Pisah Sambut Bupati Padangpariaman, Rosnini: Mertua Saya Pengagum Anas Malik



Sekretariat Pemerintah Daerah Kabupaten Padangpariaman menggelar acara pisah sambut Pejabat (Pj) Bupati Padangpariaman Rosnini Savitri dengan Bupati dan Wakil Bupari definitif periode 2010-2015 Ali Mukhni-Damsuar di Hall Saiyo Sakato Pariaman, Selasa malam (3/11).

Acara yang berlangsung meriah penuh keakrababan tersebut dihadiri oleh Kajari Pariaman Yulitaria, Kapolres Pariaman AKBP Ricko Junaldi, Kapolres Padangpariaman AKBP Rudi Yulianto, Dandim 0308/Pariaman, Ketua PWI Pariaman Ikhlas Bakri, Kepala Pengadilan Pariaman, Pimpinan DPRD Padangpariaman, Sekda Jonpriadi, unsur SKPD, Camat, Walinagari serta unsur tokoh masyarakat dan bundo kanduang.

Ali Mukhni didampingi Istri Rena Ali Mukhni mengungkapkan kesannya selama lima tahun memimpin Padangpariaman bersama Damsuar. Kendala besar dia hadapi tahun masa jabatan pertama.

"Kami menanamkan sikap melayani masyarakat bukan pejabat masyarakat," kata dia menggambarkan upaya merangkul masyarakat agar ikut bersama membangun Padangpariaman.

Apa yang dicapai Padangpariaman sekarang ini, sebut dia tidak terlepas pula dari peran Damsuar selaku wakil bupati.

"Dengan banyaknya proyek nasional yang dilokasikan di Padangpariaman berimbas pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sekarang pertumbuhan ekonomi kita tertinggi di Sumbar yakni 7,3 persen melebihi Sumbar dan target nasional," ungkap Ali Mukhni.

Di saat yang sama, Damsuar juga menuturkan bahwa dirinya meski memasuki masa pensiun usai tidak lagi menjabat wakil bupati, namun tidak akan pernah berhenti mengabdi untuk Padangpariaman.

"Selama karier PNS saya di Padangpariaman, mulai dari ajudan, hingga wakil bupati, hanya untuk Padangpariaman sejak 16 Juli tahun 1981. Di sinilah pilihan kami mengabdi," kata Damsuar didampingi istrinya.

Sementara itu Pj Bupati Rosnini mengatakan bahwa Pariaman bukan daerah asing baginya. Suaminya asli orang Pariaman tepatnya di Jawi-Jawi.

"Bahkan mertua saya kaget ketika tahu saya dilantik sebagai Pejabat Bupati di Padangpariaman. Mertua saya pengagum Anas Malik," ucap Rosnini.

Rosnini menyebut, mohon suport dari masyarakat dan unsur muspida agar mendukung program-program yang akan diembannya hingga terpilihnya bupati dan wakil bupati definitif baru.

"Ini diluar dugaan saya dan beban cukup berat, tapi bersama kita bisa," pungkasnya yakin.


Sementara itu, pengamat kebijakan publik Ikhlas Bakri berpendapat, reputasi Rosnini selama mengabdi di pemerintahan hampir tanpa cela dan sudah terbiasa memimpin dan membuat terobosan besar, khususnya di bidang kesehatan.

"Beliau juga orang yang terbuka menerima masukan. Tipe pemimpin yang siap menerima masukan. Semoga amanah yang beliau emban beberapa bulan ke depan sesuai harapan kita bersama," kata Ikhlas yang juga Ketua PWI Pariaman itu.

Dia menambahkan, sejak menjabat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, Rosnini aktif ikut melibatkan diri pada setiap program kesehatan yang akan dilakukan oleh pemerintah kota dan kabupaten.

"Ibu Rosnini orangnya welcome," pungkas Ikhlas.

