KPU Pariaman: "Masyarakat Harus Memastikan Dirinya Tercoklit"
Komisioner KPU Alfiandri Zaharmi sedang mencoklit di rumah Ketua Karang Taruna Pariaman Adek Oswandi. FOTO/Nanda
Pariaman ---- KPU Kota Pariaman optimis 62.130 data pemilih hasil sinkronisasi data DP4 dan DPT pilgub 2015, tercoklit seluruhnya hingga berakhirnya tahapan pencoklitan data pemilih18 Februari 2018 mendatang.

Pada coklit serentak itu, KPU hingga jajaran PPDP ditargetkan minimal mencoklit 5 rumah. Coklit serentak juga menyasar kediaman Forkopimda, Muspika hingga tokoh masyarakat.

"Pada hari pertama coklit saja sudah 2.096 Kepala Keluarga (KK) dengan 5.776 data pemilih telah dicoklit pada gerakan coklit serentak. Ini berarti sudah 10 persen yang tercoklit. Dengan batas waktu itu target 100 persen tercoklit dapat dicapai," ungkap Kordiv Perencanaan Program dan Data KPU Kota Pariaman Alfiandri Zaharmi di Pariaman, Minggu (21/1) siang.

Menurut Alfiandri, PPDP tidak memiliki jadwal kerja dan bisa melakukan pencoklitan tiap waktu, pagi hingga siang atau malam hari.

"Misalnya ada pemilih yang pagi hingga sore hari tidak berada di rumah atau bekerja, dapat dikunjungi pada malam hari. Yang penting tidak mengganggu kenyamanan warga," jelas dia.

Menurutnya, selain menugaskan PPDP melakukan pencoklitan, KPU juga terus mensosialisasikan imbauan dan pemberitahuan pencoklitan kepada masyarakat melalui mobil penerangan yang berkeliling dari desa ke desa di Kota Pariaman.

"Secara periodik kita juga berkeliling memberitahukan masyarakat jika KPU sedang melakukan pencoklitan dan masyarakat harus memastikan dirinya tercoklit," pungkasnya.

KPU Kota Pariaman rentang waktu 20 Januari hingga 18 Februari 2018 melaksanakan pencoklitan data pemilih. Kegiatan itu dilakukan untuk menvalidkan data pemilih Pilkada Kota Pariaman 2018. (Nanda)
Gerakan Coklit Serentak 2018, KPU Pariaman Targetkan 6000 Daftar Pemilih Tercoklit
Jajaran Komisioner KPU Kota Pariaman foto bersama dengan seluruh petugas pencoklitan se Kota Pariaman di halaman Kantor KPU. FOTO/Nanda
~Data pemilih yang tidak akurat, acapkali dianggap menjadi biang kerok terhadap permasalahan pilkada, termasuk rendahnya partisipasi pemilih dan berlebihnya logisitik KPU.

~Petugas diingatkan tidak mencoklit hanya hingga di warung saja atau bertanya kepada Ketua RT.

~Pencoklitan dilatari adanya anggapan dan temuan jika pemutakhiran data pemilih pada pemilu yang telah dilakukan sebelumnya tidak sesuai dengan norma yang ada.


Pariaman ---- 6000-an dari 62.130 data pemilih ditargetkan selesai dicoklit oleh jajaran KPU Kota Pariaman pada gerakan coklit serentak 2018 secara nasional pada pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman 2018 hari ini, Sabtu (20/1).

Target itu sesuai dengan kewajiban anggota KPU, PPK, PPS hingga jajaran PPDP pada gerakan coklit serentak 2018. Jajaran KPU berkewajiban mencoklit minimal di 5 rumah yang ada dilingkungan masing-masing, dengan asumsi satu rumah yang dicoklit dihuni oleh 3 orang pemilih.

Coklit serentak sendiri merupakan pencocokan dan penelitian data pemilih yang terdapat pada form A.KWK yang merupakan sinkronisasi data DP4 dan DPT Pilgub Sumatera Barat di kota Pariaman 2015, data tersebut dicocokan dengan keberadaan pemilih.

