[Tajuk] Memilih Pemimpin Pariaman "Zaman Now"

Sekitar dua bulan lagi kota Pariaman punya pemimpin baru. Satu di antara tiga pasang calon (paslon) akan memimpin Pariaman lima tahun ke depan. Mahyuddin-Ridwan nomor urut 1, Dewi-Pabrisal nomor urut 2 dan Genius-Mardison nomor urut 3.

Siapapun pemimpin Pariaman periode 2018-2023, akan dihadapkan sejumlah pekerjaan berat. Bukan perkara enteng memajukan daerah yang nyatanya memilik sumber daya alam sangat minim. Kenyataan selalu jauh lebih berat dari pada sekedar ucapan dan janji-janji politik saat kampanye.

Dengan PAD yang sangat minim, pemimpin Pariaman dituntut lincah, karena kita tahu semua pembangunan di Pariaman selalu "menyusu" ke pemerintah pusat. Hanya mengandalkan pada sumber dana APBD, DAK dan DAU.

Dalam membangun Pariaman juga dibutuhkan segenap sumber daya manusia yang ada. Kita menyadari daerah kita bukan Kabupaten Siak, Riau, yang membukukan PDB per kapita Rp156,35 juta. Daerahnya berada di wilayah segi tiga pertumbuhan ekonomi "Sijori" Singapura-Johor-Riau dan IMG-GT (Indonesia Malaysia Thailand Growth Triangle).

Pariaman bukan pula Kota Bontang, Kalimantan Timur. Daerah kaya tambang itu mencatatkan PDB per kapita Rp368,5 juta. Karena PAD besarnya, Kaltim merupakan propinsi yang memberikan gaji atau upah tertinggi kedua secara nasional kepada karyawan atau buruh.

Daerah yang memiliki sumber daya alam melimpah macam Bontang dan Siak, tentu saja punya banyak amunisi untuk membangun daerahnya dengan dukungan dana yang besar. Berbeda dengan Pariaman, dengan APBD Rp754 miliar per tahun, dipotong belanja pegawai sekitar 50 persen, sisa itulah yang bisa dibelanjakan untuk membangun. Maka, tak heran pembangunan di Pariaman dilakukan secara bertahap atau multi-year.

Minim di sumber daya alam, untungnya Pariaman memiliki sumber daya manusia terbilang bagus. Banyak sekali tokoh-tokoh di sumbu kekuasan RI punya darah Pariaman yang masih peduli kampung halamannya. Di samping hal tersebut, Pariaman juga dianugerahi Tuhan bentang alam yang memukau. Pariwisata nyatanya menjual. Dari sektor pariwisata diyakini pula akan mengungkit sektor-sektor lainnya seperti ekonomi kreatif, jika digarap secara serius dan profesional.

Pemimpin Pariaman yang diharapkan masyarakat, tentu saja bukan hanya yang sekedar menjalankan roda pemerintahan secara formil. Harapan masyarakat akan pemimpin Pariaman ke depan, khususnya dalam peningkatan ekonomi, jaminan lapangan pekerjaan, jaminan pendidikan dan kesehatan, tidak akan tertutupi dengan dana APBD dari pemerintah pusat.

Jadi, tidak heran masyarakat Pariaman "zaman now" terlihat lebih selektif dalam memilih pemimpinnya. Mereka kadang tampak agresif, sebagaimana yang bisa kita lihat saat ini: saat kelompok-kelompok kalangan terdidik mulai bersuara, saat kalangan muda tak lagi diam sebagaimana Pilkada sebelumnya. (OLP)
Gabungan Ormas dan OKP Sepakat Sosialisasikan Teknis Pilwako Pariaman
Koordinator divisi perencanaan keuangan dan logistik KPU Kota Pariaman Indra Jaya. Foto/Nanda
Pariaman --- KPU Kota Pariaman sosialisasikan teknis penyelenggaraan pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman 2018 kepada ormas, OKP dan organisasi kepemudaan, Kamis (14/12) siang.

Dalam sosialisasi itu sejumlah ormas dan OKP dilibatkan, seperti Karang Taruna, KNPI, HMI dan ormas lainnya untuk mengoptimalkan sosialisasi pilkada di tengah masyarakat.

Koordinator divisi perencanaan keuangan dan logistik KPU Kota Pariaman Indra Jaya mengatakan, kegiatan itu merupakan rangkaian sosialisasi KPU kota Pariaman yang menyasar enam segmentasi.

