Polisi Temukan Jaringan Sabu Dikendalikan Napi dari Lapas Pariaman
Kapolres dan Kalapas gelar barang bukti di Mapolres Pariaman. Foto/Nanda
Pariaman ----- Polres Pariaman lakukan pengecekan identitas penerima paket sabu yang coba diselundupkan salah seorang warga ke Lapas Klas IIB Pariaman.
      
Sebelumnya, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Pariaman menggagalkan upaya penyeludupan sabu seberat 25 gram yang dilakukan tersangka ME, 24 tahun, warga Sicincin, Kabupaten Padangpariaman ke dalam Lapas Klas IIB Pariaman pada Sabtu (9/8) sore.
       
"Penyidik telah berkoordinasi dengan pihak Lapas mengecek daftar narapidana. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa W yang disebut tersangka ME sebagai tujuan pengantaran paket sabu, adalah napi di Lapas ini," terang Kapolres Pariaman AKBP Andry Kurniawan didampingi Kalapas Klas IIB Pariaman Pudjiono Gunawan dalam keterangan resminya di Mapolres Pariaman, Selasa (12/6).
     
Dipaparkan Andry dari hasil pemeriksaan tersangka ME, paket sabu itu tersangka dapatkan dari pihak lain yang juga berinisial W. Paket ia ambil dari W di salah satu tempat di daerah Sicincin, Padangpariaman. Paket tersebut dijemput atas pesanan napi W melalui telepon.
       
Ditambahkan Andry dalam pemeriksaan tersangka, upaya pengelundupan paket sabu ke dalam Lapas Klas IIB Pariaman, merupakan pertama kalinya. Namun, pihaknya menduga sebaliknya. Penyelundupan tersebut, kemungkinan adalah kesekian kalinya.
       
"Tersangka mengaku ditelepon oleh narapidana Lapas Klas IIB Pariaman dan meminta tersangka mengantarkan paket ke dalam Lapas. Paket diambil dari pihak lain yang juga berinisial W di daerah Sicincin, Padangpariaman. Patut diduga juga jika upaya penyelundupan ini bukanlah pertama kali. Karena kejahatan narkoba ini adalah sistim jaringan," kata dia.
     
Upaya penyelundupan narkoba di Lapas Klas IIB Pariaman sudah tercatat dilakukan beberapa kali. Banyaknya napi dengan kasus narkoba terkadang menjadi pasar tersendiri bagi jaringan pengedar narkoba.
      
Terpisah, anggota DPRD Kota Pariaman Muhammad Yasin melalui sambungan telepon pribadinya, Selasa (12/6) menilai, banyaknya narapida dengan kasus penyalahgunaan narkoba di Lapas Klas IIB Pariaman, menjadi pasar tersendiri bagi jaringan peredaran narkoba.
      
"Tentu saja menjadi pasar tersendiri bagi peredaran narkoba," kata dia.
       
Menurutnya, Lapas Klas IIB Pariaman merupakan Lapas umum. Napi yang menjalani hukuman tidak hanya kasus narkoba. Namun kasus pidana lain, seperti pencurian, pembunuhan, judi. Percampuran napi kasus umum dengan narkoba, bisa membuat napi kasus lain yang bukan pengguna narkoba, menjadi pengguna.
      
"Perlu dilakukan pemisahan napi kasus narkoba dengan napi lain. Kami meminta agar napi kasus narkoba ditempatkan di Lapas khusus narkoba, sehingga tidak menular ke napi lain dan dari sisi pengawasannya, juga lebih efektif," sebutnya.
     
Sementara itu, terkait over kapasitas penghuni Lapas Klas IIB Pariaman, pihaknya mendorong agar Kementerian Hukum HAM RI (Kemenkum HAM RI) melakukan renovasi atau penambahan bangunan Lapas Klas IIB Pariaman.

Tidak hanya itu, penyebaran napi ke sejumlah Lapas lain di Sumatera Barat yang belun terlalu padat penghuni, dapat dilakukan pihak Kemenkum HAM RI mengurai permasalah over kapasitas penghuni Lapas.
       
"Pemko harus ikut mendorong pihak Kemenkum HAM RI agar dilakukan penambahan bangunan Lapas. Kita bisa usulkan ke kementerian," ulas politisi Partai Keadilan Sejahtera ini.
       
Selain itu, lanjut Yasin, pencegahan penyalahgunaan narkoba perlu diperkuat. Tidak hanya dilakukan pihak kepolisian saja, upaya ini harus dilakukan oleh semua pihak, termasuk pemerintah Kota Pariaman.
       
