12 May 2017

Kecoh Petugas, Begini Kronologis Penangkapan Napi Sialang Bungkuk oleh Jajaran Polres Padangpariaman

Zendi Ismael (20), narapidana/tahanan kabur Rutan Kelas IIB Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Riau, yang ditangkap tim gabungan Polres Padangpariaman dibantu Polsek Sungai Sariak, sempat diperiksa aparat di Kabupaten Bangkinang saat perjalanan kabur dari Pekanbaru menuju Padangpariaman.

Wakapolres Padangpariaman, Kompol Yuhendri didampingi Kasubag Humas Polres Padangpariaman, Iptu Irwan Sikumbang, Jumat (12/5/2017) menjelaskan bahwa Zendi sempat mengecoh petugas razia saat pemeriksaan di perbatasan Sumbar-Riau.

“Pengakuan ZI sendiri saat dilakukan pemeriksaan di atas travel Pekanbaru-Padangpariaman, semua penumpang di dalam travel dimintai KTP, termasuk dia. Namun yang bersangkutan saat diminta untuk menunjukkan KTP, mengecoh petugas mengatakan bahwa ia belum memiliki KTP karena masih berumur 16 tahun. Karena memang dilihat dari tampang napi ini masih remaja, petugas percaya,” terangnya.

Zendi yang akhirnya ditangkap tim gabungan Polres Padangpariaman di rumah orang tuanya di Korong Rukam Nagari Koto Dalam, Kecamatan Padang Sago, Padangpariaman, Kamis (11/5/2017) sore, usai menempuh beberapa titik lokasi saat perjalanan kabur.

Usai kabur dari Rutan Sialang Bungkuk bersama ratusan napi orang lainnya, ia sempat beberapa kali menumpang sepeda motor masyarakat secara estafet hingga tiba di rumah orang tuanya di Panam, Riau. Di rumah orang tuanya, ia bertemu dengan adiknya dan meminta sejumlah uang untuk ongkos pulang kampung ke Padangpariaman. Ia sendiri tiba di Padangpariaman, Sabtu (6/5/2017) dini-hari.

“Usai kabur dari Rutan, ZI ini langsung menumpang sepeda motor warga yang melintas beberapa kali hingga sampai di rumah orang tuanya dan melanjutkan perjalanan ke Padangpariaman menggunakan angkutan umum travel malam harinya,” jelasnya lagi.

Tidak hanya petugas pemeriksaan di Bangkinang yang terkecoh oleh tahanan kabur tersebut. Saat dilakukan penangkapan, petugas yang mendapatkan informasi dari masyarakat tentang keberadaannya, Kamis (11/5) sore langsung bergerak dan mengepung rumah keluarganya dan dua rumah lainnya.

"Nyaris saja petugas terkecoh, ZI kala penangkapan bersembunyi di dalam ember besar hampir tidak ditemukan petugas. Belum lagi informasi tante ZI yang mengatakan bahwa keponakannya tersebut telah pindah dan tidak berada di rumahnya lagi," tuturnya.

Dari penggeledahan di rumah tersebut, awalnya ia tidak ditemukan. Tantenya juga  bilang bahwa ia sudah keluar.

"Petugas yang tidak hilang akal terus mencari dan akhirnya menemukan ZI bersembunyi di dalam ember besar di kamar mandi rumah tantenya itu,” ungkap Yuhendri.

Hingga saat ini, kata Yuhendri, belum ada informasi tentang keberadaan napi Rutan Sialang Bungkuk lainnya yang kabur di wilayah hukum Polres Padangpariaman. Rencananya, sore ini napi tersebut akan dijemput oleh tim Polres Pekanbaru untuk dibawa kembali ke Rutan Kelas IIB Sialang Bungkuk.

Zendi merupakan narapida kasus curanmor yang diputus hukuman 2,6 tahun penjara dan telah menjalani masa tahanan selama 1 tahun.

