayanan dokumen kependudukan.

Inovasi yang dilakukan Fadly diluar perkiraan dan prediksi. Bahkan, untuk ukuran organisasi atau perusahaan swasta dia melampuinya. Jika saja Fadhly seorang CEO sebuah perusahaan jasa atau barang, imbuhnya, maka perusahaannya akan menjadi leader yang sulit dilampui oleh perusahaan lain.

"Fadhly adalah "Bungo Galeh" Pemkab Padangpariaman," pungkas Andri. (Tim)
Padangpariaman Genjot Pertumbuhan Ekonomi Kreatif dengan Lembaga Keuangan
Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur saat memberi sambutan pada acara Bekraf di Padang.
Padang - Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur memastikan pengurusan perizinan di Padangpariaman cepat dan gratis. Perizinan usaha dengan inovasi pelayanan sejati (Sehari Jadi Gratis) - bagi izin usaha kreatif, pangan industri rumah tangga dan industri kecil menengah.

SIUP dan TDP juga bisa diselesaikan dalam 15 menit. Di samping itu, masyarakat dimanjakan dengan inovasi Ajep Papa atau antar jemput perizinan Padangpariaman.

"Pelaku usaha cukup berada di rumah atau kantor. Dengan menghubungi petugas Ajep, petugas segera tiba mengambil berkas perizinan. Jika sudah selesai, maka izin juga segera diantarkan ke pemohon," kata Suhatri Bur di Padang, pada acara Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) Financial Club Sektor Kuliner, Selasa (16/10).

Ia menyebut, saat ini pihaknya juga tengah gencar mengembangkan usaha pelaku Ekraf dengan pengikutsertakannya pada pameran-pameran industri.

"Di sini hadir tiga orang pelaku usaha Ekraf dari Padangpariaman yang menjadi narasumber. Dengan kehadiran ketiga pelaku usaha yang kebetulan semuanya wanita ini, kami harap memperoleh perhatian lebih untuk pengembangan usaha mereka di masa mendatang," sebutnya.

Ketiga pelaku usaha tersebut adalah Adnan, pengusaha VCO dari Batang Anai, Lili Suryani, pengusaha Lele Asap Leriska Kayu Tanam, dan Usniati pelaku usaha Cokelat Malibo dari 2x11 Kayu Tanam.

Direktur Akses Permodalan Bekraf Yuke Sri Rahayu menuturkan, Bekraf Financial Club Sektor Kuliner merupakan ajang pelaku ekonomi kreatif mempresentasikan karakteristik bisnis usahanya kepada lembaga keuangan, agar lembaga tersebut memahmi dan menyalurkan pembiayaan bagi usaha mereka.

Bagi pelaku usaha kreatif, permodalan menjadi salah satu kendala dalam mengembangkan usaha. Baik dari sisi administrasi maupun sisi teknis di lapangan.

"Sedangkan dari sisi perbankan masih belum mengenal nature bisnis dari sub sektor ekonomi kreatif, sehingga perlu jembatan untuk mempertemukan keperluan pelaku ekonomi kreatif dan perbankan," kata dia.

Selain dihadiri pengusaha kreatif lokal, Bekraf juga mengundang insan perbankan konvensional, perbankan syariah, dan OJK Sumatera Barat. Perwakilan perbankan yang hadir hampir 50 orang jumlahnya. Perbankan dari Kediri adalah undangan paling jauh yang hadir. (Tim)
28 KK Mengungsi Akibat Abrasi di Ulakan dan Pasir Baru, Ini Tindakan Gubernur
Gubernur dan wakil bupati Padangpariaman tinjau lokasi abrasi. Foto: Andri
Ulakan - Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur dampingi Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno tinjau dua lokasi terdampak abrasi di Kabupaten Padangpariaman, Selasa (16/10).

Daerah yang terdampak abrasi tersebut adalah pesisir pantai Nagari Manggopoh Palak Gadang, Ulakan, dan Pasir Baru Nagari Pilubang, Sungai Limau.

Abrasi di Pasir Baru Sungai Limau juga telah menyebabkan kerusakan pada 4 rumah warga dan 15 pondok nelayan.

Walinagari setempat menyebutkan jika abrasi tidak segera ditangani, kurang lebih 200 bangunan yang berada 20 meter dari bibir pantai, terancam rusak oleh abrasi.

Ia berkata saat ini 4 KK yang rumahnya rusak akibat abrasi, telah diungsikan ke kediaman keluarganya masing-masing yang lebih aman.

Sedangkan di pesisir Ulakan sendiri, abrasi telah mengikis 24 rumah warga dan memaksa 90 orang penghuninya mengungsi ke kediaman keluarga, atau mencari kontrakan sementara.

“Kejadiannya (abrasi) Kamis (11/10) lalu. Ini dipengaruhi juga oleh cuaca dan hujan lebat belakangan. Ada 24 KK di Ulakan yang kena,” ungkap wakil bupati Suhatri Bur.

Gubernur Irwan Prayitno memastikan pihaknya selaku pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah Padangpariaman akan segera memberikan bantuan pada korban abrasi.

Ia juga menyinggung sejumlah bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa daerah di Sumbar yang telah ditangani dengan baik.

Ia terus berkoordinasi dan meninjau langsung lokasi bencana. Gubernur mengaku juga telah meminta kepala daerah bersangkutan untuk melakukan semua usaha yang dianggap perlu untuk keselamatan warga.

“Saya perintahkan SOPD melaporkan secara rinci kondisi terakhir di masing-masing daerah agar nantinya pemprov bisa memberikan bantuan sesegera mungkin. Mulai dari jumlah korban tewas dan hilang, luka berat, rumah rusak, lahan pertanian, dan lain-lain,” pungkasnya.

Menurut Balai Wilayah Sungai Sumatera V, dibutuhkan penanganan yang komperehensif untuk mengatasi abrasi pantai. Namun sebagai langkah antisipasi awal, pihaknya akan menurunkan 50 geobag di Pasir Baru dan 200 geobag di Ulakan. (Tim)
Padangpariaman Bertekad Jadikan Porprov XV bak Asian Games Mini
Bupati Ali Mukhni gelar rapat mendadak di Pos Ronda di Sungai Sariak. Foto: Zahirman
Sungai Sariak - Bupati Padangpariaman Ali Mukhni gerakkan lansung percepatan penyelesaian pengerjaan lokasi pembukaan Pekan Olahraga Provinsi XV 2018 Sumatera Barat di Stadion Sungai Sariak, Minggu (14/10).

Ali Mukhni juga telah memonitoring venue-veneu dan stadion tempat pembukaan Porprov XV. Suksesnya penyelenggaraan Porprov, kata Ali Mukhni, merupakan harga diri dan marwah masyarakat Padangpariaman yang sudah diberi diamanah insan olahraga Sumatera Barat.

"Untuk itu Pemerintah Daerah bersama Panitia dan KONI sangat serius menyiapkan penyelenggaraan dan cepat tanggap dalam menangani semua persoalan terkait pelaksanaan Porprov XV," ungkap Ali Mukhni.

Mengevaluasi persiapan Porprov tersebut, mendadak Ali Mukhni menggelar rapat di Pos Ronda Durga di lokasi Stadion Sungai Sariak. Rapat itu dihadiri oleh Sekretaris Daerah Jonpriadi, seluruh Kepala OPD dan Camat VII Koto.

