Deklarasi Mardison Sebagai Calon Golkar di Pilwako Pariaman Menunggu Hari, Dengan Siapa Ia Berpasangan?

Pariaman --- Ketua DPP Golkar Setya Novanto dikabarkan akan berkunjung ke Pariaman tanggal 5 November 2017 saat deklarasi calon kepala daerah yang diusung oleh Partai Golkar di Pilwako Pariaman, sekaligus pelantikan pengurus DPD II Partai Golkar Kota Pariaman periode 2017-2022.

Meski belum bisa dipastikan, kabar tersebut dibenarkan oleh Ketua DPD Golkar Kota Pariaman Mardison Mahyuddin. Mardison sendiri merupakan ketua terpilih yang akan dilantik bersamaan dengan deklarasi tersebut. Mardison menjabat untuk periode ketiganya di partai beringin kelahiran 1964 itu.

Hal senada juga diungkapkan oleh kader senior Golkar Uncu Abdul Latif , Kamis (12/10), saat berbincang dengan redaksi Pariamantoday di Jl Cut Nya' Dien, Perum Jati Raya Indah, Jati Hilir, Pariaman Tengah. Latif menyebut bahwa Mardison sudah mengantongi dan hampir dipastikan calon yang akan diusung oleh Golkar di Pilwako Pariaman tahun 2018.

"Benar, Mardison sudah ditetapkan oleh DPP sebagai calon kepala daerah. Deklarasi kabarnya sekaligus pelantikan pengurus Golkar," sebut Latif.

Meski dikabarkan akan dihadiri Setya Novanto, Latif sendiri berpendapat hal itu biasa dalam partai Golkar sebagai bentuk dukungan DPP kepada kader Golkar di daerah yang akan bertarung dalam pilkada.

"Sekarang itu tahunnya Pilkada Indonesia Serentak 2018, tentu saja DPP mensuport dan punya target besar, karena ini beiringan dengan pemilu dan pilpres 2019," tutur Latif.

Ketua DPD Partai Golkar Kota Pariaman Mardison Mahyuddin sendiri berkata kembali menerima amanah diusung oleh Golkar menjadi bakal calon kepala daerah pada pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman 2018 mendatang.

Mardison Mahyuddin mengakui telah mendapatkan salah satu surat rekomendasi dari DPP Golkar untuk maju pada pilkada serentak Indonesia 2018 bersamaan dengan ratusan kader Golkar lainnya yang daerahnya menghelat pilkada.

“Sudah ada rekomendasi dari DPP mengamanahkan saya diusung sebagai bakal calon kepala daerah pada Pilwako Pariaman 2018 ini,” kata Mardison di Pariaman, Kamis (12/10).

Menurut Mardison, dirinya akan komitmen jika nantinya akan dicalonkan sebagai calon walikota atau wakil walikota Pariaman.

“Kepala daerah itu bukan hanya walikota saja, wakil walikota juga kepala daerah, karenanya satu paket. Itu terserah masyarakat dan pemilih saja nanti,” ujarnya

Sebagai bakal calon, Mardison yang juga ketua DPRD Kota Pariaman itu terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Tidak hanya ke pengurus atau kader partai politik saja, kunjungan turun ke masyarakat di pinggiran kota Pariman juga makin ia intensifkan.

“Kunjugan biasa saja. Mencalon atau tidak pada pilkada pun, saya tetap terus kunjungan ke masyarakat,” sebutnya.

Dalam pantauan wartawan di lapangan merujuk rangkuman dari beberapa narasumber, Mardison saat ini gencar disebut-sebut akan berpasangan dengan wakil walikota Pariaman saat ini, Genius Umar.

Genius Umar yang telah mendapatkan kepastian pengusungan dari PAN dan PBB itu kabarnya akan disandingkan dengan Mardison diusung Golkar dan parpol besar lainnya di Kota Pariama.

Jika terwujud, sebagai duo petahana, duet Genius-Mardison secara politik memiliki modal politik yang kuat untuk memenangi pilkada.

Mengenai kepastiaannya akan berpasangan dengan Genius Umar, Mardison menjawab diplomatis. Ia tidak membantah, juga tidak membenarkan. Tapi, kata dia, sebelum berpasangan dengan siapapun, pihaknya akan membuat perjanjian tertulis atau kontrak politik, baik antara sesama calon maupun sesama parpol pendukung.

