Ustad Abdul Somad Imbau Warga Padangpariaman Ramaikan Masjid
Ustadz Abdul Somad
Padangpariaman ----- Ustad Abdul Somad ajak umat Islam Padangpariaman memakmurkan masjid dan surau. Memakmurkan, tidak sebatas mendermakan harta untuk membangun dan memperindah masjid dan musala saja. Namun juga, mengaktifkan kegiatan dan pembelajaran agama Islam didalam mesjid.
     
Menurutnya, mempelajari agama penting. Tidak hanya untuk mendalami ilmu, namun pendekataan keagamaan bisa menjadi solusi permasalahan umat kekinian.
     
"Anak-anak nagari Koto Dalam Barat, mendalami dan belajar agama di masjid. Selain salat lima waktu, masjid diaktifkan kembali menjadi tempat belajar Alquran. Aktivitas belajar agama di masjid, adalah pendekataan keagamaan, bisa menjauhkan anak dan generasi muda dari kontaminasi narkoba dan pergaulan bebas," ujarnya saat mengisi tabliq akbar di Masjid Raya Tanjung Mutus, Padang Sago Padangpariaman, Rabu (20/6) siang.
     
Mubaliq yang kerap namanya sering singkat UAS ini menyebut, untuk memakmurkan masjid sebagai pusat aktivitas umat dan anak muda Islam, harus didukung dengan keberadaan imam dan guru mengaji. Muliakan guru mengaji. Dalam tausiyah itu, Abdul Somad juga meminta agar kesejahteraan guru mengaji dan imam masjid menjadi perhatian.

"Saat ini justru berbanding balik. Guru mengaji yang mengajarkan Alquran sangat kecil. Padahal mempelajari agama dan Alquran itu penting dalam Islam," ulasnya.

Dalam tausiyah selama 60 menit itu, alumnus kampus Al Ahzar Kairo, Mesir ini juga berpesan agar masyarakat berpartisipasi aktif pada pilkada serentak 2018 dan pemilu serentak 2019.
     
Selain di Tanjung Mutus Padangpariaman, Ustad Abdul Somad juga dijadwalkan akan memberikan tausiyah pada tabliq akbar di Masjid Raya Kampung Baru, malam ini usai salat Isya. (Nanda)
Salat I'ed Hari Ini, Jamaah Syatariyah Minta Perluasan Halaman Makam Syekh Burhanuddin
Jamaah Syatariyah gelar salat Ied di Halaman Makam Syekh Burhaniddin. Foto/Nanda
Pariaman ----- Jamaah Tarekat Syatariyah Kabupaten Padangpariaman berlebaran Idul Fitri 1439 Hijriyah, Sabtu (16/6) pagi.

Pelaksanaan salat Idul Fitri dilaksanakan, setelah dilakukan sidang isbat penetapan tanggal 1 Syawal.
    
Sejumlah titik di Kabupaten Padangpariaman terpantau melaksanakan sholat Idul Fitri. Salah satunya di kawasan komplek makam Syeikh Burhanuddin, Ulakan Tapakis.

Di kawasan ini, 500 orang lebih jamaah terlihat melaksanakan salat Idul Fitri.
    
Tokoh Tarekat Syatariyah Ulakan Ali Amran Tuanku Kadi mengatakan, pelaksanaan salat Idul Fitri 1439 H, didasarkan keputusan sidang isbat yang diselenggarakan pada Jumat 15 Juni 2018.
   
"Dengan hasil rukyatul hilal atau maniliak bulan yang dilaksanakan pada 15 Juni 2018, hilal terlihat di 5 titik, sehingga sidang menetapkan 1 Syawal jatuh pada 16 Juni 2018," ujarnya.
     
Ia sekaligus juga meminta pemerintah daerah melakukan perluasan halaman makam Syeikh Burhanuddin supaya dapat menampung jamaah lebih banyak lagi.

"Saat ini, jemaah terpaksa salat di luar komplek dan dibalik pagar," kata dia. (Nanda)
Bom Ikan Suami Meledak, Febrianti Kehilangan Tangan di Hari Raya
Polisi tiba di lokasi kejadian
Kayutanam ----- Ledakan bom ikan atau bondet di Korong Pasa Usang Kecamatan 2X11 Kayutanam, Kabupaten Padangpariaman pada Jumat (15/6), memakan korban.
     
Febrianti, 45 tahun, warga Pasa Usang, Kecamatan Kayutaman, terpaksa harus kehilangan tangan kanannya setelah bom ikan yang ia pegang meledak secara tiba-tiba di tangannya.
      
Kapolres Padangpariaman AKBP Rizky Nugroho menerangkan, bom ikan tersebut merupakan milik suaminya, Gumasrul. Benda itu merupakan bom ikan sisa yang tidak dipakai lagi.
      
Menurutnya, bom tersebut disimpan di belakang rumah korban lalu dipindahkan untuk dijemur ke halaman depan rumah. Nahas, saat diangkut kedalam kamar untuk disimpan, bom tersebut meledak.
     
"Bom itu adalah milik suami korban untuk menangkap ikan. Dibeli beberapa tahun yang lalu dan memang sudah tidak digunakan lagi," terangnya.
     
Ia memastikan, ledakan bom tersebut tidak terkait dengan aktivitas terorisme. Hal itu murni ledakan ikan bom. Pihaknya telah mendalami ledakan tersebut dengan memintai keterangan dari banyak pihak.
    
"Kini korban telah dievakuasi ke RS M Djamil Padang dan informasi yang kami terima, harus diamputasi," pungkasnya. (Nanda)

Pemuda Nagari Gadur Gelar Pawai Obor Malam Takbiran

Gadur ----- Ratusan pemuda Korong Simpang, Nagari Gadur, Kabupaten Padangpariaman gelar malam takbiran sambil pawai obor, Kamis (14/6) malam.

Takbiran tersebut sebagai pertanda umat Islam di wilayah itu esoknya akan berhari raya Idul Fitri 1439 Hijriyah.
        
Puluhan kilometer ditempuh dengan berjalan kaki memutari seluruh jalan wilayah kampung. Anak-anak dan pelajar terlihat antusias mengikuti pawai itu.
       
Aksi takbiran dan pawai obor ini menjadi tontonan menarik bagi pengguna jalan dan warga. Tak pelak, banyak pengguna jalan menghentikan kendaraannya untuk melihat pawai itu.
        
Ketua Ikatan Pemuda Simpang Gadur (IPSG) Bripka Hamdi Aulia, menuturkan, takbiran menyambut hari raya Idul Fitri dengan pawai obor merupakan rutinitas kegiatan pemuda setempat.    
        
"Rutin kita lakukan. Hampir tiap tahun, selalu ramai," kata dia.
        
Menurutnya, takbiran sekaligus pawai obor lebih aman, jika dibandingkan berkeliling menggunakan kendaraan.
       
"Acara yang hari ini telah dipersiapkan sejak satu minggu terakhir. Semuanya dikerjakan dengan gotong royong. Alhamdulillah, acaranya lancar," pungkasnya. (Nanda)
Lebaran 2018, Piaman Banjir Pemudik
Suasana Pantai Gandoriah saat lebaran 2016 lalu. Foto/istimewa
Pariaman ----- Memasuki H-2 Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah, ratusan mobil perantau Pariaman dan Padangpariaman sudah lalu-lalang di jalanan. Dalam pantauan wartawan sejak tadi malam hingga siang ini, Rabu (13/6), mobil-mobil seperti plat BM dari Riau, D dari Bandung, B dari Jakarta, F dari Bogor, BK dari Sumut dan beberapa plat BD dan BG dari Bengkulu dan Palembang.