Pada kesempatan itu, Ali Mukhni mewanti-wanti Kepala OPD agar total dan fokus melaksanakan tugas dan fungsi OPD selaku Panitia dalam penyelenggaraan Porprov XV.

"Jika perlu, Kepala OPD berkantor di lapangan agar dapat memonitor lansung perkembangan program kegiatan yang dilaksanakan. Rapat yang dilakukan pada hari ini, menunjukan bahwa kita perlu di lapangan untuk melihat dan menyikapi dengan cepat, apa yang diperlukan dan tindakan apa yang harus dilakukan," sambungnya.

Ali Mukhni juga menyatakan bahwa rapat yang bersifat situasional, dapat dilakukan di mana saja, kapan saja dan tidak perlu menunggu waktu dan mencari tempat yang bagus," imbuhnya.

Pada rapat tersebut juga dibahas agenda Pemerintah Daerah, seperti persiapan lomba inovasi daerah, evaluasi SAKIP oleh Menpan RB serta percepatan pelaksanaan program dan kegiatan pemerintah daerah lainnya.

Selesai rapat, Bupati bersama Sekda dan Kepala OPD langsung gotong royong bersama di sekitar Stadion Sungai Sariak, dan memonitor beberapa venue pertandingan.

Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Barat XV tahun 2018 akan dilaksanakaan di Kabupaten Padangpariaman. Panitia akan mempertandingan 36 cabang olahraga untuk memperebutkan lebih dari 2.500 medali. Pembukaan akan digelar pada 19 November mendatang.

Menurut Ketua Pelaksana Porprov XV Sumbar, Jonpriadi, pertandingan akan dilaksanakan pada 33 venue yang tersebar di Kabupaten Padangpariaman dan beberapa venue di Kota Pariaman. Sedangkan penginapan atlet akan ditempatkan di sekolah-sekolah dalam wilayah Kabupaten Padangpariaman.

"Kondisi venue-venue pertandingan dan penginapan atlet sudah hampir selesai seluruhnya. Hanya beberapa venue yang menyelesaikan finishing sesuai dengan standar yang ditentukan oleh cabang olahraganya. Insya Allah, pada akhir bulan Oktober ini semua persiapan sudah mencapai 100 %," sebutnya.

Pada Porprov XV pihaknya berjanji akan memberikan nuansa berbeda bagi insan olahraga, baik itu dalam acara pembukaan maupun pelayanan dan fasilitas venue serta penginapan bagi atlet.

"Kita akan jadikan Pekan Olahraga Provinsi ini seperti Asian Games mini," tandasnya. (Tim)
Ali Mukhni Santuni Korban Longsor Paritmalintang yang 3 Anaknya Meninggal
Bupat Ali Mukhni saat menyerahkan bantuan kepada keluarga Wisnu. Foto: Andri
Paritmalintang - Bupati Padangpariaman Ali Mukhni kujungi rumah keluarga yang tertimpa musibah tanah longsor di Korong Padang Nagari Paritmalintang, Kecamatan Enam Lingkuang, Jumat (12/10).

Ali Mukhni juga memberikan santunan duka berupa uang tunai sebesar Rp7,5 juta kepada pasutri Wisnu (45) dan Ratnawati (35). Dalam musibah itu, tiga anak Wisnu dan Ratna meninggal dunia akibat tertimbun longsor.

Uang yang diserahkan bupati Rp5 juta dari Baznas Padangpariaman dan bantuan pribadi Bupati Ali Mukhni sebesar Rp2,5 juta.

Bantuan lainnya juga berasal dari BPBD Padangpariaman berupa seperangkat peralatan memasak dan alat rumah tangga.

Bupati Ali Mukhni meminta kedua pasangan suami isteri itu untuk sabar, tawakal dan ikhlas menerima cobaan kehilangan ketiga anaknya. Bupati mengatakan bahwa rizki dan umur sudah menjadi ketentuan dari Allah.

"Doakan ketiganya diterima di sisi Allah dan semoga ketiga anak ini menjadi jalan untuk orang tuanya ke surga," sebutnya.

Tanah longsor menimbun salah satu rumah warga di Korong Padang Toboh Nagari Paritmalintang, Kabupaten Padangpariaman, Rabu lalu (10/10).

Dalam kejadian itu, 6 orang satu keluarga penghuni rumah, tertimbun ribuan kubik material longsor.

Longsoran tanah membuat rumah kayu milik Wisnu rata dengan tanah. Tingginya curah hujan yang terjadi sejak hore hari membuat tanah terkikis dan longsor.

3 orang anak Wisnu di antaranya masih balita tewas tertimbun di peristiwa itu. Ketiganya Nando, 9 tahun, Restu Afandi, 5 tahun dan Raka Saputra, 5 bulan. Wisnu, Ratna, dan Rusman, berhasil selamat. (Tim)
Ali Mukhni Hadirkan BPK Sosialisasikan Pengawasan Dana Nagari di Padangpariaman
Foto: Andri
Paritmalintang - Bupati Padangpariaman hadirkan anggota BPK RI dan anggota Komisi XI DPR RI, sosialisasikan peran, tugas serta fungsi BPK dan DPR dalam pengawasan Pengelolaan Dana Desa, di IKK Paritmalintang, Kamis (11/10).

Pengelolaan Dana Desa - kalau di Padangpariaman disebut Dana Nagari - kata Bupati Padangpariaman Ali Mukhni, harus dipahami dengan cermat oleh seluruh perangkat nagari. Tepat dalam penganggarannya, tepat pada sararan pembangunan dan tepat penggunaannya, sehingga dana desa bisa dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan.

Pengakuan Otonomi Desa dari Pemerintah Pusat diikuti dengan adanya sumber pendapatan baru bagi desa yaitu Dana Desa berasal dari APBN. Kemudian dari APBD kabupaten sebesar minimal 10% dari DAU yang diterima oleh kabupaten setelah dikurangi DAK.

"Tidak tanggung-tanggung, saat ini rata-rata desa di Indonesia memiliki pedapatan rata-rata Rp1,5 hingga Rp2 miliar per tahun," kata Ali Mukhni.

Seiring dengan itu, desa telah berubah menjadi subjek pembangunan. Penentuan kebutuhan dan pembangunan kemasyarakatan direncanakan bersama dengan masyarakat.

Akhir 2016 lalu, nagari di Kabupaten Padangpariaman bertambah sebanyak 43 pemerintahan nagari. Total nagari di Padangpariaman menjadi 103.

Pada tahun 2017, 43 nagari pemekaran belum mendapat kucuran dana desa. Pada 2018, barulah 43 nagari tersebut mendapat kucuran dana desa. Sehingga, dana desa yang pada 2017 berjumlah Rp50,5 miliar untuk 60 nagari, pada 2018 naik menjadi Rp81,9 miliar untuk 103 nagari dengan alokasi rata-rata per nagari sebesar Rp795 juta.

Tidak hanya itu. Alokasi Dana Desa juga dari Pemerintah Kabupaten dengan angka rata-rata sebanyak Rp785 juta per nagari.

"Sehingga rata-rata nagari di Kabupaten Padangpariaman memiliki pendapatan Rp1,5 miliar per tahun," imbuhnya.

Menurut Ali Mukhni, jumlah tersebut bukan angka yang sedikit. Bahkan pendapatan nagari telah hampir menyamai dengan jumlah anggaran pada OPD yang ada.

"Meskipun begitu, hal tersebut memiliki konsekuensi," ingatnya.