Menurutnya, kelompok pemuda merupakan kalangan energik untuk memberikan pencerahan pada pelaksanaan Pilwako Pariaman 2018 dengan melakukan sosialisasi pada basis massa tertentu di lingkungan desa-kelurahan, kecamatan dan lingkungan organisasi masing-masing.

Namun kata dia, kelompok pemuda yang tergabung dalam ormas harus paham tentang teknis penyelenggaraan pilkada sebelum mensosialisasikannya kepada masyarakat.

Sosialisasi yang dilakukan oleh kelompok pemuda, sambung dia, dapat dilakukan melalui diskusi dengan kelompok masyarakat seperti di warung. Mengikutkan kelompok pemuda sebagai corong sosialisasi sangat efektif karena itu pihaknya mengundang perwakilan pemuda yang aktif dan kreatif di lingkungan masyarakat.

"Perwakilan pemuda dapat menularkan informasi berupa teknis dan aturan pelaksanaan melalui diskusi ringan bagi masyarakat yang belum memahami teknis pilkada," katanya.

Sebelumnya, KPU Kota Pariaman telah mensosialisasikan teknis penyelenggaraan pilkada dengan melibatkan guru bidang studi kewarganegaraan tingkat SMA se Kota Pariaman.
Pelibatan guru bidang studi, diharapkan mensosialisasikan teknis dan menggalang partisipasi pemilih pemula yang berada di sekolah.

Selain itu, KPU juga telah membekali kelompok ibu PKK kelurahan dan kecamatan untuk segmentasi pemilih perempuan di Kota Pariaman.

"Tiga segmen telah kita sosialisasikan, tiga segmentasi lainnya akan kita sosialisasikan juga," ulasnya.

Menurutnya, pihak KPU kota Pariaman masih merancang model dan bentuk kerjasama dengan ormas dan OKP di kota Pariaman. Hal itu dikarenakan setiap MoU ataupun kerjasama harus diikuti dukungan anggaran. Oleh karena itu, KPU Kota Pariaman akan mengupayakan alokasi anggaran untuk mendukung operasional ormas ataupun OKP melakukan sosialisasi kepada masyarakat, dalam bentuk pembiayaan kegiatan.

"Perihal anggaran tersebut akan diupayakan melalui revisi anggaran penyelenggaran pilkada tahap II tahun 2018," katanya.

Sementara itu, anggota KNPI Kota Pariaman Sudirman Alharits, mengatakan jika pihaknya telah mengumpulkan OKP yang berada di bawah KNPI, mengajak seluruh anggota OKP dan ormas melakukan sosialisasi kepada masyarakat lainnya.

Pihaknya bersama seluruh ormas bertekad mensukseskan pilkada 2018 dengan cara mensosialisasikan kepada masyarakat.

"Kita dan OKP lainnya sudah berkomitmen mensosialisasikan pilkada. Anggota ormas pada lingkungan masing-masing akan mengajak masyarakat berpartisipasi pada pilkada nanti," pungkasnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua PC HMI Pariaman, Rizki Yulia Wendra. Pihaknya berkomitmen bahwa sosialisasi penyelenggaraan pilkada tidak berhenti pada peserta bimtek saja. Namun harus diteruskan kepada anggota OKP dan masyarakat di lingkungan mereka masing-masing.

"Bimtek dilakukan agar stakeholder yang akan menjadi sosialisator paham dengan aturan dan teknis pelaksanaan pilkada," sebutnya.

Menurutnya, HMI akan menyampaikan kepada kelompok mahasiswa melalui komisariat HMI yang ada di tiga kampus Pariaman, yaitu STIA BNM, STIT SB Pariaman dan STIE Sumatera Barat Pariaman. Saat ini, keanggotaan HMI Pariaman di wilayah Kota Pariaman tercatat sebanyak 300 orang, hal itu potensial jika bergerak mensosialisasikan pilkada.

"Minimal anggota kita dulu kita sosialisasikan, nantinya jika kawan-kawan kita sudah memahami akan dilibatkan dalam kegiatan sosialisasi," tutupnya.

Partisipasi pemilih pada pilkada ikut menjadi salah satu indikator kesuksesan pelaksanaan pilkada di suatu daerah. Partisipasi pemilih yang tinggi, mengisyaratkan legitimasi masyarakat yang tinggi atas hasil pilkada.

