Bebas Keluar Masuk, Napi Lapas IIB Pariaman Edarkan Sabu
Polisi amankan tersangka saat melakukan transaksi di tembok luar Lapas IIB Pariaman. Foto/Nanda
Pariaman ----- Belum selesai menjalani hukuman di Lapas Klas IIB Pariaman, IR, 37 tahun,  napi kasus narkoba warga Kelurahan Karan Aur, Kota Pariaman, kembali diciduk tim 3CN Pegasus Polres Pariaman, Selasa (22/5).
     
IR diamankan sesaat sebelum melakukan transaksi narkoba jenis shabu-shabu dengan salah seorang pembeli di tembok luar Lapas Klas IIB Pariaman.
    
Kapolres Pariaman, AKBP Andry Kurniawan didampingi sejumlah pejabat utama Polres Pariaman dalam keterangan resminya mengatakan, tersangka IR merupakan target operasi penangkapan.

Informasi tentang adanya transaksi narkoba di halaman Lapas, direspon cepat. Tim 3CN Pegasus Polres Pariaman, akhirnya mengamankan tersangka tanpa perlawanan.
   
"Informasi yang kami dalami, bahwa ada salah seorang napi di Lapas Klas IIB Pariaman melakukan transaksi narkoba jenis shabu-shabu. Berbekal informasi tersebut kami lakukan penyelidikan, dan alhamdulillah tersangka berhasil kita amankan," ujarnya.
     
IR yang masih menjalani hukuman 3 tahun lagi ini, dengan bebasnya keluar Lapas dan melakukan transaksi.
     
Sementara itu, hasil pemeriksaan tersangka, shabu-shabu tersebut diperoleh dari salah seorang berinisial D dari Kota Bukittinggi. Paket shabu tersebut diserahkan D kepada tersangka di halaman Lapas Klas IIB Pariaman. Paket tersebut dijual di dalam dan keluar Lapas oleh tersangka.
     
"Tersangka merupakan narapida dalam perkara sama yang masih menjalani hukuman 3 tahun kurungan penjara," ulasnya.
     
Dari tangan tersangka diamankan barang bukti satu paket sedang shabu-shabu yang disimpan didalam kotak rokok, 5 paket sedang, satu smartphone dan uang tunai sebanyak Rp1.400.000. (Tim)
Narkoba Jaringan Lapas Pariaman: Bandar Perempuan Diamankan Polisi
Polisi amankan tersangka dan barang bukti di Mapolres Pariaman. Foto/Nanda
Pariaman ----- Usai menangkap IR alias IM---narapidana Lapas Klas IIB Pariaman---yang hendak melakukan transaksi pada Selasa (22/5) siang di Lapas, dua orang tersangka jaringan IR akhirnya dibekuk tim 3CN Pegasus Polres Pariaman.
     
Kapolres Pariaman, AKBP Andry Kurniawan didamping Kasat Resnarkoba Polres Pariaman, Iptu Suhardi dan Kasat Reskrim Polres Pariaman, AKP Ilham Indarmawan menerangkan, dua orang tersangka, yakni DR dan HF alias D, diamankan di tempat berbeda.
       
"Tersangka DR maupun HF merupakan satu jaringan. Keduanya diduga kuat mengedarkan narkoba milik tersangka IR yang sebelumnya telah kita amankan di Lapas siang tadi," terangnya, Selasa malam.
        
Ia menjelaskan, tersangka perempuan inisial DR, 33 tahun, diamankan di rumahnya di Perumahan Pasar Ilalang Pariaman Selatan, Kota Pariaman, pukul 18.00 WIB. Informasi awal yang didapat, DR diduga menyimpan narkoba jenis shabu-shabu milik tersangka IR.
      
Dari tersangka DR, polisi belum menemukan barang bukti narkoba jenis shabu-shabu seperti keterangan IR. Namun dari keterangan DR, narkoba tersebut telah diberikan kepada orang lain.
     
