Polres Pariaman Tahan 9 Penjudi, 1 di Antaranya Bos Judi Online
Kapolres Pariaman perlihatkan barang bukti yang diamankan dari para tersangka. Foto/Nanda
Pariaman - Sebanyak 9 orang pejudi dibekuk jajaran Polres Pariaman selama satu pekan pelaksanaan Operasi Pekat tahun 2018.
         
Enam orang tersangka diamankan saat tengah melakukan judi meja jenis ceki (koa). Sedangkan tiga tersangka lainnya, merupakan bandar judi jenis toto gelap (togel).
        
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Dari kesembilan tersangka diamankan uang tunai Rp1,6 juta, beberapa unit telpon genggam dan kartu ATM.     
        
"Tersangka ini kita amankan di lima TKP yang berbeda, namun keseluruhannya kita amankan dan kedapatan tengah berjudi," terang Kapolres Pariaman, AKBP Andry Kurniawan didampingi Kasat Reskrim Polres Pariaman, AKP Ilham Indarmawan di Mapolres Pariaman, Jumaat (31/8) siang.
        
AKBP Andry menyebut jika pihaknya terus mengoptimalkan pemberantasan praktik judi di wilayah Polres Pariaman. Selain operasi pekat, upaya pemberantasan judi tetap terus digiatkan.
        
Ia juga meminta agar masyarakat aktif membantu kepolisian memberikan informasi tentang aktivitas perjudian di wilayah Polres Pariaman.
        
"Masyarakat juga tolong bantu menginformasikan tentang aktivitas pekat ini," kata dia.
         
Akibat perbuatannya, para tersangka terancam mendekam di balik jeruji penjara selam 5 tahun.
         
"Kita kenakan pasal 303 KUHP, ancamannya maksimal kurungan 5 tahun," pungkasnya.
           
Salah seorang tersangka, AY (30) diamankan saat tengah merekap angka togel pesanan pelanggan. AY merupakan bandar togel online. Ia melayani penjualan pasangan angka togel dari pembeli sejak 3 bulan terakhir. Tidak tanggung-tanggung, Rp600 ribu bisa ia dapatkan dari penjualan.
           
Bermodalkan akun di salah satu situs judi online, AY menjelma menjadi bandar togel online di daerah tempat ia tinggal. (Nanda)
Merasa Gelisah dan Bersalah, Maling Kotak Infak Masjid Rambai Serahkan Diri ke Polisi
Kapolres Pariaman saat berikan keterangan pers di Mapolres Pariaman. Foto/Nanda
Pariaman - Gelisah dan dihantui rasa bersalah membuat HN (34), pelaku pencurian uang dalam kotak infak Masjid Desa Rambai Kota Pariaman pada 27 Agustus 2018 silam, akhirnya menyerahkan diri.

Tersangka yang merupakan warga Sungai Sariak Kabupaten Padangpariaman ini, menyerahkan diri dengan mendatangi Mapolsek Kota Pariaman, Kamis (30/8) kemaren. Tersangka juga mengakui aksi pencurian yang dilakukan.

Kepada polisi tersangka mengaku sering mengalami insomnia beberapa hari setelah melakukan aksinya. Rasa panas di sekujur tubuh, kadang ia rasakan setelah kejadian itu.

"Saya merasa bersalah pak. Perbuatan ini sangat mencoreng keluarga besar, padahal keluarga saya cukup berada. Awalnya tidak ada niat sekalipun, namun saya benar-benar kilaf saat melakukan itu," ujar tersangka.

Kapolres Pariaman, AKBP Andry Kurniawan didampingi Kasat Reskrim Polres Pariaman, AKP Ilham Indarmawan mengatakan, sebelum menyerahkan diri, tersangka sempat berkunjung ke rumah salah satu keluarga di Kota Padang.

Anggota keluarga yang telah mengetahui aksi pencurian tersangka setelah aksinya terekam oleh CCTV dan viral di media sosial, menyarankan agar tersangka menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Tersangka bertanggung jawab dan mengakui perbuatannya. Secara sadar dan dorongan pihak keluarga, akhirnya tersangka ini mendatangi Mapolsek Kota Pariaman," katanya di Mapolres Pariaman, Jumat (31/8).

Dijelaskannya, sebelum mengambil uang kotak infak masjid, pelaku sempat melaksanakan salat. Melihat kondisi masjid yang sepi, tersangka nekat mengambil uang dengan merusak gembok kotak infak.

Tanpa disadari, aksi tersangka terkam CCTV masjid. Video aksinya sempat viral setelah diunggah ke media sosial hingga sampai ke pihak keluarga.

Menurutnya AKBP Andry, uang sebesar Rp700 ribuan hasil pencurian kotak infak telah habis digunakan tersangka. Sebahagian uang untuk membeli sepatu, membayar kontrakan dan biaya makan sehari-hari.

"Uang hasil pencurian itu telah habis digunakan oleh tersangka," ulasnya.

