Baznas Pariaman Salurkan Zakat ASN Sebanyak 378 Juta
Foto/Eri Elfadri
Pariaman ----- Sebanyak 1.260 orang pengurus masjid/musala: khatib, imam, garin, bilal, labay dan ubiyah Pariaman, terima zakat dari Baznas Kota Pariaman. Zakat bertajuk Pariaman Taqwa itu diserahkan di Balairuang Walikota Pariaman, Kamis sore (7/6).

Sekdako Pariaman Indra Sakti mengatakan, pemberian bantuan kepada mustahiq dalam bentuk zakat agar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Indra menjelaskan, Baznas Kota Pariaman telah menyalurkan zakat ASN sejak 2009 sampai sekarang.

"Besar harapan kami agar masyarakat yang mampu dan berpenghasilan lebih, menyerahkan zakatnya dikelola di Baznas. Apabila dana di Baznas kita banyak, maka akan banyak pula yang akan diterima oleh masyarakat yang membutuhkan," katanya.

Ia menjelaskan, sebagian masyarakat memerlukan kepedulian semua pihak sebagaimana yang telah diwujudnyatakan oleh Baznas. Ia berharap para penerima zakat memanfaatkan zakat tersebut saat lebaran.

Ketua Baznas Kota Pariaman Humahyun Akbar menjelaskan bahwa pada saat ini Baznas menyalurkan zakat kepada 1.260 orang mustahik. Dengan rincian untuk Kecamatan Pariaman Tengah sebanyak 326 orang, Kecamatan Pariaman Utara 367 orang, Kecamatan Pariaman Selatan 285 orang dan Kecamatan Pariaman Timur sebanyak 282 orang.

“Total Rp378.000.000 yang kita bagikan untuk program pariaman taqwa saat ini, dengan masing-masingnya akan menerima sebanyak Rp300 ribu,” jelasnya. (Tim)
Baznas Pariaman Salurkan Zakat bagi Pengurus Masjid

Pariaman ----- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Pariaman salurkan zakat kepada 326 orang Imam, Khatib, Bilal, Garin masjid dan surau se Kecamatan Pariaman Tengah di Balairung Rumah Dinas Walikota Pariaman, Kamis (7/6).
    
Ketua Baznas Kota Pariaman, Humahyun Akbar mengatakan, hasil verifikasi yang dilakukan pengurus Baznas Kota Pariaman, tercatat
1.260 orang pengurus masjid yang menjadi penerima manfaat zakat yang dikelola oleh Baznas Kota Pariaman.
    
"Total
1.260 orang yang akan menerima zakat ini, dengan total zakat yang disalurkan sebanyak 378.000.000. Hari ini baru kita salurkan untuk Kecamatan Pariaman Tengah, tiga hari lagi kita akan salurkan kepada penerima di tiga kecamatan lainnya," jelasnya.
    
Ia meminta agar masyarakat mendukung langkah peningkatan pengelolaan dan penyaluran zakat bagi kesejahteraan masyarakat Kota Pariaman. Saat ini, sekitar 90 persen lebih dana zakat yang disalurkan oleh Baznas Kota Pariaman masih dominan bersumber dari zakat profesi ASN Pariaman. Sisanya dana zakat berasal dari perorangan ataupun swasta.
     
"Kami sudah sampaikan penawaran kepada perusahaan untuk menyalurkan zakatnya melalui Baznas Kota Pariaman. Namun, belum banyak yang menyalurkan," ulasnya.
     
Ia menyebut, saat ini Baznas Kota Pariaman sedang melakukan pembangunan kantor baru yang terletak di Kelurahan Kampung Perak Kota Pariaman. Diharapkan pembangunan ini mendapatkan dukungan dari masyarakat agar pengelolaan zakat di Kota Pariaman lebih mandiri.
     
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pariaman, Indra Sakti mengatakan, penerapan kewajiban zakat bagi ASN di lingkungan Pemko Pariaman, awalnya memiliki rintangan. Pro dan kontrapun sempat terjadi, kala itu. Namun dengan kewenangan yang ada, Walikota Pariaman mengambil sikap tegas, atas penerapan wajib zakat bagi ASN.
      
"Berbagai hal menjadi alasan bagi ASN, untuk tidak menbayar zakat. Namun dengan kekuasaan yang ada, kewajiban zakat bagi ASN di Kota Pariaman dapat diterapkan," ujarnya.
      
Ia mengatakan, Pemko Pariaman telah banyak membuat program keagamaan, salah satunya mengupayakan gerakan meramaikan masjid. Beberapa program seperti magrib mengaji, subuh mubarakoh telah dilakukan.
      
