Kelelahan Usai Pesta Shabu, Dua Warga Cimparuah Diciduk Polisi
Dari tangan tersangka polisi amankan sejumlah barang bukti narkoba. Foto/Nanda
Pariaman ----- Tim 3CN Pegasus Polres Pariaman amankan dua tersangka kepemilikan narkotika di Dusun Lapai, Desa Cimparuah, Kota Pariaman, Selasa (14/8) dinihari

Kedua pelaku diamankan saat beristirahat usai mengkonsumsi narkotika. Masing-masing tersangka, yakni RI alias N, 36 tahun, warga Desa Cimparuah Kecamatan Pariaman Tengah dan DA alias D, 24 tahun, juga warga Desa Cimparuah.

Kapolres Pariaman AKBP Andry Kurniawan menerangkan, kedua tersangka diringkus saat sedang beristirahat dalam kondisi setengah sadar usai mengkonsumsi narkotika jenis sabu-sabu dan pil inex.

"Kita dapatkan informasi tentang aktivitas keduanya, direspon, dan keduanya berhasil diamankan," terangnya.

Dari kedua pelaku, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, yakni 1 paket kecil diduga shabu, 1 butir obat diduga inex warna merah muda, dan seperangkat alat hisab atau bong shabu-shabu.

Ditambahkan AKBP Andry, pihaknya sedang mendalami orang yang memasok narkotika kepada kedua pelaku. Informasi sementara dari keduanya, narkotika jenis shabu dan pil inex itu didapatkan dari salah seorang dari Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

"Kami sedang dalami pemasoknya juga. Kita akan gali keterangan lebih lanjut dari tersangka," ulasnya.

Sebelumnya, Sabtu (10/8) dua orang tersangka juga diamankan tim 3CN Pegasus Polres Pariaman usai menggelar pesta narkoba di gedung bekas kantor Dinas Pertanahan Kabupaten Padangpariaman.
Diduga Pungli, Polisi OTT Oknum Penjaga Sekolah SMA Sungai Limau
Kapolres Pariaman perlihatkan barang bukti hasil OTT. foto/Nanda
Pariaman ----- Oknum penjaga sekolah SMA Negeri Sungai Limau terjaring Operasi Tangkap Tangkap (OTT) tim sapu bersih pungutan liar (saber pungli) Polres Pariaman, Selasa (14/8) siang.
      
Oknum penjaga sekolah yakni An, 33 tahun, merupakan warga Nagari Koto Tinggi Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padangpariaman. Ia diduga melakukan praktik pungli dengan memungut uang sebesar Rp 60.000 untuk keperluan pengambilan ijazah bagi siswa yang telah lulus.
        
Oknum penjaga sekolah yang berstatus honorer ini, masih berstatus sebagai terlapor dan sedang menjalani pemeriksaan intensif di ruang Satreskrim Polres Pariaman.
       
"Terlapor ini kita amankan saat melakukan pemungutan sejumlah uang kepada orangtua murid untuk biaya pengambilan ijazah siswa yang telah lulus di SMA itu.
      
Dalam OTT itu, tim saber pungli Polres Pariaman mengamankan barang bukti uang tunai sebesar Rp9.767.000 yang diduga hasil pemungutan ijazah siswa SMA yang belum diambil, daftar serah terima ijazah ex siswa, kartu bebas pustaka, stempel legalisir atas nama kepala SMA dan stempel tanda tangan kepala sekolah.
     
Dikatakannya, dari keterangan terlapor, praktik pungutan itu telah dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu. Modusnya sama, pungutan untuk menebus ijazah siswa yang telah lulus.
      
Menurut AKBP Andry, pihaknya terus mendalami keterlibatan pihak lain dalam praktik pungutan liar di instansi pendididikan SMA Negeri di Sungai Limau itu. Selain oknum penjaga sekolah, penyidik juga telah memeriksa 6 orang saksi.
      
"Kita akan dalami siapa yang memerintahkan pungutan ini, uangnya disetor untuk siapa. Saat ini terlapor masih kita ambil keterangannya," pungkasnya. (Nanda)
Ketahuan Mantan Majikan, Pencuri Kasur Babak Belur Dihakimi Warga.
Kapolres Pariaman saat jumpa pers di Mapolres Pariaman. Foto/Nanda
Pariaman ----- Setelah berhasil mencuri kasus springbed dagangan majikan, aksi JW, 40 tahun warga Koto Marapak Kecamatan Pariaman Timur Kota Pariaman, akhirnya terhenti.

Ia berhasil diamankan pemilik toko bersama warga saat hendak mencuri kasus springbed di toko perabot Kurnia di Jalan By Pass Desa Kampung Gadang Pariaman Timur, Kota Pariaman, Selasa (14/8) dinihari.

Berbekal kunci cadangan, mantan pegawai toko perabot itu membuka pintu gudang toko dan mengambil kasur dari toko Kurnia, tempat dulu ia bekerja.