Pengembangan terus dilakukan. Berbekal informasi DR, tidak berselang lama, tim 3CN Pegasus Polres Pariaman akhirnya menangkap satu orang tersangka HF alias D. HF alias D diamankan di Desa Apar Pariaman Utara Kota Pariaman.
      
"Benar paket narkoba yang awalnya ada pada tersangka DR, telah diserahkan kepada tersangka HF," imbuhnya.
      
Ia merinci, dari tersangka HF barang bukti 2 paket sedang narkoba jenis shabu seberat 4,8 gram yang disimpan di dalam kotak permen. Selain paket shabu ukuran sedang, dari HF, juga diamakan seperangkat alat hisab dan 3 unit telpon. Hingga berita ini diturunkan, kedua tersangka bersama barang bukti diamankan di Mapolres Pariaman.
     
"Saat ini keduanya sedang kita konfrontir agar lebih jelas," pungkasnya. (Nanda)

Polisi Ungkap Perdagangan Narkoba Lintas Provinsi dan Jaringan Lapas
Kapolres Pariaman perlihatkan sejumlah barang bukti kepada wartawan di Mapolres Pariaman, Selasa. Foto/istimewa
Pariaman ----- Lima orang pelaku pengedar narkotika diamakan Kepolisian Resor (Polres) Pariaman dalam operasi cipta kondisi sepekan terakhir, Selasa (15/5).

Kapolres Pariaman AKBP Andry Kurniawan didampingi Kabag Ops Polres Pariaman dalam keterangan persnya mengatakan, lima tersangka yang diamakan merupakan jaringan berbeda. Setidaknya 4 kg narkotika jenis ganja, 2, 48 gram narkotika jenis shabu, uang tunai dan beberapa unit telepon genggam ikut diamankan dari kelima tersangka.

Satu orang tersangka yang diamakan yakni DS, 40 tahun, warga Kelurahan Kampung Pondok Kota Pariaman. DS diamakan dalam kasus kepemilikan narkoba jenis shabu pada Sabtu (12/5) pukul 20.00 WIB. Dari tersangka, polisi mendapati narkoba jenis shabu-shabu seberat 2,48 gram yang disembunyikan dalam kotak permen merek Pagoda.

"Tersangka DS kita kenakan pasal 114 ayat (1) jo pasal 112 ayat (1) jo pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Dalam kegiatan ciptakondisi itu, personil yang tergabung dalam tim 3CN Pegasus Polres Pariaman juga mengamankan 4 orang jaringan narkoba lintas provinsi yang kerap beroperasi di sejumlah wilayah di Sumatera Barat. Penangkapan hanya berselang 1 hari setelah dilakukannya penangkapan terhadap tersangka DS.

Pengungkapan jaringan narkoba jenis ganja tersebut didasarkan informasi dari masyarakat. Berbekal informasi tersebut, petugas melakukan penyelidikan. Tepat pada Minggu (13/5) pukul 23.00, satu orang tersangka, yakni RP, 21 tahun, berhasil diamankan petugas di rumahnya di Kelurahan Kampung Pondok, Pariaman Tengah, Kota Pariaman.

Dari tersangka RP, diamakan barang bukti berupa narkoba jenis ganja kering yang disimpan dalam gulungan plastik dan beberapa paket kecil yang disimpan dalam kotak rokok.

Pengembangan pun terus dilakukan. Berjarak 15 menit, tepatnya pukul 23.15, tersangka kedua yakni IA, 23 tahun, warga Kelurahan Jalan Baru Kota Pariaman berhasil diamankan kepolisian. Beberapa barang bukti berupa uang Rp250.000 yang diduga hasil penjualan narkoba dan 2 unit hp diamankan.

Dari penyidikan terhadap tersangka, diketahui IA merupakan penjemput paket 15 kg ganja yang diturunkan di Simpang Apar. Sisa paket ganja 5 kg dijual kepada tersangka lain, DTP, 30 tahun warga Kampung Baru Kota Pariaman yang melakukan transaksi di Gor Karan Aur Pariaman.