Begitu sebaliknya, jika partisipasi pemilih rendah, legisitimasi atas hasil kepala daerah terpilih pun tidak kuat. (Nanda)
[Pilwako Pariaman] KPU Imbau Bapaslon Segera Lapor Harta Kekayaan ke KPK Sebelum Pendaftaran
Komisioner KPU Pariaman Arnaldi Putra. Foto/istmewa
Pariaman --- KPU Kota Pariaman ingatkan bakal calon walikota dan wakil walikota Pariaman sampaikan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI sebelum berakhirnya masa pendaftaran bapaslon walikota dan wakil walikota Pariaman ke KPU Kota Pariaman pada 8 hingga 10 Januari 2018 mendatang.

Koordinator Divisi Teknis KPU Kota Pariaman Arnaldi Putra mengatakan, bakal calon yang telah menyampaikan LHKPN ke KPK akan menerima tanda terima dari KPK. Tanda terima penyampaian LHKPN merupakan salah satu syarat calon saat melakukan pendaftaran ke KPU Kota Pariaman. 

Ia menegaskan, bapaslon yang tidak melengkapi tanda terima penyerahan LHKPN bisa gagal ditetapkan sebagai pasangan calon.

“Yang terpenting tanda terima jika bapaslon telah menyerahkan LHKPN nya ke KPK, meskipun nanti ada perbaikan, syaratnya telah terpenuhi,” ujarnya saat rakor persiapan bimtek penyampaian LHKPN Pilkada 2018 di Pariaman, Rabu (13/12) siang.

Hingga saat ini, kata dia, belum ada satupun bakal calon walikota ataupun bakal calon walikota Pariaman yang mengkonfirmasi telah menyampaikan LHKPN ke KPK RI. Ia menduga hal tersebut disebabkan belum adanya ketetapan atau kepastian balon yang diusung oleh partai politik di Kota Pariaman.

“Belum ada parpol yang menetapkan pengusungan, sehingga balon masih ragu-ragu menyampaikan LHKPN ke KPK,” ulasnya.

Untuk persiapan penyampaikan LHKPN bagi bapaslon, pihaknya telah melakukan rakor dengan perwakilan parpol peraih kursi di DPRD Kota Pariaman hasil pemilu 2014. Utusan parpol tersebut rencanya akan diikutkan pada bimtek penyampaikan LHKPN yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Sumatera Barat bersama 3 kabupaten lainnya yang mengikuti pilkada serentak 2018 yang dilaksanakan pada 19 Desember 2017 mendatang.

“Kita hari ini mengumpulkan perwakilan parpol se Kota Pariaman, nanti apakah bapaslonnya nanti diutus mengikuti itu atau perwakilan parpol, teknisnya kita serahkan kepada parpol masing-masing,” jelasnya.

Sementara itu, bakal calon wakil walikota Pariaman Mardison Mahyuddin mengatakan pihaknya telah mempersiapkan penyampaian LHKPN ke KPK RI sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi ketika mendaftar ke KPU Kota Pariaman.

“Kita sudah siapkan, nanti kita akan sampaikan LHKPN namun kita akan koordinasi juga dengan parpol pengusung terlebih dahulu,” ujarnya.

Mardison Mahyuddin sendiri telah dideklarasikan oleh PAN sebagai bakal calon wakil walikota Pariaman mendampingi Genius Umar pada pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman 2018 mendatang.

Menurutnya, usai dideklarasikan, beberapa persyarataan pencalonan mulai dipersiapkan agar tidak menjadi kendala saat pendaftaran.

“Kita mulai persiapan syarat-syarat pencalonan dan calon agar tidak menjadi kendala saat pendaftaran nanti,” pungkasnya. (Nanda)
[Deklarasi PAN Genius-Mardison] Zulkifli Hasan: Genius Pemimpin Kaliber Nasional
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan deklarasikan pasangan Genius-Mardison sebagai bapaslon di Pilwako Pariaman 2018. Foto/Erlison/istimewa
Padang --- Partai Amanat Nasional (PAN) deklarasikan Genius Umar-Mardison Mahyuddin sebagai bakal calon pasangan walikota dan wakil walikota Pariaman 2018 mendatang. Deklarasi dipimpin langsung oleh Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan didampingi ketua DPW PAN Sumbar Ali Mukhni di Hotel Bumi Minang, Padang, Selasa (12/12) siang.

Selain Genius Umar-Mardison Mahyuddin, PAN juga deklarasikan tiga bapaslon kepala daerah lainnya yang mengikuti pilkada serentak 2018 di Sumatera Barat.

Perkawinan politik Genius-Mardison dalam deklarasi tersebut menjadi babak baru bagi keduanya menghadapi pilkada 2018. Sosialisasi yang awalnya dilakukan atas nama sendiri, kini tentunya mensosilisasikan diri sebagai bapaslon.