OLP
Pola Kepemimpinan Anas Malik (Antusiasme)



                            Anas Malik (kanan)

Antusiasme sangat diperlukan dalam setiap lini pekerjaan dan profesi yang kita geluti. Antusias adalah pertanda akan cintanya kita pada pekerjaan yang kita lakukan. Seorang pekerja yang tidak antusias pada pekerjaannya dapat dikelompokan sebagai berikut. Satu, mereka bekerja karena alasan tuntutan pekerjaan yang dia lakoni, kedua karena motivasi materi. "Tambah aia tambah sagu", jika orang seperti di atas diberikan pekerjaan ekstra. Dia mengukur segala sesuatunya dengan uang. "Jariah babuliah tantang".

Sedangkan orang yang antusias pada pekerjaannya, bekerja karena kecintaannya pada bidang yang dia lakoni. Ia bekerja secara ikhlas, cerdas hingga tuntas dengan tujuan pekerjaannya tersebut punya standar memuaskan sebagaimana yang telah dia tetapkan. Puas pada dirinya dan berharap dapat memuaskan oranglain.

Antusias artinya bergairah atau bersemangat. Orang yang antusias makan dipastikan memiliki ukuran badan oversize. Jadi Antusias dapat diartikan dapat membesarkan sesuatu. Orang yang antusias akan pekerjaannya, lambat laun akan besar dengan sendirinya. Dia berbakat bertemu sukses. Pejabat yang antusias pada tugas yang di embannya, lambat laun akan naik kejenjang karier yang lebih tinggi.

Antusiasme adalah energi dari dalam diri tiada batas yang memberikan kekuatan, semangat dan kebahagiaan, seperti asal katanya dari bahasa Yunani, yaitu Entheos yang berarti “Tuhan di dalam” atau berarti “diilhami dari Tuhan”. Energi antusiasme ini dapat ditularkan atau menular dengan sendirinya ke orang-orang di sekitar kita. Antusiasme menambahkan cahaya terang pada apapun yang Anda lakukan. Bayangkan jika seorang kepala SKPD adalah seorang yang memiliki antusiasme tinggi, tentu energi tersebut menyebar kepada seluruh jajarannya kebawah. Kantor yang dia pimpin dipastikan memiliki akselerasi.

Banyak bisa kita contoh seorang kepala daerah yang memiliki antusiasme tinggi saat dia memimpin suatu daerah. Contoh nyata yang bisa kita telusuri jejaknya dan tidak perlu jauh-jauh adalah semasa Padangpariaman dipimpin oleh Alm. Kolonel Anas Malik. Dia Bupati 2 periode yang memiliki jejak rekam spektakuler. Apa yang dia kerjakan selalu tuntas. Saking antusiasnya, beliau langsung terjun kelapangan untuk menyelesaikan persoalan mendasar semasa itu. Beliau juga punya misi kedepan jangka panjang, seperti Bandara Internasional di Kataping, yang pada akhirnya terwujud oleh pemimpin setelahnya.

Sebelum Anas Malik menjabat Bupati, saat itu roda pedati belum dilapisi karet sehingga merusak jalan raya. Dia punya cara efektif untuk itu. Ada sebuah Pedati pembawa tempurung dari sungai limau menuju pariaman melalui jalan raya. beliau stop dijalan, kemudian disuruh antar kerumahnya, berapa duitnya dia bayar. Bupati membeli tempurung sepedati? untuk apa? Anas Malik punya tujuan lain, dia bermain diranah propagandis psikologis. Ketika uang sudah dia bayarkan kepada pemilik pedati tersebut untuk tempurung itu di rumah dinasnya, disaat itulah dia meminta kepada sang sais pedati agar nantinya roda-roda pedati dilapisi karet. Dia paparkan keuntungan menggunakan pelapis roda pada pedati tersebut kepada sang sais selain rasa diatas pedati lebih empuk juga tidak merusak jalanan beraspal.

Si sais pedati tersebut langsung melakukan nasehat Bupati sepulang kerumahnya. Beberapa saat kemudian pedati-pedati lain pun mengikuti style roda berpelapis karet pada pedati.


