LKPD Kota Pariaman, 6 tercepat di Sumbar



Walikota Pariaman Mukhlis Rahman menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Pariaman Tahun 2014 ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK-RI) Perwakilan Sumatera Barat yang diterima langsung oleh Kepala Perwakilan, Betty Ratna Nuraeni, Rabu (25/3/2015) di Padang.

LKPD Kota Pariaman ini merupakan yang ke-6 dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat yang di terima oleh BPKP Sumatera Barat.

Hal ini mengisyaratkan sebagai bentuk kepatuhan Pemerintah Kota Pariaman terhadap kewajiban yang harus dipenuhi oleh pemerintah daerah terhadap penggunaan anggaran negara.

Laporan keuangan ini adalah wujud pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Pariaman Tahun 2014 yang memuat Laporan Realisasi Anggaran (LRA), Laporan Arus Kas, Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) yang disusun sesuai Standar Akuntansi Pemerintah (SAP). Setiap entitas pelaporan wajib menyusun LKPD setiap tahunnya dan disampaikan kepada institusi pengawasan paling lama 3 (tiga) bulan setelah tahun anggaran berakhir.

Mukhlis mengatakan bahwa laporan ini untuk memenuhi kewajiban pemerintah daerah sebagai entitas pelaporan dan juga merupakan bentuk akuntabilitas terhadap pelaksanaan APBD Pemerintah Kota Tahun 2014.

"Laporan ini telah disusun secara maksimal dengan menyajikan semua aktivitas keuangan sesuai dengan standar ketentuan yang berlaku. Laporan ini kiranya dapat menjadi landasan bagi BPK-RI sebagai institusi pengawasan dalam melakukan evaluasi terhadap kinerja keuangan dan pembinaan bagi pemerintah daerah," kata Mukhlis.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BPK-RI Sumatera Barat Betty Ratna Nuraini yang didampingi oleh sekretaris dan pejabat auditornya menyampaikan bahwa LKPD ini akan dicek kelengkapannya disamping laporan keuangan itu sendiri juga disertai dengan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi pemerintah (LAKIP) dan Review dari Pengawasan Internal.
"Apabila laporan ini telah lengkap kemudian dilanjutkan dengan audit atas laporan yang telah disampaikan. Sebelumnya juga telah dilakukan pemeriksaan pendahuluan dan pemeriksaan belanja, selama 40 s/d 45 hari akan dilakukan audit lanjutan dengan metode pemeriksaan terhadap dokumen-dokumen, konfirmasi dengan pejabat atau pihak yang bertanggung jawab serta melakukan cek fisik ke lapangan," kata dia.

Lebih jauh diungkapkan, dia mengharapkan kepada walikota beserta jajaran agar tim auditornya untuk difasilitasi selama pemeriksaan yaitu berupa tempat, dokumen-dokumen yang diperlukan dan menghadirkan pihak-pihak yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaan anggaran tersebut.

Hadir pada acara penyerahan tersebut, Walikota di damping Kepala Dinas Pendapataan Pengelolaan Keuangan dan Aset, Indra Sakti, Inspektur Lukmansyam serta beberapa pejabat di DPPKA dan Inspetorat Kota Pariaman.


HC
ATPL 2015: Talao Pauh Bakal "Dirancah" Motor Trail Sumbar Riau Jambi



Sebanyak 1.500 para Trail Adventure yang berasal dari Sumbar, Riau dan Jambi akan meramaikan iven olahraga Adventure Trail Piaman Laweh (ATPL) 2015 yang akan digelar di Talao Pauh Barat, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Minggu (22/3) mendatang.

Hal itu terungkap saat rapat persiapan ATPL 2015, Kamis (19/3) di Balaikota Pariaman antara panitia pelaksana dengan Pemko Pariaman yang dihadiri langsung oleh Wakil Walikota Pariaman, Dr. Genius Umar.

Genius mengatakan bahwa Pemko Pariaman sangat mendukung kegiatan ATPL 2015 tersebut. Karena menurutnya dengan adanya kegiatan ini dapat mempromosikan Kota Pariaman sebagai daerah tujuan wisata.

"Saya sangat senang, para pemuda Kota Pariaman yang kreatif dapat mengelar kegiatan Adventure Trail Piaman Laweh 2015. Kegiatan ini bagian dari program pemerintah #ayokepariaman yang dapat memajukan pariwisata dan menjadikan Kota Pariaman menjadi tambah ramai," ujar Genius.

Dia juga berharap agar semua SKPD terkait dapat membatu dan mendukung kelancaran acara tersebut. Sebab, imbuhnya, banyak tamu yang akan datang dari luar Kota Pariaman.

"Sebagai tuan rumah kita harus bisa memberikan rasa aman dan nyaman disini," ujarnya lagi.

Genius meminta agar semua persiapan mulai dari pengamanan route, parkir di arena star dan finis, tenaga kesehatan sampai mobil wc, untuk dapat di persiapkan dengan matang.

Disamping itu, dia berharap supaya para peserta terutama yang datang dari luar Kota Pariaman agar bisa menginap di Kota Pariaman. Mengujungi objek wisata seperti Pantai Gandoriah, Pulau Ansoduo, Penangkaran Penyu, dll.

"Dan juga menikmati kuliner yang ada di Pariaman," katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia ATPL 2015, Memen, mengatakan, sampai sekarang telah mendaftar 750 orang peserta ke panitia pelaksana.

"Masih banyak peserta yang akan mendaftar. Peserta Adventure Trail Piaman Laweh 2015 akan menempuh Route sepanjang 37 kilometer. Star mulai dari Talao Pauh Kota Pariaman dan menempuh jalur rute hingga ke Kabupaten Padangpariaman,” ujarnya.


RZA/OLP
Genius Sebut Masih Banyak PNS Duduk di Warung Saat Jam Kerja



Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah pemersatu bangsa. Sebagai PNS, harus memiliki tanggungjawab pada tugas dan kepada masyarakat yang dilayani, kata Wakil Walikota Pariaman Genius Umar pada acara pembukaan Diklat Pra Jabatan CPNS Kategori 2  Angkatan I & II di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman bertempat di gedung BPKB Provinsi Sumbar, Rawang, Rabu (11/03/2015).

Dia menyebutkan perlunya memiliki factor vector atau arah, yaitu PNS harus memahami arah kebijakan yang diambil oleh pemerintah, sehingga memahami apa yang harus dilakukan untuk mendukung program-program yang sudah dicanangkan oleh pemerintah, baik dari tingkat pusat, provinsi dan terkhusus untuk Kota Pariaman.

Dijelaskan dia bahwa visi Kota Pariaman adalah menjadikan Kota Pariaman sebagai kota tujuan wisata.

"Pegawai harus memahami dan bisa menjelaskan kepada masyarakat arah kebijakan yang diambil oleh pemerintah dan bukan malah sebaliknya," jelasnya.

Dengan diadakanya Diklat Prajabatan ini, katanya lagi, diharapkan akan tercipta Reformasi Birokrasi dan pemahaman  tentang abdi negara yang berwawasan kebangsaan, pelayan publik, dan dapat tercipta satu kesatuan pandangan terhadap tugas-tugas dan tanggung jawab yang diembankan kepada pegawai.

"Tanggungjawab dan disiplin PNS harus datang dari hati. Jangan hanya rajin apel pagi dan sore sementara empat jam waktu terbuang buat duduk di warung, seperti saat habis apel, dan setelah jam makan siang," katanya lugas.

