[Pilwako Pariaman] KPU Imbau Bapaslon Segera Lapor Harta Kekayaan ke KPK Sebelum Pendaftaran
Komisioner KPU Pariaman Arnaldi Putra. Foto/istmewa
Pariaman --- KPU Kota Pariaman ingatkan bakal calon walikota dan wakil walikota Pariaman sampaikan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI sebelum berakhirnya masa pendaftaran bapaslon walikota dan wakil walikota Pariaman ke KPU Kota Pariaman pada 8 hingga 10 Januari 2018 mendatang.

Koordinator Divisi Teknis KPU Kota Pariaman Arnaldi Putra mengatakan, bakal calon yang telah menyampaikan LHKPN ke KPK akan menerima tanda terima dari KPK. Tanda terima penyampaian LHKPN merupakan salah satu syarat calon saat melakukan pendaftaran ke KPU Kota Pariaman. 

Ia menegaskan, bapaslon yang tidak melengkapi tanda terima penyerahan LHKPN bisa gagal ditetapkan sebagai pasangan calon.

“Yang terpenting tanda terima jika bapaslon telah menyerahkan LHKPN nya ke KPK, meskipun nanti ada perbaikan, syaratnya telah terpenuhi,” ujarnya saat rakor persiapan bimtek penyampaian LHKPN Pilkada 2018 di Pariaman, Rabu (13/12) siang.

Hingga saat ini, kata dia, belum ada satupun bakal calon walikota ataupun bakal calon walikota Pariaman yang mengkonfirmasi telah menyampaikan LHKPN ke KPK RI. Ia menduga hal tersebut disebabkan belum adanya ketetapan atau kepastian balon yang diusung oleh partai politik di Kota Pariaman.

“Belum ada parpol yang menetapkan pengusungan, sehingga balon masih ragu-ragu menyampaikan LHKPN ke KPK,” ulasnya.

Untuk persiapan penyampaikan LHKPN bagi bapaslon, pihaknya telah melakukan rakor dengan perwakilan parpol peraih kursi di DPRD Kota Pariaman hasil pemilu 2014. Utusan parpol tersebut rencanya akan diikutkan pada bimtek penyampaikan LHKPN yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Sumatera Barat bersama 3 kabupaten lainnya yang mengikuti pilkada serentak 2018 yang dilaksanakan pada 19 Desember 2017 mendatang.

“Kita hari ini mengumpulkan perwakilan parpol se Kota Pariaman, nanti apakah bapaslonnya nanti diutus mengikuti itu atau perwakilan parpol, teknisnya kita serahkan kepada parpol masing-masing,” jelasnya.

Sementara itu, bakal calon wakil walikota Pariaman Mardison Mahyuddin mengatakan pihaknya telah mempersiapkan penyampaian LHKPN ke KPK RI sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi ketika mendaftar ke KPU Kota Pariaman.

“Kita sudah siapkan, nanti kita akan sampaikan LHKPN namun kita akan koordinasi juga dengan parpol pengusung terlebih dahulu,” ujarnya.

Mardison Mahyuddin sendiri telah dideklarasikan oleh PAN sebagai bakal calon wakil walikota Pariaman mendampingi Genius Umar pada pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman 2018 mendatang.

Menurutnya, usai dideklarasikan, beberapa persyarataan pencalonan mulai dipersiapkan agar tidak menjadi kendala saat pendaftaran.

“Kita mulai persiapan syarat-syarat pencalonan dan calon agar tidak menjadi kendala saat pendaftaran nanti,” pungkasnya. (Nanda)
[Deklarasi PAN Genius-Mardison] Zulkifli Hasan: Genius Pemimpin Kaliber Nasional
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan deklarasikan pasangan Genius-Mardison sebagai bapaslon di Pilwako Pariaman 2018. Foto/Erlison/istimewa
Padang --- Partai Amanat Nasional (PAN) deklarasikan Genius Umar-Mardison Mahyuddin sebagai bakal calon pasangan walikota dan wakil walikota Pariaman 2018 mendatang. Deklarasi dipimpin langsung oleh Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan didampingi ketua DPW PAN Sumbar Ali Mukhni di Hotel Bumi Minang, Padang, Selasa (12/12) siang.

Selain Genius Umar-Mardison Mahyuddin, PAN juga deklarasikan tiga bapaslon kepala daerah lainnya yang mengikuti pilkada serentak 2018 di Sumatera Barat.

Perkawinan politik Genius-Mardison dalam deklarasi tersebut menjadi babak baru bagi keduanya menghadapi pilkada 2018. Sosialisasi yang awalnya dilakukan atas nama sendiri, kini tentunya mensosilisasikan diri sebagai bapaslon.

Pendeklarasian itu menjawab pertanyaan publik tentang hubungan kedua tokoh yang pada awal rumor terkesan malu-malu kucing menjawab perihal akan berpasangan.

