Tim 3CN Polres Pariaman Ringkus Bandar Shabu di Karanaur
Polisi sita sejumlah barang bukti dari tangan tersangka. Foto/Nanda
Pariaman ----- Tim 3CN Pegasus Polres Pariaman kembali bekuk F alias AP, 45 tahun, residivis kasus kepemilikan narkoba di rumahnya di Kelurahan Karan Aur Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Senin (9/7) malam. F alias AP dibekuk usai mengkonsumsi shabu-shabu.
       
F alias AP bukanlah pemain baru. Sebelum tertangkap pada hari ini, ia pernah menjalani hukuman hampir 2 tahun penjara dalam kasus yang sama.
       
Kapolres Pariaman AKBP Andry Kurniawan didampingi Kasat Resnarkoba Polres Pariaman, Iptu Suhardi dan Kasat Reskrim Polres Pariaman, AKP Ilham Indarmawan menerangkan, penangkapan tersangka F alias AP berawal dari laporan masyarakat tentang aktivitas transaksi narkoba yang dilakukan tersangka.
      
Berbekal laporan masyarakat sebagai informasi awal, penyelidikan dilakukan. Pergerakan tersangka pun dipantau.
     
"Kami lakukan penyelidikan. Berbekal informasi dan data yang valid, kami lakukan pengintaian terhadap tersangka. Hingga akhirnya dilakukan penangkapan," terangnya.
      
Tersangka tidak bisa mengelak saat petugas menemukan barang bukti 4 paket sedang narkotika jenis shabu, 9 paket kecil narkotika jenis shabu, plastik  bungkusan shabu-shabu, alat hisab dan satu unit telpon genggam.
       
"Bersama tersangka kami amankan 4 paket shabu yang akan dijual Rp300.000 per paket dan 9 paket kecil shabu-shabu yang akan dijual Rp150.000, dan barang bukti lain," rincinya.
         
Menurut AKBP Andry, saat ini tersangka telah diamankan di Mapolres Pariaman. Pihaknya masih terus mengembangkan kasus itu untuk mengungkap pembeli ataupun pemasok narkotika jenis shabu kepada tersangka F alias AP.
        
Dikatakannya, pengungkapan kasus peredaran narkotika yang dilakukan Polres Pariaman menandakan keaktifan Polres Pariaman memberantas peredaran narkoba. Selain tindakan tegas bagi pelaku, upaya pencegahan juga terus dioptimalkan seperti sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat.
        
"Kita optimalkan dua upaya ini. Tidak hanya penindakan saja, tapi cegah dini terhadap penyalahgunaan narkoba terus kita lakukan. Pada hatr ini saja, bersamaan dengan kegiatan orientasi siswa baru di tingkat SMA, bahaya penyalahgunaan narkoba kami sosialisasikan. Ini membuktikan kami serius dalam upaya pemberantasan narkoba di Pariaman," ujarnya.
        
Ia berharap, masyarakat Pariaman bekerjasama dengan Polres Pariaman dalam memberantas peredaran narkotika. Selain nenyampaikan pesan tentang bahaya narkoba, masyarakat yang memiliki informasi tentang aktivitas penyalahgunaan narkoba, juga dapat menginformasikan kepada pihak kepolisian.
      
"Ada informasi tentang aktivitas penyalahgunaan narkoba, laporkan saja. Kami akan tindak," pungkasnya. (Nanda)
Polisi Temukan Jaringan Sabu Dikendalikan Napi dari Lapas Pariaman
Kapolres dan Kalapas gelar barang bukti di Mapolres Pariaman. Foto/Nanda
Pariaman ----- Polres Pariaman lakukan pengecekan identitas penerima paket sabu yang coba diselundupkan salah seorang warga ke Lapas Klas IIB Pariaman.
      
Sebelumnya, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Pariaman menggagalkan upaya penyeludupan sabu seberat 25 gram yang dilakukan tersangka ME, 24 tahun, warga Sicincin, Kabupaten Padangpariaman ke dalam Lapas Klas IIB Pariaman pada Sabtu (9/8) sore.
       
"Penyidik telah berkoordinasi dengan pihak Lapas mengecek daftar narapidana. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa W yang disebut tersangka ME sebagai tujuan pengantaran paket sabu, adalah napi di Lapas ini," terang Kapolres Pariaman AKBP Andry Kurniawan didampingi Kalapas Klas IIB Pariaman Pudjiono Gunawan dalam keterangan resminya di Mapolres Pariaman, Selasa (12/6).
     
Dipaparkan Andry dari hasil pemeriksaan tersangka ME, paket sabu itu tersangka dapatkan dari pihak lain yang juga berinisial W. Paket ia ambil dari W di salah satu tempat di daerah Sicincin, Padangpariaman. Paket tersebut dijemput atas pesanan napi W melalui telepon.
       
