Begini Kronologis Penangkapan Bandar Ganja di Kayutanam

Padangpariaman - Tim Buru Sergap (Buser) Satresnarkoba Polres Padangpariaman bekuk komplotan pengedar narkoba di Kecamatan Kayutanam, Kabupaten Padangpariaman, Jumat (14/9) dinihari.

Dalam operasi penangkapan pada dini hari itu, dua orang kelompok pengedar narkoba asal Kecamatan Kayutanam itu berhasil dibekuk

Kapolres Padangpariaman, AKBP Rizky Nugroho didampingi Kasat Resnarkoba Iptu Edi Harto menerangkan, penangkapan pertama dilakukan terhadap tersangka IS, (34), warga Korong Padang Lapai Nagari Guguak Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Padangpariaman.

IS dibekuk sekitar pukul 01.00 Wib dinihari di sebuah warung saat sedang asik menonton siaran televisi. Dari penggeledahan badan IS, ditemukan 1 paket sedang narkotika jenis ganja yang simpan di saku celana bagian belakang.

"Tim buser kembali melanjutkan penggeledahan. Alhasil, 29 paket kecil narkotika jenis ganja, smartphone dan sejumlah barang bukti yang disimpan dalam tas ransel ditemukan di sebuah pos ronda yang berada tidak jauh dari TKP penangkapan IS," rincinya.

Pengembangan pun dilakukan. Berbekal pengakuan IS, tim buser melakukan pengejaran pelaku lainnya yang disebut IS sebagai pemilik paket ganja. Satu orang tersangka lain yang telah dikantongi identitasnya kembali diburu.

"Upaya petugas kembali membuahkan hasil. Tidak sia-sia, satu orang tersangka lainnya yakni J (24) diamankan di daerah yang sama di Korong Balah Air Nagari Kayutanam," ulasnya.

Usai mengamankan J, petugas melanjutkan penggeledahan di rumah orangtua J di Korong Pasa Suru Nagari Guguak Kecamatan Kayutanam. Dari penggeledahan petugas menemukan 4 paket menengah ganja dan 13 paket kecil ganja.

"Ada total 840 gram narkotika jenis ganja yang berhasil kita amankan dari kedua tersangka, ini jumlahnya cukup banyak," sebutnya.

AKBP Rizky mengimbau masyarakat untuk aktif memberikan informasi kepada kepolisian manakala menemukan aktivitas penyalahgunaan narkotika. Banyak pengungkapan kasus peredaran gelap narkoba di wilayah hukum Polres Padangpariaman merupakan hasil tindaklanjut laporan masyarakat.

"Kami imbau masyarakat tetap memberikan input laporannya kepada kami. Jika ada aktivitas yang demikian, laporkan saja," pungkasnya.

Ketua BNK Padangpariaman, Suhatri Bur mengapresiasi pengungkapan komplotan pengedar narkoba dilakukan Satresnarkoba Polres Pariaman. Ia berharap dengan upaya aktif penindakan terhadap kelompok pengedar narkoba, aktivitas penyalahgunaan narkoba dapat berkurang.

"Kami di BNK terus melakukan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dengan melakukan sosialisasi dan kampanye anti narkoba. Kami sangat apresiasi upaya pengungkapan dan penindakan yang dilakukan Satresnarkoba Polres Padangpariaman," pungkasnya. (Nanda)

Polisi Tangkap Pengedar Sabu Jaringan Sumbar-Riau di Kampung Jao
Kapolres Pariaman perlihatkan sejumlah barang bukti yang diamankan dari tersangka. Foto/Nanda
Pariaman - Polres Pariaman bekuk pengedar narkotika jaringan lintas provinsi. Tersangka berinisial ER (33) dibekuk di rumah orangtuanya di belakang sebuah mini market di Kelurahan Kampung Jao II, Pariaman, Kamis (6/9) pukul 17.30 WIB.
           
