Tol Padang-Pekanbaru, Rini Soemarno Minta Padangpariaman Tuntaskan Pembebasan Lahan

Padangpariaman --- Menteri BUMN Rini Soemarno meminta agar Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten Padangpariaman segera selesaikan land clearing lahan atau pembebasan lahan yang akan dibangun ruas jalan tol Padang-Pekanbaru.

Menurut Rini, lahan lahan tol pada ruas Padang-Sicincin yang melintasi daerah Padangpariaman yang saat ini telah tersedia sepanjang 23 kilometer dengan lebar 36 meter.
Namun lebar lahan itu, kata dia, belum memenuhi syarat pembangunan jalan tol yang minimal memiliki lebar 60 meter. Selain itu, untuk ruas jalan tol yang melewati berbagai daerah sepanjang 71 kilometer sejak dari Padang hingga Bukittingi harus dipastikan clear.

“Pemda harus segera menyelesaikan land clearingnya, minimal pada ruas Padang-Sicincin agar pengerjaan dapat dilaksanakan secepatnya,” ujarnya saat meninjau persiapan pembangunan jalan tol Padang-Sicincin, di Paritmalintang, Sabtu (14/10) sore.

Dilanjutkan Rini, pemerintah pusat menargetkan pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru akan diselesaikan minimal pada semester I tahun 2019 mendatang. Namun untuk tahap awal, pengerjaan akan menfokuskan pada pembangunan jalan tol dari Padang ke Bukittinggi. Untuk mempercepat penyelesaian pembangunan jalan tol, pembangunan akan dilakukan tiga titik secara paralel.

“Kota Bukittinggi, Padangpariaman dan daerah lain yang dilewati tol Sumatera Barat adalah daerah tujuan wisata, percepatan ini kita harapkan dapat mempengaruhi kunjugan wisata juga,” ulasnya.

Dalam kunjungan pertamanya itu, Rini mengapresiasi dukungan masyarakat Padangpariaman yang memberikan lahan untuk pembangunan jalan tol pertama di Sumatera Barat. Ia menyebut bahwa rakyat Padangpariaman harus memiliki jalan tol, untuk meningkatkan perekonomian.

“Dengan adanya jalan tol, mobilitas orang dan barang akan lebih singkat, sehingga biaya akan dapat ditekan dan banyak dampak ekonomi lainnya yang akan dirasakan,” sebut dia.

Sementara itu, Hutama Karya yang menjadi perusahaan BUMN yang melakukan pembagunan telah mulai melakukan pengerjaan tol antara lain pembebasan lahan, penyelidikan lahan dan desain jalan tol.

Pembangunan jalan tol Padang-Sicincin, ditaksir akan menelan biaya Rp100 miliar/kilometernya. Namun pada titik ruas yang bertebing dan terowongan, pihaknya akan membandingkan dengan metode pembangunan yang dilakukan di negara lain untuk menaksir anggaran biaya.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit didampingi Bupati Padangpariaman Ali Mukhni mengatakan, bahwa pemerintah daerah yang wilayahnya dilalui oleh proyek pembangunan tol akan melakukan rapat dalam waktu dekat untuk mempercepat proses land clearing lahan yang akan dibangun tol.

“Dalam waktu dekat, insya Allah pembebasan lahan ini akan selesai,” ujarnya.

Dalam kunjungan di Padangpariaman, Mentri BUMN Rini Soemarno juga mengunjungi Bendungan Anai di Kecamatan Lubuk Alung dan PLTA Singkarak di nagari Anduriang Kecamatan 2X11 Kayutanam. (Nanda)
Presiden Jokowi Batal ke Sumbar, Tol Padang-Pekanbaru Ruas Padang-Sicincin Akan Dimulai

Padangpariaman --- Jalan tol Padang-Pekanbaru ruas Padang-Sicincin segera dimulai pembangunannya. Rencana ini telah lama dipersiapkan Pemerintah Pusat seiring dengan terbitnya Perpres RI Nomor 117 Tahun 2015 sebagai revisi Perpres Nomor 100 Tahun 2014 tentang Percepatan Pembangunan Jalan Tol di Sumatera.

