Mardison Harap Bonus Kafilah MTQ Diserahkan Secepatnya

Pariaman --- Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin mengaku bangga dengan prestasi kafilah Kota Pariaman dalam MTQ Nasional tingkat Sumbar ke-37 yang diselenggarakan selama seminggu penuh di Pariaman tersebut.

Menurut Mardison, dari hanya target lima besar yang diinginkan, para kafilah menjawabnya dengan keberhasilan menyabet juara umum dua pada iven bergengsi yang dibuka oleh Menteri Agama RI itu.

"Ini prestasi yang membanggakan warga Pariaman, baik yang di ranah maupun perantauan. Persiapan yang matang tentu menambah kepercayaan diri kafilah. Ini bukti keseriusan semua pihak dalam melakukan pembinaan," kata Mardison di Pariaman, Minggu (19/11).

Ia mengatakan, prestasi yang diraih tidak ada kaitannya karena kota Pariaman sebagai tuan rumah. Banyak tuan rumah menggelar MTQ yang pada akhirnya tidak mampu meraih prestasi tiga besar. Prestasi tidak ada kaitannya dengan lokasi penyelenggaraan, tapi murni kemampuan.

"Apalagi sistim penjurian dengan elektronik yang tidak bisa dimanipulasi. Jika ada yang beranggapan prestasi kafilah Kota Pariaman karena faktor atau hal lain, itu suatu penilaian yang keji yang terang-terangan menghina akal sehat setiap manusia yang mampu berfikir," ungkap Mardison.

Mardison menyampaikan, saat ini pihaknya bersama eksekutif dan jajaran Kemenag Pariaman lebih fokus kepada kafilah yang berprestasi.

"Tentu ada bonus bagi setiap kafilah, dan hal tersebut sudah kita sepakati akan dibayarkan segera," sambung Mardison.

Terkait kapan waktu penyerahan bonus, Mardison menyatakan tidak lama lagi karena semua anggaran untuk bonus sudah tersedia.

"Kapan tekhnis dan waktunya tentu kita serahkan sepenuhnya kepada eksekutif dan Kemenag. Kami di DPRD beharap secepatnya dalam tahun ini karena beberapa daerah telah menyerahkannya," pungkasnya. (OLP)
Genius Umar Sampaikan Nota Keuangan RAPBD Tahun 2018 ke Paripurna DPRD

Mangguang --- Wakil Walikota Pariaman Genius Umar menyampaikan Nota Keuangan tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun anggaran 2018 dalam rapat Paripurna DPRD, Senin (13/11) di Gedung DPRD Kota Pariaman, Mangguang, Pariaman Utara.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin didampingi Wakil Ketua DPRD Syafinal Akbar dihadiri segenap anggota dewan, Sekdako Pariaman Indra Sakti, Kepala OPD, Camat, Lurah dan Kepala Desa.

Genius Umar mengatakan RAPBD tahun 2018 merupakan penyampaian yang tercepat kepada dewan, sehingga diharapkan nantinya dapat disahkan menjadi Peraturan Daerah APBD tercepat sepanjang sejarah Kota Pariaman berdiri.

“Oleh karenanya, maka struktur APBD kali ini agak berbeda dari struktur sebelumnya, terutama pada struktur pendapatan, di mana pendapatan yang bersumber dari dana perimbangan belum diketahui pagu indikatifnya. Masih mempergunakan alokasi dana perimbangan tahun sebelumnya, terutama untuk Bagi Hasil Pajak dan Dana Alokasi Umum,” kata Genius.

Dalam Nota Keuangan yang di bacakan oleh Genius Umar itu, proyeksi RAPBD Kota Pariaman tahun 2018, Pendapatan Daerah sebesar Rp589,064 miliar dan Belanja Daerah sebesar Rp661,574 miliar, jika dibandingkan terjadi defisit sebesar Rp72,509 miliar yang akan ditutupi dengan SILPA tahun anggaran lalu.

“Pendapatan daerah tersebut terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp39,508 miliar, lain-lain PAD yang sah sebesar Rp17,450 miliar, penerimaan dana perimbangan direncanakan sebesar Rp510,055 miliar, dan perkiraan penerimaan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp39,500 miliar,” kata Genius.

