Lensa Piaman: Labuhan Pulau Kasiak

Secara alami sebuah jalur disela-sela karang yang mengelilingi bibir pantai Pulau Kasiak untuk dilewati perahu kecil terbentuk. "Labuhan" adalah istilah yang diberikan oleh nelayan lokal yang acap menepikan biduknya di halaman pulau yang terdapat penangkaran penyu alami milik Pemko Pariaman tersebut. Foto diambil dari atas menara mercusuar setinggi 40 meter. Pulau Kasiak memiliki luas 0,5 Hektare, ditumbuhi kelapa, pohon sukun, pepaya, dll.

Lensa Piaman: Tidur Pulas

Saat narasumber memberikan makalah di podium, beberapa hadirin terlihat menahan kantuk dan akhirnya tertidur pulas di aula utama Balaikota Pariaman dalam acara sarasehan tentang "Sejarah Pariaman dan kepahlawanan H. Bgd. Dahlan Abdullah" Senin, (25/8).

Lensa Piaman: "Lomba Melepas Anak Penyu"

Rombongan Ibu Bhayangkari Polda Sumbar terlihat memberikan semangat pada tukik (bayi penyu) yang hendak mereka lepas ke laut di pantai Konservasi Penyu, Desa Ampalu, Pariaman Utara, Kota Pariaman, Jumat, 22/8/2014.

Lensa Piaman: Potensi Wisata di Pulau Kasiak

Panorama di atas menara mercusuar pulau Kasiak (Kaslik) Pariaman terumbu karang terlihat jelas di kejernihan air laut. Kawasan pulau Kasiak adalah kawasan konservasi penyu secara nature milik pemko Pariaman dibawah dinas DKP dan dikelola secara penuh oleh UPTD Konservasi Penyu. Pulau Kasiak banyak di kunjungi nelayan lokal untuk memancing ikan karang, gurita dan berbagai biota laut lainnya. Akibat perburuan swallow laut beberapa tahun lalu membuat kondisi karang rusak parah. Pemko beberapa waktu lalu bersama mahasiswa pencinta terumbu karang melakukan penanaman terumbu karang di halaman pulau ini.

Headline News :
Custom Search

Berita Terpopuler

Redaksi

Pedoman Media Siber

Powered by Blogger.
Showing posts with label gow kota pariaman. Show all posts
Showing posts with label gow kota pariaman. Show all posts

Agar Elegan Setiap Saat, GOW Pariaman Hadirkan Motivator Kepribadian

Written By oyong liza on Wednesday, 19 April 2017 | 19:57


Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Pariaman, menggelar rapat bulanan bersama dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Elita Jafar, di Aula Balaikota Pariaman, Selasa (18/4/2017).

Dalam sambutan Ketua GOW Kota Pariaman Lucyanel Arlym mengatakan, rapat itu istimewa karena menghadirkan pemateri yang sudah pakar di bidangnya, yakni motivator kepribadian.

"Dengan momen spesial ini, diharapkan para anggota GOW dan DWP dapat menimba ilmu dan wawasan. Bagaimana cara bersikap yang baik, etika dan kepribadian mana harus kita lakukan dalam menjaga sikap dan kepribadian kita yang sepatutnya," kata Lucy.

Elita Jafar dalam materinya tentang Etika dan Kepribadian mengajak para anggota GOW dan DWP membenahi diri dan introspeksi terhadap apa yang sudah dilakukan selama ini. Lakukan hal-hal yang yang dapat meningkatkan etitude dan estetika, baik sebagai wanita karier maupun ibu rumah tangga.

"Para ibu-ibu yang aktif, baik di organisasi, pegawai negeri, maupun ibu rumah tangga, harus bisa bersikap baik kepada sesama, rekan kerja, bahkan kepada suami dan anak-anak, sehingga benar-benar dapat menempatkan diri pada tempat yang seharusnya," ujar dia.

Ia juga memaparkan tata cara estetika sebagai wanita agar selalu tampil menarik dan elegan dalam setiap kesempatan.