"Kota Pariaman baru ada lembaga BNK. Kewenangannya hanya sebatas pencegahan saja. Langkah penindakan terhadap pelaku penyalahgunaan narkoba, hanya dilakukan oleh kepolisian. Kami kira Kota Pariaman perlu punya lembaga BNNK yang vertikal dengan BNN pusat. Selain punya kewenangan pencegahan, BNNK punya kewenangan menindak. Tentunya hal ini membuat pemberantasan narkoba di Pariaman, jadi maksimal," pungkasnya. (Nanda)
Pukul Penderita Stroke dengan Balok, Dua Pencuri Gondol Jutaan Rupiah
Kapolres dan wakil bupati Suhatri Bur perlihatkan barang bukti di Mapolres Padangpariaman. Foto/Nanda
Sungaisariak ----- Tidak pilih korban, dua orang pemuda tanggung lakukan aksi pencurian disertai kekerasan (curas) di kampungnya sendiri. Entah apa yang ada di dalam pikiran keduanya, hingga melakukan pencurian di rumah tetangganya yang masih satu nagari.
    
Aksi curas tersebut dilakukan kedua pelaku, FM alias A, 25 tahun dan DK alias D, 17 tahun. Keduanya warga Nagari Ambang Kapua, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak.
     
FM dan DK melakukan pencurian dirumah seorang kakek bernama Nazaruddin, 83 tahun, warga Korong Lapau Nagari Ambang Kapua, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak. Aksi tersebut dilakukan kedua pemuda ini pada Minggu (27/5) pukul 03.00 WIB dinihari.
    
Kapolres Padangpariaman AKBP Rizki Nugroho didampingi Kapolsek Sungai Sariak AKP Edi Karan Prianto mengatakan, kedua pelaku melakukan aksinya dengan memaksa masuk rumah korban Nazaruddin. Korban yang saat ini dalam keadaan stroke atau lumpuh, mengetahui aksi keduanya dan sempat melakukan perlawanan. Korban yang sudah renta akhirnya tidak berdaya setelah dipukul salah seorang pelaku menggunakan balok kayu.
     
"Korban dipukul dengan kayu. Korban dipaksa menunjukkan letak uang. Karena dibawah ancaman korban menujukkan letak uang tersebut kepada kedua pelaku," terangnya.
     
Kedua pelaku menutupi wajahnya dengan buf dan baju sempat meninggalkan sejumlah uang milik korban. Awalnya korban meminta agar uang yang akan dibawa kedua pelaku disisihkan untuknya.
     
"Kedua pelaku awalnya mengambil uang korban sebesar Rp4,1 juta. Namun ada kejadian unik setelah itu. Korban dan pelaku sempat tawar menawar agar uang tersebut disisihkan sedikit. Kedua pelaku menyanggupi dan meninggalkan Rp200 ribu untuk korban. Sisanya, uang korban sekitar Rp3,7 juta dibawa oleh kedua pelaku," ulasnya.

Tidak berselang lama setelah selesai beraksi, tepat pukul 06.30 keduanya pelaku pun akhirnya diciduk aparat Polsek Sungai Sariak. Dengan dibantu warga, kedua pelaku dibawa ke Mapolsek Sungai Sariak.
     
"Dari keterangan yang ada dan warga setempat, mengarah dan kuat dugaan jika FM dan DK pelakunya. Keduanya kami amankan, dari interograsi keduanya, diakui bahwa benar telah melakukan pencurian. Bersamaan dengan pelaku kita amankan uang tunai Rp3,7 juta dan satu unit telepon genggam. Dari pemeriksaan juga diketahui aksi kali ini adalah kali kedua dengan korban yang berbeda," ulasnya.
     
Kini kedua pelaku terpaksa merayakan lebaran Idul Fitri dibalik jeruji besi Polres Padangpariaman.
      
Sementara itu, Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur mengimbau masyarakat mengaktifkan kembali sistim keamanan lingkungan (siskamling) di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Sistim keamanan mandiri tersebut, kata dia, diyakini ampuh mencegah kemungkinan terjadinya tindak kriminal di lingkungan masyarakat.
     
Ia mengajak masyarakat menjadi "polisi bagi diri sendiri" dengan mengoptimalkan sistim keamanan mandiri di lingkungan masing-masing.
     
Dikatakan Suhatri, meskipun pihak kepolisian melakukan patroli rutin, namun hal tersebut belum dapat mencover seluruh wilayah Kabupaten Padangpariaman yang luas, dengan jumlah personil terbatas. Ronda yang dilakukan, bisa menjadi "show", yang bisa membuat pelaku kejahatan berfikar ulang sebelum beraksi di lingkungan masyarakat yang rutin ronda.
      
