Kejar-Kejaran bak Film, Polres Pariaman Tembak Residivis Bandar Narkoba

Pariaman --- Petualangan sang pengedar narkoba RH,  34 tahun, warga Desa Rawang Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, akhirnya terhenti setelah dihadiahi timah panas oleh tim Pegasus 3CN Polres Pariaman, Rabu (11/10) pukul 00.30 WIB dinihari.

RH yang diketahui baru bebas dari penjara sekitar empat bulan yang lalu itu, terpaksa ditembak ketika mencoba kabur saat ditangkap di salah satu hotel melati di daerah jalan Sudirman Kelurahan Jawi-Jawi I, Kota Pariaman.

Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto melalui ketua tim 3CN Polres Pariaman AKP Ilham Indarmawan menjelaskan, penangkapan RH berawal dari adanya informasi dari informan yang mengatakan bahwa RH mengunjungi hotel tempat ia ditangkap dan memiliki narkoba jenis shabu.

Polisi yang langsung melakukan pengintaian, akhirnya menggerebek tersangka yang berada di salah satu kamar hotel di lantai dua.

Mirip adegan film aksi Hollywood, RH yang saat penggerebekan berada dalam kamar hotel, melompat dari lantai dua dengan menggunakan tiang antena. Aksi kejar-kejaran terus berlanjut hingga ke arah Kelurahan Taratak Pariaman.

Sebelum dihentikan dengan timah panas, polisi berulang kali melepaskan tembakan peringatan ke udara dan meminta tersangka menyerahkan diri.

Tersangka RH diamakan bersama tiga orang lainnya yang saat itu ikut berada di dalam kamar hotel. Ketiga orang lainnya yang hingga saat ini masih diamankan di Mapolres Pariaman, akan menjalani pemeriksaan oleh penyidik terkait kasus tersebut.

“Untuk tersangkanya baru RH, sedangkan tiga orang lainnya masih kita amankan sebagai saksi,” terang AKP Ilham.

Dari TKP di kamar hotel, polisi mengamankan 1 paket sedang shabu-shabu, 8 paket kecil shabu-shabu dan seperangkat alat hisab shabu.

Dijelaskan AKP Ilham Indarmawan, tersangka RH merupakan target operasi yang sejak lama diincar kepolisian. Sebelum ditangkap tim Pegasus 3CN Polres Pariaman, tersangka RH juga pernah mendekam di penjara atas kasus yang sama.

“Dia ini residivis, baru beberapa bulan keluar dari penjara kembali kita tangkap atas kasus yang sama,” ulasnya.

Sebelumnya kata AKP Ilham, pada hari Selasa (10/10) sekira pukul 23.30, jajaran Polda Sumatera Barat yang dibantu jajaran tim Pegasus 3 CN Polres Pariaman juga mengamankan narkoba jenis ganja yang diperkirakan seberat 11 kilogram di Desa Punggung Lading Kecamatan Pariaman Selatan. Dua orang tersangka juga diamankan.

Sementara itu, salah seorang warga kelurahan Taratak, Risa Novia Candra mengaku mendengar suara tembakan. Awalnya ia mengira suara tembakan merupakan suara anak-anak bermain petasan dan tidak mengetahui adanya penangkapan pengedar narkoba tersebut.

"Ada beberapa kali tembakan, saya kira hanya letusan petasan dari anak-anak yang bermain," ujarnya. (Nanda).
Urutan 3 di Sumbar, Suhatri Bur Ajak Semua Pihak Perangi Narkoba

Parit Malintang --- Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2017 tingkat Kabupaten Padangpariaman berlangsung meriah. Peringatan yang dimulai dengan apel gabungan, diikuti oleh anggota TNI, Polri, ASN, mahasiswa dan pelajar se Kabupaten Padangpariaman, bertepat di Mapolres Padangpariaman, Rabu (27/09).

"Penyalahgunaan narkoba jelas sangat merugikan kesehatan dan masa depan kita, untuk itu hindari menyalahgunakan narkoba tersebut dengan melakukan aktivitas yang berguna," kata Suhatri Bur selaku inspektur upacara.