Untuk belanja daerah terdiri dari belanja langsung dan belanja tidak langsung. Belanja langsung diproyeksikan sebesar Rp348,396 miliar yang di dalamnya terdapat belanja pegawai, hibah, bagi hasil kepada pemerintahan desa, bantuan keuangan dan belanja tidak terduga.

Sedangkan belanja tidak langsung yang dalamnya terdapat belanja barang dan jasa dan belanja modal diproyeksikan sebesar Rp313,177 miliar.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin mengatakan pihaknya mempunyai komitmen untuk mempercepat proses pembahasan RAPBD tahun 2018 tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sebagai wakil rakyat, dewan tentu berupaya mengakomudir aspirasi rakyat yang diwakili melalui APBD tahun 2018.

“Kita akan memberikan yang terbaik kepada rakyat Kota Pariaman melalui APBD tahun 2018 ini. Badan Musyawarah sudah mengagendakan tahapan pembahasan dan akan kita tidak lanjuti dengan rapat-rapat berikutnya dengan sebaik mungkin,” kata Mardison. (Doni)
DPRD Kota Pariaman Setujui Ranperda Pengembalian Nama Daerah ke Bahasa Asli

Mangguang --- DPRD Kota Pariaman setujui 5 (lima) dari 6 (enam) Ranperda Kota Pariaman tahun 2017, dalam Paripurna DPRD Kota Pariaman, Senin (13/11) di Gedung DPRD Kota Pariaman, Mangguang, Kecamatan Pariaman Utara.

Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin didampingi Wakil Ketua Syafinal Akbar, dihadiri Wakil Walikota Genius Umar, segenap anggota dewan, sekdako Indra Sakti, Kepala OPD, Camat, Lurah dan kepala desa serta undangan lainnya.

Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin mengatakan, enam dari lima ranperda yang disahkan itu adalah Ranperda Tentang Retribusi Pelayanan Tera/ Tera Ulang, Alat Takar Timbangan dan Perlengkapannya, Ranperda Tentang Urusan Pemerintah yang Menjadi Kewenagan Pemerintah Kota Pariaman.

“Kemudian Ranperda Tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2010 tentang Pajak Hiburan, Ranperda Tentang Pengolahan Milik Daerah dan Ranperda Tentang Penyesuai Nama Desa dan Kelurahan di Kota Pariaman,” sebut Mardison Mahyuddin.

Sedangkan Ranperda Tentang Ketentraman dan Ketertipan Umum masih dalam pendalaman antara dewan dengan pemerintah kota Pariaman. Ada hal-hal yang subtansi yang perlu kajian antara dua belah pihak seperti kedudukan dubalang yang saat ini ada pada setiap desa.

“Hal ini perlu kita pikirkan formula kedudukan dubalang yang ada di desa. Karena dubalang mempunyai peran yang sangat penting sebagai pengamanan desa, tentu harus akomodir dalam aturan tersebut,” ujar Mardison.

Dikatakan Mardison, pengesahan ranperda tersebut sebelumnya sudah mendapatkan persetujuan dari lima fraksi di DPRD Kota Pariaman. Melalui pendapat akhir masing-masing fraksi dan juga sudah dibahas oleh DPRD Kota Pariaman sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu Wakil Walikota Pariaman Genius Umar dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap dewan yang sudah membahas dan menyetujui lima ranperda tersebut.

"Lima ranperda yang disahkan itu menjadi acuan dalam kelancaran pembangunan Kota Pariaman," kata Genius. (Doni)
[Pileg 2019] 10 Parpol di Pariaman Desak KPU Tampah Jumlah Dapil dari 3 Menjadi 4

Pariaman --- Pengurus partai politik calon peserta pemilu 2019 di Kota Pariaman tanggapi beragam terkait penataan daerah pemilihan (dapil) pada pemilu legislatif tingkat Kota Pariaman 2019 mendatang.

