Jelang Pilwako, Seluruh Dubalang Pariaman Terima Pelatihan
Genius Umar foto bersama dengan seluruh Dubalang Pariaman dan para narasumber. Foto/Phaik
Pariaman --- Wakil Walikota Pariaman Genius Umar didampingi Kepala Dinas Satpol-PP dan Damkar Handrizal Fitri, membuka pelatihan peningkatan kapasitas Linmas/Dubalang Desa di Aula Safari Inn Hotel, Pariaman Selatan, Kamis (7/12) pagi.

Genius Umar pada kesempatan itu mengatakan pentingnya pelatihan untuk peningkatan kapasitas serta pembekalan keterampilan dasar bagi dubalang desa. Dubalang akan lebih memahami tupoksi sebagai anggota perlindungan masyarakat demi terwujudnya pemeliharaan keamanan, ketertiban dengan koordinasi dengan tiga pilar yakni pemerintah, koramil dan polsek.

"Terlebih lagi jelang Pilkada 2018 nanti. Kami imbau kepada seluruh pihak yang terlibat langsung untuk tetap menjaga situasi kondusif, aman dan tentram dalam tujuan kelancaran pesta demokrasi," imbau Genius.

Genius mengingatkan agar seluruh komponen masyarakat jangan mudah terpancing oleh berbagai isu-isu negatif yang dapat merusak jalannya proses pilwako tersebut. Tetap saling menghargai dan menghormati pendapat orang lain.

Ia mengharapkan kepada para dubalang untuk mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh. Dengan pelatihan, para dubalang akan mampu menyelesaikan berbagai permasalahan yang mungkin ada dalam konteks pengendalian keamanan dan kenyamanan lingkungan dengan koordinasi dengan tiga bidang yakni Bhabinkantibmas Polres, Babinsa TNI dan Satpol-PP Kota Pariaman.

Pelatihan diikuti oleh sebanyak 150 orang dubalang desa yang ada di Kota Pariaman dengan Narasumber Kapolres Pariaman AKBP Bagus S. Oktobrianto, Kapolsek Pariaman dan dari Jajaran Dinas Satpol-PP dan Damkar Kota Pariaman. (*)
Berumur Setahun, Genius: Dubalang Mampu Tekan Penyakit Masyarakat



Setahun pasca dibentuknya Dubalang Desa di Kota Pariaman, sejumlah kabar positif diterima terkait keamananan desa dan menekan penyakit masyarakat.

"Dengan keberadaan Dubalang keamanan desa menjadi lebih baik dari sebelumnya," ujar Wakil Walikota Pariaman Genius Umar saat pertemuan dengan 74 Dubalang se Kota Pariaman, Jumat (17/3/2017).

Ia menuturkan, peran Pemko Pariaman dalam mengaktifkan kehidupan bernagari, meski di Pariaman sendiri tidak terdapat pemerintahan nagari, mampu tumbuh di tengah masyarakat.

Langkah pihaknya dalam menghidupkan kearifan lokal tersebut, diiringi pula dengan memperkuat Kerapatan Adat Nagari (KAN) serta mengidupkan kembali peran penghulu kaum, sebagaimana dilewakannya puluhan datuak oleh LKAAM Pariaman beberapa waktu lalu.

Ia menyampaikan, eksistensi dua orang Dubalang per tiap desa, selain menjaga keamanan desa juga telah mampu mebina sanak kemenakan mereka di desa masing-masing agar menjauhi narkoba dan keluyuran tak menentu di malam hari.

Biasanya kata Genius, dalam pesta perkawinan, masyarakat cenderung mengadakan pertunjukkan orgen tunggal lewat dini hari hingga pukul 02.00 hingga 03.00 WIB.

"Bahkan menjelang subuh, kini sudah berkurang. Karena ketentuan orgen tunggal hanya dibolehkan hingga pukul 24.00 WIB. Dubalang desa berperan besar dalam menertibkan desanya dari ketentuan itu," imbuh Genius.

