1 Diantara 6 Orang Napi Kabur di Lapas IIB Pariaman Ditangkap Polisi

Roby Afrianto, salah seorang warga binaan atau narapidana di Lapas Klas IIB Pariaman di Karanauar, Pariaman Selatan, yang sempat kabur kembali ditangkap jajaran Opsional Ditresnarkoba Polda Sumatera Barat.

Kapala Lapas Klas IIB Pariaman, Pudjianto, Selasa (18/4), saat dikonfirmasi via seluler oleh wartawan membenarkan penangkapan salah seorang napi kasus narkoba yang kabur bersama 6 orang lainnya pada Sabtu (15/4/2017) dini hari itu.

"Satu orang napi yang melarikan diri Sabtu kemarin telah diamakan oleh jajaran Ditresnarkoba Polda Sumatera Barat dan sekarang telah berada di dalam (Lapas Klas IIB Pariaman)," kata dia.

Namun, hingga kini pihaknya belum mau memberikan penjelasan resmi terkait kronologis penangkapan napi bernama Robi Afriayanto itu. Terkait 5 orang napi lainnya, hingga saat ini masih dilakukan pencaarian.

"Belum dapat menginformasikan, nanti kita koordinasikan dengan Kanwil Kemenkum HAM dulu," pungkasnya.

Informasi yang dihimpun wartawan di lapangan, Roby Afriyanto merupakan warga Rimbo Kaluang, Kota Padang. Ia merupakan napi kasus penyalahgunaan narkoba dengan masa tahanan 8 tahun kurungan penjara dengan ekpirasi atau bebas pada 15 Mei 2023.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya sebanyak enam (6) orang napidana kasus narkoba kabur dari Lapas Klas IIB Pariaman, Sabtu (15/4/2017) dini hari. Keenam napi kabur dengan cara memanjat pagar kawat berduri setinggi 8 meter di lapas itu.

Kaburnya napi diketahui petugas pada pukul 07.00 WIB setelah dilakukannya serah terima petugas piket jaga di Lapas tersebut. Keenam napi yang kabur, masing-masing bernama Refi Rizaldi, Robby Afrianto, Ardiansyah, Syamsul Hidayat, Danil Hamdani, Indra Bayu-- merupakan narapidana kasus narkoba di Kabupaten Padangpariaman, Kota Padang, Kota Pariaman dan Pasaman Barat.

TIM
Lapas IIB Pariaman Kecolongan, 6 Napi Kabur Pakai Tikar Mushola
Napi kabur menggunakan tikar mushola

Sebanyak enam (6) orang napidana kasus narkoba kabur dari Lapas Klas IIB Pariaman, Sabtu (15/4/2017) dinihari. Keenam napi kabur dengan cara memanjat pagar kawat berduri setinggi 8 meter di Lapas itu. Hingga berita ini diturunkan, petugas Lapas dan Polres Pariaman masih melakukan pertemuan di dalam ruangan Lapas.

Informasi yang dihimpun oleh wartawan di lapangan, kaburnya napi diketahui petugas pada pukul 07.00 WIB setelah dilakukannya serah terima petugas piket jaga di Lapas tersebut.

Keenam napi yang kabur, masing-masing bernama Refi Rizaldi, Robby Afrianto, Ardiansyah, Syamsul Hidayat, Danil Hamdani, Indra Bayu-- merupakan narapidana kasus narkoba di Kabupaten Padangpariaman, Kota Padang, Kota Pariaman dan Pasaman Barat.

Hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari petugas Lapas terkait kaburnya napi itu.

Wakapolres Pariaman, Kompol Nofriadi Zein, usai mengelar pertemuan dengan petugas Lapas Pariaman menjelaskan, dari pengecekan di sekitar lapas, diketahui bahwa keenam napi kabur dengan cara membobol loteng, memanjat tower dan turun dari pagar menggunakan tikar Mushola Lapas.

"Kita hanya melakukan backup pencarian napi yang kabur. Dari pengecekan, napi kabur dengan cara memanjat pagar kawat berduri dengan terlebih dahulu membobol loteng," ujarnya.