Ditambahkan Andry dalam pemeriksaan tersangka, upaya pengelundupan paket sabu ke dalam Lapas Klas IIB Pariaman, merupakan pertama kalinya. Namun, pihaknya menduga sebaliknya. Penyelundupan tersebut, kemungkinan adalah kesekian kalinya.
       
"Tersangka mengaku ditelepon oleh narapidana Lapas Klas IIB Pariaman dan meminta tersangka mengantarkan paket ke dalam Lapas. Paket diambil dari pihak lain yang juga berinisial W di daerah Sicincin, Padangpariaman. Patut diduga juga jika upaya penyelundupan ini bukanlah pertama kali. Karena kejahatan narkoba ini adalah sistim jaringan," kata dia.
     
Upaya penyelundupan narkoba di Lapas Klas IIB Pariaman sudah tercatat dilakukan beberapa kali. Banyaknya napi dengan kasus narkoba terkadang menjadi pasar tersendiri bagi jaringan pengedar narkoba.
      
Terpisah, anggota DPRD Kota Pariaman Muhammad Yasin melalui sambungan telepon pribadinya, Selasa (12/6) menilai, banyaknya narapida dengan kasus penyalahgunaan narkoba di Lapas Klas IIB Pariaman, menjadi pasar tersendiri bagi jaringan peredaran narkoba.
      
"Tentu saja menjadi pasar tersendiri bagi peredaran narkoba," kata dia.
       
Menurutnya, Lapas Klas IIB Pariaman merupakan Lapas umum. Napi yang menjalani hukuman tidak hanya kasus narkoba. Namun kasus pidana lain, seperti pencurian, pembunuhan, judi. Percampuran napi kasus umum dengan narkoba, bisa membuat napi kasus lain yang bukan pengguna narkoba, menjadi pengguna.
      
"Perlu dilakukan pemisahan napi kasus narkoba dengan napi lain. Kami meminta agar napi kasus narkoba ditempatkan di Lapas khusus narkoba, sehingga tidak menular ke napi lain dan dari sisi pengawasannya, juga lebih efektif," sebutnya.
     
Sementara itu, terkait over kapasitas penghuni Lapas Klas IIB Pariaman, pihaknya mendorong agar Kementerian Hukum HAM RI (Kemenkum HAM RI) melakukan renovasi atau penambahan bangunan Lapas Klas IIB Pariaman.

Tidak hanya itu, penyebaran napi ke sejumlah Lapas lain di Sumatera Barat yang belun terlalu padat penghuni, dapat dilakukan pihak Kemenkum HAM RI mengurai permasalah over kapasitas penghuni Lapas.
       
"Pemko harus ikut mendorong pihak Kemenkum HAM RI agar dilakukan penambahan bangunan Lapas. Kita bisa usulkan ke kementerian," ulas politisi Partai Keadilan Sejahtera ini.
       
Selain itu, lanjut Yasin, pencegahan penyalahgunaan narkoba perlu diperkuat. Tidak hanya dilakukan pihak kepolisian saja, upaya ini harus dilakukan oleh semua pihak, termasuk pemerintah Kota Pariaman.
       
"Kota Pariaman baru ada lembaga BNK. Kewenangannya hanya sebatas pencegahan saja. Langkah penindakan terhadap pelaku penyalahgunaan narkoba, hanya dilakukan oleh kepolisian. Kami kira Kota Pariaman perlu punya lembaga BNNK yang vertikal dengan BNN pusat. Selain punya kewenangan pencegahan, BNNK punya kewenangan menindak. Tentunya hal ini membuat pemberantasan narkoba di Pariaman, jadi maksimal," pungkasnya. (Nanda)
Lapas Pariaman Bongkar Penyeludupan Shabu Dalam Makanan Pembesuk
Kalapas Pariaman (kiri) bersama Kasat Reskrim Polres Pariaman apit tersangka M. Foto/Nanda
Pariaman ----- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Pariaman, gagalkan upaya penyeludupan sabu-sabu seberat 25 gram ke dalam Lapas, Sabtu (9/8) sore.
       
Kalapas Klas IIB Pariaman Pudjiono Gunawan, melalui sambungan telponnya, Minggu (10/6), membenarkan jika pihaknya mengamankan pengunjung yang diduga hendak menyelundupkan narkoba ke dalam Lapas Klas IIB Pariaman.

M, warga Sicincin Kabupaten Padangpariaman mengatarkan narkoba jenis shabu dengan modus mengantarkan paket untuk salah seorang napi di Lapas Klas IIB Pariaman.
       