10 dari 12 partai politik yakni Partai Nasdem, Partai Gerindra, Partai Golkar, PBB, PAN, Partai Demokrat, Partai Perindro, Partai Hanura, Partai Berkarya, PKB mengingankan terjadinya penambahan dapil pada pemilu legislatif 2019 mendatang dari tiga daerah pemilihan menjadi empat pemilihan sesuai dengan jumlah kecamatan yang ada di Kota Pariaman.

Jika sebelumnya, kecamatan Pariaman Timur dan Pariaman Selatan digabung dalam satu dapil Pariaman II, jika terjadi penambahan akan terwakali masing-masing kecamatan.

"Usulan tersebut didasari terjadinya penambahan daerah pemilihan dari tiga daerah pemilihan menjadi empat daerah pemilihan sesuai dengan jumlah kecamatan yang ada di Kota Pariaman," ujar Ketua DPD Partai Golkar Kota Pariaman Mardison Mahyuddin, Sabtu (11/11) siang.

"Selain itu,  penambahan pilihan didasari agar terjadinya pemerataan anggota dewan di setiap kecamatan yang ada di kota Pariaman dan pemerataan pembangunan di Kota Pariaman," ulasnya.

Sementara itu, 2 partai politik lainnya, yaitu PKS, PPP tetap mengusulkan daerah pemilihan tiga daerah pemilihan dengan pertimbangan penambahan daerah pemilihan terbentur belum cukupnya jumlah kursi sebanyak 12 pada daerah pemilihan Kota Pariaman II, yaitu Kecamatan Pariaman Timur dan Pariaman Selatan.

"Belum adanya penambahan kursi di DPRD Kota Pariaman karena jumlah penduduk belum mencukupi 100.000 lebih yang menjadi dasar penambahan kursi. Jika jumlah kursinya di Kota Pariaman II itu masih melebihi 12 kursi, belum bisa dipecah," ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Pariaman Boedi Satria, mengatakan terkait penaatan ulang daerah pemilihan pada pemilu 2019  pihaknya telah mengundang seluruh parpol calon peserta pemilu legislatif 2019 pada rapat simulasi penghitungan kursi dan penataan dapil pemilu 2019.

Usulan parpol tentang opsi penambahan dapil atau tidak yang dilengkapi dengan argumen kelebihan dan kekurangannya akan disampaikan ke KPU RI pada rapat koordinasi di Palembang bulan depan.

"KPU Kota Pariaman hanya memfasilitasi usulan-usulan partai politik terkait penataan daerah pemilihan pemilu 2019, sedangkan keputusan ada di KPU Pusat," ujarnya.

Ia mengatakan, jumlah penduduk di Kota Pariaman mempengaruhi jumlah kursi di DPRD Kota Pariaman. Jika hingga Desember 2017 pada data DAK kependudukan yang diserahkan Kemendagri RI kepada KPU jumlah penduduk melebihi 100 ribu, maka jumlah kursi akan bertambah menjadi 25 kursi.

"Jika penambahan penduduk tidak melebihi 100 ribu lebih, tentu jumlah kursi bertambah, namun yang terpenting, usulan dari kawan-kawan partai politik terkait penataan dapil akan kita sampaikan ke KPU RI," katanya.

Ia berkata, penambahan daerah pemilihan berdasarkan kecamatan yang ada di Pariaman, akan memperkuat legitimasi anggota dewan di DPRD kota Pariaman yang mewakili kecamatannya masing-masing. (Nanda)
Kota Pariaman Lampaui Banyak Target di MTQ Sumbar ke-37

Pantaikata --- Kafilah Kota Pariaman meraih Juara Umum II pada ajang MTQ Nasional ke-37 tingkat Sumatera Barat tahun 2017 di Kota Pariaman. Posisi tersebut jauh meningkat dibandingkan raihan pada MTQ ke-36 tahun 2016 silam di kota Sawahlunto dengan posisi ke 10.

Tidak hanya sukses menjadi tuan rumah MTQ, namun juga berhasil menempatkan wakilnya juara di banyak cabang yang diperlombakan.

