Temuan Narkoba di Lapas Pariaman, Kanwil: Masuk Dilempar dari Pagar
Puluhan paket narkoba mulai dari ganja hingga shabu ditemukan saat sidak di Lapas IIB Pariaman. Foto/Nanda
Pariaman ----- Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Kanwil Kemenkum HAM RI Sumatera Barat di Lapas Klas IIB Pariaman pada Senin (23/7) malam, berhasil menemukan puluhan paket narkoba ganja dan shabu-shabu.
       
Dari penggeledahan itu, ditemukan 74 paket kecil ganja siap pakai dibungus kertas koran, 1 paket kantong sedang shabu, 8 paket kecil shabu dan 1 paket shabu dengan berat lebih kurang 3 gram.
   
Puluhan paket narkoba langsung dimusnahkan usai dilakukan serah terima barang bukti dari pihak Kemenkum HAM Sumatera Barat ke Polres Pariaman.
   
Kepala Kanwil Kemenkum HAM Sumatera Barat Dwi Prasetyo dalam keterangan resminya mengatakan, paket narkoba yang disita tidak ditemukan saat penggeledahan di 36 kamar penghuni sel.
        
Puluhan paket itu ditemukan di taman bunga dan di kebun. Sehingga sulit memastikan pemilik paket narkoba tersebut.
   
Ia mengatakan, masuknya narkoba ke Lapas Klas IIB Pariaman tidak mungkin dari portir atau pintu depan yang dijaga petugas. Dwi memprediksi, masuk dengan cara pelemparan paket narkoba dari luar pagar .
   
"Kondisi pagar saat ini jauh dari kelayakan. Ketentuan tinggi pagar lapas ini minimal 10 meter yang tersusun dari 7 meter tembok dan 3 meter kawat. Namun di Pariaman baru tingginya 4 meter. Inilah yang sedang kami diskusikan, bagaimana untuk mencegah narkoba masuk melalui pelemparan tembok ini," kata dia.   
   
Dwi menyebut, pihaknya juga telah mengusulkan pemasangan kamera pengawas CCTV untuk mengoptimalkan pengawasan aktivitas narapidana dan lingkungan Lapas. Saat ini, lanjut dia, belum ada dukungan kamera pengawas untuk memantau aktivitas narapinda di Lapas Klas IIB Pariaman, sehingga pengawasan terhadap aktivitas dan masuknya barang dari luar ke dalam Lapas Klas IIB Pariaman belum maksimal.
       
Diakuinya, kebutuhan kamera pengawas CCTV telah diusulkan setiap tahunnya. Namun, hingga saat ini, belum dipenuhi oleh Kementerian Hukum dan HAM RI.
   
Dipilihnya Lapas Klas IIB Pariaman untuk dilakukan sidak terpusat, tidak terlepas dari banyak informasi pelanggaran yang dilakukan narapidana di Lapas yang berada di Kelurahan Karan Aur, Kota Pariaman itu.
      
Selain itu, kata dia, kondisi infrastruktur Lapas Klas IIB Pariaman yang belum mendukung, terjadinya pelanggaran yang dilakukan narapidana di Lapas Klas IIB Pariaman juga dipicu over kapasitas penghuni.
     
Saat ini tercatat 524 orang narapidana mengisi Lapas Klas IIB Pariaman. Jumlah jauh tidak sebanding dengan kondisi Lapas Pariaman. Menurutnya, pemindahan narapidana Lapas Klas IIB Pariaman sulit dilakukan, karena kondisi over kapasitas narapidana penghuni Lapas juga menjadi permasalahan di berbagai Lapas di Indonesia.
     
"Kerumahmu mau, kami saja pusing ngurusin pindahnya kemana," pungkasnya saat menjawab upaya pemindahan napi dari Lapas Klas IIB Pariaman karena kepadatan penghuni. (Nanda)
Sidak di Lapas IIB Pariaman Temukan TV, Ponsel Hingga Dugaan Paket Narkoba dari Kamar Napi
Lapas IIB Pariaman. Foto/dok.pariamantoday.com
Pariaman ----- Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Barat inspeksi mendadak (sidak) di Lapas Klas IIB Pariaman, Senin (23/7) pukul 21.30 WIB.
      
Rombongan dipimpin langsung Kepala Kanwil Kamenkum dan HAM Sumatera Barat, Dwi Prasetyo. Rombongan setiba di Lapas Klas IIB Pariaman langsung melakukan penggeledahan setiap kamar sel.
       
Hasil pantauan pariamantoday.com di Lapas Klas IIB Pariaman malam ini, puluhan petugas masih sedang melakukan penggeledahan kamar dan pada badan napi. Tampak sejumlah barang-barang dari dalam kamar sel ikut dikeluarkan.
      