Paket shabu disembunyikan dalam bungkusan makanan tapai yang dikemas dalam bungkusan plastik. Namun, saat pemeriksaan barang bawaan ditemukan paket narkoba tersebut.
      
"M berkunjung sekitar pukul 16.45 WIB untuk membesuk salah seorang napi dan membawa paket tersebut rencananya untuk di antar kepada salah seorang napi. Katanya paket tersebut adalah makanan. Namun dari pemeriksaan saat registrasi, kami temukan ada narkoba jenis shabu yang diselundupkan," ujarnya.
    
Ia mengatakan berdasarkan pemeriksaan awal, diakui M, narkotika kelas I ini rencananya akan diatarkan untuk kepada W, salah seorang narapidana kasus narkotika di dalam Lapas Kelas II B Pariaman.
    
"Setelah kami amankan langsung kita koordinasikan dengan Polres Pariaman. Sekarang sudah diamankan di Mapolres Pariaman," pungkasnya.
     
Penggagalan upaya penyelundupan narkoba di Lapas Klas IIB Pariaman, sudah tercatat dilakukan beberapa kali. Banyaknya napi dengan kasus narkoba, terkadang menjadi pasar tersendiri bagi jaringan pengedar narkoba. (Nanda)
Titipkan Napi Narkoba, Kapolres Pariaman Minta Lapas Tingkatkan Pengamanan
Wartawan wawancarai Kepala Lapas dan Kapolres Pariaman di Lapas IIB Karanaur Pariaman. Foto/Nanda/istimewa
Pariaman ----- Polres Pariaman titipkan IR, 37 tahun, tersangka pengedar narkoba ke Lapas Klas IIB Pariaman, Senin (28/5)  sore.

IR sebelumnya ditangkap polisi di dinding luar dekat pintu gerbang utama Lapas Klas IIB Pariaman pada 22 Mei 2018 silam.
     
Penitipin IR yang masih berstatus sebagai narapida yang tengah menjalani hukuman dengan kasus yang sama, mendapat pengawalan ketat dari personil Polres Pariaman.
     
Penitipan IR dipimpin langsung Kapolres Pariaman AKBP Andry Kurniawan. Pada kesempatan itu Kapolres mengatakan, dititipnya IR karena masih berstatus sebagai napi yang sedang menjalani hukuman.
      
"Kami mengantarkan kembali napi yang tertangkap Selasa lalu kasus narkoba. Kesempatan ini sekaligus koordinasi tentang pengamanan Lapas Klas IIB Pariaman," ujarnya.
       
Saat penitipan tersangka IR, jajaran Polres Pariaman menyempatkan melihat kondisi Lapas Klas IIB Pariaman yang mengalami kelebihan kapasitas penghuni. Pada kesempatan itu, ia menyanggupi jika ada permintaan dukungan pengamanan dari Polres Pariaman di Lapas Klas IIB Pariaman.
        
Ia mendorong agar pihak Lapas memaksimalkan pencegahan masuknya alat komunikasi dari luar ke dalam Lapas Klas IIB Pariaman. Masuknya alat komunikas di Lapas, membuat narapida khusus narkoba masih tetap bisa mengendalikan jaringannya yang tersebar di luar Lapas.
       
"Dilihat dari fisik bangunan, dinding temboknya terbilang rendah. Sehingga upaya melemparkan sesuatu dari luar ke dalam masih dimungkinkan. Belum lagi jumlah petugas pengamanan yang terbatas, tentu saja berdampak terhadap belum maksimalnya pengamanan Lapas," sebutnya.
       
Kepala Pengamanan Lapas Klas IIB Pariaman, John Boy membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan pihaknya akan tingkatkan lagi pengawasan dan pengawasan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat itu.

"Terutama memperketat pengunjung keluar dan masuk ke dalam Lapas. Kondisi tidak imbangnya antara jumlah petugas dengan penghuni Lapas," Kata John Boy.
      
Ia mengatakan, jumlah petugas piket pengamanan yang terbatas jelas berdampak terhadap keoptimalan pengamanan di Lapas. Menurutnya, Lapas Klas IIB Pariaman menempatkan 5 orang petugas dalam setiap regu. Jumlah petugas sangat tidak sebanding dengan jumlah penghuni Lapas yang mencapai 509 orang.
      
"Kami berharap mendapatkan tambahan jumlah personil dan rehab bangunan Lapas, sehingga dapat maksimal melakukan pengawasan dan pengamanan pada narapidana tersebut," pungkasnya (Tim)
Bebas Keluar Masuk, Napi Lapas IIB Pariaman Edarkan Sabu
Polisi amankan tersangka saat melakukan transaksi di tembok luar Lapas IIB Pariaman. Foto/Nanda
Pariaman ----- Belum selesai menjalani hukuman di Lapas Klas IIB Pariaman, IR, 37 tahun,  napi kasus narkoba warga Kelurahan Karan Aur, Kota Pariaman, kembali diciduk tim 3CN Pegasus Polres Pariaman, Selasa (22/5).
     