Nanda
Polres Padangpariaman Tangkap Napi Kabur Rutan Sialang Bungkuk

Polres Padangpariaman mengamankan Zendi Ismael (20), seorang narapidana yang kabur dari Rutan Kelas II Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Riau, Kamis (11/5/2017) sore. Zendi Ismael diamankan di rumah orang tuanya di Korong Rukam Pauh Manih, Nagari Koto Dalam, Kecamatan Padang Sago, Padangpariaman.

Kapolres Padangpariaman, AKBP Eri Dwi Harianto mengatakan, penangkapan berawal saat tim menerima informasi dari masyarakat tentang keberadaan Zendi Ismael sekitar pukul 15.45 WIB di rumah orang tuanya.

Tidak berselang lama usai menerima informasi dari warga tersebut, tim gabungan Opsional Satreskrim Polres Padangpariaman dibantu anggota Polsek VII Koto Sungai Sariak, bergerak cepat. Akhirnya sekitar pukul 16.30 WIB, Zendi Ismael berhasil diamanan polisi tanpa perlawanan berarti.

"Memang benar, tim telah mengamankan satu orang napi Rutan Sialang Bungkuk yang kabur," ujarnya Jumat (12/5/2017), kepada wartawan.

Hingga saat ini, napi yang kabur itu masih diamakan di ruangan tahanan Polres Padangpariaman hingga proses pengembalian ke Rutan tersebut.

Zendi Ismael merupakan salah seorang tahanan yang kabur dari Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru pada Jumaat (5/5/2017) bersama ratusan orang napi lainnya. Hingga saat ini tim gabungan Polda Riau, Rutan Sialang Bungkuk dan jajaran kepolisian lainnya, terus melakukan pengejaran mencari napi lainnya ke sejumlah provinsi.

Seperti diketahui, dilansir dari detik.com, tahanan/napi Rutan Pekanbaru kabur bermula dari kericuhan yang terjadi sebelum salat Jumat. Saat pintu sel dibuka, para tahanan merangsek ke bagian depan rutan.

Para tahanan kabur setelah sebelumnya menyampaikan tuntutan terutama soal fasilitas di rutan. Seperti tuntutan masalah air, kamar, pungutan liar dan fasilitas lainnya.

Masalah tersebut dinilai terjadi karena masalah over kapasitas. Rutan tersebut seharusnya hanya bisa menampung sebanyak 561 penghuni namun tahanan/napi yang tinggal di Rutan itu diketahui sebanyak 1.870 orang.

Sementara itu total pegawai di Rutan Pekanbaru hanya 54 orang. Untuk petugas keamanan hanya 30 orang yang dibagi 6 orang setiap regunya.

Nanda/OLP

18 April 2017

1 Diantara 6 Orang Napi Kabur di Lapas IIB Pariaman Ditangkap Polisi

Roby Afrianto, salah seorang warga binaan atau narapidana di Lapas Klas IIB Pariaman di Karanauar, Pariaman Selatan, yang sempat kabur kembali ditangkap jajaran Opsional Ditresnarkoba Polda Sumatera Barat.

Kapala Lapas Klas IIB Pariaman, Pudjianto, Selasa (18/4), saat dikonfirmasi via seluler oleh wartawan membenarkan penangkapan salah seorang napi kasus narkoba yang kabur bersama 6 orang lainnya pada Sabtu (15/4/2017) dini hari itu.

"Satu orang napi yang melarikan diri Sabtu kemarin telah diamakan oleh jajaran Ditresnarkoba Polda Sumatera Barat dan sekarang telah berada di dalam (Lapas Klas IIB Pariaman)," kata dia.

Namun, hingga kini pihaknya belum mau memberikan penjelasan resmi terkait kronologis penangkapan napi bernama Robi Afriayanto itu. Terkait 5 orang napi lainnya, hingga saat ini masih dilakukan pencaarian.

"Belum dapat menginformasikan, nanti kita koordinasikan dengan Kanwil Kemenkum HAM dulu," pungkasnya.

