1 Diantara 6 Orang Napi Kabur di Lapas IIB Pariaman Ditangkap Polisi

Roby Afrianto, salah seorang warga binaan atau narapidana di Lapas Klas IIB Pariaman di Karanauar, Pariaman Selatan, yang sempat kabur kembali ditangkap jajaran Opsional Ditresnarkoba Polda Sumatera Barat.

Kapala Lapas Klas IIB Pariaman, Pudjianto, Selasa (18/4), saat dikonfirmasi via seluler oleh wartawan membenarkan penangkapan salah seorang napi kasus narkoba yang kabur bersama 6 orang lainnya pada Sabtu (15/4/2017) dini hari itu.

"Satu orang napi yang melarikan diri Sabtu kemarin telah diamakan oleh jajaran Ditresnarkoba Polda Sumatera Barat dan sekarang telah berada di dalam (Lapas Klas IIB Pariaman)," kata dia.

Namun, hingga kini pihaknya belum mau memberikan penjelasan resmi terkait kronologis penangkapan napi bernama Robi Afriayanto itu. Terkait 5 orang napi lainnya, hingga saat ini masih dilakukan pencaarian.

"Belum dapat menginformasikan, nanti kita koordinasikan dengan Kanwil Kemenkum HAM dulu," pungkasnya.

Informasi yang dihimpun wartawan di lapangan, Roby Afriyanto merupakan warga Rimbo Kaluang, Kota Padang. Ia merupakan napi kasus penyalahgunaan narkoba dengan masa tahanan 8 tahun kurungan penjara dengan ekpirasi atau bebas pada 15 Mei 2023.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya sebanyak enam (6) orang napidana kasus narkoba kabur dari Lapas Klas IIB Pariaman, Sabtu (15/4/2017) dini hari. Keenam napi kabur dengan cara memanjat pagar kawat berduri setinggi 8 meter di lapas itu.

Kaburnya napi diketahui petugas pada pukul 07.00 WIB setelah dilakukannya serah terima petugas piket jaga di Lapas tersebut. Keenam napi yang kabur, masing-masing bernama Refi Rizaldi, Robby Afrianto, Ardiansyah, Syamsul Hidayat, Danil Hamdani, Indra Bayu-- merupakan narapidana kasus narkoba di Kabupaten Padangpariaman, Kota Padang, Kota Pariaman dan Pasaman Barat.

TIM
Lapas IIB Pariaman Kecolongan, 6 Napi Kabur Pakai Tikar Mushola
Napi kabur menggunakan tikar mushola

Sebanyak enam (6) orang napidana kasus narkoba kabur dari Lapas Klas IIB Pariaman, Sabtu (15/4/2017) dinihari. Keenam napi kabur dengan cara memanjat pagar kawat berduri setinggi 8 meter di Lapas itu. Hingga berita ini diturunkan, petugas Lapas dan Polres Pariaman masih melakukan pertemuan di dalam ruangan Lapas.

Informasi yang dihimpun oleh wartawan di lapangan, kaburnya napi diketahui petugas pada pukul 07.00 WIB setelah dilakukannya serah terima petugas piket jaga di Lapas tersebut.

Keenam napi yang kabur, masing-masing bernama Refi Rizaldi, Robby Afrianto, Ardiansyah, Syamsul Hidayat, Danil Hamdani, Indra Bayu-- merupakan narapidana kasus narkoba di Kabupaten Padangpariaman, Kota Padang, Kota Pariaman dan Pasaman Barat.

Hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari petugas Lapas terkait kaburnya napi itu.

Wakapolres Pariaman, Kompol Nofriadi Zein, usai mengelar pertemuan dengan petugas Lapas Pariaman menjelaskan, dari pengecekan di sekitar lapas, diketahui bahwa keenam napi kabur dengan cara membobol loteng, memanjat tower dan turun dari pagar menggunakan tikar Mushola Lapas.

"Kita hanya melakukan backup pencarian napi yang kabur. Dari pengecekan, napi kabur dengan cara memanjat pagar kawat berduri dengan terlebih dahulu membobol loteng," ujarnya.

Ia megatakan, hingga kini pihaknya belum mendeteksi keberadaan keenam napi yang kabur tersebut. Ia mengaku, jika pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres lainnya di wilayah Polda Sumatera Barat untuk menyebar foto dan gambar keenam narapida itu.

"Untuk keberdaanya napi yang kabur kita masih belum bisa mendeteksi keberadaannya. Namun demikian, kita telah sebar informasi dan gambar napi tersebut ke Polres lain," pungkasnya.

