Longsor di Sungai Limau Putuskan Akses Hubung 3 Kecamatan
Longsor akibat tingginya curah hujan di wilayah tersebut. Foto/Nanda
Sungai Limau ----- Longsor di Kecamatan Sungai Limau Kabupaten Padangpariaman, membuat akses jalan yang menghubungkan berbagai daerah di Kecamatan Sungai Limau dengan Kecamatan Sungai Geringging dan Kecamatan IV Koto Aur Malintang, terputus. Longsor menimbun jalan akibat hujan yang mengguyur daerah itu sejak semalam.

Salah saorang warga setempat, Aji Jurahman mengatakan, longsor tersebut terjadi Minggu pagi (5/8) sekitar pukul 06.00 WIB.
    
Selain menutup jalan, pohon yang tumbang terbawa longsoran juga menimpa kabel listrik. Akibatnya, aliran listrik di daerah tersebut ikut padam.

Ia mengatakan, karena aliran sungai masih deras maka tidak ada jalan alternatif terdekat guna menghindar dari dampak longsor tersebut.
    
Masyarakat dapat menggunakan jalan alternatif sebagai akses dari Sungai Limau menuju Sungai Geringging dan Aur Malintang atau sebaliknya dengan melewati jalan alternatif lain yakni Nagari Batu Gadang Kuranji Hulu, lalu Kampuang Dadok Nagari Kuranji Hulu, dan Nagari Sungai Sirah Kuranji Hulu.
    
Selain menimbun jalan, longsor juga menimpa sejumlah dapur rumah warga. Saat ini, warga secara gotong royong melakunan pembersihan material longsor.

Ia berharap pemerintah memasang beton penahan longsor,  khususnya untuk tower listrik tegangan tinggi yang berada di lokasi rawan longsor. Jika longsor meluas, dikuatirkan tower listrik bertegangan tinggi akan menimpa rumah warga.
  
"Apabila tidak segera maka manara ini akan roboh dan menimpa rumah warga," tambahnya. (Nanda)
Pasca Banjir dan Longsor, Ali Mukhni Perintahkan SKPD Data Kerugian Secepatnya



Bupati Padangpariaman Ali Mukhni instruksikan seluruh SKPD terkait bertanggung jawab terhadap penanganan korban banjir dan kerugian yang ditimbulkan. Laporan kejadian bencana banjir tersebut juga harus disampaikan kepada DPRD untuk dukungan anggaran ke depan.

“Kita minta SKPD terkait cepat tanggap terhadap penanganan pasca banjir tiga hari yang lalu. Inventarisir seluruh kerugian dan buat pula apa saja tindakan yang telah dilakukan,” kata Bupati Ali Mukhni usai membezuk korban longsor di RSUD Parit Malintang, Rabu (23/3).

Kata dia, hujan deras telah memicu terjadinya longsor di Korong Rimbo Kalam, Nagari Anduring, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam yang menewaskan satu orang dan tiga orang luka luka. 

Peristiwa longsor tersebut terjadi Rabu dini hari pada pukul 01.00 WIB ketika penghuni rumah sedang tertidur lelap. Nasib nahas menimpa saat bukit rimbo kalam runtuh dan menimbun rumah tersebut.

“Korban tewas bernama Rahmi usia 15 Tahun, pelajar SMP 4 Kayu Tanam. Kemarin (Rabu siang), Pak Wabup telah ke lokasi dan melayat ke rumah duka. Sedangkan Ibu korban masih dirawat ada luka di kepala dan tiga lainnya sudah rawat jalan,” kata bupati didampingi Kabag Humas Hendra Aswara.

Bebarapa hari lalu, sebut bupati, hujan deras yang merata mengakibatkan banjir di beberapa kecamatan yaitu Batang Anai, Ulakan Tapakis, Lubuk Alung dan Sintuk Toboh Gadang. Ratusan rumah dan jalan terendam air setinggi 1,5 meter sehingga tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda dua dan empat.

Terkait adanya puskesmas dan sekolah yang terendam banjir, Ali Mukhni meminta dinas terkait tetap melaksanakan tugas seperti biasa dengan memanfaatkan puskemas pembantu.

“Pelayanan kesehatan dan proses belajar mengajar harus tetap berjalan. Antisipasi terjadinya wabah penyakit pasca banjir dan sediakan air bersih kepada korban banjir,” kata bupati yang sempat naik perahu karet meninjau banjir itu.

Ali Mukhni juga mengucapkan terima kasih adanya bantuan dari Anggota DPR RI dan perantau yang peduli kepada korban banjir. Bantuan dalam bentuk moril dan materil sangat dibutuhkan warga untuk mengurangi beban yang diderita.

Tak lupa ia kembali mengingkatkan warganya untuk selalu siaga bencana 1x24 jam yang sewaktu-waktu bisa terjadi menimpa daerah Padangpariaman yang terkenal sebagai daerah rawan bencana.

Suhatri Bur tinjau jalan terban


 

Sementara itu, Wakil Bupati Suhatri Bur meninjau jalan terban yaitu ruas jalan Sikayan-Sikabu yang rusak berat sepanjang 300 meter. Akibatnya akses jalan yang menguhubungkan tiga nagari yaitu nagari Pasie Laweh, Lubuk Alung dan Sikabu tidak bisa dilalui. Selain jalan yang runtuh, jaringan pipa pamsimas juga rusak dan tidak bisa digunakan lagi.

“Tadi kita sudah kontak Dinas PU untuk cek lapangan dan carikan solusi segera,” kata Suhatri Bur.

Untuk mengatasi jalan terban tersebut, Wali Nagari Lubuk Alung, Harry Subrata bersama masyarakat berinisiatif untuk gotong royong membuat jalan darurat agar bisa dilalui kendaraan roda dua dengan menimbun sebagian sawah masyarakat.

“Jalan ini juga akses ke Lubuk Nyarai, lokasi wisata yang ramai dikunjungi setiap harinya,” kata Harry.

Kata dia, banjir juga mengakibatkan sawah gagal panen seluas 10 hektar dan ladang seluas 30 hektar. Ia mohon pemerintah daerah membantu lahan masyarakat melalui bantuan bibit dan pupuk ke depannya.

HA/OLP
Pelajar SMP Meninggal Dunia Akibat Longsor di Rimbo Kalam



Bencana longsor terjadi di Korong Rimbo Kalam, Nagari Anduriang, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Kabupaten Padangpariaman, sekitar pukul 01.00 WIB, Rabu dini hari (23/3).

Menurut Kepala BPBD Padangpariaman, Amiruddin, saat ini pihaknya sedang melakukan evakuasi terhadap dua rumah warga yang tertimbun longsor tersebut sejak pagi tadi.

Kata dia, salah seorang penghuni rumah, perempuan, berusia belasan tahun meninggal dunia akibat tertimbun longsor yang minimpa rumahnya.

"Satu orang meninggal dunia, masih pelajar SMP," kata Amiruddin kepada wartawan melalui sambungan seluler, Rabu pagi.

Amiruddin menuturkan, bencana tersebut disebabkan oleh labilnya tebing akibat curah hujan sangat tinggi sehari sebelumnya.


"Longsor diperkirakan akibat labilnya tebing karena air curahan hujan mengedap di dalamnya," jelasnya.

Sementara itu, Sahril (36) warga setempat, kepada wartawan menyebutkan, korban yang meninggal akibat longsor tersebut bernama Rahmi siswi kelas dua SMP.



OLP