19 August 2017

Dipimpin Hendra Aswara, Investasi Padangpariaman Naik 4 Kali Lipat
Bupati Ali Mukhni serahkan piagam penghargaan kepada Kadis PMPTP Hendra Aswara usai upacara Kemerdekaan RI di Halaman Kantor Bupati di Parit Malintang, Kamis (17/8).
Paritmalintang -- Pemerintah Daerah Kabupaten Padangpariaman memberikan penghargaan kepada empat orang ASN berprestasi dan memiliki inovasi dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Keempat ASN tersebut yaitu Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Peridustrian (DPMPTP) Hendra Aswara, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Budi Mulia, Kabag Umum Eli Marni dan Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Deni Irwan.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Ali Mukhni didampingi Wabup Suhatri Bur usai upacara bendera Hari Kemerdekaan RI di Halaman Kantor Bupati di Parit Malintang, Kamis silam (17/8).

"Jadikan penghargaan ini sebagai bahan bakar, sebagai penyemangat, untuk terus berinovasi dan bekerja untuk kepentingan umat," ujar Ali Mukhni sambil menepuk bahu Kadis PMPTP Hendra Aswara.

Bupati Ali Mukhni mengatakan, keempat ASN tersebut setelah dilakukan evaluasi kinerja dan target, menunjukkan hasil yang membanggakan.

Pada DPMPTP telah melaksanakan perijinan online sehingga menumbuhkan nilai investasi. Tahun 2017 ini, kata dia, target investasi yang dibebankan Pemprov Sumbar kepada Pemkab Padangpariaman sebesar Rp47 miliar. Namun pada bulan Agustus telah tercapai 168 miliar. Artinya investasi meningkat hampir empat kali lipat dari target propinsi.

"Investasi meningkat pesat, artinya, kita berikan pelayanan perijinan yang mudah, transparan dan tanpa pungli. Jadi investor merasa nyaman berbisnis di Padangpariaman," ungkap Ali Mukhni.

Sedangkan Dinas Pekerjaan Umum dinilai berhasil dalam penyerapan anggaran fisik tertinggi di Sumbar sebesar 98,57% pada tahun 2016. Artinya, seluruh pekerjaan fisik berhasil dituntaskan dan telah dinikmati masyarakat.

"Kita ingin prestasi serupa dipertahankan pada tahun ini. Pembangunan jalan, jembatan, irigasi dan gedung tetap menjadi prioritas," ungkap Peraih Satya Lencana Pembangunan dari Presiden RI itu.

Kemudian pada Bagian Umum layak diapresiasi dalam penataan ruangan kantor bupati yang berbasis lingkungan. Mulai dari pintu masuķ, lobby hingga aula terjaga kebersihannya. Kemudian berkomitmen menjadikan kantor bupati sebagai kawasan tanpa asap rokok.

Selanjutnya Bagian PBJ dinilai berhasil dalam percepatan proses tender dimana lelang dimulai di awal Januari, sehingga pekerjaan bisa segera dimulai dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

"Bahkan tahun ini sebelum lebaran sudah ada proyek yang telah PHO. Jadi tender lebih awal sangat berdampak positik untuk ekonomi masyarakat," tandasnya.

Sementara itu Kadis PMPTP Hendra Aswara, di Pariaman, Sabtu (19/8), mengaku tidak menyangka akan diberikan reward oleh orang nomor satu di Padangpariaman itu.

"Kami ucapkan terima kasih pada Bapak Bupati. Penghargaan ini dipersembahkan untuk seluruh personil DPMPTP. Dengan kerja bersama, kita berikan best service untuk masyarakat," kata Jebolan STPDN Jatinangor itu. (Tim)

18 August 2017

Veteran 45 Sedih Merah Putih Tak Banyak Berkibar di HUT RI

Lubuak Pandan -- Kurangnya perhatian masyarakat terhadap pemasangan bendera merah putih di halaman rumah, perkantoran dan gedung lainnya dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72 tahun 2017, membuat pejuang kemerdekaan RI sangat prihatin.

"Kami berjuang mengusir bangsa penjajah Belanda dengan tetesan darah berwarna merah. Ribuan pejuang bercucuran darah hingga tewas akibat serangan tentara Belanda," ungkap salah seorang pejuang Kemerdekaan RI 1945 di Kabupaten Padangpariaman bernama Labai Burhan, Jumat (18/8/2017).

Burhan yang ditemani istrinya Rabaani, kini tinggal di Korong Badinah, Nagari Lareh Nan Panjang Barat, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padangpariaman.

Burhan mengaku sedih menyaksikan generasi sekarang yang seakan tidak menghargai apa yang sudah dilakukan para pejuang kemerdekaan terdahulu. Mereka harus berhadapan dengan bedil, senjata mortir dan tank tentara Belanda yang ingin menguasai Indonesia kembali dalam agresi Belanda membonceng Sekutu.

”Nyawa mereka dipertaruhkan. Tapi hari ini dengan memasang bendera merah putih sebagai simbol bangsa Indonesia di hari peringatan kemerdekaan saja, terlihat banyak yang tidak memasang. Hendaknya ini perlu menjadi perhatian para pemimpin di masyarakat,” kata Burhan.

Burhan juga menceritakan perjuangannya pada perang kemerdekaan tahun 1949. Ia berkata, suatu hari Komandan Pleton Abdulllah PO (dibaca pe o) di Pakandangan menyuruhnya menjemput peluru ke Sicincin.

Dengan seorang teman, berangkat ia ke Sicincin. Dalam perjalanan bertemu dengan 12 orang pasukan Belanda. Mereka sangat kuatir jika tentara Belanda menembakan senapan, pasti tewas.

Agar tidak menarik perhatian tentara Belanda, ia tetap berjalan tanpa menunjukkan akan melakukan perlawanan. "Nasib baik, tentara Belanda tidak melakukan penempakan,” kata Burhan yang kini sudah berumur 100 tahun, namun di KTP tertulis kelahiran 15 April 1929 karena alasan naik haji tahun 2007, tahun kelahirannya terpaksa dimajukan.

Menurut Burhan, meski turut berjuang membela dan mempertahankan kemerdekaan RI, dirinya tidak pernah menerima pensiun sebagai veteran.

"Dulu memang ada yang mau mengurusnya. Namun hingga kini tidak ada hasilnya. Sedangkan teman-teman dan anggota sesama pejuang di pleton 142 sudah lama wafat. Komandan Pleton Datuak Borong dan Wakilnya Buyung Gili, keduanya dari nagari Lubuk Pandan," jelasnya.

Bahkan kata dia, dalam mengurus pensiun veteran, ada pula yang mau mengurus status veterannya, tapi dimintai sejumlah emas sebagai imbalannya yang hingga kini tak jelas,” kata Burhan yang memiliki 4 isteri dan 18 orang anak.

Tokoh muda Padangpariaman Zeki Aliwardana, rendahnya perhatian masyarakat terhadap pemasangan bendera merah putih menunjukan rendahnya pemahaman nilai-nilai nasionalisme dan perjuangan meraih kemerdekaan Indonesia. Generasi muda semakin tidak akrab dengan nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan.

