Lensa Piaman: Labuhan Pulau Kasiak

Secara alami sebuah jalur disela-sela karang yang mengelilingi bibir pantai Pulau Kasiak untuk dilewati perahu kecil terbentuk. "Labuhan" adalah istilah yang diberikan oleh nelayan lokal yang acap menepikan biduknya di halaman pulau yang terdapat penangkaran penyu alami milik Pemko Pariaman tersebut. Foto diambil dari atas menara mercusuar setinggi 40 meter. Pulau Kasiak memiliki luas 0,5 Hektare, ditumbuhi kelapa, pohon sukun, pepaya, dll.

Lensa Piaman: Tidur Pulas

Saat narasumber memberikan makalah di podium, beberapa hadirin terlihat menahan kantuk dan akhirnya tertidur pulas di aula utama Balaikota Pariaman dalam acara sarasehan tentang "Sejarah Pariaman dan kepahlawanan H. Bgd. Dahlan Abdullah" Senin, (25/8).

Lensa Piaman: "Lomba Melepas Anak Penyu"

Rombongan Ibu Bhayangkari Polda Sumbar terlihat memberikan semangat pada tukik (bayi penyu) yang hendak mereka lepas ke laut di pantai Konservasi Penyu, Desa Ampalu, Pariaman Utara, Kota Pariaman, Jumat, 22/8/2014.

Lensa Piaman: Potensi Wisata di Pulau Kasiak

Panorama di atas menara mercusuar pulau Kasiak (Kaslik) Pariaman terumbu karang terlihat jelas di kejernihan air laut. Kawasan pulau Kasiak adalah kawasan konservasi penyu secara nature milik pemko Pariaman dibawah dinas DKP dan dikelola secara penuh oleh UPTD Konservasi Penyu. Pulau Kasiak banyak di kunjungi nelayan lokal untuk memancing ikan karang, gurita dan berbagai biota laut lainnya. Akibat perburuan swallow laut beberapa tahun lalu membuat kondisi karang rusak parah. Pemko beberapa waktu lalu bersama mahasiswa pencinta terumbu karang melakukan penanaman terumbu karang di halaman pulau ini.

Headline News :
Custom Search

Berita Terpopuler

Redaksi

Pedoman Media Siber

Powered by Blogger.
Showing posts with label dubalang. Show all posts
Showing posts with label dubalang. Show all posts

Berumur Setahun, Genius: Dubalang Mampu Tekan Penyakit Masyarakat

Written By oyong liza on Saturday, 18 March 2017 | 13:15




Setahun pasca dibentuknya Dubalang Desa di Kota Pariaman, sejumlah kabar positif diterima terkait keamananan desa dan menekan penyakit masyarakat.

"Dengan keberadaan Dubalang keamanan desa menjadi lebih baik dari sebelumnya," ujar Wakil Walikota Pariaman Genius Umar saat pertemuan dengan 74 Dubalang se Kota Pariaman, Jumat (17/3/2017).

Ia menuturkan, peran Pemko Pariaman dalam mengaktifkan kehidupan bernagari, meski di Pariaman sendiri tidak terdapat pemerintahan nagari, mampu tumbuh di tengah masyarakat.

Langkah pihaknya dalam menghidupkan kearifan lokal tersebut, diiringi pula dengan memperkuat Kerapatan Adat Nagari (KAN) serta mengidupkan kembali peran penghulu kaum, sebagaimana dilewakannya puluhan datuak oleh LKAAM Pariaman beberapa waktu lalu.

Ia menyampaikan, eksistensi dua orang Dubalang per tiap desa, selain menjaga keamanan desa juga telah mampu mebina sanak kemenakan mereka di desa masing-masing agar menjauhi narkoba dan keluyuran tak menentu di malam hari.

Biasanya kata Genius, dalam pesta perkawinan, masyarakat cenderung mengadakan pertunjukkan orgen tunggal lewat dini hari hingga pukul 02.00 hingga 03.00 WIB.

"Bahkan menjelang subuh, kini sudah berkurang. Karena ketentuan orgen tunggal hanya dibolehkan hingga pukul 24.00 WIB. Dubalang desa berperan besar dalam menertibkan desanya dari ketentuan itu," imbuh Genius.