Selain deklarasi, DPP PAN langsung menyerahkan surat pengusungan bakal pasangan calon Genius Umar-Mardison sebagai salah satu syarat pendaftaran bapaslon ke KPU Kota Pariaman pada Januari 2018 mendatang.

Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan mengatakan sosok Genius Umar-Mardison merupakan pasangan ideal untuk memimpin Kota Pariaman ke depan. Kiprah kepemimpinan Genius Umar sebagai wakil walikota Pariaman dan Mardison Mahyuddin ketua DPRD Kota Pariaman, menjadi salah satu parameter diusungnya keduanya sebagai bakal pasangan calon walikota.

Selain itu, ia melihat Genius sebagai sosok pemimpin muda enerjik dan memiliki koneksi lintas nasional. Hal itu menjadi modal untuk mendorong pembangunan kota Pariaman lebih cepat dan optimal. Sedangkan pengalaman Mardison Mahyuddin sebagai ketua DPRD Kota Pariaman akan memberikan dukungan bagi Genius Umar.

“Pasangan Genius-Mardison adalah pasangan ideal pada pilkada Kota Pariaman, keduanya punya pengalaman di satu sisi sebagai eksekutif dan sisi lainnya sebagai legislatif,” ujarnya.

Ketua MPR itu menyebut, sejumlah partai besar pengusung 4 kepala daerah di Sumbar juga mengusung bakal calon pasangan bersama partai lainnya yang memiliki kesamaan visi dan misi.

“Partai pengusung adalah partai yang memiliki visi dan misi yang sejalan. Beberapa partai besar sudah menyatakan dukungan, kemungkinan besar beberapa partai besar lainnya akan mendeklarasikan dukungan Genius Umar-Mardison, namun hanya menunggu waktu yang tepat,” sebutnya.

Ketua DPD PAN Kota Pariaman Priyaldi menambahkan, jika pernyataan dukungan baru dilakukan oleh PAN. Namun dalam waktu yang tidak lama, beberapa partai pengusung pasangan tersebut akan melakukan deklarasi secara bersama-sama di Kota Pariaman. Saat ini lintas partai yang akan mengusung Genius-Mardison sedang merancang acara deklarasi yang direncanakan digelar di Pantai Gondariah Pariaman.

“Partai pengusung sedang membicarakan tentang acara deklarasi yang direncanakan pada bulan ini. Nanti kita informasikan, setelah ada kawan-kawan dari partai pengusung memberikan jadwalnya,” ujarnya

Dikatakan Pry, saat ini baru ada dua partai yang mendeklarasikan pengusungan Genius-Mardison yaitu PAN dan Golkar. Beberapa partai yang telah menyatakan dukungannya akan mendeklarasikan secara resmi dihadapan publik pada akhir Desember 2017 mendatang.

“Kita akan deklarasikan, jika sekarang baru PAN dan Golkar, nanti kita akan lakukan deklarasi serentak di Pariaman setelah ada jadwal dari kawan-kawan yang lain,” pungkasnya. (Nanda)
12/12 PAN Deklarasikan Genius-Mardison, Golkar Menyusul dengan Parpol Lain
Genius Umar dan Mardison Mahyuddin. Foto/istimewa
Pariaman --- Jika tidak ada aral melintang, DPD PAN Kota Pariaman akan deklarasikan pengusungan Genius Umar dan Mardison Mahyuddin sebagai bakal pasangan calon walikota dan wakil walikota Pariaman dari Partai Amanat Nasional. Deklarasi itu, bertepatan dengan rapat kerja wilayah Partai Amanat Nasional se Sumatera Barat yang diselenggarakan di Hotel Bumi Minang, Selasa (12/12) mendatang.

Ketua DPD PAN Kota Pariaman Priyaldi mengatakan, deklarasi pengusungan dua tokoh yang saat ini menjabat Wakil Walikota Pariaman dan Ketua DPRD Kota Pariaman itu rencananya akan dihadiri oleh Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan.

"Acaranya adalah Rakerwil se Sumatera Barat, sekaligus deklarasi pengusungan balon kepala daerah di 4 kabupaten dan kota di Sumatera Barat yang mengikuti pilkada serentak, salah satunya pilkada di Kota Pariaman. Dalam perencanaan pak ketua DPP langsung yang membuka," jelasnya di Pariaman, Jumat (8/12) siang.

Sementara itu, terkait pengusungan keduanya, pria yang akrab disapa Pry itu menegaskan bahwa DPP PAN telah menerbitkan rekomendasi pengusungan Genius Umar-Mardison Mahyuddin sebagai bapaslon.

"Rekomendasi dari DPP memastikan menuliskan nama keduanya (Genius Umar-Mardison Mahyuddin) sebagai bapaslon dan rekomendasi itu telah diserahkan," tegasnya.

