Bawa Ganja Kiloan, Pegawai Honor Dishub Pariaman Dibekuk Polisi
Polisi ekspose penangkapan pengedar narkoba/foto: Nanda

YPC (19), oknum pegawai tenaga honorer di Dinas Perhubungan Kota Pariaman tertangkap tangan menyimpan narkoba oleh tim 3 CN Polres Pariaman. YPC alias C, merupakan warga Desa Padusunan, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman.

Ia ditangkap bersama satu orang rekannya SA (19), warga Desa Sikapak, di salah satu rumah di Desa Kampung Kandang, Kecamatan Pariaman Timur, Selasa malam (2/5/2017) sekitar pukul 20.10 WIB. Keduanya tidak dapat mengelak setelah petugas menemukan 1, 25 kilogram narkoba jenis ganja kering dalam satu bungkusan besar milik tersangka.

Selain narkoba jenis ganja, polisi juga mengamankan uang tunai Rp909.000, 1 unit HP android merk Himax, 1 unit HP samsung lipat, 1 unit sepeda motor Merk Vario warna hitam silver dengan Nopol. BA 4632 BW.


Polisi perlihatkan barang bukti yang berhasil diamankan dari tersangka/foto: Nanda


Kapolres Pariaman, AKBP Bagus Suropratomo Oktoberianto, melalui Kasat Resnarkoba Polres Pariaman, IPTU Suhardi dan Kaur Bin Ops Satresnarkoba Polres Pariaman, Aiptu Darmawan, Rabu (3/5) menerangkan, penangkapan kedua tersangka terhitung cepat. Berawal dari informasi yang didapatkan oleh tim bahwa kedua tersangka menyimpan narkoba jenis ganja, tim langsung bergerak dengan menangkap keduanya.

Dalam penangkapan tersebut, polisi sempat melepaskan tembakan peringatan saat kedua tersangka mencoba melarikan diri saat polisi mendatangi rumah tersangka YPC.

"Ada informasi bahwa tersangka akan melakukan transaksi. Setelah dilakukan pengintaian tim langsung bergerak dan menangkap kedua tersangka. Awalnya sempat kabur, namun dengan tembakan peringatan yang dilepaskan, akhirnya pelaku yang sudah dikepung anggota berhasil diamankan," terangnya.


Polisi amankan tersangka


Lebih jauh dijelaskan, IPTU Suhardi, dari hasil pemeriksaan kedua tersangka diketahui bahwa ganja lebih dari 1 kg itu didapat dari salah seorang pengedar besar di Kota Bukittinggi. Rencana ganja tersebut akan dipasarkan di sekitar Kampung Kandang Pariaman Timur dan Kuraitaji Kecamatan Pariaman Selatan.

"Barang bukti ini didapatkan dari salah seorang bandar narkoba yang ada di Kota Bukittinggi yang akan diedarkan di beberapa wilayah di Kota Pariaman," ujarnya.

Sementara itu terkait dengan status pegawai honorer Dinas Perhubungan Kota Pariaman yang disandang oleh tersangka YPC, kepolisian telah melakukan koordinasi dan menyampaikan kepada pimpinan instansi tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Pariaman, Yota Balad saat dikonfirmasi via telepon selulernya, Rabu (3/5) siang membenarkan bahwa salah seorang pagawainya ditangkap tim 3 CN Polres Pariaman karena terlibat kasus narkoba. Ia mengaku kaget, pasalnya tersangka YPC yang merupakan pegawai operasional lapangan yang mulai bekerja di Dishub Kota Pariaman sejak satu tahun lalu itu, dikenal pendiam.

"Sudah ada informasi (penangkapan tersangka YPC) yang disampaikan kepada saya. Tentu agak kaget, karena memang dia pendiam dan nyaris tidak ada tanda-tanda terlibat penyalahgunaan narkoba," ujarnya.

Sedangkan status pegawai honorer yang disandang tersangka YPC, Yota Balad mengaku telah melaporkan hal tersebut kepada Walikota Pariaman dan akan dilakukan pembahasan sanksi kepada yang bersangkutan sebagai pegawai honorer.

Ditangkapnya YPC yang merupakan pegawai honorer Pemko Pariaman menambah daftar panjang pegawai Pemko Pariaman yang terlibat dalam lingkaran penyalahgunaan narkoba. Sebelumnya, pihak Polres Pariaman telah mengamankan LR, (45) yang merupakan tenaga honorer Kantor Camat Pariaman Tengah pada bulan Februari 2017 silam.

Salah seorang masyarakat Kota Pariaman, Ivan Patria mendesak agar Pemko Pariaman melakukan tes kandungan narkoba menyeluruh kepada pagawai Pemko Pariaman. Keterlibatan beberapa orang oknum pegawai dalam kasus penyalahgunaan narkoba, kata dia, harus menjadi motivasi kerja keras lagi bagi Pemko Pariaman untuk perang terhadap narkoba.

"Pemko harus melakukan tes kandungan narkoba secara periodik kepada pegawainya untuk memastikan bahwa tidak ada lagi pegawai yang diketahui terlibat narkoba setelah tertangkap oleh polisi. Dengan penangkapan ini, tentu menjadi dorongan dan motivisi bagi Pemko untuk lebih optimal melakukan pencegahan penyelahgunaan narkoba, sesuai dengan fungsinya," harap Ivan Patria.

