Kembali Beraksi, Residivis Curanmor Dibekuk Polisi di Sungai Geringging
Tersangka dan barang bukti berupa satu unit sepeda motor. Foto/Nanda Eko Putra
Sungai Geringging ----- Belum lama menghirup udara bebas, seorang residivis kembali diciduk polisi. BS, 37 tahun, warga Sungai Lawai Nagari Kuranji Hulu, Sungai Geringging, Padangpariaman, dibekuk personil gabungan Polsek Sungai Geringging dan Polsek Sungai Limau, Rabu (18/4) di rumahnya. 
       
BS merupakan residivis kasus pencurian sepeda motor yang sempat mendekam di salah satu Lembaga Permasyarakatan di Jakarta.
       
Ia ditangkap setelah sukses melakukan pencurian sepeda motor berikut dompet berisikan uang ringgit Malaysia dan satu unit telpon seluler.
      
Kapolsek Sungai Geringging, Iptu Dasrul melalui Kanit Reskrim Polsek Sungai Geringging Bripka Okto Veri mengatakan, penangkapan berawal dari kecurigaan petugas kepada BS. Ia yang dikenal sebagai napi kasus curanmor tiba-tiba hilang dan berangkat ke Jakarta tidak lama setelah kejadian pencurian.
     
Selain itu, hasil penyelidikan yang dilakukan, diketahui jika sepeda motor yang raib pernah digunakan oleh tersangka BS. Hal itu kian memperkuat dugaan polisi jika BS adalah pelakunya.
    
"Dan begitu mendapatkan laporan bahwa tersangka sedang berada di rumah, kita langsung amankan," jelasnya.
     
Selain mengamankan tersangka BS, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1 unit sepeda motor dan 1 buah dompet milik korban. Kini, akibat perbuatannya BS terancam hukuman kurungan 5 tahun penjara.
     
"Dikenakan pasal 362 juncto 363 KUHP ancaman di atas 5 tahun kurungan penjara," pungkasnya. (Nanda)
Kecolongan Terima Honorer Pengguna Narkoba? Indra Sakti: Kita Berlakukan Tes Urine Berkala
Polisi amankan dua tersangka usai pesta sabu. Satu di antaranya pegawai honorer di Pemko Pariaman. Foto/Nanda
Pariaman ----- Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Pariaman Iptu Suhardi, mengatakan sedang melakukan pengembangan pasca penangkapan IR, oknum tenaga honorer Dinas Lingkungan Hidup Kota Pariaman pada Selasa (17/4) silam.

Oknum tenaga honorer IR diamankan bersama satu orang rekan lainnya saat mengkonsumsi shabu-shabu.

"Kita sedang kembangkan hasil dari kedua tersangka ini. Pemasoknya sedang kita lacak," jelasnya di Pariaman, Rabu (18/4).

Keterlibatan oknum tenaga honorer dalam perkara narkoba di Polres Pariaman, kata dia, merupakan perkara kesekian kalinya. Setidaknya, 3 orang oknum tenaga honorer di lingkungan Pemko Pariaman tersangkut penyalahgunaan narkotika rentang 2017-2018.

Ia meminta agar pemerintah setempat melakukan pemeriksaan urine ASN dan tenaga honorer di lingkungan Pemko Pariaman.

"Perlu dilakukan pemeriksaan urine periodik bagi pegawai sebagai pencegahan penyalahgunaan narkotika," pungkasnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah Kota Pariaman Indra Sakti mengaku belum menerima laporan perkara penyalahgunaan narkoba yang melibatkan oknum tenaga honorer Dinas Lingkungan Hidup.

"Belum ada laporan resminya, ini baru dapat informasi saat konfirmasi oleh media," ujarnya.

Pihaknya akan melakukan pemeriksaan urin periodik kepada seluruh ASN dan tenaga honorer di lingkungan Pemko Pariaman. Selain itu, pemko Pariaman akan menerapkan pemeriksaan urine pada penerimaan ASN atau pun tenaga honorer.

"Kita sudah rencana dalam waktu dekat akan kita laksanakan," kata dia. (Nanda)

Lagi Asyik Pesta Sabu, Tenaga Honorer Pemko Pariaman Ditangkap Polisi
Dua tersangka (tengah) saat diamankan di Mapolres Pariaman. Foto/Nanda
Pariaman ----- IR alias I, 23 tahun, merupakan tenaga honorer di Dinas Lingkungan Hidup Kota Pariaman itu, diamankan di rumahnya di Desa Taluak Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman, Selasa (17/4) sekira pukul 21.00 WIB saat pesta shabu-shabu.