"Jadilah polisi bagi diri sendiri. Dengan ronda yang dilakukan di masing-masing tempat, setidaknya mempersempit gerak pelaku kejahatan dan mengurungkan niat mereka melakukan aksi karena ada warga yang ronda," pungkasnya. (Nanda).
Titipkan Napi Narkoba, Kapolres Pariaman Minta Lapas Tingkatkan Pengamanan
Wartawan wawancarai Kepala Lapas dan Kapolres Pariaman di Lapas IIB Karanaur Pariaman. Foto/Nanda/istimewa
Pariaman ----- Polres Pariaman titipkan IR, 37 tahun, tersangka pengedar narkoba ke Lapas Klas IIB Pariaman, Senin (28/5)  sore.

IR sebelumnya ditangkap polisi di dinding luar dekat pintu gerbang utama Lapas Klas IIB Pariaman pada 22 Mei 2018 silam.
     
Penitipin IR yang masih berstatus sebagai narapida yang tengah menjalani hukuman dengan kasus yang sama, mendapat pengawalan ketat dari personil Polres Pariaman.
     
Penitipan IR dipimpin langsung Kapolres Pariaman AKBP Andry Kurniawan. Pada kesempatan itu Kapolres mengatakan, dititipnya IR karena masih berstatus sebagai napi yang sedang menjalani hukuman.
      
"Kami mengantarkan kembali napi yang tertangkap Selasa lalu kasus narkoba. Kesempatan ini sekaligus koordinasi tentang pengamanan Lapas Klas IIB Pariaman," ujarnya.
       
Saat penitipan tersangka IR, jajaran Polres Pariaman menyempatkan melihat kondisi Lapas Klas IIB Pariaman yang mengalami kelebihan kapasitas penghuni. Pada kesempatan itu, ia menyanggupi jika ada permintaan dukungan pengamanan dari Polres Pariaman di Lapas Klas IIB Pariaman.
        
Ia mendorong agar pihak Lapas memaksimalkan pencegahan masuknya alat komunikasi dari luar ke dalam Lapas Klas IIB Pariaman. Masuknya alat komunikas di Lapas, membuat narapida khusus narkoba masih tetap bisa mengendalikan jaringannya yang tersebar di luar Lapas.
       
"Dilihat dari fisik bangunan, dinding temboknya terbilang rendah. Sehingga upaya melemparkan sesuatu dari luar ke dalam masih dimungkinkan. Belum lagi jumlah petugas pengamanan yang terbatas, tentu saja berdampak terhadap belum maksimalnya pengamanan Lapas," sebutnya.
       
Kepala Pengamanan Lapas Klas IIB Pariaman, John Boy membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan pihaknya akan tingkatkan lagi pengawasan dan pengawasan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat itu.

"Terutama memperketat pengunjung keluar dan masuk ke dalam Lapas. Kondisi tidak imbangnya antara jumlah petugas dengan penghuni Lapas," Kata John Boy.
      
Ia mengatakan, jumlah petugas piket pengamanan yang terbatas jelas berdampak terhadap keoptimalan pengamanan di Lapas. Menurutnya, Lapas Klas IIB Pariaman menempatkan 5 orang petugas dalam setiap regu. Jumlah petugas sangat tidak sebanding dengan jumlah penghuni Lapas yang mencapai 509 orang.
      
"Kami berharap mendapatkan tambahan jumlah personil dan rehab bangunan Lapas, sehingga dapat maksimal melakukan pengawasan dan pengamanan pada narapidana tersebut," pungkasnya (Tim)
Amankan Gembong Curi Ternak, Polres Padangpariaman Akan Buru Penadahnya
Kapolres perlihatkan barang bukti yang diamankan dari komplotan pencuri ternak. Foto/Nanda
Parikmalintang ---- Kepolisian Resor (Polres) Padangpariaman masih mengembangakan hasil pengungkapan komplotan spesialis pencurian ternak, Edison alias Son Kabau Cs.
    
Kapolres Padangpariaman, AKBP Rizki Nugroho didampingi Kasat Reskrim, Iptu Fetrizal mengatakan, ketiga tersangka yakni Son Kabau (46), Can Baro (46), Joni Iskandar (42), baru mengakui melakukan aksinya di satu TKP yakni di Korong Sarang Gagak, Kecamatan Enam Lingkung.
     
