Nahkoda Baru KONI Kota Pariaman: Banyak Pekerjaan Rumah yang Harus Diselesaikan
Oleh Boedi Satria, SE --- Ketua Asosiasi Futsal Kota Pariaman


~ KONI Kota Pariaman pernah mengalami mati suri selama tiga tahun. Hal tersebut tidak boleh kembali terulang

~Ketua KONI Kota Pariaman dihadapkan sejumlah pekerjaan rumah besar dalam berbagai olahraga prestasi yang selama ini mengalami kemerosotan
 

Penyelenggaraan Musyawarah Olahraga Kota Pariaman (musorkot) dalam rangka pemilihan ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kota Pariaman periode 2017 - 2021 akan segera digelar pada hari Rabu, tanggal 29 November 2017.

Penyelenggaraan musorkot KONI ini diharapkan mampu membangkitkan dan menghidupkan kembali gairah organisasi semi pemerintahan itu untuk mengayomi puluhan cabang olahraga yang ada di Kota Pariaman agar bisa menjalankan roda pembinaan dan mampu berprestasi serta mengharumkan nama kota Pariaman baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Sebagaimana kita ketahui bersama sejak tahun 2014, KONI Kota Pariaman mengalami mati suri karena ketua umumnya diduga melakukan penyelewengan terhadap dana hibah yang diterima dari pemerintah. Akibatnya ketua umum tidak bisa memimpin organisasi lagi seperti biasa.

Di sisi lain, pengurus inti juga tidak berdaya mempertahankan organisasi agar bisa berjalan dengan baik sehingga KONI mati suri selama hampir 3 tahun belakangan. Untuk menyelamatkan pembinaan insan olahraga, maka Pemerintah Kota Pariaman langsung turun tangan mengambil alih seluruh kegiatan keolahragaan dan memerintahkan dinas pendidikan, pemuda dan olahraga untuk mengelola dana keolahragaan.

Dengan berakhirnya masa periode kepengurusan KONI Kota Pariaman pada tahun 2017, maka sudah saatnya kita fokus kepada suksesi pengantian ketua KONI Kota Pariaman ke depannya. Berharap ketua KONI terpilih nanti benar-benar mampu membangkitkan dan memajukan olahraga kota Pariaman.

Sampai saat ini sudah beberapa nama yang muncul untuk mengantikan ketua yang lama. Nama-nama tersebut sudah mulai berkampanye untuk meraih dukungan dari cabang olahraga yang mempunyai hak suara pada musorkot nanti.

Untuk menjadi ketua KONI ke depan---bukanlah pekerjaan yang mudah---banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan terlebih dahulu, walaupun kepengurusan KONI terpilih nantinya tidak akan menanggung beban dosa pengurus yang lama dan tidak akan diperiksa oleh pihak terkait. Namun ketua terpilih terlebih dahulu menetapkan target kepengurusan sebagaimana keinginan sebagian besar masyarakat kota Pariaman agar olahraga bisa bangkit.

Berikut ini adalah beberapa tugas besar Ketua KONI Kota Pariaman terpilih mendatang

1. Target 5 besar pada Porprov 2018 di Padangpariaman

Melirik pada hasil klasemen akhir kota Pariaman pada Porprov tahun 2016 kemaren---dimana kota Pariaman hanya menduduki peringkat 16 dari 19 kontingen---tentu ini bukan prestasi yang dapat dibanggakan.

Dengan dana yang lumayan besar dan atlet-atlet yang potensial, seyogyanya kota Pariaman bisa berada di posisi 10 besar. Kita tidak perlu menyalahkan atau mencari kambing hitam kenapa gagal berada di posisi 10 besar, namun kita perlu mengevaluasi dan mencari solusi.
KONI Kota Pariaman kedepan perlu merumuskan langkah kongkrit untuk bisa lebih baik dari tahun 2016. Apalagi Porprov 2018 nanti akan diselenggarakan di kabupaten Padangpariaman, yang sebagian venuenya diselenggarakan di kota Pariaman.

Dari hasil evaluasi dan keuntungan sebagian venue porprov diselenggarakan di kota Pariaman, sudah selayaknya kota Pariaman menargetkan berada di posisi 5 besar pada Porprov 2018 nanti.

2 Jadi tuan rumah Porprov tahun 2022

Sudah 15 tahun kota Pariaman berdiri dan sudah 14 kali porprov diselenggarakan. Namun belum pernah sekalipun kota Pariaman menjadi tuan rumah porprov. Dan kalaupun pernah menjadi tuan rumah pada tahun 1994, itu masih dibawah bendera kabupaten Padangpariaman, dimana kota Pariaman masih menjadi kota administratif (Kotif).

Dengan perkembangan pembangunan yang semakin pesat dari tahun ke tahun, maka tidaklah terlalu sombong kiranya jika pada tahun 2022 nanti KONI Kota Pariaman ikut bidding menjadi tuan rumah porprov ke-16. Cukup dengan membangun stadiun sepakbola dengan kapasitas 15.000 penonton dan arena renang dan loncat indah, Kota Pariaman sudah cukup representatif dan kondusif untuk jadi tuan rumah.

Sedang untuk cabang olahraga lain venuenya sudah ada di kota Pariaman, seperti bola voli, futsal, tenis, bela diri, bulu tangkis, dayung, dan lainnya. Dan kalaupun belum ada cabang yang belum ada venue, mungkin tidak butuh dana yang besar untuk membangunnya seperti arena panjat tebing. Maka dengan seluruh sarana, prasarana dan dukungan yang ada, maka pengurus KONI Kota Pariaman harus memberanikan diri untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah.

Menang tidak mudah untuk mencapai rarget di atas. Maka untuk bisa mencapainya ada beberapa pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi oleh pengurus KONI Kota Pariaman kedepan, antara lain;

    1 Penguatan struktur organisasi KONI

Ketua terpilih harus mampu membangun tim yang kuat dimana seluruh pengurus harus mempunyai visi dan misi yang sama untuk kemajuan olahraga. Put the right man in the right place wajib diterapkan.

Jangan sampai menempatkan pengurus yang tidak pada bidangnya atau karena balas budi. Selain perlu mencari sekretaris yang cakap administrasi dan bendahara yang menguasai manajemen keuangan daerah, ketua harus mampu menempatkan ketua bidang organisasi yang mampu mengayomi dan mengkoordinir seluruh cabang olahraga yang ada. Begitu juga dengan pengurus lainnya harus sesuai dengan keahliannya.

    2 Perbaikan struktur organisasi cabang olahraga

Belum semua cabang olahraga memiliki pengurus yang memang serius membangun olahraga, sebagian besar hanya menjalankan pembinaan pemain jika mendekati porprov saja.

Hal ini karena cabang olahraga tersebut terlalu bergantung dari dana hibah KONI. Dan tidak punya inisiatif atau mau berkorban untuk mencari sumber pembiayaan lainnya, baik dari diri pengurus sendiri maupun dari pihak lain. Ingat, olahraga tidak akan maju kalau hanya mengandalkan dana dari pemerintah atau minta sumbangan kepada pihak lain.

Oleh sebab itu ketua KONI terpilih kedepan harus duduk bersama dengan seluruh cabang olahraga dan meminta komitmen setiap cabang untuk mampu berprestasi dengan sumber dana yang ada. Dan jika dana yang tersedia tidak mencukupi, maka cabang olahraga harus mampu mencari solusinya.

Maka oleh sebab itu seyogyanya ketua cabang olahraga harus mampu langsung menjadi bapak angkat dari cabang olahraga yang dipimpinnya agar proses pembinaan pemain untuk meraih prestasi tidak terhenti.

    3 Perbaikan pengelolaan dana hibah

Pengelolaan dan pertanggungjawaban laporan keuangan menjadi salah satu kunci yang harus segera diperbaiki, kalau tidak ingin kejadian seperti kepengurusan periode kemaren terulang lagi. Dana hibah dari pemerintah kota harus dipergunakan sebagaimana mestinya dan laporan pertanggungjawaban harus dibuat sebaik mungkin dan sesuai dengan peraturan. 

