[Pilwako Pariaman] KPU: Gagal Tes Kesehatan Bisa Gugurkan Bapaslon
[Kanan ke kiri] Genius Umar, M Ridwan, Mahyuddin dan Pabrisal, bapaslon di Pilkada Pariaman 2018 terlihat kompat mengikuti tes kesehatan di RSUP M Djamil Padang. FOTO/istimewa/KPU Pariaman
Pariaman ---- Ketua KPU Kota Pariaman Boedi Satria mengatakan, hasil pemeriksaan kesehatan, psikologi dan pemeriksaan narkoba kepada bakal pasangan calon walikota dan wakil walikota Pariaman sangat menentukan lolos atau tidaknya bapaslon menjadi peserta pilkada 2018 ini.

Hasil pemeriksaan kesehatan dan psikologi akan disampaikan pada tanggal 15 Januari 2018 mendatang, nantinya memuat hasil pemeriksaan kesehatan dan rekomendasi dari tim pemeriksa kepada KPU Kota Pariaman yang menerangkan kondisi jasmani dan rohani balon sebelum ditetapkan sebagai peserta.

Selain hasil pemeriksaan kesehatan, sejumlah persyaratan lain pun tetap menjadi tolak ukur menetapkan bapaslon menjadi peserta pilkada nantinya.

Pemeriksaan kesehatan dan psikologi kepada tiga bapaslon dilakukan sejak kemarin hingga hari ini, Jumat (12/1) bersama bapaslon di 3 kabupaten/kota lain, setelah sebelumnya KPU Kota Pariaman menerima dan menyatakan berkas pendaftaran pencalonan dapat diterima. 

“Sangat menentukan, jika rekomendasi dari tim pemeriksa bapaslon tidak layak, tentu bisa gagal ditetapkan sebegai peserta. Selain hasil pemeriksaan inipun, kita juga masih ada indikator lainnya yakni persyaratan administasi calon, ada beberapa perbaikin. Jika tidak diperbaiki, kita juga bisa menggagalkan,” jelas Boedi.

Dikatakannya, pemeriksaan kesehatan bapaslon dipusatkan di RSUP M. Djamil Padang, atas kerjasama KPU Kota Pariaman dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumatera Barat, Himpunan Psikolog Sumatra Barat dan BNNP Sumatera Barat.

“Kita kerjasama dengan IDI, BNNP dan Himpunan Psikolog Sumatera Barat, tes kita laksanakan bertahap. Di hari pertama ada pemeriksaan kesehatan, tes psikologi tulis atau kelas dan pemeriksaan narkoba oleh BNNP. Di hari kedua bapaslon mengikuti psikologi wawacara,” ulasnya.

Terpisah, diwaktu bersamaan, KPU Kota Pariaman dengan didampingi Panwaslu Kota Pariaman juga melakukan tahapan verifikasi faktual dukungan partai politik kepada 3 bapaslon peserta Pilkada Kota Pariaman.

Sejak kemarin, Kamis (11/1), tim KPU Kota Pariaman mendatangi 9 DPP Partai Politik pengusung bapaslon untuk memastikan keabsahan atas dukungan kepada bapaslon.

“Empat partai sudah kita verifikasi di antaranya PAN, PPP, Gerindra dan PKS. Hasilnya pada prinsip absah dan sesuai dengan berkas yang disampaikan kepada KPU. Sedangkan 5 partai lainnya yakni PBB, Hanura, PDI Perjuangan, Golkar, PBB besok akan kita lanjutkan verifikasi,” jelas Koordinator Divisi Perencanaan Keuangan dan Logistik Indra Jaya saat dihubungi via telpon seluler.

Hasil verifikasi faktual rencananya akan diplenokan pada Selasa (16/1) mendatang setelah seluruh partai pengusung selesai diverifikasi hingg esok hari, Sabtu (13/1).

“Selasa insyaallah kita plenokan, namun hingga saat ini verifikasi kita absah,” tutupnya. (Nanda)
Ketua PPP Mulyadi: Calon Walikota Pariaman Tidak Harus Kader Partai

Pariaman --- Ketua DPC PPP Kota Pariaman Mulyadi menyebut, ketakutan yang terlalu berlebihan dengan ungkapan “kacang lupa dengan kulit”, jika partai politik mengusung pasangan calon pada pilkada dari luar kader partai atau non kader.

Ungkapan "kacang lupa dengan kulit" seringkali digunakan oleh partai usai pilkada, jika pasangan calon yang diusung dianggap tidak berkontribusi kepada partai. Padahal, kata dia, usai dilantik menjadi kepala daerah, kontribusi utuh harus diberikan kepala daerah terpilih untuk masyarakat di wilayah yang dipimpinnya.

Menurutnya kekuatiran itu, nantinya hanya akan menghambat langkah putra terbaik bukan kader partai untuk memimpin Kota Pariaman.

“Syarat pengusungan menjadi urusan internal partai masing-masing. Yang jelas di PPP tidak wajib calon yang diusung harus kader partai. Namun calon yang diusung adalah yang mengerti tentang kota Pariaman, punya visi yang jelas dan yang terpenting diinginkan oleh masyarakat,” ujarnya, Jumat (15/9).

Kekhawatiran pasangan calon yang diusung cuek dan tidak mau andil dalam membesarkan partai, imbuh dia, tidak terjadi hanya disebabkan oleh calon yang diusung berasal dari luar kader. Dalam beberapa pilkada di daeran lain, kepala daerah terpilih yang berasal dari kader pun tidak bisa berbuat banyak untuk partai.

Ia berkata, setelah dilantik menjadi kepala daerah, pasangan calon yang diusung harus bekerja untuk masyarakat, bukan mengabdi untuk partai. Sedangkan partai memiliki kursi di DPRD dapat menjadi mitra menyampaikan inisiatif program dan pengontrol kebijakan pemerintah sebagai wujud check and balance dalam pemerintahan

Fungsi rekrutmen politik yang dimiliki oleh partai, jelas dia, harus menghilangkan ego atau kepentingan kelompok yang mengedepankan pasangan calon harus berlatarkan kader partai pengusung.

Namun, ulas dia, partai dituntut untuk mementingkan kompetensi pasangan calon dan selera pemilih. Dalam fungsi ini juga, partai yang melakukan seleksi terhadap banyak kandidat atau calon yang layak untuk menangkan pilkada.

“Calon pemimpin tentu yang harus punya kapasitas, selain itu sesuai dengan selera pemilih atau masyarakat Pariaman. Makanya, selain uji kelayakan kepada pasangan calon, PPP sangat realistis memperhatikan keinginan masyarakat terhadap calon yang diusung,” sebut dia.

Di PPP Kota Pariaman sendiri memiliki beberapa nama kader yang berpeluang besar diusung pada Pilwako Pariaman 2018 mendatang. Ia anggota DPRD Sumatera Barat fraksi PPP Zalman Zaunit dan Ketua DPC PPP Kota Pariaman Mulyadi. Sedangkan nama diluar partai, ada Genius Umar. (Nanda)