"Sementara ini, ketiganya baru mengakui melakukan pencurian di satu TKP pada Sabtu (12/5) silam. Kita masih akan klarifikasi lagi dan dalami hal ini, dengan bukti dan keterangan lain, kasus pencurian ternak di beberapa TKP yang mirip polanya juga dilakukan oleh komplotan ini," terangnya saat menggelar penyampaian keterangan resmi kepada wartawan di Mapolres Padangpariaman, Selasa (22/5) siang.
    
Selain mengembangkan kemungkin keterlibatan komplotan tersebut di beberapa kasus pencurian ternak TKP lain, pihaknya juga sedang mendalami kemungkinan adanya penadah daging hasil curian ketiga pelaku.
    
"Kita akan kembangkan ke penadahnya. Namun ketiga tersangka masih irit bicaranya," pungkasnya.
    
Sebelumnya, ketiga pelaku diamankan personil Polres Padangpariaman pada Sabtu (12/5) sekitar pukul 04.00 WIB. Penangkapan tersangka berlangsung dramatis. Aksi kejar-kejaran antara polisi dengan tersangka menggunakan mobil, akhirya membuahkan hasil. Tersangka terpaksa dihadiahi timah panas karena mencoba melarikan diri. (Nanda)
Jual Togel Bulan Puasa, EM Diciduk Polisi di Palak Aneh
Polisi amankan barang bukti dari tangan tersangka penjual togel. Foto/Nanda
Pariaman ----- Tim 3CN Pegasus Polres Pariaman amankan penjual toto gelap (togel) yang beroperasi di bulan puasa.

Pelaku, EM, 50 tahun, diamankan di salah satu warung di Desa Palak Aneh, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman, Sabtu (19/5).

Kasat Reskrim Polres Pariaman AKP Ilham Indarwan di Pariaman, Senin (21/5), menerangkan, penangkapan EM berawal dari laporan masyarakat tentang masih adanya aktivitas judi togel di bulan puasa. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti pihaknya. Alhasil, pelaku EM pun akhirnya ditangkap.
        
"Saat di TKP, tersangka tidak dapat mengelak. Ia tertangkap tangan sedang melakukan perekapan pesanan angka dari pembeli. Bersamaan dengan pelaku, ikut kita amankan sejumlah barang bukti," terangnya.
       
Dari tangan EM, tim 3CN Pegasus Polres Pariaman mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain, 1 unit telpon merek Nokia yang berisikan SMS rekapan angka pasangan togel, uang Rp1.080.000 yang diduga hasil penjualan togel.
        
"Tersangka masih kita amankan, selanjutnya kita lakukan pemeriksaan," ulasnya.
        
AKP Ilham menyebut, operasi pemberantasan pekat seperti judi, peredaran miras akan terus dilakukan selama bulan Ramadhan. Operasi tersebut, selain penegakan hukum, juga memberikan jaminan kekhusukan ibadah umat Islam selama bulan Ramadhan. (Nanda).
Sumbar Rawan Dijadikan Teroris Daerah Transit, Rekrut dan Perencanaan
Foto: Reuters/istimewa
Pariaman ----- Elemen tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat Padangpariaman dan Kota Pariaman kecam serangkaian aksi teror yang dilakukan kelompok teroris dalam satu pekan terakhir di beberapa titik kantor kepolisian dan gereja di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Sejumlah perwakilan tokoh ulama, pendeta dan dewan stasi gereja tanpak hadir dalam pertemuan terbatas di Makodim 0308/Pariaman Jl. Soekarno-Hatta Nomor 55 Pariaman pada Selasa (14/5) pagi.
Pemimpin lintas agama, jajaran Kodim 0308, Kemenag dan Kepolisian foto bersama di Makodim. Foto/Nanda


Pada pertemuan itu, tokoh yang hadir juga memastikan pasca serangan teror bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya, tidak menganggu kerukunan antar umat beragama di Padangpariaman dan Kota Pariaman.

Dandim 0308/Pariaman Letkol Arh Hermawansyah mengatakan, serangan terorisme dapat menimbulkan dampak meluas jika tidak disikapi dengan bijak. Aksi serangan teror bom secara serempak di sejumlah titik di Jawa Timur diklaim oleh pelaku mengatasnamakan agama. Hal itu rawan meningkatkan sentimen antar pemeluk agama.

"Makanya perlu kita duduk bersama agar semua ini tidak salah persepsi. Ini bukan persoalan agama jelas murni kriminal, jangan sampai tindakan beberapa orang melakukan teror dianggap sebagai tindakan bersama atas nama agama tertentu. Melalui pertemuan ini jelas bahwa semua pihak mengecam. Tidak ada pembenaran bagi agama manapun melakukan teror sampai menghilangkan nyawa orang lain apalagi mengatasnamakan jihad," terangnya.