Hal ini harus dimulai dari penyusuan RAB yang efisien dan efektif, dana yang digunakan harus sesuai dengan RAB dan bentuk laporannya harus juga sesuai dengan RAB. Dengan pengunaan dana yang efisien dan efektif, maka roda organisasi akan berjalan dengan baik untuk mencapai tujuan bersama.

    4 Penambahan dan perbaikan sarana dan prasarana pertandingan

Dengan dibangunnya sport center di Karan Aur dan rencana pembangunan stadion sepak bola di Padusunan, membuktikan keseriusan pemerintah kota dalam mengembangkan olahraga.

Untuk kedepannya KONI Kota Pariaman harus terus mendukung pemerintah kota untuk terus mengembangankan sarana dan prasarana olahraga lain. Baik itu melalui dana APBD maupun APBN. Pengembangan ini harus merata di seluruh cabang olahraga dan seluruh wilayah kota Pariaman. Seperti pembangunan arena renang di pusat kota, lapangan voli dan lapangan futsal di setiap kecamatan, dan lainnya.

Sedangkan untuk Sport Hall Pauh, ketua KONI Kota Pariaman terpilih nantinya harus segera membuat perencanaan untuk perbaikan termasuk mungkin juga segera membenahi lapangan sepakbola di komplek GOR Rawang.

    5 Peningkatan kesejahteraan atlet

Ini yang sering dilupakan pemberian penghargaan bagi atlet berprestasi. Penghargaan bagi atlet berprestasi tidak selalu harus dengan memberikan hadiah berupa uang saja, tapi juga penghargaan yang bisa bermanfaat untuk masa depan atlet. Seperti memberikan lapangan pekerjaan kepada atlet berprestasi atau beasiswa, sehingga atlet merasa lebih dihargai dan merasa bahwa olahraga dapat menjamin masa depan mereka.

Dari uraian di atas begitu banyak pekerjaan rumah yang harus segera dikerjakan. Oleh sebab itu kota Pariaman membutuh seorang ketua KONI yang benar-benar mempunyai kemampuan yang komplit untuk memimpin organisasi yang besar ini. Maka, di bawah ini bisa kita lihat beberapa persyaratan yang harus dimiliki oleh calon ketua KONI kedepan, seperti:

1 Insan olahraga

Ketua KONI Idealnya pernah menjadi pimpinan cabang olahraga. Minimal dengan pengalaman menjadi pimpinan cabang olahraga dapat dijadikan modal untuk memimpin organisasi yang lebih besar.

Selain itu ketua KONI yang berasal dari pimpinan cabang olahraga sudah terbiasa dengan atmosfir pertandingan seperti kejurda, porprov atau pertandingan lainnya. Hal ini tentu berguna untuk menyusun strategi pemenangan dan memahami bagaimana mengoptimalkan setiap sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan.

Selain itu yang kita inginkan adalah pimpinan cabang olahraga yang secara rutin melakukan pembinaan pemain dan bukan pada saat porprov saja atau pimpinan cabang olahraga yang punya SK saja tapi tidak pernah melakukan pembinaan dan tidak pernah mengikuti porprov.
Terbayang bagi kita kalau ketua KONI tidak mempunyai pengalaman di bidang olahraga dan tidak memahami seluk beluk tentang olahraga, maka perahu KONI ini tidak akan dapat berlayar dengan baik dan akan berlayar tanpa arah yang jelas. Jangan sampai jabatan ketua KONI hanya untuk prestise belaka dan keuntungan pribadi saja.

2 Memahami pengelolaan dana hibah

Memang sulit mencari sosok ketua KONI yang cakap dalam mengelola keuangan dengan baik. Mungkin bisa dihitung dengan jari. Kecuali pejabat publik atau PNS diperbolehkan mencalon sebagai ketua KONI. Atau para pensiun PNS yang sudah dimakan usia dan tidak produktif lagi. Maka hal ini bisa teratasi.

Namun kita jangan berputus asa jika sulit menemui ketua KONI yang memahami tentang pengelolaan keuangan. ketua KONI terpilih nantinya bisa belajar mendalami tentang penyusunan anggaran dan bagaimana pelaporan pertanggungjawaban keuangan yang baik.
Atau sekurang-kurang mencari staf sekretariatan yang menguasai keuangan dana hibah dan bisa memberi laporan keuangan secara rutin.

3 Tidak untuk kepentingan politik

Biasanya setiap calon yang maju tentu punya target sendiri. Sangat disayangkan jika target yang ingin dicapainya adalah untuk meraih jabatan yang lebih tinggi terutama di bidang politik.

Banyak calon yang ingin menjadikan jabatan ketua KONI sebagai batu loncatan untuk maju menjadi walikota/wakil walikota atau sekurang-kurangnya anggota dewan. Hal ini tentu sangat merugikan organisasi (KONI) dimana calon yang orientasinya seperti di atas tidak akan fokus menjalankan roda organisasi bahkan dengan enaknya akan meninggalkan organisasi jika meraih jabatan yang lebih tinggi.

Contohnya jika ketua terpilih adalah pengurus partai atau calon legislatif, maka setelah terpilih menjadi anggota DPRD maka secara otomatis yang bersangkutan harus mengundurkan diri dari jabatan ketua KONI. Hal ini tentu merugikan KONI yang ditinggal oleh ketuanya.

Maka sebelum terlambat sebaiknya para bidder (peserta yang mempunyai hak suara) wajib mengetahui orientasi calon ketua KONI nantinya. Pilihlah ketua KONI yang benar-benar serius membangun olahraga kota Pariaman dari awal sampai akhir masa jabatan. 

 4 Dekat dengan stakeholder

Kedekatan dengan stakeholder seperti walikota, ketua DPRD, Kapolres, media dan yang lainnya tentu sangat menguntungkan terutama dalam urusan pendanaan. Tidak sedikit kita lihat banyak ketua organisasi terpilih yang tidak dekat dengan stakeholder atau bahkan tidak disukai oleh stakeholder lainnya. Akibatnya banyak program kerja yang tidak jalan karena tidak didukung oleh pendanaan yang kuat.

Hal ini tentu sangat merugikan organisasi. Oleh sebab itu sebelum menjadi ketua KONI maka calon wajib menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh stakeholder. Dukungan dari stakeholder merupakan modal kuat untuk menjalankan program kerja sebagaimana yang kita inginkan.

5 Mempunyai tim yang kuat

Untuk menjadi ketua KONI tentu tidak bisa hanya mengandalkan diri sendiri. Namun harus didukung oleh tim yang kuat. Tim disusun berdasarkan kemampuan dan kebutuhan. Ada tim yang khusus melakukan lobby kepada stakeholder, ada tim yang khusus melakukan pendekatan kepada cabang olahraga, ada tim yang khusus menyiapkan segala administrasi pemilihan, bahkan ada tim yang khusus menyiapkan logistik.

Calon yang didukung oleh tim yang kuat akan lebih mudah menjalankan organisasi jika terpilih nanti karena sudah terbiasa berkerjasama dengan berbagai pihak. Berbeda dengan calon yang bekerja sendiri sendiri yang biasanya tidak akan mau menerima pendapat orang lain, hanya akan menjalan program yang menguntungkan dirinya sendiri. "Tibo di awak mato bapiciangan di paruik bakampihan" itu istilah urang awak.

Jadi untuk sukses menjalankan organisasi maka bangunlah tim yang hebat. Jangan sekali-kali bekerjasama dengan orang yang tidak menyukai kita. Karena akan menjadi duri dalam daging.

6 Muda dan energik

Muda energik dan inovatif merupakan syarat lainnya bagi ketua KONI Kota Pariaman ke depan. Kalangan muda yang punya visi, gigih, punya kemampuan terukur, merupakan agen perubahan yang akan memenuhi tantangan dunia olahraga ke depan.

Usia muda memang bukan jamin dari segala-galanya. Namun usia, menentukan semangat dan kreatifitas, khususnya dalam bidang olahraga.

Itulah sedikit tentang syarat yang harus dimiliki oleh calon ketua yang ingin memimpin KONI Kota Pariaman. Mungkin banyak lagi persyaratan lain yang harus dimiliki; namun saat ini penulis hanya menyampaikan persyaratan yang memang paling dianggap penting.

