15 January 2015

Peredaran Sabu di Lapas, Granat Sumbar Minta Usut Pemasok
 
 
 
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat ) Sumatera Barat meminta pihak Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas II A Biaro Kabupaten Agam untuk mengusut pemasok sabu-sabu.
 
    "Secepatnya mengusut tuntas siapa pemasok sabu kepada napi yang berada di LP Muaro Kelas II A Biaro," kata Wakil Sekretaris Granat Sumbar, Derizon Yazid.
 
    Ia menjelaskan, petugas lapas seharus memeriksa secara ketat setiap pengunjung ke Lapas yang mau membesuk napi.
 
    "Periksa barang bawaan pengunjung satu persatu, seperti yang dilakukan Lapas Muaro Padang," ungkapnya.
 
    Peredaran narkoba di dalam Lapas tidak asing lagi. 
 
"Diduga masih ada napi mengedarkan barang haram tersebut dari dalam bilik penjara tersebut," jelasnya.
 
    Ia mengatakan, disamping melakukan pemeriksaan terhadap pengunjung, petugas Lapas sebaiknya melakukan razia terhadap napi yang berada di dalam Lapas.
 
    "Dalam melakukan razia sebaikan bersama pihak kepolisian, jika ada napi terbukti mengedarkan maupun memakai barang haram dapat diserahkan ke pihak kepolisian," imbuhnya.
 
    Ia menjelaskan, agar napi tidak leluasa melakukan bisnis narkoba di dalam Lapas, petugas tidak membolehkan para napi maupun tahanan memakai alat komunikasi handpone.
 
    "Tidak heran meskipun masih menjalani masa tahanan. Napi tetap bisa menjalankan bisnis barang haram dari dalam Lapas," ungkapnya.
 
    Sebelumnya petugas Lapas Muaro Kelas IIA Biaro melakukan razia pada 9 Januari 2014 terhadap napi yang berada di dalam sel Lapas tersebut. Lokasi razia di blok A dengan jumlah 22 kamar yang dihuni napi narkoba dan kasus pidana umum lainnya.
 
    Salah satu sel kamar, 8 petugas Lapas Biaro menemukan alat hisap dan sabu setengah uncang (1/2 gram) yang sudah dipaket sebanyak 5 paket. Barang haram tersebut diduga milik napi yang akan diedarkan ke dalam Lapas. Barang haram tersebut tidak diserahkan kepada pihak kepolisan melainkan disita petugas Lapas Biaro.
 
DY

27 May 2014

Dukung Caleg Golkar, Hasyim Minta DPP Demokrat Diskualifikasi Pelantikan Jonda Marjaya Sebagai Anggota DPRD Agam
Syafriantoni Ketua Lsm LMI Agam


Muhammad Hasyim, SE, Kader DPAC Partai Demokrat Ampek Nagari Bawan, Kabupaten Agam melaporkan Jondra Marjaya caleg DPRD Kabupaten Agam nomor urut 4 dari daerah pemilihan dua (Dapil II) ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat agar tidak dilantik sebagai anggota DPRD Kabupaten Agam. Hasyim menilai selama masa kampanye Jondra tidak melibatkan mesin Parpol dan bahkan mendukung Caleg dari Partai Golkar nomor urut 5 Syafrizal, SE, untuk Provinsi Sumbar.

Dalam kasus pelaporan ini Hasyim mendapat dukungan dari empat puluh elemen masyarakat yang dituangkan dalam bentuk surat pernyataan penolakan bertanda tangan kepada Jondra Marjaya yang dinilai oportunis dan semasa kampanye mengajak simpatisannya memilih caleg untuk provinsi dari partai lain dengan bukti seringnya menghelat acara-acara pemuda yang di sponsori oleh caleg tersebut.

"Hal ini mencerminkan sikap tidak loyal kepada partai. Jonda Marjaya tentunya dalam hal ini melanggar ADRT Partai Demokrat selain merugikan perjuangan kami sebagai kader partai yang militan dan berjuang keras demi kemenangan partai secara bersama-sama," ucap Hasyim.

Hasyim dalam laporannya menyebutkan bahwa Jonda Marjaya memang bukan kader partai Demokrat murni melainkan kader yang naik di jalan sehingga tidak memahami aturan-aturan dan etika berpartai.

Menyikapi hal itu, Ketua Lembaga Metropol Indonesia (LMI) Kabupaten Agam Syafriantoni berharap agar anggota dewan terpilih tidak melakukan kecurangan baik selama masa kampanye maupun saat hari pemungutan suara. Dalam kasus kisruh antara Jonda dan Hasyim yang merupakan urusan internal partai Demokrat, Syafriantoni tidak mau berkomentar. Namun untuk perolehan suara Jonda secara pribadi, LSM LMI pernah menerima laporan lisan bahwa yang bersangkutan diduga melakukan kecurangan dengan melakukan penggelembungan suara, ucap Toni.

"Sebagai lembaga swadaya masyarakat yang melakukan kontrol sosial di Kabupaten Agam, kami berharap kepada KPUD Agam agar menanggapi laporan masyarakat terkait dugaan kecurangan yang dilakukan oleh caleg dengan bermain saat penghitungan suara dengan oknum PPS. Suara yang diraih Jonda sangat mencurigakan di beberapa TPS, masa dia menang mutlak di wilayah yang bukan basis massanya," ucap Syafriantoni yang ikut memantau jalannya Pemilu legislatif 9 April lalu di Kabupaten Agam.

"Setelah kami telusuri ternyata banyak surat suara yang rusak di TPS tersebut setelah kotak suara di beberapa TPS itu dibuka," imbuhnya.

Terkait laporan Hasyim kepada DPP Partai Demokrat yang meminta agar Jonda tidak dilantik sebagai anggota DPRD Agam, Toni sangat mendukungnya. Karena menurutnya, jika pun yang bersangkutan dilantik akan merugikan Partai Demokrat itu sendiri karena terang-terangan mendukung caleg lain yang tidak separtai dengannya meskipun untuk pemilihan anggota dewan provinsi.

Ditambahkan Syafriantoni, saat ini LSM LMI Agam yang di komandaninya bersama LSM Anti Korupsi Agam yang diketuai Firdaus sedang mendalami kasus dugaan penggelembungan suara yang dilakukan oleh beberapa caleg termasuk Jonda saat pileg 9 April lalu.

"Bukti pidananya sedang kami kumpulkan dan kelak akan kami laporkan kepada pihak berwajib agar di proses sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku," pungkasnya.

OLP

20 July 2013

Mastoti : PDAM Agam Nihil PAD Karena Di Isi Oleh Orang Tidak Profesional
                              Toni Dan Mastoti



Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kab AGAM, Mastoti Surya, Sip, MH, menyorot tajam kinerja Direktur PDAM Agam, Erianson, terkait Kontribusi Perusahaan Air Minum tersebut kepada Pendapatan Daerah dan Masyarakat.

"Sangat disayang dana APBD yang sangat besar yang telah dikucurkan untuk PDAM, hingga kini tidak menghasilkan Kontribusi apa-apa bagi Pemerintah dan Masyarakat Agam.Belum lagi dana dari Provinsi dan Pusat" Ujar Mastoti, sore tadi , Jum'at 19/7/2013, di Rumahnya di Lubuk Basung , Agam.

Mastoti mengimbuhkan bahwa laporan tahunan PDAM oleh Dirut PDAM Agam, Erianson, pada Tahun 2013, adalah Nihil, padahal dana serapan dari APBD sudah mencapai Milyaran.

"Erianson, selaku Dirut PDAM, dalam laporan tahunannya Pada DPRD kemaren, Nihil, ini sangat tidak masuk akal dengan Perusahaan tanpa saingan. Dana yang telah dikucurkan oleh Pemkab melalui APBD sudah Milyaran jumlahnya."tuturnya menjelaskan.

"Dengan 11.000 pelanggan PDAM, mustahil rasanya tidak menghasilkan apa apa, orang berdagang Kopi saja bisa meraup untung, masakan Perusahan Monopoli tidak punya deviden?" Imbuhnya dengan nada sedikit kesal.

Lebih Jauh Mastoti menyoroti kapasitas dan profesionalis pegawai diruang lingkup Perusahaan Daerah tersebut.

