Keterlaluan! Oknum Satpol PP Curi Motor di Rumah Dinas Genius Umar
Foto Ilustrasi: istimewa
Pariaman -- Kepolisian Sektor (Polsek) Kota Pariaman mengamankan seorang pria berinisial R (26), salah seorang oknum Banpol Satpol PP Kota Pariaman, Selasa (29/8/2017) pagi.

R diamankan atas kasus dugaan pencurian sepeda motor milik Muhammad Iqbal Rivaldi (23)--juga rekan kerja sesama banpol di Satpol PP Kota Pariaman--yang saat itu bertugas jaga di rumah dinas wakil walikota Pariaman Genius Umar.

Kapolsek Kota Pariaman Komisaris Polisi Joni Darmawan ketika dikonfirmasi membenarkan perkara tersebut. Menurut Joni, R diamankan pihaknya saat sedang berada di rumahnya di Desa Cubadak Air, Kecamatan Pariaman Utara, tanpa perlawanan sekitar pukul 09.00 WIB. R saat itu juga langsung dibawa dan ditahan di Mapolsek Pariaman.

“R kita amankan sementara 1X24 jam untuk kepentingan penyelidikan. jika sudah memenuhi unsur nanti kita lanjutkan ke penyidikan,” terangnya.

Masih menurutnya, kehilangan sepeda motor tersebut dilaporkan oleh korban ke SPKT Polsek Kota Pariaman, Selasa (29/8) pukul 08.00. Usai menerima laporan dari korban, polisi langsung melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi dan rekaman CCTV di sekitar rumah dinas wakil walikota. Dari rekaman CCTV dan keterangan sejumlah saksi, mengarah kepada R.
 

Joni Darmawan berkata, hilangnya sepeda motor merek Honda Beat streat warna hitam tahun 2017 dengan nomor rangka MH1JFZ216HK075888, nomor mesin JFZ2E1080620, BA 3350 WR, diketahui saat korban bangun tidur usai melaksanakan piket jaga di rumah dinas wakil walikota sekitar pukul 05.00.

“Saat korban melihat ke arah parkir, sepeda motornya sudah tidak ada lagi di tempat. Akibat dari kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp16.000.000," ungkapnya.

Hingga saat ini, oknum banpol PP terduga pelaku curanmor tersebut masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Kota Pariaman. Jika terbukti, pelaku tidak hanya akan dijerat pasal pidana, tapi juga akan diberhentikan dari kesatuan Banpol PP. 


Saat berita ini diturunkan, pihak kepolisian sedang menyelidiki dan mengembangkan kasus tersebut. Polisi belum bisa memastikan apakah terduga melakukan curanmor seorang diri atau dengan komplotan terorganisir. (Nanda)
Polisi Ciduk 13 Pelaku Pencurian Suku Cadang Kendaraan Tilang Lantas Pariaman
Ilustrasi. Foto: istimewa
Pariaman -- Sebanyak 13 orang pelaku pencurian onderdil kendaraan barang bukti milik Satlatas Polres Pariaman, masih menunggu keputusan penyidik dan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Padang. Penelitian tersebut dilakukan untuk memberi kepastian pemberian tindakan diversi peradilan anak kepada ke 10 pelaku yang berstatus sebagai pelajar itu.

Hingga kini, 10 orang pelajar masing-masing, AA (16), ZA (16), RS (17), MN (19), S (16), DAJ (16), DRZ (16), MM (16), APA (16), TTA (18) yang masih berstatus pelajar, masih diamankan di Mapolres Pariaman.

Sementara 3 orang pelaku ES (20), warga Kampuang Apa Kecamatan Patamuan, MN (19), dan A (20) dipastikan akan menjalani proses hukum karena berusia lebih dari 18 tahun.

Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto melalui Kasat Reskrim Polres Pariaman AKP Andi Paningotan Lorena, Senin (28/8), menerangkan, sebelumnya pihak kepolisian telah melakukan pertemuan antara orang tua pelaku, penyidik dan pihak Bapas Padang dan pekerja sosial. 

“Nanti dari hasil penelitian kita tentukan apakah 10 orang ini dapat dilakukan tindakan diversi atau hukum konvensional, itu tergatung hasil kajian,” terangnya.

Dikatakannya, untuk mendapatkan tindakan diversi, pelaku harus memenuhi persyaratan antara lain, diancam penjara di bawah 7 tahun, berusia di bawah18 tahun dan tidak mengulangi perbuatan pidana.

“Dalam mengupayakan diversi, penyidik dan penuntut umum harus melihat syarat pemberian diversi itu. Tidak asal pemberian diversi,” ulasnya.

Sebelumnya tim gabungan 3 CN Pegasus Polres Pariaman mengamankan 13 orang yang diduga pelaku pencurian dengan pemberatan terhadap onderdil dan sparepart sepeda motor barang bukti tilang di Polres Pariaman, Minggu (26/8) silam sekira pukul 13.00 WIB. 10 orang di antara pelaku berasal dari kabupaten Padangpariaman.

Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan barang bukti yang diduga hasil curian, yakni 1 buah knalpot racing, 1 buah batok motor merk Vega, 1 karbu merk Mikuni, 1 pelek racing merk Rossi, 1 buah piringan cakram dan 6 unit sepeda motor yang digunakan pelaku.

Dari keterangan dari pelaku, kata dia, pencurian di kantor lantas telah dilakukan berulang 9 kali dengan kelompok pelaku yang berbeda-beda. Total kerugian yang dialami Satlantas Polres Pariaman Rp 12 juta. (Nanda)
Polres Pariaman Tangkap Bandar Sabu Jaringan Pekanbaru
Polisi ekspose barang bukti saat IB diamankan
Pariaman -- Satresnarkoba Polres Pariaman berjanji akan terus kembangkan pengungkapan jaringan peredaran narkoba oleh tersangka IB yang mengedarkan narkoba jenis sabu di wilayah hukum Polres Pariaman.

Tersangka IB, 40 tahun, warga Pariaman Tengah, Kota Pariaman, yang ditangkap Selasa (25/7) sekitar pukul 21.30 WIB itu, merupakan tersangka yang memiliki banyak jaringan peredaran narkoba di Kota Pariaman.

Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto didampingi Kasat Resnarkoba Polres Pariaman Iptu Suhardi mengatakan, dari hasil penyelidikan diketahui tersangka IB merupakan pemain kelas besar yang memiliki banyak jaringan dan kaki yang mengedarkan narkoba kepada pembeli.

Dari hasil penyelidikan juga diketahui narkoba tersebut didapatkan dari daerah lain, yakni kota Pekanbaru, Riau. 


"Dia banyak kakinya untuk mengedarkan sabu kepada pembeli. Jaringannya banyak," ujarnya di Pariaman, Jumat (28/7/2017) kepada wartawan.

Tersangka IB kata dia, diketahui kerap menjual sabu kepada pembeli di rumahnya sendiri. Ia ditangkap tanpa perlawanan di rumah kontrakannya di Desa Ampalu.
 

Dari tangan tersangka IB saat dilakukan penangkapan, polisi mengamankan barang bukti 1(satu) bungkus sabu seberat 2,5 gram, dompet yang berisikan plastik bekas sabu, tiga unit telepon genggam, satu buah timbangan dan uang tunai sebanyak Rp5.500.000. (Nanda)
AF "Ayah Rutiang" Pindah Tahanan
AF saat diamankan di Mapolsek Sungailimau. Foto: Nanda
Alai Gelombang -- AF (42), tersangka kasus pencabulan anak kandung sendiri di nagari Kuranji Hilir, Kecamatan Sungailimau, Padangpariaman akhirnya dipindahkan dari Rutan Polsek Sungailimau ke Rutan Polres Pariaman, Jumat (14/7/2017) siang.

Kapolres Pariaman, AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto, mengatakan pemindahan tersangka AF ke rutan Polres Pariaman untuk lebih memudahkan penjagaan saja.

Ia membantah, jika pemindahan tersangka AF disebabkan oleh kekhawatiran luapan amarah keluarga korban kepada tersangka.

"Pemindahan tersangka agar lebih optimal saja penjagaannya. Karena di Polres ruang tahanannya luas dan petugasnya lebih banyak, maka lebih optimal," ujarnya.

Kata dia, hingga saat ini situasi masyarakat di lingkungan tempat tinggal korban masih kondusif, tidak ada gejolak yang menonjol.

"Keluarga korban kesal, marah itu jelas tapi kondisinya masih kondusif," sebutnya.

Sebelumnya, AF diamankan pada Selasa (11/7) setelah dilaporkan istrinya atas dugaan pencabulan kepada DPS (18) yang merupakan anak kandungnya sendiri sejak korban berumur 15 tahun.

AF yang berprofesi sebagai petani itu resmi ditahan setelah ditetapkan menjadi tersangka oleh penyidik unit reskrim Polsek Sungailimau pada Kamis (13/7) lalu.

Nanda
Diduga Dibunuh, ABG Ditemukan Tak Bernyawa di Fly Over Katapiang
Korban ditemukan dalam sudah dalam kondisi tak bernyawa. Foto: Nanda
Batang Anai -- Penemuan sesosok mayat remaja ABG di kawasan Fly Over Bandara Katapiang, Kecamatan Batang Anai, gemparkan warga setempat, Kamis (22/6/2017) dinihari.

Jenazah yang diketahui identitasnya bernama, Dayat Agustin, 15 tahun, merupakan warga Asam Jawa, Nagari Lubuak Aluang, Padangpariaman, ditemukan sekitar pukul 03.15 WIB.