Antusiasme Anas Malik semasa memimpin Pariaman menular kepada seluruh jajarannya. Beliau hingga kini pantas disebut Bapak Besarnya rang Piaman. Lecut tangannya boleh dilihat hingga kini, baik untuk Kota Pariaman maupun Kabupaten Padangpariaman.

Catatan Oyong Liza Piliang
IJP: "Leonardy Penerus Perjuangan Anas Malik"





Indra Jaya Piliang (IJP) mengutarakan pendapatnya tentang sosok H. Leonardy Harmainy, S.ip. MH, terkait pencalonan diri Leonardy ke DPD-RI kepada kami, saat sarapan Pagi bersama di Desa Kampung Baru Kota Pariaman.

IJP mengatakan bahwa Leonardy selain dikenal Politisi ber-Dedikasi tinggi juga punya tujuan yang jelas dalam berpolitik.

"Leonardy Politisi yang memiliki dedikasi tinggi serta tujuan yang jelas. Ia sosok yang sangat jauh dari Tipikal Politisi yang mementingkan diri sendiri." Ujar IJP Kepada Kami.

IJP juga menambahkan bahwa Leo terlahir sebagai Pejuang dan memiliki semangat juang yang tinggi pula.

"Leonardy terlahir sebagai pejuang, selain Menantu dari seorang pejuang besar Masyarakat Pariaman almarhum Anas Malik. dengan trah Anas Malik yang telah ia sandang dan pertahankan selama ini, Saya yakin ia mampu membawa Aspirasi Masyarakat Pariaman Khususnya, Sumbar Umumnya, jika ia duduk di DPD-RI nanti." Lanjut Ketua Balitbang DPP Golkar ini serius.

"Track Record Leonardy selama ini, baik sebagai Pimpinan DPRD Sumbar, Ketua berbagai Organisasi, Ketua Partai, mampu Ia bawa dan kelola dengan Bermartabat. Dan apa yang telah Ia perbuat selama itu dapat kita lihat dan rasakan hasilnya," Tukuk Pendiri Nangkodo Baha Institute ini tenang.

Dengan demikian IJP berkesimpulan, Kepada Leonardy, harapan bisa kita Tumpangkan.

"Sebagai penerus perjuangan Anas Malik, harapan masyarakat Piaman bisa tertumpang pada sosok Leonardy jika ia nanti terpilih dan duduk di Kursi Dewan Perwakilan Daerah RI." tutup IJP yakin.

Catatan Oyong Liza Piliang
Tokoh Masyarakat : Kami Menunggu Lahirnya Anas Malik Baru Diantara 7 Pasang Calon Walikota Pariaman
                        Almarhum Kolonel Anas Malik (kanan)



Dalam dunia Politik dikenal Istilah Pencitraan. Pencitraan umumnya melalui Propaganda Media serta Tim Profesional terorganisir. Namun demikian, Pencitraan bisa jadi Bumerang jika Subjek yang di Citrakan hanya sekedar Berlakon saja, sedangkan Pribadi Orisinilnya bertolak belakang dengan Peran yang Ia mainkan tersebut.

Hal tersebut sudah banyak Contohnya di Dunia. Di Amerika, Mantan Gubernur Negara Bagian New York  Eliot Spitzer (54), Gubernur New York periode 2006-2007, saat Media mengungkap hubungannya dengan perempuan pekerja seks komersial Washington, memaksa dirinya untuk mengundurkan diri. Sebelumnya Ia di Prediksi sebagai Penantang Berat Barack Obama semasa itu.

Setelah Skandalnya Terkuak, Eliot mengakui Skandal tersebut. Pencitraannya yang di duga berbiaya Mahal sebelumnya, Kandas Menghempas.

“Saya berdosa dan saya mengakui itu, saya mempertanggungjawabkannya, saya mengundurkan diri, dan saya bertanggung-jawab,” kata Spitzer kepada Times saat itu.