”Apalagi derasnya arus melalui media sosial, televisi dan media internet yang tidak sebanding dengan penyebaran nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan tersebut. Sinetron atau tayangan di televisi yang banyak digandrung masyarakat, terlihat lebih  banyak tidak menumbuhkan nilai-nilai semangat nasionalisme dan kebangsaan tersebut,” kata Zeki.

Menurut Ketua Ansor Padangpariaman itu, harus ditanamkan sejak dini nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan kepada anak-anak bangsa. Sekolah dan lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam menumbuhkan nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan tersebut. (Tim)
Laporan Haji: JCH Padangpariaman Laksanakan Umrah Sunnah

Mekkah -- Seusai tausiah, zikir dan doa untuk bangsa, jamaah calon haji (JCH) kelompok terbang (kloter) 15 embarkasi Padang, mulai melaksanakan umrah sunnah, Jumat (18/8/2017), di Makkah, Arab Saudi. Tegabung di sana JCH Padangpariaman.

Tepat pukul 08.15 waktu setempat, dari total 392 JCH, sebanyak 88 orang berangkat dari hotel menuju Miqat (tan'im) menggunakan mobil sewaan yang didampingi oleh petugas haji untuk melaksanakan Ihram (niat umrah).

12 orang diantaranya menggunakan kursi roda oleh keterbatasan fisik --kondisi fisik yang terbatas. Setiba di Tan'im, jamaah melakukan salat sunnah 2 rakaat dan mulai berniat Ihram.
 

"Selama perjalanan menuju Masjidil Haram, gema Talbiyah berkumandang, serasa hamba dan Tuhan amatlah dekat," ujar Afrinaldi Yunas Tim THPD Padangpariaman dalam surat elektroniknya yang diterima redaksi.

Di Baitullah, para jamaah melakukan Thawaf dan Sa'i, diakhiri dengan memotong rambut (tahalul).

Dalam rombongan tersebut terlihat Sekda Padangpariaman, Jon Priadi dan Staf Ahli Bupati, Taslim. Selesai mengerjakan serangkaian ibadah umrah, JCH kembali menuju hotel untuk beristirahat.

"Esok kegiatan jamaah calon haji adalah ibadah mandiri ke Baitullah," sebut Afrinaldi Yunas. (Tim)

17 August 2017

Mengenang Tragedi Berdarah Surau Batu Sintuak

Sintoga -- Peristiwa penembakan 40 orang anggota TRI/TNI,  pemuda pejuang kemerdekaan dan penduduk lainnya dari Nagari Sintuak Tobohgadang, Pakandangan, Kototinggi, Pauhkamba, Bintungantinggi dan sekitarnya oleh tentara Belanda, diperingati Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Padangpariaman dengan menyelenggarakan upacara 17 Agustus 2017 di lokasi pembunuhan.

Peristiwa tersebut terjadi pada  Selasa 7 Juni 1949, yang dilakukan oleh serdadu Belanda. Pembina Upacara Peringatan HUT RI ke-72, Ketua GP Ansor Padangpariaman Zeki Aliwardana, menyebutkan, pelaksanaan upacara sengaja diselenggarakan di lokasi pembunuhan keji oleh tentara Belanda kepada TRI/TNI dan rakyat  untuk mengenang peristiwa yang dikenal dengan Tragedi Surau Batu Sintuak.

"Karena eksekusi pembunuhan tersebut dilakukan di dekat surau Batu, persisnya di pinggiran sungai Batang Tapakih. Kita ingin mengingatkan semua pihak bahwa di lokasi ini pernah terjadi pembunuhan puluhan orang akibat mempertahankan kemerdekaan RI dari serangan tentara Belada," kata dia.

Ia juga prihatin tidak adanya kepedulian pihak terkait terhadap pembangunan tugu yang dibangun untuk mengenang peristiwa tragis tersebut. Hingga kini tugu itu masih terbengkalai dan dipenuhi semak belukar. Karena dilaksanakan upacara peringatan 17 Agustus di tempat itu, lokasinya dibersihkan

Rangkaian sejarah perjuangan saat itu bermula dari gencarnya perlawanan pemuda dan pejuang TRI/TNI di Sintuak Tobohgadang sekitarnya membuat Belanda kalap dan melakukan serangan membabi buta.

Rakyat biasa, petani, saudagar jadi sasaran. Pagi 7 Juni 1949, satu kompi serdadu Belanda  melakukan penyisiran ke arah Barat dari Lubuak Aluang. Operasi dipimpin Kapten Backer Komando Markas Teritorial Belanda yang bergerak dari tiga jurusan, yaitu dari Selatan melalui Pungguangkasiak, dari Utara melalui Pakandangan dan Kototinggi serta dari Barat melalui Bintungan Tinggi, Pauhkamba, dan Tobohgadang.

Ketiga rombongan menyatu dan bertemu di pasar Sintuak, tepat di lapangan dekat stasiun kereta api Sintuak. Pada pukul 09.00 WIB, ketiga rombongan  membawa orang-orang tangkapannya. Tujuan penyisiran menangkap gerilya pemuda pejuang kemerdekaan dan anggota TNI. Namun, setiap laki-laki dewasa yang ditemui digiring.

Di stasiun kereta api Sintuak, semua tangkapan dikumpulkan,  dibagi   tiga kelompok. Pertama, 20 orang dibawa ke Lubuak Aluang untuk diperiksa. Kedua,  35 orang disuruh pulang. Ketiga,  40 orang dibawa Belanda ke Surau Batu Sintuak. Kelompok ini  di halaman Surau  Batu mula-mula  disuruh duduk melingkar  mendengarkan tuduhan sebagai gerilya, ekstrimis, penghianat, perampok dan sebagainya.

Walaupun ada diantaranya  berteriak menyatakan bahwa ia petani, tidak tahu apa-apa,  tidak dihiraukan oleh serdadu Belanda. Kemudian digiring ke pinggir sungai Batang Tapakih berbaris  membelakangi kepada serdadu Belanda dan menghadapi aliran sungai. Tiga senapan mesin siap memuntahkan peluru.

Tiba-tiba terdengar komando tembak! Door… door….door. Sebanyak 37 orang tewas.  Mayatnya  dihanyutkan  Batang Tapakih yang waktu itu tengah banjir. 

Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Masyarakat setempat tidak ada yang menyaksikan langsung, hanya bunyi tembakan dari jauh.  Tiga orang  terhindar dari maut. Ketiganya,  saat letusan senjata api musuh terdengar, mereka  cepat terjun  ke  sungai. Lalu menghanyutkan diri bersama air banjir.

Masing-masing  Zakaria alias Buyuang Gati,  ditangkap  di  Tobohluaparik,  Tobohgadang. Setelah hari gelap,  baru berani  keluar dari sungai dan pulang. Kedua,  Hongkong yang dibangunkan ketika masih tidur pukul 05.30 WIB   di Bayua Kototinggi.  Ketiga, Nasir Labai Buyung Itik,  ditangkap tentara Belanda di Surau Buluah Apo Sawahmansi Tobohgadang, ketika selesai shalat Subuh.

Nasir Labai Itik malam harinya sampai di Balaiusang Sintuak. Ia menceritakan kejadian pada masyarakat setempat. Informasinya dengan cepat tersebar luas dan malam itu juga masyarakat Sintuak  bersama-sama membawa lampu petromak mencari korban.