Ide dubalang, sebut Genius, terinspirasi dari Pecalang di Bali. Di sana ditemui Pecalang menjaga kawasan wisata dan kampung. Ternyata, lanjut Genius, Pecalang tersebut merupakan lembaga adat, bukan lembaga pemerintahan. Kehadiran Pecalang di kawasan wisata Bali terbukti mampu menjaga keamanan, kenyamanan dan kebersihan di kawasan wisata tersebut.

"Dari perbincangan dengan Pecalang tersebut, ternyata ide Pecalang di Bali tersebut justru lahir dari Hulubalang Kerajaan Minangkabau. Namun namanya mereka ganti dengan Pecalang," aku Genius.

Istilah Hulubalang yang digunakan pada zaman kerajaan, dimodifikasi frasanya menjadi Dubalang oleh pemerintahan Mukhlis-Genius untuk diaplikasikan di Pariaman.

TIM

Baru Dibentuk, Kinerja Dubalang Desa Mulai Terlihat

Written By oyong liza on Tuesday, 6 September 2016 | 19:58




Satpol-PP Kota Pariaman berikan pembinaan kepada 120 orang dubalang untuk tenaga keamanan dalam desa. Dubalang merupakan kearifan lokal alam Minangkabau yang dihidupkan kembali oleh pemerintahan Mukhlis Genius di awal tahun 2016 ini untuk menjaga desa dari pelbagai penyakit masyarakat.

Menurut Kastpol-PP Handrizal Fitri, Selasa (6/9), dubalang dibentuk dengan payung hukum Peraturan Wali Kota (Perwako) Nomor 15 tahun 2016 tentang dubalang, barakai, tenaga PAUD, dan guru mengaji, serta dibina langsung oleh Kepolisian Resor (Polres) bersama Satpol-PP.

Pembekalan menurutnya meliputi penyuluhan atas tugas pokok dan peran strategis dubalang terkait materi pengamanan di tiap desa.

"Agar dalam menjalankan tugas tidak tumpang tindih dengan instansi lain. Artinya, dubalang akan lebih tahu hingga apa saja yang dilakukan dan apa saja yang perlu koordinasi dengan instansi lain," kata dia.

Dikatakan, tugas dubalang dititik beratkan menjaga keamanan dalam desa sebagai perpanjang-tanganan kepolisian dan Satpol-PP di lini akar rumput.

"Kita sudah lakukan pembinaan terhadap dubalang di Kecamatan Pariaman Tengah dan Utara. Untuk Pariaman Timur dan Pariaman Selatan juga diagendakan," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, di Kota Pariaman terdapat sebanyak 344 orang dubalang yang dipilih oleh masyarakat melalui musyawarah desa. Latar belakang dibentuknya dubalang juga akibat maraknya penyakit masyarakat yang menyeruak akhir-akhir ini.

Dedi Afrizal (52) salah seorang dubalang di Desa Air Santok menyebutkan, keberadaan mereka di masyarakat juga dalam rangka menyatukan pemuda.

"Kita kumpulkan pemuda agar bersama dubalang menjaga desa sebagai parik paga dalam nagari. Pada bulan puasa lalu kita bersama sudah berhasil sosialisasikan agar tidak ada masyarakat berjualan makanan di siang hari, Alhamdulillah tidak ada satupun warung buka selama bula suci di Ranah Santok," kata dia.



Disamping itu, kata dia lagi, sehari-harinya dubalang menghimpun informasi dari masyarakat terkait informasi mencurigakan. Informasi tersebut akan mereka telusuri dan lakukan tindakan secepatnya.


"Kita lebih menempuh jalan persuasif. Kita carikan solusi pada setiap masalah. Jika kasusnya berat, baru akan kita laporkan kepada pihak berwajib. Selama ini Insya Allah, masalah keamanan desa berhasil kita sikapi dengan baik," sebutnya.

TIM

Dubalang Barakai Spirit Nagari Alam Minangkabau

Written By oyong liza on Tuesday, 9 August 2016 | 19:40




Pemerintah Provinsi Sumatra Barat canangkan bulan bakti gotong-royong masyarakat (BBGRM) ke XIII sekaligus pengukuhan dubalang dan barakai desa di Kota Pariaman, Selasa (9/8), di lapangan bola Desa Balai Nareh, Pariaman Utara.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Provinsi Sumbar, Syafrizal, mewakili gubernur mengatakan bahwa dubalang dan barakai merupakan kearifan lokal yang tepat untuk diberdayakan.