Ia megatakan, hingga kini pihaknya belum mendeteksi keberadaan keenam napi yang kabur tersebut. Ia mengaku, jika pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres lainnya di wilayah Polda Sumatera Barat untuk menyebar foto dan gambar keenam narapida itu.

"Untuk keberdaanya napi yang kabur kita masih belum bisa mendeteksi keberadaannya. Namun demikian, kita telah sebar informasi dan gambar napi tersebut ke Polres lain," pungkasnya.

Nanda
Lapas IIB Pariaman Kelebihan Kapasitas Dua Kali Lipat



Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Klas IIB Pariaman Pudjiono Gunawan, di Karanaur, Sabtu (7/1/2017), menyatakan bahwa Lapas IIB Pariaman kelebihan kapasitas.

Saat ini menurut dia, Lapas Pariaman dihuni oleh sebanyak 389 narapidana. Sedangkan daya tampung Lapas tersebut hanya untuk 170 narapidana atau warga binaan.

Kelebihan melebihi dua kali lipat itu membuat pihaknya terpaksa menggunakan tiga unit ruang kerja instansi untuk menampung warga binaan.

"Itu juga belum mampu mengatasi kelebihan kapasitas," sebutnya.

Satu kamar tahanan, imbuh Pudjiono, ditempati hingga 21 orang warga binaan, padahal idealnya hanya untuk 10 orang-- sehingga membuat kondisi kamar tahanan berdesakan.

Menyikapi persoalan tersebut, mantan Kalapas Tangerang itu telah memohon kepada Kementerian Hukum dan Hak Azai Manusia melalui Kepala Kantor Wilayah Sumbar.

"Hingga saat ini, belum ada solusi penambahan jumlah personel maupun sarana dan prasarana kamar tahanan bagi warga binaan," kata dia.

Dari sebanyak 389 warga binaan di Lapas IIB Pariaman, jelas Kalapas, 150 orang diantaranya kasus norkoba. Lapas Pariaman memiliki 57 personel.

"Dalam satu regu penjagaan terdapat enam petugas untuk mengawasi empat pos jaga atas, dan tiga pos jaga di bawah," ucap dia.

Ia menambahkan, saat ini sejumlah Lapas yang ada di Sumatera Barat juga mengalami nasib yang sama dengan Lapas Pariaman-- sehingga upaya rotasi warga binaan tidak memungkinkan.

TIM
Lapas IIB Pariaman Tertibkan Jam Besuk



Memasuki bulan suci Ramadhan 1437H/2016 pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Pariaman melakukan perubahan jadwal jam besuk bagi warga binaan di Lapas tersebut.

Menurut Kepala Lapas IIB Pariaman, Supardi, Kamis (9/6) di Karanaur, Pariaman, perubahan itu hanya terbatas pada kunjungan toleransi lewat jam dinas saja yang mana sebelumnya ada kelonggaran. Sedangkan jam besuk tetap dari pukul 09.00 s/d 12.00 WIB kemudian pukul 13.00 WIB s/d 14.00 WIB.

"Lewat dari jam itu para tamu warga binaan tidak diberikan izin besuk," kata dia.

Masih menurutnya, penegasan SOP di Lapas IIB dalam rangka menyeimbangkan jam dinas pegawai yang terbatas dengan kunjungan pihak keluarga.

Sedangkan untuk paket makanan dan pakaian serta berbagai keperluan warga binaan yang dibawa oleh keluarga, pihaknya mengaku masih bisa dititip kemudian disalurkan kepada warga binaan dimaksud oleh petugas lapas, jika tamu berkunjung di luar jam tersebut.

Pihak Lapas sendiri berencana menambah jumlah petugas Lapas saat lebaran nanti sebanyak 11 personil.

"Warga binaan di Lapas IIB Pariaman saat ini berjumlah 385 napi yang pada saat lebaran akan mengalami peningkatan jumlah kunjungan. Penambahan personil demi keamanan dan kelancaran pelayanan," ungkapnya.


TIM
Polres Pariaman Ungkap Jaringan Narkoba Siap Edar di Lapas II-B Pariaman


22 paket (kecil) narkoba jenis sabu ditemukan di blok 21 (sel narkoba) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-B Pariaman berikut barang bukti lainnya sebuah pirek (peralatan isap sabu), timbangan digital, mancis dan uang Rp300.000, Jum'at pukul 17.00 WIB (16/10).