Sementara itu, sekretaris DPD Golkar Kota Pariaman Syamsuir mengatakan, akan melaksanakan deklarasi pengusungan Genius Umar-Mardison Mahyuddin saat pelantikan pengurus DPD Golkar Kota Pariaman pada akhir Desember 2017 atau awal bulan Januari 2018 mendatang.

"Rencananya, dalam deklrasi tersebut, seluruh partai pengusung bapaslon Genius Umar-Mardison Mahyuddin juga melakukan deklarasi bersama-sama. Makanya kita juga cocokkan jadwal dengan beberapa parpol pengusung lainnya," terangnya.

Syamsuir menyebut, bapaslon Genius Umar-Mardison Mahyuddin telah mengantongi rekomendasi pengusungan dari DPP Partai Golkar. Rekomendasi tersebut telah diterima keduannya dan pengurus DPD Golkar Kota Pariaman.

Sementara itu, bakal calon wakil walikota Pariaman Mardison Mahyuddin mengaku terus melakukan komunikasi politik yang intens dengan sejumlah partai politik pengusung.

"Komunikasi dan juga koordinasi. Namun terkait deklarasi kita serahkan seutuhnya kepada parpol," katanya.

Sebagai salah seorang balon kepala daerah yang juga wakil rakyat di DPRD Kota Pariaman, Mardison mengaku tidak ada aktifivas yang berbeda yang ia lakukan saat ini. Turun ke lapangan menyerap informasi dan aspirasi masyarakat tetap ia lakukan sehari-hari.

"Aktivitas seperti biasa saja. Tiap hari kita keliling mendengarkan aspirasi masyarakat dan kita diskusikan di DPRD. Meskipun tidak pilkada, aktivitas secaman itu terus saya lakukan sebagai anggota dewan," pungkasnya. (Nanda)
KPU Pariaman Mulai Persiapkan Logistik Pilwako 2018
Koordinator divisi keuangan dan logistik KPU Kota Pariaman Indra Jaya
Pariaman --- KPU Kota Pariaman mulai persiapkan logistik pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman 2018 mendatang. 

Koordinator divisi keuangan dan logistik KPU Kota Pariaman Indra Jaya mengatakan, saat ini pihaknya telah mempersiapkan 155 kotak suara. Selain kotak suara, KPU juga telah mempersiapkan bilik suara sebanyak 310 dan 310 bantalan coblos.

Logistik kotak suara dan bilik suara telah digunakan saat digelarnya pemilu pertama kota Pariaman tahun 2017. Meskipun beberapa kotak suara mengalami kerusakan ringan, namun telah dilakukan perbaikan hingga dapat digunakan kembali.

“Ada yang bautnya copot, kita pasang lagi, namun secara keseluruhan logisitik saat ini masih layak kita gunakan,” katanya.

Sedangkan, logistik utama lainnya seperti surat suara dan formulir lainnya, baru akan mulai dicetak setelah ditetapkannya nomor urut pasangan calon pada Februari 2018 mendatang.

 "Kita siapkan logistik yang telah ada saja, seperti kotak suara, bilik suara dan bantalan coblos, sedangkan surat suara baru akan kita cetak pada Februari 2018 mendatang,” ujarnya.

Dikatakannya, pihaknya pada Januari 2018 mendatang akan mulai melakukan perencanaan logistik dengan melakukan penyusunan kebutuhan, survey ke pencetakan logisitik. Penyusunan perencanaan logistik harus menunggu ditetapkannya Daftar Pemilih Tetap Pilkada 2018.

Ia memprediksi penambahan TPS pada pilkada 2018 tidak begitu signifikan. Jika ada penambahan, maksimal akan bertambah 1 hingga 2 TPS saja.

“Termasuk menyusun anggaran untuk pengadaan logistik pilkada, semuanya telah kita siapkan, namun masih menunggu penetapan daftar pemilih tetap nantinya,” pungkasnya. (Nanda)
Golkar dan PAN Putuskan Pasangan Genius-Mardison di Pilwako Pariaman
Genius Umar dan Mardison Mahyuddin. Foto/istimewa
Pariaman --- Ketua DPD Partai Golkar Kota Pariaman Mardison Mahyuddin resmi diusung sebagai calon wakil walikota Pariaman berpasangan dengan Genius Umar sebagai calon walikota Pariaman dari Partai Golkar.

Hal itu diketahui setelah beredarnya foto surat keputusan dari DPP Partai Golkar tentang pengusungan pasangan calon untuk Pilkada Kota Pariaman tersebut, baru-baru ini di kalangan wartawan.

Mardison Mahyuddin saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon seluler, Jumat (8/12), membenarkan kabar tersebut. Ia menyebut, sejauh ini sudah ada beberapa parpol yang telah mengeluarkan surat rekomendasi duet Genius Umar - Mardison Mahyuddin sebagai pasangan walikota-wakil walikota Pariaman periode 2018-2023 yang akan dihelat Juni 2018 mendatang.