"IA ini berperan sebagai penjemput paket ganja seberat 15 kg. 10 kg dia pecah dan kirim ke daerah Solok, sedangkan 5 kg sisa dijual ke tersangka DTP. Namun dalam penggeledahan terhadap tersangka DTP, ternyata paket tersebut disimpan oleh tersangka lain yakni FAI. Namun dari tersangka FAI kita hanya menemukan 4 kg yang dibagi dalam 4 paket. 1 paket telah diturunkan di dekat Rumah Sakit TMC Pariaman," terang AKBP Andry.

Menurut AKBP Andry, hasil pemeriksaan pada empat orang tersangka, jaringan narkoba jenis ganja tersebut dikendalikan dari dalam Lapas Klas IIB Pariaman. Dari pengakuan tersangka, mereka hanya mengikuti instruksi pengambilan paket dan pembuatan dari salah seorang narapinda di Lapas Klas IIB Pariaman.
   
Kini seluruh tersangka dipastikan akan menghabiskan Ramadhan dan berlebaran dibalik jeruji besi Polres Pariaman. (Tim).
Kecolongan Terima Honorer Pengguna Narkoba? Indra Sakti: Kita Berlakukan Tes Urine Berkala
Polisi amankan dua tersangka usai pesta sabu. Satu di antaranya pegawai honorer di Pemko Pariaman. Foto/Nanda
Pariaman ----- Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Pariaman Iptu Suhardi, mengatakan sedang melakukan pengembangan pasca penangkapan IR, oknum tenaga honorer Dinas Lingkungan Hidup Kota Pariaman pada Selasa (17/4) silam.

Oknum tenaga honorer IR diamankan bersama satu orang rekan lainnya saat mengkonsumsi shabu-shabu.

"Kita sedang kembangkan hasil dari kedua tersangka ini. Pemasoknya sedang kita lacak," jelasnya di Pariaman, Rabu (18/4).

Keterlibatan oknum tenaga honorer dalam perkara narkoba di Polres Pariaman, kata dia, merupakan perkara kesekian kalinya. Setidaknya, 3 orang oknum tenaga honorer di lingkungan Pemko Pariaman tersangkut penyalahgunaan narkotika rentang 2017-2018.

Ia meminta agar pemerintah setempat melakukan pemeriksaan urine ASN dan tenaga honorer di lingkungan Pemko Pariaman.

"Perlu dilakukan pemeriksaan urine periodik bagi pegawai sebagai pencegahan penyalahgunaan narkotika," pungkasnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah Kota Pariaman Indra Sakti mengaku belum menerima laporan perkara penyalahgunaan narkoba yang melibatkan oknum tenaga honorer Dinas Lingkungan Hidup.

"Belum ada laporan resminya, ini baru dapat informasi saat konfirmasi oleh media," ujarnya.

Pihaknya akan melakukan pemeriksaan urin periodik kepada seluruh ASN dan tenaga honorer di lingkungan Pemko Pariaman. Selain itu, pemko Pariaman akan menerapkan pemeriksaan urine pada penerimaan ASN atau pun tenaga honorer.

"Kita sudah rencana dalam waktu dekat akan kita laksanakan," kata dia. (Nanda)

Lagi Asyik Pesta Sabu, Tenaga Honorer Pemko Pariaman Ditangkap Polisi
Dua tersangka (tengah) saat diamankan di Mapolres Pariaman. Foto/Nanda
Pariaman ----- IR alias I, 23 tahun, merupakan tenaga honorer di Dinas Lingkungan Hidup Kota Pariaman itu, diamankan di rumahnya di Desa Taluak Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman, Selasa (17/4) sekira pukul 21.00 WIB saat pesta shabu-shabu.

IR diamankan bersama pelaku lainnya, yakni AK alias A, 31 tahun, warga Desa Sungai Pasak Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman.    

Penangkapan berawal dari laporan masyarakat tentang aktivitas pesta narkoba yang kerap dilakukan kedua pelaku.