Saat ditangkap tersangka terlihat dalam kondisi mabuk yang diduga usai mengkonsumsi shabu-shabu.
           
Shabu-shabu seberat 37 gram yang dibungkus dalam dua kantong plastik klip ukuran sedang itu berhasil diamankan dari tersangka ER. Shabu-shabu itu merupakan sisa yang belum sempat diedarkan.
         
Sebelumnya, beberapa paket telah diedarkan tersangka di Tiku, Kabupaten Agam dan Simpang Jaguang Kota Pariaman.
           
Selain shabu-shabu, dari tangan tersangka juga diamankan barang bukti lainnya yakni 1 buah timbangan, seperangkat alat hisap shabu dan uang tunai sebanyak Rp750.000 dari rumah tersangka.      
          
Kapolres Pariaman, AKBP Andry Kurniawan menerangkan, tersangka merupakan jaringan narkotika lintas provinsi. Shabu-shabu itu disuplai dan dikendalikan oleh seseorang di Kota Pekanbaru, Riau. Tersangka dan pengendali tidak pernah bertemu.
         
"Jaringannya terputus. Tersangka dengan orang yang mengendalikan tidak pernah bertemu. Shabu-shabu dibuang, dan diambil oleh tersangka ER ini. Shabu disimpan di rumah tersangka, sambil menunggu instruksi di antar atau dibuang pada titik tertentu," terangnya.
           
Menurut Andry Kurniawan, pengungkapan aktivitas peredaran shabu-shabu dari tersangka ER, merupakan pengungkapan kasus dengan barang bukti terbesar di tahun 2018.
           
Dikatakannya, dengan barang bukti yang berhasil diungkap saat ini, merupakan sinyal kondisi darurat narkoba di Kota Pariaman. Apalagi letak Kota Pariaman sebagai daerah perlintasan, kerap dijadikan sebagai daerah transit narkotika kelas 1 itu oleh jaringan pelaku.
           
"Kasus yang ini adalah barang bukti yang terbesar sepanjang pengungkapan kasus narkotika di tahun 2018 ini. Bisa dibilang Kota Pariaman darurat narkoba," ulasnya.
            
Berurusan dengan polisi bukanlah pertama kalinya bagi ER. Pasalnya, tepat satu tahun yang lalu, ia baru menghirup udara bebas usai menjalani hukuman kurungan penjara pada September 2017 silam. (Nanda)
Asik Pesta Shabu di Bekas Kantor BPN, 2 Pemuda Diamankan Polisi
Polisi amankan sejumlah barang bukti dari tangan tersangka. Foto/Nanda
Pariaman ----- Sedang pesta shabu, dua pemuda digerebek di bekas kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Padangpariaman. Tim 3CN Pegasus Polres Pariaman ciduk 2 orang warga yang sedang menggelar pesta shabu-shabu di bekas Kantor Badan Pertanahan Padangpariaman, Desa Kampung Baru, Jumat (10/8) sore.
       
Kedua tersangka, yakni, V, 34 tahun, warga Desa Air Santok Kecamatan Pariaman Timur Kota Pariaman dan RF, 34 tahun, warga kelurahan Jawi-Jawi II Kota Pariaman.
       
Kapolres Pariaman, AKBP Andry Kurniawan melalui sambungan teleponnya mengatakan, kedua tersangka tidak dapat mengelak saat diamankan petugas. Keduanya tertangkap tangan sedang berpesta narkoba.
      
"Saat diamakan, kedua tersangka masih dalam kondisi setengah sadar," ujarnya.
       
Menurutnya, penangkapan kedua pelaku, berawal dari laporan masyarakat jika di bekas Kantor Badan Pertanahan Padangpariaman sedang berlangsung pesta shabu-shabu. Tim merespon dan melakukan pengintaian. Kedua tersangka akhirnya berhasil diringkus.
      
Di lokasi penangkapan, diamankan 3 barang bukti yakni, 11 paket kecil shabu-shabi siap edar, seperangkat alat hisap sabu dan 2 unit telpon.
       