Dalam menjalani aksinya, JW dibantu satu orang lainnya, yakni T, 30 tahun warga Koto Marapak, Kecamatan Pariaman Timur Kota Pariaman.

Penangkapan pelaku berawal kecurigaan pemilik toko Kurnia atas kehilangan sejumlah kasus springbed di toko itu.

Pelapor yang curiga lantas melakukan pengintaian. Apes bagi pelaku, aksinya kali ini diketahui pemilik toko dan warga setempat.

Tersangka JW berhasil diamankan. JW sempat menjadi bulan-bulan warga yang kesal dengan aksinya. Sedangkan rekan tersangka yakni, T berhasil kabur menggunakan mobil pick up ke rumahnya.

"Setelah tersangka JW ini kita amankan, tersangka lain yakni T kita amankan di rumahnya di Koto Marapak,"  jelas Kapolres Pariaman, AKBP Andry Kurniawan didampingi Kasat Resnarkoba Polres Pariaman, AKP Ilham Indarmawan.

Dari pemeriksaan kedua tersangka, diketahui aksi pencurian itu adalah kali ketiga. Pelaku masuk kedalam toko menggunakan kunci cadangan yang ia simpan saat masih bekerja di Toko Kurnia Perabot.

"Dulu salah satu dari pelaku ini bekerja di toko itu, kunci cadangan yang masih ia simpan itu digunakan untuk membuka gudang penyimpanan," kata dia.

Sedangkan kasur springbed dari dua aksi pencurian sebelumnya masih disimpan di rumah tersangka T dan belum dijual.

"Yang diakui baru 3 kali, barang hasil curiannya juga belum sempat dijual dan disimpan di rumah tersangka T. Kita akan sita juga nanti," ulasnya.

Selain tersangka, kepolisian juga mengamankan satu unit kasus springbed dan mobil pickup nopol BM 1335 TH yang digunakan pelaku menjalankan aksinya. (Nanda)
Asik Pesta Shabu di Bekas Kantor BPN, 2 Pemuda Diamankan Polisi
Polisi amankan sejumlah barang bukti dari tangan tersangka. Foto/Nanda
Pariaman ----- Sedang pesta shabu, dua pemuda digerebek di bekas kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Padangpariaman. Tim 3CN Pegasus Polres Pariaman ciduk 2 orang warga yang sedang menggelar pesta shabu-shabu di bekas Kantor Badan Pertanahan Padangpariaman, Desa Kampung Baru, Jumat (10/8) sore.
       
Kedua tersangka, yakni, V, 34 tahun, warga Desa Air Santok Kecamatan Pariaman Timur Kota Pariaman dan RF, 34 tahun, warga kelurahan Jawi-Jawi II Kota Pariaman.
       
Kapolres Pariaman, AKBP Andry Kurniawan melalui sambungan teleponnya mengatakan, kedua tersangka tidak dapat mengelak saat diamankan petugas. Keduanya tertangkap tangan sedang berpesta narkoba.
      
"Saat diamakan, kedua tersangka masih dalam kondisi setengah sadar," ujarnya.
       
Menurutnya, penangkapan kedua pelaku, berawal dari laporan masyarakat jika di bekas Kantor Badan Pertanahan Padangpariaman sedang berlangsung pesta shabu-shabu. Tim merespon dan melakukan pengintaian. Kedua tersangka akhirnya berhasil diringkus.
      
Di lokasi penangkapan, diamankan 3 barang bukti yakni, 11 paket kecil shabu-shabi siap edar, seperangkat alat hisap sabu dan 2 unit telpon.
       
Tim 3 CN Pegasus tidak berhenti. Pengembangan pun dilakukan. Berbekal informasi dari tersangka V, tim bergerak cepat menuju rumah tersangka V di Desa Air Santok, Pariaman Timur. Pengembangan tidak sia-sia, 1 paket kecil sabu dan bungkusan plastik berisi plastik pembungkus sabu kembali diamankan pihak kepolisian.
         
"Keduanya kita amankan untuk penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.
          
Ditambahkan AKBP Andry Kurniawan, kedua tersangka tidak asing lagi. Kedua tersangka yang masuk dalam target operasi Polres Pariaman ini, pernah akan digrebek akhir Juli 2018 silam. Namun, operasi yang mungkin diketahui tersangka, akhirnya bubar.
          
"Alhamdulillah kita amankan keduanya sore ini. Kami ucapkan terimakasih kepada masyarakat atas informasinya. Kami mengimbau masyarakat untuk memberikan informasi kepada kepolisian agar kami bisa respon. Banyak pengungkapan kasus narkoba berawal dari informasi masyarakat," pungkasnya. (Nanda)
Warga Sicincin Berhasil Tangkap Kawanan Pencuri Kambing
Tersangka saat diamankan polisi setelah ditangkap warga. Foto/Nanda
Sicincin ----- Warga ringkus pelaku pencurian ternak kambing di Sicincin, Senin (6/8) kemarin. Pelaku, I, 33 tahun, warga Kelurahan Anak Aie Kota Padang. Penangkapan pelaku berlangsung dramatis.
       