Karena  Batang Tapakih  banjir, masyarakat kesulitan mencari jenazah korban. Tidak semua  korban dapat ditemukan. Hanya beberapa  korban  dapat ditemukan.  Enam  korban yang tidak dikenal dikuburkan di tepi Batang Tapakih.

Jenazah yang dikenal segera dibawa  keluarga  dan besoknya dikuburkan di pandan pekuburan masing-masing. Yang dikuburkan keluarga  Nazir, Mulek Dodok dan Yusuf Jalang. Namun dapat dicatat hanya 26 orang teridentifikasi. Tiga orang selamat, 6 orang dikuburkan secara massal dan 5 orang lagi tidak ditemukan.   (Tim)

15 August 2017

Tiba di Lokasi Jembatan Ambruk, Ali Mukhni Keluarkan Instruksi

Sikabu -- Bupati Padangpariaman Ali Mukhni bersama Plh Sekda Padangpariaman Hanibal tinjau jembatan ambruk di Sikabu, Lubuk Alung. Ia juga ditemani oleh Kepala Dinas PU Budi Mulya di jembatan yang runtuh pada Senin sore (14/8), akibat kelebihan beban yang mengakibatkan 5 orang korban luka serius.

Ali Mukhni sendiri, saat peristiwa runtuhnya jembatan sedang dinas di luar daerah. Setiba di bandara BIM, ia langsung menuju lokasi tanpa pulang ke rumah terlebih dahulu.

Ali Mukhni mengatakan pihaknya akan menangani segera pasca peristiwa tersebut. Pihaknya telah melaporkan secara tertulis kepada provinsi dan pemerintah pusat untuk pembangunan jembatan tersebut.

Sedangkan bagi anak sekolah yang setiap hari melintas di jembatan itu, akan diangkut dengan unit bus milik Pemkab yang disiagakan di lokasi tersebut.

"Anak sekolah yang biasanya menggunakan jembatan runtuh ini untuk ke sekolah, kita akan sediakan Bus Pemda dari Dinas Perhubungan untuk mengangkut anak anak ke sekolah dari daerah Sikabu menuju Lubuk Alung," ujar bupati.

Di lain pihak, imbuh bupati, melalui Dinas PU pihaknya akan segera membangunkan jembatan darurat yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua di lokasi runtuhnya jembatan.

"Akan kita intruksikan untuk membangun Jembatan darurat yang hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua," pungkasnya.

Sebelumnya, jembatan Korong Kayu Gadang, Nagari Sikabu ambruk saat ramai dilalui oleh masyarakat. Saipul, 42 tahun, yang saat kejadian berada di lokasi ambruknya jembatan mengatakan, kejadian berawal saat dumtruk bermuatan sirtukil penuh menyeberangi jembatan dari arah Sikabu menuju BLKM.

Sedangkan 5 orang korban lainnya yang menggunakan sepeda motor datang berlawanan. Namun nahas, jembatan tersebut ambruk. Sebelumnya kata dia tanda-tanda jembatan ambruk telah terlihat.

“Sekitar pukul 15.30 WIB, dumtruk sarat muatan melintas, di depannya ada beberapa motor, saat truk bergerak mendekati ujung jembatan, saat itu jembatan ambruk. Pengendara sepeda motor juga ikut jatuh dengan sepeda motornya,” katanya. (Masrudi/Nanda)
Danrem Wirabraja Bawa Lamtera Untuk 'Menerangi' Padangpariaman

Pariaman -- Komandan Korem (Danrem) 032/Wirabraja, Brigjen TNI Bakti Agus Fadjari, sosialisasikan Program Lamtera (lampu lentera rakyat) di hadapan pejabat Pemkab Padangpariaman di rumah dinas Bupati di Pariaman, Selasa (15/8/2017).

Lamtera kata Danrem merupakan program yang telah menerangi 256.000 rumah di seluruh Indonesia. Lamtera bertujuan menghadirkan tentara di tengah masyarakat dengan bekerjasama bahu membahu menerangi daerah yang belum teraliri listrik.

"Lamtera diciptakan oleh Ujang Koswara seorang warga Garut, Jawa Barat, yang terinspirasi dari kondisi kampungnya sendiri yang belum mendapat aliran listrik untuk penerangan," papar Danrem.

Dia, lanjut Danrem, berusaha mencari jalan bagaimana supaya kampungnya memiliki listrik, mulai dari mikrohidro, air listrik, solar panel, namun masih membutuhkan banyak biaya dan highrisk.

Kemudian munculah niat bagaimana menciptakan lampu hemat biaya untuk rakyat yang terinspirasi dari lampu LED pada handphone.

"Lamtera ini tidak dikomersilkan namun melalui yayasan dan dibuat oleh para tentara serta ada yang dibuat di Lapas Sukamiskin, karang taruna, anak putus sekolah untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat putus sekolah," jelas Danrem.

Menurut Danrem, 1 lampu Lamtera digaransi selama10 tahun, 3 jam cas melalui genset maka dapat dipakai selama 1 bulan yang berbahan LED.

"Bisa, dengan daya 1 watt mampu terang 10 watt dan biaya cuma bayar Rp 2.000 sebulan. Semua itupun dibantu oleh Babinsa di lapangan untuk pemasangan dan pengecasan dibantu Babinsa memasang," tutur Danrem.

Di Padangpariaman, imbuh Danrem, sudah dipasang di Kecamatan Sungai Limau kepada sebanyak 100 kepala keluarga dan akan terus ditambah.

TNI kata dia, juga telah mengandeng PT Semen Padang untuk meluncurkan CSRnya bersama TNI dengan program Lamtera melalui MoU yang disepakati bersama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di tingkat pusat.

Ia mengatakan bahwa program itu diterapkan untuk daerah terpencil di Indonesia yang merupakan wujud kepedulian TNI kepada masyarakat agar juga dapat merasakan kemerdekaan dalam penerangan menjelang HUT RI ke-72.

Plh Sekda Padangpariaman Hannibal, mengungkapkan rasa haru dan bahagianya dengan dipilihnya Padangpariaman menerima program Lamtera.

"Saya begitu terharu dengan program dari Danrem ini. Inilah yang kita butuhkan untuk menerangi setiap pelosok Padangpariaman. Saya akan mengusulkan kepada Bupati dan Ketua DPRD agar program ini juga dilaksanakan oleh pemda, dan dimasukan dalam APBD Padangpariaman 2018," ungkapnya.

Menurut Hanibal, masih banyak daerah di pelosok Padangpariaman yang belum beruntung mendapatkan aliran listrik.

Untuk itu, Hanibal berharap program serupa akan diterapkan oleh Pemkab Padangpariaman untuk menerangi Kabupaten Pendidikan di Sumbar itu.

Sosialiasi Lamtera turut dihadiri Dandim 0308 Pariaman, Direktur Utama PT Semen Padang, Kapolres Pariaman, Wakil Ketua DPRD Mothia Azis, Kepala BKPSDM Anwar, Kepala Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian Hendra Aswara, dan pejabat di lingkungan Pemkab Padangpariaman. (Vandu)

14 August 2017

Efektifkan Pengawasan, BPOM MoU dengan Pemda se Sumbar

Paritmalintang -- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) adakan kesepakatan bersama atau MoU dengan pemerintah provinsi serta kabupaten/kota se-Sumatera Barat, sebagai bentuk mengimplementasikan Instruksi Presiden No. 3 Tahun 2017 tentang Peningkatan Efektifitas Pengawasan Obat dan Makanan, Minggu (13/8/2017) di hall IKK Paritmalintang.