Demikian tulisan ini saya buat semoga bisa menjadi pencerahan bagi insan olahraga kota Pariaman dalam penyelenggaraan musorkot. Terakhir saya ucapkan selamat bermusyawarah kepada seluruh cabang olahraga. Semoga nantinya terpilih ketua yang benar-bebar kita inginkan untuk membawa kejayaan olahraga kota Pariaman baik ditingkat provinsi maupun nasional.

Salam olahraga !!!
Atlet Sepatu Roda Kota Pariaman Kembali Ukir Prestasi

Pariaman --- Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, anggota DPR RI John Kenedy Azis dan ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyudin, dukung pengembangan olahraga sepatu roda di kota Pariaman.

Sepatu roda saat ini menjadi cabang olahraga yang digemari di kota Pariaman, terutama kalangan muda, menjadi ruang positif menjauhkan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja lainnya.

"Ini sangat positif, dengan adanya kesibukan anak-anak dan generasi muda di sini tentu agaknya akan jauh dari ancaman bahaya narkoba dan persoalan kenakalan remaja lainnya," ujar Genius Umar didampingi Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin saat menemui kontingen atlet sepatu roda Pariaman, Selasa (21/11) siang.

Sebagai bentuk dukungan terhadap olahraga itu, kata Genius, Pemko Pariaman yang mulanya membuat "skate park", juga akan membuatkan lintasan untuk latihan sepatu roda. Tempat latihan yang repsentatif tersebut nantinya bukan hanya digunakan oleh atlet, namun seluruh pecinta olahraga sepatu roda dari dan luar Pariaman.

"Kita sedang akan buatkan lintasannya. Bukan sebatas bagi atlet, wisatawan bisa juga berkumpul di sana. Mungkin mencoba bersepatu roda atau bagaimana," sambungnya.

Sependapat dengan Genius Umar, anggota Komisi VIII DPR RI John Kenedy Aziz mengatakan, kehadiran olahraga sepatu roda dapat menjauhkan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Selain itu, kata dia, prestasi juara umum cabang olahraga sepatu roda pada Porprov lalu adalah kebangaan tersendiri bagi Pariaman. Dan sebagai olahraga yang baru berkembang di Pariaman, prestasi itu menjadi tanda bahwa kota Pariaman memiliki bibit atlet pada cabang sepatu roda.

Pihaknya juga akan mengupayakan dukungan untuk perkembangan olahraga sepatu roda itu. Keterbatasan belum adanya lintasan untuk latihan yang repsentatif, ia akan mengupayapakan bantuan dari pemerintah pusat.

"Kita akan upayakan dukungan dari pemerintahan pusat," katanya.

Sebelumnya, kontingen Kota Pariaman terdiri dari 30 orang atlet, berhasil menjadi juara umum dua kelas perlombaan yang diikuti pada Kejurda Sepatu Roda Piala Bupati Solok 2017 yang digelar pada 18 hingga 19 November 2017 lalu.

Dari total 18 raihan medali, Pariaman meraih 6 emas, 7 medali perak dan 5 medali perunggu. Sebelumnya pada ajang Porprov tahun lalu di kota Padang, kota Pariaman juga meraih juara umum pada cabang olahraga sepatu roda dengan meraih 10 medali.

Dewan Penasehat didampingi Ketua Pengcab Persatuan Olahraga Sepatu Roda Indonesia (Persorosi) Kota Pariaman Muhammad Taufik dan Azral Malfinas mengatakan jika pihaknya telah mempersiapkan atletnya dua bulan sebelum digelarnya perlombaan.

Meskipun tidak memiliki lintasan permanen sepatu roda, hal itu tidak mengurangi semangat berlatih para atlet yang didominasi oleh pelajar SMP dan SD ini.

Saat ini, kata dia, Pengcab Persorosi mengalami kendala minimnya anggaran dana pembinaan atlet sepatu roda, seperti halnya Porprov lalu.

"Pengcab kendala keterbatasan anggaran dana yang dimiliki pengucap membuat pengurus harus melakukan penggalangan dana agar dapat mengikuti kejuaraan tersebut" jelasnya.

Meskipun terbilang baru di kota Pariaman, namun animo masyarakat, khususnya anak dan remaja terhadap olahraga sangat tinggi. Saat inipun tercatat 40 orang atlet sepatu roda berlatih dan dibina oleh Pengcab Porserosi Kota Pariaman.

"Baru ada satu club sepatu roda, yaitu Pariaman Inline Skate, di bawah pembinaan kita (Porserosi Pariaman), namun bagi club baru juga kita lakukan pembinaan," pungkasnya.

Dalam kesempatan itu anggota DPR RI John Kennedy Aziz juga menyerahkan uang pembinaan sebesar Rp5.000.000 kepada atlet sepatu roda. (Nanda)
Genius Umar Ajak Interisti Club Pariaman Jauhkan Generasi Muda dari Narkoba

Pariaman --- Ketua Badan Narkotika Kota (BNK) Pariaman Genius Umar, menyebut pembentukan komunitas pecinta tim sepakbola merupakan langkah potensial menjauhkan generasi muda dari penyalahgunaan narkoba di Kota Pariaman.

“Kesibukan generasi muda di bidang olahraga menjauhkannya dari penyalahgunaan narkoba, di samping kegiatan kerohanian. Olahraga dan ibadah, adalah sarana potensial menjauhkan generasi muda dari potensi pengaruh negatif,” ujar Genius Umar saat pembukaan Turnamen Futsal 1 tahun Internisti Club Indonesia (ICI) Pariaman, Minggu (5/11) sore.

Ia mengatakan, kelompok pemuda lainnya seperti kelompok pemuda peduli konservasi, peduli lingkungan, sanggar seni, juga wahana pergaulan positif.

Ia mengatakan, peredaran narkoba berawal dari lingkungan pergaulan. Dimulai dari penawaran rekan sepergaulan yang lebih awal terjerumus narkoba, akan berkembang kepada lingkungan pergaulan lainnya. Saat ini, kata dia, peredaran dan penyahgunaan narkoba tidak mengenal usia dan status sosial. Seluruh kelompok masyarakat berhasil ditembus oleh peredaran narkoba.

"Saat ini hampir semua lingkungan sudah dimasuki oleh peredaran narkoba. Dengan adanya komunitas ICI ini, tinggal bagaimana menjadikan komunitas ini sebagai kelompok yang ikut serta perang terhadap narkoba, kita dari BNK dan Pemko Pariaman butuh dukungan pemberantasan narkoba," ujarnya.

Sementara itu Ketua ICI Pariaman Masriko mengatakan, ICI Pariaman terbentuk dari kesamaan hobi fans salah satu klub sepakbola yang kemudian berkembang menjadi komunitas hingga mencapai ratusan member atau anggota. Tidak hanya seputar sepakbola saja, ICI Pariaman terus melakukan berbagai kegiatan yang sifatnya kemanusiaan.

"Bahkan dalam berbagai kesempatan ICI Pariaman pernah melaksanakan kegiatan penggalangan dana untuk korban bencana dan Rohingnya," ujarnya.

Menurutnya, dikemasnya peringatan satu tahun terbentuknya ICI Pariaman dalam pertandingan futsal, adalah upaya membangun silaturahmi ICI Pariaman dengan komunitas lainnya di Pariaman.

"Pertandingan hingga 12 November 2017 mendatang, bukan soal pertandingannya, tapi silaturahmi antar komunitas," pungkasnya. (Nanda)
Lomba Lari 5K Tingkat Pelajar Diulang Karena Salah Rute
Dandim 0308 Pariaman Letkol ARH Hermawansyah berfoto bersama dengan para pemenang lomba lari 5K untuk putra antar pelajar se kota Pariaman
Pantai Kata --- Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Pariaman menggelar ulang lomba lari 5K tingkat pelajar se kota Pariaman di Pantai Kata, Minggu (24/9/2017).