"Saya melihat penempatan Pegawai di PDAM tidak di isi oleh tenaga Profesional oleh Bupati Indra Catri selaku atasan, sehingga Manajemen (PDAM) nya tidak berjalan dengan baik dan diduga Dirutnya dijabat oleh orang yang punya hubungan dekat dengan Bupati, bukan kalangan yang betul-betul Profesional dan menguasai." Pungkasnya menyayangkan.

Ditempat yang sama , Syafriantoni, Ketua Lsm LMI (Lembaga Metropol Indonesia) Agam, tak kalah sengitnya. Toni begitu ia biasa disapa, mengatakan , sebaiknya Perusahaan Air Minum tersebut di Kelola Pihak Swasta, daripada Perusahaan Daerah jika tidak memberikan Kontribusi pada Daerah dan masyarakat .

"PDAM diberi anggaran besar, namun tidak berkontribusi pada Daerah dan masyarakat, mutu airnya juga kurang. Jika keadaannya begini dan tidak di manajemeni secara Profesional , lebih baik serahkan pada Pihak Swasta (Swastanisasi)." Pungkas Toni menyorot tajam.

"Belum lagi dalam pengeluaran dan pengelolaan Anggaran Daerah, Mereka (PDAM) tidak transparan kepada Publik dan Lsm sebagai Sosial Kontrol." Ujar Toni Lugas.

Dilain tempat, Dirut PDAM, Erianson, ketika kami hubungi via seluler, mengatakan, bahwa PDAM bisa dikatakan beruntung dan memberikan kontribusi pada daerah jika prosentasi pelanggan diatas 75 persen.

"Perusahaan dikatakan bisa mengambil untung dan memberikan pemasukan pada PAD, jika pelanggannya diatas 75 persen.Sekarang pelanggan PDAM hanya dalam prosentase kecil 30 persen (di Kab Agam)." Beber Erianson.

"Kami akui laporan  PDAM Tahun 2013 Nihil. Tidak benar kami dapat kucuran anggaran milyaran tahun ini, yang benar hanya 200 Juta ." Tutupnya.

Catatan Oyong Liza Piliang

12 May 2013

AGAM Bersama Mambangkik Batang Tarandam ( Rehabilitasi Batang Antokan )


(Kiri-Kanan) Jadi Sutanto, Toni Azwarani,Syamsul Bahri,Syafriantoni,Pertisman


Rehabilitasi D.I Batang Antokan sepanjang 8000m yang mampu mengairi Sawah Warga seluas 4200 Hektar yang menelan Dana Rp.14.151.000.000 dan dikerjakan PT. Citra Mandiri Abadi dari dana APBN , disambut antusias oleh semua Pihak, baik itu masyarakat setempat, LSM, Ormas Kepemudaan , bahkan oleh Pemkab Agam sendiri dibawah Komando Bupati Indra Catri.
Bupati Indra Catri bersama Jajaran makan bersama di Lokasi Proyek

Proyek Rehabilitasi Batang Antokan ini melintasi Lima Jorong di Kanagarian Lubuk Basung, yaitu, Ampu Jorong Balai Ahad,Jorong Parik Panjang,Jorong Si Guhuang,Jorong Surabayo dan Sungai Jariang . 



 Warga Masyarakat Gotong Royong di sepanjang Batang Antokan

 Syafriantoni, Direktur LMI Sumbar-Riau, bersama Syamsul Bahri, Tokoh Masyarakat Lubuk Basung

" Luarbiasa sambutan masyarakat atas Proyek rehabilitasi batang Antokan ini. tak satupun masyarakat kami minta ganti rugi, seperti tanaman disepanjang proyek hingga keramba masyarakat. hal ini disebabkan karena kami telah menunggu selama 11 tahun lebih untuk proyek ini, namun baru sekarang terkabul berkat kerjasama masyarakat dan seluruh elemen yang ada dengan Pemkab Agam setelah mengajukan Proposal ke Balai Besar Wilayah Sumatera Lima. dana Proyek ini seluruhnya dari APBN Pusat." ujar Syamsul Bahri, Tokoh Masyarakat setempat yang ditunjuk sebagai Pelaksanaan kegiatan dilapangan.
Syamsul Bahri memperlihatkan persimpangan batang Antokan yang di Rehabilitasi

Senada dengan Syamsul, Syafriantoni ( Toni ), Direktur Lembaga Metropol Indonesia ( LMI ) Sumbar-Riau, yang juga Putra asli Daerah Agam mengatakan, seluruh elemen mendukung Proyek ini karena sangat Positif Bagi Masyarakat.


Bermanfaat besar untuk pengairan sawah Warga jika pekerjaan ini tuntas nantinya

"  Bapak Bupati Indra Catri bersama Asisten I Drs.Martias Wanto juga Camat Kecamatan L Basung, Hilton,SH sudah empat kali berkunjung kesini sebagai bukti bahwa Pemkab Agam sangat mengapresiasif Proyek sektor Ril ini, selama disini beliau berdialog dan Makan bersama dengan Masyarakat. momen tersebut dimanfaatkan Bupati untuk melihat antusiasme warga pada Proyek Pengelolaan Sumber Daya Air ( PSDA ) ini, yang nantinya punya dampak positif bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Agam." Ujar Syafriantoni, Tokoh Pemuda Sumbar yang baru berusia 33 tahun ini semangat.

Pekerjaan tetap berlangsung dihari Minggu
 
Toni Juga menghimbau agar seluruh LSM yang ada di Kabupaten Agam serta Pemuda setempat bersama masyarakat untuk berkontribusi pada proyek ini demi kepentingan bersama dan jangka panjang.

Bupati Indra Catri di Mess PT CITRA MANDIRI ABADI

" Saya selaku Anak Nagari Agam menghimbau agar sahabat-sahabat LSM Serta Pemuda setempat memberikan Suport pada Proyek ini, tentu tanpa mengabaikan Fungsi sebagai Sosial Kontrol. sudah saatnya kita Bangkik Batang Tarandam di Kabupaten Agam ini. kita musti bersyukur pada akhirnya Proyek PSDA ini terealisasi dengan dana APBN setelah penantian selama 11 tahun." ujar Toni yang dikenal luas di Kabupaten Agam ini tersenyum.



Pada kesempatan tersebut Seniot Manager PT.CITRA MANDIRI ABADI, Jadi Sutanto, merasa bangga melaksanakan Proyek ini.

" Saya merasa bangga Perusahaan kami mengerjakan Proyek ini, bayangkan saja masyarakat setempat dengan swadaya menghidangkan Kopi dan Makanan lainnya pada Pekerja Proyek ini . ini hal yang sangat langka saya temukan , saya dapat menyimpulkan bahwa masyarakat betul-betul sangat mendukung Proyek yang kami kerjakan ini." Ujar Sutanto dengan Wajah sumringah.




Sutanto menjelaskan bahwa Proyek ini mulai dikerjakan pada tanggal 13 maret 2013 dan hingga saat ini sudah 24% tahap pengerjaan.

" Kami mulai kerja dari tanggal 13 maret, lama pengerjaan 270 hari Kalender, dalam Proyek Rehabilitasi ini kami juga bikin jembatan, Terjunan dan Sifon . Proyek ini seyogyanya diawasi langsung dari Balai Besar Wilayah Sumatera Lima, karena Keterbatasan Personel, Balai bekerjasama dengan PU Kabupaten Agam Bidang PSDA yang di Kepalai oleh Bapak Ofrizon,ST,MT." Jelas Sutanto semangat.

Proyek yang diawasi oleh Pertisman, Wanrizal dan Amrizal dari PSDA ( Pengelolaan Sumber Daya Air ) Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Agam , pada hari minggu ini tetap bekerja seperti biasa. Pertisman berharap agar pekerjaan ini Selesai sesuai Jadwal dan Spek tekhnis yang telah ditentukan.

Selain Syafriantoni, Direktur LMI Sumbar-Riau , berbagai LSM juga mendukung Proyek yang dilabeli Basamo Mambangkik Batang Tarandam ini diantaranya,:

LKPM, Ketua : Suardi,M
Forum Komunikasi Anak Nagari  (FORKAN) , Ketua : Noveri    -Edios a.k.a Yos Pokal
Laskar Merah Putih, Ketua : Marjoni
Garuda,Ketua : Bj, Rahmat
Topan RI , Ketua : An Guru

Juga didukung Oleh Media Lokal dan Masyarakat setempat. Bravo !!


