Kunjungi DPRD, Ini Pesan Dewan ke Panwaslu Kota Pariaman

Mangguang --- DPRD Kota Pariaman terima audiensi Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Pariaman, Jumat (22/9/2017) kemaren. Audiensi itu dalam rangka silaturahmi dan perkenalan diri dari anggota Panwaslu yang baru saja dibentuk.

Audiensi disambut oleh Ketua DPRD Mardison Mahyuddin dan Wakil Ketua Syafinal Akbar didampingi Ketua Komisi I Riza Saputra, Ketua BK Jonasri, Anggota DPRD Hamdani, Muhammad Yasin dan Nasril, diterima di ruangan kerja ketua DPRD.

Audiensi itu berjalan dengan penuh keakraban dan berjalan santai. Panwaslu Kota Pariaman yang baru dilantik pada tanggal 25 Agustus 2017 itu, yang diketuai oleh Elmahmudi berkunjung ke dewan didampingi dua anggota yaitu Riswan dan Zaiyar, serta ikut memdampingi sekretariat Panwaslu Riky Falentino.

Elmahmudi mengatakan, Panwaslu Kota Pariaman dilantik tanggal 25 Agustus 2017 oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumbar. Setelah dilantik pihaknya langsung bekerja, salah satunya membangun komunikasi dengan seluruh lembaga negara yang ada di Kota Pariaman.

“Sejak dilantik tanggal 25 Agustus 2017, mulai aktif tanggal 28 Agustus, kami ditugaskan Banwaslu Propinsi Sumbar untuk membangun komunikasi dengan seluruh lembaga negara yang ada di Kota Pariaman,” ujar Elmahmudi.

Untuk itu katanya, Panwaslu Kota Pariaman berkunjung ke DPRD Kota Pariaman sekaligus untuk perkenalan diri dan silaturahim, dan menyatakan bahwa Panwaslu di Kota Pariaman sudah dibentuk. Ia berharap kepada lembaga dewan, bisa membantu kerjanya ikut mencegah dan mengawasi terjadinya pelanggaran pada Pilkada dan Pemilu.

“Kita punya kepentingan yang besar dengan DPRD dan partai politik, komunikasi intensif perlu dilakukan,” tambah Elmahmudi.

Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik audiensi tersebut. Menurutnya, sebagai lembaga perwakilan rakyat pihaknya terbuka dan siap dikunjungi siapa saja, tidak hanya lembaga negara tetapi juga masyarakat.

“Sebagai wakil masyarakat, kita menyambut baik kunjungan ini. Sekaligus bisa berkenalan dan bersilaturahmi,” ujar Mardison Mahyuddin.

Dikatakan, Panwaslu sebagai lembaga pengawas dalam pilkada dan pemilu, diharapkan bisa berlaku adil dan bersifat independen dalam menjalankan tugasnya. Dewan bersama pemerintah daerah setempat ikut mendorong Panwaslu Kota Pariaman bekerja dengan baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Tentu kita berharap Panwaslu bisa bersikap adil dan independen dalam menjalankan tugas tanpa pandang bulu,” harapan Mardison Mahyuddin.

Mardison mengajak seluruh pihak untuk membantu Panwaslu dalam bekerja menjung tinggi integritas pemilu yang jujur dan adil. Ikut mengawasi dan mencegah terjadinya pelanggaran pada Pilkada dan Pemilu. (Doni)
KUA-PPAS APBD Perubahan Kota Pariaman Tahun 2017 Disepakati

Mangguang --- DPRD Kota Pariaman mengesahkan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) ABPD Perubahan Tahun 2017, Jumat (21/9/2017) di Gedung DPRD Kota Pariaman, Manggung, Pariaman Utara.

Pengesahan dilakukan setelah mendengarkan Pandangan Akhir dari masing-masing fraksi yang ada. Pengesahan dilakukan dalam rapat paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Mardison Mahyuddin didampingi Wakil Ketua Syafinal Akbar dihadiri sejumlah anggota dewan. Pihak eksekutif terlihat Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, Sekda Kota Pariaman Indra Sakti, kepala OPD, camat, dan para lurah dan kepala desa.

Mardison Mahyuddin mengatakan, setiap perubahan yang dilakukan dalam APBD harus terlebih dahulu diawali dengan pembahasan KUA-PPAS. KUA-PPAS merupakan kerangka dari APBD. Pihaknya sudah melalui mekanisme tersebut, dan juga sudah mendapatkan persetujuan dari masing-masing Fraksi melalui Pandang Akhir Fraksi yang seluruhnya menyetujui KUA-PPAS tersebut.

“Setiap proses perubahan APBD memang harus melalui pembahasan KUA-PPAS terlebih dahulu, Banggar DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah sudah melakukan pembahasan. Jadi yang disahkan ini merupakan hasil dari pembahsan tersebut,” jelasnya.

Dikatakan, kedua dokumen itu memiliki posisi yang sangat strategis dalam pengelolaan keuangan daerah. Untuk itu dia meminta pemerintah daerah melalui seluruh organisasi perangkat daerah terkait menindaklanjutinya sebagai dasar dalam penyusunan Rancangan APBD Perubahan Kota Pariaman tahun 2017. (Doni)
Makna di Balik Prosesi Maambiak Tanah Tabuik Piaman
Berdoa sebelum "maambiak Tanah"
Pariaman --- Prosesi "maambiak tanah" mengawali rangkaian pesta budaya Tabuik tahun 2017. Proses maambiak tanah dilakukan dengan cara mengambil tanah di dua aliran sungai  Pariaman.

Proses mambiak tanah Tabuik Subarang, dilakukan di aliran sungai Desa Pauah. Sedangkan Tabuik Pasa dilakukan di aliran Sungai Batang Air Pampan Kelurahan Alai Gelombang.

Tuo Tabuik Pasa Syamsul Bahri dan Zulfikar menjelaskan, prosesi maabiak tanah atau mengambil tanah, menyimbolkan tentang asal usul manusia berasal dari tanah.

Pengambilan tanah tabuik dilakukan dengan cara menyelami dasar sungai dan dibungkus dengan kain putih. Usai didoakan, tanah diarak menuju rumah tabuik yang menjadi tempat pembuatan tabuik.

"Maambiak tanah ini menyimbolkan tentang asal usul manusia yang berasal dari tanah. Sedangkan pengambilan tanah di dasar sungai menggambarkan tentang kesucian niat mengawali segala aktivitas," jelas keduanya serentak.

Prosesi maambiak tanah, tidak ada kaitannya dengan hal mistik atau ritual tertentu. "Tidak ada hubungannya dengan ritual tertentu. Hanya sebagai simbol bahwa tentang asal usul manusia," ulasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin mengatakan bahwa pesta budaya Tabuik merupakan aset bagi pariwisata di Kota Pariaman. Ramainya pengunjung yang datang, membuktikan bahwa pesta budaya Tabuik telah menjadi ikon bagi pariwisata Pariaman.

Ia menjelaskan bahwa prosesi budaya Tabuik tidak ada kaitannya dengan ritual karbala yang dilakukan kelompok aliran Syiah.

Ke depan, kata dia, pelaksanaan pesta budaya Tabuik dapat diawali dengan seminar dan sosialisasi tentang nilai-nilai dari pelaksanaan tabuik.

"Tabuik hanyalah budaya yang diselenggarakan untuk kemajuan pariwisata, tidak ada kaitannya dengan aliran tertentu," pungkasnya. (Nanda)
Sikap DPRD Pariaman Tak Rapat di Hotel, Mardison: Kerja Itu Fokusnya, Bukan Lokasinya

Pariaman --- Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin mengatakan pihaknya tidak akan menggelar rapat pembahasan anggaran di hotel-hotel. Paling tidak selama DPRD di bawah kepemimpinannya.

Hampir empat tahun ia menjabat ketua DPRD, perihal tersebut selalu disepakati dengan baik bersama 19 anggota DPRD lainnya.

"Rapat membahas anggaran itu fokusnya, bukan lokasinya. Orangnya, bukan di mana ia membahas. Jadi, kami lebih memilih melakukan rapat pembahas anggaran di kantor, karena kami fokus mengemban aspirasi masyarakat kota Pariaman," kata Mardison di rumah dinasnya, Minggu (17/9/2017).

Politisi Golkar itu mengatakan, pembahasan anggaran di kantor DPRD akan lebih menguntungkan di banding di hotel-hotel. Apalagi hingga ke luar daerah. Selain menghemat waktu bersama eksekutif, juga menghemat anggaran belanja daerah.