Tim 3 CN Pegasus tidak berhenti. Pengembangan pun dilakukan. Berbekal informasi dari tersangka V, tim bergerak cepat menuju rumah tersangka V di Desa Air Santok, Pariaman Timur. Pengembangan tidak sia-sia, 1 paket kecil sabu dan bungkusan plastik berisi plastik pembungkus sabu kembali diamankan pihak kepolisian.
         
"Keduanya kita amankan untuk penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.
          
Ditambahkan AKBP Andry Kurniawan, kedua tersangka tidak asing lagi. Kedua tersangka yang masuk dalam target operasi Polres Pariaman ini, pernah akan digrebek akhir Juli 2018 silam. Namun, operasi yang mungkin diketahui tersangka, akhirnya bubar.
          
"Alhamdulillah kita amankan keduanya sore ini. Kami ucapkan terimakasih kepada masyarakat atas informasinya. Kami mengimbau masyarakat untuk memberikan informasi kepada kepolisian agar kami bisa respon. Banyak pengungkapan kasus narkoba berawal dari informasi masyarakat," pungkasnya. (Nanda)
Kejari Pariaman Musnahkan Puluhan Kilo Barang Bukti Narkoba
Pemusnahan barang bukti narkoba dilaksanakan di halaman dalam kantor Kejari Pariaman. Ikut menyaksikan wakil walikota Pariaman yang juga ketua BNK Pariaman Genius Umar
Pariaman ----- Kejaksaan Negeri (Kejari) Pariaman musnahkan barang bukti perkara pidana umun dan pidana khusus di Kantor Kejari Pariaman, Kamis (2/8).
       
Sebanyak 20,32 kg narkotika jenis ganja dan 770,62 gram narkotika jenis shabu-shabu dimusnahkan dengan cara dibakar.
       
Barang bukti narkotika tersebut merupakan barang bukti dari 36 perkara pidana kasus penyalahgunaan narkotika dalam kurun waktu tahun 2017 dan 2018.
       
Selain barang bukti narkotika, Kejari Pariaman juga memusnahkan satu pucuk senjata api jenis revolver merek S & W bersama 5 butir amunisi dan 2.638 slop rokok tanpa cukai hasil pengungkapan oleh Bea Cukai Padang.
       
Kepala Kejaksaan Negeri Pariman, Efrianto, mengatakan seluruh barang bukti yang dimusnahkan berasal dari perkara hukum yang telah memiliki kekuatan hukum tetap.
       
"Semua yang kita musnahkan ini adalah barang bukti dari perkara yang sudah inkrah. Barang bukti saat ini memang didominasi dalam kasus narkotika," ujarnya.
       
Menurut Efrianto, selain barang bukti yang dimusnahkan saat ini, barang bukti lain dari perkara pidana akan dilakukan pelelangan.
       
Beberapa barang bukti seperti minibus dan sepeda motor barang bukti kasus narkotika, truk, akan sedang diajukan penaksiran harga untuk segera dilakukan pelelangan.

Sedangkan barang bukti yang nilai harga dibawah Rp100.000, dapat dilakukan pembelian langsung oleh masyarakat setelah adanya penetapan taksiran harga.
       
"Beberapa di antaranya akan kita ajukan pelelangan kepada pihak pelelangan," pungkasnya. (Nanda)

Tim 3CN Polres Pariaman Ringkus Bandar Shabu di Karanaur
Polisi sita sejumlah barang bukti dari tangan tersangka. Foto/Nanda
Pariaman ----- Tim 3CN Pegasus Polres Pariaman kembali bekuk F alias AP, 45 tahun, residivis kasus kepemilikan narkoba di rumahnya di Kelurahan Karan Aur Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Senin (9/7) malam. F alias AP dibekuk usai mengkonsumsi shabu-shabu.
       
F alias AP bukanlah pemain baru. Sebelum tertangkap pada hari ini, ia pernah menjalani hukuman hampir 2 tahun penjara dalam kasus yang sama.
       