Catatan Oyong Liza Piliang

14 January 2013

Inilah Kelanjutan Sengketa Lahan Tiku Versus Manggopoh

FPTU Menunggu Hasil Berita Acara Sita Ekasekusi Objek Perkara Lahan 2500 Ha tak Ditemukan
 
TIKU, Investigasi News—Setelah mempertimbangkan aspek hukum dan kepentingan lebih luas masyarakat, Ketua Forum Pembela Tanah Ulayat Dt. Endah Marajo beserta seluruh pengurus FPTU, Ninik Mamak, Basa Nan Barampek, Parik Paga Nagari, Wali Nagari yang berada di wilayah Tiku Kecamatan Tanjung Mutiara sepakat melalui Kuasa Hukumnya Hadi Warman, SH., MH mencabut kembali gugatan pihak ketiga (Derden verzet) yang telah didaftarkan di Pengadilan Negeri Lubuk Basung.

Selain itu, kata Syafril Huda, Humas FPTU, bahwa, pihaknya bersedia menerima pelaksanaan pembacaan sita eksekusi sepanjang pihak-pihak yang hadir dalam pembacaan sita tersebut adalah pihak-pihak yang berkompeten dalam perkara tersebut. Sehingga dengan mengerahkan lebih kurang 705 personel aparat keamanan dari 205 personel Brimob yang didatangkan dari Padang dan 500 personel Dalmas Polda Sumbar, ditambah personel dari Kepolisian Polres Agam pembacaan sita eksekusi terhadap lahan sengketa seluas 2500 Ha dibacakan (8/1) sekitar pukul: 10.00 Wib di perbatasan Tiku dan Manggopoh.

Pada Investigasi News, Syafril Huda juga menjelaskan bahwa pihaknya menjamin sepanjang pelaksanaan pembacaan sita eksekusi tidak akan terjadi kerusuhan dan itu memang terbukti adanya. Dimana, Panitera dari PN. Lubuk Basung yang mewakili Ketua beserta pihak Yayasan Tanjung Manggopoh sebagai pemohon Sita Eksekusi, perwakilan Pemkab Agam, dapat mengikuti dengan aman kegiatan tersebut hingga selesai.

Dalam keterangan Persnya pada koran ini (8/1), Syafril Huda mengatakan, "berdasarkan hukum yang berlaku, itu tidak boleh ada pendudukan objek eksekusi sebelum objek itu di eksekusi yang mengakibatkan peristiwa tanggal 12 Desember 2012 . Selain itu, pada saat sita eksekusi ternyata objek perkara yang mereka tunjukkan itu berada di Nagari Tiku V Jorong dan tidak berada di Nagari Manggopoh."

lalu lanjut Humas FPTU " Padahal dalam Putusan PK MA pada perkara ini jelas berbunyi bahwa objek perkara (lahan) yang mereka tunjukkan itu berada di wilayah Nagari Manggopoh Kecamatan Lubuk Basung  bukan di Nagari Tiku V Jorong Kecamatan Tanjung Mutiara." ia menjelaskan.

"Dan mereka YTM tidak bisa menghadirkan kepala jorongnya atau wali nagarinya untuk menunjukkan batas-batas nagari atau jorongnya itu, sehingga tidak bisa menunjukkan batas-batas peta, maupun batas-batas alam yang telah lama ada." tukuknya lagi.


Karena itu menurutnya, pihak YTM di lokasi objek perkara, tidak bisa menunjukkan batas-batas wilayah dan objek perkara ,atau Objek tidak bisa ditemukan. Dan dari pihak Pengadilan Lubuk Basung, pihaknya tidak ada pembicaraan soal hasil berita acara kegiatan ini. Karena FPTU hanya mengawal agar pelaksanaan sita eksekusi ini dapat berjalan dengan baik dan aman sehingga tidak terjadi kerusuhan yang sama-sama tidak diharapkan.

Mengenai tindakan apa selanjutnya yang akan dilakukan Kuasa Hukumnya, Humas FPTU ini mengatakan, pihaknya masih menunggu bagaimana hasil berita acara sita eksekusi yang dibuat oleh PN Lubuk Basung. "Kalau sekiranya dalam berita acara tersebut merugikan pihak FPTU dan masyarakat Tiku, tentunya FPTU akan melakukan tindakan hukum sebagaimana ketentuan hukum yang ada. Apakah itu dengan derden verzet atau upaya hukum lainnya." Tutup Syafril.

Catatan Ferry Nugrah SH

14 December 2012

Tiku Berdarah Polda Sumbar Kecolongan

Massa bayaran YTM Serang Parik Paga (Pemuda/penjaga) Nagari Tiku

TIKU, Investigasi NewsPredikasi banyak kalangan ternyata terbukti dengan terjadinya penyerangan dini hari konon oleh massa bayaran dari Yayasan Tanjung Manggopoh (YTM) dengan jumlah mencapai 500 –an orang sebagaimana dibenarkan oleh Kordinator Lapangan Forum Pembela Tanah Ulayat (FPTU) Heri Kasli pada Investigasi News – www.pariamantoday.com ( Oyong Liza Piliang berhalangan hadir mewawancarai kelokasi karena sedang berada diluarkota bersama Iwan Piliang ) dihadapan Ketua FPTU Agusmar Dt. Endah Marajo dan Sekretaris FPTU A. Sidi Bandaro, Humas FPTU Saf, Dt. Bandaro, Niniak Mamak Tiku di Muaro Putus Nagari Tiku V Jorong (12/12/2012).

Pada media ini, Heri, Korlap FPTU, saat terjadinya penyerangan berada di lokasi konflik. ia menceritakan kembali kronologis kejadian malam itu.

Yakni, bahwa Informasi akan terjadinya penyerangan  sudah diperoleh pihaknya sekitar pukul: 23.00 Wib malam (11/12). Sehingga dalam waktu singkat pihaknya bersama Parik Paga Nagari berkoordinasi dengan seluruh anggota dan pengurus FPTU serta Niniak Mamak untuk langkah antisipasi apa yang akan dilakukan jika benar malam itu terjadi penyerangan.

Lalu, kata Heri sekitar pukul: 03.00 dini hari melalui jalan tikus  di pinggiran Batang Masang massa yang diprediksi berjumlah lima ratusan orang bergerak dari belakang. “ Awalnya kami siaga di pos 1 bersama Parik Paga Nagari di perbatasan Tiku dan Manggopoh. Karena banyaknya massa yang menerobos masuk dengan membawa senjata tajam berupa parang dan lainnya maka terjadilah bentrok dengan kami Parik Paga Nagari sekira 15 menit."

“Memasuki pukul 04.00 wib dini hari massa yang menyerang setelah bentrok lalu mundur sejauh lebih kurang 50 Meter dari lokasi bentrokan, namun pada pagi harinya  pukul: 06.00 wib pos kami berhasil mereka kuasai. Karena diduduki, kami Parik Paga nagari Tiku berusaha merebutnya kembali, sehingga pada pukul: 07.15 wib Pos 1 itu berhasil kami rebut kembali dan massa penyerang dari YTM itu berhasil kami halau keluar dari lokasi . “terang Heri Kasli.

Menurut Heri, pada prinsip pihaknya tidak akan pernah melakukan penyerangan sepanjang mereka (YTM) dengan "massa bayaran" itu tidak menduduki ulayat kami di Nagari Tiku V Jorong. pada saat massa YTM  mudur sejauh ½ Km  menyelamatkan diri, mereka meninggalkan motor  sebanyak 30 unit . Dan pada petakan kedua di wilayah Benteng tertinggal pula 24 unit sepeda motor. total keseluruhannya 54 unit sepeda motor dari berbagai jenis dan merk hangus dibakar Massa FPTU.

Akibat penyerangan massa bayaran itu, kata Heri Kasli,  beberapa pos FPTU di perbatasan Tiku dan Manggopoh juga dibakar massa YTM, begitupun dengan perumahan di Benteng. Korban jatuh dari Parik Paga Nagari sebanyak 5 orang,  2 orang dilarikan dan dirawat di RSUD Pariaman sedangkan sisanya dirawat kawan-kawan di Muaro Putus karena hanya luka ringan.