Motif pelaku juga demikian. Aksi pencurian juga spontanitas, tanpa terencana. Begitu pula aksi pelaku, diakui sebagai aksi pencurian uang kotak infak masjid pertama.

Diakui Andry, pihaknya telah menerima dua laporan tentang pencurian uang kotak infak masjid di Kota Pariaman. Dua kasus tersebut saat ini masih dalam penyelidikan.

"Tersangka mengakui baru satu kali, namun kita akan coba dalami kemungkinan keterlibatan tersangka dalam laporan di dua tempat lainnya," pungkasnya. (Nanda).
Kelelahan Usai Pesta Shabu, Dua Warga Cimparuah Diciduk Polisi
Dari tangan tersangka polisi amankan sejumlah barang bukti narkoba. Foto/Nanda
Pariaman ----- Tim 3CN Pegasus Polres Pariaman amankan dua tersangka kepemilikan narkotika di Dusun Lapai, Desa Cimparuah, Kota Pariaman, Selasa (14/8) dinihari

Kedua pelaku diamankan saat beristirahat usai mengkonsumsi narkotika. Masing-masing tersangka, yakni RI alias N, 36 tahun, warga Desa Cimparuah Kecamatan Pariaman Tengah dan DA alias D, 24 tahun, juga warga Desa Cimparuah.

Kapolres Pariaman AKBP Andry Kurniawan menerangkan, kedua tersangka diringkus saat sedang beristirahat dalam kondisi setengah sadar usai mengkonsumsi narkotika jenis sabu-sabu dan pil inex.

"Kita dapatkan informasi tentang aktivitas keduanya, direspon, dan keduanya berhasil diamankan," terangnya.

Dari kedua pelaku, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, yakni 1 paket kecil diduga shabu, 1 butir obat diduga inex warna merah muda, dan seperangkat alat hisab atau bong shabu-shabu.

Ditambahkan AKBP Andry, pihaknya sedang mendalami orang yang memasok narkotika kepada kedua pelaku. Informasi sementara dari keduanya, narkotika jenis shabu dan pil inex itu didapatkan dari salah seorang dari Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

"Kami sedang dalami pemasoknya juga. Kita akan gali keterangan lebih lanjut dari tersangka," ulasnya.

Sebelumnya, Sabtu (10/8) dua orang tersangka juga diamankan tim 3CN Pegasus Polres Pariaman usai menggelar pesta narkoba di gedung bekas kantor Dinas Pertanahan Kabupaten Padangpariaman.
Diduga Pungli, Polisi OTT Oknum Penjaga Sekolah SMA Sungai Limau
Kapolres Pariaman perlihatkan barang bukti hasil OTT. foto/Nanda
Pariaman ----- Oknum penjaga sekolah SMA Negeri Sungai Limau terjaring Operasi Tangkap Tangkap (OTT) tim sapu bersih pungutan liar (saber pungli) Polres Pariaman, Selasa (14/8) siang.
      
Oknum penjaga sekolah yakni An, 33 tahun, merupakan warga Nagari Koto Tinggi Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padangpariaman. Ia diduga melakukan praktik pungli dengan memungut uang sebesar Rp 60.000 untuk keperluan pengambilan ijazah bagi siswa yang telah lulus.
        
Oknum penjaga sekolah yang berstatus honorer ini, masih berstatus sebagai terlapor dan sedang menjalani pemeriksaan intensif di ruang Satreskrim Polres Pariaman.
       
"Terlapor ini kita amankan saat melakukan pemungutan sejumlah uang kepada orangtua murid untuk biaya pengambilan ijazah siswa yang telah lulus di SMA itu.
      
Dalam OTT itu, tim saber pungli Polres Pariaman mengamankan barang bukti uang tunai sebesar Rp9.767.000 yang diduga hasil pemungutan ijazah siswa SMA yang belum diambil, daftar serah terima ijazah ex siswa, kartu bebas pustaka, stempel legalisir atas nama kepala SMA dan stempel tanda tangan kepala sekolah.
     
Dikatakannya, dari keterangan terlapor, praktik pungutan itu telah dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu. Modusnya sama, pungutan untuk menebus ijazah siswa yang telah lulus.
      
Menurut AKBP Andry, pihaknya terus mendalami keterlibatan pihak lain dalam praktik pungutan liar di instansi pendididikan SMA Negeri di Sungai Limau itu. Selain oknum penjaga sekolah, penyidik juga telah memeriksa 6 orang saksi.
      
"Kita akan dalami siapa yang memerintahkan pungutan ini, uangnya disetor untuk siapa. Saat ini terlapor masih kita ambil keterangannya," pungkasnya. (Nanda)
Ketahuan Mantan Majikan, Pencuri Kasur Babak Belur Dihakimi Warga.
Kapolres Pariaman saat jumpa pers di Mapolres Pariaman. Foto/Nanda
Pariaman ----- Setelah berhasil mencuri kasus springbed dagangan majikan, aksi JW, 40 tahun warga Koto Marapak Kecamatan Pariaman Timur Kota Pariaman, akhirnya terhenti.