Kapolres Pariaman AKBP Andry Kurniawan didampingi Kasat Resnarkoba Polres Pariaman, Iptu Suhardi dan Kasat Reskrim Polres Pariaman, AKP Ilham Indarmawan menerangkan, penangkapan tersangka F alias AP berawal dari laporan masyarakat tentang aktivitas transaksi narkoba yang dilakukan tersangka.
      
Berbekal laporan masyarakat sebagai informasi awal, penyelidikan dilakukan. Pergerakan tersangka pun dipantau.
     
"Kami lakukan penyelidikan. Berbekal informasi dan data yang valid, kami lakukan pengintaian terhadap tersangka. Hingga akhirnya dilakukan penangkapan," terangnya.
      
Tersangka tidak bisa mengelak saat petugas menemukan barang bukti 4 paket sedang narkotika jenis shabu, 9 paket kecil narkotika jenis shabu, plastik  bungkusan shabu-shabu, alat hisab dan satu unit telpon genggam.
       
"Bersama tersangka kami amankan 4 paket shabu yang akan dijual Rp300.000 per paket dan 9 paket kecil shabu-shabu yang akan dijual Rp150.000, dan barang bukti lain," rincinya.
         
Menurut AKBP Andry, saat ini tersangka telah diamankan di Mapolres Pariaman. Pihaknya masih terus mengembangkan kasus itu untuk mengungkap pembeli ataupun pemasok narkotika jenis shabu kepada tersangka F alias AP.
        
Dikatakannya, pengungkapan kasus peredaran narkotika yang dilakukan Polres Pariaman menandakan keaktifan Polres Pariaman memberantas peredaran narkoba. Selain tindakan tegas bagi pelaku, upaya pencegahan juga terus dioptimalkan seperti sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat.
        
"Kita optimalkan dua upaya ini. Tidak hanya penindakan saja, tapi cegah dini terhadap penyalahgunaan narkoba terus kita lakukan. Pada hatr ini saja, bersamaan dengan kegiatan orientasi siswa baru di tingkat SMA, bahaya penyalahgunaan narkoba kami sosialisasikan. Ini membuktikan kami serius dalam upaya pemberantasan narkoba di Pariaman," ujarnya.
        
Ia berharap, masyarakat Pariaman bekerjasama dengan Polres Pariaman dalam memberantas peredaran narkotika. Selain nenyampaikan pesan tentang bahaya narkoba, masyarakat yang memiliki informasi tentang aktivitas penyalahgunaan narkoba, juga dapat menginformasikan kepada pihak kepolisian.
      
"Ada informasi tentang aktivitas penyalahgunaan narkoba, laporkan saja. Kami akan tindak," pungkasnya. (Nanda)
Polisi Temukan Jaringan Sabu Dikendalikan Napi dari Lapas Pariaman
Kapolres dan Kalapas gelar barang bukti di Mapolres Pariaman. Foto/Nanda
Pariaman ----- Polres Pariaman lakukan pengecekan identitas penerima paket sabu yang coba diselundupkan salah seorang warga ke Lapas Klas IIB Pariaman.
      
Sebelumnya, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Pariaman menggagalkan upaya penyeludupan sabu seberat 25 gram yang dilakukan tersangka ME, 24 tahun, warga Sicincin, Kabupaten Padangpariaman ke dalam Lapas Klas IIB Pariaman pada Sabtu (9/8) sore.
       
"Penyidik telah berkoordinasi dengan pihak Lapas mengecek daftar narapidana. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa W yang disebut tersangka ME sebagai tujuan pengantaran paket sabu, adalah napi di Lapas ini," terang Kapolres Pariaman AKBP Andry Kurniawan didampingi Kalapas Klas IIB Pariaman Pudjiono Gunawan dalam keterangan resminya di Mapolres Pariaman, Selasa (12/6).
     