“Bagi pemilih yang terdapat pada data tersebut telah meninggal atau pindah, PPDP akan mencoret. Sedangkan pemilih baru yang sudah memiliki KTP atau telah melakukan perekaman, namun belum ada namanya pada form A.KWK, kita akan tambahkan,” ungkap Ketua KPU Kota Pariaman, Boedi Satria.

Pencoklitan serentak dimulai sejak pukul 08.00 WIB, setelah diawali dengan apel bersama yang melibatkan KPU, Panwaslu, PPK, Panwascam, PPK, PPL, PPS dan PPDP se Kota Pariaman di masing-masing kantor kecamatan.

Di hari coklit serentak, seluruh petugas pencoklitan mengunjungi kediaman Forkopimda Kota Pariaman, Muspika dan tokoh masyarakarat di tingkat desa.

“Jika seluruh penyelenggara dari tingkat KPU hingga PPDP melakukan coklit lima rumah saja dengan asumsi satu rumah ada tiga orang, berarti sudah 4 ribu data pemilih yang tercoklit pada hari pertama ini,” tuturnya.

Coklit serentak berakhir pada hari ini pukul 14.00, selanjutnya akan inputkan, dilaporkan hingga KPU RI. Meskipun menarget minimal lima rumah pada coklit serentak ini, petugas masih dapat terus melakukan pencoklitan hingga batas tahapan coklit pada 18 Februari 2018 mendatang.

“Untuk gerakan coklit serentak hanya sampai pukul 14.00 dan datanya langsung diinputkan ke KPU RI. Namun PPDP bisa langsung melanjutkan pencoklitan sesuai dengan waktu dan situasi, malam pun tidak masalah asalkan tidak mengganggu kenyamanan masyarakat,” ulasnya.

Ia berharap, PPDP se kota Pariaman dapat bekerja sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh KPU dan mempedomani buku panduan saat melakukan pencoklitan dan tidak asal coklit saja.

Sementara itu, Kordiv Perencanaan Program dan Data KPU Provinsi Sumatera Barat, Nova Indra, mengingatkan agar petugas benar-benar mengunjungi rumah pemilih yang terdapat dalam data pemilih pada formulir A.KWK, tidak mengira ataupun menerka.

“Terkadang PPDP ini mencoklit hanya dengan menanyai pak RT saja, tidak mengunjungi rumah masyarakat yang terdapat pada formulir A.KWK ini secara door to door, juga ditemukan kasus PPDP hanya mencoklit di warung saja, kemudian diterka saja dalam rumah ini ada berapa orang pemilih, hal seperti ini tentunya membuat data pemilihnya tidak valid,” katanya.

Ia mengatakan, gerakan coklit serentak adalah upaya jajaran KPU menvalidkan data pemilih. Data pemilih yang tidak akurat, acapkali dianggap menjadi biang kerok terhadap permasalahan pilkada, termasuk rendahnya partisipasi pemilih dan berlebihnya logisitik KPU.

“Gerakan ini juga dilatari adanya anggapan dan temuan jika pemutakhiran data pemilih pada pemilu yang telah dilakukan sebelumnya tidak sesuai dengan norma yang ada. Selama ini, berkembangnya argumen masyarakat ditemukan permasalahan yang merusak validasi data pemilih,” jelasnya.

Sementara itu, masih terdapat ribuan wajib KTP di Kota Pariaman yang belum melakukan perekaman di Disducapil, Nova meminta agar PPDP menuliskan datanya pada catatan khusus untuk dilaporkan ke KPU Kota Pariaman. Selanjutnya data tersebut disampaikan ke Disdukcapil Kota Pariaman.

“Karena data ini berpengaruh, jika wajib KTP belum merekam datanya kita pastikan tidak dapat menggunakan hak pilihhnya pada pilkada walikota dan wakil walikota Pariaman 2018 ini,” katanya

Pada gerakan coklit ini, KPU dan jajaran akan diawasi lansung oleh Panwaslu hingga PPL. Nova mengimbau agar penyelenggara dan pengawas saling berkoordinasi, saling mengingatkan dan tidak saling mencari kesalahan.