Sementara itu, Kepala BKD Kota Pariaman, Khaidir, menyebut, tujuan diselenggarakannya Diklat Prajabatan CPNS Kategori 2 angkatan I dan II ini untuk membentuk CPNS yang memiliki pengetahuan dan wawasan sebagai pelayan masyarakat yang baik. Peserta Diklat berjumlah 88 orang yang terdiri dari golongan I sebanyak 2 orang, golongan II sebanyak 44 orang dan golongan III sebanyak 42 orang.

“Acara ini dilaksanakan dari tanggal 10 Maret 2015 sampai tanggal 1 April 2015 selama 20 hari dengan jumlah jam pelajaran sebanyak 86 jam pelajaran per-angkatan,“ ujar Khaidir.

Hadir dalam acara, Kabid Diklat PIM Provinsi Sumatera Barat Ir. Hj. Khairanti Khairanis, M.Si, , tenaga pengajar Badan Diklat Provinsi Sumbar dan Widyaiswara Badan Diklat Provinsi Sumbar, para Kepala SKPD, serta para Kepala Sekolah se-Kota Pariaman.


OLP/JND
Pemko Pariaman dan Sawahlunto Jajaki Kerjasama Bidang Wisata




Walikota Pariaman Mukhlis Rahman menerima kunjungan sekaligus silahturahmi Pemerintah Kota Sawahlunto di Rumah Dinas Walikota Pariaman, Minggu (08/03). Rombongan dipimpin langsung oleh Walkota Sawahlunto Ali Yusuf didampingi Istri, Sekdako Sawahlunto dan beberapa Kepala SKPD, Tim Teknis Eksekutif, Tim Voley Putra dan Putri, serta Tim Sepakbola PS Talawi dan Pemko Sawahlunto OLD Star.


Pada kesempatan itu, Mukhlis mengatakan bahwa Pemerintah Kota Pariaman dan Pemerintah Kota Sawahlunto mempunyai beberapa persamaan, diantaranya adalah kesamaan dalam visi daerah yang fokus pada bidang kepariwisataan. Kota Pariaman saat ini, kata Mukhlis, sangat gencar dalam pengembangan wisata bahari, sedangkan Kota Sawahlunto dengan wisata tambang.

"Pertemuan dua daerah merupakan momentum  untuk menjalin kerjasama pengembangan dan promosi pariwisata, sehingga tercipta sinergitas antar dua daerah yang memiliki angka kemiskinan terendah di Provinsi Sumatera Barat," ungkap Mukhlis.

Dengan adanya penjajakan pengembangan pariwisata antar dua daerah, lanjut Mukhlis, Kota Pariaman dan Kota Sawahlunto, diharapkan kedepanya terjalin kerjasama yang berkelanjutan dalam segala sektor, sehingga tujuan kedua daerah yang menjadikan visi kotanya menjadi kota tujuan wisata dapat terwujud dan bisa saling melengkapi.

Sementara itu, Walikota Sawahlunto Ali Yusuf menyebutkan bahwa kondisi geografis Kota Sawahlunto telah membentuk karakter masyarakat yang dituntut harus proaktif dan inovatif, tidak bisa hanya menunggu tapi harus jemput bola. Kota sawahlunto dengan letak geografis yang jauh dari pusat ibukota provinsi, ungkapnya, sangat susah untuk mendatangkan orang. Namun dengan kerja keras dan memanfaatkan semaksimal mungkin potensi yang ada kota kecil dapat menjelma menjadi destinasi wisata Sumatera Barat dan bahkan diusulkan menjadi kota heritage di Indonesia.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pertandingan exebisi mulai dari tenis yang langsung diikuti walikota kedua daerah, sepakbola diikuti oleh Wako Sawahlunto dan Wakil Walikota Pariaman Genius Umar. 


HC/J
Olimpiade Tingkat Pelajar Kota Pariaman Diikuti 500 Siswa



Sebanyak 500 pelajar mengikuti acara seremonial pembukaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SD/MI, SMP/MTSN/MTS, SMA/SMK/MA se-Kota Pariaman yang di selenggarakan di lapangan upacara Balaikota Pariaman, Senin (09/03).

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman mengatakan bahwa O2SN merupakan salah satu bentuk perhatian terhadap olahraga dan kreatifitas generasi muda. Generasi muda, sebutnya, dituntut untuk lebih cerdas dalam mengggunakan waktu luang yang mereka miliki. Tidak hanya sekedar duduk dan berkumpul di warnet sambil bermain game online, para pelajar diminta untuk lebih aktif merangsang syaraf motorik mereka melalui olahraga.

“Disadari atau tidak, dengan adanya rangsangan syaraf motorik secara berkesinambungan akan berdampak pada daya kembang otak anak, sehingga mereka akan menjadi generasi muda yang aktif di sekolah maupun lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Penyelenggaraan pertandingan pada setiap cabang olahraga dalam O2SN ini, jelas Mukhlis, bertujuan untuk mempererat rasa persatuan dan kesatuan, serta meningkatkan kesehatan jasmani generasi muda. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk melatih sportivitas dan tanggungjawab serta menggali potensi atlet-atlet muda yang dapat diproyeksikan ke iven yang lebih tinggi.

”Kepada seluruh peserta kami ingatkan melalui semangat olahraga ini, agar selalu meningkatkan rasa kebersamaan, sportifitas, menjunjung tinggi fairplay dalam setiap pertandingan,” tutupnya.

Dalam laporan ketua panitia, Kanderi, kegiatan ini dilaksanakan selama 6 hari dimana untuk SLTA akan dilaksanakan pada tanggal 11-12 Maret 2015, SLTP pada tanggal 13-14 Maret, untuk SD tanggal 15 dan 16 maret.

"Kegiatan ini untuk ajang seleksi untuk mewakili Kota Pariaman pada kegiatan O2SN dan POPDA Tingkat Sumatera Barat," katanya.

Adapun cabang olahraga yang di pertandingkan sebanyak 16 cabang. Yaitu cabang olahraga Atletik, Sepak Bola SD, Voli Indor, Tenis Meja, Voly Pantai, Tenis Lapangan, Catur, Renang, Karate, Silat Gulat, Taekwondo, Basket, Bulutangkis, Bola Voly Mini, dan Sepak Takraw.


J/RZ
Mukhlis: Dengan Kembang Pesatnya Tekhnologi Informasi, Anak Pariaman Ditantang Berpacu



Kota Pariaman yang sudah menyandang sebagai Kota Layak Anak sudah sepantasnya memperkuat komitmen stakeholder-nya dalam memenuhi hak partisipasi anak dalam pembangunan yang difasilitasi oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan (BPMP) dan KB. Sosialisasi hal tersebut digelar di balairung kediaman Walikota Pariaman, Rabu (25/02).

Kegiatan itu dibuka oleh Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman, dihadiri Kepala BP2KB (Badan Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana) Kota Pariaman, Yandra Ferry, serta Kepala Badan/Kantor/Bagian/Bidang Setdako Pariaman dengan narasumber dari BP2KB Propinsi Sumbar.

Mukhlis mengungkapkan bahwa Forum Anak merupakan wadah partisipasi anak dalam pembangunan. Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah dan jangka panjang nasional dimana pemerintah akan membentuk dan mengembangkan wadah-wadah partisipasi anak terutama dalam mendukung program pembangunan Kota Pariaman yaitu program kota layak anak.

"Anak Indonesia sudah harus bisa mengantisipasi diri dari pengaruh negatif terutama dalam perkembangan teknologi melalui media internet. Sehingga anak ditantang berpacu dengan teknologi," ucapnya.

