Dikerjai Lewat WhatsApp, Pelaku Curanmor Berhasil Ditangkap Warga Balah Hilia
Pelaku curanmor saat diserahkan warga ke pihak kepolisian resor Padangpariaman. FOTO/Nanda
Lubuk Alung ----- Warga Nagari Kampung Tangah Balah Hilia, Kecamatan Lubuk Alung, Padangpariaman, berhasil menangkap pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) yang kerap beraksi di sekitar wilayah itu, Jumat (9/2).

Satu orang pelaku yakni AR, 25 tahun, merupakan warga Batusangkar yang menumpang di salah satu rumah warga, berhasil diamankan.

Salah seorang tokoh pemuda Balah Hilia, Ade Maneza menuturkan, pengungkapan kasus curanmor berawal dari kecurigaan warga dengan gerak gerik AR yang berada di dekat sepeda motor yang menjadi incarannya. Saat menghampiri AR, warga curiga dan mendapati patahan kunci letter T, ketika ditanya pelaku malah menjauh dan kabur.

“Warga langsung melakukan pencarian posisi pelaku yang diketahui menumpang tinggal di salah satu rumah warga di Lubukalung, kita cari tapi tidak ketemu,” jelasnya.

Bermodal nomor telepon dan kontak WhatsApp dari pemilik rumah tempat ia menumpang, pengejaran pelaku pun dimulai. Pelaku yang menuliskan “kesepian” pada status WhatsAppnya itu langsung dipancing keberadaannya. Salah seorang pemuda berpura-pura sebagai perempuan saat telfon dan chatting dengan pelaku.

Termakan umpan, akhirnya pelaku janjian bertemu di salah satu warung nasi goreng di derah Pasa Dama Nagari Paritmalintang, tidak jauh dari RSUD Padangpariaman. Usai memastikan posisi pelaku telah tiba di lokasi yang dijanjikan, warga pun bergerak dari Kampung Tangah Balah Hilia menuju lokasi. Setiba dilokasi warga mengepung dan pelaku berhasil diamankan.

Pelaku menjadi bulan-bulanan amarah warga yang kesal. Usai diamankan, pelaku diserahkan ke piket SPK Polres Padangpariaman.

“Warga berhasil memancing dia keluar, begitu pelaku sudah berada di posisi, langsung diamankan dan kita serahkan kepada pihak kepolisian,” pungkasnya.

Dikatakan Maneza dari introgasi yang dilakukan warga, pelaku mengakui baru sekali melakukan pencurian sepeda motor di wilayah Lubuk Alung. Sementara itu, sejak awal tahun hingga saat ini tercatat 5 kasus curanmor terjadi di wilayah Balah Hilia.

“Baru satu yang diakuinya, sedangkan ada 5 kasus curanmor yang terjadi lokasi kita,” pungkasnya.  Saat ini pelaku telah diamakan di Mapolres Padangpariaman. (Nanda)
Modifikasi Minibus Untuk Timbun BBM, Warga Kampung Dalam Ditangkap Polisi
Pelaku S memperlihatkan cara mengeluarkan bbm dari tangki yang telah ia modifikasi. FOTO/Nanda
Pariaman ----- Polres Pariaman amankan S, 38 tahun, warga Nagari Campago Selatan, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Padangpariaman, Kamis (8/2) pukul 11.00 WIB.

S tertangkap tangan saat memindahkan 100 liter bahan bakar minyak (bbm) jenis premium dari tangki minyak minibus yang telah ia modifikasi ke dalam beberapa derigen. Selain itu, petugas juga mengamankan 210 liter bbm dalam beberapa derijen.

Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto melalui Kasat Reskrim Polres Pariaman AKP Ilham Indarmawan, Jumat (9/2) menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat tentang indikasi penyimpanan BBM illegal.

“Laporan yang kita terima langsung ditindaklanjuti dan lakukan penyelidikan, dan benar saja kita mengamankan pelaku dan berikut barang bukti,” ujar AKP Ilham Indarmawan.

Dari hasil pemeriksaan, diakui bbm jenis premium dibeli oleh pelaku dari salah satu SPBU di Kota Padang seharga Rp6.550 per liter, selanjutnya bbm itu dijual Rp9.000. Pelaku bisa membeli bbm hingga Rp6 juta sekali pembelian atau transaksi.