Acara yang seharusnya bersamaan dengan lomba lari 10K tingkat umum---yang dilaksanakan minggu lalu (17/9)---terpaksa diundur dan dilaksanakan ulang hari ini karena banyak peserta yang tidak memahami rute yang ditetapkan panitia. Akibat peserta salah rute, perlombaan dihentikan saat itu.

Lomba lari marathon tingkat pelajar tersebut mengambil start dan finish di Pantai Kata. Ratusan peserta memeras keringat dengan jarak tempuh yang telah ditentukan oleh panitia.

Al Ali Riando dari SMK Negeri 3 Pariaman berhasil meraih podium utama dengan catatan waktu 16,40 menit, disusul tempat kedua dengan catatan waktu 16,57 oleh Fahrizal Fajar dari SMA Negeri 2 Pariaman. Sedangkan juara ketuga diraih oleh Hamiko dari SMA Negeri 1 Pariaman, catatan waktunya 17,04 menit.

Sedangkan posisi empat besar diraih oleh Rolly Wilepi dari SMP Negeri 1 Pariaman, peringkat 5 Febry Ardiansyah, peringkat 6 Ahmad Fadli dan peringkat 7 Ilham Kamedi dari SMK Negeri 3 Pariaman. Posisi 8 besar diraih oleh Farid Sahni Adli dari SMP Negeri 3 Pariaman.

Untuk tingkat putri, juara pertama diraih oleh Silsy Rintri Ramadhani dari SMP Negeri 3 Pariaman dengan catatan waktu 21,20 menit, disusul oleh Nadia Rahmi dari SMA Negeri 5 Pariaman terpaut 1,2 menit, yaitu 22,22 menit. Sedangkan peringkat ketiga diraih oleh Intan Yulianti Putri dari SMK Negeri 3 Pariaman dengan perolehan waktu 22,26 menit.

Sementara peringkat 4 besar oleh Monica Silvana dari SMA Negeri 4 Pariaman, peringkat 5 oleh Lidia Kumala Dewi dari SMA Negeri 3 Pariaman, peringkat 6 oleh Nanda Hanjelina dari SMP Negeri 6 Pariaman, peringkat 7 oleh Nela Amanda dari SMP Negeri 3 Pariaman dan peringkat 8 oleh Mutiara Putri Ramadhani dari SMA Negeri 3 Pariaman.

Kepala Dinas Dikpora Kanderi mengungkapkan lomba marathon 5K tingkat pelajar dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tingkat Kota Pariaman, sekaligus HUT TNI ke-72.

"Karena itu kita bersinergi dengan Kodim 0308 Pariaman. Sebelumnya kita juga menggelar lomba futsal antar instansi dan BUMN/BUMD, dan nanti kita akan menggelar sepakbola Liga Pelajar Indonesia (LPI) tingkat Kota Pariaman di pertengahan bulan Oktober mendatang,” katanya. (Juned)
Ribuan Peserta Ikuti Pariaman Run 2017, Eva Desiana Kembali Juara
Wakil Walikota Genius kibarkan bendera start
Pantai Kata --- Sebanyak 1.021 atlet lari Sumatera Barat ikuti lomba lari maraton tingkat Sumatera Barat di kota Pariaman, Minggu (17/9/2017).

Dalam ajang olahraga itu, peserta dikelompokkan dalam dua kategori. Kategori pelajar yang diikuti oleh pelajar se Sumatera Barat dengan berlari sejauh 5 kilometer. Sedangkan kategori umum diikuti oleh peserta umum dengan jarak 10 kilometer.

Lomba lari maraton sendiri dilaksanakan oleh Disdikpora Kota Pariaman dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-34 tahun 2017 dan HUT TNI ke-72 tingkat Kota Pariaman

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman bersama Dandim 0308 Pariaman Letkol Arh Hermawansyah mengatakan, ajang itu selain mendorong perkembangan olahraga maraton yang mendapat antusias ribuan peserta dan penonton, juga untuk mendongkrak kunjungan wisata ke Pariaman.

"Pariaman Run sebagai sport tourism mampu mendongkrak tingkat kunjungan wisata," ungkap Mukhlis saat melepas start Pariaman Run 2017 di Pantai Kata.

Mukhlis berharap iven yang baru selenggarakan itu ke depan akan ditingkatkan menjadi iven nasional dan internasional.

Kegiatan sport tourism seperti ini, menurut Mukhlis akan mampu melahirkan atlet-atlet handal ekaligus seleksi bakat pelari lokal Pariaman. Ia mendorong agar atlet lokal dominan sebagai peserta dalam kegiatan lomba itu.

"Yang jelas selain perlombaan, kegiatan ini sekaligus menjadi strategi untuk menemukan bakat atlet lari maraton kota Pariaman," sebutnya.

Dalam lomba itu, juara pertama kategori umum dengan jarak 10 kilometer dimenangi pelari asal Kota Pariaman Eva Desiana. Eva Desiana merupakan atlet
Triathlon putri peringkat pertama nasional. Ia asal Pariaman. Juara kedua diraih Juni Ramayani dari Kota Padangpanjang dan juara ketiga diraih Difti dari Kabupaten Solok.

Sementara itu juara pertama kategori umum putra dengan jarak 10 kilometer disabet Pratu Udin dari Kodim 0308 Pariaman, juara kedua oleh Hamdan Sayuti dari Kota Pariaman dan juara ketiga diraih Emyunus dari kabupaten 50 Kota.

Sedangkan untuk kategori pelajar terpaksa harus diulangi kembali. Hal itu disebabkan oleh lebih dari separuh peserta salah jalur.

Kembali Mukhlis Rahman menjelaskan, bahwa Pariaman adalah kota tujuan wisata. Penataan kawasan wisata sudah dilakukan berbasis lingkungan dan budaya. Pariaman selalu menggelar berbagai iven olahraga sebagai ajang promosi dan rekreasi.

"Olahraga di samping mencari bibit atlet juga mampu menghindari generasi muda dari bahaya narkoba. Saya berharap melalui olahraga, ke depan akan terbentuk generasi muda Pariaman yang baik, sehat jasmani dan rohani," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kota Pariaman Kanderi menyebutkan, jumlah peserta sebanyak 1021 itu berasal dari masyarakat umum, TNI, Polri dan pelajar.

"Warga Kota Pariaman 95 orang atlet, pelari dari kabupaten/kota se Sumatera Barat sebanyak 131orang. TNI dan Polri 132 orang dan pelajar 638 orang," kata Kanderi. (Nanda/ASKB)
Pacu Kudo Padangpariaman Sedot Ribuan Pengunjung

Duku Banyak --- Kejuaraan pacu kuda open race dan tradisional putaran I tahun 2017 di Gelanggang Duku Banyak Balah Aie Kecamatan VII Sungai Sariak berlangsung meriah.

Ribuan pasang mata penonton lokal dan dari luar Padangpariaman menyaksikan kuda pilihan beradu kecepatan di lintasan tanah. Dalam iven tersebut, setidaknya 61 ekor kuda pacuan diikutkan dalam 21 kelas yang dipertandingkan.

Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur saat penutupan Senin (11/9) mengatakan, ramainya pengunjung yang menyaksikan pacuan kuda menandakan bahwa olahraga pacu kuda dinikmati wisatawan. Ia berharap pacuan kuda tidak hanya sebatas menjadi tontonan bagi masyarakat, namun memotivasi masyarakat mencoba mengembangkan peternakan kuda.

Sebagai salah satu iven wisata tahunan, kata dia, kejuaraan pacu kuda telah menjadi salah satu dari sekian banyak daya tarik wisata yang ada di Padangpariaman.

"Komplit wisata di Padangpariaman, wisata minat khusus itu ada Lubuk Nyarai, wisata religius datang ke acara Basafa, wisata kuliner silahkan datang ke Pantai Tiram, mau wisata olahraga saksikanlah pacuan kuda ini," katanya.

Untuk lebih menarik wisatawan berkunjunh ke Padangpariaman, ujar Suhatri, pemerintah Padangpariaman akan menyusun jadwal pelaksanaan iven pariwisata dalam jarak waktu yang berdekatan. Hal itu dilakukan agar minat wisatawan yang datang ke Padangpariaman lebih tinggi.