Menurut Kapolres Pariaman AKBP Ricko Junaldi S.IK penemuan barang haram itu bermula dari laporan petugas lapas kepada dirinya.

"Dari petugas piket lapas melaporkan (siang) ditemukan 22 paket narkoba (sabu) yang diduga milik napi inisial Guru. Penemuan itu hasil pemeriksaan rutin pada barang titipan napi kepada pengunjung yang dilakukan oleh petugas lapas," kata Kapolres di Lapas II-B Pariaman di Karan Aur, Pariaman Selatan.

Menindak lanjuti laporan tersebut dia langsung perintahkan jajaran Satuan Narkoba Polres Pariaman yang dipimpin oleh Kepala Satuan (Kasat) Narkoba AKP Ardhy Zulhasbih Hasibuan untuk melakukan penggeledahan.

Kapolres menerangkan, dari hasil penyelidikan dan penggeledahan oleh jajaran satuan narkoba diduga 22 paket sabu tersebut milik Guru yang akan diedarkan keluar oleh rekannya berinisial AD yang ikut diamankan bersama barang bukti lainnya.

"Guru belum mengakui narkoba yang ditemukan itu miliknya. Kartu dalam HP-nya yang kita sita dia buang," lanjutnya.

Meski demikian, dijelaskan dia, polisi telah menemukan bukti awal kepemilikan sabu tersebut yang akan diserahkan kepada rekanan untuk diedarkan keluar lapas.

Hasil lidik sementara terhadap Guru dan AD sebagai saksi terus dilanjutkan ke tahap selanjutnya dengan melakukan test darah ke Rumah Sakit Bhayangkara di Padang.

Kasus penemuan itu menurutnya akan dikembangkan.

"Kita bersama Kalapas komit berantas jaringan peredaran narkoba di lapas," tambahnya.

Pemasok narkoba ke dalam lapas, kata Kapolres bisa dilakukan siapa saja, baik oleh pengunjung maupun jaringan dalam.

"Cerita-cerita ada peredaran. Semua ada kemungkinan (keterlibatan oknum petugas)," ungkapnya ketika ditanya wartawan.


Kapolres mengapresiasi kerjasama petugas lapas dalam rangka mengungkap jaringan narkoba dalam lapas.

"Buktinya kita mendapat laporan dan dipersilahkan menggeledah. Saya lakukan koordinasi dengan Kalapas via telpon," pungkasnya.

Sementara itu dari pihak Lapas II-B Pariaman mengatakan bahwa Kalapas sedang di luar kota.

"Dari apa yang dikatakan Kapolres dan rekan-rekan saksikan sendiri sudah lebih dari cukup bahwa kami tegas berantas peredaran narkoba di lapas," kata seorang petugas lapas yang enggan disebutkan namanya.



OLP
HUT RI: Dapat Remisi, 4 Napi Lapas IIB Pariaman Menghirup Udara Bebas
Hut RI di Lapas IIB Pariaman



Sebanyak 151 dari 353 orang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Pariaman mendapatakan remisi umum tahun 2015 dalam rangka memperingati HUT RI ke-70, bertempat di Lapas IIB, Karan Aur Pariaman, Senin (17/8)

Menurut Kepala Lapas (Kalapas) Klas IIB Pariaman, Yusran Saad, remisi tersebut terdiri atas remisi umum I atau pengurangan masa tahanan dan remisi umum II atau remisi bebas.

Kata dia, sebanyak 151 narapidana mendapatkan remisi umum I dan 4 narapidana remisi umum II atau remisi bebas. Keempat narapidana itu yakni, Jailani, Yuliandi, Frinanda dan Wahyudi.

Menurut dia, narapidana yang berhak mendapat remisi tersebut adalah yang sudah memenuhi berbagai persyaratan. Seperti telah menjalani masa tahanan minimal satu tahun dan memiliki sikap dan kelakuan yang baik selama menjadi warga binaan di Lapas.