Kepada seluruh pihak terkait, terutama walinagari dan sekretaris nagari, Ali Mukhni mengimbau agar mengikuti sosialisasi tersebut agar memahami konsep ideal pengelolaan nagari.

Anggota V BPK RI, Isma Yatun, menyebutkan bahwa Kemendagri telah menerbitkan Permendagri Nomor 20 tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa. Permendagri itu lahir untuk memastikan besaran dana yang terdapat di nagari nantinya benar-benar diperuntukkan bagi kepentingan pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat nagari.

"Jangan sampai dana yang ada di nagari diselewengkan. Kemendagri melalui BPKP telah menciptakan dan mengembangkan sistim tata kelola keuangan nagari berbasis aplikasi SISKEUDES (Sistim Keuangan Desa)," ujar dia.

Kepala BPKD Padangpariaman, Hanibal, menyebut sejak 2017 hingga kini, 103 nagari telah menggunakan aplikasi SISKEUDES dalam pengelolaan keuangan nagari. Sehingga, kata dia, kekuatiran terhadap penyalahgunaan atau salah kelola dana nagari dapat diminimalisir. (Asm/OLP)
Yayasan Al Aziz Bagikan 3.000 Alquran di VII Koto Sungai Sariak
Amrizal Tanjung (baju merah) dan Dedi Salim (kiri) serahkan secara simbolis Alquran. Foto: Nanda
VII Koto - Yayasan Al Aziz bagikan 3.000 Alquran gratis di kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kamis (11/10). Alquran tersebut diserahkan langsung oleh pimpinan yayasan yang mendatangi langsung rumah warga. Satu Kepala Keluarga mendapatkan 1 Alquran.

Pembagian hari itu merupakan tahap awal dari 8.300 total keseluruhan Alquran yang akan dibagikan di kecamatan tersebut. Pada tahap selanjutnya, ditargetkan seluruh
Alquran telah sampai kepada seluruh kepala keluarga yang ada di kecamatan itu.

Dewan Pembina Yayasan Al Azis Pariaman, Amrizal Tanjung didampingi Ketua Yayasan Al Azis, Dedi Salim mengatakan sebanyak 120.000 eksemplar
Alquran telah dibagikan. Pada tahap pertama dibagikan di daerah Kecamatan V Koto Kampung Dalam dan V Koto Timur.

"Ada juga yang serahkan 5000 Alquran melalui Ketua MUI Sumatera Barat untuk dimanfaatkan dan dibagikan kepada masyarakat. Sisanya 5000
Alquran akan kembali kita serahkan kepada MUI Sumatera Barat dalam waktu dekat," kata dia.

Yayasan yang didirikan pemilik perusahaan Indah Cargo Grup ini, manargetkan seluruh kepala keluarga di Padangpariaman akan kebagian
Alquran. Target jangka panjang seluruh kepala keluarga di Sumatera Barat juga akan menerima.

Tidak hanya di Padangpariaman dan Sumatera Barat, pembagian
Alquran juga dilakukan di daerah Jawa Barat seperti Kuningan dan beberapa daerah lainnya.

"Target utama, kita bagikan di seluruh wilayah Padangpariaman. Jangka panjang diharapkan seluruh kepala keluarga di Sumatera Barat kebagian
Alquran," ulasnya.

Dilanjutkannya, pembagian Alquran merupakan gerakan yang dilakukan yayasan di bidang keagamaan itu. Selain membagikan Alquran, pihaknya telah menyelenggarakan kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Padangpariaman pada awal tahun 2018.

"Dalam tahun ini juga direncanakan pembangunan pondok pesantren di V Koto Timur sebagai pusat pendidikan agama Islam, salah satunya program tahfidz Alquran," pungkasnya. (Nanda)
Begini Hasilnya Jika Data Statistik Padangpariaman Dikuliti
Ali Mukhni serahkan BPS Award kepada dua pimpinan perusahaan. Foto: Andri
Lubuk Alung - Data statistik Kabupaten Padangpariaman diseminarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Padangpariaman, Rabu (10/10).

Seminar di ruang pertemuan Hotel Minang Jaya, Lubuk Alung tersebut, diadakan dalam rangka memperingati Hari Statistik Nasinonal yang jatuh pada tanggal 26 September 2018 lalu, sekaligus memberikan BPS Awards kepada dua responden terbaik dalam memberikan data dan informasi pada BPS Padangpariaman.

Bupati Ali Mukhni memaparkan pentingnya data dalam setiap lini kehidupan, terlebih-lebih dalam mengambil keputusan strategis.

"Saya selalu mengutip data-data yang diterbitkan BPS karena data BPS lah yang dapat dipercaya," kata Ali Mukhni.

Seperti data angka kemiskinan Kabupaten Padangpariaman 2017 lalu di kisaran 8,46%. Angka ini turun dibandingkan 2016. Sementara data angka kemiskinan nasional 2017, sebesar 10,12%.

"Berarti, angka kemiskinan Padangpariaman lebih rendah dibanding angka nasional," sambung Ali Mukhni.

Sedangkan data pertumbuhan ekonomi Padangpariaman pada 2017 adalah 5,59%. Lagi-lagi, masih sedikit di atas rata rata nasional yang 5,07%.

Ali Mukhni mengatakan, dia berani menyebut di atas angka nasional karena yang menerbitkan adalah BPS, lembaga yang memang tugasnya mengumpulkan dan mengolah informasi yang kredibel.

Kepala BPS Padangpariaman Alfianto, dalam pemaparannya menjelaskan data statistik umum Kabupaten Padangpariaman.

Laju pertumbuhan penduduk di Padangpariaman, periode 2016-2017 adalah 0,59%. Sex rasio 97, artinya penduduk wanita lebih banyak dibandingkan prianya.

Sementara dependency rasio 64,50, tingkat ketergantungan bersandar kepada warga berumur 64. Kepadatan penduduk cukup padat dengan 309 jiwa/km2 dan rata rata anggota rumah tangga 4 jiwa/RT.

Alfianto juga membuka data angka harapan hidup saat lahir 67,96%. Harapan lama sekolah 13,56. Rata rata lama sekolah 7,21. Pengeluaran per kapita/tahun Rp10,597 juta. Dan Indeks Pembangunan Manusia 68,90.

"Yang menarik adalah angka statistik Padangpariaman secara rata-rata berada di atas angka provinsi Sumbar dan nasional," kata Alfianto.

Alfianto kemudian mencoba membandingkan kondisi Padangpariaman dengan dua kabupaten lain supaya adil dalam membandingkannya.

"Kami bandingkan Padangpariaman dengan Agam dan Pesisir Selatan. Pada 2017, Padangpariaman unggul pada beberapa data statistik dibanding dua kabupaten tersebut. Seperti misalnya angka IPM, pertumbuhan ekonomi, PDRB lapangan usaha, PDRB per kapita, angka kemiskinan, dan lain lai," ungkapnya.

Dari data PDRB yang dipaparkan Alfianto, disebutkan bahwa faktor yang mempengaruhi angka PDRB yang sangat besar berasal dari sumbangan trasportasi dan pergudangan terutama keberadaan BIM di Ketaping.

Namun, pihaknya belum mendapatkan data apakah kebaradaan BIM ikut mendongkrak perekonomian atau ikut memberi kesejahteraan kepada masyarakat Padangpariaman.