“Namun jika terjadi pelanggaran, PPL harus menindaklanjutinya sesuai dengan aturan yang ada yang penting jangan saling cari-cari kesalahan saja, karena PPDP melayani masyarakat Kota Pariaman untuk memastikan mendapatkan hak konstitusi menggunakan hak pilih pada 27 Juli 2018 mendatang,” imbaunya.

Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman yang telah dicoklit oleh KPU Kota Pariaman mengimbau masyarakat memastikan dirinya telah dicoklit oleh PPDP.

Sementara itu, terkait dengan masih banyaknya wajib KTP di Kota Pariaman yang belum melakukan perekaman disebabkan oleh minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya catatan sipil dan KTP elektonik.

Selama ini kata dia, wajib KTP melakukan perekaman jika perlu saja, bukan kesadaran akan pentingnya KTP dan dokumen catatan sipil.

“Kadang warga kita ini mengurus KTP karena sudah mau naik pesawat saja, atau mau ajukan pinjaman ke bank. Jika tidak ada tujuan, mereka tidak urus,” sebutnya.

Kordiv Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Sumatera Barat, Vifner, mengatakan jika pihaknya akan melakukan pengawasan melekat kepada jajaran KPU hingga PPDP pada tahapan pencoklitan data pemilih 2018.

“Pengawasannya melekat, jika ada pelanggaran bisa dijadikan temuan,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat terlibat aktif mengawasi pencoklitan dengan cara memastikan bahwa masyarakat yang dicentang sebagai pemilih oleh PPDP benar-benar memiliki hak pilih dan memastikan jika nama pada data pemilih yang dicoret PPDP adalah data warga yang tidak memiliki hak pilih.

“Pastikan yang dicentang oleh PPDP adalah orang yang punya hak pilih, sedangkan yang dicoret adalah yang tidak punya hak pilih,” pungkasnya.

Tahapan pencoklitan data pemilih telah dimulai hari ini, 20 Januari 2018 dan akan berakhir pada 18 Februari 2018 mendatang.

Selain itu, KPU Kota Pariaman secara periodik tiap minggunya akan meminta laporan rekapituasi pencoklitan dari masing-masing PPDP melalui PPK kecamatan se Kota Pariaman. (Nanda)
[Pilwako Pariaman] Dua Bapaslon Serahkan Hasil Perbaikan Syarat Calon ke KPU
[Kiri ke kanan] Genius Umar, M Ridwan, Mahyuddin dan Pabrisal terlihat kompak, saat cek kesehatan di RSUP M Djamil Padang. FOTO/istimewa
Santok ---- Dua bakal pasangan calon (bapaslon) walikota dan wakil walikota Pariaman 2018, serahkan hasil perbaikan syarat calon ke KPU Kota Pariaman, Sabtu (20/1) siang.

Perbaikan syarat dilakukan bapaslon setelah KPU Kota Pariaman menyampaikan hasil penelitian dan verifikasi syarat calon pada 17 Januari 2018 silam.

Bapaslon Genius Umar - Mardison Mahyuddin (Gema) melalui tim pemenangannya telah menyerahkan perbaikan syarat calon Walikota Pariaman Genius Umar yang sebelumnya baru melampirkan surat keterangan LHKPN dalam proses pendaftaran. Kini pihaknya telah melengkapi dengan tanda terima penyapaian LHKPN dari KPK RI.

"Sementara syarat calon lainnya yang sebelumnya juga diperbaiki, seperti softfile foto 4X6 hitam putih, visi dan misi bertandatangan bapaslon telah dilengkapi dan diperbaiki," jelas kordiv teknis KPU Kota Pariaman Arnaldi Putra.

Sementara itu, bapaslon usungan gabungan Partai Nasdem dan Hanura, Dewi Fitri Deswati-Pabrisal juga telah melengkapi dan memperbaiki berkas syarat calonnya. Perbaikan berkas tersebut diserahkan langsung Dewi Fitri Deswati didampingi beberapa orang tim pemenangannya.