Mukhlis juga menghimbau kepada semua pihak agar menjadikan kegiatan ini sebagai momentum memicu kreativitas, inovatif dari anak. Kepada para orangtua, lanjutnya, diharapkan juga dapat mengenalkan dan mengajarkan nilai-nilai keagamaan agar si anak dapat membentengi diri dari nilai-nilai negatif yang berkembang di lingkungannya.


Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan BP2KB Kota Pariaman, Darmi, juga mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan menampung aspirasi anak-anak kepada pihak pemerintah, mengkampanyekan dan mensosialisasikan hak anak, perlindungan anak, serta persiapan anak-anak warga Kota Pariaman dalam kiprahnya pada forum lebih luas, baik di tingkat regional maupun nasional.

"Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari dengan peserta 100 orang dari pelajar SMP/MTs, SMA/MA yang ada di Kota Pariaman yang merupakan pengurus Forum Anak di empat kecamatan yang ada," singkat Darmi. 


Phaik/OLP
UPTD PKHP-IB Kota Pariaman Rilis Kasus Gigitan Hewan dan Positif Rabies



Pemko Pariaman menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap penyebaran virus rabies mengingat pada tahun 2014 kasus gigitan hewan tersebut masih cukup tinggi di daerah ini. Bedasarkan data UPTD Pusat Kesehatan Hewan dan Pos (PKHP) Inseminasi Buatan (IB) terjadi 117 kasus gigitan hewan.

Menurut Kepala UPTD PKHP-IB, Anang Yusup, Senin (26/1), dari jumlah 177 kasus gigitan tersebut 4 kasus diantaranya positif terjangkit virus rabies.

Dikatakannya, rabies disebut juga penyakit anjing gila. Rabies adalah penyakit infeksi tingkat akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini bersifat zoonotik, yaitu dapat ditularkan dari hewan ke manusia.

Virus rabies ditularkan ke manusia melalui gigitan hewan misalnya oleh anjing, kera, kucing, dan kelalawar.

"Hewan yang menularkan virus rabies adalah hewan yang sering kontak langsung dengan manusia dan banyak berada di lingkungan rumah kita. Sewaktu waktu bisa saja virus ini menular pada manusia," kata Anang.

Menurutnya, belum seluruhnya masyarakat Pariaman menyadari akan ancaman bahaya virus rabies. Partisipasi masyarakat, lanjutnya, masih rendah dalam pencegahan penularan virus ini.

"Rabies virus sangat berbahaya, hanya bisa dicegah dan tidak bisa diobati. Untuk itu kami himbau masyarakat untuk melakukan vaksin terhadap peliharaannya, seperti anjing dan kucing," lanjut dia lagi.

Untuk pencegahan virus rabies, tahun 2015 ini berbagai program dilakukan seperti sosialisasi, vaksin secara gratis, eliminasi anjing liar, sterilisasi, dan akan menggelar bulan vaksin rabies massal.

Untuk itu, tambah dia, diharapkan di tahun 2015 ini peran serta perangkat desa/kelurahan untuk dapat menggerakan masyarakatnya agar dapat berpartisipasi dalam menyukseskan dan memberantas virus rabies.
(Universary Ertiga Mania Sumbar) Armen: Dulu Kalau Lewat Jalanan Manggung, Awas Ditimpa Kelapa


Keluarga besar pencinta automotif yang tergabung dalam club Ertiga Mania Sumatera Barat merayakan hari jadi (universary) club yang ke II di Pantai Cermin, Karan Aur, Kota Pariaman, Minggu (25/1).

Menurut Nopriadi Syukri, member pencinta mobil keluarga besutan suzuki itu mengatakan bahwa panitia memilih Pantai Pariaman sebagai lokasi pesta acara ulang tahun club karena ingin menikmati suasana kekeluargaan di Pantai Pariaman yang dikenal asri dan indah. Selain menghelat beragam acara seperti lomba pacu tangkelek, tari, dsb, menurut dia, Ertiga Mania Sumbar juga akan memberikan bantuan sosial (berupa uang) kepada tiga orang penderita penyakit rapuh tulang, di Desa Santok, Pariaman Timur.

"Sekaligus juga untuk menjalin silahturahmi dengan sesama pencinta mobil Ertiga se Sumatera Barat. Di Pantai Cermin ini area lokasi parkir dan ruang santai keluarganya sangat luas, ditambah pula dengan anginnya yang berhembus sepoi-sepoi membuat betah keluarga besar Ertiga Mania Sumbar," kata Nono, karib dia disapa.

Sementara itu, Sekdako Pariaman Armen yang hadir membuka acara menyampaikan selamat datang di Kota Pariaman. Sesuai dengan hastag #AyokePariaman, Armen menuturkan bahwa Kota Pariaman semakin maju kian harinya, baik di bidang pembangunan infrastruktur maupun pembangunan pariwisatanya.

"Saya saat datang ke Pariaman tahun 2006, kalau lewat Desa Manggung itu selalu ada yang mengingatkan hati-hati ketimpa buah kelapa. Sekarang di kawasan Manggung jalannya sudah jalur dua, pantainya sudah indah, ditambah pula dengan adanya pusat penangkaran penyu, menjadikan kawasan itu selalu ramai tiap harinya," kata Armen.

Armen juga mengajak keluarga besar Ertiga Mania Sumbar untuk menikmati objek wisata bahari lainnya yang ada di Kota Pariaman.

"Kita punya pulau yang sangat indah. Disana para wisatawan bisa berolahraga diving dan snorkeling untuk melihat warna warni terumbu karang dan ikan-ikan hiasnya," ajak Sekda.

Dikatakan Ketua Ertiga Mania Sumbar, Jufrizal, jumlah peserta yang datang ke Kota Pariaman sebanyak 100 mobil yang membawa serta keluarga mereka. Kata dia, Ertiga Mania Sumbar terbentuk pada bulan April 2013.

"Hingga kini, Ertiga Mania Sumbar beranggotakan 200 pemilik mobil Suzuki Ertiga. Kami berharap, dan membuka diri bagi pemilik Ertiga lainnya untuk bergabung bersama kami," katanya.

OLP
Dikunjungi 90 Satker PNPM Bengkalis, Nono Tunjukan Potensi Wisata Kota Pariaman



Sembilan puluh (90) orang dari Satuan Kerja (Satker) PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) Mandiri Kabupaten Bengkalis melakukan studi banding ke Kota Pariaman.




Menurut Syafnir Ahmad, Korkot Replikasi PNPM Bengkalis, kunjungan kerja atau studi banding ke Kota Pariaman dimaksudkan untuk mencontoh aplikasi pengembangan home industri dan usaha kreatif oleh Satker PNPM Kota Pariaman yang terbilang sukses dan berhasil.

"Studi banding kami ini sekaligus untuk peningkatan kapasitas BKPM. Usaha kreatif dan home idustri jumlahnya beragam di sini, seperti yang telah kami kunjungi tadi di Pariaman Utara, ada tenun, sulaman dan home industri pengrajin pembuat sepatu. Artinya, home industri kreatif di Kota Pariaman jauh lebih variatif dibandingkan Bengkalis," kata Syahnir, di Pusat Penangkaran Penyu, Manggung, Selasa (13/1).

Sementara itu, Kepala Satker PNPM Kota Pariaman Nopriadi Syukri mengatakan bahwa dia sengaja membawa PNPM Bengkalis langsung ke pusat-pusat home industri dan kerajinan kreatif yang ada di Kota Pariaman agar PNPM Bengkalis dapat melihat dengan jelas apa yang telah dilakukan PNPM Kota Pariaman dalam melakukan pembinaan terhadap usaha kecil dalam rangka peningkatan taraf ekonomi dan daya saing masyarakat di dunia industri.