Jalan tol ruas Padang-Sicincin merupakan salah satu ruas yang masuk dalam pengerjaan Jalan Padang-Pekanbaru. Pembangunan jalan tol Padang-Bukittinggi-Pekanbaru yang dirancang sepanjang 240 kilometer---awalnya direncanakan mulai pada 2018 atas instruksi Presiden RI Joko Widodo---dipercepat akhir tahun 2017 ini.

Ruas tol itu akan terhubung dengan Tol Trans Sumatera yang merupakan bagian dari ASEAN Highway. Tol ini akan memperpendek waktu tempuh dari antara 8 hingga 10 jam menjadi 3 hingga 4 jam perjalanan.

Berdasarkan informasi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono kepada Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, dikutip dari Bagian Humas dan Protokoler Padangpariaman, Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan akan melakukan ground breaking pembangunan ruas Padang-Sicincin pada tanggal 12 Oktober 2017, hari ini.

Rapat persiapan pun digelar secara marathon. Mulai rapat yang digelar Gubernur Sumbar pada tanggal 3 Oktober 2017, kemudian dilanjutkan rapat di kantor Bupati Padangpariaman mulai tanggal 4 sampai dengan 11 Oktober 2017.

Rapat persiapan ground breaking diiringi rapat dan konsultasi publik pembangunan jalan tol bersama OPD terkait, camat, walinagari, walikorong, ketua KAN, tokoh masyarakat serta pemilik lahan silih berganti dilakukan.

Bersamaan dengan itu, datang meninjau lokasi ground breaking Dirut PT Hutama Karya tanggal 4 Oktober, Wagub Nasrul Abit tanggal 7 Oktober, Danrem Wirabraja tanggal 9 Oktober, Polisi Militer Korem tanggal 10 Oktober. Terakhir, hari Sabtu (14 Oktober) nanti dijadwalkan Menteri BUMN Rini Soemarno akan meninjau lokasi ground breaking.

Sebelumnya, malam tanggal 10 Oktober, diperoleh informasi dari Bupati Padangpariaman Ali Mukhni bahwa  Presiden RI diundur kedatangannya di Sumbar.

Menyikapi informasi tersebut, Bupati Ali Mukhni meninjau kesiapan lokasi ground breaking di depan kantor Bupati Padangpariaman. Dari pihak PT Hutama Karya diperoleh informasi bahwa ground breaking ditunda namun persiapan pembangunan jalan tol tetap dilakukan oleh pihak Hutama Karya.

Dari pantauan di lapangan, pekerja Hutama Karya meratakan dan membersihkan lokasi ground breaking serta membangun base camp yang terletak di belakang proyek pembangunan Masjid Raya Padangpariaman.

Bupati Ali Mukhni menjelaskan bahwa berdasarkan informasi Menteri PUPR, jalan tol Padang-Bukittinggi-Pekanbaru bakal memiliki rute yang cukup panjang. Karena itu, pemerintah akan menyiapkan rest area dalam jumlah yang cukup banyak.

"Keberadaan rest area ini akan mengakomodir usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masyarakat. Sehingga kehadiran jalan tol meskipun penting untuk mempercepat mobilitas barang dan jasa, namun tidak mematikan ekonomi UMKM," ujar Ali Mukhni didampingi Wabup Suhatri Bur, Kepala Bapelitbangda Ali Amran, Kadis Komimfo Zahirman dan Kabag Humas dan Protokol Andri Satria Masri.

"Jadi, kekhawatiran masyarakat terhadap jalan tol yang membatasi akses masyarakat dan tidak mendapat manfaat dari jalan tersebut, insya Allah tidak terjadi," kata Ali Mukhni.

Bupati dua periode itu menambahkan, pihak Pemkab Padangpariaman akan memprioritaskan keuntungan keberadaan jalan tol untuk masyarakat di sekitar jalan tol dan pemilik lahan.

Terkait dengan permintaan masyarakat agar dibuatkan jalan alternatif atau arteri di samping jalan tol juga menjadi pemikiran peraih Satya Karya Pembangunan itu bersama Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. (ASM)