"Tanda terima LHKPN Dewi Fitri Deswati dan softfile fotonya juga sudah diserahkan, artinya syarat calonnya sudah lengkap," lanjutnya.

Usai menerima penyerahan perbaikan berkas calon, KPU Kota Pariaman langsung melakukan penelitian syarat calon pasca perbaikan dan akan mengumumkannya pada 26 Januari 2018 mendatang.

"Kita akan plenokan dahulu hasil perbaikan ini, selanjutnya kami akan tetapkan pasangan calon peserta Pilkada 2018 pada 12 Februari 2018 mendatang," pungkas Arnaldi.

Terpisah, ketua tim pemenangan pasangan Genius Umar - Mardison Mahyudin, Mulyadi mengatakan, pasca selesainya penyerahan perbaikan persyaratan calon ke KPU Kota Pariaman, pihaknya kini tengah melakukan konsolidasi internal dengan parpol penyusung, parpol pendukung dan relawan yang telah terbentuk untuk mengoptimalkan sosialisasi kepada masyarakat.

"Kita akan konsolidasi menyusun jadwal untuk mensosialisasikan program unggulan dan visi misi bapaslon GEMA kepada masyarakat, kampanye kita saat ini adalah kampanye program unggulan," ujarnya.

Selain sosialisasi program, visi dan misi, bapaslon GEMA menjadikan tiada hari tanpa silaturahmi. Bakal calon baik berpasangan ataupun secara personal mengunjungi masyarakat keliling Kota Pariaman.

"Kunjungan sebetulnya bukan pada momen Pilkada saja, keduanya kan petahana dulunyapun sering berkumpul dan berbaur dengan masyarakat," pungkasnya. (Nanda)
Selain Coklit, KPU Pariaman Imbau PPDP Juga Sosialisasikan Pilkada
Komisioner KPU Kota Pariaman Alfiandri Zaharmi Sutan Palito Sati
Santok ---- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pariaman ingatkan agar PPDP benar-benar turun melakukan pencocokan dan penelitian data pemilih pada gerakan coklit nasional 20 Januari hingga 18 Februari 2018 mendatang.

"PPDP jangan hanya mengandalkan data pemilih yang diberikan PPS kemudian menerka-nerka tanpa mendatangi rumah warga melakukan coklit. Coklit itu penting kita lakukan untuk validasi data pemilih pada Pilkada 2018 ini," ujar kordiv perencanaan program dan data KPU Kota Pariaman, Alfiandri Zaharmi, Kamis (18/1) siang.

Pada gerakan nasional coklit serentak ini, pihaknya melibatkan 171 orang petugas PPDP, yang telah direkrut oleh PPS sejak 19 Desember 2017 yang lalu. Pihaknya juga telah memberikan bimbingan teknis bagi PPDP yang akan melakukan pencoklitan.

"Dihari pertama coklit seluruh PPDP, PPS dan PPK wajib melakukan pencoklitan lima rumah yang ada di lingkungannya masing-masing. Sedangkan untuk memonitor perkembangan pencoklitan, KPU Kota Pariaman mewajibkan PPDP, PPS dan PPK melaporkan ke KPU secara berjenjang," ulasnya.

Ditambahkan Alfiandri, PPDP tidak hanya melakukan coklit atau pemutakhiran data pemilih saja, namun turut mensosialisasikan tentang tahapan dan mengajak masyarakat mennggunakan hak pilihnya.

Untuk melakukan itu, PPDP juga harus menguasai informasi tentang tahapan dan teknis Pilkada 2018, termasuk bapaslon yang telah mendaftar, parpol pengusung dan visi dan misi paslon nantinya.

"PPDP bertanggung jawab mengajak keluarga yang menjadi sasaran coklit untuk datang ke TPS menggunakan hak pilih 27 Juni 2018," lanjut dia.