"PNPM Kota Pariaman selain membangun infrastruktur juga melakukan pembinaan terhadap usaha kerajinan dan home industri. Dalam peningkatan kapasitas dan daya saing terhadap home industri dan usaha kreatif itu, kami dari PNPM memberikan bantuan berupa pelatihan, bantuan alat kerajinan dan sarana terkait agar usaha kecil masyarakat di Kota Pariaman memiliki daya saing dan mutu yang bisa diandalkan sehingga dapat meningkatkan taraf ekonomi mereka," kata Nono sapaan Nopriadi Syukri.

Lebih lanjut disebutkan dia, kunjungan PNPM dari Kabupaten Bengkalis yang berjumlah hampir seratus orang tersebut juga dimanfaatkan Nono dan kawan-kawan untuk sekaligus memperkenalkan potensi wisata yang ada di Kota Pariaman.

"Mereka (Satker PNPM Bengkalis) lewat jalur darat menggunakan dua Bus ke Kota Pariaman. Kesempatan kunjungan ini sekaligus kita manfaatkan sebagai sarana memperkenalkan potensi wisata yang ada di Kota Pariaman kepada rekan-rekan PNPM dari Bengkalis. Usai mengunjungi Penangkaran Penyu ini, kita langsung menuju Pantai Gandoriah dan Pulau Angso Duo," kata Nono yang tengah mempersiapkan program kerja perkampungan wisata nelayan di Desa Pauh Barat ini.

Sementara itu, Kabag Humas Pemko Pariaman, Hendri, yang turut hadir pada kesempatan itu mengatakan bahwa Kota Pariaman sedang mempersiapkan sindikasi marketing untuk pemasaran home industri kerajinan Pariaman agar para pelanggan tidak lagi membelinya dari Kota Bukittinggi semacam Sulaman Nareh yang sudah sangat terkenal hingga ke mancanegara.

"Sudah kita persiapkan dan kita sedang menuju ke arah sana (spot local marketing)," kata Hendri.

OLP
Mulai 2 Februari, PKL, Pasar Pagi dan Angdes Dindahkan ke Terminal Jati



Dalam menunjang mewujudkan Pariaman sebagai kota tujuan wisata, Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman terus berupaya memberikan kenyamanan bagi para wisatawan yang akan berkunjung ke Pariaman. Sejalan dengan konsep pariwisata, pasar tradisonal merupakan sebuah destinasi wisata dan merupakan sarana penunjang dari pariwisata itu sendiri. Pasar yang diinginkan sebagai penunjang pariwisata tersebut adalah pasar yang bersih, rapi dan tertib yang memberikan kenyamanan dan kesan yang baik kepada pengunjung.

Keberadaan Pasar Pariaman sebagai pusat perdagangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kota Pariaman merupakan pasar tradisional yang telah berkembang sesuai dengan pertumbuhan perekonomian masyarakat Kota Pariaman dan sekitarnya. Kondisi ini menuntut adanya revitalisasi pasar yang sesuai dengan kebutuhan dan fungsinya. Pembenahan dan penertiban pasar Pariaman, khususnya pedagang kaki lima dan pedagang sayur yang berjualan di pasar Pariaman di pagi hari perlu mendapat perhatian dari pemerintah.  Untuk antisipasi kondisi dan daya tampung pasar Pariaman, Pemko Pariaman telah menyiapkan pasar sayur dan ikan yang berlokasi di terminal Jati Kota Pariaman.

Untuk pemindahan pedagang telah dilakukan rapat koordinasi SKPD terkait yang juga dihadiri oleh Kapolres Pariaman yang diwakili oleh Kabag Operasional Kompol Syahril yang menyatakan kesiapannya untuk membantu proses pemindahan pedagang di pasar Pariaman ke terminal Jati.

Dalam rapat yang dipimpin oleh Asisten I Tata Praja Lukman Syam, menyampaikan bahwa hasil rapat meminta kepada Dinas Koperindag Kota Pariaman untuk menyiapkan langkah-langkah persiapan pemindahan pedagang dan melakukan sosialisasi ke pedagang kaki lima di pasar Pariaman. Pada akhir rapat tersebut, eksekusi pemindahan pedagang pasar Pariaman ke pasar Jati  direncanakan tanggal 2 Februari 2015. Pemindahan pedagang tersebut juga dibarengi dengan pemindahan moda transportasi angkutan desa dari terminal muara ke terminal Jati Pariaman guna menunjang akses pembeli ke pasar Jati.

“Saat ini, Dinas Koperindag telah bekerjasama dengan dinas perhubungan Kota Pariaman dalam rangka pemindahan para pedagang pasar pagi dan angdes yang mangkal di terminal Muaro ke terminal Jati. Kami telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang tersebut. Mereka memberikan respon positif perihal kepindahan tersebut namun dengan catatan seluruh pedagang pasar pagi tersebut harus dipindahkan ke pasar Jati tanpa terkecuali. Sosialisasi ini dilakukan secara langsung, disiarkan melalui radio dan spanduk,” jelas Gusniyeti Zaunit, Kepala Dinas Kopperindag Kota Pariaman.


Hendri Chaniago
Kembangkan Potensi Wisata, Pemko Pariaman Gaet Investor Jepang


Wakil Walikota Pariaman Genius Umar beserta beberapa Kepala SKPD terkait di lingkungan Pemerintah Kota Pariamaan (Pemko) melakukan rapat bersama Dananjaya Axioma, Direktur Asean Japan Centre (AJC) yang merupakan pusat promosi perdagangan dan pariwisata negara-negara Asean.

Kehadiran Dananjaya di Kota Pariaman untuk membantu mengkaji model perencanaan pembangunan dan pengembangan pariwisata sebagai leading sektor pembangunan ekonomi di Kota Pariaman, Jumat (9/1) di ruang rapat Bappeda. Pada kesempatan itu, Genius meminta agar Danan dapat memediasi Pemko Pariaman dengan para pengusaha Jepang agar mau menanamkan modalnya di Kota Pariaman.

Merespon keinginannya tersebut, Danan sengaja mengunjungi tempat-tempat dan melihat lebih dekat potensi-potensi yang dimiliki Kota Pariaman untuk dapat  dikembangkan dalam menunjang pencapaian visi dan misi yang telah dituangkan dalam RPJMD Kota Pariaman. Kajiannya ini, kata Danan, juga dapat menjadi acuan bagi para investor untuk investasi di Kota Pariaman khususnya di bidang pariwisata.

Dananjaya dalam presentasinya menyampaikan demografi penduduk Jepang saat ini berbentuk piramida terbalik, dimana jumlah generasi muda lebih sedikit daripada generasi tua. Ditambah lagi, sebut dia, dengan adanya kebijakan pemerintah Jepang yang tidak memberikan bunga terhadap uang pensiunan yang disimpan di bank, sehingga mereka berusaha untuk mencari daerah-daerah baru untuk memutarkan uang mereka.

"Dan orang Jepang tersebut merasa bahwa kawasan yang cukup bersahabat bagi mereka adalah kawasan Asean. Oleh karena itu, Kota Pariaman harus mampu menarik minat investor Jepang untuk menginvestasikan uangnya di sini,” kata Danan.

Sementara itu Genius mengatakan, jika Kota Pariaman benar-benar ingin melakukan pembenahan di berbagai bidang, tentunya dana dari APBN dan APBD saja tidaklah cukup, sehingga kehadiran dan investasi dari ara investor benar-benar sangat dibutuhkan.