Ia menuturkan, selain koalisi PAN dan Partai Golkar, akan ada beberapa parpol lain yang ikut bergabung mengusung Genius-Mardison. Ketika ditanya sudah berapa partai yang sudah menyertakan surat keputusan berkoalisi, Mardison menjawab hal itu akan diumumkan pihaknya saat deklarasi pasangan calon yang direncanakan bulan Januari mendatang.

"Saat deklarasi bulan Januari, kita akan umumkan semuanya. Sedangkan Partai PAN tanggal 12 Desember ini secara serentak akan mengeluarkan surat rekomendasi keputusan pengusungan pasangan calon kepala daerah pada Pilkada Serentak di wilayah Sumatera Barat," ungkap Mardison.

Ia menyebutkan, surat keputusan pengusungan pasangan calon oleh partai PAN untuk Pilwako Pariaman juga mengusung pasangan Genius Umar dan Mardison Mahyuddin.

Dengan adanya dukungan resmi dari dua parpol tersebut, duet Genius-Mardison dipastikan telah memenuhi syarat administrasi untuk mendaftar ke KPU Kota Pariaman sebagai pasangan calon walikota dan wakil walikota Pariaman.

Perolehan kursi partai Golkar di DPRD Kota Pariaman berjumlah 3 kursi dan PAN 2 kursi, jika digabung menjadi 5 kursi dari 20 kursi DPRD atau setara 25 persen. (OLP)
[Pilwako Pariaman] Tak Ada Paslon dari Perseorangan, Pakar: Karena Sulitnya Administratif
Pakar politik UNAND Prof Sri Zul Chairiyah. Foto/istimewa/PKS.id
Pariaman --- Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Pariaman 2018 dipastikan tidak diikuti oleh bapaslon dari jalur perseorangan. Hal itu didapati setelah berakhirnya tahapan penyerahan syarat dukungan bagi bapaslon yang maju melalui jalur perseorangan pada Rabu (29/11) malam.

"Kami tunggu-tunggu hingga pukul 12 malam tidak ada yang datang. Sesuai dengan aturan, maka dipastikan tidak ada bapaslon perseorangan yang akan mengikuti pilkada kali ini," kata Ketua KPU Kota Pariaman Boedi Satria di Pariaman, Rabu.

Syarat dukungan bagi bapaslon perseorangan, kata dia, harus menyerahkan 5.906 dukungan e-KTP dari masyarakat yang tersebar minimal di 3 dari 4 kecamatan yang ada di Kota Pariaman.

Penyerahan syarat dukungan bapaslon perseorangan pada tanggal 25 hingga 29 November 2017. Dengan tidak adanya bapaslon mendaftar melalui perseorangan, maka KPU tidak ada melaksanakan penelitian dan verifikasi faktual pada tahapan ini.

"Kita fokus mempersiapkan pemutakhiran data pemilih pilkada dan persiapan pendaftaran calon jalur parpol pada Januari 2018 mendatang," jelasnya.

Sementara itu, guru besar Ilmu Politik Universitas Andalas Prof Sri Zul Chairiyah menilai, minimnya kandidat balon kepala daerah untuk maju melalui jalur perseorangan dan lebih memilih maju melalui partai politik disebabkan oleh beberapa hal.

Selain kesulitan administratif mengumpulkan pernyataan dukungan dan salinan KTP Elektronik, keefektifan mesin partai dan dukungan di parlemen menjadi beberapa penyebab kandidat tidak memanfaatkan peluang maju dari jalur perseorangan.

"Karena jalur perseorangan dianggap kurang efektif dibandingkan melalui partai politik. Jika maju dari parpol tentu ada mesin yang bekerja, baik itu kader ataupun pendukung parpol. Sejauh ini dukungan parpol masih masih efektif," kata dia saat dihubungi, Kamis (30/11).

Ia menilai, bapaslon yang maju melalui jalur perseorangan efektif, tergantung elektabilitas kandidat dan kepiawaian tim sukses dalam melakukan "selling" kandidat. Salah satu masih efektifnya dibuktikan dengan terpilihnya Walikota Bukittinggi Ramlan dari jalur perseorangan.

Hanya saja, kata dia, kandidat yang memutuskan maju melalui jalur perseorangan dan terpilih nanti, harus siap dengan konsekwensi sulitnya mendapatkan dukungan di DPRD yang merupakan anggota partai politik.

"Nanti dukungan di DPRD sulit, namun jika kepala daerahnya kuat, dengan kemampuan lobby yang kuat, dukungan bisa saja. Tapi jika maju dari parpol tentu akan dapat dukungan kuat dari parlemen," pungkasnya. (Nanda)