"Tahun depan akan kami lakukan survey tentang hal ini dengan cara membuat dua versi survey. Survey dengan memasukkan kontribusi BIM dan yang tidak," tutup Alfianto.

Prof Dr H Hasi Aimon dari UNP berharap pemerintah dan masyarakat perlu secara terus menerus meningkatkan jumlah investasinya pada sektor pendidikan dan sektor kesehatan.

Hal itu akan berdampak positif bagi penurunan tingkat kemiskinan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Dua perusahaan dihadiahi BPS Awards. Peringkat satu PT Nusa Beta Farma dan peringkat dua PDAM Padangpariaman. Awards diserahkan Bupati Padangpariaman dan diterima langsung pimpinan masing-masing perusahaan. (Andri/OLP)
Di Antara Korban Tewas Akibat Longsor di Paritmalintang Masih Bayi

Paritmalintang - Tanah longsor menimbun salah satu rumah warga di Korong Padang Toboh Nagari Paritmalintang, Kabupaten Padangpariaman, Rabu (10/10).

Dalam kejadian itu, 6 orang penghuni rumah tertimbun ribuan kubik material longsor.

Longsoran tanah membuat rumah kayu milik Wisnu, 34 tahun, warga Korong Padang Toboh Nagari Paritmalintang, rata dengan tanah. Tingginya curah hujan yang terjadi sejak hore hari membuat tanah terkikis dan longsor.

3 orang penghuni rumah di antaranya masih balita tewas tertimbun longsoran tanah. Ketiganya antara lain Nando, 9 tahun, Restu Afandi, 5 tahun dan Raka Saputra, 5 bulan, merupakan anak pemilik rumah. Sementara tiga orang lainnya, yakni pemilik rumah, Wisnu Ratna, 33 tahun dan Rusman, 70 tahun berhasil selamat.

Evakuasi yang dilakukan bersama oleh warga, Koramil 04/Sicincin, BPBD Padangpariaman, Kepolisian akhirnya berhasil mengevakuasi seluruh korban dari timbunan material longsor.

5 orang korban yang saat awal masih tertimbun material longsor langsung dievakuasi ke RSUD Padangpariaman di Paritmalintang.

Babinsa Koramil 04/Sicincin, Serma Azwir menerangkan, tanah longsor terjadi sekitar pukul 23.00 Wib. Banyaknya material tanah yang menimbun rumah Wisnu membuat proses evakuasi terhadap korban sulit.

"Setelah berhasil dievakuasi dari material longsor dan mendapatkan perawatan di RSUD Padangpariaman, seluruh korban diantarkan ke kampung halaman di Koto Bangko, Sungai Geringging," terangnya.

Menurut Azwir, masih terdapat dua rumah warga lainnya yang berada pada lokasi rawan longsor.

"Kita sudah sampaikan kepada pihak nagari agar dua warga yang berada di lokasi yang rawan dilakukan evakuasi saja mengingat curah hujan masih cukup tinggi," pungkasnya.

Setidaknya dua kejadian tanah longsor terjadi dalam jarak waktu yang tidak begitu lama di Kabupaten Padangpariaman.

Sebelumnnya, 2 unit rumah warga di Ampalu Kecamatan VII Sungai Sariak rata dengan tanah. Namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. (Nanda)

Ali Mukhni: Hoax Adalah Ancaman Non Militer bagi Negara
Ali Mukhni saat memberikan pidato pada seminar. Foto: Andro
Paritmalintang - Bupati Padangpariaman Ali Mukhni menyambut baik diselenggarakannya seminar Sinergitas Penanganan Ancaman non Militer tingkat Provinsi Sumatera Barat di Kabupaten Padangpariaman beberapa hari lalu.

Menurutnya hal itu sangat penting dilakukan, terutama membahas tentang strategi untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ancaman non militer dalam rangka mendukung pertahanan negara.

"Selama ini kita menganggap membangun suatu negara harus bicara alat utama sistem persenjataan (Alutsista), penambahan personil tentara, termasuk anggarannya. Padahal ada ancaman yang lebih besar dari militer itu sendiri. Seperti bencana alam, ideologi, IT, bahasa, budaya, penjajahan budaya, termasuk kemiskinan, KKN, berita-berita hoax, pencurian sumber daya alam, perompakan, teroris, wabah penyakit, siber, spionase, serta paham-paham radikal lainnya," katanya, Rabu (10/10).

Tidak hanya itu, pendidikan rendah, lapangan kerja, dan kesenjangan, juga sesungguhnya menjadi ancaman-ancaman non militer yang akan mengancam negara jika tidak dikelola dengan baik.

"Oleh karena itu, perlu keseimbangan antara membangun militer dan non militer, harus dikelola dengan baik untuk menjaga daerah dan negara," ia menambahkan.

Menurutnya, ancaman non militer paling urgen dan perlu diwaspadai saat ini adalah radikalisme, terorisme, kemiskinan, bencana alam, lapangan kerja, pendidikannya rendah, dan sikap-sikap yang apatis.

"Ancaman seperti itu walau belum begitu terlihat secara nyata dan besar di Sumatera Barat, namun berpotensi untuk muncul," lanjutnya.

Ali Mukhni mengajukan beberapa solusi untuk mengurangi dan mencegah hal-hal tersebut bisa terjadi. Antara lain melalui membangun budi pekerti, meningkatkan syiar agama, dan melaksanakan ajaran-ajaran agama dengan baik .

"Untuk itu, kami mengharapkan kepada semua pihak untuk bersama sama meningkatkan ketahanan daerah kita dari segala bentuk ancaman yang akan muncul. Pemerintah tidak akan bisa berjalan sendiri kalau tidak dibantu oleh seluruh elemen masyarakat," PUNGKASNYA.

Pejabat Perwakilan Kementerian Pertahanan Provinsi Sumatera Barat, Kolonel Inf. Choirul Mustafa, menjelaskan bahwa berdasarkan UU Nomor 3 Tahun 2002 pasal 6 dan pasal 7, Kementerian Pertahanan menjadi bagian pendorong penanganan ancamanan keamanan non-militer.

Namun menurutnya, eksekutor adalah semua elemen pemerintahan dan masyarakat yang saling bersinergi. Pertahanan Negara, tambahnya, diselenggarakan melalui tiga hal, yaitu; usaha membangun dan membina kemampuan, daya tangkal negara dan bangsa, serta menanggulangi setiap ancaman.

Dalam hal penangkalan, pertahanan negara diselenggarakan dalam suatu sistem pertahanan yang bersifat semesta dengan memadukan pertahanan militer dan pertahanan non militer.

Sifat kesemestaan yang dikembangkan melibatkan seluruh warga negara, wilayah, dan sumber daya nasional lainnya, serta sarana prasarana nasional yang dipersiapkan secara dini oleh pemerintah, serta diselenggarakan secara total, terpadu, terarah, dan berlanjut.

“Penyelenggaraannya dilakukan melalui usaha membangun kekuatan dan kemampuan pertahanan negara yang kuat dan memiliki daya tangkal terhadap berbagai ancaman,” pungkasnya. (Tim)
Jadwal Pembukaan Porprov Sumbar di Padangpariaman Diundur


Padangpariaman - Jelang medekati pembukaan Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Sumbar ke-15 di Padangpariaman, jajaran Koni se-Sumbar beserta pengcab, adakan technikal meeting di aula SMP Negeri 1 Sicincin, Sabtu (6/10).