"Dengan banyaknya iven dalam waktu berdekatan akan menjadi daya tarik bagi wisatawan datang ke Padangpariaman. Ini yang akan kita coba susun," ulasnya.

Ia berharap upaya pemerintah memajukan pariwisita Padangpariaman harus didukung masyarakat. Partisipasi masyarakat menerapkan sapta pesona merupakan dukungan memajukan pariwisata Padangpariaman. (Nanda)
'Pandeka' Sungai Buluah Wakili Sumbar Pencak Silat Nasional di Jogja

Batang Anai -- Perguruan Silat (PS) Karang Indah Nagari Sungai Buluah Selatan, Kecamatan Batang Anai, wakili Sumatera Barat mengikuti lomba pencak silat tingkat nasional dalam iven Pencak Malioboro Festival V pada 18 hingga 20 Agustus 2017 mendatang di Jogjakarta.

Kontingen PS Karang Indah yang diketuai Febri Deni, resmi dilepas oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Padangpariaman, Januar Bakri (13/8/2017). Turut hadir Hasan Basri anggota DPRD Kabupaten Padangpariaman yang juga putra Sungai Buluah dan tokoh masyarakat setempat Rosnam.

Januar Bakri mendukung penuh dan memberikan apresiasi kepada PS Karang Indah atas keikutsertaannya ke even nasional itu.

"Semoga PS Karang Indah dapat mengharumkan Sumbar dan Padangpariaman di kancah pencak silat nasional," harapnya.

Pencak silat, kata Januar, mesti dilestarikan karena merupakan seni budaya warisan leluhur. Januar juga mengatakan bahwa pencak silat sebagai media pendidikan karakter generasi muda, tepat sekali untuk dikembangkan karena juga bisa melatih sopan santun generasi muda. Putra Nagari Buayan itu juga serahkan bantuan untuk biaya kontingen PS Karang Indah.

"Sebagaimana pepatah Minang mengatakan, barek samo dipikua ringan samo dijinjiang. Bajalan babuah batiah malenggang babuah tangan, kok dak panuah ka ateh kok dak ka bawah untuk meringankan biaya para peserta," ujar Januar saat menyerahkan bantuannya yang diterima Guru Silat Pandeka Malin disaksikan Afrizal Eri Gunuang Pandeka Sati.

Selain mendapatkan bantuan dari donatur, PS Karang Indah juga mendapatkan bantuan dari sumbangan masyarakat sekitar yang saling bahu membahu meringankan beban kontingen, terutama para orang tua mereka agar anak-anaknya nanti bisa menjadi orang yg berptestasi. (Tim)
Perbasi Padangpariaman Gelar Penataran Pelatih dan Wasit Lisensi 'C'
Suasana rapat bersama pengurus Perbasi Padangpariaman dalam merampungkan agenda penataran pelatih dan wasit lisensi 'C' di Lubuk Alung.
Lubuk Alung -- Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kabupaten Padangpariaman akan menggelar Penataran Pelatih dan Wasit Lisensi 'C' selama lima hari, di Lubuk Alung, Rabu (26/7/2017).

Di samping buat seluruh calon pelatih dan wasit yang tergabung dalam Perbasi, penataran demikian juga berlaku untuk umum.
   
Ketua Panitia Januardi Gunawan menyebutkan, penataran itu akan dilakukan dari tanggal 10 hingga 15 Agustus 2017 mendatang. "Peserta kita targetkan dari pelatih sebanyak 20 orang dan dari wasit 20 orang pula," kata dia.
   
Januardi Gunawan yang didampingi Afrido Romansyah, pelatih senior di Perbasi Padangpariaman menilai, penataran itu amat penting untuk melahirkan pelatih-pelatih yang tangguh, serta wasit yang berkopeten di bidangnya.

"Semakin banyak pelatih, jelas akan semakin bertambah pula atlit basket di daerah ini. Nara sumber penataran langsung dari Pengprov Perbasi Sumatera Barat," ujar Januardi Gunawan.
Untuk itu, pihaknya berharap acara yang telah ditetapkan itu bisa terlaksana dengan baik, sesuai keinginan Perbasi Padangpariaman itu sendiri dalam melihat arti penting pengembangan pelatih dan wasit yang punya lisensi 'C' tersebut.
   
Senada, Sekretaris Perbasi Padangpariaman Hilman H memberikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan acara tersebut. "Penataran ini adalah bagian yang tak terpisahkan dari program kerja Perbasi daerah ini dalam melahirkan SDM yang handal di bidang olahraga basket," kata dia.
   
Ias berharap, penataran juga akan memperkuat nantinya atlet-atliet Perbasi yang akan berlaga di Porprov Sumbar 2018 yang akan berlangsung di Padangpariaman. Untuk itu, pihaknya berharap kepada semua peserta agar bersungguh-sungguh dalam mengikuti penataran. (TDH)
Suhatri Bur Lepas Limkos FC Berlaga di Liga III PSSI

Kampung Dalam -- Bertempat di Masjid Ismael Pasar Kampung Dalam, setelah salat Jumat (21/7/2017), Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur lepas secara resmi kontingen klub sepakbola LIMKOS FC menuju Liga III PSSI di Kabupaten 50 Kota.

Dalam sambutannya Suhatri Bur menyampaikan pesan Bupati Ali Mukhni kepada pemain untuk menjaga kondisi fisik masing-masing karena menentukan mental permainan.

"Hindari rokok, jaga waktu istirahat, hindari begadang. Hilangkan ego pribadi yang akan merusak kesatuan tim. Jaga permainan, persatuan dan kesatuan klub sehingga dapat meraih prestasi yang menggembirakan," kata dia.

Ia juga berharap LIMKOS FC dapat mengharumkan nama Padangpariaman mengikuti jejak Muhammad Iqbal yang mampu masuk ke PSSI usia 19.

Menurut Suhatri Bur, Liga III merupakan kasta terbawah di agenda PSSI. Namun ia berharap, dari Liga III ini bisa menapak prestasi lebih ke depannya. Apalagi LIMKOS FC merupakan klub baru yang berhasil masuk ke Liga III.

Kepada official dan pelatih, Ketua PBVSI Padangpariaman itu juga berpesan agar bersama sama mengontrol pemain, baik fisik maupun  mental. Dia berpesan agar pemain jangan dibebankan hal hal teknis selain fokus ke permainan.

"LIMKOS FC ini tidak bisa bergerak sendiri. Dia butuh perhatian, bantuan dari semua pihak baik materi, dorongan dan kepedulian. Organisasi LIMKOS di perantauan sangat kuat dan sangat peduli dengan kampungnya. Perlu perhatian dan kepedulian perantau LIMKOS kepada kegiatan positif ini," sambung dia.

Di samping itu ia berpesan kepada pemain tidak lupa beribadah dan berdoa meminta berkah. Ia juga memuji peran anggota DPR Refrizal dalam memajukan persepakbolaan Padangpariaman.

"Bapak Refrizal, seorang Exco PSSI, putra Kampung Dalam, membawa tim nasional PSSI usia 19 uji tanding dengan Persepar di lapangan bola Sungai Sariak," imbuh dia.

Sementara itu manajer tim Asmarizal Chan, mengatakan tim yang berangkat berjumlah 23 orang. Official dan pelatih 12 orang. "Mereka sudah berlatih sungguh-sungguh menyiapkan diri menghadapi pertandingan yang dimulai hari Sabtu (22/07) melawan PSP di Gelora Singa Harau," kata Chan yang juga Ketua Karang Taruna Padangpariaman itu.

Tampak hadir pada kesempatan itu Kadis Pariwisata Pemuda dan Olahraga Jon Kenedy, Kabid Olahraga Helmi Untung, Ketua KONI Kabupaten Padangpariaman Afrinaldi, Ketua ASKAB PSSI Maiyusfi, anggota DPRD Padangpariaman Syafri CR, unsur muspika dan pelatih/manajer LIMKOS FC beserta masyarakat sekitar.

