Di Antara Korban Tewas Akibat Longsor di Paritmalintang Masih Bayi

Paritmalintang - Tanah longsor menimbun salah satu rumah warga di Korong Padang Toboh Nagari Paritmalintang, Kabupaten Padangpariaman, Rabu (10/10).

Dalam kejadian itu, 6 orang penghuni rumah tertimbun ribuan kubik material longsor.

Longsoran tanah membuat rumah kayu milik Wisnu, 34 tahun, warga Korong Padang Toboh Nagari Paritmalintang, rata dengan tanah. Tingginya curah hujan yang terjadi sejak hore hari membuat tanah terkikis dan longsor.

3 orang penghuni rumah di antaranya masih balita tewas tertimbun longsoran tanah. Ketiganya antara lain Nando, 9 tahun, Restu Afandi, 5 tahun dan Raka Saputra, 5 bulan, merupakan anak pemilik rumah. Sementara tiga orang lainnya, yakni pemilik rumah, Wisnu Ratna, 33 tahun dan Rusman, 70 tahun berhasil selamat.

Evakuasi yang dilakukan bersama oleh warga, Koramil 04/Sicincin, BPBD Padangpariaman, Kepolisian akhirnya berhasil mengevakuasi seluruh korban dari timbunan material longsor.

5 orang korban yang saat awal masih tertimbun material longsor langsung dievakuasi ke RSUD Padangpariaman di Paritmalintang.

Babinsa Koramil 04/Sicincin, Serma Azwir menerangkan, tanah longsor terjadi sekitar pukul 23.00 Wib. Banyaknya material tanah yang menimbun rumah Wisnu membuat proses evakuasi terhadap korban sulit.

"Setelah berhasil dievakuasi dari material longsor dan mendapatkan perawatan di RSUD Padangpariaman, seluruh korban diantarkan ke kampung halaman di Koto Bangko, Sungai Geringging," terangnya.

Menurut Azwir, masih terdapat dua rumah warga lainnya yang berada pada lokasi rawan longsor.

"Kita sudah sampaikan kepada pihak nagari agar dua warga yang berada di lokasi yang rawan dilakukan evakuasi saja mengingat curah hujan masih cukup tinggi," pungkasnya.

Setidaknya dua kejadian tanah longsor terjadi dalam jarak waktu yang tidak begitu lama di Kabupaten Padangpariaman.

Sebelumnnya, 2 unit rumah warga di Ampalu Kecamatan VII Sungai Sariak rata dengan tanah. Namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. (Nanda)

BMKG- Potensi Gempa Megatrust Mentawai Diperkirakan Capai 9.1 SR



Walikota Pariaman Mukhlis Rahman mengimbau seluruh stakeholders bersinergi dalam mengurangi resiko dampak bencana alam di Pariaman.

Hal itu dia ungkapkan saat memimpin rapat tim koordinasi penanggulangan bencana dan perumusan anggaran dalam upaya penanggulangan bencana yang terkoordinir, terarah dan terukur, di Balaikota, Rabu (21/12).

Mukhlis menuturkan, berbagai dampak akibat bencana memerlukan penanganan bersifat komperehensif (tuntas/menyeluruh) melibatkan berbagai pihak-- terutama partisipasi warga.

"Dampak dari akibat bencana (alam) semuanya tidak mungkin bisa hanya ditangani oleh pemerintah saja. Partisipasi semua pihak sangat diperlukan," ujarnya.

Dia berharap kepada semua tim koordisasi penanggulangan bencana Kota Pariaman yang hadir dalam acara itu agar dapat mensosialisasikan materi kepada masyarakat dan keluarga mereka masing-masing.

Di saat yang sama Kepala Stasiun BMKG Padang Panjang Rahmat Triyono menyatakan perlunya bagi masyarakat memahami peringatan yang dikeluarkan oleh pihaknya.

Dia mengatakan di Sumatra Barat merupakan daerah rawan bencana gempa. Para peneliti menurutnya memperkirakan zona Mentawai Megatrust masih menyimpan potensi gempa diikuti tsunami dalam skala perkiraan 9.1 SR.

"Diperlukan sinkronisasi prosedur tingkat provinsi dengan kabupaten/kota untuk menyatukan langkah yang akan diambil untuk mengurangi resiko bencana yang akan timbul," ungkap dia.

Sementara itu Kepala BPBD Kota Pariaman Yaminurizal menambahkan, dari 10 potensi bencana yang mengancam Pariaman, paling tinggi resikonya adalah bencana banjir, gempa dan tsunami.

