espektasi masyarakat terlalu besar terhadap pemimpin pariaman kedepan

barusan saya ditelpon salah seorang ketua partai yang partainya lagi naik daun ditingkat nasional, dan bukan partai baru. teman tersebut menyebutkan hal2 yang sangat fundamentalis yang harus dibenahi dikota pariaman ini, dia mencemaskan pariaman ini akan lengang bila ibokota kab. pd pariaman jadi pindah pada bulan juni nanti katanya, hal itu memang beralasan juga namun bagi saya hal itu tak perlu terlampau dipikirkan. yang perlu dibenahi dipariaman ini bagaimana menggaet jumlah pengunjung wisata regional kekota ini dengan mengadakan dan membenahi sistem kepariwisataan. teman tadi juga melanjutkan dan sangat berharap agar jika ada pemimpin yang bisa membawa perubahan2 yang besar dikota ini hendaklah
pemerintahan kota pariaman dimata saya pribadi

ini adalah tulisan dan pendalaman materi yang cukup lama dalam penelaahan serta didapatlah kesimpulan menurut kacamata politik dan sosial saya secara pribadi.sistem pemerintahan kota pariaman yang menurut hemat saya belum termanajemen dengan baik sehingga sangat banyak sekali celah dibirokrasi untuk bermain, katakanlah disini oknum2 nakal. saya tak akan mengungkapkan semua fakta yang saya kantongi tentang perilaku birokrasi yang berjenjang. disini kita hanya melihat sistem yang dipakai pemko pariaman sangat amat lemah , kenapa saya berani berkata demikian..? semua seolah2 memicingkan mata terhadap perilaku2 yang melenceng dari amanah undang2 yang telah ditetapkan. contoh kecil saja , panitia pengadaan barang dan jasa ditingkat pemko sudah bukan rahasia umum lagi sering bermain mata dengan kontraktor2 nakal.

ini sangat bertentangan dengan kepres no. 80 th 2003
apakah pilkada pariaman tanpa majunya incumbent?? akankah star di 0km?

ini sering jadi bahan diskusi dilapau2 yang saya singgahi, sangat beralasan memang terkait masalah hukum yang melibatkan incumbent wako pariaman sekarang ini. masalah ini sudah lama berlarut2 baik ketika ditingkat penyidikan polda hingga diambil alih kejaksaan tinggi sumbar. jika mengacu pada hal diatas ,jika kasus ini belum jelas duduk perkaranya atau jika nanti dilimpahkan kepengadilan untuk disidangkan, sudah sangat memungkinkan incumbent akan sulit bertarung diajang pilkada kedepan. apa sebab , partai pengusung ditingkat pusat akan memikirkan dampak politiknya jika mengusung seorang tersangka terhadap perolehan suaranya di 2014. ini tentu dengan logika politik sederhana,, ditingkat pusat sedang disorot parpol2 yang kader2nya terkait masalah korupsi yang pastinya berdampak pada menurunnya rating partai tersebut.

yang kedua jika sp3nya turun. masyarakat yang tergabung dalam berbagai forum gerakan anti korupsi ditingkat sumbar tentu tidak akan tinggal diam. upaya hukum masih banyak.. diantaranya dengan melaporkan ulang kasus ini ke KPK jika ditemukan bukti negara dirugikan diatas 1milyar. ini juga sangat memungkinkan, karena selama ini banyak praktek2 "permainan" dilingkungan pemko yang sudah dikantongi para aktifis2 dikota ini. hal ini saya sendiri sudah diberitahu oleh salah seorang tokoh masyarakat dikota pariaman ini. jika dilihat dari gerakan2 yang sangat gigih dari para aktifis tersebut sangat memungkinkan sekali pilkada mendatang STARTING DI NOL KILOMETER.

jika hal tersebut seandainya terjadi
EMAIL DARI SEORANG TEMAN YANG MINTA DIJUDULI " BACA DULU INI BARU MAJU JADI CALON WALIKOTA PARIAMAN"
sedikit geli juga ketika menerima email dari irwansyah yang minta para calon berkaca dulu pada sosok jokowi walikota solo hal ini katanya termotivasi dari postingan saya tentang LOMPATAN QUANTUM. ada baiknya juga saya wadahi diweb kita ini..