Informasi yang dihimpun wartawan di lapangan, Roby Afriyanto merupakan warga Rimbo Kaluang, Kota Padang. Ia merupakan napi kasus penyalahgunaan narkoba dengan masa tahanan 8 tahun kurungan penjara dengan ekpirasi atau bebas pada 15 Mei 2023.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya sebanyak enam (6) orang napidana kasus narkoba kabur dari Lapas Klas IIB Pariaman, Sabtu (15/4/2017) dini hari. Keenam napi kabur dengan cara memanjat pagar kawat berduri setinggi 8 meter di lapas itu.

Kaburnya napi diketahui petugas pada pukul 07.00 WIB setelah dilakukannya serah terima petugas piket jaga di Lapas tersebut. Keenam napi yang kabur, masing-masing bernama Refi Rizaldi, Robby Afrianto, Ardiansyah, Syamsul Hidayat, Danil Hamdani, Indra Bayu-- merupakan narapidana kasus narkoba di Kabupaten Padangpariaman, Kota Padang, Kota Pariaman dan Pasaman Barat.

TIM

15 April 2017

Lapas IIB Pariaman Kecolongan, 6 Napi Kabur Pakai Tikar Mushola
Napi kabur menggunakan tikar mushola

Sebanyak enam (6) orang napidana kasus narkoba kabur dari Lapas Klas IIB Pariaman, Sabtu (15/4/2017) dinihari. Keenam napi kabur dengan cara memanjat pagar kawat berduri setinggi 8 meter di Lapas itu. Hingga berita ini diturunkan, petugas Lapas dan Polres Pariaman masih melakukan pertemuan di dalam ruangan Lapas.

Informasi yang dihimpun oleh wartawan di lapangan, kaburnya napi diketahui petugas pada pukul 07.00 WIB setelah dilakukannya serah terima petugas piket jaga di Lapas tersebut.

Keenam napi yang kabur, masing-masing bernama Refi Rizaldi, Robby Afrianto, Ardiansyah, Syamsul Hidayat, Danil Hamdani, Indra Bayu-- merupakan narapidana kasus narkoba di Kabupaten Padangpariaman, Kota Padang, Kota Pariaman dan Pasaman Barat.

Hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari petugas Lapas terkait kaburnya napi itu.

Wakapolres Pariaman, Kompol Nofriadi Zein, usai mengelar pertemuan dengan petugas Lapas Pariaman menjelaskan, dari pengecekan di sekitar lapas, diketahui bahwa keenam napi kabur dengan cara membobol loteng, memanjat tower dan turun dari pagar menggunakan tikar Mushola Lapas.

"Kita hanya melakukan backup pencarian napi yang kabur. Dari pengecekan, napi kabur dengan cara memanjat pagar kawat berduri dengan terlebih dahulu membobol loteng," ujarnya.

Ia megatakan, hingga kini pihaknya belum mendeteksi keberadaan keenam napi yang kabur tersebut. Ia mengaku, jika pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres lainnya di wilayah Polda Sumatera Barat untuk menyebar foto dan gambar keenam narapida itu.

"Untuk keberdaanya napi yang kabur kita masih belum bisa mendeteksi keberadaannya. Namun demikian, kita telah sebar informasi dan gambar napi tersebut ke Polres lain," pungkasnya.

Nanda

2 October 2014

Hampir Setahun Buronan Kejari Pariaman, Tomi Ditangkap di Padang Panjang
Kajari Pariaman Yulitaria, SH



Tomi Hariani (19) narapidana kasus narkoba di Lapas IIB Pariaman yang kabur saat dihadirkan Kejaksaan Negeri Pariaman sebagai saksi di persidangan sejak Selasa, 24/12/2013 akhirnya tertangkap di Padang Panjang pada hari Minggu, 30/9/2014 oleh Polres Padang Panjang terkait kasus Curanmor. Hal itu dikatakan Kajari Pariaman melalui Kasi Intel Kejari Hari Riyadi, SH (2/10) di Gedung DPRD Kota Pariaman.

Hari meyebutkan, selama hampir setahun pelariannya, Kejari Pariaman selalu melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian untuk memburu keberadaan pelaku.