"Lebih baik anggaran tersebut untuk pembangunan agar bisa dinikmati masyarakat," sambungnya.

Pembahasan anggaran hingga ke luar daerah dan menginap di hotel, imbuh Mardison, pasti akan menimbulkan kecurigaan bagi masyarakat. "Jangan sampai masyarakat berasumsi-asumsi negatif, ini tidak baik bagi kelancaran pembangunan," tandasnya.

Sementara itu ketua PWI Pariaman Ikhlas Bakri mengatakan, pembahasan anggaran di hotel luar daerah, dalam setahun menghabiskan dana hingga ratusan juta rupiah.

"Biasanya tiap tahun dianggarkan dan jumlahnya mencapai Rp200 hingga 300 juta. Kita beruntung DPRD Kota Pariaman selama empat tahun melakukan pembahasan di kantornya sehingga menghemat uang rakyat hingga Rp1 miliar," ucap Ikhlas Bakri.

Ia berharap sikap yang dilakukan oleh DPRD Kota Pariaman menjadi contoh yang baik bagi daerah lainnya. Selaku ketua organisasi profesi wartawan, ia berharap informasi tersebut tersebar hingga seluruh pelosok Indonesia.

"Apa yang dilakukan DPRD Kota Pariaman layak menjadi contoh bagi daerah lain. DPRD adalah lembaga terhormat yang selalu menjadi sorotan publik, mesti menjadi contoh tauladan bagi segenap masyarakat," pungkas Ikhlas. (OLP)
Genius: Berdonasi Untuk Rohingya, Bentuk Nyata Jihad di Jalan Allah

Pariaman --- Aliansi Masyarakat Pariaman Peduli Rohingnya serahkan donasi bagi pengungsi Rohingya, Myanmar di posko pengungsian Bangladesh melalui Rumah Zakat (RZ) Sumatera Barat di Masjid Annur Zainul, Pariaman, Minggu (10/9/2017) siang.

Penyerahan donasi itu disaksikan langsung oleh Wakil Walikota Pariaman Genius Umar dan Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin beserta Ketua MUI Kota Pariaman.

Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Pariaman Riza Saputra didampingi Koordinator Masyarakat Pariaman Peduli Rohingnya Jupriman, mengatakan, kegiatan penggalangan yang dilaksanakan selama satu pekan itu, berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp91.000.000.

Selain dihimpun di jalanan, penggalangan dana dari pintu ke pintu, juga dilakukan di sekolah menengah atas, kampus dan masjid yang ada di wilayah kota Pariaman.

“Pengurus OSIS, organisasi kemahasiswaan dan OKP juga terlibat dalam penggalangan dana ini. Pengalanggan dilakukan di masing-masing basis, namun dikumpulkan melalui aliansi dan disalurkan melalui satu pintu,” ujarnya.

Menurut Riza, penyaluran bantuan berupa kebutuhan makanan dan tenda pengungsian akan difokuskan pada titik pengungsian di Bangladesh. Saat ini, kata dia, terdapat 360 ribu orang warga Rohingnya masih kekurangan makanan dan tenda pengungsian.

Meskipun telah diserahkan kepada Rumah Zakat, aliansi masih tetap menerima jika ada masyarakat yang ingin mendonasikan hartanya.

“Dana ini akan diserahkan untuk kebutuhan pengungsi Rohingya, tergantung kebutuhan mereka. Untuk saat ini, makanan dan tenda merupakan prioritas kebutuhan. Ini nanti kita titipkan kepada penyalur. Penggalangan dana terus kita lakukan, mungkin akan diserahkan pada tahap selanjutnya,” sebutnya.

Menurut Riza yang juga Ketua Komisi I DPRD Kota Pariaman itu, berempati terhadap pengungsi Rohingya tidak hanya bagi ummat muslim saja. Penderitaan yang diderita penduduk Rohingya ulah krisis kemanusian akan menyentuh siapa pun yang mengetahui, melihat dan mendengar derita yang dialami warga Rohingya.

“Siapa pun pasti akan terketuk hatinya, pasti akan menyisihkan harta, pasti akan berempati juga mengetahui bagaimana pendiritaan pengungsi Rohingya. Tidak harus menjadi Islam agar kita bisa berempati, bagi umat agama lain pun, tindakan kekejaman kepada Rohingya juga dikecam,” sebutnya.

Wakil Walikota Pariaman Genius Umar mendorong agar gerakan penggalangan dana untuk pengungsi Rohingnya di Myanmar oleh aliansi, terus dilakukan. Hal itu dikarenakan masih adanya sumber potensial donasi yang belum sempat digalang oleh aliansi seperti Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Pariaman, pengusaha, kontraktor dan BUMN/BUMD yang ada di kota Pariaman.

Ia juga akan mengeluarkan imbauan kepada ASN di lingkungan Pemko Pariaman untuk menyisihkan sebahagian harta untuk membantu umat muslim Rohingya agar bantuan yang diberikan dari Kota Pariaman lebih maksimal.

“Kita akan maksimalkan penggalangan dana ini. Melalui imbauan, saya mengajak ASN di lingkungan Pemko Pariaman secara sukarela menyumbangkan sebahagian hartanya kepada saudara muslim Rohingya yang sangat membutuhkan bantuan,” ujarnya.

Menurut Genius Umar, pihaknya akan melakukan komunikasi dengan pihak Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Pariaman perihal kemungkinan penyalurkan zakat yang dihimpun Baznas untuk pengungsi Rohingya.

“Kita akan coba koordinasikan kemungkinan itu. Karena Baznas merupakan lembaga otonomi, kita akan sampaikan ide itu,” ulasnya.

Genius mengapresiasi respon cepat masyarakat Pariaman yang melakukan penggalangan dana pasca puncak krisis kemanusian terhadap pengungsi Rohingya. Respon itu, kata dia menandakan tingginya kepedulian dan sikap empati masyarakat Kota Pariaman terhadap sesama manusia dan sesama muslim.

Tidak hanya itu, bagi Genius, penyaluran membantu sesama muslim seperti muslim Rohingya, merupakan bentuk nyata jihad di jalan Allah SWT.

“Jihad itu tidak melalui perang saja, jika kita belum mampu melalui harta kepada sesama muslim, apalagi kepada muslim berjuang mempertahankan aqidah, yang seperti itu juga bagian dari jihad,” katanya.

Senada dengan Genius, Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin juga akan ajak anggota DPRD Kota Pariaman menyisihkan harta untuk disumbangkan kepada pengungsi Rohingya. Ia telah sampaikan ajakan itu melalui pesan WhatsApp kepada rekan anggota dewan dan ASN di lingkungan DPRD Kota Pariaman.

Politisi partai Golkar itu juga mengapresiasi langkah pengalangan dana yang dilakukan oleh masyarakat Kota Pariaman. Inisiatif masyarakat secara mandiri tanpa distimulan oleh pemerintah, menandakan bahwa masyarakat kota Pariaman makin peduli terhadap sesama.

“Mambusek dari bumi, tanpa dikomandoi pemerintah, masyarakat langsung bergerak mengumpulkan donasi. Ini patut kita kembangkan, bukan hanya untuk Rohingya saja, namun juga berempati untuk lingkungan sekitar kita,” kata dia. 

Ia menegaskan, persaudaran dalam Islam tidak sebatas hubungan darah atau kekeluargaan. "Namun persaudaraan yang terbentuk dari kesamaan aqidah dan tauhid yang dimiliki antara muslim Pariaman, Rohingya, bahkan Palestina," tandasnya. (Nanda)
Bahas Anggaran, DPRD Kota Pariaman Pastikan Tidak di Hotel

Mangguang --- Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Pariaman gelar rapat dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemko Pariaman dengan agenda pembahasan rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan APBD tahun anggaran 2017.

Rapat KUA-PPAS Perubahan APBD tahun anggaran 2017 tersebut dilaksanakan Sabtu (9/9/2017) malam di ruangan Rapat Gabungan DPRD Kota Pariaman. Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin yang sekaligus merupakan Ketua Banggar dan dihadiri segenap anggota.

"Demi kepentingan pembangunan kota Pariaman, kita upayakan selekas mungkin. Di DPRD kita sering lembur, rapat marathon, bentuk dedikasi dewan kepada masyarakat," ujar Mardison.

Ia mengatakan pihaknya tidak akan menggelar rapat di hotel-hotel mewah sebagaimana jamak dilakukan dewan. DPRD di bawah kepemimpinannya tidak akan pernah melakukan hal seperti itu. DPRD menurutnya harus memberikan teladan yang baik kepada masyarakat.