Ditambahkan AKP Ilham, pelaku baru mengaku menjalankan usahanya itu selama dua bulan. Selain itu, untuk mendapatkan bbm, ia pun harus membayar Rp20.000 setiap derigennya kepada oknum petugas SPBU.

“Sekali pembelian bisa sampai Rp6 juta, dengan keuntungan kira-kira bisa sampai Rp1 juta setiap pembelian. Dan karena banyaknya bbm yang ia beli, juga waktu pengisian di sana juga lama,” ulasnya.

Sementara itu, mengantisipasi terjadinya penyalahgunaan penyimpinan ataupun penimbunan bbm, pihak Polres Pariaman mengingatkan petugas menjual bbm untuk minibus maksimal sebanyak Rp200.000

“Di seluruh SPBU kita suda sampaikan batasan maksimal pembelian BBM untuk kendaraan minibus,” pungkasnya. (Nanda)
EB Nekat Cabuli Anak di Bawah Umur Dekat Kantor Bupati
Korban terlihat histeris saat diamankan oleh warga yang ronda. Ia terlihat sangat ketakutan dan tak menyangka pacarnya berniat merengut kesuciannya. FOTO/Nanda
Padangpariaman ---- Entah apa yang ada dibenak EB (25) berniat merenggut kesucian Mawar, bukan nama sebenarnya, 16 tahun, yang tak lain diakuinya adalah kekasihnya sendiri. Akibat perbuatannya itu, kini EB harus mendekam di balik jeruji besi Mapolres Padangpariaman.

Kejadian itu berawal ketika korban meminta untuk diantarkan ke rumah orangtuanya di salah satu daerah di Kecamatan Sintoga, Kamis (18/1) dinihari. Usai menjemput sang kekasih di Kayutanam---dalam perjalanan menuju rumah korban---tersangka mengajak sang kekasih mampir di kawasan komplek kantor Bupati Padangpariaman.

"Pemuda yang ronda melihat ada sepasang muda-mudi menggunakan sepeda motor menuju arah kantor bupati. Mereka curiga akhirnya membuntuti namun kehilangan jejak. Namun setelah berkeliling, akhirnya pemuda mendengar teriakan minta tolong, hingga keduanya pun berhasil diamankan oleh warga," jelas Babinsa Nagari Parikmalintang, Serka Azwir, Kamis (18/1).

Selain mengamankan sepasang muda-mudi itu, satu unit sepeda motor dan senjata tajam ikut diamankan warga. Usai diamankan, keduanya diserahkan ke Mapolres Padangpariaman.

"Orangtua dari korban ini tidak terima dengan perbuatan pelaku, hingga akhirnya melapor ke Polres Padangpariaman," jelas Azwir.

Kasat Reskrim Polres Padangpariaman melalui Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Padangpariaman Iptu Ardi Lubis, membenarkan jika pihaknya telah mengamankan EB atas kasus pencabulan dengan anak di bawah umur.

"Keduanya diamankan warga saat sedang berniat berhubungan badan di kawasan IKK, selanjutnya keduanya diserahkan kepada pihak kepolisian," jelasnya.

Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan pemeriksaan kepada pelapor, pelaku, korban dan saksi. Sedangkan korban, telah menjalani visum untuk keperluan penyidikan.

Kronologis kejadian bermula saat korban dibujuk tersangka melalui aplikasi pesan. Korban dijemput tersangka di Kayu Tanam pada Rabu malam sekitar pukul 20.30 WIB, berlanjut boncengan berdua hingga ke Kota Pariaman.

Saat malam sudah larut, tepatnya Kamis dinihari pukul 01.30, korban dibujuk tersangka nongkrong berduaan di jalan lingkar dekat IKK Padangpariaman.

Beberapa saat kemudian, pemuda setempat yang sebelumnya mengintai, dikejutkan dengan jeritan minta tolong hingga akhirnya meringkus tersangka dan mengamankan korban. (Nanda)
Penipu Toko Emas Modus Gendong Bayi Mengaku Terima Upah dari Komplotan
Anak yang digendong tersangka saat ini dirawat oleh dinas terkait dan akan dikembalikan ke orangtuanya. Foto/Nanda
Pariaman ---- Diperiksa intensif, tersangka Y si penjual emas sepuhan mengaku dibayar segini setiap beraksi.