Kasatlantas Polres Pariaman Iptu Fitri Dewi Utami memperkirakan lonjakan kendaraan pemudik akan terus meningkat hingga Jumat (15/6) mendatang. Dari pantauan jajarannya di Simpang Kuraitaji Pariaman dan Gasan Ketek Batas Agam dan Padangpariaman, jumlah perantau yang pulang kampung menggunakan mobil pribadi mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

"Lonjakan pemudik menggunakan kendaraan pribadi tahun ini meningkat dari tahun lalu. Hingga Jumat depan akan terus meningkat," ujarnya.

Lonjakan mudik lebaran 2018 di Pariaman tidak terlepas dari panjangnya masa cuti bersama dan liburan kenaikan kelas anak sekolah. Libur sekolah malahan hingga 9 Juli mendatang dan cuti bersama hingga 21 Juni yang dimulai sejak 9 Juni lalu.

Randi (41) perantau asal Kota Pekanbaru, Riau, mengaku sudah pulang kampung ke Pariaman sejak 10 Juni lalu. Ia bersama teman-teman beserta kerabatnya konvoi hingga tujuh mobil pribadi.

"Akan ada lagi 10 mobil yang akan nyusul malam ini (13/6). Kita perantau Piaman (Pariaman-Padangpariaman) di Riau sangat banyak. Ratusan ribuan lah kira-kira dan mayoritas mereka pada pulang kampung," ujarnya di salah satu tempat pencucian mobil di Pariaman.

Menurut Randi, lebaran tahun ini ia akan lebih lama di Pariaman mengingat anak-anak mereka pada libur panjang sekolah. Pria yang berprofesi pedagang ini tak perlu buru-buru kembali ke Pekanbaru sebagaimana lebaran tahun sebelumnya.

"Lebaran tahun kemaren kepepet. Mau lama-lama gak mungkin karena anak-anak pada mulai sekolah, kan," jelasnya.

Lain Randi, lain pula Rini (37). Ibu tiga anak asal Padangpariaman ini sudah 11 tahun merantau di Jakarta. Ia dan suaminya pekerja profesional di perusahaan swasta asing dengan gaji puluhan juta per bulannya.

Rini lebih memilih liburan lebaran 2018 menggunakan transportasi pesawat terbang ketimbang menggunakan mobil pribadinya. Tiket bersama suami dan ketiga anaknya telah ia pesan jauh hari sebelumnya hingga ia tiba di Pariaman 12 Juni lalu.

"Jauh hari kita juga sudah rental mobil di sini. Takut bawa mobil dari Jakarta ke Pariaman, lagian juga belum pernah. Sejak cuti, kita belanja oleh-oleh dahulu buat ayah dan ibu, mandeh, sepupu, keponakan dan bingkisan buat teman-teman. Nyampai di kampung puas rasanya kita bisa bantu dunsanak," ujarnya.

Selama liburan di Pariaman ia mengaku akan mengunjungi sejumlah lokasi wisata. Tak lupa mengunjungi Pulau Angsoduo dan Pulau Tangah. Ia juga berencana akan mencoba snorkeling di pulau-pulau tersebut.

"Iya, ita akan puas-puasin lebaran kali ini. Wisata Pariaman itu kan keren sekarang. Kita berharap akomodasi ke pulaunya aman," pungkasnya. (OLP)
Mulai Besok Padangpariaman Gelar I'tikaf
Dokumentasi I'tikaf pada tahun sebelumnya. Foto/istimewa
Padangpariaman ----- Besok malam tepat jam 00.00 WIB, Pemerintah Kabupaten Padangpariaman kembali menggelar I'tikaf di Masjid Agung Syekh Burahnuddin.

Hal ini disampaikan Bupati Padangpariaman Ali Mukhni pada kesempatan berbuka bersama di rumah dinas Bupati Padangpariaman, Karan Aur, Pariaman, Selasa (5/6).

Menurut Bupati Ali Mukhni, I'tikaf 2018 merupakan pelaksanaan tahun ketiga setelah dimulai sejak 2016 yang lalu.

Hari pelaksanaan I'tikaf lima hari berturut-turut mulai hari Kamis 7 Juni hingga 11 Juni. Pelaksanaan tahun ini ditambah dua hari dari dua tahun sebelumnya yang hanya tiga hari. I'tikaf dimulai tepat pukul 00.00 dan berakhir pada pukul 05.00 WIB.

"Saat I'tikaf, yang dilakukan adalah memperbanyak ibadah zikir, membaca kitab suci Alquran, bermunajat kepada Allah," jelas Ali Mukhni didampingi Kadis Kominfo Zahirman, Kabag Humas dan Protokol Andri Satria Masri dan Kabag Kesra Irsyaf Bujang.

Setelah I'tikaf dan beribadah, akan dilanjutkan dengan sahur bersama dan ditutup salat subuh berjemaah. Bupati mengingatkan penyelenggara I'tikaf untuk memberitahukan kepada peserta agar tidak melakukan kegiatan lain selain kegiatan yang dibolehkan saat I'tikaf.

"Saat I'tikaf, kita lakukan komunikasi dengan Sang Pencipta. Jika ada kegiatan lain seperti berkomunikasi dengan peserta lainnya harap lakukan di luar masjid supaya peserta lain tidak terganggu," katanya.

Menurut Ali Mukhni, I'tikaf bertujuan untuk mengajak dan memotivasi PNS di Pemkab Padangpariaman untuk melipatgandakan pahala dan berkah Ramadhan.

"Kita manfaatkan waktu yang tinggal sembilan hari ini dengan memperbanyak ibadah, zikir dan bermunajat. Semoga kita mendapatkan malam Lailatul Qadar," katanya.

Bupati Ali Mukhni juga menghimbau camat se Kabupaten Padangpariaman melaksanakan hal serupa di kecamatan masing-masing. (ASM)
SE Mendagri Bebankan THR dan Gaji ke-13 ke Pemda Turbulensi bagi APBD
Oleh Asrul Khairi
Seperti dilansir banyak media, Presiden Joko Widodo baru-baru ini telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) No 19 Tahun 2018 Tentang Pembayaran Penuh Tunjangan Hari Raya (THR) Pegawai Negeri Sipil, Prajurit Tentara Nasional Indonesia, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pejabat Negara dan Pensiunan.

Jumlah kalkulasi anggaran yang harus dibayarkan sebesar Rp35,7 triliun, jauh melambung naik 68,9% dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah Rp17,9 triliun.

Selaras dengan itu, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan sigap menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 903/3387/SJ tertanggal 30 Mei 2018.

Terbitnya sepucuk surat sakti Kemendagri, dinilai banyak pihak berpotensi besar menimbulkan kegaduhan APBD. Penerbitan SE yang bersifat segera tersebut ditujukan kepada walikota/bupati di seluruh Indonesia dengan muatan perintah pembayaran THR dan gaji ke-13 dibebankan langsung pada APBD masing-masing daerah.

Kontan saja dengan beban tambahan yang menunggangi APBD di tengah jalan memberikan efek kejut yang sangat luar biasa bagi rasionalisasi anggaran daerah. Seperti memotong jalur, SE Kemendagri pelak saja membuat bertumbuh-tambahnya anggaran belanja pegawai.