"Hampir empat tahun saya menjabat ketua DPRD, tidak pernah sekalipun membahas anggaran di hotel. Kita tidak boleh memboroskan uang rakyat. Amanat rakyat harus dijalankan dengan integritas," sambungnya.

Dalam rapat Banggar, pihak eksekutif dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kota Pariaman Indra Sakti yang juga merupakan Ketua TAPD Kota Pariaman. Ia didampingi Kepala Bappeda Fadhli, dan Plt. Kepala Badan Keuangan Daerah Nofrida beserta jajaran terkait.

Sebelumnya Rancangan KUA-PPAS Perubahan tahun 2017 tersebut sudah dibahas oleh masing-masing Komisi dengan Organisasi Perangkat Daerah mitra kerja.

Sesuai ketentuan yang berlaku, tahapan selanjutnya pembahasan di tingkat Banggar dengan TAPD. Sesuai dengan agenda, rapat dilaksanakan dari tanggal 9 hingga 12 September 2017. (Doni/OLP)
Cuaca Ekstrim, DPRD Sepakat Aktifitas Wisata Pulau Dihentikan Sementara
Foto: Interest.com/istimewa
Pariaman --- Aktivitas wisata penyeberangkan ke pulau Angso Duo ditutup sementara waktu sebagai dampak curah hujan tinggi disertai angin kencang yang terjadi di Kota Pariaman beberapa minggu terakhir ini.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pariaman, Yamunirizal, Sabtu (9/9/2017) di Pariaman, mengatakan, penutupan wisata penyebeberangan karena kondisi saat ini membahayakan bagi wisata dan nelayan yang melakukan penyeberangan ke pulau.

“Gelombangnya cukup tinggi dan tentunya membahayakan bagi penumpang, jika tetap melakukan penyeberangan laut. Demi keamanan, penyeberangan sementara waktu ditutup hingga kondisinya kembali normal,” ujarnya.

Selain wisata penyeberangan ke pulau, BPBD Kota Pariaman juga mengimbau nelayan untuk tidak memaksakan diri melaut dengan kondisi cuaca ekstrim dan memperhatikan keselamatan diri.

“Juga kita imbau nelayan untuk tetap memperhatikan keselamatan dan keamanan diri,” sambungnya.

Meski cuaca ekstrim sejauh ini melanda Pariaman, ia mengatakan belum ada terjadi peristiwa bencana. Menurutnya, belum ada laporan dari masyarakat tentang genangan air yang tinggi dan pohon yang tumbang. Namun demikian, pihaknya tetap menyiagakan dua regu tim penyelamat dan evakuasi guna mengantisipasi terjadinya banjir dan angin kencang.

“Hingga saat ini belum ada laporan tentang banjir dan pohon tumbang di wilayah Kota Pariaman. Namun sesuai dengan SOP kita tetap siagakan personil mengantisipasi banjir ataupun musibah lainnya,” ulasnya.

Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati mengingat kondisi cuaca dan curah hujan yang tinggi. Hujan yang disertai angin kencang berpotensi disertai dengan pohon tumbang.

“Masyarakat yang beraktivitas di luar rumah harus tetap berhati-hati dan memperhatikan kondisi cuaca. Kondisi curah hujan yang tinggi dan angin kencang rawan terjadi banjir dan pohon tumbang,” ujar dia.

Kata dia, tidak ada salahnya jika masyarakat memperhatikan prakiraan cuaca yang diriis oleh BMKG tentang kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.

“Kita bisa memperhatikan prakiraan cuaca dari BMKG sebelum melakukan aktivitas luar rumah. Jika cuaca ekstrim, sebaiknya beraktivitas di luar rumahnya dibatasi dulu,” kata dia.

Khusus wisata penyeberang pulau Angso Duo, ia juga meminta agar nelayan dan pengelola kapal wisata mengutanaman keamanan dan kelaiakan penyeberangan agar menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan.

"Ditutup sementara waktu tidak masalah, yang penting kita utamakan keamanan dan keselamatan wisatawan. Jika memang tidak laik, maka ditutup sementara waktu," pungkasnya. (Nanda)
DPRD Kota Pariaman Akan Gandeng Kemenag Terkait Legalitas Biro Travel Umroh

Mangguang -- Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin, imbau masyarakat untuk berhati-hati memilih biro travel perjalanan umroh agar tidak menjadi korban penipuan investasi.

Menjamurnya biro travel umroh dengan penawaran harga murah belakangan ini, kata dia jangan sampai menjadi motivasi utama masyarakat dalam memilih biro jasa perjalanan umroh. Mempelajari legalitas dan rekomendasi biro penyelenggara dari jemaah yang telah terlebih dahulu menunaikan umroh, perlu dijadikan pertimbangan oleh calon jemaah.

Mencuatnya kasus dugaan penipuan perjalanan umroh dengan korban mencapai ribuan orang calon jemaah oleh First Travel yang berpusat di Jakarta, mestinya menjadi pelajaran bagi masyarakat Kota Pariaman yang ingin menunaikan ibadah umroh ke tanah suci.

“Ini jadi pelajaran bagi kita agar berhati-hati memilih perusahaan perjalanan umroh, jangan sampai niatan kita untuk ibadah batal karena ditipu oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya mengingkatkan.

Diakui Mardison, ia menerima laporan bahwa ada ratusan masyarakat di Kota Pariaman yang ikut menjadi korban pembatalan perjalanan umroh perusahaan First Travel yang memiliki jaringan marketing di Kota Pariaman.

“Saya juga dapat informasi bahwa ada warga kita yang menjadi calon jemaah umroh First Travel. Namun soal datanya siapa saja, kita masih kumpulkan,” akunya.

Mengantisipasi hal itu, kata dia, DPRD Kota Pariaman rencananya akan melakukan koordinasi dengan Kantor Kamenag Kota Pariaman untuk mengetahui kondisi dan perusahaan perjalanan umroh yang beroperasi di Kota Pariaman.

“Kita akan koordinasi dengan kantor Kamenag untuk mengetahui perusahaan perjalanan umroh yang ada di Kota Pariaman terkait legalitas. Jika ada yang tidak legal, kita akan koordinasikan dengan Kepolisian dan Pemko Pariaman untuk melakukan tindakan,” pungkasnya. (Nanda)
Listrik Padam dan Sirine: Cerita di Balik Gempa 6.2 SR
Koordinat gempa 6.2 SR Jumat dinihari pukul 00.06. Foto BMKG
Pariaman -- Gempabumi 6.2 SR yang mengguncang Pariaman dan daerah sekitarnya Jumat dinihari (1/9/2017) pukul 00.06 WIB menimbulkan kepanikan luarbiasa di masyarakat. Meski berselang sesaat pasca gempa BMKG telah mengeluarkan rilis gempa tidak berpotensi tsunami, sebagian masyarakat Pariaman terlanjur mengungsi ke daerah dataran tinggi.

"Begitu gempa yang bunyinya berderak listrik langsung padam, kami sekeluarga panik dan langsung keluar. Kita juga mendengar bunyi sirine kencang dan kami kira itu sirine tsunami, ternyata sirine mobil pemadam (damkar)," ujar Sur (50), warga Pariaman Tengah saat berbincang dengan wartawan usai salat Idul Adha, Jumat pagi.

Saat mengungsi di sekitaran wilayah Padusunan, Sur mengatakan banyak warga lain yang ikut mengungsi ke sana. Bahkan di antara pengungsi tersebut ada warga yang sempat jatuh dari motor saat mengungsi dari rumahnya di Kelurahan Lohong Pariaman Tengah, menuju Padusunan.

"Mereka lari boncengan di atas motor. Gonceng empat bersama istri dan dua anaknya. Di sana kan lagi ada proyek jalan (jalan arah Pasar Pariaman-Kampung Perak-Kampung Keling) ada material menumpuk di pinggir jalan. Karena panik mereka menabrak gundukan material bangunan tersebut dan jatuh. Saya lihat ada bekas luka lecet di siku bagian kirinya, motornya juga gores," ungkapnya.

Kepanikan masyarakat juga terpantau di sepanjang jalan jalur evakuasi. Dinihari itu, pengendara membunyikan klason sahut menyahut. Oleh klakson dan sirine, membuat masyarakat lainnya panik dan akhirnya ikut mengungsi.

Menaggapi hal itu, Anggota DPRD Kota Pariaman Fitri Nora mengatakan, kepanikan pasca gempa oleh masyarakat cukup beralasan karena gempa terjadi saat warga lagi tidur.