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua Umum Porprov Sumbar Padangpariaman Suhatri Bur, Ketua Pelaksana Jonpriadi, Ketua Koni Aprinaldi, para Ketua Monev dan pengurus Koni Sumbar.

Suhatri Bur mengatakan, technikal meeting bertujuan untuk membicarakan gambaran dan persoalan secara umum berhubungan dengan cabang olahraga yang akan dipertandingkan di porprov November 2018 nanti.
Suhatri Bur mengungkapkan, saat ini persiapan Porprov Sumbar oleh pihaknya di Padangpariaman, sudah mencapai 80%.
"Venue-venue kita yang ada insya Allah di akhir Oktober ini selesai semua, termasuk 7 venue yang baru," kata dia.

Ia juga mengatakan, dari 35 cabor yang akan dipertandingkan di porprov, beberapa cabang akan diselenggarakan di venue-venue yang ada di kota Pariaman.

"Oleh sebab itu kami optimis porprov akan terselenggara dengan baik," lanjutnya.

Bupati Padangpariaman, imbuh Suhatri Bur, meminta agar para stakeholder di Padangpariaman ikut mensosialisasikan porprov Sumbar di Padangpariaman. Hal tersebut acapkali disampaikan bupati saat temu muka dengan pelbagai tokoh masyarakat.

"Untuk promosi kita juga akan memasang baliho dan spanduk di setiap titik strategis di Padangpariaman," pungkasnya.

Sekda Padangpariaman Jonpriadi menyampaikan, technical meeting merupakan proses penting dari tahap penyelenggaraan porprov, khususnya bagi panitia Padangpariaman.

"Meskipun suasana technikal meeting sedikit memanas, namun akhirnya semuanya berakhir dengan musyawarah dan kemufakatan," kata dia.

Ia berjanji Padangpariaman akan berusaha menjadi penyelanggara dan tuan rumah yang baik porprov.

"Kita berharap para kontingen dari 19 kota dan kabupaten di Sumbar menjadikan Padangpariaman sebagai rumahnya sendiri, dan kalau sudah demikian artinya, mereka juga akan merasa nyaman di sini," sambungnya.

Target Padangpariaman selaku tuan rumah dan penyelenggara porprov, sebut dia, sukses selaku penyelanggara dan tentunya juga sukses prestasi.

Ketua Koni Padangpariaman Aprinaldi mengatakan, penyelanggaraan porprov sedikit dimundurkan waktunya karena bertepatan dengan agenda Pemprov Sumbar

"Semula tanggal pembukaan dijadwalkan pada tanggal 16 hingga 25 November, namun karena adanya agenda kegiatan provinsi yang tak bisa digeser, maka diundur jadi 19 hingga 28 November 2018," ungkapnya. (Tim)
KNPI Patamuan Galang Dana Untuk Korban Gempa Tsunami Palu

Patamuan - Peduli dengan musibah gempa dan tsunami yang dialami masyarakat Palu dan Donggala, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Patamuan, Padangpariaman, lakukan penggalangan dana, Minggu (7/10).

Penggalangan dana dipimpin oleh Ketua KNPI Patamuan Eriyanto. Penggalangan dana yang dimulai hari itu akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.

Eriyanto menyebut pihaknya merasa terpanggil berpartisipasi memberikan bantuan bagi korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. Ia berkata, berapa pun uang dan bentuk barang yang disumbangkan, akan bermanfaat bagi korban bencana.

"Kami ikut merasakan penderitaan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Palu dan Donggala. Untuk itulah kita bersama pengurus mulai hari ini melakukan penggalangan dana," sebut Eriyanto.

Menurut Eriyanto, dana yang berhasil dikumpulkan dari masyarakat nantinya akan dihimpun oleh DPD KNPI Padangpariaman untuk diserahkan kepada korban gempa tsunami di Palu dan Donggala.

"Dana yang terkumpul akan dihimpun KNPI Padangpariaman untuk selanjutnya disalurkan ke Palu dan Donggala," imbuhnya. (Tim)
3 Anggota Panwaslu Nagari Pemekaran di Kecamatan Patamuan Dilantik
Suasana pelantikan Panwaslu Nagari Pemekaran di Kecamatan Patamuan. Foto: Wis
Patamuan - Ketua Panwaslu Kecamatan Patamuan, Padangpariaman, Darwisman, lantik tiga orang anggota Panwaslu Nagari Pemekaran di aula Kantor Camat setempat, Minggu (7/10).

Tiga anggota Panwaslu Nagari pemekaran yang dilantik adalah Nofri Aznika Putra bagi Panwaslu Nagari Tandikek Selatan, Dasriwanto untuk Panwaslu Nagari Tandikek Barat dan Mainizar pada Panwaslu Nagari Kampuang Tanjuang Koto Mambang Sungai Durian.

Usai dilantik, Darwisman meminta kepada Panwaslu Nagari agar segera berkoordinasi dengan Panwaslu Kecamatan Patamuan karena banyaknya tugas yang harus dikerjakan seperti pencermatan DPTHP-1 dan pengawasan kampanye.

"Banyak tugas menanti, dan harus bergerak cepat," kata dia.

Ia juga meminta kepada anggota Panwaslu Nagari yang baru dilantik itu agar menjaga integritas dan netralitas, karena pemilu 2019 butuh pengawasan ekstra demi terciptanya pemilu yang jujur dan adil.

Sekretaris Kecamatan Patamuan Yuliar meyakini jajaran Panwaslu Kecamatan Patamuan lebih mengedepan pencegahan dalam pengawasan pemilu.

"Kemudian selalu berkoordinasi dengan jajaran kami di pemerintahan kecamatan," sebutnya.

Jajaran Panwaslu Kecamatan Patamuan, imbuh dia, diisi orang-orang yang beritegritas yang akan melaksanakan tugasnya sesuai peraturan dan perundangan berlaku.

Pelantikan dihadiri Staf Bawaslu Padangpariaman Nurul Ersya Putra, anggota Danramil VII Koto Sungai Sariak, Ketua PPK Donal Efendi, Walinagari Tandikek Barat Syafruddin, Ketua Walinagari Kampuang Tanjuang Koto Mambang Sungai Durian Khairunas, Ketua PPS beserta anggota. (Tim)
Kunjungi Wartawan, Hendra Aswara Ikut Masak di PWI
Hendra Aswara bantu memasak dan makan bersama awak media di Kantor PWI Pariaman, Kampung Belacan, Pariaman Tengah.
Pariaman - Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Kabupaten Padangpariaman Hendra Aswara, punya cara memelihara hubungan silaturahmi dengan wartawan Pariaman, Jumat (5/10).

Salah satunya, dengan memasak dan kemudian makan siang bersama di Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Kampung Belacan, Pariaman Tengah, Kota Pariaman.

"Kawan di sini (PWI) jago-jago masak dan sudah bagi tugas. Ada yang giling cabe, potong bawang, potong ikan. Tinggal beli beras saja lagi," ujar Hendra.

Kabag Humas Padangpariaman selama 4 tahun ini, mengaku media sebagai mitra terpenting. Baginya, berdiskusi dengan para wartawan suatu keharusan.

"Untuk mengevaluasi, memberi saran dan kritikan terhadap program dan kegiatan pelayanan publik yang kami lakukan. Wartawan juga banyak memberikan solusi setiap ada masalah yang ditemui di lapangan, karena wartawan berada di posisi yang netral," ungkapnya.