Sementara informasi yang diperoleh, dari pihak penyerang Yayasan Tanjung Manggopoh (YTM), korban luka-luka baik ringan ataupun luka berat jauh lebih banyak bila dibandingkan dengan korban pada pihak Tiku (Parik Paga Nagari Tiku/FPTU). Heri Kasli menegaskan ",bahwa siapapun orang yang masuk wilayah ulayat Nagari Tiku dengan kekerasan artinya sudah melakukan penyerangan ."

Senada Sekretaris Forum Pembela Tanah Ulayat (FPTU) Nagari Tiku mengungkapkan keheranannya atas kejadian ini menunjukkan bahwa pihak kepolisian khususnya dari Polres Agam telah kecolongan. Artinya, intel-intel di lapangan tidak bekerja maksimal. Pasalnya, ungkap A. Sidi Bandaro ",  surat pemberitahuan mengatasnamakan Ninik Mamak suku Tanjung Manggopoh dan Ninik Mamak Basa Barampek, Ninik Mamak Tiku, Masyarakat Adat Nagari Manggopoh - Tiku  ditujukan pada Kapolri dan tembusannya ditujukan juga pada Polres Agam terkait ketegangan ini."

Adapun isi surat bernomor: 03/NMPT-MK/MGP/AGM/XI/2012 Manggopoh 29 November 2012  meminta pengamanan dari pihak kepolisian untuk dapat melihat lokasi/ melawat dan memelihara objek yang mereka katakan telah dimenangkannya itu. Kegiatan itu dijadwalkan akan dilakukan pada Senin, 10 Desember 2012 sekitar jam 08.00 pagi. Adapun jumlah masyarakat yang akan dibawa katanya terdiri dari masyarakat kaum suku Tanjung dan masyarakat Tiku (4500 orang) dengan kendaraan roda 4 dan roda 2 dengan rute lewat Durian Kapas Tiku - Manggopoh Utara.

“Ternyata mereka (YTM) dengan massa bayaran melakukan penyerangan dimalam buta hendak menguasai dan menduduki paksa ulayat Tiku  bersenjata tajam, senapan angin dan bom Molotov. Mengapa sampai pergerakan massa dengan jumlah sebesar itu sampai tidak terbaca oleh pihak intel kepolisian, ini ada apa?." tanya Sekretaris FPTU A. Sidi Bandaro curiga.

ketika pengurus Forum Pembela Tanah Ulayat (FPTU) Tiku akan mengadakan rapat interen  percakapan ini terhenti. sekitar pukul: 17.30 wib awak media ini telah sampai di Kota Pariaman. Ketua Umum FPTU Agusmar Dt. Endah Marajo menghubungi Kami via ponselnya dan menyampaikan bahwa dari Humas FPTU juga akan memberikan keterangan  tambahan. Namun sayang Humas FPTU saat dihubungi via ponselnya tidak mengangkat .

Reportase Ferry Nugrah SH Dan Diedit Oyong Liza Piliang

1 November 2012

Inilah Alasan FPTU Siap Turunkan 25.000 Massa Hadang Pembacaan Sita Eksekusi  Terhadap Tanah Seluas 2500 H  Dikanagarian Tiku

Semua yang saya tulis, hasil wawancara dan direkam langsung dari Narasumber yang bisa dipertanggungjawabkan.

Gugatan Pihak Ketiga (Derden Verzet) FPTU (Forum Pembela Tanah Ulayat) kanagarian Tiku melawan YTM (Yayasan Tanjung Manggopoh) yang semula tanggal 24/10/2012, sidang Pertamanya tidak terealisasi bersebab tidak lengkapnya beberapa pihak Penggugat dan tergugat Ujar Humas FPTU HM,Syafril Huda, "barusan tadi (31/10/2012) dimulai dengan diawali Mediasi,dari jam 12.30 sampai 13.30" ujar Syafril membuka sesi wawancara.

Menurut Syafril, "sudah dua kali pihak BPN tidak hadir. sidang sangat dijaga ketat oleh aparat kepolisian yang diperkirakan berjumlah 50 orang lebih.kami dari FPTU yang hadir dalam persidangan berjumlah sekitar 30 orang. hal ini sangat kami apresiasif demi terciptanya suasana kondusif" tukuk Syafril. konon sidang ini dikawal dibawah komando Kabag Ops Polres Agam berpangkat Kompol.

dalam Sidang Mediasi, dihadiri oleh kuasa Hukum YTM Yulianita,SH, oleh PT.MUTIARA AGAM (PTMA) diwakili oleh kuasa Hukumnya Nawarlis Yunas,SH, sedangkan pihak FPTU ,Penggugat/Pelawan melalui kuasa hukumnya Hadi Warman,SH,MH.

menurut Humas FPTU yang hadir dalam Sidang mediasi tersebut ,PTMA Melalui Kuasa Hukumnya mengakui , berdasarkan HGU, memang terletak dikawasan Tiku Limo Jorong, bukan dikawasan Manggopoh, dan Kuasa Hukum YTM ingin melihat lokasi tersebut sebagaimana pernyataan Kuasa Hukum PTMA. dalam hal ini kuasa Hukum FPTU berujar silahkan saja, asalkan yang melihat pihak yang ditunjuk dan disepakati. "YTM Tidak punya Hak dalam hal ini" ujar Hadi Warman.

sanggahan Hadi Warman , belum dijawab oleh kuasa hukum YTM, namun akan memberikan jawaban pada persidangan berikutnya.

menurut Hadi, semua pihak menyetujui Tribaginda ditunjuk sebagai Hakim Mediasi melalui persetujuan semua kuasa Hukum."mediator yang ditawarkan oleh Hakim , disetujui oleh semua pihak" ujar Lawyer kelahiran 1965 ini.

lanjut Hadi, " dengan tidak hadirnya pihak BPN, menandakan ketidak Profesionalan mereka, sudah dipanggil 2 kali,ada apa? namun saya menghargai Hak mereka, namun patutkah hal tersebut? setelah dipanggil Hakim untuk hadir mereka tak datang, saya silahkan masyarakat menilainya." tukuk Hadi dengan nada datar.

"setelah Sidang selama 15 menit , kita sepakat masuk keruangan mediasi yang dimediatori oleh Hakim Tribaginda, dan didampingi oleh seorang Panitera" ujar Hadi.

Mediasi Untuk Damai ?

menurut hadi, ketika ditanya Hakim apakah semua pihak bersedia untuk damai, hadi menjawab tegas," damai yang seperti apa?, jika eksekusi tanah yang seluas 2500 hektare tersebut dilaksanakan sesuai amar putusan PK , silahkan saja." ujar Hadi sembari memberikan File PK Mahkamah Agung. dalam salinan PK tersebut, eksekusi terletak diwilayah Kanagarian Manggopoh Kecamatan Lubuk Basung. "namun notabenenya tanah seluas 2500 hektare tersebut faktanya terletak diwilayah Tiku Limo Jorong kecamatan Tanjung Mutiara.yang memberikan HGU ke PTMA juga Niniak Mamak Tiku Limo Jorong, melalui Basa Nan Barampek, Penguasa Tanah Ulayat Kanagarian Tiku" ujar Hadi Warman.

Mengenai permintaan YTM Melalui Kuasa Hukumnya agar FPTU tidak menghalangi Proses Eksekusi, Hadi Warman dengan tegas menjawab ," Kami tidak akan menghalangi proses sita eksekusi sepanjang itu diwilayah Manggopoh, sebagaimana putusan PK. Batas antara wilayah Tiku dan Manggopoh sudah dibuatkan oleh masyarakat parit selebar 15 Meter, silahkan saja eksekusi, namun jangan sampai menyinggung tanah ulayat Klien kami seluas 2500 hektare tersebut, .Saya tegaskan masyarakat Tiku siap menghadang dengan 25.000 massa! " ujar Hadi kepada saya dan Ferry Nugrah (pemimpin umum koran InvestigasiNews).

ketika hakim menawarkan untuk meninjau lokasi, dengan panitera yang ditunjuk nantinya , beserta kuasa Hukum YTM, Hadi menjawab ," asalkan bukan pembacaan sita eksekusi, dan tidak mengikut sertakan pihak-pihak selain itu, saya jamin, kami akan menjaga keselamatan mereka semua.tapi.. jika disusup oleh orang-orang yang punya maksud dan tujuan selain itu, saya tidak menjamin apa yang akan terjadi nanti." menindak lanjuti hal tersebut ,lanjut Hadi," dalam Hal ini , pihak Kuasa Hukum YTM, akan konsultasi dulu dengan kliennya, maka dari itu sidang ditunda untuk dilanjutkan seminggu yang akan datang."