Ide dubalang, sebut Genius, terinspirasi dari Pecalang di Bali. Di sana ditemui Pecalang menjaga kawasan wisata dan kampung. Ternyata, lanjut Genius, Pecalang tersebut merupakan lembaga adat, bukan lembaga pemerintahan. Kehadiran Pecalang di kawasan wisata Bali terbukti mampu menjaga keamanan, kenyamanan dan kebersihan di kawasan wisata tersebut.

"Dari perbincangan dengan Pecalang tersebut, ternyata ide Pecalang di Bali tersebut justru lahir dari Hulubalang Kerajaan Minangkabau. Namun namanya mereka ganti dengan Pecalang," aku Genius.

Istilah Hulubalang yang digunakan pada zaman kerajaan, dimodifikasi frasanya menjadi Dubalang oleh pemerintahan Mukhlis-Genius untuk diaplikasikan di Pariaman.

TIM
Baru Dibentuk, Kinerja Dubalang Desa Mulai Terlihat



Satpol-PP Kota Pariaman berikan pembinaan kepada 120 orang dubalang untuk tenaga keamanan dalam desa. Dubalang merupakan kearifan lokal alam Minangkabau yang dihidupkan kembali oleh pemerintahan Mukhlis Genius di awal tahun 2016 ini untuk menjaga desa dari pelbagai penyakit masyarakat.

Menurut Kastpol-PP Handrizal Fitri, Selasa (6/9), dubalang dibentuk dengan payung hukum Peraturan Wali Kota (Perwako) Nomor 15 tahun 2016 tentang dubalang, barakai, tenaga PAUD, dan guru mengaji, serta dibina langsung oleh Kepolisian Resor (Polres) bersama Satpol-PP.

Pembekalan menurutnya meliputi penyuluhan atas tugas pokok dan peran strategis dubalang terkait materi pengamanan di tiap desa.

"Agar dalam menjalankan tugas tidak tumpang tindih dengan instansi lain. Artinya, dubalang akan lebih tahu hingga apa saja yang dilakukan dan apa saja yang perlu koordinasi dengan instansi lain," kata dia.

Dikatakan, tugas dubalang dititik beratkan menjaga keamanan dalam desa sebagai perpanjang-tanganan kepolisian dan Satpol-PP di lini akar rumput.

"Kita sudah lakukan pembinaan terhadap dubalang di Kecamatan Pariaman Tengah dan Utara. Untuk Pariaman Timur dan Pariaman Selatan juga diagendakan," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, di Kota Pariaman terdapat sebanyak 344 orang dubalang yang dipilih oleh masyarakat melalui musyawarah desa. Latar belakang dibentuknya dubalang juga akibat maraknya penyakit masyarakat yang menyeruak akhir-akhir ini.

Dedi Afrizal (52) salah seorang dubalang di Desa Air Santok menyebutkan, keberadaan mereka di masyarakat juga dalam rangka menyatukan pemuda.

"Kita kumpulkan pemuda agar bersama dubalang menjaga desa sebagai parik paga dalam nagari. Pada bulan puasa lalu kita bersama sudah berhasil sosialisasikan agar tidak ada masyarakat berjualan makanan di siang hari, Alhamdulillah tidak ada satupun warung buka selama bula suci di Ranah Santok," kata dia.



Disamping itu, kata dia lagi, sehari-harinya dubalang menghimpun informasi dari masyarakat terkait informasi mencurigakan. Informasi tersebut akan mereka telusuri dan lakukan tindakan secepatnya.


"Kita lebih menempuh jalan persuasif. Kita carikan solusi pada setiap masalah. Jika kasusnya berat, baru akan kita laporkan kepada pihak berwajib. Selama ini Insya Allah, masalah keamanan desa berhasil kita sikapi dengan baik," sebutnya.