Biografi Jokowi full (Joko Widodo)


Jokowi adalah tokoh pemimpin terpuji Walikota Solo dan berperan memperomosikan Mobil ESEMKA. Ir. Joko Widodo (Jokowi) adalah walikota Kota Surakarta (Solo) untuk dua kali masa bhakti 2005-2015. Wakil walikotanya adalah F.X. Hadi Rudyatmo. Jokowi lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961. Agama Jokowi adalah Islam.

Biografi Jokowi (Joko Widodo)

Jokowi meraih gelar insinyur dari Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 1985. Ketika mencalonkan diri sebagai walikota Solo, banyak yang meragukan kemampuan pria yang berprofesi sebagai pedagang mebel rumah dan taman ini; bahkan hingga saat ia terpilih. Namun setahun setelah ia memimpin, banyak gebrakan progresif dilakukan olehnya. Ia banyak mengambil contoh pengembangan kota-kota di Eropa yang sering ia kunjungi dalam rangka perjalanan bisnisnya.
Di bawah kepemimpinannya, Solo mengalami perubahan yang pesat. Branding untuk kota Solo dilakukan dengan menyetujui moto "Solo: The Spirit of Java". Langkah yang dilakukannya cukup progresif untuk ukuran kota-kota di Jawa: ia mampu merelokasi pedagang barang bekas di Taman Banjarsari hampir tanpa gejolak untuk merevitalisasi fungsi lahan hijau terbuka, memberi syarat pada investor untuk mau memikirkan kepentingan publik, melakukan komunikasi langsung rutin dan terbuka (disiarkan oleh televisi lokal) dengan masyarakat. Taman Balekambang, yang terlantar semenjak ditinggalkan oleh pengelolanya, dijadikannya taman. Jokowi juga tak segan menampik investor yang tidak setuju dengan prinsip kepemimpinannya. Sebagai tindak lanjut branding ia mengajukan Surakarta untuk menjadi anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia dan diterima pada tahun 2006. Langkahnya berlanjut dengan keberhasilan Surakarta menjadi tuan rumah Konferensi organisasi tersebut pada bulan Oktober 2008 ini. Pada tahun 2007 Surakarta juga telah menjadi tuan rumah Festival Musik Dunia (FMD) yang diadakan di kompleks Benteng Vastenburg yang terancam digusur untuk dijadikan pusat bisnis dan perbelanjaan. FMD pada tahun 2008 diselenggarakan di komplek Istana Mangkunegaran.

Berkat prestasi tersebut, Jokowi terpilih menjadi salah satu dari "10 Tokoh 2008" oleh Majalah Tempo.

Asal Nama Julukan Jokowi

“Jokowi itu pemberian nama dari buyer saya dari Prancis,” begitu kata Wali Kota Solo, Joko Widodo, saat ditanya dari mana muncul nama Jokowi. Kata dia, begitu banyak nama dengan nama depan Joko yang jadi eksportir mebel kayu. Pembeli dari luar bingung untuk membedakan, Joko yang ini apa Joko yang itu. Makanya, dia terus diberi nama khusus, ‘Jokowi’. Panggilan itu kemudian melekat sampai sekarang. Di kartu nama yang dia berikan tertulis, Jokowi, Wali Kota Solo. Belakangan dia mengecek, di Solo yang namanya persis Joko Widodo ada 16 orang.
baca selengkapnya
"mahal senyum" kepada masyarakat situkang sembah kepada atasan . itulah wajah wajah birokrasi.. disinipun ada juga yang begitu!