"Tunggu saja, tentu ada kontrak politik demi kebaikan dan kepentingan masyarakat Pariaman," sebut Mardison. (Nanda/OLP)
KPU Pariaman Meriahkan Peluncuran Pilwako 2018 Jelang Tabuik Dibuang

Airsantok --- Ketua KPU Kota Pariaman Boedi Satria, menyatakan kesiapan peluncuran Pilkada Serentak 2018 telah rampung dan hanya menunggu pelaksanaan peresmian. Hal itu ia katakan usai mengelar rapat koordinasi dengan pihak Pemko Pariaman dan Polres Pariaman membahas persiapan peresmian Rumah Pintar Pemilu dan peluncuran Pilwako Pariaman di kantor KPU Kota Pariaman, Kamis (28/9) pagi.

KPU Kota Pariaman bersama pihak terkait seperti Polres Pariaman, Kodim 0308/Pariaman, Dishub Kota Pariaman, Satpol PP Kota Pariaman dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, telah menyepakati rundown rangkaian kegiatan. Dimulai dari peresmian rumah pintar pemilu pada hari Sabtu (30/9) pagi, hingga ditutup dengan penyampaian orasi sosialisasi pilkada oleh anggota KPU RI.

“Insya Allah pelaksanaan kegiatan besok sudah siap. Seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini, baik Kepolisian dan Pemko Pariaman telah siap dengan tugas masing-masing,” ujarnya.

Dikatakan Boedi Satria, peresmian rumah pintar dan peluncuran pilkada di Kota Pariaman, akan dihadiri oleh anggota KPU RI Wahyu Setiawan dan pimpinan Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo. Sebelumnya ke kota Pariaman, anggota KPU juga melakukan kegiatan di kota Padang.

“Kita sudah koordinasi dengan KPU Provinsi Sumatera Barat tentang persiapan kegiatan peluncuran di tempat kita. Sejauh ini, sudah fix persiapan ataupun kedatangan anggota KPU RI,” ulasnya.

Ia berharap peluncuran pilkada yang diselenggarakan sehari sebelum puncak pesta Tabuik akan menyedot perhatian masyakat, sehingga sosialisasi tentang tahapan pilkada lebih massif sampai kepada masyarakat.

Sementara itu, Paur Humas Polres Pariaman Iptu Jonson mengatakan, pihaknya telah menyiapkan pengamanan kegiatan peluncuran pilkada. Pengamanan meliputi pengamanan tamu, pengamanan jalur dan pengamanan kegiatan.

“Tamu yang datang dari Padang kita kawal dengan patwal dari Polres, hingga pengamanan kegiatan sampai kembali ke bandara,” ujarnya.

Kegiatan peluncuran pilkada walikota dan wakil walikota Pariaman 2018 di kota Pariaman juga dimeriahkan penampilan dan atraksi budaya khas Pariaman seperti tari galombang, tari pasambahan, gandang tasa dan gebyar musik. (Nanda)
KPU Pariaman Seleksi Tenaga Bantu

Air Santok --- Sebanyak 11 orang peserta seleksi tenaga outsourcing KPU Kota Pariaman hari ini menjalani seleksi kompetensi dan wawancara di kantor KPU Kota Pariaman, Senin (25/9) pagi.

Ketua KPU Kota Pariaman Boedi Satria menjelaskan, 11 orang peserta tersebut sebelumnya telah menjalani seleksi administrasi dan seleksi tertulis hingga lolos untuk mengikuti ujian kompetensi dan wawancara.

Peserta seleksi  yang mengikuti seleksi tahapan ini akan diuji kompetensinya dalam menggunakan dan menguasai komputer serta teknologi informasi. Peserta lainnya juga akan diuji keterampilannya di bidang jurnalistik serta humas dan keprotokoleran. Usai menjalani seleksi kompetensi, peserta secara maraton langsung menjalani seleksi wawancara dengan komisioner KPU Kota Pariaman.

"Ujian kompetensinya sesuai dengan formasi yang di daftar. Jika bidang Humas dan Keprotokoleran, tentu diuji kemampuanya menjadi MC atau kehumasan yang lainnya," ujarnya.

Perekrutan tenaga outsourcing tersebut dilakukan untuk mengimbangi meningkatnya beban kerja KPU Kota Pariaman menyelenggarakan dua agenda demokrasi yang dihelat bersamaan. Pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman 2018 bersamaan pelaksanaannya dengan tahapan pemilu legislatif 2019 mendatang.

Dengan adanya 6 orang tenaga outsouching yang nantinya dinyatakan lulus seleksi, diharapkan KPU Kota Pariaman dapat mengimbangi padatnya kegiatan dan rapinya pengadministrasian selama digelarnya pilkada 2018 dan pileg 2019 mendatang.

"Meningkatanya beban kerja tentu harus diimbangi dengan penambahan sumber daya manusia. Jika tidak, dengan padatnya kegiatan, kita kuatir kita akan keteteran," ulasnya.