"Kemudian ditambah bunyi sirine pemadam kebakaran, mungkin dikira masyarakat sirine tsunami dari balaikota," ujarnya.

Ia membenarkan ada mobil damkar lewat bertepatan saat gempa terjadi. "Saya telpon kabarnya ada pondok pembuat tembok yang terbakar di Kajai (Sungai Rotan). Memang ada mobil damkar menuju ke sana," kata dia.

Namun demikian, calon pimpinan DPRD dan mantan anggota komisi III itu berharap kepanikan demikian tidak terjadi lagi. Ia menyebut lebih separuh desa/kelurahan yang ada di Pariaman sudah kerjasama dengan pihak BPBD terkait penanganan bencana. Hal itu juga mendapat dukungan anggaran dari DPRD untuk membentuk relawan tingkat desa dan kelurahan.

"Kita berharap hal ini dijadikan evaluasi ke depan. Pihak desa juga mesti bisa menenangkan warga dari kepanikan dengan memberikan informasi. Informasi itu bisa melalui pengeras suara masjid dan musala," sambungnya.

Ia menilai kepanikan warga dapat menimbulkan bencana lain. Karena panik, warga lupa mematikan kompor, mengunci rumah. Hal itu menurutnya harus jadi perhatian semua pihak karena penangan bencana tidak akan berhasil tanpa kesadaran dan dukungan masyarakat.

"Relawan siaga bencana desa mesti transfer ilmu siaga bencana ke masyarakat sekitar. Apa yang mesti dilakukan saat gempa dan pasca gempa. Kemudian memberitahukan informasi dari BMKG terkait gempa saat itu apakah berpotensi tsunami atau tidak," jelasnya.

Jika hal itu sudah dilakukan, kata dia, kepanikan masyarakat akan reda. Jika potensi gempa tidak menimbulkan tsunami dari BMKG, masyarakat harus diberitahukan tidak perlu mengungsi.

"Di desa juga ada pincalang yang bisa kerjasama dengan pengurus masjid dan musala untuk menyiarkan informasi tentang gempa. Kita yakin, jika prosedur itu dijalankan, masyarakat akan merasa terlindungi," tuturnya.

Ia berharap Pemko Pariaman ke depan lebih mensosialisasikan siaga bencana secara sederhana kepada masyarakat. Saat momen magrib mengaji, kata dia, hal itu bisa disampaikan langsung. (OLP)
Perayaan HUT RI Ke-72 di Perumahan Jati Raya Indah Berlangsung Meriah
Keakraban Mardison dengan segenap warga komplek Perumahan Jati Raya Indah
Jati Raya -- Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin berikan bonus uang tunai bagi peserta lomba gerak jalan santai yang bisa menghafal teks Proklamasi Indonesia. Lomba gerak jalan santai warga komplek Perumahan Jati Raya Indah itu dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-72 sekaligus HUT Kota Pariaman ke-15, Minggu (27/8/2017).

Salah seorang peserta yang hafal teks Proklamasi Indonesia ternyata istri Mardison Mahyuddin


Dari lima peserta yang dihadirkan ke atas pentas untuk menghafal teks Proklamasi Indonesia, hanya tiga orang yang mampu menghafalnya dengan lantang. Dua lainnya bukan tidak bisa, mereka dianulir dianggap tidak lugas karena terdapat beberapa kesalahan minor dalam penggunaan kalimat. Karena teks proklamasi merupakan 'kalimat suci' yang tidak boleh salah dalam pengucapan, panitia menganggap sepenuhnya salah.

"Bangsa kita berjuang dengan segala cara untuk merebut kemerdekaan. Menggunakan senjata apa saja termasuk bambu runcing hingga negara kita diproklamasikan. Teks Proklamasi Indonesia harus hapal oleh segenap anak bangsa," ujar Mardison.

Perayaan hari kemerdekaan RI di komplek Perumahan Jati Raya Indah berlangsung meriah. Sebelum menggelar lomba gerak jalan santai,  warga dihibur oleh permainan musik KIM berhadiah pada Sabtu malam (26/8) yang berlangsung hingga pukul 24.00 WIB.

Di komplek yang hanya berjarak beberapa meter dari hunian dinas wakil walikota Pariaman Genius Umar dan ketua DPRD Mardison Mahyuddin itu, acara berjalan dengan suasana kekeluargaan. Seluruh warga duduk di kursi yang disediakan panitia. Mereka sibuk mencocokkan angka yang rilis dari dendangan lagu minang ke kupon yang ada di tangan mereka. Sesekali terlihat warga maju ke depan dengan kupon diangkat tinggi pertanda nomor di kupon mereka semuanya keluar dalam lagu. Mereka menang dan langsung mendapatkan hadiah.

Dalam lomba gerak jalan santai Minggu pagi juga tak kalah meriah. Sekitar 300 warga komplek, termasuk anak-anak mengikuti lomba yang dibuka dan sekaligus diikuti oleh Mardison Mahyuddin itu. Di antara anak-anak ada yang menggunakan sepatu roda.

Salah seorang peserta Syafinal Akbar, mengatakan lomba jalan santai mengitari tiga desa/kelurahan berjarak 3,5 km. Desa Rawang, Pauh Timur, kemudian finish di depan komplek perumahan yang masuk wilayah Kelurahan Jati Hilir.

"Kita mulai dari pukul delapan pagi (08.00 WIB). Semua warga semangat termasuk anak-anak," ujar Syafinal Akbar yang juga wakil ketua DPRD Kota Pariaman ini.

Ia berkata bahwa peringatan HUT RI dan HUT Kota Pariaman rutin dirayakan setiap tahun di komplek perumahan itu. "Selalu setiap tahun. Hanya temanya saja yang diubah. Jika dulu ada panjat pinang, sekarang diganti dengan gerak jalan, lomba makan kerupuk dan lomba memasukan paku dalam botol," ungkapnya.

Hadiah yang disediakan juga terbilang besar. Menurut ketua panitia Mery Milanda, seluruh hadiah berasal dari swadaya warga dan donasi. Hadiah utama sepeda dan smartphone khusus untuk pemenang lomba gerak jalan santai, diraih dengan cara diundi.

"Puluhan hadiah lainnya berupa peralatan rumah tangga," sebut Mery Milanda. (OLP)
Genius-Mardison Vs Mahyudin-Ridwan, Azwin Amir Tiarap?

Pariaman -- Desas-desus akan berpasangannya Genius Umar-Mardison Mahyuddin dari koalisi tiga parpol Golkar-PAN-PBB dan wacana akan berkoalisinya Gerindra dengan PKS yang akan mengusung Mahyudin-M Ridwan, menurut salah seorang pengamat politik di Pariaman, Zulbahri, tidak akan menyurutkan niat Azwin Amir maju sebagai calon walikota.

"Azwin Amir tidak akan tiarap. Masih ada koalisi beberapa partai lagi yang tersisa," sebut Zulbahri, di Pariaman, Kamis (24/8).

Ia memprediksi kontestasi Pilkada Pariaman 2018 hampir dipastikan paling banyak oleh tiga pasang calon tanpa calon dari perseorangan atau independen.

Dari ketiga calon tersebut, kata dia, pasangan Genius-Mardison, Mahyudin-M Ridwan lah yang akan bertarung dalam tempo tinggi. Masing-masing tidak boleh lengah. Kedua pasangan calon itu jika jadi terealisasi, dia nilai sengit karena telah memiliki jaringan pemilih berdasarkan emosional dan primordial.

"Mahyudin sudah pernah menjabat walikota dan punya pemilih tradisional yang loyal, sedangkan PKS juga memiliki aleh lungguak (dasar) suara yang jelas," sambungnya.

Kendala satu-satunya yang akan menghambat koalisi tersebut, menurutnya adalah restu dari Partai Gerindra. Partai Gerindra sebagai pemenang kedua pemilu legislatif 2014 di Pariaman, tentu akan berupaya mengusung kadernya sendiri. Namun Gerindra selaku partai politik juga mesti realistis menyikapi keadaan jika kadernya dinilai belum cukup mampu bersaing dalam konteks pilkada.

"Tujuan berpolitik itu kan merebut kekuasaan. Saya kira Gerindra akhirnya akan realistis jika memang kadernya dinilai belum mampu bersaing. Di sini saya rasa bisa saja Mahyudin yang diusung," tuturnya.