Isu YTM akan digugat oleh Tokoh Nasional.

beredar Isu YTM akan digugat oleh Tokoh Nasional yang sangat terkenal, gugatan dari dalam, kuasa Hukum FPTU Hadi Warman menjawab," sepanjang hal tersebut dalam koridor Hukum, dan ada yang dirugikan, bagi saya sangat menghormati langkah yang diambil Tokoh Nasional tersebut." ujarnya tanpa menyebutkan nama.konon tokoh tersebut masih muda dan dikenal Idealis, serta punya Networking yang luas ditingkat Pusat, dan Asli Putra Minang.

sementara agenda sidang minggu depan adalah menentukan kapan dan siapa yang akan ditunjuk oleh Hakim mediasi untuk meninjau lokasi.



pihak FPTU melalui KETUM nya , Agusmar,Dt,Endah Marajo berujar "FPTU didirikan untuk membela tanah ulayat kami dari gangguan pihak manapun. dalam hal ini kami mengambil langkah Hukum dengan menggugat YTM melalui Kuasa Hukum , dilain lini , kami juga akan mempertahan tanah Ulayat kami yang diperuntukkan untuk Sanak Dan Keponakan kelak dari kesewenangan . jika pembacaan sita eksekusi dilakukan ditanah ulayat kami, disini saya tegaskan, kami akan hadang dengan cara apapun! dengan nyawa kami ! tak sejengkalpun tanah ulayat kami akan kami serahkan pada pihak manapun!" ujar Agusmar,Dt,Endah Marajo dengan lantang dan tegas.

Catatan Oyong Liza Piliang

10 October 2012

InvestigasiNews : Haruskah Tiku Berdarah ???

dalam kolom Opini Koran InvestigasiNews tertuang judul Haruskah Tiku Berdarah, ???.satu koma tiga tanda tanya, opini ini jelas ditulis oleh Pimpred sekaligus Pemimpin Umum koran tersebut Ferry Nugrah Sh. ferry memang yg paling tau akan kondisi kekinian berita tersebut bersebab ia langsung yang turun kelapangan menginvestigasi sengketa tanah ulayat seluas 2500 hektare di Tiku Kab Agam ini. saya akan mencoba membedah opininya ..

alinea pertama ferry menulis : "tidak salah dan berlebihan apa yg dikatakan ketu FPTU (Forum Pembela Tanah Ulayat) Agusmar Dt Endah Marajo bahwa komitmen mempertahankan tanah ulayat adalalah kewajiban setiap insan yg bernyawa sebagaimana dianjurkan agama, hal itu terbukti dengan dukungan yg besar masyarakat kanagarian Tiku secara keseluruhan kepada FPTU ketika menghadang pembacaan sita eksekusi" tulis ferry

fakta dukungan tersebut terlihat dengan batalnya sita eksekusi atas tanah seluas 2500 hektare yg konon terletak dikanagarian Tiku, yg oleh pemenang YTM (yayasan tanjung manggopoh) diklaim diwilayah kanagarian manggopoh kec L Basung. tulis ferry, saya menambahkan pembacaan sita eksekusi tersebut dihadang ribuan massa, membuat portal berlapis-lapis berkawat duri, juga bersenjatakan lading.

lalu ferry menulis : apabila diurut kepangkal persoalan, bak pepatah orang saisuak "jikok sasek diujuang jalan, baik elok baliak kapangka". dan persoalan tersebut bermula dari gugatan YTM kepada PTMA (PT MUTIARA AGAM / MINANG AGRO) pemegang HGU (Hak Guna Usaha), yang dalam perkara pertama dimenangkan oleh YTM di PN (pengadilan negeri)Lubuk Basung,kab Agam, ditingkat PT (pengadilan tinggi) YTM kalah begitupun ditingkat MA (Mahkamah Agung). lalu YTM mengajukan PK (Peninjauan Kembali) dan dikabulkan , tentunya dengan Nomum (bukti baru).disini saya melihat independensi ferry sebagai jurnalis yg sangat menghormati keputusan Hukum.

dalam alinea ke empat ferry menujukan opini ini untuk Pemkab Agam "semestinya Pemkab Agam sebagai pemegang otoritas, musti turun tangan dengan segera menetapkan tapal batal ulayat masing-masing nagari diwilayah ini,dengan jelas, dan sesuai perundanganya, antara Manggopoh dan Tiku, namun tampaknya sampai pembacaan sita eksekusi tgl 27/9/2012 Pemkab Agam belum juga mengambil sikap,timbul pertanyaan,apakah Indra Catri sebagai orang no 1 di Agam akan membiarkan rakyatnya berdarah-darah dulu? baru mengambil sikap? "Hai Indra Catri ! Tunjukan bahwa anda seorang yg bertanggung jawab atas rakyatmu! Jangan Sampai Terjadi peristiwa Tiku Berdarah ! Manggopoh berdarah ! karena mereka adalah rakyat anda! yg setetes darahnya sangat berharga!" demikian yg ditulis ferry dengan tegas..

saya sengaja membedahnya untuk pembaca bersebab banyaknya pertanyaan yg masuk ke email pariaman.news@yahoo.co.id , menanyakan kelanjutan kasus sengketa tanah ulayat antara kanagarian tiku dan manggopoh ini.

sementara itu FPTU melalui kuasa hukumnya Hadi Warman Sh,Mh sudah mendaftarkan gugatan pihak ketiga (derden verzet) melawan YTM ke PN L Basung, dan sidang perdana dijadwalkan tgl 24/10/2012 ini..

catatan Oyong Liza Piliang Dan Ferry Nugrah Sh

23 September 2012

Terima Kasih Polres Pariaman , Iwan Piliang Temui FPTU Tiku (Dua Hari Bersama Iwan Piliang Bagian III)

rabu 19 september 2012, sehari jelang Pilgub DKI , bang Iwan Piliang yg kala itu mendoakan sahabat karibnya Jokowi dibundaran HI dan mengajak jalan kaki menuju KPUD DKI disaat yg sama, serta diliput hampir semua stasiun tivi lokal, ternyata memilih keSUMBAR kampung halamannya, ia GOLPUT, dua suara buat Jokowi hanyut terbawa desingan mobil avanza ferry nugrah Piliang pimpinan koran InvestigasiNews ,kami menuju Polres Pariaman buat silahturahmi dengan Kapolres Pariaman AKBP Bondan Witjaksono SH SIK, didalam mobil kami berempat, saya, ferry (driver) bang Iwan dan Bunda Sandra yg memilih duduk dikursi belakang.

saya mengatur pertemuan dengan Kapolres pukul 11.00 wib, karena jadwal padat bang iwan serta disiplin akan waktu , mobil menancap pas betul pukul 11.00 wib sesuai jam dinding ruang utama Polres Pariaman, bang Iwan memperhatikan ruangan itu dg seksama , ia pemerhati kebersihan yg sangat teliti, saya menduga pasti ada penilaian beliau terhadap kebersihan dan pelayanan diPolres Pariaman, beberapa Polisi Piket menyalami kami,bercengkrama..