Kepala BPOM RI, Penny Kusumastuti Lukito menyatakan, seluruh pihak harus bertanggung jawab secara efektif dalam pengawasan keamanan, manfaat, serta mutu obat dan makanan.

Katanya, Inpres itu memang ditujukan kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, Menteri Pertanian, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Komunikasi dan Informatika, Kepala Badan POM, para Gubernur, serta Bupati dan Walikota di seluruh Indonesia.

Penny menjelaskan, dalam Inpres itu peningkatan efektivitas pengawasan obat dan makanan, akan berjalan hingga lintas sektor dan lintas pemda. Untuk itu, dia berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah dalam pengawasan obat dan makanan tersebut.

Salah satu bentuknya yaitu menindaklanjuti rekomendasi BPOM. Katanya, tindak lanjut dapat dilakukan jika menemui satu pelanggaran terkait aspek keamanan, mutu, dan manfaat dari pangan, obat-obatan, obat tradisional dan kosmetik di daerah yang beresiko merugikan masyarakat.

“Selama ini sinergi antara pemda dengan BPOM telah ada, tetapi dalam porsi kecil. Jadi dengan dukungan pemerintah, pemda akan memiliki komitmen lebih besar untuk menindaklanjuti berbagai pelanggaran yang terjadi," tandasnya.

Sedangkan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengatakan, bahwa pihaknya akan sangat mendukung upaya BPOM dalam menindaklanjuti Inpres No 3 tahun 2017. Dia bahkan berpesan agar pihak BPOM menyampaikan daerah yang belum melakukan MoU.

“Informasi ini sangat penting bagi masyarakat. Telebih dalam upaya pengawasan obat dan makanan. Jadi sangat kami dukung penuh,” ujar Irwan.

Turut membenarkan, Bupati Padangpariaman Ali Mukhni mengatakan, bahwa pihaknya merasa mendapat kehormatan menjadi tuan rumah dalam MoU tersebut. Terlebih menyangkut obat dan makanan yang tentunya penting bagi kesehatan masyarakat.

Untuk itu, Ali Mukhni memastikan bahwa Padangpariaman menjadi daerah yang sangat mendukung instruksi presiden tersebut.

“Permasalahan kesehatan serta keamanan obat dan makanan yang akan dikonsumsi masyarakat, memang sangat penting dicermati. Sebab berawal dari obat dan makanan tersebutlah kenyamanan dan ketenangan hati diperoleh masyarakat dalam mengonsumsinya,” ujar Ali Mukhni.

Kendati demikian, imbuh Ali Mukhni, masih banyak masyarakat yang kurang memahami dan mengetahui produk obat dan makanan yang aman dikonsumsi. Hal itu menyebabkam sering terjadinya gangguan kesehatan penggunanya.

Dia juga menilai, bahwa masih ditemukan adanya produk obat dan makanan yang tidak memenuhi syarat mutu dan keamanan.

“Untuk itu kami sangat mendukung kegiatan yang diadakan Balai Besar POM ini. Harapan kami, pengawasan obat dan makanan lebih ditingkatkan lagi dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat dari obat dan makanan yang tidak memenuhi ketentuan,” tandasnya. (Tim)
'Pandeka' Sungai Buluah Wakili Sumbar Pencak Silat Nasional di Jogja

Batang Anai -- Perguruan Silat (PS) Karang Indah Nagari Sungai Buluah Selatan, Kecamatan Batang Anai, wakili Sumatera Barat mengikuti lomba pencak silat tingkat nasional dalam iven Pencak Malioboro Festival V pada 18 hingga 20 Agustus 2017 mendatang di Jogjakarta.

Kontingen PS Karang Indah yang diketuai Febri Deni, resmi dilepas oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Padangpariaman, Januar Bakri (13/8/2017). Turut hadir Hasan Basri anggota DPRD Kabupaten Padangpariaman yang juga putra Sungai Buluah dan tokoh masyarakat setempat Rosnam.

Januar Bakri mendukung penuh dan memberikan apresiasi kepada PS Karang Indah atas keikutsertaannya ke even nasional itu.

"Semoga PS Karang Indah dapat mengharumkan Sumbar dan Padangpariaman di kancah pencak silat nasional," harapnya.

Pencak silat, kata Januar, mesti dilestarikan karena merupakan seni budaya warisan leluhur. Januar juga mengatakan bahwa pencak silat sebagai media pendidikan karakter generasi muda, tepat sekali untuk dikembangkan karena juga bisa melatih sopan santun generasi muda. Putra Nagari Buayan itu juga serahkan bantuan untuk biaya kontingen PS Karang Indah.

"Sebagaimana pepatah Minang mengatakan, barek samo dipikua ringan samo dijinjiang. Bajalan babuah batiah malenggang babuah tangan, kok dak panuah ka ateh kok dak ka bawah untuk meringankan biaya para peserta," ujar Januar saat menyerahkan bantuannya yang diterima Guru Silat Pandeka Malin disaksikan Afrizal Eri Gunuang Pandeka Sati.

Selain mendapatkan bantuan dari donatur, PS Karang Indah juga mendapatkan bantuan dari sumbangan masyarakat sekitar yang saling bahu membahu meringankan beban kontingen, terutama para orang tua mereka agar anak-anaknya nanti bisa menjadi orang yg berptestasi. (Tim)

12 August 2017

'Merdeka Trabas' Ekspos Keindahan Alam Padangpariaman

Paritmalintang -- Berbagai kegiatan dapat dilakukan untuk meriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-72. Di Padangpariaman misalnya, ratusan trail adventurer yang berasal dari berbagai daerah memperingatinya dengan menggelar Merdeka Trabas 2017 di Kantor Bupati Padangpariaman, Paritmalintang, Sabtu (12/8/2017) pagi.

Selain ajang silaturahmi sesama pecinta olahraga itu, aksi menjajal jalanan menanjak dan berlumpur sejauh puluhan kilometer, juga menunjukkan kekompakan TNI-Polri dan masyarakat di Padangpariaman. Kegiatan itu diinisiasi Kodim 0308/Pariaman, Polres Pariaman dan Polres Padangpariaman.

Dandim 0308/Pariaman Letkol ARH Hermawansyah, mengatakan, kegiatan trabas mengambil start di Kantor Bupati Padangpariaman dan akan finish di Nagari Sikabu, Kecamatan Lubuk Alung.

Dikatakannya, peserta trabas akan melewati beberapa spot atau titik yang memiliki keindahan alam yang luar biasa indahnya.

“Kita sekalian ekspos keindahan alam yang ada di rute perjalanan yang kita tempuh nanti,” ujarnya.

Bupati Padangpariaman Ali Mukhni mengapresiasi kegiatan Trabas Merdeka. Menurutnya, kegiatan itu dapat menjadi iven olahraga sekaligus promosi wisata Padangpariaman kepada wisatawan.

Ia berharap akan banyak dan sering lagi olahragara bermotor itu dilaksanakan di Padangpariaman.