Penangkapan berawal saat I bersama satu orang rekannya, Id, 27 tahun, warga Lubuk Alung beraksi di jalan menuju kantor Bupati Padangpariaman, Korong Pasa Dama Nagari Paritmalintang sekitar pukul 16.00 Wib. Dua ekor kambing milik warga berhasil dinaikkan kedua pelaku ke mobil Avanza. Namun apes bagi keduanya, aksi keduanya dipergoki warga.
      
Warga yang melihat aksi kedua pencuri ternak itu berteriak. Sontak lokasi dikerumuni warga. Kedua pelaku panik dan berupaya kabur menggunakan mobil itu. Puluhan warga menggunakan sepeda motor mengejar pelaku.
      
Aksi kejar-kejaran pelaku dengan warga berlangsung sepanjang jalan Pasa Dama, Simpang Paritmalintang, Kampung Panyalai, Kiambang, dan Jalan Padang-Bukittinggi.
      
Mobil yang dikendarai kedua pelaku akhirnya terhenti setelah terperosok ke dalam saluran irigasi di Simpang Sungai Asam, Sicincin.
     
Sadar warga masih mengejarnya, kedua pelaku terus kabur dengan menyeberangi area persawahan warga.
     
Salah seorang pelaku, yakni I akhirnya berhasil diamankan warga di Rimbo Bakuang Sicincin. Sedangkan satu pelaku lainnya, yakni Id berhasil kabur.
     
Kapolres Padangpariaman, AKBP Rizki Nugroho didampingi Kapolsek 2X11 Sicincin, IPTU Epi Kusnadi, Rabu (8/8) mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku I. Sedangkan satu orang pelaku lainnya yang berhasil kabur dalam pengejaran tim buru sergap Polres Padangpariaman.
      
"Pelaku yang satu orang lagi itu sudah kita kantongi identitasnya. Anggota di lapangan sedang melakukan pengejaran," terangnya.
       
Dijelaskannya, dari pemeriksaan terhadap I, ia mengaku bahwa aksi pencurian kambing baru dilakukannya satu kali. Namun kata Kapolres penyidik masih akan menggali keterangan kemungkinan ada aksi curnak lain yang dilakukan komplotan pelaku.
      
"Di Polres ada beberapa laporan terkait dengan kasus curnak ini. Apakah ada hubungan kedua pelaku dengan kasus curnak lain sebelumnya atau bagaimana, nanti akan dikembangkan," jelasnya.
     
Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan mobil minibus Avanza warna hitam nopol B 1069 SKA dan dua ekor kambing milik warga yang dicuri pelaku. (Nanda)
Begini Tampang Pencuri Anak yang Diamankan Warga di Dermaga Gandoriah
H beberapa saat setelah diamankan polisi dan warga. Foto/Nanda
Pariaman ----- Polres Pariaman amankan H, 28 tahun, warga Kecamatan V Koto Timur, Padangpariaman, atas penculikan anak, Jumat (20/7) pukul 18.00 WIB.
      
Kapolres Pariaman AKBP Andry Kurniawan didampingi Kasubag Humas Polres Pariaman AKP Sumiarti menerangkan, pelaku H diamankan di Muaro Pantai Gondoriah.

"Pelaku diamankan bersama korban, Putri (bukan nama sebenarnya), 6 tahun, warga Tanah Abang Jakarta," kata Kapolres di Pariaman, Sabtu (21/7).

Awalnya, pelaku diamankan karena kecurigaan warga dengan gerak-gerik pelaku yang sangat mencurigakan. Saat itu, H terlihat masuk ke dalam dermaga sambil menggendong korban.          

Warga yang saat itu berada di depan dermaga Gondoriah kian curiga ketika melihat pelaku dan korban saat H sambil membawa ember kecil dan kantong plastik. Pelaku dan korban terlihat meminta-minta uang kepada pengunjung di Dermaga Gondoriah.
       
"Kecurigaan warga kian bertambah saat menghampiri pelaku dan korban. Pelaku tidak bisa menjawab siapa nama ibu korban ketika ditanyai oleh warga," katanya.
        
Ia mengatakan, karena TKP penculikan anak berada di daerah Tanah Abang Jakarta, tersangka dan korban akan diserahkan ke pihak Polsek Metro Tanah Abang.
       
"Kita akan serahkan pelaku dan korban ke Polsek Tanah Abang untuk pemeriksaan lebih intensif. Kini kami masih menunggu penjemputan dari pihak Polsek Tanah Abang," pungkasnya. (Nanda)