"Bang Iwan Piliang, Silahkan Masuk..Ditunggu bapak Kapolres diruangannya.." ujar seorang bintara dengan sopan,tak ada kami mengisi buku tamu sebagaimana layaknya tamu Kapolres lainnya.."iya pak.." balas da Iwan dengan ramah sambil menundukan kepala pada bintara tersebut, tak ada kesan ia menggadang, meskipun adik kandung ibunya seorang Jenderal bintang dua aktif dan menjabat Sekjend Kepala Badan Anti Teroris Indonesia, dan berteman dengan Kapolri Jenderal Timur Pradopo.

diruangan Kapolres yg sejuk ber AC saya duduk persis disamping Akbp Bondan Witjaksono,ferry disamping saya, bang Iwan dan Istri diseberang meja ,kursi empuk, ruangan bersih dan tertata rapi, beberapa kali Iwan Piliang angkat jempol , bahkan dua sekaligus ketika pak Bondan menjabarkan secara terperinci sistem manajemen baru di Polres Pariaman, Polisi yg humanis dan bersahabat dengan warga adalah motto kami ujar Kapolres, tempo hari saya lihat dimobil Kamtibmas keliling dua model yg rupanya ajudan Kapolres, dimobil tersebut tertempel spanduk yg melekat mengikuti alur kontur mobil, bertuliskan *Tiada Hari Tanpa Teman Baru* dan dilain waktu saya juga melihat tulisan *saya bangga jadi polisi*, "Ide darimana itu pak ?"tanya saya pada Kapolres."oh.. itu ide orisinil saya" jawab Kapolres, ia menukuk, ihwal tersebut sebagai bentuk doktrin positif kepada anggotanya dalam memberikan pelayanan prima,.beberapa percakapan yg sangat esensial antara Iwan Piliang dan Kapolres tidak selayaknya saya tulis disini, karena menyangkut kode etik dan kerahasiaan..Pak Kapolres menjamu kami makan dipincalang, dikawal mobil patroli bersirine,ini adalah bentuk penghormatan lain dari Kapolres Pada Iwan Piliang,kami makan, bercengkrama, diiringi debur ombak Pasir Pauh dimana Rumah Makan Pincalang tersebut menghadirkan suasana lain daripada rumah makan yg lain dipariaman ini.angin pantai sepoi-sepoi.. tak menyirnakan peluh didahi sehabis makan sambal pedas ciri khas masakan Piaman.

MENEMUI FORUM PEMBELA TANAH ULAYAT (FPTU) TIKU AGAM

                              headline koran InvestigasiNews Iwan Piliang bersama FPTU
 

kami dikawal oleh mobil patwal Polres Pariaman menuju perbatasan Kab Pd Pariaman - Agam, saya rasa itu perintah Kapolres pada pak Ramli, Polantas yg tak asing lagi bagi saya, pak ramli dalam berbagai kesempatan dulu acap sepalanta dengan saya dikedai kopi, ia sosok polisi yg pandai bergaul, ia dan seorang sopir bintara mengawal kami sampai gapura perbatasan itu, terima kasih buat Polres Pariaman..

Diperjalanan menuju suatu tempat di Agam yg dirahasiakan,istri bang Iwan memuji pemandangan alam Minangkabau, "jika digarap dengan baik, Sumbar tak kalah dengan provinsi lainnya di Indonesia ini" ujar mantan model kelas Asia yg tingginya lebih dari 170cm ini.

disebuah Ruangan telah menunggu ketua FPTU Agusmar Dt Endah Marajo, didampingi Kuasa Hukumnya Adiwarman SH MH, Humas dan pengurus inti FPTU. Penjelasan Terkait PK MA RI NO 749PK/PDT/2011 yg dimenangkan YTM versus PT.MUTIARA AGAM/MINANG AGRO dijabarkan kepada Iwan Piliang, masyarakat tiku yg tergabung dalam FPTU adalah sebuah forum pembela tanah ulayat ujar Agusmar,masyarakat tiku takkan memberikan sejengkal tanahpun pada YTM, sebab yg ia gugat adalah orang menumpang, sembari memperlihatkan dokumen - dokumen terkait, "kami juga melihat kejanggalan dalam PK tersebut Bang Iwan, masak 3 bulan Perkara sebesar ini sudah keluar PK nya? ada apa dibalik ini semua.. kami akan melakukan eksaminasi, dan melaporkan Hakim yg memutuskan perkara tersebut ke KY (Komisi Yudisial)" ujar Adi Warman kepada Iwan Piliang.

IWAN PILIANG BELA FPTU

kenapa Iwan Piliang bela FPTU? nanti semua akan terbongkar, ayah Iwan Piliang adalah salah seorang komisaris PT BARA PERSADA yg dulunya punya peran besar dalam Hal ini,Iwan Piliang siap mengawal kasus ini diPusat,ia juga punya banyak dokumen. silahkan temui saya dijakarta,ujar Iwan Piliang "kita akan urus ini bersama-2, namun saya tak ingin terjadi gesekan atau bahkan konflik Horinsontal sesama warga Agam.." ujar Iwan Piliang dengan mimik serius penuh kerendahan hati.

sementara itu pada tanggal 21/9/2012 kuasa Hukum FPTU Adi Warman SH MH telah mendaftarkan gugatan pihak ke III (Derden Verzet) kepada YTM Dg No.29/PDT.G/2012.PN.LB.BS,Adi Warman juga menjelaskan FPTU dan Wali Nagari Tiku sudah dapat surat pemberitahuan sita eksekusi yg akan dilaksanakan pada hari kamis tgl 27september nanti, ujar Adi Warman via BBM,namun masyarakat kec tanjung mutiara sebanyak 20.000 orang sudah siap menanti para Instansi terkait untuk menghalau keluar dari perbatasan Tiku, masyarakat membuat Portal kawat Berduri, dan mempersenjatai diri dengan parang dan siap mati ! tulis Adi Warman dalam BBM nya kepada saya.

ini adalah panggilan hati nurani saya , ujar Iwan Piliang kepada FPTU, saya bela demi rasa kemanusiaan,dan tak mengharapakan imbalan apa-apa.. ujar Iwan Piliang menutupi pertemuan tersebut, hari itu kami ada agenda lain, bertemu dg tokoh masyarakat pariaman yg nantinya akan saya kupas pada bagian ke IV.

bersambung..

catatan Oyong Liza Piliang

21 September 2012

Dua Hari Bersama Iwan Piliang,Menuruti Kata Hati Mencari Solusi (bagian I)
Saya , Sandra (istri iwan piliang) dan uda Iwan Piliang

selasa tempo hari, sehabis pesta pernikahan adik ipar Yulius Danil saya mengunjungi senior yg saya hormati ini, beliau mantan Ketua DPRD Kab PD PARIAMAN periode lalu dan sekarang juga seorang anggota DPRD KOTA PARIAMAN, dia sosok yg enak diajak diskusi, topik yg saya bicarakan dikala itu dimana disaat matanya sipit sehabis bergadang dan disaat tenda pelaminan diusung dari rumahnya bersebab Pesta Alek hari itu sudah tuntas, saya duduk dikursi plastik bersanding meja papan. telpon berdering, diseberang sana menelpon bang Anto Barat yg hendak menuju Pariaman, Anto barat bukanlah sosok yg asing dikalangan Pemuda , dia adalah seorang sosok yg sangat dihormati diSUMBAR ini bahkan sampai ke Ibu Kota. dia juga sahabat dari Yulius Danil.
Iwan Piliang dan Yulius Danil

dikarenakan sesuatu hal yg sangat urgent, saya memutuskan untuk kesuatu tempat dikota lain diSumbar ini, saya pamit pada bang Yulius Danil dan berangkatlah saya dengan sahabat ferry nugrah dan nilen (pemimpin umum koran InvstigasiNews dan wartawannya), saya pamit, mobil saya tinggal dikediaman Yulius Danil bersebab ferry lebih sepakat kami berangkat dengan mobil Avanzanya, jika 2 mobil dibawa itu adalah pemborosan biaya gumam saya dalam hati disaat kantong sedang cekak.

FPTU beraudiensi dengan DPRD PROVINSI SUMBAR

Diperjalanan menuju gedung DPRD PROVINSI SUMBAR dgn sahabat jurnalis kePadang, saya telpon bang Anto Barat, saya mohon maaf , karena disaat sejatinya saya mau bertemu dg nya dipariaman , saya menuju kota padang, saya menyebutkan alasan-2 yg sangat bisa beliau terima, namun saya berjanji jika ada waktu beliau saya akan bayar hutang janji tersebut dan akan menemuinya, diseberang telpon bang Anto menjawab InsyaAllah. hati lega..