“Kita berharap kedepan masih ada kegiatan seperti ini lagi, apalagi melibatkan Dandim dan Kapolres,” pungkasnya. (Nanda)
ASN Padangpariaman Meninggal Tertimpa Kelapa Tumbang

Paritmalintang -- Muji Antoro Suryo, 45 tahun, salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab Padangpariaman, akhirnya menghembuskan nafas terakhir setelah sempat dilarikan ke RSUD Paritmalintang akibat tertimpa pohon.

Informasi yang dihimpun wartawan di lapangan, Muji Antoro yang menjabat sebagai Bendahara Barang di DPKA Padangpariaman, menjadi korban tertimpa pohon kelapa tumbang di Simpang Apar, Nagari Pakandangan, Kecamatan Enamlingkung, Jumat (11/8) sekitar pukul 18.00 WIB

Menurut keterangan saksi bernama Zulkarnain, kerjadian berawal saat Mujiono mengendarai sepeda motor dengan momor polisi BA 5478 F dari arah Paritmalintang menuju Pauhkambar.

"Tiba-tiba pohon kelapa tumbang ke jalan dan seketika menimpa korban," ujar Zulkarnain.

Akibat dari kejadian tersebut, korban mengalami luka berat pada bagian kepala, tangan patah dan dilarikan ke rumah sakit. Namun malang, pada pukul 20.30 korban mengembuskan nafas terakhirnya.

Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, menjenguk korban ketika menerima informasi. Ia turut berduka atas peristiwa tersebut.

"Semoga amal ibadah almarhum diterima dan ditempatkan di sisi Allah SWT," ungkapnya. (Nanda)

11 August 2017

Padangpariaman Lepas 249 Calon Haji, Tertua 85 Tahun

Ulakan -- Rombongan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Padangpariaman akan diberangkatkan dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menuju Jeddah, Arab Saudi, Minggu (13/8/2017) pukul 19.35 Wib.

Sebelumnya terbang ke Jeddah, JCH Padangpariaman yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter)15 bersama JCH lain asal Kota Padang dan Kota Pariaman terlebih dahulu masuk asrama Embarkasi Haji Tabing, Padang, Sabtu (12/8)

Kepala Kantor Kementrian Agama (Kamenag) Kabupaten Padangpariaman Helmi, dalam laporannya merinci, JCH asal Padangpariaman tahun 2017 berjumlah 249 orang jemaah yang terdiri dari 77 orang jemaah laki-laki dan 142 orang jemaah perempuan dengan JCH tertua, Jati Labo Husin, 85 tahun asal Sungai Geringging dan JCH termuda, Desmawati Herman Mansur, 35 tahun asal Kampung Durian, Lubuk Alung.

“Awalnya ada 248 orang JCH dari Padangpariaman, kemudian dalam proses ada mutasi 1 orang JCH asal Kota Padang ke rombongan kita, sehingga bertambah dari jumlah awal,” rincinya saat pelepasan JCH Padangpariaman di Masjid Agung Syekh Burhanuddin Ulakan, Jumat (11/8) siang.

Ditambahkannya, usai menjalankan rangkaian ibadah haji di Arab Saudi, dijadwalkan JCH Padangpariaman akan kembali ke Sumatera Barat melalui BIM Sabtu 23 September mendatang.

Ia mengingkatkan agar JCH Padangpariaman memastikan telah membawa serta kartu BPJS. Pelengkapan kartu BPJS agar memudahkan JCH mendapatkan perawatan medis saat berada di tanah suci.

Bupati Padangpariaman Ali Mukhni berbagi tips kepada JCH asal Padangpariaman. Kondisi cuaca ektrim di Mekkah dan Madinah membutuhkan persiapan kesehatan yang baik, agar pelaksanaan ibadah tidak terganggu oleh kondisi fisik yang menurun.

“Jangan beraktivitas yang tidak bersifat ibadah, optimalkan waktu untuk kegiatan ibadah saja dan juga banyak konsumsi air putih dan makanan yang diberikan oleh panitia,” ujarnya.

Menurut Ali Mukhni, ibadah haji juga menjadi momen ujian kesabaran bagi calon haji. Padatnya umat muslim yang datang dari seluruh dunia yang berhaji, tak jarang harus berdesak-desakan.

“Sesungguhnya itu ujian kesabaran bagi kita, semoga seluruhnya akan menjadi haji yang mabrur dan mabrurah,” pungkasnya. (Nanda)

10 August 2017

Padangpariaman Beri Pendamping bagi 120 Tenaga Kerja Mandiri
(Dari kiri ke kanan) Kasi Penempatan Tenaga Kerja M Nasir, Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Syamsuardi, Armaidi, Kepala Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan UKM Padang Pariaman  Hj. Nurhelmi, SH, M.Si, Roby Hadi Putra dan  Mike Fitri
Pariaman -- Kepala Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan UKM (Disdagnakerkop) Padangpariaman  Nurhelmi, minta pendamping kelompok wirausaha Tenaga Kerja Mandiri (TKM) bekerja maksimal dan professional. Selain itu, juga turut melakukan pemberdayaan masyarakat di nagari dalam berbagai aspek kehidupan.

Hal itu diungkapkan dia di Pariaman, Kamis (10/8/2017), ketika menerima tiga orang pendamping TKM. Tiga pendamping TKM, masing-masing Roby Hadi Putra, Mike Fitri dan Armaidi yang sudah mengikuti pembekalan pendamping TKM angkatan ke-3 di Balai Besar Pengembangan Pasar Kerja dan Kesempatan Kerja di Lembang, Bandung, Jawa Barat, 31 Juli – 5 Agustus 2017.

Menurut Nurhelmi, pendamping TKM harus mampu menjalankan program wirausaha tenaga kerja mandiri dalam rangka mengatasi penggangguran di tingkat nagari. “Kegiatan ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat di Padangpariaman,” kata dia.

Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Syamsuardi, menuturkan, dari ketiga pendamping tersebut, masing-masing mendampingi dua kelompok tenaga kerja mandiri. Setiap kelompoknya berjumlah 20 orang. Berarti total tenaga kerja mandiri berjumlah 120 orang.

“Target dari kegiatan ini adanya peningkatan pendapatan dari TKM. Melalui pendampingan berkelompok, diharapkan warga yang menerima program ini mendapatkan peluang kerja atau usaha. Kelompok yang dibina mendapatkan bantuan dan pembinaan agar usahanya bisa berjalan dengan baik,” kata Syamsuardi didampingi Kasi Penempatan Tenaga Kerja M Nasir.

Dikatakan Syamsuardi, masing-masing kelompok nantinya mendapatkan peralatan usaha sesuai dengan yang dibutuhkan. Dari bantuan alat dan modal tersebut, diharapkan usahanya dapat berkembang. (Tim)
Suhatri Bur Juara Balap Karung

Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, Sekertaris Daerah Jonpriadi beserta jajaran eselon 2 ikuti berbagai perlombaan Agustusan yang diadakan Rabu, (9/8) di halaman kantor Bupati di Parit Malintang.

Berbagai lomba yang diikuti antara lain lomba senam, memasukkan paku ke dalam botol,  membawa kelereng dalam sendok, tangkelek panjang dan lomba pacu karung.

Perlombaan senam yang diikuti seluruh peserta jajaran Pemkab Padangpariaman itu layaknya senam biasa. Peserta mencontoh gerakan istruktur yang berada di barisan palin depan.