Ia mengatakan, Kodim 0308/Pariaman telah melakukan kontra dan upaya ciptakondisi menangkal paham radikalisme dan sentimen keagamaan pasca serangan teror. Kontra tersebut dilakukan dengan pemasangan spanduk bermuatan menjaga kerukunan antar umat beragama, teroris musuh bersama, dan keberagamaan itu indah.

"Saya perlu ditekankan dalam penyampaian ceramah ataupun di rumah ibadah, jika serangan teror itu bukan dilakukan agama tertentu agar tidak ada pemeluk agama yang terprovokasi paska kejadian di Surabaya ini," sebut dia.

Menurut Hermawansyah, pencegahan penyebaran paham radikalisme adalah tanggung jawab bersama. Seluruh pihak wajib ikut serta melakukan pencegahan terhadap paham yang menjadi benih terorisme di Indonesia.

"Dapat mencegah kegiatan yang mengarah pada garis keras dan mengalihkannya kepada kegiatan bersifat positif, seperti kegiatan pembauran antar umat beragama. Kegiatan yang mengandung unsur kekerasan seperti MOS di sekolahan bisa menjadi cikal bakal lahirnya terorisme," ajaknya.

Ia menilai, Sumatera Barat yang dikenal sebagai daerah yang homogen, masih terbilang aman dari target serangan teror atau beramaliyah. Namun, Sumatera Barat rawan dijadikan sebagai daerah transit, basis perekrutan anggota dan lokasi istirahat atau perencanaan.

Kecaman serupa juga disampaikan ketua MUI Kabupaten Padangpariaman Sofyan Marzuki Tuanku Bandaro. Ia menyatakan, serangan teroris yang dilakukan pihak yang mengklaim diri sebagai tindakan sebagai umat pemeluk agama, jelas mencoreng semangat toleransi antar ummat beragama di Indonesia. Toleransi yang selama ini terbangun, rusak oleh aksi teror tersebut.

Ia menilai, minimnya penanamanan ideoligi Pancasila, membuat ideologi radikalisme subur di Indonesia. Apalagi, pasca dihapuskan program dan mata pelajaran P4 di sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia.

"Sebagai kontra radikalisme ini, kita harus tekan dan tanamkan ideologi Pancasila kepada generasi muda. Saat ini banyak generasi muda yang tidak memahami Pancasila," pungkasnya.

Sementara, Dewan Stasi Gereja Katolik Pasar Usang Batang Anai, Padangpariaman, Yohannes Naiboho berbelasungkawa atas serangan teror bom yang terjadi. Menurutnya, dalam serangan di beberapa gereja pada hari Minggu (13/5) silam, tidak hanya korban dari pihak Nasrani, namun juga pihak muslim yang turut menjadi korban. Katanya, pihaknya juga bertanggung jawab menjaga keamanan dan kerukunan antar umat beragama di Sumatera Barat.

"Kita tetap mendoakan agar kelompok teroris yang masih berniat melakukan teror agar bertaubat. Kekerasan tidak akan menang. Kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah," katanya.

Yohannes menilai, penangkalan terorisme dan radikalisme dimulai dari rumah tangga. Upaya tersebut merupakan langkah pertama mencegah radikalisme dengan optimalisasi pendidikan di lingkungan keluarga yang menumbuhkan sikap peduli sosial.

Kepala Kantor Kementrian Agama (Kamenag) Kota Pariaman, mengatakan, perilaku terorisme disebabkan oleh dangkalnya pemahaman aqidah dan wawasan keagamaan umat pemeluk agama. Diperlukan optimalisasi pendidikan agama guna mencegah perkembangan paham radikal.

"Selain unsur aqidah dan agama, pelaku terorisme juga disebabkan oleh motif ekonomi. Awalnya karena motif ekonomi dulu," ujarnya.

Pihaknya akan mengoptimalkan mubaliq yang ada di Pariaman untuk menyampaikan paham Islam Rahmatal Lil Alamin. Hal itu makin dioptimalkan dalam penyampaian tausiayah selama bulan Ramadhan.

Kapolres Pariaman, AKBP Andry Kurniawan, mengatakan, aksi terorisme selain motif ekonomi juga motif ideologi. Dalam pandangan ideologi radikalisme pelaku bom bunuh diri menyebut teror bom bunuh diri sebagai bentuk amaliyah.

"Ini adalah kesalahan berfikir. Tidak ada pembenaran dalam agama Islam melakukan pembunuhan terhadap orang lain," katanya. (Nanda)