Proses penanggulangan bencana menurutnya terdiri atas tiga tahapan meliputi prabencana, tanggap darurat saat bencana dan pasca bencana.

"Kita telah melaksanakan seluruh tahap tersebut setiap ada bencana yang terjadi di daerah kita," kata dia.

TIM
(Cuaca Ekstrim) Selain Waspada Banjir dan Pohon Tumbang, Petir Juga Mengancam


Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pariaman menghimbau masyarakat tetap waspada dengan tingginya curah hujan disertai badai dan petir.
 

Kepala BPBD Kota Pariaman, Yaminurizal, Rabu (6/4), di Pariaman, kepada wartawan menyebutkan, tingginya curah hujan dan badai berpotensi timbulkan banjir, longsor dan pohon tumbang.

"Ini akibat perubahan cuaca ekstrim dan fenomena alam. Kemarin ada tiga pohon tumbang satu diantaranya menimpa rumah warga di Koto Mandakek, Desa Pauh Timur," ungkap dia.

Dia menuturkan, pihaknya akan terus memantau perkembangan cuaca dengan pihak terkait disamping mensiagakan jajarannya.

"Hari ini pukul dua siang seluruh walikota/bupati se Sumatera Barat dipanggil gubernur termasuk kepala BPBD-nya membahas perubahan cuaca dan siaga bencana banjir bandang. Nanti kita berikan keterangan resmi usai rapat tersebut," sebut Yaminurizal.

Dia menegaskan, dengan situasi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu, ada kalanya hujan lebat, petir hingga angin kencang, masyarakat dituntut selalu waspada.

"Termasuk pihak pemerintah juga selalu wasapada dengan menyiagakan personil 1x24 jam yang selalu melaporkan kondisi terkini. Kemarin bersama Badan Lingkungan Hidup (BLH) kita menebang sejumlah pohon lapuk yang berpotensi roboh diterjang badai," tutupnya.

Terpisah, Tomi (38) warga Pariaman Selatan, menyebut, petir dahsyat disertai hujan badai tadi malam (Selasa) pukul 21.30 WIB putuskan enam buah bohlam lampu di rumahnya.

"Petirnya menggelegar kemudian listrik tiba-tiba padam selama satu jam. Setelah listrik hidup, enam buah bola (bohlam) lampu di rumah putus," ungkap Tomi kepada wartawan di kantor PWI Pariaman.

Dia menuturkan, hujan badai disertai petir yang sahut menyahut hingga putuskan bohlam lampu baru kali ini dia rasakan seumur hidupnya.

"Petir sangat keras menggelegar bersahut-sahutan," kata dia.

OLP
Pemko Pariaman Serahkan Bantuan Bencana Banjir dan Longsor ke 50 Kota



Staf Ahli Walikota Yandra Ferry, atas nama Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman serahkan bantuan korban bencana banjir dan longsor kepada Pemerintah Kabupaten 50 Kota di Kantor Bupati 50 Kota, Kamis (11/3).

"Pemko Pariaman dapat merasakan apa yang saudara kita alami di Kabupaten 50 Kota yang tertimpa musibah banjir dan tanah longsor," kata Yandra Ferry.

Selain itu dia juga berharap agar silaturahmi antara dua daerah selalu terjalin.

Ikut dalam rombongan Pemko Pariaman, Sekretaris BPBD Kota Pariaman Kardinal, Kasubag Kessos Setdako Pariaman Yeni Gusni, Kasubag Kepemudaan Setdako Pariaman Hasan Basri beserta staf Kesos dan Humas.

Yandra Ferry selaku pimpinan rombongan menyebutkan bahwa dengan peduli terhadap sesama akan meningkatkan hubungan sosial antara Pemerintah Kota Pariaman dengan Pemerintah Kabupaten 50 Kota.

"Juga ikatan pribadi antara kami dengan saudara kami yang tertimpa musibah," tuturnya. 

Atas nama pemerintah dan masyarakat, dia menyerahkan uang tunai sebesar Rp35 juta.

Dia berharap supaya bantuan itu bermanfaat bagi korban banjir dan longsor yang dialami oleh warga Kabupaten 50 Kota bulan lalu.

"Kami tidak membawa bantuan berupa barang karena akan lebih bermanfaat rasanya kepada masyarakat dan pemerintah di sini untuk pendistribusiannya nanti, sehingga bantuan kami yang sedikit ini terasa manfaatnya bagi korban bencana yang mungkin kehilangan harta benda,” sebutnya.