Dia menambahkan, kasus pelarian Tomi berkasnya akan diberikan kepada Polres Padang Panjang agar buron tersebut dikembalikan ke Lapas Pariaman untuk menjalani masa hukumannya yang telah Inkrach atau berkekuatan hukum tetap.

"Namun demikian, dalam kasus Curanmor ini, yang bersangkutan tetap diproses pidananya. Jadi dia selain menjalani masa hukuman ditambah lagi dengan ancaman pidana dari kasus curanmor, Kemudian dia juga akan mendapat hukuman isolasi di Lapas karena kaburnya itu," imbuh Hari.

Hari mengakui bahwa larinya Tomi saat dihadirkan sebagai saksi di persidangan adalah tanggungjawab Kejaksaan Negeri Pariaman.

"Bikin goncang kita (Kejari) dia waktu itu," tandasnya.

Tomi adalah terpidana 3 tahun kasus narkoba asal Pasar Usang, Kecamatan Batang Anai Padangpariaman di lapas IIB Pariaman. Dia salah satu saksi yang dipinjam Kejari Pariaman dari Lapas IIB Pariaman pada hari Senin 23/12/2013 sebanyak 12 Orang, lalu dikembalikan pada hari Selasanya sebanyak 11 orang tanpa Napi Tomi.


OLP

27 December 2013

Akui Napi Kabur, Kajari Pariaman: "Saya Lagi Apes"
Kajari Pariaman, Yulitaria, SH, MH




Kepala Kejaksaan Negeri Pariaman (Kajari) Yulitaria, SH, MH, barusan Jum'at pukul 10.00 WIB 27/12/2013, membenarkan tentang kaburnya seorang narapidana di pengadilan Negeri Pariaman sejak hari Senin 23/12/2013. Dari informasi yang kami himpun, Napi tersebut bernama Tomi Hariani, usia 18 tahun, terpidana 3 tahun, kasus narkoba, domisili Pasar Usang, Kecamatan Batang Anai, Padangpariaman.

"Informasi bapak (pariamantoday) benar. Napi tersebut memang melarikan diri, sudah saya cek ke lapangan. Saya baru pulang ke Pariaman jam 5 subuh tadi," ungkap Yuli yang sebelumnya mengatakan bahwa napi tersebut sudah ditangkap sejak hari selasa siang 24/12/2013 ketika kami konfirmasi ketika itu.

Dari informasi yang kami himpun sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Pariaman meminjam 12 napi dari Lapas IIB Pariaman untuk dihadirkan sebagai saksi pada hari senin 23/12/2013. Semuanya sudah dikembalikan ke Lapas IIB Pariaman, kecuali Tomi. Tomi dikabarkan hilang/melarikan diri di pengadilan negeri Pariaman diduga karena lemahnya pengawasan. Dari informasi yang kami himpun, pihak Kejari Pariaman tidak melibatkan Kepolisian dalam pengamanan terhadap 12 Napi tersebut.

"Pengawasan pada tahanan itu sangat lemah karena tidak melibatkan Kepolisian. Saya sudah cek, mereka (Kejari) tidak melibatkan kita," kata seorang anggota Kepolisian yang minta namanya dirahasiakan.

Menguatkan hal tersebut, Kabag Humas Polres Pariaman, AKP. Heri Setiawan, SH, mengatakan jika tingkat kerawanan tinggi, Polres Pariaman siap melakukan pengawalan pada Tahanan tersebut jika ada koordinasi antar pimpinan.

"Koordinasinya antar pimpinan, antara Kajari dan Kapolres sebelum personil diturunkan untuk melakukan pengawasan dan pengamanan pada Napi tersebut, biasanya melalui surat pemberitahuan. Pertanyaannya adakah surat dari Kajari kepada Kapolres untuk itu? Faktanya apakah itu sudah dilakukan?" ujarnya balik bertanya.

Kemudian Heri menambahkan bahwa dalam standar pengamanan, Polisi akan melakukan mulai dari penjemputan napi di Lapas, saat sidang dan pengembalian napi ke Lapas tersebut.