Hal itu kata dia cukup mendasar mengingat solidnya hubungan Gerindra-PKS tingkat pusat yang mungkin pada akhirnya menjatuhkan pilihan mereka. PKS yang getol mengusung M Ridwan untuk dipasangkan dengan Mahyudin, berkemungkinan akan dipermulus oleh pengaruh kader PKS di tingkat pusat dengan konco politiknya Gerindra.

Sedangkan Azwin Amir dia nilai akan sulit memenangkan pilkada, mengingat pengemasan politik yang dilakukan Azwin Amir bersama timnya belum menyasar berbagai lini.

Kata dia, dalam konteks pilkada, komunikasi politik yang bersifat elitis mesti sejalan dengan komunikasi publik yang bersifat humanis.

"Azwin Amir jauh tertinggal karena kurangnya komunikasi publik. Mereka tidak memanfaatkan pengaruh media massa dalam perang gagasan. Padahal menurut hasil riset dan pakar komunikasi di Indonesia, pengaruh media mencapai 60 persen mempengaruhi opini publik," terangnya.

Genius-Mardison, sambung Zulbahri, diuntungkan dengan statusnya saat ini. Mereka figur sentral di Pariaman. Selain sebagai sosok populer, lajunya pembangunan di Pariaman akan menguntungkan bagi keduanya.

"Apa yang dilihat masyarakat saat ini dan yang merasa puas dengan kinerja pemerintahan, adalah suara dasar bagi mereka. Belum lagi jaringan pemilih primordial. Sebagai putra asli daerah pasangan itu sangat diuntungkan," sebutnya.

Kelebihan lain Genius-Mardison, ada pada sosok Genius yang telah dinilai publik sebagai pemimpin muda pembawa perubahan. Mereka berdua juga sering tampil di media massa berpengaruh dengan asumsi positif.

Sedangkan pengamat politik nasional asal Pariaman Indra Jaya Piliang, memprediksi Pilkada Pariaman 2018--oleh para calon--minim perang gagasan. Padahal menurutnya, pemilih Pariaman saat ini mayoritas kalangan muda dan pemilih pemula, sudah rasional dalam menjatuhkan pilihan politik.

"Jumlahnya dominan. Perang gagasan sangat diperlukan untuk pemilih rasional. Hal ini para kandidat bisa memanfaat media, baik media massa maupun media sosial," ujarnya.

Indra berpendapat, saat ini kalangan pemilih rasional masih banyak yang belum menentukan sikap politik. Mereka memilih berdasarkan kapasitas calon, bukan berdasarkan emosional.

Dari data yang dihimpun wartawan di lapangan, pemilih rasional di dominasi oleh generasi milenial dan generasi Z. Rentang kelahiran 1976-1986 dan 1987-2000. Kalangan tersebut dinilai kritis dalam menjatuhkan pilihan politik. Kalangan tersebut sangat aktif di media sosial.

Sedangkan untuk pemilih rasional berdasarkan kecamatan, Kecamatan Pariaman Tengah mendominasi. Pemilih Pariaman Tengah sebagai pusat kota, sejak Pilkada pertama 2008 paling menentukan. (OLP)
Duel Maut Genius-Mardison Vs Mahyudin-Ridwan?
Ilustrasi. Foto: Istimewa
Pariaman -- Ketua DPD Partai Golkar Kota Pariaman Mardison Mahyuddin mengaku sudah mendapatkan surat rekomendasi dari DPP Partai Golkar sebagai calon resmi dari partai berlambang pohon beringin itu pada Pilkada Pariaman 2018 mendatang. Bahkan surat rekomendasi tersebut tertera dua nama---untuk pasangan calon walikota dan wakil walikota.

Surat rekomendasi pasangan calon yang ditandatangani oleh Setya Novanto itu saat ini telah berada di tangan Mardison dan calon pasangannya. Siapa nama pasangannya tersebut, Mardison masih merahasiakannya hingga deklarasi resmi pada pertengahan bulan September 2017 mendatang.

"Deklarasi pasangan calon akan digelar pada bulan September nanti, bertempat di Pantai Gandoriah atau di Kantor DPD Golkar Kota Pariaman, mengundang masyarakat dan pengurus Golkar pusat dan provinsi. Lokasi jadwal pastinya masih menunggu kepulangan Ketua DPD Partai Golkar Sumbar Hendra Irwan Rahim dari tanah suci," ujar Ketua DPRD Kota Pariaman itu, di Jakarta, Rabu (23/8) melalui sambungan telepon dari Pariaman.

Sembari menunggu deklarasi, pihak Golkar akan menguatkan koalisi lintas partai pendukung dengan beberapa partai politik di Pariaman di atas surat perjanjian politik yang disahkan oleh notaris.

"Selain kontrak politik dengan sesama partai pengusung, pasangan calon juga akan meneken kontrak politik, tentunya yang baik-baik dan demi kepentingan masyarakat," ungkapnya.

Dari pengamatan wartawan di lapangan, sebagai gambaran, Mardison Mahyuddin bekemungkinan akan maju sebagai wakil walikota berpasangan dengan Genius Umar yang terlebih dahulu telah diusung oleh koalisi PAN dan PBB.

Koalisi parpol Golkar-PAN-PBB disinyalir akan terbentuk dengan pasangan calon Genius Umar-Mardison Mahyuddin yang berkemungkinan disingkat GEMAR.

Jika prediksi tersebut benar, popularitas dan tingkat keterpilihan GEMAR akan sulit dibendung oleh lawan politik head to head. Munculnya wacana Mahyuddin-M Ridwan dengan koalisi Gerindra-PKS dinilai akan menjadi lawan serius bagi GEMAR jika seluruh kader di tubuh Gerindra kompak.

Mahyuddin sendiri jika benar diusung oleh Gerindra, akan sulit menyatukan kader partai besutan Prabowo itu yang merasa terpinggirkan. Kader Gerindra yang 'berdarah' membesarkan partai, dinilai belum rela 'kendaraannya' dipakai oleh Mahyudin yang dinilai punya reputasi 'tidak setia' pada satu partai politik.

Di lain pihak, papol seperti NasDem, Hanura, PDIP kecuali PPP, sangat memungkinkan membangun kekuatan baru jika GEMAR terwujud dan koalisi Gerindra-PKS mengusung Mahyudin-M Ridwan. Di sana ada sejumlah nama bakal calon. Sebut saja Azwin Amir, Edison TRD, dan memungkinkan M Saban--selaku kader Gerindra yang kecewa--maju dari parpol selain Gerindra. M Saban tentu akan membawa sebagian gerbong Partai Gerindra jika ia memutuskan maju bukan dari partai dimana ia menjadi dewan penasehatnya itu.

Jika pasangan calon pada Pilkada Pariaman 2018 mendatang tiga pasang dimana GEMAR dan Mahyudin-M Ridwan ada di dalamnya, dipastikan Pilkada Pariaman berlangsung sengit. Banyak hal yang dipertaruhkan dalam kontestasi politik khususnya oleh dua pasang calon tersebut.

Genius selaku ASN yang wajib berhenti jika maju pilkada dengan Mardison pasangannya--juga mundur di dewan-- akan bertarung hingga titik darah penghabisan. Mereka sadar konsekwensi dari keputusan politiknya maju pilkada.

Pun demikian dengan Mahyudin. Selaku mantan walikota dan mantan calon walikota, pertaruhan gengsi dan harga diri merupakan harga mati. Ia tidak mau kalah lagi. Kekalahan dalam satu kali pilkada dan dua kali pemilu legislatif, telah memukulnya. Sakitnya jangan ditanya. Jika Pilkada Pariaman 2018 tidak memenangkannya, ia akan sulit bangkit kembali. Bisa saja politik menjadi trauma dalam hidupnya.

Pilkada Pariaman 2018 sarat kemungkinan. Segala sesuatu bisa saja terjadi. (OLP)
Hujan dan Angin Kencang, Mardison Imbau Warga Waspadai Pohon Tumbang

Pariaman -- Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin, imbau masyarakat mewaspadai kondisi cuaca ekstrem yang belakangan mulai terjadi di Kota Pariaman.

Kondisi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang yang merata beberapa minggu terakhir, jika tidak diantisipasi akan menganggu aktivitas masyarakat, bahkan bisa menelan korban jiwa. Imbauan tersebut disampaikannya dalam setiap kegiatan kunjungan kepada masyarakat di Kota Pariaman.

“Dalam berbagai kesempatan kita terus sampaikan kepada masyarakat tetap waspada karena kondisi cuaca yang ekstrim. Jika hujan lebat ataupun badai, sebaiknya jangan beraktivitas di luar rumah,” imbaunya di Pariaman, Senin (21/8).