Capaian ini melampaui target yang ditetapkan oleh Walikota Pariaman yang awalnya menarget posisi lima besar dari 19 kabupaten dan kota peserta MTQ tahun ini.

“Capaian tahun ini melampaui target yang kita tetapkan dan jauh meningkat dibandingkan tahun lalu. Menempati posisi kedua, ini sangat diluar prediksi kita,” kata Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, saat acara pentupan MTQ, Jumat malam (10/11) di Pantai Kata.

Ia mengatakan, meningatkannya prestasi kafilah MTQ kota Pariaman tahun ini, menandakan keberhasilan upaya keras seluruh pihak mempersiapkan kafilah mengikuti ajang MTQ. Di samping itu, kata dia, capaian prestasi tersebut indikator keseriusan pemerintah melakukan pembinaan terhadap qori dan qoriah.

“Ini pertanda jika qori kita terus mengasah kemampuanya, sekaligus bukti bahwa kita serius melakukan pembinaan terhadap mereka,” ulasnya.

Menurutnya, dua unsur kesuksesan dicapai oleh Kota Pariaman pada ajang MTQ tingkat Sumatera Barat tahun ini. Selain menjadi penyelenggara tersukses, Kota Pariaman juga sukses meraih prestasi melalui kafilahnya.

Kedepan, kata dia, mempertahankan prestasi adalah hal yang berat. Menghadapi MTQ ke-38 di Kota Solok tahun 2018 mendatang, pihaknya akan memulai pembinaan sejak dini.

“Untuk MTQ tahun depan, kita akan fokuskan segera agar persiapannya matang,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin mengapresiasi torehan prestasi yang dicapai oleh Kafilah Kota Pariaman. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan seluruh pihak, baik itu pemerintah, kafilah ataupun pihak lainnya.

Ia mengatakan keberhasilan prestasi itu menjadi cerminan hubungan sebab akibat atas diterapkannya program berbasis keagamaan oleh pemko Pariaman seperti program magrib mengaji dan masih puber.

“Tentu, program unggulan di bidang keagamaan akan terus kita dorong. Kita melihat, dua program ini (magrib mengaji dan masih puber) secara tidak langsung berpengaruh,” sebutnya.

Ke depan, kata dia, menghadapi MTQ tahun 2018 mendatang, kafilah ataupun pihak terkait dapat mempersiapkan secara optimal.

Kota Pariaman menempati juara umum kedua, setelah Kota Padang yang berhasil mempertahankan posisi sebagai juara umum. Sedangkan posisi ketiga ditempati oleh Kabupaten Padangpariaman. (Nanda)

Daftar ke PBB PDIP dan Gerindra, Mardison: Aspirasi Masyarakat Ada di Seluruh Parpol
Mardison didampingi tim mendaftar di PDIP Pariaman. Foto/Nanda
Pariaman --- Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin daftar sebagai bakal calon walikota dan wakil walikota Pariaman di tiga partai politik sekaligus, Sabtu (4/11).
Mardison bersama tim mendaftar di PBB Pariaman. Foto/Nanda


Mardison yang didampingi Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kota Pariaman dan pengurus DPD Partai Golkar Kota Pariaman, melakukan pendaftaran secara marathon ke Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Pariaman, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Pariaman dan Partai Gerindra Kota Pariaman.

Dalam keterangan persnya, Mardison Mahyuddin memastikan jika dirinya bakal mendaftarkan diri ke seluruh partai politik yang membuka penjaringan balon walikota dan wakil walikota Pariaman. Pendaftaran dirinya ke seluruh parpol, kata dia, menandakan bahwa ia tidak mengotak-kotakan parpol.

“Pembangunan Kota Pariaman tidak bisa dilakukan hanya dengan satu warna saja. Tidak oleh satu dua partai saja. Namun warna-warni dari partai politik ini. Pembangunan akan lebih baik dan maksimal jika seluruh parpol bersatu,” ujarnya usai mendftarkan di DPC PDI Perjuangan.