Informasi dari Putra (bukan nama sebenarnya) salah satu rekan dari korban mengatakan, sebelum ditemukannya menjadi mayat, korban bersama rombongan sebanyak 5 sepeda motor pergi ke jembatan Fly Over untuk berfoto-foto. 

Sesampai di jembatan sekira pukul 02.30 WIB, korban dan temannya didatangi salah seorang pemuda yang tidak mereka kenal dan bertanya kepada rekan korban perihal asal korban dan kawannya.

"Dia orang yang datang itu nanyain kita anak mana, saya bilang kita anak Lubuak Aluang, setelah itu dia pergi dan beberapa saat kembali dengan kawan-kawannya dan mengejar kami. Kami, berpencar. Beberapa saat kemudian baru diketahui bahwa korban menghilang, setelah dicari, ditelpon malah aktif tapi tak diangkat," kisah salah seorang rekan korban yang engan disebut namanya.

Tidak berselang lama, pukul 03.15 WIB baru korban di temukan di ujung jembatan Fly Over di dalam semak-semak dalam kondisi tidak bernyawa. Usai ditemukan, rekan korban melapor ke pos polisi Fly Over.

"Pas ketemu, dia sudah sudah tidak bernyawa," jelasnya.

Kapolres Padangpariaman, AKBP Eri Dwi Heriyanto, mengatakan, pihaknya telah melakukan penyelidikan atas kematian korban yang diduga merupakan korban tindakan penganiayaan yang menyebabkan kematian.

Untuk keperluan penyelidikan, jenazah korban saat ini dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumatera Barat untuk dilakukan outopsi. Sedangkan pelakunya, ungkap dia, masih dalam penyelidikan kepolisian.

"Kita sudah lakukan outopsi untuk keperluan penyelidikan, namun hasilnya belum didapatkan. Pelakunya juga masih dalam lidik kami," ujarnya.

Nanda
Polres Pariaman Periksa Kejiwaan Saksi Kunci Kasus Pembunuhan Zulbaidah
Jenazah Zulbaidah ditemukan terkapar di rumahnya. Foto: Nanda
Bungo Tanjuang -- Adrianto, 30 tahun, warga Desa Bungo Tanjuang, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, jalani proses observasi di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) RB Sa'anin, Padang, Sabtu (10/6/2017).

Adrianto merupakan saksi kunci kasus kematian Zulbaidah, 55 tahun, warga Desa Bungo Tanjuang yang diduga dibunuh oleh orang tidak dikenal.

Jenazah Zulbaidah ditemukan Rabu (7/6) dinihari oleh saksi kunci tersebut. Observasi itu dilakukan untuk memastikan kondisi kejiwaan Andrianto sebelum diambil keterangannya atas penyelidikan peristiwa nahas itu. Dalam peristiwa itu, ia merupakan orang yang pertama kali menemukan jenazah korban dalam kondisi tidak bernyawa dan bersimbah darah.

Kepala Kepolisian Resor Pariaman, AKBP Bagus Suropratomo Oktoberianto, Sabtu (10/6/2017) di Mapolres Pariaman mengatakan, observasi yang dilakukan kepada Adrianto sangat diperlukan untuk memastikan kejiwaannya sebelum diambil keterangan. Diketahui, Andrianto sebelumnya juga pernah menjalani perawatan di RSJ atas penyakit yang ia derita.

"Keterangan saksi itu ada nilainya, kalo yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa, maka nilai keterangannya nol sehingga observasi ini begitu penting untuk langkah penyelidikan ke depannya. Apalagi saksi memiliki latar pernah menjalani perawatan akibat gangguan jiwa," ujarnya.

Selain Adrianto, penyidik juga telah mengambil keterangan dari beberapa saksi lainnya. Setidaknya lebih dari 5 orang telah diperiksa penyidik atas peristiwa tersebut.

"Tidak hanya saksi kunci ya, beberapa saksi lainnya juga sudah dimintai keterangannya," ulasnya.

Dikatakan Bagus, kejelian penyidik mengungkap kasus pembunuhan tersebut membuahkan fakta-fakta baru peristiwa pembunuhan korban.

"Hasil labfor ternyata pelakunya menghabisi nyawa korban bukan menggunakan parang yang kita temukan di TKP, namun menggunakan cangkul yang kita temukan di dekat TKP," rincinya.

Bagus sendiri menarget, penungkapan kasus pembunuhan Zulbaidah akan segera ditingkatkan pada tahapan penyelidjkan untuk menentukan atau menetapkan tersangka.

"Penyidik tentu sudah punya gambaran tentang pelakunya karena sudah mulai terarah penyelidikannya dan bukti-bukti juga sudah mengarahkan kepada pelaku peristiwa pidana ini. Namun sejumlah pembuktian tentu harus kita perkuat untuk dasar penetapan tersangka. Kita targetkan penyelesaian kasus dengan cepat," pungkasnya.

Nanda