“Saya harapkan, kita harus mengetahui dengan tepat dimana letak potensi-potensi daerah yang mungkin dapat dijual kepada para investor. Kota Pariaman ini bisa di ibaratkan seperti sebuah meja, dimana di meja tersebut nampak dengan jelas dimana letak potensi-potensi daerah Kota Pariaman yang bagus untuk dikembangan. Dan hal ini harus benar-benar diketahui oleh setiap kepala SKPD terutama bagian Penanaman Modal sebagai SKPD yang akan menjual potensi-potensi tersebut kepada para investor baik dalam maupun luar negeri,” tutur Genius menegaskan.

Rapat yang berlangung selama lebih kurang 2 jam ini juga dihadiri oleh Staf ahli, Kepala Bappeda, Kepala Disdikpora, Kepala Dishubkominfo, Kepala Diskoperindag, Kepala DPPKA, Kepala KP2TPM, Sekretaris Dinsosnaker dan Kabag Humas. 


Dewi/OLP
Mukhlis: JKSS, Gratis Belajar 12 Tahun, Bus Sekolah Gratis, Adalah Perjuangan Mengisi Kemerdekaan Bangsa



Seratus lima puluh Legiun (150) Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman, memperingati HUT LVRI yang ke 58, Tahun 2015 yang di gelar di aula Kodim 0308 Kota Pariaman, Senin (5/1).
 

Acara  peringatan organisasi pejuang itu di hadiri oleh Walikota Pariaman, H. Mukhlis Rahman, MM, Bupati Padangpariaman Drs. Ali Mukhni, Kasdim 0308 dan Ketua LVRI Sumatera Barat, pengurus, serta seluruh anggota LVRI Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman.

Pada kesempatan itu Mukhlis mengatakan, bahwa kita menyadari sejarah perjuangan Bangsa Indonesia saat merebut dan mempertahankan kemerdekaan merupakan pengabdian terbesar dari para pejuang yang bersama-sama dengan komponen pejuang kita (Pariaman) saling bahu-membahu guna menghujudkan cita-cita proklamasi 17 Agustus 1945.

“Kita sebagai generasi muda wajib melanjutkan perjuangan para pahlawan yang sudah mengorbankan segala-galanya demi mempertahankan kemerdekaan. Para pejuang rela mengorbankan jiwa dan raga demi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucapnya.

Mukhlis menuturkan, Pemko Pariaman telah melakukan berbagai program dan terobosan untuk mensejahterakan masyarakat.

"Pembangunan yang dilaksanakan dalam mengisi kemerdekaan tersebut dilakukan secara bertahap di segala bidang. Pembangunan fisik dan infrastruktur telah berkembang pesat, baik itu pembangunan jalan yang sudah teraspal hingga kepelosok desa, pembuatan jalan dua jalur, pembangunan sekolah, drainase, penerangan jalan dan trotoar, membangun puskesmas, dan lain sebagainya," lanjutnya.

Pada pembangunan non fisik, kata Mukhlis, Pemko Pariaman telah menerapkan wajib belajar 12 tahun dengan menggratiskan uang masuk untuk meringankan beban masyarakat.

"Dan bahkan sekarang ini Pemko telah menyediakan angkutan bus sekolah gratis bagi siswa. Di bidang kesehatan kita telah menyediakan 60 pos pelayanan kesehatan dan tenaga medis yang bertugas di desa-desa. Pemerintah Kota Pariaman sejak tahun 2012 telah meluncurkan asuransi JKSS (Jaminan Kesehatan Sabiduak Sadayuang), serta menerapkan gerakan magrib mengaji, dan masih banyak yang akan kita perbuat untuk kemajuan anak bangsa ke depannya,” pungkasnya.


Reza/OLP
Genius Minta Jajaran KEMENAG Turut Tanggap Atasi Permasalahan Umat di Kota Pariaman


Wakil Walikota Pariaman Genius Umar meminta kepada Kantor Kementerian Agama Kota Pariaman berserta jajarannya ikut tanggap dan melakukan upaya penanggulangan terhadap beberapa permasalahan yang ada di masyarakat.

Di Kota Pariaman saat ini, kata Genius, tengah berkembang beberapa penyakit masyarakat yang telah mencapai fase mengkhawatirkan, yaitu maraknya peredaran narkoba dikalangan pelajar dan masyarakat, juga tidak terkendalinya hiburan orgen tunggal pada malam hari.
Hal itu disampaikan olehnya pada Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke 69 tingkat Kota Pariaman Tahun 2015 yang dilaksanakan di halaman Sekolah MTsN Model Padusunan di Desa Pauh Barat (3/1/2015).

"Kementerian Agama dengan perangkat dibawah jajarannya hendaknya melakukan sosialisasi ke pelajar dan masyarakat tentang bahaya dan akibat dari penyalahgunaan narkoba. Begitu juga dengan para KUA di kecamatan, penyuluh agama, mubaligh serta para khatib yang dibawah koordinasi kantor Kemenag Kota Pariaman juga dapat memberikan pencerahan melalui dakwah agama dan khotbah jum’at di mesjid-mesjid tentang betapa bahayanya dampak pemakaian narkoba terhadap genarasi muda kita," katanya.

Disamping itu, lanjutnya, institusi tersebut juga dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang permasalahan kebebasan hiburan orgen tunggal di malam hari yang dapat memicu timbulnya perilaku-perilaku asusila yang bertentangan dengan ajaran agama Islam.

"Menghadapi dinamika persoalan umat tersebut, segenap pimpinan dan aparatur Kementerian Agama harus sering turun ke lapangan, harus banyak mendengar dan memahami masalah dan isu keagamaan yang timbul ditengah masyarakat sehingga dapat direspon dengan cepat," imbuh Genius menegaskan.

Dalam rangkaian peringatan Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke 69 tingkat Kota Pariaman Tahun 2015 mengakat tema “Menegakan Nilai-nilai Integritas, Profesionalitas, Inovatif, Tanggung Jawab, dan Keteladanan sebagai Ruh Budaya Kerja”.

Pada kesempatan ini juga diserahkan bantuan terhadap beberapa panti asuhan yang ada di Kota Pariaman, bantuan Mesjid, dan Beasiswa untuk siswa miskin. Upacara dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Pariaman H. Hendri, S.Ag, M.Ag beserta perangkatnya dan KUA, majelis guru di lingkungan Kemenag Kota Pariaman, serta siswa MIN, MTsN, MAN se-Kota Pariaman.

Hendri Chaniago
Terapkan Bill Dalam Setiap Transaksi, 3 Rumah Makan Ini Dapat Penghargaan Dari Pemko Pariaman



Pemko Pariaman sangat mengapresiasi wajib pajak yang secara sadar dan proaktif membayarkan pajak rumahmakan atau restorannya. Hal itu dibuktikan dengan diberikannya penghargaan dan doorprize bagi wajib pajak pada acara Undian dan Pemberian Penghargaan kepada Wajib Pajak dan Pengusaha Restoran/Rumah Makan di Kota Pariaman bertempat di Aula Balaikota Pariaman, Senin (29/12/2014).

Acara yang dibuka oleh Wakil Walikota Pariaman, DR.Genius Umar, S.Sos, M.Si itu dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Pariaman Armen, Kepala DPPKA Fadli, Kapolres Pariaman, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Afnil, para SKPD, Camat, Kepala Desa dan para pemilik rumahmakan dan restoran se Kota Pariaman.