Masing masing instansi minimal terdiri  dari 10 orang, dikelompokkan sesuai barisan berdasarkan nomor lotnya. Pemenang dinilai berdasarkan keserasian, pakaian dan gerakannya, serta ketepatan gerakan dengan yang dicontohkan instruktur.

Perlombaan di sisi lain lapangan dilanjutkan dengan memasang paku yang diikat di pinggang peserta untuk dimasukkan ke dalam botol. Para pejabat terus berjalan mengikuti lomba kelereng, tangkelek, dan akhirnya kemujuran mendekati wakil bupati --yang meski badannya tidak bisa dibilang kurus-- ternyata berhasil dengan gesit memenangkan lomba pacu karung.

Lomba lomba yang diadakan sehari penuh tadi, menurut koordinator lomba Hendri Satria, hanya sebahagian kecil dari berbagai lomba yang diadakan oleh instansi lain, semisal lomba kebersihan kantor camat, lomba UKS dan penilaian nagari berprastasi. Pengumuman dan hadiah lomba sendiri nantinya akan disampaikan pada saat acara puncak peringatan HUT RI ke-72 nanti, 17 Agustus 2017.

Dalam perayaan puncak tersebut kata Hendri Satria, Bupati Padangpariaman Ali Mukhni juga akan menyerahkan penghargaan bagi orang orang yang memiliki andil dalam hal pembangunan kabupaten yang sudah diberikan sejak tahun 2014 lalu.

"Jauhi jauh hari Pak Bupati juga selalu mengimbau dan memberikan edaran dari tingkat kabupaten, kecamatan, nagari dan korong untuk membersihkan lingkungan, memasang umbul umbul,  hingga menaikkan bendera merah putih di pekarangan rumah penduduk,  sehingga saat ini sepanjang jalan kabupaten sudah semarak, bersih, dan siap menyambut hari jadi bangsa," pungkas Hendri Satria.  Merdeka! (TIM)

8 August 2017

Lubuak Nyarai Segera Punya Cottage
Air terjun dan pemandian alami di Lubuak Nyarai. (Ritno/istimewa)
Paritmalintang -- Pemerintah kucurkan dana Rp2,6 milyar untuk tingkatkan infrastruktur dan fasilitas penunjang bagi wisatawan yang berkunjung ke objek wisata khusus Lubuak Nyarai, Lubuk Alung, Padangpariaman.

Dana tersebut merupakan sharing anggaran antara Pemerintah Kabupaten Padangpariaman dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tahun 2017

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Padangpariaman Jon Kenedy menjelaskan, peningkatan infrastruktur tersebut meliputi pembangunan akses jalan dari gerbang masuk objek wisata hingga batas hutan lindung, pembangunan tempat parkir kendaraan pengujung, pembangunan gerbang objek wisata.

“Akan ada jalan dari gerbang hingga perbatasan hutan lindung yang akan dibangun oleh Dinas PU Kabupaten Padangpariaman. Ada pembangunan tempat parkir dan gerbang juga di sana nantinya,” jelasnya Senin (7/8/2017) siang.

Selain itu, di Lubuak Nyarai nantinya juga akan dibangun cottage atau tempat pengunjung beristirahat usai menempuh perjalanan yang jauh dan menanjak menuju Lubuak Nyarai.

“Nanti wisatawan bisa beristirat dengan santai di Lubuak Nyarai. Cottage yang dibangun ini akan lebih repsentatif dan membuat pengunjung nyaman,” ulasnya.

Menurutnya, peningkatan dan penambahan fasilitas di objek wisata harus terus dilakukan, tidak sebatas di Lubuak Nyarai saja. Peningkatan dan penambahan infrastruktur juga dilakukan di sejumlah objek wisata lainnya di Padangpariaman.

“Kita akan lakukan peningkatan infrastuktur di objek wisata lainnya yang ada di Padangpariaman, namun sementara ini baru dimulai dari Lubuak Nyarai,” sebutnya.

Ditegaskan mantan Camat Nan Sabaris itu, pembangunan infrastruktur di objek wisata menegaskan bahwa Pemkab Padangpariaman berkomitmen menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu strategi peningkatan ekonomi masyarakat. (Nanda)

7 August 2017

Praja Padangpariaman Lulusan Terbaik IPDN

Jatinangor -- Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Senin (7/8) melakukan wisuda terhadap ribuan praja. Terlihat raut bahagia dari ribuan praja yang diwisuda langsung oleh Rektor IPDN Ermaya Suradinata.

Tahun ajaran 2016/2017 ini ada sebanyak 2.181 praja yang akan diwisuda dari berbagai program jurusan. Untuk program diploma IV sebanyak 1.799 praja, profesi kepamongprajaan program sarjana S1 sebanyak 217 praja.

Wisuda, adalah awal mimpi besar para praja untuk bisa mengabdi dan mengamalkan ilmu yang telah didapatkan selama mengikuti proses pendidikan 4 tahun.

Dibalik 2.181 Praja IPDN itu ada 6 (enam) praja IPDN asal pendaftaran Kabupaten Padangpariaman. Untuk Program Diploma IV, mereka adalah M Teguh Koesnadi, S STP, Jusmita, S STP dan Ovi Alrianti, S STP, sedangkan Program S1, M  Fikri Cahyadi, S. IP, Defi Prasdila, S. IP, dan Zayanthi Nurzain, S. IP.

Alumni IPDN angkatan-23 Jebril Al Syanur, selaku senior ia ikut bangga atas kelulusan junior IPDN asal Padangpariaman.

"Alhamdulillah mereka membawa nama baik Provinsi Sumatera Barat khususnya Padangpariaman, ini dibuktikan oleh M Fikri Cahyadi  atas prestasinya di IPDN sebagai lulusan terbaik program S1 di bidang Pengajaran dan Pelatihan sehingga meraih Kartika Adhi Kertiyasa dan Kartika Adhi Karyatama," ujarnya.

Prestasi tersebut, kata Jebril, membuat bangga dirinya selaku senior. Ia mengaku prestasi yang diraih Fikri itu merupakan kado terindah jelang hari kemerdekaan RI baginya.

"Besok direncanakan Presiden Jokowi akan ke Jatinangor melantik dan mengukuhkan kelulusan Praja IPDN. Praja Padangpariaman punya prestasi saat pengukuhan oleh presiden," sebutnya. (Tim)

3 August 2017

Padangpariaman Cari Sopir Teladan

Pemkab Padangpariaman melalui Dinas Perhubungan adakan lomba awak kendaraan umum teladan (akut) tingkat kabupaten tahun 2017. Lomba yang digelar satu hari penuh, Kamis (3/8/2017) di Aula Dishub di Jl Jend Sudirman No 187 Pariaman itu, diikuti 20 peserta.

"Ini merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas. Peserta terdiri dari sopir taksi, angdes dan bus AKAP dan AKDP," ujar Kepala Dinas Perhubungan Budi Utama.

Pemilihan sopir teladan 'Abdi Yasa Teladan' kata Budi, selain memotivasi para awak angkutan sekaligus pengembangan diri, keterampilan, pengetahuan dan sikap di samping memberikan pemahaman bahwa profesi awak angkutan merupakan bagian dari pembangunan.