Sementara itu, Walikota Pariaman yang didaulat sebagai inspektur upacara HUT RI ke 70 di Lapas tersebut membacakan sambutan dari Mentri Hukum dan Ham Republik Indonesia Yasonna H. Laoly. Ia mengatakan peringatan HUT ke 70 Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia mengusung tema “ayo Kerja”.

"Hari ini tepat 70 Tahun dimana bangsa Indonesia bergembira karena mendapatkan rahmat dan hidayah dari Tuhan Yang Maha Esa untuk merasakan nikmatnya kemerdekaan," katanya.

Menurut Menkumham yang dibacakan Mukhlis, rasa syukur dalam memperingati hari kemerdekaan ini tentunya menjadi milik segenap lapisan masyarakat. Sebab pada hari ini pemerintah memberikan apresiasi berupa pengurangan masa menjalani pidana ( remisi) bagi mereka yang telah menunjukan prestasi, dedikasi dan disiplin yang tinggi dalam mengikuti program pembinaan.

"Bagi narapidana yang mendapatkan remisi saya ucapkan selamat, semoga dengan pemberian remisi ini akan memberikan kesadaran saudara-saudara untuk selalu berbuat baik," tutupnya.


Surat Keputusan Remisi tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Padangpariaman Ali Mukhni kepada perwakilan tiga orang narapidana. Selain Walikota dan Bupati turut hadir Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, Ketua DPRD Padangpariaman Faisal Arifin, Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin, Kapolres Pariaman, Dandim dan segenap unsur Muspida lainnya.

RZA/OLP
Maraknya Peredaran Narkoba Membuat Lapas Pariaman Over Kapasitas



Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pariaman yang terdiri Kepolisian, Kesbangpol Linmas, Dinas Kesehatan, dan Satpol PP melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Lapas Pariaman dalam rangka mengantisipasi peredaran narkoba di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Rombongan terdiri atas Kabag Ops Polres Pariaman Kompol Syahril, Kasat Narkoba AKP Vivri Andri, Kepala Kesbangpol Yusrizal beserta seluruh Kabid, Kasat Pol PP, Senin, (06/04).


Rombongan itu disambut langsung oleh Kalapas Pariaman Yusran Saad. Yusran menjelaskan keadaan Lapas Pariaman yang saat ini berisi sebanyak 343 narapidana sebagian besar terkait kasus narkoba.

Dituturkan dia bahwa Lapas IIB Pariaman mempunyai 6 Blok, yakni, blok A tahanan, blok B narkotika, Bbok C isolasi, blok D kriminal umum, blok E yang diisi oleh para pekerja dan Blok F wanita.

"Perkamar yang seharusnya berisi maksimal 9 orang saat ini berisi sebanyak 15-20 orang, sehingga keadaan yang over capacity ini sangat tidak memenuhi unsur kemanusiaan," katanya.


Sementara itu, Kadis Kesbangpol Linmas Yusrizal mengatakan bahwa Pemko Pariaman sangat komit dalam memberantas peredaran narkoba di Pariaman, salah satunya dengan melakukan sidak yang nantinya akan di adakan secara berkala.

"Sehingga akan dapat mengantisipasi semakin maraknya peredaran narkoba yang ada di tengah masyarakat," ucapnya.

Disamping itu, Kompol Syahril mengatakan dengan over capacitynya hampir semua lapas yang ada di Indonesia termasuk Kota Pariaman, yang harus dilakukan saat ini adalah pencegahan.

"Dimulai dari keluarga dan lingkungan. Dengan adanya pengawasan dan kondisi kondusif di keluarga akan membuat seseorang akan dapat menetralisir pengaruh negatif yang ada, termasuk narkoba", ujarnya.


Pada saat sidak, petugas dari kepolisisan memeriksa setiap penghuni yang ada di setiap kamar. Sedangkan dari Dinas Kesehatan melakukan tes urine kepada penghuni lapas yang diambil secara acak.