Ketua DPRD dan dua anggota beraudiensi dengan FPTU

digedung Dprd Sumbar sedang berlangsung audiensi antara Forum Pembela Tanah Ulayat (FPTU) Kanagarian tiku dg wakil rakyat. ini terkait polemik putusan PK Mahkamah Agung yg mengabulkan gugatan Yayasan Tanjung Manggopoh (YTM) versus PT MUTIARA AGAM/MINANG AGRO (PTMA) terhadap tanah seluas 2500 hektare, ihwal ini sudah pernah saya tulis sebelumnya diweb ini.sesampai diruangan audiensi antara DPRD (yang langsung dipimpin oleh Yul Teknil Ketua DPRD Sumbar beserta 2 orang anggota dewan lainnya) dengan FPTU yang berjumlah puluhan orang, saya menyimak dengan seksama, saya memperhatikan,pihak FPTU yg diketuai oleh Agusmar Dt Endah Marajo dan segenap pengurusnya baik sekretaris, Humas, dan bidang-2 lainnya, pada intinya mengadukan nasib mereka,pada intinya saya menyimpulkan FPTU sangat menghormati keputusan PK,namun yg dipermasalahkan dan jadi polemik adalah objek yg akan dieksekusi berada ditanah Ulayat kanagarian Tiku, sementara dalam salinan PK tersebut diwilayah Kanagarian Manggopoh disinilah kekeliruannya, bahkan Humas FPTU dengan tegas mengatakan "jika Pemkab Agam tidak menetapkan tapal batas yg jelas wilayah tiku dan manggopoh sesuai dengan peta yg kami bawa ini (atas dasar peta inilah HGU diberikan kepada PTMA oleh basa nan barampek Penguasa ulayat kanagarian tiku pada th 1993), dan eksekusi tetap akan dijalankan, kami akan membela sampai titik darah penghabisan, tak sejengkal tanahpun kami relakan!sebab PTMA hanya menumpang ditanah kami, seharusnya YTM menggugat kami sebagai pemilik tanah ulayat bukan PTMA!" ujarnya dengan lantang.

Dalam audience tersebut pada intinya FPTU meminta / mengadu pada wakilnya di DPRD Provinsi agar mendorong Pihak-2 terkait agar eksekusi ditunda sebelum kejelasan tapal batas antara kanagarian tiku dan manggopoh yg tentu saja gawenya Pemkab Agam. Yul Teknil Berujar diakir audience kepada jurnalis " saya menghimbau agar kedua belah pihak (kanagarian tiku dan manggopoh) menahan diri dulu,jangan terprovokasi, saya akan upayakan dan desak pihak-2 terkait, eksekusi tidak boleh dilakukan sebelum ada solusi konkrit dan kejelasan tapal batas diwilayah sengketa tersebut" ujarnya sambil berlalu dari ruangan tersebut.

Hari beranjak turun, sore menabirkan hawa lapar diperut yg belum terisi dari pagi, kami makan digedung DPRD tersebut sebelum beranjak pulang kepariaman.

singkat cerita saya sampai dipariaman, langsung menuju kediaman Yulius Danil guna mengambil mobil saya, saya berpisah dengan ferry nugrah cs. Didepan mesjid yg sejengkal lebih dari kediaman Yulius Danil, beliau terlihat dihalaman mesjid tersebut, masih seperti ketika tadi saya bertemu, mengenakan celena pendek jeans dan kaos kerah yg lusuh, tidak tampak kesan seorang pejabat , dia berada dikerumunan anak-anak yg sedang bermain, dia pasti belum tidur gumam saya dalam hati.

dikursi plastik bersanding meja kayu kami duduk, ditempat yg sama sebelumnya.kami berdiskusi, tak lama berselang ponsel saya bergetar, ternyata sms dari uda Iwan Piliang "Liza a kaba.Ambo mandadak ka padang malamko.tlg sms ambo beko.Thx" tulisan sms orisinil beliau. mau membalas ternyata pulsa habis pula, beruntung ada ipar Yulius Danil yg pada hari itu resmi suami orang,telah berijab kabul, dia keluar membelikan pulsa untuk saya.saya bilang ke Iwan Piliang saya jemput dia di BIM, berangkat jam berapa dari jakarta da? tanya saya via Sms, ia balas pukul 20.20 wib, saya siap jemput! ujar saya ketika ia menelpon apakah tidak merepotkan saya, ternyata Tuhan sudah mensetting alur perjalanan saya hari selasa malam tersebut, sebelum iwan piliang menelpon, bang Anto Barat juga ada janji dengan saya di Pangeran Hotel pukul 20.00 wib untuk sekedar berdiskusi dan santai diruangan karaoke loby hotel pangeran tersebut dan iwan piliang juga menginap dihotel yg sama , apakah ini sebuah kebetulan? Wallahualam.

saya mengajak bang Yulius Danil turut serta menjemput iwan piliang di BIM, beliau menyanggupi dengan semangat, namun bersebab beliau belum tidur semalaman "uda lalok sabanta dulu beko kito samo-samo pai yong" ujar Yulius Danil kepada saya,saya berfikir,Dayus belum tidur, membangunkan seseorang sehabis bergadang dalam kelelapan yg dibatasi rentang waktu 2jam , hati saya dipertanyakan,keletihan badan menuntut otak musti direstart panjang guna fresh, saya enggan rasanya nanti membangunkan beliau gumam saya dalam hati. hal tersebut saya ucapkan pada senior ini yg langsung ia pahami, saya pamit pulang guna mandi disaat mentari merebah petang guna menjemput Iwan Piliang dibandara kebanggaan orang Minang dengan mobil usang...

bersambung..(pertemuan dengan kapolres,dengan pihak FPTU, dan diskusi panjang antara saya , Yulius Danil dan iwan piliang guna mencari solusi terbaik terhadap polemik sengketa tanah ulayat 2500 hektare di Kab. Agam, dan kisah-2 unik dua hari bersama Iwan Piliang serta kenapa iwan piliang golput disaat sahabatnya jokowi memenangkan pilgub DKI)

catatan oyong liza piliang

14 September 2012

Ketua DPRD AGAM Desak Bupati Segera Tetapkan Tapal Batas Tiku Dan Manggopoh ( Polemik Eksekusi tanah 2500H)

                                    ketua DPRD AGAM, INDRA MARGA PUTRA




Agusmar Dt Endah Marajo selaku ketua forum pembela tanah ulayat (FPTU) Sangat menghormati putusan PK Mahkamah Agung no 749/pdt/2011 yg dimenangkan oleh Yayasan Tanjung Manggopoh (YTM) Melawan PT MUTIARA AGAM/MINANG AGRO (PTMA) terhadap tanah seluas 2500 hektare tersebut yg diklaim terletak diwilayah manggopoh, namun fakta objek eksekusi musti jelas dan jangan sampai merembet ketanah ulayat kami, maka dari itu FPTU berharap kepada Bupati untuk menentukan tapal batas yg jelas , yg tentunya mengacu pada peta yg ada , jelaskan sesuai titik koordinatnya, jadi tujuan FPTU didirikan bukan untuk mengintervensi Hukum.. jelas Agusmar Dt Endah Marajo kepada kami beberapa jurnalis disuatu tempat pada hari kamis tgl 13/9/2012.

tujuan FPTU didirikan adalah untuk mempertahankan tanah ulayat kanagarian tiku, bukan masuk keranah hukum, "jika PTMA kalah oleh YTM itu bukan urusan kami, urusan FPTU adalah mempertahankan tanah ulayat kami yg sudah diakui keberadaannya secara keadatan maupun sistem pemerintahan, atas dasar itulah HGU diberikan oleh basa nan barampek penguasa adat ulayat nagari Tiku kepata PTMA melalui pemerintah dulunya" ujar Agusmar mempertegas, sembari memperlihatkan peta yg membuktikan wilayah nagari tiku, peta tersebut dirilis th 1925 dan berlogo burung Garuda (sahih)

Agusmar meminta Bupati agar arif dalam menyikapi polemik ini, karena PTMA hanya menumpang ditanah ulayat serta mendesak Pemkab menetapkan tapal batas yg jelas antara nagari Tiku dan nagari Manggopoh. "kami tidak menginginkan hal-hal atau pergesekan antara masyarakat tiku dan manggopoh, sebab semuanya adalah rakyat bupati" ujar Agusmar Dt Endah Marajo kepada kami (saya , ferry nugrah SH , Hermanto), sebab yang namanya tanah ulayat  tidak akan pernah kami berikan sejengkalpun kepihak manapun jua, sampai titik darah penghabisan, karena ini hak bagi anak cucu kami nantinya dan perjuangan ini Jihad Hukumnya , tukuk Agusmar..

sementara itu dilain tempat Ketua DPRD KAB AGAM, INDRA MARGA PUTRA mengatakan bahwa FPTU telah mendatangi kantor DPRD (di L.Basung) menyampaikan aspirasinya pada tgl 11 september 2012 lalu, yg pada intinya menghormati putusan PK terhadap tanah 2500 hektare tersebut, namun FPTU Keberatan bersebab faktanya objek yg 2500 hektare tersebut terletak di Nagari Tiku. INDRA berujar "mengacu pada sejarah,Tiku adalah nagari lama dan tertua yg diakui secara hukum pemerintahan dan adat yg lebih dulu adanya dari nagari manggopoh karena berbatasan langsung dengan Lubuk Basung,kalau kita mengacu sejarah yg ratusan tahun lalu dan itupun saya dengar langsung dari kakek nenek saya " ujar INDRA saat kami konfirmasi disuatu tempat, "dan ini bukan bentuk keberpihakan karena saya orang Tiku" tambahnya lagi.