IR diamankan bersama pelaku lainnya, yakni AK alias A, 31 tahun, warga Desa Sungai Pasak Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman.    

Penangkapan berawal dari laporan masyarakat tentang aktivitas pesta narkoba yang kerap dilakukan kedua pelaku.

Berbekal informasi itu, tim 3CN (curas, curat, curanmor dan narkoba) Pegasus Polres Pariaman melakukan pendalaman. Pengintain gerak gerik kedua pelaku pun dilakuan. Penyelidikan akhirnya membuahkan hasil. Kedua pelaku yang diduga sedang pesta shabu-shabu berhasil dibekuk.

"Menurut informasi dari masyarakat kedua tersangka yang telah kita amankan ini seringkali menggelar pesta shabu. Laporan ini pun kita dalami, kami lakukan penyelidikan dan benar saja keduanya didapat memiliki dan menyimpan barang tersebut," jelas Kapolres Pariaman, AKBP Bagus Suropratomo Oktorianto di Pariaman, Rabu (18/4).

Dari kedua pelaku, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu paket kecil shabu-shabu, 2 unit telepon seluler, satu unit sepeda motor dan seperangkat alat hisap shabu.

Saat ini, kedua pelaku telah diamankan ke Mapolres Pariaman untuk pemeriksaan lebih lanjut.                                  

Menurutnya, tim masih melakukan pengembangan untuk mengungkap sumber pasokan shabu yang dimililiki kedua tersangka.

"Keduanya masih dalam penyidikan, kita akan usahakan bisa mengungkap hingga ke sumber pemasoknya," pungkasnya.

Tertangkapnya oknum tenaga honorer Kota Pariaman dalam kasus penyalahgunaan narkotika merupakan kasus kesekian kalinya.

Sebelumnya rentang 2017 hingga 2018, setidaknya 3 orang tenaga honorer Pemko Pariaman terlebih dahulu mendekam di balik jeruji besi dengan kasus yang sama. Terakhir, kasus serupa terjadi pada oknum honorer di Damkar dan Satpol PP Kota Pariaman. (Nanda)
Geng yang Akan Tawuran di Balaikuraitaji Namakan Diri RRC
Kasarpol PP/Damkar Pariaman Handrizal Fitri bariskan anggota geng RRC di Mapol PP Pariaman. Foto/istimewa/Nanda
Pariaman ----- 11 orang pelajar diamakan saat hendak tawuran di Desa Balaikuraitaji, Minggu (15/4) pukul 04.00 WIB dinihari.

Kelompok remaja yang menamai diri Rombongan Remaja Community (RRC) itu, awalnya diamankan warga saat tengah menunggu kelompok lain yang menjadi lawan tawuran.

Namun warga yang curiga, lantas bersama-sama mengamankan dan menyerahkan geng RRC ke Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pariaman.

Selain mengamankan 11 orang remaja, warga dan petugas Satpol PP juga mengamankan senjata tajam yang diduga akan digunakan untuk tawuran. Senjata tajam yang disita berupa parang, gir tajam, rantai hingga pedang katana samurai.

"Awalnya mereka diamankan oleh warga setempat. Selanjutnya diserahkan ke anggota," ujar Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kota Pariaman, Handrizal Fitri, Minggu siang (15/4).

Menurutnya, remaja yang berstatus pelajar SMA dan SMP itu berasal dari berbagai daerah di Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman. Dari usia, rata-rata berumur 14 hingga 17 tahun.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui kelompok RRC akan melakukan tawuran dengan kelompok PPT yang berasal dari Kota Bukitinggi.

"Rencananya akan tawuran di jembatan Kuraitaji ini. Namum saat diamankan lawannya ini belum datang," jelasnya.

Saat ini, seluruh remaja tersebut telah dilakukan pemeriksaan pembinaan di Mako Satpol PP Kota Pariaman dan akan kembali diserahkan kepada orangtua masing-masing.

Ditambahkan Handrizal, menurut salah seorang anggota kelompok RRC, kelompok tersebut baru terbentuk dalam hitungan bulan yang lalu. Saat ini, kelompok ini telah beranggotakan 15 orang yang berstatus pelajar.