Genius Umar menegaskan bahwa Kota Pariaman merupakan kota kecil yang baru berusia 12 tahun sebagai salah satu daerah pemekaran dari Kabupaten Padangpariaman.

“Pada awal berdirinya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pariaman sangatlah kecil sehingga ketergantungan ke pusat (pemerintah) sangat besar. Jika dalam pembangunan Kota Pariaman diperlukan biaya yang sangat besar tentunya ini akan terasa naïf jika kita hanya menggantungkan sumber pembiayaan sepenuhnya dari pemerintah pusat. Olehkarena itu, Pemko Pariaman harus lebih aktif untuk meningkatkan PAD dengan menggali potensi-potensi pendapatan daerah,” ucapnya.

Sesuai dengan Perda, pengenaan pajak makan minum sebesar 10%  adalah dipotong langsung dari dana yang dibayarkan oleh setiap konsumen pada setiap transaksinya di rumahmakan dan restoran dipungut sebagai pajak yang akan disetor ke kas daerah.

Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat, kata Genius, DPPKA diminta untuk melakukan terobosan dan sosialisasi pemungutan pajak melalui sistem selfassesment. Dengan sistem selfassessment ini wajib pajak mengitung, membayar dan melaporkan sendiri pajak daerah yang terhutang sehingga pelaksanaan administrasi perpajakan diharapkan dapat dilaksanakan dengan lebih rapi, terkendali, sederhana dan mudah dipahami.

Genius juga mengharapkan dengan diberikannya penghargaan dan reward kepada setiap wajib pajak bisa menjadi perangsang atau stimulan peningkatan pajak daerah. Penghargaan diberikan kepada 13 rumahmakan atau restoran yang menggunakan bill dalam setiap transaksi. Dalam acara tersebut Pondok Lesehan Joyo Makmur terpilih sebagi terbaik I, Lubuk Arai terbaik II dan Pondok Lasuang sebagai terbaik III.


Dewi/OLP
Rustian Abbas, Satpam Teladan Kota Pariaman 2014

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman serahkan piagam kepada Satpam teladan 2014

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman bertindak sebagai inspektur upacara dalam memperingati HUT (hari ulang tahun) Satuan pengamanan (Satpam) ke-34 yang digelar di lapangan upacara Polres Pariaman, Selasa (30/12).


Upacara tersebut turut dihadiri oleh Wakapolres Pariaman, Kepala Dinas Perhubungan, Kalapas IIB Pariaman, Kepala Bank Nagari Pariaman, dan seluruh Satpam yang berdinas di Kota Pariaman.


Mukhlis mengatakan, pada hari yang bersejarah ini dia mengucapkan selamat ulang tahun yang ke 34 kepada seluruh personil satuan pengamanan di Kota Pariaman dan berharap semoga kedepanya Satpam semakin eksis menunjukkan jati dirinya sebagai unsur utama pengamanan swakarsa yang mampu berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban maysarakat Kota Pariaman.


Mukhlis menyebut, kiprah Satpam memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pelaksanaan tugas Polri untuk mwnjaga dan memelihara stabilitas kamtibmas.


“Secara historis, sebelum lahirnya kepolisian modern, pengamanan terhadap diri , keluarga maupun harta benda, dilakukan oleh tiap-tiap anggota masyarakat yang di kenal dengan pengamanan swakarsa,” sebut Mukhlis.

Dalam implementaswinya di Indonesia, lanjutnya, pengamanan swakarsa dilaksanakan oleh masyarakat dalam bentuk ronda kampung yang kemudian diatur sebagai sistem keamanan lingkungan (siskamling). Setelah proklamasi kemerdekaan, imbuhnya, seluruh masyarakat berjuang mempertahankan kemerdekaan melalui wadah masing–masing, baik dalam kesatuan bersenjata, dapur umum, palang merah, maupun wadah lainya yang dikenal dengan sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (Sishankamrata).


Mukhlis menuturkan, selama kurun waktu 34 tahun berkiprah, satuan pengamanan telah mampu menampilakan kinerja secara baik, khususnya dalam membantu Polri membina kamtibmas, menegakan aturan hukum yang berlaku, serta menumbuhkan kesadaran dan kewaspadaan keamanan pada tempatnya bertugas.

"Melalui kewenangan kepolisian yang terbatas, para personil Satpam telah berperan aktif dalam mengamankan pelaku kejahatan, memberikan informasi terkait tindakan pidana ataupun gangguan kamtibmas lainnya, serta melaksanakan patrol guna menjamin terciptanya rasa aman di lingkungan kerjanya," tandasnya.


Di akhir acara, Mukhlis menyerahkan piagam pergargaan kepada Rustian Abbas Satpam RSUD Kota Pariaman sebagai satpam teladan Kota Pariaman 2014.


Reza/OLP
Peringati Hari Ibu dan HAM, Kapolres Pariaman Angkat Isu Poros Maritim



Kapolres Pariaman AKBP Gandung D. Wardoyo memimpin upacara dalam rangka memperingati hari Hak Azasi Manusia, Hari Ibu ke 86, Hari Bela Negara, dan Hari Kesadaran Nasional tahun 2014 tingkat Kota Pariaman, Senin (22/12) yang diselenggarakan di halaman Balai Kota Pariaman.

Upacara memperingati Hari Ibu tahun 2014 ini mengusung tema “Kesejahteraan Perempuan dan Laki-Laki Dalam Mewujudkan Pembangunan Yang Berkelanjutan dan Berkeadilan Menuju Indonesia Berdaulat, Mandiri Dan Berkepribadian”.


Dalam sambutan Kapolres mengatakan bahwa hari ini merupakan tonggak bersejarah bagi kaum perempuan di Indonesia.

"Kita kilas balik sejarah 86 tahun yang silam, tepatnya tanggal 22 sampai 25 Desember 1928 dimulainya perjuangan pergerakan kaum perempuan Indonesia di Jogjakarta. Peristiwa itu merupakan tonggak sejarah bagi perjuangan kaum perempuan Indonesia dalam upaya merebut kemerdekaan dari tangan penjajah," ucapnya.


Menurutnya, Peringatan Hari Ibu ini juga membawa pengaruh positif bagi perempuan dan masyarakat yang terdorong untuk selalu menghargai hak-haknya sebagai perempuan. Hal ini, lanjutnya, membuktikan bahwa perempuan apabila diberi peluang dan kesempatan mampu meningkatkan kualitas hidupnya secara mandiri.


“Perempuan dalam berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara juga mampu menjadi motor pengerak dan motor perubahan (agent of change),” jelasnya lagi.

Negara Indonesia, kata Gandung, harus menegakan baik kedaulatan ekonomi dan kedaulatan wilayah NKRI diharapkan dapat melihat poros maritim dunia sebagai kekuatan di antara dua samudra.


"Pembangunan nasional harus di topang oleh 5 pilar utama yaitu, pembangunan kembali budaya maritim, komitmen menjaga dan mengelola semberdaya laut dengan fokus membangun kedaulatan pangan laut, komitmen mendorong pengembangan infrastuktur dan konektivitas maritim, diplomasi maritim yang mengajak semua mitra Indonesia untuk bekerja sama pada bidang kelautan dan mambangun kekuatan pertahanan maritime," tambahnya.


Pelaksanan HAM, imbuhnya, tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum tetapi juga bagaimana pemerintah dapat menjalin hak-hak ekonomi, hak-hak sosial, dan hak-hak budaya.

"Seperti hak warga negara memperoleh layanan pendidikan, layanan kesehatan, dan juga memberikan jaminan perlindungan kebebasan beragama dan berkeyakinan, sebagaimana yang telah kita terapkan di Kota Pariaman selama ini," tutupnya.