IR diamankan sesaat sebelum melakukan transaksi narkoba jenis shabu-shabu dengan salah seorang pembeli di tembok luar Lapas Klas IIB Pariaman.
    
Kapolres Pariaman, AKBP Andry Kurniawan didampingi sejumlah pejabat utama Polres Pariaman dalam keterangan resminya mengatakan, tersangka IR merupakan target operasi penangkapan.

Informasi tentang adanya transaksi narkoba di halaman Lapas, direspon cepat. Tim 3CN Pegasus Polres Pariaman, akhirnya mengamankan tersangka tanpa perlawanan.
   
"Informasi yang kami dalami, bahwa ada salah seorang napi di Lapas Klas IIB Pariaman melakukan transaksi narkoba jenis shabu-shabu. Berbekal informasi tersebut kami lakukan penyelidikan, dan alhamdulillah tersangka berhasil kita amankan," ujarnya.
     
IR yang masih menjalani hukuman 3 tahun lagi ini, dengan bebasnya keluar Lapas dan melakukan transaksi.
     
Sementara itu, hasil pemeriksaan tersangka, shabu-shabu tersebut diperoleh dari salah seorang berinisial D dari Kota Bukittinggi. Paket shabu tersebut diserahkan D kepada tersangka di halaman Lapas Klas IIB Pariaman. Paket tersebut dijual di dalam dan keluar Lapas oleh tersangka.
     
"Tersangka merupakan narapida dalam perkara sama yang masih menjalani hukuman 3 tahun kurungan penjara," ulasnya.
     
Dari tangan tersangka diamankan barang bukti satu paket sedang shabu-shabu yang disimpan didalam kotak rokok, 5 paket sedang, satu smartphone dan uang tunai sebanyak Rp1.400.000. (Tim)
Narkoba Jaringan Lapas Pariaman: Bandar Perempuan Diamankan Polisi
Polisi amankan tersangka dan barang bukti di Mapolres Pariaman. Foto/Nanda
Pariaman ----- Usai menangkap IR alias IM---narapidana Lapas Klas IIB Pariaman---yang hendak melakukan transaksi pada Selasa (22/5) siang di Lapas, dua orang tersangka jaringan IR akhirnya dibekuk tim 3CN Pegasus Polres Pariaman.
     
Kapolres Pariaman, AKBP Andry Kurniawan didamping Kasat Resnarkoba Polres Pariaman, Iptu Suhardi dan Kasat Reskrim Polres Pariaman, AKP Ilham Indarmawan menerangkan, dua orang tersangka, yakni DR dan HF alias D, diamankan di tempat berbeda.
       
"Tersangka DR maupun HF merupakan satu jaringan. Keduanya diduga kuat mengedarkan narkoba milik tersangka IR yang sebelumnya telah kita amankan di Lapas siang tadi," terangnya, Selasa malam.
        
Ia menjelaskan, tersangka perempuan inisial DR, 33 tahun, diamankan di rumahnya di Perumahan Pasar Ilalang Pariaman Selatan, Kota Pariaman, pukul 18.00 WIB. Informasi awal yang didapat, DR diduga menyimpan narkoba jenis shabu-shabu milik tersangka IR.
      
Dari tersangka DR, polisi belum menemukan barang bukti narkoba jenis shabu-shabu seperti keterangan IR. Namun dari keterangan DR, narkoba tersebut telah diberikan kepada orang lain.
     
Pengembangan terus dilakukan. Berbekal informasi DR, tidak berselang lama, tim 3CN Pegasus Polres Pariaman akhirnya menangkap satu orang tersangka HF alias D. HF alias D diamankan di Desa Apar Pariaman Utara Kota Pariaman.
      
"Benar paket narkoba yang awalnya ada pada tersangka DR, telah diserahkan kepada tersangka HF," imbuhnya.
      
Ia merinci, dari tersangka HF barang bukti 2 paket sedang narkoba jenis shabu seberat 4,8 gram yang disimpan di dalam kotak permen. Selain paket shabu ukuran sedang, dari HF, juga diamakan seperangkat alat hisab dan 3 unit telpon. Hingga berita ini diturunkan, kedua tersangka bersama barang bukti diamankan di Mapolres Pariaman.
     
"Saat ini keduanya sedang kita konfrontir agar lebih jelas," pungkasnya. (Nanda)