Ia berhasil diamankan pemilik toko bersama warga saat hendak mencuri kasus springbed di toko perabot Kurnia di Jalan By Pass Desa Kampung Gadang Pariaman Timur, Kota Pariaman, Selasa (14/8) dinihari.

Berbekal kunci cadangan, mantan pegawai toko perabot itu membuka pintu gudang toko dan mengambil kasur dari toko Kurnia, tempat dulu ia bekerja.

Dalam menjalani aksinya, JW dibantu satu orang lainnya, yakni T, 30 tahun warga Koto Marapak, Kecamatan Pariaman Timur Kota Pariaman.

Penangkapan pelaku berawal kecurigaan pemilik toko Kurnia atas kehilangan sejumlah kasus springbed di toko itu.

Pelapor yang curiga lantas melakukan pengintaian. Apes bagi pelaku, aksinya kali ini diketahui pemilik toko dan warga setempat.

Tersangka JW berhasil diamankan. JW sempat menjadi bulan-bulan warga yang kesal dengan aksinya. Sedangkan rekan tersangka yakni, T berhasil kabur menggunakan mobil pick up ke rumahnya.

"Setelah tersangka JW ini kita amankan, tersangka lain yakni T kita amankan di rumahnya di Koto Marapak,"  jelas Kapolres Pariaman, AKBP Andry Kurniawan didampingi Kasat Resnarkoba Polres Pariaman, AKP Ilham Indarmawan.

Dari pemeriksaan kedua tersangka, diketahui aksi pencurian itu adalah kali ketiga. Pelaku masuk kedalam toko menggunakan kunci cadangan yang ia simpan saat masih bekerja di Toko Kurnia Perabot.

"Dulu salah satu dari pelaku ini bekerja di toko itu, kunci cadangan yang masih ia simpan itu digunakan untuk membuka gudang penyimpanan," kata dia.

Sedangkan kasur springbed dari dua aksi pencurian sebelumnya masih disimpan di rumah tersangka T dan belum dijual.

"Yang diakui baru 3 kali, barang hasil curiannya juga belum sempat dijual dan disimpan di rumah tersangka T. Kita akan sita juga nanti," ulasnya.

Selain tersangka, kepolisian juga mengamankan satu unit kasus springbed dan mobil pickup nopol BM 1335 TH yang digunakan pelaku menjalankan aksinya. (Nanda)
Asik Pesta Shabu di Bekas Kantor BPN, 2 Pemuda Diamankan Polisi
Polisi amankan sejumlah barang bukti dari tangan tersangka. Foto/Nanda
Pariaman ----- Sedang pesta shabu, dua pemuda digerebek di bekas kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Padangpariaman. Tim 3CN Pegasus Polres Pariaman ciduk 2 orang warga yang sedang menggelar pesta shabu-shabu di bekas Kantor Badan Pertanahan Padangpariaman, Desa Kampung Baru, Jumat (10/8) sore.
       
Kedua tersangka, yakni, V, 34 tahun, warga Desa Air Santok Kecamatan Pariaman Timur Kota Pariaman dan RF, 34 tahun, warga kelurahan Jawi-Jawi II Kota Pariaman.
       
Kapolres Pariaman, AKBP Andry Kurniawan melalui sambungan teleponnya mengatakan, kedua tersangka tidak dapat mengelak saat diamankan petugas. Keduanya tertangkap tangan sedang berpesta narkoba.
      
"Saat diamakan, kedua tersangka masih dalam kondisi setengah sadar," ujarnya.
       
Menurutnya, penangkapan kedua pelaku, berawal dari laporan masyarakat jika di bekas Kantor Badan Pertanahan Padangpariaman sedang berlangsung pesta shabu-shabu. Tim merespon dan melakukan pengintaian. Kedua tersangka akhirnya berhasil diringkus.
      
Di lokasi penangkapan, diamankan 3 barang bukti yakni, 11 paket kecil shabu-shabi siap edar, seperangkat alat hisap sabu dan 2 unit telpon.
       
Tim 3 CN Pegasus tidak berhenti. Pengembangan pun dilakukan. Berbekal informasi dari tersangka V, tim bergerak cepat menuju rumah tersangka V di Desa Air Santok, Pariaman Timur. Pengembangan tidak sia-sia, 1 paket kecil sabu dan bungkusan plastik berisi plastik pembungkus sabu kembali diamankan pihak kepolisian.
         
"Keduanya kita amankan untuk penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.
          
Ditambahkan AKBP Andry Kurniawan, kedua tersangka tidak asing lagi. Kedua tersangka yang masuk dalam target operasi Polres Pariaman ini, pernah akan digrebek akhir Juli 2018 silam. Namun, operasi yang mungkin diketahui tersangka, akhirnya bubar.
          
"Alhamdulillah kita amankan keduanya sore ini. Kami ucapkan terimakasih kepada masyarakat atas informasinya. Kami mengimbau masyarakat untuk memberikan informasi kepada kepolisian agar kami bisa respon. Banyak pengungkapan kasus narkoba berawal dari informasi masyarakat," pungkasnya. (Nanda)