Di belahan Dunia lain, Mahatma Ghandi, Presiden India, Era Tahun 1940an, Adalah Pribadi Orisinil yang Namanya Melegenda hingga sekarang ini. Semasa Ia Hidup, Ghandi malah sering dihujat oleh Kaum Hindu yang Mayoritas karena dinilai terlalu memihak kepada Minoritas Muslim.

Prinsip Gandhi, Satyagraha, sering diterjemahkan sebagai "jalan yang benar" atau "jalan menuju kebenaran", telah menginspirasi berbagai generasi aktivis-aktivis Demokrasi dan anti-rasisme seperti Martin Luther King, Jr. Dan Nelson Mandela.

Pada 30 Januari 1948, Gandhi dibunuh seorang lelaki Hindu yang marah kepada Gandhi karena ia terlalu memihak kepada Muslim.

Pemimbin besar biasanya Dikenang setelah ia tiada.

Almarhum Kolonel Anas Malik, semasa memimpin Pariaman medio 1980-1990 dikenal sebagai Sosok Otoriter dan punya disiplin tinggi, namun semua demi kebaikan dan kemajuan Masyarakat Pariaman itu sendiri. Sekarang bisa kita rasakan.

Dizaman Anas Malik lah Pondasi Pembangunan Pariaman dalam artian yang sesungguhnya, baik fisik maupun Sumber Daya Manusia berlaju kencang. Dari segi Pembangunan Fisik, seperti Pembukaan Jalan-Jalan Baru, Merencanakan dan Menyediakan Lahan Untuk Bandara Internasional Minangkabau di Kataping, Pembangunan Perumnas Kampung Baru, Menjadikan Kota Pariaman sebagai Kota Administratif, dan masih banyak lagi.

Sedangkan Pembangunan SDM, beliau pacu dengan mendirikan sarana Pendidikan.

Alm Kol Anas Malik menggagas lahirnya Yayasan YLP 3 ESIDA, sebuah Yayasan untuk melahirkan Sekolah Akademis, diantaranya STIE (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi), lalu AKOP dan APERTA (Akademi Pertanian).

Kemudian Yayasan PEMDA. Yayasan ini melahirkan Sekolah Menegah Jurusan Atas. Diantaranya SPP (Sekolah Pendidikan Pelayaran), SPK (Sekolah Perawat Kesehatan), SMEA PEMDA, SMA Manunggal dan SMPS (Sekolah menengah pekerja sosial, di Lubuk Alung). Semua yang beliau dirikan tersebut masih eksis hingga kini.

Abri masuk desa , dimaksimalkan oleh Bupati Anas Malik dengan konsep optimal dan berkesinambungan, rutin serta terarah demi Kepentingan Masyarakat Pariaman.

Alm Kol Anas Malik satu-2nya mungkin orang di Indonesia yang kenaikan pangkatnya diantar langsung . Beliau dari Letkol ke Kolonel dilantik di Pariaman, langsung oleh Panglima ABRI, Jenderal M.Yusuf.

Setelah tak menjabat lagi, semua materi dan atribut kedinasan beliau tinggalkan. Mobil, Sepeda Ontel dan seluruh isi Perabotan Rumah Dinas. lalu beliau kembali kerumah dinas Tentaranya yang Sederhana di Jakarta.

Sekarang, setelah beliau tiada, Namanya sangat Melegenda. Ia diakui Pemimpin Orisinil terbaik Pariaman Hingga saat ini, sebagaimana sering dikatakan oleh Masyarakat dan Salah Satu Calon Walikota Pariaman. Serta bukti Empiris lainnya.


"Kami menunggu Lahirnya "Anas Malik" Baru. Hanya Beliau Sosok Pemimpin sesungguhnya di Pariaman ini. Semoga ada diantara 7 Pasang Calon sekarang." Kata salah seorang Tokoh Masyarakat Kuraitaji yang di Amini Warga lainnya, Di Sebuah Palanta, 2 hari lalu Kepada Saya, Dedi Afrizal (Dogol), Esril Tobing.