Juned

Bersama Bundo Kanduang, GOW Kota Pariaman Gelar Pelatihan ABS - SBK

Written By oyong liza on Tuesday, 5 May 2015 | 07:55




Gabungan Organisasi Wanita (GOW) melaksanakan pelatihan Adat Basandi Syarak - Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat di Kota Pariaman bertempat Aula Balai Kota Pariaman, Sabtu (02/05/2015). Pelatihan ini dihadiri oleh Ketua Bundo Kanduang Sumatera Barat Puti Reno Rhauda Thaib, Ketua GOW Kota Pariaman Ny. Lucy Genius dan Ketua Bundo Kanduang Pariaman Arrahmi, perwakilan Persit, Bhayangkari, IBI, Isbanda, BKMT dan organisasi wanita lainnya.

Adat Minangkabau sangat menghargai perempuan dan disejajarkan dengan nilai Islam, seperti yang ditunjukkan oleh kredo adat Minangkabau, “adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah” (Adat bersendi hukum, hukum bersendi agama). Masyarakat Minangkabau sendiri menyadari bahwa perempuan Minangkabau dengan sebutan “Bundo Kanduang” menjadi bagian dan pilar adat dalam praktik kehidupan sosial mereka.

Pelatihan tersebut bertemakan “Kita Tingkatkan Peran Organisasi Wanita Dalam Mendorong Impelentasi ABS-SBK Dalam Kehidupan Berkeluarga, Bermasyarakat Di Kota Pariaman”. Dikatakan Lucy Genius, diharapkan organisasi wanita yang ada di Kota Pariaman ini bisa mengimplementasikan ABS – SBK dalam lingkungan keluarga, masyarakat dan organisasi yang diikutinya.

"Tantangan bundo kanduang kedepan semakin berat karna semakin banyak beban dan tuntunan untuk  menemukan dukungan baik dari wilayahnya sendiri maupun dari luar untuk melakukannya implementasi dalam berkeluarga dan bermasyarakat," kata Lucy.

Maka, lanjutnya, perlu disiasati menciptakan strategi untuk melibatkan diri dalam pendefinisian institusi politik adat dan agama, serta perspektif peran perempuan Minangkabau dalam pelestarian dan pengembangan nilai-nilai adat dan budaya kepada anak kemenakan kini dan ke depan. (J)

GOW Kota Pariaman Sunat Massal 100 Anak Kurang Mampu

Written By oyong liza on Tuesday, 17 June 2014 | 19:06

 Walikota Pariaman Drs. Mukhlis Rahman, MM menyaksikan pelaksanaan khitanan 100 orang anak kurang mampu yang diselenggarakan oleh GOW Kota Pariaman bekerjasama dengan PT. CMI Medan.(16/6/14)


Sejalan dengan tuntutan masyarakat saat ini dimana GOW diharapkan terus perannya secara aktif dalam mendukung berbagai program Pemerintahan Kota Pariaman sehingga dengan peran dan keikutsertaannya tersebut akan dapat menghasilkan manfaat yang lebih besar untuk masyarakat Kota Pariaman khususnya. 

Hal ini disampaikan Walikota Pariaman Mukhlis Rahman dalam sambutannya (16/6) ketika membuka secara resmi acara Khitanan Masal Bagi Anak Kurang Mampu yang diselenggarakan di Rumah Tabuik Subarang, Jl Imambonjol, Gelombang, Kota Pariaman. 
 

Mukhlis mengatakan, GOW sebagai induk organisasi wanita adalah simbol berbagai upaya pemberdayaan perempuan Kota Pariaman yang harus meningkatkan keterlibatannya pada berbagi aspek pembangunan didaerah.

"Kedepan diharapkan GOW dapat melakukan langkah langkah untuk meningkatkan perannya ditengah tengah masyarakat. Atas nama Pemerintah Kota Pariaman, mengucapkan terima kasih kepada PT. Cakrawala Mega Indah (CMI) Medan atas kerjasamanya yang telah banyak membantu dalam pelaksanaan khitanan masal ini," kata Mukhlis. 

Ketua GOW Kota Pariaman Lucy Genius mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai bukti semangat kebersamaan kita dalam upaya mengatasi berbagai masalah sosial yang dihadapi.

"Untuk membantu masyarakat kurang mampu yang ada di Kota Pariaman salah satunya melalui khitanan 100 orang anak ini," ucap Lucy. 

Dari aspek pembiayaan kegiatan tersebut disponsori oleh PT. CMI Medan yang bekerjasama dengan GOW Kota Pariaman.

(nizam)

Topik Terhangat

postingan terdahulu