Ia mengaku meski dekat dengan sejumlah wartawan, tidak alergi saat mendapatkan publikasi berbau kritik. Karena menurutnya, kritikan yang membangun lebih baik daripada pujian kosong.

"Wartawan itu sahabat kita. DPMPTP bisa jadi juara 1 pelayanan tingkat Sumbar adalah berkat media juga," kata Kadis termuda di Padangpariaman ini.

Wartawan lawas Nasrun Jon, mengapresiasi jajaraan birokrasi yang memiliki inovasi dalam melayani masyarakat. Wartawan senior kesayangan mendiang Anas Malik ini, punya pengalaman yang sama saat ia masih berdinas era kepemimpinan Bupati Anas Malik medio 1980 hingga 1990 di kantor Departemen Penerangan.

"Dengan pengalaman selama 4 tahun di Humas, saya rasa Hendra Aswara paham dengan apa yang dibutuhkan masyarakat Padangpariaman. Karena itu, ketika ia mendapat amanah menjabat kepala dinas, ide-ide yang selama ini disimpannya, ia aktualisasikan," ujar mantan ketua PWI Pariaman itu.

Nasrun Jon berharap dinas yang dipimpin Hendra terus melakukan inovasi. Karena jika berhenti berinovasi menurutnya, akan lekas digilas oleh perkembangan zaman.

"Inovasi mesti tiada henti karena lajunya perkembangan zaman sulit dibendung. Siapa yang berhenti berinovasi akan digilas dan ditinggalkan," katanya. (Tim)
Ket foto
Pamit Mandi Pagi, Herman Ditemukan Tewas Mengambang di Muaro Kamumuan
Jenazah Herman saat dibawa kerumah duka. Foto: Nanda
Sungailimau - Sesosok tubuh pria paruh baya ditemukan tewas mengambang di pinggir Pantai Pasir Simpang Kamumuan, Nagari Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau, Padangpariaman, Jumat (28/9) pagi.

Setelah diidentifikasi, diketahui jenazah tersebut adalah Herman, 60 tahun, warga Korong Pasar Ampalam, Nagari Koto Tinggi Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau, Padangpariaman.

Herman yang sehari-sehari berprofesi sebagai tukang becak di Sungai Limau itu, ditemukan tak bernyawa setelah sempat pamit kepada istrinya, Yesi Aryanti, untuk mandi pagi di sungai. Setelah ditunggu-tunggunya Herman tidak kunjung pulang. Istrinya yang curiga lantas meminta bantuan warga membantu pencarian.

"Setelah menunggu satu jam, istrinya kuatir karena yang bersangkutan tidak kembali ke rumah. Dimintalah bantuan warga melakukan pencarian. Benar saja, Herman ditemukan di muara dalam kondisi sudah tidak bernyawa," terang Kapolsek Sungai Limau, AKP Syafar.
  
Menurut AKP Syafar dari hasil visum luar badan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh Herman. Keluarga korban juga menolak untuk dilakukan outopsi. Rencananya jenazah korban akan dikebumikan hari ini.

Ia menambahkan bahwa selama ini kesehatan Herman mengalami penurunan karena pernah terserang stroke.

"Menurut keterangan istri korban bahwasanya Herman mengalami penyakit stroke sejak lama dan sering muntah muntah," pungkasnya. (Nanda)
Lanjuti MoU di Singapura, Investor Korea dan Perancis Siap Garap Tarok City
Foto: Andri
Paritmalintang - Pemerintah Kabupaten Padangpariaman dan investor Korea Selatan sepakat pemanfaatan platform 3D Experience dari Dassault Systemes Perancis.

Hal itu terungkap saat para investor pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) asal Korea itu berkunjung ke Padangpariaman, Minggu (23/9) lalu.

"Langkah selanjutnya yang akan kita lakukan bersama Dassault Systemes adalah mempersiapkan pembuatan big data. Big data ini untuk menghimpun seluruh konsep realisasi smart city nantinya. Proyeksi awal kita di Tarok City,” ujarnya, Jumat (28/9).

Realisasi platform 3D Experience, kata dia, turut disinkronkan dengan proyeksi pengembangan PLTS di Padangpariaman nantinya. PLTS juga diproyeksikan realisasi awalnya di Tarok City.

Untuk mewujudkan smart city, Padangpariaman bekolaborasi dengan dua negara yang siap tanamkan investasi di Kawasan Stategis Terpadu (KST) Tarok City. Yakni investor asal Korea Selatan untuk pengembangan PLTS, dan investor dari Perancis untuk pengembangan platform 3D Experience.

Sekarang, imbuh Suhatri, investor dari Korsel dan Perancis sedang dalam tahap penyiapan persyaratan analisis dampak lingkungan (Amdal). Sedangkan pihaknya di Pemkab Padangpariaman siap membantu dua negara tersebut dalam proses administrasi perizinan.

Dalam kerjasama tersebut, jelas Suhatri Bur, izinnya melalui Kementrian Dalam Negeri. Saat ini pihaknya telah membuat semua surat-menyurat untuk keperluan kerjasama antara Indonesia dengan Korea-Prancis terkait pembangunan PLTS.

Keberadaan PLTS di Padangpariaman, sebut dia, nantinya dapat mengatasi keterbatasan listrik di Padangpariaman. Terlebih, sekarang pihaknya sedang mengembangkan Tarok City yang diprediksi akan menjadi kota paling berkembang di Sumbar.

“Tarok City ini akan menjadi kota besar dengan keberdaan perguruan tinggi, rumah sakit, dan perkantoran. Jadi kita memang harus merancang konsep smart city sedari dini,” ujarnya.

Pihak-pihak yang sudah menyatakan kesiapan berinvestasi di Padangpariaman untuk mewujudkan smart city di Padangpariaman, beber dia, antara lain Muhammad Rusyidi CEO PT PGRC dan CEO Brisbane Capital Investment, Woo Gyou Park dari Korea Selatan, lokal partner PT PIK Surya Pariaman, PT Romulo Indo Gemilang, Dessualt Systemes, dan CEO CK E & Solution Dae hyun Jin.

"Investor yang datang ini siap membangun PLTS. Mereka adalah ahli-ahlinya dalam bidang kelistrikan. Bahkan mereka ini tenaga ahli bidang listrik di Korea dan Perancis. Artinya, mereka tidak main-main dalam menanamkan investasi di sini. Lihat saja mereka telah melengkapi Amdal untuk pembangunan proyek," pungkasnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Padangpariaman, Zahirman mengatakan hanya tiga daerah di Indonesia yang sudah menerapkan platform 3D Experience untuk mewujudkan smart city. Yakni Surabaya, Bandung dan Makassar.

Untuk 2018 ini, kata Zahirman, Mendagri akan mengarahkan smart city ke Sumbar. Setelah para investor melakukan kajian, sebut Zahirman, ternyata mereka tertarik dengan Padangpariaman karena melihat potensinya yang besar.

"Sarana transpotasi yang tersedia di Padangpariaman, yaitu bandara penerbangan, stasiun kereta, serta potensi laut dan alamnya. Itulah alasan investor tersebut menilai Padangpariaman sebagai daerah yang potensial menjadi smart city," tandasnya. (Asm/OLP)
Ali Mukhni: Manusia yang Tidak Berinovasi Serupa Tengkorak Berjalan
Bupati Padangpariaman Ali Mukhni saat menjadi pembicara. Foto: Andri
Padang - Bupati Padangpariaman Ali Mukhni menegaskan bahwa berbagai kebijakan dan inovasi di pemerintahan Kabupaten Padangpariaman semata untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

"Dari buku yang saya baca mengatakan bahwa manusia yang tidak berinovasi serupa dengan kerangka yang berjalan," ujarnya pada Forum Inovasi Daerah di Pangeran Beach Hotel, Padang,(25/9).