TIM
Dubalang Barakai Spirit Nagari Alam Minangkabau



Pemerintah Provinsi Sumatra Barat canangkan bulan bakti gotong-royong masyarakat (BBGRM) ke XIII sekaligus pengukuhan dubalang dan barakai desa di Kota Pariaman, Selasa (9/8), di lapangan bola Desa Balai Nareh, Pariaman Utara.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Provinsi Sumbar, Syafrizal, mewakili gubernur mengatakan bahwa dubalang dan barakai merupakan kearifan lokal yang tepat untuk diberdayakan.

Menurut dia, keberadaan dubalang dan barakai dapat difungsikan sebagai bentuk upaya kemandirian masyarakat dalam menjaga keamanan dan kebersiahan tiap desa.

"Pemerintah Provinsi Sumatra Barat akan mengupayakan agar setiap kota dan kabupaten di Sumbar memiliki dubalang dan barakai. Kita akan suport anggarannya dari APBD Provinsi," kata dia.

Dia menambahkan, desa dan kelurahan jelas merupakan ujung tombak pembangunan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Tolak ukur pembangunannya terletak pada budaya bekerja sama dan berjalannya semangat gotong-royong.

"BBGRM harus memiliki bidang kegiatan lainnya seperti aspek sosial kemasyarakatan, ekonomi, budaya dan agama sehingga kemajuan daerah dapat tercapai secara maksimal," tuturnya.

Dia menegaskan BBGRM adalah implementasi upaya pemeliharaan pengembangan semangat kegotong-royongan masyarakat dalam suatu daerah.

Sementara itu Walikota Pariaman Mukhlis Rahman menjelaskan bahwa dubalang merupakan penjaga keamanan desa, sedangkan barakai adalah petugas kebersihan desa. Menurutnya, Kota Pariaman memang tidak memiliki pemerintahan nagari namun pelopor kehidupan bernagari di Sumatra Barat dengan keberadaan dubalang dan barakai.

Mukhlis menuturkan saat ini tiap desa di Kota Pariaman dianggarkan dana desa di angka Rp1 miliar lebih, melebihi alokasi anggaran untuk kantor atau badan di lingkungan SKPD. Dana desa yang besar harus dimanfaatkan untuk pembangunan dan peningkatan masing-masing desa pula.

Dia menyadari semangat gotong royong saat ini mulai memudar seiring kemajuan zaman. Setiap ada gotong royong yang ikut terlibat hanya beberapa orang perangkat desa dan kelurahan saja. Kedepan diharapkan semua masyarakat ikut secara penuh berpatisipasi.

Untuk menyukseskan BBGRM secara berkelanjutan, pihaknya telah mengukuhkan 516 dubalang/barakai atau tenaga keamanan dan kebersihan desa. Dengan rincian 344 orang  dubalang dan 172 orang barakai.

"Setiap dusun memiliki dua personel dubalang dan satu barakai. Dalam hal tersebut peran barakai sangat signifikan untuk menjaga kebersihan dusun masing-masing," ujarnya.

Dirinya berpendapat tidak akan optimal jika hanya mengandalkan tenaga Badan Lingkungan Hidup (BLH) untuk menjaga kebersihan ke seluruh pelosok Pariaman.

"Kami yakin tidak semua desa atau kelurahan bisa dijangkau, oleh karena itu keberadaan barakai sangat vital bagi desa," pungkasnya.

OLP
Besok, Dubalang Barakai akan Dikukuhkan Gubernur dan Kapolda di Balai Nareh


Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno direncanakan menghadiri pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke XIII sekaligus launcing Dubalang dan Barakai Desa se Kota Pariaman yang akan dilaksanakan pada hari Selasa (9/8) di lapangan sepakbola Desa Balai Nareh.

Sekaitan dengan itu Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, Minggu, (7/8) bersama Gandoriah Sepeda Klub (GSK) meninjau langsung lokasi untuk melihat persiapan yang telah dilakukan oleh SKPD terkait acara pelaksanaan nantinya.