Disela acara, Ny Tin Kaidir, selaku perwakilan dari TP-PKK Kota Pariaman membacakan kilas balik sejarah Hari Ibu, 86 tahun silam.


Reza/OLP
Liputan Khusus: Kenapa Sih Pemko Pariaman Studi Banding ke Kota Batam? Ini Jawaban Seriusnya



Studi banding ke Provinsi Kepulauan Riau yang dilakukan oleh Bagian Humas Sekretariat Daerah Kota Pariaman bersama para jurnalis membawa output positif untuk pengembangan Kota Pariaman ke depan terutama di bidang pariwisata. Kunjungan kerja singkat di Kota Batam tersebut akan berlanjut setelah Asisten I Setdako Pariaman bersama Badan Kominfo Kota Batam dan Bagian Humas Kota Batam sepakat akan menindaklanjuti kerjasama bidang pariwisata dengan melibatkan masing-masing dinas antara dua pemerintahan daerah. Yaitu Dinas Pariwisata Kota Batam dan Dinas Pariwisata Kota Pariaman.

Kerjasama yang dimaksud adalah Kota Batam bersedia menjadikan Kota Pariaman sebagai Sister City-nya. Jika kerjasama itu terealisasi, dengan jutaan wisatawan yang berkunjung ke sana, mereka akan menjadikan Kota Pariaman sebagai daerah kunjungan selanjutnya bagi para wisatawan yang datang ke Batam, tentunya dengan ikut mempromosikan potensi wisata yang ada di Kota Pariaman yang tidak kalah eksotiknya.

"Kita berkunjung kesini tidak hanya untuk sekedar saling tukar cendramata. Kunjungan kita ini adalah langkah awal yang sangat serius untuk melakukan penjajakan dan belajar dari Pemko Batam dalam rangka memajukan dunia pariwisata. Pemko Batam sangat tertarik dengan potensi wisata yang ada di Kota Pariaman dan mereka bersedia bekerjasama atau membantu Kota Pariaman membangun potensi wisata kita setelah kami memberikan pemaparan yang sangat detail tentang kekayaan alam yang kita miliki seperti wisata bahari yang meliputi wisata diving dan snorkeling, wisata pulau dan terumbu karang, wisata budaya, wisata kuliner dan berbagai potensi lainnya. Mereka (pejabat Humas dan Badan Kominfo Batam) semua mengenal Kota Pariaman dengan pesta budaya tabuiknya."

"Tadi sama-sama kita dengar. Tindak lanjut ke depan kerjasama ini akan diteruskan oleh dinas masing-masing (Dinas Pariwisata Kota Pariaman dan Dinas Pariwisata Kota Batam)," kata Asisten I Setdako Pariaman Lukman Syam (19/12) didampingi Kabag Humas Hendri kepada wartawan.

Kota Batam yang berpenduduk 1,2 juta jiwa ini adalah kota dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia yaitu 7,5% pertahunnya. Menurut Sekretaris Badan Kominfo Kota Batam, Zulkifli, wisata Kota Batam adalah urutan ketiga di Indonesia setelah Bali dan Jakarta.

Zulkifli menuturkan, Pemko Batam, dalam membangun dunia pariwisatanya merangkul NGO dan LSM beserta kalangan dunia usaha. Kegiatan-kegiatan besar di Kota Batam menurut dia, lebih banyak dilakukan oleh kalangan dunia usaha jika dibandingkan oleh Pemko Batam itu sendiri.

"Peran LSM dan NGO adalah mempromosikan potensi wisata Kota Batam, baik (untuk) dalam (negeri) maupun luar negeri. Kemarin (18/12) dalam rangka HUT Kota Batam yang ke 185 kami bersama NGO dan LSM menghelat secara akbar "Kenduri Seni Melayu" yang dihadiri tamu dari negara Singapura, Malaysia, Philipina dan Brunai. Peran NGO dan LSM selain mempromosikan wisata juga mendatangkannya," kata Zulkifli.

Dari data yang diberikan oleh Pemko Batam kepada wartawan, pada tahun 2013 Kota Batam dikunjungi sebanyak 1 juta wisatawan, tidak termasuk para pelancong yang hanya sekedar singgah sehari saja.

"Misalnya wisatawan dari Singapura yang berkunjung ke Batam, lalu hari itu juga kembali lagi ke negaranya, itu tidak kami masukan dalam data statistik kunjungan," lanjut dia.

Sebagaimana diketahui, Kota Batam adalah kawasan OTORITAS satu-satunya di Indonesia. Di ranah melayu tersebut terdapat 6 waduk besar yang dikelola sebagai pasokan air bersih bagi warganya. Pemerintah Kota Batam juga menjamin pasokan listrik untuk industri-industri yang tumbuh subur di sana.

"Selain kawasan investasi terbaik di Indonesia yang tumbuh seiring dengan wisatanya seperti wisata bahari, wisata belanja, wisata kuliner, kita juga tumbuh suburkan budaya kita untuk dijadikan objek wisata," jelasnya.

Oyong Liza Piliang
Lukman Syam: Kekompakan PKDP Tanjung Pinang, Luar Biasa!




Sebanyak 13 wartawan media cetak, online dan radio yang biasa bertugas di Kota Pariaman melakukan studi peningkatan kompetensi ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Daerah pertama yang mereka kunjungi adalah Kota Tanjung Pinang.

Rombongan yang dipimpin Asisten I Setdako Pariaman Drs Lukman Syam MM berangkat dari Pariaman melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Selasa (16/12) siang. Setelah mengangkasa selama 55 menit, pesawat terbang yang mereka tumpangi mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam.

Usai menikmati makan siang di sebuah restoran dan menunaikan ibadah shalat, rombongan yang difasilitasi 5 aparatur Bagian Humas Setdako Pariaman itu melanjutkan perjalanan ke Kota Tanjung Pinang dengan menumpang kapal cepat. Setelah mengharungi lautan selama 55 menit pula, rombongan berlabuh di Tanjung Pinang.

Di Tanjung Pinang rombongan melakukan pertemuan silaturrahim dengan para perantau yang tergabung dalam Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP). Pertemuan berlangsung di Mushalla Nurul Muhajirin milik paguyuban itu, Selasa malam. Selain dengan jajaran Pengurus PKDP yang diketuai Syafril Kuniang, juga hadir sekitar 35 tokoh perantau asal Piaman.

Kepada para tamunya, Syafril Kuniang mengaku baru mendapatkan informasi kepastian tentang kedatangan rombongan jam lima sore. “Saya hubungi beberapa pengurus dan dewan penasehat, inilah kami yang hadir. Biasanya, kalau kami beitahukan lebih awal lagi, mushalla berukuran 12 x 12 meter ini bisa penuh sesak oleh sanak perantau asal Piaman yang berdomisili di Tanjung Pinang,” ujarnya.

Menurut Syafril, kekompakan mereka di Tanjung Pinang terpelihara dengan baik. Kegiatan rutin yang dilaksanakan berupa pertemuan bulanan, mingguan atau menghadiri hajatan-hajatan di rumah anggota. “Di komplek mushalla ini kami juga menyelenggarakan Taman Pendidikan Al-Quran,” papar Syafril.

Di samping mushalla memang terlihat berdiri bangunan dua lantai dengan enam petak ruangan yang berfungsi sebagai TPA dan Madrasah Diniyatul Awaliyah (MDA). Lembaga pendidikan itu memiliki anak-didik lebih dari 100 santri, tidaknya dari PKDP tetapi juga dari berbagai paguyuban lain. Lebih istimewa lagi, seluruh santri belajar secara gratis alias tanpa iyuran.