Dikatakannya, hasil seleksi tahapan ini akan ditetapkan pada rapat pleno internal Rabu (27/9) mendatang. Selanjutnya 6 orang peserta yang lulus akan menandatangi kontrak kerja pada Oktober 2017 hingga akhir kontrak kerja pada Desember 2018 mendatang.

"Bagi tenaga kontrak yang kinerjanya baik, kita akan usahakan untuk diperpanjang kontraknya untuk pemilu legislatif 2019 mendatang, sesuai dengan ketersediaan anggaran," pungkasnya. (Nanda)
Panwaslu Kota Pariaman Perpanjang Jadwal Rekrutmen Anggota Panwascam

Pariaman --- Panwaslu Kota Pariaman memperpanjang pendaftaran rekrutmen Panitia Pengawasan Kecamatan atau Panwascam untuk Pilwako Pariaman hingga 27 September 2017.

Sebelumnya pendaftaran dan penyerahan berkas seleksi Panwascam Kota Pariaman akan ditutup pada Kamis (2/9).

Anggota Panwaslu Kota Pariaman Zaiyar didampingi Sekretaris Panwaslu Riky Falantino, Jumat (22/9), di Pariaman, menjelaskan, diperpanjangnya penerimaan berkas pendaftaran  seleksi Panwascam disebabkan oleh masih sedikitnya peserta yang mendaftar untuk wilayah Kecamatan Pariaman Utara.

"Peserta yang mendaftar dari Kecamatan Pariaman Utara baru 8 orang, belum kita lakukan seleksi administrasi. Takutnya yang lolos hingga akhir, kurang dari kebutuhan," kata Zaiyar.

Saat ini, jelasnya, 67 orang telah mendaftar sebagai peserta seleksi Panwascam Kota Pariaman. Peserta yang telah mendaftar nantinya akan menjalani beberapa tahapan seleksi diantaranya seleksi administrasi, seleksi tertulis dan seleksi wawancara.

Sebagai tahap awal, pihaknya akan melakukan seleksi administrai sehari setelah ditutupnya pendaftaran. Sedangkan tahapan seleksi berikutnya akan ditetapkan setelah hasil seleksi selesai dilaksanakan.

"Seleksinya bertahap, namun untuk jadwal seleksi selanjutnya baru setelah seleksi administrasi rampung," ulasnya.

Riky Falantino menambahkan, perekrutan Panwascam merupakan tahapan awal yang dilakukan oleh Panwaslu dalam melakukan pengawasan tahapan Pilwako Pariaman 2018.  Usai membentuk Panwas di tingkat kecamatan, Panwaslu Kota Pariaman juga akan membentuk Panwas di tingkat desa dan kelurahan hingga tingkat TPS.

"Untuk jumlah Panwas Lapangan sesuai dengan jumlaj desa dan kelurahan. Sedangkan Panwas TPS belum bisa direkap, karena jumlah TPS belum ditetapkan," katanya.

Di samping tugas Panwaslu dalam mengawasi jalannya Pilwako, ia juga mengimbau agar masyarakat Pariaman ikut berpartisipasi mengawasi jalannya Pilkada. Keterlibatan masyarakat dalam pengawasan sangat diperlukan untuk peningkatan kualitas pemilu. (Nanda)
DPP PAN Turunkan Surat Rekomendasi Calon Walikota Pariaman

Pariaman --- DPP Partai Amanat Nasional telah mengeluarkan surat rekomendasi persetujuan pengusungan Genius Umar sebagai calon walikota Pariaman pada Pilkada 2018.

Surat rekomendasi tertanggal 18 September 2017 tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Tim Pilkada DPP PAN Yandri Susanto kepada Genius Umar dan disaksikan langsung Ketua DPW PAN Sumatera Barat Ali Mukhni dan Ketua DPD PAN Kota Pariaman Priyaldi pada hari Senin (18/9) di kantor DPP PAN Jakarta.

Ketua DPD PAN Kota Pariaman Priyaldi mengatakan, penerbitan rekomendasi pengusungan oleh DPP PAN untuk memastikan bahwa PAN telah menyetujui Genius Umar diusung PAN pada Pilwako Pariaman 2018.

"Ini adalah kepastian pengusungan kepada bakal calon bahwa PAN akan mengusung Genius Umar pada pilkada 2018 mendatang," ujarnya.

Sedangkan dukungan pencalonan partai kepada pasangan calon akan diberikan saat pendaftaran setelah terbentuknya koalisi partai pengusung dan telah adanya calon wakil walikota yang akan mendampingi Genius Umar nantinya.

"Surat dukungan pencalonan nanti akan diberikan saat akan melakukan pendaftaran setelah adanya calon wakil dan terbentuknya koalisi partai pengusung," ujarnya.