banyak diantara teman2 yang melapor dan mengkomplain terkait postingan pengalaman saya ketika meliput pembuatan e ktp dikantor camat pariaman tengah. baik melalui fesbuk dan ada pula yang langsung menelpon kesaya. kenapa hal yang ia dapat dengan saya berbeda? dalam hidup ini kita tidak boleh membeda2kan manusia.. teman yang melapor itu pun mengatakan ketika dia didata diportal satu ,tak satupun diantara mereka yang melayani dengan senyum, masuk lagi keruangan antri petugas yang memanggil memasang muka tanpa ekspresi seperti yang ia katakan. hal ini juga diperkuat oleh seorang teman saya yang mengatakan ketika diruangan pengambilan foto yang ber ac petugasnya tak putus2 merokok. bagi sebagian kalangan ini tentu sangat mengganggu karena ia tidak merokok dan takut kena dampak pasifnya. nah yang ini benar sekali.. ketika saya difoto mereka memang merokok. dan mengenai petugas yang mahal senyum benar adanya.. meskipun ini hal kecil namun akan berdampak besar kepada masyarakat, seolah2 mereka tak dihargai..


batuah kanan bana.. mancontoh kanan sudah.. koruptor tak jera jera

inilah fenomena dingara kita ini, mekipun sudah banyak koruptor2 yang dikandangkan, dan hancur karier politik dan martabatnya ,seperinya tak dihiraukan oleh pelaku2 lainnya yang akan menyusul. seperti kutipan mantAn ketua KPK BUSYRO MUQODDAS perilaku konsumtif dan pemberhala nafsulah penyebab maraknya budaya korupsi dinegeri ini.mereka tak jera karena ingin hidup mewah terus..takut miskin dan ingin dipuja2 oleh para penjilat2nya..

yang mengherankan LAGI  pelaku korupsi INI tak beranjak dari anggota dewan dan kepala2 daerah,kita tak menampik juga di dinas perpajakan ,kepolisian,kejaksaa dll. namun persentasinya amat kecil bila dibandingkan dua pejabat pemerintahan ini. coba simak tayangan ditelevisi2 lokal indonesia,bagaimana sigapnya mereka berkolaborasi dalam mengeruk uang rakyat. dan tidak jarang pula orng yang kita sangka dari pembawaannya didepan publik sangat anggun dan penuh simpatik, ternyata pemain "liga spanyol" juga. penampilan terkadang memang menipu, bak pepatah jangan menilai buku dari sampulnya,

bagaimana ditingkat2 daerah.. lihat saja, gaya hidup mereka diluar gaji yang mereka terima tiap bulannya. pengawasan disini amat longgar. media lebih senang memberitakan beruta yg bagus2 saja ,agar korannya tetap eksis dan jadi langganan tetap pemerintah disini. ada pula koran investigasi,, yang biasanya terbitnya perminggu.. tak jarang oknum jurnalis ini memblowup kasus2 dugaan penyelewengan pemerintah,, namun setelah disumbat dia adem lagi.. sehingga peran media sebagai sosial kontrol tercemari oleh oknum2 tersebut.

saya selalu meniatkan dalam hati saya untuk mengatakan kebenaran ber asaskan fakta. jika saya tau dan bagi mereka yang menyimpan bukti penyelewengan anggaran apbd menyerahkan kepada saya.. saya bersumpah akan melakukan segala daya dan upaya untuk membawa kasus tersebut sampai tuntas... melaporkan ke KPK amat memungkinkan bagi saya, selain kenal satu dua tokoh media berpengaruh tingkat nasional dan beberapa teman dari teman saya yg jadi penyidik di KPK,selain itu saya juga punya tanggung jawab moral kepada kampung saya ini. melapor ke KPK tak sesulit yang anda bayangkan bila anda mengetahui jalur2nya.. dijamin expres daripada kejakarta langsung kekantor KPK MEMBAWA SETUMPUK BERkAS.

yang paling saya antipati dalam melihat tatanan demokrasi dikampung saya ini adalah praktek KKN yng amat suburnya. mereka sudah menganggap dirinya sebagai raja disini.apalagi kerabat2nya yang tak kalah pula agresifnya ..

dari dulu hingga kini BENDERA KKN selalu berkibar dikota pariaman ini, baik pemerintah sebelumnya dan sekarang ini.. bendera2 ini harus dibakar dan tak boleh berkibar lagi diera kepemimpinan yang akan datang. secara jantan saya pribadi katakan saya tak suka dengan pola kepemimpinan sekarang ini.. mereka HARUS DIGANTI!

catatan oyong liza piliang