Berbekal informasi itu, tim 3CN (curas, curat, curanmor dan narkoba) Pegasus Polres Pariaman melakukan pendalaman. Pengintain gerak gerik kedua pelaku pun dilakuan. Penyelidikan akhirnya membuahkan hasil. Kedua pelaku yang diduga sedang pesta shabu-shabu berhasil dibekuk.

"Menurut informasi dari masyarakat kedua tersangka yang telah kita amankan ini seringkali menggelar pesta shabu. Laporan ini pun kita dalami, kami lakukan penyelidikan dan benar saja keduanya didapat memiliki dan menyimpan barang tersebut," jelas Kapolres Pariaman, AKBP Bagus Suropratomo Oktorianto di Pariaman, Rabu (18/4).

Dari kedua pelaku, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu paket kecil shabu-shabu, 2 unit telepon seluler, satu unit sepeda motor dan seperangkat alat hisap shabu.

Saat ini, kedua pelaku telah diamankan ke Mapolres Pariaman untuk pemeriksaan lebih lanjut.                                  

Menurutnya, tim masih melakukan pengembangan untuk mengungkap sumber pasokan shabu yang dimililiki kedua tersangka.

"Keduanya masih dalam penyidikan, kita akan usahakan bisa mengungkap hingga ke sumber pemasoknya," pungkasnya.

Tertangkapnya oknum tenaga honorer Kota Pariaman dalam kasus penyalahgunaan narkotika merupakan kasus kesekian kalinya.

Sebelumnya rentang 2017 hingga 2018, setidaknya 3 orang tenaga honorer Pemko Pariaman terlebih dahulu mendekam di balik jeruji besi dengan kasus yang sama. Terakhir, kasus serupa terjadi pada oknum honorer di Damkar dan Satpol PP Kota Pariaman. (Nanda)
5 Kali Lolos, Pengedar Sabu Diciduk Saat Makan Sate Bersama Pacar
Polres Pariaman perlihatkan barang bukti yang disita dari tersangka W. Foto/Nanda Eko Putra
Pariaman ----- Berakhir sudah petualangan RW alias W, pengedar narkoba jenis sabu-sabu, setelah bekuk tim Pegasus 3CN Polres Pariaman, Minggu (18/3).

W yang merupakan warga Kelurahan Pasir, Kecamatan Pariaman Tengah, itu ditangkap di salah satu kedai sate di Simpang Empat Toboh, Nagari Campago, Kabupaten Padangpariaman. Ia ditangkap saat menyantap sate bersama sang kekasih.

Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto melalui Kasat Resnarkoba Polres Pariaman Iptu Suhardi mengatakan, penangkapan tersangka berawal dari informasi masyarakat tentang kepemilikan narkoba.

Tersangka W, kata dia, sudah menjadi target kepolisian dalam berbagai operasi yang digelar dan dikenal licin. Tercatat, 5 kali operasi dan penangkapan, W selalu berhasil lolos.

"Kita langsung melakukan pembuntutan dan melakukan pengintaian gerak-gerik tersangka. Begitu informasi tersangka ada barang, kita langsung gerebek. Tersangka dikenal licin, dalam 5 kali operasi selalu berhasil lolos," terangnya.

Dikatakannya, pada penangkapan itu, tersangka W sempat membuang barang bukti narkoba jenis sabu ke bawah meja tempat ia duduk. Akhirnya dari penggeledahan, barang bukti paket kecil sabu ditemukan.

"Ada beberapa barang bukti yang kita amankan, di antaranya 1 paket sabu yang dibungkus plastik sedang,  2 unit Hp, uang sebanyak Rp1.100.000, dan  1 unit sepeda motor merk Honda Beat," rincinya.

Dari hasil pemeriksaan, narkoba jenis sabu merupakan sisa paket yang telah sempat ia edarkan.

"Paket yang ada pada tersangka adalah sisa paket yang telah ia jual. Pengakuannya paket tersebut untuk konsumsi pribadi," ulasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka terancam hukuman kurungan penjara di atas 5 tahun sesuai dengan pasal 115 dan 115 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. (Nanda)