Pendeklarasian itu menjawab pertanyaan publik tentang hubungan kedua tokoh yang pada awal rumor terkesan malu-malu kucing menjawab perihal akan berpasangan.

Selain deklarasi, DPP PAN langsung menyerahkan surat pengusungan bakal pasangan calon Genius Umar-Mardison sebagai salah satu syarat pendaftaran bapaslon ke KPU Kota Pariaman pada Januari 2018 mendatang.

Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan mengatakan sosok Genius Umar-Mardison merupakan pasangan ideal untuk memimpin Kota Pariaman ke depan. Kiprah kepemimpinan Genius Umar sebagai wakil walikota Pariaman dan Mardison Mahyuddin ketua DPRD Kota Pariaman, menjadi salah satu parameter diusungnya keduanya sebagai bakal pasangan calon walikota.

Selain itu, ia melihat Genius sebagai sosok pemimpin muda enerjik dan memiliki koneksi lintas nasional. Hal itu menjadi modal untuk mendorong pembangunan kota Pariaman lebih cepat dan optimal. Sedangkan pengalaman Mardison Mahyuddin sebagai ketua DPRD Kota Pariaman akan memberikan dukungan bagi Genius Umar.

“Pasangan Genius-Mardison adalah pasangan ideal pada pilkada Kota Pariaman, keduanya punya pengalaman di satu sisi sebagai eksekutif dan sisi lainnya sebagai legislatif,” ujarnya.

Ketua MPR itu menyebut, sejumlah partai besar pengusung 4 kepala daerah di Sumbar juga mengusung bakal calon pasangan bersama partai lainnya yang memiliki kesamaan visi dan misi.

“Partai pengusung adalah partai yang memiliki visi dan misi yang sejalan. Beberapa partai besar sudah menyatakan dukungan, kemungkinan besar beberapa partai besar lainnya akan mendeklarasikan dukungan Genius Umar-Mardison, namun hanya menunggu waktu yang tepat,” sebutnya.

Ketua DPD PAN Kota Pariaman Priyaldi menambahkan, jika pernyataan dukungan baru dilakukan oleh PAN. Namun dalam waktu yang tidak lama, beberapa partai pengusung pasangan tersebut akan melakukan deklarasi secara bersama-sama di Kota Pariaman. Saat ini lintas partai yang akan mengusung Genius-Mardison sedang merancang acara deklarasi yang direncanakan digelar di Pantai Gondariah Pariaman.

“Partai pengusung sedang membicarakan tentang acara deklarasi yang direncanakan pada bulan ini. Nanti kita informasikan, setelah ada kawan-kawan dari partai pengusung memberikan jadwalnya,” ujarnya

Dikatakan Pry, saat ini baru ada dua partai yang mendeklarasikan pengusungan Genius-Mardison yaitu PAN dan Golkar. Beberapa partai yang telah menyatakan dukungannya akan mendeklarasikan secara resmi dihadapan publik pada akhir Desember 2017 mendatang.

“Kita akan deklarasikan, jika sekarang baru PAN dan Golkar, nanti kita akan lakukan deklarasi serentak di Pariaman setelah ada jadwal dari kawan-kawan yang lain,” pungkasnya. (Nanda)
12/12 PAN Deklarasikan Genius-Mardison, Golkar Menyusul dengan Parpol Lain
Genius Umar dan Mardison Mahyuddin. Foto/istimewa
Pariaman --- Jika tidak ada aral melintang, DPD PAN Kota Pariaman akan deklarasikan pengusungan Genius Umar dan Mardison Mahyuddin sebagai bakal pasangan calon walikota dan wakil walikota Pariaman dari Partai Amanat Nasional. Deklarasi itu, bertepatan dengan rapat kerja wilayah Partai Amanat Nasional se Sumatera Barat yang diselenggarakan di Hotel Bumi Minang, Selasa (12/12) mendatang.

Ketua DPD PAN Kota Pariaman Priyaldi mengatakan, deklarasi pengusungan dua tokoh yang saat ini menjabat Wakil Walikota Pariaman dan Ketua DPRD Kota Pariaman itu rencananya akan dihadiri oleh Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan.

"Acaranya adalah Rakerwil se Sumatera Barat, sekaligus deklarasi pengusungan balon kepala daerah di 4 kabupaten dan kota di Sumatera Barat yang mengikuti pilkada serentak, salah satunya pilkada di Kota Pariaman. Dalam perencanaan pak ketua DPP langsung yang membuka," jelasnya di Pariaman, Jumat (8/12) siang.