Dari pemantauan wartawan tampak petugas membawa barang dalam kamar sel seperti TV, telepon genggam, kipas angin, alat masak, speaker portable, gunting, pisau kater, dan beberapa paket yang diduga (menyerupai) narkoba jenis ganja kering dan shabu-shabu.
     
Hingga berita ini diturunkan, penggeledahan di Lapas Klas IIB Pariaman masih berlangsung. Petugas belum memberikan pernyataan terkait barang-barang tersebut di atas. (Nanda)
Lapas Pariaman Bongkar Penyeludupan Shabu Dalam Makanan Pembesuk
Kalapas Pariaman (kiri) bersama Kasat Reskrim Polres Pariaman apit tersangka M. Foto/Nanda
Pariaman ----- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Pariaman, gagalkan upaya penyeludupan sabu-sabu seberat 25 gram ke dalam Lapas, Sabtu (9/8) sore.
       
Kalapas Klas IIB Pariaman Pudjiono Gunawan, melalui sambungan telponnya, Minggu (10/6), membenarkan jika pihaknya mengamankan pengunjung yang diduga hendak menyelundupkan narkoba ke dalam Lapas Klas IIB Pariaman.

M, warga Sicincin Kabupaten Padangpariaman mengatarkan narkoba jenis shabu dengan modus mengantarkan paket untuk salah seorang napi di Lapas Klas IIB Pariaman.
       
Paket shabu disembunyikan dalam bungkusan makanan tapai yang dikemas dalam bungkusan plastik. Namun, saat pemeriksaan barang bawaan ditemukan paket narkoba tersebut.
      
"M berkunjung sekitar pukul 16.45 WIB untuk membesuk salah seorang napi dan membawa paket tersebut rencananya untuk di antar kepada salah seorang napi. Katanya paket tersebut adalah makanan. Namun dari pemeriksaan saat registrasi, kami temukan ada narkoba jenis shabu yang diselundupkan," ujarnya.
    
Ia mengatakan berdasarkan pemeriksaan awal, diakui M, narkotika kelas I ini rencananya akan diatarkan untuk kepada W, salah seorang narapidana kasus narkotika di dalam Lapas Kelas II B Pariaman.
    
"Setelah kami amankan langsung kita koordinasikan dengan Polres Pariaman. Sekarang sudah diamankan di Mapolres Pariaman," pungkasnya.
     
Penggagalan upaya penyelundupan narkoba di Lapas Klas IIB Pariaman, sudah tercatat dilakukan beberapa kali. Banyaknya napi dengan kasus narkoba, terkadang menjadi pasar tersendiri bagi jaringan pengedar narkoba. (Nanda)
1 Diantara 6 Orang Napi Kabur di Lapas IIB Pariaman Ditangkap Polisi

Roby Afrianto, salah seorang warga binaan atau narapidana di Lapas Klas IIB Pariaman di Karanauar, Pariaman Selatan, yang sempat kabur kembali ditangkap jajaran Opsional Ditresnarkoba Polda Sumatera Barat.

Kapala Lapas Klas IIB Pariaman, Pudjianto, Selasa (18/4), saat dikonfirmasi via seluler oleh wartawan membenarkan penangkapan salah seorang napi kasus narkoba yang kabur bersama 6 orang lainnya pada Sabtu (15/4/2017) dini hari itu.

"Satu orang napi yang melarikan diri Sabtu kemarin telah diamakan oleh jajaran Ditresnarkoba Polda Sumatera Barat dan sekarang telah berada di dalam (Lapas Klas IIB Pariaman)," kata dia.

Namun, hingga kini pihaknya belum mau memberikan penjelasan resmi terkait kronologis penangkapan napi bernama Robi Afriayanto itu. Terkait 5 orang napi lainnya, hingga saat ini masih dilakukan pencaarian.

"Belum dapat menginformasikan, nanti kita koordinasikan dengan Kanwil Kemenkum HAM dulu," pungkasnya.

Informasi yang dihimpun wartawan di lapangan, Roby Afriyanto merupakan warga Rimbo Kaluang, Kota Padang. Ia merupakan napi kasus penyalahgunaan narkoba dengan masa tahanan 8 tahun kurungan penjara dengan ekpirasi atau bebas pada 15 Mei 2023.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya sebanyak enam (6) orang napidana kasus narkoba kabur dari Lapas Klas IIB Pariaman, Sabtu (15/4/2017) dini hari. Keenam napi kabur dengan cara memanjat pagar kawat berduri setinggi 8 meter di lapas itu.