Rombongan Pemko Pariaman diterima langsung oleh Wakil Bupati 50 Kota Ferizal Ridwan, yang didampingi Sekda Yendri Tomas, Asisten I Syahrial, Asisten III Iryanis, Kepala BPBD Nasriyanto dan Kabag Administrasi Kesra, Karespi.

Ferizal Ridwan pada kesempatan itu mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kota Pariaman yang telah mengumpulkan dana untuk membantu warga Kabupaten 50 Kota yang tertimpa bencana banjir dan longsor di pertengahan bulan Februari lalu.

"Diharapkan dengan adannya bantuan ini, rasa sebagai sesama Rang Minang akan terus terbina," ucapnya.

TIM
Rentan Bencana Alam, Ali Mukhni Himbau Warga Waspada 1x24 Jam
Bupati Ali Mukhni hadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Surau Duku,  Nagari Ulakan Kec. Ulakan Tapakis, Rabu (18/3).(J) 



Bupati Ali Mukhni menyatakan bahwa Padangpariaman siaga bencana 1x24 jam. Ia berasalan karena daerahnya merupakan etalasenya bencana di Indonesia. Oleh karena itu, sebutnya, setiap warga dihimbau selalu waspada jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam, apalagi cuaca ekstrim sering melanda beberapa hari terakhir ini.

Pernyataan tersebut ia sampaikan ketika hadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Surau Duku, Nagari Ulakan, Kec. Ulakan Tapakis, Rabu (18/3).

"Padangpariaman siaga bencana 1x24 jam. Waspadai semua bencana yang datang sewaktu-waktu seperti gempa, longsor, kebakaran dan masih banyak lagi," kata Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Padangpariaman itu.

Dijelaskannya bahwa telah terjadi musibah seperti kebakaran di Sungai Geringging dan Lubukalung, longsor di Gasan, orang hanyut di Buayan, angin puting beliung di Lubukalung dan sebagainya. Ia himbau camat dan wali nagari stand-by 24 jam jika daerahnya terkena musibah.

Ali Mukhni juga mengajak masyarakat berdoa agar dijauhkan dari bencana dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pada kesempatan itu ia juga serahkan bantuan pembangunan surau sebesar 2 juta rupiah.


HA/OLP
Puting Beliung dan Kebakaran Melanda Kota dan Kabupaten Padang Pariaman


Kebakaran di Pasar Padang Alai, Kec V Koto Timur, Kab Padang Pariaman, tadi siang (foto by Indra J Piliang)


Hujan badai disertai angin puting beliung melanda beberapa titik di Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman pada Jumat malam 21/2/2014 pukul 22.00 WIB. Di Kota Pariaman bencana puting beliung terjadi di Desa Cubadak Air, Pariaman Utara, sedangkan di Kabupaten Padangpariaman melanda korong pondok pasia laweh, Lubuk Alung. Tidak ada korban jiwa dalam dua peristiwa bencana alam tersebut.

"Di Cubadak Air ada beberapa rumah penduduk rusak akibat terjangan angin puting beliung (tornado) semalam. Sekarang, mulai sejak dapat laporan dari warga, Tim rescue BPBD Kota Pariaman berada dilokasi," ungkap Riswan, S.Sos, Kasi Evakuasi BPBD Kota Pariaman, siang tadi 22/2/2014.

Dikatakannya, selain merusak beberapa rumah warga, puting beliung juga merobohkan, serta mencabut pohon dari akarnya dan menerbangkan seng rumah-rumah penduduk. Puting beliung Juga merusak Gobah yang terletak di Mesjid Al Abrar Cubadak Air hingga berpindah tempat dari posisinya.

"Sekarang dilapangan kami sedang lakukan pembukaan akses Jalan akibat robohnya pohon yang melintang di jalan dan yang menimpa salah satu rumah warga akibat terjangan angin puting beliung semalam," imbuhnya.

Darinya, kami juga dapat informasi bahwa selain Desa Cubadak Air Kota Pariaman, di daerah Lubuk Alung Padangpariaman juga terjadi peristiwa yang sama.

"Di depan SMP 3 Lubuk Alung, tepatnya korong pondok pasia laweh pada jam yang sama juga terjadi puting beliung yang merusak beberapa rumah warga dan fasilitas umum lainnya," jelas dia.

Selain puting beliung, masih menurut Riswan, pada Jumat malam tersebut juga terjadi kebakaran di satu rumah penduduk di Desa Batang Kabung Kota Pariaman. Sedangkan di Padangpariaman, kebakaran terjadi pada Sabtu siang (22/2/2014) di Pasar Padang Alai, Kec V Koto Timur. Tidak ada korban jiwa dalam dua peristiwa kebakaran tersebut.

Catatan Oyong Liza Piliang