Tingginya curah hujan harus diantisipasi manakala terjadi musibah banjir seperti yang terjadi di tahun 2016 silam.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mempedomani prakiraan cuaca dalam melaksanakan aktivitas di luar rumah. Kemudahan akses informasi melalui aplikasi media sosial dan BMKG, dapat dijadikan rujukan oleh masyarakat memperhatikan perkiraan cuaca.

Selain itu, Mardison juga meminta agar pihak terkait yang berkompeten di bidang penanggulangan kebencanaan terus waspada dengan segala kemungkinan musibah yang disebabkan tingginya curah hujan dan badai.

“Kita juga tetap komunikasi langsung dengan pihak BPBD, jika terjadi resiko tersebut, tentu kita sudah siap,” ulasnya.

Ia juga meminta agar pihak terkait seperti Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Pariaman melakukan pengecekan terhadap pohon-pohon yang ada di jalan umum untuk menghindari terjadinya pohon tumbang dan menelan korban. Jika nantinya terdapat pohon yang telah tua, pihak BLH dapat melakukan peremajaan.

“Jangan sampai ada korban jiwa seperti yang terjadi di daerah lain. Jika memang ada pohon yang telah tua, lakukan peremajaan saja,” pungkasnya. (Nanda)
Mardison Ingatkan KPU Jangan Sampai Pilih Panitia Adhock Timses

Pariaman -- Sejumlah tokoh Pariaman optimis Pilkada Walikota dan Wakil Walikota Pariaman tahun 2018 mendatang akan berjalan lancar dan aman.

Kesuksesan pelaksanaan pilkada di Pariaman tidak hanya oleh kesuksesan pihak penyelenggara pilkada saja. Namun kesuksasannya juga diwujudkan dengan peran aktif masyarakat dalam mewujudkan pilkada badunsanak dan partisipatif.

Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin, di Pariaman, Senin (21/8/2017), menyatakan bahwa dirinya optimis bahwa pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan di Pariaman itu akan berjalan dengan sukses.

Dari sisi penyelenggaraan, kata Mardison, kesuksesan pilkada bukan tanpa alasan. KPU Kota Pariaman sebagai penyelenggara pilkada dipimpin oleh lima orang komisioner itu, kata dia, telah membuktikannya saat penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2014 dan Pilgub Sumatera Barat tahun 2015 silam.

“KPU Kota Pariaman telah membuktikan kinerja pada pelaksanaan pemilu legislatif 2014 dan pilkada gubernur wakil gubernur secara baik. Itu sudah menjadi gambaran kesiapan KPU sebagai penyelenggara pilkada,” ujarnya optimis.

Menurut Mardison, sepanjang sejarah Kota Pariaman sejak resmi berdiri pada tahun 2002 silam, pilkada ataupun pemilu tidak pernah menimbulkan ekses konflik vertikal ataupun horizontal.

“Pilkada di Kota Pariaman tidak akan mengganggu hubungan keharmonisan masyarakat di Kota Pariaman. Meskipun memiliki perbedaan pilihan politik di dalam satu rumah ataupun sesama masyarakat, tidak akan menimbulkan konflik dan pertikaian,” ulasnya.

Ia mengingatkan agar KPU Kota Pariaman hati-hati dalam melaksanakan tahapan awal pembentukan panitia adhock yang dianggap rawan. Panitia adhock terdiri dari PPK, PPS dan KPPS.

Menurutnya, KPU harus memastikan bahwa panitia yang direkrut terjamin netralitasnya yang bukan berasal dari dari pengurus parpol dan bukan tim sukses pasangan calon peserta pilkada.

“Menurut hemat saya, pembentukan adhock salah satu tahapan rawan, maka KPU memang harus memastikan bahwa penyelenggara netral dan tidak ada afiliasi dengan parpol ataupun timses,” katanya.

Sementara itu, pengamat politik yang juga tokoh nasional asal Pariaman, Indra Jaya Piliang memprediksi pilkada walikota dan wakil walikota Pariaman 2018 akan berlangsung kondusif dan tidak ada ekses konflik.

Perkiraan itu bukanlah tanpa sebab. Meskipun demografi masyarakat heterogen, namun kuatnya kebudayaan lokal yang direkat oleh semangat badunsanak serta ditupang rasionalitas berpolitik masyarakat Piaman, menjadi jaminan terselenggaranya pilkada tanpa konflik di Kota Pariaman.

“Meskipun kondisi masyarakatnya mulai beragam, berbeda pilihan politik dalam satu rumah. Namun tidak berdampak pada hubungan sehari-hari. Pemilih di Kota Pariaman itu sangat rasional, tidak akan ada ekses konflik yang akan terjadi,” ujarnya optimis.

Meskipun demikian, kata dia, money politic atau politik uang ia prediksi tetap akan terjadi. Namun politik uang yang menjadi fenomena umum ajang pesta demokrasi, tidak ada mempengaruhi pemilih menentukan pilihannya pada Pilkada Pariaman 2018.

“Meskipun ada yang melakukan politik uang, itu tidak akan dapat membeli suara pemilih. Hal itu biasa, jika ada orang memberikan sejumlah uang dan barang, pasti diterima, tapi tidak menjadi motivasi dalam menentukan pilihan," pungkasnya. (Nanda)
Menimbang Peluang Mardison Jika Bersanding dengan Genius
Mardison saat silahturahmi dengan tokoh nasional asal Sumbar Leonardy Harmainy
Pariaman -- Tokoh masyarakat Sumatera Barat Leonardy Harmainy, menilai sosok Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin, memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Simpati masyarakat terhadapnya, tidak terlepas dari kiprah dan pengabdiannya selama menjadi anggota DPRD belasan tahun.

Mardison, sebut Leonardy, selain memiliki karier cemerlang di pentas politik, juga merupakan pemimpin yang bisa diandalkan.

"Baru Mardison yang menjabat Ketua Partai Golkar ketiga kalinya. Itu tidak mudah, harus ada peningkatan prestasi yang tegas dan terukur," ungkap Leonardy, di Pariaman beberapa waktu lalu.

Menantu mendiang Bupati Padangpariaman Anas Malik itu mengatakan, dalam setiap periode Mardison di Golkar, prosentase perolehan suara partai beringin kuning itu selalu naik di setiap pemilu legislatif di Kota Pariaman.

"Maka dari itu Mardison mendapat rekomendasi dari DPP Golkar untuk menjabat ketua partai ketiga kalinya. Jabatan ketua di Partai Golkar dibatasi hingga dua periode, kecuali ada prestasi luarbiasa dari yang bersangkutan sehingga dipercaya kembali," sambung mantan Ketua DPD Partai Golkar Sumbar dua periode itu.

Dalam konteks Pilkada Pariaman 2018 mendatang, anggota DPD RI itu menilai Mardison Mahyuddin akan diusung oleh Golkar sebagai calon kepala daerah.

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik di Pariaman, Zulbahri, mengatakan peluang mardison di Pilkada Pariaman 2018 mendatang sangat besar. Mardison selain salah satu bakal calon walikota dengan survey tertinggi, juga menjadi penentu kemenangan jika ia pada akhirnya mencalonkan diri sebagai wakil walikota.

"Golkar dengan akan mengusung Mardison di pilkada, memiliki nilai tawar tinggi. Karena akan berkoalisi dengan partai lain, Mardison harus hati hati sebelum mengambil keputusan terkait memilih pasangan calon," ungkap Zulbahri.

Mantan pimpinan DPRD Padangpariaman 1999 - 2004 itu menilai saat ini Mardison paling difavoritkan berpasangan dengan Genius Umar di mana Mardison di posisi wakil. Hasil jajak pendapat berbagai lembaga survey juga condong ke arah itu.

"Kita melihat dinamikanya begitu. Cuma dalam politik selalu ada kemungkinan kemungkinan lain," imbuhnya.

Pilkada Pariaman 2018, sambung pengacara dengan gaya bicara blak-blakan itu, adalah seni dalam memilih pasangan. Jika seorang calon memiliki tingkat keterpilihan tinggi, salah dalam memilih wakil, akan bisa menjerumuskan.

"Hati hati saja, ini tidak main main, karena pemilih Pariaman merupakan pemilih yang unik," tandasnya. (OLP)
Pariaman Expo 2017 di Gandoriah Resmi Dibuka
Stand Polres Pariaman di Pariaman Expo 2017
Gondariah -- Pariaman Expo dan Pameran Pembangunan Kota Pariaman tahun 2017 resmi dibuka Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, Minggu (13/8/2017),di Pantai Gandoriah, diawali dengan tausiah doa bersama ustad kondang Subkhi al Bughuri. Pariaman Expo berlangsung hingga Sabtu 19 Agustus mendatang dengan menampilkan berbagai hiburan kesenian dan musik.