Ketua Badan Narkotika Kabupaten Padangpariaman itu, juga mengajak peserta upacara dan masyarakat Padangpariaman agar mengatakan tidak kepada penyalahgunaan narkoba dan zat adiktif lainnya. Masyarakat harus menyatakan sikap perang terhadap segala bentuk penyalahgunaan narkoba.

Permasalahan penyalahgunaan narkoba di Padangpariaman kata dia, sudah sangat meresahkan karena menempati urutan ketiga dari 19 kabupaten/kota di Sumbar.

"Ini sangat memprihatinkan, karena ini kasus yang kelihatan dan terungkap. Saya kira masih banyak yang tidak kelihatan, laksana puncak gunung es," ungkapnya.

Mantan Ketua BAZNAS Padangpariaman itu mengajak semua pihak berupaya keras menghentikan semua itu demi masa depan Padangpariaman.

Melalui peringatan HANI, ia mengajak semua elemen masyarakat bersatu untuk menyelamatkan masa depan anak bangsa dari bahaya narkoba. "Menyelamatkan generasi mendatang, menyelamatkan anak-cucu kita dari jeratan narkoba yang dapat berujung pada kematian," kata dia.

Usai apel gabungan, peringatan HANI 2017 dilanjutkan gerak jalan sehat. Start dari Mapolres Padangpariaman dan finish di halaman kantor Bupati Padangpariaman.

Setiba di garis finish, acara berlanjut dengan pengundian door-prize bagi peserta gerak jalan sehat dengan memperebutkan hadiah yang telah disediakan oleh Bank Nagari, BRI, BPJS dan Anai Resort.

Pelepasan balon tanda komitmen melawan penyalahgunaan narkoba dan pemasangan stiker anti narkoba pada sejumlah mobil dinas, juga mewarnai rangkaian acara itu. (Tim)
Polres Pariaman Gagalkan 60 Kg Ganja Siap Edar Dalam Kardus Ikan Asin
Barang bukti yang diamankan polisi (foto: nanda/istimewa)
Pariaman -- Tim Gabungan Polres Pariaman bersama Polsek Sungai Limau gagalkan pengiriman narkoba jenis ganja asal Aceh di Korong Lohong, Nagari Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau, Padangpariaman, Rabu (2/8/2017) malam lalu.

Untuk mengelabui petugas, narkoba ganja sebanyak 60 paket besar itu dikemas dalam tiga kardus besar rokok bersama kiloan ikan asin kering.

Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto melalui Kasatresnarkoba Polres Pariaman Iptu Suhardi dan Kapolsek Sungai Limau AKP Syafar, Jumat (4/8/2017) di Mapolres Pariaman, menjelaskan narkoba jenis ganja tersebut ditemukan di salah satu rumah makan di Lohong, Nagari Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau yang digunakan untuk operasional sub agen salah satu PO Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) pada pukul 21.30 WIB.

“Ada 3 buah dus besar yang berisi narkoba ganja yang dilapisi dengan ikan kering. Di dus tersebut tertera nama pengirim dan penerima. Namun kedua identitas dan alamat tersebut fiktif,” ungkapnya.

Dijelaskannya, penemuan ganja dalam jumlah besar itu berawal dari informasi masyarakat kepada kepolisian tentang adanya seorang pemuda, KH, 37 tahun, warga Nagari Gasan yang membawa kardus yang diduga berisi ganja kering dengan menggunakan becak motor tanpa plat nomor dari arah Batang Gasan menuju Sungai Limau.

Usai mendapatkan informasi, personil Polsek Sungai limau menelusuri informasi tersebut. Setelah bertemu KH, informasi yang didapatkan dari KH yang ternyata mengalami gangguan jiwa, diketahui bahwa becaknya telah disewa Rp100 ribu oleh B alias CC, 40 tahun. Pengakuannya, B alias CC membawa becak motor itu sendiri ke pool PO Bus.

"B alias CC diketahui merupakan warga Sungai Limau, namun telah menetap lama di provinsi Aceh," ungkapnya.