Pelaksanaan coklit yang dilakukan PPDP akan terus dievalusi. PPDP yang dinilai berhasil melakukan pencoklitan akan dilibatkan sebagai petugas KPP menyelenggarakan tahapan pemungutan dan penghitungan suara di tingkat TPS. 

Terakhir, Alfiandri mengajak jajaran PPL atau Pengawas Pemilu Lapangan ikut mengawasi proses pencoklitan ini. (Nanda)
Lolos Tes Kesehatan, KPU Pariaman Minta Bapaslon Perbaiki Berkas Syarat Calon
Komisioner KPU Kota Pariaman serahkan hasil verifikasi syarat calon kepada salah satu bakal calon wakil walikota Pariaman Mardison Mahyuddin. FOTO/Nanda
Santok ----- Tiga bakal pasangan calon (bapaslon) walikota dan wakil walikota Pariaman harus memperbaiki persyaratan calon ke KPU Kota Pariaman.

Hal ini disampaikan Komisioner KPU Kota Pariaman dalam rapat pleno terbuka penyampaian hasil verifikasi persyaratan bapaslon di Pilwako Pariaman 2018.

Ketua KPU Kota Pariaman Boedi Satria merinci hasil verifikasi berkas. Bapaslon harus melengkapi berkas persyaratan calon. Bapaslon Genius Umar dan Mardison Mahyuddin harus melengkapi persyaratan calon yakni, tanda terima LHKPN, visi dan misi belum ditandatangani bapaslon, softfile foto hitam putih ukuran 4×6.

Sedangkan Bapaslon Mahyuddin-Muhammad Ridwan, harus melengkapi persyaratan calon dengan melengkapi syarat softfile foto hitam putih. Sedangkan balon Wakil Walikota, Muhammad Ridwan harus melengkapi tanda terima penyampaian LHKPN dari KPK RI, softfile foto hitam putih.

Sementara itu, Dewi Fitri Deswati-Pabrisal harus melengkapi tanda terima LHKPN, form model BB.2 belum ditandatangani parpol pengusung, visi dan misi belum ditandatangani oleh masing-masing calon.

"Sedangkan balon wakil walikota Pariaman Pabrisal, harus melengkapi visi dan misi yang kemarin itu belum ditandatangani," terang Boedi.

Dilanjutkan Boedi, tahapan pendaftaran calon telah ditutup pada 10 Januari 2018 dengan tiga bapaslon yang mendaftar, yakni Genius Umar-Mardison Mahyuddin, Mahyuddin-Muhammad Ridwan dan Dewi Fitri Deswati-Pabrisal.

Usai ditutupnya pendaftaran, Pokja melakukan penelitian berkas pencalonan, penelitian berkas calon rentang 11-16 Januari 2018 dan hari ini menyampaikan hasil verifikasinya kepada bapaslon.

"LHKPN masing-masing balon sudah diberikan oleh KPK RI, tadi kita sudah cek website KPK, namun untuk melengkapinya mulai besok," urainya.

Selanjutnya, bagi persyaratan calon yang belum lengkap, dapat diperbaiki pada tahapan perbaikan pada 18-20 Januari 2018 mendatang.

"Bagi bapaslon yang tidak melengkapi syarat calon hingga batas tahapan perbaikan 20 Januari 2018 akan gagal ditetapkan sebagai peserta Pilkada," sebutnya.

Sementara itu, hasil pemeriksaan kesehatan, tes psikologi dan pemeriksaan narkoba di RSUP M Djamil Padang, menyatakan ketiga bapaslon memenuhi syarat atau layak menjadi peserta pilkada 2018.

Kordiv perencanaan keuangan dan logistik KPU kota Pariaman, Indra Jaya, meminta agar seluruh berkas persyaratan calon yang diperbaiki diserahkan secara bersamaan atau tidak terpisah di hari yang berbeda.

"Hal ini dilakukan untuk memudahkan Pokja melakukan penelitian dan pengecekan berkas persyaratan calon yang telah diperbaiki," ujarnya.