"Namun belum direspon baik oleh masyarakat dengan meramaikan masjid. Bahkan, peserta program tersebut berasal dari ASN Kota Pariaman," kata dia. (Nanda)
Ali Mukhni Salurkan Insentif Baznas Pada 379 Pengurus Masjid dan Pesantren
Ratusan pengurus masjid dan ponpes menerima insentif Baznas di Gedung Saiyo Sakato. Foto/Nanda
Pariaman ----- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Padangpariaman salurkan intensif untuk 379 orang imam masjid, labai, garin, pimpinan pondok pesantren se Kabupaten Padangpariaman, Selasa (5/6) di Aula Saiyo Sakato, Pariaman.

Penerima mendapatkan intensif dalam jumlah yang berbeda. Bagi labai, imam masjid, khatib, bilal sebanyak 252 orang mendapatkan uang tunai sebesar Rp600.000 dan sehelai kain sarung. Sedangkan 94 orang tenaga pengajar di ponpes, mendapatkan insentif sebesar Rp800.000 per orang dan sehelai kain sarung. Sementara, pimpinan 30 orang ponpes diberikan intensif sebesar Rp1.200.000 per orang dan sehelai kain sarung.

Ketua Baznas Kabupaten Padangpariaman, Syamsuardi Surma mengatakan, penerima intensif merupakan labai, imam, bilal, garim dan pimpinan ponpes tidak mendapatkan alokasi anggaran dari pemerintahan nagari.

"Data penerima insentif ini, telah kami verifikasi oleh Baznas Kabupaten Padangpariaman, sehingga tidak ada penerima yang mendapatkan insentif ganda dari Baznas Kabupaten Padangpariaman dan alokasi oleh pemerintahan nagari," katanya.

Selain penyaluran pada hari ini, Baznas Kabupaten Padangpariaman akan menyalurkan intensif kepada 330 orang guru TPA/TPSA se Kabupaten Padangpariaman, pada esok hari.

"Dalam waktu mendekati lebaran, 1.700 orang akan mendapatkan zakat fitrah yang disalurkan Baznas Kabupaten Padangpariaman. Adapun besaran zakat fitrah tersebut dapat untuk membeli daging, sirup dan kain sarung," ulasnya.

Bupati Padangpariaman Ali Mukhi mengatakan, saat ini zakat yang disalurkan oleh Baznas Padangpariaman murni berasal dari zakat profesi ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Padangpariaman. Hampir tidak ada sumber zakat yang dikelola Baznas berasal dari zakat perseorang ataupun perusahaan swasta.

"Sumber dana intensif yang disalurkan hari ini berasal dari zakat profesi ASN. Sebesar 2,5 persen gaji ASN dipotong pemerintah untuk dikelola dan disalurkan zakatnya melalui Baznas Padangpariaman," terangnya.

Ia mengatakan, pergeseran kewenangan pengelolaan pendidikan di tingkat SMA dari pemerintahan kabupaten dan kota, menjadi urusan pemerintahan provinsi, disertai dengan perpindahan status kepegawaian guru dan perangkat ASN sekolah.

Hal itu, berdampak terhadap berkurangnya sumber penerimaan zakat yang dikelola Baznas Padangpariaman, dari guru ASN di tingkat SMA. Tak tanggung-tanggung, berkurangnya penerimaan zakat dari guru SMA mencapai Rp1 milyar, setiap tahunnya.

Menurut Bupati Padangpariaman dua kali periode itu, Baznas Padangpariaman, telah menawarkan agar zakat perantau dan pengusaha yang berasa dari Padangpariaman, disalurkan melalui Baznas Padangpariaman.

"Penawaran tersebut telah disampaikan saat pertemuan PKDP Pariaman se dunia di Pekanbaru (Riau) beberapa waktu yang lalu. Namun hingga saat ini, setelah penawaran tersebut disampaikan, Banzas Kabupaten Padangpariaman belum menerima zakat dari pengusaha atau perantau," ulasnya.

Kedepan, kata dia, penyaluran zakat fitrah yang akan disalurkan kapada 1.700 orang penerima, dapat menekan inflasi yang terjadi akibat naiknya harga bahan pokok mendekati lebaran. Selain itu, penyaluran zakat fitrah akan membuat masyarakat pra sejahtera penerima, bisa merayakan lebaran dengan kecukupan. (Nanda)
Mukhlis-Genius Serahkan Zakat Kepada 2000 Mustahik

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman didampingi Wakil Walikota Genius Umar serahkan zakat kepada 2000 mustahik. Zakat dari Baznas tersebut merupakan program Pariaman Makmur itu diserahkan di Musala Balaikota Pariaman, Selasa (20/6/2017) pagi.

Zakat yang dihimpun dari seluruh ASN tersebut telah dikelola sejak tahun 2009 melalui Baznas Pariaman. Pembagian zakat rutin dilaksanakan setiap tahunnya.

Saat penyerahan Mukhlis berpesan kepada penerima agar mensyukuri nikmat Allah dengan memperbanyak ibadah dan taqwa.

Ia berkata, salah satu langkah penanggulangan kemiskinan adalah dengan memaksimalkan penyelenggaraan zakat dan penyalurannya.  Zakat tidak hanya memberikan kemakmuran, tetapi dengan berzakat juga dapat menambah keberkahan rizki bagi pemberi zakat.