Viralnya SE Kemendagri ini mendapat berbagai corak tanggapan dari masyarakat, maupun netizen di jejaringan sosial. Menurut mereka, rata-rat Pemerintah Daerah sudah sangat tinggi mengakomodir belanja pegawai, hal ini bisa diintip dari post APBD anggaran belanja Pegawai berada di kisaran 60 persen-an, ditambah lagi beban baru APBD untuk THR + Gaji 13. Wallahu’alam bisawab.

Sebut saja Kabupaten Padangpariaman, di tahun 2017 APBD Kabupaten Padangpariaman Rp1,4 triliun. Kalau kita intip BPS sumber data dari Badan Kepegawaian daerah (BKD) Padangpariaman, jumlah ASN dalam lingkungan Pemerintah Kabupaten Padangpariaman mencapai 7.858 ribu orang, belum termasuk tenaga honorer ditambah anggota DPRD beserta pimpimnannya. Dengan jumlah angka sebanyak itu kita yakin dan percaya pemerintah daerah harus putar otak untuk merealisasikan pembayaran dana tersebut (THR + Gaji 13).

Sekarang bagaimana nasip kabupaten/kota yang APBD-nya rentan devisit?
 

Sesuai dengan intruksi Mendagri Tjahjo Kumolo, untuk mengupayakan perealisasian pembayaran Pemerintah Daerah diperkenankan menggeser anggaran kegiatan yang sudah fix tanpa harus menyesuaikan nomenklatur. Hal ini diyakini memicu munculnya persoalan baru di daerah.

Tentu saja imbas dari pergeseran kegiatan tersebut tercoretnya anggran kegaiatn lain yang seyogyanya dari awal sudah masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
 

Sungguh disayangkan, ketika sebuah kegiatan sudah masuk pada tahap pra-realisai harus disurutkan kembali.

Sudah lazim di negara kita, terkadang proses kegaiatan untuk sampai mendapat mata anggaran menelan waktu yang sangat panjang. Mulai dari proses identifikasi, usulan yang berjenjang dari bawah berjuang masuk daftar tunggu-hingga menuju prioritas kegiatan-setelah itu baru sampai pada realisasi mata anggaran.

Bongkar muat kegiatan APBD di tengah jalan ini tentu tidak segampang yang kita bayangkan seperti bongkar muat barang di pelabuhan kargo. Ekspektasi publik tentu saja kepala daerah dituntut konsistensinya untuk mempertaruhkan visi pembangunan kabupaten/kota.

Sekarang, tentu kepala daerah berserta jajarannya sibuk mengotak atik ulang anggaran kegiatan. Perlu diingat, kalau tidak hati-hati dalam penggeseran mata anggaran, sang kepala daerah dan pimpinan bisa dianggap sebagai aktor penyalahgunaan anggaran. Tentu bisa berdampak tragis terhadap penerapan undang-undang Tipikor KPK nomor 31 tahun 2001, pasal 3 dan 8 tentang keuangan negara.

Pada dasarnya kita sepakat, bahkan sangat mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap peningkatan kesejahteraan pegawai melalui THR + Gaji ke-13. Namun perhatian yang berlebih ini kita harapkan tidak menjadi cinta buta.

Mesti harus mempertimbangkan dampak rasionalisasi yang tinggi. Dan terakhir tentu saja setiap rencana itu mesti ada kajian dari awal, tidak semerta-merta datang menyeruduk menjadi beban bagi yang ditumpanginya.
Padangpariaman Gelar Sertijab Enam Walinagari di Patamuan
Foto/Darwisman
Patamuan ----- Kecamatan Patamuan Kabupaten Padangpariaman, resmi memiliki enam orang walinagari baru hasil pemilihan langsung pada Pilwana Padangpariaman serentak 4 April 2018 lalu. Para walinagari terpilih resmi dilantik secara serentak 31 Mei 2018 lalu oleh Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Padangpariaman Erman, Selasa  (5/6), memimpin serahterima jabatan enam pejabat walinagari kepada walinagari terpilih di aula kantor Camat Patamuan.

Keenam jabatan walinagari yang diserahterimakan oleh pejabat walinagari tersebut diantaranya walinagari Sungai Durian dari Elpisar kepada walinagari terpilih Zulkarnedi, Kampuang Tanjuang Koto Mambang Sungai Durian dari Yoserizal kepada walinagari terpilih Khairunas.

Kemudian Nagari Tandikat dari Zahidin Bakri kepada walinagari terpilih Saharuddin, Tandikek Selatan dari Syofian kepada walinagari terpilih Maryono. Selanjutnya Tandikek Utara dari Syamsunar kepada walinagari terpilih Sabar. Sedangkan Saparijon sebelumnya walinagari Tandikek Barat diserahterimakan kepada walinagari terpilih Syafruddin.

Erman minta kepada walinagari baru untuk segera melakukan konsolidasi dengan perangkat nagari karena sudah banyak tugas yang sudah menanti yang harus dikerjakan.

“Untuk itu jalinlah kerjasama dengan seluruh elemen masyarakat nagari sehingga seluruh program pembangunan yang sudah direncanakan dapat diselesaikan tepat waktu,” ungkap mantan Camat Batang Anai tersebut.

Kepada pejabat walinagari yang telah mengabdi sebelumnya, pihaknya memberi apresiasi karena telah sukses mengemban amanah yang dipercaya Pemerintah Kabupaten Padangpariaman dalam memimpin nagari di kecamatan Patamuan. 

“Tugas bapak dan ibu sudah selesai dengan suksesnya melaksanakan program pembangunan dan sukses melaksanakan pemilihan walinagari secara badunsanak,” tambahnya.

Sementara itu tokoh masyarakat Patamuan Ali Idris, mengucapkan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Padangpariaman karena dengan adanya pemekaran nagari pelayanan kepada masyarakat sudah semakin dekat.

"Kalau dulu hanya tiga pemerintahan nagari di kecamatan Patamuan, dengan adanya pemekaran nagari, kini jumlah pemerintah nagari bertambah menjadi enam," ulasnya.

Untuk itu dia berharap kepada walinagari yang baru dilantik dan diserahterimakan untuk dapat melaksanakan amanah masyarakat ini dengan sebaik-baiknya sehingga kecamatan Patamuan kedepannya bisa dibangun sejajar dengan kecamatan lainnya di Kabupaten Padang Pariaman.

Serahterima jabatan enam walinagari yang berlangsung meriah tersebut juga dihadiri Camat Patamuan Imran Rafei, Kapolsek, Danramil serta Kepala UPT di wilayah kecamatan Patamuan. (Wis/OLP)
Ali Mukhni Salurkan Insentif Baznas Pada 379 Pengurus Masjid dan Pesantren
Ratusan pengurus masjid dan ponpes menerima insentif Baznas di Gedung Saiyo Sakato. Foto/Nanda
Pariaman ----- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Padangpariaman salurkan intensif untuk 379 orang imam masjid, labai, garin, pimpinan pondok pesantren se Kabupaten Padangpariaman, Selasa (5/6) di Aula Saiyo Sakato, Pariaman.

Penerima mendapatkan intensif dalam jumlah yang berbeda. Bagi labai, imam masjid, khatib, bilal sebanyak 252 orang mendapatkan uang tunai sebesar Rp600.000 dan sehelai kain sarung. Sedangkan 94 orang tenaga pengajar di ponpes, mendapatkan insentif sebesar Rp800.000 per orang dan sehelai kain sarung. Sementara, pimpinan 30 orang ponpes diberikan intensif sebesar Rp1.200.000 per orang dan sehelai kain sarung.