J/OLP
Dapat Remisi dan Bebas di HUT RI, Ini Pesan Mukhlis dan Ali Mukhni di Lapas IIB Pariaman




Walikota Pariaman Mukhlis Rahman dan Bupati Padangpariaman Ali Mukhni bersama Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, Ketua DPRD Padangpariaman Faisal Arifin, Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin, Setdako Armen, Kepala Pengadilan Negeri Pariaman Efendi Mukhtar, Kapolres Pariaman AKBP Gandung D Wardoyo, Dandim 0308 Pariaman Letkol Nursyamsudin, dan sejumlah pejabat daerah lainnya,  disambut oleh Kalapas IIB Pariaman Asman Tanjung di Lapas IIB Pariaman Karan Aur dalam rangka acara pemberian remisi umum pada hari kemerdekaan RI ke-69 Tahun 2014 kepada narapida dan anak pidana warga binaan lapas IIB Pariaman di lapangan olahraga dalam komplek lapas, Minggu pagi (17/8).

Pada acara tersebut, Mukhlis Rahman sekaligus inspektur upacara membacakan pidato Mentri Hukum dan Hak Azazi Manusia Republik Indonesia terkait dasar hukum pemberian remisi kepada narapidana yang berkelakuan baik selama menjadi warga binaan. Dari total 305 warga binaan di lembaga pemasyarakatan Klas IIB Pariaman, remisi umum diberikan kepada 128 narapidana dan remisi umum kategori II kepada 5 orang narapina.
 

Pengurangan hukuman terkait pemberian remisi kepada warga binaan bervariasi, mulai dari 1 bulan pengurangan masa tahanan, 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, hingga 5 bulan. 5 (lima) orang diantara narapidana yang mendapat remisi umum II langsung dibebaskan karena telah mencapai masa hukuman tepat pada hari kemerdekaan Republik Indonesia tersebut. Kelima  narapidana yang dibebaskan itu adalah, Johan Prasetya Robi, Sukriman, Faisal Tanjung, Irfandi, dan lerio Yuki Harianto.

Kepada mereka yang bebas pada hari itu selain mengucapkan selamat, Mukhlis juga berpesan agar setelah bebas dan kembali kepada keluarga dan masyarakat narapidana merobah perilaku agar menjadi pribadi yang lebih baik, serta mengaplikasikan keterampilan yang diajarkan selama menjalani masa hukuman di lembaga pemasyarakatan melalui program-program yang telah diberikan selama menjadi warga binaan.

"Mungkin selama ini mereka kilaf menjalani kehidupan sehingga menjalani hukuman. Setelah ditempa selama menjadi warga binaan, saya berharap mereka mampu kembali ke tengah masyarakat dan menjadi orang yang lebih baik dan sekaligus menjadi motivator kepada masyarakat betapa sakit pengalaman selama mereka hidup menjalani hukuman di penjara, sehingga masyarakat lainnya yang mendengar tidak mau berbuat serupa," ucap Mukhlis.

Senada dengan Mukhlis, Bupati Ali Mukhni juga memberikan pesan dan nasehat khusus pada warga binaan yang di bebaskan pada hari itu langsung ketika bersalaman sebagai ucapan selamat kepada narapidana yang dibebaskan.

"Tadi saya pesankan langsung pada saudara-saudara kita yang bebas di hari kemerdekaan ini ketika menyalami mereka, agar setelah kembali ke masyarakat jangan mengulangi perbuatan yang sama. Jadilah orang yang baik dan berubahlah, perkuat amal ibadah agar di lapangkan dan di mudahkan rejeki oleh Allah SWT," sebut Bupati.

Sementara itu, Ketua DPRD Padangpariaman Faisal Arifin dan Wakil Walikota Pariaman Genius Umar senada menghimbau agar masyarakat menerima mantan narapidana sebagai warga normal lainnya. Jangan bedakan mereka, apalagi sampai mengucilkan mereka di tengah pergaulan masyarakat.

"Nanti kita coba lihat program apa saja yang ada di dinas terkait di Kota Pariaman untuk membantu mantan napi warga Kota Pariaman yang punya keterampilan supaya bisa disalurkan," ujar Genius.

