SPBU Jati Pariaman: Stok BBM Aman Jelang Lebaran
Ilustrasi/istimewa
Pariaman ----- Pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pastikan stok BBM di Kota Pariaman, aman. Tiga SBPU yang tersebar di tiga titik, di Desa Toboh Palabah Kecamatan Pariaman Selatan, SPBU di Desa Jati Hilir Kecamatan Pariaman Tengah dan SBPU Kelurahan Kampung Pondok Kecamatan Pariaman Tengah.
   
Aris, salah seorang pengelola SPBU memastikan stok BBM berbagai jenis menjelang libur lebaran Idul Fitri 1439 Hijriah atau tahun 2018 mencukupi. Pasokan BBM dari Pertamina masih seperti biasaya.

“Stok hingga saat ini masih mencukupi. Pasokan masih normal seperti hari biasa,” ujarnya.

Menurut Aris, hingga saat ini pembelian BBM oleh masyarakat untuk semua jenis, masih relatif normal. Belum terlihat adanya peningkatan atau lonjakan pembelian BBM oleh masyarakat. Ia memprediksi, lonjakan konsumsi BBM akan terjadi pada H+1 lebaran Idul Fitri, bertepatan dengan masuknya kendaraan perantau yang pulang ke kampung halaman.

Di SPBU 14.255.592 Desa Jati Hilir Kota Pariaman, tidak menstok BBM jenis premium. Sedangkan jeni solar tersedia 22.157 liter, jenis Pertamax sebanyak 17.118 liter dan Jenis Pertalite sebanyak 36.093 liter.

“Sampai saat ini masih normal, paling meningkat sedikit saja. Prediksi kami, lonjakan terjadi pada satu hari setelah salat Idul Fitri, seiring dengan mulai banyaknya kendaraan dari rantau yang tiba di Pariaman. Pasokan dari Pertamina masih normal, namun jika konsumsi meningkat, kita langsung pesan sehari sebelum BBM nya habis,” pungkasnya. (Nanda)
Modifikasi Minibus Untuk Timbun BBM, Warga Kampung Dalam Ditangkap Polisi
Pelaku S memperlihatkan cara mengeluarkan bbm dari tangki yang telah ia modifikasi. FOTO/Nanda
Pariaman ----- Polres Pariaman amankan S, 38 tahun, warga Nagari Campago Selatan, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Padangpariaman, Kamis (8/2) pukul 11.00 WIB.

S tertangkap tangan saat memindahkan 100 liter bahan bakar minyak (bbm) jenis premium dari tangki minyak minibus yang telah ia modifikasi ke dalam beberapa derigen. Selain itu, petugas juga mengamankan 210 liter bbm dalam beberapa derijen.

Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto melalui Kasat Reskrim Polres Pariaman AKP Ilham Indarmawan, Jumat (9/2) menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat tentang indikasi penyimpanan BBM illegal.

“Laporan yang kita terima langsung ditindaklanjuti dan lakukan penyelidikan, dan benar saja kita mengamankan pelaku dan berikut barang bukti,” ujar AKP Ilham Indarmawan.

Dari hasil pemeriksaan, diakui bbm jenis premium dibeli oleh pelaku dari salah satu SPBU di Kota Padang seharga Rp6.550 per liter, selanjutnya bbm itu dijual Rp9.000. Pelaku bisa membeli bbm hingga Rp6 juta sekali pembelian atau transaksi.

Ditambahkan AKP Ilham, pelaku baru mengaku menjalankan usahanya itu selama dua bulan. Selain itu, untuk mendapatkan bbm, ia pun harus membayar Rp20.000 setiap derigennya kepada oknum petugas SPBU.

“Sekali pembelian bisa sampai Rp6 juta, dengan keuntungan kira-kira bisa sampai Rp1 juta setiap pembelian. Dan karena banyaknya bbm yang ia beli, juga waktu pengisian di sana juga lama,” ulasnya.

Sementara itu, mengantisipasi terjadinya penyalahgunaan penyimpinan ataupun penimbunan bbm, pihak Polres Pariaman mengingatkan petugas menjual bbm untuk minibus maksimal sebanyak Rp200.000

“Di seluruh SPBU kita suda sampaikan batasan maksimal pembelian BBM untuk kendaraan minibus,” pungkasnya. (Nanda)
Solar Langka Di Pariaman Solusi Tak Ada



Krisis BBM Jenis Solar sudah lebih sebulan di Pariaman . di SPBU Pertamina Jati Pariaman, seorang petugas Mengatakan bahwa jatah mereka hanya sekali tiga hari, " Jatah BBM Solar untuk SPBU Kami hanya sekali dalam tiga hari." Ujar seorang wanita muda berseragam merah berkerudung ini.

" Jika Stok Kami masuk biasanya habis dalam tiga jam." ujarnya lagi.

Dari Pantauan Kami di SPBU Kuraitaji, sejak semalam antrian Truk, Angdes, dan Mobil lainnya yang berbahan bakar Solar terlihat masih mengular.

Petugas SPBU yang kami tanyai mengatakan bahwa stok Solar mereka tinggal 1000 liter lagi, ini sama dengan 30 mobil jika rata-2 mereka mengisi 35 liter, sementara dalam pantauan ,kami melihat antrian Mobil lebih dari 30 termasuk juga Truk yang kapasitas isi tangkinya melebihi 100 liter.

Salah satu kelemahan Pemerintah/berwenang adalah dengan tidak menyediakannya Solar Non Subsidi di SPBU Kota Pariaman ini beda betul dengan pengalaman penulis ketika mengisi di SPBU Kayu Tanam. ketika BBM subsidi habis stok solar masih tersedia yang non Subsidinya seharga Rp.10.700,- untuk mobil pribadi.

"Jika Solar selalu langka di Pariaman ini, yang paling dirugikan adalah angkutan umum masa, dan Truk pembawa berbagai kebutuhan untuk Kota Pariaman, ekonomi bisa lumpuh bila hal tersebut dibiarkan tanpa solusi yang jelas." Ujar salah seorang Sopir Truk yang terlihat resah menunggu antrian di SPBU Kuraitaji.

Seorang pengendara Mobil Jenis Pajero Sport juga berujar," Di Padang dan Bukittinggi pun demikian ( solar langka ) , banyak langkah bisnis luar kota saya tertunda gara-gara hal ini." Ujar Pria berkaos krah warna putih ini ketika kami tanya.

" Seharusnya di setiap SPBU Di jual Solar non Subsidi . ini kan tidak jelas pembatasan BBM Subsidinya, jika dibatasi cari solusi jelas dong, yang dibatasi BBM Subsidi ya jual non subsidi.!" Ujarnya kesal.

Dalam Hal ini media sudah sering memberitakan ihwal kelangkaan BBM Jenis Solar Subsidi, namun untuk beberapa Kota tertentu sudah ada beberapa SPBU yang menjual Solar non Subsidi, sedangkan untuk Kota Pariaman tak ada satupun SPBU yang menjualnya, padahal ini sangat penting untuk pengguna Mobil Pribadi yang berbahan bakar Solar.

Catatan Oyong Liza Piliang