Ketua Baznas Kabupaten Padangpariaman, Syamsuardi Surma mengatakan, penerima intensif merupakan labai, imam, bilal, garim dan pimpinan ponpes tidak mendapatkan alokasi anggaran dari pemerintahan nagari.

"Data penerima insentif ini, telah kami verifikasi oleh Baznas Kabupaten Padangpariaman, sehingga tidak ada penerima yang mendapatkan insentif ganda dari Baznas Kabupaten Padangpariaman dan alokasi oleh pemerintahan nagari," katanya.

Selain penyaluran pada hari ini, Baznas Kabupaten Padangpariaman akan menyalurkan intensif kepada 330 orang guru TPA/TPSA se Kabupaten Padangpariaman, pada esok hari.

"Dalam waktu mendekati lebaran, 1.700 orang akan mendapatkan zakat fitrah yang disalurkan Baznas Kabupaten Padangpariaman. Adapun besaran zakat fitrah tersebut dapat untuk membeli daging, sirup dan kain sarung," ulasnya.

Bupati Padangpariaman Ali Mukhi mengatakan, saat ini zakat yang disalurkan oleh Baznas Padangpariaman murni berasal dari zakat profesi ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Padangpariaman. Hampir tidak ada sumber zakat yang dikelola Baznas berasal dari zakat perseorang ataupun perusahaan swasta.

"Sumber dana intensif yang disalurkan hari ini berasal dari zakat profesi ASN. Sebesar 2,5 persen gaji ASN dipotong pemerintah untuk dikelola dan disalurkan zakatnya melalui Baznas Padangpariaman," terangnya.

Ia mengatakan, pergeseran kewenangan pengelolaan pendidikan di tingkat SMA dari pemerintahan kabupaten dan kota, menjadi urusan pemerintahan provinsi, disertai dengan perpindahan status kepegawaian guru dan perangkat ASN sekolah.

Hal itu, berdampak terhadap berkurangnya sumber penerimaan zakat yang dikelola Baznas Padangpariaman, dari guru ASN di tingkat SMA. Tak tanggung-tanggung, berkurangnya penerimaan zakat dari guru SMA mencapai Rp1 milyar, setiap tahunnya.

Menurut Bupati Padangpariaman dua kali periode itu, Baznas Padangpariaman, telah menawarkan agar zakat perantau dan pengusaha yang berasa dari Padangpariaman, disalurkan melalui Baznas Padangpariaman.

"Penawaran tersebut telah disampaikan saat pertemuan PKDP Pariaman se dunia di Pekanbaru (Riau) beberapa waktu yang lalu. Namun hingga saat ini, setelah penawaran tersebut disampaikan, Banzas Kabupaten Padangpariaman belum menerima zakat dari pengusaha atau perantau," ulasnya.

Kedepan, kata dia, penyaluran zakat fitrah yang akan disalurkan kapada 1.700 orang penerima, dapat menekan inflasi yang terjadi akibat naiknya harga bahan pokok mendekati lebaran. Selain itu, penyaluran zakat fitrah akan membuat masyarakat pra sejahtera penerima, bisa merayakan lebaran dengan kecukupan. (Nanda)
Tangkal Radikalisme, Terorisme dan Hoaks di Kota dan Kabupaten, Polisi Bentuk "Tiga Pilar"
Walikota Mulkhlis Rahman dan Wabup Padangpariaman Suhatri Bur tandatangani maklumat Tiga Pilar. Foto/Fadli
Pariaman ----- Polres Pariaman gelar Apel Kebangsaan Tiga Pilar di halaman balaikota Pariaman, Senin (4/6).

Tiga pilar terdiri dari Bhabinkamtibmas Polri, Babinsa, TNI, Walinagari/Kepala Desa/Lurah (Pemda) guna menangkal faham radikalisme, terorisme di wilayahnya masing-masing.

Kapolres Pariaman AKBP Andry Kurniawan mengatakan pada 2018 - 2019 merupakan tahun perhelatan pesta demokrasi. TNI dan Polri serta jajaran pemerintah daerah harus mengawal pengamanan Pilkada termasuk mendeteksi tingkat kerawanan sejak dini.

"Bukan hanya itu, Tiga Pilar harus mempu mencegah menyebarnya faham radikalisme di tengah masyarakat," ujarnya.

Ia mengatakan, perkembangan situasi global yang ditandai dengan meningkatnya spektrum ancaman terhadap Kamtibmas berupa teror bom di sejumlah tempat peribadatan, pusat keramaian, perkantoran dan penyerangan bersenjata terhadap aparat oleh sekelompok OTK, telah banyak menimbulkan korban jiwa dan harta benda.

"Hal ini juga perlu kita waspadai bersama," sambungnya.

Oleh sebab itu, kata dia, dengan tujuan untuk menyatukan visi dan misi dalam rangka menciptakan situasi Kamtibmas di Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman, Tiga Pilar merupakan ujung tombak dan representasi negara di tengah-tengah masyarakat sebagai basis deteksi dini terhadap seluruh dinamika kehidupan dan permasalahan yang ada di masyarakat.

Di saat yang sama, Walikota Pariaman Mukhlis Rahman menyatakan pembentukan Tiga Pilar sangat penting sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah mewujudman sinergitas mencegah terorisme, narkoba dan gangguan keamanan menjelang Pilkada serentak.

Ia mengatakan masalah keamanan lingkungan dan daerah bukan hanya tugas aparat keamanan namun juga tugas seluruh masyarakat.

"Tiga pilar ini harus bekerja profesional untuk mencegah dan mendeteksi dini gangguan baik dari dalam maupun dari luar," ujarnya.

Pernyataan sikap yang disampaikan dalam apel tersebut adalah siap mengamankan dan mensukseskan pilkada serentak 2018 secara aman dan damai, mensosialisasikan kepada masyarakat menolak paham radikalisme dan aksi terorisme, dan menolak segala bentuk berita bohong atau hoaks yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berlatar belakang suku,  agama,  ras dan antar golongan.

Kemudian berperan aktif untuk mensosialisasikan kepada masyarakat agar mendukung aparat pemerintahan dan keamanan dalam rangka menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif.

Apel Tiga Pilar dipimpin oleh Kapolres Pariaman AKBP Andry Kurniawan dengan Komandan Apel Ipda Rinto Alwi dengan peserta upacara anggota Polres Pariaman, Kodim 0308 Pariaman, ASN Pemko Pariaman, walinagari dan kepala desa/lurah, dubalang desa se kota dan kabupaten.

Hadir Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, Dandim 0308 Pariaman Letkol Arh Hermawansyah, Ketua MUI Kota Pariaman Syofian Jamal, Kakenmenag Kota Pariaman Muhammad Nur dan Kakenmenag Padangpariaman Helmi. (Phaik/OLP)
Pinggir Jalan Ditumbuhi Ilalang, Ali Mukhni Imbau Walinagari Aktifkan Goro
Bupati Ali Mukhni saat meninjau sejumlah fasum di Aur Malintang. Foto/ASM
Aurmalintang ----- Siang menjelang sore--setelah melakukan peletakkan batu pertama pembangunan Rumah Layak Huni di Nagari III Koto Aur Malintang--Bupati Padangpariaman Ali Mukhni meninjau beberapa fasilitas umum (fasum). Di antaranya musala di samping Mapolsek IV Koto Aur Malintang dan jalan aspal hotmix di depan Mapolsek.