"Sekaligus menciptakan negeri yang baldatun toyyibatul warabbul ghofur,” ungkap Mukhlis.

Mukhlis kembali mengajak masyarakat agar menjadikan momentum Ramadhan mendapatkan rahmat dan hidayah Allah SWT. Sehingga setelah sebulan penuh berpuasa dan beribadah sampailah menuju kemenangan yang dimaknai dengan kesederhanaan.

Penyerahan tersebut disaksikan Ketua Baznas Kota Pariaman Humahyun Akbar dan Wakil Ketua II Bgd Jamohor serta pengurus Baznas lainnya. Turut hadir juga Kakenmenag Kota Pariaman Muhammad Nur.

Phaik/OLP
100 Mustahiq Sungai Geringging Terima Zakat
Netty Warni menyerahkan zakat secara simbolis kepada warga
Sungai Garinggiang -- Tim Penyerahan Paket Zakat Fitrah dan Zakat Profesi Padangpariaman membagikan zakat bagi 100 orang mustahiq di Kecamatan Sungai Geringging, Senin (19/6/2017).

Asisten Bidang Perekonomian Padangpariaman, Netty Warni selaku ketua tim, mengatakan bahwa zakat tersebut merupakan kewajiban setiap umat muslim untuk membersihkan harta yang dimilikinya.

Zakat yang disalurkan kata dia berasal dari gaji PNS, TNI, Polri, BUMN, BUMD, anggota DPRD yang dikumpulkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Padangpariaman.

Dengan penyaluran zakat tersebut Netty berharap dapat meringankan beban mustahiq dan berpesan agar tidak mempergunakannya untuk hal-hal yang tidak perlu.

"Gunakan untuk kebutuhan, semoga bermanfaat," kata Netty.

Sementara itu Camat Sungai Geringging, Rustam, mengatakan penyerahan zakat fitrah salah satu bentuk silaturahmi antara pemerintah dengan masyarakatnya.

"Zakat tersebut merupakan bentuk silaturahmi pemerintah dengan masyarakat. Mempererat tali silaturahmi dapat memanjangkan umur, melancarkan rezeki dan memudahkan segala urusan," kata dia.

Agusti Aida (45), salah seorang penerima zakat, bersyukur karena dirinya salah satu penerima zakat dari pemerintah tersebut. Aida yang sehari-hari bekerja sebagai penjual sala lauak itu mengaku akan menggunakan zakat tersebut untuk keperluan sehari-hari.

"Zakat ini akan kita gunakan untuk belanja kebutuhan pokok sehari-hari," ucap Aida ditemani suaminya.

Setelah menyalurkan zakat, tim bertolak ke Pasar Sungai Geringging meninjau harga bahan pokok sekaligus memantau ketersediaan sembako hingga lebaran tiba.

Raflis Dt Pono Ameh (58), salah seorang pedagang beras di pasar itu menyampaikan bahwa tidak ada kenaikan harga beras. "Harga beras saat ini stabil, tidak terjadi peningkatan dan juga stok memadai," kata dia.

Handre/OLP
Mukhlis Serahkan Zakat ASN Senilai Rp349 Juta ke Imam dan Garin

Sebanyak 1.164 orang terdiri dari para imam, khatib, garin, labai, ubiyah masjid dan surau yang ada di Kota Pariaman, menerima pendistribusian zakat ASN Pemko Pariaman. Zakat tersebut disalurkan oleh Baznas Kota Pariaman, bertempat di Musala Balaikota, Rabu (14/6/2017).

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman mengatakan, di samping penyaluran zakat, kegiatan itu sekaligus silaturahmi antara pimpinan dengan para pegawai masjid dan musala tentang penatalaksanaan program magrib mengaji dan subuh mubarokah yang dicanangkan oleh Pemko Pariaman.

“Selama ini kami berkeliling ke setiap masjid dan musala, jamaah masih minim. Kita bertekad memakmurkan masjid, kita ingin rumah ibadah selalu ramai," ujarnya.

Menurut Mukhlis, imam, khatib, garin, labai dan ubiyah termasuk mustahik fisabilillah, orang yang berhak menerima zakat dari 8 golongan yang telah ditentukan.

"Karena merekalah yang telah berjasa dalam membangun pondasi keagamaan di masyarakat kita,” sambung Mukhlis.

Ketua Baznas Kota Pariaman Humahyun Akbar, mengatakan pihaknya menyalurkan zakat Taqwa kepada sebanyak 1.164 mustahik. Dengan rincian Kecamatan Pariaman Tengah dan Kecamatan Pariaman Selatan sebanyak 580 penerima, dan Kecamatan Pariaman Timur dan Utara sebanyak 584 penerima.

“Total Rp349.200.000 dengan masing-masing penerima sebanyak Rp300.000,” jelasnya.

Juned