OLP
Inilah Alasan Keterlambatan Surat Suara Datang ke Lapas IIB Pariaman
 Wakil Walikota Pariaman Genius Umar meninjau TPS V Lapas II B Pariaman ditemani Kalapas dan Komisioner KPU (atas) Warga binaan gunakan hak pilih dengan tertib (bawah)



Dari pantauan kami bersama tim di lapangan, Pemilu Legislatif yang berlangsung hari ini, Rabu 9 April 2014 diperkirakan partisipasi pemilih cukup tinggi, khususnya untuk Kota Pariaman. Hal itu dibuktikan dengan beberapa TPS yang lebih dari 90% pengguna hak pilih datang dan sudah menggunakan hak pilihnya, seperti di TPS I dan II Kelurahan Alai Gelombang, TPS I, II, III, IV dan V di Kelurahan Karan Aur, Kecamatan Pariaman Tengah, serta beberapa TPS di Kecamatan Pariaman Utara, Timur dan Selatan yang kami ambil sebagai sampel tingkat partisipasi pemilih. Hampir dipastikan, Pileg 2014 prosentase tingkat pemilih lebih tinggi daripada Pilkada Kota Pariaman 2013 lalu.

Suasana TPS II Kelurahan Alai Gelombang dimana penulis gunakan hak pilih. Terdapat 300 DPT, 24 DPKTB dan 12 DPTB. 4 surat suara rusak dan 0 sisa surat suara.

Di Kelurahan Karan Aur terdapat lima TPS. Satu TPS khusus, yaitu TPS V yang berada di Lapas II B Pariaman. Di lapas II B tersebut, jumlah DPT (Daftar Pemilih Tetap) hanya 19 orang pemilih (karena arus keluar masuk narapidana), sedangkan jumlah DPK (Daftar Pemilih Khusus) 277 orang pemilih, DPKTB (Daftar Pemilih Khusus Tambahan) 13 orang pemilih (narapidana yang baru masuk beberapa hari sebelum hari pencoblosan). TPS V tersebut memang di khususkan untuk warga binaan Lapas II B Pariaman.




Menurut Asman Tanjung, SH MH, Kalapas II B Pariaman, semua warga binaan harus dapat memilih sesuai dengan hati nurani mereka masing-masing tanpa ada paksaan dan arahan.


Ka-Kanwil Hukum dan Ham Sumbar sidak ke Lapas II B Pariaman (atas) Ketua KPU Budi Utama memantau TPS V Lapas (kiri bawah) warga binaan di data sebelum memilih (kanan bawah)
 
"Bedanya Pileg sekarang dengan Pilkada lalu adalah ketersedian surat suara. Pilkada 2013 surat suara sudah tersedia sejak pagi. Sedangkan Berhubung di TPS ini jumlah DPT hanya 19 orang pemilih, sedangkan DPK 277 pemilih, ditambah DPKTB 13 pemilih, maka kami musti menunggu surat suara limpahan dari empat TPS lainnya yang ada di empat TPS lain yang ada di Kelurahan Karan Aur ini." 


"Proses pemungutan suara dilakukan secara transparan agar tidak ada kecurigaan-kecurigaan dari masyarakat. Kita berupaya menyuguhkan Demokrasi yang sehat di sini," ujar Kalapas.

Surat suara tambahan untuk DPK datang pada pukul 11.15 WIB. Diantara surat suara yang datang adalah limpahan dari TPS I sebanyak 67 surat suara, TPS II sebanyak 70 surat suara, TPS III sebanyak  70 surat suara dan TPS IV 67 surat suara.

"Surat suara untuk DPT sudah ada sejak pagi sebagaimana di TPS-TPS lainnya. Berhubung di lapas banyak DPK dan DPKTB, sesuai aturan, surat suara tambahan diambil dari sisa 2% per TPS yang ada di seluruh TPS di Kelurahan Karan Aur. Sisa surat suara 2% sudah diatur oleh KPU Pusat untuk antisipasi pemilih tambahan." 


"Jadi, surat suara yang datang terlambat, sebenarnya bukan terlambat, namun sesuai dengan aturannya," kata Alfiandri Zaharmi, Komisioner KPU Kota Pariaman bidang sosialisasi dan informasi menjelaskan.

Dari pantauan kami yang meliput dari awal di Lapas II B Pariaman, pemilihan berlangsung aman lancar dan tanpa ada paksaan.

Wakil Walikota Pariaman Genius Umar menyempatkan diri untuk memantau langsung suasana TPS di Lapas II B Pariaman. Sebelum kedatangan Genius, Kepala Dinas Dikpora Kanderi sudah datang juga memantau sebelumnya ke Lapas II B Pariaman tepatnya pada pukul 9 pagi.