TIM
Gelar Pertandingan Antar Club, Pemko Pariaman Jaring Pesepakbola Porprov

Wakil Walikota Pariaman, Genius Umar, membuka kejuaraan sepak bola antar club se-Kota Pariaman yang ditandai dengan tendangan pertamanya, Rabu (17/5/2017), di Lapangan Sepakbola Nagari Kurai Taji Desa Pauh Kurai Taji, Pariaman Selatan. Pertandingan diikuti oleh 12 tim sepakbola yang ada di Kota Pariaman. Kejuaraan dimulai dari tanggal 17 Mei hingga 1 Juli 2017.

Genius Umar mengatakan bahwa ajang tersebut menjadikan langkah awal dalam memajukan sepakbola Pariaman termasuk secara tidak langsung menghindari para generasi muda dari kegiatan yang tidak bermanfaat.

“Dengan olahraga akan menyiapkan pemuda-pemuda yang sehat, kuat dan berdaya guna, ini akan memacu generasi muda lebih menyibukan diri dengan kegiatan-kegiatan yang positif,” sebutnya.

Dari pemuda yang maju, sehat dan berkreatifitas, kata dia, akan menghasilkan bangsa yang hebat. Pertandingan tersebut juga dikatakan menjadi ajang seleksi mencari bibit pesepak bola tangguh yang nantinya kan mengharumkan nama Pariaman.

“Jadikan pertandingan ini sebagai ajang seleksi, semua tim harus bermain serius dan sportif. Jadikan juga pertandingan ini untuk menjalin hubungan silaturahim antar sesama tim," kata dia.

Kepala Dinas Pedidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman Kanderi mengatakan bahwa kejuaraan sepak bola itu diselenggarakan dalam rangka HUT Kota Pariaman ke-15.

"Juga sebagai langkah awal pemantauan bibit atlet sepakbola untuk Porprov Sumatera Barat ke-15 tahun 2018," ujarnya.

Tim yang ikut dalam kejuaraan dibagi dalam empat grup. Pada Grup A, PS Marunggi, Pariaman United, PSKB. Di Grup B, Suratin, PSC Cimparuah, Santos FC, sedangkan Grup C, PS Mangguang, Persikatim, AMS Pauh.

"Grup D, Buana FC Nareh, PS Basoka dan Pemko Pariaman,” ungkap Kanderi.

TIM
Sikapak Palapa Cup Mulai Digelar, Pebulu Tangkis Ayo Mendaftar!

Pemerintah Kota Pariaman terus menggerakan generasi muda agar gemar berolahraga. Dengan olahraga akan terbentuk generasi sehat dan kuat, di samping akan melahirkan atlet-atlet berprestasi yang nantinya akan mengharumkan nama kota Pariaman.

Bahkan, Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, mengatakan, kepala desa bisa menganggarkan dana desa untuk olahraga.

"APBDes bisa dialokasikan untuk kegiatan olahraga," kata Genius Umar saat membuka Open Tournament Palapa Cup (bulutangkis terbuka) di lapangan PB Palapa, Desa Sikapak Timur, Sabtu malam (1/4/2017).

Ia menerangkan, dalam APBDes ada dua sumber dana. Yaitu bersumber dari APBN dan dari APBD. Untuk dana APBN dipergunakan untuk infrastruktur desa, sedangkan dana APBD bisa digunakan untuk program kemasyarakatan seperti olahraga, kesenian, adat dan keagamaan.

Dengan diadakan open turnamen olahraga sebutnya, akan terjalin kekompakan dari seluruh unsur yang ada. Pemuda bersatu, silaturahmi terjalin dengan baik dan generasi muda terhindar dari pengaruh negatif.

Ketua panitia PB Palapa Cup, Fakhri Zaki menjelaskan bahwa open turnamen PB Palapa Cup memperebutkan piala Wakil Walikota Pariaman dan hadiah tabanas. Semua masyarakat dapat mendaftar untuk berpartisipasi dalam turnamen.

"Panitia menyediakan 4 pool. 1 pool diperuntukan bagi atlit Porprov yang berpasangan dengan non Porprov dan 3 pool kategori umum," terang Zaki.

Bagi warga Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman bisa mendaftar mulai tanggal 1 April 2017 di Lapangan PB Palapa Desa Sikapak Timur.

ASB
Ali Mukhni Berharap Gubernur Tambah Anggaran Main Stadion Sikabu



Bupati Padangpariaman Ali Mukhni berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Barat segera mengucurkan anggaran untuk pembenahan main stadion di Nagari Sikabu, Kecamatan Lubuk Alung tahun 2017 agar stadion dengan luas sekitar 50 hektar itu bisa difungsikan pihaknya untuk pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar tahun 2018 mendatang.

"Progres pembangunan main stadion ini alhamdulilllah berjalan cepat sejak tahun 2014 sebab Pemprov Sumbar terus menyediakan anggaran setiap tahunnya," ujar Ali Mukhni didampingi Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Padangpariaman, Jon Kenedi, saat meninjau lokasi main stadion, Senin (6/3/2017).

Apabila harapan pihaknya disikapi oleh Pemprov Sumbar, Ali Mukhni menjamin turut mendukung penuh dengan mengejar pembangunan fasilitas jalan menuju main stadion tersebut.

"Meskipun tidak tuntas dikerjakan 100 persen setidaknya sudah bisa digunakan untuk pembukaan Porprov," lanjutnya.

Ali Mukhni mengaku juga mengajak beberapa tokoh asal Padangpariaman agar turut serta berdiskusi dengan Pemprov Sumbar terkait lanjutan pembangunan main stadion tersebut.

"Untuk melanjutkan main stadion ini kami juga mengajak tokoh-tokoh kita seperti saudara Sukri Umar dan Bapak Cici untuk dapat memohon kepada Bapak Gubernur. Semoga Bapak Gubernur mewujudkan harapan kita," imbuhnya.

Kepala Disparpora Padangpariaman Jon Kenedy, menyatakan pihaknya sudah meninjau 35 tempat pertandingan yang akan digunakan untuk Porprov Sumbar ke-XV di Padangpariaman. Kemungkinan bersar seluruh arena itu akan dibenahi secara besar-besaran.

"Survei tehadap 35 lokasi pertandingan telah kami lakukan bersama dinas terkait dan KONI Padangpariaman. Jadi apa saja yang akan dibenahi dari arena sudah kami catat. Perkiraan kami, pembenahan tempat pertandingan menyerap dana sekitar Rp 11 miliar," ujarnya.

TIM
Suhatri Bur Lepas 5 Atlet Berkebutuhan Khusus Ikuti Peparpelda Sumbar



Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur lepas lima orang atlet berkebutuhan khusus untuk mengikuti Pekan Paralimpic Pelajar Daerah (Peparpelda) tingkat Sumbar di kantor Dinas Pendidikan Padangpariaman di Paritmalintang, Senin (6/3/2017). Peparpelda sendiri akan digelar di Padang dari tanggal 6 hingga 8 Maret 2017 dan diikuti oleh 17 kabupaten/kota se Sumatera Barat.

Kepada tiga orang guru yang akan mendampingi lima atlet berkebutuhan khusus tersebut, Suhatri Bur berpesan agar benar-benar melakukan pendampingan selama tiga hari mereka bertanding dan di asrama.

"Karena kondisinya tidak sama dengan anak yang normal. Saya minta kepada pendamping agar selalu mendampingi atlet kita dengan baik," ujar Suhatri.

Ia menyatakan, pemerintah daerah tidak akan membeda-bedakan pemberian bonus kepada setiap atlet. Para atlet berkebutuhan khusus pun, ujar dia, tetap akan diberikan bonus jika berhasil membawa pulang medali.

"Jumlahnya akan disesuaikan dengan keuangan daerah," ungkapnya.

Sementara itu Gustina, pendamping atlet berkebutuhan khusus yang juga guru SLB Sicincin, mengatakan bahwa lima atlet yang mewakili Padangpariaman ke Peparpelda tingkat Sumbar adalah atlet tunagrahita dan tunarungu.

"Mereka berlaga pada dua cabang olahraga yakni atletik dan renang," kata dia.