Sementara itu, terkait pengusungan keduanya, pria yang akrab disapa Pry itu menegaskan bahwa DPP PAN telah menerbitkan rekomendasi pengusungan Genius Umar-Mardison Mahyuddin sebagai bapaslon.

"Rekomendasi dari DPP memastikan menuliskan nama keduanya (Genius Umar-Mardison Mahyuddin) sebagai bapaslon dan rekomendasi itu telah diserahkan," tegasnya.

Sementara itu, sekretaris DPD Golkar Kota Pariaman Syamsuir mengatakan, akan melaksanakan deklarasi pengusungan Genius Umar-Mardison Mahyuddin saat pelantikan pengurus DPD Golkar Kota Pariaman pada akhir Desember 2017 atau awal bulan Januari 2018 mendatang.

"Rencananya, dalam deklrasi tersebut, seluruh partai pengusung bapaslon Genius Umar-Mardison Mahyuddin juga melakukan deklarasi bersama-sama. Makanya kita juga cocokkan jadwal dengan beberapa parpol pengusung lainnya," terangnya.

Syamsuir menyebut, bapaslon Genius Umar-Mardison Mahyuddin telah mengantongi rekomendasi pengusungan dari DPP Partai Golkar. Rekomendasi tersebut telah diterima keduannya dan pengurus DPD Golkar Kota Pariaman.

Sementara itu, bakal calon wakil walikota Pariaman Mardison Mahyuddin mengaku terus melakukan komunikasi politik yang intens dengan sejumlah partai politik pengusung.

"Komunikasi dan juga koordinasi. Namun terkait deklarasi kita serahkan seutuhnya kepada parpol," katanya.

Sebagai salah seorang balon kepala daerah yang juga wakil rakyat di DPRD Kota Pariaman, Mardison mengaku tidak ada aktifivas yang berbeda yang ia lakukan saat ini. Turun ke lapangan menyerap informasi dan aspirasi masyarakat tetap ia lakukan sehari-hari.

"Aktivitas seperti biasa saja. Tiap hari kita keliling mendengarkan aspirasi masyarakat dan kita diskusikan di DPRD. Meskipun tidak pilkada, aktivitas secaman itu terus saya lakukan sebagai anggota dewan," pungkasnya. (Nanda)
KPU Pariaman Mulai Persiapkan Logistik Pilwako 2018
Koordinator divisi keuangan dan logistik KPU Kota Pariaman Indra Jaya
Pariaman --- KPU Kota Pariaman mulai persiapkan logistik pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman 2018 mendatang. 

Koordinator divisi keuangan dan logistik KPU Kota Pariaman Indra Jaya mengatakan, saat ini pihaknya telah mempersiapkan 155 kotak suara. Selain kotak suara, KPU juga telah mempersiapkan bilik suara sebanyak 310 dan 310 bantalan coblos.

Logistik kotak suara dan bilik suara telah digunakan saat digelarnya pemilu pertama kota Pariaman tahun 2017. Meskipun beberapa kotak suara mengalami kerusakan ringan, namun telah dilakukan perbaikan hingga dapat digunakan kembali.

“Ada yang bautnya copot, kita pasang lagi, namun secara keseluruhan logisitik saat ini masih layak kita gunakan,” katanya.

Sedangkan, logistik utama lainnya seperti surat suara dan formulir lainnya, baru akan mulai dicetak setelah ditetapkannya nomor urut pasangan calon pada Februari 2018 mendatang.

 "Kita siapkan logistik yang telah ada saja, seperti kotak suara, bilik suara dan bantalan coblos, sedangkan surat suara baru akan kita cetak pada Februari 2018 mendatang,” ujarnya.

Dikatakannya, pihaknya pada Januari 2018 mendatang akan mulai melakukan perencanaan logistik dengan melakukan penyusunan kebutuhan, survey ke pencetakan logisitik. Penyusunan perencanaan logistik harus menunggu ditetapkannya Daftar Pemilih Tetap Pilkada 2018.

Ia memprediksi penambahan TPS pada pilkada 2018 tidak begitu signifikan. Jika ada penambahan, maksimal akan bertambah 1 hingga 2 TPS saja.

“Termasuk menyusun anggaran untuk pengadaan logistik pilkada, semuanya telah kita siapkan, namun masih menunggu penetapan daftar pemilih tetap nantinya,” pungkasnya. (Nanda)