Nanda
Lapas IIB Pariaman Kelebihan Kapasitas Dua Kali Lipat



Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Klas IIB Pariaman Pudjiono Gunawan, di Karanaur, Sabtu (7/1/2017), menyatakan bahwa Lapas IIB Pariaman kelebihan kapasitas.

Saat ini menurut dia, Lapas Pariaman dihuni oleh sebanyak 389 narapidana. Sedangkan daya tampung Lapas tersebut hanya untuk 170 narapidana atau warga binaan.

Kelebihan melebihi dua kali lipat itu membuat pihaknya terpaksa menggunakan tiga unit ruang kerja instansi untuk menampung warga binaan.

"Itu juga belum mampu mengatasi kelebihan kapasitas," sebutnya.

Satu kamar tahanan, imbuh Pudjiono, ditempati hingga 21 orang warga binaan, padahal idealnya hanya untuk 10 orang-- sehingga membuat kondisi kamar tahanan berdesakan.

Menyikapi persoalan tersebut, mantan Kalapas Tangerang itu telah memohon kepada Kementerian Hukum dan Hak Azai Manusia melalui Kepala Kantor Wilayah Sumbar.

"Hingga saat ini, belum ada solusi penambahan jumlah personel maupun sarana dan prasarana kamar tahanan bagi warga binaan," kata dia.

Dari sebanyak 389 warga binaan di Lapas IIB Pariaman, jelas Kalapas, 150 orang diantaranya kasus norkoba. Lapas Pariaman memiliki 57 personel.

"Dalam satu regu penjagaan terdapat enam petugas untuk mengawasi empat pos jaga atas, dan tiga pos jaga di bawah," ucap dia.

Ia menambahkan, saat ini sejumlah Lapas yang ada di Sumatera Barat juga mengalami nasib yang sama dengan Lapas Pariaman-- sehingga upaya rotasi warga binaan tidak memungkinkan.

TIM
Lapas IIB Pariaman Tertibkan Jam Besuk



Memasuki bulan suci Ramadhan 1437H/2016 pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Pariaman melakukan perubahan jadwal jam besuk bagi warga binaan di Lapas tersebut.

Menurut Kepala Lapas IIB Pariaman, Supardi, Kamis (9/6) di Karanaur, Pariaman, perubahan itu hanya terbatas pada kunjungan toleransi lewat jam dinas saja yang mana sebelumnya ada kelonggaran. Sedangkan jam besuk tetap dari pukul 09.00 s/d 12.00 WIB kemudian pukul 13.00 WIB s/d 14.00 WIB.

"Lewat dari jam itu para tamu warga binaan tidak diberikan izin besuk," kata dia.

Masih menurutnya, penegasan SOP di Lapas IIB dalam rangka menyeimbangkan jam dinas pegawai yang terbatas dengan kunjungan pihak keluarga.

Sedangkan untuk paket makanan dan pakaian serta berbagai keperluan warga binaan yang dibawa oleh keluarga, pihaknya mengaku masih bisa dititip kemudian disalurkan kepada warga binaan dimaksud oleh petugas lapas, jika tamu berkunjung di luar jam tersebut.

Pihak Lapas sendiri berencana menambah jumlah petugas Lapas saat lebaran nanti sebanyak 11 personil.

"Warga binaan di Lapas IIB Pariaman saat ini berjumlah 385 napi yang pada saat lebaran akan mengalami peningkatan jumlah kunjungan. Penambahan personil demi keamanan dan kelancaran pelayanan," ungkapnya.


TIM
Polres Pariaman Ungkap Jaringan Narkoba Siap Edar di Lapas II-B Pariaman


22 paket (kecil) narkoba jenis sabu ditemukan di blok 21 (sel narkoba) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-B Pariaman berikut barang bukti lainnya sebuah pirek (peralatan isap sabu), timbangan digital, mancis dan uang Rp300.000, Jum'at pukul 17.00 WIB (16/10).

Menurut Kapolres Pariaman AKBP Ricko Junaldi S.IK penemuan barang haram itu bermula dari laporan petugas lapas kepada dirinya.

"Dari petugas piket lapas melaporkan (siang) ditemukan 22 paket narkoba (sabu) yang diduga milik napi inisial Guru. Penemuan itu hasil pemeriksaan rutin pada barang titipan napi kepada pengunjung yang dilakukan oleh petugas lapas," kata Kapolres di Lapas II-B Pariaman di Karan Aur, Pariaman Selatan.

Menindak lanjuti laporan tersebut dia langsung perintahkan jajaran Satuan Narkoba Polres Pariaman yang dipimpin oleh Kepala Satuan (Kasat) Narkoba AKP Ardhy Zulhasbih Hasibuan untuk melakukan penggeledahan.