Nanda
Transaksi Ganja di Kedai Nasi Goreng, Dua Pemuda Buayan Ditangkap Polisi


 

Dua orang pemuda ditangkap tim buru sergap (Buser) Satresnarkoba Polres Padangpariaman saat melakukan transaksi narkoba di salah satu kedai nasi goreng di Korong Padang Kunik, Nagari Buayan, Kecamatan Batang Anai, Padangpariaman, Kamis (30/3) pukul 00.30 WIB dinihari.

Kedua tersangka, masing-masing, DA (24)  dan ZW (20) warga Korong Padang Kunik, Nagari Buayan Kecamatan Batang Anai tersebut tidak dapat berkilah setelah polisi menemukan barang bukti narkoba jenis ganja yang dibungkus plastik warna bening dari dalam saku celana salah seorang tersangka.

Kapolres Padangpariaman AKBP Eri Dwi Herianto, didampingi Kasat Resnarkoba Polres Padangpariaman Iptu Kusnedi dan Paur Humas Polres Padangpariaman, Brigadir Redno Afriadi menuturkan, penangkapan kedua tersangka berawal dari informasi masyarakat tentang aktifitas peredaran narkoba di kawasan itu.

Dengan penyelidikan yang matang dan pengumpulan bahan keterangan, akhirnya kedua tersangka berhasil dibekuk saat melakukan transaksi disalah satu kedai nasi goreng tersebut.

"Menindaklanjuti informasi dari masyarakat dan penyelidikan yang dilakukan oleh personil kami di Satresnarkoba Polres Padangpariaman, dua orang tersangka yang diduga menyimpan dan memiliki narkoba telah kita amankan sekaligus dengan barang buktinya," ujarnya di Mapolres Padangpariaman, Kamis (30/3/2017) siang.

Dijelaskan Eri Dwi Herianto, saat ini pihaknya telah mengamankan barang bukti berupa 1(satu) paket sedang narkoba jenis ganja. Tidak berhenti disitu, hasil interogasi kedua tersangka, akhirnya polisi melanjutkan penggeledahan di rumah tersangk ZW dan menemukan barang bukti berupa satu unit telepon seluler,  2 (dua) paket sedang narkoba jenis ganja yang dibungkus dengan kertas buku tulis, serta uang yang diduga hasil penjualan narkoba sebanyak Rp50.000.

"Pengakuan tersangka narkoba yang ada di tangan dia saat penangkapan didapat dari tersangka ZW. Berdasarkan keterangan tersebut, kita langsung lakukan penggeledehan dirumahnya ZW. Alhasil kita temukan beberapa paket sedang dan kecil narkoba jenis ganja, uang hasil yang diduga hasil penjualan narkoba dan satu unit telepon seluler," ia menuturkan.

Kini, akibat perbuatan tersebut, kedua tersangka terancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara karena melanggar pasal 114 ayat (1), Pasal 111 ayat (1) Jo Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Nanda
Polres Pariaman Ciduk Bandar Pemilik 1,5 Kg Ganja di Sungai Geringging



Polres Pariaman berhasil menciduk dua bandar narkoba jenis ganja di dua lokasi berbeda di wilayah hukum Polres setempat dalam satu minggu terakhir. Satu diantaranya pemain besar lintas provinsi yang memasok langsung dari Sumatera Utara.

Menurut Kapolres Pariaman AKBP Ricko Junaldy, Senin (3/10), di mapolres setempat, tersangka pertama berinisial IS (35), diamankan dengan barang bukti (BB) ganja kering siap edar seberat 1,5 kilogram di Sungai Geringging, Padangpariaman, Minggu malam (2/10).


Ditegaskan Kapolres, dari informasi awal yang dihimpun pihaknya, diduga IS menyimpan sebanyak 4 kilogram ganja kering siap edar. Namun dalam penangkapan malam itu jajarannya hanya mendapati seberat 1,5 kilogram ditambah BB lainnya yakni satu unit timbangan, ponsel, gunting dan uang tunai Rp39 ribu.
 

Dalam penggerebekan tersebut, dijelaskan Ricko, IS berhasil diamankan diantara tiga rekan lainnya yang meloloskan diri. Dari pengakuan tersangka IS, dia telah beberapa kali memasok ganja dari Medan. 

"Kasus ini dalam pengembangan," ungkap Ricko.

Untuk tersangka kedua berinisial AD (26), diamankan polisi di sebuah warnet. Ujar Kapolres, mulanya hanya ditemukan satu linting ganja siap pakai ditangan tersangka. Setelah ditelusuri pihaknya menemukan tiga paket ganja kering siap edar yang disimpan tersangka di Kantor UPTD Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Karan Aur.

"AD kita amankan di salah satu warung internet di Kecamatan Pariaman Tengah pada Kamis malam (29/9) sekitar pukul 01.00 WIB," jelas Kapolres.

Kedua pelaku, kata Kapolres akan dijerat dengan pasal 112 dan 114 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun kurungan penjara.

TIM