"Untuk mewujudkan awak kendaraan umum yang sejajar dengan insan pembangunan lainnya dengan cara memberikan pemahaman, pelayanan dan penghargaan terhadap profesinya," imbuh Budi.

Juri dalam lomba itu terdiri dari 3 unsur. Yakni Kepolisian, Jasa Raharja dan Dinas Perhubungan. Metode penjurian meliputi tes tertulis dan wawancara.

"Seluruh peserta yang mengikuti lomba pemilihan Abdi Yasa Teladan ini diberi sertifikat pelatihan dan pemenang akan diumumkan melalui papan informasi Dinas Perhubungan pada hari Jum’at tanggal 4 Agustus 2017. Pemenang di tingkat Kabupaten Padangpariaman akan mengikuti pada perlombaan tingkat Provinsi Sumatera Barat," beber Budi. (Afdil/OLP)
Penyebab Ratusan Kasus Kebakaran per Tahun di Padangpariaman

Kayutanam -- Antisipasi seringnya kebakaran terjadi di Kabupaten Padangpariaman, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP/Damkar) Padangpariaman adakan penyuluhan pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran, Kamis (3/8/2017), di INS Kayu Tanam.

Kepala Satpol PP/Damkar Padangpariaman Rianto menyebutkan, kebakaran sering terjadi disebabkan hubungan arus pendek listrik. Masalah hubungan arus pendek tersebut, kata dia tidak dapat dilepaskan dari kesalahan manusia.

“Selama ini saya melihat masih banyak produk elektronik yang dipakai masyarakat melebihi kapasitas. Contohnya penggunaan terminal, masih ditemukan warga yang menjadikan terminal kapasitas empat colokan, menjadi delapan colokan dengan bantuan steker," kata dia.

Selain itu, masih kata dia, penggunaan terminal melebihi kapasitas diperparah pula dengan penggunaan kabel yang tidak memenuhi standar SNI PLN oleh masyarakat.

Ia menuturkan, penggunaan peralatan elektronik dan kabel yang tidak SNI memiliki resiko besar dan membahayakan. Kecerobohan itu dapat menyebabkan kebakaran.

“Kalau membeli televisi LCD dengan harga jutaan rupiah mampu, harusnya membeli kabel dan terminal yang SNI masyarakat juga harus bisa. Jangan sampai televisi mahal, produk penyalur listriknya murahan,” cetusnya.

Rianto meyakini, apabila masyarakat memilih menggunakan produk elektronik berkualitas, masalah hubungan arus pendek akan teratasi. Ia meminta masyarakat bersikap tegas dalam hal keselamatan. Lebih baik mencegah daripada menanggulangi.

“Sebab kalau kebakaran sudah terjadi, kerugian akan semakin besar,” terusnya.

Kebakaran yang rawan terjadi di pasar-pasar, juga tidak terlepas dari kesalahan dan kelalaian manusia di sekitarnya. Baik dalam penggunaan peralatan elektronik ataupun peralatan penghasil api lainnya, seperti kompor dan lilin.

Bagi pedagang di pasar tradisional, ia mengimbau agar memastikan kondisi kabel listrik dalam keadaan baik, apalagi bagi pedagang yang memiliki kios di pasar yang telah berusia tua.

Senada dengan Rianto, Kepala Bidang Kebakaran Dinas Pol PP/Damkar Padangpariaman Edison, mengatakan kesadaran masyarakat memang sangat dibutuhkan dalam pencegahan kebakaran.

Dalam penyuluhan yang diikuti perwakilan 17 kecamatan dan 103 nagari di Padangpariaman itu, ia meminta masyarakat selaku ujung tombak saat mula terjadi kebakaran, agar menyampaikan kepada masyarakatnya tentang materi penyuluhan yang didapat dari berbagai narasumber.

“Hingga Agustus 2017 ini kami mencatat sekitar 70 kasus kebakaran. Sedangkan 2016 lalu, terdapat lebih dari 120 kasus. Semoga, kasus kebakaran tidak terjadi setelah hasil penyuluhan dan simulasi ini diketahui masyarakat,” harapnya.

Dalam penyuluhan itu juga dilakukan simulasi penanggulangan kebakaran secara tradisional dan modern. Peserta diajarkan menggunakan peralatan tradisional dan modern pula. Selain itu, peserta dari nagari dan kecamatan tersebut akan dilatih memahami penyebab kebakaran dan mengatasi kepanikan.

“Kami akan ajarkan cara memadamkan api dengan karung goni hingga racun api. Untuk itu, masyarakat harus paham kebakaran karena minyak, seperti kompor, atau hubungan arus pendek. Sebab kalau tidak memahami penyebab, masyarakat bisa panik karena api malah semakin besar saat disiram dengan air,” tandasnya. (Tim/OLP)
KB Pria Berhasil Tekan Laju Pertumbuhan Penduduk Kota dan Kabupaten

Pariaman -- Komando Distrik Militer (Kodim) 0308/Pariaman gunakan sistem multi level marketing ajak pria di wilayahnya menjadi akseptor KB kesehatan pria. Melalui sistem yang dikenal dengan istilah MLM ini, akseptor pria menjadi agen untuk mengajak pria lainnya sebagai calon akseptor agar menjalani program KB.

Selain itu, petugas kader KB dan Babinsa TNI akan didorong optimal mencari calon akseptor baru KB pria.

“Kita jadikan bapak-bapak yang dulunya telah menjadi akseptor, mengajak dan mencari calon akseptor baru agar bersedia mengikuti program KB kesehatan ini,” ujar Komandan Kodim 0308/Pariaman Letkol ARH Hermawansyah di Makodim Pariaman, saat kegiatan pencanangan kesehatan Bhakti TNI tingkat kabupaten Padangpariaman dan Kota Pariaman, Kamis (3/8/2017) pagi.

Tidak hanya itu, imbuh Hermawansyah, kader KB yang mayoritas perempuan juga memiliki strategi khusus. Mensosialiasasikan manfaatkan KB pria kepada kaum ibu agar mengajak suami masing-masing untuk menjalani program KB kesehatan pria.

“Istri dari bapak-bapak yang sudah menjadi akseptor, juga kita dorong menceritakan kepada istri calon akseptor tentang manfaatkan mengikuti KB kesehatan bagi pria ini. Dengan berbagai pendekatan kita terus lakukan,” sambung dia.

Hermawansyah menargetkan setidaknya 70 orang akseptor baru menjalani program KB kesehatan pria menggunakan kontrasepsi mantap pria atau vasektomi itu. Ia berharap, dengan bertambahnya calon akspetor akan berbanding lurus dengan menurunnya laju pertumbuhan penduduk di wilayah Kodim 0308/Pariaman.

“Kita berharap tiap waktu akseptornya terus bertambah, kita butuh dukungan dari seluruh pihak,” harapnya.

Sementara itu, Walikota Pariaman Mukhlis Rahman mendukung penuh program KB kesehatan yang dilakukan Kodim 0308/Pariaman. Menurutnya upaya pengendalian laju pertumbuhan penduduk melalui program KB pria.

“Yang ber-KB itu bukan hanya ibu-ibu saja, bapak juga harus mendukung juga. Seluruh pihak harus mendukung,” ujar Mukhlis.

Menurutnya, pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali jelas berdampak dan memicu terjadinya masalah kesejahteraan sosial masyarakat.

“Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, perlu pertumbuhan penduduk yang terkendali,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemko Pariaman akan mengalokasikan anggaran untuk mendukung program KB Kesehatan yang ditempatkan pada dinas terkait.

“Kita dukung melalui dinas terkait,” ujarnya singkat.

Hal senada juga diungkapkan oleh Bupati Padangpariaman Ali Mukhni. Program KB kesehatan yang dilakukan Kodim 0308/Pariaman berhasil menekan laju pertumbuhan penduduk di Padangpariaman.

“Di tahun 2015, laju pertumbuhan penduduk di Padangpariaman sebesar 0,7 persen dan tahun 2016 turun menjadi 0,5 persen. Ini salah satu berkat dukungan Kodim,” ujarnya singkat. (Nanda)
Ali Mukhni, Kualitas Bangsa Dimulai dari Didikan Keluarga

Kampung Dalam -- Dalam memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXIV tahun 2017 tingkat kabupaten, Pemerintah Kabupaten Padangpariaman menyelenggarakan acara gerak jalan santai, Selasa (2/8/2017), di kecamatan V Koto Kampung Dalam.

Acara tersebut dipengarah-acarai oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Padangpariaman selaku leding sektor.

Para peserta gerak jalan santai dilepas oleh Buapti Padangpariaman Ali Mukhni didampingi Kepala BKKBN Sumatera Barat, mengambil start di depan Masjid Raya Ismael Pasar Raya Kampung Dalam dan finish di jembatan Cimpago, sekira 2 km dari posisi start.

Dalam sambutannya Ali Mukhni memaknai momentum Harganas sebagai pembentukan keluarga berkualitas. Keluarga positif yang sakinah, mawadah, warahmah.

Dalam kehidupan keluarga, sambung bupati, pendidikan karakter anak sangat menentukan bagi masa depannya. Generasi yang bebas narkoba, ulet dan kreatif ditambah akhlak mulia dari pendidikan agama, tidak terlepas dari peran orangtua di rumah.

"Sehingga melahirkan generasi muda Padangpariaman yang ulet dan berbakti bagi bangsa dan agama," kata Ali Mukhni.

Selanjutnya Kepala Dinas DPPKB Padangpariaman Yutiardi Rivai, mengatakan Harganas bukan sekedar kegiatan seremoni belaka, melainkan mengingatkan pentingnya membangun bangsa dimulai dari keluarga.

"Mengingatkan kita kembali arti dari sebuah keluarga, memupuk tali persaudaraan, persatuan dalam sebuah keluarga agar tercipta keluarga yang harmonis dan sejahtera," kata dia.

Gerak jalan santai berhadiah itu juga diikuti oleh pelajar SMP dan SMA se kecamatan V Koto Kampung Dalam. Hadir pada kesempatan itu Ketua TPKK Rena Ali Mukhni, Sekda Jonpriadi, anggota DPRD, Camat, Walinagari dan sejumlah kepala OPD beserta jajarannya. (Jebril/OLP)

2 August 2017

Kampus Imambonjol Padang Butuh 70 Hektar Lahan di Tarok City

Padang -- Usaha Bupati Padangpariaman Ali Mukhni menawarkan konsep Tarok City kepada lembaga pendidikan tinggi terus berlanjut. Ali Mukhni gencar melakukan roadshow ke tempat yang dia nilai memungkinkan.

Di depan wakil rektor I, II, ketua, beserta anggota Senat Perguruan Tinggi Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang (UIN IB --dahulu IAIN Imam Bonjol), Selasa (1/8/2017), orang nomor satu di Padangpariaman itu, mempresentasikan Tarok City dan perkembangan terakhirnya di aula Pascasarjana UIN IB Padang.

Presentasi di depan civitas academica itu merupakan lanjutan dari perbincangan pendahuluan antara Ali Mukhni dengan Rektor UIN IB Eka Putra Wirman, Kemenpan RB Asman Abnur dan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno beberapa bulan sebelumnya.

Ali Mukhni memaparkan dan kembali mengaskan bahwa kawasan Tarok City merupakan tanah negara seluas 697 hektar yang peruntukan dan pemanfaatannya diserahkan kepada Bupati Padang Pariaman sesuai dengan RTRW.

Hal itu dinyatakan dalam Surat Keputusan Kepala BPN Nomor 25-V,B-2003, tanggal 3 September 2013. Sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), kata Ali Mukhni, pihaknya menjadikan hamparan luas itu sebagai kawasan pendidikan terpadu yang diberi nama 'Tarok City'.

Di lokasi saat ini telah dibuka jalan masuk selebar 70 meter dengan panjang 3 km, dan telah ditetapkan zonasi peruntukan sesuai kesepakatan (MoU )dengan berbagai pihak.

Masih menurutnya, saat ini sudah ada beberapa pendidikan tinggi di Sumatera Barat menyatakan keinginannya membangun kampus di Tarok City. Seperti UNP, Politeknik Negeri Padang, ISI Padang Panjang, diklat milik LAN dan Lemsaneg.

"Kepada UNP kami tawarkan lahan seluas 150 hektar, ISI Padang Panjang 40 hektar, Politeknik Negeri Padang 50 hektar, LAN 40 hektar dan Lemsaneg 40 hektar. Semuanya gratis bahkan sertifikatnya juga gratis," kata bupati peraih WTP empat kali berturut turut itu.

Kepada UIN ia menawarkan lahan seluas 40 hektar. Jika UIN meras kurang, pihaknya siap menambah luas lahan sesuai kebutuhan. Ia sekaligus mengajak rektor beserta anggota senat mengunjungi kawasan Tarok City untuk melihat kondisi lahan lebih dekat sekaligus teken MoU.

Wakil Rektor UIN Ikhwan menyatakan pihaknya menyambut baik tawaran bupati Padangpariaman tersebut. Ia menilai Ali Mukhni sangat rinci merepresentasikan kawasan Tarok City beserta progres masa depannya.

Dari penjelasan Ali Mukhni tersebut, sambungnya, pihaknya menangkap visi kepala daerah yang ingin menjadikan daerahnya sebagai pusat pendidikan masa depan di Sumatera Barat. Pihaknya mengakui pengembangan UIN saat ini memang terkendala lahan.

Ia menuturkan, Islamic Development Bank (IDB) berkomitmen membantu UIN IB mengembangkan UIN. Beberapa waktu yang lalu kata dia, IDB telah berkunjung ke kampus II di Lubuk Lintah dan Kampus III IAIN IB Padang di Sungai Bangek, Koto Tangah, Padang.

Poin penting dari komitmen IDB ungkap dia adalah, persetujuan IDB untuk menyalurkan bantuannya ke IAIN IB Padang sebagai bentuk pengembangan fisik dan pembangunan kampus di atas tanah seluas 63 hektare di Sungai Bangek.

Menyikapi paparan Bupati Padangpariaman, Ikhwan dan beberapa anggota senat lainnya menilai kawasan Tarok City sangat perspektif dan menyatakan tertarik untuk menyambut tawaran Bupati Padangpariaman dan meminta dilebihkan.

Kemudian tanpa pikir panjang, saat itu juga Bupati Ali Mukhni menjawab permintaan itu dengan mengatakan untuk UIN ia siap memberikan lahan seluas 70 hektar. (Tim/OLP)