"Jalan aspal ini sangat bagus kondisinya karena dibuat oleh rekanan sesuai aturan yang kami ditetapkan," kata Ali Mukhni beberapa waktu lalu.

Hal itu diungkapkannya dengan membandingkan jalan aspal yang ada di sekeliling Pasar IV Koto Aur Malintang di Batu Basa.

Selepas dari Mapolsek itu, Ali Mukhni meninjau kondisi pinggir jalan yang dipenuhi rumput dan semak ilalang.

Melihat kondisi itu membuat kening bupati dua periode ini berkerut. Kepada Sekretaris Camat IV Koto Aur Malintang bernama Syukur yang mendampingi kunjungannya, dia pesankan agar disampaikan kepada walinagari agar melaksanakan gotong royong membersihkan rumput dan semak ilalang tersebut.

"Sangat disayangkan jalan bagus tetapi rumput, semak ilalang dibiarkan tumbuh subur menutupi badan jalan. Jika hujan, jalan digenangi air dan akan mempercepat rusaknya jalan," katanya.

Ia mengajak masyarakat Padangpariaman melakukan gotong-royong bersama demi kepentingan bersama pula.

"Cobalah lakukan goro merapikan jalan agar bisa memperpanjang umur jalan. Tidak perlu lama-lama, cukup tiga jam sekali seminggu," pungkasnya. (Tim)
Suhatri Bur Lantik 74 Walinagari
Suasana pelantikan walinagari di Hall IKK Paritmalintang. Foto/ASM
Paritmalintang ----- Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur melantik secara resmi 74 Walinagari hasil Pemilihan Walinagari Serentak 4 April 2018 lalu di Hall IKK, Kamis (31/5).

Pelantikan akbar tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Faisal Arifin, Dandim 0308/Pariaman, Kapolres Padang Pariaman, Kapolres Pariaman, Ketua Pengadilan Negeri, Ketua Pengadilan Agama, Sekda, Kepala OPD, Pj Walinagari, Ketua Bamus, Panitia Pilwana dan keluarga Walinagari serta para undangan.

Suhatri Bur mengucapkan terima kasih kepada seluruh Panitia Pemilihan Walinagari di 74 nagari, tokoh masyarakat dan seluruh elemen yang terlibat sehingga Pilwana Serentak berjalan dengan baik dan sukses tanpa ada riak berarti.

Walinagari yang dilantik adalah 31 nagari induk yang habis masa jabatan rentang 2017-2018 ditambah 43 nagari hasil pemekaran.

"Pilwana dilaksanakan tanggal 4 April 2018 secara umum berjalan sukses dengan tingkat partisipasi kurang lebih 70%," kata Suhatri.

Kepada Walinagari dilantik ia berharap untuk langsung bekerja, jangan berleha-leha, jangan terlalu larut dengan euforia.

"Jangan menunggu harus mengerjakan apa, karena waktu pelaksanaan pekerjaan tinggal 6 bulan efektif. Tugas berat menanti di pundak masing-masing walinagari karena anggaran tahun 2018 tinggal 6 bulan lagi," katanya.

Ia juga mengingatkan agar penggunaan Dana Desa dan ADN secara transparan, akuntabel karena banyak lembaga pemeriksa yang mengawasi termasuk LSM, media massa dan masyarakat.

"Semua mata mengawasi pekerjaan walinagari. Ada Kepolisian, Kejaksaan, BPK, BPKP, Inspektorat, DPMD, LSM dan masyarakat," katanya

Dalam menjalankan tugasnya, walinagari butuh kerjasama dan peranserta seluruh masyarakat. Ia juga mengingatkan walinagari untuk terus mengiatkan gotong royong, katena gotong royong di Padangpariaman sudah menjadi rujukan atau contoh di Sumatera Barat.

"Banyak jalan-jalan yang menyempit karena ditumbuhi rumput ilalang. Perlu dibersihkan dengan gotong-royong," sebutnya.

Sedangkan RPJM Nagari yang belum sinkron dengan RPJM Daerah, ia mengimbau camat dan para walinagari saling sinergi karena camat merupakan perpanjangtanganan dari pemerintah daerah.

"Camat adalah perpanjangan tangan bupati. Dia diberi wewenang untuk itu. Dia pemimpin di wilayah kecamatan, untuk itu berkoordinasilah dengan camat dengan baik dan saling bersinergi," ringkasnya.

Acara pelantikan di IKK tersebut dihadiri oleh ribuan sanak famili para walinagari yang dilantik. Semua parkiran di IKK penuh dan tumpah ruah hingga memakai badan jalan jalur dua di halaman kantor Bupati Padangpariaman tersebut. (Tim)
Pukul Penderita Stroke dengan Balok, Dua Pencuri Gondol Jutaan Rupiah
Kapolres dan wakil bupati Suhatri Bur perlihatkan barang bukti di Mapolres Padangpariaman. Foto/Nanda
Sungaisariak ----- Tidak pilih korban, dua orang pemuda tanggung lakukan aksi pencurian disertai kekerasan (curas) di kampungnya sendiri. Entah apa yang ada di dalam pikiran keduanya, hingga melakukan pencurian di rumah tetangganya yang masih satu nagari.
    
Aksi curas tersebut dilakukan kedua pelaku, FM alias A, 25 tahun dan DK alias D, 17 tahun. Keduanya warga Nagari Ambang Kapua, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak.
     
FM dan DK melakukan pencurian dirumah seorang kakek bernama Nazaruddin, 83 tahun, warga Korong Lapau Nagari Ambang Kapua, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak. Aksi tersebut dilakukan kedua pemuda ini pada Minggu (27/5) pukul 03.00 WIB dinihari.
    
Kapolres Padangpariaman AKBP Rizki Nugroho didampingi Kapolsek Sungai Sariak AKP Edi Karan Prianto mengatakan, kedua pelaku melakukan aksinya dengan memaksa masuk rumah korban Nazaruddin. Korban yang saat ini dalam keadaan stroke atau lumpuh, mengetahui aksi keduanya dan sempat melakukan perlawanan. Korban yang sudah renta akhirnya tidak berdaya setelah dipukul salah seorang pelaku menggunakan balok kayu.
     
"Korban dipukul dengan kayu. Korban dipaksa menunjukkan letak uang. Karena dibawah ancaman korban menujukkan letak uang tersebut kepada kedua pelaku," terangnya.
     
Kedua pelaku menutupi wajahnya dengan buf dan baju sempat meninggalkan sejumlah uang milik korban. Awalnya korban meminta agar uang yang akan dibawa kedua pelaku disisihkan untuknya.
     
"Kedua pelaku awalnya mengambil uang korban sebesar Rp4,1 juta. Namun ada kejadian unik setelah itu. Korban dan pelaku sempat tawar menawar agar uang tersebut disisihkan sedikit. Kedua pelaku menyanggupi dan meninggalkan Rp200 ribu untuk korban. Sisanya, uang korban sekitar Rp3,7 juta dibawa oleh kedua pelaku," ulasnya.

Tidak berselang lama setelah selesai beraksi, tepat pukul 06.30 keduanya pelaku pun akhirnya diciduk aparat Polsek Sungai Sariak. Dengan dibantu warga, kedua pelaku dibawa ke Mapolsek Sungai Sariak.
     