Demi mendapatkan imbalan ratusan ribu, Y nekat menjual emas sepuhan alias palsu ke salah satu toko emas di Kota Pariaman. Sepak terjang Y akhirnya terhenti setelah tertangkap tangan menjual emas sepuhan di salah satu toko emas di Balai Kuraitaji pada Minggu (23/12).

Upah yang tidak sebanding dengan resiko pekerjaan yang ia lakoni, nyatanya menyilaukan mata tersangka Y. Mengaku karena alasan himpitan ekonomi, namun jalan yang salah yang ia tempuh.

Dalam pemeriksaan intensif, akhirnya tersangka Y, si penjual emas sepuhan beberkan peran masing-masing komplotannya penjual emas sepuhan. Dalam setiap aksinya menjual emas palsu, Y akan mendapatkan upah sebesar Rp800 ribu dari kompolotan.

“Tersangka mengaku dibayar Rp800 ribu dalam setiap aksinya,” terang Kasat Reskrim Polres Pariaman AKP Ilham Indarmawan, Rabu (27/12) di Pariaman.

Sedangkan emas sepuhan alias palsu diakui tersangka Y diperoleh dari dua orang anggota kompolotan lainnya, berinisial B dan A. Hingga kini, kedua anggota komplotan yang diketahui berdomisili di daerah Palembang, Sumatera Selatan, itu sedang dalam pengejaran tim 3CN Pegasus Polres Pariaman.

Sebelumnya, Y diamankan oleh tim 3 CN Pegasus Polres Pariaman, setelah tertangkap tangan menjual emas celup seberat 7,5 gram atau 3 emas di salah satu toko emas, Minggu (24/12) siang.

Tertangkapnya Y berawal dari kecurigaan Burhanuddin, 45, pemilik toko emas Rani Permata Kuraitaji tempat tersangka menjual emas sepuhan. Burhanuddin curiga tersangka yang datang sambil menggendong anak balita, mirip modus pelaku penipuan yang beraksi di Pasar Pariaman, Juli 2017 silam.

Akibat perbuatannya, tersangka terancam 5 tahun kurungan penjara sesuai pasal 378 KUHP tentang penipuan. AKP Ilham menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dengan trend meningkatknya tindak kejahatan mendekati akhir tahun.

Beragam kejahatan dengan modus penipuan mengincar masyarakat yang mungkin bisa terjadi kapan saja. Modus penipuan dengan menjual emas sepuhan atau palsu bisa jadi terjadi dalam bentuk lain, menjual perhiasan lain atau komiditas lain palsu bisa saja terjadi. (Nanda)
Diduga Judi Terselubung, Polisi Bubarkan Kontes Ayam Jago di Sungai Limau
Polisi amankan barang bukti berupa ayam dan sejumlah uang tunai usai penggerebekan. Foto/istimewa/Nanda
Pilubang --- Aparat Polres Pariaman bubarkan kontes ayam jago tanpa izin di Korong Sungai Sirah, Nagari Pilubang, Sungai Limau, Kabupaten Padangpariaman, Minggu (24/12) pukul 14.00 WIB.

Puluhan orang peserta yang mengikuti kontes tersebut tampak lari berhamburan saat polisi lengkap dengan senjata mengepung arena kontes ayam itu.

Selain tanpa izin, pihak kepolisian juga mendalami kemungkinan adanya praktik judi terselubung berkedok kontes ayam jago di tempat itu.

Kasat Reskrim Polres Pariaman AKP Ilham Indarmawan didampingi Katim 3CN Polres Pariaman Aiptu Darmawan mengatakan, selain mengamankan 4 orang panitia untuk pemeriksaan lebih lanjut, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti antara lain, 6 unit eriter atau hitung poin, uang tunai Rp7.300.000, 5 pasang tutup jalu, 7 lembar resi transfer uang peserta, 3 arena, 15 lembar piagam dan 12 tropy.

"Kita amankan beberapa orang panitia untuk diperiksa lebih lanjut, barang buktinya juga kita amankan dan kita coba dalami dulu," ujarnya.

Dikatakannya, kontes itu diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Untuk mengikuti kontes, peserta membayar uang pendaftaran yang dibayar tunai dan transfer rekening bank.