Dipaparkan Andry dari hasil pemeriksaan tersangka ME, paket sabu itu tersangka dapatkan dari pihak lain yang juga berinisial W. Paket ia ambil dari W di salah satu tempat di daerah Sicincin, Padangpariaman. Paket tersebut dijemput atas pesanan napi W melalui telepon.
       
Ditambahkan Andry dalam pemeriksaan tersangka, upaya pengelundupan paket sabu ke dalam Lapas Klas IIB Pariaman, merupakan pertama kalinya. Namun, pihaknya menduga sebaliknya. Penyelundupan tersebut, kemungkinan adalah kesekian kalinya.
       
"Tersangka mengaku ditelepon oleh narapidana Lapas Klas IIB Pariaman dan meminta tersangka mengantarkan paket ke dalam Lapas. Paket diambil dari pihak lain yang juga berinisial W di daerah Sicincin, Padangpariaman. Patut diduga juga jika upaya penyelundupan ini bukanlah pertama kali. Karena kejahatan narkoba ini adalah sistim jaringan," kata dia.
     
Upaya penyelundupan narkoba di Lapas Klas IIB Pariaman sudah tercatat dilakukan beberapa kali. Banyaknya napi dengan kasus narkoba terkadang menjadi pasar tersendiri bagi jaringan pengedar narkoba.
      
Terpisah, anggota DPRD Kota Pariaman Muhammad Yasin melalui sambungan telepon pribadinya, Selasa (12/6) menilai, banyaknya narapida dengan kasus penyalahgunaan narkoba di Lapas Klas IIB Pariaman, menjadi pasar tersendiri bagi jaringan peredaran narkoba.
      
"Tentu saja menjadi pasar tersendiri bagi peredaran narkoba," kata dia.
       
Menurutnya, Lapas Klas IIB Pariaman merupakan Lapas umum. Napi yang menjalani hukuman tidak hanya kasus narkoba. Namun kasus pidana lain, seperti pencurian, pembunuhan, judi. Percampuran napi kasus umum dengan narkoba, bisa membuat napi kasus lain yang bukan pengguna narkoba, menjadi pengguna.
      
"Perlu dilakukan pemisahan napi kasus narkoba dengan napi lain. Kami meminta agar napi kasus narkoba ditempatkan di Lapas khusus narkoba, sehingga tidak menular ke napi lain dan dari sisi pengawasannya, juga lebih efektif," sebutnya.
     
Sementara itu, terkait over kapasitas penghuni Lapas Klas IIB Pariaman, pihaknya mendorong agar Kementerian Hukum HAM RI (Kemenkum HAM RI) melakukan renovasi atau penambahan bangunan Lapas Klas IIB Pariaman.

Tidak hanya itu, penyebaran napi ke sejumlah Lapas lain di Sumatera Barat yang belun terlalu padat penghuni, dapat dilakukan pihak Kemenkum HAM RI mengurai permasalah over kapasitas penghuni Lapas.
       
"Pemko harus ikut mendorong pihak Kemenkum HAM RI agar dilakukan penambahan bangunan Lapas. Kita bisa usulkan ke kementerian," ulas politisi Partai Keadilan Sejahtera ini.
       
Selain itu, lanjut Yasin, pencegahan penyalahgunaan narkoba perlu diperkuat. Tidak hanya dilakukan pihak kepolisian saja, upaya ini harus dilakukan oleh semua pihak, termasuk pemerintah Kota Pariaman.
       
"Kota Pariaman baru ada lembaga BNK. Kewenangannya hanya sebatas pencegahan saja. Langkah penindakan terhadap pelaku penyalahgunaan narkoba, hanya dilakukan oleh kepolisian. Kami kira Kota Pariaman perlu punya lembaga BNNK yang vertikal dengan BNN pusat. Selain punya kewenangan pencegahan, BNNK punya kewenangan menindak. Tentunya hal ini membuat pemberantasan narkoba di Pariaman, jadi maksimal," pungkasnya. (Nanda)