Akan adakah diantara 7 Pasang Calon Walikota Pariaman yang akan berlaga pada 4 September nanti memiliki Integritas, Loyalitas, Dedikasi, Kejujuran, Sebagaimana yang telah dicontohkan Almarhum Kolonel Anas Malik.? Wallahualam..

Catatan Oyong Liza Piliang
Alm Anas Malik : Saya Bupati Sekaligus Mamak Rang Piaman
Alm Kolonel Anas Malik bersama Ibu Juwita Anas Malik




Meskipun Kota Pariaman kecil secara Geografis namun tidak demikian dengan kesadaran Politik Masyarakatnya. Masyarakat Piaman yang dikenal Egaliter, semua ingin disanjung, pantang kalah, adalah perpaduan Karakter yang sangat sulit di arahkan untuk menuruti keinginan sepihak kaum hulu dan termakan Opini arus banyak (Mainstream).

Di Zaman Pemerintahan Alm Kolonel Anas Malik, Bupati Padang Pariaman (Kota Pariaman masih tergabung) periode 1980 - 1990, Beliau pernah mengatakan hal tersebut Kepada Azwar Anas, Gubernur Sumbar kala itu.

"Saya bangga dengan Orang Pariaman Kampung saya, Sudah jelas saya Bupati, kaki salah seorang warga diatas kursi ketika berbicara dengan saya." Ujar A latif (60), Tokoh Masyarakat Pariaman mengisahkan, sambil menaikan kakinya diatas kursi menirukan.

Kemudian Latif menyambung lanjutan pembicaraan Anas Malik dengan Azwar Anas.

"Meskipun demikian saya bangga dengan Orang kampung saya yang Egaliter. Hanya saya yang boleh bersikap Keras kepadanya, lain tidak boleh, Karena saya Adalah Bupati sekaligus Mamak Urang Piaman." Ungkap Latif yang saat itu menyaksikan.

Ke Egaliteran Masyarakat Piaman bisa kita saksikan dalam kehidupan kita sehari hari, apalagi ketika berpalanta ria di kedai Kopi yang jadi kebiasaan kita sehari hari.

"Memangnya dia yang mamacik (menguasai) Pariaman ini. Pariaman tak bisa dipacik karena tidak bertampuk." Ucapan bantahan demikian acap saya dengar ketika seseorang membangga banggakan sosok tertentu bak Penguasa.

"Kayo bana inyo Waden Indak ka mamintak, sia bana we e." Ucapan yang sering terlontar ketika mendengar seseorang membangga banggakan kekayaan Orang lain di depannya.

Lalu apa korelasinya Tulisan ini dengan Politik kekinian jelang Pilkada ? Jawabannya Gampang. 


Bahwa jangan besar Kepala dulu jika anda merasa mendapat dukungan Politik Pemimpin Kaum dari sebuah komunitas, Jika Anda mengabaikan dukungan Massif (kalayak banyak) Komunitas tersebut. Jika ingin merangkul, rangkulah semuanya, Karena Pariaman Tak bisa dijinjing oleh sebab tak ber tampuk.

Catatan Oyong Liza Piliang
Ketika Anas Malik Di Tanah Suci Dan Sertijab Pangdam Bukit Barisan

Pada medio 1983, alm,Kol Anas Malik, Mantan Bupati Padang Pariaman yang hingga kini masih ditauladani, Menunaikan Ibadah Haji ke Tanah suci Mekah. disana Anas Malik selain menunaikan Ibadah Haji juga menyempatkan diri menemui Jemaah asal Pariaman . hal tersebut ia lakukan dengan mencari dari kemah ke kemah.  beliau lakukan, untuk memastikan warganya dapat pelayanan yang baik disana ujar seorang perantau Riau asal Pariaman yang menghubungi saya via telpon," alangkah bangganya kami dikunjungi Bupati. beliau menanyakan mulai dari kesehatan hingga makanan kami kala itu." Ujar sang Bapak tersebut yang saya lupa namanya via telpon .