"Saya bicara Standar pengamanan di Kepolisian. Jika kita dilibatkan, standar pengamanan dan pengawasan dilakukan mulai dari penjemputan Napi dari Lapas, kemudian di persidangan hingga mengantarkannya kembali ke tempat semula," tandasnya.

Sementara itu, Yulitaria mengatakan, dengan hilangnya Napi tersebut pihak Kejaksaan sekarang sudah koordinasi dengan berbagai pihak termasuk Kepolisian untuk mencari Tomi, Napi yang kabur tersebut.

"Semalam tempat-tempat yang dicurigai jadi tempat persembunyian napi tersebut sudah kita datangi, namun dia tidak ada. Kita bersama Kepolisian sedang upaya mencarinya," tutur Yulitaria.

"Saya lagi apes, mohon doanya agar napi tersebut dapat segera kami tangkap kembali," tutup Yuli via seluler kepada kami.

Catatan Oyong Liza Piliang

25 December 2013

Kajari Pariaman, Jangan Bohong




Kejaksaan Negeri Pariaman tidak perlu menyembunyikan Informasi tentang kaburnya seorang Narapidana Lembaga Pemasyarakatan IIB Pariaman yang mereka hadirkan sebagai saksi di Pengadilan Negeri Pariaman kepada publik. Di era keterbukaan informasi publik sekarang ini banyak contoh kasus yang telah berhasil diungkap melalui pemberitaan media, pernyataan itu pernah diungkap ketika Detik.com dan Kompas.com secara Intens menggali Informasi atas Tewasnya seorang Model dan Istri Siri oknum pegawai BPK RI. Dan banyak lagi contoh kasus lainnya.

Di era reformasi segala lini, baik revolusi media. Informasi tidak hanya terfokus kepada media mainstream. Banyak sekali media alternatif semacam facebook dan twitter, belum lagi kalangan blogger sebagai media melawan arus yang mendapat trust publik. Masih ingat kasus Prita? Itu adalah sinyal paling kuat tentang revolusi media di tanah air. Ranah Hukum terguncang hebat oleh kuatnya arus ranah sosial media kala itu. Kasus Pengacara Farhat Abbas dan Anton Medan juga berawal dari ranah sosial media.

Indikasi bahwa Kejari Pariaman menyembunyikan Informasi jika tidak pantas dikatakan bohong tentang larinya seorang narapidana bernama Tomi (18), kasus Narkoba, hukuman 3 tahun penjara di lapas IIB Pariaman ketika mereka pinjam untuk dihadirkan sebagai saksi di pengadilan negeri Pariaman sudah saya curigai sejak selasa malam. 


Yulitaria, Kajari Pariaman pada Selasa siangnya mengatakan dengan enteng bahwa napi yang lari tersebut sudah ditemukan pada pukul 13.00 WIB. Sorenya dia meminta saya menghubungi Kasi Pidum nya sembari memberikan dua buah nomor ponselnya agar saya menanyakan langsung, membuat saya merasa curiga. Tinggi mana pangkat Kajari daripada Kasi Pidum?

Buktinya memang sang Kasi Pidum tersebut tidak pernah mau mengangkat telepon dan membalas SMS saya. Itu adalah bukti bahwa ada kejanggalan, Jika sang Napi sudah tertangkap mana mungkin susah nian minta keterangan kesana-kemari. Ini dasar kecurigaan saya.

Belum lagi dengan Keterangan Kalapas yang mengatakan bahwa hingga kini napi tersebut belum dikembalikan. Lalu dimana pihak Kejaksaan menitipkan Tahanan tersebut, di Polres Pariaman? Oh.. tentu tidak ada, saya sudah cek pada teman-teman di Kepolisian. Dimana? di Tahanan Kantor Kejaksaan? Tidak mungkin? sebab Kajari menjawab musti kroscek lagi. Ini jelas jawaban ngasal. Jika disana tentu dia gampang memastikannya.

Kejari tidak boleh panik dalam menghadapi kasus kaburnya Napi tersebut. Jika belum ketemu, Ya katakan saja. Buat apa ditutup-tutupi. Pertanggungjawabkan.