Usai mendapatkan keterangan dari KH, polisi yang bergerak cepat langsung menemui dan meminta keterangan dari agen di pool Bus AKAP bernama Zaidas Samad, 47 tahun. Dari keterangannya, 3 paket kardus besar yang berisi ganja tersebut diantar oleh dua orang yang tidak ia kenal.

“Katanya mau dikirim ke Jakarta. Karena bau ikan asin, maka agen bus bernama Zaidas Samad pun tidak curiga,” terang Suhardi.

Polisi yang telah mengantongi identitas B alias CC sebagai pemilik ganja langsung melakukan penyisiran di sejumlah penginapan dan hotel di daerah Kota Pariaman dan Padangpariaman.

“Begitu kita sisir sudah tidak ditemukan lagi, namun identitasnya telah kita kantongi,” sambungnya.

Terkait pelaku B alias CC ini lanjut Suhardi, pihaknya juga telah mendapatkan keterangan dari keluarga B, bahwa B alias CC dua tahun yang lalu juga pernah membawa ganja dalam tas. Karena diketahui pihak keluarga, B alias CC akhirnya diusir.

Terpisah, Ketua BNK Kabupaten Padangpariaman Suhatri Bur mengapresiasi temuan narkoba jenis ganja seberat 60 Kg oleh Polres Pariaman. Temuan di wilayah Kecamatan Sungai Limau tersebut, menurutnya merupakan temuan terbesar.

Menurutnya, letak Padangpariaman pada titik perlintasan sangat rawan dijadikan oleh pelaku dan bandar narkoba menjadikan Padangpariaman sebagai tempat transit menyelundupkan narkoba.

“Ini menandakan bahwa daerah kita ini rawan, karena menjadi daerah transit peredaran narkoba, tidak tertutup kemungkinan menjadi daerah pemasaran,” kata dia. (Nanda/OLP)
Polisi Ciduk Suami Istri Pengedar Sabu di Pauh Timur
Polisi ekspose barang bukti yang diamankan dari tangan pasangan suami istri bandar narkoba jenis sabu
Pariaman -- Pasangan suami istri diciduk tim Pegasus 3 CN Polres Pariaman saat hendak edarkan narkoba jenis sabu kepada pelanggan di Dusun Kampung Sato, Desa Pauh Timur, Pariaman Tengah, Senin (31/7/2017) pukul 13.30 WIB.

Pasangan suami istri tersebut, RR, 34 tahun dan AF, 34 tahun, saat ditangkap sempat melarikan diri dan membuang barang bukti narkoba yang hendak dijual. Namun aparat yang telah mengepung akhirnya berhasil meringkus keduanya dengan barang bukti 5 kecil paket sabu, 1 buah sendok sabu, 1 set bong alat penghisap sabu dan 3 unit telepon genggam.

Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto melalui Kasatresnaroba Polres Pariaman IPTU Suhardi di Pariaman, Selasa (1/8/2017), dalam keterangan persnya mengatakan, diamankannya kedua pekaku berawal saat tim pegasus 3CN Polres Pariaman mendapatkan laporan masyarakat tentang adanya aktifitas transaksi narkoba di rumah pelaku.

“Mendapatkan informasi tersebut, tim bergerak ke lokasi dan mengamankan pelaku berikut barang bukti. Selanjutnya pelaku dan barang bukti diamankan di Mapolres Pariaman untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut,” ujar Suhardi.

Dari hasil pemeriksaan terhadap kedua tersangka, lanjut Suhardi, diketahui sabu tersebut diedarkan kepada pengguna yang ada di beberapa wilayah di Kota Pariaman.

“Kita masih dalami wilayah edar dan dari mana asal narkoba yang dipasok untuk kedua tersangka,” ulasnya.

Dia mengungkapkan, dari pemeriksaan penyidik juga mengungkap peran kedua tersangka. Dirinci, tersangka RR mengedarkan sabu kepada pembeli, sedangkan tersangka AF berperan sebagai penguhubung komunikasi pembeli dengan tersangka RR.