Ia optimis para atlet akan mampu membawa pulang medali karena merupakan atlet berkebutuhan khusus terbaik di Padangpariaman dan sebelum bertanding sudah melakukan persiapan matang.

"Para atlet sudah kita persiapkan dengan baik. Selama ini atlet mendapatkan pelatihan rutin di Sikabu Lubuk Aluang," tandasnya.


Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Padangpariaman Zahirman, mengatakan, jika para atlet berkebutuhan khusus tersebut memiliki prestasi, tidak tertutup kemungkinan akan diikutkan pada Pekan Olahraga Provinsi Sumbar tahun 2018 yang akan digelar di Padangpariaman.

"Karena tidak ada aturan yang melarangnya. Jika mereka berprestasi peluang untuk itu terbuka sekali," ujarnya.

Peparpelda tingkat Sumbar, sambung Zahirman digelar tiap dua tahun sekali. Para atlet terbaik Peparpelda Sumbar nantinya akan mewakili provinsi di kejuaran serupa tingkat nasional.

OLP
Dispora Padangpariaman Bantu Olahraga Karang Taruna


Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Padangpariaman serahkan 3 buah bantuan bola voli kepada Karang Taruna Karya Mandiri (KTKM) Kampung Dalam, Nagari Gadur, Rabu (7/12).

Penyerahan bantuan tersebut merupakan program bidang olahraga Disporabudpar Padangpariaman dalam melakukan pembinaan olahraga.

"Sebelum perubahan anggaran sudah ada alat olahraga ataupun sarananya yang kita serahkan kepada masyarakat. Sebetulnya banyak proposal yang diajukan, namun karena anggaran yang terbatas belum semuanya kita mendapatkan. Bantuan yang terbatas diserahkan dengan sistim antrian, yang dahulu mengajukan kita bantu," ujar Kadisporabudpar, Syafriwal didampingi kabid pemuda olahraga, Kecil Ardinata.

Kedepan, Disporabudpar telah mengajukan anggaran pengadaan alat olahraga pada APBD tahun 2017 mendatang. Peningkatan anggaran dibandingkan tahun sebelumnya, merupakan upaya pemkab Padangpariaman melakukan pembinaan olahraga kepada pemuda.

"Di APBD tahun depan kita sudah ajukan penambahan anggaran alat olahraga. Tujuan kita tidak lain adalah melakukan pembinaan olahraga," ulasnya.

Sementara itu, ketua Karang Taruna Karya Mandiri Korong Kampung Dalam Nagari Gadur Edris Efendi mengatakan, bantuan alat olahraga berupa bola voli itu merupakan bantuan kedua kalinya. Sebelumnya pihaknya telah mendapatkan bantuan 3 buah bola voli tahun 2014 yang lalu.

"Bantuan bolanya sangat membantu bagi pemuda dalam latihan tiap sorenya. Apalagi akhir tahun ini kita akan membuat pertandingan, tentu perlu banyak bola," ujarnya.

SSK/HS
Kasus Kekerasan Terhadap Anak Menurun di Tahun 2016



Anak merupakan aset dan masa depan bangsa. Anak juga merupakan perintis kemajuan kehidupan bangsa. Meskipun begitu, anak merupakan kelompok yang mudah mengalami kekerasan. Kekerasan terhadap anak dapat terjadi dimana saja, baik di rumah, di sekolah bahkan di dalam komunitas masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh Walikota Pariaman Mukhlis Rahman dalam sambutannya pada acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-23 tingkat Kota Pariaman dan Longmarch jalan kaki/bersepeda Gerakan Nasional Anti Kekerasan Seksual terhadap Anak (GN-AKSA). Start di pendopo rumah dinas walikota sampai ke kantor desa Kampung Kandang, Pariaman Timur, Minggu (23/10).

Disebutkan, tanggung jawab utama untuk melindungi anak-anak dari pelecehan ada pada orangtua. Oleh karena itu, orang tua harus terdidik sebelum mereka mendidik anak-anak mereka.

"Ajak anak-anak berkomunikasi secara terbuka dan bekali anak-anak dengan beberapa petunjuk dasar untuk melindungi diri," ujarnya.

Upaya untuk mereduksi dan mencegah jatuhnya korban pada anak, imbuh Mukhlis, mesti menjadi tanggung jawab bersama. Tak hanya pemerintah, namun juga berbagai elemen masyarakat.

"Untuk itu mari kita rawat anak kita dengan penuh kasih sayang dan tanggung jawab, utamanya pada anak-anak kita yang berada pada usia emas dari usia 0 sampai 6 tahun," sebutnya.

Dalam mendidik anak, lanjut Mukhlis, orangtua dapat tumbuhkan keunggulan anak-anak dengan asah, asih, dan asuh, agar kelak mereka menjadi insan yang cerdas dan berkepribadian luhur.

Disampaikan, Pemerintah Kota Pariaman juga telah mengeluarkan kebijakan pada anak yang mengarah kepada pendidikan agama sejak dini, yakni, melalui kegiatan maghrib mengaji, revitalisasi MDA dan TPA serta kegiatan keagamaan yang lainnya.

"Sehingga anak-anak dididik menjadi anak yang cerdas, bertaqwa dan melahirkan generasi yang Qur'ani sebagai benteng bagi anak dalam menghadapi era globalisasi dan kemajuan teknologi," tutupnya.

GN AKSA dilatar belakangi oleh kian banyaknya kasus-kasus kejahatan terhadap anak. Dalam data kekerasan anak yang telah ditangani oleh P2TP2A Puti Gandoriah Kota Pariaman menyatakan, sepanjang tahun 2015 telah terjadi 27 kasus kekerasan terhadap anak, terdiri dari kekerasan  fisik sebanyak 3 anak, anak yang berhadapan dengan hukum sebanyak 9 anak, dan yang tertinggi kejahatan seksual terhadap anak sebanyak 15 anak.

Untuk data sampai Juni 2016, telah ditangani kasus kekerasan seksual terhadap anak sebanyak 11 anak.

KB Kesehatan

Sementara itu Sekretaris Utama (Sestama) BKKBN RI Nofrizal, mengapresiasi Pemerintah Kota Pariaman yang telah banyak berprestasi di bidang KB, baik dari pemerintahannya sampai peran Kodimnya.

"Kota Pariaman akan kita jadikan rujukan untuk provinsi lain di indonesia dalam hal program KBnya. Keberhasilan program KB di Pariaman berkat kerjasama pemerintah dengan seluruh stakeholder.

Hadir dalam acara itu Kepala BKKBN Provinsi Sumatera Barat, Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, Ketua DPRD Mardison Mahyuddin, Dandim 0308 Pariaman Letkol Arh. Endro Nurbantoro, Sekda Indra Sakti, Kepala Bank Nagari, Asisten, Staf Ahli, Kepala SKPD, Kabag dan Camat serta masyarakat dan pelajar yang mengikuti.

TIM
Pariaman Inline Skate Gelar Lomba Sepatu Roda Tingkat Anak



Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) dan Pariaman Inline Skate (PIS) Kota Pariaman menggelar perlombaan sepatu roda antar pelajar di GOR Karanaur, Minggu (25/9).

Menurut Ketua Perserosi Club PIS Kota Pariaman Azral Malfinas, perlombaan tersebut dibagi dalam 3 kelompok putra dan putri. Kelompok A untuk kategori anak yang telah mahir, kelompok B untuk kategori sedang, dan kelompok C untuk kelas pemula.

"Dengan perlombaan ini diharapkan dapat memotivasi anak agar terus berlatih dan belajar," kata dia.

Dikatakan, para pesepatu roda yang tergabung dalam PIS rutin berlatih setiap hari libur di GOR tersebut. PIS Kota Pariaman telah mencatat lebih dari 100 anak yang tergabung di club mereka.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Pariaman M Taufik yang juga penasehat di club tersebut menyatakan dengan perlombaan, akan lahir para atlit sepatu roda dari Kota Pariaman.

"Persesori cabang Kota Pariaman belum terbentuk. Dengan berbagai pembenahan, kedepan kita usahakan Persesori memiliki pengurus cabang di Kota Pariaman," terusnya.