Hal tersebut dibenarkan oleh Putri alm Anas Malik, Ilya Rosa, " Papa selalu begitu, sangat memperhatikan (warga piaman). malah Papa ( Anas Malik ) dikala musim Haji tahun 1983 itu sempat jadi Inspektur Upacara Hari kemerdekaan di Kedutaan Mina. kebetulan Musim Hajinya bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia 17 Agustus." Ujar Ilya yang kala itu bersama suaminya Leonardy Harmainy,Sip,MH Dt Bandaro Basa di Rumah Makan Pauh Raya Pariaman beberapa hari yang lalu.
 

Ilya menukuk " Banyak perihal tentang Papa yang belum diketahui Publik, Papa suka menulis Diary, nanti saya usahakan mendapatkan Copiannya untuk bahan tulisan Oyong." Ujar Ilya sembari makan dengan sendok.matanya sesekali menerawang,kuat dugaan saya ia mencoba mengingat-ingat kenangan bersama Almarhum." Dulu ada kisah Lucu ketika Mayjen Soeripto jadi Pangdam Baru Bukit Barisan. Papa diundang pada pelantikan tersebut ." Ujar Ilya ." Soeripto adalah mantan bawahannya dulu yang pernah dihukum Disiplin Hormat bendera dari pukul 10 hingga jam 6 sore."

"Kala itu Papa terlambat karena beberapa hal. Soeripto belum mau memulai upacara sebelum Papa datang." Ujar Ilya menerangkan." Sesampainya Papa disana langsung disambut Soeripto,Papa belum tau siapa nama Pangdam. papa berujar ketika disalami Soeripto 'ngapain kamu disini SOERIPTO ? sudah kenal dengan Pangdam ?" ujar Ilya menirukan." Saya menunggu Bapak, jawabnya sembari mempersilahkan Papa duduk dan tak menjawab bahwa dirinyalah sang Pangdam baru."

Papa baru tau setelah Sertijab dilakukan., " Soeripto berpidato kala itu tentang Papa setelah Sertijab, dia berujar sangat bersyukur pernah menjadi Anak Buah Papa, dia mengakui Papa adalah gurunya yang mendidik dengan Tegas demi kebaikan, dia berujar takkan pernah saya berdiri berpidato disini tanpa gemblengan disiplin atasan saya Anas Malik.saya pernah dijemur dari Pagi hingga Sore oleh Beliau." Ujar Ilya, hal tersebut dia ketahui karena Anas Malik menceritakan kejadian tersebut dirumah." Papa dengan enteng menjawab, kan Papa tidak tau dia Pangdam? ketika kami tanya kenapa Papa menanyakan ke Pangdam 'ngapain kamu disini?". Ujar Ilya tertawa mengingat kisah tersebut.
 

Dalam kesempatan itu Leonardy juga menambahkan satu hal, " Bandara BIM, dulu Beliau yang merintis bersama Gubernur AZWAR ANAS. " ujar Leonardy yang dibenarkan oleh Tokoh Masyarakat,Artagnan, ketika saya verifikasi ," Benar, Anas Malik lah yang merintis Bandara Katapiang." ujanya merinci secara mendalam baik ihwal pembebasan tanah dan Master Planingnya." Setelah di Matangkan Anas Malik, barulah pengerjaannya dilakukan oleh Bupati dibawahnya " imbuh Artagnan yang juga seorang sejarawan ini.

Banyak Hal tentang Anas Malik, mancaragam cerita Faktual teladan yang musti digali dan terus ditulis agar dapat jadi contoh bagi kita tentang arti dari sebuah kepemimpinan . kerinduan akan sosok pemimpin semacam beliau adalah dambaan kita semua untuk memimpin Kota Pariaman ini kedepan.


catatan Oyong Liza Piliang