Ia berharap Partai PBB, PDI Perjuangan dan Gerindra dapat mengusungnya pada pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman 2018. Menurutnya, keberadaan partai politik memiliki posisi penting bagi bakal calon, bukan sebatas pengusungan melalui jalur partai politik saja, namun ia meyakini jika parpol adalah mesin politik yang potensial memenangkan pasangan calon kepala daerah dan agregasi kepentingan publik dan masyarakat.

Bergabungnya parpol memilih calon terbaik pilihan masyarakat, kata Mardison, pertanda suksesnya pendidikan politik di tengah masyarakat Pariaman.

“Kita memiliki kedekatan dengan seluruh partai yang ada di Kota Pariaman. Sebagai orang partai kita sangat paham partai itu penting. Perlu kita tegaskan, parpol bukan hanya untuk pengusungan balon saja ke KPU pada pilkada, namun partai adalah mesin yang teruji ampuh mendorong pemenangan suatu pasangan calon dan saluran aspirasi dari masyarakat. Mesin partai sangat berpengaruh dalam kemenangan pasangan calon karena setiap parpol punya basis massa tersendiri,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjungan Kota Pariaman Yusrizal mengatakan pihaknya telah melakukan survey elektabilitas bakal calon walikota dan wakil walikota Pariaman secara mandiri.

Ia membeberkan, dari hasil survey tersebut, tiga nama bakal calon muncul sebagai balon terkuat. Di peringkat pertama, kata dia adalah Wakil Walikota Pariaman Genius Umar. Sedangkan Mardison Mahyuddin dan mantan Walikota Pariaman Mahyuddin berada di peringkat kedua dan ketiga.

Meskipun di beberapa kali survey terjadi penurunan elektabilias Genius Umar, namun tidak mempengaruhi posisi teratas. Mencermati hasil survey internalnya itu, ia menyebut, jika Genius Umar dan Mardison Mahyuddin adalah bakal calon terkuat sebagai salah satu pasangan calon .

“Jika mereka berpasangan (Genius Umar-Mardison) tentu akan menjadi kuat,” ujarnya.

Ia memprediksi, Pilwako Pariaman tahun 2018 hanya akan diikuti oleh dua pasangan calon saja. Hal tersebut dipengaruhi hasil survey Mardison yang berada di bawah Genius dan difavoritkan berpasangan dengan Genius Umar dengan perolehan elektabilias tertinggi.

Yusrizal berharap bakal calon yang mendaftar sekaligus membawa rekomendasi pasangan calonnya dari partai lain, sehingga dapat langsung dilakukan penjajakan koalisi.

PDI Perjungan yang memiliki satu kursi di DPRD Kota Pariaman dipastikan harus berkoalisi dengan partai lain, jika ingin mengusung pasangan calon walikota dan wakil walikota Pariaman. Jika tidak, PDIP akan bergabang dalam koalisi lintas parpol.

Kembali kepada Mardison, terkait rencana pembukaan pendaftaran oleh DPD Partai Golkar Kota Pariaman untuk menjaring pasangan calon, Mardison Mahyuddin selaku ketua partai menyebut hal itu masih menunggu restu dari DPP Golkar.

Ia memprediksi kemungkinan tidak jadinya Golkar Pariaman buka pendaftaran balon karena DPP Golkar sudah mengeluarkan surat rekomendasi calon Golkar untuk Pilwako Pariaman 2018.

"Pasca turunnya rekomendasi calon Golkar untuk Pilwako Pariaman 2018, hingga saat ini DPP belum memberi arahan. Mungkin kita tidak jadi buka penjaringan balon," ujar Mardison.

Rekomendasi tersebut berbunyi bahwa Mardison Mahyuddin merupakan calon tunggal Partai Golkar untuk Pilwako Pariaman 2018. Baik jika maju sebagai walikota maupun wakil walikota. Rekomendasi tersebut juga menegaskan, Mardison selaku kader partai memiliki hak memilih berpasangan dengan calon lain untuk diusung sebagai pasangan calon.

"Golkar juga akan koalisi lintas parpol. Saat ini kita sudah intens dengan beberapa parpol di antaranya PAN dan PBB. Penjajakan dengan parpol lain terus kita lakukan," pungkasnya. (Nanda)