"RRC bukanlah satu-satunya kelompok geng tawuran yang ada di Kota Pariaman. Beberapa waktu yang lalu, Satpol PP Kota Pariaman juga mengamankan beberapa orang remaja yang tergabung dalam kelompok atau Pasukan Serdadu Perang (PSP). Ini butuh kerjasama dari orangtua mengawasi anak-anaknya," pungkasnya. (Nanda)
Seorang Pria Pengangguran Cabuli 34 Bocah di Sungai Limau
Tersangka saat diamankan di Mapolsek Sungai Limau. Foto/Nanda
Padangpariaman ----- 34 orang anak diduga menjadi korban pencabulan sesama jenis (sodomi) di Nagari Lohong, Kecamatan Sungai Limau, Padangpariaman.

Perbuatan bejat itu diduga dilakukan oleh tersangka R, 20 tahun. Tersangka yang berstatus pengangguran itu, tidak lain adalah tetangga anak-anak yang jadi korban kejahatan predator anak itu.

Kapolres Pariaman, AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto menjelaskan, tersangka pertama diamankan oleh orangtua korban bersama masyarakat pada Rabu (4/4) sore. Ia diamankan setelah menerima keterangan salah seorang saksi yang melihat korban diajak ke dalam rumah tersangka.

Usai diamankan di rumahnya, orang tua korban dan warga menyerahkan tersangka ke kantor Polsek Sungai Limau.

"Masyarakat mengantarkan pelaku ke Polsek Sungai Limau atas dugaan perbuatan itu. Selanjutnya kasus tersebut telah ditangani penyidik," jelasnya.

Menurut AKBP Bagus, pihaknya saat ini masih menjalani pemeriksaan terhadap tersangka, korban dan saksi-saksi. Dari intrograsi, tersangka mengakui jika perbuatan cabul sesama jenis ia lakukan sejak tahun 2012 silam.

"Pengakuannya sudah sejak tahun 2012 silam," ujarnya.

Ditambahkannya, selain memeriksa saksi, korban dan tersangka, penyidik juga akan meminta dilakukannya visum terhadap korban.

"Kita minta dilakukan visum. Dalam perkara seperti ini, visum sangat diperlukan," pungkasnya. (Nanda)
Diciduk Polisi FR Akui Cabuli Balita 4 Tahun
FR saat diamankan di Mapolres Pariaman. Foto/Nanda
Pariaman ------ Entah apa yang ada dibenak FR, 35 tahun, warga Desa Cubadak Mentawai Kota Pariaman. FR yang sehari-hari bekerja sebagai pegawai tidak tetap di salah satu perusahaan milik negara di Kota Pariaman itu, diduga tega mencabuli anak balita (bawah lima tahun) Z, 4 tahun, yang tidak lain kawan sepermainan anaknya sendiri.

Terungkapnya perbuatan cabul tersangka FR berawal ketika korban Z mengeluhkan rasa sakit pada bagian alat kelaminnya. Rasa sakit saat buang air kecil yang diderita, menimbulkan kecurigaan orang tua korban.

“Korban menceritakan perbuatan yang dilakukan tersangka, selanjutnya pada hari yang sama, orang tua korban melapor ke Polres Pariaman,”  terang Kasat Reskrim Polres Pariaman, AKP Ilham Indarmawan kepada media, Selasa (3/4) siang.

Tidak berselang beberapa jam setelah mendapatkan laporan orangtua korban, tim Opsional Reskrim bergerak cepat, tersangka FR pun akhirnya diamankan.

Tersangka diamankan di rumahnya. Dalam penangkapan itu, awalnya tersangka sempat mengelak laporan yang dialamatkan kepadanya. Tersangka tidak dapat mengelak lagi setelah dikonfontir.

"Kita sudah lakukan konfrontir tersangka dan korban. Dalam konfrontir tersebut, korban akhirnya mengakui perbuatan yang ia lakukan kepada korban," ulasnya.

Selain hasil pemeriksaan korban dan tersangka, dugaan perbuatan cabul juga diperkuat beberapa alat bukti. Menurut AKP Ilham, dari kesimpulan hasil visum, ditemukan adanya kerusakan pada selaput dara korban.

"Ada beberapa keterangan yang kita jadikan alat bukti, keterangan hasil visum dari dokter dan pakaian dalam korban," pungkasnya.

Kini, FR terancam kurungan maksimal 15 tahun penjara Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (Nanda)