Dari hasil lomba tersebut yang tercepat adalah pemenangnya. Zaki, Bagas dan Abi Burifky berhasil meraih posisi I, II, dan III pada lomba kategori A. Sedangkan Niken, Cintami dan Azqila peraih juara I, II dan III kategori putri kelompok A.

Sedangkan kategori putra kelompok B diraih Raehan, Fathir dan Qory Abiyu. B putri oleh Silva Putri, Malika dan Elvira.

Untuk kelompok C atau pemula putra diraih oleh Farid, Farel dan Rizqy. Kelompok C putri diraih oleh Fadiya, Fatiya dan Naura.

TIM
Lebih 1000 Atlit se Sumbar Ikuti "Sabiduak Sadayuang" Marathon


Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, melepas para atlit yang mengikuti lomba maraton 5K tingkat pelajar SMP/SMA se Kota Pariaman dan lomba lari 10K untuk umum yang diikuti oleh atlit dari 16 kabupaten/kota yang ada di Sumatera Barat, di Tugu Sabiduak Sadayuang depan Balaikota Pariaman, Minggu (25/9).

Genius Umar mengatakan, kegiatan itu mendukung visi Kota Pariaman dalam menggiatkan pariwisata dengan olahraga atau sport-tourism. Dia berharap para atlit dan ofisial menggunakan kesempatan tersebut untuk mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di Kota Pariaman.

"Hampir seluruh atlit se Sumbar mengikuti acara ini. Tentu mereka tidak hanya sekedar mengikuti lomba saja ke sini," kata Genius.

Disamping itu, masih kata Genius, pihaknya berharap akan lahir bibit-bibit baru cabang olahraga lari di Sumatera Barat umumnya dan Kota Pariaman khususnya.

Sementara Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Pariaman, Kanderi, mengatakan, acara diselengarakan  dalam rangka rangkaian kegiatan memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-33 tingkat Kota Pariaman. Lomba tersebut adalah kali kedua dilaksanakan oleh pihaknya.

“Selain itu dengan kegiatan ini, generasi muda kita akan tetap sehat dan bugar serta terjauh dari hal-hal yang negatif seperti penyalahgunaan narkoba," sebutnya.

Dikatakan, peserta lomba tercatat sebanyak 670 orang dengan rincian; lomba lari 5K tingkat pelajar se Kota Pariaman diikuti 530 orang, lomba lari 10K tingkat umum sebanyak 140 orang.

TIM
Pembukaan Liga Pelajar Daerah Padangpariaman Berlangsung Meriah di Sungai Geringging


Pembukaan Liga Pelajar Daerah (LPD) tahun 2016 berlangsung meriah dan dihadiri ratusan masyarakat bertempat di lapangan bola, Sungai Geringging, Jumat (13/5).

Turut hadir mendampingi Bupati Padangpariaman Ali Mukhni, Dandim 0308 Pariaman Letkol. Arh. Endro Nurbantoro, Asisten Ekbang Kesra Ali Amran dan camat se-Padang Pariaman serta para perantau.

Bupati Ali Mukhni mengatakan bahwa LPD sebagai wadah pembinaan dan mengevaluasi olahraga sepak bola serta pencarian bakat di sekolah-sekolah.

LPD, kata dia sekaligus untuk memasyarakatkan olahraga prestasi sejak dini. Menanamkan jiwa sportifitas dan yang lebih penting adalah terbinanya hubungan silaturahim antara pelajar.

"LPD juga upaya mencegah generasi muda melakukan perbuatan yang dilarang agama dan perbuatan melanggar hukum," kata bupati yang juga sarjana olahraga itu.

Ia mengaku sangat miris lihat fenomena penyalahgunaan narkoba yang sudah masuk ke seluruh lapisan masyarakat baik pejabat publik, TNI, Polri, tokoh masyarakat hingga petani sekalipun

"Tak satu pun nagari di Padang Pariaman yang bebas narkoba. Semua unsur sudah menjadi korban barang haram itu," kata Ketua BNK Periode 2005-2010 itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan, Syafriwal, mengatakan peserta liga pelajar terdiri dari siswa SD dan SMP se-Padangpariaman.

"LPD sudah menjadi agenda rutin setiap tahunnya sebagai implementasi UU nomor 3 tahun 2005 tentang Sistim Keolahragaan Nasional," kata dia.

Di saat yang sama Ketua KONI Padangpariaman Aprinaldi mengapresiasi komitmen bupati dalam memajukan olahraga. Ia berharap ke depan akan semakin banyak event dan cabang olahraga yang diperlombakan.

"KONI siap memfasilitasi setiap event yang diadakan oleh Pemda," kata Pria yang berhasil membawa Padangpariaman peringkat tiga pada Porprov di Darmasraya tahun lalu itu.


HA/OLP
Pasgama Marunggi Gelar Turnamen Voli Tingkat Sumbar



Wakil Walikota Pariaman, Genius Umar, buka secara resmi turnamen bola voli antar club se Sumatera Barat, Pasgama Cup III, di Desa Marunggi, Pariaman Selatan, Sabtu (7/5).

"Kali ini olahraga voli tingkat Sumbar digelar di sini, bukan di Pantai Gandoriah," kata dia.


Kata Genius, pariwisata memiliki kaitan erat dengan dunia olahraga. Sebut saja Tour de Singkarak, Pariaman Triathlon, voli pantai yang semuanya terpusat di Pantai Gandoriah. Namun demikian olahraga tetap memiliki spirit sportivitas sebagai acuan utama.
 
Dia menghimbau kepada seluruh camat di Kota Pariaman agar menggiatkan olahraga dan budaya serta kegiatan lainnya di kecamatan yang dipimpinnya.

"Seperti pameran UMKN dan festival adat untuk pemerataan kegiatan di Kota Pariaman," sebutnya.

Dia mencontohkan saat Pariaman Selatan beberapa waktu lalu menjadi tuan rumah Jambore Pramuka tingkat Kota Pariaman yang diikuti sebanyak 1.325 pramuka di bumi kemah Marunggi.

"Alhamdulillah berjalan dengan sukses," kata dia.

Ketua panitia, Dasril, mengatakan turnamen akan berlangsung selama 16 hari sejak 7 s/d 22 Mei 2016 bertempat di lapangan Pasgama diikuti 12 club se Sumbar.

"Pasgama adalah singkatan persatuan pemuda pemudi pasar gantiang marunggi," kata dia.

Dia menginginkan Pasgama Cup menjadi kalender tetap olahraga di Kota Pariaman.


TIM
15 Tim Ikuti Volly Ball Nagari Cup Pariaman



15 tim bola voli akan bertarung pada kejuaraan 'Voly Ball Nagari Cup' se-Kota Pariaman yang dilaksanakan di Kampung Baru, Kecamatan Pariaman Tengah, Kamis (10/3).

Wakil Walikota Pariaman, Genius Umar, menyebut kegiatan itu akan memotivasi anak muda melakukan kegiatan yang positif. Tak hanya itu, melalui kegiatan tersebut dia harapkan bisa menjalin hubungan yang baik antar sesama pemain dari nagari lain.

Turnamen itu, kata dia, juga dapat memunculkan atlet muda sehingga Kota Pariaman menjadi kota yang penuh dengan semangat olahraga dan sehat.

"Bersaing dengan semaksimal mungkin, junjung tinggi sportivitas serta berikan permainan yang terbaik dalam membela nama nagari. Kepada wasit yang bertugas agar bertindak adil dalam memimpin setiap pertandingan yang digelar, kalah menang itu biasa,” ungkap Genius.


Ketua panitia, Zul Bakri, mengatakan, kegiatan tersebut diikuti oleh 9 tim pria dan 6 tim wanita. Kegiatan itu dilaksanakan selama 3 hari yakni 10 s/d 13 Maret 2016.

"Peserta yang menjuarai turnamen ini akan mewakili Kota Pariaman di tingkat Sumatra Barat zone 4 yang akan diikuti oleh Kota Pariaman, Kabupaten Padangpariaman, Mentawai, dan Pesisir Selatan yang akan digelar pada tanggal 18 s/d 20 Maret nanti," kata dia.


Reza