Dalam pikiran sederhana saja. Barusan Kajari mengatakan akan mengkroscek lagi tentang hilangnya Napi yang mereka pinjam kepada saya pada hari Jum'at. Begitu susahkah bagi seorang Kepala Kejaksaan untuk memastikan sebuah Informasi dari Anak buahnya tentang Insiden yang menyangkut citra mereka di depan publik? Begitu susahnya dia memastikan kalau napi yang lari tersebut sudah tertangkap dan sudah di amankan sebagaimana yang ia katakan kepada kami sebelumnya?

Kepala Kejaksaan Negeri Pariaman sebagai penegak Hukum mustinya berhati-hati dalam mengeluarkan statemen. Jika Statemen yang mereka keluarkan diragukan kebenarannya jika tidak bisa dikatakan bohong, publik tentu akan meragukan kredibilitas dan Integritasnya. Tentu publik punya asumsi-asumsi negatif pada bidang-bidang lain yang mereka kerjakan.

Kini, Kita tunggu saja keterangan resmi sebagaimana Janji Kajari pada Hari Jum'at tentang kaburnya Napi yang dalam pengawasan melekat mereka tersebut. Saya tidak ingin mengatakan bahwa Napi tersebut memang lari dan berharap ditemukan paling lambat hari Jum'at, agar Kajari bisa dengan enteng mengatakan, "Apa saya bilang, sudah dapat sejak hari selasa," Ondeh Mandeh..

Catatan Oyong Liza Piliang
Napi Yang Lari di Persidangan Belum Ditemukan, Kajari Pariaman Berkelit
                                                           
                                           Yulitaria, SH, MH, Kajari Pariaman


Informasi yang kami himpun hari ini terkait seorang narapidana bernama Tomi Hariani (18), yang dikabarkan lari saat dihadirkan Kejaksaan Negeri sebagai saksi di persidangan Pengadilan Negeri Pariaman, hingga hari ini Rabu 25/12/2013 belum dikembalikan ke lapas IIB Pariaman dan di duga kuat melarikan diri, beber Narasumber A-1 kami.

Tomi adalah terpidana 3 tahun kasus Narkoba asal Pasar Usang, Kecamatan Batang Anai di lapas IIB Pariaman, ujar sumber 'sangat terpercaya' kami tersebut.

"Saksi dipinjam dari Lapas IIB Pariaman pada hari Senin 23/12/2013 sebanyak 12 Orang, lalu dikembalikan pada hari Selasanya sebanyak 11 Orang tanpa Napi Tomi," ujar Narasumber kami yang minta namanya dirahasiakan.

Kemudian Narasumber kami tersebut juga mengatakan, bahwa hingga hari ini, Napi Tomi belum dikembalikan. Dan dilaporkan ke Lapas dengan alasan masih diperlukan, padahal menurutnya Napi tersebut melarikan diri.

"Kejaksaan dalam laporannya masih memerlukan keterangan Napi tersebut, padahal sebenarnya, sesuai informasi yang saya dapat, Tomi melarikan diri dari persidangan sejak hari Senin tersebut dan hingga kini belum ditemukan," ungkapnya.

Jika benar saksi narapidana yang dipinjam dari Lapas IIB Pariaman tersebut melarikan diri, sepenuhnya adalah tanggungjawab Kejaksaan Negeri Pariaman.

"Sepenuhnya tanggungjawab Kejaksaan. Itu adalah kelalaian mereka dalam mengawasi," tandasnya.

Kalapas IIB Pariaman Asman Tanjung SH, MH, telah melaporkan kejadian tersebut kepada Kanwil Hukum dan Ham Sumbar terkait insiden tersebut.

"Akibat larinya Napi yang dipinjam Kejaksaan tersebut saya menghadap ke Kanwil dan menjelaskan semuanya. Kanwil memahami bahwa ini bukan kelalaian dari Pihak kami Lapas IIB Pariaman, kami laporkan 1x24 jam setelah kejadian tersebut," kata Kalapas barusan kepada kami.