Siriah carano tanda sibukanya Pariaman Expo 2017


Kepala Dinas Perindagkop UMKM Kota Pariaman Gusniyetti Zaunit, menuturkan Pariaman Expo tahun 2017 diikuti oleh 39 stan peserta yang berasal dari BUMN, SOPD Kota Pariaman, perusahaan perbankan, perusahaan automotif dan UMKM lokal Kota Pariaman. Selain lokal, kegiatan tahun ini juga diikuti oleh UMKM yang berasal dari Provinsi Sumatera Barat.


Walikota Mukhlis saat live di RRI Pariaman


“Alhamdulillah tahun ini banyak peserta yang berpartisipasi, tidak hanya dari pelaku UMKM lokal kota Pariaman saja, namun juga ada peserta yang datang dari daerah lain di Sumatera Utara,” ujar dia.

Menurut Gusniyetti, keikutsertaan UMKM dari luar Sumatera Barat dapat memperlus jaringan dan membangun kerjasama antar UMKM dalam memasarkan produknya dan studi komparatif antara sesama UMKM.

“Dengan ikutnya UMKM dari luar yang kadang berbeda produksinya, tentu kita harapkan menambah jaringan pemasaran produk dan juga bisa menjadi studi komperatif antara pelaku UMKM,” ulasnya.

Ia berharap selain memacu perkembangan UMKM lokal di kota Pariaman, Pariaman Expo yang dilaksanakan dikawasan Pantai Gondariah, juga mampu mengundang wisatawan untuk datang ke kota Pariaman.

“Tentu, kita harapkan juga memang ada peningkatan kunjungan wisatawan ke kota Pariaman. Itu salah satu ekses lain yang ingin kita harapkan dengan terselenggaranya acara ini,” harapnya.

Sementara itu, Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, mengatakan, rangkaian kegiatan Pariaman Expo dan Pameran Pembangunan tahun 2017 merupakan salah satu kegiatan menyambut hari ulang tahun Republik Indonesia ke-72.

Tidak hanya sebatas pameran UMKM saja, kegiatan ini juga untuk menampilkan keberhasilan pembangunan yang telah dicapai oleh Pemko Pariaman selam 4 tahun belakangan.

“Kita juga tampilkan pameran pembangunan, ada dipajang capaian-capain keberhasilan pembangunan kota Pariaman 4 tahun terakhir yang dilengkapi dengan data-data statistik. Pameran pembangunan bisa membuat masyarakat tahu perubahan yang telah dilakukan selama ini,” ujarnya.

Dikatakan Mukhlis, berkembangnya sektor pariwisata di kota Pariaman seharusnya menjadi faktor strategis bagi berkembangnya ekonomi kreatif berbasis modal kreatif. Namun hal tersebut belum mampu dimanfaatkan oleh pelaku UMKM di Kota Pariaman sebagai sebuah peluang emas meraup keuntungan ekonomi.

“Dengan berkembangnya pariwisata, peluang ekonomi sangat terbuka bagi pelaku usaha ekonomi kreatif. Banyak hal yang bisa diambil dari peluang peningkatan pariwisata, bisa bidang kulinernya, jasa wisata, kerajinan, dan masih banyak sebetulnya bisa dimanfaatkan,” bebernya.

Ia berharap dengan dilaksanakannya kegiatan itu, pelaku UMKM di kota Pariaman dapat memanfaatkan peluang ekonomi di tengah menggeliatnya pariwisata Pariaman.

“Kita sudah ramaikan kota Pariaman dengan menunjang pembangunan di bidang pariwisata, kita siapkan infrastrukturnya. Nah sekarang sudah ramai, kini tinggal bagaimana pelaku ekonomi dan UMKM kita, memanfaatkan ini,” pungkasnya.

Senada dengan Mukhlis, Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin optimis UMKM di kota Pariaman akan berkembang secara bertahap dari waktu ke waktu.

Dukungan penuh dari Pemko Pariaman yang diwujudkan dalam bentuk pembinaan dan iven promosi serta dukungan anggaran oleh DPRD Kota Pariaman, menurut Mardison, peningkatan UMKM di kota Pariaman dapat diwujudkan.

“Kita dukung penuh upaya pemerintah untuk pemberdayaan UMKM melalui dukungan anggaran untuk segala kegiatan peningkatakan UMKM Kota Pariaman,” ujarnya. (adv)
DPRD Sahkan KUA-PPAS 2018 Pariaman

Mangguang -- Setelah melalui beberapa tahapan pembahasan sesuai mekanisme yang berlaku, DPRD Kota Pariaman akhirnya mensahkan Kebijakan Umum Anggaran dan Perioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD tahun anggaran 2018, Jum’at kemarin (11/8/2017) dalam rapat paripurna di ruangan rapat utama Gedung DPRD.

Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Mardison Mahyuddin didampingi Wakil Ketua Syafinal Akbar --dihadiri oleh segenap anggota dewan-- dari pihak Pemerintah Daerah dihadiri langsung oleh Walikota Pariaman Mukhlis Rahman dan Wakil Walikota Genius Umar.

Persetujuan dan pengesahan KUA-PPAS APBD tahun anggaran 2018 tersebut, ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman antara pemerintah daerah yang ditandatangani oleh Mukhlis Rahman dengan kedua pimpinan DPRD Kota Pariaman.

Pengesahahan dilakukan setelah mendengarkan masukan dan saran melalui masing-masing pendapat akhir fraksi. Lima fraksi yang ada, semuanya menyetujui rancangan KUA-PPAS APBD 2018 tersebut sebagai keputusan dewan.

Ketua DPRD Mardison Mahyuddin menyatakan, KUA-PPAS APBD tahun anggaran 2018 itu sudah dibahas dalam berbagai rapat dewan. Baik di tingkat Komisi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra kerja komisi, maupun di tingkat Badan Anggaran DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah secara rinci.

“Lima fraksi yang ada, seluruhnya menyetujui rancangan KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2018 melalui pendapat akhir masing-masing fraksi. Dokumen ini menjadi acuan bagi pemerintahan daerah dalam menyusun APBD tahun anggaran 2018,” kata Mardison.

Lebih lanjut Mardison mengatakan bahwa diharapkan pemerintah daerah melalui masing-masing OPD bisa mempedomani dokumen tersebut dengan baik dalam melahirkan program kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat Pariaman.

Sementara itu Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada dewan yang sudah membahas dan menyetujui rancangan KUA-PPAS tersebut. Menurutnya, kebersamaan itu tentunya sangat bermanfaat bagi pembangunan Kota Pariaman yang lebih baik ke depannya.

“Saya optimis apa yang dituangkan dalam dokumen KUA-PPAS APBD tahun anggaran 2018 ini, telah sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat, sehingga antara eksekutif dan legislatif telah ada kesamaan pandangan dalam penyusunannya,” ujar Mukhlis.

Dengan telah disetujuinya rancangan KUA-PPAS APBD tahun anggaran 2018, maka tahapan penting siklus dalam pengelolaan keuangan daerah telah dapat dilakukan dengan baik dan lancar.

"Diharapkan masing-masing OPD untuk dapat memperhatikan dengan seksama dan mengimplimentasikan kesepakatan antara dewan dengan pemerintah daerah tersebut dalam rencana kerja anggaran (RKA) masing-masing," tandasnya. (Doni)
KUA PPAS APBD Pariaman 2018 Dibahas Hingga Larut Malam
DPRD bergadang bahas KUA-PPAS
Manggung -- Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Pariaman membahas rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD tahun 2018 bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) setempat. Sudah tiga hari, mulai dari senin 7 Agustus 2017 hingga hari ini, Rabu (9/8) rapat masih berlangsung.

Rapat dilaksanakan secara marathon siang dan malam sesuai agenda Badan Musyawarah (Bamus) rapat bembahasan ditingkat Banggar akan berakhir 9 Agustus 2017.

Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Mardison Mahyuddin yang juga merupakan Ketua Banggar DPRD dan dihadiri segenap anggota. Di pihak eksekutif dihadiri Sekda Kota Pariaman Indra Sakti yang juga merupakan ketua TAPD Kota Pariaman.