INDRA MARGA menyesalkan jawaban Bupati yang sangat normatif dan tidak bisa dipegang ketika FPTU beraudiensi dengan BUPATI AGAM, INDRA CATRI, pada hari itu, "namun tadi pagi didepan muspida plus ketika saya sampaikan hal itu secara langsung, Bupati sangat apresiasif dan memerintahkan SEKDA untuk segera menetapkan tapal batas wilayah tiku dan manggopoh yg tentunya mengacu pada PERMEN dan UU lainnya sesegera mungkin, karena saya memaparkan dampak psikologis masyarakat tiku dan manggopoh yg jika tidak ditangani pemerintah dengan bijak akan berpotensi konflik yg tentunya sangat amat tidak kita inginkan" ujar Ketua DPRD AGAM yg berusia relatif muda ini.

dan aspirasi FPTU akan kami bawa ke fraksi untuk dibahas lalu berlanjut ke PARIPURNA internal , sebagai bukti keseriusan DPRD menyikapi hal ini ujar Indra Marga Putra kepada kami dengan mimik serius. kami berkomitmen bersama seluruh Muspida untuk menjaga suasana masyarakat Kab AGAM tetap dalam keadaan kondusif tutupnya.

catatan oyong liza piliang

10 September 2012

Memperjuangkan Hak Tanah Ulayat Tiku 2500H Adalah Jihad !





apa yg terlintas difikiran anda mendengar kabar tanah seluas kota bukittinggi mau dieksekusi? ikhwal sengketa tanah ulayat seluas 2500hektar antara yayasan tanjung manggopoh (YTM) Lubuk Basung dengan PT.MUTIARA AGAM (PMA) di TIKU yang PK nya dikabulkan Mahkamah Agung no. 749PK/PDT/2011 oleh YTM, memicu polemik bersebab pemilik ulayat basa nan ampek ditiga kanagarian tiku mengklaim bahwa gugatan YTM salah alamat dikarenakan PT MUTIARA AGAM bukanlah pemilik tanah tersebut , Demikian kata Agusmar Dt Endah Marajo kepada saya barusan ketika berkunjung kekantor FPTU (forum pembela tanah ulayat) . "tanah 2500 hektar tersebut adalah tanah ulayat kami nagari tiku V jorong sesuai dengan peta th 1925, sedangkan PMA diberikan HGU (hak guna usaha ) tertanggal 19 agustus 1983 oleh pemangku adat semasa itu yg disebut basa nan barampek yakni penguasa ulayat nagari tiku kecamatan tanjung mutiara."
kantor sekretariat FPTU

inilah yg membuat kami bingung ujar agusmar yg juga ketua FPTU, ia tak habis fikir kenapa YTM menggugat PMA ? padahal PMA hanya mengontrak rumah kepada pemilik tanah katanya mengilustrasikan. "seharusnya kami yg mereka gugat sebagai pemilik ulayat nagari tiku V jorong, bukannya PMA" . "diarea tanah seluas 2500ha tersebut terdapat perumahan masyarakat tiku yg diperkirakan dihuni 400KK. 2 sekolah dasar 1 SMP  juga Taman Kanak-2,dan juga mesjid serta perkebunan cengkeh dan sawit sebagai sumber mata pencaharian utama masyarakat yg umumnya petani, sebagian besar prosentase lahan sawit adalah milik PHA" ujar HM,Syafril Huda kepala Humas FPTU.

warga tj mutiara tiku siaga ditapal batas

agusmar dan seluruh anggota dan pengurus FPTU menghormati putusan MA tersebut, silahkan eksekusi namun jangan merembet ketanah ulayat kami yg 2500ha tersebut ujarnya."silahkan saja sesuai amar putusan PK tersebut yg terletak dikanagarian manggopoh , jangan sampai menyeberang ketanah ulayat kami", maka dari itu menurut agusmar PEMKAB AGAM, DPRD BPN dan pihak-2 terkait lainnya meletakkan tapal batas yg jelas wilayah nagari tiku V jorong dengan wilayah manggopoh lubuk basung . 

kebun sawit dan warga ketika pemancangan tapal batas tanah ulayat

senada dengan agusmar, kuasa hukum nagari tiku V  jorong dan FPTU Adi Warman SH MH , "jika eksekusi dilakukan diwilayah klien kami ini sangat bertentangan dengan hukum dan tidak berdasar, karena diamar putusan tersebut berbunyi dikanagarian manggopoh lubuk basung, kenapa merembet ke nagari tiku V jorong yg hendak dieksekusi? pemkab musti proaktif dalam menetapkan tapal batas wilayah ini.. jika hal yg tidak diinginkan (eksekusi pada 2500ha tanah ulayat nagari tiku V jorong) sampai terjadi, tentunya membela hak adalah suatu keharusan bgi warga tiku, dan ini adalah Jihad !" tukuk lawyer muda ini.

wilayah tanah ulayat tiku nagari V jorong

FPTU sudah berkali-kali menghubungi bupati agam Indra Catri agar diadakannya dialog dg pihak FPTU Terkait PK Mahkamah Agung ini bersebab berpotensi terjadi konflik horizontal sesama masyarakat yg tidak kami inginkan kata Agusmar,selain kekeliruan tapal batas tanah ulayat.. namun hal ini selalu diulur-ulur oleh bupati ujar agusmar yg bergelar Datuak endah marajo pada usia 45 th yang batagak gala resmi medio februari 2012 lalu.

rapat akbar warga dan pemangku adat dimesjid

dalam satu kesempatan tadi agusmar menyatakan sebelum tanggal 13 september Anmaning, masyarakat tiku telah menyampaikan aspirasi melalui rapat akbar kepada pemangku adat akan menggelar aksi demonstrasi pada tanggal 12 september kekantor Bupati, Dprd, Pengadilan serta BPN yg berlokasi di lubuk basung ibukota kab Agam sebagai jawaban atas buntunya komunikasi dengan Pemkab Agam. konon menurut Agusmar masyarakat yg akan turun demo diperkirakan berjumlah 2500 orang,dan ini kehendak masyarakat sendiri, bukan saya yg memprovokatori ujarnya pada saya disekretariat FPTU. 



sementara menurut Ferry Nugrah SH pimpinan koran InvestigasiNews, Indra Catri Selaku bupati hendaknya jauh-2 hari sudah mengantisipasi potensi konflik horisontal ini "jangan sampai ini jadi kasus mesuji" ujarnya.. "pemkab punya tanggungjawab moral akan stabilitas keamanan daerahnya bersama Muspida plus, ini musti dijembatani dengan mengedepankan aspek sosial disamping proses hukum" tukuk ferry.. ferry merinci pada kasus ini ada beberapa keganjilan dalam novum yg diajukan YTM, kenapa mereka tidak membawa unsur pemangku adat Tiku UNTUK MELIHAT OBJEK PERKARA INI SECARA JERNIH? ferry menjelaskan dalam kasus ini YTM kalah ditingkat PT dan MA.





SAYA mengambil kesimpulan dalam kasus ini yg musti mengambil peran besar dalam polemik yg berpotensi konflik horisontal disamping masalah hukumnya, adalah Pemkab! sebab jika eksekusi ini sempat terjadi mau dikemanakan 400KK Tersebut? SILAHKAN BUKA UUD 1945 SEBAGAI BASIC KONSTITUSI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA ..!

Catatan Oyong Liza Piliang