Ali Mukhni menyebut bahwa di Padangpariaman telah dicanangkan gerakan 'tiada hari tanpa berinovasi'. Ia menjelaskan bahwa dengan terus melakukan inovasi, manusia akan mencapai kesempurnaan.

"Selain itu, melalui inovasi kita dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat, meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Ini terbukti dari data BPS Padangpariaman yang menyatakan pertumbuhan ekonomi Padangpariaman mencapai 7 persen pada beberapa tahun belakangan. Lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional," sambungnya.

Seorang inovator, imbuh dia, tidak pernah berhenti berinovasi dalam kehidupannya. Hal semacam itu ia harap diterapkan oleh seluruh jajaran perangkat daerah di Padangpariaman.

Inovasi di pemerintahan Padangpariaman di antaranya mencakupi Padang Pariaman Sehat (Papa Sehat) yang telah dimulai sejak 2015. Inovasi tersebut kemudian diadopsi Kemenkes menjadi Program Indonesia Sehat.

Sedangkan inovasi di bidang pertanian telah mampu meningkatkan produksi padi sampai 3.000 persen. Komoditi jagung yang selama ini didominasi oleh Kabupaten Pasaman Barat, sejak 2017 telah dilampui oleh Padangpariaman.

Membangun Padangpariaman yang luluh lantak pasca bencana gempa Sumbar 2019 bukan perkara mudah. Ali Mukhni mengisahkan awal menjabat Bupati Padangpariaman setelah bencana dengan kondisi Padangpariaman yang membutuhkan pemulihan luar biasa.

"Siapa pun yang menjadi Bupati saat itu akan menghadapi kondisi yang sangat berat karena harus konsentrasi membenahi kondisi musibah. Apalagi harus bekerja mencapai visi misi daerah yang ditetapkan," kenangnya.

Setelah melewati satu periode kepemimpinannya, Padangpariaman berangsur pulih. Periode kedua (2016-2021)  Padangpariaman telah jauh bangkit dan berbenah sehingga bisa dikatakan bekas-bekas bencana tidak terlihat lagi.

"Ini berkat inovasi dan kerja keras semua perangkat daerah. Saat ini kita menatap masa depan Padangpariaman yang sangat cerah. Padangpariaman menuju sentra pendidikan nasional melalui pembangunan Kawasan Strategi Terpadu Tarok City. Semoga secepatnya dapat diwujudkan," pungkasnya.

Forum Inovasi Daerah turut menghadirkan Kepala Pusat Litbang Inovasi Daerah Kemendagri, Safrizal. Sedangkan narasumber oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Padangpariaman M Fadly yang moncer dengan seabrek prestasi dan telah meraih ragam penghargaan nasional.  (Asm/OLP)
Alasan Penolakan Ormas Atas Kirab Satu Negeri GP Ansor di Padangpariaman
Foto: Nanda
Pariaman - Kirab Satu Negeri dengan agenda ziarah ke makam Syeikh Burhanuddin di Ulakan Padangpariaman batal. Hal itu disebabkan adanya penolakan dari gabungan ormas terhadap kirab tersebut.
       
Gabungan Ormas yang terdiri dari Pekat IB Kabupaten Padangpariaman, Pekat IB Pasaman Barat, GNPF MUI Sumatera Barat, Majelis Mujahiddin Indonesia Sumatera Barat, Sahabat Hijarah dan sejumlah ormas lain berkumpul di lokasi kawasan Komplek Makam Syeikh Burhanuddin Ulakan yang menjadi salah satu titik kegiatan Kirab Satu Negeri di wilayah Sumatera Barat.

Ketua GNPF MUI Sumatera Barat, Jel Fathullah menyebut, penolakan kegiatan Kirab Satu Negeri yang dilaksanakn oleh GP Ansor di Sumatera Barat bukan aksi, melainkan reaksi atas tindakan penolakan dan penghadangan yang dilakukan oleh GP Ansor terhadap ulama di sejumlah wilayah.

"Penolakan tidak hanya terjadi di Sumatera Barat, hampir merata di seluruh wilayah di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Provinsi Riau, Sumut. Hal ini merupakan reaksi terhadap tindakan GP Ansor," ujarnya usai pertemuan dengan gabungan Ormas Sumatera Barat di Masjid Jihad Kabun Pauhkambar Padangpariaman, Senin (24/9) sore.

Mantan Amir Majelis Mujahiddin Indonesia (MMI) Sumatera Barat ini menyebut jika pihaknya telah menyampaikan sikap penolakan terhadap kegiatan Kirab Satu Negeri GP Ansor kepada Kapolda Sumatera Barat agar kegiatan tersebut dilarang. Hal tersebut klaim dia, karena banyaknya penolakan dari elemen masyarakat Sumatera Barat.

Jell juga menambahkan, penolakan terhadap Kirab Satu Negeri yang dilakukan GP Ansor bukan motif politik, namun murni reaksi terhadap tindakan yang dilakukan GP Ansor sebelumnya.

Senada dengan itu, Ketua Pekat IB Kabupaten Pasaman Barat, Dicky Harmiko Syahputra menyinggung kronologis penolakan kegiatan Kirab Satu Negeri di Pasaman Barat. Ia mengatakan, keberatan atas kegiatan tersebut telah disampaikan kepada pimpinan Nahdatul Ulama Pasaman Barat sehari sebelum kegiatan dilaksanakan. Nyatanya kegiatan di Pasaman Barat tetap dilakukan.

"Kegiatan GP Ansor di Pasaman Barat ditolak secara baik-baik. Setelah ada kesepakatan tidak berkegiatan di sini, rombongan GP Ansor kami kawal dan antarkan hingga perbatasan menghindari adanya persekusi dari masyarakat
yang curiga kegiatan GP Ansor di Sumatera Barat untuk menyebarkan paham Islam Nusantara," klaim dia.

Terpisah, Ketua GP Ansor Padangpariaman, Zeki Ali Wardana menyebut penolakan atas kegiatan Kirab Satu Negeri yang digelar GP Ansor disebabkan provokasi dari pihak lain, sehingga masyarakat yang tidak memahami tujuan kegiatan ini melakukan penolakan.

Meskipun mendapatkan penolakan dari masyarakat, pihaknya tetap menghormati sikap kelompok masyarakat. Zeki menegaskan Kirab Satu Negeri murni kegiatan ziarah mengunjungi makam pejuang Islam.

"Kami menghormati sikap penolakan sebagai bentuk menghargai pendapat setiap warga negara, kami juga menolak penolakan itu. Namun soal Islam Nusantara itu bukan maqom kami membahasnya, tapi yang jelas kegiatan kami hanya ziarah dan pengibaran bendera," pungkasya.

Sebelum ditolak di Ulakan, 60 orang lebih peserta Kirab Satu Negeri mengunjungi Pulau Angso Duo, Senin (24/9) pagi.