Ketua DPRD Mardison Mahyuddin, menyatakan DPRD bergerak cepat membahas draf rancangan KUA-PPAS tahun anggaran 2018 untuk segera dirampungkan. Hal itu kata dia, sudah menjadi komitmen DPRD Kota Pariaman bersama pemerintah daerah melahirkan kebijakan yang strategis dan bermanfaat bagi pembangunan Kota Pariaman.

“Kita berupaya maksimal dalam membahas rancangan KUA-PPAS APBD tahun anggaran 2018. Agar bisa cepat diselesaikan dan dibahas di tingkat selanjutnya. Karena ini dokumen penting, sebagai acuan dalam penyusunan APBD tahun anggaran 2018,” ujar Mardison.

Sebelumnya Dokuemen Rancangan KUA-PPAS tahun 2018 sudah dibahas tingkat Komisi DPRD bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Komisi membahas rancangan KUA-PPAS tahun 2018 tersebut bersama masing-masing OPD mitra kerja. Sesuai agenda Rancangan KUA-PPAS tahun 2018 itu akan di stemotivering  (disahkan) pada tanggal 11 Agustus 2017. (Doni)

DPRD Lepas Jenazah John Edwar ke Peristirahatan Terakhir

Nareh -- Jenazah Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman John Edwar, dimakamkan di pekuburan kaum di Desa Sintuak, Pariaman Utara, Rabu (2/8) siang. Jenazah dimakamkan usai dilepas dalam upacara penghormatan di Kantor DPRD Kota Pariaman di Jl Prof Hamka, Manggung, dan disalatkan di Surau Balai Nareh, Pariaman Utara.

Jon Edwar menghembuskan nafas terakhirnya pada hari Selasa tanggal 1 Agustus 2017 pukul 15.30 WIB saat menjalami perawatan paska operasi di RS Siti Rahmah, Padang.

Tampak hadir di pemakaman Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin, Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman Syafinal Akbar, anggota dan sekretariat DPRD Kota Pariaman beserta SOPD di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman.

Dalam prosesi pemakan, juga dihadiri ratusan kader Partai Gerindra Kota Pariaman. Almarhum John Edwar meninggalkan seorang istri bernama Darmawati (54) dan 4 orang anak: Adrian Edwar (24), Fadhel Edwar (19), Hafidz Edwar (16) dan Salsabila Edwar (11).

Wafatnya John Edwar tidak hanya meninggalkan duka yang mendalam bagi pihak keluarga. Namun duka juga tampak menyelimuti keluarga besar DPRD Kota Pariaman. Pasalnya, John Edwar dikenal ramah kepada sesama anggota DPRD dan pegawai di sekretariat dewan tersebut. 

“Baliau orangnya ramah, tidak pernah ada masalah dengan kawan-kawan dan staf,” kenang Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin, saat pelepasan jenazah almarhum John Edwar di DPRD Kota Pariaman.

Wafatnya almarhum menambah duka bagi keluarga besar DPRD Kota Pariaman. Sebelumnya anggota DPRD Kota Pariaman Alm Devaria juga wafat saat menjalankan tugas konsultasi ke Jakarta pada akhir tahun 2016 silam.

Dikatakan Mardison Mahyuddin, almarhum pernah menceritakan keluhan sakit yang ia alami.

“Paska lebaran almarhum sudah menjalami pengobatan di RSUD Pariaman, RS Siti Rahmah Padang, ia didiagnosa memiliki tumor jinak pada bagian usus akhirnya mengembuskan nafas terakhir dalam kondisi koma, usai operasi,” kenang dia.

Dalam kesempatan itu Mardison berpesan kepada istri dan anak almarhum untuk ikhlas melepas kepergian John Edwar untuk selamanya. (Nanda)
Puluhan Tim Pemenangan Mardison Sambangi Kantor PAN

Alai Gelombang -- Tim pemenangan bakal calon (balon) walikota Pariaman Mardison Mahyuddin serahkan berkas pendaftaran ke DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Pariaman, Senin (31/7/2017) siang.

Puluhan tim pemenangan Mardison Mahyuddin yang berasal dari kader Partai Golkar Kota Pariaman dan tokoh masyarakat Pariaman itu berjalan dari kantor DPD Golkar Kota Pariaman menuju kantor DPD PAN yang letaknya berdekatan.

Ketua rombongan tim pemenangan Mardison Mahyuddin, Life Iswar didampingi wakil ketua DPD Golkar Kota Pariaman Syamsuir, mengatakan penyerahan berkas pendaftaran diwakilkan kepada tim pemenangan menandakan bahwa tim pemenangan Mardison telah terbentuk sejak dini dan telah mulai bergerak menggalang dukungan masyarakat terhadap balonnya.

Absennya Mardison yang dikenal dengan inisial MM itu, disebabkan padatnya jadwal dan agenda dewan yang tengah membahas KUA-PPAS RAPBD Kota Pariaman tahun 2018 di DPRD Kota Pariaman.

“Beliau mempercayakan kepada kami untuk mulai bergerak untuk persiapan Pilkada Pariaman tahun 2018 mendatang,” ujarnya.

Life Iswar menegaskan komitmen balon yang didukungnya untuk maju sebagai calon kepala daerah Kota Pariaman 2018 mendatang. Ia dan rekan-rekan se tim pemenangan tidak mempermasalahkan soal posisi balonnya kelak, apakah sebagai calon walikota ataupun calon wakil walikota Pariaman.

“Kami tidak mempersolkan politik ke depan, apakah MM ini maju sebagai calon walikota ataupun wakil walikota, karena kedua posisi itu adalah kepala daerah dengan tujuan untuk membangun Kota Pariaman ke depan,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua DPD PAN Kota Pariaman Priyaldi didampingi wakil ketua KPPD DPD PAN Kota Pariaman Herlison, mengatakan bahwa DPD PAN Kota Pariaman akan menutup pendaftaran balon walikota dan wakil walikota Pariaman pada 4 Agustus 2017.

Terkait keseriusan Mardison Mahyuddin maju sebagai calon walikota ataupun menjadi wakil walikota Pariaman melalui PAN Kota Pariaman, diakuinya menjadi pertimbangan oleh DPD PAN Kota Pariaman.

“Itu salah satu pertimbangan kami karena DPD PAN sesungguhnya hanya membuka pendaftaran untuk wakil walikota saja. Sedangkan balon walikotanya telah ditetapkan adalah Genius Umar,” ujarnya.

Dikatakannya, kemungkinan koalisi PAN-Golkar sangat mungkin terwujud. Hubungan DPD PAN Kota Pariaman dengan DPD Golkar Kota Pariaman sangat dekat baik dalam parlemen ataupun di luar parlemen.

Priyaldi mengatakan, pihaknya telah menyampaikan sejumlah nama wakil kepada Genius Umar untuk berpasangan pada Pilkada Pariaman 2018 mendatang, namun hingga saat ini belum ada nama yang dipilih Genius Umar.

“Kita sudah usulan beberapa nama, namun belum dipilih oleh pak Genius. Sementara ini baru itu dulu,” sebutnya.

Priyaldi yang juga mantan anggota DPRD Kota Pariaman itu, tidak menampik adanya keinginan kader dari DPD PAN Kota Pariaman dan DPD Golkar Kota Pariaman agar balon walikota yang ditetapkan diusung PAN Kota Pariaman, Genius Umar, dapat disandingkan dengan Ketua DPD Golkar Kota Pariaman Mardison Mahyuddin.

Diakuinya juga banyak saran dan masukan dari akar rumput agar kedua nama disatukan. Namun demikian, ia mempertegas bahwa pemilihan balon wakil walikota sepenuhnya diserahkan kepada Genius Umar.

“Itu kembali kembali ke balon walikotanya (Genius Umar), dengan siapa akan diusung tentu sesuai dengan pilihannya,” bebernya.

Dukungan agar Mardison Mahyuddin maju sebagai walikota ataupun wakil walikota Pariaman juga disuarakan oleh salah seorang tokoh masyarakat Pariaman Amrizal Tanjung. Baginya, sosok Mardison Mahyuddin sangat tepat memimpin Kota Pariaman lima tahun ke depan.

Menurutnya, prestasi MM yang menjadi anggota DPRD Kota Pariaman tiga periode berturut-turut menandakan bahwa sosok Ketua DPD Golkar Kota Pariaman tiga periode tersebut disukai oleh masyarakat untuk memimpin Kota Pariaman.

“Kepopuleran MM dan prestasinya selama ini merupakan modal utama baginya dalam menghadapi kontestasi pilkada,” ujar pemilik Rumah Makan Pauh itu singkat. (Nanda)