"Dari keterangan yang ada dan warga setempat, mengarah dan kuat dugaan jika FM dan DK pelakunya. Keduanya kami amankan, dari interograsi keduanya, diakui bahwa benar telah melakukan pencurian. Bersamaan dengan pelaku kita amankan uang tunai Rp3,7 juta dan satu unit telepon genggam. Dari pemeriksaan juga diketahui aksi kali ini adalah kali kedua dengan korban yang berbeda," ulasnya.
     
Kini kedua pelaku terpaksa merayakan lebaran Idul Fitri dibalik jeruji besi Polres Padangpariaman.
      
Sementara itu, Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur mengimbau masyarakat mengaktifkan kembali sistim keamanan lingkungan (siskamling) di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Sistim keamanan mandiri tersebut, kata dia, diyakini ampuh mencegah kemungkinan terjadinya tindak kriminal di lingkungan masyarakat.
     
Ia mengajak masyarakat menjadi "polisi bagi diri sendiri" dengan mengoptimalkan sistim keamanan mandiri di lingkungan masing-masing.
     
Dikatakan Suhatri, meskipun pihak kepolisian melakukan patroli rutin, namun hal tersebut belum dapat mencover seluruh wilayah Kabupaten Padangpariaman yang luas, dengan jumlah personil terbatas. Ronda yang dilakukan, bisa menjadi "show", yang bisa membuat pelaku kejahatan berfikar ulang sebelum beraksi di lingkungan masyarakat yang rutin ronda.
      
"Jadilah polisi bagi diri sendiri. Dengan ronda yang dilakukan di masing-masing tempat, setidaknya mempersempit gerak pelaku kejahatan dan mengurungkan niat mereka melakukan aksi karena ada warga yang ronda," pungkasnya. (Nanda).
Masjid Jihad Kabun Pauhkambar Sediakan Buka Puasa Gratis Selama Ramadhan
Dua orang pengurus masjid siapkan takjil berbuka puasa bagi para jamaah. Foto/Nanda
Pauhkambar ----- Pengurus Masjid Jihad Kabun, Nagari Pauhkambar, Kecamatan Nan Sabaris Padangpariaman, sediakan berbuka puasa gratis selama bulan Ramadhan 1439 Hijriyah/2018.
     
Bagi jamaah atau pun musafir yang salat magrib di sana dapat berbuka puasa dengan hidangan takjil dan makan secara gratis. Sekitar 30 hingga 50 orang berbuka puasa di masjid ini tiap harinya.
     
Penanggung jawab kegiatan berbuka puasa gratis Masjid Jihad, Khaidir Ustman, di Pauh Kambar, Sabtu (26/5) mengatakan, kegiatan berbuka gratis telah dimulai semenjak awal Ramadhan.
     
Ia mengatakan, program tersebut merupakan sumbangan yang diberikan para jamaah dan donatur masjid. Selain dalam bentuk uang, donator biasanya juga mengantarkan makanan atau minuman berbuka puasa ke masjid.
     
"Untuk berbuka puasa gratis di masjid ini ada jamaah yang memberikan dalam bentuk uang, ini akan kami gunakan untuk membeli takjil dan lauk pauknya. Ada juga yang mengantar makanan langsung biar praktis," terang Khaidir.
       
Selain berbuka puasa gratis, pengurus Masjid Jihad Kabun juga mengadakan berbuka bersama anak yatim se Nagari Pauhkambar. Kegiatan itu sekaligus menyalurkan infak kepada anak yatim yang terkumpul selama satu tahun di masjid itu.
      
"Pada malam 10 hari terakhir biasanya ada berbuka bersama anak yatim sekaligus menyerahkan infak khusus yang telah terkumpul selama 1 tahun," pungkasnya. (Nanda)

Perizinan Padangpariaman Buka Bersama dengan Anak Yatim
Puluhan anak yatim buka bersama dengan DPMPTP Padangpariaman. Foto/Hendra
Pauhkambar ----- Memasuki hari kesembilan bulan Ramadhan, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Kabupaten Padangpariaman gelar berbuka bersama dengan anak-anak Panti Asuhan.

"Ramadhan kali ini sangat spesial karena kita juga berbagi dengan saudara-saudara kita dari Panti Asuhan," kata Kepala Dinas PMPTP Hendra Aswara mengawali sambutannya sebelum berbuka di Pariaman, Jumat (25/5).

Hendra mengungkapkan acara itu akan dijadikan sebagai agenda tahunan pada DPMPTP. Artinya, acara berbuka bersama anak yatim dijadikan sebagai ajang mendapatkan pahala dari Allah SWT bagi pegawai di dinasnya.

"Kita juga memberikan santunan kepada adik-adik Panti yang kita kumpulkan dari badoncek seluruh personil DPMPTP.  Alhamdulilah seluruh uang yang terkumpul sudah kita bagikan kepada adik-adik ini," imbuhnya.

Salah seorang anak Panti Asuhan bernama Rido, 14 tahun, mengaku senang diajak berbuka oleh DPMPTP Kabupaten Padangpariaman.

"Alhamdulillah, terima kasih pak kepala dinas, kami semua disajikan buka puasa. Semoga Allah SWT membalas kebaikan dan pahala yang setimpal," ungkap Rido.

Ustad Afrinaldi Yunas dalam tausyiahnya menyampaikan bahwa DPMPTP memberikan layanan kepada masyarakat untuk mendapat rahmat dari Yang Kuasa. Sesuai surat an Nahl ayat 78, bahwa beriman kepada Allah SWT akan mengerakkan kita untuk membantu dan melayani masyarakat dengan elok.

"Saya lihat DPMPTP sudah banyak perubahan. Artinya, Allah SWT telah menggerakan keimanan kita untuk berbuat yang terbaik bagi masyarakat," ujar Kandidat Doktor Universitas Islam Negeri Imam Bonjol ini.

Acara tersebut dihadiri 25 orang penghuni Panti Asuhan Mukarrahmah di Pauh Kambar, Kec. Nan Sabaris. (Tim)
Padangpariaman Raih WTP Lima Kali Berturut-turut
Bupati Ali Mukhni bersama Ketua DPRD Faisal Arifin foto bersama dengan Kepala Perwakilan BPK Sumbar Pemut Aryo Wibowo. Foto: Andri
Padang ----- Pemerintah Kabupaten Padangpariaman kembali diganjar opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Sumatera Barat atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Padangpariaman Tahun Anggaran 2017.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Perwakilan BPK Sumbar Pemut Aryo Wibowo pada resepsi penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) LKPD Tahun Anggaran 2017 di aula pertemuan BPK Perwakilan Sumbar, Padang, Jumat (25/5).

Praktis opini WTP untuk Pemkab Padangpariaman itu merupakan WTP kelima yang diraih secara berturut-turut sejak 2013 dan keenam pada 2011.

LHP LKPD Kabupaten Padangpariaman diterima langsung oleh Bupati Padangpariaman Ali Mukhni dan Ketua DPRD Kabupaten Padangpariaman Faisal Arifin disaksikan Walikota Payakumbuh, Bupati Pesisir Selatan, Walikota Padang Panjang, Walikota Bukitinggi, dan Walikota Pariaman beserta Ketua DPRD masing-masing.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BPK Sumbar Pemut Aryo Wibowo menyampaikan apresiasinya kepada Pemkab dan DPRD Padangpariaman yang telah bekerjasama dalam proses pemeriksaan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan Ketua DPRD beserta jajarannya atas dukungan dan kerja sama yang diberikan selama proses pemeriksaan berlangsung," ujarnya.