“Keduanya memiliki peran dan peredaran sabu, tersangka AF berperan sebagai penghubung tersangka RR dengan pembeli,” kata dia.

Untuk melengkapi alat bukti, penyidik juga telah melakukan cek urin terhadap kedua tersangka di labor RS Bhyangkara Polda Sumatera Barat. Dari hasil uji tersebut, kedua tersangka dinyatakan positif mengkonsumsi narkoba jenis sabu dan inex.

“Dari pengakuan tersangka, inex bukan dijual, melainkan untuk konsumsi berdua saja. Namun kita akan telusuri asalnya dari siapa,” pungkasnya.

Akibat perbuatannya, pasangan suami istri asal Pariaman itu keduanya terancaman 14 kurungan penjaran sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 Tentang Narkotika.

Sebelumnya, Pegasus 3CN Polres Pariaman juga telah mengamankan IB, 40 tahun, bandar besar narkoba jaringan Pekanbaru Riau di Pariaman.

Ketua Badan Narkotika Kota (BNK) Pariaman Genius Umar, mengapresiasi langkah penindakan dan pengungkapan aktivitas peredaran gelap narkoba di Kota Pariaman. Banyaknya pengungkapan kasus peredaran gelap narkoba merupakan indikator keaktifan Polres Pariaman memberantas peredaran narkoba melalui langkah penindakan.

“Kita sangat apresiasi upaya yang dilakukan jajaran Polres Pariaman melakukan penindakan peredaran narkoba. Kita sangat komitmen mendukung langkah tersebut,” kata Genius. (Nanda)
Polisi Padangpariaman Tangkap Pengguna Sabu dan Ganja di Bulan Puasa
Polisi perlihatkan barang bukti yang disita dari tersangka. Foto: Nanda
BH (27), warga Korong Padang Toboh, Kecamatan Ulakan Tapakis, Padangpariaman, terancam berlebaran dibalik jeruji besi Polres Padangpariaman, setelah ia tertangkap tangan menyimpan narkoba jenis sabu, Rabu (7/6/2017) pukul 00.15 WIB.

Kasat Resnarkoba Polres Padangpariaman, Iptu Gusnedi didampingi Kasubag Humas Polres Padangpariaman, Iptu Irwan Sikumbang menuturkan, tersangka BH ditangkap di pinggir jalan Pasar Kampung Galapung-Ulakan Tapakis saat hendak melakukan transaksi narkoba dengan pengguna lainnya.

Petugas yang mendapatkan informasi terlebih dahulu dari masyarakat tentang adanya transaksi narkoba, kata dia langsung melakukan pengintaian gerak-gerik tersangka.

“Begitu mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya aktivitas transaksi narkoba, kita lakukan pengintaian gerak-gerik tersangka, hingga saat tersangka dalam perjalanan untuk melakukan transaksi, langsung kita hentikan dan geledah. Betul adanya informasi yang kita dapatkan dan ditemukan barang bukti narkoba dari tersangka,” tuturnya.

Dari tersangka BH, polisi mengamankan barang bukti 1 (satu) paket kecil diduga narkotika jenis sabu yang dibungkus dengan plastik bening dan 1 (satu) unit telepon genggam.

Kini, tersangka BH, terancam hukuman maksimal 12 tahun kurungan penjara karena melanggar pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang no.35 tahun 2009 tentang narkotika.

Dipaparkan Iptu Gusnedi, sehari sebelumnya Satresnarkoba Polres Padangpariaman juga menangkap AA (35), warga Sungai Pinang, Nagari Kasang, Batang Anai, Padangpariaman. AA ditangkap di rumahnya saat akan melakukan transaksi narkoba jenis ganja.

“Dari tersangka polisi menyita barang bukti, berupa 1 (satu) paket kecil diduga narkotika jenis ganja berbungkus kertas buku dan 1 (satu) unit telpon genggam," ungkapnya.

Kini, AA terancam mendekam 12 tahun kurungan penjara atas perbuatannya melanggar pasal 111 ayat (1) Jo Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-undang no.35 tahun 2009 tentang narkotika.