Kaburnya napi diketahui petugas pada pukul 07.00 WIB setelah dilakukannya serah terima petugas piket jaga di Lapas tersebut. Keenam napi yang kabur, masing-masing bernama Refi Rizaldi, Robby Afrianto, Ardiansyah, Syamsul Hidayat, Danil Hamdani, Indra Bayu-- merupakan narapidana kasus narkoba di Kabupaten Padangpariaman, Kota Padang, Kota Pariaman dan Pasaman Barat.

TIM
Lapas IIB Pariaman Kecolongan, 6 Napi Kabur Pakai Tikar Mushola
Napi kabur menggunakan tikar mushola

Sebanyak enam (6) orang napidana kasus narkoba kabur dari Lapas Klas IIB Pariaman, Sabtu (15/4/2017) dinihari. Keenam napi kabur dengan cara memanjat pagar kawat berduri setinggi 8 meter di Lapas itu. Hingga berita ini diturunkan, petugas Lapas dan Polres Pariaman masih melakukan pertemuan di dalam ruangan Lapas.

Informasi yang dihimpun oleh wartawan di lapangan, kaburnya napi diketahui petugas pada pukul 07.00 WIB setelah dilakukannya serah terima petugas piket jaga di Lapas tersebut.

Keenam napi yang kabur, masing-masing bernama Refi Rizaldi, Robby Afrianto, Ardiansyah, Syamsul Hidayat, Danil Hamdani, Indra Bayu-- merupakan narapidana kasus narkoba di Kabupaten Padangpariaman, Kota Padang, Kota Pariaman dan Pasaman Barat.

Hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari petugas Lapas terkait kaburnya napi itu.

Wakapolres Pariaman, Kompol Nofriadi Zein, usai mengelar pertemuan dengan petugas Lapas Pariaman menjelaskan, dari pengecekan di sekitar lapas, diketahui bahwa keenam napi kabur dengan cara membobol loteng, memanjat tower dan turun dari pagar menggunakan tikar Mushola Lapas.

"Kita hanya melakukan backup pencarian napi yang kabur. Dari pengecekan, napi kabur dengan cara memanjat pagar kawat berduri dengan terlebih dahulu membobol loteng," ujarnya.

Ia megatakan, hingga kini pihaknya belum mendeteksi keberadaan keenam napi yang kabur tersebut. Ia mengaku, jika pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres lainnya di wilayah Polda Sumatera Barat untuk menyebar foto dan gambar keenam narapida itu.

"Untuk keberdaanya napi yang kabur kita masih belum bisa mendeteksi keberadaannya. Namun demikian, kita telah sebar informasi dan gambar napi tersebut ke Polres lain," pungkasnya.

Nanda
Lapas IIB Pariaman Kelebihan Kapasitas Dua Kali Lipat



Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Klas IIB Pariaman Pudjiono Gunawan, di Karanaur, Sabtu (7/1/2017), menyatakan bahwa Lapas IIB Pariaman kelebihan kapasitas.

Saat ini menurut dia, Lapas Pariaman dihuni oleh sebanyak 389 narapidana. Sedangkan daya tampung Lapas tersebut hanya untuk 170 narapidana atau warga binaan.

Kelebihan melebihi dua kali lipat itu membuat pihaknya terpaksa menggunakan tiga unit ruang kerja instansi untuk menampung warga binaan.

"Itu juga belum mampu mengatasi kelebihan kapasitas," sebutnya.

Satu kamar tahanan, imbuh Pudjiono, ditempati hingga 21 orang warga binaan, padahal idealnya hanya untuk 10 orang-- sehingga membuat kondisi kamar tahanan berdesakan.

Menyikapi persoalan tersebut, mantan Kalapas Tangerang itu telah memohon kepada Kementerian Hukum dan Hak Azai Manusia melalui Kepala Kantor Wilayah Sumbar.

"Hingga saat ini, belum ada solusi penambahan jumlah personel maupun sarana dan prasarana kamar tahanan bagi warga binaan," kata dia.

Dari sebanyak 389 warga binaan di Lapas IIB Pariaman, jelas Kalapas, 150 orang diantaranya kasus norkoba. Lapas Pariaman memiliki 57 personel.

"Dalam satu regu penjagaan terdapat enam petugas untuk mengawasi empat pos jaga atas, dan tiga pos jaga di bawah," ucap dia.

Ia menambahkan, saat ini sejumlah Lapas yang ada di Sumatera Barat juga mengalami nasib yang sama dengan Lapas Pariaman-- sehingga upaya rotasi warga binaan tidak memungkinkan.

TIM