Pihaknya berharap agar hasil pemeriksaan tersebut dapat memberikan dorongan dan motivasi untuk terus memperbaiki pertanggungjawaban pelaksanaan APBD.

Bupati Padangpariaman Ali Mukhni mengapresiasi Perwakilan BPK Provinsi Sumbar dan seluruh ASN Padangpariaman yang telah berkontribusi aktif atas predikat WTP tersebut.

"Terima kasih kepada Kepala BPK Perwakilan Sumbar beserta tim pemeriksa yang telah memberikan opini WTP. Ini WTP kelima yang diraih secara berturut-turut sejak tahun 2013 dan total yang keenam," kata Ali Mukhni.

Didampingi Kepala BPKD Hanibal, Inspektur Syafriwal, Kabag Humas dan Protokol Andri Satria Masri, Ali Mukhni berharap WTP kelima itu menjadi pedoman dan tuntunan bagi pihaknya dalam penatalaksanaan keuangan daerah yang lebih akuntabel, transparan dan akurat.

Menurut bupati dua periode itu, LHP atas LKPD yang telah diaudit dan diperiksa BPK diserahkan kepada DPRD dan Bupati untuk selanjutnya diajukan sebagai rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban APBD sebagaimana diatur dalam ayat (1) pasal 31 UU Nomor 17 Tahun 2003.

Kepala BPKD Padangpariaman Hanibal mengatakan, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan, 2017 merupakan tahun kedua bagi Pemkab Padangpariaman menerapkan akuntansi berbasis akrual, baik sistem akuntansinya maupun penyajian laporan keuangannya.

"Dengan penerapan LKPD berbasis akrual, Pemerintah Daerah dapat lebih komprehensif untuk menyajikan seluruh hak, kewajiban dan kekayaannya serta perubahan kekayaannya; hasil operasi serta realisasi anggaran dan sisa anggaran lebihnya," jelasnya.

Inspektur Syafriwal menambahkan, dengan LKPD berbasis akrual pihaknya telah dapat mempertanggungjawabkan pelaksanaan APBD secara lebih transparan, akuntabel dan juga memberi manfaat lebih baik bagi para pemangku kepentingan, baik para pengguna maupun pemeriksa laporan keuangan pemerintah.

"Hal ini direfleksikan dengan disajikannya pertanggungjawaban pelaksanaan APBD mulai tahun anggaran 2017 ke dalam tujuh laporan sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan APBD dibanding dengan sebelum penerapan akrual yang hanya empat laporan," sebutnya. (Tim)

Ali Mukhni, Tarok City Sudah Menasional dan Diketahui Jokowi
Bupati Ali Mukhni diberi seiikat pisang oleh masyarakat saat meninjau kawasan Tarok City di Nagari Kapalo Hilalang  Kec 2x11 Kayu Tanam. Foto/Hendra
Kapalo Hilalang ----- Bupati Padangpariaman Ali Mukhni mengatakan pada tahun ini telah dianggarkan dana Rp20 miliar untuk peningkatan jalan di kawasan Tarok City. Pembangunan jalan tersebut sebagai bentuk komitmen daerah dalam percepatan infrastruktur pendidikan terpadu.

"Tarok City sudah menjadi isu nasional. Sudah banyak dikunjungi oleh menteri maupun pejabat pusat. Bahkan kami telah melaporkan kepada Bapak Presiden ketika kunjungan kerja beberapa waktu lalu," kata Bupati Ali Mukhni saat meninjau pembangunan jalan di Tarok City, Kapalo Hilalang, Kec 2x11 Kayu Tanam, Rabu (23/5)

Adanya pengerasan jalan, kata Ali Mukhni, akan menambah daya tarik bagi investor atau masyarakat yang ingin berinvestasi di Tarok City. Saat ini saja harga tanah yang semula hanya Rp35 ribu meter, saat ini sudah mencapai Rp150 ribu hingga Rp250 ribu per meter.

"Sekarang saja tren harga tanah sudah naik. Apalagi kalau sudah diaspal tentu bisa-bisa (harga tanah) melambung tinggi," ungkapnya.

Sedangkan dari segi ekonomi, tambahnya, akan terjadi perputaran uang yang sangat besar di kawasan Kayu Tanam dan sekitarnya. Tumbuh juga ekonomi kreatif, sektor jasa, home industri maupun perumahan.

"Diperkirakan uang beredar bisa miliaran per hari apabila kampus-kampus sudah berdiri. Tak ada lagi lahan tidur di sini, semuanya sudah menjadi ladang bisnis. Percayalah," kata Bupati yang dijuluki Bapak Pembangunan Padangpariaman itu.

Sementara itu, masyarakat setempat menyambut antusias dimulainya pembangunan akses jalan masuk kawasan Tarok City. Jalan selebar 75 meter dengan panjang sekitar tiga kilometer itu juga dilengkapi dengan saluran drainase kiri dan kanan. Daerah yang dulunya hutan belantara nantinya akan menjadi kota metropolitan.

"Sungguh besar jasa Pak Ali Mukhni di nagari kami. Tarok menjadi harapan baru ekonomi masyarakat" kata Eddy, 50 tahun, warga setempat.

Dikatakannya dengan adanya pembangunan Tarok City, akan menjadikan nagari Kapalo Hilalang semakin ramai. Banyak perantau yang mendukung dan mengajak masyarakat turut serta mendukung program nasional itu.

Diketahui, di kawasan pendidikan terpadu itu akan dibangun kampus, rumah sakit dan Diklat. Diantaranya UNP, Politeknik UNAND, ISI, IAIN, Rumah Sakit Vertikal serta Badan Diklat LAM.

Kawasan seluas 697 hektare ini berada  di jalan Padang-Bukittinggi yang hanya berjarak 30 menit dari Bandara Internasional Minangkabau. (Tim)
Aktifkan Siskamling, Anwar Ingatkan Warga Patamuan Maraknya Pencurian Ternak
TSR Padangpariaman serahkan bantuan bagi Masjid Raya Sungai Durian Kecamatan Patamuan. Foto/Andri
Patamuam ----- Ketua Masjid Raya Sungai Durian Kecamatan Patamuan Zulkarnidi, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Padangpariaman atas kunjungan Tim Safari Ramadhan (TSR) 22 dari organisasi pemerintah daerah (OPD) Bidang Kepegawaian dan Pengembangan SDM yang dipimpin Anwar.

“Alhamdulillah, perhatian pemerintah kabupaten kepada nagari kami sangat tinggi. Sejak beberapa tahun terakhir kami sering dikunjungi tim Ramadan kabupaten juga provinsi. Bahkan bupati Ali Mukhni cukup sering juga berkunjung,” kata Zulkarnidi di hadapan TSR dan jamaah, Rabu (23/5).

Kunjungan ke Masjid Raya Sungai Durian merupakan kunjungan penutup bagi BKPSDM, setelah mengunjungi dua tempat sebelumnya. Surau Baru di Pinang Nagari Pauh Kambar dan Surau Teladan Tampuniak Nagari Lubuak Alung.

Ketua TSR 22 Anwar dalam sambutannya mengingatkan kepada para orangtua agar selalu mengontrol anak-anak usia remaja yang rentan terhadap berbagai kegiatan negatif. Sebut saja geng motor, penggunaan teknologi yang tidak pada tempatnya, narkoba dan tawuran.