Kapolres menerangkan, dari hasil penyelidikan dan penggeledahan oleh jajaran satuan narkoba diduga 22 paket sabu tersebut milik Guru yang akan diedarkan keluar oleh rekannya berinisial AD yang ikut diamankan bersama barang bukti lainnya.

"Guru belum mengakui narkoba yang ditemukan itu miliknya. Kartu dalam HP-nya yang kita sita dia buang," lanjutnya.

Meski demikian, dijelaskan dia, polisi telah menemukan bukti awal kepemilikan sabu tersebut yang akan diserahkan kepada rekanan untuk diedarkan keluar lapas.

Hasil lidik sementara terhadap Guru dan AD sebagai saksi terus dilanjutkan ke tahap selanjutnya dengan melakukan test darah ke Rumah Sakit Bhayangkara di Padang.

Kasus penemuan itu menurutnya akan dikembangkan.

"Kita bersama Kalapas komit berantas jaringan peredaran narkoba di lapas," tambahnya.

Pemasok narkoba ke dalam lapas, kata Kapolres bisa dilakukan siapa saja, baik oleh pengunjung maupun jaringan dalam.

"Cerita-cerita ada peredaran. Semua ada kemungkinan (keterlibatan oknum petugas)," ungkapnya ketika ditanya wartawan.


Kapolres mengapresiasi kerjasama petugas lapas dalam rangka mengungkap jaringan narkoba dalam lapas.

"Buktinya kita mendapat laporan dan dipersilahkan menggeledah. Saya lakukan koordinasi dengan Kalapas via telpon," pungkasnya.

Sementara itu dari pihak Lapas II-B Pariaman mengatakan bahwa Kalapas sedang di luar kota.

"Dari apa yang dikatakan Kapolres dan rekan-rekan saksikan sendiri sudah lebih dari cukup bahwa kami tegas berantas peredaran narkoba di lapas," kata seorang petugas lapas yang enggan disebutkan namanya.



OLP
HUT RI: Dapat Remisi, 4 Napi Lapas IIB Pariaman Menghirup Udara Bebas
Hut RI di Lapas IIB Pariaman



Sebanyak 151 dari 353 orang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Pariaman mendapatakan remisi umum tahun 2015 dalam rangka memperingati HUT RI ke-70, bertempat di Lapas IIB, Karan Aur Pariaman, Senin (17/8)

Menurut Kepala Lapas (Kalapas) Klas IIB Pariaman, Yusran Saad, remisi tersebut terdiri atas remisi umum I atau pengurangan masa tahanan dan remisi umum II atau remisi bebas.

Kata dia, sebanyak 151 narapidana mendapatkan remisi umum I dan 4 narapidana remisi umum II atau remisi bebas. Keempat narapidana itu yakni, Jailani, Yuliandi, Frinanda dan Wahyudi.

Menurut dia, narapidana yang berhak mendapat remisi tersebut adalah yang sudah memenuhi berbagai persyaratan. Seperti telah menjalani masa tahanan minimal satu tahun dan memiliki sikap dan kelakuan yang baik selama menjadi warga binaan di Lapas.

Sementara itu, Walikota Pariaman yang didaulat sebagai inspektur upacara HUT RI ke 70 di Lapas tersebut membacakan sambutan dari Mentri Hukum dan Ham Republik Indonesia Yasonna H. Laoly. Ia mengatakan peringatan HUT ke 70 Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia mengusung tema “ayo Kerja”.

"Hari ini tepat 70 Tahun dimana bangsa Indonesia bergembira karena mendapatkan rahmat dan hidayah dari Tuhan Yang Maha Esa untuk merasakan nikmatnya kemerdekaan," katanya.

Menurut Menkumham yang dibacakan Mukhlis, rasa syukur dalam memperingati hari kemerdekaan ini tentunya menjadi milik segenap lapisan masyarakat. Sebab pada hari ini pemerintah memberikan apresiasi berupa pengurangan masa menjalani pidana ( remisi) bagi mereka yang telah menunjukan prestasi, dedikasi dan disiplin yang tinggi dalam mengikuti program pembinaan.

"Bagi narapidana yang mendapatkan remisi saya ucapkan selamat, semoga dengan pemberian remisi ini akan memberikan kesadaran saudara-saudara untuk selalu berbuat baik," tutupnya.


Surat Keputusan Remisi tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Padangpariaman Ali Mukhni kepada perwakilan tiga orang narapidana. Selain Walikota dan Bupati turut hadir Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, Ketua DPRD Padangpariaman Faisal Arifin, Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin, Kapolres Pariaman, Dandim dan segenap unsur Muspida lainnya.

RZA/OLP