Salah seorang panitia pelaksana kontes ayam, Rio Pratama, membantah kontes tersebut menyelipkan praktik judi sabung ayam.

Dalam keterangannya ditegaskan jika kontes itu hanyalah ajang silaturahmi sesama pencinta hobi ayam jago di Sumatera Barat yang tergabung dalam organisasi Pecinta Ayam Aduan Sumatera Barat (PAASBAR).

Hingga berita ini diturunkan, 4 orang panitia masih menjalami pemeriksaan di Mapolres Pariaman. (Nanda)

Polisi Padangpariaman Tangkap Bandar Pembawa 600 gram Shabu di BIM
Polisi ekspose barang bukti yang diamankan dari tangan para tersangka di BIM. Foto/Nanda
BIM ---- Jajaran Satresnarkoba gagalkan penyelundupan 600 gram narkoba jenis shabu senilai lebih dari Rp500 juta di Bandara Internasional Minangkabau, Padangpariaman, Selasa (19/12) silam.

Dua orang tersangka penyelundup shabu, MSP, 25 dan WBI, 22 merupakan warga Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan. Keduanya diamankan dalam waktu yang berbeda.
Hingga berita ini diturunkan, keduanya masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satresnarkoba Polres Padangpariaman.

Dari kedua tersangka petugas mengamankan barang bukti 600 gram shabu, 3 handphone, dua tas ransel serta 4 lembar boarding pass.

Kasat reserse narkoba Polres Padangpariaman Iptu Edi Suharto didampingi Paur Humas Polres Padangpariaman Brigadir Redno Afriadi mengatakan pengungkapan upaya penyelundupan shabu, berawal dari informasi dari masyarakat tentang adanya penyelundupan narkoba melalui bandara BIM.

Informasi itu, kata dia, langsung ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan yang pada akhirnya menangkap tersangka MSP pada Selasa (19/12) pukul 22.30 WIB. Ia diamankan di kawasan Bandara BIM saat tengah menunggu penerbangan ke Jakarta.

“Untuk mengelabui petugas, tersangka MPS ini menyimpan paket kecil di sekalangannya dan ditutupi dengan lapisan celana dalam dan celana renang. Tersangka kita amankan saat sedang menunggu penerbangan, setelah digeledah dan kita dapati barang bukti kita amankan tersangka di pos security AVSEC bandara,” ujarnya, Jumat (22/12) di Mapolres Padangpariaman.

Usai membekuk tersangka MPS, tim bergerak cepat. Dari pengembangan dan interogasi dilakukan kepada MPS, diketahui dia tidak bermain sendiri. Diakui MPS, dia bersama dua orang rekannya, WBI dan S juga akan melakukan penerbangan ke Jakarta dengan membawa narkoba jenis shabu.

Berbekal informasi itu, tim kembali bergerak, dibantu rekaman CCTV bandara, akhirnya WBI dibekuk. Sementara satu orang lainnya, S telah berhasil terbang ke Jakarta.

“Dari WBI kita mengamankan paket besar shabu dari tas ransel yang gunakan untuk membawa shabu, sedangkan satu orang lain, yaitu S telah berhasil terbang menggunakan pesawat ke Jakarta. Untuk S ini, kita koordinasi dengan Polda Sumbar dan Polda Metro Jaya untuk meringkus S ini,” ulasnya.

Dari pemeriksaaan yang dilakukan, jelas Iptu Edi Suharto, diketahui ketiganya tiba di Padang, Sumatera Barat pada hari Senin, 18 Desember 2018 dan menginap di salah satu hotel di Kota Padang.

Di hotel tersebut, ketiganya menerima paket shabu dari salah seorang yang berinisial H untuk dibawa ke Jakarta. Di hotel, ketiganya selalu konsumsi shabu tersebut dan kerap berpindah-pindah hotel untuk menghindari deteksi petugas.

Pengakuan salah seorang tersangka WBI kepada petugas mengaku baru sekali ini melakukan penyeludupan tersebut.

“Ketiganya dijanjikan imbalan Rp10-15 juta untuk sekali pengantaran,” imbuhnya.

Akibat perbuatan keduanya, kedua tersangka terancam hukuman mati dan denda maksimal Rp1 miliar sesuai dengan pasal 114 ayat 2, pasal 112 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. (Nanda)