Terkait bakal calon wakil walikota Pariaman yang akan mendampingi Genius Umar, pihak DPP menyerakan sepenuhkan kepada usulan DPD PAN Kota Pariaman. Saat ini, kata Priyaldi, DPP PAN telah memiliki tiga nama calon atau kandidat yang akan disodorkan kepada Genius Umar.

"Kita sudah siapkan tiga nama untuk diusulkan kepada Genius untuk dipertimbangkan dipilih sebagai pasangan calon wakil walikota. Namun kita tetap memberikan kebebasan kepada calon untuk menentukan calon wakilnya," ulasnya.

Priyaldi yang juga merupakan sekretaris LKAM Kota Pariaman itu masih enggan membocorkan siapa-siapa nama tiga bakal calon yang disodorkan sebagai calon wakil Genius Umar tersebut.

"Ini masih kandidat, nanti biar bakal calonnya langsung saya yang menyampaikan," kata dia

Bakal calon Walikota Pariaman Genius Umar mengaku hingga kini masih melakukan pemantauan terhadap sejumlah nama yang akan mendampinginya pada pilkada mendatang. Ia mengaku telah mengerucutkan kepada sejumlah nama nama bakal calon wakil walikota yang akan mendaftar sebagai pasangan calon bersamananya.

"Kita masih lihat dulu perkembangan, kita juga ingin agar pilihan pasangan yang akan mendampingi nanti sesuai dengan keinginan masyarakat," ujarnya.

Hingga kini, Genius terus memperkuat komunikasi politiknya dengan kader PAN Kota Pariaman dan beberapa partai lain untuk membangun koalisi.

"Kita terus bangun komunikasi politik dengan partai dan kemungkinan koalisi," pungkasnya. (Nanda)
Ketua PPP Mulyadi: Calon Walikota Pariaman Tidak Harus Kader Partai

Pariaman --- Ketua DPC PPP Kota Pariaman Mulyadi menyebut, ketakutan yang terlalu berlebihan dengan ungkapan “kacang lupa dengan kulit”, jika partai politik mengusung pasangan calon pada pilkada dari luar kader partai atau non kader.

Ungkapan "kacang lupa dengan kulit" seringkali digunakan oleh partai usai pilkada, jika pasangan calon yang diusung dianggap tidak berkontribusi kepada partai. Padahal, kata dia, usai dilantik menjadi kepala daerah, kontribusi utuh harus diberikan kepala daerah terpilih untuk masyarakat di wilayah yang dipimpinnya.

Menurutnya kekuatiran itu, nantinya hanya akan menghambat langkah putra terbaik bukan kader partai untuk memimpin Kota Pariaman.

“Syarat pengusungan menjadi urusan internal partai masing-masing. Yang jelas di PPP tidak wajib calon yang diusung harus kader partai. Namun calon yang diusung adalah yang mengerti tentang kota Pariaman, punya visi yang jelas dan yang terpenting diinginkan oleh masyarakat,” ujarnya, Jumat (15/9).

Kekhawatiran pasangan calon yang diusung cuek dan tidak mau andil dalam membesarkan partai, imbuh dia, tidak terjadi hanya disebabkan oleh calon yang diusung berasal dari luar kader. Dalam beberapa pilkada di daeran lain, kepala daerah terpilih yang berasal dari kader pun tidak bisa berbuat banyak untuk partai.

Ia berkata, setelah dilantik menjadi kepala daerah, pasangan calon yang diusung harus bekerja untuk masyarakat, bukan mengabdi untuk partai. Sedangkan partai memiliki kursi di DPRD dapat menjadi mitra menyampaikan inisiatif program dan pengontrol kebijakan pemerintah sebagai wujud check and balance dalam pemerintahan

Fungsi rekrutmen politik yang dimiliki oleh partai, jelas dia, harus menghilangkan ego atau kepentingan kelompok yang mengedepankan pasangan calon harus berlatarkan kader partai pengusung.

Namun, ulas dia, partai dituntut untuk mementingkan kompetensi pasangan calon dan selera pemilih. Dalam fungsi ini juga, partai yang melakukan seleksi terhadap banyak kandidat atau calon yang layak untuk menangkan pilkada.

“Calon pemimpin tentu yang harus punya kapasitas, selain itu sesuai dengan selera pemilih atau masyarakat Pariaman. Makanya, selain uji kelayakan kepada pasangan calon, PPP sangat realistis memperhatikan keinginan masyarakat terhadap calon yang diusung,” sebut dia.

Di PPP Kota Pariaman sendiri memiliki beberapa nama kader yang berpeluang besar diusung pada Pilwako Pariaman 2018 mendatang. Ia anggota DPRD Sumatera Barat fraksi PPP Zalman Zaunit dan Ketua DPC PPP Kota Pariaman Mulyadi. Sedangkan nama diluar partai, ada Genius Umar. (Nanda)