Menurut dia, keberadaan dubalang dan barakai dapat difungsikan sebagai bentuk upaya kemandirian masyarakat dalam menjaga keamanan dan kebersiahan tiap desa.

"Pemerintah Provinsi Sumatra Barat akan mengupayakan agar setiap kota dan kabupaten di Sumbar memiliki dubalang dan barakai. Kita akan suport anggarannya dari APBD Provinsi," kata dia.

Dia menambahkan, desa dan kelurahan jelas merupakan ujung tombak pembangunan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Tolak ukur pembangunannya terletak pada budaya bekerja sama dan berjalannya semangat gotong-royong.

"BBGRM harus memiliki bidang kegiatan lainnya seperti aspek sosial kemasyarakatan, ekonomi, budaya dan agama sehingga kemajuan daerah dapat tercapai secara maksimal," tuturnya.

Dia menegaskan BBGRM adalah implementasi upaya pemeliharaan pengembangan semangat kegotong-royongan masyarakat dalam suatu daerah.

Sementara itu Walikota Pariaman Mukhlis Rahman menjelaskan bahwa dubalang merupakan penjaga keamanan desa, sedangkan barakai adalah petugas kebersihan desa. Menurutnya, Kota Pariaman memang tidak memiliki pemerintahan nagari namun pelopor kehidupan bernagari di Sumatra Barat dengan keberadaan dubalang dan barakai.

Mukhlis menuturkan saat ini tiap desa di Kota Pariaman dianggarkan dana desa di angka Rp1 miliar lebih, melebihi alokasi anggaran untuk kantor atau badan di lingkungan SKPD. Dana desa yang besar harus dimanfaatkan untuk pembangunan dan peningkatan masing-masing desa pula.

Dia menyadari semangat gotong royong saat ini mulai memudar seiring kemajuan zaman. Setiap ada gotong royong yang ikut terlibat hanya beberapa orang perangkat desa dan kelurahan saja. Kedepan diharapkan semua masyarakat ikut secara penuh berpatisipasi.

Untuk menyukseskan BBGRM secara berkelanjutan, pihaknya telah mengukuhkan 516 dubalang/barakai atau tenaga keamanan dan kebersihan desa. Dengan rincian 344 orang  dubalang dan 172 orang barakai.

"Setiap dusun memiliki dua personel dubalang dan satu barakai. Dalam hal tersebut peran barakai sangat signifikan untuk menjaga kebersihan dusun masing-masing," ujarnya.

Dirinya berpendapat tidak akan optimal jika hanya mengandalkan tenaga Badan Lingkungan Hidup (BLH) untuk menjaga kebersihan ke seluruh pelosok Pariaman.

"Kami yakin tidak semua desa atau kelurahan bisa dijangkau, oleh karena itu keberadaan barakai sangat vital bagi desa," pungkasnya.

OLP

Besok, Dubalang Barakai akan Dikukuhkan Gubernur dan Kapolda di Balai Nareh

Written By oyong liza on Monday, 8 August 2016 | 11:31



Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno direncanakan menghadiri pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke XIII sekaligus launcing Dubalang dan Barakai Desa se Kota Pariaman yang akan dilaksanakan pada hari Selasa (9/8) di lapangan sepakbola Desa Balai Nareh.

Sekaitan dengan itu Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, Minggu, (7/8) bersama Gandoriah Sepeda Klub (GSK) meninjau langsung lokasi untuk melihat persiapan yang telah dilakukan oleh SKPD terkait acara pelaksanaan nantinya.

"Dengan adanya tenaga keamanan (Dubalang) serta tenaga kebersihan (Barakai) desa/kelurahan di Kota Pariaman, kita berharap semakin tercipta kehidupan masyarakat yang aman dan bersih," kata Mukhlis kepada wartawan.

Edison TRD (51) tokoh masyarakat Balai Nareh mengaku berterima kasih atas kepercayaan Pemerintah Kota Pariaman telah menjadikan Desa Balai Nareh sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan itu.

"Kami siap mensukseskan pelaksanaan pencanangan BBGRM dan launching Dubalang dan Barakai," ujarnya saat peninjauan lokasi oleh Walikota Pariaman.