Di sana, peserta yang berasal dari daerah Padangpariaman dan Kota Pariaman melakukan ziarah di Makam Syeikh Katik Sangko dan mengibarkan bendera merah putih. Di Kota Pariaman, rombongan juga melakukan audiensi dengan Walikota Pariaman. (Nanda)
Kirab Satu Negeri Anshor: Ditolak di Ulakan, Berkibar di Angsoduo

Pariaman - Peserta Kirab Satu Negeri kibarkan bendera merah putih di Pulau Angso Duo, Senin (24/9). Aksi ini merupakan salah satu rangkaian estafet Kirab GP Ansor dan Banser yang dilalukan secara estafet dari Sabang hingga ke Merauke.

Pengibaran bendera merah putih ini, menjadi kegiatan puncak Kirab Satu Negeri di Kota Pariaman. Selain itu, selama berada di Pulau Angso Duo, peserta kirab berziarah dan aksi bersih-bersih makam Syeikh Katik Sangko.

Kegiatan Kirab Satu Negeri dimulai sejak kamaren. Setelah menerima estafet dari peserta kirab dari Pasaman Barat, rombongan istrahat di Pondok Pesantren Nahdatul Ulum Desa Kajai, Pariaman Timur. 

Sebelum menyeberang ke Pulau Angso Duo, peserta kirab yang dikoordinatori Ketua GP Ansor Padangpariaman, Zeki Ali Wardana menghadiri jamuan makan dari Walikota Pariaman di rumah dinas.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman mengaku sempat ragu untuk menggelar pertemuan dengan peserta Kirab Satu Negeri di Kota Pariaman. Keraguan itu disebabkan adanya penolakan kegiatan kirab di sejumlah daerah. 

"Ada informasi di media sosial jika kirab bertentangan dengan agama Islam. Tujuan pertemuan ini agar saya bisa mengawasi dan membuktikan bahwa tidak ada kegiatan yang bertentangan dengab agama dan budaya," kata Mukhlis.

Menyikapi adanya penolakan di sejumlah tempat, Mukhlis meminta agar GP Ansor membuktikan kepada publik bahwa tidak ada yang salah dengan kegiatan kirab yang dilaksanakan.

"Klarifikasi tersebut untuk menghindari perkembangan informasi hoaks," ulasnya.

Ketua GP Ansor Padangpariaman, Zeki Ali Wardana mengatakan, penolakan yang terjadi di beberapa daerah menjadi tantangan bagi Kirab Satu Negeri. Padahal kegiatan tersebut untuk mengibarkan bendara merah putih di seluruh wilayah Indonesia.

"Kirab Satu Negeri didasari beberapa hal, yakni untuk menjaga empat pilar kebangsaan Indonesia tetap kokoh, memperkuat toleransi, hidup majemuk dan menjaga kerukunan," kata dia.

Ia mengapresiasi fasilitas yang diberikan pemerintah Kota Pariaman selama kegiatan kirab dilaksanakan. Ini menandakan bahwa Pemko Pariaman memiliki semangat yang sama dengan GP Ansor menjaga nilai-nilai kebangsaan.

Zeki juga menanggapi terjadinya sejumlah penolakan masyarakat terhadap kirab satu negeri. Penolakan yang terjadi karena penyebaran informasi provokasi yang disampaikan kelompok tertentu, sehingga membuat masyarakat salah tanggap dengan kegiatan kirab yang juga mengunjungi makam pejuang dan ulama.

"Ini karena ada tindakan provokasi, sehingga masyarakat yang termakan informasi jadi salah tanggap," pungkasnya.

Usai melakukan kegiatan di Kota Pariaman rencanannya peserta kirab akan melanjutkan berziarah ke makan Syeikh Burhanuddin. Namun karena adanya penolakan dari sejumlah kelompok masyarakat, ziarah dibatalkan. (Nanda)

Mudahkan Wajib Pajak, Polres Padangpariaman Antar TNKB Ranmor ke Alamat
Polres Padangpariaman luncurkan SAMPO Delivery Order. Foto: Nanda
Pariaman - Polres Padangpariaman luncurkan layanan Samsat Pos Delivery Order (SAMPO Delivery Order) untuk memudahkan wajib pajak mendapatkan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) di Samsat Padangpariaman.

Dengan layanan ini wajib pajak tidak perlu menunggu atau datang kembali ke kantor Samsat untuk menjemput TNKB. Usai melakukan pengurusan pajak dan STNK pada tahun kelima, wajib pajak cukup menunggu TNKB di tempat tinggal masing-masing.

Kapolres Padangpariaman AKBP Rizky Nugroho didampingi Kasat Lantas Polres Padangpariaman Iptu Yuliadi, meyebut layanan itu merupakan pertama kalinya di Indonesia yang memberikan kemudahan bagi wajib pajak dalam mendapatkan TNKB dengan antar alamat.

Jika di Jakarta pengantaran TNKB menggunakan jasa ojek daring, berbeda dengan Samsat Pariaman. Pengiriman menggunakan layanan PT Pos Indonesia dianggap lebih aman dan pasti.

“Masyarakat tidak perlu lagi datang ke kantor Samsat untuk mengambil TNKB yang baru. Cukup menunggu di rumah setelah melakukan perpanjangan pajak dan STNK, TNKB diantar langsung ke rumah masyarakat,” ujarnya di Pariaman, Jumat  (21/9).

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan layanan tersebut cukup mengisi formulir persetujuan pengiriman melalui menggunakan layanan SAMPO Delevery Order. Sedangkan biaya atas layanan, dibayar setelah TNKB diterima oleh wajib pajak sesuai alamat.

Selain dikirim menggunakan layanan SAMPO Delevery Order, pengambilan TNKB tetap bisa dilakukan secara manual dengan mendatangi kantor Samsat.

“Tetap ada pelayanan pengambilan TNKB secara manual di kantor Samsat, mungkin karena jarak tempat tinggal dan kantor dekat,” kata dia.

Ia mengatakan, layanan SAMPO Delivery Order tercetus dari keinginan Polres Padangpariaman memberikan kemudahan masyarakat dalam penjemputan TNKB. Jauhnya jarak tempat tinggal wajib pajak dengan kantor Samsat, menjadi kendala saat wajib pajak menjemput TNKB ke kantor Samsat. Faktor ini juga membuat ratusan keping TNKB menumpuk di kantor Samsat belum dijemput wajib pajak.

“Hampir 600 keping TNKB yang belum dijemput oleh wajib pajak masih menumpuk di gudang. Namun sebahagian ada yang telah diambil wajib pajak juga,” ulasnya.

Ia berharap dengan layanan ini akan memberikan kemudahan bagi masyarakat. Lebih jauh, kemudahan pelayanan, juga memotivasi kesadaran masyarakat untuk membayar pajak dan pengurusan STNK.

Peluncuran layanan SAMPO Delivery Order Polres Padangpariaman disambut baik wajib pajak di Padangpariaman. Pelayanan antar alamat TNKB ini dianggap akan memangkas waktu wajib pajak dalam mendapatkan TNKB.

Mela Puspita Sari, salah seorang wajib pajak asal Enamlingkung mengaku agak direpotkan jika harus datang kembali ke kantor Samsat untuk menjemput TNKB.

Dengan adanya pelayanan antar alamat, ia selaku wajib pajak punya kepastian kapan TNKB nya telah ada di Samsat.

“Bagus layanannya, kami sangat terbantulah. Kadang untuk menjemput TNKB sebulan setelah bayar pajak, harus libur kerja,” pungkasnya. (Nanda)