"Ini adalah alek Indonesia. Warga binaan adalah pemilih, walau bagaimanapun mereka adalah Warga Negara Indonesia," kata Genius saat meninjau ke Lapas bersama jajaran Pemko Pariaman.

Disamping dari pihak Pemko Pariaman, Wakapolres Pariaman Kompol Asri Wardi Chan dan Kapolsekta Pariaman AKP Masri beserta anggota, juga memantau kegiatan pemilihan umum di Lapas II B Pariaman tersebut.

Tanpa di duga sebelumnya, Ka-Kanwil Hukum dan Ham Sumbar Drs, Purwadi Utomo, Bcip, SH melakukan sidak ke Lapas II B Pariaman untuk memastikan warga binaan mereka menggunakan hak pilihnya sebagaimana masyarakat lain pada umumnya.

"Meskipun tidak tertata dengan baik TPS nya, hal ini dapat kami maklumi berhubung banyaknya DPK daripada DPT," kata Purwadi.

Hingga tulisan ini dipublish, di beberapa TPS yang ada di Kota Pariaman baru akan memulai penghitungan suara.

Catatan Oyong Liza Piliang
Kalapas IIB Pariaman: Jika Napi Kami Tidak Kembali, Itu Tanggungjawab Kejaksaan


                                        Ilustrasi


Seorang saksi, Narapidana Lapas IIB Pariaman yang dihadirkan oleh Kejaksaan Negeri Pariaman di persidangan dikabarkan menghilang di Pengadilan. Hal tersebut kami ketahui siang tadi dari narasumber kami di Pengadilan Negeri Pariaman tersebut.

Menurut Kalapas IIB Pariaman, Asman Tanjung, SH, MH, Kejaksaan Negeri Pariaman meminjam tahanan dari Lapas untuk dihadirkan sebagai saksi oleh Kejaksaan di persidangan sejak hari senin 23/12/2013. Ia membenarkan bahwa hingga kini saksi tersebut belum dikembalikan ke lapas.

"Benar, dikabarkan lari. Seorang Napi dipinjam oleh Kejaksaan Negeri Pariaman sejak kemarin untuk dihadirkan sebagai saksi di pengadilan. Hingga kini saksi tersebut belum dikembalikan," Kata Asman kepada kami Selasa 24/12/2013 pukul 16.30 WIB.

Lebih lanjut Asman mengatakan, Kejaksaan musti bertanggungjawab, dan Lapas tidak bisa disalahkan karena hal ini.

"Itu tanggungjawab mereka Kejaksaan. Jika kabur mereka yang musti bertanggungjawab," ungkapnya lagi.

Ketika hal tersebut kami tanyakan kepada Kajari Pariaman, Yulitaria, SH, MH, pukul 16.40 via seluler, Yuli mengatakan bahwa Napi yang dilaporkan hilang tersebut sudah dapat, Namun mereka belum koordinasi dengan pihak Lapas.

"Pukul 13.00 WIB siang tadi, Kasi Pidum Yarnes telah melaporkan kepada saya bahwa Napi tersebut sudah ditemukan. Ini saya rencana mau menuju Lapas. Silahkan bapak kontak ponsel Yarnes jika tidak percaya, ini saya kirim nomornya," Jelas Yuli.

Menyikapi hal tersebut, melalui nomor ponsel yang diberikan Kajari, kami mencoba mengontak Yarnes melalui ponselnya untuk konfirmasi lanjutan. Namun setelah 2 kali kami coba hubungi dia tidak mengangkatnya.

Untuk memastikan keberadaan Napi yang dikabarkan kabur itu, pada pukul 20.17 kami menghubungi Kalapas IIB Pariaman kembali. Ia mengatakan bahwa hingga kini Napi yang dipinjam oleh pihak Kejaksaan tersebut belum dikembalikan.

"Tidak ada, dan belum dikembalikan ke lapas. Jika sudah dikembalikan pasti saya dihubungi sama anggota. Atau mungkin pihak Kejaksaan masih membutuhkan Napi tersebut," Jelasnya.

Catatan Oyong Liza Piliang