Dikatakannya, perang terhadap narkoba tidak berhenti meskipun pada bulan Ramadhan. Meski menjalankan rutinitas puasa, tim opsional akan terus melakukan tugas penindakan terhadap penyalahgunaan narkoba secara optimal.

“Kita akan ungkap dan tindak terus pelaku penyalahgunaan narkoba, puasa-puasa tetap semangat,” tutupnya.

Nanda
Polres Pariaman Tangkap Pengguna Shabu, Dua Masih Anak Bawah Umur



Polisi membekuk 4 orang remaja saat menggelar pesta shabu di salah satu rumah di Kelurahan Jawi-Jawi II Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Parianan, Sabtu (8/4/2017) pukul 16.30 WIB.

RN (22), warga Kelurahan Jawi-Jawi II merupakan salah satu yang ikut diciduk saat penangkapan tersebut. RN sendiri merupakan target operasi Satresnarkoba Polres Pariaman karena sepak terjangnya dalam peredaran narkoba.

Sementara tiga orang lainnya, masing-masing, RP (16), warga Kelurahan Jawi-Jawi II, A (16), warga Desa Kampung Baru Kecamatan Pariaman Tengah dan  FE (27), warga Nagari Gunung Padang Alai Kecamatan V Koto Timur, Padangpariaman.

Kapolres Pariaman AKBP Rico Junaldy, S.IK menuturkan, penangkapan keempat tersangka berawal dari penyelidikan peredaran shabu oleh RN.

"Setelah mendapatkan informasi, tim langsung bergerak ke TKP dan mengamankan keempat pelaku beserta barang bukti," tuturnya.

Dari keempat pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa 5 paket kecil shabu, 4 buah HP, dan uang tunai Rp745.000.

Sementara itu, terkait dengan 2 orang tersangka, RP dan A yang masih berada di bawah umur dan berstatus sebagai pelajar di Kota Pariaman itu, kata Rico, hal tersebut akan dikoordinasikan dengan KPAI-- diarahkan untuk dilakukan rehabilitasi.

"Dua orang tersangka, RP dan A masih di bawah umur dan pelajar, kita akan koordinasi dengan KPAI untuk diarahkan untuk rehabilitasi," sebutnya.

Ditemui terpisah Ketua BNK Kota Pariaman, Genius Umar, Minggu (9/4/2017), di Pantai Gandoriah Pariaman mengatakan, peredaran narkoba di Kota Pariaman harus mendapatkan perhatian khusus dari seluruh pihak. Mengingat, peringkat Kota Pariaman menempati peringkat 3 tertinggi peredaran narkoba di Provinsi Sumatera Barat.

"Kita akan terus gencarkan perang terhadap narkoba. Melalui pencegahan dengan pendekatan sosialisasi kepada masyarakat di Kota Pariaman," ujarnya.

Menyikapi ditangkapnya 2 orang pelajar Kota Pariaman terkait penyalahgunaan narkoba oleh tim 3 CN Polres Pariaman, ia mendukung hal tersebut sebagai bentuk upaya perang terhadap narkoba. Namun ia menekankan dan mengimbau agar orang tua dan pihak sekolah lebih aktif lagi mengawasi anak, baik di rumah ataupun di sekolah.

"Dengan ditangkapnya pelaku penyalahgunaan narkoba yang masih berstatus pelajar di Kota Pariaman, menjadi kegawatdaruratan narkoba. Makanya diperlukan dukungan seluruh pihak untuk memberantas peredaran gelap narkoba dengan peningkatan pengawasan kepada anak dan siswa di sekolah," terangnya.

Genius mendorong pihak terkait, dalam hal ini Polres Pariaman agar dapat memutus rantai peredaran gelap narkoba di Kota Pariaman. Melalui BNK ia akan berkoordinasi dengan Polres Pariaman untuk menyisir titik yang rawan penyalahgunaan narkoba di Kota Pariaman.

"Harus ada gerakan bersama untuk memutus rantai peredaran gelap narkoba di Kota Pariaman. Kita sisir nantinya," pungkasnya.

Nanda