"Dengan adanya tenaga keamanan (Dubalang) serta tenaga kebersihan (Barakai) desa/kelurahan di Kota Pariaman, kita berharap semakin tercipta kehidupan masyarakat yang aman dan bersih," kata Mukhlis kepada wartawan.

Edison TRD (51) tokoh masyarakat Balai Nareh mengaku berterima kasih atas kepercayaan Pemerintah Kota Pariaman telah menjadikan Desa Balai Nareh sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan itu.

"Kami siap mensukseskan pelaksanaan pencanangan BBGRM dan launching Dubalang dan Barakai," ujarnya saat peninjauan lokasi oleh Walikota Pariaman.

Sementara itu, Kepala BPM dan Pemdes Kota Pariaman Lanefi, menyebut, selain dihadiri gubernur acara tersebut juga dihadiri oleh Kapolda Sumbar, LKAAM Sumbar dan DPRD Sumbar.

"Dalam acara nanti, gubernur langsung mengukuhkan Dubalang dan Barakai, diringi dengan penandatanganan kesepakatan (MoU) antara Walikota dan Kapolres untuk melakukan pembinaan teknis pada Dubalang dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat desa," ungkapnya.

Untuk pencanangan BBGRM sendiri, imbuh Lanefi, juga akan diserahkan bantuan berupa peralatan kebersihan pada masyarakat.

"Diharapkan masyarakat termotivasi bergotong royong di lingkungan masing-masing dengan diprakarsai terbentuknya Barakai," dia optimis.

TIM
344 Dubalang dan 172 Barakai Akan Dilantik oleh Gubernur



Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno rencana akan mengukuhkan Dubalang dan Barakai pada tanggal 9 Agustus 2016 di lapangan Nareh Pariaman Utara. Acara pengukuhan juga akan dihadiri oleh Ketua LKAAM Sumatera Barat, M. Sayuti Datuak Rajo Penghulu dan Kapolda Sumatera Barat Brigjen Basarudin.

"Pengukuhan Dubalang sekaligus pencanangan bulan bakti gotong royong Kota Pariaman," kata Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, di Balaikota, Rabu (3/8)

Ia mengatakan, latar belakang dibentuknya Dubalang dan Barakai di Kota Pariaman disebabkan oleh semakin kompleksnya penyakit sosial di tengah masyarakat dan rendahnya kepedulian bergotong royong.

"Semangat gotong royong makin rendah, kepedulian masyarakat terhadap ketertiban dan keamanan juga rendah sehingga perlu dibentuk Dubalang dan Barakai," tutur Mukhlis.

Tugas Dubalang menurutnya sebagai penjaga keamanan desa (parik paga) yang nanti akan bersinergi dengan pemerintah kota dan kepolisian untuk menjaga ketertiban dan keamanan desa dalam bentuk MoU.


"Kita akan berkoordinasi dengan Polres Pariaman. Bentuk MoU yang akan ditandatangani bersama dalam rangka pembinaan dan koordinasi terhadap Dubalang yang telah kita bentuk," ungkapnya.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Lanefi menyebut persiapan pengukuhan Dubalang dan Barakai sudah mulai dilakukan, baik undangan, tempat dan sarana prasarana, termasuk Dubalang dan Barakai yang akan dikukuhkan.
 

"Ada sekitar 172 Barakai dan 344 Dubalang akan dikukuhkan Gubernur,” ungkap Lanefi.

Sebelumnya Pemerintah Kota Pariaman telah mengeluarkan Peraturan Walikota tentang pembentukan Dubalang dan Barakai beserta uraian tugasnya dan pengalokasian anggarannya pada APBDes.

Dubalang bertanggungjawab kepada kepala desa dan wajib menjalankan peraturan daerah dan peraturan desa atau adat salingka nagari. Sedangkan Barakai (petugas k-3) berkewajiban menjaga kebersihan dan keindahan desa untuk antisipasi menurunnya semangat gotong royong di tengah-tengah masyarakat.

TIM