Sementara itu Kepala Kejaksaaan Negeri (Kajari) Pariaman Yulitaria, SH, MH, yang sebelumnya sempat mengatakan kepada kami bahwa Napi yang lari saat persidangan tersebut sudah ditemukan pada hari selasa pada pukul 13.00 WIB atas laporan Kasi Pidum Yarnes kepadanya, beberapa kali kami hubungi via ponselnya tidak mengangkat, begitu juga dengan Yarnes.

Kajari kemudian meralat pernyataannya tersebut melalui pesan singkat kepada kami.

"Maaf ya, nanti hari Jum'at saya tanya ke dia lagi (Yarnes Kasi Pidum) karena HP ga aktif, aku lagi keluar daerah," tulisnya.

Kenapa tidak aktif bu Kajari? Kami saja sudah 3 kali menghubungi Yarnes, HP nya aktif kok..! Dia saja yang tidak mengangkat, SMS kami pun tidak dibalas dia. Masa Ibu sebagai atasannya tidak bisa mengontak dia. Ini bukan perkara main-main Bu..?

Catatan Oyong Liza Piliang

24 December 2013

Kalapas IIB Pariaman: Jika Napi Kami Tidak Kembali, Itu Tanggungjawab Kejaksaan


                                        Ilustrasi


Seorang saksi, Narapidana Lapas IIB Pariaman yang dihadirkan oleh Kejaksaan Negeri Pariaman di persidangan dikabarkan menghilang di Pengadilan. Hal tersebut kami ketahui siang tadi dari narasumber kami di Pengadilan Negeri Pariaman tersebut.

Menurut Kalapas IIB Pariaman, Asman Tanjung, SH, MH, Kejaksaan Negeri Pariaman meminjam tahanan dari Lapas untuk dihadirkan sebagai saksi oleh Kejaksaan di persidangan sejak hari senin 23/12/2013. Ia membenarkan bahwa hingga kini saksi tersebut belum dikembalikan ke lapas.

"Benar, dikabarkan lari. Seorang Napi dipinjam oleh Kejaksaan Negeri Pariaman sejak kemarin untuk dihadirkan sebagai saksi di pengadilan. Hingga kini saksi tersebut belum dikembalikan," Kata Asman kepada kami Selasa 24/12/2013 pukul 16.30 WIB.

Lebih lanjut Asman mengatakan, Kejaksaan musti bertanggungjawab, dan Lapas tidak bisa disalahkan karena hal ini.

"Itu tanggungjawab mereka Kejaksaan. Jika kabur mereka yang musti bertanggungjawab," ungkapnya lagi.

Ketika hal tersebut kami tanyakan kepada Kajari Pariaman, Yulitaria, SH, MH, pukul 16.40 via seluler, Yuli mengatakan bahwa Napi yang dilaporkan hilang tersebut sudah dapat, Namun mereka belum koordinasi dengan pihak Lapas.

"Pukul 13.00 WIB siang tadi, Kasi Pidum Yarnes telah melaporkan kepada saya bahwa Napi tersebut sudah ditemukan. Ini saya rencana mau menuju Lapas. Silahkan bapak kontak ponsel Yarnes jika tidak percaya, ini saya kirim nomornya," Jelas Yuli.

Menyikapi hal tersebut, melalui nomor ponsel yang diberikan Kajari, kami mencoba mengontak Yarnes melalui ponselnya untuk konfirmasi lanjutan. Namun setelah 2 kali kami coba hubungi dia tidak mengangkatnya.

Untuk memastikan keberadaan Napi yang dikabarkan kabur itu, pada pukul 20.17 kami menghubungi Kalapas IIB Pariaman kembali. Ia mengatakan bahwa hingga kini Napi yang dipinjam oleh pihak Kejaksaan tersebut belum dikembalikan.

"Tidak ada, dan belum dikembalikan ke lapas. Jika sudah dikembalikan pasti saya dihubungi sama anggota. Atau mungkin pihak Kejaksaan masih membutuhkan Napi tersebut," Jelasnya.

Catatan Oyong Liza Piliang