Sementara itu, Kepala BPM dan Pemdes Kota Pariaman Lanefi, menyebut, selain dihadiri gubernur acara tersebut juga dihadiri oleh Kapolda Sumbar, LKAAM Sumbar dan DPRD Sumbar.

"Dalam acara nanti, gubernur langsung mengukuhkan Dubalang dan Barakai, diringi dengan penandatanganan kesepakatan (MoU) antara Walikota dan Kapolres untuk melakukan pembinaan teknis pada Dubalang dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat desa," ungkapnya.

Untuk pencanangan BBGRM sendiri, imbuh Lanefi, juga akan diserahkan bantuan berupa peralatan kebersihan pada masyarakat.

"Diharapkan masyarakat termotivasi bergotong royong di lingkungan masing-masing dengan diprakarsai terbentuknya Barakai," dia optimis.

TIM

344 Dubalang dan 172 Barakai Akan Dilantik oleh Gubernur

Written By oyong liza on Wednesday, 3 August 2016 | 21:08




Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno rencana akan mengukuhkan Dubalang dan Barakai pada tanggal 9 Agustus 2016 di lapangan Nareh Pariaman Utara. Acara pengukuhan juga akan dihadiri oleh Ketua LKAAM Sumatera Barat, M. Sayuti Datuak Rajo Penghulu dan Kapolda Sumatera Barat Brigjen Basarudin.

"Pengukuhan Dubalang sekaligus pencanangan bulan bakti gotong royong Kota Pariaman," kata Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, di Balaikota, Rabu (3/8)

Ia mengatakan, latar belakang dibentuknya Dubalang dan Barakai di Kota Pariaman disebabkan oleh semakin kompleksnya penyakit sosial di tengah masyarakat dan rendahnya kepedulian bergotong royong.

"Semangat gotong royong makin rendah, kepedulian masyarakat terhadap ketertiban dan keamanan juga rendah sehingga perlu dibentuk Dubalang dan Barakai," tutur Mukhlis.

Tugas Dubalang menurutnya sebagai penjaga keamanan desa (parik paga) yang nanti akan bersinergi dengan pemerintah kota dan kepolisian untuk menjaga ketertiban dan keamanan desa dalam bentuk MoU.


"Kita akan berkoordinasi dengan Polres Pariaman. Bentuk MoU yang akan ditandatangani bersama dalam rangka pembinaan dan koordinasi terhadap Dubalang yang telah kita bentuk," ungkapnya.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Lanefi menyebut persiapan pengukuhan Dubalang dan Barakai sudah mulai dilakukan, baik undangan, tempat dan sarana prasarana, termasuk Dubalang dan Barakai yang akan dikukuhkan.
 

"Ada sekitar 172 Barakai dan 344 Dubalang akan dikukuhkan Gubernur,” ungkap Lanefi.

Sebelumnya Pemerintah Kota Pariaman telah mengeluarkan Peraturan Walikota tentang pembentukan Dubalang dan Barakai beserta uraian tugasnya dan pengalokasian anggarannya pada APBDes.

Dubalang bertanggungjawab kepada kepala desa dan wajib menjalankan peraturan daerah dan peraturan desa atau adat salingka nagari. Sedangkan Barakai (petugas k-3) berkewajiban menjaga kebersihan dan keindahan desa untuk antisipasi menurunnya semangat gotong royong di tengah-tengah masyarakat.

TIM

Gubernur Sebut Dubalang Akan Jadi Magnet Pariwisata di Pariaman

Written By oyong liza on Friday, 10 June 2016 | 06:12




Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno dukung pembentukan Dubalang oleh Pemko Pariaman. Dirinya mengaku siap hadir saat launching para penjaga keamanan adat desa tersebut.

Menurut dia, di Mesjid Raya Sungai Pasak, Kamis (9/6), keberadaan Dubalang dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban desa, sekaligus dapat mengawal nilai adat dan agama agar tetap kental di tengah masyarakat.

"Ditambah lagi Pariaman kota wisata, Dubalang akan menjadi magnet baru bagi wisatawan untuk mempelajari Dubalang yang ada di Kota Pariaman. Saya mendukung dengan tulus, saya akan promosikan ke daerah lain," kata Irwan yang juga ketua tim silaturahmi Ramadhan di mesjid itu.

Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman, menuturkan bahwa Dubalang adalah inovasi untuk menjaga keamanan/ketertiban masyarakat desa. Dubalang adalah solusi mengatasi penyakit masyarakat di tengah keterbatasan aparat pemerintah.