Ia juga meminta agar LO bapaslon terus berkoordinasi dengan KPU Kota Pariaman dan Pokja tahapan pencalonan dalam memperbaiki persyaratan calon. Hal itu untuk menimalisir kesalahan penyampaian persyaratan.

Usai tahapan perbaikan syarat calon, pada waktu bersamaan KPU Kota Pariaman melaksanakan gerakan nasional coklit data pemilih pilkada Kota Pariaman pada 20 Januari-18 Februari 2018 mendatang.

Rapat pleno terbuka penyampaian hasil verifikasi persyaratan bakal pasangan calon walikota dan wakil walikota Pariaman 2018 dihadiri oleh para balon. Terlihat balon walikota Mahyuddin, Dewi Fitri Deswati dan balon wakil walikota Mardison Mahyuddin. (Nanda)
[Pilwako Pariaman] Panwas: Tensi Politik di Pariaman Tengah Paling Tinggi
Panwaslu Pariaman bersama jajaran Panwascam petakan potensi konflik Pilwako Pariaman dan sosialisasikan Pilkada Badunsanak. FOTO/Nanda
Pariaman ---- Kecamatan Pariaman Tengah diprediksi menjadi wilayah dengan tensi politik tertinggi selama gelaran kampanye pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman 2018.

Pasalnya, lima bakal calon peserta alek demokrasi dikota Sala Lauk, itu berasal dari wilayah kecamatan sentral kota Pariaman ini. Interaksi kampanye dan sosialisasi dilakukan oleh bapaslon, berupaya menguasai atau unggul suara di wilayah ini.

Saat ini tiga bapaslon walikota dan wakil walikota Pariaman 2018 telah mendaftar ke KPU Kota Pariaman pada 8-10 Januari 2018 silam. Ketiga bapaslon itu pun telah melalui rangkaian pemeriksaan kesehatan, psikologi dan pemeriksaan narkoba.

Genius Umar bakal calon walikota Pariaman merupakan putra daerah Pauh Pariaman Tengah, sedangkan bakal pasangan wakil walikotanya, Mardison Mahyuddin merupakan putra daerah Kampung Baru Pariaman Tengah. Genius Umar-Mardison Mahyuddin (GEMA) diusung oleh lima parpol, yakni Partai Golkar, PDI Perjuangan, PPP, PBB, PAN dengan total 11 kursi di DPRD Kota Pariaman.

Sementara itu, meskipun putra daerah Desa Ampalu Kecamatan Pariaman Utara, balon Walikota Mahyuddin berdomisili di Kampung Jawa I Kecamatan Pariaman Tengah. Sedangkan balon wakilnya, Muhammad Ridwan merupakan putra asli daerah Keluarahan Karan Aur Pariaman Tengah. Bapaslon ini diusung oleh 2 parpol yakni, PKS dan Gerindra dengan perolehan 4 kursi di DPRD Kota Pariaman.

Sedangkan balon walikota yang diusung oleh Partai Nasdem dan Hanura, Dewi Fitri Deswati berdomisili di Kelurahan Jati Hilir, Pariaman Tengah, Kota Pariaman.

“Tensi politiknya akan tinggi, karena dengan balon yang berdomisili dan berasal dari kecamatan ini akan bersosialisasi penuh, wajar jika tensinya lebih tinggi dibandingkan kecamatan lain,” jelas ketua Panwascam Pariaman Tengah, Idris.

Selain tensi, kerawanan pelanggaran diprediksi akan meningkat. Perebutan suara antara bakal calon kontestan pilkada juga rawan menimbulkan gesekan antara pendukung, relawan.

“Kita telah petakan kerawanan, meskipun diprediksi tensinya meninggi namun akan tetap berjalan dengan fair, Pilkadanya pun berjalan dengan badunsanak,” ulasnya.

Mengantisipasi terjadinya pelanggaran, Panwascam Pariaman Tengah telah melakukan pemetaan diikuti dengan langkah pencegahan. Melakukan sosialisasi pengawasan partisipatif hingga sosialasasi dan ajakan pilkada badunsanak. (Nanda)