Menanggapi pemaparan Ketua PKDP Syafril Kuniang, Asisten I Setdako Pariaman Lukman Syam memberikan apresiasi sangat positif. Menurutnya, sudah hampir 2/3 daerah di Indonesia yang dikunjungi sejak menjadi pegawai negeri sipil (PNS), PKDP Tanjung Pinang terlihat luar biasa.

Secara umum, lanjutnya, perantau asal Piaman memiliki peran dan pengaruh di mana pun rantau yang mereka tuju. “Tak hanya di berbagai daerah di Indonesia, saya pun memperoleh informasi kalau perantau asal Piaman juga sukses di berbagai negara di dunia.

Terkait dengan program pembangunan di Kota Pariaman, Lukman menjelaskan, sesuai dengan potensi daerah sejak lima tahun terakhir pemerintah kota memperioritaskan sektor pariwisata. Untuk itu dibutuhkan peran investor, termasuk perantau asal Piaman agar menanamkan investasi.

Ia juga menyebutkan, sejak tahun 2010 Pemerintah Kota Pariaman telah membebaskan biaya pendidikan bagi seluruh siswa Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas / Kejuruan (SMA/K). “Kita berharap, pendidikan dasar warga kota semakin lebih baik. “Dulu, dengan pendidikan SD saja banyak perantau yang sukses, apalagi tamatan SLTA,” kata Lukman.  

Rabu pagi keesokannya rombongan mengunjungi Pulau Penyengat, sekitar setengah jam naik perahu pompong dari Tanjung Pinang. Di pulau yang menyimpan kekayaan sejarah Melayu ini, rombongan wartawan dan humas mempelajari pola pengembangan sektor pariwisata.

Selanjutnya, Rabu sore, rombongan kembali ke Batam untuk melakukan studi komparatif ke Humas Pemko Batam, sekaligus mempelajari keunggulan-keunggulan kota itu dalam pengembangan sektor pariwisata untuk diterapkan di Kota Pariaman.

Dilaporkan: Zakirman Tanjung

Mukhlis Kukuhkan Kepengurusan IPHI Kota Pariaman


Sebanyak 29 (dua puluh sembilan) orang pengurus harian Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) periode 2014-2017 Kota Pariaman dikukuhkan di Mushalla Komplek Balaikota Pariaman, Kamis (11/12).

Acara pengukuhan IPHI tersebut di hadiri oleh Waliota Pariaman, Mukhlis Rahman, Ketua IPHI Sumbar H Dasril dan kepengurusan IPHI Kota Pariaman, dan masyarakat Kota Pariaman yang sudah menunaikan ibadah haji.

Di kesempatan itu Mukhlis mengatakan bahwa keberadaan IPHI tidak terlepas dari pelaksanaan ibadah haji serta mempunyai hubungan yang erat di dalamnya karena IPHI terbentuk diawali dengan peristiwa perjalanan menunaikan ibadah haji.

"Perpaduan kepengurusan IPHI di Kota Pariaman ini sendiri berasal dari kalangan birokrat dan ulama yang akan memecahkan beberapa masalah-masalah umum dalam setiap kegiatan yang akan menjadi program IPHI," ujar Mukhlis.

Dia juga berharap bagi semua pengurus yang telah dikukuhkan agar dapat melaksanakan tugas mulia ini secara bersama-sama dengan dukungan bersama pula secara prinsip musyawarah.

"IPHI juga diharapkan bangkitkan kembali semangat rasa persaudaraan, semangat mengabdi kepada Allah dan juga untuk kegiatan sosial. IPHI juga harus menunjukan bahwa para haji di Kota Pariaman mempunyai jati diri sebagai Hamba Allah yang dapat memberi manfaat," ungkap Mukhlis.

Diantara pengurus yang dikukuhkan adalah, Ketua IPHI Kota Pariaman, Drs.H. Ali Anis, Wakil Ketua Drs. H. Efendi Jamal, MM, Sekretaris H. Junaidi, S.Ag.M.Ag, dan Bendahara H. Syafrudiddin Hamid.


Reza/OLP
Genius: "Indonesia Itu Ibarat Super Marketnya Bencana"



Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam memahami ancaman bencana dan tsunami serta meningkatkan kesiapsiagaan para pemegang kepentingan dalam penanggulangan bencana, baik oleh pemerintah, masyarakat maupun dunia usaha, kemudian ditambah upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam hal mitigasi bencana yang merupakan tanggungjawab bersama, Pemko Pariaman bersama BPBD provinsi Sumbar, BMKG Padang Panjang, TNI/Polri, beserta LSM dan instansi terkait melakukan pelatihan atau bimbingan tekhnis (Bintek) sosialisasi dan desiminasi tempat evakuasi sementara (Shelter) MP PRB Tahun 2014 (angkatan I 9-10, angkatan II 11-12 Desember) bertempat di Gedung Pertemuan Konservasi Perairan, UPT Konservasi Penyu, Desa Ampalu, Kota Pariaman (9/12).

Dihadapan 40 orang peserta Bintek angkatan I, Wakil Walikota Pariaman Dr. Genius Umar, M.Si mengatakan bahwa negara Indonesia ibarat super marketnya bencana. Beragam bencana, mulai dari bencana gempa bumi, tsunami, banjir, gunung meletus, hingga bencana sosial terjadi hampir di seluruh wilayah di Republik Indonesia.

"Wilayah kita (Pariaman) memang zonasi bencana gempa dan tsunami. Masyarakat yang tangguh harus menerima kenyataan tersebut meskipun tidak seorangpun dari kita yang mengharapkannya," kata Genius.

Untuk itulah, lanjut Genius, kepada seluruh lapisan masyarakat harus diberikan pemahaman yang merata, sedangkan bagi pemerintah bersama instansi terkait harus tetap siaga menghadapi ketika bencana itu terjadi dan pasca bencana.

"Pelatihan tekhnis ini sangat penting untuk mengetahui apa yang harus dilakukan jika bencana gempa terjadi di daerah kita. Misalkan penanganan saat mulai gempa, waktu exodus, dan pasca bencana. Kemudian menetapkan zona, misalnya daerah zona merah, kuning dan hijau. Artinya, zona merah bagi kawasan yang tidak boleh dihuni, zona kuning bagi kawasan hati-hati dan zona hijau bagi kawasan aman dampak tsunami," tutur Genius.

Sementara itu, menurut Ketua LSM Forum Mesjid Peduli Bencana Kota Pariaman H. Bagindo Jamohor, S.Sos, M.SiP, peserta Bintek angkatan I berjumlah 40 orang berasal dari instansi lintas sektoral, SKPD terkait penanggulangan bencana, LSM/Forum, kemudian angkatan II juga berjumlah 40 orang berasal dari kalangan masyarakat, Kepala Desa/Lurah dan relawan.

"Sosialisasi dan pelatihan ini akan terus berlanjut hingga ke sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman secara luas kepada masyarakat agar tidak timbul kecemasan (tentang bencana gempa) oleh isu-isu yang tidak bertanggungjawab. Dengan ilmu, mereka akan paham tentang apa itu bencana dan bagaimana cara menyelamatkan diri ketika bencana itu datang. Meski demikian, tidak seorangpun para pakar dan ilmuan yang bisa memprediksi kapan bencana itu akan terjadi, yang tahu hanya Allah SWT," kata Jamohor yang juga Ketua KADIN Kota/Kabupaten Pariaman ini.

OLP