"Pemerintahan terendah di Kota Pariaman adalah desa, namun roh bernagari tetap kita tumbuhkan. Nanti juga akan kita bentuk Dubalang pariwisata," tutur Mukhlis.


Sembako


Berkaitan dengan naiknya harga sembako di bulan Ramadhan, gubernur berpesan agar masyarakat dapat mengendalikan diri. Pemerintah sebenarnya menginginkan harga turun, namun karena tingginya konsumsi masyarakat sehingga berakibat naiknya harga barang.

"Saya menghimbau agar masyarakat jangan berlebihan dalam berbelanja. Kendalikan diri, berbukalah dengan konsumsi secukupnya. Sehingga kenaikan harga dapat ditekan," kata dia.

Andi/OLP

Bulan Suci Ajang Pembuktian Peran Dubalang Jaga Keamanan Desa

Written By oyong liza on Thursday, 26 May 2016 | 12:17




Ketua dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kota Pariaman Mardison Mahyuddin mendukung langkah Polres Pariaman yang akan melakukan penertiban dan pelarangan penggunaan petasan dan mercun saat bulan suci Ramadhan.

"Saya sepakat, karena akan mengganggu khusuknya ibadah di bulan suci seperti sholat tarawih," kata Mardison di Pariaman, Kamis (26/5).

Selama bulan suci, imbuh Mardison, dirinya meminta masyarakat aktifkan poskamling di tiap desa dan kelurahan.

"Di samping itu selalu waspada. Kunci rumah, matikan kompor dan cabut peralatan elektronik yang dapat menimbulkan arus pendek penyebab kebakaran saat keluar rumah guna menjalankan ibadah tarawih," sebutnya.

Momen bulan suci menurutnya juga ajang pembuktian bagi para Dubalang dalam menjaga keamanan desanya.

"Dubalang sebagai perangkat keamanan desa harus mampu gandeng pemuda untuk menjaga desa. Baik dari aksi penculikan, perbuatan asusila maupun penyalahgunaan narkoba di desanya," imbuhnya.

Haris (46) warga Pariaman Utara mengaku kesal tiap Ramadhan juga marak dengan petasan.

"Bahkan hingga anak-anak main petasan di depan mesjid. Saya kira peran orangtua juga perlu ditingkatkan dan disadarkan akan bahaya petasan dan dampaknya bagi lingkungan," kata bapak tiga anak itu.

Dia bahkan meminta Satpol PP, Dubalang bersama kepolisian juga memanggil orangtua anak yang main petasan agar ada keseimbangan peran.

"Orangtua juga sebaiknya dipanggil karena melakukan pembiaran. Dubalang punya peran strategis dalam hal ini karena mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat," kata dia.



Sebelumnya Kapolres Pariaman AKBP. Rico Junaldy menegaskan akan melakukan penertiban bagi pedagang yang menjual petasan dan mercun.


"Kita ingin ciptakan suasana khusuk di bulan suci. Bagi masyarakat jangan beli petasan dan mercun. Jika tidak ada yang beli siapa yang mau jual," ujarnya.

OLP

Lompatan Besar Sejarah! "Dubalang" dan "Bakarai" Akhirnya Dikukuhkan

Written By oyong liza on Sunday, 13 March 2016 | 14:51



Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman, saksikan pengukuhkan "dubalang" dan "Bakarai" (petugas kebersihan desa/dusun) untuk pertama kalinya dalam sejarah peradaban modern Pariaman. Pengukuhan usai acara gotong royong itu bertempat di Desa Sikapak Timur, Pariaman Utara, Minggu (13/3).

Mukhlis menuturkan bahwa suku Minangkabau terkenal dengan kehidupan bernagari. Hampir di setiap kabupaten/kota yang ada di Sumbar telah mengalihkan pemerintahan beberapa desa untuk dijadikan nagari.

"Tetapi pengimplementasian kehidupan bernagari itu sendiri belum tampak. Karena itu kami Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman terus melakukan terobosan untuk menghidupkan kembali kehidupan bernagari tersebut, salah satunya dengan pengukuhan hulubalang (dubalang) yang ada di Desa Sikapak Timur ini yang nantinya akan ada pengukuhan dubalang di setiap desa se-Kota Pariaman," ucap Mukhlis.