“Jika kita selalu mengontrol mereka, insya Allah, kita terhindar dari hal-hal yang bersifat negatif itu. Karena lingkungan dan  pengawasan sangat menentukan arah dan langkah yang akan ditempuh anak-anak remaja kita,” kata Anwar.

Di samping itu, ingat Anwar, menjelang lebaran akan rawan pencurian hewan ternak. Untuk itu ia mengimbau agar masyarakat meningkatkan siskamling.

“Jika perlu, usai lebaran siskamling tetap dipertahankan,” sebutnya.

Pada kesempatan itu, tim yang beranggotakan para kepala bidang dan kepala seksi BKPSDM menyerahkan bantuan berupa dana sebesar Rp5 juta, dan sejumlah kitab kepada khatib di masjid tersebut.

“Alhamdulillah dan terima kasih kami kepada Pemkab Padangpariaman,” kata Bustanul Arifin Khatib Bandaro usai Tarawih. (Tim)
Nagari Koto Baru Padangsago Minta Perbup Orgen Tunggal Dijadikan Perda
TSR Padangpariaman serahkan bantuan Pemkab kepada tiap masjid dan musala yang dikunjungi selama Ramadhan 2018. Foto/Nanda
Padangpariaman ----- Jamaah Surau Nurul Huda Korong Tanah Runtuah, Nagari Koto Baru, Kecamatan Padang Sago, dorong agar Peraturan Bupati Padangpariaman nomor 13 tahun 2016 tentang hiburan orgen tunggal dijadikan Peraturan Daerah Kabupaten Padangpariaman.
     
"Perbup tentang hiburan orgen tunggal harus dijadikan Perda agar lebih mengikat. Penindakan bisa dilakukan secara tegas apabila telah di Perdakan," ujar Walinagari Koto Baru, Haji Zul saat kunjungan tim 15 Safari Ramadhan Kabupaten Padangpariaman di Mushalla Nurul Huda Nagari Koto Baru, Rabu (23).

Menurutnya, pemerintahan nagari bisa membuat Peraturan Nagari (Pernag) membatasi hiburan tunggal di nagari. Namun, hal tersebut akan terkendala saat penegakan hukum.
      
"Jika sudah jadi Perda tentu ada penegak aturan ketika Perda-nya dilanggar. Jika hanya diatur oleh Pernag sedangkan Perda-nya belum ada, aturan yang dibuat pihak nagari akan dianggap bertentangan dengan aturan di atasnya. Makanya Perda itu mendesak," sebutnya.
      
Sementara, musim pesta pernikahan setelah lebaran, menurut Zul, biasanya banyak menggunakan hiburan orgen tunggal. Terkadang, hiburan orgen tunggalnya melebihi batas norma. Tak jarang terkesan pornoaksi.
      
"Makanya nagari sebelum menerbitkan NA nikah di kantor nagari, warga harus membuat surat perjanjian agar penyelenggaraan orgen tunggal sampai malam hari," pungkasnya.
       
Menanggapi hal itu, Kabag Organisasi dan Reformasi Birokrasi Sekretariat Daerah Kabupaten Padangpariaman, Azwarman mengatakan, Perbup Nomor 13 Tahun 2016 dapat diterapkan secara optimal apabila didukung dengan kesepakatan ninik mamak, nagari dan perantau. Kesepakatan bersama tersebut, kata dia, dapat membatasi penyelenggaraan orgen tunggal di luar batas norma dan waktu penyelenggaraan.
        
"Jika semua pihak yang ada dinagari sepakat, maka tidak akan ada orgen tunggal yang melanggar batas," katanya.
        
Dikatakannya, hiburan orgen tunggal tidak dilarang. Namun hanya dilakukan pembatasan.
        
"Orgen tunggal hingga malam hari, bahkan dini hari sangat rawan. Berbagai aktivitas negatif mungkin terjadi. Misal, ada konsumsi miras dan narkoba di situ, ada tarian erotik dan saweran. Inilah yang ingin dibatasi dengan Perbup ini," jelasnya.
        
Terkait usulan agar Perbup hiburan orgen tunggal menjadi Perda, ia akan menyampaikan kepada pemerintah. (Nanda)
Fakriati, LGBT Penular HIV Aids Terbesar di Padangpariaman
Tim TSR Padangpariaman juga beri sumbangan kepada masjid dan musala yang dikunjungi. Foto/Nanda
Padangpariaman ----- Pemerintah Kabupaten Padangpariaman ajak masyarakat bentengi generasi muda dari penyalahgunaan nakoba dan LGBT. Hal itu disampaikan Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Padangpariaman, Fakhriati, Senin (21/5) silam.
     
Menurutnya, penyalahgunaan narkoba di Padangpariman tidak lagi memadang kelas atau strata sosial. Jika sebelumnya narkoba dikonsumsi oleh kalangan terbatas--hanya kalangan ekonomi atas---namun kini malah banyak dikonsumsi kelompok ekonomi menengah ke bawah.
     
Dari sisi usia, kata dia, kasus penyalahgunaan narkoba tidak hanya dikonsumsi usia dewasa. Usia remaja dan pelajar, dalam beberapa kasus juga terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.
    
"Pelajar pun yang masih di bawah umur ada yang mengonsumsi narkoba. Bukan barang yang sulit dijumpai lagi. Mungkin dulu peredaran narkoba hanya ada di daerah kota-kota, kini di kampung-kampung pun terjadi," katanya saat kunjungan Safari Ramadhan di Masjid Raya Anduriang Korong Lubuak Napa Nagari Anduriang Kec. 2X11 Kayu Tanam.
    
Selain penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, perilaku menyimpang Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT). Persoalan LBGT bukan hanya penyimpangan seksualitas belaka. Namun perilaku tersebut, salah satu penyumbang penyebab penyakit HIV Aids terbanyak.
    
"LGBT bukan hanya soal prilaku menyimpang atau bukan. Tapi perilaku ini sudah menjadi wabah. Menjadi penyebab penyakit menular, HIV Aids," sebutnya.
    
Ia mengimbau, orangtua dan lingkungan lebih peduli dengan anak dan generasi muda di lingkungan masing-masing. Orangtua harus mengawasi dengan siapa anak berteman.
    
"Dulu kekuatiran itu, jika anak kita perempuan pergi dan dekat dengan teman laki-laki. Kini, anak perempuan dekat dengan perempuan pun harus kita awasi. Dunia berubah. Hal yang dulu, dianggap tidak mungkin. Kini, bisa saja terjadi," ulasnya.
      
Dikatakannya, selain pengawasan ketat dari orang tua dan lingkungan sekitar, perilaku menyimpang tersebut dapat dicegah dengan pendekatan keagamaan. Pembekalan ilmu agama kepada anak dan generasi muda, diyakini mampu membentengi dari permasalahan itu.
      
"Dari sisi pemerintah, kita tangkal hal itu dengan benteng keamanan. Ada beberapa program seperti magrib mengaji, itu yang kita optimalkan menangkal perilaku menyimpang itu. Dengan agama yang baik, generasi muda akan lebih terlindungi," pungkasnya.
      
Selain Asisten III Bidang Administrasi Umum, kunjungan Safari Ramadhan Kabupaten Padangpariaman juga dihadiri Kabag Organisasi dan Reformasi Birokrasi Padangpariaman, Azwarman, Kabag Percanaan Keuangan Padangpariaman, Armeyn Rangkuti. (Nanda)