Dubalang kata Mukhlis adalah perangkat adat dalam kaum, kampung, suku atau desa yang memegang kato mandareh (tegas) yang berdiri di pintu mati atau berhukum tetap.

Dubalang "parik paga desa" ditunjuk oleh kepala desa sesuai dengan kriteria khusus yang telah ditentukan, dengan jumlah maksimal 2 (dua) orang perdusunnya.

Tugasnya bertanggung jawab kepada kepala desa dalam menciptakan ketertiban dan keamanan desa serta menjalankan Perda yang telah ditetapkan oleh Pemko Pariaman dan Peraturan Desa (Perdes) atau yang disebut adat salingka nagari.

Pengukuhan dubalang di Kota Pariaman merupakan kali pertama dilakukan dan juga satu-satunya saat ini di Sumatera Barat.

"Hal ini menjadi kebanggan tersendiri bagi kita masyarakat Kota Pariaman. Seluruh dubalang parik paga desa yang ada di Kota Pariaman nantinya akan dilantik dan dikukuhkan kembali secara serentak pada bulan Mei 2016 mendatang," jelasnya.

 

Pada kesempatan itu dia juga menyebut pada bulan Februari lalu Pemko Pariaman juga telah mencanangkan Hari Peduli Sampah Nasional yang merupakan program dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Program itu kata dia memiliki sinergitas yang sama dengan program yang telah dicanangkan oleh Pemko Pariaman yaitu Pariaman Berseri (Bersih, Sejuk, Rindang dan Asri).

"Karena itu kami mengajak instansi pemerintah baik itu Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun masyarakat untuk ikut aktif kembali dalam melaksanakan gotong royong di desa dan instansinya masing-masing. Kita bangkitkan kembali nilai-nilai semangat gotong royong di tengah masyarakat Kota Pariaman," kata dia.


Dalam rangkaian acara yang sama juga dilantik petugas Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (Petugas K3) desa atau yang disebut "Barakai Dusun".

Pengukuhan dan pelantikan Dubalang dan Barakai ini dilakukan oleh Sawirman sebagai Kepala Desa Sikapak Timur, Kecamatan Pariaman Utara.


Untuk Kota Pariaman, ada 55 desa yang akan memiliki petugas sebagai Dubalang atau Parik Paga Desa.

TIM

Jaga Keamanan Desa, Mukhlis Aktifkan Dubalang

Written By oyong liza on Wednesday, 27 January 2016 | 21:39




Pemerintah Kota Pariaman akan membentuk tim pengamanan yang disebut 'Dubalang' di setiap desa dan kelurahan guna mencegah masuknya paham radikalisme dan aliran yang menyimpang dari kaidah Islam yang marak akhir-akhir ini.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman,
Selasa, (26/1) mengatakan nantinya setiap desa atau kelurahan akan memiliki dua orang personel dubalang untuk mengamankan daerahnya.

Selama ini, kata dia pemerintah sudah memiliki anggota Linmas namun hanya difungsikan saat proses pemilu saja.

"Tim pengamanan yang diberi nama dubalang atau semacam anggota hansip, namun tidak menggunakan seragam khusus hanya menggunakan seragam adat serba hitam," kata Mukhlis.

Selain itu, kata dia, para anggota dubalang juga harus dibekali ilmu beladiri dalam menjalankan tugas dan fungsinya untuk menjaga desa yang diawasi. Selain memberikan pelayanan dan kenyamanan bagi masyarakat, ujar dia, pemerintah sekaligus ingin menghidupkan kembali bela diri silat di ranah Pariaman.

"Rencananya pemerintah mulai menjalankan dubalang pada Februari 2016, para dubalang juga diberi honor oleh pemerintah melalui dana desa. Batas usia maksimum dubalang 30 tahun," jelasnya.

Menanggapi hal itu, Kapolres Pariaman, AKBP Riko Junaldy, mengatakan sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemko Pariaman dalam mencegah masuknya paham radikalisme dan berbagai aliran yang berkedok agama Islam.

Untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, kata dia, semua pihak harus saling bekerja sama.

"Selain memberdayakan para dubalang sebagai penjaga desa dan kelurahan, langkah wajib lapor bagi masyarakat yang tidak memiliki identitas resmi juga baik untuk diterapkan," tambahnya. 


TIM

Topik Terhangat

postingan terdahulu